VALUE CREATION DALAM PELAYANAN PELANGGAN

VALUE CREATION 24012016

“Penciptaan nilai tidak hanya bersumber dari inovasi dan kreativitas, tetapi juga dari kesadaran dan persepsi yang tepat.”~Djajendra

Pelayanan pelanggan yang baik berasal dari lingkungan kerja yang menciptakan nilai lebih. Bila pelayanan sudah menjadi orientasi dalam wujud sifat, sikap, kebiasaan, dan perilaku; maka, ini dapat menciptakan nilai lebih bagi perusahaan. Nilai lebih ini tercipta dari kesadaran dan persepsi positif insan perusahaan.

Menguatkan budaya kolaborasi untuk memberikan pelayanan pelanggan terbaik akan menciptakan nilai lebih dari kolaborasi tersebut. Kondisi ini memudahkan front liner untuk melakukan pelayanan yang meningkatkan rasa puas pelanggan. Intinya, kolaborasi di internal perusahaan benar-benar dimulai untuk mendorong pelayanan terbaik. Setiap orang saling mempengaruhi  dengan ide-ide yang menguatkan struktur, proses, dan budaya pelayanan. Interaksi antar insan perusahaan harus terfokus untuk penciptaan nilai lebih bagi pelanggan.

Front liner dengan sikap dan perilaku pelayanan yang mampu menciptakan nilai lebih, menjadikan dirinya unggul. Nilai lebih meningkatkan kinerja. Dalam tata kelola pelayanan yang baik, penciptaan nilai tambah merupakan bagian yang menguatkan bisnis. Apalagi, kesadaran front liner yang terkomunikasi dengan kebutuhan pelanggan, akan menjadi nilai lebih untuk memberikan layanan sesuai harapan pelanggan. Kemampuan menciptakan nilai dengan empati membuat pelayanan semakin meningkatkan bisnis.

Penciptaan nilai adalah strategi yang tepat untuk meningkatkan bisnis. Apapun produk dan pelayanan yang sudah Anda miliki dapat ditingkatkan dan diperbaruhi dengan cara penciptaan nilai lebih. Berikan yang lebih baik secara berkelanjutan kepada pelanggan Anda, maka pelanggan Anda akan semakin setia berbisnis dengan Anda.

Value creation atau penciptaan nilai merupakan dasar bagi kemajuan. Nilai lebih dapat diciptakan atas produk dan jasa melalui inovasi, sehingga kualitas dan penampilan produk atau jasa tersebut lebih diminati oleh pelanggan. Nilai lebih dapat diciptakan dari sikap dan perilaku positif, sehingga pelanggan mendapatkan pengalaman yang menyenangkan.

Produk yang baik dengan perasaan dan emosi pelayanan yang tepat akan menciptakan nilai lebih. Komponen emosi baik, sikap baik, perilaku baik, kesadaran untuk memberikan yang terbaik, dan persepsi yang menghormati pelanggan dapat menciptakan nilai tambah bagi bisnis dan pelayanan perusahaan.

Pelayanan pelanggan yang baik harus menjadi prioritas. Semua orang di internal perusahaan diarahkan untuk berkolaborasi mempercepat dan membantu pelayanan terbaik. Ide-ide pelayanan terbaik dibiasakan mengalir, berkembang, dan berevolusi untuk menciptakan nilai lebih. Aktivitas dan konsep bisnis yang berorientasi pelayanan dijadikan sebagai budaya kerja.

Memahami nilai pelanggan dapat mendorong perusahaan untuk berinovasi menciptakan pelayanan dan produk yang bernilai lebih. Yakinlah bahwa nilai lebih yang Anda punya adalah penyebab pelanggan ingin belanja dari Anda. Nilai lebih Anda merupakan motivasi atau membuat seseorang memutuskan untuk membeli dari Anda. Jadi, kenapa tidak menciptakan nilai lebih secara berkelanjutan, ataupun menjadikan tradisi bisnis Anda dengan menemukan nilai lebih yang selalu menarik bagi pelanggan Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PELANGGAN ANDA ADALAH BISNIS TERBAIK ANDA

CUSTOMER SERVICE 04052015

PELANGGAN ANDA ADALAH BISNIS TERBAIK ANDA

“Komplain dan kritik dari pelanggan bernilai belajar, dan Anda harus mengingat semua itu untuk memperbaiki pelayanan Anda.”~Djajendra

Pelanggan adalah kekuatan utama dalam sebuah bisnis. Tanpa pelanggan, bisnis akan mati; karyawan bisa tidak gajian; dan lama kelamaan perusahaan akan terperangkap pada utang dan kebangkrutan. Pelanggan adalah inti dari bisnis itu sendiri, dan harus dijaga dengan sepenuh hati.

Untuk mendapatkan akses ke dalam hati nurani pelanggan membutuhkan cinta, dedikasi, kerja keras, keikhlasan, kebijaksanaan spiritual, tanggung jawab pribadi, dan pelayanan sepenuh hati.

Setiap pelanggan harus diperlakukan dengan sikap yang paling baik dan paling terhormat. Anggaplah seolah-olah pelanggan Anda itu menghidupi keluarga Anda. Merekalah yang membuat anak-anak Anda bersekolah sangat tinggi, merekalah yang membuat Anda tinggal di tempat terindah, merekalah yang membuat Anda makan yang nikmat, merekalah yang membuat Anda dapat membiayai liburan keliling dunia, merekalah yang dapat membantu Anda mewujudkan harapan dan impian. Pelanggan Anda adalah kekuatan kehidupan ekonomi Anda.

Pimpinlah semua kekuatan dan potensi baik diri sendiri, dan jadilah pribadi yang paling penting yang di miliki perusahaan Anda. Lalu, jadilah jiwa terbaik dan terindah terhadap semua interaksi dengan pelanggan Anda. Jangan membiarkan satupun sifat dan perilaku yang membuat perusahaan kehilangan pelanggan-pelanggannya. Jangan membiarkan kelalaian dan tanggung jawab rendah yang membuat pelanggan pergi dari bisnis Anda. Pelanggan adalah kisah sukses bisnis Anda. Rawatlah dan lindungi pelanggan Anda dari hal-hal yang tidak mereka inginkan.

Anda memiliki potensi baik yang tak terbatas. Anda memiliki kemampuan untuk membentuk kemurnian hati dalam memberikan pelayanan yang tulus dan sepenuh hati. Berpikirlah secara positif, dan miliki cara-cara terbaik untuk mempersonalisasikan ucapan dari hati terbaik Anda. Setiap bertemu pelanggan, Anda dapat lebih intim dengan cara mempersonalisasikan ucapan, pilihan kata, emosi, bahasa tubuh, sikap, dan sopan-santun. Walaupun pelanggan Anda berasal dari beragam latar belakang dan kepribadian, Anda tetap dapat terhubung secara baik dan tulus. Sebab, Anda sudah mampu mempraktekkan cara mempersonalisasi ucapan, sambutan, kata-kata, dan terhubung secara baik dengan mindset mereka yang berbeda.

Hormati dan jalani standar pelayanan dengan ikhlas dan totalitas. Tidak boleh ada kompromi dengan standar pelayanan. Sebab, standar pelayanan adalah hal minimal yang terbaik yang dapat Anda berikan kepada pelanggan sesuai janji dan iklan Anda. Jangan pernah mengorbankan standar pelayanan hanya karena ego dan kepentingan sempit Anda.

Sikap baik itu sendiri adalah sebuah taktik untuk keunggulan layanan. Ketika Anda memperlakukan setiap pelanggan seolah-olah dia adalah orang paling terhormat, maka dia akan senang untuk tetap berada dalam bisnis Anda, dan dia akan ikhlas untuk mengkontribusikan keuntungan bagi kemajuan bisnis Anda.

Setiap kebutuhan, keinginan, permintaan, dan harapan pelanggan adalah peluang dan kesempatan untuk kemajuan bisnis Anda. Semakin kritis dan semakin banyak maunya pelanggan, semakin baik untuk perkembangan dan kemajuan usaha Anda. Komplain, kritik, atau saran pelanggan akan membuat setiap orang di dalam perusahaan untuk tetap bekerja di luar wilayah zona nyaman. Jadi, berterima kasihlah kepada pelanggan yang banyak maunya, bersyukurlah bahwa ada banyak komplain dan kritik.

Pelanggan itu seperti guru yang mengajarkan pengetahuan yang belum mampu Anda jalankan atau terapkan. Intinya, komplain dan kritik dari pelanggan bernilai belajar, dan Anda harus mengingat semua itu untuk memperbaiki pelayanan Anda, dan juga mempersiapkan pola pelayanan yang semakin membantu pelanggan untuk mendapatkan harapan dan kebutuhan mereka.

Setiap pelanggan adalah bisnis terbaik, maksimalkan pelayanan untuk mendapatkan lebih banyak peluang dari pelanggan. Miliki sikap baik untuk membantu, melayani, dan akhirnya menjual produk terbaik untuk kebahagiaan pelanggan. Pelanggan adalah satu kesatuan tunggal yang tak tergantikan untuk keberhasilan bisnis. Bayangkan, tanpa pelanggan Anda tidak punya bisnis, tidak punya usaha, tidak punya penghasilan. Pelanggan adalah satu-satunya aset produktif yang tak tergantikan dan tak dapat dibandingkan dengan aset apapun.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PELAYANAN PUBLIK YANG BERBUDAYA DAN BERSTANDAR TINGGI

Djajendra Pictures 19 08 2014“Pelayanan sempurna dihasilkan dari pribadi yang tenang, ramah, sabar, rendah hati, mengerti suasana hati pelanggan, dan ikhlas memberikan lebih.”~Djajendra

Negara Kesatuan Republik Indonesia melindungi setiap warga negaranya, untuk mendapatkan pelayanan publik terbaik. Undang-undang nomor 25 tahun 2009 tentang pelayanan publik, dengan tegas dan jelas mengatur hak warga negara, untuk mendapatkan pelayanan dengan standar yang tinggi dan berbudaya positif.

Undang-undang nomor 25 tahun 2009 mengatur pelayanan publik yang adil dan tidak diskriminatif; cermat; santun dan ramah; profesional; tidak mempersulit; tegas, andal, dan tidak memberikan putusan yang berlarut-larut; menjunjung tinggi nilai-nilai akuntabilitas dan integritas institusi penyelenggara.

Bagaimana cara memberikan pelayanan publik sesuai dengan semangat dan amanat undang-undang nomor 25 tahun 2009?

Jawabannya sangat sederhana. Pelayanan yang berkualitas hanya dapat diberikan ketika para pelayan publik berbudaya positif dan berstandar tinggi. Santun, ramah, cermat, adil, dan tidak diskriminatif merupakan bagian dari perilaku dan sikap. Perilaku dan sikap positif dihasilkan dari budaya yang kuat dan konsisten. Di samping itu, sebuah standar pelayanan yang baik dihasilkan dari profesionalisme, ketegasan, keandalan, nilai-nilai akuntabilitas dan integritas penyelenggara pelayanan.

Standar pelayanan yang andal mampu menjadi alat, untuk memperkuat proses pelayanan berkualitas. Perilaku, sikap, sistem, standar, proses, dan karakter pelayanan; haruslah tumbuh dan berkembang di dalam nilai-nilai budaya kerja yang positif.

Standar dan proses pelayanan oleh perilaku yang berbudaya positif; menjadikan pelayanan lebih cepat, lebih tepat, lebih manusiawi, lebih mudah, lebih berkualitas, dan lebih terjangkau.   

Kinerja pelayanan terbaik hanya dapat dihasilkan oleh organisasi yang berbudaya kuat dan unggul. Tanpa didukung dengan budaya organisasi yang kuat dan andal; organisasi tidak mungkin menghasilkan orang-orang yang bersikap positif, berkualitas, berintegritas, dan cerdas melayani keragaman.

Sifat undang-undang pelayanan adalah normatif dan bukan praktis. Bila undang-undang pelayanan ingin dipraktiskan; maka, harus dikonversi ke dalam sistem, proses, tata kelola, sikap, perilaku, kebiasaan, karakter, dan etos kerja. Undang-undang pelayanan dapat berubah menjadi budaya pelayanan, bila undang-undang tersebut dapat menciptakan sikap dan perilaku pelayanan sesuai visinya.

Budaya pelayanan yang baik dimulai dari pernyataan visi, yang dipahami dengan mudah oleh semua insan organisasi. Kemudian diimplementasikan di dalam misi kerja sehari-hari. Visi yang jelas akan memberikan tujuan yang pasti. Tujuan yang pasti akan mengarahkan setiap insan organisasi, untuk fokus dan bekerja dengan sepenuh hati. Visi pelayanan yang jelas mudah diwujudkan melalui sikap rendah hati, dan juga dari integritas pribadi yang penuh tanggung jawab.

Nilai adalah inti dari budaya. Nilai-nilai inti budaya organisasi diperlukan untuk menciptakan sikap, perilaku, pola pikir, dan etos kerja. Nilai-nilai diperlukan untuk menguatkan kepribadian insan organisasi agar mudah mencapai visi pelayanan. Nilai-nilai inti budaya organisasi harus diterjemahkan atau diartikulasikan secara sangat jelas. Lalu, dikomunikasikan setiap hari kepada setiap individu organisasi. Nilai-nilai tidak boleh multitafsir, hanya satu tafsir di dalam satu bahasa dan persepsi. Setiap insan organisasi wajib menjaga sikap dan perilakunya sesuai tafsiran nilai-nilai inti budaya organisasi.

Undang-undang memiliki sifat normatif. Karena sifatnya normatif, dan belum menjadi kebiasaan, maka diperlukan perubahan agar sifat normatif tersebut mampu menjadi kebiasaan. Sesuatu yang normatif bila tidak segera dipraktekan, dia akan menjadi teori dan sulit dijalankan di dalam dunia praktis. Dunia praktis adalah dunianya sikap dan perilaku, yang mengalir di dalam proses dan standar yang andal.

Setiap insan yang bertugas dibidang pelayanan wajib disiapkan karakternya, untuk memberikan pelayanan sesuai undang-undang pelayanan. Prinsip-prinsip operasional pelayanan, dan nilai-nilai yang menjadikan insan pelayanan sepenuh hati dan rendah hati di dalam memberikan pelayanan, akan mendorong pelayanan publik menjadi andal dan terbaik.

Sikap dan perilaku yang dikawal oleh nilai-nilai inti budaya organisasi, akan menjadikan pelayanan berbudaya dan sesuai visi. Insan organisasi harus menampilkan diri secara profesional; harus menjadikan dirinya beretika; harus menjadikan dirinya sebagai energi positif, yang memperkuat budaya organisasi dengan totalitas dan sepenuh hati.

Memperkuat budaya pelayanan pasti melewati jalan perubahan. Kesiapan dan kesadaran insan organisasi untuk menjadi sahabat perubahan, akan mempermudah proses konversi undang-undang yang normatif ke dalam sikap dan perilaku yang praktis, yang sesuai dengan sistem dan standar pelayanan terbaik.

Setiap individu di dalam organisasi wajib menjadi energi perubahan, dan wajib memberikan pengaruh, untuk memperkuat budaya pelayanan. Dan, setiap individu harus dapat memberikan dasar yang kuat, untuk membentuk budaya pelayanan yang unggul dan berkualitas tinggi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

LAYANAN YANG HEBAT MENGHASILKAN PENJUALAN YANG HEBAT

DJAJENDRA“Bisnis yang hebat selalu beradaptasi dengan selera dan persepsi konsumen. Bisnis yang hebat selalu sadar bahwa perilaku konsumen sangat dinamis dan tak terduga.”~Djajendra

Seorang penjual yang andal pasti cerdas memahami pembeli. Dia tidak hanya harus hebat tentang produk dan jasa yang dijualnya, tetapi dia harus sangat hebat dan penuh empati, untuk berkomunikasi dan menjual apa yang dibutuhkan oleh pembeli.

Keberhasilan seorang penjual berasal dari menjadikan pelayanan sebagai bagian terpenting dari kehidupan sehari-hari. Membiasakan dan mendisiplinkan proses penjualan untuk fokus pada pelayanan yang diinginkan pelanggan, akan menjadikan penjualan sukses.

Produk yang hebat memiliki pelayanan sepenuh hati. Setiap produk dan jasa yang dibuat di dalamnya harus ada semangat pelayanan sepenuh hati. Pelayanan yang baik menentukan keberhasilan penjualan dan keuntungan.

Di era kompetis ini, sangat banyak perusahaan yang membuat produk dan jasa sejenis, yang membedakan hanyalah karakter pelayanan. Semakin mampu memahami pembeli, semakin mampu memberikan kebaikan dan kualitas kepada pembeli, semakin sukses penjualan.

Bila sikap baik dan perilaku santun hilang di dalam sebuah pelayanan, maka pelayanan itu akan ditinggalkan. Pelayanan sepenuh hati membantu produk dan perusahaan mendapatkan reputasi dan kepercayaan.

Sudah bukan zamannya lagi penjual mengatur pembeli. Zaman telah berubah, kompetisi sangat ketat, persaingan hanya dapat dimenangkan dengan kualitas dan pelayanan terbaik.

Peningkatan loyalitas pelanggan hanya dapat dilakukan dengan pelayanan, kualitas, dan profesionalisme. Loyalitas pelanggan akan meningkatkan kepercayaan perusahaan untuk tumbuh dan berkembang melebihi sebelumnya.

Perusahaan yang mampu memberikan layanan yang luar biasa, yang melebihi harapan pelanggan, akan memanen keuntungan. Sedangkan perusahaan yang mengabaikan pelayanan dan terlalu fokus pada produk, akan mengalami penurunan penjualan. Zaman sekarang adalah zaman pelayanan dan zaman kualitas. Jadi, siapapun yang mampu menguasai pelayanan dan kualitas pastilah menjadi pemenangnya.  

Pembeli selalu ingin mendapatkan informasi yang rinci, dan selalu ingin tahu banyak tentang produk dan jasa yang mereka sukai. Oleh karena itu, penjual yang baik pasti menjadi pelayan yang andal, untuk memenuhi rasa ingin tahu pembeli.

Seorang penjual yang baik pasti membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan, dan menjaga integritas agar hubungan saling percaya dapat meningkatkan target dan kinerja.

Perilaku yang positif dan baik; tindakan yang sepenuh hati dan profesional; cara pelayanan yang terfokus, untuk memberikan yang terbaik dari hati yang paling tulus dan melayani; akan menjadikan penjual selalu unggul dan berkinerja hebat.

Penjual dan perusahaan harus menciptakan trust, dan membangun hubungan interpersonal yang mampu meningkatkan kualitas komersial produk dan jasa.

Seorang penjual wajib memiliki orientasi atau pandangan hidup yang melayani kebutuhan dan keinginan pelanggan.

Seorang penjual wajib menyiapkan dirinya dengan pengetahuan, wawasan, keahlian menjual, keandalan untuk melayani, dan kualitas yang membuat pelanggan bahagia.

Seorang penjual wajib memiliki energi positif yang disenangi oleh pelanggan; wajib memiliki aura tubuh yang memancarkan energi baik, untuk mengakrabkan hubungan dengan pelanggan.

Seorang penjual wajib fokus pada pelayanan, dan tidak terjebak dalam orientasi menjual, tetapi selalu fokus pada orientasi melayani.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

INDONESIA BARU YANG HEBAT

“Indonesia hebat pasti terwujud. Orang-orang hebat, andal, cerdas, dan yang berpikiran positif jumlahnya mayoritas di Republik Indonesia. Indonesia ditakdirkan untuk menjadi bangsa besar, ditakdirkan untuk menikmati kemakmuran yang melimpah ruah. Cahaya penerang bagi bangsa Indonesia sedang hadir, Indonesia sedang dikuatkan oleh energi baik, sehingga pemilu 2014 ini menjadi fondasi untuk tumbuh dan berkembang dengan lebih berkualitas.” ~ Djajendra

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah meletakkan fondasi yang hebat untuk demokrasi Indonesia. Kepemimpinan SBY selama 10 tahun telah memberikan keberanian kepada generasi muda, untuk berpartisipasi dalam demokrasi yang kuat dan bermental hebat. Kepemimpinan SBY selama 10 tahun telah memberikan keberanian kepada otoritas hukum untuk memberantas korupsi. KPK menjadi sangat kuat dan disegani di kepemimpinan SBY. Demokrasi Indonesia telah melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang hebat di kepemimpinan SBY. Sekarang Indonesia mempunyai pemimpin-pemimpin muda yang andal, cerdas, bersih, berani, tegas, melayani, berjiwa membela rakyat dan negara. Salah satu pemimpin muda yang hebat telah terpilih menjadi Presiden RI ke 7. Joko Widodo (Jokowi) lahir dari rahim demokrasi Indonesia di era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Presiden terpilih Joko Widodo adalah sejarah baru Indonesia, yang memulai karir pemerintahan dari tingkatan walikota, gubernur, dan sekarang Presiden terpilih. Indonesia memang hebat, rakyat Indonesia sangatlah cerdas, rakyat Indonesia sangatlah demokratis, dan inilah modal dasar yang kuat untuk Indonesia baru yang hebat.

Sangatlah bijak bila memiliki hati yang ikhlas, untuk menghormati warisan dan hasil kerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dalam membangun iklim demokrasi yang sehat di Indonesia. Sangatlah bijak bila memiliki hati yang ikhlas untuk menghormati Rakyat Indonesia, partai-partai politik, para pemimpin informal, dan pegiat demokrasi Indonesia, yang telah berkontribusi untuk menciptakan Pemilu 2014 yang hebat, dan yang telah menciptakan kegembiraan di hati rakyat Indonesia.

Indonesia hebat pasti terwujud. Orang-orang hebat, andal, cerdas, dan yang berpikiran positif jumlahnya mayoritas di Republik Indonesia. Indonesia ditakdirkan untuk menjadi bangsa besar, ditakdirkan untuk menikmati kemakmuran yang melimpah ruah. Cahaya penerang bagi bangsa Indonesia sedang hadir, Indonesia sedang dikuatkan oleh energi baik, sehingga pemilu 2014 ini menjadi fondasi untuk tumbuh dan berkembang dengan lebih berkualitas.

Indonesia telah menjadi kekuatan demokrasi yang luar biasa di asia tenggara. Reputasi dan kredibilitas Indonesia di persepsi internasional sedang meningkat. Indonesia sedang dipuji oleh dunia internasional, karena mampu menjalankan perpindahan pemerintahan dengan cara damai, indah, bahagia, dan penuh persahabatan. Dunia melihat hubungan baik yang harmonis antara Presiden terpilih dan Presiden yang akan berakhir masa pengabdiannya. Dunia melihat masa transisi yang damai dan penuh kerja sama untuk Indonesia hebat. Dunia melihat rakyat bersatu membantu Presiden terpilih.

Di zaman internet yang sangat transparan ini, sangatlah tidak mudah untuk menjalankan praktik-praktik pemilu curang secara total. Dunia sudah dikecilkan oleh internet dan teknologi. Masyarakat demokrasi dunia memiliki berbagai teknologi dan kekuatan media sosial, untuk mengawasi kejujuran demokrasi. Demokrasi adalah suara rakyat, dan dipercaya bahwa suara rakyat adalah suara Tuhan. Jadi, Tuhan sedang menyampaikan takdir sebuah bangsa melalui demokrasi yang jujur dan adil. Takdir Indonesia adalah menjadi bangsa yang kuat, kreatif, damai, aman, makmur, dan unggul.

Pemilu 2014 sudah selesai. Rakyat Indonesia telah menang. Negara Indonesia telah memperlihatkan kehebatannya. Dibutuhkan hati yang ikhlas dan positif, untuk membangun Indonesia Raya yang hebat, tanpa pamrih. Tidak perlu jabatan dan kekuasaan untuk berkarya, melayani, dan berkontribusi buat Indonesia hebat. Sekaranglah waktunya untuk menyiapkan kualitas diri dan kompetensi yang andal agar dapat menjadi aset bangsa yang produktif dan berkualitas.

Jadikan Indonesia sebagai tuan rumah yang ramah-tamah, untuk menerima investasi dari seluruh dunia. Indonesia harus membuka dirinya kepada dunia Internasional. Indonesia membutuhkan sangat banyak pembangunan dan pertumbuhan. Untuk itu, dibutuhkan modal yang sangat besar untuk menjadikan Indonesia hebat dan kuat. Birokrasi pemerintahan yang kreatif, cerdas, melayani, sehat, efektif, produktif, bersih, jujur, terbuka, akuntabilitas, dan penuh integritas, adalah syarat mutlak untuk Indonesia baru yang hebat dan kuat. Indonesia hebat haruslah dibangun oleh setiap individu dari bangsa Indonesia dengan hati yang ikhlas, jujur, penuh empati, dan penuh cinta negeri.

Terima kasih Presiden SBY, Anda telah membangun fondasi untuk Indonesia baru yang hebat. Saatnya semua pemangku kepentingan di Republik Indonesia, untuk dengan rendah hati dan penuh rasa syukur menerima Presiden terpilih dengan optimis dan bahagia. Lalu, semuanya bersatupadu dalam semangat membangun Indonesia baru yang hebat, tanpa pamrih, dengan hati yang ikhlas dan positif. Satukan langkah bersama Pancasila, dan internalisasikan nilai-nilai Pancasila untuk dijadikan sebagai perilaku utama kehidupan bangsa.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

EMPATI ADALAH ASET UNTUK KESUKSESAN BISNIS

DSCN9737“Kehidupan tanpa empati sangatlah merugikan diri sendiri dan juga orang lain. Empati adalah emosi yang terang akal, yang membuat hubungan dan komunikasi berjalan lancar. Empati memiliki kekuatan untuk menjadikan semua persoalan ada solusinya, dan juga kehidupan akan menjadi semakin indah dan saling menguntungkan.” ~ Djajendra

Dunia bisnis sedang di alam globalisasi. Sekaranglah waktunya untuk meningkatkan kualitas empati di lingkungan bisnis. Sebab, globalisasi mengharuskan orang-orang untuk cerdas terhubung dan berkomunikasi di alam lintas budaya, lintas pemikiran, lintas keyakinan, dan lintas persepsi. Bila sumber daya manusia perusahaan tidak cerdas empati, maka hal ini pasti akan menyebabkan banyak kesalahpahaman. Dan dampaknya, perusahaan tidak akan mampu bersaing untuk memenangkan kompetisi bisnis yang semakin ketat di dunia yang semakin mengglobalisasi. Padahal, dunia globalisasi menyediakan potensi pasar yang lebih besar dan lebih luas. Jadi, seharusnya peluang globalisasi ini dimanfaatkan dengan lebih terang akal supaya pasar yang sangat besar ini dapat menciptakan kinerja yang lebih.

Empati merupakan kekuatan yang meningkatkan ikatan kepercayaan antara semua stakeholders. Sebab, empati di dalam hati berkemampuan untuk mengidentifikasi dan memahami realitas orang lain. Bila para pebisnis sudah mampu memahami realitas pasar atau potensi para pembeli dengan hatinya, maka mereka secara otomatis akan memiliki intuisi untuk menciptakan produk, jasa, pelayanan, ataupun komunikasi yang sesuai dengan kebutuhan pasar atau para pelanggan.

Dalam hal penjualan, para penjual yang sukses selalu memiliki empati yang kuat, sehingga mereka bisa dengan cepat bereaksi untuk memberikan pelayanan sesuai kebutuhan pelanggan. Dan juga, empati yang mereka miliki mempertajam keyakinan hati dan menginformasikan realitas dengan benar, sehingga mereka dapat segera mengambil keputusan yang cepat, untuk mempermudah proses penjualan sesuai keinginan pelanggan.  

Empati adalah ilmu dari suara hati, yang memiliki kemampuan untuk menghubungkan satu hati dengan hati yang lainnya dengan jujur dan cerdas. Jadi, di dalam sebuah perusahaan, bila semua orang terlatih dengan energi empati, maka hubungan kerja pasti akan harmonis di dalam soliditas kerja yang sangat kolaboratif. Demikian juga dengan insan perusahaan yang berhubungan langsung dengan pelanggan, mereka akan semakin cerdas untuk terhubung dengan beragam pelanggan, sehingga mampu meningkatkan penjualan perusahaan melebihi target. Intinya, empati haruslah dialirkan dengan sempurna di semua aspek dan dimensi kerja perusahaan, sehingga perusahaan dapat terus-menerus sukses dan meraih kinerja terbaik.

Kuatkan tim marketing dengan energi empati; kuatkan tim penjualan dengan energi empati; kuatkan tim pelayanan dengan energi empati; kuatkan tim back office dengan energi empati; dan kuatkan semua bagian lainnya di dalam perusahaan dengan energi empati agar bisnis Anda selalu sukses dan berdaya tahan di semua situasi dan kondisi.

Energi empati akan menghasilkan kelimpahan, kekuatan, kesuksesan, dan hubungan yang lebih baik.

Semakin kuat energi empati di dalam sebuah perusahaan, semakin kuat kreativitas dan inovasinya yang selaras dengan impian dan harapan masyarakat. Jadi, para pebisnis unggul selalu mampu memiliki empati terhadap keyakinan, kepercayaan, persepsi, cara berpikir, dan budaya kehidupan masyarakat. Dan, hasil empati mereka akan melahirkan produk atau jasa yang sesuai dengan keyakinan, kepercayaan, persepsi, budaya, ataupun cara berpikir dari calon pelanggannya. Pada akhirnya, mereka dengan cerdas mampu menggarap potensi pasar dari berbagai realitas kehidupan masyarakat.

Orang-orang kreatif  penghasil uang, adalah energi empati yang sangat mampu membayangkan dirinya dalam posisi orang lain, apalagi saat membuat produk atau jasa yang akan mereka jual. Mereka tidak akan peduli dengan keyakinan pribadinya ataupun pola pikir dari orang-orang di lingkungannya. Mereka hanya akan fokus bersama energi kreatif dan terhubung di dalam energi empati yang kuat, untuk memahami apa saja kebutuhan dan harapan orang lain. Kemudian, dengan energi kreatif,  mereka akan menciptakan karya-karya sesuai kebutuhan orang lain.

Empati adalah otot bisnis. Bila ingin memperbesar otot bisnis, maka setiap hari latihlah dan biasakan energi empati menjadi budaya kerja. Semakin terbiasa setiap orang di dalam perusahaan menggunakan energi empati, semakin kuat hubungan kerja, dan semakin profesional perilaku kerja positif. Jadi, energi empati tidak akan menjadikan karyawan sebagai penonton atas berbagai realitas. Tetapi, menjadikan mereka berani tampil dengan lebih percaya diri, untuk menjawab semua reaksi di perusahaan dengan pengetahuan positif.  

Perusahaan yang mampu membumikan energi empati di dalam budaya organisasinya, akan memiliki sumber daya manusia yang hadir ke tempat kerja dengan energi empati, sehingga empati benar-benar akan menjadi kebiasaan sehari-hari di lingkungan kerja. Dampaknya, setiap orang akan saling memperlakukan orang-orang dengan etis, sikap baik, dan emosi cerdas.

Ketika setiap karyawan bekerja dengan energi empati, mereka secara otomatis akan menjadi aset perusahaan. Sebab, mereka mampu bekerja dengan memahami apa maunya perusahaan, apa maunya pelanggan, dan apa maunya orang-orang di sekitarnya. Dan hal ini, akan membuat mereka mudah untuk memberikan fokus, perhatian, kepedulian, reaksi, perasaan, keprihatinan, dan juga motif untuk sebuah perubahan atau koreksi.

Empati di dalam perusahaan akan memiliki kecerdasan penalaran untuk memahami pikiran stakeholders. Dalam hal ini, perusahaan tidak akan berhenti di satu sudut pandang untuk memahami potensi suksesnya. Tetapi, selalu akan membuka ruang kreatif untuk memahami berbagai dimensi dari potensi bisnis. Dan juga, akan menggunakan empati untuk mendengarkan semua sudut pandang yang beragam, sehingga dapat merespon segala sesuatu untuk pencapaian tujuan bisnis dengan lebih baik.

Setiap orang di dalam perusahaan wajib untuk memiliki energi empati yang konsisten, sebab hal ini akan memudahkan terjalinnya hubungan kerja yang positif dan profesional. Jadi, semakin mampu menggunakan empati untuk melayani perusahaan dan stakeholders, semakin kuat kepercayaan dan ikatan hubungan baik yang akan dihasilkan oleh perusahaan.

Empati di dalam terangnya akal sehat akan mengembangkan peluang untuk menciptakan kapasitas bisnis yang lebih besar, sehingga perusahaan akan selalu unggul dan menang di setiap kompetisi. Oleh karena itu, jangan pernah disepelekan ataupun dianggap kecil tentang kekuatan empati sebagai aset untuk kesuksesan bisnis. Kembangkan kesadaran di internal organisasi tentang empati sebagai aset terpenting agar orang-orang mampu merasakannya. Berikan contoh tentang cara kerja empati, sehingga empati betul-betul dapat dipahami dan diakui oleh sumber daya manusia sebagai salah satu aset terpenting untuk menciptakan nilai tambah, reputasi, kinerja, keuntungan, dan prestasi perusahaan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

HARI ANTI KORUPSI SE-DUNIA 9 DESEMBER 2013

DJAJENDRA PROFILE“Korupsi adalah penyakit mental yang sangat mematikan eksistensi sebuah bangsa. Bila di dalam sebuah bangsa terserang penyakit korupsi, dapat dipastikan bangsa itu akan menjadi bangsa yang lemah, yang selalu sakit-sakitan di berbagai bidang kehidupan.” ~ Djajendra

Pada tanggal 31 Oktober 2003 Perserikatan Bangsa-Bangsa telah melakukan pengesahan Konvensi PBB Melawan Korupsi (United Nation Convention Against Corruption 2003). Dan juga telah menetapkan setiap tanggal 9 Desember sebagai Hari Anti Korupsi Internasional. PBB sebagai milik bangsa-bangsa se-dunia berperan untuk menjaga ketertiban, keamanan, dan perdamaian di dunia.

Dalam pandangan PBB, korupsi dianggap telah menimbulkan ancaman yang sangat serius terhadap stabilitas dan keamanan masyarakat. Korupsi dianggap dapat merusak keberadaan sebuah bangsa melalui pengkeroposan lembaga-lembaga negara, organisasi bisnis, nilai-nilai demokrasi, nilai-nilai keadilan, keamanan, nilai-nilai etika, hukum, aturan, dan pembangunan berkelanjutan. Dan proses pengkeroposan ini dalam jangka panjang akan menjadikan bangsa tersebut gagal untuk menjadi sebuah bangsa yang adil, sejahtera, kuat, dan unggul di dalam barisan bangsa-bangsa dunia. Karena salah satu tujuan pendirian PBB adalah untuk memecahkan masalah internasional di bidang ekonomi, sosial, budaya, dan kemanusian; termasuk juga untuk memelihara perdamaian dan keamanan internasional, maka keprihatinan PBB tentang bahaya korupsi terhadap stabilitas dan keamanan masyarakat haruslah ditanggapi dengan sepenuh hati.  

Korupsi merupakan ancaman yang sangat serius dan bila tidak ditindak dengan tegas akan meruntuhkan sebuah bangsa di masa depan. Korupsi akan menciptakan Raja-Raja kecil dari hasil kejahatan, yang akan mencoba menguasai sebuah bangsa, lalu mengeksploitasi potensi dan kekayaan bangsa itu untuk kepentingan dan keuntungan pribadi. Kesadaran untuk tidak menganggap kecil persoalan korupsi sangatlah penting. Sikap dan perilaku yang menganggap korupsi sebagai urusan pribadi, serta langkah-langkah pencegahan dan pemberantasan korupsi yang setengah hati atau ragu-ragu akan memiskinkan, melemahkan, dan membuat bangsa tersebut terjajah oleh utang, serta tak berdaya menghadapi masa depan.

Bila ingin menjadi bangsa yang besar, kuat, sejahtera, unggul, merdeka, dan damai; maka, korupsi harus dihentikan. Cara menghentikan korupsi bukanlah dengan cara perang melawan korupsi, tetapi dengan kesadaran yang tinggi untuk menjalankan nilai-nilai integritas dan etika bisnis di semua aspek kehidupan.

Apapun bila diawali dengan kata perang, maka pertempuran akan dimulai, dan bisa saja kekuatan korupsi yang menang. Jadi, yang diperlukan adalah penegakkan hukum yang tegas, adil, pasti, serta menjalankan kebijakan yang membuat semua orang takut untuk korupsi.

Kekuatan hukum yang ketat di dalam integritas dan akuntabilitas akan membuat hukum sebagai obat mujarab untuk menghentikan korupsi. Kekuatan pemerintah dan kekuasaan yang anti korupsi akan mendedikasikan tata kelola negara untuk keunggulan bangsa. Kekuatan masyarakat yang anti korupsi akan menjadikan moral dan etika sebagai pencegah korupsi. Kekuatan kepemimpinan yang anti korupsi akan menjadikan negara unggul dan mampu berdiri sebagai kekuatan yang dihormati.

Korupsi yang sudah sistemik hanya dapat diperbaiki dengan hukum yang bersumber dari kekuatan integritas, ketegasan, dan keadilan. Orang-orang baik yang terjebak di arus korupsi masih bisa disadarkan secara moral. Tetapi, orang-orang tidak baik yang suka korupsi pastilah tidak bisa disadarkan dengan kekuatan moral. Sebab, jiwa mereka sedang dihuni oleh energi negatif, dan hanya hukum yang paling tegas, yang dapat mencegah mereka dari korupsi.

Koruptor adalah predator yang sangat rakus dan memakan segalanya. Sifat sangat rakus ini membuat koruptor tidak peduli kepada masa depan bangsa dan negara, tetapi dia sangat peduli kepada masa depan dirinya dan keluarganya. Koruptor selalu hidup dalam ambisi untuk mengeksploitasi apapun dengan sangat rakus, kalau bisa semua kekayaan dan kesejahteraan hanya menjadi miliknya sendiri.

Mengucapkan Selamat Hari Anti Korupsi Se-Dunia 9 Desember 2013

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PELAYANAN PUBLIK SESUAI JANJI DAN KOMITMEN ORGANISASI

DJAJENDRA 20 NOV 2013PELAYANAN PUBLIK SESUAI JANJI DAN KOMITMEN ORGANISASI

“Saat kepemimpinan mencanangkan perubahan untuk meningkatkan pelayanan publik yang lebih berkualitas, maka orang-orang yang cinta zona nyaman akan menyampaikan kisah-kisah sukses dari perubahan tersebut, sehingga kepemimpinan menjadi senang mendengarkan berita baik ini. Dan, rasa senang inilah merupakan akar dari terjebaknya kepemimpinan di dalam permainan orang-orang yang cinta zona nyaman. Kisah selanjutnya, kepemimpinan akan berpikir bahwa organisasi sudah luar biasa dengan pelayanan publiknya, sedangkan publik merasakan sebaliknya, dan keluhan publikpun tetap akan mengalir seperti biasanya.” ~ Djajendra

Kualitas pelayanan publik haruslah menjawab semua iklan, promosi, pariwara, dan kampanye yang organisasi lakukan. Jadi, apapun yang ditampilkan di dalam program sosialisasi dan pemasaran haruslah dipertanggungjawabkan di dalam wujud pelayanan publik yang profesional dan penuh integritas.

Kepercayaan publik dimulai saat mereka terpesona atau meyakini semua isi program pariwara yang secara proaktif dikampanyekan oleh organisasi. Dan kepercayaan publik ini akan diuji kebenarannya, yaitu saat mereka langsung terhubung dengan organisasi untuk menerima pelayanan publik. Bila ternyata para petugas di bagian pelayanan publik tidak melayani seperti yang dijanjikan di dalam pariwara organisasi, maka semua kampanye hubungan masyarakat yang dilakukan oleh organisasi akan sia-sia, dan berpotensi menjadi awal yang lebih merusak reputasi organisasi.

Dalam realitas, sering sekali terlihat upaya keras organisasi untuk membangun reputasi dengan kampanye hubungan masyarakat (public relations) yang sangat proaktif.  Dan hal ini dapat kita lihat, saat organisasi memanfaatkan media, seperti: TV, majalah, radio, koran, website, dan media sosial dengan sedemikian rupa, yang menawarkan janji dan komitmen pelayanan publiknya untuk tujuan membangun reputasi positif organisasi.

Jelas, membangun reputasi dengan pariwara yang meyakinkan publik adalah sebuah upaya yang harus dibuktikan kebenarannya di lapangan. Jadi, upaya membangun reputasi tersebut baru akan efektif, bila di lapangan para petugas pelayanan memiliki integritas dan tanggung jawab sepenuh hati, untuk melestarikan reputasi organisasi seperti yang sudah dibangun melalui kampanye proaktif  hubungan masyarakat.

Pelayanan publik yang profesional adalah yang terhubung dengan masyarakat secara sepenuh hati. Dalam hal ini, hubungan masyarakat di dalam pelayanan publik bukanlah pilihan, tetapi merupakan kewajiban organisasi. Oleh karena itu, setiap orang di dalam organisasi harus memiliki kesadaran dan niat baik, untuk memiliki hubungan baik dengan publik yang sedang dilayani. Dan hal ini, wajib diwujudkan secara proaktif melalui perilaku, sikap, dan sifat yang penuh kualitas dan integritas. Jadi, setiap individu organisasi wajib menampilkan diri dengan sepenuh hati dan penuh empati di dalam memberikan pelayanan sesuai janji dan komitmen organisasi.

Mindset yang diperlukan di dalam pelayanan publik adalah mindset yang tidak menonjolkan ego pribadi, tetapi mindset yang menempatkan kerendahanhati dan integritas sebagai dasar dalam meningkatkan kualitas pelayanan.

Menciptakan atau meningkatkan reputasi dan kredibilitas organisasi membutuhkan waktu minimal dua sampai lima tahun. Dan upaya peningkatan ini wajib dirawat setiap hari, termasuk diperbarui, dan juga dimodifikasi dengan inovasi pelayanan, yang lebih memudahkan publik untuk mendapatkan pelayanan berkualitas dari organisasi.

Reputasi dan kredibilitas itu seperti kaca yang mudah pecah. Jadi, dalam hal apapun, setiap insan organisasi wajib disadarkan dan dijaga moralnya agar tidak membuat kelalaian yang berakibat pada hilangnya kepercayaan publik pada pelayanan organisasi.

Setiap insan organisasi harus bekerja dengan terencana dan juga terfokus pada upaya untuk mencapai hasil yang memuaskan. Komunikasi, kolaborasi, koordinasi, dan energi positif haruslah menjadi fondasi yang membuat setiap orang saling bertanggung jawab, untuk memberikan pelayanan publik yang penuh integritas dan berkualitas.

Kepemimpinan organisasi harus selalu mawas diri dengan cara buka mata, buka telinga, buka akal sehat, dan buka hati agar mampu menyiapkan sumber daya manusianya untuk menjawab isu-isu negatif tentang pelayanan organisasinya.  Dan juga, harus menjadi pemimpin yang cerdas agar orang-orang di sekitar tidak memainkan sisi lemah kepemimpinan, yaitu rasa senang oleh pujian.

Salah satu penyebab kegagalan dalam pelayanan publik adalah kemampuan yang luar biasa dari orang-orang yang cinta zona nyaman. Orang-orang yang cinta zona nyaman ini mampu memainkan titik-titik lemah manajemen dan kepemimpinan. Pada umumnya, kegagalan perubahan di dalam organisasi selalu disebabkan oleh orang-orang kuat yang sudah nyaman dengan rutinitas dan kebiasaan yang ada.

Jadi, saat kepemimpinan mencanangkan perubahan untuk meningkatkan pelayanan publik yang lebih berkualitas, maka orang-orang yang cinta zona nyaman ini akan berdiri dibarisan paling depan untuk membantu pariwara dan sosialisasi. Saat implementasi, mereka juga yang paling aktif akan menyampaikan kisah-kisah sukses kepada kepemimpinan, sehingga kepemimpinan menjadi senang mendengarkan berita baik ini. Dan, rasa senang inilah merupakan akar dari terjebaknya kepemimpinan di dalam permainan orang-orang yang cinta zona nyaman. Kisah selanjutnya, kepemimpinan akan berpikir bahwa organisasi sudah luar biasa dengan pelayanan publiknya, sedangkan publik merasakan sebaliknya, dan keluhan publikpun tetap akan mengalir seperti biasanya.

Para pemimpin harus memahami bahwa rasa senang oleh pujian adalah salah satu titik lemah yang akan menghilangkan sikap kritis kepemimpinan. Jadi, para pemimpin sebagai orang-orang yang bertanggung jawab penuh atas program perubahan dan program peningkatan kualitas pelayanan publik, haruslah selalu menggunakan akal sehat, dan juga bersikap rasional, termasuk memiliki empati yang kuat untuk mendengarkan keluhan publik.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MEMATUHI ATURAN, PERATURAN DAN MENGIKUTI PROSEDUR DENGAN PERILAKU KERJA YANG PROFESIONAL

DJAJENDRA 20 NOV 2013

“Aturan dan peraturan bukanlah kekuatan yang mencoba membatasi kebebasan ataupun kemerdekaan jiwa seseorang. Tetapi, merupakan kekuatan yang menegakkan kebebasan dan kemerdekaan bersama di dalam ketegasan, kepastian, dan tanggung jawab.”~ Djajendra     

Dalam sebuah organisasi sangat banyak kepentingan yang terlibat di dalamnya, sehingga semua orang harus disatukan ke dalam budaya kehidupan kerja yang fokus pada visi, misi, dan tujuan bersama.

Bila semua orang sudah merasa bersatupadu di dalam lingkungan kerja yang solid dan harmonis; maka hal ini akan menjadi energi yang meningkatkan moral, kepuasan kerja, kinerja, produktivitas, hubungan, dan semangat kontribusi yang terus-menerus menjadi lebih baik. Semua ini hanya bisa didapatkan dari penegakkan aturan dan peraturan yang lebih tegas, tepat, konsisten, serta jelas dan mudah untuk dipahami.

Organisasi yang unggul pasti dibangun dengan infrastruktur dan sistem yang baik, serta diperkuat dengan aturan dan prosedur yang jelas, tegas, mengikat, dan konsisten. Jadi, aturan, peraturan, dan prosedur dibuat untuk dipatuhi agar kehidupan kerja menjadi lebih konsisten di dalam kepastian dan ketegasan.

Semakin banyak jumlah orang di sebuah organisasi semakin beragam pola pikir, kepentingan, niat, kepercayaan, keyakinan, cara kerja, dan pola kerja mereka. Dan semua ini menjadi sangat penting untuk diatur dalam satu kepastian dan ketegasan, dengan maksud agar semua orang bisa memahami dan menegakkan irama kehidupan kerja di dalam aturan bersama.

Aturan dan peraturan bukanlah tanda ketidakpercayaan, tetapi merupakan tanda kepastian dan ketegasan, untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan nilai dan prinsip yang dimiliki organisasi. Jadi, di tempat kerja, tidaklah etis bila membenci aturan-aturan yang mendisiplinkan diri untuk patuh pada berbagai kebijakan dan strategi organisasi. Sebab, aturan dan peraturan bukanlah kekuatan yang mencoba membatasi kebebasan ataupun kemerdekaan jiwa seseorang. Tetapi, merupakan kekuatan yang menegakkan kebebasan dan kemerdekaan bersama di dalam ketegasan, kepastian, dan tanggung jawab.

Setiap orang di dalam organisasi wajib untuk mempercayai aturan dan peraturan, serta tidak berpikir bahwa dirinya tidak dipercaya sehingga harus diatur dengan peraturan. Gunakan akal sehat dan pahami konsekuensi bila semua orang menjadi tidak patuh pada aturan dan peraturan.

Pengawasan yang penuh disiplin dalam penegakkan aturan dan peraturan sangatlah diperlukan. Sebab, pada kenyataannya tidak semua orang memiliki tingkat akal sehat yang sama, atau kesadaran akan konsekuensi atas tidak patuhnya pada aturan, peraturan, dan juga pada prosedur organisasi.

Ketidakpatuhan pada aturan, peraturan, dan prosedur sangatlah berisiko untuk menciptakan penggelapan, penyalahgunaan, kesalahan, penyembunyian, dan perbuatan pelanggaran etika, yang pada akhirnya menjadi sesuatu yang merugikan semua pihak.

Penegakkan peraturan dan aturan yang tegas di tempat kerja akan menjadi kekuatan yang sempurna untuk menjalankan budaya integritas, kejujuran, loyalitas, keamanan kerja, kepedulian, tanggung jawab, keterbukaan, serta perjuangan untuk pencapaian kinerja organisasi dan pencapaian kesejahteraan dari para pemangku kepentingan.

Organisasi yang tertata rapi dengan aturan, peraturan, prosedur, sistem, dan nilai-nilai budaya kerja, serta dipatuhi dengan sepenuh hati dan totalitas dari jiwa-jiwa yang penuh integritas, akan menjadi tempat kerja yang menguntungkan dan melindungi semua pemangku kepentingan. Jadi, mematuhi aturan, peraturan, dan prosedur akan membantu diri sendiri untuk mendapatkan lingkungan kerja yang menjanjikan karir dan masa depan yang lebih menyenangkan.

Tempat kerja yang sehat dan produktif haruslah diciptakan dari semangat peningkatan moral kerja; dari ketekunan dan kehadiran; dari  produktivitas yang lebih baik; dan dari perilaku kerja yang patuh pada aturan, peraturan, dan prosedur. Dan jelas, semua cara ini adalah strategi yang paling praktis dan paling murah untuk digunakan dalam menciptakan lingkungan kerja berbudaya kinerja dan integritas.

Mematuhi aturan, peraturan dan mengikuti prosedur dengan profesional adalah langkah praktis untuk menciptakan iklim dan praktik organisasi dengan tata kelola yang baik. Dampak positifnya, setiap individu akan bekerja di dalam kepastian dan ketegasan, serta menjadi energi yang mempromosikan kesehatan organisasi melalui kesehatan mental, fisik, dan moral masing-masing.

Setiap orang yang patuh pada aturan dan peraturan akan menjadi energi positif, yang menciptakan lingkungan kerja menjadi lebih terawat, aman, nyaman, berkualitas, unggul, produktif, efektif, efisien. Dan lebih dari itu, mampu mempertahankan orang-orang terbaik untuk selamanya setia kepada organisasi, juga mampu meningkatkan kualitas dan kompetensi setiap orang untuk menjadi lebih berkualitas.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MELINDUNGI ORGANISASI DARI PERILAKU TIDAK JUJUR

DjajSCN9599“Orang cerdas bila perilakunya tidak jujur, dia akan menjadi sesuatu yang buruk untuk kehidupan.” ~ Djajendra

Pada awalnya, orang-orang suka kagum pada kecerdasan dan sopan santun seseorang. Pada akhirnya, orang-orang akan menilai seseorang dari perilaku jujur yang penuh integritas. Jadi, seseorang yang sangat terpelajar dan juga yang sangat cerdas, bila memiliki perilaku tidak jujur dan miskin integritas, maka dia akan dianggap sebagai sesuatu yang merusak kehidupan dan kebaikan.

Bila kecerdasan disalahgunakan untuk melayani ketidakjujuran, maka kecerdasan itu akan menjadi musibah untuk kehidupan. Sebab, ketidakjujuran adalah perilaku yang menyakitkan ataupun merugikan orang-orang yang menerima ketidakjujuran itu. Jadi, siapapun yang mempraktikkan perilaku tidak jujur, yang memperkaya diri sendiri, adalah energi negatif yang pasti menjatuhkan kinerja organisasi, dan merugikan para pemangku kepentingan.

Organisasi selalu menginginkan sumber daya manusia yang berpendidikan dengan prestasi tinggi, terampil, cerdas, beretos kerja profesional, kompetensi yang sesuai dengan tugas dan tanggung jawab, serta patuh pada etika dan integritas. Ini semua diharapkan menjadikan organisasi semakin kuat dan unggul dalam melayani tanggung jawab. Tetapi, sumber ketidakjujuran di dalam organisasi  juga selalu dimunculkan oleh orang-orang yang sangat pintar, berpendidikan sangat tinggi, sangat sopan, sangat bermoral tinggi, dan seolah-olah hidup dalam etika dan integritas tanpa celah.

Untuk orang-orang jujur yang sangat patuh pada etika dan integritas, saat terpaksa harus berurusan dengan seseorang yang tidak jujur, dan bila tidak punya pilihan sama sekali, mereka pastilah dirugikan dan sekaligus disakitkan. Mereka yang jujur pasti sulit melindungi diri dari kebohongan dan ketidakjujuran, karena tidak diberikan pilihan untuk bersikap jujur oleh yang tidak jujur. Pada akhirnya, mereka yang jujur tidak bisa melindungi diri dari efek buruk ketidakjujuran tersebut.

Agar kejujuran menjadi perilaku yang dipatuhi oleh semua orang, maka etika dan integritas wajib untuk diinternalisasikan secara rutin ke dalam mindset. Selanjutnya, etika dan integritas harus secara rutin diperiksa faktanya di lapangan, dan juga setiap hari harus direkam sikap dan perilaku orang-orang, untuk melihat apakah kejujuran sudah menjadi budaya yang menguatkan etika dan integritas.

Bila ketidakjujuran masih terlihat dalam rantai struktur organisasi, dan juga dalam rantai kepemimpinan, maka ketidakjujuran pasti menjadi lebih berkuasa dibandingkan kejujuran.

Melindungi organisasi dari perilaku tidak jujur adalah kewajiban. Bila organisasi dibiarkan ditangan orang-orang tidak jujur, mereka pasti menggerogoti seluruh potensi dan kekayaannya. Dan hal ini, akan menjadi penyebab kerugian ataupun penurunan kinerja  organisasi, walau organisasi sudah memiliki aset-aset produktif yang seharusnya tidak mungkin rugi.

Sistem yang hebat dan tata kelola yang luar biasa akan menjadi sia-sia oleh perilaku yang tidak jujur. Orang-orang tidak jujur adalah energi yang akan menggerogoti semua kebaikan dari sistem dan tata kelola tersebut, lalu mereka yang tidak jujur ini akan menularkan budaya tidak jujur. Dan pada akhirnya, organisasi akan kehilangan kekuatan jujurnya di dalam pelayanan dan pertanggungjawabannya.

Ketidakjujuran memiliki dampak yang merusak wibawa, moral, reputasi, dan kredibilitas organisasi. Jelas, kondisi ini akan menjadikan organisasi memiliki risiko yang sangat tinggi untuk kehilangan kinerja secara terus-menerus. Dan juga, pasti akan menyebabkan kerusakan pada pola kerja dan etos kerja, sehingga penurunan dan pelemahan di semua aspek organisasi menjadi berkelanjutan, yang dalam jangka panjang berpotensi mematikan organisasi.  

Perilaku tidak jujur haruslah dihadapi dengan sistem pengawasan yang penuh integritas untuk membangun budaya jujur. Sekuat apapun ketidakjujuran haruslah dihadapi dengan sabar dan penuh strategi. Ketidakjujuran pasti sangat pintar berbohong; pasti sangat pintar mencari cara untuk melindungi ketidakjujurannya; serta pasti sangat cerdas untuk menciptakan situasi dan perilaku yang seolah-olah dirinya adalah korban. Jadi, ketidakjujuran adalah energi dan karakter yang sangat mampu untuk memainkan peran pura-pura jujur, sehingga orang-orang awam akan kehilangan fokus atas perilaku tidak jujurnya.

Menyerah pada ketidakjujuran adalah kekalahan, yang membuat setiap orang akan masuk ke dalam kehidupan budaya organisasi yang tidak jujur. Organisasi dengan budaya tidak jujur hanya akan mampu menghasilkan hal-hal yang merugikan, menyakitkan, dan mengecewakan pemangku kepentingan.

Memotivasi kesadaran untuk berperilaku jujur tidaklah mungkin mempan untuk orang-orang yang mindsetnya sudah tidak jujur. Oleh karena itu, diperlukan tindakan yang penuh disiplin untuk menguatkan sistem, tata kelola, serta pengawasan yang berfondasikan etika dan integritas.

Jadi, menghadapi ketidakjujuran tidaklah mungkin dapat diselesaikan sebatas pencerahan atau mempengaruhi moral dan hati nurani seseorang, tetapi wajib menjadi persoalan hukum yang adil dan tegas. Sebab, kehidupan ini adalah campuran dari orang-orang baik dan tidak baik. Hanya orang-orang baik yang dapat dipengaruhi melalui pencerahan, sedangkan orang-orang tidak baik akan selalu memelihara perilaku tidak jujur untuk keuntungan mereka.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com