KERJA DAN BEKERJALAH UNTUK KEBAIKAN HIDUP

LEADERSHIP 2014“Kerja adalah kebenaran sejati untuk mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan. Tanpa kerja diri kehilangan kecerdasan dan kehilangan bahagia.~Djajendra

Tujuan hidup tidaklah boleh tersembunyi, harus diekspresikan melalui kerja dan kerja. Melalui kerja semua yang diinginkan dapat diwujudkan. Kerja yang hebat haruslah dengan sukacita, penuh kegembiraan, penuh motivasi, dan terfokus pada tujuan.

Ketika Anda merasa bahwa tujuan hidup Anda mengalir di dalam sukacita, inspirasi, motivasi, kegembiraan, tindakan, kerja, melayani, dan kebahagiaan. Maka, Anda benar-benar sedang menikmati pekerjaan dan kehidupan hidup Anda.

Energi sukacita harus menghidupi tujuan hidup. Tujuan menggambarkan apa yang diinginkan, dan bagaimana cara untuk mewujudkan keinginan tersebut. Bila energi sukacita benar-benar diaktifkan di dalam tujuan hidup, maka perilaku hebat dan etos yang luar biasa akan terbentuk, untuk mendorong Anda mewujudkan tujuan dengan hebat.

Rancanglah konsep diri untuk dapat mencintai pekerjaan, dan menjadikan diri selalu bergembira saat bergerak menuju tujuan. Pekerjaan-pekerjaan hebat tidak dihasilkan dari emosional sesaat, tetapi dari kekuatan spiritual yang kekal di dalam kerja dan kegembiraan.

Kerja adalah langkah terpenting untuk mewujudkan tujuan. Tanpa kerja tidak akan ada yang dihasilkan. Merasa memiliki kerja dan merasa dimotivasi oleh energi positif dari kerja, adalah cara untuk mengembangkan potensi hebat dari dalam diri.

Kerja adalah perjalanan menuju tujuan; perjalanan menuju visi. Merasa bahagia dan damailah dengan pekerjaan Anda. Jangan pernah membuat kehidupan kerja Anda stres dengan bermacam-macam persoalan. Temukan solusi, jangan pelihara persoalan.

Kerja membutuhkan sikap, etos, dan kebiasaan yang membuat diri berkembang di dalam kreativitas dan inovasi. Kerja tidak hanya kegiatan rutin, tetapi kegiatan terencana untuk mewujudkan sebuah misi. Kerja yang hebat tidak akan menguras jiwa, tetapi akan mengisi jiwa dengan nilai-nilai yang menjadikan diri bahagia.

Kerja mengatur niat menjadi kegiatan yang produktif. Kerja membuat diri membuat pilihan yang lebih baik untuk masa depan.Kerja membuat hidup menjadi lebih berguna, dan menjadikan diri lebih berkontribusi untuk nilai tambah.

Kerja dapat mengeluarkan Anda dari kegelapan hidup. Kerja merupakan cahaya yang menerangi perjalanan hidup. Kerja haruslah dijaga dengan kesadaran, untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Kerja tidak boleh dibiarkan dalam masalah. Kerja harus selalu tumbuh dan berkembang dalam solusi. Kerja yang dicintai dan yang dijalani dengan penuh kegembiraan, akan mengajarkan Anda untuk menikmati bahagia dengan rasa syukur.

Kerja yang hebat membutuhkan Anda menjadi diri sendiri yang unik dan asli. Kerja yang hebat dihasilkan dari keutuhan etos, jiwa, raga, pikiran, sikap, cinta, dan keberanian. Jadi, bila Anda bekerja dengan tulus, ikhlas, cerdas, dan sepenuh hati; maka, bagaimanapun gelapnya jalan menuju tujuan, Anda pasti menemukan cahaya terang, yang membimbing Anda untuk sampai pada tujuan.

Jiwa yang kerja tidak akan menemukan kehidupan yang sulit. Jiwa yang kerja mampu menemukan makna dan kemenangan di setiap tantangan. Jiwa yang kerja sangat mudah menerima cara, untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan besar dan hebat.

Kerja dan bekerjalah untuk kebaikan hidup. Miliki kesadaran untuk mencintai kerja. Kuatkan mental dan etos dengan disiplin yang merangkul realitas kerja, lalu  dengan penuh keberanian dan kreativitas, mampu mewujudkan kinerja terbaik.

Kerja adalah kebenaran sejati untuk mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan yang abadi. Tanpa kerja diri kehilangan kecerdasan dan kehilangan bahagia.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PERILAKU KERJA YANG BURUK ADALAH MUSUH TERBURUK PERUSAHAAN

DJAJENDRA“Sebuah kapal yang terikat dengan aman di pelabuhan, tidak akan mengantar Anda mencapai tujuan. Hanya kapal yang berlayar di tengah lautlah, yang dapat mengantar Anda menembus samudera untuk mencapai tujuan. Demikian juga, sebuah jabatan dan kekuasaan yang terikat dengan aman di tangan Anda, tidak akan mengantar Anda mencapai tujuan. Hanya kerja keras dan kemampuan Anda, termasuk untuk melewati rintangan dan tantangan, yang dapat mengantar Anda mencapai tujuan.”~Djajendra

Sehebat apapun sebuah perusahaan mengiklankan dirinya, untuk membangun citra hebatnya. Tetapi, bila perilaku sumber daya manusianya tidak positif, maka perusahaan akan kehilangan kepercayaan, reputasi dan kredibilitas.

Terjebak dalam pencitraan, tanpa perilaku yang berintegritas pada etika dan nilai-nilai budaya kerja, menjadikan pencitraan itu sia-sia, dan tidak akan memberikan kebaikan kepada perusahaan.

Perilaku yang tidak berbudaya adalah musuh terburuk yang merusak etos kerja. Perilaku buruk pasti menghambat pencapaian kinerja. Perilaku buruk pasti menjadi energi destruktif atau perusak kemajuan.

Ketika manajemen lupa menata perilaku kerja, dan terlalu fokus membangun pencitraan dengan iklan dan promosi yang hebat, maka perusahaan akan mengecewakan pelanggan. Perilaku berbudaya kerja positif akan menyelesaikan harapan dan kebutuhan pelanggan.

Iklan dan promosi bertujuan membangun pencitraan. Ketika pelanggan sudah tergoda dan percaya kepada iklan perusahaan atau pada citra perusahaan, mereka akan berinteraksi langsung dengan perusahaan. Saat mereka berinteraksi langsung, mereka membutuhkan perasaan seperti yang mereka rasakan saat menonton atau membaca iklan. Bila iklan dan promosi yang hebat itu tidak diikuti dengan perilaku pelayanan yang baik dan berbudaya, maka iklan dan promosi tersebut menjadi sesuatu yang mengecewakan pelanggan.

Perilaku positif haruslah menjadi kekuatan di dalam aktivitas kerja sehari-hari. Kesibukan kerja tanpa aktivitas dengan energi positif berpotensi merusak etos kerja. Bila pencitraan hebat dijawab dengan perilaku kerja yang buruk, akan menimbulkan kebingungan dan rasa marah. Bila stakeholder bingung dan marah dengan realitas perusahaan, maka semua pencitraan akan hilang dan menjadi tak berguna.

Perusahaan yang andal pasti membangun budaya kerja yang kuat dan unggul. Budaya kerja yang kuat menciptakan perilaku kerja positif yang andal. Setelah memiliki perilaku kerja positif di dalam budaya kerja yang konsisten. Maka, semua iklan, promosi, dan pencitraan perusahaan dapat meningkatkan reputasi dan kredibilitas perusahaan.

Budaya perusahaan yang kuat selalu fokus untuk mencari kesempurnaan, dan tidak akan pernah puas dengan realitas. Mengejar kesempurnaan merupakan sifat dari budaya kuat. Perbaikan secara terus-menerus dan upaya memuliakan reputasi perusahaan, adalah cara untuk menghargai niat dan visi perusahaan. 

Perilaku kerja positif tidak akan membuang-buang waktu dan menjadikan pekerjaan tidak produktif. Perilaku kerja positif adalah kemampuan untuk sepenuhnya hadir dan bekerja dengan totalitas. Perilaku kerja positif tidak mengukur kualitas diri dengan persepsi sendiri. Tetapi, mengukur kemampuan diri, untuk menjalankan nilai-nilai budaya kerja perusahaan secara profesional dan penuh integritas. Perilaku kerja positif tidak akan pernah menjadi limbah perusahaan, tetapi menjadi aset yang sangat produktif.

Perilaku kerja positif selalu memiliki keberanian untuk melupakan zona nyaman, dan mengejar pencapaian terbaik dengan memperhitungkan risiko. Perilaku positif akan memberikan keberanian kepada insan perusahaan, untuk bergerak maju dan mengejar kinerja terbaik. Perilaku positif menguatkan kemampuan karyawan, untuk membantu mereka mencapai target dan tujuan dengan kinerja terbaik.

Perilaku kerja positif tidak akan membiarkan rasa takut menghentikan pencapaian. Tidak ada hal yang menyebabkan stagnasi. Tidak ada hal yang menciptakan kemacetan. Pikiran positif di dalam perilaku kerja positif menjadi pendorong untuk terus maju dan tumbuh di dalam karya dan kerja.

Perilaku kerja positif berbudaya perencanaan dan tidak berbudaya aksi-reaksi. Tidak satu hal pun yang dikerjakan tanpa melalui perencanaan yang baik. Semua perencanaan diawasi dengan sistem dan manajemen yang andal. Semua perencanaan selalu diperbaiki kelemahannya, dan secara terus-menerus ditingkatkan kekuatannya. Semua perencanaan difokuskan untuk memaksimalkan kekuatan, lalu memperbaiki kelemahan dengan rendah hati dan kreatif.

Kolaborasi dan koordinasi adalah bahasa kerja orang-orang positif. Walaupun dirinya sangat hebat dan pintar, dia tidak akan melakukannya sendiri. Dia selalu tahu dan sadar bahwa kekuatan bersama adalah sebuah soliditas, yang selalu lebih unggul daripada kekuatan tunggal. Dia tahu bahwa tanpa kolaborasi dan koordinasi, dirinya akan kelelahan dan tak mampu melakukan sesuatu dengan maksimal. Dia tahu bahwa kekuatan terletak pada kebersamaan dan kecerdasan, dan tidak terletak pada kesendirian dan keegoisan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENGHILANGKAN EGO SEKTORAL DENGAN KECERDASAN SOSIAL

DJAJENDRA“Fungsi dan divisi di tempat kerja adalah alat untuk mencapai tujuan. Bila alat ini dijaga dengan ego dan kepentingan yang sempit, maka alat ini sulit berfungsi untuk mencapai tujuan.”~Djajendra

Tidak mungkin sebuah visi dikerjakan sendiri; diperlukan kerja sama dan koordinasi yang cerdas melintasi perbedaan, keragaman, fungsi dan sektor. Jadi, diperlukan orang-orang yang cerdas sosial, supaya sebuah visi dapat dikerjakan dengan cepat dan tepat.

Orang-orang yang cerdas sosial sangat mudah berkomunikasi dan berinteraksi secara proaktif. Bila kecerdasan sosial sumber daya manusia rendah, mereka akan bekerja sendiri-sendiri, tidak mampu bersatupadu di dalam soliditas bersama. Sebaliknya, bila sumber daya manusia cerdas sosial, maka soliditas dan kolaborasi kerja akan menjadi budaya kerja, yang merangkul lintas sektoral dan lintas divisi di dalam satu visi.

Sepintar apapun seseorang; sehebat apapun seseorang; setinggi apapun pendidikan seseorang; sejenius apapun konsep dan pemikiran seseorang. Tetapi, bila dia tidak cerdas sosial, dia akan menjadi energi perusak soliditas organisasi.

Orang-orang yang tidak cerdas sosial hanya mampu bekerja sendiri. Walaupun mereka sangat cerdas dan sangat berbakat, mereka tetap sulit menyatu di dalam proses kerja. Dampaknya, mereka berpotensi membawa nilai dan benih konflik ke dalam proses kerja, sehingga kinerja terbaik akan sulit untuk diwujudkan.

Dunia kerja adalah dunia kerja sama. Manajemen berfungsi untuk mengelola semua sektoral, agar saling berkolaborasi dan berkoordinasi secara efektif dan produktif. Tidak ada kerja sendiri di dalam dunia kerja. Semua orang yang bekerja merupakan bagian dari pekerjaan yang lain. Dunia kerja adalah dunia yang saling menguatkan satu sama lain, yang saling mengkontribusikan kompetensi dan kemampuan, untuk sebuah pencapaian sesuai target.

Di dalam organisasi, tidak ada sebuah tujuan yang bisa dikerjakan sendiri. Bakat, profesionalisme, kecerdasan, dan potensi yang hebat; akan sia-sia bila tidak mampu bekerja sama.

Dunia kerja adalah dunia kolaborasi dan koordinasi. Sangat banyak fungsi dan divisi di dalam sebuah organisasi. Semua fungsi dan divisi tidaklah boleh berdiri di atas ego dan kepentingan masing-masing. Semuanya harus tunduk kepada visi, harus berkolaborasi dan berkoordinasi di dalam misi.

Seseorang yang cerdas sosial sangat mudah terlibat dalam tugas-tugas rutin yang membutuhkan kebersamaan. Mereka sangat mudah beradaptasi dengan ide-ide baru, dan mudah menerima solusi dari siapapun atau manapun. Mereka menguasai seni percakapan dan seni mendengarkan, dan sangat mudah mengintegrasikan dirinya dengan kelompok kerja.

Seseorang yang cerdas sosial tidak akan menjaga jarak, ataupun menjadi penyebab konflik. Dia adalah pribadi yang penuh empati dan kaya toleransi. Dia selalu membangun jembatan komunikasi yang positif, serta selalu merobohkan tembok penghalang di dalam organisasi dan proses kerja. Dia adalah orang yang selalu menghubungkan hati, emosi, pikiran, dan etos; dari setiap insan organisasi untuk bersatupadu di dalam soliditas bersama.

Seseorang yang tidak cerdas sosial biasanya sulit mempercayai kemampuan orang lain; menganggap dirinya yang paling pintar dan suka meremehkan orang lain; sangat sensitif, miskin toleransi, miskin jiwa besar, dan miskin empati; dia merupakan komunikator yang buruk, sehingga pilihan kata-kata dan ucapannya selalu menjauhkan hubungan baik; walaupun dia berbakat, berpendidikan tinggi, cerdas, kreatif, dan berpotensi, tetapi sulit menjadi andal di tempat kerja; dia selalu terjebak di dalam egonya, dan sulit memahami pentingnya sebuah kebersamaan di tempat kerja.

Orang-orang cerdas sosial biasanya cerdas emosional. Mereka mudah menyatu dan berkontribusi secara lintas sektoral. Emosi yang cerdas mampu menghilangkan ego dan kepentingan sempit. Mereka selalu bersinar dan menjadi aset yang diandalkan oleh organisasi. Mereka merupakan energi positif yang mampu menggerakan sebuah pekerjaan secara kreatif dan kolaboratif. Mereka mampu menghasilkan kinerja yang memuaskan. Mereka tidak terbatas oleh waktu dan ruang, mereka mampu terhubung dan berkoordinasi di segala kondisi untuk sebuah pencapaian terbaik.

Orang-orang cerdas sosial selalu mendorong komunikasi dan menyatukan semua kepentingan untuk fokus pada visi. Mereka selalu mengupdate kemajuan dan menghadiri semua rapat atau pertemuan lintas sektoral. Mereka selalu menyatu di dalam tujuan dan membuka pikiran untuk bisa saling mengerti.

Orang-orang cerdas sosial selalu mengikuti kejadian-kejadian; memiliki rasa ingin tahu yang besar; dan menjadwalkan pertemuan rutin untuk sebuah solusi terbaik. Mereka sangat rajin membuat pertemuan informal, untuk menguatkan hubungan kebatinan, dan penuntasan persoalan-persoalan kerja yang sulit secara formal.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KATA-KATA DAN PERILAKU NEGATIF MENINGKATKAN STRES DAN MENURUNKAN KINERJA

LEADERSHIP 2014“Ucapan, sikap, perilaku, dan tindakan yang menentang logika; akan memberikan energi negatif kepada etos kerja, sehingga karyawan tidak bisa memberikan kinerja terbaik.”~Djajendra

Kata-kata negatif menciptakan kekacauan, menciptakan perselisihan, menciptakan kerumitan, menciptakan stres.

Stres menjadikan karyawan kehilangan kinerja dan menderita. Perusahaan yang berbudaya tinggi selalu menjaga tata krama, logika, akal sehat, etika, ucapan positif, perilaku yang rendah hati, dan mau mendengar. Dan semua ini bertujuan agar stres terhindarkan, sehingga ketenangan dan kedamaian dapat menciptakan proses kerja yang penuh kinerja.

Perilaku negatif pasti menjadi sumber stres dan membawa dampak yang sangat merugikan. Perusahaan yang berbudaya kuat selalu sadar bahwa perilaku negatif merangsang emosi negatif menjadi semakin kuat, menyebabkan karyawan kehilangan fokus untuk bekerja dan menghasilkan kinerja terbaik. Penguatan terhadap perilaku positif dan manajemen stres, akan menjadi sesuatu yang sangat penting untuk keberkelanjutan kinerja terbaik. Intinya, budaya perusahaan yang kuat lahir dari kemampuan kepemimpinan perusahaan, untuk mengelola perilaku positif dan manajemen stres dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati.

Stres dan perilaku negatif merupakan sumber pemborosan, dan meningkatkan biaya operasional perusahaan. Semakin tinggi stres dan perilaku negatif di tempat kerja, semakin sulit untuk bekerja dengan tenang dan cerdas, dan semakin sulit untuk mengasah strategi agar menghasilkan kinerja terbaik.

Semakin banyak karakter pengeluh dan pembawa berita buruk di perusahaan, semakin hilang kemampuan perusahaan untuk berkinerja hebat.

Merasakan tekanan, mendengarkan komplain, melihat perilaku kasar, mendengarkan kata-kata negatif yang tidak simpatik, dan merasakan emosional negatif, adalah hal-hal yang menjadikan budaya perusahaan melemah, dan menurunkan kinerja perusahaan.

Budaya kerja yang baik memiliki perilaku yang memperbaiki masalah, tenang, fokus, pembicaraan yang produktif, sikap yang saling peduli, dan mengarahkan setiap orang pada solusi.

Budaya kerja yang buruk bersumber dari pikiran negatif. Pikiran negatif adalah musuh dari pikiran positif. Ketika pikiran negatif menyerbu dan mengajak bertempur pikiran positif, maka pikiran positif harus selalu berhati-hati dan tidak terpancing ke dalam konflik. Pikiran negatif senang menciptakan konflik dan permusuhan, pikiran positif senang menciptakan damai dan kebaikan.

Perilaku negatif dan pemikiran yang tidak rasional dapat merusak keharmonisan kerja. Ketika perilaku dan ucapan bertentangan dengan akal sehat, maka secara emosional orang-orang di tempat kerja akan terjebak dalam gosip dan desas-desus yang merugikan semangat kerja.

Ruang kerja haruslah tumbuh secara rasional. Walaupun tingkat kreativitas sangat tinggi, tetapi proses kerja tetaplah harus bergerak di dalam kekuatan rasional dan ilmiah. Bila kekuatan rasional dan akal sehat kalah oleh kekuatan tidak rasional, maka setiap orang akan menghabiskan waktu kerjanya untuk menanggapi realitas dengan emosional yang tidak cerdas.

Ucapan positif, kata-kata positif, perilaku positif, sikap positif, dan tindakan positif yang terukur, pasti menghasilkan emosional yang membuat orang-orang di tempat kerja lebih optimis.

Kinerja terbaik dihasilkan dari kemampuan, untuk membuat kesepakatan kerja yang lurus dan terfokus. Bila di dalam proses kerja bercampur antara kekuatan positif dan negatif, maka perusahaan berpotensi tergelincir dan kehilangan fokus untuk menghasilkan yang terbaik.

Perilaku positif yang bersumber dari nilai-nilai budaya perusahaan, akan menjadi kekuatan yang menyatukan persepsi dan logika kerja. Bila persepsi dan logika kerja sudah satu visi, maka sangatlah mudah menyatukan barisan kerja, untuk menemukan solusi dan menghindarkan masalah.

Energi baik setiap orang di tempat kerja mampu memfokuskan perhatian untuk pencapaian terbaik. Energi baik mendorong untuk fokus pada solusi. Energi tidak baik mendorong untuk terpaku pada masalah dan kerumitan. Energi baik menjadikan setiap orang terhindarkan dari stres. Energi tidak baik memperpanjang penderitaan di dalam stres. Manusia cerdas pasti memperbaiki dirinya untuk hidup di dalam energi baik. Manusia tidak cerdas pasti tertutup pikirannya untuk menemukan energi baik. Hidup adalah pilihan.

Kata-kata dan perilaku negatif meningkatkan stres dan menurunkan kinerja. Ketika orang-orang negatif, yang suka berkata-kata pesimis dan negatif hadir di sekeliling Anda, maka berhati-hatilah terhadap energi negatif mereka. Bila Anda tidak berhati-hati dengan energi negatif, maka suasana kerja berpotensi rusak dan setiap orang akan terpaku pada masalah kerja, dan kebingungan untuk menemukan titik terang menuju solusi yang hebat.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MOTIVASI DAN INSPIRASI 25 10 2014

Disiplin mengantar Anda menjadi juara. Disiplin memudahkan Anda mengerjakan hal-hal tersulit. Disiplin menguatkan proses untuk pencapaian terbaik. Disiplin menjadikan yang tak mungkin, mungkin. Disiplin membiasakan Anda untuk bisa dan mampu.~Djajendra

Membersihkan diri dari kata-kata negatif. Semakin sering mengucapkan kata-kata yang menghakimi orang lain, semakin diri dijauhkan untuk kehidupan yang hebat. Hanya kata-kata positif, pikiran positif, dan emosi positif, yang dapat menjadikan kehidupan diri lebih berkualitas.~Djajendra

Menulis mimpi. Semua orang pasti punya kertas kosong, untuk menuliskan mimpi, dan bekerja keras untuk mewujudkannya.~Djajendra

Tindakan yang hebat dihasilkan dari keberanian untuk bersikap di dalam ketidakpastian yang tinggi. Tindakan yang hebat tidak akan terjadi bila semua kondisi ditunggu menjadi sangat sempurna. Tindakan yang hebat hanya dapat dilakukan oleh para pemberani, yang sudah memperhitungkan risiko dengan baik.~Djajendra

Bila berpikir positif dan berniat baik, maka hal-hal terbaik bisa datang dari realitas terburuk.~Djajendra

Menjadi lebih sadar; menjadi lebih sabar; menjadi lebih tenang; menjadi lebih rendah hati; adalah jalan menuju kemenangan.~Djajendra

Visi membuat diri melihat masa depan yang diinginkan. Misi membuat diri kerja keras dengan sepenuh hati di hari ini.~Djajendra

Sudah bukan zamannya lagi penjual mengatur pembeli. Zaman telah berubah, kompetisi sangat ketat, persaingan hanya dapat dimenangkan dengan kualitas dan pelayanan terbaik.~Djajendra

Sebuah cita-cita bila dijadikan sebagai bagian praktis dan terpenting dari kehidupan sehari-hari, maka cita-cita tersebut dengan mudah dapat diwujudkan.~Djajendra

Seorang penjual yang andal cerdas memahami pembeli. Dia tidak hanya hebat tentang produk dan jasa yang dijualnya, tetapi dia sangat hebat dan penuh empati, untuk berkomunikasi dan menjual apa yang dibutuhkan oleh pembeli.~Djajendra

Keberhasilan berasal dari menjadikannya sebagai bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Jadi, bila ingin sukses, biasakan dan disiplinkan diri seratus persen untuk fokus pada yang ingin Anda capai.~Djajendra

Bisnis yang hebat selalu beradaptasi dengan selera dan persepsi konsumen. Bisnis yang hebat selalu sadar bahwa perilaku konsumen sangat dinamis dan tak terduga.~Djajendra

Keraguan dan suara-suara pesimis adalah musuh utama untuk pencapaian terbaik. Dan juga, musuh utama untuk membuat keputusan yang hebat.~Djajendra

Keputusan yang buruk dihasilkan dari perilaku yang tergesa-gesa dan penuh emosional. Tanpa ketenangan, tidak akan ada keputusan yang hebat. Kecerdasan emosi dan pikiran positif menghasilkan niat baik, hal ini menjadi awal untuk menghasilkan keputusan yang hebat dan unggul.~Djajendra

Ucapan kasar adalah kekerasan. Perilaku kasar adalah kekerasan. Kritikan kasar adalah kekerasan. Berdebat dengan kasar adalah kekerasan. Kekerasan dalam bentuk apapun akan menjadikan hidup tidak damai.~Djajendra

Pemimpin bukanlah orang biasa. Pemimpin adalah harapan. Setiap orang menaruh harapan padanya agar kehidupan yang lebih baik dapat dihadirkan.~Djajendra

Orang-orang yang merasa dirinya paling sukses, sedang memasuki zona kenyamanan. Dan, berpotensi kehilangan kreativitas untuk menuju zona baru.~Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

BUDAYA PERUSAHAAN MENGHASILKAN PERILAKU KERJA

DJAJENDRA-DSCN0857“Sifat budaya itu dibentuk atau membentuk dirinya sendiri. Perusahaan yang andal tidak akan membiarkan budaya membentuk dirinya sendiri.”~Djajendra

Budaya perusahaan itu hidup, tumbuh, dinamis, dan berkembang oleh tanggung jawab. Membangun budaya perusahaan merupakan tugas tanpa batas waktu. Setiap hari, di sepanjang kehidupan perusahaan, setiap insan perusahaan wajib bekerja dengan sikap dan perilaku yang selaras dengan nilai-nilai budaya kerja. Hanya nilai-nilai budaya kerja yang dapat menyatukan atau mengikat kebersamaan setiap orang di dalam kolaborasi kerja organisasi.

Sifat budaya perusahaan itu dinamis. Sama seperti sifat bisnis yang sangat dinamis. Kedinamisan itu terjadi karena sikap dan perilaku kerja yang harus menyesuaikan dengan realitas, situasi, kondisi, dan kepentingan. Budaya sangat dipengaruhi oleh perkembangan pemikiran, emosi, analisis, dan tanggung jawab.

Setiap perusahaan wajib memiliki core values (nilai-nilai inti budaya perusahaan) sebagai alat untuk mengembangkan energi positif budaya perusahaan. Nilai-nilai inti haruslah dipilih sesuai dengan jati diri perusahaan. Nilai-nilai inti haruslah dikonversi menjadi perilaku kerja yang konsisten. Nilai-nilai inti merupakan alat untuk menciptakan cara bersikap dan cara berperilaku di tempat kerja. Nilai-nilai inti budaya perusahaan haruslah sejalan dengan visi perusahaan. Nilai-nilai inti budaya perusahaan haruslah menjadi energi, yang mengalir di setiap fungsi dan peran di dalam organisasi. Nilai-nilai budaya perusahaan haruslah menjadi energi, yang mempengaruhi operasional sehari-hari di tempat kerja.

Sifat budaya itu dibentuk atau membentuk dirinya sendiri. Perusahaan yang andal tidak akan membiarkan budaya mengatur dirinya sendiri. Mereka akan membangun dan mengembangkan sebuah budaya, yang cocok atau sesuai dengan visi dan kepentingan. Dan, mereka akan mengembangkan budaya perusahaan dari waktu ke waktu sesuai realitas di lapangan.

Budaya perusahaan dibentuk dan dikembangkan agar setiap insan perusahaan dapat bertanggung jawab, untuk meningkatkan reputasi dan kredibilitas perusahaan. Bila budaya perusahaan tidak dibentuk berdasarkan kebutuhan dan pengalaman, maka perusahaan seolah-olah membiarkan realitas kehidupan kerja membentuk budayanya sendiri, sehingga berpotensi bertentangan dengan visi perusahaan.

Hasil akhir dari budaya perusahaan adalah sikap dan perilaku kerja, yang hebat menjalankan misi dan bergerak mewujudkan visi. Merawat dan memelihara budaya perusahaan, akan menguatkan perilaku dan sikap positif individu, termasuk memenuhi kebutuhan bisnis dan pelayanan.

Budaya perusahaan yang kuat akan menciptakan lingkungan kerja, yang mendorong dan menyatukan orang-orang untuk bekerja dan berproses secara konsisten dengan misi dan visi perusahaan.

Perilaku yang tidak disiplin dan rendah kadar etikanya sangatlah tidak baik untuk pengembangan budaya. Bila perusahaan membiarkan perilaku dan sikap dari karyawan dan pimpinan tanpa nilai-nilai inti yang konsisten, maka budaya perusahaan akan muncul secara otomatis, dan nantinya tidak mudah dikendalikan atau diatur kembali.

Kebiasaan dan rutinitas kerja yang bila tidak dikelola dengan profesional, akan memfasilitasi munculnya budaya kerja beretos rendah. Sikap, perilaku, dan kebiasaan tanpa aturan akan menciptakan budaya perusahaan yang lemah. Budaya perusahaan yang kuat dan efektif akan meningkatkan reputasi dan kredibilitas bisnis. Budaya perusahaan yang kuat lahir dari sikap dan perilaku yang taat pada komitmen; sikap dan perilaku yang bekerja dan menjalankan tata kelola secara profesional; sikap dan perilaku yang mematuhi etika perusahaan dengan konsisten; sikap dan perilaku yang transparan dan selalu mempertanggung jawabkan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

LAYANAN YANG HEBAT MENGHASILKAN PENJUALAN YANG HEBAT

DJAJENDRA“Bisnis yang hebat selalu beradaptasi dengan selera dan persepsi konsumen. Bisnis yang hebat selalu sadar bahwa perilaku konsumen sangat dinamis dan tak terduga.”~Djajendra

Seorang penjual yang andal pasti cerdas memahami pembeli. Dia tidak hanya harus hebat tentang produk dan jasa yang dijualnya, tetapi dia harus sangat hebat dan penuh empati, untuk berkomunikasi dan menjual apa yang dibutuhkan oleh pembeli.

Keberhasilan seorang penjual berasal dari menjadikan pelayanan sebagai bagian terpenting dari kehidupan sehari-hari. Membiasakan dan mendisiplinkan proses penjualan untuk fokus pada pelayanan yang diinginkan pelanggan, akan menjadikan penjualan sukses.

Produk yang hebat memiliki pelayanan sepenuh hati. Setiap produk dan jasa yang dibuat di dalamnya harus ada semangat pelayanan sepenuh hati. Pelayanan yang baik menentukan keberhasilan penjualan dan keuntungan.

Di era kompetis ini, sangat banyak perusahaan yang membuat produk dan jasa sejenis, yang membedakan hanyalah karakter pelayanan. Semakin mampu memahami pembeli, semakin mampu memberikan kebaikan dan kualitas kepada pembeli, semakin sukses penjualan.

Bila sikap baik dan perilaku santun hilang di dalam sebuah pelayanan, maka pelayanan itu akan ditinggalkan. Pelayanan sepenuh hati membantu produk dan perusahaan mendapatkan reputasi dan kepercayaan.

Sudah bukan zamannya lagi penjual mengatur pembeli. Zaman telah berubah, kompetisi sangat ketat, persaingan hanya dapat dimenangkan dengan kualitas dan pelayanan terbaik.

Peningkatan loyalitas pelanggan hanya dapat dilakukan dengan pelayanan, kualitas, dan profesionalisme. Loyalitas pelanggan akan meningkatkan kepercayaan perusahaan untuk tumbuh dan berkembang melebihi sebelumnya.

Perusahaan yang mampu memberikan layanan yang luar biasa, yang melebihi harapan pelanggan, akan memanen keuntungan. Sedangkan perusahaan yang mengabaikan pelayanan dan terlalu fokus pada produk, akan mengalami penurunan penjualan. Zaman sekarang adalah zaman pelayanan dan zaman kualitas. Jadi, siapapun yang mampu menguasai pelayanan dan kualitas pastilah menjadi pemenangnya.  

Pembeli selalu ingin mendapatkan informasi yang rinci, dan selalu ingin tahu banyak tentang produk dan jasa yang mereka sukai. Oleh karena itu, penjual yang baik pasti menjadi pelayan yang andal, untuk memenuhi rasa ingin tahu pembeli.

Seorang penjual yang baik pasti membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan, dan menjaga integritas agar hubungan saling percaya dapat meningkatkan target dan kinerja.

Perilaku yang positif dan baik; tindakan yang sepenuh hati dan profesional; cara pelayanan yang terfokus, untuk memberikan yang terbaik dari hati yang paling tulus dan melayani; akan menjadikan penjual selalu unggul dan berkinerja hebat.

Penjual dan perusahaan harus menciptakan trust, dan membangun hubungan interpersonal yang mampu meningkatkan kualitas komersial produk dan jasa.

Seorang penjual wajib memiliki orientasi atau pandangan hidup yang melayani kebutuhan dan keinginan pelanggan.

Seorang penjual wajib menyiapkan dirinya dengan pengetahuan, wawasan, keahlian menjual, keandalan untuk melayani, dan kualitas yang membuat pelanggan bahagia.

Seorang penjual wajib memiliki energi positif yang disenangi oleh pelanggan; wajib memiliki aura tubuh yang memancarkan energi baik, untuk mengakrabkan hubungan dengan pelanggan.

Seorang penjual wajib fokus pada pelayanan, dan tidak terjebak dalam orientasi menjual, tetapi selalu fokus pada orientasi melayani.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com