MEMATUHI ATURAN, PERATURAN DAN MENGIKUTI PROSEDUR DENGAN PERILAKU KERJA YANG PROFESIONAL

DJAJENDRA 20 NOV 2013

“Aturan dan peraturan bukanlah kekuatan yang mencoba membatasi kebebasan ataupun kemerdekaan jiwa seseorang. Tetapi, merupakan kekuatan yang menegakkan kebebasan dan kemerdekaan bersama di dalam ketegasan, kepastian, dan tanggung jawab.”~ Djajendra     

Dalam sebuah organisasi sangat banyak kepentingan yang terlibat di dalamnya, sehingga semua orang harus disatukan ke dalam budaya kehidupan kerja yang fokus pada visi, misi, dan tujuan bersama.

Bila semua orang sudah merasa bersatupadu di dalam lingkungan kerja yang solid dan harmonis; maka hal ini akan menjadi energi yang meningkatkan moral, kepuasan kerja, kinerja, produktivitas, hubungan, dan semangat kontribusi yang terus-menerus menjadi lebih baik. Semua ini hanya bisa didapatkan dari penegakkan aturan dan peraturan yang lebih tegas, tepat, konsisten, serta jelas dan mudah untuk dipahami.

Organisasi yang unggul pasti dibangun dengan infrastruktur dan sistem yang baik, serta diperkuat dengan aturan dan prosedur yang jelas, tegas, mengikat, dan konsisten. Jadi, aturan, peraturan, dan prosedur dibuat untuk dipatuhi agar kehidupan kerja menjadi lebih konsisten di dalam kepastian dan ketegasan.

Semakin banyak jumlah orang di sebuah organisasi semakin beragam pola pikir, kepentingan, niat, kepercayaan, keyakinan, cara kerja, dan pola kerja mereka. Dan semua ini menjadi sangat penting untuk diatur dalam satu kepastian dan ketegasan, dengan maksud agar semua orang bisa memahami dan menegakkan irama kehidupan kerja di dalam aturan bersama.

Aturan dan peraturan bukanlah tanda ketidakpercayaan, tetapi merupakan tanda kepastian dan ketegasan, untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan nilai dan prinsip yang dimiliki organisasi. Jadi, di tempat kerja, tidaklah etis bila membenci aturan-aturan yang mendisiplinkan diri untuk patuh pada berbagai kebijakan dan strategi organisasi. Sebab, aturan dan peraturan bukanlah kekuatan yang mencoba membatasi kebebasan ataupun kemerdekaan jiwa seseorang. Tetapi, merupakan kekuatan yang menegakkan kebebasan dan kemerdekaan bersama di dalam ketegasan, kepastian, dan tanggung jawab.

Setiap orang di dalam organisasi wajib untuk mempercayai aturan dan peraturan, serta tidak berpikir bahwa dirinya tidak dipercaya sehingga harus diatur dengan peraturan. Gunakan akal sehat dan pahami konsekuensi bila semua orang menjadi tidak patuh pada aturan dan peraturan.

Pengawasan yang penuh disiplin dalam penegakkan aturan dan peraturan sangatlah diperlukan. Sebab, pada kenyataannya tidak semua orang memiliki tingkat akal sehat yang sama, atau kesadaran akan konsekuensi atas tidak patuhnya pada aturan, peraturan, dan juga pada prosedur organisasi.

Ketidakpatuhan pada aturan, peraturan, dan prosedur sangatlah berisiko untuk menciptakan penggelapan, penyalahgunaan, kesalahan, penyembunyian, dan perbuatan pelanggaran etika, yang pada akhirnya menjadi sesuatu yang merugikan semua pihak.

Penegakkan peraturan dan aturan yang tegas di tempat kerja akan menjadi kekuatan yang sempurna untuk menjalankan budaya integritas, kejujuran, loyalitas, keamanan kerja, kepedulian, tanggung jawab, keterbukaan, serta perjuangan untuk pencapaian kinerja organisasi dan pencapaian kesejahteraan dari para pemangku kepentingan.

Organisasi yang tertata rapi dengan aturan, peraturan, prosedur, sistem, dan nilai-nilai budaya kerja, serta dipatuhi dengan sepenuh hati dan totalitas dari jiwa-jiwa yang penuh integritas, akan menjadi tempat kerja yang menguntungkan dan melindungi semua pemangku kepentingan. Jadi, mematuhi aturan, peraturan, dan prosedur akan membantu diri sendiri untuk mendapatkan lingkungan kerja yang menjanjikan karir dan masa depan yang lebih menyenangkan.

Tempat kerja yang sehat dan produktif haruslah diciptakan dari semangat peningkatan moral kerja; dari ketekunan dan kehadiran; dari  produktivitas yang lebih baik; dan dari perilaku kerja yang patuh pada aturan, peraturan, dan prosedur. Dan jelas, semua cara ini adalah strategi yang paling praktis dan paling murah untuk digunakan dalam menciptakan lingkungan kerja berbudaya kinerja dan integritas.

Mematuhi aturan, peraturan dan mengikuti prosedur dengan profesional adalah langkah praktis untuk menciptakan iklim dan praktik organisasi dengan tata kelola yang baik. Dampak positifnya, setiap individu akan bekerja di dalam kepastian dan ketegasan, serta menjadi energi yang mempromosikan kesehatan organisasi melalui kesehatan mental, fisik, dan moral masing-masing.

Setiap orang yang patuh pada aturan dan peraturan akan menjadi energi positif, yang menciptakan lingkungan kerja menjadi lebih terawat, aman, nyaman, berkualitas, unggul, produktif, efektif, efisien. Dan lebih dari itu, mampu mempertahankan orang-orang terbaik untuk selamanya setia kepada organisasi, juga mampu meningkatkan kualitas dan kompetensi setiap orang untuk menjadi lebih berkualitas.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MERAJUT HATI INDONESIA – DIRGAHAYU KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA KE 68

DJ876“Merdeka berarti bebas dari penjajahan; bebas dari perhambaan; bebas dari kemiskinan moral; bebas dari semua hal yang membuat diri tidak merdeka.” ~ Djajendra

Bangsa yang merdeka adalah bangsa yang cerdas membuat negaranya menjadi tempat yang lebih baik untuk kehidupan semua orang. Bangsa yang merdeka adalah bangsa yang hidup dalam makna; serta memahami tujuan berbangsa yang lebih dalam, tanpa terjebak dalam wawasan sempit sebatas golongan, ambisi, keserakahan, korupsi, dan konspirasi dalam keyakinan kelompok.

Orang-orang merdeka adalah mereka yang hidup lebih puas dan lebih produktif. Orang-orang merdeka selalu cerdas mengambil langkah-langkah untuk menemukan sendiri kemerdekaan buat dirinya, dan juga membantu orang-orang lain untuk menemukan tujuan dalam kehidupan yang merdeka.

Orang-orang merdeka adalah orang-orang yang cerdas merajut hati bangsanya; yang cerdas merajut hati negaranya; dan yang cerdas merajut ideologi berbangsanya, dengan visi yang bermakna untuk semua orang  dalam keragaman dan perbedaan.

Orang-orang merdeka adalah orang-orang yang cerdas menghubungkan gairah pribadi dengan gairah berbangsa atau tujuan bernegara. Orang-orang merdeka adalah orang-orang yang cerdas mengungkap kekuatan sikap baik dalam wujud cinta, toleransi, empati, dan kepedulian sosial yang tinggi. Orang-orang merdeka adalah orang-orang yang fokus untuk membangun lingkungan kebangsaan yang positif dan produktif. Orang-orang merdeka adalah orang-orang yang menggunakan umpan balik untuk meningkatkan nilai-nilai kehidupan positif. Orang-orang merdeka adalah orang-orang yang hidup merdeka, dan bebas berekspresi dalam kreativitas zaman dan peradaban.

Orang-orang merdeka adalah orang-orang yang mempersiapkan kualitas dirinya dengan kompetensi; untuk menjaga dan juga meningkatkan kualitas kesejahteraan, kualitas keamanan, kualitas kesehatan, dan kualitas kenyamanan hidup dirinya dan orang lain.

Orang-orang merdeka selalu membangun kekuatan bersama dengan hati, serta menjadi energi positif yang terhubung dalam kekuatan produktif dan kreatif. Orang-orang merdeka selalu akan menemukan cara terbaik, untuk bekerja dan hidup dalam tujuan, serta selalu berusaha untuk menemukan tujuan dengan harmonis.

Orang-orang merdeka sadar bahwa kehidupan itu hidup dalam keragaman dan perbedaan; sadar bahwa kehidupan itu hidup dalam warna-warni keindahan hidup. Jadi, orang-orang merdeka pasti akan hidup dalam kekuatan Bhinneka Tunggal Ika “Berbeda-beda tetapi tetap satu”. Artinya, orang-orang merdeka selalu ikhlas dan tulus berkontribusi di dalam keragaman dan perbedaan hidup, tanpa membuat hidup orang lain menjadi tidak merdeka, atau juga, tanpa membuat hidupnya sendiri terisolasi dari kemerdekaan, karena keyakinan hidupnya yang menjauhkan dirinya dari nilai-nilai kemerdekaan.

Orang-orang merdeka akan cerdas menggunakan setiap detik waktunya untuk berbagi kemerdekaan dengan setiap orang. Orang-orang merdeka selalu mempersiapkan kualitas diri, untuk bisa hidup merdeka di dalam realitas kehidupan.

Selamat Hari Peringatan HUT RI ke-68, semoga Indonesia selalu jaya dan rakyatnya hidup bahagia.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

SOSIALISASI CORPORATE VALUES

PROFILE DJAJENDRA CORPORATE TRAINING 01

“Sosialisasi Nilai-Nilai Perusahaan Harus Memiliki Instruksi Moral, Instruksi Peran, Instruksi Kinerja, Dan Instruksi Untuk Berkehidupan Dalam Budaya Yang Kuat Dan Unggul.” ~ Djajendra

“Sosialisasi Nilai Adalah Proses Seumur Hidup Dan Sifatnya Berkelanjutan, Sekali Proses Sosialisasi Dihentikan Atau Dianggap Remeh Oleh Pihak Manajemen, Maka Orang-Orang Di Dalam Perusahaan Akan Melupakan Nilai-Nilai Perusahaan, Dan Mulai Bekerja Dengan Nilai Pribadi Masing-Masing. Dampaknya, Nilai-Nilai Dan Norma-Norma Budaya Perusahaan Akan Terus Melemah, Sehingga Budaya Yang Dimiliki Perusahaan Adalah Budaya Lemah Yang Mudah Terombang-Ambing Oleh Tantangan Kecil.” ~ Djajendra

Sosialisasi corporate values adalah proses dimana karyawan belajar menjadi warga perusahaan yang siap menjalankan nilai-nilai perusahaan di mana mereka bekerja. Nilai-nilai perusahaan harus dapat dipatuhi dalam wujud aturan, peraturan, prosedur, adat istiadat perusahaan, tata kelola, kebiasaan perilaku kerja, kode etik, dan kecerdasan untuk berperilaku atas dasar budaya perusahaan.

Sosialisasi berarti mengembangkan cara karyawan memanfaatkan nilai-nilai perusahaan; cara karyawan memahami satu persepsi dan satu bahasa dari cara mengucapkan dan menjalankan nilai-nilai perusahaan; mengembangkan cara karyawan berpikir, bertindak, bekerja, dan menghasilkan kinerja sesuai dengan semangat dari nilai-nilai perusahaan.

Corporate values atau nilai-nilai perusahaan adalah inti dari budaya perusahaan, yang akan mengelilingi setiap orang setiap saat, untuk semua atas apa yang harus dilakukan. Budaya perusahaan yang kuat akan membantu setiap orang di dalam perusahaan untuk memahami bagaimana nilai-nilai perusahaan itu dibuat, tertanam, dikembangkan, dimanfaatkan, dikelola dan diubah sesuai kemajuan jaman oleh perubahan. Nilai-nilai perusahaan adalah jantung dari budaya perusahaan, yang mendefinisikan semua perilaku karyawan dan kepemimpinan, dalam menjalankan fungsi dan peran sebagai warga korporasi yang berkualitas unggul.

Sosialisasi di tempat kerja adalah penting untuk membangun rasa percaya diri dan kebiasaan pola kerja dalam budaya kerja yang diharapkan. Sosialisasi juga akan mendorong setiap orang untuk selalu termotivasi dan memiliki tanggung jawab pribadi yang konsisten, untuk melakukan pekerjaan dengan berkualitas dan sepenuh hati.

Sosialisasi terhadap nilai-nilai perusahaan akan menciptakan proses asimilasi antara nilai-nilai pribadi dengan nilai-nilai perusahaan. Ketika proses asimilasi nilai pribadi dan perusahaan melebur dengan solid, maka hal itu merupakan awal untuk terjadinya proses pembentukan budaya kerja yang kuat, sehingga akan berkembang budaya organisasi yang kuat dari waktu ke waktu dengan efek sosialisasi berkelanjutan. Sosialisasi nilai-nilai yang detail akan membuat pekerjaan dan karyawan menjadi lebih efektif dalam perusahaan.

Sifat dari sosialisasi haruslah untuk memelihara nilai-nilai perusahaan di dalam fungsi dan peran masing-masing kepentingan dalam manajemen. Nilai-nilai yang tersosialisasi dengan baik akan menentukan perilaku individu, dan sifat kolaborasi dalam setiap kepentingan untuk menciptakan prestasi dan kinerja perusahaan.

Sosialisasi nilai adalah proses seumur hidup dan sifatnya berkelanjutan, sekali proses sosialisasi dihentikan atau dianggap remeh oleh pihak manajemen, maka orang-orang di dalam perusahaan akan melupakan nilai-nilai perusahaan, dan mulai bekerja dengan nilai pribadi masing-masing. Dampaknya, nilai-nilai dan norma-norma budaya perusahaan akan terus melemah, sehingga budaya yang dimiliki perusahaan adalah budaya lemah yang mudah terombang-ambing oleh tantangan kecil.

Karyawan dan pimpinan menghabiskan sebagian besar hidup mereka di perusahaan dengan berbagai nilai-nilai kehidupan kelompok dan individu, yang mempengaruhi mereka dengan berbagai cara. Oleh karena itu, sosialisasi nilai-nilai perusahaan haruslah menjadi pengalaman semua orang di dalam perusahaan, untuk membentuk identitas diri yang tidak terpisahkan dari nilai-nilai inti perusahaan.

Setiap orang dalam perusahaan melalui sosialisasi nilai harus dapat melihat dan merasakan kenyamanan untuk berkarya bersama perusahaan. Bila setiap orang merasa percaya diri bersama nilai-nilai perusahaan, maka secara sukarela mereka akan memodifikasi nilai-nilai hidupnya, melalui interaksi dengan nilai-nilai perusahaan selama seumur hidup.

Sosialisasi corporate values haruslah merupakan bagian dari pengembangan kepribadian karyawan dan pimpinan, untuk mengembangkan rasa diri pada budaya perusahaan. Setiap orang harus sadar bahwa mereka belajar nilai-nilai perusahaan dengan tujuan memiliki satu bahasa dan satu persepsi tentang budaya perusahaan mereka.

Akuisisi nilai-nilai perusahaan ke dalam karakter diri sendiri, akan meningkatkan kemampuan diri, untuk menjalani hubungan kerja dengan orang lain di dalam dan di luar perusahaan. Artinya, karyawan yang mampu mengakuisisi nilai-nilai perusahaan ke dalam kepribadiannya, maka dia akan cerdas bekerja melayani stakeholder sesuai impian dan harapan perusahaan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com