MOTIVASI DJAJENDRA

Leadership Organization Business Personal Interpersonal Entrepreneurs and Employed Professionals

Category: Mind Management (page 1 of 14)

Manajemen Pikiran

HARI INI ADALAH HADIAH TERINDAH

“Jika pada momen ini tidak bisa bahagia, jangan bermimpi besok bisa bahagia.”~Djajendra

Momen ini adalah hadiah terindah. Sekarang waktu terbaik yang kita miliki untuk menikmati hidup. Sekarang pengalaman menyenangkan ada bersama kita. Hidup ini indah dan seluruh keindahan itu terjadi pada saat sekarang atau pada momen sekarang. Di setiap momen sangat banyak kebaikan dan karunia yang kita terima dari Tuhan. Semua keadaan adalah hadiah kecil dari Tuhan untuk dijadikan pelajaran dan pengalaman bagi hidup kita. Apa pun peristiwa yang kita hadapi pada momen ini sambutlah dengan pikiran positif. Sambutlah semua realitas dengan prasangka baik sebagai hadiah terindah dari Tuhan.

Menyenangkan dan tidak menyenangkan hanyalah persepsi yang tidak mampu memahami hidup secara keseluruhan. Jika pada momen ini kita mampu bersyukur dan merasakan kegembiraan, maka momen ini akan menjadi titik yang menyambung kita menuju masa depan terbaik. Kita hidup pada momen ini, jangan sia-siakan momen ini dengan kesedihan dari masa lalu maupun ketakutan akan masa depan. Kemampuan kita menguatkan hati dan mental untuk menerima momen ini sebagai hadiah terindah akan menjadi kebiasaan kita di sepanjang hidup. Kita perlu melatih diri untuk membiasakan diri kita bersyukur dan bergembira pada momen ini. Setiap hari adalah keindahan dan keajaiban yang kita terima dari realitas hidup. Bergembiralah dan belajarlah dari hal-hal tak terduga yang penuh kejutan di sepanjang hidup.

Hidup kita mengalir seperti sungai, kita tidak dapat menahan hidup dari aliran realitas. Keinginan kita tidak mampu menahan aliran hidup kita. Mimpi-mimpi kita tidak mampu menahan aliran hidup kita. Aliran hidup kita dikendalikan oleh Tuhan, bukan maunya kita. Jalan hidup kita sudah diatur sama pencipta kita, bukan maunya kita. Jangan menyandarkan hidup pada keinginan, tapi sandarkan hidup untuk memahami kehendak Tuhan. Semua keinginan kita jika tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, maka tidak akan terjadi. Oleh karena itu, dari pada sibuk memikirkan keinginan, lebih baik melakukan hal-hal berkualitas pada momen ini dengan perasaan gembira. Biarkan titik-titik momen terindah menyambung kita menuju masa depan terbaik.

Satu-satunya milik kita yang paling berharga dalam kehidupan ini adalah kegembiraan. Semua momen yang kita jalani, baik yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan, haruslah di dalam kegembiraan. Hanya kegembiraan milik kita yang abadi di sepanjang hidup. Kegembiraan kita adalah kekayaan kita yang sesungguhnya. Masa-masa sulit haruslah disikapi dengan optimis dan mencari solusi dengan perasaan gembira. Setiap masalah adalah pelajaran dan pengalaman untuk ditemukan jalan keluar terbaik. Setiap tantangan bertujuan untuk memicu kreativitas kita agar lebih memaksimalkan potensi kita. Hidup ini indah, kita harus dapat menikmati keindahan ini dengan perasaan gembira.

Pikiran adalah alat yang harus kita gunakan dengan baik. Jika pikiran dibiarkan tanpa kendali, maka pikiran berjalan sesukanya dan akan membawa hidup kita pada kesulitan. Oleh karena itu, tenangkan pikiran dan jaga sepenuhnya agar pikiran tidak bergerak sendiri. Pikiran hanya boleh digunakan melalui kesadaran. Pikiran diarahkan untuk memikirkan hal-hal terindah, sehingga kegembiraan dapat dirasakan. Pikiran harus dibuat menyatu dalam kegembiraan untuk menjalani momen ini, menyerap semua hal baik di dalam momen ini, dan menyatu dengan realitas untuk menemukan hal-hal terbaik bagi hidup kita.

Hidup kita ada pada momen ini. Waktu kita saat ini sangat berharga dan satu-satunya kekayaan yang kita miliki untuk menikmati kebahagiaan. Waktu kita pada momen ini adalah pelajaran dan pengalaman hidup kita. Jangan menghabiskan waktu untuk hal-hal yang membuat hidup kita tidak bahagia. Jangan membuang-buang waktu untuk memikirkan masa lalu dan masa depan yang bukan milik kita. Milik kita hanya momen ini. Milik kita hanya detik ini. Momen ini adalah hadiah terindah dari Tuhan untuk kita, jangan sia-siakan hadiah terindah ini dengan memikirkan yang bukan milik kita. Biarkan momen terindah ini menciptakan langkahnya untuk membawa hidup kita pada momen-momen terindah berikutnya.

Untuk mengundang MOTIVATOR hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

KETIKA TIDAK MAMPU MENGUBAH ORANG LAIN, UBAHLAH DIRI SENDIRI

“Musuh utama kita dalam hidup bukanlah orang lain, tetapi sifat dan nilai-nilai buruk yang  tumbuh di alam bawah sadar kita, sehingga ketika mereka kuat, mereka muncul dari dalam diri untuk mengalahkan hidup kita.”~Djajendra

Hidup ini singkat, tidak perlu disia-siakan dalam drama yang penuh konflik. Sering sekali kita ingin semua situasi dan perilaku orang lain sama seperti yang kita pikirkan. Jika orang lain tidak sesuai dengan harapan dan keinginan kita, maka jalan yang paling mudah adalah menghakimi mereka atau pun menciptakan stigma terhadap mereka. Sifat dan perilaku menghakimi orang lain tidak akan memberikan sukacita kepada diri sendiri. Stres dan penderitaan dalam hidup bersumber dari sifat buruk kita dalam melihat situasi dan orang lain. Ketika kita kehilangan cinta dan kasih sayang di dalam diri, kita telah menciptakan penderitaan bagi diri sendiri. Sifat membenci orang lain sama saja seperti menanam benih penderitaan di dalam diri sendiri, sehingga benih penderitaan itu akan tumbuh membesar untuk mengalahkan diri sendiri. Intinya, musuh utama kita dalam hidup bukanlah orang lain, tetapi sifat dan nilai-nilai buruk yang kita tumbuhkan di alam bawah sadar kita, sehingga ketika mereka kuat, mereka akan muncul dari dalam diri kita untuk mengalahkan hidup kita.

Sifat kita yang sangat mudah memberikan perhatian pada kekurangan akan menarik kita ke dalam drama kehidupan yang merugikan hidup kita. Pikiran yang buruk tidak akan memberikan sukacita, kebahagiaan, kedamaian, ketenangan, dan rasa syukur kepada diri sendiri. Kadang, kita mungkin sudah mencoba berpikir positif, tetapi situasi dan orang-orang di luar diri kita selalu hadir dengan pikiran negatif. Jelas, kita tidak mungkin mampu mengubah realitas orang lain atau mengubah situasi di luar kendali kita. Kita hanya mampu mengubah diri sendiri dengan cara tidak memberikan perhatian kepada sumber negatif yang mencoba menghalangi jalan hidup kita.

Kehidupan bukanlah tempat yang sesuai keinginan kita. Kehidupan bukanlah tempat yang harus menuruti maunya pikiran kita. Kehidupan adalah sebuah keajaiban yang tidak mungkin bisa diprediksi oleh siapa pun. Kehidupan bukanlah jalan lurus yang mudah ditebak oleh siapa pun. Kehidupan bukanlah tempat yang tertib, aman, mudah, nyaman, tertata, dan semuanya sesuai harapan. Kehidupan adalah tempat dimana kita sedang hidup dengan pengalaman dan pembelajaran dari kejutan-kejutan yang dihadirkan oleh kehidupan . Banyak hal tak terduga akan kita hadapi, yang kita perlukan adalah menjadi diri sendiri, kemudian menerima hidup dengan rasa syukur dan terima kasih, lalu mengalir bersama kehidupan yang harus kita hadapi.

Kita semua wajib untuk memiliki impian dan cita-cita, tetapi hidup kita tidak boleh diperbudak oleh impian dan cita-cita kita. Dalam perjalanan hidup, mungkin impian dan cita-cita kita tidak terwujud, tetapi muncul sebuah kehidupan yang lebih indah walaupun itu bukan impian dan cita-cita kita. Dalam hal ini, terimalah apa yang menjadi bagian dari hidup kita dan jalani dengan sukacita, tanpa pernah menyalahkan orang lain atau sebuah situasi. Terimalah hidup yang dimiliki dan cintai dengan sepenuh hati. Jangan merusak keindahan yang sudah diterima dengan keinginan-keinginan yang belum tentu membawa kebaikan bagi hidup kita. Intinya, ketika kita tidak menerima kehidupan yang kita alami pada momen ini, kita akan menderita. Setiap momen haruslah menjadi keindahan dalam rasa syukur. Apa pun yang terjadi, terimalah sebagai pengalaman dan pembelajaran untuk lebih meningkatkan kualitas hidup.

Untuk mengundang MOTIVATOR hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

SAMPAIKAN KABAR BAIK KEPADA DIRI SENDIRI

“Hanya pikiran yang mampu memiliki kesadaran untuk menciptakan sukacita dan menyampaikannya ke seluruh sel diri kita.”~Djajendra

Sampaikan kabar baik kepada diri sendiri. Setiap hari kita perlu kabar baik. Kabar baik dihasilkan dari rasa syukur dan terima kasih atas semua situasi yang kita jalani. Kabar baik dihasilkan dari pikiran positif yang mampu menerjemahkan sebuah peristiwa untuk kegembiraan hidup. Kabar baik karena kemampuan kita untuk menerima kabar buruk dengan ikhlas sebagai pelajaran dan pengalaman menuju masa depan. Kabar baik karena kita mampu mengendalikan diri sendiri, untuk tidak dikendalikan oleh berbagai situasi dan keadaan dari luar diri kita.

Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Kita tidak pernah tahu situasi dan peristiwa seperti apa yang harus kita hadapi di masa depan. Hidup kita sesungguhnya untuk hari ini, untuk momen ini, tetapi pikiran selalu menciptakan realitas tentang masa depan. Semua realitas yang diciptakan pikiran belum tentu sama dengan realitas yang harus kita hadapi. Jadi, kita harus memiliki kepercayaan diri dan kerendahan hati sebagai pengendali atas semua situasi tak terduga yang mungkin harus kita lalui.

Hanya pikiran yang mampu memiliki kesadaran untuk menciptakan sukacita dan menyampaikannya ke seluruh sel diri kita. Oleh karena itu, pikiran harus dilatih dan dibiasakan untuk menghasilkan kabar baik dan menyampaikan kebahagiaan kepada diri sendiri. Semua sel diri kita harus mampu merasakan kabar baik yang disampaikan oleh pikiran. Getaran kabar baik harus kita rasakan sampai ke suara hati terdalam. Pikiran harus betul-betul disiplin dan bertanggung jawab penuh, untuk menyampaikan kabar baik kepada diri sendiri setiap hari. Pikiran tidak boleh berkhianat kepada diri sendiri dengan membuat diri takut, marah, kecewa, sakit hati; sehingga setiap saat hanya kabar buruk yang disampaikan oleh pikiran kepada seluruh sel diri kita. Pikiran yang baik pasti bertanggung jawab untuk menyampaikan kabar baik, sehingga kita setiap saat hidup dalam sukacita.

Kesadaran kita harus memberi perintah kepada pikiran untuk mengubah kegagalan menjadi pelajaran yang membahagiakan hati kita. Kesadaran kita harus memberi perintah kepada pikiran untuk merubah kekecewaan menjadi obat  penyembuhan. Kesadaran kita harus memberi perintah kepada pikiran untuk merubah semua energi negatif dan peristiwa buruk menjadi energi positif dan kabar baik. Kesadaran kita memiliki tugas untuk memeriksa pemikiran dan emosi kita, serta menjaganya untuk menghasilkan kabar baik bagi seluruh sel-sel diri kita.

Pikiran, tubuh, dan jiwa dihubungkan oleh keyakinan kita. Bila keyakinan kita sulit menciptakan kabar baik, maka kesadaran harus mengambil peran besar untuk memperbaiki keyakinan yang tidak baik itu. Selama keyakinan tidak diperbaiki, maka kabar baik tidak akan pernah ada. Keyakinan menciptakan pemikiran, dan pemikiran adalah energi yang kita gunakan untuk menjalani rutinitas kehidupan sehari-hari. Intinya, selama keyakinan kita buruk dan bersumber dari pengetahuan atau pengalaman yang penuh kebencian dan kemarahan, maka kita hanya mampu menyampaikan kabar buruk kepada seluruh sel diri kita. Keyakinan buruk tidak akan mampu menghasilkan kabar baik bagi diri sendiri. Keyakinan buruk tidak akan mampu memberikan kehidupan yang damai dan bahagia untuk diri sendiri.

Untuk mengundang MOTIVATOR hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

KEINGINAN DAN KEBUTUHAN ADA BATASNYA

“Ketika keinginan dan kebutuhan sudah selesai dengan diri sendiri, maka diri bisa naik lebih tinggi lagi untuk menikmati keindahan hidup yang abadi.”~Djajendra

Semakin mampu seseorang memenuhi kebutuhan dan keinginan, semakin naik lagi tuntutan terhadap kebutuhan dan keinginan yang baru. Manusia tidak pernah puas dengan sebuah keadaan. Selalu berusaha untuk mencapai yang lebih besar lagi. Hierarki kebutuhan terus meningkat dan berubah di sepanjang waktu sesuai motivasi diri masing-masing pribadi. Dan, semua ini berakhir pada saat manusia membutuhkan pencerahan untuk melenyapkan keinginan dan menyederhanakan kebutuhan hidup.

Pada awal pertumbuhan, setiap orang tumbuh dengan fokus materi, jiwa diabaikan, pikiran dibiarkan bebas tak terkendali untuk bermimpi tentang apa pun. Keinginan dan kebutuhan akan terus berkembang untuk meningkatkan keamanan, kesenangan, kepuasan, kebanggaan, kehormatan, kesehatan, kenikmatan, kekayaan, dan penampilan diri yang lebih baik. Ini semua adalah kebutuhan dasar dan menengah yang biasanya dialami oleh setiap orang.

Dalam proses mendapatkan kebutuhan dasar dan menengah, setiap orang selalu ingin menjadi pribadi luar biasa. Berkompetisi dan bersaing dengan orang lain adalah naluri dasar manusia. Semua orang menginginkan aktualisasi diri yang membuatnya terlihat lebih hebat. Kreativitas dan inovasi adalah kekuatan yang ada di dalam diri setiap orang untuk menjadi manusia luar biasa. Dalam tahap ini, stres menjadi bagian yang tak terhindarkan, tidak ada kesadaran untuk mengelola emosi dan pikiran, sulit menerima cahaya untuk membangun jiwa yang damai. Biasanya, pencerahan pun belum mampu dipahami, selalu dikalahkan oleh ego yang sangat menginginkan sesuatu yang lebih dari siapa pun atau apa pun.

Ketika semua keinginan dan kebutuhan dasar dan menengah itu terpenuhi secara berlebihan, maka terjadilah kekosongan di dalam diri, dan membutuhkan pencerahan untuk melenyapkan nafsu keinginan dan kebutuhan. Ada orang-orang yang mampu memasuki wilayah pencerahan dan menemukan cara untuk mengisi kekosongan di dalam diri, tetapi sangat banyak juga orang-orang yang tetap terperangkap dalam ego kebutuhan dan keinginan. Jiwa yang sangat terikat dengan kebutuhan dan keinginan biasanya sulit menerima pencerahan. Pencerahan adalah fondasi untuk memiliki jiwa yang terisi penuh dengan kebahagiaan dan keindahan hidup.

Kebahagiaan dan keindahan baru dapat dirasakan ketika seseorang melampaui sifat yang terikat pada kebutuhan dan keinginan. Ketika keinginan dan kebutuhan lenyap dari pikiran dan emosi, maka sejak itu seseorang akan memasuki wilayah kehidupan yang bergerak karena cinta dan kasih sayang. Rasa syukur dan terima kasih dengan keadaan diri sendiri menjadikan diri sejahtera dan kaya dengan indahnya kehidupan. Pencerahan yang membangkitkan kebaikan dari dalam diri akan membuat kekayaan materi dan pencapaian prestasi menjadi tunduk kepada kebaikan, bukan lagi pada keserakahan.

Ketika kebutuhan dan keinginan lenyap dari ego, maka sudah tidak ada lagi kebisingan di pikiran. Pikiran pun menciptakan emosi positif untuk bisa menikmati keindahan dan kebahagiaan. Sudah tidak ada lagi bisikan di kepala tentang uang yang lebih banyak, tentang rumah yang lebih besar, tentang nikmatnya fasilitas-fasilitas kehidupan, dan juga semua sifat rakus akan hilang digantikan sifat peduli, welas asih, serta kemampuan untuk menjalani hidup tanpa paksaan dan kekerasan.

Ketika keinginan dan kebutuhan sudah selesai dengan diri sendiri, maka diri bisa naik lebih tinggi lagi untuk menikmati keindahan hidup yang abadi.

Untuk seminar/pelatihan hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

MENJALANI HIDUP DI TENGAH ORANG-ORANG POSITIF DAN NEGATIF

“Kehidupan damai dan indah di tengah orang-orang positif dan negatif hanya terwujud saat kita sadar untuk menerima keduanya dengan cinta dan kepedulian.”~Djajendra

Apakah semua orang bisa menyebarkan energi positif dalam kehidupan ini? Kita semua menjalani kehidupan dualitas, ada orang-orang yang membawa energi baik untuk kehidupan yang indah, ada juga orang-orang yang membawa energi buruk untuk merusak kehidupan yang indah dan damai. Hidup selalu abadi diantara kebaikan dan ketidakbaikan. Bersyukurlah ketika lingkungan kehidupan kita dikuasai oleh energi baik, sehingga kita semua bisa berkarya dan menjalani kehidupan yang indah dan damai.

Tidak semua orang mampu menerima kebaikan sebagai landasan hidup. Ketika di dalam diri seseorang terkumpul keyakinan dan pemikiran negatif yang kuat, maka tidak mudah merubahnya untuk menjadi energi baik. Orang-orang negatif selalu yakin dan percaya tentang kebenaran yang mereka perjuangkan. Biasanya, di dalam kebenaran tersebut ada rasa benci terhadap pihak lain. Sifat dan perilaku yang anti toleransi, rendah empati, rendah cinta, dan suka memperlebar perbedaan sudah begitu menguat di dalam keyakinan dan pola pikir mereka, sehingga tidak mudah bagi cahaya kebaikan untuk memberikan kesadaran tentang hidup dalam kepedulian dan kasih sayang yang luas.

Suara hati dan pemikiran orang-orang negatif hanya melayani cinta dan kepedulian sebatas sumber keyakinannya. Karena keyakinan dan pola pemikiran yang terbentuk itu sempit, maka mereka tidak memiliki fondasi untuk menerima energi positif dari wawasan yang luas. Cahaya positif dari sumber yang luas dan universal sulit diterima akal dan logika orang-orang negatif. Mereka sudah terbiasa di dalam kotak sempit tentang kebenaran, dan menguatkan rasa benci terhadap perbedaan, sehingga tidak mampu melihat kebenaran dari wawasan yang luas.

Bila kita ingin hidup damai, maka kita harus menerima realitas bahwa kehidupan dikuasai oleh energi negatif dan energi positif. Artinya, dalam kehidupan sehari-hari, kita selalu akan bertemu dengan orang-orang positif dan negatif. Orang-orang positif dan negatif itu bisa saja ada di dalam rumah kita, kantor kita, lingkungan kita, atau dimanapun. Kehidupan damai dan indah di tengah-tengah kekuatan positif dan negatif hanya terwujud saat kita sadar untuk menerima keduanya dengan cinta dan kepedulian. Perilaku kita yang menghormati energi baik dan energi buruk dengan jiwa besar dan ikhlas akan menjaga kedamaian hidup kita.

Tidak perlu memberi pencerahan secara berlebihan untuk merubah orang-orang negatif. Sebab, keyakinan dan pemikiran yang begitu kuat menjadikan orang-orang negatif sulit menerima pencerahan oleh wawasan kehidupan yang luas. Ketika keyakinan dan pemikiran mereka tidak bertemu dengan kebenaran dari sumber lain, maka kebencian akan muncul untuk memperkuat ego dan pemikiran. Jadi, satu-satunya cara untuk memiliki kehidupan pribadi yang indah dan damai adalah memiliki empati dan toleransi dengan orang-orang negatif tersebut. Tidak perlu memusuhi mereka. Tidak perlu mencari-cari kekurangan mereka. Tidak perlu menilai mereka. Tidak perlu menghakimi mereka. Terimalah mereka semua apa adanya. Baik dan buruk sudah menjadi bagian dari kehidupan, dan tidak seorang manusia pun mampu menghilangkan yang buruk dari kehidupan ini.

Untuk seminar/pelatihan hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

MENYINGKIRKAN PIKIRAN DAN UCAPAN NEGATIF

“Semua kata-kata negatif yang kita lemparkan kepada orang lain akan kembali kepada diri kita sendiri.”~Djajendra

Perkataan tidak baik akan kembali kepada diri sendiri. Ketika berucap dan berkata-kata tidak baik kepada orang lain, maka sesungguhnya kita sedang menabung energi tidak baik di dalam diri kita sendiri. Energi tidak baik tersebut akan membuat hidup kita seperti yang kita ucapkan. Semua kata-kata negatif yang kita lemparkan kepada orang lain akan kembali kepada diri kita sendiri. Ucapan dan kata-kata yang tidak baik hanya merusak kedamaian hidup. Perilaku yang suka mencari-cari kekurangan orang lain hanya merugikan diri sendiri.

Kehidupan positif berarti semakin banyak kita mendengar dan berbicara tentang hal-hal positif. Kemampuan kita untuk bebas dari pengaruh negatif akan membuat hidup kita indah dan damai. Walaupun kita tahu bahwa tidak mungkin semua orang di lingkungan kehidupan kita memiliki kata-kata dan ucapan positif, tetapi kesadaran untuk tidak mendengarkan mereka yang negatif akan membuat hidup kita lebih baik. Kita berhak untuk memilih kehidupan positif, dan kita mampu memiliki kehidupan positif di tengah-tengah lingkungan yang penuh dengan ucapan negatif.

Ketika orang-orang negatif berbicara dengan kita, maka kita harus mengubah percakapan tersebut menjadi positif. Jangan pernah membiarkan aliran kata-kata atau berita negatif mempengaruhi pikiran kita. Jangan membiarkan energi konflik dan kekerasan memasuki emosi kita. Kita harus memiliki sikap dan niat untuk menanggapi segala sesuatu dari sudut pandang positif. Jadi, mulai saat ini, jika ada orang-orang mengirimkan berita negatif, maka kita harus siap memberi tanggapan dengan cara yang lebih positif.

Pandangan positif menciptakan semangat, harapan, antusiasme, dan motivasi untuk masa depan yang lebih baik. Jika setiap saat kita memahami hidup dengan pandangan positif, maka apa pun tantangan dan situasi negatif, kita mampu menghadapinya dengan tenang. Pandangan positif akan memberikan pengalaman damai dengan semua keadaan.

Setiap ucapan haruslah memiliki kualitas untuk menyampaikan kedamaian, kebenaran, kebahagiaan, cinta, dan kepedulian. Semua ucapan dan kata-kata positif adalah harta yang semakin memperkaya hidup kita. Kita perlu menyingkirkan semua pikiran buruk dari diri kita. Kita perlu menguatkan pikiran positif saat teman, keluarga, dan lingkungan kerja memberikan banyak energi negatif kepada kita. Jadilah pribadi yang memilih untuk hidup damai apa adanya.

Untuk seminar/pelatihan hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

KEYAKINAN DAN POLA PIKIR ADALAH RANTAI PENGIKAT

“Selalu berpikir positif dan melakukan yang terbaik untuk diri sendiri.~Djajendra

Apa yang kita pelajari dan yakini sejak kecil dan sampai sekarang akan mengikat kita dengan realitas hidup sehari-hari. Keyakinan dan pola pikir adalah rantai pengikat. Jelas, kapan pun kita bisa berubah dan beradaptasi dengan kenyataan, kapan pun kita bisa memperbaiki keyakinan dan pola pikir untuk disesuaikan dengan keadaan. Jadi, tidak ada alasan bagi kita untuk ngotot dengan sesuatu yang tidak sesuai zaman. Kesanggupan untuk merubah pola pikir dan beradaptasi dengan kenyataan adalah jalan terbaik untuk meraih prestasi.

Pola pikir menentukan siapa kita di dalam hidup ini. Tidak perlu membiarkan kita ditahan oleh hal-hal kecil atau sepele dalam menuju pencapaian terbaik. Kita harus selalu percaya dan yakin untuk bisa keluar dari sebuah keadaan yang tidak kita inginkan. Kita harus meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan pola pikir yang tepat untuk segera keluar dari keadaan yang tidak menguntungkan hidup kita.

Mungkin saja sejak masih sangat mudah dan sejak masa kanak-kanak, kita telah mendapatkan pengetahuan dan keyakinan yang membatasi kemajuan potensi kita. Jelas, ini semua akan membentuk pola pikir yang membatasi kita atau membuat diri kita seolah-olah tidak mampu keluar dari sebuah keadaan. Padahal, kita adalah makhluk kreativitas, yang setiap saat mampu beradaptasi dengan keadaan seperti apa pun. Kita memiliki akal dan kecerdasan untuk menemukan jalan keluar, untuk menemukan jawaban atas kesulitan hidup yang harus kita hadapi. Jadi, kita ini tidak perlu terjebak dalam kesulitan dan ketidakmampuan, kita harus selalu kreatif dan inovatif untuk bisa menemukan jalan terbaik menuju sukses yang kita impikan.

Hanya keyakinan dan pola pikir yang menahan diri kita untuk mencapai kehidupan terbaik. Oleh karena itu, jangan membiarkan diri kita dikondisikan untuk percaya bahwa kita tidak dapat melepaskan diri dari kesulitan hidup. Ingat selalu bahwa kita semua memiliki potensi untuk meraih impian. Jadi, mulai hari ini, percayalah bahwa tidak ada yang bisa menahan diri kita untuk mencapai impian. Setiap hari, latih mental untuk membebaskan diri dari keyakinan dan pola pikir yang membatasi potensi sukses kita.

Jangan membiarkan hidup kita penuh keluh-kesah dengan menyalahkan orang lain atas ketidakmampuan kita. Bangkit dan berusahalah untuk mewujudkan sesuatu yang terbaik. Kita semua kapan saja bisa bebas dari ikatan keyakinan dan pola pikir yang membatasi pertumbuhan potensi sukses kita. Kita tidak perlu terjebak di tempat yang membuat hidup kita tidak bahagia. Kita harus percaya dan yakin bahwa kita dapat melakukan sesuatu yang kita impikan. Kita harus yakin dan percaya bahwa setiap hari kita bisa tumbuh dan menjadi lebih berkualitas dengan hidup kita. Kita harus percaya bahwa kita bisa berubah dan beradaptasi untuk memiliki kehidupan yang kita inginkan.

Untuk seminar/pelatihan hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

TIDAK ADA SOLUSI DI DALAM DIRI YANG PENUH TEKANAN DAN STRES

“Tidak ada solusi yang baik di dalam pikiran yang kacau.”~Djajendra

Ketika kita belum menemukan diri sendiri dan belum menguatkan diri sendiri, kita sangat mudah dibuat stres dengan masalah hidup. Masalah hidup hanya dapat dipecahkan dengan pikiran dan emosi positif. Semakin tenang dan sabar dalam menghadapi masalah, semakin mudah memecahkan masalah. Semakin fokus dan terlibat secara mendalam dengan masalah, semakin sulit untuk menemukan jalan keluar. Tidak ada solusi yang baik di dalam pikiran yang kacau. Tidak ada solusi yang baik di dalam diri yang penuh tekanan dan stres.

Sangatlah manusiawi bila kita tersedot ke dalam pusaran masalah, tetapi hal ini sangat merugikan hidup kita. Sejujurnya, tidaklah mudah untuk melepaskan diri dari masalah yang mengepung hidup kita. Karena tidak mudah untuk melepaskan diri dari masalah, maka kita harus meningkatkan kesadaran agar dapat menghadapi masalah dengan bijak. Salah satu cara terbaik adalah menerima masalah dengan tenang dan membuatnya menjadi lebih kecil, melangkah mundur sedikit dari masalah tersebut, kemudian memperhatikannya dengan jujur tanpa terlibat secara emosional dengan masalah tersebut. Jangan membiarkan diri menjadi stres dengan masalah. Tetaplah tenang dan cerdas untuk menyelesaikan masalah.

Jika terlalu fokus pada masalah, maka pikiran akan dikuasai dan dikendalikan oleh masalah. Oleh karena itu, masalah harus dihadapi dengan pikiran jernih tanpa emosi negatif. Pisahkan masalah dari diri sendiri dan miliki kesabaran saat menghadapinya. Dengarkan suara hati dengan tenang dan jujur, miliki kecerdasan dan kreatifitas untuk menemukan solusi atas masalah yang dihadapi. Hindari perasaan kesal, marah, panik, takut, benci, dan frustasi kepada siapa pun. Tidak perlu fokus untuk menemukan siapa yang salah. Tidak perlu menyalahkan orang lain. Tidak perlu bingung atau merasa tidak berdaya. Gunakan kecerdasan, akal sehat, logika, kesadaran, dan pemikiran positif dengan tenang, jelas dan rasional dalam proses menemukan jalan keluar dari masalah tersebut.

Kehidupan tidak selalu seperti yang kita inginkan, tetapi ketika kita mau menerima kehidupan yang kita miliki, maka kebahagiaan dan kedamaian akan menjadi energi kehidupan kita. Penyebab utama tekanan yang menumpuk di dalam diri karena kita tidak ikhlas menerima kenyataan yang sedang kita alami. Ketika kita marah dan ngotot dengan masalah kita, maka stres akan semakin membawa hidup kita pada titik terendahnya. Menerima hidup dan membiarkan hal-hal di luar kendali kita berjalan di dalam pikiran positif adalah jalan terbaik untuk menghindari hal-hal menjadi lebih buruk.

Sebagian besar masalah menjadi semakin buruk karena hilangnya ketenangan, kesabaran, dan keikhlasan untuk menghadapinya. Tidak perlu terlalu memberikan perhatian terhadap masalahnya, fokuskan untuk menemukan jalan keluar. Bila kita fokus pada masalah, maka secara mental dan emosional kita akan kehabisan tenaga dan waktu. Sulit untuk memecahkan masalah dan menemukan solusi jika kita terlalu dekat dengan masalah tersebut. Jauhkan diri dari masalah tersebut, kemudian kendalikan diri dan emosi, ciptakan ketenangan dan energi positif di dalam diri, dan mulailah menggunakan strategi yang tepat untuk menemukan jalan keluar dari masalah tersebut.

Menjadi pribadi yang tidak terganggu dengan hal apa pun adalah fondasi yang baik untuk menemukan solusi atas berbagai masalah hidup. Jadi, sebelum masalah menyerang kita, sangatlah diperlukan kesadaran dan latihan untuk tidak terganggu dengan berbagai situasi, peristiwa, perilaku, sikap, dan kenyataan hidup. Mampukan diri untuk menerima setiap keadaan dan praktikkan pola hidup yang fokus pada hal-hal baik di sepanjang hari dan waktu.

Untuk seminar/pelatihan hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

MILIKI JARAK DENGAN MASALAH, JANGAN TERIKAT PADA MASALAH

“Masalah yang menguasai mental dan emosi akan membuat diri tak berdaya, dan berpotensi menjadikan diri berada pada titik terendah kehidupan.”~Djajendra

Pekerjaan terbesar kita semua adalah menjaga kesehatan, kebugaran, ketenangan, kebahagiaan, kedamaian, keindahan, dan perasaan sejahtera. Persoalannya, setiap orang berpotensi menghadapi masalah. Jadi, perjalanan hidup setiap orang akan mendapatkan tantangan dalam bentuk masalah. Di sinilah kita semua di uji oleh kehidupan, apakah kita fokus pada masalah atau kita fokus untuk menjaga kedamaian hidup kita.

Setiap bangun pagi fokuslah untuk penguatan diri, sehingg semua masalah hidup menjadi kecil. Mulailah dengan doa untuk rahmat dan kebaikan yang sudah diterima, kuatkan perasaan syukur, fokuskan pikiran untuk mengingat hal-hal terbaik yang membuat diri semakin bersyukur dengan hidupnya. Bersyukurlah dengan apa yang ada di meja makan, bersyukurlah dengan keluarga, bersyukurlah dengan pekerjaan, bersyukurlah untuk semua tantangan yang harus dihadapi, fokuskan semua kekuatan untuk ketenangan dan kedamaian hidup.

Kehidupan yang baik dibentuk dari kekuatan tenang dan terpusat, tidak mengejar sesuatu secara berlebihan, selalu tampil tenang dan produktif, membangun disiplin untuk memusatkan diri sendiri agar dapat memulai pekerjaan dengan kinerja terbaik. Kebiasaan hidup yang sangat serius dengan masalah hanya akan membuat masalah itu semakin membesar dan menguras semua kekuatan diri. Jangan membiasakan diri Anda untuk terus-menerus memikirkan masalah, kuatkan diri Anda agar bisa mengalihkan pikiran dari masalah, kemudian memfokuskan pikiran untuk merasakan syukur dan keindahan atas semua hal yang Anda hadapi.

Ketika Anda memberikan perhatian yang besar kepada masalah, Anda akan dikendalikan oleh emosi negatif. Pikiran Anda kepada masalah akan membuat Anda cemas, putus asa, marah, takut, khawatir, frustasi, stres, merasa tidak berdaya, sedih, dan banyak emosi negatif lainnya akan berakumulasi di dalam diri Anda. Jelas, dengan membiarkan masalah menguat dalam pikiran dan emosi, Anda akan kesulitan untuk memecahkan masalah tersebut. Anda akan kehilangan kekuatan untuk mengatasi masalah tersebut, sehingga hidup Anda akan berlarut-larut dalam masalah.

Di tempat kerja, ketika Anda menghadapi masalah, bekerjalah dari kebahagiaan dan ketenangan. Jangan biarkan masalah menciptakan stres. Bila Anda sudah stres dengan masalah di tempat kerja, maka Anda akan membuang-buang waktu dan tenaga untuk melayani stres. Akibatnya, masalah Anda pun akan semakin menguat karena Anda telah dibuat menjadi lemah oleh stres Anda. Jadi, tetaplah berpusat pada ketenangan dan kebahagiaan, nyalakan energi positif sekuat mungkin di dalam diri agar Anda bisa mempertahankan hubungan positif dengan masalah Anda.

Masalah yang menguasai pikiran dan emosi akan menyulitkan untuk pengendalian diri. Anda akan bingung, kesal, marah, takut, dan sulit menemukan solusi. Jelas, semua kondisi ini akan menambah tekanan stres bagi hidup Anda. Masalah yang dibiarkan menguasai hidup Anda akan menjadikan diri Anda lebih buruk. Anda akan kehilangan kemampuan untuk pemecahan masalah dan menemukan solusi. Masalah yang menguasai diri Anda akan membuat Anda tak berdaya dan berpotensi membuat Anda berada pada titik terendah

Ciptakan jarak antara Anda dengan masalah Anda, jangan terikat pada masalah Anda. Terlalu dekat dengan masalah akan membuat Anda kehilangan kekuatan dan kemampuan. Tidak perlu terlalu memikirkan masalah. Anda memang membutuhkan solusi agar masalah tersebut tuntas, tetapi tidak perlu menyiksa diri dengan masalah tersebut. Mundurlah beberapa langkah dari masalah, tenangkan diri dan temukan kebijaksanaan untuk melihat masalah tanpa menjadikannya terikat dengan Anda.

Tujuan masalah adalah untuk membuat Anda lebih kuat dan lebih kreatif dalam menemukan jalan keluar. Oleh karena itu, secara mental dan emosional, Anda harus kuat dan tidak boleh kehabisan tenaga karena tekanan dari masalah. Tetaplah bekerja dengan percaya diri dan penuh tenaga, tenangkan diri, yakinkan diri bahwa Anda pasti mampu memecahkan masalah dengan solusi yang hebat.

Untuk seminar/pelatihan hubungi 0812 1318 8899 / email: training@djajendra-motivator.com

TIDAK MEMBIARKAN EMOSI NEGATIF BERKUASA ATAS DIRI KITA

“Kehidupan adalah hadiah yang berharga, jadi: nikmati semua keberuntungan dengan rasa syukur, jangan lupa berdoa kepada Tuhan yang sudah menjaga kita siang dan malam dengan penuh kasih sayang.”~Djajendra

Emosi negatif dihasilkan dari pemikiran negatif. Ketika seseorang hanya mampu melihat kekurangan dan tidak mampu melihat kelebihan atau kebaikan, maka dia akan menarik berbagai jenis emosi negatif ke dalam dirinya. Emosi negatif atau perasaan negatif adalah sesuatu yang tidak menyenangkan hati atau sesuatu yang tidak pernah diinginkan oleh siapapun. Pastinya, setiap orang ingin bebas dari perasaan negatif agar hidupnya bahagia dan damai. Jelas, bila ingin bebas dari emosi negatif, maka kita harus menyadari bahwa hidup ini adalah rahmat Tuhan, bahwa hidup ini adalah sebuah keberuntungan bagi kita. Kesadaran untuk menjadi diri sendiri yang utuh dalam sikap rendah hati akan menghilangkan emosi negatif di dalam diri. Biasanya, ketidaktahuan atau wawasan yang dangkal menyebabkan kesombongan, kebohongan, keegoisan, dan tertutupnya hati nurani untuk memahami anugerah Tuhan, sehingga hal ini membuat energi negatif mengalir ke arah diri kita, kemudian menciptakan emosi negatif yang sulit kita buang dari diri kita.

Tuhan sudah memberikan segalanya bagi hidup kita, tetapi perasaan kurang bersyukur dan merasa kurang beruntung telah memberikan kekuatan bagi emosi negatif untuk berkuasa atas diri kita. Keluhan dan kebiasaan yang tidak mau menerima kehendak Tuhan mengundang energi negatif ke dalam diri kita. Setiap orang berhak menjalani hidup sesuai dengan jalan yang dipilih sendiri, tetapi setiap orang juga harus sadar bahwa hidup ini ditentukan oleh kehendak Tuhan. Oleh karena itu, kita tidak boleh lupa sedikitpun bahwa tugas manusia adalah bekerja dan melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati, tetapi untuk hasil akhirnya harus tetap tunduk kepada kehendak Tuhan. Bila hal ini bisa dipraktikkan dengan baik, maka energi negatif tidak akan mampu menguasai diri kita, sehingga kita bisa menjaga emosi positif dan menghindari emosi negatif di dalam diri kita.

Pikiran adalah kekuatan yang selalu ingin berkuasa atas diri kita. Pikiran memiliki kecerdasan untuk membentuk pola dan menciptakan kebiasaan. Bila sesuatu dipikirkan setiap hari dan setiap saat, maka dia akan berwujud ke dalam kebiasaan hidup. Emosi negatif adalah hasil dari pemikiran negatif. Biasanya, untuk menguatkan pemikiran positif kita harus menjadi bijaksana dan berjuang total menginternalisasi nilai-nilai positif ke dalam diri dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Jadi, tidak mudah untuk menguatkan pemikiran positif di dalam diri kita. Sebaliknya, pemikiran negatif mudah diciptakan dan sulit untuk disingkirkan dari dalam diri. Sekali pemikiran negatif berkuasa atas diri kita, maka dengan mudah dia membiarkan semua emosi-emosi buruk untuk mengambil bagian dari kekuasaannya. Saat emosi negatif berkuasa di dalam diri; semua rasa damai dan ketenangan hidup akan hilang digantikan rasa takut, khawatir, cemas, dan marah.

Dalam tubuh, lemak bertahan lebih lama daripada otot; dalam mental, pemikiran negatif bertahan lebih lama daripada pemikiran positif. Kita ketahui bersama terlalu banyak lemak di dalam tubuh menjadi sumber penyakit bagi tubuh, demikian juga dengan pemikiran negatif yang menjadi sumber penyakit bagi mental. Bila kita sudah memiliki kesadaran tentang bahaya dari pemikiran negatif, maka tekad dan niat untuk menguatkan pemikiran positif akan menjadi sebuah rutinitas di sepanjang perjalanan hidup kita.

Disiplin dan kerja keras agar emosi negatif tidak berkuasa di dalam diri haruslah dilakukan dengan konsisten. Dalam hal ini, kita harus memahami bahwa kehidupan yang kita jalani menghasilkan kemenangan dan kegagalan. Dalam kehidupan siapapun, kemenangan dan kegagalan pasti menjadi bagian yang tak dapat dihilangkan. Oleh karena itu, ketika kegagalan yang kita hadapi, kita harus berpikir positif bahwa kegagalan itu hanyalah sebuah petunjuk untuk memperbaiki cara melakukan. Jadi, kegagalan bukanlah sesuatu yang negatif atau sesuatu yang merugikan, kegagalan atau kesalahan hanyalah petunjuk untuk melakukan sesuatu dengan lebih baik. Bila hal ini bisa dipraktikkan dengan baik, maka pemikiran negatif dapat dihindarkan.

Untuk seminar/pelatihan hubungi 0812 1318 8899 / email: training@djajendra-motivator.com

Older posts

© 2018 MOTIVASI DJAJENDRA

Theme by Anders NorenUp ↑