BEKERJASAMA DENGAN VISI DAN NILAI BERSAMA

“Setiap orang dalam tim merupakan bagian yang memberikan energi positif untuk menciptakan budaya kerja sama yang kuat.”~Djajendra

Merasa bersatu dan selalu satu persepsi adalah kekuatan yang paling penting dalam membangun kerja sama tim yang unggul. Setiap individu menjadi berharga ketika mampu membangun hubungan yang kuat dengan satu sama lain, dan bekerja untuk misi organisasi. Bekerja dengan visi dan nilai bersama merupakan fondasi untuk keberhasilan tim.

Bekerja dalam perusahaan berarti bekerja secara tim. Semua fungsi kerja dan individu harus mampu menggabungkan kompetensinya untuk menyatu dalam kerja sama. Tidak mungkin dalam kehidupan kerja dan bisnis semuanya dikerjakan oleh satu orang, diperlukan tim kerja yang andal dan berkualitas, agar bisa mencapai tujuan dan mengatasi semua hambatan tersulit. Prinsipnya, kerja bersama-sama lebih memudahkan pencapaian terbaik daripada kerja sendirian.

Hubungan kerja sama haruslah bersifat rasional dan diterima oleh akal sehat. Dalam hal ini, pimpinan harus mampu meningkatkan keterlibatan setiap individu secara rasional; mendorong motivasi individu untuk meningkatkan produktivitas; membangun hubungan antar pribadi yang solid dengan visi, nilai-nilai, dan persepsi yang sama; serta membangun jembatan untuk membuat setiap individu terhubung satu sama lain.

Diperlukan kesadaran individu untuk terhubung dan terikat dengan visi organisasi; terhubung secara produktif dan benar-benar bekerja keras untuk menciptakan kinerja tinggi; terhubung secara ikhlas dan sukarela untuk menjadi bagian dari keberhasilan tim. Dan semua ini merupakan tugas pemimpin untuk membangun kesadaran individu, lalu menyatukan mereka semua di dalam kekuatan tim yang solid dan unggul.

Keberhasilan organisasi bukan ditentukan oleh kehebatan individu, tetapi oleh kehebatan individu untuk bekerja dalam perasaan bersatu dan terhubung menjadi satu jiwa yang solid. Kekuatan persatuan dan merasa terhubung dalam satu hati di dalam tim, akan menjadikan kerja sama tim lebih kuat. Bersatu dan terhubung menjadi satu jiwa yang solid di dalam tim membutuhkan kemampuan untuk berpikir positif, mengelola ego, mengembangkan kerendahan hati, mengembangkan energi kolaborasi, berkomunikasi dan berkoordinasi secara produktif, berkomitmen menjaga kebersamaan, dan menyelesaikan konflik dengan bijak.

Setiap orang dalam tim merupakan bagian yang memberikan energi positif untuk menciptakan budaya kerja sama yang kuat. Menciptakan dan mengalirkan pola kerja sama dengan cara berbagi kompetensi, bersatu bersama nilai, berkomunikasi berdasarkan visi, dan selalu terhubung secara solid dalam situasi apapun.

Persahabatan dan perasaan senasib di sepanjang proses kerja akan menyatukan tim menjadi lebih solid. Tim yang menyatu selalu berhubungan erat dan memiliki empati dalam mencapai kinerja terbaik. Dalam hal ini, setiap individu akan menjadi kekuatan yang menyebabkan peningkatan kinerja dan produktivitas organisasi.

Kerja sama tim tidak selalu mudah, setiap hubungan berpotensi untuk saling bertentangan, dan berpotensi melalui pasang surut perjalanan bersama. Oleh karena itu, pemimpin harus selalu menciptakan suasana kerja yang optimis, penuh harapan, penuh kehangatan, dan memfasilitasi setiap individu untuk bersatu dan menyatu dalam visi organisasi. Di samping itu, pemimpin juga harus membangun budaya organisasi dan budaya kerja tim yang menciptakan kebahagiaan bersama.

Meningkatkan visi bersama tim dan meningkatkan budaya terhubung haruslah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Membangun ikatan kerja sama tim yang unggul dan menciptakan hubungan antar pribadi yang mau bekerja dalam keunggulan kompetitif, menjadi tugas penting dari pemimpin. Kebersamaan dalam kerja sama tim yang solid akan mengembangkan budaya kerja sama organisasi yang kuat. Pemimpin harus selalu hadir dan ada di dalam tim, serta membantu tim bergerak dengan produktif untuk mencapai misi organisasi.

Pemimpin harus mendengarkan pendapat setiap individu dan menyatukan mereka untuk mencapai tujuan besar organisasi. Nilai-nilai organisasi dikembangkan dan ditransformasikan menjadi energi etos kerja, dan memotivasi individu untuk beraktivitas sehari-hari di dalam tim yang berfondasikan nilai-nilai organisasi.

Visi dan nilai-nilai bersama haruslah menjadi energi untuk menyatukan dan menggerakan anggota tim. Setiap orang di dalam tim harus saling peduli satu sama lain. Pemimpin harus berkonsentrasi dengan sepenuh hati, untuk dapat merawat orang-orang agar selalu bersikap dan berperilaku sesuai nilai-nilai organisasi. Intinya, tim harus dijaga dan dirawat agar selalu menghasilkan keuntungan bagi organisasi.

Pemimpin bersama-sama setiap anggota tim harus jujur menilai diri sendiri dan berkomitmen penuh untuk menghasilkan kinerja terbaik. Dalam hal ini, integritas dan akuntabilitas harus dipromosikan dan dibuktikan oleh setiap orang melalui etos kerja.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KERJA SAMA YANG BAIK MEMUDAHKAN EKSEKUSI

“Tujuan tim kerja adalah menciptakan proses kerja yang terus berkembang, berinovasi, berubah, dan menciptakan kinerja terbaik.”~Djajendra

Struktur organisasi yang unggul dihasilkan dari kerja tim yang berkolaborasi dengan sempurna. Setiap fungsi dan peran benar-benar tersambung dari hati nurani masing-masing individu; tersambung dengan semua fungsi kerja; tersambung dengan proses kerja; dan tersambung dengan dunia di sekitar lingkungan kerja. Ini membantu setiap orang di tempat kerja untuk menyatu dan menjadi lebih kuat dalam mengeksekusi untuk hasil akhir terbaik.

Praktek kerja sama tim haruslah memberdayakan setiap individu untuk mengalami dirinya menjadi kita dan dunia di sekitarnya menjadi kita. Jadi, di tempat kerja, setiap individu tidak perlu menonjolkan aku, tetapi menyatu dengan rendah hati menjadi kita. Bila semua individu sudah bekerja dalam semangat kita, maka hati setiap individu lebih terhubung dan mendorong semuanya untuk berkontribusi dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih bahagia, lebih sehat, dan lebih berkinerja untuk semua orang.

Dalam perusahaan atau sebuah organisasi, semua orang adalah satu yang utuh dan terhubung, terikat satu sama lain untuk mencapai kinerja terbaik. Jadi, harus ada kesadaran individu untuk memberdayakan diri sendiri dan tim, serta melayani satu sama lain dengan etos kerja yang berkualitas. Dalam hal ini, setiap orang harus membantu dan membangun kekuatan kolaborasi melalui struktur organisasi, mencegah masalah pekerjaan dan hubungan antar pribadi, meningkatkan kualitas kinerja, meningkatkan aliran proses kerja, meningkatkan kontribusi pribadi dengan etos dan kompetensi terbaik, dan membantu meningkatkan kekuatan daya saing perusahaan.

Ketika setiap orang di tempat kerja memahami siapa dirinya dan siapa dirinya satu sama lain, mereka menjadi lebih mampu untuk mendukung semua rencana dan target. Mereka mampu berkontribusi dengan cara memberdayakan diri sendiri secara maksimal, sehingga memiliki kualitas yang andal untuk berkolaborasi dengan sempurna. Di samping itu, mampu membantu untuk membangun hubungan kerja yang lebih memuaskan, lebih hadir di setiap tugas dan tanggung jawab, menjadi lebih sadar dan sadar diri untuk selalu memberikan pelayanan terbaik di setiap proses kerja.

Kerja di kantor adalah kerja tim, tidak seorang pun mampu menyelesaikan pekerjaan di kantor sendirian, semua pekerjaan diselesaikan melalui kerja sama yang produktif dan berkualitas. Setiap individu bertanggung jawab untuk menunjukkan kerja sama yang produktif, dengan cara menjalankan tugas masing-masing sesuai fungsi dan perannya.

Setiap karyawan harus memiliki kualitas proaktif dan bergerak sesuai proses kerja yang telah diatur melalui sistem dan prosedur. Semua orang harus hadir dalam kerja sama tim dengan antusias dan penuh semangat, tidak boleh ada yang kesal atau frustasi dengan realitas yang dihadapi, hubungan antar manusia harus dijalankan dengan energi positif, setiap tindakan dilaksanakan dengan tenang dan terkendali.

Selalu fokus pada apa yang harus dilakukan dan bergerak maju untuk menuntaskan semua tanggung jawab. Jaga pikiran dan emosi agar tetap cair dan mudah mengalir secara alami ke dalam pikiran dan emosi satu sama lain. Jangan terjebak ke dalam isu-isu tidak penting atau konflik yang merusak hubungan kerja. Temukan irama kerja yang saling tolong menolong dan membantu pelaksanaan rencana. Bekerjalah dengan semangat kebersamaan dan saling melayani dengan pikiran positif. Jangan izinkan siapapun untuk mengganggu proses kerja. Kuatkan mental dan miliki daya tahan untuk mengatasi kesulitan di sepanjang proses kerja.

Bertanggung jawab dengan sepenuh hati dan mempertanggung jawabkan pekerjan dengan profesional. Kerjakan pekerjaan dengan sepenuh hati dan berikan peran Anda dengan karakter yang andal. Kerja sama tim terbaik dihasilkan dari perilaku bertanggung jawab untuk diri sendiri dan satu sama lain. Setiap karyawan harus memahami peran dan tanggung jawabnya dengan sebaik-baiknya, dan melayani tanggung jawabnya dengan sejujur-jujurnya. Di sini, integritas pribadi menjadi kekuatan atau fondasi untuk bertanggung jawab kepada tujuan tim dan kemajuan dari pelaksanaan kerja.

Kerja tim menjadi solid dan kuat saat kepercayaan satu sama lain dibangun dari integritas dan akuntabilitas pribadi yang kuat. Kepercayaan adalah kekuatan dalam pembentukan tim kerja yang unggul, setiap individu wajib saling menghargai dan saling berkontribusi untuk kemajuan bersama. Ikatan kerja sama dari kekuatan integritas dan akuntabilitas tidak mungkin dirusak atau dipecahkan oleh kekuatan apapun. Integritas dan akuntabilitas yang tinggi menjadikan setiap karyawan bermental tangguh untuk membangun soliditas tim kerja yang unggul.

Kerja sama yang baik menghasilkan tim pemenang yang mudah melakukan eksekusi terbaik. Tim pemenang selalu tumbuh di dalam sikap rendah hati, dan mampu meningkatkan kualitas kerja sama dengan lebih baik. Tim pemenang selalu siap melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan lebih produktif, efektif, efisien, terbuka, konsisten, dan bertanggung jawab.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENINGKATKAN KERJASAMA ANTAR DIVISI DI TEMPAT KERJA

“Ketika hati para pemimpin divisi dikuasai energi kegelapan, maka tidak ada terang yang bisa mengharmoniskan hubungan kerja. Nyalakan cahaya agar terang menemani kerja sama antar divisi untuk kinerja terbaik.”~Djajendra

Semua divisi dalam struktur organisasi bertanggung jawab untuk bergerak ke satu arah, yaitu ke arah visi yang sama. Walaupun fungsi dari masing-masing divisi berbeda, mereka tidak diciptakan untuk menjadi berbeda. Semua divisi diciptakan untuk bersatupadu melalui kolaborasi agar dapat menghasilkan kinerja terbaik. Intinya, tidak boleh ada penghalang untuk kolaborasi di tempat kerja. Setiap devisi harus memiliki kesadaran untuk beradaptasi dengan cara kerja masing-masing fungsi yang berbeda. Perbedaan masing-masing divisi sesungguhnya untuk memperkuat keamanan dan memperkecil resiko organisasi, bukan untuk menonjolkan ego sektoral atau ego fungsinya.  

Sebuah kenyataan bahwa semua divisi dibentuk untuk menjadi kekuatan eksekusi dalam mencapai kinerja terbaik. Ini adalah kenyataan yang harus bekerja di dalam organisasi, bukan setiap divisi saling menonjolkan ego dan melemahkan proses pencapaian kinerja. Produktivitas dan kinerja adalah dua hal yang harus dimiliki dan diperjuangkan secara bersama-sama oleh setiap divisi. Kesadaran para pemimpin divisi untuk bersatupadu di dalam kolaborasi yang solid dan kompak, adalah sebuah tanggung jawab yang harus dijalankan dengan integritas.

Manajemen difokuskan untuk menyatukan semua kekuatan divisi dalam mencapai produktivitas kerja yang tinggi. Saling mendukung, saling tolong menolong, proaktif, dan saling membantu menyelesaikan semua prioritas kerja, haruslah menjadi etos dari semua divisi. Kurangnya kerja sama dan empati antara divisi berdampak negatif terhadap pencapaian kinerja. Semua pimpinan divisi harus meninggalkan ego masing-masing, serta mampu mengalir di dalam kolaborasi dan koordinasi yang produktif bagi pencapaian terbaik.

Koordinasi dan kolaborasi adalah kekuatan yang tidak boleh diabaikan. Bila diabaikan, maka perusahaan berpotensi kehilangan produktivitas kerja. Akibatnya, proses kerja menjadi tidak efektif dan produktif; masalah akan menumpuk tanpa mendapatkan solusi yang tepat. Di samping itu, moralitas dan disiplin kerja akan turun, dan semua orang bekerja seadanya tanpa memiliki fokus dan gairah untuk mencapai target.

Mengembangkan sikap positif dan menciptakan budaya kerja yang fokus pada pencapaian terbaik. Untuk itu, setiap divisi harus dibukakan hati dan pikirannya agar mereka sadar tentang keberadaan mereka di tempat kerja. Semangat untuk selalu bekerja sama, melayani, berkontribusi, dan menyumbangkan ide-ide atau solusi yang tepat, haruslah menjadi perilaku kerja sehari-hari. Kebersamaan di dalam perbedaan fungsi kerja harus dijaga demi menciptakan budaya kerja yang unggul. Kesadaran untuk mengembangkan sikap rendah hati dan ikhlas melayani yang lain menjadi sesuatu yang penting.

Salah satu penyebab perusahaan menjadi tidak sehat karena rasa tinggi hati dari masing-masing pimpinan divisi terhadap pemimpin divisi yang lain. Saling berkompetisi untuk mendapatkan tempat istimewa di hati dewan direksi menjadikan kerja divisi kurang berkolaborasi. Bila hal ini terus-menerus berlangsung, maka perusahaan berpotensi menderita kerugian dan kehilangan peluang untuk mencapai kinerja terbaik. Oleh karena itu, peran direksi untuk mengkoordinasi semua divisi secara adil dan profesional, serta memotivasi semua pimpinan divisi untuk selalu bekerjasama dan berkolaborasi dengan baik, akan meningkatkan kinerja divisi.

Para pimpinan divisi harus saling percaya satu sama lain, dan menyatukan staf-stafnya di dalam hubungan kerja yang saling melengkapi. Semua pimpinan divisi harus bersama-sama bergerak secara efektif dan produktif untuk mencapai tujuan perusahaan. Hindari konflik sejauh mungkin, sebab konflik dari pimpinan divisi bisa mempengaruhi dan menarik karyawan dan manajemen ke dalam konflik. Dan harus diingat bahwa konflik hanya memperbesar masalah dan menyulitkan penyelesaian pekerjaan. Dampaknya, produktivitas akan turun dan etos kerja menghilang.

Hubungan kerja yang produktif tidak pernah dibangun dari hubungan antagonis; hubungan yang penuh cinta dan peduli di dalam perusahaan akan meningkatkan produktivitas.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

BELAJAR PERUBAHAN DARI KOMANDAN HERNAN CORTES

KODE ETIK“Saat Hernan Cortes melihat kapal menjadi satu-satunya harapan bagi sebagian orang untuk kabur bersama harta karun, dia segera membakar satu-satunya harapan tersebut. Perubahan adalah perjalanan dengan solusi dan keberanian untuk menundukkan bahaya.”~Djajendra

Perubahan memerlukan keberanian. Anda semua mungkin sudah pernah mendengar kisah Komandan Hernan Cortes yang menyuruh pasukannya untuk membakar kapal yang mereka tumpangi.

Sekitar tahun 1519 seorang komandan dari Kerajaan Spanyol bernama Hernan Cortes memimpin pasukannya menuju wilayah Meksiko. Tujuan mereka ke sana untuk mencari emas dan kekayaan alam lainnya. Mereka percaya di Meksiko tersimpan harta karun dan kekayaan yang luar biasa.

Setelah mereka tiba di sebuah pantai di wilayah Meksiko, Komandan Hernan Cortes melihat keraguan sikap dan perilaku dari sebagian pasukannya. Mereka takut masuk lebih dalam ke daratan, mereka lebih suka berdiam di wilayah pantai. Mereka takut kehilangan kapalnya. Di samping itu, sebagian yang serakah, pikirannya hanya terfokus pada harta karun. Benih kepentingan individu mulai muncul, benih tim mulai runtuh. Persaingan kata-kata diantara pasukannya sudah membahayakan kesatuan dan soliditas tim. Perang dingin di internal pasukannya sudah sangat membahayakan misi perjalanan mereka ke Meksiko.

Melihat bahaya di depan mata, Komandan Hernan Cortes menginstruksikan anak buahnya untuk membakar kapal mereka. Semua anak buahnya kaget dan bingung dengan keputusan gila dari sang komandan. Banyak yang beradu argumen, tetapi Hernan Cortes tidak ragu sama sekali dengan instruksinya untuk segera membakar kapal mereka.

Kapal sudah dibakar, sekarang sudah tidak ada pilihan, semuanya harus menjaga kebersamaan agar dapat masuk lebih dalam lagi ke wilayah daratan Meksiko. Pasukan Hernan Cortes pun mulai membuka hutan agar dapat membuat jalan untuk masuk lebih dalam lagi ke jantung Meksiko. Keberanian harus ditingkatkan, rintangan harus dihadapi, rasa takut harus dihilangkan. Mereka pun terus maju untuk melawan setiap rintangan dan bahaya, kebersamaan dan soliditas telah menjadikan pasukan Hernan Cortes mampu mencapai wilayah daratan Meksiko.

Itulah sedikit dari kisah hebat Hernan Cortes. Keberaniannya untuk membakar satu-satunya harta, yaitu kapal dengan semua logistiknya. Dan, keberaniannya untuk memulai sebuah perjalanan dengan modal keyakinan dan kepercayaan diri telah menjadikan Hernan Cortes sebagai inspirasi dunia. Hernan Cortes berani meninggalkan kapalnya dan membakar kapalnya agar dia tidak kembali lagi ke kapalnya.

Hernan Cortes mengajarkan bagaimana sebuah perubahan harus dimulai. Dia mengajarkan kepada dunia bahwa perubahan memerlukan keberanian, keyakinan, dan kepercayaan diri untuk terus maju dan melupakan yang lama. Dia menciptakan ketidakpastian dan memaksa anak buahnya untuk bersahabat dengan bahaya. Dia sadar bahwa di sepanjang perjalanan menuju wilayah pedalaman berbagai rintangan, risiko, ancaman dan bahaya pasti akan dihadapi. Hutan yang lebat dengan binatang buas dan peradaban yang berbeda tidaklah membuat takut Hernan Cortes. Dia terus memimpin pasukannya untuk menemukan kehidupan yang baru di wilayah Meksiko.

Perubahan memerlukan tekad, kecerdikan, tenaga, motivasi, dan selalu bergerak maju menuju harapan. Tidak ada kata mundur dalam kamus perubahan. Di sepanjang proses perubahan, setiap orang harus menciptakan sumber daya yang tak terbatas, paling tidak sumber daya yang tak terbatas dari dalam diri masing-masing.

Perubahan bertujuan untuk terus-menerus bertransformasi dan tidak terjebak oleh apapun. Perubahan yang sempurna tidak pernah menciptakan zona kenyamanan baru, selalu kreatif dan inovatif untuk menciptakan hal-hal baru. Bahaya terbesar bagi perubahan adalah zona nyaman, dan zona nyaman merupakan zona berisiko bagi perubahan.

Komandan Hernan Cortes sudah memberikan contoh untuk penyesuaian terhadap realitas. Saat dia melihat kapal menjadi satu-satunya harapan bagi sebagian orang untuk kabur bersama harta karun, maka dia segera membakar harapan tersebut. Kapal dia bakar dan memberikan kepercayaan diri kepada pasukannya untuk terus berjalan maju. Dia memotivasi pasukannya agar membangun momen-momen yang penuh energi keberanian, untuk menuju tujuan kehidupan yang lebih baik.

Perubahan berarti bekerja pada kemajuan dari momen ke momen. Setiap realitas yang tidak menyenangkan harus dituntaskan dengan solusi yang tepat. Setiap kesalahan harus dituntaskan dengan kebenaran yang tepat. Perubahan adalah perjalanan dengan solusi dan keberanian untuk menundukkan bahaya.

“Perubahan memerlukan tekad, kecerdikan, tenaga, motivasi, dan selalu bergerak maju menuju harapan.”~Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

BERMENTAL TIM DAN MENGALIR DALAM KOLABORASI KERJA

IKHLAS 15 JUNI 2015“Bersama-sama di dalam kolaborasi kerja sempurna menghasilkan kinerja yang berlimpah.”~Djajendra

“Bersama-sama kita kuat, terpisah kita runtuh” adalah sebuah kalimat yang wajib diingat oleh setiap karyawan dan pimpinan. “Kita bekerja bersama-sama, kita harus setia di dalam kebersamaan kerja” adalah kalimat ampuh untuk membangun mental kerja sama yang kuat di internal organisasi.

Kita tahu di tempat kerja setiap orang berada di ruang terpisah, di kursi dan meja terpisah, di kamar terpisah, di gedung yang terpisah, kadang di kota atau negara yang terpisah. Tetapi, semuanya sedang bekerja pada tugas yang sama untuk memenuhi tujuan, misi dan visi organisasi.

Secara psikologis semua orang harus berada dalam frekuensi yang sama agar mudah berkomunikasi satu sama lain. Bersama-sama fokus pada tujuan, misi dan visi. Untuk itu, diperlukan perasaan dan mental sebagai sebuah tim yang siap berinteraksi melalui kolaborasi sempurna. Walaupun secara teknis tidak sedang berada dalam sebuah tim atau kerja sama, tetapi secara fungsi setiap orang dan setiap unit kerja sedang berada di dalam kolaborasi kerja.

Semua fungsi dan peran organisasi terikat di dalam keterkaitan. Tempat kerja penuh dengan keterkaitannya. Sangat kompleks dan rumit hubungan keterkaitannya, sehingga diperlukan kesadaran penuh agar hubungan kerja yang kaya kolaborasi dapat menjadi sumber keberlimpahan kinerja organisasi.

Semua jiwa di dalam organisasi merupakan sumber koneksi dan saling memiliki di tempat kerja. Penyatuan hati melalui empati meningkatkan kerja sama di internal organisasi. Kesadaran untuk merajut kebersamaan hati menjadikan setiap orang mampu dan berani melakukan pekerjaan apapun di tempat kerja.

Kebahagiaan kerja didapatkan saat semua orang di tempat kerja satu sama lain terhubung dan ingin bekerja sama. Sikap rendah hati dan ikhlas melayani dengan hati, adalah cara terbaik untuk bekerja sama di dalam kolaborasi sempurna. Secara naluriah manusia adalah spesies yang hidupnya berkelompok dan saling melayani, dan ini merupakan modal untuk memastikan kolaborasi sempurna terjadi di dalam organisasi.

Pikiran dan perasaan haruslah termotivasi untuk bekerja sama. Pemimpin yang cerdas selalu mampu membangkitkan perasaan bekerja sama di dalam jiwa setiap orang. Motivasi dari dalam diri untuk terlibat dan menikmati kerja sama, akan menghasilkan kinerja yang berlimpah.

Kerja sama yang baik meningkatkan kepercayaan, hubungan baik, dan perasaan senang saat melakukan sesuatu secara bersama-sama. Kesadaran bahwa keberadaan setiap orang di dalam organisasi memiliki keterkaitan untuk pencapaian kinerja terbaik, akan meningkatkan hubungan kerja yang solid dan produktif.

Struktur organisasi membagi semua fungsi dan peran kerja ke dalam kelompok-kelompok kecil, biasanya berwujud sebagai unit kerja atau divisi. Pemisahan ini bermaksud agar pekerjaan yang besar dapat dibagi ke dalam porsi-porsi kecil, untuk dikerjakan dengan fokus dan tanggung jawab. Walaupun pekerjaan dibagi-bagi, tetapi semangat bekerja bersama-sama tidaklah boleh dilupakan. Setiap fungsi dan peran dipisahkan untuk tujuan fokus, bukan untuk berbeda dan menciptakan ego sektoral. Oleh karena itu, walaupun terpisah, semangat bersama-sama haruslah menjadi mindset dan perilaku sehari-hari.

Keberadaan organisasi bukanlah untuk bekerja sendirian, tetapi saling merajut hati dan menyatukannya di dalam kolaborasi sempurna. Bersama-sama dapat membuat yang tidak mungkin dibuat bila sendirian. Semua proses kerja mengalir oleh energi kerja sama dan kolaborasi. Bersama-sama mampu menghilangkan perbedaan yang merugikan. Bersama-sama mampu menciptakan visi ke dalam kenyataan yang diinginkan.

Kolaborasi dan kerja sama yang baik di internal organisasi hanya terwujud, bila setiap orang terhubung hatinya oleh mindset dan perilaku kerja. Keyakinan dan kepercayaan untuk bekerja sama di dalam kolaborasi sempurna, akan mengantar setiap orang menuju tujuan bersama.

Kolaborasi sempurna memerlukan komunikasi, koordinasi dan motivasi untuk selalu menyatukan energi kerja di dalam frekuensi yang sama. Bersama-sama memberikan energi positif di dalam proses kerja; bersama-sama menyatukan hati dan pikiran untuk saling membantu di tempat kerja; bersama-sama tergerak hatinya untuk melakukan yang terbaik. Kerja sama untuk kolaborasi sempurna mampu menghasilkan kinerja terbaik di dalam keberlimpahan organisasi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KOLABORATOR MEMBUAT STRUKTURAL DAN INTERPERSONAL BERADA DALAM FREKUENSI YANG SAMA

[wpdevart_youtube]UawlGpqsFe4[/wpdevart_youtube]

“Kolaborasi merajut kekuatan internal menjadi sangat kuat dan bergerak bersama solusi untuk pencapaian terbaik.”~Djajendra

Kolaborasi adalah dasar untuk mengeksekusi sebuah proyek dengan tepat. Kolaborasi berarti semua orang bersatupadu di dalam kerja sama yang terikat untuk mencapai tujuan. Tidak ada kepentingan apapun selain kepentingan pencapaian tujuan. Oleh karena itu, kolaborasi mampu mengatasi konflik, mengatasi kepentingan pribadi atau kelompok, serta mampu mengatasi ego individu dan ego sektoral. Kolaborasi yang baik dapat meningkatkan pencapaian dan mengurangi potensi kegagalan.

Organisasi bisnis memiliki berbagai fungsi dan peran yang dibutuhkan untuk menjalankan strategi. Walaupun setiap fungsi dan peran memiliki perbedaan orientasi pekerjaan, tetapi harus menyatu melalui kolaborasi untuk mencapai tujuan inti bisnis. Setiap perbedaan harus menyatu dan mengalir dengan sempurna di dalam aliran kolaborasi.

Kolaborasi meningkatkan kecepatan, mengoptimalkan kapasitas dan memperbanyak peluang. Ketika orang-orang sudah mengalir sempurna di dalam kolaborasi, mereka menjadi pabrik penghasil ide-ide terbaik yang dapat diimplementasikan dengan sempurna. Tidak akan muncul kesulitan saat semua orang bersatupadu secara ikhlas di dalam aliran kolaborasi yang produktif.

Dalam aliran kolaborasi; semua bakat, pengetahuan, wawasan, pengalaman dan energi positif menyatu untuk menghasilkan kinerja. Kolaborasi merajut kekuatan internal menjadi sangat kuat dan bergerak bersama solusi untuk pencapaian terbaik. Semua masalah dan tantangan selalu dapat dituntaskan di tempat munculnya masalah tersebut, sehingga semua rintangan dan tantangan dapat dimatikan sejak dia masih kecil.

Kolaborasi membuat organisasi bergerak dengan cepat, efektif, lincah, produktif, kreatif dan selalu berbagi di dalam kerjasama yang solid. Kolaborasi menjadikan setiap individu dan tim sebagai mitra berharga yang saling membantu dengan ikhlas untuk mencapai tujuan.

Karena kolaborasi menyatukan semua energi organisasi untuk fokus pada tujuan dan kepentingan organisasi, maka semua orang harus mendapatkan kejelasan dan kepastian. Tidak boleh ada kebingungan di dalam kolaborasi, semua orang harus tahu dan sadar tentang pentingnya hubungan kerja dengan etos yang menjadikan semua orang cepat dan produktif.

Kolaborasi harus diikuti dengan tanggung jawab penuh. Setiap bantuan, kontribusi, informasi, pengetahuan, wawasan, pengalaman dan aliran kerja harus di dalam rasa tanggung jawab yang tinggi. Tanggung jawab yang tinggi mengurangi konflik, dan juga mengurangi ketergantungan.

Bisnis membutuhkan kecepatan dan ketepatan. Bisnis membutuhkan waktu dan tempat yang tepat untuk meraih keuntungan. Bisnis membutuhkan momen yang paling tepat untuk mengeksekusi strategi. Bisnis yang hebat selalu memiliki tindakan yang membuat pesaing tidak berkutik. Oleh karena itu, kolaborasi harus menjadi kekuatan yang memastikan keberhasilan dari semua ketidakpastian di dalam organisasi. Setiap kolaborator harus cerdas mengidentifikasi semua potensi risiko dan menyiapkan energi bersama untuk mengambil langkah-langkah tepat bagi pencapaian terbaik.

Kolaborasi berarti secara struktural dan interpersonal harus berada dalam frekuensi yang sama, sehingga jarak organisasi dan jarak relasional sangat dekat, serta menyatu di dalam soliditas bersama yang produktif.

Para kolaborataor yang cerdas selalu siap berkeringat untuk sukses yang lebih baik daripada menangis selama kegagalan. Menyatukan dan mengalirkan proses bisnis dengan sempurna, serta mengatasi hambatan dan perbedaan untuk sebuah hasil akhir terbaik.

Tujuan utama kolaborasi adalah menguatkan keyakinan dan meminimalkan keraguan. Kolaborator terbaik selalu sadar untuk menyatukan jiwanya di dalam misi organisasi. Mereka menyiapkan dirinya untuk bisa hidup bahagia di dalam satu visi dan satu budaya. Mereka membangun strategi bersama untuk mencapai hasil akhir dengan kecepatan tinggi. Mereka menyatu ke dalam kelompok berenergi positif dan mengalir dengan produktif di setiap batas wilayah proses kerja. Mereka menjadi kekuatan yang mempercepat aliran bisnis dan membersihkan semua penyumbat dengan segera.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KOLABORATOR -TIM KERJA BERGERAK CEPAT DAN PRODUKTIF

CUSTOMER SERVICE 04052015“Bekerja dengan sepenuh hati dengan memfokuskan energi dan waktu pada momen sekarang.” ~Djajendra

Sekarang ini jaman serba cepat, setiap pekerjaan tidak boleh ditunda-tunda, harus segera dieksekusi dan dikoordinasikan dengan produktif. Setiap orang harus bekerja sekarang dengan sepenuh hati, memfokuskan energi dan waktu pada momen sekarang, lalu memberikan perhatian penuh dan detail terhadap apapun yang dikerjakan. Bukan lagi jamannya untuk menunda atau terlalu banyak wacana dan diskusi. Bertindak segera dan tunjukkan hasilnya dengan segera, itulah yang harus ditunjukkan pada jaman ini bila ingin mendapatkan sukses.

Pemimpin yang cerdas adalah seorang koordinator yang andal atas kolaborasi kerja. Pemimpin harus membuat semua orang di dalam organisasi berorientasi tim, membangun budaya tim dan melekatkan akuntabilitas dimental setiap individu. Pemimpin harus mengembangkan budaya kerja tim, yang membuat setiap individu terhubung secara alami satu sama lain, serta menyatukan setiap individu di dalam tim kerja yang penuh gairah dan empati.

Budaya organisasi yang berorientasi tim merupakan syarat agar setiap individu bergerak secara alami di dalam kolaborasi kerja. Setiap orang di dalam organisasi harus bermitra satu sama lain dan menjadi kolaborator yang andal. Kecepatan kerja dan kontribusi yang tepat merupakan sesuatu yang  penting di dalam kolaborasi. Setiap orang harus memiliki energi, waktu, daya tahan dan fleksibilitas dalam menyelesaikan pekerjaan dengan produktif.

Ketika realitas bisnis tidak begitu stabil. Maka, pemimpin harus membangun budaya organisasi yang kuat agar setiap karyawan dan pimpinan bisa menciptakan stabilitas di dalam organisasi, sehingga semua realitas yang tidak stabil tersebut dapat ditindaklanjuti dengan kreatif dan tenang, oleh orang-orang berenergi stabil dan penuh percaya diri.

Bila mental dan semangat kerja menjadi stabil, maka segala kerumitan yang dihasilkan dari luar organisasi dapat diatasi dengan produktif. Stabilitas di internal organisasi dapat meningkatkan fokus untuk menyelesaikan segala sesuatu secara tepat waktu. Di samping itu, stabilitas menciptakan ketenangan dan rasa percaya diri yang tinggi, sehingga tim kerja dapat bergerak cepat untuk menangani isu-isu yang bergerak cepat di dalam ketidakstabilan bisnis atau realitas praktis.

Dalam kolaborasi, setiap orang harus disiapkan atau dilatih untuk meningkatkan rasa keingintahuan untuk memahami kebutuhan orang lain di dalam organisasi. Semua orang harus dilatih agar mampu menambahkan sesuatu yang kurang dari orang lain. Setiap orang harus dilatih agar menciptakan energi positifnya sendiri untuk meningkatkan semangat, gairah, motivasi, antusiasme, daya tahan, usaha dan energi untuk mewujudkan dengan penuh kualitas.

Budaya organisasi yang kuat menciptakan model perilaku tim yang terhubung secara alami. Mereka tidak dibatasi oleh hirarki ataupun batas kekuasaan, mereka berakar di dalam satu visi dan satu budaya, sehingga mampu menjadi satu tubuh yang kuat dan andal. Tim di dalam budaya organisasi yang kuat mampu bergerak efektif dan menampilkan antusiasme yang mendalam untuk hubungan kerja yang baik. Saling mengajukan pertanyaan, saling mendengarkan, saling membantu, saling menanggapi, saling peduli, adalah perilaku yang terlihat sehari-hari.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENGELOLA TIM: MENYATUKAN SIFAT, KEBIASAAN, DAN PERSEPSI ANGGOTA TIM

LEADERSHIP 2014“Bersatu semakin kuat dan tangguh, bercerai-berai semakin kehilangan kekuatan untuk meraih sukses.”~Djajendra

Setiap individu hadir dengan sifat dan kebiasaan hidup yang beragam. Ketika para individu ini disatukan ke dalam sebuah tim, maka perlu diperhatikan tentang sifat dan kebiasaan dari masing-masing orang. Sifat dan kebiasaan hidup beragam yang dibiarkan berpotensi merusak kebersamaan dalam tim. Penyatuan persepsi di dalam tim sifatnya mutlak. Selama persepsi belum menyatu, selama itu, dari waktu ke waktu, berpotensi menciptakan kebingungan dan konflik di dalam tim. Tim yang profesional dan kuat selalu cair di dalam proses kerja, selalu solid dan fokus pada tujuan tim.

Pengelolaan tim harus fokus untuk menumbuhkan semangat kerja, meningkatkan potensi sukses, memelihara kebersamaan dan soliditas, dan melibatkan semua individu untuk menguatkan tim dalam menghadapi berbagai kemungkinan di depan.

Pengelolaan tim tidak hanya bertugas mengawasi sifat, kebiasaan, dan menyatukan persepsi, tetapi juga perlu mengelola realitas dengan cerdas. Realitas adalah kebenaran yang sedang dihadapi. Anggota tim tidak boleh membiarkan pikirannya dan realitas tumpang tindih. Mereka harus mampu memisahkan mana realitas, mana impian, mana harapan, mana imajinasi. Kemampuan memetakan realitas akan memudahkan tim, untuk menemukan solusi dan membuat keputusan yang tepat.

Strategi yang tepat dan rinci dapat mengarahkan tim. Fungsi dan peran masing-masing individu harus dapat dioptimalkan untuk mencapai tujuan tim. Tim dikelola agar para individu tidak terjebak dalam niat yang sangat berbeda. Semuanya harus disadarkan bahwa kerja tim adalah kerja di dalam kebersamaan. Ego individu harus dihilangkan, soliditas dan kebersamaan persepsi harus dikuatkan.  

Bersama-sama dalam satu arah, dalam satu fokus, dalam satu kekuatan sikap, dan dalam satu eksekusi untuk sukses. Soliditas dan jiwa korsa tim menentukan kualitas eksekusi tim. Mengelola merupakan tugas pemimpin tim. Pemimpin tim yang baik pasti mampu menyatukan semua perbedaan individu untuk penguatan soliditas kerja.

Manajemen tim harus selalu fokus pada kekuatan intinya, yaitu: hubungan, soliditas, kolaborasi, komunikasi, sinergi, jiwa korsa, toleransi, empati, dan menjadi satu jiwa. Pengelolaan tim tidak hanya bertujuan untuk mencapai target dan tujuan organisasi. Ini adalah proses menciptakan satu jiwa dari banyak jiwa. Ini adalah mengubah individu menjadi tim yang kuat dan unggul. Ini adalah proses pembentukan kekuatan besar dari akumulasi kekuatan-kekuatan kecil. Ini adalah tentang menarik energi dan potensi sukses individu ke dalam energi dan potensi sukses kelompok besar. Ini adalah tentang penyatuan kekuatan agar organisasi bisa menjangkau ke wilayah kerja, yang tak mungkin bisa diselesaikan oleh seorang diri.

Anggota tim harus mampu mengkonversi sifat dan kebiasaan kerja sesuai budaya organisasi. Hal ini akan menyempurnakan hubungan kerja berbasis budaya kerja yang kuat. Budaya yang kuat dan profesional akan membiasakan individu untuk memiliki sifat, sikap, perilaku, dan karakter kerja sesuai dengan nilai-nilai inti budaya kerja.

Tim yang kuat selalu memiliki motif kerja yang jelas dan terang. Tidak ada seorang pun yang memiliki motif atau sifat-sifat tersembunyi. Semuanya bekerja secara terbuka, penuh tanggung jawab, jujur, dan saling memberikan atau mendapatkan umpan balik dari proses kerja bersama.

Nilai-nilai inti budaya kerja berfungsi untuk mengikat semua individu di dalam jiwa korsa dan soliditas kerja. Ketika nilai-nilai kerja menjadi pengawal dan pengawas sifat dan kebiasaan individu, maka nilai-nilai tersebut mampu menjadi alat untuk mengukur hasil akhir dari karakter kerja individu.

Nilai-nilai budaya yang dipatuhi dengan integritas dan tanggung jawab, akan menjadi penunjuk arah kerja terbaik. Membuat anggota tim tidak ragu, mampu mengelola kebersamaan, dan secara bersama-sama mampu mengambil tindakan yang tegas dan terarah menuju tujuan.

Mengelola tim untuk meningkatkan kualitas kebersamaan di dalam soliditas kerja.  Bersatu semakin kuat dan tangguh, bercerai-berai semakin kehilangan kekuatan untuk meraih sukses. Interaksi tim yang penuh tanggung jawab, serta kemampuan kepemimpinan tim untuk mengelola sebuah komunitas kerja yang solid dan kompak sebagai tim, adalah keunggulan yang menjadikan organisasi mencapai tujuan dengan sukses.

Pengelolaan tim yang baik dapat memotivasi dan meningkatkan integritas individu untuk lebih produktif. Semakin produktif dan berkinerja para anggota tim, semakin mampu mereka bekerja untuk meningkatkan reputasi organisasi. Pengelolaan tim tidak hanya fokus untuk hasil akhir terbaik, tetapi juga untuk membangun reputasi dan kredibilitas organisasi yang andal di persepsi stakeholders. Tim yang hebat adalah harta terbaik yang dimiliki oleh perusahaan atau organisasi bisnis.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

BERSAHABAT DENGAN KEADAAN

DJAJENDRA“Masa depan milik orang-orang optimis. Masa depan pasti suram bagi orang-orang pesimis. Apapun keadaannya hari ini, bersahabatlah dengan keadaan, dan tetaplah optimis untuk mendapatkan yang terbaik.”~Djajendra

Jangan memusuhi keadaan. Jangan marah pada keadaan. Semakin Anda benci dan marah pada keadaan, semakin kehidupan Anda menjadi tidak berdaya. Biarkan keadaan menjadi dirinya sendiri, dan fokuskan energi Anda untuk kebahagiaan hidup Anda.

Ketika Anda tidak bersahabat dengan keadaan, Anda sedang menyakiti diri sendiri. Walau belum bisa berbuat apa-apa terhadap keadaan, tetaplah fokus untuk menghasilkan sebuah kebaikan.

Ketika dirimu hidup dalam ketidakseimbangan, maka saat keadaan meninggikan dirimu; dirimu akan menjadi sombong, tinggi hati, senang dengan pujian. Sebaliknya, saat keadaan merendahkan atau melecehkan dirimu, maka dirimu akan putus asa, marah, benci, sedih, menolak, dan merasa tidak beruntung. Jagalah keseimbangan dirimu, rawat daya tahan dirimu agar engkau bisa tetap tenang, rendah hati, bersyukur dalam keadaan apapun.

Keadaan bisa seperti sahabat dan bisa juga seperti musuh besar. Bila engkau ingin memperkuat rasa damai dan bahagia dalam hidupmu, maka engkau harus menjadikan semua yang tidak nyaman sebagai guru yang menguatkan mentalmu, sebagai guru yang memberimu pengalaman untuk hidup secara bijak.

Keadaan membutuhkan kekuatan kebijaksanaan. Semakin bijaksana dan sadar hidupmu, semakin engkau menjadi harta bagi kehidupan. Semakin tidak seimbang hidupmu, semakin engkau menjadi beban bagi kehidupan. Jadikanlah dirimu harta yang bermanfaat bagi kehidupan, dan jangan sia-siakan hidup yang singkat ini, untuk hal-hal yang merugikan.

Keadaan bisa datang dari luar diri dan dari dalam diri. Keadaan dari luar diri haruslah diterima dengan ikhlas, karena dirimu tidak mempunyai kekuatan untuk merubahnya. Tetapi, keadaan dari dalam diri merupakan kekuatan mu, sehingga dirimu dapat merubahnya atau menyesuaikan dengan kebutuhan hidupmu. Terpenting, jangan biarkan energi negatif dari dalam diri, menjadikan hidupmu dalam bahaya. Jangan buat hidupmu menderita oleh sumber yang berasal dari dalam dirimu. Jadilah sadar dan cerdas.

Ketika keadaan menjadi sangat tak terkendali dan sulit, maka gunakan ilmu ikhlas. Ikhlas berarti tanpa pamrih, tanpa berharap, dan tidak menggunakan logika untuk mengerti. Tetapi, menggunakan hati untuk menerima keadaan, dan menyerahkan kuasa selanjutnya kepada Tuhan. Yakinlah, Tuhan selalu menjadi solusi terbaik, dan yang memperbaiki jalan hidup.

Keadaan yang tak pasti sedang menyampaikan pesan, bahwa kita bukanlah apa-apa atau siapa-siapa. Kita semua hanyalah yang terlahir, dan sedang berjalan dengan penuh dinamis, untuk bisa sampai pada akhir yang indah. Bersyukur, ikhlas, rendah hati, berjuang, bekerja keras, dan terhubung secara kreatif dengan segalanya di sepanjang kehidupan, adalah cara untuk menemukan akhir yang indah.

Bersahabat dengan keadaan adalah kebijaksanaan tertinggi. Ketika dirimu sudah cerdas bersahabat dengan keadaan, maka kebahagiaan selalu menjadi sahabatmu. Walaupun kesedihan menggoda dirimu, tetapi engkau tidak akan bersedih, atau menjadi sahabat dari kesedihan.

Ketika jiwamu bahagia dan damai saat bertemu dengan berbagai orang dalam berbagai keadaan, dirimu akan menjadi energi positif yang memberikan cinta bagi jiwa yang lain. Bahagia tidak akan pernah dihasilkan dari jiwa yang suka menyakiti, suka membenci, suka merugikan orang lain. Bahagia hanya dapat dihasilkan dari jiwa yang penuh cinta, berbagi, menolong, tidak merugikan, dan ikhlas dengan keadaan.

Masa depan milik orang-orang optimis. Masa depan pasti suram bagi orang-orang pesimis. Apapun keadaannya hari ini, bersahabatlah dengan keadaan, dan tetaplah optimis untuk mendapatkan yang terbaik.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENGHILANGKAN EGO SEKTORAL DENGAN KECERDASAN SOSIAL

DJAJENDRA“Fungsi dan divisi di tempat kerja adalah alat untuk mencapai tujuan. Bila alat ini dijaga dengan ego dan kepentingan yang sempit, maka alat ini sulit berfungsi untuk mencapai tujuan.”~Djajendra

Tidak mungkin sebuah visi dikerjakan sendiri; diperlukan kerja sama dan koordinasi yang cerdas melintasi perbedaan, keragaman, fungsi dan sektor. Jadi, diperlukan orang-orang yang cerdas sosial, supaya sebuah visi dapat dikerjakan dengan cepat dan tepat.

Orang-orang yang cerdas sosial sangat mudah berkomunikasi dan berinteraksi secara proaktif. Bila kecerdasan sosial sumber daya manusia rendah, mereka akan bekerja sendiri-sendiri, tidak mampu bersatupadu di dalam soliditas bersama. Sebaliknya, bila sumber daya manusia cerdas sosial, maka soliditas dan kolaborasi kerja akan menjadi budaya kerja, yang merangkul lintas sektoral dan lintas divisi di dalam satu visi.

Sepintar apapun seseorang; sehebat apapun seseorang; setinggi apapun pendidikan seseorang; sejenius apapun konsep dan pemikiran seseorang. Tetapi, bila dia tidak cerdas sosial, dia akan menjadi energi perusak soliditas organisasi.

Orang-orang yang tidak cerdas sosial hanya mampu bekerja sendiri. Walaupun mereka sangat cerdas dan sangat berbakat, mereka tetap sulit menyatu di dalam proses kerja. Dampaknya, mereka berpotensi membawa nilai dan benih konflik ke dalam proses kerja, sehingga kinerja terbaik akan sulit untuk diwujudkan.

Dunia kerja adalah dunia kerja sama. Manajemen berfungsi untuk mengelola semua sektoral, agar saling berkolaborasi dan berkoordinasi secara efektif dan produktif. Tidak ada kerja sendiri di dalam dunia kerja. Semua orang yang bekerja merupakan bagian dari pekerjaan yang lain. Dunia kerja adalah dunia yang saling menguatkan satu sama lain, yang saling mengkontribusikan kompetensi dan kemampuan, untuk sebuah pencapaian sesuai target.

Di dalam organisasi, tidak ada sebuah tujuan yang bisa dikerjakan sendiri. Bakat, profesionalisme, kecerdasan, dan potensi yang hebat; akan sia-sia bila tidak mampu bekerja sama.

Dunia kerja adalah dunia kolaborasi dan koordinasi. Sangat banyak fungsi dan divisi di dalam sebuah organisasi. Semua fungsi dan divisi tidaklah boleh berdiri di atas ego dan kepentingan masing-masing. Semuanya harus tunduk kepada visi, harus berkolaborasi dan berkoordinasi di dalam misi.

Seseorang yang cerdas sosial sangat mudah terlibat dalam tugas-tugas rutin yang membutuhkan kebersamaan. Mereka sangat mudah beradaptasi dengan ide-ide baru, dan mudah menerima solusi dari siapapun atau manapun. Mereka menguasai seni percakapan dan seni mendengarkan, dan sangat mudah mengintegrasikan dirinya dengan kelompok kerja.

Seseorang yang cerdas sosial tidak akan menjaga jarak, ataupun menjadi penyebab konflik. Dia adalah pribadi yang penuh empati dan kaya toleransi. Dia selalu membangun jembatan komunikasi yang positif, serta selalu merobohkan tembok penghalang di dalam organisasi dan proses kerja. Dia adalah orang yang selalu menghubungkan hati, emosi, pikiran, dan etos; dari setiap insan organisasi untuk bersatupadu di dalam soliditas bersama.

Seseorang yang tidak cerdas sosial biasanya sulit mempercayai kemampuan orang lain; menganggap dirinya yang paling pintar dan suka meremehkan orang lain; sangat sensitif, miskin toleransi, miskin jiwa besar, dan miskin empati; dia merupakan komunikator yang buruk, sehingga pilihan kata-kata dan ucapannya selalu menjauhkan hubungan baik; walaupun dia berbakat, berpendidikan tinggi, cerdas, kreatif, dan berpotensi, tetapi sulit menjadi andal di tempat kerja; dia selalu terjebak di dalam egonya, dan sulit memahami pentingnya sebuah kebersamaan di tempat kerja.

Orang-orang cerdas sosial biasanya cerdas emosional. Mereka mudah menyatu dan berkontribusi secara lintas sektoral. Emosi yang cerdas mampu menghilangkan ego dan kepentingan sempit. Mereka selalu bersinar dan menjadi aset yang diandalkan oleh organisasi. Mereka merupakan energi positif yang mampu menggerakan sebuah pekerjaan secara kreatif dan kolaboratif. Mereka mampu menghasilkan kinerja yang memuaskan. Mereka tidak terbatas oleh waktu dan ruang, mereka mampu terhubung dan berkoordinasi di segala kondisi untuk sebuah pencapaian terbaik.

Orang-orang cerdas sosial selalu mendorong komunikasi dan menyatukan semua kepentingan untuk fokus pada visi. Mereka selalu mengupdate kemajuan dan menghadiri semua rapat atau pertemuan lintas sektoral. Mereka selalu menyatu di dalam tujuan dan membuka pikiran untuk bisa saling mengerti.

Orang-orang cerdas sosial selalu mengikuti kejadian-kejadian; memiliki rasa ingin tahu yang besar; dan menjadwalkan pertemuan rutin untuk sebuah solusi terbaik. Mereka sangat rajin membuat pertemuan informal, untuk menguatkan hubungan kebatinan, dan penuntasan persoalan-persoalan kerja yang sulit secara formal.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com