MENINGKATKAN KEKUATAN KEUANGAN KELUARGA

“Gaya hidup boros dan perilaku tidak produktif merupakan akar kemiskinan.”~Djajendra

Kita semua sedang hidup di puncak peradaban konsumtif yang paling tinggi. Bila tidak mampu mengendalikan nafsu belanja, maka penghasilan yang didapatkan tidak akan pernah cukup. Kadang-kadang, seluruh penghasilan dihabiskan untuk hal-hal konsumtif ditambah utang konsumtif. Akibatnya, penghasilan menjadi minus karena ditambah beban utang, dan Anda pun tidak akan bisa membangun kekayaan untuk bisa mencapai kebebasan finansial.

Gaya hidup boros dan perilaku tidak produktif merupakan akar kemiskinan. Sering sekali terlihat, sebuah rumah tangga dengan penghasilan yang tidak besar, tetapi rumahnya diisi penuh dengan berbagai macam barang elektronik yang membuat listrik bulanan menjadi tinggi. Memiliki smartphone lebih dari satu yang membuat biaya pulsa tinggi. Memiliki televisi lebih dari satu. Belum lagi kebiasaan merokok yang menguras uang cukup banyak. Memiliki motor lebih dari satu. Termasuk kebiasaan makan di luar rumah atau tidak memasak sendiri. Jelas, semua ini adalah pola hidup boros yang membuat semua pendapatan tidak akan pernah cukup untuk membiayai kebutuhan hidup.

Uang adalah sebuah kekuatan untuk ketenangan hidup. Bila semua pendapatan dihabiskan untuk hal-hal konsumtif dengan alasan pas-pas an untuk memenuhi kebutuhan hidup, maka ketenangan hidup pasti hilang. Hargai uang, hormati uang dengan memiliki gaya hidup yang sederhana dan tidak boros. Mulailah dengan merubah barang-barang yang Anda punya. Televisi cukup satu, smartphone cukup satu, berhenti merokok, barang-barang elektronik penguras isi kantong Anda jangan digunakan lagi. Lakukan penghematan total untuk mengurangi tagihan atau biaya bulanan Anda sebesar mungkin.

Kemewahan hidup bersumber dari rasa syukur, bukan dari kemampuan Anda menghabiskan uang untuk berbelanja sebanyak mungkin. Kebiasaan konsumtif adalah kebiasaan yang mengantar Anda menjadi miskin dan hidup tidak tenang. Mengutip kata-kata Bill Gates: “Bukan kesalahan Anda jika Anda lahir miskin, tetapi kesalahan Anda jika Anda mati miskin.” Kemiskinan terjadi karena tidak mampu bersyukur dengan penghasilan yang dimiliki dan tidak memiliki disiplin untuk menabung uang. Walaupun uang yang ditabung sangat sedikit jumlahnya, tetaplah menabung. Masalah menabung dan menginvestasi adalah masalah kebiasaan. Bila Anda terlatih dan terbiasa menabung sabagian dari penghasilan Anda, maka lama ke lamaan Anda menjadi kaya karena sudah memiliki kebiasaan untuk menabung lebih banyak uang.

Kebiasaan pola hidup boros melemahkan keuangan keluarga. Di samping itu, menciptakan rasa khawatir yang menguras energi produktif Anda. Tanpa energi produktif, kemampuan Anda untuk menghasilkan uang yang lebih banyak juga akan terhambat. Pastikan Anda sangat memahami bahwa uang adalah sebuah kebutuhan untuk bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup sehari-hari yang lainnya. Tanpa kekuatan keuangan yang baik, maka hidup Anda menjadi sulit dan berat dalam menghadapi realitas kehidupan ekonomi sehari-hari.

Kekuatan keuangan keluarga bukan bersumber dari besarnya penghasilan, tetapi dari besarnya kemampuan untuk menabung uang. Mulailah dengan mental positif Anda untuk mensyukuri dan berterima kasih dengan hidup Anda yang sekarang ini. Kemudian, disiplinkan diri untuk menciptakan kebiasaan dan perilaku yang tidak mudah tergoda terhadap barang-barang konsumtif. Tidak tergesa-gesa dalam membeli sesuatu. Miliki prioritas dan kesabaran untuk menunggu membeli sebuah kebutuhan. Jangan tergoda untuk membeli barang dengan utang. Kumpulkan uang baru membeli barang konsumtif. Ingat, utang hanya boleh untuk hal-hal produktif. Bila utang digunakan untuk hal-hal konsumtif, maka hidup selalu dalam kekurangan uang.

Kebiasaan menghabiskan waktu berjam-jam di depan televisi hanya mendoktrin alam bawah sadar Anda dengan produk-produk yang diiklankan. Akibatnya, Anda sulit lepas dari perangkap konsumtif. Alam bawah sadar Anda akan selalu memaksa Anda untuk membeli barang-barang yang sesungguhnya tidak Anda perlukan. Oleh karena itu, daripada menonton televisi berjam-jam setiap hari lebih baik membaca buku, berolahraga, mengerjakan hobi, ataupun melakukan hal-hal positif di lingkungan kehidupan Anda.

Kebebasan finansial hanya bisa dimiliki saat Anda memiliki tingkat rasa syukur yang cukup tinggi atas realitas kehidupan keuangan Anda. Jadi, sekali lagi, kebebasan finansial bukan dihasilkan dari besarnya jumlah uang yang Anda miliki, tetapi dari tingkat rasa syukur yang tinggi dan perilaku hidup yang produktif.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KUATKAN MENTAL UNTUK MENJALANKAN BISNIS DENGAN DOLLAR DI ATAS Rp 14.000,-

“Ketangguhan mental dan aliran energi pemenang di tengah krisis, akan menjadi kekuatan untuk meraih kemenangan bagi bisnis Anda.”~Djajendra

Sebuah titik krisis adalah ujian bagi ketangguan mental pebisnis. Siapa yang tangguh dan kreatif akan muncul sebagai pemenang. Krisis dan kesulitan pasti berlalu, tetapi saat mereka hadir, kepanikan dan kebingungan bisa membuat mental buntu dan tanpa solusi.

Bagi para pemenang, apapun tantangannya, dia selalu kuat, dan berani mengambil sikap untuk bergerak melalui disiplin bagi keberhasilan. Mereka mampu berprestasi di atas hambatan dan rintangan. Mereka selalu bersikap tegas, optimis, kreatif, berani, ikhlas dan fokus pada pencapaian terbaik. Mereka mampu memetakan persoalan dengan kreatif dan cerdas, lalu mengatasi semua hal di titik krisis dengan sempurna.

Bagi mental kalah, mereka begitu mudah terjebak di dalam kesulitan, lalu mengeluh dan putus asa dengan realitas. Mereka sangat pintar melempar kesalahan kepada yang lain, dan sibuk membuang energi untuk mencari alasan pembenaran atas ketidakmampuan mereka.

Ada sebuah cerita yang begitu luar biasa dari seorang pemenang sejati bernama Thomas Alva Edison. Pada tahun 1914 pabrik Thomas Edison terbakar habis, semua penemuan dan prototipe hancur terbakar menjadi abu, dan dia mengalami kerugian sekitar lebih dari 23 juta dollar pada saat itu. Atas kejadian tersebut, Thomas Alva Edison tidak sedih, dia hanya berkata “Bersyukurlah semua kesalahan kami terbakar. Sekarang kami bisa memulai lagi dengan lebih hebat.” Reaksi Thomas Alva Edison menggambarkan jiwa yang tangguh dan penuh optimis. Di saat semua kekayaannya terbakar habis, dia melihat peluang untuk bekerja dengan lebih hebat lagi. Ketika gagal 10.000 kali, Thomas Edison hanya berkata, “ saya belum gagal. Saya baru saja menemukan 10.000 cara yang tidak akan bekerja.” Thomas Alva Edison adalah role model tentang ketangguhan di tengah krisis. Dia tetap meningkatkan pencapaian di titik krisis yang dia hadapi. Dia tetap penuh semangat di titik krisis yang dia hadapi. Dia tidak pernah mengeluh, melemparkan kesalahan, dan lari dari kenyataan.

Landasan ketangguhan mental adalah pikiran positif dan kecerdasan emosional. Ketika emosi dan pikiran Anda dalam wilayah positif, maka Anda menjadi sangat optimis dan produktif. Energi positif dapat meningkatkan semangat untuk tampil lebih fleksible dalam menjalankan usaha.

Jadilah lebih percaya diri. Bila titik krisis sudah terjadi, tugas Anda adalah meningkatkan keyakinan dan rasa percaya diri untuk menemukan peluang baru dari keadaan yang ada. Oleh karena itu, tingkatkan semangat karyawan dan pimpinan perusahaan Anda. Latih mereka menjadi energi optimis dengan mental tangguh. Tingkatkan kemampuan mereka untuk menjadi lebih percaya diri dalam menemukan solusi. Tanamkan keyakinan positif dan optimis atas potensi krisis yang ada, jangan menutupi apapun, bangkitkan semangat kerja keras mereka di tengah ketidakamanan bisnis Anda. Mental karyawan dan pimpinan tangguh selalu bergairah dengan tantangan yang ada, dan sangat cerdas menginspirasi orang lain untuk membantu mereka mencapai kinerja yang diinginkan, walau realitas bisnis sedang di tengah krisis.

Krisis merupakan tanda untuk merangkul perubahan, dan tidak lagi ngotot dengan apa yang sudah direncanakan. Miliki perilaku kerja yang fleksible dan terus-menerus beradaptasi dengan perubahan. Krisis tidak boleh melumpuhkan proses bisnis Anda, tetaplah kreatif dan rendah hati. Kuatkan mental orang-orang di internal perusahaan, yakinkan dan bangkitkan semangat kerja dengan etos yang luar biasa untuk tetap menang di tengah badai krisis.

Jadilah rendah hati dan kreatif di tengah potensi perubahan oleh dampak krisis. Tenangkan pikiran, kuatkan energi positif, lancarkan energi dari otak sampai ke ujung kaki Anda. Bernafaslah dalam-dalam dan yakinlah bahwa Anda sangat terbuka untuk mengenali, memanfaatkan, dan menciptakan peluang di tengah krisis yang terjadi. Perubahan adalah pasti, dan bila Anda bersahabat dengan perubahan, Anda akan selalu menciptakan peluang baru bagi kemajuan bisnis Anda.

Bila bisnis Anda sedang mengalami kesulitan dan kegagalan, maka rangkullah kegagalan tersebut. Jangan marah atau memusuhi kegagalan. Orang-orang bermental tangguh selalu menerima kegagalan, kerugian, kehilangan dan kesulitan dengan tangan terbuka. Lalu, mereka menjadikannya sebagai guru dan belajar dari mereka untuk menuju sukses ke level yang lebih tinggi.

Walau Rupiah sudah di atas Rp 14.000,- per dollar Amerika, dan sebagian pebisnis yang sudah pusing tujuh keliling. Hal ini bukan sebuah akhir, tetapi sebuah awal untuk kemajuan yang lebih tinggi.Oleh karena itu, kuatkan mental dan energi pemenang melalui budaya organisasi Anda agar semua sikap, perilaku, kebiasaan, karakter, dan etos kerja dari sumber daya manusia perusahaan Anda mampu menang di tengah krisis; mampu sukses dan mencapai kinerja terbaik di tengah potensi krisis.

Jangan terjebak di tengah krisis, jangan frustasi di tengah badai krisis. Kuatkan mental pemenang dan energi pemenang di tengah lingkungan kerja Anda agar semua insan perusahaan Anda mampu membuka jalan bagi keberhasilan bisnis Anda.  

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

EKSEKUSI ADALAH PROSES MEWUJUDKAN

HASIL AKHIR“Eksekusi itu seperti permainan, bermainlah untuk menang.” ~Djajendra

Ada waktunya kita harus fokus pada pikiran untuk menghasilkan ide, konsep dan strategi yang hebat. Tetapi, ada saatnya seluruh energi, waktu, sumber daya, perhatian dan fokus harus dicurahkan untuk eksekusi. Untuk mewujudkan rencana dan strategi hanya bisa di wilayah eksekusi. Wilayah eksekusi adalah wilayah proses mewujudkan, bukan wilayah hasil.

Tidak semua orang memiliki bakat dan energi untuk bertarung di wilayah eksekusi. Dalam realitas, sangat banyak orang pintar yang berani membuat rencana dan strategi, tetapi tidak berdaya saat di wilayah eksekusi. Juga, sangat banyak orang pintar yang berani dan tegas mengambil keputusan, tetapi tak mampu berbuat apa-apa di wilayah eksekusi.

Wilayah eksekusi adalah wilayah dunia nyata, bukan wilayah dunia pikiran ataupun perasaan. Di sini, kita harus memiliki intuisi yang tajam terhadap realitas yang ada, dan juga harus cerdas sosial dalam memahami sikap dan perilaku dari orang-orang yang terlibat di dalam proses mewujudkan tersebut.

Salah satu penyebab kegagalan eksekusi adalah budaya organisasi yang suka berputar-putar walau prioritas sudah mendesak. Dari pengalaman, kami melihat sebuah keputusan yang sudah diambil masih suka diputar sampai berbulan-bulan, dan hal ini berdampak pada terlambatnya eksekusi. Komunikasi yang buruk, kepercayaan yang rendah, takut mengambil risiko, takut bertanggung jawab, adalah sebagian dari penyakit kronis yang menghambat sebuah eksekusi.  

Eksekusi yang baik dihasilkan dari pimpinan, karyawan dan anggota tim yang merasa bertanggung jawab kepada satu sama lain. Mereka bergerak bersama hati dan pikiran positif untuk berkinerja tinggi. Mereka bergerak menyiapkan kualitas, kompetensi dan karakter kerja untuk bisa menjadi profesional yang penting bagi siapapun. Mereka menjadikan eksekusi sebagai permainan yang dimainkan untuk menang. Mereka menciptakan energi, semangat untuk menang, dan selalu berkolaborasi dengan sangat fleksible agar tidak ada yang macet oleh hirarki ataupun struktur.

Eksekusi adalah proses mewujudkan. Untuk itu, diperlukan fokus, perhatian penuh, keterlibatan, kolaborasi, komunikasi, akuntabilitas, energi positif yang besar, kemampuan untuk berbagi informasi dan pengetahuan. Di samping itu, karyawan dan pimpinan harus berada dalam soliditas bersama; dalam satu visi, satu jiwa, dan satu budaya. Dan, ini semua adalah kekuatan penting untuk eksekusi yang berkinerja tinggi.

Kekuatan eksekusi ada pada perilaku dan sikap yang mudah beradaptasi dengan realitas. Dunia ilusi(strategi/rencana) akan bertemu dengan dunia realitas ( eksekusi). Begitu terjun ke dalam wilayah eksekusi: pikiran akan diisi oleh data, fakta, dan informasi dari dunia realitas. Bagi yang senang tantangan pasti akan menikmatinya, bagi yang takut tantangan pasti mengalami stres. Eksekusi bisnis yang hebat membutuhkan cara-cara luar biasa dari orang-orang biasa.

Perusahaan yang kuat selalu berusaha untuk lebih memperkuat profitabilitas, juga terus memperkuat fondasi keuangan secara keseluruhan. Perusahaan yang kuat selalu memiliki kecepatan eksekusi mulai dari yang memiliki hak keputusan untuk eksekusi; kecepatan dari orang yang berhak memberi dan menyebarluaskan informasi yang tepat dan benar; kecepatan dari orang-orang yang berperan sebagai motivator di dalam eksekusi; dan kecepatan dari struktural organisasi, sehingga walaupun semua orang sudah dibatasi dalam kotak-kotak struktur organisasi, mereka bisa bersatupadu melalui kolaborasi untuk memberikan kecepatan dan pelayanan berkualitas agar eksekusi dapat menghasilkan yang terbaik.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

EKONOMI INDONESIA MUNDUR UNTUK MAJU

PIKIRAN DIBATASI OLEH KEYAKINAN“Masyarakat Indonesia sebagai aset yang hebat dengan etos kerja yang luar biasa, haruslah dijadikan tumpuan untuk kebangkitan ekonomi Indonesia.”~Djajendra

Awal pemerintahan Presiden Jokowi dimulai dengan kompetisi panas antara Koalisi Merah Putih dan Koalisi Indonesia Hebat. Koalisi Merah Putih berjumlah banyak dan memenangkan pertarungan di DPR maupun MPR. Koalisi Indonesia Hebat berhasil memenangkan Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia. Di awal pertarungan antara KIH dengan KMP cukup mengkhawatirkan dunia bisnis. Perang kata-kata tajam di media masa antara KIH dengan KMP telah membuat para investor menunggu dan menonton. Indonesia harus bersyukur ternyata para pemimpinnya, baik KIH maupun KMP, adalah negarawan yang cinta Indonesia. Semua pihak pada akhirnya bersatu untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

Persoalannya, pertarungan di awal antara dewan dengan pihak eksekutif telah mengakibatkan lambatnya mengeksekusi belanja modal dari pemerintah pada awal tahun 2015. Hal ini menjadi salah satu faktor dari kemunduran pertumbuhan ekonomi Indonesia.  Di kuartal pertama pertumbuhan ekonomi sekitar 4,71% dan di kuartal kedua sekitar 4,67%. Selain itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat berada pada posisi Rp 13.500,-. Harga komoditas seperti batu bara dan sawit yang merupakan andalan ekspor Indonesia juga harganya sedang tidak baik. Jelas, semua ini menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia perlu perhatian lebih agar tidak terjerumus ke dalam krisis ekonomi.

Kalau kita mau jujur ada hal-hal luar biasa yang telah dilakukan oleh pemerintah saat ini. Pemerintah berhasil menghapus subsidi BBM dan mengalihkannya untuk kegiatan produktif. Jelas, ini adalah sebuah fondasi ekonomi yang baik buat masa depan Indonesia. Pemerintah juga memudahkan perizinan untuk perkembangan dan pertumbuhan bisnis di Indonesia. Di samping itu, perhatian yang lebih dari pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur adalah kekuatan yang akan meningkatkan kemajuan ekonomi Indonesia di masa depan.

Saat ini, mungkin sebagian dari investor asing sedang menunggu sampai konsumsi dalam negeri Indonesia kembali meningkat, serta nilai rupiah yang stabil. Sebab, bagi investor asing, Indonesia adalah pasar yang sangat besar, sehingga mereka berani berinvestasi dan menjualnya ke konsumen Indonesia. Realitas hari ini, memang konsumen Indonesia sedang kekurangan daya beli. Pencabutan subsidi BBM telah membuat harga-harga barang dan biaya transportasi naik, sehingga penghasilan yang dimiliki konsumen Indonesia tidak cukup untuk menjadi lebih konsumtif.

Daya tahan masyarakat Indonesia terhadap realitas ekonomi saat ini masih cukup baik. Aktivitas bisnis diberbagai kota besar di Indonesia masih sangat ramai. Intinya, realitas ekonomi Indonesia saat ini masih cukup baik dan sangat jauh untuk masuk ke dalam krisis. Bangsa Indonesia telah belajar dari pahitnya krisis ekonomi tahun 1998, sehingga sudah mampu mempersiapkan pola hidup yang sesuai dengan realitas ekonominya.

Walau begitu, pemerintah harus segera mengeluarkan berbagai kebijakan dan kemudahan untuk mendorong bisnis dan ekonomi Indonesia ke tingkat yang lebih baik. Masyarakat Indonesia sebagai aset yang hebat dengan etos kerja yang luar biasa, haruslah dijadikan tumpuan untuk kebangkitan ekonomi Indonesia. Potensi insani Indonesia harus ditumbuh kembangkan menjadi kualitas dan kompetensi yang andal dalam mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi Indonesia.

Sikap optimistis terhadap kondisi perekonomian Indonesia perlu terus dikembangkan. Persepsi positif tentang masa depan ekonomi Indonesia harus terus dikembangkan. Pemerintah harus bergerak lebih cepat untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi masyarakat Indonesia di semua bidang kehidupan. Pelatihan yang memberdayakan masyarakat harus dilakukan di semua tingkatan kehidupan. Kecepatan dan kelincahan adalah kunci memenangkan masa depan.

Ekonomi Indonesia mundur untuk maju. Mungkin hari ini Rupiah, daya beli dan pertumbuhan ekonomi masih lemah. Tetapi, bila kita melihat tindakan-tindakan pengalihan subsidi BBM, kemudahan pembangunan infrastrukur, serta kebijakan-kebijakan yang memudahkan bisnis dan ekonomi. Maka, dapat dipastikan masa depan ekonomi Indonesia cukup baik dan menjanjikan.

Dunia bisnis harus pintar beradaptasi dan tidak terjebak dalam rasa khawatir. Harus cerdas mengubah arah dan menerapkan strategi baru. Jangan habiskan energi untuk kekurangan yang ada, tetapi fokuskan semua energi untuk menguatkan kekuatan yang sudah ada. Bisnis yang andal mampu cepat bergeser dan menyesuaikan diri, lalu cepat beradaptasi untuk mengejar strategi baru, serta tidak akan membiarkan kehilangan peluang saat ekonomi membaik.

Penguatan dan pelambatan ekonomi adalah sesuatu yang wajar. Semua negara pasti menghadapi penguatan dan pelambatan. Selama ekonomi melambat perlu ada energi positif dari pemerintah dan masyarakat untuk bergerak lebih cepat, lebih cerdas, lebih kreatif dan merasa lebih mendesak untuk pemulihan segera.  Pemulihan membutuhkan kolaborasi sempurna antara pemerintah, masyarakat bisnis dan masyarakat konsumen. Wacana dan kritik bukanlah jawaban untuk pemulihan ekonomi. Tindakan dengan strategi kolaborasi yang memudahkan masyarakat untuk mengambil berbagai keuntungan dari peluang pemulihan adalah solusi untuk perbaikan ekonomi.

Pemimpin harus bersatu dan menginspirasi masyarakat untuk bangkit dan mengambil peluang baru. Masyarakat tidak boleh terus-menerus diberikan informasi-informasi pesimis. Sebab, mereka yang sedang semangat bisa kehilangan semangatnya. Kejujuran dan keterbukaan akan mengembangkan kesadaran. Bila masyarakat diberikan kesadaran menjadi yang terdepan di dalam pembangunan ekonomi, maka mereka akan memiliki inisiatif untuk menjadi energi yang sangat kuat di dalam pemulihan ekonomi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

RUPIAH SUDAH DI ATAS RP 13.000,- PER DOLAR AS

DJAJENDRA MOTIVATION“Dolar AS adalah mata uang yang sangat kuat di dunia, dan rupiah tidak mungkin menang melalui mekanisme pasar uang. Rupiah hanya bisa menang dengan cara penguatan ekonomi di dalam negeri, dan ekonomi dalam negeri akan kuat bila daya beli masyarakat kuat.”~Djajendra

Secara logika, orang-orang yang paling optimis pun, pasti sedikit gusar hatinya melihat Rupiah di atas Rp 13.000,- per dolar AS.

Dolar memang semakin kuat dan membuat banyak mata uang dunia terdepresiasi. Penguatan dolar atas sebagian besar mata uang dunia, akan menguntungkan bagi perusahaan-perusahaan pengekspor, yang tujuannya ke Amerika Serikat. Dengan catatan, daya beli masyarakat Amerika juga sedang bagus.

Nilai rupiah haruslah tetap dijaga di level yang tidak membuat harga-harga barang di dalam negeri semakin naik. Bukan rahasia bahwa sebagian besar produksi di dalam negeri masih banyak yang menggunakan komponen barang impor. Artinya, semakin tinggi nilai dolar terhadap rupiah, semakin harga-harga barang akan naik. Belum lagi kebijakan-kebijakan fiskal yang menambah beban biaya masyarakat.

Penurunan nilai rupiah ini adalah konsekuensi dari penempatan mata uang rupiah untuk bersaing bebas di dunia global. Rupiah dengan nilai di atas Rp 13.000,- per dolar AS, dianggap sebagai mata uang berisiko oleh pasar dunia. Jadi, Tidak perlu malu untuk mengakui bahwa rupiah perlu segera ditolong dengan berbagai tindakan nyata.

Selamatkan dulu daya beli masyarakat. Sekarang waktunya meningkatkan stimulus untuk membuat masyarakat berdaya beli. Bukan waktunya saat ini untuk membebani masyarakat dengan berbagai kebijakan fiskal. Semakin penghasilan masyarakat dipungut melalui berbagai kebijakan fiskal, semakin masyarakat akan kehilangan daya beli, dan konsekuensinya ekonomi berpotensi krisis. Hal ini akan berdampak pada gagalnya pembangunan yang direncanakan, karena jumlah uang yang ditargetkan untuk dikumpulkan dari berbagai kebijakan fiskal, tidak akan mencapai target.

Dolar AS akan terus menguji batas kekuatan mata uang lainnya. Membiarkan rupiah bertanding dalam kompetisi sempurna dengan mata uang kuat seperti dolar AS, adalah perbuatan yang merugikan kehidupan masyarakat luas.

Silakan memiliki mimpi besar, visi yang hebat. Tetapi, tetaplah rendah hati dan sadar dengan kenyataan. Dunia itu tidak hidup dalam pikiran, tidak hidup dalam ambisi, tidak hidup dalam obsesi, tetapi hidup di dalam kenyataan. Dan, hari ini, kenyataannya rupiah sudah terdepresiasi di atas Rp 13.000,- per dolar AS.

Waktunya menguatkan rupiah melalui peningkatan kekuatan ekonomi di dalam negeri. Berikan kemudahan dan stimulus kepada masyarakat untuk menciptakan proses bisnis. Giatkan usaha-usaha kecil dan non formal. Jangan bebani usaha kecil, sedang, dan non formal dengan kebijakan fiskal yang membebani.

Sebaiknya tidak terlalu berharap pada perusahaan-perusahaan berskala besar, apalagi yang berorientasi impor. Sebab, biasanya, perusahaan-perusahaan berskala besar suka memiliki utang dolar, dengan kenaikan dolar yang cukup besar ini, mereka pasti sedang kesulitan, dan juga berpotensi mengalami kerugian kurs valuta asing.

Berikan kemudahan untuk semua bidang usaha yang berpotensi meningkatkan kekuatan ekonomi di dalam negeri. Jangan persulit atau membebani mereka dengan biaya tinggi. Saatnya, kekuatan dolar dijawab dengan penguatan daya beli ekonomi domestik. Semakin tinggi daya beli masyarakat di dalam negeri, semakin dolar akan kalah melawan rupiah.

Dolar AS adalah mata uang yang sangat kuat di dunia, dan rupiah tidak mungkin menang melalui mekanisme pasar uang. Rupiah hanya bisa menang dengan cara penguatan ekonomi di dalam negeri, dan ekonomi dalam negeri akan kuat bila daya beli masyarakat kuat.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

SEMANGAT KEWIRAUSAHAAN MENGUATKAN KEHIDUPAN EKONOMI

cropped-DJAJENDRA-MOTIVASI-UNGGUL.jpg“Sikap ngotot pikiran dan ego diri sendiri, yang mengabaikan fakta dan realitas, membahayakan keberlanjutan proses kewirausahaan.”~Djajendra

Entrepreneurship atau kewirausahaan adalah jalan untuk menciptakan kekayaan dan kesejahteraan ekonomi. Bila energi entrepreneurship hilang dalam kehidupan sebuah bangsa, maka ekonomi bangsa tersebut menjadi stagnan atau kehilangan kekuatannya.

Kewirausahaan mampu menciptakan lapangan kerja yang sangat besar, mampu menyejahterakan kehidupan ekonomi keluarga, mampu menguatkan ekonomi bangsa, dan mampu menjadikan negara kaya raya.

Semangat kewirausahaan diperlukan untuk menciptakan nilai tambah, dan untuk mengembangkan kehidupan ekonomi yang berkelanjutan. Kewirausahaan yang andal dan produktif menjauhkan kehidupan dari krisis ekonomi dan keuangan.

Kewirausahaan haruslah dijadikan budaya kehidupan. Bila sebuah bangsa terlatih dan bermental wirausaha, maka perhatian setiap orang akan terfokus pada penciptaan nilai tambah. Kreativitas dan inovasi akan menjadi kompetensi yang menguatkan kewirausahaan tersebut.

Setiap karyawan di dalam perusahaan adalah bagian dari wirausaha. Artinya, karyawan wajib bermental wirausaha agar dapat melayani, dan memberikan kontribusi nilai tambah kepada perusahaan. Oleh karena itu, semangat kewirausahaan di tengah-tengah rutinitas kerja karyawan, harus dikuatkan oleh pemimpin perusahaan. Bila karyawan kehilangan kekuatan wirausaha, maka perusahaan sulit mencapai kinerja terbaik.  

Kewirausahaan adalah tentang berkarya dan bekerja yang fokus pada nilai tambah. Jiwa wirausaha tidak asal kerja atau diperbudak oleh kerja, tetapi bekerja dan berkarya untuk nilai tambah. Dan, akumulasi dari nilai tambah menciptakan kekayaan ekonomi.

Peningkatan semangat kewirausahaan harus dalam optimisme. Semakin optimis dan sadar untuk menjadikan wirausaha sebagai jalan menuju kesejahteraan, semakin sejahteralah kehidupan ekonomi sebuah bangsa. Semangat kewirausahaan menjadikan orang-orang lebih kreatif dan inovatif, sehingga mudah menemukan solusi dan jalan keluar, untuk menciptakan kesejahteraan ekonomi.

Jiwa wirausaha mudah menciptakan pasar. Pasar adalah tujuan terpenting dari sebuah proses kewirausahaan. Apapun produk atau jasa yang dihasilkan dari sebuah proses kewirausahaan, dia harus menemukan atau menciptakan pasarnya. Pasarlah yang akan menentukan kekuatan wirausaha. Jiwa wirausaha harus memiliki intuisi di dalam pasar, dan menciptakan produk atau jasa sesuai maunya pasar. Kemampuan untuk melayani dan beradaptasi dengan kekuatan pasar, akan menjadikan kewirausahaan semakin kuat dan andal.

Kemampuan untuk menciptakan keunikan dan reputasi, menjadikan kewirausahaan semakin unggul dan andal. Memanfaatkan kekuatan teknologi dan kecerdasan menandai fokus pasar, menjadikan kewirausahaan selalu di jalan yang tepat.

Siklus sebuah produk atau jasa haruslah menjadi bagian dari kecerdasaan kreatif. Pasti ada siklus lembah dan puncak dalam semua bisnis. Oleh karena itu, kewirausahaan haruslah terbiasa dengan perubahan, kreativitas, dan inovasi. Sikap ngotot dengan maunya pikiran dan ego diri sendiri, serta sikap yang suka mengabaikan fakta dan realitas, akan membahayakan keberlanjutan proses kewirausahaan.

Kewirausahaan adalah proses kreatif dan inovatif, yang menghubungkan karya dengan kebutuhan. Karya bisa dalam wujud jasa ataupun produk, dan kebutuhan dapat diciptakan melalui proses marketing. Jadi, walaupun sesuatu itu masih baru dan belum dipahami oleh pasar, tetapi bila disampaikan kepada pasar dengan bahasa marketing yang hebat, maka pasar pasti mengerti dan menerimanya.

Kewirausahaan adalah pencipta bisnis, yang cerdas melihat masa depan.  Menciptakan produk atau jasa yang baru, lalu menciptakan iklan yang memotivasi pasar, untuk menggunakan produk atau jasa tersebut, adalah bagian terpenting dari sebuah proses kewirausahaan.

Kualitas kewirausahaan ditentukan dari kemampuan untuk beradaptasi terhadap kedinamisan pasar, efisiensi proses, inovasi, kinerja tinggi, kepemimpinan, dan keberlanjutan penciptaan nilai tambah ekonomi. Dan juga, kemampuan untuk pemecahan masalah, menggunakan ide-ide secara tepat, dan kemampuan komersial.

Entrepreneurship atau kewirausahaan haruslah mampu menghasilkan ide-ide ekonomi, dan menjadikannya sebagai kekuatan, untuk menciptakan kekayaan dan kesejahteraan ekonomi bagi banyak orang. Kehidupan sosial yang sejahtera dan terjamin pertumbuhan dan pemerataan ekonominya, haruslah menjadi semangat kewirausahaan. Semakin merata kekayaan ekonomi masyarakat, semakin besar pasar yang tercipta untuk kekayaan wirausaha.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

DEMO BURUH MENGHENTIKAN PRODUKTIVITAS PABRIK

“Kualitas buruh adalah energi ekonomi yang meningkatkan daya saing bangsa dan negara, dalam menghadapi kekuatan ekonomi dan perdagangan global.” ~ Djajendra

Buruh adalah bagian terpenting dari proses produksi; bagian terpenting dari proses bisnis; bagian terpenting dari proses penciptaan nilai tambah; dan juga bagian terpenting dari proses penciptaan kualitas terbaik. Buruh yang fokus dan berkualitas akan meningkatkan kinerja pada pekerjaan yang dilakukan.

Demo buruh yang berkelanjutan pasti akan merusak daya saing perusahaan. Sering sekali sebuah perusahaan mengalami kerugian besar akibat demo buruh. Ada perusahaan yang harus kehilangan omset penjualan yang sangat besar akibat demo buruh di pabriknya. Dan, tidaklah mudah dalam satu atau dua tahun untuk mengembalikan omset yang hilang tersebut.

Kenapa omset tersebut bisa hilang? Karena, demo yang berkelanjutan di dalam pabrik akan menghentikan proses produksi dan proses pengiriman. Dampaknya, kontrak penjualan tidak dapat dipenuhi oleh pabrik, dan pembeli pasti akan kehilangan kepercayaan kepada pabrik tersebut. Hal ini, tidak hanya berpotensi menciptakan kerugian besar di dalam pabrik, tetapi juga ada konsekuensi hukum atau etika oleh gagalnya pengiriman barang dengan tepat waktu.

Sebuah pabrik adalah tempat aktivitas ekonomi, khususnya tempat terciptanya nilai tambah dari sebuah proses produksi. Di sini, buruh dan investor sama-sama mencari uang untuk kehidupan ekonomi dari nilai tambah yang mereka ciptakan. Demikian juga dengan negara, negara akan semakin besar mendapatkan penghasilan melalui pajak atas operasional pabrik yang efisien dan berkelanjutan. Intinya, semua pihak akan menikmati keuntungan dari nilai tambah yang dihasilkan oleh  sebuah pabrik. Dan bila proses penciptaan nilai tambah ini terganggu, maka semua pihak akan mengalami kerugian.

Ketika inflasi di bidang ekonomi mengurangi daya beli dan daya ekonomi buruh, maka para buruh pasti akan kehilangan energi, untuk bekerja dengan penuh semangat agar dapat berkontribusi secara produktif dan efektif di tempat kerja.

Peningkatan inflasi di sebuah negara akan meningkatkan harga-harga dan biaya hidup. Bila harga-harga dan biaya hidup naik, maka buruh yang hanya bergantung pada penghasilan tetap minimum pastilah kehilangan fokus dan tenaga untuk melayani pekerjaannya dengan berkualitas. Dampaknya, daya saing negara tersebut akan kalah dalam perdagangan global, dan juga negara akan dibebani oleh tingkat pengangguran yang lebih tinggi.

Persoalan demo buruh tidaklah sebatas persoalan antara buruh dan pemberi kerja. Tetapi, merupakan persoalan tata kelola ekonomi negara yang efektif, produktif, efisien, kreatif dan penuh integritas. Bila pengelolaan ekonomi sebuah negara tidak di dalam integritas yang diperlihatkan dengan transparansi dan akuntabilitas, maka akar persoalan demo buruh sulit ditemukan, dan sulit untuk diselesaikan dengan adil.

Semakin sering demo buruh, semakin lemah daya saing pabrik-pabrik tersebut. Dan hal ini, akan menjadi prospek bagi meningkatnya pengangguran. Tingkat pengangguran yang tinggi pasti akan menakutkan semua pihak. Sebab, hal ini berpotensi menciptakan berbagai kelemahan dan kekurangan di dalam perekonomian dan keamanan negara tersebut.

Para pemimpin ekonomi di sebuah negara yang buruhnya sering demo, haruslah sadar diri, bahwa inflasi yang tidak wajar akan merusak sendi-sendi ekonomi negara tersebut. Oleh karena itu, diperlukan tindakan dan sikap yang dilandasi oleh integritas yang tinggi, untuk mengontrol akar persoalan demo buruh, agar kualitas daya saing dan kondisi positif ekonomi negara, dapat terus tumbuh di dalam kekuatan integritas dan produktivitas yang tinggi.

Melokalisasi persoalan demo buruh sebatas hubungan kerja antara buruh dan investor adalah kesalahan terbesar. Sebab, akar persoalan demo buruh adalah tidak tercukupinya gaji yang diterima untuk membiayai kehidupan yang minimum. Kenaikan biaya hidup oleh berbagai kebijakan dan realitas ekonomi, telah menjadikan gaji yang diterima oleh buruh tidak tercukupi untuk membiayai kebutuhan hidup sebulan.

Demo buruh yang terlalu sering dan berkelanjutan akan mengecilkan kekuatan ekonomi bangsa dan negara. Sebab, hal ini berpotensi menjadikan pabrik-pabrik terpaksa ditutup oleh daya saing yang kalah di dalam realitas perdagangan global.

Hubungan kerja antara buruh dan pemberi kerja wajib di dalam keharmonisan yang produktif. Bila hubungannya selalu meruncing di dalam ketidakpuasan, maka bisnis dan proses produksi pastilah tidak efisien. Dampaknya, aliran likuiditas dari hasil nilai tambah warga negara ke dalam ekonomi dan pasar akan berkurang. Jelas, hal ini akan menjadi awal untuk mengecilkan kekuatan ekonomi negara, dan membuat negara terpaksa harus berhutang untuk membiayai operasionalnya.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com