MOTIVASI DJAJENDRA

Leadership Organization Business Personal Interpersonal Entrepreneurs and Employed Professionals

Category: Mind Management (page 1 of 14)

Manajemen Pikiran

PIKIRAN BUKAN TONG SAMPAH

“Pikiran positif tidak pergi mencari kebahagiaan, tetapi kebahagiaan selalu datang ke pikiran positif. Jangan membiarkan siapa pun memasukkan kata-kata negatif ke pikiran Anda.”~Djajendra

Tidak perlu menyimpan sampah dalam pikiran. Maksud sampah di sini adalah hal-hal yang tidak berguna bagi kebahagiaan hidup. Pikiran adalah alat untuk menemukan pengetahuan dan meningkatkan kecerdasan agar kita dapat menjalani hidup dengan bahagia. Jangan membiarkan siapa pun mengirimkan sesuatu yang tidak berguna ke dalam pikiran. Jangan menyia-nyiakan pikiran dengan menjadikannya untuk menampung segala sesuatu yang tidak diperlukan. Bersihkan pikiran dari hal-hal yang membuat hidup tidak damai. Hidup ini singkat dan hanya untuk satu kali, sehingga sangat sayang jika dihabiskan untuk hal-hal yang tidak damai.

Setiap orang memiliki persepsi dan kebenaran sendiri tentang hidup ini. Tidak perlu memperdebatkan persepsi dan kebenaran yang diyakini oleh orang lain. Ketika kita memasukkan hal-hal yang bertentangan ke pikiran, maka hidup menjadi tidak damai. Jika membiarkan hidup kita dipengaruhi oleh sikap dan perilaku orang lain, maka kita tidak pernah menjadi diri sendiri untuk menemukan hidup yang diinginkan. Intinya, fokuskan perhatian untuk menemukan diri sejati, tidak perlu terpengaruh dengan orang lain, jadilah diri sendiri yang mampu menentukan kebahagiaan.

Boleh mendengarkan siapa pun, tetapi tidak perlu menyimpan hal-hal yang tidak berguna di dalam pikiran. Dalam kehidupan sosial setiap orang selalu ingin memasukkan sesuatu ke dalam diri kita, yang bisa kita lakukan adalah meningkatkan kesadaran untuk tidak menyimpan energi negatif di dalam diri. Kita harus membiasakan diri untuk tidak mengambil energi negatif dari orang lain. Energi negatif tersebut bisa dalam bentuk kata-kata, ucapan, tulisan, perilaku, sikap, keyakinan, karakter, kebiasaan, dan bahasa tubuh. Jika energi negatif ini berakumulasi secara kuat ke dalam pikiran, maka hidup kita akan mendapatkan stres yang tinggi. Oleh karena itu, harus mampu menjaga kualitas pemikiran. Jika ada pemikiran negatif mempengaruhi kita, maka segera hentikan dan fokuskan diri pada pemikiran positif.

Ketika pikiran sudah menjadi tempat yang menampung hal-hal terindah, bukan lagi sebagai tong sampah yang menampung hal-hal yang kotor, maka hidup menjadi bahagia dan penuh energi positif. Pikiran yang indah dan bersih memancarkan kebahagiaan dan kedamaian ke sekitarnya. Semua kebaikan dan keindahan pasti datang untuk menyatu ke dalam pikiran yang indah dan baik. Kebahagiaan hanya datang ke pikiran yang memiliki keindahan dan kebaikan tanpa batas.

Untuk mengundang MOTIVATOR hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

MEMBANGUN FISIK, EMOSIONAL, DAN MENTAL YANG BERKUALITAS

“Jadilah pribadi yang tumbuh dan menikmati kesejahteraan di semua situasi dan peristiwa hidup.”~Djajendra

Kita harus jujur bahwa kita sangat membutuhkan fisik, emosional, dan mental dalam kondisi terbaik di setiap situasi kehidupan. Ketika kondisi fisik, mental, dan emosional dalam kondisi terbaik; maka kita mampu menggunakan ruang, waktu, dan materi untuk kesejahteraan dan kebahagiaan hidup. Jadi, harta terpenting dalam hidup adalah fisik yang terbaik, mental dalam keadaan tenang dan cerdas, serta emosional yang selalu menggetarkan energi cinta dan kebaikan.

Setiap saat kita perlu menjaga suara hati mengeluarkan kata-kata positif yang kuat dengan energi untuk mengoptimalkan potensi kita. Keberadaan kita untuk bahagia. Untuk itu, kita perlu meningkatkan kesadaran agar apa pun yang kita lakukan mampu menciptakan kebahagiaan bagi hidup. Doa-doa kita harus fokus untuk membahagiakan hidup kita. Kata-kata dan ucapan kita haruslah fokus untuk membahagiakan hidup kita. Sikap dan perilaku kita harus fokus untuk membahagiakan kita. Kita secara sadar harus mampu membentuk diri kita untuk menjadi sumber kebahagiaan bagi diri kita dan orang lain.

Setiap hari hidup kita akan menggunakan fisik, mental, dan emosional sebagai alat untuk melakukan apa pun. Semua pikiran, tindakan, dan perasaan harus diarahkan oleh diri kita untuk menguatkan mental, fisik, dan emosional kita. Dalam hal ini, diperlukan kesadaran dan kerendahan hati untuk mengikuti segala sesuatu tanpa mengabaikan realitas fisik, mental, dan emosional kita. Kita harus memiliki kekuatan untuk menerima hasil yang tidak sesuai dengan harapan. Kita harus memiliki keikhlasan untuk menerima apa pun yang terjadi. Intinya, jangan pernah meninggalkan doa dan kata-kata baik untuk menerima hasil apa pun. Tugas manusia adalah berusaha dengan sebaik mungkin, dan menerima hasil apa pun dengan sikap rendah hati.

Ketika sedang menghadapi kesulitan jangan membebankan pada fisik, emosional, dan mental. Kita semua tahu bahwa saat situasi yang sangat pedih dan sulit menerpa kita, maka tidak mudah untuk menyederhanakannya. Oleh karena itu, kita mengenal kata ikhlas, yang berarti kita mau lebih bersabar dan tabah menghadapi kesulitan tersebut. Jelas, sangat mudah untuk berada dalam perasaan khawatir, takut, marah, dan frustasi. Persoalannya, semua energi negatif tersebut tidak akan pernah memberikan solusi apa pun. Semua energi negatif tersebut hanya akan merusak kekuatan fisik, mental, dan emosional kita. Dan, hal ini akan membuat diri kita semakin lemah dan tak berdaya untuk menghadapi kehidupan yang kita jalani. Oleh karena itu, walaupun situasi tidak menguntungkan kita dan tidak bersahabat dengan kita, maka tumbuhkan sudut pandang untuk melihat hal-hal terbaik yang sedang kita miliki. Tampilkan sikap dan perilaku melalui kerendahan hati untuk melayani kehidupan dengan cinta dan kebaikan. Intinya, dalam situasi pedih dan sulit, jadilah energi positif yang hebat bagi diri sendiri dan orang lain. Untuk mengundang MOTIVATOR hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

MENGUATKAN KEBIASAAN POSITIF

“Kebiasaan positif dihasilkan dari kesadaran untuk memiliki kehidupan yang indah, bahagia, sehat, sejahtera, berprestasi, dan menjauh dari energi negatif.”~Djajendra

Kebiasaan hidup adalah pilihan. Kita bisa memilih menjadi tenang, sabar, peduli, berani, terkendali, mencintai, melayani, ikhlas, rajin, disiplin, bertanggung jawab, bahagia, bersyukur, dan pilihan-pilihan lain yang bersumber dari energi positif. Kebiasaan positif membawa hidup kita menjadi lebih berkualitas untuk menikmati kebahagiaan dan kesejahteraan. Sebaliknya, kebiasaan negatif akan menyesatkan jalan hidup kita dan membawa kita ke dalam penderitaan. Intinya, hidup itu pilihan, kita boleh memilih hidup dengan kebiasaan-kebiasaan positif atau dengan kebiasaan-kebiasaan negatif. Semuanya tergantung kepada diri kita masing-masing. Dan, kita harus sadar saat menerima hasil dari pilihan yang kita buat, sehingga kita tidak menyalahkan siapa pun atau apa pun dalam kehidupan yang kita jalani.

Memilih kebiasaan hidup negatif, seperti: ketakutan, kekhawatiran, keraguan, kebencian, kemarahan, kecemburuan, keserakahan, iri hati, dengki, merasa paling benar, merasa paling baik, dan kebiasaan-kebiasaan lain yang bersumber dari energi negatif akan menjadikan hidup kita sia-sia dalam penderitaan. Jangan bermimpi hidup bahagia dan sejahtera jika di dalam hati dan pikiran masih banyak energi negatif. Jangan bermimpi hidup bahagia dan sejahtera jika dalam perilaku dan sikap masih banyak kebiasaan-kebiasaan negatif. Semua perasaan dan pikiran negatif menjadikan kita tidak berdaya dan kehilangan akal sehat untuk menemukan hidup yang kita inginkan.

Tidak mudah untuk menghilangkan kebiasaan-kebiasaan negatif di dalam diri kita. Tetapi, jika kita memiliki niat dan disiplin yang sangat serius untuk menghilangkan kebiasaan-kebiasaan negatif tersebut, maka kita akan mendapatkan kekuatan untuk meminimalkannya. Saat kebiasaan-kebiasaan negatif melemah di dalam diri kita, diri kita akan dikuatkan dengan energi positif untuk menciptakan kebiasaan dan keyakinan positif. Dengan semakin kuatnya kebiasaan-kebiasaan positif di dalam diri kita, maka energi positif semakin mengisi perilaku kehidupan kita, sehingga kita mampu memahami arti hidup dengan bijaksana. Energi positif akan menjadi fondasi untuk membangun karakter dan kepribadian yang membuat kita mampu melayani kehidupan dengan kebaikan, kepedulian, kasih sayang, cinta, perhatian, kerendahan hati, dan kebijaksanaan.

Menguatkan kebiasaan positif berarti setiap saat kita harus lebih fokus terhadap rasa syukur, keindahan, kebaikan, kebahagiaan, kebugaran, pencapaian terbaik, keikhlasan, kesabaran, ketenangan, dan sayang kepada diri sendiri. Intinya, kita harus mencintai diri kita dan tidak membiarkannya menderita oleh energi negatif. Kebiasaan-kebiasaan positif dihasilkan dari kesadaran untuk memiliki kehidupan yang indah, bahagia, sehat, sejahtera, dan berprestasi. Jika energi positif sudah sangat kuat di dalam diri, maka semua energi negatif akan pergi dan takut kembali. Ketakutan, kemarahan, kebencian, kekhawatiran, kemalasan, kebohongan, dan kebingungan akan pergi karena tidak mampu menghadapi kekuatan cinta, kepedulian, keikhlasan, kesabaran, ketabahan, rasa syukur, dan energi positif lainnya.

Kebiasaan positif adalah alat untuk menjadikan diri kita lebih berharga dan berguna bagi diri sendiri dan orang lain. Ini seperti mengubah imitasi menjadi emas murni. Energi positif menjadikan diri kita selalu jujur kepada diri sendiri dan memiliki kemampuan yang luar biasa untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Daya tahan diri yang semakin kuat dan pemikiran yang semakin bijaksana akan menjadikan kita hebat dalam rutinitas. Semakin hari kita semakin kuat untuk mengalahkan semua tantangan. Semakin hari kita semakin kuat untuk menciptakan kinerja terbaik. Semua kebiasaan buruk adalah tanda kita gagal memahami hidup dan akang merugikan diri sendiri. Lakukan perubahan untuk membebaskan diri dari cengkeraman energi negatif. Tinggalkan energi negatif dan kejarlah energi positif untuk memperkaya hidup kita di dalam pangkuan kebahagiaan dan keindahan.

Untuk mengundang MOTIVATOR hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

MEMILIKI NIAT YANG KUAT DAN MENGGUNAKAN WAKTU DENGAN PRODUKTIF UNTUK MEWUJUDKAN NIAT

“Gunakan waktu untuk mencicil hal-hal kecil dari NIAT dan mimpi besar yang ingin Anda wujudkan.”~Djajendra

Waktu kita terbatas, tetapi hal-hal yang harus kita kerjakan untuk mencapai kesejahteraan hidup sangat banyak. Hilangkan sifat malas dari kehidupan dan gunakan setiap detik waktu secara produktif untuk membangun kehidupan yang lebih baik. Membangun kehidupan yang lebih baik itu dimulai pada hari ini, momen ini, detik ini. Tidak perlu membuang waktu untuk memikirkan masa lalu atau masa depan. Waktu yang dihabiskan dalam angan-angan adalah waktu yang terbuang dari kehidupan. Para pemenang selalu fokus pada momen ini dan mengambil tindakan pada apa yang dapat dicapai sekarang. Pemenang tidak akan tidur dalam angan-angan atau mimpi indah, pemenang hidup sehari-hari dalam serangkaian kegiatan untuk mencapai tujuan hidupnya. Waktu harus terpakai di dalam fokus dan disiplin untuk menghasilkan sesuatu bagi kesejahteraan diri sendiri dan orang lain.

Gunakan waktu untuk mencicil hal-hal kecil dari mimpi besar yang ingin Anda wujudkan. Pencapaian besar membutuhkan waktu, kesabaran, dan pengorbanan. Tenangkan diri dan gunakan waktu untuk melakukan apa pun yang memajukan Anda, seperti: manajemen diri sendiri, peningkatan karir, olahraga dan kebugaran, kedamaian hati, pengenalan diri sendiri, membaca, menulis, kegiatan sosial, kegiatan keluarga, doa, ibadah, wisata, hobi, dan hal-hal lain yang sifatnya meningkatkan kualitas hidup. Nikmati semua kegiatan dengan kegembiraan. Rasakan semua kegiatan tersebut memberi Anda kekuatan dan semangat hidup yang tinggi. Tingkatkan fokus dan kepedulian pada semua kegiatan tersebut. Nikmati hari-hari Anda untuk kehidupan yang penuh gairah di dalam semangat hidup yang tinggi.

Anda dapat memanfaatkan waktu secara efektif dan efisien, jika Anda cerdas mengelola situasi dan emosi. Kemampuan untuk mengontrol diri dari hal-hal di luar diri akan membantu Anda untuk fokus pada penyelesaian tugas dan prioritas. Ketika Anda sudah terbiasa mengelola situasi, emosi, nafsu, dan ambisi; maka, Anda mampu menggunakan waktu untuk mewujudkan niat Anda; Anda mampu menggunakan waktu untuk peduli dan memberi perhatian penuh pada hal-hal yang Anda tekuni; Anda mampu terlibat dalam tindakan sehari-hari untuk mengambil langkah maju terhadap tugas dan tanggung jawab Anda. Jadilah pribadi yang sudah memiliki karakter untuk menjaga perhatian dan kepedulian pada niat Anda. Niat yang dilengkapi dengan semangat, motivasi, dan tindakan yang tepat akan mendorong Anda untuk mewujudkannya. Intinya, gunakan waktu dengan cerdas dan tingkatkan perilaku produktif untuk mencapai mimpi-mimpi Anda yang hebat.

Miliki niat yang kuat dan gunakan waktu untuk hal-hal produktif sesuai niat Anda. Niat adalah kekuatan tulus yang bersumber dari dalam diri sejati. Apa pun yang ingin Anda lakukan mulailah dengan niat yang kuat untuk mewujudkannya. Niat tersebut dapat Anda rinci dalam tindakan-tindakan kecil agar dapat bergerak dalam proses. Manfaatkan waktu dengan disiplin dan tanggung jawab untuk membawa niat ke dalam tujuan hidup Anda. Kuatkan niat dan bekerjalah dengan produktif agar niat Anda tersebut segera terwujud. Rasakan bahwa niat Anda menambah semangat dan motivasi Anda untuk mencapai tujuan. Tingkatkan kepercayaan diri bersama kekuatan niat Anda, dan lakukan semua hal dengan etos terbaik yang mampu memberikan kinerja tinggi di setiap aspek yang Anda kerjakan.

Niat yang dipecah menjadi bagian-bagian kecil untuk dikerjakan melalui tindakan harian, akan terakumulasi dan mewujudkan niat tersebut secara utuh. Gunakan waktu secara efektif untuk mengerjakan niat melalui proses yang kuat. Niat yang cerdas menggunakan waktu secara produktif akan mampu menjadikan setiap tindakan berkualitas dan unggul. Niat yang kuat menjadikan Anda yakin dengan apa yang Anda lakukan, sehingga pencapaian prestasi terbaik dapat segera diwujudkan.

Untuk mengundang MOTIVATOR hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

TIDAK PERLU MEMIKUL BEBAN HIDUP YANG TERLALU BERAT

“Kita hadir ke dunia untuk belajar dan mendapatkan pengalaman, bukan untuk memiliki dan mengumpulkan barang-barang.”~Djajendra

Beban hidup kita adalah keputusan dan pilihan kita sendiri. Bila kita ingin memiliki banyak hal dalam hidup, maka kita akan memikul beban yang cukup berat atas semua yang kita miliki. Membawa terlalu banyak hal-hal dalam hidup sebenarnya merugikan diri sendiri, tetapi keinginan dan nafsu yang bersatu dalam obsesi menjadikan kita siap memikul beban hidup. Di samping itu, beban hidup yang berat menghilangkan kekuatan kita, dan berpotensi membuat kita menyerah pada titik tertentu, sehingga kita terjebak dalam sebuah keadaan dan tidak mampu melanjutkan perjalanan hidup.

Beban hidup yang berat menjadikan kita tidak punya waktu untuk menjalani tujuan hidup yang sebenarnya. Tujuan hidup kita yang sebenarnya adalah untuk bersyukur atas semua kebaikan Tuhan dan menyadari bahwa tidak ada sesuatu apa pun yang kita miliki. Perasaan memiliki adalah tanda bahwa kita tidak jujur kepada diri sendiri. Kita semua dari tidak ada, menjadi ada, kemudian menjadi tidak ada lagi. Intinya, kita lahir untuk sebuah perjalanan yang penuh dengan pengalaman suka dan duka dari kehidupan, lalu kita pun pasti menghilang untuk selamanya dari kehidupan. Jadi, apa perlu memikul beban yang terlalu berat untuk sebuah perjalanan yang sifatnya hanya melintas dan bukan menetap?

Beban hidup yang terlalu berat melemahkan mental dan fisik. Ketika fisik dan mental tidak mampu memikul beban kehidupan yang berat, maka stres dan marah akan menguasai hati. Apa lagi jika tanggung jawab semakin meningkat karena bobot beban kehidupan semakin berat, jelas hal ini akan menjadikan kita sulit mendapatkan ketenangan dan kedamaian hidup. Beban hidup yang berat menjadikan kita bekerja terlalu keras, makan berlebihan, kurang olah raga, kurang santai, kurang tenang, kurang tidur, dan pikiran terus-menerus mengalir tanpa kendali. Semua kondisi ini memberi dampak buruk untuk kehidupan yang berkualitas, termasuk menurunkan kualitas kesehatan kita.

Meringankan beban hidup adalah pilihan dari orang-orang yang paling cerdas. Orang yang cerdas sadar bahwa hidup tanpa memiliki iman kepada Tuhan akan mengeringkan sukacita di dalam diri. Jika kita tidak ingat Tuhan setiap detik, maka sukacita di dalam diri akan hilang dan digantikan oleh dukacita. Beban hidup menjadi ringan saat kita yakin bahwa Tuhan dengan cintanya selalu membantu dan melindungi diri kita, sehingga kita tidak perlu takut kehilangan apa pun. Sebab, sesungguhnya kita tidak memiliki apa pun di dunia ini, kita hadir ke dunia untuk belajar dan mendapatkan pengalaman, bukan untuk memiliki dan mengumpulkan barang-barang.

Untuk mengundang MOTIVATOR hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

HARI INI ADALAH HADIAH TERINDAH

“Jika pada momen ini tidak bisa bahagia, jangan bermimpi besok bisa bahagia.”~Djajendra

Momen ini adalah hadiah terindah. Sekarang waktu terbaik yang kita miliki untuk menikmati hidup. Sekarang pengalaman menyenangkan ada bersama kita. Hidup ini indah dan seluruh keindahan itu terjadi pada saat sekarang atau pada momen sekarang. Di setiap momen sangat banyak kebaikan dan karunia yang kita terima dari Tuhan. Semua keadaan adalah hadiah kecil dari Tuhan untuk dijadikan pelajaran dan pengalaman bagi hidup kita. Apa pun peristiwa yang kita hadapi pada momen ini sambutlah dengan pikiran positif. Sambutlah semua realitas dengan prasangka baik sebagai hadiah terindah dari Tuhan.

Menyenangkan dan tidak menyenangkan hanyalah persepsi yang tidak mampu memahami hidup secara keseluruhan. Jika pada momen ini kita mampu bersyukur dan merasakan kegembiraan, maka momen ini akan menjadi titik yang menyambung kita menuju masa depan terbaik. Kita hidup pada momen ini, jangan sia-siakan momen ini dengan kesedihan dari masa lalu maupun ketakutan akan masa depan. Kemampuan kita menguatkan hati dan mental untuk menerima momen ini sebagai hadiah terindah akan menjadi kebiasaan kita di sepanjang hidup. Kita perlu melatih diri untuk membiasakan diri kita bersyukur dan bergembira pada momen ini. Setiap hari adalah keindahan dan keajaiban yang kita terima dari realitas hidup. Bergembiralah dan belajarlah dari hal-hal tak terduga yang penuh kejutan di sepanjang hidup.

Hidup kita mengalir seperti sungai, kita tidak dapat menahan hidup dari aliran realitas. Keinginan kita tidak mampu menahan aliran hidup kita. Mimpi-mimpi kita tidak mampu menahan aliran hidup kita. Aliran hidup kita dikendalikan oleh Tuhan, bukan maunya kita. Jalan hidup kita sudah diatur sama pencipta kita, bukan maunya kita. Jangan menyandarkan hidup pada keinginan, tapi sandarkan hidup untuk memahami kehendak Tuhan. Semua keinginan kita jika tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, maka tidak akan terjadi. Oleh karena itu, dari pada sibuk memikirkan keinginan, lebih baik melakukan hal-hal berkualitas pada momen ini dengan perasaan gembira. Biarkan titik-titik momen terindah menyambung kita menuju masa depan terbaik.

Satu-satunya milik kita yang paling berharga dalam kehidupan ini adalah kegembiraan. Semua momen yang kita jalani, baik yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan, haruslah di dalam kegembiraan. Hanya kegembiraan milik kita yang abadi di sepanjang hidup. Kegembiraan kita adalah kekayaan kita yang sesungguhnya. Masa-masa sulit haruslah disikapi dengan optimis dan mencari solusi dengan perasaan gembira. Setiap masalah adalah pelajaran dan pengalaman untuk ditemukan jalan keluar terbaik. Setiap tantangan bertujuan untuk memicu kreativitas kita agar lebih memaksimalkan potensi kita. Hidup ini indah, kita harus dapat menikmati keindahan ini dengan perasaan gembira.

Pikiran adalah alat yang harus kita gunakan dengan baik. Jika pikiran dibiarkan tanpa kendali, maka pikiran berjalan sesukanya dan akan membawa hidup kita pada kesulitan. Oleh karena itu, tenangkan pikiran dan jaga sepenuhnya agar pikiran tidak bergerak sendiri. Pikiran hanya boleh digunakan melalui kesadaran. Pikiran diarahkan untuk memikirkan hal-hal terindah, sehingga kegembiraan dapat dirasakan. Pikiran harus dibuat menyatu dalam kegembiraan untuk menjalani momen ini, menyerap semua hal baik di dalam momen ini, dan menyatu dengan realitas untuk menemukan hal-hal terbaik bagi hidup kita.

Hidup kita ada pada momen ini. Waktu kita saat ini sangat berharga dan satu-satunya kekayaan yang kita miliki untuk menikmati kebahagiaan. Waktu kita pada momen ini adalah pelajaran dan pengalaman hidup kita. Jangan menghabiskan waktu untuk hal-hal yang membuat hidup kita tidak bahagia. Jangan membuang-buang waktu untuk memikirkan masa lalu dan masa depan yang bukan milik kita. Milik kita hanya momen ini. Milik kita hanya detik ini. Momen ini adalah hadiah terindah dari Tuhan untuk kita, jangan sia-siakan hadiah terindah ini dengan memikirkan yang bukan milik kita. Biarkan momen terindah ini menciptakan langkahnya untuk membawa hidup kita pada momen-momen terindah berikutnya.

Untuk mengundang MOTIVATOR hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

KETIKA TIDAK MAMPU MENGUBAH ORANG LAIN, UBAHLAH DIRI SENDIRI

“Musuh utama kita dalam hidup bukanlah orang lain, tetapi sifat dan nilai-nilai buruk yang  tumbuh di alam bawah sadar kita, sehingga ketika mereka kuat, mereka muncul dari dalam diri untuk mengalahkan hidup kita.”~Djajendra

Hidup ini singkat, tidak perlu disia-siakan dalam drama yang penuh konflik. Sering sekali kita ingin semua situasi dan perilaku orang lain sama seperti yang kita pikirkan. Jika orang lain tidak sesuai dengan harapan dan keinginan kita, maka jalan yang paling mudah adalah menghakimi mereka atau pun menciptakan stigma terhadap mereka. Sifat dan perilaku menghakimi orang lain tidak akan memberikan sukacita kepada diri sendiri. Stres dan penderitaan dalam hidup bersumber dari sifat buruk kita dalam melihat situasi dan orang lain. Ketika kita kehilangan cinta dan kasih sayang di dalam diri, kita telah menciptakan penderitaan bagi diri sendiri. Sifat membenci orang lain sama saja seperti menanam benih penderitaan di dalam diri sendiri, sehingga benih penderitaan itu akan tumbuh membesar untuk mengalahkan diri sendiri. Intinya, musuh utama kita dalam hidup bukanlah orang lain, tetapi sifat dan nilai-nilai buruk yang kita tumbuhkan di alam bawah sadar kita, sehingga ketika mereka kuat, mereka akan muncul dari dalam diri kita untuk mengalahkan hidup kita.

Sifat kita yang sangat mudah memberikan perhatian pada kekurangan akan menarik kita ke dalam drama kehidupan yang merugikan hidup kita. Pikiran yang buruk tidak akan memberikan sukacita, kebahagiaan, kedamaian, ketenangan, dan rasa syukur kepada diri sendiri. Kadang, kita mungkin sudah mencoba berpikir positif, tetapi situasi dan orang-orang di luar diri kita selalu hadir dengan pikiran negatif. Jelas, kita tidak mungkin mampu mengubah realitas orang lain atau mengubah situasi di luar kendali kita. Kita hanya mampu mengubah diri sendiri dengan cara tidak memberikan perhatian kepada sumber negatif yang mencoba menghalangi jalan hidup kita.

Kehidupan bukanlah tempat yang sesuai keinginan kita. Kehidupan bukanlah tempat yang harus menuruti maunya pikiran kita. Kehidupan adalah sebuah keajaiban yang tidak mungkin bisa diprediksi oleh siapa pun. Kehidupan bukanlah jalan lurus yang mudah ditebak oleh siapa pun. Kehidupan bukanlah tempat yang tertib, aman, mudah, nyaman, tertata, dan semuanya sesuai harapan. Kehidupan adalah tempat dimana kita sedang hidup dengan pengalaman dan pembelajaran dari kejutan-kejutan yang dihadirkan oleh kehidupan . Banyak hal tak terduga akan kita hadapi, yang kita perlukan adalah menjadi diri sendiri, kemudian menerima hidup dengan rasa syukur dan terima kasih, lalu mengalir bersama kehidupan yang harus kita hadapi.

Kita semua wajib untuk memiliki impian dan cita-cita, tetapi hidup kita tidak boleh diperbudak oleh impian dan cita-cita kita. Dalam perjalanan hidup, mungkin impian dan cita-cita kita tidak terwujud, tetapi muncul sebuah kehidupan yang lebih indah walaupun itu bukan impian dan cita-cita kita. Dalam hal ini, terimalah apa yang menjadi bagian dari hidup kita dan jalani dengan sukacita, tanpa pernah menyalahkan orang lain atau sebuah situasi. Terimalah hidup yang dimiliki dan cintai dengan sepenuh hati. Jangan merusak keindahan yang sudah diterima dengan keinginan-keinginan yang belum tentu membawa kebaikan bagi hidup kita. Intinya, ketika kita tidak menerima kehidupan yang kita alami pada momen ini, kita akan menderita. Setiap momen haruslah menjadi keindahan dalam rasa syukur. Apa pun yang terjadi, terimalah sebagai pengalaman dan pembelajaran untuk lebih meningkatkan kualitas hidup.

Untuk mengundang MOTIVATOR hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

SAMPAIKAN KABAR BAIK KEPADA DIRI SENDIRI

“Hanya pikiran yang mampu memiliki kesadaran untuk menciptakan sukacita dan menyampaikannya ke seluruh sel diri kita.”~Djajendra

Sampaikan kabar baik kepada diri sendiri. Setiap hari kita perlu kabar baik. Kabar baik dihasilkan dari rasa syukur dan terima kasih atas semua situasi yang kita jalani. Kabar baik dihasilkan dari pikiran positif yang mampu menerjemahkan sebuah peristiwa untuk kegembiraan hidup. Kabar baik karena kemampuan kita untuk menerima kabar buruk dengan ikhlas sebagai pelajaran dan pengalaman menuju masa depan. Kabar baik karena kita mampu mengendalikan diri sendiri, untuk tidak dikendalikan oleh berbagai situasi dan keadaan dari luar diri kita.

Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Kita tidak pernah tahu situasi dan peristiwa seperti apa yang harus kita hadapi di masa depan. Hidup kita sesungguhnya untuk hari ini, untuk momen ini, tetapi pikiran selalu menciptakan realitas tentang masa depan. Semua realitas yang diciptakan pikiran belum tentu sama dengan realitas yang harus kita hadapi. Jadi, kita harus memiliki kepercayaan diri dan kerendahan hati sebagai pengendali atas semua situasi tak terduga yang mungkin harus kita lalui.

Hanya pikiran yang mampu memiliki kesadaran untuk menciptakan sukacita dan menyampaikannya ke seluruh sel diri kita. Oleh karena itu, pikiran harus dilatih dan dibiasakan untuk menghasilkan kabar baik dan menyampaikan kebahagiaan kepada diri sendiri. Semua sel diri kita harus mampu merasakan kabar baik yang disampaikan oleh pikiran. Getaran kabar baik harus kita rasakan sampai ke suara hati terdalam. Pikiran harus betul-betul disiplin dan bertanggung jawab penuh, untuk menyampaikan kabar baik kepada diri sendiri setiap hari. Pikiran tidak boleh berkhianat kepada diri sendiri dengan membuat diri takut, marah, kecewa, sakit hati; sehingga setiap saat hanya kabar buruk yang disampaikan oleh pikiran kepada seluruh sel diri kita. Pikiran yang baik pasti bertanggung jawab untuk menyampaikan kabar baik, sehingga kita setiap saat hidup dalam sukacita.

Kesadaran kita harus memberi perintah kepada pikiran untuk mengubah kegagalan menjadi pelajaran yang membahagiakan hati kita. Kesadaran kita harus memberi perintah kepada pikiran untuk merubah kekecewaan menjadi obat  penyembuhan. Kesadaran kita harus memberi perintah kepada pikiran untuk merubah semua energi negatif dan peristiwa buruk menjadi energi positif dan kabar baik. Kesadaran kita memiliki tugas untuk memeriksa pemikiran dan emosi kita, serta menjaganya untuk menghasilkan kabar baik bagi seluruh sel-sel diri kita.

Pikiran, tubuh, dan jiwa dihubungkan oleh keyakinan kita. Bila keyakinan kita sulit menciptakan kabar baik, maka kesadaran harus mengambil peran besar untuk memperbaiki keyakinan yang tidak baik itu. Selama keyakinan tidak diperbaiki, maka kabar baik tidak akan pernah ada. Keyakinan menciptakan pemikiran, dan pemikiran adalah energi yang kita gunakan untuk menjalani rutinitas kehidupan sehari-hari. Intinya, selama keyakinan kita buruk dan bersumber dari pengetahuan atau pengalaman yang penuh kebencian dan kemarahan, maka kita hanya mampu menyampaikan kabar buruk kepada seluruh sel diri kita. Keyakinan buruk tidak akan mampu menghasilkan kabar baik bagi diri sendiri. Keyakinan buruk tidak akan mampu memberikan kehidupan yang damai dan bahagia untuk diri sendiri.

Untuk mengundang MOTIVATOR hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

KEINGINAN DAN KEBUTUHAN ADA BATASNYA

“Ketika keinginan dan kebutuhan sudah selesai dengan diri sendiri, maka diri bisa naik lebih tinggi lagi untuk menikmati keindahan hidup yang abadi.”~Djajendra

Semakin mampu seseorang memenuhi kebutuhan dan keinginan, semakin naik lagi tuntutan terhadap kebutuhan dan keinginan yang baru. Manusia tidak pernah puas dengan sebuah keadaan. Selalu berusaha untuk mencapai yang lebih besar lagi. Hierarki kebutuhan terus meningkat dan berubah di sepanjang waktu sesuai motivasi diri masing-masing pribadi. Dan, semua ini berakhir pada saat manusia membutuhkan pencerahan untuk melenyapkan keinginan dan menyederhanakan kebutuhan hidup.

Pada awal pertumbuhan, setiap orang tumbuh dengan fokus materi, jiwa diabaikan, pikiran dibiarkan bebas tak terkendali untuk bermimpi tentang apa pun. Keinginan dan kebutuhan akan terus berkembang untuk meningkatkan keamanan, kesenangan, kepuasan, kebanggaan, kehormatan, kesehatan, kenikmatan, kekayaan, dan penampilan diri yang lebih baik. Ini semua adalah kebutuhan dasar dan menengah yang biasanya dialami oleh setiap orang.

Dalam proses mendapatkan kebutuhan dasar dan menengah, setiap orang selalu ingin menjadi pribadi luar biasa. Berkompetisi dan bersaing dengan orang lain adalah naluri dasar manusia. Semua orang menginginkan aktualisasi diri yang membuatnya terlihat lebih hebat. Kreativitas dan inovasi adalah kekuatan yang ada di dalam diri setiap orang untuk menjadi manusia luar biasa. Dalam tahap ini, stres menjadi bagian yang tak terhindarkan, tidak ada kesadaran untuk mengelola emosi dan pikiran, sulit menerima cahaya untuk membangun jiwa yang damai. Biasanya, pencerahan pun belum mampu dipahami, selalu dikalahkan oleh ego yang sangat menginginkan sesuatu yang lebih dari siapa pun atau apa pun.

Ketika semua keinginan dan kebutuhan dasar dan menengah itu terpenuhi secara berlebihan, maka terjadilah kekosongan di dalam diri, dan membutuhkan pencerahan untuk melenyapkan nafsu keinginan dan kebutuhan. Ada orang-orang yang mampu memasuki wilayah pencerahan dan menemukan cara untuk mengisi kekosongan di dalam diri, tetapi sangat banyak juga orang-orang yang tetap terperangkap dalam ego kebutuhan dan keinginan. Jiwa yang sangat terikat dengan kebutuhan dan keinginan biasanya sulit menerima pencerahan. Pencerahan adalah fondasi untuk memiliki jiwa yang terisi penuh dengan kebahagiaan dan keindahan hidup.

Kebahagiaan dan keindahan baru dapat dirasakan ketika seseorang melampaui sifat yang terikat pada kebutuhan dan keinginan. Ketika keinginan dan kebutuhan lenyap dari pikiran dan emosi, maka sejak itu seseorang akan memasuki wilayah kehidupan yang bergerak karena cinta dan kasih sayang. Rasa syukur dan terima kasih dengan keadaan diri sendiri menjadikan diri sejahtera dan kaya dengan indahnya kehidupan. Pencerahan yang membangkitkan kebaikan dari dalam diri akan membuat kekayaan materi dan pencapaian prestasi menjadi tunduk kepada kebaikan, bukan lagi pada keserakahan.

Ketika kebutuhan dan keinginan lenyap dari ego, maka sudah tidak ada lagi kebisingan di pikiran. Pikiran pun menciptakan emosi positif untuk bisa menikmati keindahan dan kebahagiaan. Sudah tidak ada lagi bisikan di kepala tentang uang yang lebih banyak, tentang rumah yang lebih besar, tentang nikmatnya fasilitas-fasilitas kehidupan, dan juga semua sifat rakus akan hilang digantikan sifat peduli, welas asih, serta kemampuan untuk menjalani hidup tanpa paksaan dan kekerasan.

Ketika keinginan dan kebutuhan sudah selesai dengan diri sendiri, maka diri bisa naik lebih tinggi lagi untuk menikmati keindahan hidup yang abadi.

Untuk seminar/pelatihan hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

MENJALANI HIDUP DI TENGAH ORANG-ORANG POSITIF DAN NEGATIF

“Kehidupan damai dan indah di tengah orang-orang positif dan negatif hanya terwujud saat kita sadar untuk menerima keduanya dengan cinta dan kepedulian.”~Djajendra

Apakah semua orang bisa menyebarkan energi positif dalam kehidupan ini? Kita semua menjalani kehidupan dualitas, ada orang-orang yang membawa energi baik untuk kehidupan yang indah, ada juga orang-orang yang membawa energi buruk untuk merusak kehidupan yang indah dan damai. Hidup selalu abadi diantara kebaikan dan ketidakbaikan. Bersyukurlah ketika lingkungan kehidupan kita dikuasai oleh energi baik, sehingga kita semua bisa berkarya dan menjalani kehidupan yang indah dan damai.

Tidak semua orang mampu menerima kebaikan sebagai landasan hidup. Ketika di dalam diri seseorang terkumpul keyakinan dan pemikiran negatif yang kuat, maka tidak mudah merubahnya untuk menjadi energi baik. Orang-orang negatif selalu yakin dan percaya tentang kebenaran yang mereka perjuangkan. Biasanya, di dalam kebenaran tersebut ada rasa benci terhadap pihak lain. Sifat dan perilaku yang anti toleransi, rendah empati, rendah cinta, dan suka memperlebar perbedaan sudah begitu menguat di dalam keyakinan dan pola pikir mereka, sehingga tidak mudah bagi cahaya kebaikan untuk memberikan kesadaran tentang hidup dalam kepedulian dan kasih sayang yang luas.

Suara hati dan pemikiran orang-orang negatif hanya melayani cinta dan kepedulian sebatas sumber keyakinannya. Karena keyakinan dan pola pemikiran yang terbentuk itu sempit, maka mereka tidak memiliki fondasi untuk menerima energi positif dari wawasan yang luas. Cahaya positif dari sumber yang luas dan universal sulit diterima akal dan logika orang-orang negatif. Mereka sudah terbiasa di dalam kotak sempit tentang kebenaran, dan menguatkan rasa benci terhadap perbedaan, sehingga tidak mampu melihat kebenaran dari wawasan yang luas.

Bila kita ingin hidup damai, maka kita harus menerima realitas bahwa kehidupan dikuasai oleh energi negatif dan energi positif. Artinya, dalam kehidupan sehari-hari, kita selalu akan bertemu dengan orang-orang positif dan negatif. Orang-orang positif dan negatif itu bisa saja ada di dalam rumah kita, kantor kita, lingkungan kita, atau dimanapun. Kehidupan damai dan indah di tengah-tengah kekuatan positif dan negatif hanya terwujud saat kita sadar untuk menerima keduanya dengan cinta dan kepedulian. Perilaku kita yang menghormati energi baik dan energi buruk dengan jiwa besar dan ikhlas akan menjaga kedamaian hidup kita.

Tidak perlu memberi pencerahan secara berlebihan untuk merubah orang-orang negatif. Sebab, keyakinan dan pemikiran yang begitu kuat menjadikan orang-orang negatif sulit menerima pencerahan oleh wawasan kehidupan yang luas. Ketika keyakinan dan pemikiran mereka tidak bertemu dengan kebenaran dari sumber lain, maka kebencian akan muncul untuk memperkuat ego dan pemikiran. Jadi, satu-satunya cara untuk memiliki kehidupan pribadi yang indah dan damai adalah memiliki empati dan toleransi dengan orang-orang negatif tersebut. Tidak perlu memusuhi mereka. Tidak perlu mencari-cari kekurangan mereka. Tidak perlu menilai mereka. Tidak perlu menghakimi mereka. Terimalah mereka semua apa adanya. Baik dan buruk sudah menjadi bagian dari kehidupan, dan tidak seorang manusia pun mampu menghilangkan yang buruk dari kehidupan ini.

Untuk seminar/pelatihan hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

Older posts

© 2019 MOTIVASI DJAJENDRA

Theme by Anders NorenUp ↑