MOTIVASI DJAJENDRA

Leadership Organization Business Personal Interpersonal Entrepreneurs and Employed Professionals

Category: Mind Management (page 1 of 16)

Manajemen Pikiran

KISAH RAJA YANG HIDUPNYA BAHAGIA DAN GEMBIRA

“Kebahagiaan dan kegembiraan ada di dalam pikiran Anda.”~Djajendra

Konon katanya ada seorang raja yang hidupnya selalu bahagia dan gembira. Raja-raja dari negeri di sekitarnya merasa sangat iri hati dengan kegembiraan dan kebahagiaan raja tersebut. Mereka telah belajar bermacam-macam pengetahuan dari berbagai sumber untuk hidup bahagia dan gembira, tetapi sampai hari ini mereka belum mampu hidup bahagia dan gembira. Apalagi raja yang bahagia ini dikenal sangat bijak dalam memerintah rakyatnya, sehingga kemakmuran dan kedamaian dirasakan oleh mayoritas penduduknya. Raja sangat dicintai rakyatnya dan semua rakyat selalu menuruti apa pun perintah raja. Popularitas dan ketenarannya membuat raja-raja dari negeri di sekitarnya semakin iri hati. Para raja yang iri hati ini mencoba menghancurkan reputasi raja yang bijak ini, tetapi selalu gagal karena raja yang bijak ini selalu didukung oleh rakyatnya.

Raja-raja tetangga yang iri hati mulai mengatur strategi dengan mempengaruhi orang-orang di sekitar raja, dan menyuap mereka untuk menjatuhkan raja. Pada akhirnya, dengan bantuan orang-orang kepercayaan raja, raja berhasil dijatuhkan. Orang yang mengkhianati raja akhirnya diangkat menjadi raja. Raja yang bijak di penjara dan tidak memiliki hak apa pun. Raja diperlakukan seperti tahanan lainnya. Raja dihina dan diperlakukan dengan tidak sopan. Rakyat sangat marah dengan peristiwa ini, tetapi raja meminta semua rakyatnya tidak boleh melawan dan marah, harus patuh pada raja yang baru. Raja ingin kedamaian dan kebahagiaan rakyat tidak boleh terganggu. Semua orang diminta raja untuk bekerja seperti biasa, tidak boleh ada kebencian dan kemarahan dari hati siapa pun.

Di dalam penjara, raja menghabiskan hari-harinya dengan tenang dan penuh kegembiraan, tanpa ada tekanan dan penderitaan mental. Mengamati keadaan raja yang selalu bahagia, raja-raja tetangga benar-benar kecewa, tujuan mereka untuk membuat raja menderita sudah gagal. Mereka pun mencoba memperberat hukuman dan penyiksaan di dalam penjara, tetapi raja tetap gembira dan bahagia. Semua rasa sakit tidak dirasakan raja, dia selalu menerima semua pelecehan dengan sabar dan tenang. Para raja-raja ini semakin marah dan semakin iri hati dengan raja yang sudah mereka kalahkan itu. Mereka mencoba berbagai macam cara-cara yang tidak manusiawi untuk membuat raja sedih dan menderita, tetapi semuanya gagal.

Suata hari, raja di keluarkan dari tahanan dan dibawa menghadap kepada raja-raja tetangga yang sangat iri hati, mereka mulai bertanya kepada raja, “ Setelah kami memenjarakanmu, membuatmu tidak memiliki kekuatan dan kekayaan apa pun, mengapa kamu tetap merasa bahagia dan gembira?” Raja menjawab, “ Kalian boleh megambil kekuasaanku, rakyatku, hartaku, tubuhku, memenjarakanku, menyiksaku, atau membunuhku; tetapi, terserah aku untuk memutuskan apakah aku bahagia atau aku tidak bahagia. Aku tahu siapa aku, aku tahu sifat dunia. Aku tahu aku bukan siapa-siapa, bukan sesuatu yang penting. Aku ada atau tidak ada, kehidupan akan berjalan sebagaimana mestinya. Jadi, pikiranku sepenuhnya di bawah kendali aku. Tidak seorang pun yang mampu menghentikan kegembiraan dan kebahagiaanku, karena semua itu ada di dalam pikiranku yang berada dalam kendaliku secara penuh.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

HIDUP ADALAH HADIAH

“Kesempatan dan peluang selalu datang kepada orang-orang yang memberikan kualitas terbaik pada kehidupan.”~Djajendra

Hidup kita ini adalah hadiah yang indah, kita harus berterima kasih kepada pemberi hidup. Menghargai hadiah yang indah ini dan menikmatinya dengan rasa syukur. Tidak perlu membuat hidup menjadi sangat rumit, sederhanakan dan nikmati dengan sukacita. Tidak perlu ada penderitaan selama kita mampu hidup dengan rasa syukur dalam sukacita.

Jika kita bersyukur dengan hidup kita, maka kita mampu menikmati segala sesuatu dengan gembira. Intinya, hidup memperlakukan kita sebagaimana kita memperlakukannya. Pikiran positif dan rasa optimis menjadikan masa depan kita cemerlang. Sikap dan kebiasaan kita untuk menghargai hidup sebagai hadiah yang menggembirakan adalah kunci untuk mendapatkan kebahagiaan. Pikiran yang tak pernah khawatir dan hati yang penuh kasih sayang adalah cara terindah untuk berjalan bersama kehidupan kita.

Hidup bukan untuk keserakahan atau mengambil terlalu banyak, tetapi untuk memberi potensi dan kualitas kita kepada keindahan hidup. Hidup kita ini merupakan hadiah yang sangat indah dan berharga, jangan dirusak dengan nafsu dan ambisi yang kurang cerdas. Ambil secukupnya untuk kegembiraan hidup. Jika kita mengambil terlalu banyak hanya akan menjadi beban yang menghilangkan kebahagiaan dan kegembiraan hidup kita.

Kecintaan kita pada hidup yang kita alami membuat kita menjadi sesuatu yang berharga dalam hidup. Dengan energi cinta, kita harus mengisi hidup dengan hal-hal yang produktif. Kita harus mampu membuat kebaikan dan menggerakan hidup dengan penuh kualitas. Kita tidak boleh kehilangan cinta saat melakukan apa pun di dalam hidup kita. Cinta akan membantu kita untuk menciptakan kebaikan dan keindahan. Cinta membuat semuanya bekerja secara etis dan menghasilkan hal-hal yang indah bagi hidup kita.

Menjadi jujur kepada diri sendiri adalah sesuatu yang sangat membantu kita di sepanjang hidup. Perhatikan betul-betul cara kita berpikir dan cara kita bersikap. Apa pun yang kita katakan harus dapat kita praktikkan. Ucapan dan perbuatan harus sama. Pola pikir dan kata-kata yang ada dalam pikiran kita memiliki kekuatan untuk menciptakan hidup kita. Jadi, jangan pernah membiarkan pikiran negatif dan kata-kata negatif bersarang dalam pikiran. Selamatkan diri sendiri dari energi negatif yang dihasilkan oleh kata-kata negatif.

Hidup kita ini bukan untuk menyesali masa lalu maupun khawatir dengan masa depan. Hidup kita ini sekarang. Hidup kita ini adalah hadiah. Persoalannya, apakah hadiah ini mau kita sikapi sebagai hadiah yang indah atau hadiah yang buruk? Semua ini tergantung pada pola pikir dan keyakinan yang ada di dalam diri kita. Kita harus sadar bahwa hidup kita ini singkat, dari hari ke hari perubahan terjadi terus-menerus, sampai pada akhirnya diri kita pun dihapus dari kehidupan. Oleh karena itu, tingkatkan kesadaran untuk bahagia dan gembira dalam hidup yang singkat ini, serta mampu menemukan keunikan dan potensi diri terbaik untuk diberikan pada kehidupan yang kita alami.

Kesempatan dan peluang selalu datang kepada orang-orang yang memberikan kualitas terbaik pada kehidupan. Ketika kesempatan datang, siapkan diri terbaik di dalam etos yang hebat untuk melayani kesempatan dengan sepenuh hati. Miliki kebiasaan untuk berpikir dua kali sebelum bertindak, tetapi jangan ragu dan takut dengan resiko yang harus diambil. Manfaatkan peluang dan kesempatan untuk mengekspresikan karya terbaik. Kerjakan dengan kreatif dan penuh gairah. Lakukan yang terbaik dengan teliti dan hati-hati, serta tidak perlu bertindak terburu-buru. Segala sesuatu yang tergesa-gesa berpotensi menghasilkan masalah dan kesulitan. Gunakan kecerdasan dan ingatan secara baik, serta selalu berpikir melalui kesadaran tertinggi sebelum bertindak. Timbangkan semua peluang dan potensi risiko, kemudian miliki sikap yang jelas untuk mengambil langkah selanjutnya.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

STRES ITU ADA DI DALAM DIRI KITA

“Hidup harus damai agar kita menjadi lebih berguna bagi hidup yang kita jalani.”~Djajendra

Stres yang berlangsung lama dapat membahayakan kesehatan dan menghilangkan kebahagiaan. Tidak mungkin hidup seseorang itu bebas stres, tetapi sangat mungkin bagi siapa pun untuk segera meninggalkan stres. Seberat apa pun peristiwa hidup yang dihadapi, harus ada batas waktu untuk menerimanya dan mengambil hikmah darinya. Tidak boleh membiarkan peristiwa berat tersebut terus-menerus mempermainkan pikiran dan kecerdasan kita. Kita harus ikhlas dan tidak membiarkan kedamaian hidup kita hilang karena stres yang tidak berkurang.

Stres kita itu ada di dalam diri kita dan bukan di luar diri kita. Ketika panca indera tidak dalam kendali jiwa sejati, maka diri sejati berada dalam cengkeraman stres. Stres selalu bermula dari pikiran dan kecerdasan yang tidak menerima sesuatu; di mana persepsi negatif terhadap sesuatu itu menimbulkan ketakutan, kemarahan, kekhawatiran, kecemasan, kebosanan, dan berbagai jenis emosi negatif yang lain. Semua emosi negatif ini diambil oleh kecerdasan, yang berpikir bahwa diri kita sedang diserang, sehingga pikiran menciptakan emosi dalam bentuk stres.

Karena stres bersumber dari dalam diri sendiri, solusinya adalah memahami diri sendiri dengan baik dan mengelola dari ke kedalam diri untuk mengendalikan stres. Semua ini dapat dimulai dengan melatih diri sendiri untuk memperhatikan pikirannya sendiri. Kesadaran kita harus terlatih untuk melihat dari mana pikiran-pikiran kita itu datang. Kesadaran dan kecerdasan kita harus mampu melihat di mana pikiran-pikiran kita menguasai hidup kita, bagaimana pikiran-pikiran kita itu menghilang dan muncul untuk mempengaruhi emosi dan kecerdasan kita. Intinya, pikiran dan kecerdasan harus selalu dalam kendali kesadaran agar kita mampu menghilangkan atau mengurangi dampak buruk dari stres yang kita alami. Jelas, semua ini membutuhkan disiplin dan latihan yang terus-menerus dalam mengelola pikiran dan kecerdasan kita.

Ketika kesadaran dan kecerdasan berkolaborasi untuk mengendalikan pikiran, maka kita dapat memantau apa yang dilakukan pikiran kita terhadap diri kita. Jadi, ketika pikiran membawa kita ke dalam stres, kita bisa segera memutus energi stres dari diri kita. Kita harus menggiring pikiran untuk tidak merespons hal-hal pemicu stres. Kita harus mampu membentuk pola pikir baru untuk menciptakan kedamaian dan kebahagiaan di dalam diri kita. Akhirnya, kita harus sadar bahwa stres tidak mungkin dihilangkan, tetapi dapat dikendalikan. Semakin terlatih dan terampil diri kita untuk mengendalikan stres, semakin damai dan bahagia hidup kita.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

PIKIRAN DALAM KENDALI KESADARAN DAN KECERDASAN

“Tugas pikiran adalah untuk berpikir dan menemukan solusi bagi hidup kita.”~Djajendra

Pikiran dimaksudkan untuk membantu kita mengalami kehidupan duniawi dengan bahagia. Semua yang kita alami dalam hidup ada hubungannya dengan pikiran. Pikiran yang kita gunakan secara positif mampu membantu hidup kita. Jika pikiran salah digunakan dapat menyebabkan stres, depresi, dan masalah mental yang menghilangkan kedamaian atau kebahagiaan kita.

Sifat pikiran adalah terus-menerus berpikir. Pikiran memiliki kemampuan berpikir yang tidak terbatas. Apa saja dipikirkan. Baik dan buruk mengalir dalam pikiran secara kreatif. Kita harus sadar tentang sifat pikiran kita dan mengamati pikiran kita agar selalu membawa kebaikan bagi hidup kita. Jika pikiran kita berpikir sia-sia untuk hal-hal yang tidak berguna bagi hidup kita, maka harus segera kita hentikan. Kita harus cerdas memanfaatkan pikiran untuk tujuan hidup yang bermakna dan bermanfaat bagi kebaikan kita.

Tugas pikiran adalah untuk berpikir dan menemukan solusi bagi hidup kita. Kita harus membiarkan pikiran melakukan pekerjaannya dengan profesional. Kesadaran dan kecerdasan kita tidak boleh dikendalikan oleh pikiran. Sebaliknya, apa yang harus dipikirkan dan kapan harus tenang adalah hal-hal yang perlu berada dalam kendali kesadaran dan kecerdasan kita. Jadi, setiap saat, kita bertanggung jawab untuk memahami arah dan tujuan pikiran kita, serta melihat di mana ada yang tidak tepat. Jangan sampai hidup kita dikuasai oleh pikiran kita, kemudian setiap hari kita harus bertarung dengan pikiran kita sendiri. Pikiran kita bukan musuh yang harus kita lawan, tetapi alat yang membantu kita untuk menemukan solusi duniawi.

Pikiran kita harus bebas dan merdeka di dalam diri. Kita tidak boleh membatasi pikiran kita. Kita tidak boleh mematikan kreativitas pikiran kita. Tugas utama kita adalah menempatkan pikiran dalam kendali kesadaran dan kecerdasan kita. Ketika pikiran digunakan oleh kesadaran dan kecerdasan untuk melakukan hal-hal bagi kemajuan diri sendiri, maka pikiran mampu menciptakan masa depan yang baik. Jangan menggunakan pikiran hanya untuk merenungkan hal-hal yang sama berulang-ulang tanpa solusi. Merenungkan fantasi masa depan dan situasi masa lalu secara terus-menerus tanpa melakukan tindakan nyata, hanya menghasilkan sesuatu yang sia-sia bagi hidup kita. Jadi, pikiran kita itu alat untuk menemukan solusi, bukan untuk merenungkan hal-hal setiap hari di sepanjang hidup.

Tidak semua perintah pikiran harus kita lakukan. Ingat sekali lagi, pikiran kita hanya sebuah alat untuk membantu kehidupan kita. Apa pun pilihan dan perintah pikiran, kita harus membawanya kepada kesadaran dan kecerdasan kita. Kemudian, kesadaran dan kecerdasan kita yang memutuskan, apakah perintah atau pilihan pikiran itu akan dilakukan? Nah, jika kesadaran dan kecerdasan tidak sepakat dengan pikiran, maka kita tidak boleh melakukan apa pun. Kita tidak perlu melakukan apa pun ketika kesadaran dan kecerdasan menolak solusi dari pikiran.  

Kita harus terlatih dengan baik untuk memberikan perintah dan menghentikan semua dorongan yang bersumber dari pikiran. Pikiran tidak boleh mengatur jalan hidup kita. Pikiran tidak boleh memaksa kita untuk melakukan sesuatu. Pikiran harus tahu diri bahwa ia hanya sebuah alat yang bertugas membantu kesadaran dan kecerdasan kita.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

SETIAP MOMEN DARI HIDUP KITA ADALAH PROSES EVOLUSI

“Kita sedang belajar dari kehidupan yang tidak kita ketahui tentang apa yang harus kita hadapi satu menit ke depan.”~Djajendra

Tidak seorang pun yang sempurna, tidak seorang pun yang permanen, tidak seorang pun yang menguasai semua pengetahuan, tidak seorang pun yang lengkap, dan tidak seorang pun yang tahu tentang masa depan. Sebagai manusia, kita semua sedang belajar dari kehidupan yang tidak kita ketahui tentang apa yang harus kita hadapi satu menit ke depan. Masa depan masih menjadi misteri bagi kita semua dan momen sekarang ini adalah peluang untuk melakukan hal-hal terbaik dalam meraih prestasi.

Kita adalah makhluk perubahan, setiap momen kita sedang dalam proses evolusi, kita sedang tumbuh melalui pembelajaran setiap hari, dan masing-masing dari kita memiliki jalan hidup sendiri. Kita semua tidak perlu berkompetisi satu sama lain, jalan hidup kita berbeda. Setiap orang dari kita sedang menuju ke tujuan yang sudah dikehendaki Tuhan. Jadi, pikiran kita yang menganggap orang lain sebagai pesaing hanya sebuah fiksi dan bukan sebuah realitas. Realitas hidup masing-masing orang tidak ditentukan oleh rencana dan pikiran, atau pun oleh ramalan dan prediksi, tetapi ditentukan oleh garis hidup yang sudah Tuhan tentukan. Sifat dari garis hidup adalah rahasia Tuhan yang tidak mampu dipahami oleh manusia manapun.

Sebagai makhluk perubahan yang terus-menerus belajar dari berbagai realitas kehidupan, kita harus mengendalikan diri agar tidak terlalu tinggi hati dan juga tidak terlalu rendah diri. Perasaan tinggi hati dan rendah diri adalah produk dari pikiran, dan bukan realitas diri kita. Menumbuhkan kesadaran bahwa diri kita ini sedang belajar dari realitas kehidupan yang kita jalani. Kerendahan hati dan kepercayaan diri harus menjadi sahabat sejati kita dalam melangkah menuju masa depan. Jadilah optimis dan penuh semangat hidup bersama etos kerja terbaik. Kerjakan hal-hal yang produktif dan berguna bagi kebaikan hidup. Hindari semua perilaku dan tindakan yang melukai atau mengacaukan kedamaian hidup.

Kita tidak perlu berusaha menjadi sempurna di semua bidang yang kita kerjakan. Kita hanya perlu saling bergandeng tangan dengan semua orang agar hasil terbaik dapat kita ciptakan. Kesempurnaan bukan hak manusia, itu hanya dimiliki Tuhan. Jadi, kerendahan hati kita untuk melakukan kolaborasi dengan sepenuh hati mampu menghasilkan kinerja dan prestasi terbaik. Oleh karena itu, jangan merasa lebih unggul atau lebih pintar dari siapa pun. Kehidupan mencerdaskan kita melalui kesulitan, tantangan, rintangan, atau pun hubungan yang buruk. Ketika bertemu dengan orang-orang atau situasi yang tidak menguntungkan hidup kita, jangan salahkan orang-orang atau situasi itu, tetapi mencerdaskan diri sendiri melalui kreativitas dan inovasi yang hebat.

Tanpa kehadiran kesulitan atau tantangan, kita tidak akan tumbuh menuju kualitas hidup yang lebih tinggi. Kesulitan hidup membuat kita mengenali arti nikmat hidup dan rasa syukur. Kalau kita membaca kisah-kisah orang besar di dunia, semuanya mencapai keberhasilan setelah mampu bersahabat dengan kesulitan dan mampu meningkatkan etos kerja terbaik untuk menghadapi semua tantangan menuju masa depan. Intinya, semua kesuksesan kita dihasilkan oleh kesulitan hidup kita. Kesulitan hidup membangkitkan kita dari rasa malas dan memaksa kita untuk berubah menjadi lebih produktif.

Semakin tinggi kita menuju puncak prestasi, semakin banyak tantangan dan kesulitan tercipta untuk menguji komitmen kita. Prestasi dan kinerja kita akan menciptakan musuh-musuh untuk menguji ketangguhan dan kehebatan diri kita. Oleh karena itu, jangan sombong atau merasa sudah mencapai yang terbaik. Perjalanan masih sangat panjang dan satu menit ke depan kita tidak tahu ada peristiwa apa yang akan menguji hidup kita. Jadilah diri sendiri yang selalu optimis untuk mencapai hal-hal terbaik melalui cara-cara yang etis. Ketika dalam perjalanan hidup menemukan kesulitan, maka kita harus bangkit dengan etos terbaik untuk menemukan solusi. Jangan pernah menjadikan kesulitan sebagai alasan untuk berkeluh-kesah atau pun menjadi pesimis. Tujuan kesulitan adalah untuk membuat kita lebih kuat, bukan menjadikan kita lebih lemah dan kehilangan arah menuju tujuan sejati.

Karena hidup kita adalah sebuah proses evolusi, maka kita tidak boleh membandingkan hidup kita dengan orang lain. Apalagi membandingkan dengan seseorang yang melakukan hal-hal dengan cara-cara buruk atau tidak etis, tetapi terlihat sukses. Kita harus berhati-hati agar tidak tertular energi negatif dari kecendrungan tidak etis. Tingkatkan kesadaran untuk berada pada proses evolusi melalui integritas pribadi yang tinggi. Sama sekali tidak menguntungkan hidup kita, jika kita tertular energi negatif dari realitas yang rendah integritas. Ketidaksempurnaan pasti bersama kita selamanya, tetapi kesadaran kita mampu membantu jalan hidup kita agar selalu etis dan memiliki integritas yang baik.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

JANGAN MEMBIARKAN PIKIRAN DALAM KEGELAPAN

“Ketika pikiran dalam kegelapan, akal sehat akan mati.”~Djajendra

Pikiran positif hidup dalam cahaya dan tidak membiarkan hidupnya dalam kegelapan. Apa pun yang kita alami dan rasakan dalam hidup, tidak boleh membiarkan pikiran dalam kegelapan. Ketika pikiran dalam kegelapan, dapat menyebabkan penderitaan muncul dari kedalaman gelap, sehingga kita kehilangan kesadaran dan akal untuk berprasangka baik. Pikiran dalam kegelapan menyebabkan emosi buruk menguasai hati, sehingga hal-hal buruk yang tak bisa dijelaskan akan selalu muncul untuk mengganggu kedamaian hidup kita. Oleh karena itu, keadaan pikiran harus selalu dijaga dalam prasangka baik dan terangnya niat baik. Pikiran dalam kegelapan tidak mampu melihat kebenaran, tidak mampu melihat hal-hal positif bagi kedamaian hidup. Ketika pikiran dalam terang; dalam keadaan hening; dalam prasangka baik; dalam cinta dan empati; maka, diri sejati mampu melihat segala sesuatu dengan bijak.

Pikiran dalam kegelapan sangat mudah dipengaruhi oleh persepsi buruk tentang kehidupan. Persepsi buruk ini hanya mampu melihat hal-hal yang kurang menguntungkan diri sendiri, sehingga semua yang baik akan dilihat sebagai tidak baik. Walaupun jiwa kita baik, tetapi pikiran kita yang berada dalam kegelapan menjadikan akal dan perilaku kita tidak baik. Jika pikiran dalam kegelapan tidak diberikan cahaya kebaikan, maka hal-hal buruk yang akan dihasilkan oleh pikiran bagi kehidupan kita. Pikiran dalam kegelapan menghilangkan kedamaian dan keindahan hidup. Pada akhirnya, semua akan terlihat tidak adil dan diri kita merasa sebagai korban ketidakadilan. Sesungguhnya, Tuhan Maha Adil, memberikan kita kehidupan yang adil. Tetapi, jika pikiran kita sedang berada dalam kegelapan, kita tidak mampu merasakan keadilan dan keindahan.

Pikiran dalam kegelapan adalah sumber konflik yang membenturkan perbedaan, persepsi, dan perspektif tentang orang atau situasi. Semua orang menginginkan kedamaian dan kebaikan bagi sesama. Tetapi, jika pikiran dalam kegelapan, kita tidak mampu melihat kebaikan, karena akal baik kita kehilangan penglihatan. Oleh karena itu, pikiran kita harus selalu diterangi dengan cahaya spiritual dan cahaya dari pengetahuan yang luas. Dalam hal ini, kita harus sadar bahwa kita hidup dalam dua dunia, yaitu dunia dari dalam diri sendiri dan dunia dari luar diri kita. Dunia dari dalam diri adalah dunia subjektif berdasarkan kesadaran dan keunikan diri sendiri. Dalam dunia subjektif, persepsi dan pemahaman kita tentang hidup atau peristiwa belum tentu sama dengan orang lain. Jadi, ini lebih kepada asumsi kita; pengalaman kita; dan realitas pikiran kita yang berada dalam kegelapan atau dalam terang. Sebaliknya, dunia di luar diri kita, atau disebut dunia objektif hanya dapat diakses oleh panca indera kita. Pikiran menggunakan panca indera kita untuk menyampaikan informasi kepada kecerdasan kita. Kemudian, kecerdasan kita akan menjalani hubungan dengan kesadaran kita untuk menafsirkan informasi tersebut. Jika pikiran negatif atau pikiran dari kegelapan menggunakan panca indera, maka semua yang dilihat adalah kekurangan dan keburukan, sehingga kecerdasan dan kesadaran akan menghasilkan hal-hal buruk bagi kehidupan.

Pikiran yang terang dan positif harus selalu terhubung dengan kecerdasan dan kesadaran kita. Kecerdasan kita memiliki kemampuan untuk memilih yang terbaik, berkoordinasi dengan panca indera dan memberi tahu suara hati untuk mengambil keputusan terbaik. Kesadaran kita selalu menciptakan situasi atau adegan yang membuat kita bahagia, damai, dan bersyukur dengan semua hal dalam hidup kita. Semua ini terwujud jika pikiran selalu kita rawat dalam energi positif dan menumbuhkannya dalam terang. Pikiran sangat menentukan jalan hidup kita. Pikiran yang terang dan positif mampu memberikan arah baik saat kita dalam keraguan dan persimpangan. Kita juga harus tekun dan meningkatkan disiplin untuk merawat pikiran sadar dan pikiran alam bawah sadar. Keduanya memiliki kemampuan memanfaatkan panca indera untuk mendapatkan informasi dari luar diri. Pikiran sadar masih mampu kita kendalikan, tetapi pikiran alam bawah sadar tidak mungkin kita kendalikan. Jadi, tantangan terbesar kita ada pada ketidakmampuan kita untuk menguasai alam bawah sadar. Oleh karena itu, secara sadar, setiap hari tanamkan nilai-nilai dan keyakinan positif ke alam bawah sadar, sehingga memori alam bawah sadar kita terisi oleh energi positif.

Membawa pikiran ke dalam terang membutuhkan latihan dan disiplin yang tinggi. Pikiran harus dilatih secara terus-menerus untuk menghasilkan reaksi spontan yang positif terhadap segala sesuatu. Dimulai dengan ketertarikan yang intens terhadap kebaikan, kejujuran, keaslian, keikhlasan, dan integritas. Membuat hati dan pikiran terikat kepada hal-hal bijak dan positif. Tidak mementingkan diri sendiri. Membangun kebiasaan-kebiasaan untuk berkata-kata positif, bersikap dan berperilaku sopan, hanya berbicara tentang hal-hal baik, perbuatan baik yang berulang-ulang secara konsisten, keinginan dan ambisi yang dikendalikan oleh empati dan integritas, serta menjaga pikiran untuk selalu berpikir tentang hal-hal baik. Semua latihan untuk membangun diri yang positif mampu mempengaruhi pikiran untuk keluar dari kegelapan dan memulai hidup dalam terang.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

MENGENDALIKAN DIRI DARI ENERGI NEGATIF MEDIA SOSIAL

“Menumbuhkan batin dengan pikiran-pikiran damai, indah, positif, dan merasakan semua hal yang kita lakukan pada hari ini adalah kesenangan.”~Djajendra 

Kita tidak hidup sendirian dalam dunia ini. Ada ratusan juta orang dengan beragam pola pikir, perilaku, sikap, dan realitas yang mengisi kehidupan di bumi ini. Jika kita tidak mampu menjadi diri sendiri yang menjalani kehidupan dari dalam diri, maka setiap hari kenyataan dari luar diri akan mengatur hidup kita. Kita harus sadar bahwa kemampuan kita terbatas, tidak cukup untuk memahami pemikiran dan perilaku dari ratusan juta orang tersebut. Kita tidak mengetahui semua hal, jangan mencoba mencari tahu semua hal. Sebab, waktu kita akan hilang untuk hal-hal yang tidak membangun kehidupan pribadi kita. Jadi, ketika berita-berita tidak benar dari luar diri memasuki pikiran, maka saat itu juga kita harus menghentikannya dan menggantikannya dengan prasangka baik. Pikiran positif dan prasangka baik mampu menjaga kedamaian hidup kita. 

Sekarang ini zaman media sosial, orang-orang menggunakan media sosial untuk menyatakan pendapat dan mengekspresikan diri. Banyak yang memberikan hal-hal baik untuk hidup kita, tetapi banyak juga yang menyebarkan hal-hal yang berpotensi mengganggu kedamaian hidup kita. Jika kita terpengaruh oleh pendapat-pendapat negatif dari media sosial, maka kekacauan akan memasuki hidup kita. Berita-berita tidak benar, berita-berita yang mengadu domba, berita-berita provokasi, berita-berita yang memiliki niat mengacaukan kedamaian dan ketenangan hidup, adalah sumber kekacauan yang menghilangkan rasa damai kita. Kita harus menjaga diri kita dengan sebaik mungkin, agar energi negatif dari berita atau informasi yang disampaikan tidak mengganggu kedamaian hidup kita. 

Kita semua memiliki kemampuan untuk menikmati kehidupan yang damai, indah, sejahtera, dan bahagia. Ini adalah hadiah terbesar yang ditawarkan Tuhan bagi kita semua. Tuhan maha penyayang dan selalu menginginkan kita berada di jalan yang lurus. Sebab, di jalan yang lurus itulah kita mendapatkan semua kenikmatan hidup. Jalan lurus hanya ada di dalam pikiran positif dan kemampuan untuk menjalani hidup dari keaslian diri sendiri. Oleh karena itu, tingkatkan kualitas prasangka baik dan lihatlah semua peristiwa di luar diri dari persepsi positif. Ambil hikmah atau ilmu dan pemahaman dari semua peristiwa dan situasi di luar diri. Jangan menilai dan menghakimi apa pun di dalam hidup. Belajarlah dari semua situasi, berita, informasi, dan keadaan untuk mendapatkan hikmah. 

Setiap akhir hari, belajarlah untuk mengalihkan pikiran dari semua hal yang bersumber dari luar diri. Miliki waktu untuk membawa pikiran ke dalam diri sendiri menuju kedamaian dan keheningan batin. Temukan kebajikan, keindahan, kebahagiaan, dan kedamaian abadi di kedalaman diri. Jangan membawa beban apa pun ke dalam diri yang paling dalam. Hilangkan semua hal dari luar diri yang menciptakan beban di pikiran dan emosi. Menumbuhkan batin dengan pikiran-pikiran damai, indah, positif, dan merasakan semua hal yang kita lakukan pada hari ini adalah kesenangan. Menumbuhkan kegembiraan di kedalaman hati, kemudian dengan ketenangan pikiran, hilangkan semua situasi kacau yang mungkin masih tersisa di dalam hati, serta tawarkan penghiburan kepada pikiran yang masih membawa masalah dan persoalan hidup. Damai itu indah, pikiran positif dan prasangka baik menjadikan hidup kita damai. 

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

PIKIRAN TIDAK PERNAH MATI, IA ABADI, IA BERAKUMULASI

“Pemikiran membentuk peradaban dengan cara mengumpulkan semua pikiran, dari awal kehidupan sampai pada hari ini, dan terus berlanjut tanpa batas waktu.”~Djajendra

Ketika seseorang meninggal dunia, pemikirannya tidak meninggalkan dunia. Pemikirannya selalu abadi, tidak pernah hilang, berakumulasi ke dalam sumber pemikiran yang lebih luas. Pemikirannya berlanjut melalui orang-orang terdekat, orang-orang yang mengenalnya dengan baik. Jadi, pikiran memiliki kehidupan yang abadi walau orang yang memiliki pikiran itu tidak abadi.

Jika kita tidak menemukan diri sejati kita, kita tidak akan mampu menciptakan pikiran, kita hanya mampu mengumpulkan pikiran dari luar diri kita dan membentuk pemikiran untuk kehidupan kita. Pikiran dari luar diri dikumpulkan melalui membaca, mendengar, merasakan, melihat, menyentuh, dan semua aktivitas indera kita terhadap dunia di luar diri kita.

Setiap hari, setiap orang menyebarkan pikiran yang sudah dikumpulkan melalui indera kepada orang-orang di sekitar dirinya. Sifat pikiran adalah keluar masuk dari satu kepala ke kepala yang lain. Hal ini berlangsung terus menerus sambil mempengaruhi dan menciptakan pola pemikiran seseorang. Semua pikiran kita bukan milik kita, tetapi bersumber dari luar diri kita oleh kemampuan indera dan intuisi kita.

Jika kita sadar bahwa semua pemikiran kita adalah hasil yang sudah kita kumpulkan dari luar diri kita, maka kecerdasan kita mampu membuat pilihan untuk tidak sembarangan mengumpulkan segala macam pikiran ke dalam diri sendiri. Kesadaran kita tidak mungkin membiarkan diri kita menjadi tong sampah untuk menerima segala macam pikiran negatif. Kesadaran kita memiliki kecerdasan untuk membuang semua pikiran yang tidak diperlukan bagi kebahagiaan dan kedamaian hidup kita. Kesadaran kita menjadi lebih berhati-hati agar pikiran-pikiran yang merusak kebaikan hidup dijauhkan dari realitas kita.

Pikiran memiliki kekuatan dan kehidupan yang tidak mudah kita kendalikan. Pikiran memiliki hidupnya sendiri di luar diri kita dan membentuk kekuatan untuk mengatur kehidupan. Di luar diri kita, di luar kemampuan kita, pikiran memiliki kekuatan yang sangat besar untuk membuat kita semua tunduk dan mengikutinya dalam kehidupan sosial. Kekuatan pikiran di luar diri kita membentuk realitas kehidupan sosial untuk kita ikuti. Pikiran membuat kita mampu terhubung dan berhubungan dengan kehidupan di luar diri kita. Semua pemikiran saat ini bersumber dari ratusan milyar pikiran sejak kehidupan ini ada. Semua yang kita hasilkan dari ide, kreativitas, dan inovasi menjadi peradaban kehidupan hari ini bersumber dari pikiran-pikiran yang berakumulasi sejak awal kehidupan.

Kita perlu menjadi diri sendiri agar kekuatan pikiran dari luar diri kita tidak mempermainkan hidup kita. Setiap pikiran yang kita kumpulkan dari luar diri harus kita rasakan melalui pengalaman nyata. Suara hati kita harus mampu merasakan pikiran-pikiran seperti apa yang pantas berakumulasi dan membentuk pemikiran kita. Pola pemikiran kita harus bersumber dari integritas dan kualitas empati dari ke kedalaman jiwa kita. Jadi, kita tidak lagi seratus persen meminjam pemikiran dari luar diri kita, tetapi jiwa terdalam kita mampu memilih pikiran-pikiran yang sesuai untuk kebutuhan hidupnya.

Ketika jiwa terdalam memimpin pikiran dan kecerdasan bagi kehidupannya, maka keindahan dan kebaikan yang terdapat dalam setiap pemikiran dapat ditemukan dengan mudah. Kita akan mampu berpikir dari keaslian jiwa kita. Kita mampu menjadi diri sendiri yang memiliki cahaya untuk melihat hal-hal indah dari pemikiran yang paling gelap. Pada akhirnya, kita dapat membentuk pola pikir dari kekuatan potensi dan bakat yang ada di kedalaman jiwa kita.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

MENGURANGI PRODUKSI PIKIRAN NEGATIF DI DALAM DIRI

“Agar terbebas dari pikiran negatif, kita harus membiasakan diri hidup dalam pikiran positif.”~Djajendra

Pikiran negatif sudah ada dalam diri setiap orang. Jika kita tidak berusaha keras untuk menguatkan pikiran positif dalam diri, maka pikiran negatif berpotensi menempati sebagian besar pemikiran kita. Proses berpikir kita berada dalam sistem dualitas, yaitu: proses berpikir positif dan proses berpikir negatif. Keduanya menempati diri kita, dan keduanya memiliki strategi untuk mengatur hidup kita.

Pada umumnya, kita harus berjuang untuk mendapatkan keselamatan dan kebutuhan hidup. Perjuangan kita selalu melewati sistem dualitas. Jika dalam perjuangan, kita kehilangan kepercayaan diri dan terlalu menggantungkan hidup kepada orang lain; maka, produksi pikiran negatif dalam diri akan meningkat dan menciptakan tekanan hidup yang tinggi. Apa lagi jika ada perasaan takut menghadapi masa depan, maka hal ini akan menguatkan beban pikiran negatif, sehingga hidup kita dirugikan oleh energi negatif di dalam diri sendiri.  

Cara mengurangi produksi pikiran negatif adalah dengan menerima dan tidak memusuhinya. Keberadaan pikiran negatif harus kita hormati dan hargai. Tidak boleh kita fokus untuk menghilangkan pikiran negatif. Tidak boleh ada perjuangan dan kerja keras yang hebat untuk menghilangkan pikiran negatif. Jika pikiran negatif dilawan dan ingin disingkirkan untuk selamanya, maka pikiran negatif bangkit lebih kuat lagi dan membentuk kemampuan untuk bertahan hidup dalam diri kita.

Cara menghentikan produksi pikiran negatif di dalam diri adalah dengan membangun kehidupan sukacita. Setiap momen harus ada upaya terus-menerus menumbuhkan suasana hati yang bahagia dan damai; setiap momen harus ada upaya terus-menerus untuk menikmati ketenangan pikiran. Kita harus memiliki ketekunan, kesadaran, dan disiplin yang tinggi untuk menjaga suasana hati dan pikiran dalam momen bahagia. Ini adalah cara yang paling benar untuk menghentikan produksi pikiran negatif di dalam diri. Intinya, agar kita terbebas dari pikiran negatif, kita harus membiasakan diri untuk hidup dalam pikiran positif.

Pikiran positif hanya dimiliki oleh orang-orang terkuat dalam mengarungi lautan kehidupan. Orang-orang terkuat ini jumlahnya sangat sedikit, sehingga tidak mampu mempengaruhi kehidupan sosial yang luas. Realitas kehidupan sosial dikuasai oleh pemikiran negatif. Ketakutan, kekurangan, kemarahan, iri hati, sedih, takut kehilangan, merasa dicurangi, merasa diperlakukan tidak adil, dan berbagai macam energi negatif yang diproduksi oleh pikiran negatif telah menguasai kehidupan sosial. Kondisi ini menciptakan kehidupan di bumi yang rendah rasa syukur dan perilaku yang kurang mampu menikmati indahnya kehidupan ini. Pikiran negatif yang kuat di dalam diri menjadikan hidup kita penuh penderitaan dan kekurangan untuk selamanya. Pikiran negatif mengarah pada pola hidup yang selalu menuntut dan tidak memiliki kemampuan untuk menentukan nasib sendiri.

Ketidakberdayaan kita terhadap pikiran negatif akan mendorong ego memaksa jiwa hidup dalam kegelisahan dan ketakutan. Setiap pikiran negatif menciptakan beban hidup yang membuat hidup kita stres dan kehilangan rasa damai di hati. Ketenangan pikiran muncul ketika kita terlatih untuk fokus pada satu pemikiran positif untuk waktu yang lama. Jika secara tekun dan penuh disiplin kita berlatih untuk hanya melihat hal-hal terindah dari hidup kita, maka produksi pikiran negatif akan terhenti dan produksi pikiran positif meningkat secara terus-menerus untuk menguasai jalan pemikiran kita.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

KESUKSESAN DAN KEGAGALAN HANYA BERSIFAT SEMENTARA

“Ketika kita ikhlas dengan kegagalan, maka kegagalan tidak akan menyakiti kita. Ketika kita rendah hati dengan kesuksesan, maka kesuksesan tidak akan membuat kita lupa diri.”~Djajendra

Perjuangan dan kerja keras menghasilkan realitas yang harus kita terima dengan rendah hati. Tugas kita adalah berjuang sampai titik energi terakhir, tetapi kesadaran kita harus mau menerima takdir atau keputusan akhir dari perjuangan tersebut. Jika kita sudah berupaya dengan sangat fokus untuk menuju hasil terbaik, tetapi hasil terbaik itu belum kita dapatkan, maka kita harus menerimanya sebagaimana adanya. Kita tidak bisa melakukan apa-apa terhadap realitas yang hadir. Sikap kita yang tenang, percaya diri, dan mau menerima apa pun realitas yang hadir akan menguatkan perjuangan kita.

Ketika semua hal-hal baik hadir di sepanjang perjuangan dan kerja keras kita, jangan tinggi hati, perlihatkan kerendahan hati dan semakin sadar untuk membangun pondasi bagi masa depan. Kesuksesan dan kegagalan efeknya hanya sementara. Tidak perlu bersikap berlebihan terhadap hal-hal yang bersifat sementara. Intinya, ketika mengalami kegagalan dan kesulitan tidak perlu mengeluh atau merasa kesakitan. Sebaliknya, ketika sedang mengalami kesenangan atau keberuntungan tidak perlu merasa hebat. Sebab, keberuntungan dan kegagalan tersebut bersifat sementara. Kehidupan akan terus berputar dan kita pun harus mengalami hal-hal baru, yang mungkin menyenangkan dan juga mungkin tidak menyenangkan. Begitulah cerita hidup semua orang, setiap saat harus bersedia mengalami senang dan sulit, setiap saat harus bersedia mengalami keberuntungan dan kerugian. Dan, semua itu hanya bersifat sementara.

Jika kita sudah menemukan kesadaran tertinggi, maka kita akan mendapatkan pengetahuan bahwa semua hal yang terjadi dalam hidup kita merupakan kehendak Tuhan. Menggantungkan hidup sepenuhnya kepada Tuhan adalah kebijaksanaan tertinggi. Hal ini bukan berarti kita duduk dan menunggu kehendak Tuhan itu datang untuk kita. Kita tetap harus bekerja keras dan berjuang dengan totalitas, melalui etos terbaik kita dalam segala sesuatu yang kita lakukan. Kita harus aktif dan energik untuk mencapai tujuan dan hasil terbaik dalam hal apa pun yang kita lakukan. Mungkin kita harus mencapai kesuksesan setelah menghadapi kesulitan besar. Mungkin juga kita harus melalui proses yang tidak pasti, menghadapi kesulitan yang tidak kita pahami, dan kemudian baru menemukan jalan menuju pencapaian.  

Ketika kita mampu menerima kegagalan dan kesuksesan sebagai pengalaman yang indah, maka ikatan duniawi kita akan berkurang, sehingga dalam situasi gagal dan sukses, kita mampu merasakan kebahagiaan sejati. Kesadaran kita bahwa tidak ada yang permanen, dan tidak ada hal yang tidak dapat diubah, menjadikan kita selalu termotivasi untuk bangkit kembali dengan lebih kuat.

Tidak ada faktor dari luar diri kita yang menentukan hidup kita. Kita hanya mampu tumbuh dari dalam dan memancarkan kebaikan ke luar diri kita. Kesuksesan dan kegagalan kita disebabkan dari dalam diri kita, bukan dari luar diri kita. Ketika kita tampil kuat dari dalam diri, segala pertolongan dan bantuan akan hadir untuk membimbing jalan hidup kita. Diri kita adalah penguasa jalan hidup kita. Diri kita adalah penguasa nasib kita sendiri, sehingga kita harus berkonsentrasi penuh untuk membangun semua kebutuhan dan keinginan dari dalam diri kita sendiri.

Semua persoalan dalam hidup dapat dibebaskan melalui pengetahuan dan kebijaksanaan. Pengetahuan yang benar akan memberikan sikap dan perilaku yang benar untuk bertindak. Setiap orang adalah jiwa yang unik, berbeda, dan memiliki kemampuan untuk bertindak dengan kreatif. Jika kita tetap di dalam diri kita, berpikir untuk meningkatkan kualitas diri kita sendiri, serta tidak mengurusi diri orang lain; maka, kita mampu menemukan bakat dan potensi terbaik kita untuk dipersembahkan bagi kehidupan. Hidup kita adalah ilmu pengetahuan dalam ketenangan dan kedamaian yang mengalir menciptakan realitas. Semua keputusan haruslah dipikirkan dengan baik, semua komunikasi haruslah jelas dan tepat, semua sikap dan perilaku haruslah etis dalam aliran tanggung jawab.  

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

Older posts

© 2019 MOTIVASI DJAJENDRA

Theme by Anders NorenUp ↑