PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL

Leadership Organization Business Personal Interpersonal Entrepreneurs and Employed Professionals

Category: Integrity at Work (page 1 of 10)

Integritas

PERILAKU MALAS MENGHILANGKAN KESEJAHTERAAN DAN KEBERUNTUNGAN

“Kehidupan kita menjadi lebih sejahtera jika kita produktif dan memiliki disiplin untuk menghasilkan prestasi terbaik.”~Djajendra

Kehidupan dihidupi dengan pekerjaan. Setiap makhluk harus bekerja untuk kelangsungan hidupnya. Seekor semut tidak pernah malas untuk bekerja keras mencari makan. Burung tidak pernah berdiam disarang dan menunggu makanan, tetapi dia terbang meninggalkan sarang untuk menemukan makanan. Semua kehidupan bekerja keras untuk menjalani hidup. Siapa pun yang malas akan mengalami kehidupan yang merugikan dirinya. Bekerja keras dengan kreativitas yang tinggi adalah jalan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih sejahtera.

Pikiran positif yang fokus menekuni sebuah pekerjaan dengan sepenuh hati adalah cara untuk menjalankan kehidupan yang baik. Kita semua harus bekerja, harus menjadi produktif, harus kreatif dan inovatif. Kita semua harus memiliki disiplin dan tanggung jawab untuk meningkatkan kualitas hidup. Kehidupan kita menjadi lebih sejahtera jika kita produktif untuk menghasilkan prestasi terbaik. Kehidupan yang baik dihasilkan melalui kerja. Teruslah bekerja, lakukan sesuatu bagi kehidupan, layani hidup ini dengan sepenuh hati, jangan membiarkan rasa malas menguasai hidup dan menghancurkan masa depan.

Setiap hari kita harus menyalurkan energi positif ke dalam kerja yang produktif. Menjadi bijak dan cerdas agar energi positif tidak dirusak dengan energi negatif. Perilaku pesimis, mengeluh, dan menyalahkan orang lain akan menguras energi positif dan akan mengarahkan diri menuju tujuan yang salah. Jadi, berhati-hatilah, jangan sampai energi kita terkonsentrasi menuju tujuan yang tidak kita inginkan.

Bekerja dengan jujur, ikhlas, dan sepenuh hati akan membuat kita berjalan di jalan kebenaran untuk menemukan kesejahteraan sejati yang membahagiakan hidup kita. Berikan cinta dan totalitas terhadap pekerjaan. Tawarkan dan persembahkan kualitas terbaik bagi setiap stakeholders. Jangan pernah bekerja dengan setengah hati. Sikap, etos, perilaku, dan karakter haruslah totalitas untuk membangkitkan energi sukses dari dalam diri. Jadilah ikhlas untuk menerima segala hal yang dihadapi. Terimalah masalah dengan sabar dan ikhlas, kemudian kuatkan energi positif untuk menemukan jalan kesejahteraan yang lebih baik.

Perilaku malas menghilangkan kesejahteraan dan keberuntungan. Oleh karena itu, jangan membiarkan pikiran dimasuki oleh virus-virus malas. Jangan membiarkan mental dan emosional menjadi malas untuk mengerjakan yang harus segera dikerjakan. Kuatkan energi penjaga hati dan pikiran agar selalu mengingatkan kita tentang tanggung jawab atas pekerjaan kita. Miliki niat dan kemauan untuk selalu mengendalikan segalanya dengan pikiran positif. Jadilah arsitek yang cerdas merancang etos kerja terbaik untuk melakukan tugas dan tanggung jawab dengan sempurna.

Untuk seminar/pelatihan hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

PEKERJAAN ANDA MEMILIKI BANYAK HAL HEBAT UNTUK DIBERIKAN KEPADA ANDA

“Kecintaan Anda kepada pekerjaan Anda akan menciptakan keberadaan Anda di dalam pekerjaan tersebut.”~Djajendra

Jangan membatasi kontribusi, jika Anda memberikan lebih dan tidak hitung-hitungan dengan pekerjaan yang Anda lakukan, Anda akan tumbuh dan berkembang. Pekerjaan Anda memiliki potensi yang tak terbatas untuk memberikan kesuksesan bagi hidup Anda.

Orang-orang yang berkeluh-kesah dengan pekerjaannya tidak akan mampu memaksimalkan potensi suksesnya. Kontribusi dan produktivitas yang rendah hanya menjadikan dirinya kehilangan peluang untuk hidup lebih baik. Mereka yang malas dan kurang disiplin akan menjadikan dirinya mundur dan sulit mencapai prestasi terbaik.

Pekerjaan Anda memiliki banyak hal hebat untuk diberikan kepada Anda. Pekerjaan Anda adalah alat eksistensi yang dapat membantu Anda tumbuh mencapai kemakmuran dan kesejahteraan hidup. Terimalah semua tantangan yang diberikan oleh pekerjaan. Jalani dengan bahagia semua petualangan baru yang diberikan oleh pekerjaan. Terimalah semua kesempatan untuk menguji kualitas diri. Terimalah keberadaan Anda di tempat kerja dengan kesadaran yang tinggi. Jadilah diri sendiri yang selalu menghormati diri-diri yang lain.

Jika Anda menolak tantangan dan kesulitan, Anda akan kehilangan semua peluang untuk mencapai yang terbaik. Orang-orang yang duduk di sebuah zona nyaman di tempat kerja akan sangat ketinggalan kualitas dan tidak akan memiliki kekayaan pengalaman kerja. Zona nyaman adalah tempat yang menjadikan kita kehilangan kekuatan untuk berkembang dan maju. Setiap orang di zona nyaman menjadi pasif, diam, tidak kreatif, tidak inovatif, dan kehilangan kemampuan untuk menggunakan potensi-potensi hebat dari dalam dirinya.

Ketika Anda mencintai pekerjaan Anda dan sangat disiplin untuk memberikan kontribusi terbaik, maka pekerjaan itu akan membantu Anda untuk mencapai impian dan harapan. Tidak seorang pun yang bisa mengambil pekerjaan yang Anda cintai. Anda dapat di mana saja melakukan pekerjaan yang Anda cintai. Anda bisa tetap bekerja dengan penuh semangat dalam situasi apa pun, kecintaan Anda kepada pekerjaan Anda akan menciptakan keberadaan Anda di dalam pekerjaan tersebut.

Jadikan peluang untuk sukses sebesar mungkin. Jangan mempersempitnya di dalam kemalasan dan keserakahan. Pekerjaan itu indah dan memberikan banyak pengalaman untuk memperkaya kehidupan. Nikmati setiap momen dari pekerjaan yang Anda lakukan dan kerjakan dengan gembira.

Orang-orang tidak tertarik pada perilaku malas dan tidak disiplin. Tidak ada kehormatan dan penghargaan untuk orang-orang yang malas dan tidak disiplin. Orang-orang tertarik dengan perilaku rajin, jujur, bertanggung jawab, ulet, disiplin, tekun, produktif, gembira, teliti, antusias, penuh semangat, dan efektif dalam semua urusan.

Pekerjaan adalah kebutuhan yang harus dipenuhi. Nikmati berapa pun nilai ekonomi yang diberikan pekerjaan Anda. Tidak perlu terobsesi dengan jumlah uang yang dihasilkan oleh pekerjaan Anda. Miliki rasa syukur atas apa yang dihasilkan oleh pekerjaan Anda tersebut dan penuhi kebutuhan hidup dengan rasa terima kasih kepada Tuhan.

Anda tidak perlu menjadi perfeksionis dengan pekerjaan, biarkan pekerjaan mengalir dari kerendahan hati dan disiplin yang tinggi. Tidak perlu takut terhadap ketidaksempurnaan. Tidak perlu khawatir untuk menghadapi hal-hal yang mengurangi kreativitas dan inovasi Anda. Jangan menjadi budak pekerjaan dengan obsesi yang berlebihan. Ikutilah pekerjaan Anda sampai pada titik kreativitas yang Anda rasa diperlukan, tetapi tetaplah menjadi diri sendiri yang utuh dalam mengendalikan apa yang Anda kerjakan.

Untuk seminar/pelatihan hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

MENUMBUHKAN RASA KEPEMILIKAN DAN KESETIAAN KARYAWAN KEPADA PERUSAHAAN

 

“Hanya jiwa yang tidak memiliki rasa syukur, yang tidak pernah memiliki hati untuk mencintai perusahaan yang memberikan kehidupan ekonomi dan karir.”~Djajendra

Perusahaan dan karyawan memiliki hubungan yang saling terkait, saling melengkapi, dan saling memberi. Ketika karyawan setia dengan rasa memiliki perusahaan yang kuat, maka perusahaan akan mendapatkan dukungan penuh dan total dari karyawan di semua keadaan. Dampaknya, ketika perusahaan mendapatkan rintangan dan masalah, maka kesetiaan dan rasa memiliki ini akan menguat untuk membantu perusahaan agar segera keluar dari masalah yang dihadapi.

Rasa kepemilikan terhadap perusahaan yang tertanam kuat di dalam diri karyawan, adalah energi positif yang mampu membangkitkan motivasi dan gairah kerja dalam mencapai tujuan perusahaan. Jelas, agar rasa kepemilikan dan loyalitas karyawan meningkat, maka kepemimpinan dan manajemen haruslah menunjukkan keteladanan dan empati kepada karyawan. Perhatian, cinta, dan kepedulian adalah nilai-nilai yang harus diberikan oleh manajemen dan kepemimpinan melalui budaya perusahaan yang kuat. Ketika budaya perusahaan kuat, maka semua sikap dan perilaku positif akan tampil konsisten.

Bila setiap karyawan tumbuh di dalam kesadaran tentang keberadaannya di perusahaan, kesadaran tentang kehidupan yang diberikan oleh perusahaan, kesadaran tentang tujuan keberadaan perusahaan, dan kesadaran tentang keberadaan mereka dalam proses kerja di perusahaan; maka, kesadaran mereka akan meningkatkan rasa kepemilikan dan kesetiaan mereka kepada perusahaan. Apalagi, bila karyawan memiliki kesadaran dan kemampuan untuk mencintai perusahaan secara utuh, maka kesetiaan dan rasa kepemilikan tersebut akan memberikan jawaban dalam bentuk etos kerja yang menguatkan proses kerja di dalam perusahaan.

Kejelasan tujuan keberadaan karyawan di dalam perusahaan, dan sikap rendah hati karyawan untuk bersyukur dengan apa yang perusahaan berikan, dapat meningkatkan kepuasaan kerja karyawan di perusahaan. Rasa syukur dan kebahagiaan kerja mampu meningkatkan semangat untuk mencapai tujuan nyata dalam kehidupan kerja, yaitu: kebahagian dan rasa kesejahteraan yang diberikan oleh perusahaan untuk setiap karyawan.

Rasa memiliki atau biasa disebut dengan sense of belonging bukanlah sesuatu yang terlihat, tetapi muncul dalam wujud energi positif untuk menjaga dan merawat perusahaan di setiap situasi dan keadaan. Kesadaran setiap pihak di dalam perusahaan untuk memiliki sikap, perilaku, kualitas, dan tindakan yang menjaga perusahaan dari setiap potensi masalah secara utuh adalah benih untuk munculnya rasa memiliki. Kesetiaan dan rasa memiliki adalah bagian dari pengabdian yang diberikan kepada perusahaan.

Rasa kepemilikan dan kesetiaan kepada perusahaan menciptakan kewajiban dalam suara hati, untuk bisa menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan berkualitas. Dalam hal ini, karyawan akan tampil dengan sikap rendah hati, kuat dalam karakter kerja, berani jujur ??untuk menghadapi kenyataan, tegas dan cukup terhormat untuk meningkatkan reputasi perusahaan.

Kesetiaan dan rasa memiliki melibatkan hati, pikiran, dan jiwa untuk melakukan tindakan yang membantu perusahaan dengan sepenuh hati. Ketika perusahaan membutuhkan bantuan, maka setiap orang bangkit dengan penuh semangat untuk membantu perusahaan dan menyelesaikan tantangan yang dihadapi perusahaan.

Rasa kepemilikan dan kesetiaan membangkitkan energi kerja dalam satu visi dan satu budaya kerja. Semua orang mampu menjadi satu untuk semua dan semua untuk satu.

Untuk seminar/training hubungi: 0812 1318 8899 / email: training@djajendra-motivator.com

 

PERAN INTEGRITAS SEORANG MANAJER DALAM MENCAPAI PRESTASI

“Integritas adalah kekuatan di luar kemampuan manusia, tetapi komitmen dan nilai-nilai spiritualitas di dalam diri memampukan manusia untuk menjalankan kehidupan kerja dengan integritas.”~Djajendra

Integritas dan komitmen manajer di tempat kerja adalah sebuah anugerah bagi peningkatan kinerja. Manajer yang berkomitmen dan memiliki integritas, tidak akan marah atau memprotes ketika dia harus meninggalkan kenyamanan sebuah jabatan untuk menjalani pekerjaan yang penuh tantangan dan ketidakpastian. Integritas dan komitmen di dalam diri manajer membuat mereka mau menerima dengan anggun dimanapun mereka ditempatkan, tanpa ragu, tanpa takut, tanpa mengeluh, dan siap untuk menjalani kehidupan kerja yang lebih keras dan lebih penuh tantangan.

Integritas adalah kekuatan di luar kemampuan manusia, tetapi komitmen dan nilai-nilai spiritualitas di dalam diri memampukan manusia untuk menjalankan kehidupan kerja dengan integritas. Kehidupan rohani yang konsisten dalam kesadaran murni mampu menguatkan energi integritas di dalam diri. Dan terutama bagi para manajer yang memiliki tanggung jawab kepemimpinan, integritas menempati urutan pertama dari daftar kualitas yang harus para manajer kembangkan. Manajer tanpa integritas akan sulit menjalankan pekerjaan dengan prinsip moral, etika, tanggung jawab, disiplin, dan nilai-nilai holistik yang tinggi.

Manajer yang lemah integritasnya sulit melawan godaan dari kemudahan yang ditawarkan melalui peristiwa tidak etis dan tidak jujur. Tanpa integritas, pertempuran di dalam pikiran dan hati nurani akan melemahkan energi positif manajer. Akibatnya, manajer menjadi mudah tergoda untuk melakukan hal-hal yang tidak etis dan yang berpotensi menjadi masalah serius bagi keberlangsungan karir manajer tersebut di masa depan.

Ketika manajer dimutasi ke tempat yang tidak diinginkan, biasanya pasti marah dan tidak bersedia. Tetapi, saat integritas menguasai jiwa dan pikiran, maka sikap rendah hati dan jiwa besar manajer mampu dengan ikhlas untuk menerima mutasi tersebut. Hal ini, menjadi sesuatu yang positif bagi pertumbuhan jiwa manajer. Dendam, marah, semua niat dan rencana tidak baik atas ketidaksenangan dari mutasi tersebut, tidak akan menguasai jiwa dan pikiran si manajer. Intinya, manajer mampu mengendalikan dirinya di dalam energi positif dan tidak membiarkan dirinya terjebak dalam jurang energi negatif. Di samping itu, integritas selalu memberikan pengalaman spiritual yang membahagiakan hati dan meningkatkan rasa percaya diri dalam menjalani kehidupan yang penuh tantangan.

Integritas membuat manajer berjuang dan bekerja dengan akal sehat, serta selalu bangkit kembali dengan optimis saat tergelincir di dalam ketidakpastian. Tidak pernah membiarkan kesedihan menguasai kehidupan sehari-hari, tidak pernah membiarkan keluh-kesah untuk mengisi perjalanan sulit sehari-hari. Integritas adalah sumber yang hebat untuk menghasilkan energi positif di dalam jiwa, pikiran, emosi, fisik, dan mental.

Integritas adalah sebuah investasi terhebat bagi diri sendiri melalui sifat-sifat dan kebiasaan etis, sehingga diri mampu membentuk karakter untuk menjalani kehidupan bahagia yang penuh percaya diri secara konsisten. Pribadi dengan integritas yang tinggi tidak akan runtuh oleh kesulitan atau godaan apapun. Jiwa yang penuh integritas memiliki sifat dasar yang sangat kuat untuk menjalani ketidakpastian dan berbagai godaan dari energi tidak etis dengan karakter pemenang yang hebat.

Karakter kerja yang hebat hanya sebaik integritas yang membentuk individu-individunya. Manajer dengan integritas yang tinggi mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan bisnis. Sifat dan penampilan manajer berintegritas mampu membentuk kekuatan untuk menjaga kelancaran dan keberlangsungan pencapaian kinerja terbaik, walau dirinya ditempatkan diunit kerja yang tidak dia sukai. Integritas menjaga karakter pemenang, sehingga ditempat tersulit atau yang tidak disukaipun, manajer mampu menampilkan diri yang berkualitas untuk mencapai kinerja terbaik.

Nilai dan kualitas terbaik seseorang manajer bergantung pada kemampuannya untuk mempertahankan integritas yang konsisten dalam segala kondisi. Integritas yang menyatu dalam semua atribut karakter manajer, mampu menampilkan kualitas sejati manajer yang diandalkan untuk semua situasi dan peristiwa. Integritas menghasilkan karakter yang konsisten dan beraturan pada individu manajer. Semua ketidakstabilan di luar diri dapat dikendalikan dari dalam diri melalui kekuatan integritas.

Integritas menjauhkan manajer untuk melakukan korupsi dalam hal apa pun. Kejujuran hati nurani membuat manajer tidak akan melanggar janji, mereka selalu berpikiran terbuka dan menanggapi semua tantangan dengan kejujuran yang konsisten. Mereka tidak memikirkan diri sendiri, tetapi selalu memikirkan dan bekerja untuk kepentingan perusahaan secara keseluruhan. Mereka selalu memaafkan, sangat akomodatif, tidak pernah menjatuhkan orang lain, tidak dendam. Dan semua itu, dilakukan atau disikapi melalui perilaku etis dan etiket yang tinggi. Energi integritas menghasilkan sifat dan perilaku yang sangat etis dengan etiket yang memperlakukan orang lain secara terhormat.

Untuk seminar/pelatihan hubungi: 0812 1318 8899 / email:training@djajendra-motivator.com

INTEGRITAS ADALAH KEKUATAN DARI DALAM DIRI UNTUK MENJADIKAN DIRI ANDA UNGGUL DI SETIAP SITUASI DAN KEADAAN

“Memiliki sikap integritas yang kuat seperti memiliki senjata penangkal kehidupan negatif agar tidak masuk ke wilayah kehidupan Anda.”~Djajendra

Integritas menjaga diri sendiri di jalan kebenaran dan mengatakan pada diri sendiri tentang kebenaran yang wajib dijalankan. Sedangkan, kejujuran adalah hasil dari integritas diri yang hebat untuk mengatakan segala sesuatu dengan sebenar-benarnya kepada orang lain. Jadi, kejujuran ada di wilayah sosial, sedangkan integritas ada di wilayah pribadi. Intinya, hebatnya integritas seseorang terlihat dari kejujurannya yang konsisten dan hebat di dalam kehidupan sosial.

Integritas adalah senjata sakti untuk menegakkan kebenaran dan kejujuran dari dalam diri. Orang-orang dengan integritas yang tinggi tidak pernah bersikap munafik, mereka bersikap sangat jujur berdasarkan pengetahuan moral dengan wawasan yang luas. Ucapan, pikiran, dan sikap mereka selalu sama di dalam ketenangan dan keunggulan. Apa pun situasi hidup, integritas menjadikan mereka tetap positif dan jujur menyikapi situasi yang ada. Integritas membuat mereka tidak fokus dan ngotot untuk kepentingan diri sendiri maupun kelompok, tetapi fokus untuk menjalankan kebenaran dan kejujuran di setiap wilayah kehidupan yang mereka lewati. Mereka sadar bahwa integritas pribadi dapat mencegah bahaya atau bencana ke dalam kehidupan keluarga mereka. Mereka sadar bahwa tanpa integritas, maka segala potensi bahaya bisa merusak kehidupan pribadi dan keluarga. Oleh karena itu, integritas selalu dianggap sebagai kekuatan penolak bala yang paling hebat, yang bersumber dari kekuatan diri sendiri.

Memiliki integritas seperti memiliki kebenaran di semua aspek kehidupan. Integritas menjadikan Anda tidak tergoda untuk mencoba-coba semua hal yang tidak benar dan tidak baik, sehingga Anda mampu terhindar dari kekacauan hidup atau wilayah hidup yang berpotensi membuat hidup Anda berantakan. Integritas menjadikan Anda tumbuh untuk menjalani hidup dengan cara yang positif, sehat, kuat, serta hebat secara mental dan spiritual. Integritas menghindarkan Anda untuk menjadi orang yang menghalalkan segala cara lalu tersesat ke jalan hidup yang tidak aman, tidak nyaman, tidak sehat, tidak bugar, serta merusak kesehatan fisik dan mental. Integritas mengarahkan Anda pada kehidupan yang damai, tenang, makmur, sejahtera, bahagia, sehat, bugar, dan positif di sepanjang hidup yang singkat ini.

Memiliki sikap integritas seperti memiliki kekuatan yang sangat tangguh untuk menjalani kehidupan dengan kepatuhan yang sangat tinggi terhadap nilai-nilai moral, etika, etiket, dan nilai-nilai kehidupan kerja secara profesional. Integritas menguatkan gaya hidup seseorang dengan sikap moral yang sesuai dengan nilai-nilai moral agama, moral kerja, moral budaya, dan moral kehidupan sosial. Integritas membangun kebiasaan-kebiasaan positif dan produktif dari dalam diri untuk dijalankan dalam kehidupan sosial secara produktif.

Sikap integritas menjadikan seseorang mampu menjalani realitas hidup berfondasikan kebenaran dan kejujuran secara konsisten dalam disiplin diri yang tinggi. Semua tindakan dan pemikiran berdasarkan nilai-nilai positif, yang pada saat menjalankannya selalu dalam satu kesatuan keutuhan kebenaran dan kejujuran. Jadi, pemikiran dan tindakan sangat disiplin dalam satu arah dengan fondasi integritas yang hebat; serta tidak pernah ditentukan oleh keadaan, keyakinan, maupun kepercayaan. Juga, tidak takut kehilangan reputasi atau kepercayaan dari orang lain atas sikap jujur dan benar yang dijalankannya tersebut.

Sikap integritas yang benar tidak menjadikan seseorang kaku dalam pemikiran dan wawasan sempit, tetapi menjadikan dirinya berpengetahuan tinggi dan berwawasan sangat luas. Dia mampu berkomunikasi dan terhubung dengan semua karakter atau jenis perilaku yang bermacam-macam, tetapi tidak pernah terpengaruh oleh siapapun, dia selalu konsisten dalam disiplin untuk menjalankan kebenaran dan kejujuran secara akurat. Sikap integritas tidak menjadikan dirinya budak keadaan maupun budak dorongan nafsu, dia selalu mampu menjaga dirinya di jalan kebenaran dan kejujuran tanpa kehilangan dirinya sendiri di dalam realitas hidup.

Tantangan untuk hidup dengan integritas diri yang tinggi bukanlah perkara mudah. Ya, jalan menuju integritas tidaklah mudah, butuh kesabaran dan keberanian yang tidak boleh habis. Baik dan buruk adalah realitas kehidupan. Orang jujur dan orang tidak jujur sama-sama mencari panggung kehidupan. Tidak mungkin semua orang menjadi jujur di dalam kehidupan, tetapi hanya kejujuran dari integritas diri yang hebat yang mampu memberikan kebahagiaan dan keindahan hidup. Integritas pribadi adalah satu-satunya jalan untuk mendapatkan kebahagiaan hidup di semua aspek kehidupan. Pastinya, godaan untuk mengabaikan integritas dan mengikuti jalan mudah yang ditawarkan oleh kekuatan tidak jujur selalu akan hadir untuk menguji kualitas integritas Anda. Bila Anda tergoda oleh kekuatan tidak jujur, maka Anda sedang menyiapkan masa depan yang akan menjebak Anda di dalam kesulitan dan penderitaan batin yang hebat. Jadi, pastikan,  Anda meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa hanya dengan integritas pribadi yang konsisten, Anda dapat memiliki kehidupan masa depan yang hebat.

Mengembangkan integritas pribadi yang berkualitas adalah pekerjaan seumur hidup. Mulailah dengan sikap rendah hati untuk mendengarkan, belajar, tumbuh, berubah, dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Mengembangkan kejujuran pribadi hanya bisa terjadi kalau Anda sudah benar-benar tunduk di jalan kehendak Tuhan. Biasanya; orang-orang yang sudah tunduk di jalan kehendak Tuhan, tidak pernah lagi menyalahkan orang lain, membuat alasan, menyalahkan situasi, atau berbohong untuk membenarkan keyakinan dan kepercayaan dirinya. Mereka selalu tampil jujur dan bertanggung jawab untuk hidup yang harus mereka jalani dengan rendah hati. Mereka selalu jujur kepada Tuhan dan diri sendiri, sehingga muncul kesadaran bahwa apapun yang terjadi di dalam kehidupan ini adalah karena kehendak Tuhan, tugas kita sebagai manusia adalah tetap konsisten dengan integritas pribadi yang hebat di semua situasi dan keadaan yang harus kita jalani.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivasi.com  atau www.djajendra-motivator.com

PRINSIP UTAMA DALAM BEKERJA ADALAH MEMILIKI ETIKA

“Manusia berintegritas tinggi bersumber dari etika.”~Djajendra

Etika sangat diperlukan untuk kehidupan kerja yang produktif dan untuk memberikan kepuasan kerja bagi semua orang. Etika berfungsi untuk mengharmoniskan setiap hubungan antara manusia dan menghindarkan titik konflik antara manusia. Etika menjadikan hubungan kerja dalam perilaku jujur, bertanggung jawab, bersikap baik, murah hati, saling menolong, tidak melanggar hukum, produktif, adil, dan penuh kasih sayang. Etika adalah prinsip dasar dalam semua aturan, peraturan, prosedur, kebijakan, dan kepemimpinan di tempat kerja. Batin karyawan yang tersentuh energi etika mampu menjalankan fungsi dan perannya di tempat kerja dengan adil, jujur, tulus, sepenuh hati, setia, dan fokus untuk menciptakan kinerja terbaik.

Manusia dengan integritas yang tinggi bersumber dari etika. Ketika manusia mengabaikan etika, maka dia menjadi energi perusak kesejahteraan dan keharmonisan bagi semua orang. Sebaliknya, ketika manusia patuh dan taat menjalankan etika, maka semua orang menjadi bagian yang menyenangkan kehidupan, sehingga kebahagiaan dan kesejahteraan hidup dapat dirasakan bersama. Manusia yang etis adalah bagian penting dari etika kerja. Manusia yang etis mampu bekerja dengan etos terbaik dan menjadi kekuatan utama dalam pembentukan budaya kerja yang unggul.

Etika diperlukan dalam bentuk perilaku di setiap aspek kerja. Perilaku etis menciptakan keunggulan dan prestasi yang dapat dipertahankan untuk selamanya, sedangkan perilaku tidak etis menciptakan kerapuhan dan prestasi yang tidak dapat dipertahankan untuk selamanya. Jadi, praktik tidak etis sangatlah tidak menguntungkan bagi siapapun dalam jangka panjang. Mungkin saja, dalam jangka pendek, praktik atau perilaku tidak etis memberikan keuntungan bagi Anda. Tetapi, dalam jangka panjang, perilaku tidak etis tersebut akan menjadi sesuatu yang buruk dan menghancurkan semua yang sudah Anda bangun. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran yang terus-menerus untuk bisa melatih dan membiasakan diri sendiri agar taat dan patuh dengan etika. Jiwa, fisik, pikiran, dan emosi harus bersatupadu dalam satu komitmen yang kuat untuk menjalankan etika dengan sebenar-benarnya.

Semua nilai-nilai kehidupan kerja sebagai dasar pembentukan budaya kerja haruslah bersumber dari manusia etika. Etika haruslah dihasilkan dari kesadaran batin terdalam. Pertumbuhan kepribadian dan karakter kerja yang hebat haruslah bersumber dari etika. Etika harus dirawat dan ditingkatkan secara terus-menerus di tempat kerja. Menanamkan kesadaran kepada setiap insan perusahaan bahwa etika adalah sumber kebahagiaan, sumber kepuasan kerja, sumber keharmonisan, dan sumber pencapaian kinerja terbaik, haruslah menjadi bagian dari tugas utama manajemen.

Ketika etika menjadi budaya dan perilaku kerja yang kuat, maka saat itu karyawan mampu menjalankan pekerjaan sebagai bagian dari ibadah. Pekerjaan menjadi ibadah untuk mendapatkan rezeki. Pekerjaan menjadi ibadah untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan hidup. Kesadaran bahwa pekerjaan adalah ibadah untuk mendapatkan rezeki menjadi pendorong bagi karyawan untuk bekerja dengan sepenuh hati dan penuh kualitas. Kepemimpinan dan manajemen perusahaan harus sepenuh hati dan totalitas dalam menciptakan budaya etis di tempat kerja. Tidak bisa hanya berharap dari kesadaran karyawan untuk memiliki perilaku etis. Manajemen haruslah mampu membangun sistem, lingkungan kerja, budaya, dan karakter kerja yang berdasarkan dari etika. Memberdayakan setiap insan perusahaan dalam energi etika mampu meningkatkan integritas dan akuntabilitas dalam budaya kerja.

Gaya hidup etis di tempat kerja mampu menurunkan stres dan memberdayakan potensi untuk pencapaian lebih tinggi. Hal ini juga akan mendorong karyawan untuk tidak sekedar mencari nafkah dari pekerjaannya, tetapi menjadikan pekerjaanya sebagai alat untuk kebahagiaan dan pertumbuhan potensi diri. Kita tahu, di semua profesi pasti dibuat kode etik, yang bertujuan untuk memberdayakan potensi terbaik di jalan integritas dan etos terbaik. Jadi, fungsi etika tidak sebatas untuk memahami apa yang boleh dan apa yang tidak boleh, lebih dari itu, etika berfungsi untuk menciptakan kualitas pribadi yang hebat, untuk bisa menjalankan pekerjaan berkinerja tinggi di jalur integritas.

“Etika menciptakan jalur integritas yang membuat setiap orang termotivasi untuk bekerja dengan jujur dan penuh tanggung jawab.”~Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENGABAIKAN ETIKA MENYEBABKAN ORANG LAIN TERLUKA DAN MERUGI

“Perilaku etis adalah jalan lurus dan kelurusan hati nurani untuk melakukan pekerjaan sesuai nilai-nilai organisasi, kode etik, kode moral, dan tata kelola yang terbaik.”~Djajendra

Seseorang yang beretika memiliki perbuatan baik untuk menghasilkan kesejahteraan dalam hidupnya. Etika adalah tuntunan untuk melakukan perbuatan mulia. Etika diwujudkan melalui pemikiran, perbuatan, ucapan, dan tindakan yang membawa kehidupan ke jalan kebenaran. Seseorang yang bertindak tanpa etika merupakan energi untuk perbuatan salah. Di mana, perbuatan salah ini akan berakumulasi untuk menciptakan kesalahan ke berbagai urusan lainnya. Kesadaran bahwa perilaku tidak etis dapat menyebabkan kerusakan dan kerugian bagi diri sendiri dan orang lain, haruslah menjadi pemahaman bersama di tempat kerja.

Nilai-nilai organisasi, etika, dan moralitas, tidaklah dapat dipisah-pisahkan, semuanya saling terkait erat dan tak terpisahkan. Nilai-nilai organisasi memiliki kekuatan untuk membentuk perilaku kerja sesuai budaya yang diinginkan oleh perusahaan. Etika di tempat kerja bersumber dari kode etik atau prinsip yang menjadi dasar untuk menentukan apa yang benar dan apa yang tidak benar. Etika sendiri bertujuan untuk menjaga kualitas integritas kerja, sehingga saat karyawan menghadapi situasi sulit dan penuh dilema, mereka tetap berperilaku sesuai kode etik yang diberikan perusahaan. Moralitas atau nilai-nilai moral dimaksudkan agar setiap individu karyawan mampu menemukan jati dirinya yang asli, sehingga mengenal diri sendiri secara baik untuk bisa memberikan kontribusi etis bagi perusahaan. Intinya, nilai-nilai organisasi, etika, dan moralitas adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan dalam membentuk budaya kerja dan budaya organisasi yang kuat.

Etika membantu karyawan untuk mengikuti kode etik dengan pengabdian yang tulus di semua proses kerja. Ini juga mempersiapkan pola pikir untuk menerima apa yang diperbolehkan dan apa yang dilarang di sepanjang proses kerja hingga mencapai kinerja terbaik. Ini juga mengubah pemikiran, ucapan, perilaku, dan tindakan yang membentuk kebiasaan etis di lingkungan kerja, sehingga menjadi bagian yang penting untuk mengekspresikan budaya organisasi yang kuat. Perilaku etis adalah fondasi dari budaya kerja. Perilaku etis adalah jalan lurus dan kelurusan hati nurani untuk melakukan pekerjaan sesuai nilai-nilai organisasi. Perilaku etis berarti menyelaraskan pemikiran dan perbuatan sesuai dengan standar etika di perusahaan. Perilaku etis berarti bekerja tanpa syarat untuk mempraktikkan tata kelola perusahaan yang terbaik.

Penampilan dari orang-orang beretika terlihat dari pemikirannya yang sesuai dengan nilai-nilai perusahaan, selalu bijaksana, selalu menjaga kebenaran dari tata kelola, mengendalikan emosi, rendah hati, berani, adil, bersyukur, puas dengan perusahaan, menjaga ucapan yang benar, menjaga tindakan yang benar, bekerja keras dengan disiplin dan sangat tekun, mencari penghidupan di tempat kerja di jalan yang benar dan etis. Jadi, orang-orang beretika tidak pernah mau berurusan dengan nilai-nilai yang berkaitan dengan perilaku negatif. Mereka selalu bertindak sesuai adab, sopan santun, kelakuan yang baik, tata krama yang luhur, dan kebenaran yang ditentukan di tempat kerja. Jadi, mereka tidak akan melanggar semua ketentuan dan kebijakan yang sudah disepakati secara bersama di tempat kerja mereka.

Internalisasi nilai-nilai organisasi, etika, dan moralitas mampu menciptakan langkah-langkah yang efektif untuk menuju pertumbuhan pribadi yang hebat dan pembentukan karakter kerja yang diandalkan. Saat semuanya terinternalisasi dengan baik, saat itu terbentuk kesadaran untuk bertanggung jawab atas semua tindakan dan membuang egoisme untuk menumbuhkan kolaborasi agar bisa mencapai kinerja tertinggi. Setiap karyawan wajib hadir untuk memberikan kontribusi bagi penguatan etika di tempat kerja. Setiap karyawan wajib memimpin dirinya sendiri untuk kehidupan kerja yang etis. Kehidupan kerja yang tidak etis menciptakan kesalahan yang menjadi penyebab utama rasa takut di tempat kerja. Orang-orang yang lalai menjalankan etika di sepanjang proses kerjanya, hidupnya selalu ketakutan dan kehilangan ketenangan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

ETOS KERJA: MEMULIAKAN DAN MENGHORMATI PEKERJAAN ANDA

“Etos kerja terbaik dihasilkan dari kualitas diri yang benar-benar mengabdikan dirinya untuk pekerjaan yang ditekuni, tanpa syarat.”~Djajendra

Bekerja yang baik itu datang dari hati yang luhur untuk mencapai tujuan dan visi. Memuliakan pekerjaan dan menghormati apa yang sedang Anda kerjakan adalah jalan untuk mencapai hasil terbaik. Memandang dan menganggap pekerjaan Anda sebagai hadiah terbaik dari Tuhan, akan membuat Anda bekerja tanpa pamrih dengan sepenuh hati. Rasakan panggilan hati untuk melaksanakan pekerjaan Anda dengan totalitas dan penuh kualitas terbaik. Miliki tanggung jawab, disiplin, rasa cinta, dan kejujuran dalam setiap proses kerja. Jadilah diri sendiri yang totalitas untuk menerima dan melakukan pekerjaan Anda dengan penuh semangat.

Sangatlah tidak etis mengungkapkan ketidakmampuan Anda untuk melaksanakan pekerjaan dengan sepenuh hati. Dalam kondisi dan situasi tersulit pun, Anda harus percaya diri dan berani untuk melaksanakan pekerjaan Anda dengan tanpa pamrih. Resiko dan rintangan haruslah menjadi bagian dari tanggung jawab Anda untuk dilewati dengan solusi yang tepat. Integritas dan akuntabilitas haruslah menjadi senjata batin Anda saat pekerjaan mendapatkan tantangan. Fokuskan energi dan perhatian Anda hanya untuk melakukan apa yang diminta dari Anda pada momen itu. Anda tidak boleh bekerja dengan beban dan rasa khawatir dengan tindakan Anda. Kerjakan saja pekerjaan Anda sesuai aturan dan SOP dengan suasana hati yang selalu gembira dan penuh sukacita.

Hak seorang profesional adalah melakukan tugas dan mengambil tanggung jawab penuh atas pekerjaannya, serta tidak menuntut atau berharap pujian atas hasil tindakan. Dalam hal ini, hati yang ikhlas dan tanpa pamrih sangat diperlukan, agar Anda tidak menjadikan pekerjaan hanya untuk memuaskan egoisme Anda. Intinya, Anda tidak boleh terikat dengan ambisi, nafsu, dan egoisme dalam menjalankan pekerjaan Anda. Anda harus menjadi orang bebas yang selalu menggunakan energi kreatif untuk menemukan berbagai solusi terbaik, sehingga semua resiko dan rintangan dapat Anda atasi dengan cara kerja yang profesional.

Proses kerja selalu menghadapi begitu banyak perubahan dan ketidakpastian, disinilah Anda harus memiliki ketenangan dan kepercayaan diri untuk mengatasinya. Jangan pernah memiliki kebiasaan mengeluh atau melihat kekurangan dari situasi yang Anda hadapi. Miliki pola pikir positif dan optimis untuk bisa bekerja dengan sepenuh hati dalam setiap situasi yang penuh ketidakpastian. Miliki tekad dan niat yang kuat, untuk melakukan tugas Anda dengan sungguh-sungguh, dan tidak pernah berhenti sebelum mencapai hasil terbaik. Tidak pernah mengkhawatirkan tentang pilihan cara kerja Anda tersebut. Jangan pernah membiarkan pikiran Anda lari ke sana dan ke sini, tanpa arah yang jelas. Kendalikan pikiran dan disiplinkan pikiran untuk fokus pada momen sekarang, untuk bisa menghasilkan tindakan terbaik di momen sekarang, sehingga Anda bisa menghasilkan pekerjaan yang hebat dan berkualitas tinggi.

Satu-satunya kemampuan mutlak yang ada dalam kuasa Anda di tempat kerja, adalah kesediaan Anda untuk memberikan yang terbaik melalui etos kerja Anda. Jadi, di tempat kerja, jangan terlalu memikirkan tentang sikap dan perilaku orang lain, jangan terlalu banyak memikirkan tentang etos kerja orang lain. Anda hanya mempunyai satu pilihan, yaitu: memberikan yang terbaik dari dalam hati Anda untuk hasil kerja terbaik. Oleh karena itu, miliki pola pikir bahwa kehadiran Anda ke tempat kerja adalah untuk memberikan yang terbaik dari kualitas integritas dan akuntabilitas tertinggi. Anda tidak boleh memiliki pola pikir dan niat untuk meminta ataupun memiliki sesuatu dari pekerjaan Anda. Etos kerja terbaik dihasilkan dari niat dan pola pikir untuk memberi dan melayani tanpa pamrih. Bila Anda pamrih dan berharap sesuatu, dan yang Anda harapkan itu tidak didapatkan, maka Anda akan menjadi marah dan malas. Jelas, orang yang marah dan malas tidak pernah memiliki etos kerja terbaik, mereka hanya menjadi energi perusak di setiap proses kerja.

Orang-orang dengan etos kerja yang hebat tidak pernah bekerja untuk hadiah atau gaji sesuai harapan. Mereka bekerja karena sangat mencintai dan menyukai pekerjaan yang dilakukan. Mereka sangat fokus dan antusias untuk terlibat dengan sepenuh hati di setiap momen proses kerja. Mereka tidak memiliki mind set ‘worth it (worthed) dalam melakukan sesuatu. Artinya, mereka tidak pernah menganggap layak atau patut untuk menerima sesuatu yang lebih besar dari pekerjaan yang mereka lakukan. Jadi, etos kerja terbaik dihasilkan dari kualitas diri yang benar-benar mengabdikan dirinya untuk pekerjaan yang ditekuni, tanpa syarat. Kalau mental worth it selalu memiliki syarat dari egoismenya. Intinya, etos kerja terbaik dihasilkan dari diri yang bebas dan mandiri untuk melakukan pekerjaan terbaik di setiap momen. Biasanya, orang-orang dengan etos kerja terbaik percaya pada filosofi tabur-tuai. Hal ini, membuat mereka fokus sepenuhnya untuk memberikan dan melayani dengan cara terbaik. Mereka percaya bahwa apa yang ditabur akan dituai, sehingga tidak pernah khawatir atau takut dengan masa depannya. Kabar baiknya, siapa pun yang memiliki etos kerja terbaik, pasti memiliki kehidupan materi dan spiritual yang sangat kaya.  

Anda tidak perlu menunggu perintah dan menunggu motivasi dari orang lain untuk melakukan pekerjaan Anda dengan hebat. Anda tidak perlu membungkuk dan minta dikasihani untuk kesuksesan Anda. Ingat, tidak seorang pun yang bisa memberikan kesuksesan untuk Anda, hanya Anda sendirilah yang bisa memberikan kesuksesan untuk Anda melalui etos Anda yang hebat. Ukuran sukses Anda ada di dalam etos kerja Anda yang hebat, bukan karena pemberian dari orang lain. Orang lain hanya akan memberikan yang terbaik untuk Anda, kalau Anda memiliki etos kerja yang luar biasa. Oleh karena itu, bila Anda ingin karir dan prestasi Anda hebat, maka satu-satunya jalan adalah dengan memiliki etos kerja terbaik. Ketika pekerjaan Anda dihasilkan dari ketulusan dan usaha sepenuh hati, maka pekerjaan Anda akan berbicara sendiri melalui kualitas dan kehebatannya. Anda cukup berlatih terus-menerus untuk rendah hati dan melayani dengan sepenuh hati, pekerjaan Anda pasti mengundang pujian dan kekaguman orang lain.

Sumber etos kerja terbaik berasal dari jiwa spiritual. Kesadaran untuk memberikan yang terbaik dan menyerahkan imbalannya kepada kehendak Tuhan, adalah jalan untuk melakukan pekerjaan dengan tanpa beban dan dengan perasaan merdeka. Keyakinan bahwa rejeki bersumber dari Tuhan adalah fondasi untuk membangun etos kerja terbaik. Jadi, orang-orang dengan etos kerja terbaik tidak mengikatkan dirinya dalam batas imbalan, mereka bebas dan hanya menikmati pekerjaan dengan melupakan arti materi yang dihasilkan dari pekerjaan tersebut. Rasa syukur dan terima kasih kepada kebaikan Tuhan selalu menjadi energi positif untuk bekerja dengan etos terbaik. Dengan doa dan rasa syukur, orang-orang beretos kerja terbaik selalu fokus untuk melakukan pekerjaan dengan kualitas terbaik, dan tidak terlalu peduli atau mengurusi apa yang diterima dari hasil terbaik itu. Niat mereka bekerja adalah melakukan yang terbaik melalui integritas dan akuntabilitas diri yang terpuji.

Orang-orang dengan etos kerja terbaik tidak menunggu pujian dan sanjungan dari manapun. Mereka bekerja karena panggilan hati dari kesadaran tertinggi untuk melakukan yang terbaik. Sanjungan ketika sukses, cacian ketika gagal, tidaklah menjadi bagian hidup dari orang-orang beretos kerja terbaik. Mereka mengoptimalkan semua potensi terbaik dari diri sendiri dan tidak pernah menampilkan perilaku imitasi. Mereka selalu tampil asli dan terus-menerus belajar untuk menghadapi berbagai kemungkinan di masa depan. Mereka memiliki iman yang begitu suci dan tunduk dalam rasa cinta kepada Tuhan, sehingga memiliki perilaku kerja yang konsisten di jalan spiritual. Orang-orang dengan etos kerja terbaik selalu menjaga hati dan kata-kata di dalam energi positif. Ucapan selalu positif, niat selalu baik, pikiran selalu positif, perilaku selalu optimis dan positif, kerja keras selalu mengikuti aturan dan etika, serta selalu menjaga hati agar ikhlas dan tulus dalam melakukan pekerjaan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

INTEGRITAS BERARTI SATU DENGAN HATI YANG MURNI

“Integritas memiliki kualitas untuk memberi tanpa pamrih, serta melayani dengan ikhlas dan sepenuh hati dari hati yang murni.”~Djajendra

Kita semua hidup untuk sementara, tidak seorang manusia pun yang dilahirkan untuk hidup permanen, tidak seorang pun diciptakan untuk sebuah keterikatan dengan dunia material. Kita hidup untuk menemukan diri sejati kita, kemudian menjadikan diri sejati sebagai cahaya untuk menerangi kehidupan yang kita jalani. Dan, diri sejati baru bisa ditemukan bila di dalam diri ada kualitas integritas yang menguat dan tumbuh dengan sempurna. Kualitas integritas inilah yang menjadi akar pembentukan karakter diri yang hebat dan unggul. Tanpa integritas, Anda tidak mungkin bisa memiliki karakter yang hebat untuk mendukung perjalanan hidup Anda.

Integritas adalah fondasi bangunan moral dan spiritual yang menjadikan hidup Anda aman dan damai. Integritas menjadikan hidup Anda stabil dan tidak mungkin kacau saat mendapatkan tekanan dan kesulitan. Integritas menjadikan Anda tidak mungkin bisa hancur dan jatuh dalam kekacauan moral ataupun dalam ketidakpastian hidup. Integritas menjadikan Anda selalu konsisten untuk hidup dengan jati diri Anda yang murni dan jujur. Anda pun tidak bisa disuap atau dirusak moral Anda melalui godaan yang melanggar kode nilai-nilai moral. Integritas yang kuat membuat Anda mampu tampil secara profesional, tidak tercela, ikhlas, jujur, utuh, tulus, sempurna, rendah hati, holistik, tidak menilai, tidak menghakimi, dan kuat dengan prinsip hidup di dalam kejujuran moralitas. Integritas menjadikan Anda tidak lagi melekat atau terikat kepada hasrat yang tak terpuaskan. Dan juga, tidak lagi menjadi korban dari nafsu serakah. Anda mampu bekerja dengan tanggung jawab untuk mewujudkan kualitas yang terpercaya dan penuh kejujuran.

Integritas harus dilengkapi dengan pengetahuan yang menerangi jiwa dan mampu memerangi godaan hidup yang tak terhitung jumlahnya. Kesadaran untuk melayani setiap situasi hidup dengan energi keilahian akan menumbuhkan integritas dari dalam diri sendiri. Jadi, walaupun sudah menjalankan ibadah dengan taat, tetapi bila hati merasa paling benar, maka kesombongan akan menguasai akal pikiran, dan integritas di dalam diri pun akan hilang. Kesombongan menguatkan setiap saraf ego untuk menganggap persepsi dan logika berpikirnya yang paling benar, sehingga keangkuhan diri akan menempati semua keputusan yang diambil. Persepsi dan logika berpikir yang mengutamakan keinginan adalah akar dari melemahnya integritas di dalam diri. Diperlukan sikap rendah hati yang tunduk pada nilai-nilai moral agar kualitas integritas di dalam diri mampu menerapkan kebijaksanaan saat menerima godaan. Dan, inilah yang membuat diri menjadi tak terkalahkan oleh godaan negatif. Kualitas integritas di dalam diri meniadakan konflik batin dan peperangan untuk memilih yang etis dan tidak etis. Ketika di dalam diri tidak ada integritas, maka konflik batin dan konflik kepentingan menjadi tak terelakkan.  

Ciri dari orang yang tidak memiliki integritas adalah selalu mencari dukungan sumber daya dari kekuatan di luar dirinya. Mereka tidak pernah sadar bahwa suatu hari diri sendiri akan berakhir. Kekayaan, jabatan, ketenaran, kehebatan, kekuasaan, persepsi, logika berpikir, akan lenyap dan dilupakan orang. Hanya kebaikan dan kebijaksaan hidup yang selalu menjadi inspirasi bagi kehidupan selanjutnya. Keserakahan dan kemenangan dengan merugikan orang lain akan memudar dan diingat sebagai sesuatu yang tercela dan tidak boleh diulang. Mereka tidak tumbuh dari kemurnian jati diri. Mereka tidak yakin bahwa Tuhan sudah memberikan segala kebutuhan dan keinginan di dalam diri masing-masing orang. Mereka terdorong untuk mendapatkan kekuatan dari sumber materi di luar dirinya, bukan sumber spiritual dari dalam dirinya. Sedangkan, ciri orang berintegritas tinggi adalah hidup dari kemurnian jati diri, serta selalu merasa bersyukur dan diberkati oleh sumber dari dalam diri, dan merasa mendapatkan nasihat dari Tuhan yang diyakini sebagai pelindung hidupnya. Orang dengan integritas tinggi merasa penting untuk menjalani hidup berintegritas. Apa pun masalah yang muncul dalam hidup, mereka tetap konsisten memilih jalan hidup dengan integritas yang tinggi. Mereka yakin bahwa hidup tidak terjadi secara kebetulan ataupun melalui ambisi dan nafsu egois. Mereka percaya untuk menjalani hidup harus berfokus pada sumber integritas di dalam diri, sumber integritas yang tak terkalahkan oleh realitas tidak etis di luar diri.

Hidup terjadi dari dalam diri, bukan dari luar diri. Bila pikiran dilatih di jalan integritas, maka apa pun yang terjadi di dunia luar, Anda tetap bisa menjadi diri yang murni dari diri sejati Anda. Kualitas integritas di dalam diri menjadikan pemikiran suara hati Anda bersatu dengan hati yang murni dan suci. Anda mampu menunjukkan perilaku yang menyatu antara pikiran, jiwa, sifat, fisik, emosi. Pikiran Anda tidak akan tersebar atau terpencar oleh keinginan egois, tetapi tunduk kepada Tuhan melalui nilai-nilai moralitas. Anda tidak akan gelisah memikirkan masa depan, tetapi bersyukur dan menjalankan momen sekarang dengan kejujuran dan tanggung jawab.

Jiwa yang kaya integritas hidupnya terfokus pada rasa syukur dan merasa telah menemukan semua kebutuhan dalam pekerjaan yang dilakukan. Rasa syukur menjadi titik kekuatan di balik kerja keras dan tindakan sepenuh hati untuk melayani pekerjaan. Jadi, fisik menjadi satu dengan hati yang murni di dalam rasa syukur dan keberlimpahan. Integritas menunjukkan perilaku kerja dengan kemuliaan hati melalui kemurahan hati untuk memberikan pelayanan dan kontribusi terbaik, ini diberikan tanpa pamrih terhadap siapapun dan tidak membeda-bedakan orang. Intinya, sifat utama dari orang berintegritas tinggi adalah selalu memberi lebih daripada mengambil lebih, serta menjaga diri dengan rasa syukur atas realitas hidupnya.

Integritas memiliki kualitas untuk memberi tanpa pamrih, serta melayani dengan ikhlas dan sepenuh hati dari hati yang murni. Pekerjaan yang dilakukan dari hati yang murni menciptakan kualitas yang luar biasa ajaib. Integritas mampu mentransformasikan kualitas pekerjaan menjadi realitas penciptaan yang ajaib. Jadi, Anda harus menjaga dan mengalihkan pikiran yang bertentangan dengan nilai-nilai integritas. Tingkatkan kualitas kecerdasan emosional Anda, kemudian miliki mental yang kuat dan tak pernah menyerah untuk menjaga integritas di dalam kemurniaan hati nurani Anda. Jangan membiarkan pikiran dikendalikan oleh pengaruh dari sumber moralitas rendah. Jangan membiarkan pikiran gelisah dan membuat hidup Anda resah oleh berbagai realitas yang meniadakan integritas.

Realitas hidup terus – menerus bergerak melalui energi negatif dan positif. Anda tidak bisa memaksa atau berharap semua orang terhubung dengan Anda melalui integritas yang tinggi. Pada dasarnya, semua orang tahu bahwa integritas adalah akar untuk membentuk karakter diri yang unggul dan hebat, tetapi orang-orang lebih memilih menjadi budak kehidupan daripada menjadi majikan kehidupan. Jadi, Anda harus memiliki kewaspadaan dan ketabahan saat menghadapi orang-orang dari sumber moralitas yang rendah. Jangan kehilangan pegangan yang kuat dari kemurniaan integritas diri Anda. Pusatkan perhatian pada setiap situasi dan andalkan integritas Anda untuk mematuhi aturan dan nilai-nilai etika yang disepakati.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

BEKERJA TANPA PAMRIH DAN SELALU PRODUKTIF

“Ketika Anda melakukan pekerjaan Anda dengan integritas dan profesionalisme, maka pekerjaan Anda membuat Anda dihormati.”~Djajendra

Pekerjaan adalah harta yang paling menghasilkan. Cintai pekerjaan dan berikan semua kemampuan untuk menghasilkan kinerja terbaik. Tidak mungkin seseorang yang membenci pekerjaannya mampu menghasilkan kinerja. Tidak mungkin seseorang yang malas, melalaikan jadwal, merasa pekerjaan membosankan, merasa pekerjaan melelahkan, mampu menghasilkan kekayaan dari pekerjaan tersebut. Hanya orang-orang yang sepenuh hati bekerja untuk kinerja terbaik, yang mampu mendapatkan kekayaan dari pekerjaan mereka. Jadi, tetaplah fokus, tetaplah semangat, tetaplah percaya diri, arahkan keinginan dan ambisi untuk menghasilkan yang terbaik di seluruh hidup Anda di tempat kerja.

Seorang karyawan yang profesional tidak bekerja hanya untuk gaji setiap bulan. Dia bekerja untuk kinerja dan prestasi terbaik. Dia sadar bahwa kinerja dan prestasi terbaiknya itu pasti memberikan kekayaan yang berlimpah. Dia sangat sadar bahwa bila dia bekerja hanya demi gaji bulanan, hampir pasti tidak ada hal hebat yang bisa dia berikan melalui pekerjaannya tersebut. Oleh karena itu, dia selalu bekerja tanpa pamrih dan mendorong dirinya untuk berkembang bersama pekerjaannya tersebut. Dia selalu menilai ulang keahlian yang dimiliki dan meningkatkan keahlian agar bisa lebih berguna bagi kemajuan perusahaan. Dia selalu meningkatkan keunggulan operasional dan teknologi agar dapat menampilkan yang terbaik di sepanjang waktu kerjanya.

Disiplin dan ketekunan menjadikan dirinya sangat peduli untuk bangun pagi, menyiapkan diri, dan hadir tepat waktu di tempat kerja. Di tempat kerja, dia menyesuaikan hidupnya dengan budaya perusahaan. Terlepas dari semua tantangan dan realitas di tempat kerja, dia selalu merasa bangga dengan pekerjaannya dan bekerja sepenuh hati untuk kinerja terbaik. Dia sangat terinspirasi untuk sukses. Dia bekerja sempurna di dalam proses yang profesional. Dia fokuskan semua energi sukses untuk hasil akhir terbaik.

Pekerja yang profesional selalu sadar bahwa dirinya memiliki hak untuk melakukan tugas dengan produktif. Dia juga sadar bahwa dirinya tidak berhak atas hasil akhir dari tindakan yang dia lakukan. Inilah yang disebut dengan bekerja tanpa pamrih. Dia tidak pernah bekerja untuk mendapatkan pujian. Dia tidak membiarkan materi menjadi tujuan tindakannya. Dia betul-betul bekerja dan menjalankan tugasnya karena tanggung jawab dan moralitas.

Tidak ada kata tidak mampu untuk orang-orang yang bekerja tanpa pamrih. Mereka hanya bekerja dengan jujur dan penuh tanggung jawab mengikuti SOP dan aturan-aturan yang ada. Mereka selalu membuat hal-hal menjadi sederhana dan mudah untuk dikerjakan. Mereka memperkuat dirinya dengan integritas dan perilaku etis, sehingga semua proses kerja dilakukan tanpa peduli dengan konsekuensi terakhir dari tindakan yang mereka lakukan. Mereka hanya melakukan apa yang diminta oleh perusahaan melalui job desk pada saat itu.

Ketika menghadapi begitu banyak perubahan dan tantangan, mereka yang bekerja tanpa pamrih, tidak akan berhenti atau menyerah sebelum menyelesaikan tugas dan tanggung jawab. Mereka membangun pola pikir terbaik untuk bisa menikmati proses bekerja. Mereka hanya melakukan tugas dengan sebaik mungkin, untuk memberikan hasil terbaik, serta tidak mengkhawatirkan apakah mereka diberikan penghargaan untuk hasil kerja terbaik tersebut. Mereka ikhlas dan sepenuh hati.

Bekerja tanpa pamrih adalah sebuah pilihan dari kesadaran diri untuk memberikan yang terbaik. Ini adalah satu-satunya pilihan dari hati yang ikhlas dan tulus. Tidak memiliki motif apapun kecuali kesediaan hati untuk memberikan kontribusi terbaik dari kemampuan optimal yang dimiliki. Jadi, sifatnya totalitas dan sepenuh hati dari kemampuan yang dimiliki.

Orang-orang yang bekerja tanpa pamrih menikmati kebahagiaan dan kebebasan bersama pekerjaannya. Tidak ada beban. Mereka sadar bahwa semakin mereka bekerja untuk mendapatkan imbalan, semakin mereka terikat dan semakin sedikit fokus mereka terhadap apa yang mereka sukai. Bekerja tanpa pamrih menghasilkan pengabdian diri untuk pekerjaan terbaik. Tidak ada rasa takut ataupun rasa bosan, yang ada hanyalah kesenangan dan antusiasme bersama pekerjaan yang dilakukan.

Orang-orang yang bekerja tanpa pamrih tidak membutuhkan pujian dari siapapun. Mereka benar-benar profesional di dalam integritas yang tinggi, sehingga hasil kerja mereka yang akan berbicara sendiri. Mereka selalu tenang dan santai. Mereka selalu fokus dan kreatif. Mereka selalu berprinsip bahwa kerja adalah ibadah, sehingga harus dilakukan dengan ikhlas dan penuh kualitas. Mereka juga sangat holistik, selalu berdoa dan menyerahkan segalanya kepada Tuhan, lalu mereka sangat fokus untuk menyelesaikan pekerjaan dengan kualitas terbaik.

Orang-orang yang bekerja tanpa pamrih sangat yakin bahwa Tuhan selalu menjaga mereka untuk melakukan yang terbaik. Tentu saja, mereka memiliki etos yang hebat dan betul-betul bekerja keras untuk hasil terbaik. Mereka juga selalu bekerja dengan prinsip kehati-hatian dan sangat teliti dalam segala hal.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Older posts