BERMENTAL TIM DAN MENGALIR DALAM KOLABORASI KERJA

IKHLAS 15 JUNI 2015“Bersama-sama di dalam kolaborasi kerja sempurna menghasilkan kinerja yang berlimpah.”~Djajendra

“Bersama-sama kita kuat, terpisah kita runtuh” adalah sebuah kalimat yang wajib diingat oleh setiap karyawan dan pimpinan. “Kita bekerja bersama-sama, kita harus setia di dalam kebersamaan kerja” adalah kalimat ampuh untuk membangun mental kerja sama yang kuat di internal organisasi.

Kita tahu di tempat kerja setiap orang berada di ruang terpisah, di kursi dan meja terpisah, di kamar terpisah, di gedung yang terpisah, kadang di kota atau negara yang terpisah. Tetapi, semuanya sedang bekerja pada tugas yang sama untuk memenuhi tujuan, misi dan visi organisasi.

Secara psikologis semua orang harus berada dalam frekuensi yang sama agar mudah berkomunikasi satu sama lain. Bersama-sama fokus pada tujuan, misi dan visi. Untuk itu, diperlukan perasaan dan mental sebagai sebuah tim yang siap berinteraksi melalui kolaborasi sempurna. Walaupun secara teknis tidak sedang berada dalam sebuah tim atau kerja sama, tetapi secara fungsi setiap orang dan setiap unit kerja sedang berada di dalam kolaborasi kerja.

Semua fungsi dan peran organisasi terikat di dalam keterkaitan. Tempat kerja penuh dengan keterkaitannya. Sangat kompleks dan rumit hubungan keterkaitannya, sehingga diperlukan kesadaran penuh agar hubungan kerja yang kaya kolaborasi dapat menjadi sumber keberlimpahan kinerja organisasi.

Semua jiwa di dalam organisasi merupakan sumber koneksi dan saling memiliki di tempat kerja. Penyatuan hati melalui empati meningkatkan kerja sama di internal organisasi. Kesadaran untuk merajut kebersamaan hati menjadikan setiap orang mampu dan berani melakukan pekerjaan apapun di tempat kerja.

Kebahagiaan kerja didapatkan saat semua orang di tempat kerja satu sama lain terhubung dan ingin bekerja sama. Sikap rendah hati dan ikhlas melayani dengan hati, adalah cara terbaik untuk bekerja sama di dalam kolaborasi sempurna. Secara naluriah manusia adalah spesies yang hidupnya berkelompok dan saling melayani, dan ini merupakan modal untuk memastikan kolaborasi sempurna terjadi di dalam organisasi.

Pikiran dan perasaan haruslah termotivasi untuk bekerja sama. Pemimpin yang cerdas selalu mampu membangkitkan perasaan bekerja sama di dalam jiwa setiap orang. Motivasi dari dalam diri untuk terlibat dan menikmati kerja sama, akan menghasilkan kinerja yang berlimpah.

Kerja sama yang baik meningkatkan kepercayaan, hubungan baik, dan perasaan senang saat melakukan sesuatu secara bersama-sama. Kesadaran bahwa keberadaan setiap orang di dalam organisasi memiliki keterkaitan untuk pencapaian kinerja terbaik, akan meningkatkan hubungan kerja yang solid dan produktif.

Struktur organisasi membagi semua fungsi dan peran kerja ke dalam kelompok-kelompok kecil, biasanya berwujud sebagai unit kerja atau divisi. Pemisahan ini bermaksud agar pekerjaan yang besar dapat dibagi ke dalam porsi-porsi kecil, untuk dikerjakan dengan fokus dan tanggung jawab. Walaupun pekerjaan dibagi-bagi, tetapi semangat bekerja bersama-sama tidaklah boleh dilupakan. Setiap fungsi dan peran dipisahkan untuk tujuan fokus, bukan untuk berbeda dan menciptakan ego sektoral. Oleh karena itu, walaupun terpisah, semangat bersama-sama haruslah menjadi mindset dan perilaku sehari-hari.

Keberadaan organisasi bukanlah untuk bekerja sendirian, tetapi saling merajut hati dan menyatukannya di dalam kolaborasi sempurna. Bersama-sama dapat membuat yang tidak mungkin dibuat bila sendirian. Semua proses kerja mengalir oleh energi kerja sama dan kolaborasi. Bersama-sama mampu menghilangkan perbedaan yang merugikan. Bersama-sama mampu menciptakan visi ke dalam kenyataan yang diinginkan.

Kolaborasi dan kerja sama yang baik di internal organisasi hanya terwujud, bila setiap orang terhubung hatinya oleh mindset dan perilaku kerja. Keyakinan dan kepercayaan untuk bekerja sama di dalam kolaborasi sempurna, akan mengantar setiap orang menuju tujuan bersama.

Kolaborasi sempurna memerlukan komunikasi, koordinasi dan motivasi untuk selalu menyatukan energi kerja di dalam frekuensi yang sama. Bersama-sama memberikan energi positif di dalam proses kerja; bersama-sama menyatukan hati dan pikiran untuk saling membantu di tempat kerja; bersama-sama tergerak hatinya untuk melakukan yang terbaik. Kerja sama untuk kolaborasi sempurna mampu menghasilkan kinerja terbaik di dalam keberlimpahan organisasi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KOLABORATOR MEMBUAT STRUKTURAL DAN INTERPERSONAL BERADA DALAM FREKUENSI YANG SAMA

[wpdevart_youtube]UawlGpqsFe4[/wpdevart_youtube]

“Kolaborasi merajut kekuatan internal menjadi sangat kuat dan bergerak bersama solusi untuk pencapaian terbaik.”~Djajendra

Kolaborasi adalah dasar untuk mengeksekusi sebuah proyek dengan tepat. Kolaborasi berarti semua orang bersatupadu di dalam kerja sama yang terikat untuk mencapai tujuan. Tidak ada kepentingan apapun selain kepentingan pencapaian tujuan. Oleh karena itu, kolaborasi mampu mengatasi konflik, mengatasi kepentingan pribadi atau kelompok, serta mampu mengatasi ego individu dan ego sektoral. Kolaborasi yang baik dapat meningkatkan pencapaian dan mengurangi potensi kegagalan.

Organisasi bisnis memiliki berbagai fungsi dan peran yang dibutuhkan untuk menjalankan strategi. Walaupun setiap fungsi dan peran memiliki perbedaan orientasi pekerjaan, tetapi harus menyatu melalui kolaborasi untuk mencapai tujuan inti bisnis. Setiap perbedaan harus menyatu dan mengalir dengan sempurna di dalam aliran kolaborasi.

Kolaborasi meningkatkan kecepatan, mengoptimalkan kapasitas dan memperbanyak peluang. Ketika orang-orang sudah mengalir sempurna di dalam kolaborasi, mereka menjadi pabrik penghasil ide-ide terbaik yang dapat diimplementasikan dengan sempurna. Tidak akan muncul kesulitan saat semua orang bersatupadu secara ikhlas di dalam aliran kolaborasi yang produktif.

Dalam aliran kolaborasi; semua bakat, pengetahuan, wawasan, pengalaman dan energi positif menyatu untuk menghasilkan kinerja. Kolaborasi merajut kekuatan internal menjadi sangat kuat dan bergerak bersama solusi untuk pencapaian terbaik. Semua masalah dan tantangan selalu dapat dituntaskan di tempat munculnya masalah tersebut, sehingga semua rintangan dan tantangan dapat dimatikan sejak dia masih kecil.

Kolaborasi membuat organisasi bergerak dengan cepat, efektif, lincah, produktif, kreatif dan selalu berbagi di dalam kerjasama yang solid. Kolaborasi menjadikan setiap individu dan tim sebagai mitra berharga yang saling membantu dengan ikhlas untuk mencapai tujuan.

Karena kolaborasi menyatukan semua energi organisasi untuk fokus pada tujuan dan kepentingan organisasi, maka semua orang harus mendapatkan kejelasan dan kepastian. Tidak boleh ada kebingungan di dalam kolaborasi, semua orang harus tahu dan sadar tentang pentingnya hubungan kerja dengan etos yang menjadikan semua orang cepat dan produktif.

Kolaborasi harus diikuti dengan tanggung jawab penuh. Setiap bantuan, kontribusi, informasi, pengetahuan, wawasan, pengalaman dan aliran kerja harus di dalam rasa tanggung jawab yang tinggi. Tanggung jawab yang tinggi mengurangi konflik, dan juga mengurangi ketergantungan.

Bisnis membutuhkan kecepatan dan ketepatan. Bisnis membutuhkan waktu dan tempat yang tepat untuk meraih keuntungan. Bisnis membutuhkan momen yang paling tepat untuk mengeksekusi strategi. Bisnis yang hebat selalu memiliki tindakan yang membuat pesaing tidak berkutik. Oleh karena itu, kolaborasi harus menjadi kekuatan yang memastikan keberhasilan dari semua ketidakpastian di dalam organisasi. Setiap kolaborator harus cerdas mengidentifikasi semua potensi risiko dan menyiapkan energi bersama untuk mengambil langkah-langkah tepat bagi pencapaian terbaik.

Kolaborasi berarti secara struktural dan interpersonal harus berada dalam frekuensi yang sama, sehingga jarak organisasi dan jarak relasional sangat dekat, serta menyatu di dalam soliditas bersama yang produktif.

Para kolaborataor yang cerdas selalu siap berkeringat untuk sukses yang lebih baik daripada menangis selama kegagalan. Menyatukan dan mengalirkan proses bisnis dengan sempurna, serta mengatasi hambatan dan perbedaan untuk sebuah hasil akhir terbaik.

Tujuan utama kolaborasi adalah menguatkan keyakinan dan meminimalkan keraguan. Kolaborator terbaik selalu sadar untuk menyatukan jiwanya di dalam misi organisasi. Mereka menyiapkan dirinya untuk bisa hidup bahagia di dalam satu visi dan satu budaya. Mereka membangun strategi bersama untuk mencapai hasil akhir dengan kecepatan tinggi. Mereka menyatu ke dalam kelompok berenergi positif dan mengalir dengan produktif di setiap batas wilayah proses kerja. Mereka menjadi kekuatan yang mempercepat aliran bisnis dan membersihkan semua penyumbat dengan segera.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENGELOLA TIM: MENYATUKAN SIFAT, KEBIASAAN, DAN PERSEPSI ANGGOTA TIM

LEADERSHIP 2014“Bersatu semakin kuat dan tangguh, bercerai-berai semakin kehilangan kekuatan untuk meraih sukses.”~Djajendra

Setiap individu hadir dengan sifat dan kebiasaan hidup yang beragam. Ketika para individu ini disatukan ke dalam sebuah tim, maka perlu diperhatikan tentang sifat dan kebiasaan dari masing-masing orang. Sifat dan kebiasaan hidup beragam yang dibiarkan berpotensi merusak kebersamaan dalam tim. Penyatuan persepsi di dalam tim sifatnya mutlak. Selama persepsi belum menyatu, selama itu, dari waktu ke waktu, berpotensi menciptakan kebingungan dan konflik di dalam tim. Tim yang profesional dan kuat selalu cair di dalam proses kerja, selalu solid dan fokus pada tujuan tim.

Pengelolaan tim harus fokus untuk menumbuhkan semangat kerja, meningkatkan potensi sukses, memelihara kebersamaan dan soliditas, dan melibatkan semua individu untuk menguatkan tim dalam menghadapi berbagai kemungkinan di depan.

Pengelolaan tim tidak hanya bertugas mengawasi sifat, kebiasaan, dan menyatukan persepsi, tetapi juga perlu mengelola realitas dengan cerdas. Realitas adalah kebenaran yang sedang dihadapi. Anggota tim tidak boleh membiarkan pikirannya dan realitas tumpang tindih. Mereka harus mampu memisahkan mana realitas, mana impian, mana harapan, mana imajinasi. Kemampuan memetakan realitas akan memudahkan tim, untuk menemukan solusi dan membuat keputusan yang tepat.

Strategi yang tepat dan rinci dapat mengarahkan tim. Fungsi dan peran masing-masing individu harus dapat dioptimalkan untuk mencapai tujuan tim. Tim dikelola agar para individu tidak terjebak dalam niat yang sangat berbeda. Semuanya harus disadarkan bahwa kerja tim adalah kerja di dalam kebersamaan. Ego individu harus dihilangkan, soliditas dan kebersamaan persepsi harus dikuatkan.  

Bersama-sama dalam satu arah, dalam satu fokus, dalam satu kekuatan sikap, dan dalam satu eksekusi untuk sukses. Soliditas dan jiwa korsa tim menentukan kualitas eksekusi tim. Mengelola merupakan tugas pemimpin tim. Pemimpin tim yang baik pasti mampu menyatukan semua perbedaan individu untuk penguatan soliditas kerja.

Manajemen tim harus selalu fokus pada kekuatan intinya, yaitu: hubungan, soliditas, kolaborasi, komunikasi, sinergi, jiwa korsa, toleransi, empati, dan menjadi satu jiwa. Pengelolaan tim tidak hanya bertujuan untuk mencapai target dan tujuan organisasi. Ini adalah proses menciptakan satu jiwa dari banyak jiwa. Ini adalah mengubah individu menjadi tim yang kuat dan unggul. Ini adalah proses pembentukan kekuatan besar dari akumulasi kekuatan-kekuatan kecil. Ini adalah tentang menarik energi dan potensi sukses individu ke dalam energi dan potensi sukses kelompok besar. Ini adalah tentang penyatuan kekuatan agar organisasi bisa menjangkau ke wilayah kerja, yang tak mungkin bisa diselesaikan oleh seorang diri.

Anggota tim harus mampu mengkonversi sifat dan kebiasaan kerja sesuai budaya organisasi. Hal ini akan menyempurnakan hubungan kerja berbasis budaya kerja yang kuat. Budaya yang kuat dan profesional akan membiasakan individu untuk memiliki sifat, sikap, perilaku, dan karakter kerja sesuai dengan nilai-nilai inti budaya kerja.

Tim yang kuat selalu memiliki motif kerja yang jelas dan terang. Tidak ada seorang pun yang memiliki motif atau sifat-sifat tersembunyi. Semuanya bekerja secara terbuka, penuh tanggung jawab, jujur, dan saling memberikan atau mendapatkan umpan balik dari proses kerja bersama.

Nilai-nilai inti budaya kerja berfungsi untuk mengikat semua individu di dalam jiwa korsa dan soliditas kerja. Ketika nilai-nilai kerja menjadi pengawal dan pengawas sifat dan kebiasaan individu, maka nilai-nilai tersebut mampu menjadi alat untuk mengukur hasil akhir dari karakter kerja individu.

Nilai-nilai budaya yang dipatuhi dengan integritas dan tanggung jawab, akan menjadi penunjuk arah kerja terbaik. Membuat anggota tim tidak ragu, mampu mengelola kebersamaan, dan secara bersama-sama mampu mengambil tindakan yang tegas dan terarah menuju tujuan.

Mengelola tim untuk meningkatkan kualitas kebersamaan di dalam soliditas kerja.  Bersatu semakin kuat dan tangguh, bercerai-berai semakin kehilangan kekuatan untuk meraih sukses. Interaksi tim yang penuh tanggung jawab, serta kemampuan kepemimpinan tim untuk mengelola sebuah komunitas kerja yang solid dan kompak sebagai tim, adalah keunggulan yang menjadikan organisasi mencapai tujuan dengan sukses.

Pengelolaan tim yang baik dapat memotivasi dan meningkatkan integritas individu untuk lebih produktif. Semakin produktif dan berkinerja para anggota tim, semakin mampu mereka bekerja untuk meningkatkan reputasi organisasi. Pengelolaan tim tidak hanya fokus untuk hasil akhir terbaik, tetapi juga untuk membangun reputasi dan kredibilitas organisasi yang andal di persepsi stakeholders. Tim yang hebat adalah harta terbaik yang dimiliki oleh perusahaan atau organisasi bisnis.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENGHILANGKAN EGO SEKTORAL DENGAN KECERDASAN SOSIAL

DJAJENDRA“Fungsi dan divisi di tempat kerja adalah alat untuk mencapai tujuan. Bila alat ini dijaga dengan ego dan kepentingan yang sempit, maka alat ini sulit berfungsi untuk mencapai tujuan.”~Djajendra

Tidak mungkin sebuah visi dikerjakan sendiri; diperlukan kerja sama dan koordinasi yang cerdas melintasi perbedaan, keragaman, fungsi dan sektor. Jadi, diperlukan orang-orang yang cerdas sosial, supaya sebuah visi dapat dikerjakan dengan cepat dan tepat.

Orang-orang yang cerdas sosial sangat mudah berkomunikasi dan berinteraksi secara proaktif. Bila kecerdasan sosial sumber daya manusia rendah, mereka akan bekerja sendiri-sendiri, tidak mampu bersatupadu di dalam soliditas bersama. Sebaliknya, bila sumber daya manusia cerdas sosial, maka soliditas dan kolaborasi kerja akan menjadi budaya kerja, yang merangkul lintas sektoral dan lintas divisi di dalam satu visi.

Sepintar apapun seseorang; sehebat apapun seseorang; setinggi apapun pendidikan seseorang; sejenius apapun konsep dan pemikiran seseorang. Tetapi, bila dia tidak cerdas sosial, dia akan menjadi energi perusak soliditas organisasi.

Orang-orang yang tidak cerdas sosial hanya mampu bekerja sendiri. Walaupun mereka sangat cerdas dan sangat berbakat, mereka tetap sulit menyatu di dalam proses kerja. Dampaknya, mereka berpotensi membawa nilai dan benih konflik ke dalam proses kerja, sehingga kinerja terbaik akan sulit untuk diwujudkan.

Dunia kerja adalah dunia kerja sama. Manajemen berfungsi untuk mengelola semua sektoral, agar saling berkolaborasi dan berkoordinasi secara efektif dan produktif. Tidak ada kerja sendiri di dalam dunia kerja. Semua orang yang bekerja merupakan bagian dari pekerjaan yang lain. Dunia kerja adalah dunia yang saling menguatkan satu sama lain, yang saling mengkontribusikan kompetensi dan kemampuan, untuk sebuah pencapaian sesuai target.

Di dalam organisasi, tidak ada sebuah tujuan yang bisa dikerjakan sendiri. Bakat, profesionalisme, kecerdasan, dan potensi yang hebat; akan sia-sia bila tidak mampu bekerja sama.

Dunia kerja adalah dunia kolaborasi dan koordinasi. Sangat banyak fungsi dan divisi di dalam sebuah organisasi. Semua fungsi dan divisi tidaklah boleh berdiri di atas ego dan kepentingan masing-masing. Semuanya harus tunduk kepada visi, harus berkolaborasi dan berkoordinasi di dalam misi.

Seseorang yang cerdas sosial sangat mudah terlibat dalam tugas-tugas rutin yang membutuhkan kebersamaan. Mereka sangat mudah beradaptasi dengan ide-ide baru, dan mudah menerima solusi dari siapapun atau manapun. Mereka menguasai seni percakapan dan seni mendengarkan, dan sangat mudah mengintegrasikan dirinya dengan kelompok kerja.

Seseorang yang cerdas sosial tidak akan menjaga jarak, ataupun menjadi penyebab konflik. Dia adalah pribadi yang penuh empati dan kaya toleransi. Dia selalu membangun jembatan komunikasi yang positif, serta selalu merobohkan tembok penghalang di dalam organisasi dan proses kerja. Dia adalah orang yang selalu menghubungkan hati, emosi, pikiran, dan etos; dari setiap insan organisasi untuk bersatupadu di dalam soliditas bersama.

Seseorang yang tidak cerdas sosial biasanya sulit mempercayai kemampuan orang lain; menganggap dirinya yang paling pintar dan suka meremehkan orang lain; sangat sensitif, miskin toleransi, miskin jiwa besar, dan miskin empati; dia merupakan komunikator yang buruk, sehingga pilihan kata-kata dan ucapannya selalu menjauhkan hubungan baik; walaupun dia berbakat, berpendidikan tinggi, cerdas, kreatif, dan berpotensi, tetapi sulit menjadi andal di tempat kerja; dia selalu terjebak di dalam egonya, dan sulit memahami pentingnya sebuah kebersamaan di tempat kerja.

Orang-orang cerdas sosial biasanya cerdas emosional. Mereka mudah menyatu dan berkontribusi secara lintas sektoral. Emosi yang cerdas mampu menghilangkan ego dan kepentingan sempit. Mereka selalu bersinar dan menjadi aset yang diandalkan oleh organisasi. Mereka merupakan energi positif yang mampu menggerakan sebuah pekerjaan secara kreatif dan kolaboratif. Mereka mampu menghasilkan kinerja yang memuaskan. Mereka tidak terbatas oleh waktu dan ruang, mereka mampu terhubung dan berkoordinasi di segala kondisi untuk sebuah pencapaian terbaik.

Orang-orang cerdas sosial selalu mendorong komunikasi dan menyatukan semua kepentingan untuk fokus pada visi. Mereka selalu mengupdate kemajuan dan menghadiri semua rapat atau pertemuan lintas sektoral. Mereka selalu menyatu di dalam tujuan dan membuka pikiran untuk bisa saling mengerti.

Orang-orang cerdas sosial selalu mengikuti kejadian-kejadian; memiliki rasa ingin tahu yang besar; dan menjadwalkan pertemuan rutin untuk sebuah solusi terbaik. Mereka sangat rajin membuat pertemuan informal, untuk menguatkan hubungan kebatinan, dan penuntasan persoalan-persoalan kerja yang sulit secara formal.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

BRIEFING ADALAH KOMUNIKASI TATAP MUKA YANG MENYATUKAN PIMPINAN DENGAN STAFNYA

DJAJ3NDRA 2014“Briefing dapat mengingatkan kembali semua prioritas yang sifatnya segera, mengumpulkan informasi dari realitas di lapangan, dan mempersiapkan para staf untuk lebih relevan dengan pencapaian kinerja.”~Djajendra

Briefing adalah komunikasi tatap muka yang paling efektif dan cepat untuk menjalankan tugas sehari-hari. Para leader selalu menggunakan komunikasi briefing, untuk menyampaikan langsung kebutuhan dan informasi kepada para karyawan. Sifat komunikasi briefing adalah singkat, jelas, ringkas, terukur, langsung, tata muka, dialog, umpan balik langsung, dan interaksi langsung. Komunikasi briefing menjadikan leader dan karyawan saling berinteraksi secara langsung, untuk menuntaskan prioritas dan tanggung jawab harian.

Komunikasi briefing menjadikan leader dan tim selalu berhubungan; dan memastikan bahwa tujuan dan target masih dalam satu visi, satu misi, dan satu bahasa kerja. Komunikasi briefing menyediakan ruang untuk saling mengklarifikasi dan menguatkan etos kerja.

Pemimpin yang profesional memiliki etos komunikasi yang cepat, tepat, efisien, efektif, dan memiliki daya dorong untuk pencapaian terbaik. Briefing adalah sebuah etos komunikasi yang biasanya dipraktikkan, untuk menyatukan persepsi dan arah kerja tim. Briefing menjadikan hubungan kerja sangat dekat dan saling melengkapi. Briefing yang berkualitas menyatukan semua orang di dalam soliditas bersama, serta mendorong semua orang untuk meningkatkan produktivitas dan kinerja.

Komunikasi briefing mampu memberikan penjelasan dan informasi dengan sangat rinci, akurat, tepat, relevan, dan sesuai realitas. Dialog tata muka antara leader dengan staf mampu menguatkan komitmen, kepercayaan, keyakinan, dan tanggung jawab bersama. Komunikasi briefing menjelaskan dan menerangkan segala sesuatu, serta menghilangkan kesalahpahaman dan ketidaktahuan.

Kesibukan di dalam rutinitas kerja dapat mengakibatkan staf lupa atau lalai, untuk fokus pada prioritas dan target. Di sinilah peran leader menjadi sangat penting untuk melakukan komunikasi briefing. Briefing dapat mengingatkan kembali semua prioritas yang sifatnya segera, mengumpulkan informasi dari realitas di lapangan, dan mempersiapkan para staf untuk lebih relevan dengan pencapaian kinerja.

Briefing menjadikan informasi selalu terbarukan, realitas staf dan proses pencapaian target terkontrol dengan baik.  Briefing mendekatkan leader dan staf, menjadikan mereka saling mengklarifikasi, dan saling memberi umpan balik untuk sebuah pencapaian yang lebih baik.

Komunikasi langsung dan efektif sangatlah penting agar semua hal di dalam organisasi terkendali dan terjaga. Kegagalan komunikasi dapat menyebabkan kesalahpahaman, kebingungan, gosip,  dan keraguan pada realitas yang ada. Briefing sebagai salah satu cara berkomunikasi yang cepat dan efisien, mampu menyederhanakan hal-hal kompleks, untuk dapat memberikan informasi yang jelas dan ringkas. Jadi, seorang leader yang profesional pasti memanfaatkan kehebatan briefing untuk berkomunikasi secara murah, cepat, tepat sasaran, akurat, produktif, dan ringkas.

Briefing setiap hari dengan durasi pertemuan 30 sampai dengan 60 menit, mampu mengingatkan semua orang untuk fokus dan produktif. Di dalam briefing, pemimpin dapat memberikan informasi terbaru, memotivasi staf agar lebih hebat di dalam menuntaskan tugas dan tanggung jawab.

Briefing adalah komunikasi yang paling efektif untuk saling menguatkan peran kerja, menguatkan komitmen bersama, dan meningkatkan etos untuk pencapaian kinerja terbaik.

Untuk pelatihan hubungi www.djajendra-motivator.com

TIM TANGGUH TERCIPTA DARI SIKAP RENDAH HATI ANGGOTA TIM

“Sikap rendah hati menjadikan anggota tim mampu belajar dan bangkit kembali, saat rintangan menghentikan kegiatan untuk mencapai sukses tim.”~Djajendra

Memiliki tim kerja yang tangguh dan andal pastilah merupakan impian setiap organisasi. Setiap pemimpin pasti memiliki impian untuk membentuk dan membangun tim yang andal dan berkinerja hebat. Dan juga, pasti berencana menjadikan timnya tumbuh dan berkembang, supaya bisa menjawab berbagai tantangan di masa depan.

Hal yang pasti, dalam membangun tim yang andal dan tangguh membutuhkan karakter, kompetensi, dan kualitas. Karakter yang cerdas dalam berkolaborasi dan berkoordinasi, adalah syarat terpenting untuk mewujudkan tim yang andal. Sedangkan kompetensi dan kualitas merupakan komponen yang sangat menentukan untuk mencapai kinerja terbaik.

Karakter yang rendah hati mampu dikelola dan dioperasionalkan di segala situasi dan kondisi bisnis. Sebab, orang-orang yang rendah hati dan sederhana selalu mau belajar, dan mengikuti perubahan yang ada dengan sepenuh hati. Karakter yang rendah hati mudah dimotivasi dan diajak untuk meningkatkan produktivitas. Mereka selalu rendah hati dan mudah mengalir di dalam proses kerja, untuk mewujudkan target.

Orang-orang rendah hati sangat mudah berbagi visi, menerima kritik, menerima pengetahuan baru, dan selalu bersemangat untuk melangkah ke masa depan yang lebih baik. Mereka tidak pernah merasa sudah pintar, sehingga mudah dipimpin untuk mengembangkan kualitas tim yang lebih kuat. Mereka selalu mau dengan rendah hati, untuk disiapkan dan dilatih agar dapat mengatasi rintangan dan tantangan.

Karakter rendah hati mudah terhubung dalam sistem kerja tim, langsung bekerja secara kohesif dan kolaboratif, untuk mencapai kinerja tim yang tinggi. Mereka sangat sadar untuk bekerja dalam aliran tim yang tangguh, bekerja menuju tujuan bersama, berbicara bahasa yang sama, dan saling mendukung untuk hasil akhir sesuai target. Mereka memahami motivasi, keinginan, harapan, dan etos kerja dari setiap individu di dalam tim kerja.

Orang-orang rendah hati mudah mengalir di dalam misi kerja sehari-hari. Mereka tekun dan penuh disiplin di dalam rutinitas misi sehari-hari. Mereka sadar untuk memimpin diri sendiri, serta selalu bersikap lebih profesional dalam memberikan pelayanan dan kontribusi.

Pekerjaan tim bukanlah siapa yang melakukan dengan lebih pintar dan hebat, tetapi siapa yang paling rendah hati melayani pekerjaan, dan siapa yang paling mudah terhubung untuk mencapai kinerja terbaik. Sikap rendah hati menjadikan anggota tim mau saling mendengarkan pikiran dan ide-ide, dan mau memperluas wawasan dan membangun kemampuan tim yang lebih efektif.

Sikap rendah hati untuk mematuhi nilai-nilai perusahaan; untuk mematuhi etika bisnis perusahaan; untuk menjalankan perilaku etis berdasarkan kode etik perilaku kerja; akan menjadikan tim tumbuh dan berkembang menuju sukses besar.

Sebuah tim yang solid haruslah tahu dan sadar tentang kesuksesan yang harus dicapai. Lalu, mempersiapkan tim untuk fokus pada misi, dan memperjelas visi dalam mencapai tujuan di sepanjang perjalanan sukses tim.

Tim yang kuat selalu melakukan pekerjaan dengan terencana sesuai visi, taktik, dan strategi bisnis. Setiap anggota tim menjadi energi yang selalu siap memainkan strategi dan taktik bisnis, supaya dapat mencapai kinerja terbaik. Mereka selalu mengembangkan rencana yang ada, dan sangat kreatif untuk menemukan solusi di setiap keadaan yang menghentikan perjalanan sukses tim.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PERSAHABATAN KERJA DAN HUBUNGAN KERJA YANG MENYENANGKAN DAN PRODUKTIF

DJAJENDRA 20 NOV 2013“Jadilah energi positif dengan sikap dan perilaku yang produktif dan melayani, lalu berinteraksilah dengan sepenuh hati dan totalitas di tempat kerja.”~Djajendra

Hubungan kerja yang sehat dan berkualitas menyebabkan rasa senang, kenikmatan kerja, produktivitas, dan kinerja yang hebat. Temukan sahabat-sahabat terbaik di tempat kerja, lalu berkolaborasilah dengan ikhlas agar menjadi energi produktif. Memiliki sahabat-sahabat kerja terbaik di tempat kerja pasti membuat Anda bahagia dan berkinerja.

Hubungan positif memperkuat etos kerja menjadi lebih produktif. Ketika energi baik terhubung dan saling mempengaruhi, maka lingkungan kerja akan menghasilkan budaya kerja yang membuat semua orang puas dan bahagia. Budaya kerja yang terkolaborasi dengan ikhlas dapat menghasilkan etos kerja yang andal.

Manusia hidup dalam interaksi sosial yang alami. Setiap orang pasti berharap dan menginginkan hubungan persahabatan yang baik. Semakin baik dan positif sebuah hubungan persahabatan, semakin bahagia dan berkualitas persahabatan tersebut. Demikian juga, semakin ikhlas hubungan persahabatan kerja, semakin produktif dan bahagia orang-orang di lingkungan kerja. Jadilah energi positif dengan sikap dan perilaku yang produktif dan melayani, lalu berinteraksilah dengan sepenuh hati dan totalitas di tempat kerja.

Hubungan kerja yang baik menjadikan lingkungan kerja penuh dengan harapan dan optimisme. Orang-orang yang terhubung dengan energi baik mampu menjaga kebersamaan, sehingga soliditas di antara orang-orang di tempat kerja menjadi semakin unggul. Energi baik mampu menjadikan orang-orang lebih kreatif dan inovatif dalam menemukan solusi, pembuatan keputusan, dan penyelesaian masalah.

Hubungan kerja dengan energi positif memberikan kemerdekaan dan kebebasan untuk hati nurani. Jadi, setiap kali pikiran liar mencoba mengganggu hubungan kerja yang baik dengan emosi dan perasaan tidak nyaman, maka hati nurani yang penuh energi positif mampu menghadirkan kebaikan untuk menghentikan pikiran liar dan perasaan tidak baik.

Persahabatan dan hubungan kerja yang baik meningkatkan kepercayaan. Bila orang-orang sudah saling mempercayai dan saling mengandalkan di tempat kerja, maka masing-masing fungsi dan peran kerja mampu menguatkan orang-orang untuk fokus pada pekerjaannya masing-masing. Hal ini akan menjadi kekuatan kolaborasi yang mengkontribusikan energi baik untuk menemukan peluang.

Persahabatan dan hubungan kerja yang baik pasti membentuk karakter kerja yang saling percaya, yang saling menghormati, yang sepenuh hati dan totalitas, yang melayani dengan hati, yang memiliki empati dan toleransi untuk keragaman dan perbedaan, yang terhubung secara etis, dan yang selalu berkomunikasi secara terbuka.

Energi baik menghindarkan perilaku gosip, gunjingan yang saling merendahkan, dan politik kantor yang buruk. Energi positif menjadi roh dari persahabatan kerja, sehingga setiap orang mampu saling mendengarkan dan saling meningkatkan pelayanan dengan sepenuh hati.

Persahabatan kerja dan hubungan kerja yang baik membangun fondasi budaya kerja yang unggul. Budaya kerja yang unggul adalah budaya kuat, yang membuat semua orang lebih terlibat dengan ikhlas dan antusias di setiap proses kerja. Budaya kerja yang kuat memotivasi setiap orang, untuk mengabdikan kualitas terbaiknya buat pencapaian kinerja yang lebih tinggi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

TIM YANG KUAT TIDAK MENYEMBUNYIKAN KELEMAHANNYA

DJAJENDRA-DSCN0857“Ketika seorang anggota tim tidak ikhlas menjalankan fungsi akuntabilitasnya di dalam tim, maka dia sudah menyembunyikan sebuah kelemahan di dalam tim, sehingga pada saatnya tim akan gagal berfungsi seperti seharusnya.”~Djajendra

Perilaku sebuah tim adalah berkolaborasi, bekerja sama, berkomunikasi, berkoordinasi, dan bertindak bersama-sama untuk mencapai tujuan secara bersama-sama. Setiap orang di dalam tim memiliki maksud untuk bersama-sama memenuhi target atau tujuan. Intinya, diperlukan perilaku dan karakter kerja yang selalu bersama-sama untuk menyelesaikan semua tanggung jawab dan pekerjaan.

Niat seorang anggota tim haruslah melakukan dan menyelesaikan pekerjaan secara bersama-sama dengan anggota tim yang lainnya. Ada keharusan untuk selalu bersama-sama, dan harus mampu menundukkan niat yang ingin menyelesaikan pekerjaan seorang diri, tanpa bantuan yang lain.

Kerja tim memiliki waktu dan tempat untuk secara bersama-sama mengelola sumber daya dengan efektif. Dalam hal ini, setiap anggota tim wajib berkomunikasi dan memprioritaskan apa yang harus segera dilakukan, tanpa menciptakan benih konflik, termasuk selalu memiliki niat untuk melakukan apapun dengan kerja sama, serta menyiapkan perilaku dan karakter diri yang sesuai dengan misi dan visi tim.

Memahami kepribadian dan kebiasaan rekan satu tim. Bila Anda tidak memahami gaya komunikasi, karakter, kepribadian, dan pola pikir dari anggota tim; maka hal ini berpotensi menguatkan konflik dan menciptakan kerumitan di dalam interaksi kerja tim. Mengetahui rekan satu tim dengan baik adalah modal yang sangat penting untuk menciptakan kerja sama yang hebat dan unggul. Terhubunglah dengan baik agar setiap individu mampu memperlihatkan fungsinya dengan baik, sehingga tim menjadi sangat kuat dan berfungsi sesuai tujuan.

Tim yang kuat selalu menguatkan kepercayaan di dalam kerja sama tim. Sering sekali anggota tim suka menyembunyikan kelemahan dan kesalahan dari satu sama lain. Kadang-kadang ragu untuk meminta bantuan atau memberikan umpan balik yang konstruktif. Ragu untuk menawarkan bantuan, dan suka menciptakan kesimpulan tentang perilaku kerja yang lain. Takut rekan se-tim lebih menonjol, makanya dibiarkan temannya itu bingung sendiri agar gagal menyelesaikan pekerjaan secara benar. Ada juga rekan se-tim yang dendam atau iri hati, lalu membiarkan temannya masuk ke dalam kesalahan, kemudian membesar-besarkannya agar rekan se-tim nya ini dianggap gagal. Intinya, ketika kepercayaan di dalam tim tidak ikhlas dan tidak jujur, maka hal ini sama saja dengan menyembunyikan kelemahan tim, sehingga tim pasti menjadi tidak berfungsi dengan baik.

Meningkatkan kepercayaan diantara anggota tim, sangatlah meningkatkan fungsi dan kualitas tim untuk mencapai kinerja terbaik. Secara berkelanjutan perusahaan wajib membangun keandalan timnya. Dari waktu ke waktu sangatlah diperlukan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan rasa percaya diantara anggota tim. Membangun kepribadian dan karakter individu yang ikhlas dan penuh kesadaran, untuk memfokuskan waktu dan energi pada kebersamaan di tempat kerja. Dan juga, memiliki mindset untuk selalu bersama-sama meningkatkan kredibilitas dan reputasi kerja sama diantara mereka.

Konflik tidak selalu buruk. Kadang-kadang dibutuhkan konflik kecil untuk menemukan solusi atau keputusan yang lebih kreatif. Tim yang hebat pastinya tidak takut pada konflik. Haruslah ada keberanian untuk berbeda pendapat agar pengetahuan baru dari sikap kritis dan kreativitas dapat meningkatkan kualitas tim. Jangan jadikan setiap pertemuan tim membosankan, karena takut menyakiti perasaan sesama rekan se-tim. Jangan takut untuk mengkritik atau mempertanyakan secara sangat kritis kepada rekan se-tim, yang penting semuanya terfokus pada persoalan kerja, dan bukan pada persoalan pribadi. Jadilah pribadi-pribadi yang cerdas berdebat untuk menemukan solusi-solusi yang hebat. Jangan takut dengan ide-ide kontroversial yang mungkin bisa meningkatkan keberhasilan tim berlipat kali. Jangan takut untuk berbeda pendapat dan pandangan dengan anggoto tim. Yakinlah bahwa menyembunyikan potensi konflik demi menjaga keharmonisan tim, hanya akan menciptakan bom waktu yang merusak tim secara permanen. Jadi, jangan takut untuk berkonflik demi kemajuan bersama, dan yang penting miliki nilai-nilai kehidupan, seperti: ikhlas, jujur, terbuka, bertanggung jawab, dan penuh kasih kepada rekan se-tim, sehingga konflik yang munculpun akan segera hilang di dalam kuatnya soliditas tim.

Tidak boleh ada keraguan di dalam tim. Setiap anggota tim haruslah yakin dengan arah dan prioritas kerja. Jangan ragu atau menunda pekerjaan karena hati masih belum yakin 100% dengan apa yang akan dilakukan. Jangan terjebak dalam analisis yang berlebihan, sehingga takut bertindak atau kelamaan untuk bertindaknya. Keraguan yang berlebihan hanya menciptakan penundaan yang berkepanjangan. Ingatlah selalu bahwa keraguan merupakan potensi yang merugikan kemajuan tim. Pastikan setiap anggota tim selalu mampu meningkatkan pengetahuan, wawasan, keterampilan, dan rasa percaya diri agar keraguan dapat dihindarkan dari setiap proses kerja tim.

Akuntabilitas adalah perilaku yang harus hidup di dalam tim. Bila seorang anggota tim menghindari akuntabilitas, maka dia telah menciptakan titik kelemahan tim. Tanpa akuntabilitas, sebuah tim pasti tidak mampu berfungsi. Akuntabilitas haruslah menjadi kebiasaan dan mengalir lancar di dalam karakter kerja dan proses kerja. Setiap anggota tim harus tampil penuh disiplin untuk mempertanggung jawabkan segala sesuatu dengan sikap profesional. Akuntabilitas adalah kunci sukses sebuah tim. Jadi, bila seorang saja tidak ikhlas menjalankan fungsi akuntabilitasnya di dalam tim, maka dia sudah menyembunyikan kelemahan di dalam tim, sehingga pada saatnya tim akan gagal berfungsi seperti seharusnya.

Keberadaan sebuah tim adalah untuk hasil akhir yang hebat. Jadi, setiap anggota tim wajib memfokuskan seluruh waktu, energi, sumber daya, dan etos kerjanya dalam upaya menghasilkan kinerja terbaik. Perilaku kerja yang fokus pada pertumbuhan, serta berorientasi pada prestasi akan meningkatkan gairah kerja tim. Anggota tim harus terlatih dan dibiasakan untuk tidak mudah terganggu, dan hal ini bisa saat mereka memiliki daya tahan mental yang baik.

Diperlukan mental positif dan perilaku produktif agar tidak melalaikan tanggung jawab dan memperhatikan pekerjaan dengan sepenuh hati. Taat pada komitmen dan patuh pada tujuan adalah jalan terbaik untuk menjalankan setiap fungsi dan peran masing-masing. Keberadaan setiap anggota tim adalah untuk kesuksesan tim, dan bukan untuk menggagalkan pencapaian terbaik tim. Jadi, persiapkan diri masing-masing dengan kepribadian dan karakter kerja yang hebat agar mampu menjadi aset yang andal di dalam tim.

Jadilah pribadi tim yang selalu membawa keluar yang terbaik dari dalam diri. Jangan sekali-kali membawa keluar dari dalam diri hal-hal yang bisa memperburuk kualitas tim. Jadilah energi positif yang membangun kerja sama tim dengan berkualitas, serta memampukan diri sebagai salah satu fungsi terpenting di dalam tim yang hebat.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENINGKATKAN MENTAL TIM PEMENANG

DJ 21 02 2014“Menjaga mentalitas tim pemenang bukanlah persoalan yang sederhana. Kemenangan selalu memberikan kegembiraan yang lebih. Kemenangan selalu berpotensi membuat seseorang terlalu puas, sehingga lalai untuk menjadi lebih disiplin dan kreatif.” ~ Djajendra

Setelah menang jangan terlalu lama larut dalam kemenangan, siapkan kembali kekuatan dan kecerdasan untuk meningkatkan kemenangan berikutnya.

Perusahaan-perusahaan pemenang selalu menjaga tim pemenangnya supaya cerdas meningkatkan kemenangan. Mereka tidak bekerja untuk mempertahankan kemenangan, tetapi menyiapkan diri dengan lebih baik untuk kemenangan berikutnya.

Menjaga sikap rendah hati dan meningkatkan energi kreativitas, adalah sebagian dari karakter “The Winning Team”. Tim pemenang merupakan akumulasi dari kekuatan tanggung jawab pribadi. Tim pemenang isinya adalah orang-orang yang bekerja untuk prestasi dan kinerja. Mereka tidak pernah memiliki niat untuk sekedar mempertahankan sebuah kemenangan, tetapi selalu menjadi lebih kreatif, untuk meningkatkan kemenangan timnya dengan rekor yang lebih tinggi.  

Mental tim pemenang adalah aliran energi kreatif yang tidak pernah berhenti. Mereka selalu memiliki kebutuhan dan keinginan untuk menghasilkan pencapaian terbaru. Mereka selalu hidup dalam ruang kerja yang sangat kreatif dan kolaboratif. Mereka selalu tumbuh dan berkembang di dalam mindset, yang menempatkan masa depan sebagai tempat yang lebih baik. Tim pemenang berkarya untuk menang, bekerja untuk menang, dan bernafas untuk menang.

Dari pengalaman, saya memahami bahwa perusahaan-perusahaan yang selalu unggul dalam bisnisnya, adalah perusahaan-perusahaan yang paling peduli untuk meningkatkan kualitas tim pemenangnya. Dalam ini, manajemen perusahaan tersebut selalu mengingatkan para pemenang untuk bersikap rendah hati, dan selalu belajar dengan lebih kreatif. Manajemen perusahaan sangat mengakui bahwa timnya adalah tim juara, yang sudah sangat luar biasa kinerjanya, baik secara nasional maupun secara internasional. Tetapi, mereka juga sangat sadar bahwa para pesaingnya sedang menyiapkan diri dengan lebih hebat untuk menjadi pemenang dalam kompetisi berikutnya.

Menjaga mentalitas tim pemenang bukanlah persoalan yang sederhana. Kemenangan selalu memberikan kegembiraan yang lebih. Kemenangan selalu berpotensi membuat seseorang terlalu puas, sehingga lalai untuk menjadi lebih disiplin dan kreatif.

Beberapa waktu yang lalu, saya menemukan rasa khawatir dari seorang pemimpin terhadap timnya yang sudah menjadi yang terbaik secara global. Pemimpin yang khawatir tersebut adalah seorang general manager dari sebuah perusahaan multinasional yang menguasai pasar terbesar. Rasa khawatirnya adalah, dia takut timnya terlalu senang dan merasa paling hebat. Dia mengakui bahwa timnya itu sudah luar biasa dalam hal pencapaian prestasi dan kinerja. Tetapi, dia sadar bahwa perasaan terlalu senang dan merasa paling hebat, adalah kelemahan yang berpotensi merugikan perusahaan di masa depan. Perasaan paling hebat akan menggiring seseorang ke wilayah wawasan sempit, sehingga orang tersebut akan kehilangan akal dan kreativitas untuk  bisa lebih berprestasi.

Budaya kerja yang baik adalah yang menanamkan sikap rendah hati, untuk dapat meningkatkan kemampuan secara berkelanjutan. Jadi, walaupun para anggota tim sudah memberikan yang terbaik di setiap momen kerja mereka, tetaplah harus patuh dan disiplin untuk mengikuti pembinaan yang meningkatkan kualitas. Jangan sampai perasaan bangga dan menang menghilangkan kesadaran untuk meningkatkan rasa tanggung jawab yang lebih kepada stakeholders.  Jangan sampai semua yang dirasakan berlebihan menjadikan diri tinggi hati dan lepas kontrol.

Dunia bisnis adalah dunia inovasi dan kinerja. Setiap bisnis yang kehilangan inovasi dan kinerja, akan kehilangan daya saing untuk mengikuti kompetisi bisnis yang lebih tinggi. Oleh karena itu, setiap orang yang bekerja untuk bisnis, haruslah menjadi pembelajar seumur hidup, haruslah dari waktu ke waktu meningkatkan kualitas dan kapasitas untuk menjadi lebih berhasil.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

ORGANISASI TIM LEBIH TANGKAS DIBANDINGKAN ORGANISASI HIERARKIS

DJAJENDRA 20 NOV 2013

“Tim penghasil kinerja terbaik merupakan kekuatan kolektif dari energi positif individu. Dalam hal ini, tim memiliki jati diri yang otentik untuk membangun dan merawat kepercayaan antar satu sama lain, sehingga semua orang di dalam tim bekerja untuk kinerja dan keunggulan.”~ Djajendra

Perusahaan-perusahaan terbaik selalu memperkuat pondasinya dengan pola kerja tim. Semangat untuk peningkatan kinerja kerja tim, peningkatan kedisiplinan dan kepatuhan pada etika, serta menumbuhkan jiwa wirausaha pada perilaku kerja karyawan telah menjadi sebuah tren.

Sekarang ini, pola kerja hierarkis yang kuat dengan birokrasi mulai diratakan dengan pola kerja tim. Kesadaran untuk membalikkan piramida organisasi, sehingga semua kekuatan di akar rumput organisasi dikuatkan di dalam budaya kerja tim yang solid.

Tim penghasil kinerja terbaik merupakan kekuatan kolektif dari energi positif individu. Tim yang unggul memiliki jati diri yang otentik, untuk membangun dan merawat kepercayaan antar satu sama lain, sehingga perhatian semua orang di dalam tim, bekerja untuk kinerja dan keunggulan.  

Konsep kerja tim tidak terbatas di internal perusahaan, juga meluas ke wilayah pemangku kepentingan. Biasanya, pemimpin yang sukses memiliki struktur untuk merangkul semua kekuatan di dalam dan di luar organisasi sebagai sebuah tim kerja pendukung yang bergerak cepat, lincah, dan penuh disiplin.  Dalam hal ini, seluruh pihak dari wilayah stakeholders, seperti: karyawan, pemilik, pemasok, pelanggan, bank, agen, distributor, konsultan, dan semua stakeholders yang lainnya, dimasukkan ke dalam tim pendukung. Selanjutnya, tim pendukung ini dibuatkan sistem agar dapat terhubung secara efektif dan produktif.  Jadi, bila potensi internal dan eksternal dapat terhubung dengan berkualitas dan produktif, maka perusahaan pasti menghasilkan kinerja terbaik, dan selalu unggul dalam kompetisi pasar.

Pola kerja tim pastinya akan menggusur pola kerja birokrasi hierarkis tradisional. Seperti kita ketahui, dalam pola kerja birokrasi tradisional, semua karyawan wajib menunggu perintah dari atasan untuk bisa bertindak, dan semua pihak harus patuh pada  hierarki perusahaan. Jelas, hal ini akan memperlambat gerak organisasi untuk bersaing di pasar, dan juga perusahaan tidak akan mendapatkan keuntungan dari kekayaan potensi kreatif sumber daya manusianya. Dalam struktur kerja birokrasi tradisional, karyawan hanya akan bekerja untuk menyenangkan bosnya. Di sini, mindset karyawan terfokus pada upaya untuk melayani dan menyenangkan bos. Sebab, dipikiran mereka, bila bos senang, maka pekerjaan mereka sukses, dan kinerja mereka sudah hebat. Intinya, dalam manajemen hierarki, karyawan akan berjuang untuk menyenangkan bosnya, dan tidak terlalu peduli dengan pelanggan, rekan kerja, bawahan, ataupun pemangku kepentingan lain yang tidak mempengaruhi kinerjanya.

Dunia bisnis sedang berubah. Sejak abad ke tujuh belas gaya manajemen hierarki merupakan sesuatu yang dianggap paling benar. Struktur organisasi yang terkendali ketat dari puncak organisasi sudah menjadi kebiasaan kerja ratusan tahun, sehingga bila hierarki dihilangkan semua orang akan merasa seperti kehilangan tempat berlindung.  Sampai hari ini, masih sangat banyak perusahaan yang menjalankan manajemennya dengan birokrasi hierarkis tradisional, hanya perusahaan-perusahaan multinasional yang sudah bergerak lincah dan gesit bersama tim kerja yang kreatif dan kaya visi.

Perusahaan-perusahaan multinasional yang progresif dan inovatif  sangat tegas dan jelas mengoperasionalkan konsep kerja tim. Mereka sangat berkomitmen untuk membangun dan memelihara tim kerja yang kaya visi, kreatif, berkualitas, dinamis, penuh disiplin, dan selalu terdorong untuk menjadi yang terbaik di kompetisi bisnis.  Mereka mampu mendatarkan hierarki perusahaan, sehingga walaupun struktur formal masih terlihat seperti struktur tradisional, tetapi dalam pola kerja, mereka sudah sangat kolaboratif dan terkoordinasi di dalam keharmonisan tim.

Perusahaan-perusahaan dengan manajemen modern menempatkan karyawan sebagai aset terpenting. Supaya aset ini bisa tumbuh dan berkembang, dibuatlah sebuah zona nilai dalam organisasi. Karyawan dan nilai-nilai perusahaan dileburkan menjadi energi penggerak sistem, proses, prosedur, dan rutinitas organisasi.  Walaupun manusia sulit untuk selalu konsisten, tetapi nilai pastilah selalu konsisten. Jadi, peleburan karyawan dan nilai-nilai menjadi sebuah energi, bertujuan untuk menghasilkan sikap dan perilaku kerja yang konsisten, dan juga bertujuan memberikan warna unik pada karakter kerja perusahaan.

Organisasi tim lebih tangkas dibandingkan organisasi hierarkis. Organisasi tim hidup dalam zona nilai; dalam wilayah budaya organisasi yang kuat;  dalam tim kerja puncak yang selalu solid bersama nilai-nilai, prinsip, dan perilaku yang tegas untuk koordinasi tim.

Dalam zona nilai, setiap anggota tim; secara rutin membahas dan mendiskusikan tentang cara mengoperasionalkan nilai-nilai, prinsip, norma, dan karakter kerja untuk menghasilkan kinerja terbaik mereka. Dalam hal ini, mereka sebagai tim yang solid sangat sadar untuk menjadikan nilai-nilai sebagai pondasi kerja tim. Semua orang membahas dan menyepakati untuk bekerja berdasarkan nilai-nilai, seperti: integritas, kualitas, etika, akuntabilitas, keterbukaan, tepat waktu, profesionalisme, disiplin, kepatuhan, kolaborasi, koordinasi, menyelesaikan tugas, dan nilai-nilai yang lainnya.

Dalam kehidupan bisnis yang sangat inovatif  diperlukan manajemen kerja tim. Semua orang di dalam perusahaan harus bergerak sebagai sebuah tim kerja yang solid. Semua orang harus menjadi aset perusahaan untuk menghasilkan inovasi produk dan layanan agar dapat memenangkan pasar yang sangat kompetitif.  

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com