KERAGAMAN DAN PERBEDAAN MEMPERKAYA WAWASAN DAN PENGALAMAN

“Keragaman dan perbedaan adalah kenyataan dari alam semesta. Keragaman dan perbedaan adalah kehendak Tuhan. Keragaman dan perbedaan adalah ilmu Tuhan yang tidak pernah bisa dipahami oleh orang-orang yang anti keberagaman dan perbedaan.”~Djajendra 

Kita semua berasal dari keberagaman dan perbedaan, yang menempati bumi secara bersama-sama, dan saling berbagi kebaikan agar bisa menjalani kehidupan yang damai. Bila kita berniat meniadakan keberagaman dan perbedaan, maka hasilnya konflik dan kekacauan, tidak akan pernah ada kedamaian. Tanpa empati dan kasih sayang,  setiap hubungan tidak akan mampu berkomunikasi dan berbagi. Perasaan paling benar membuat ego mencegah kedamaian hidup. Perasaan paling benar tidak mampu menyesuaikan diri dengan keberagaman, mampunya hanya menyalahkan yang tidak sama dan menciptakan kekacauan.

Perbedaan bersumber dari pemikiran. Bila pemikiran mampu menciptakan karakter yang saling menghormati, saling pengertian, saling mendengarkan, tanpa penghakiman; maka, kedamaian dan keindahan hidup bersama pasti terwujud. Perbedaan harus disikapi dengan memahaminya, dengan sabar, dan tidak menyalahkan yang berbeda. Setiap pemikiran haruslah berlandaskan kepada niat untuk hidup damai dan bahagia bersama-sama. Tidak boleh ada ide atau pemikiran yang menciptakan kondisi untuk memusuhi atau meniadakan perbedaan. Ide dan pemikiran yang anti keberagaman dan perbedaan adalah sumber kekacauan hidup. Siapapun yang berniat hidup damai hanya bisa didapatkan dengan cara merangkul keberagaman dan perbedaan untuk hidup bersama-sama di dalam keharmonisan.

Keberagaman dan perbedaan adalah kenyataan dari alam semesta. Keberagaman dan perbedaan adalah kehendak Tuhan. Keberagaman dan perbedaan adalah ilmu Tuhan yang tidak pernah bisa dipahami oleh orang-orang yang anti keberagaman dan perbedaan. Sejarah di dunia mencatat, siapapun yang bertindak untuk menghilangkan keragaman dan perbedaan, mereka pasti gagal, karena keragaman dan perbedaan merupakan kehendak Tuhan. Keragaman dan perbedaan sudah ada di dalam setiap aspek dan dimensi kehidupan. Dunia yang kita tempati sekarang memperlihatkan indahnya keragaman dan perbedaan. Segala sesuatu di alam semesta ini berbeda dan beragam, tiada sesuatu yang sifatnya seragam. Hanya pemikiran manusialah yang menciptakan keseragaman, sedangkan kehendak Tuhan sangat terlihat dalam bentuk keragaman.

Setiap perbedaan adalah sekolah untuk belajar sesuatu agar kita menjadi lebih berpengetahuan dan berwawasan. Menyikapi perbedaan yaitu dengan menjadi diri sendiri yang asli dengan kekuatan integritas diri yang tinggi, lalu menguatkan perilaku positif dan niat baik untuk menjaga kedamaian dan keharmonisan hidup. Jadi, tidak boleh ada reaksi negatif saat melihat orang-orang yang tidak sama dengan kita. Kita semua harus jujur dan sadar untuk memahami bahwa semua orang ciptaan Tuhan, semua makhluk ciptaan Tuhan, serta apapun yang ada di langit dan di bumi adalah ciptaan dan kepunyaan Tuhan. Semua ciptaan Tuhan tersebut terus-menerus diurus sama Tuhan dengan penuh kasih sayang. Tuhan itu maha pemurah lagi maha penyayang. Semua yang ada di alam semesta ini milik Tuhan, ciptaan Tuhan. Oleh karena itu, keberagaman dan perbedaan yang ada karena kehendak Tuhan ini haruslah dihormati dan dilayani dengan tulus dari empati dan kasih sayang.

Siapapun yang mengabaikan perbedaan atau menolak perbedaan, maka mereka akan kehilangan keseimbangan dalam hidup. Orang-orang yang tidak seimbang selalu memiliki pemikiran yang suka berburuk sangka dengan yang tidak sama dengan dirinya. Hal ini, merupakan benih konflik dan momen-momen pertengkaran pun akan selalu muncul di dalam realitas kehidupan sosial. Akibatnya, kedamaian hidup pasti hilang, kemarahan dan kekhawatiran selalu menjadi bagian dari aksi dan reaksi. Kondisi ini, tidak akan menguntungkan siapapun dan semua orang akan menghadapi kehidupan yang merugikan. Jelas, semakin suka orang menonjolkan perbedaan, semakin tidak mudah untuk menciptakan kedamaian dan ketertiban dalam kehidupan sosial.  Tuhanlah yang maha sempurna, sehingga tidak boleh seorang manusiapun yang merasa dirinya sebagai yang superior. Sebab, hanya Tuhan yang maha sempurna dan segala pujian hanya untuk Tuhan. Jadi, hati dan pikiran harus dibuka dengan ikhlas dan rendah hati, untuk melihat realitas kehidupan yang tumbuh dan berkembang di dalam keragaman dan perbedaan. Selama merasa tinggi hati dan paling tahu semua, maka selama itu tidak mungkin bisa menghargai perbedaan dan keragaman.

Kita tidak bisa mengharapkan orang lain untuk berpikir seperti kita. Kita tidak bisa mengharapkan orang lain berkomunikasi dan bersikap seperti kita. Kita semua berbeda dan beragam, tidak bisa dipaksa atau diimpikan menjadi seragam. Oleh karena itu, kita perlu toleransi dan empati untuk bisa hidup berdampingan dengan semua ciptaan Tuhan. Saling mengenali dan menghargai perbedaan dan keragaman membuat hidup kita kaya wawasan dan kaya pengalaman.

Kenali diri sendiri dan masuklah ke dalam diri sendiri untuk memperkuat semua pemikiran, keyakinan, dan kebenaran yang ada di dalam diri Anda. Anda harus menjadi diri sendiri yang mampu menjalankan hidup Anda sesuai dengan apa yang Anda yakini. Tetapi, di dalam kehidupan sosial yang beragam dan berbeda ini, Anda harus menjaga hati dan pikiran untuk tidak menciptakan permusuhan kepada yang tidak sama dengan Anda. Jaga ucapan dan tidak bertindak melawan keberagaman. Etika kehidupan sosial dalam wujud kesopanan, kebajikan, dan persahabatan haruslah menjadi kekuatan Anda untuk bisa bergaul dan berkomuniasi melintasi batas-batas yang ada di dalam diri Anda. Kesalahpahaman dan harapan yang muncul dari anti keberagaman haruslah dihindari. Jadilah diri sendiri yang kuat dan hebat, yang cerdas sosial dalam perbedaan dan keberagaman.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KERAGAMAN DAN PERBEDAAN ADALAH KEBENARAN HIDUP

“Hukum alam telah menyiapkan kedamaian, keharmonisan, keindahan, kesenangan, dan kebahagiaan bagi semua orang. Syaratnya, semua orang harus saling menerima dan mengenali perbedaan dan keragaman yang menjadi bagian dari hukum alam.”~Djajendra

Hidup yang benar dan lurus ada di dalam keragaman dan perbedaan. Siapapun yang tidak menghendaki keragaman dan perbedaan, maka dirinya sedang melawan kebenaran hidup. Keharmonisan dan kedamaian hidup akan terwujud bila terbentuk kesatuan hati dalam toleransi untuk keragaman dan perbedaan.

Manusia diciptakan dalam keragaman dan perbedaan. Keragaman dan perbedaan terlihat dari bentuk fisik, bahasa, budaya, pola kehidupan sosial, jenis makanan, ideologi, agama, keyakinan, kepercayaan, impian, pikiran, persepsi, suara, sidik jari, pilihan politik, pilihan pekerjaan, profesi, penampilan, cara berpakaian, dan sangat banyak realitas yang menunjukkan bahwa keragaman dan perbedaan adalah kebenaran hidup. Intinya, keragaman dan perbedaan adalah hukum alam, sama seperti hukum gravitasi. Jadi, sangatlah keliru bila keragaman dan perbedaan dipermasalahkan dalam hidup, sebab sama saja seperti sedang mempermasalahkan hukum alam. Mempermasalahkan hukum alam adalah perbuatan sia-sia yang tidak akan pernah ada solusinya.

Orang-orang pintar pasti memiliki kesadaran yang tinggi untuk menerima perbedaan dan keragaman dengan toleransi yang tinggi. Hanya orang-orang yang kehilangan kesadaran untuk memahami hukum alam akan mempertanyakan atau mempermasalahkan perbedaan dan keragaman. Hidup ini tidak diciptakan untuk menjadi seragam, tetapi diciptakan untuk menjadi berbeda-beda dalam kompleksitas yang tidak mudah dipahami dengan pikiran. Diperlukan hati nurani yang penuh cinta, kasih sayang, empati, peduli, toleransi, dan kebaikan, agar dapat menerima perbedaan dan keragaman dengan bahagia. Jadi, akal saja tidak cukup untuk menerima perbedaan dan keragaman, diperlukan cinta dan kasih sayang terhadap semua makhluk hidup agar kita bisa berdampingan dengan bahagia bersama perbedaan dan keragaman.

Perbedaan dan keragaman adalah realitas dari kehidupan sosial yang tidak bisa diabaikan. Sekali seseorang mengabaikan atau memusuhi perbedaan, maka dia tidak akan pernah memiliki hubungan sosial yang baik dengan semua golongan. Dia akan terkucilkan dan menjadi kecil di golongan yang dia anggap paling benar. Dia tidak bisa merasakan keindahan hidup dalam warna-warni keragaman.

Karena keragaman dan perbedaan merupakan hukum alam, maka diperlukan toleransi dan empati untuk menciptakan kehidupan sosial yang damai dan harmonis. Bila di sebuah lingkungan terjadi permusuhan terhadap keragaman dan perbedaan, maka kedamaian dan keharmonisan akan hilang seketika dan digantikan dengan penderitaan. Menentang keragaman dan perbedaan pasti menimbulkan dampak negatif yang merugikan kehidupan sosial bagi semua orang. Jadi, walaupun hidup dalam perbedaan dan keragaman, tidaklah perlu mempermasalahkannya. Layani saja perbedaan dan keragaman dengan pandangan dan perilaku positif. Anda tidak perlu mencegah keragaman, karena hal itu tidak mungkin bisa dilakukan. Orang-orang yang mencegah perbedaan dan keragaman biasanya sangat menikmati perilaku negatif mereka. Dan, hasilnya, mereka akan menciptakan ketakutan dan permusuhan yang berakibat pada hilangnya kedamaian di dalam kehidupan sosial. Perasaan saling curiga dan perasaan dendam yang penuh kebenciaan akan menjadi energi perlawanan yang mengakibatkan hilangnya cinta, damai, kasih sayang, toleransi, peduli, dan saling membantu.

Seperti kata orang bijak bahwa di dunia ini, semua dirancang untuk menguji manusia. Keyakinan dan pemikiran manusia dihadapkan dengan hukum alam. Pastinya, hukum alam adalah kebenaran absolut yang tidak dapat diganggu gugat. Sedangkan, keyakinan dan pemikiran manusia sangat terbatas. Keyakinan dan pemikiran manusia terbatas oleh kemampuan pancainderanya, seperti: penglihatan, pendengaran, sentuhan, aroma, dan rasa. Jadi, manusia yang gagal memahami hukum alam pasti tidak akan pernah lulus ujian dari kehidupan yang Tuhan ciptakan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MEMBANGUN HUBUNGAN ANTAR MANUSIA UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH DAMAI

MOTIVASI 05072016

“Setiap orang berguna dan memiliki keunikannya sendiri, berhentilah untuk berdebat dan bereaksi secara berlebihan. Manfaatkan hubungan baik untuk kehidupan yang lebih baik”~Djajendra

Dalam hubungan antar manusia, tidak perlu semua hal ditanggapi secara berlebihan, fokuskan semua energi untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan. Lebih baik diam dan tersenyum santai daripada berkomentar melukai perasaan orang lain. Apapun situasi dalam hubungan Anda, tetaplah berpikir tenang dan interospeksi diri. Miliki pertimbangan yang bijak, hadapi setiap situasi dengan optimis dan berjiwa besar.

Setiap tindakan selalu melalui hubungan antar manusia; setiap pekerjaan selalu terselesaikan melalui hubungan antar manusia. Hubungan antar manusia adalah sesuatu yang sangat penting dalam mencapai prestasi dan kinerja terbaik. Tanpa hubungan yang produktif dan efektif, maka pemborosan dan kerugian yang akan didapatkan. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran untuk meningkatkan hubungan yang positif dan produktif agar hubungan tersebut menciptakan nilai tambah bagi kehidupan. Hubungan yang baik menciptakan kedamaian dan ketenangan hidup. Kegagalan membangun hubungan yang baik dapat berakibat pada munculnya permusuhan dan saling melukai hati.

Ketika Anda terdorong untuk mendapatkan sesuatu yang diharapkan dari orang lain.Dan, bila Anda tidak mendapatkannya, Anda akan marah. Kondisi inilah yang menciptakan hubungan buruk. Perasaan atau tuntutan untuk mendapatkan persis seperti yang Anda inginkan dari orang lain adalah seperti menggantungkan harapan ditangan orang lain. Ketika harapan Anda ditangan orang lain, maka kekecewaan dan kemarahan akan selalu hadir di dalam kehidupan Anda. 

Ambillah tanggung jawab untuk semua hubungan dengan setiap orang. Jangan menyerahkan hasil akhir ditangan orang lain. Bila Anda memiliki ide dan pikiran-pikiran yang hebat, Anda membutuhkan tanggung jawab agar dapat mengimplementasikannya dengan baik. Bila ide dan pemikiran Anda tergantung kepada orang lain, maka Anda akan selalu kecewa dan marah.

Kadang-kadang, dalam hubungan dengan orang lain, Anda mungkin menganggap seharusnya orang tersebut melakukan seperti yang Anda inginkan. Persoalannya, tidak semua keinginan dan harapan Anda tersebut mampu dilayani dan disikapi dengan baik oleh orang lain. Oleh karena itu, perkuatlah mental agar orang lain tidak mengacaukan hubungan baik, hanya karena mereka tidak bisa bersikap dan melayani sesuai keinginan Anda.

Dalam hubungan antar manusia, kadang ada orang yang sulit diatur, yang bersikap semaunya. Bila Anda tanggapi atau terpengaruh energi negatif mereka, maka Anda akan bereaksi secara berlebihan. Dampaknya, Anda bisa menjadi frustasi, marah, khawatir, kesal, stres, cemas, dan berargumentasi agar mereka melakukan sesuai keinginan Anda. Ini adalah sikap yang harus Anda hindari, jangan biarkan orang lain merusak kedamaian hati Anda.

Ketika seseorang melakukan kebalikan dari harapan dan keinginan Anda, maka bernafaslah dengan tenang dan santai. Katakan kepada diri sendiri bahwa kedamaian dan sukacita batin Anda adalah hal terpenting. Berdoalah meminta petunjuk pada Tuhan. Jangan ngotot, tapi perlambat dan tenangkan hati Anda, kuatkan sukacita di dalam diri Anda, biarkan hal-hal terjadi seperti seharusnya terjadi, tidak perlu banyak komentar, cukup Anda tenang dan senyum pada saat itu. Ingat! Jangan pernah mengizinkan siapapun atau situasi apapun untuk mengendalikan pikiran, emosi, dan jiwa Anda. Anda harus memimpin diri sendiri dan memimpin pikiran optimis Anda dengan tenang di dalam diam. Setelah Anda mampu mengendalikan situasi, barulah Anda mencari strategi baru agar keinginan dan harapan Anda tersebut bisa segera diwujudkan.

Tidak mudah untuk bisa mengendalikan orang lain; tidak mudah untuk menangani hidup orang lain; tidak mudah berharap kepada orang lain untuk melakukan persis seperti yang Anda inginkan. Jadi, daripada frustasi dan sakit kepala oleh perilaku orang lain; lebih baik Anda pahami mereka dengan empati, kasih, peduli, dan sediakan ruang untuk memperbaiki mereka.

Jangan pernah menciptakan pertempuran dalam pikiran dan emosi Anda karena ketidaksukaan Anda terhadap seseorang. Jangan biarkan drama emosi yang menghakimi seseorang atau menilai seseorang mengambil waktu dan energi Anda. Ingat! Sukacita dan kedamaian hati lebih penting daripada sebuah kebenaran. Perdamaian dalam hubungan antar manusia adalah lebih baik daripada kebenaran yang diperdebatkan. Tidak perlu terlalu banyak berargumentasi untuk hal-hal yang menghilangkan kebaikan dan kedamaian hati. Hubungan antar manusia haruslah hadir melalui cinta, melayani, peduli, sopan-santun, etika, etiket, berhati-hati, serta kemampuan untuk menjaga hati dan pikiran di dalam kedamaian dan keharmonisan hidup.

“Hubungan baik menjadi lebih baik saat hubungan itu tumbuh di dalam kesabaran, empati, kepedulian, cinta, senyum, dan saling memaafkan .”~Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENINGKATKAN KERJASAMA ANTAR DIVISI DI TEMPAT KERJA

“Ketika hati para pemimpin divisi dikuasai energi kegelapan, maka tidak ada terang yang bisa mengharmoniskan hubungan kerja. Nyalakan cahaya agar terang menemani kerja sama antar divisi untuk kinerja terbaik.”~Djajendra

Semua divisi dalam struktur organisasi bertanggung jawab untuk bergerak ke satu arah, yaitu ke arah visi yang sama. Walaupun fungsi dari masing-masing divisi berbeda, mereka tidak diciptakan untuk menjadi berbeda. Semua divisi diciptakan untuk bersatupadu melalui kolaborasi agar dapat menghasilkan kinerja terbaik. Intinya, tidak boleh ada penghalang untuk kolaborasi di tempat kerja. Setiap devisi harus memiliki kesadaran untuk beradaptasi dengan cara kerja masing-masing fungsi yang berbeda. Perbedaan masing-masing divisi sesungguhnya untuk memperkuat keamanan dan memperkecil resiko organisasi, bukan untuk menonjolkan ego sektoral atau ego fungsinya.  

Sebuah kenyataan bahwa semua divisi dibentuk untuk menjadi kekuatan eksekusi dalam mencapai kinerja terbaik. Ini adalah kenyataan yang harus bekerja di dalam organisasi, bukan setiap divisi saling menonjolkan ego dan melemahkan proses pencapaian kinerja. Produktivitas dan kinerja adalah dua hal yang harus dimiliki dan diperjuangkan secara bersama-sama oleh setiap divisi. Kesadaran para pemimpin divisi untuk bersatupadu di dalam kolaborasi yang solid dan kompak, adalah sebuah tanggung jawab yang harus dijalankan dengan integritas.

Manajemen difokuskan untuk menyatukan semua kekuatan divisi dalam mencapai produktivitas kerja yang tinggi. Saling mendukung, saling tolong menolong, proaktif, dan saling membantu menyelesaikan semua prioritas kerja, haruslah menjadi etos dari semua divisi. Kurangnya kerja sama dan empati antara divisi berdampak negatif terhadap pencapaian kinerja. Semua pimpinan divisi harus meninggalkan ego masing-masing, serta mampu mengalir di dalam kolaborasi dan koordinasi yang produktif bagi pencapaian terbaik.

Koordinasi dan kolaborasi adalah kekuatan yang tidak boleh diabaikan. Bila diabaikan, maka perusahaan berpotensi kehilangan produktivitas kerja. Akibatnya, proses kerja menjadi tidak efektif dan produktif; masalah akan menumpuk tanpa mendapatkan solusi yang tepat. Di samping itu, moralitas dan disiplin kerja akan turun, dan semua orang bekerja seadanya tanpa memiliki fokus dan gairah untuk mencapai target.

Mengembangkan sikap positif dan menciptakan budaya kerja yang fokus pada pencapaian terbaik. Untuk itu, setiap divisi harus dibukakan hati dan pikirannya agar mereka sadar tentang keberadaan mereka di tempat kerja. Semangat untuk selalu bekerja sama, melayani, berkontribusi, dan menyumbangkan ide-ide atau solusi yang tepat, haruslah menjadi perilaku kerja sehari-hari. Kebersamaan di dalam perbedaan fungsi kerja harus dijaga demi menciptakan budaya kerja yang unggul. Kesadaran untuk mengembangkan sikap rendah hati dan ikhlas melayani yang lain menjadi sesuatu yang penting.

Salah satu penyebab perusahaan menjadi tidak sehat karena rasa tinggi hati dari masing-masing pimpinan divisi terhadap pemimpin divisi yang lain. Saling berkompetisi untuk mendapatkan tempat istimewa di hati dewan direksi menjadikan kerja divisi kurang berkolaborasi. Bila hal ini terus-menerus berlangsung, maka perusahaan berpotensi menderita kerugian dan kehilangan peluang untuk mencapai kinerja terbaik. Oleh karena itu, peran direksi untuk mengkoordinasi semua divisi secara adil dan profesional, serta memotivasi semua pimpinan divisi untuk selalu bekerjasama dan berkolaborasi dengan baik, akan meningkatkan kinerja divisi.

Para pimpinan divisi harus saling percaya satu sama lain, dan menyatukan staf-stafnya di dalam hubungan kerja yang saling melengkapi. Semua pimpinan divisi harus bersama-sama bergerak secara efektif dan produktif untuk mencapai tujuan perusahaan. Hindari konflik sejauh mungkin, sebab konflik dari pimpinan divisi bisa mempengaruhi dan menarik karyawan dan manajemen ke dalam konflik. Dan harus diingat bahwa konflik hanya memperbesar masalah dan menyulitkan penyelesaian pekerjaan. Dampaknya, produktivitas akan turun dan etos kerja menghilang.

Hubungan kerja yang produktif tidak pernah dibangun dari hubungan antagonis; hubungan yang penuh cinta dan peduli di dalam perusahaan akan meningkatkan produktivitas.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENGELOLA TIM: MENYATUKAN SIFAT, KEBIASAAN, DAN PERSEPSI ANGGOTA TIM

LEADERSHIP 2014“Bersatu semakin kuat dan tangguh, bercerai-berai semakin kehilangan kekuatan untuk meraih sukses.”~Djajendra

Setiap individu hadir dengan sifat dan kebiasaan hidup yang beragam. Ketika para individu ini disatukan ke dalam sebuah tim, maka perlu diperhatikan tentang sifat dan kebiasaan dari masing-masing orang. Sifat dan kebiasaan hidup beragam yang dibiarkan berpotensi merusak kebersamaan dalam tim. Penyatuan persepsi di dalam tim sifatnya mutlak. Selama persepsi belum menyatu, selama itu, dari waktu ke waktu, berpotensi menciptakan kebingungan dan konflik di dalam tim. Tim yang profesional dan kuat selalu cair di dalam proses kerja, selalu solid dan fokus pada tujuan tim.

Pengelolaan tim harus fokus untuk menumbuhkan semangat kerja, meningkatkan potensi sukses, memelihara kebersamaan dan soliditas, dan melibatkan semua individu untuk menguatkan tim dalam menghadapi berbagai kemungkinan di depan.

Pengelolaan tim tidak hanya bertugas mengawasi sifat, kebiasaan, dan menyatukan persepsi, tetapi juga perlu mengelola realitas dengan cerdas. Realitas adalah kebenaran yang sedang dihadapi. Anggota tim tidak boleh membiarkan pikirannya dan realitas tumpang tindih. Mereka harus mampu memisahkan mana realitas, mana impian, mana harapan, mana imajinasi. Kemampuan memetakan realitas akan memudahkan tim, untuk menemukan solusi dan membuat keputusan yang tepat.

Strategi yang tepat dan rinci dapat mengarahkan tim. Fungsi dan peran masing-masing individu harus dapat dioptimalkan untuk mencapai tujuan tim. Tim dikelola agar para individu tidak terjebak dalam niat yang sangat berbeda. Semuanya harus disadarkan bahwa kerja tim adalah kerja di dalam kebersamaan. Ego individu harus dihilangkan, soliditas dan kebersamaan persepsi harus dikuatkan.  

Bersama-sama dalam satu arah, dalam satu fokus, dalam satu kekuatan sikap, dan dalam satu eksekusi untuk sukses. Soliditas dan jiwa korsa tim menentukan kualitas eksekusi tim. Mengelola merupakan tugas pemimpin tim. Pemimpin tim yang baik pasti mampu menyatukan semua perbedaan individu untuk penguatan soliditas kerja.

Manajemen tim harus selalu fokus pada kekuatan intinya, yaitu: hubungan, soliditas, kolaborasi, komunikasi, sinergi, jiwa korsa, toleransi, empati, dan menjadi satu jiwa. Pengelolaan tim tidak hanya bertujuan untuk mencapai target dan tujuan organisasi. Ini adalah proses menciptakan satu jiwa dari banyak jiwa. Ini adalah mengubah individu menjadi tim yang kuat dan unggul. Ini adalah proses pembentukan kekuatan besar dari akumulasi kekuatan-kekuatan kecil. Ini adalah tentang menarik energi dan potensi sukses individu ke dalam energi dan potensi sukses kelompok besar. Ini adalah tentang penyatuan kekuatan agar organisasi bisa menjangkau ke wilayah kerja, yang tak mungkin bisa diselesaikan oleh seorang diri.

Anggota tim harus mampu mengkonversi sifat dan kebiasaan kerja sesuai budaya organisasi. Hal ini akan menyempurnakan hubungan kerja berbasis budaya kerja yang kuat. Budaya yang kuat dan profesional akan membiasakan individu untuk memiliki sifat, sikap, perilaku, dan karakter kerja sesuai dengan nilai-nilai inti budaya kerja.

Tim yang kuat selalu memiliki motif kerja yang jelas dan terang. Tidak ada seorang pun yang memiliki motif atau sifat-sifat tersembunyi. Semuanya bekerja secara terbuka, penuh tanggung jawab, jujur, dan saling memberikan atau mendapatkan umpan balik dari proses kerja bersama.

Nilai-nilai inti budaya kerja berfungsi untuk mengikat semua individu di dalam jiwa korsa dan soliditas kerja. Ketika nilai-nilai kerja menjadi pengawal dan pengawas sifat dan kebiasaan individu, maka nilai-nilai tersebut mampu menjadi alat untuk mengukur hasil akhir dari karakter kerja individu.

Nilai-nilai budaya yang dipatuhi dengan integritas dan tanggung jawab, akan menjadi penunjuk arah kerja terbaik. Membuat anggota tim tidak ragu, mampu mengelola kebersamaan, dan secara bersama-sama mampu mengambil tindakan yang tegas dan terarah menuju tujuan.

Mengelola tim untuk meningkatkan kualitas kebersamaan di dalam soliditas kerja.  Bersatu semakin kuat dan tangguh, bercerai-berai semakin kehilangan kekuatan untuk meraih sukses. Interaksi tim yang penuh tanggung jawab, serta kemampuan kepemimpinan tim untuk mengelola sebuah komunitas kerja yang solid dan kompak sebagai tim, adalah keunggulan yang menjadikan organisasi mencapai tujuan dengan sukses.

Pengelolaan tim yang baik dapat memotivasi dan meningkatkan integritas individu untuk lebih produktif. Semakin produktif dan berkinerja para anggota tim, semakin mampu mereka bekerja untuk meningkatkan reputasi organisasi. Pengelolaan tim tidak hanya fokus untuk hasil akhir terbaik, tetapi juga untuk membangun reputasi dan kredibilitas organisasi yang andal di persepsi stakeholders. Tim yang hebat adalah harta terbaik yang dimiliki oleh perusahaan atau organisasi bisnis.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENGHORMATI DIRI SENDIRI, ORANG LAIN, DAN SEMUANYA

djajendra“Hormati diri sendiri, hormati orang lain, hormati semua yang berbeda dengan dirimu. Maka, dirimu akan dihormati oleh kehidupan, dan nasib baikmu selalu mendatangkan keuntungan yang berlimpah.”~Djajendra

Dihargai, dihormati, disayangi, disopani, dibantu, dan diperhatikan, adalah anugerah terindah dalam hidup. Perilaku yang rendah hati, hormat, sopan, dan menunjukkan kebaikan dari dalam hati, adalah cara untuk mendapatkan lebih banyak kebaikan.

Mulailah dengan memberikan kebaikan kepada diri sendiri. Hiduplah setiap hari dengan penuh semangat, mengalir, menerima, bertindak secara profesional, terhubung secara etis, dan selalu peduli untuk menanam nilai-nilai positif ke dalam diri sendiri. Bila engkau sudah menghormati dirimu dengan memberikan nilai-nilai positif, maka kesadaranmu akan menghasilkan perilaku yang sopan dan menghormati orang lain. Perilaku positif akan membantumu untuk berkarya dan bekerja dalam hubungan kerja yang penuh empati, toleransi, peduli, etis, dan profesional.

Menghormati diri sendiri berarti menjadikan diri sebagai pusat cinta, pusat kebaikan, pusat energi positif, dan pusat toleransi. Bila dirimu sudah menjadi sesuatu yang positif, maka secara otomatis dirimu akan menampilkan jati diri yang penuh persahabatan dan kebaikan. Hal ini menjadikan dirimu lebih pintar memilih kata-kata untuk diucapkan, lebih mengakui perbedaan, lebih menghormati pandangan orang lain, lebih mendengarkan, dan cerdas mengelola reaksi agar dapat memberikan respon terbaik.

Menghormati orang lain. Semua orang pasti hidup dalam keragaman. Manusia tidak hanya dibedakan dari karakteristik fisik, tetapi juga pikiran dan keyakinan. Gaya, penampilan, ambisi, atribut, cara bertindak, adalah hal-hal yang bisa menciptakan perbedaan. Menghormati orang lain berarti menghormati perbedaan.

Bersikap dan bertindaklah dengan cara dan kata yang menjadikan orang lain terhormat. Jadilah energi positif di lingkungan kehidupan Anda. Akui dan hargai potensi orang lain. Jadilah terorganisir dengan orang lain dalam kesadaran untuk mengoptimalkan potensi.

Berkomunikasilah dengan cerdas. Gunakan bahasa tubuh, kata-kata, mendengarkan, bersikap, mengalir, dan menempatkan rasa hormat atas komunikasi tersebut.

Mungkin reaksi orang lain terkesan tidak sopan; mungkin cara merespon orang lain tidak etis; mungkin kata-kata orang lain tidak tepat; mungkin bahasa tubuh orang lain berlebihan. Dalam hal ini, Anda tidak boleh marah atau frustasi. Anda harus tenang dan jernih pikirannya agar dapat mengelola reaksi dan respon Anda. Jangan biarkan diri Anda terjebak oleh kekuatan negatif orang lain. Jangan biarkan orang lain menekan tombol marah Anda, lalu menjadikan Anda marah dan menjadi pemicu konflik.

Ketika Anda sudah menghormati orang lain, maka belum tentu orang lain itu menghormati Anda. Dalam hal ini, Anda harus fokus untuk bertanggung jawab kepada baiknya diri Anda sendiri. Anda harus cerdas menahan diri, dan terampil untuk memberikan respon, tanpa menimbulkan potensi konflik. Miliki pendekatan komunikasi yang positif, selalu dengan pikiran tenang, lalu memberikan solusi yang menyelesaikan permasalahan.

Jangan biarkan diri Anda bentrok dengan persepsi yang tidak sama. Jangan biarkan diri Anda berdebat tanpa akhir. Miliki hati yang ikhlas untuk menerima ketidakberuntungan. Miliki keyakinan untuk mengalah demi meraih kemenangan dikesempatan yang lain. Jangan merusak hubungan dengan sikap ngotot dan bertindak sesuka pikiran Anda. Jangan mengandalkan persepsi dan keyakinan Anda sendiri. Ingat, Anda hidup dalam keragaman dan perbedaan, kebenaran bukan milik pribadi Anda. Kebenaran milik yang sedang menang persepsinya, dan hormati itu.

Hormati semuanya. Semua yang ada di alam ini adalah ciptaan Tuhan. Hormati semua perbedaan dan keragaman dalam hidup. Hargai budaya orang lain. Hargai cara berpakaian orang lain. Hargai makanan orang lain. Hargai pola kehidupan orang lain. Hargai bakat orang lain. Hargai warna kulit, jenis kelamin, ras, dan beragam perbedaan lainnya dengan tulus dan penuh cinta.

Menghormati semuanya dan menerima aliran kehidupan sebagaimana mestinya, adalah sebuah kebijaksanaan hidup yang menjadikan Anda bahagia. Kehidupan itu seperti taman bunga dengan jutaan warna yang indah dan mempesona. Miliki hati yang tulus dan penuh cinta, untuk menyayangi dan mengagumi jutaan warna tersebut.

Mengatur perilaku yang tepat dan terukur dalam sebuah pedoman. Perilaku yang menghormati diri sendiri, menghormati orang lain, dan menghormati semua ciptaan Tuhan, membutuhkan sebuah pedoman. Biasanya, di tempat kerja dinamakan kode etik, dan semua profesi pasti punya kode etiknya masing-masing. Tujuan kode etik adalah sebagai pedoman atau panduan untuk bersikap, berperilaku, bertindak sesuai kepribadian, yang diciptakan melalui nilai-nilai budaya organisasi.

Perilaku yang tepat sesuai panduan akan menciptakan lingkungan kehidupan yang terkendali perilakunya. Jadi, tidak akan ada perilaku yang merusak atau menciptakan konflik. Kode etik atau panduan perilaku akan menciptakan hubungan yang saling menghormati, terpercaya, saling bertanggung jawab, saling memelihara kebaikan, saling memperlakukan satu sama lain dengan cinta dan kepedulian.

Rendah hati bukan berarti memiliki harga diri yang rendah. Kembangkan dan kuatkan harga diri Anda. Miliki integritas dan akuntabilitas yang terpuji. Manfaatkan kekuatan pikiran positif dan rasa percaya diri, untuk meningkatkan harga diri.

Harga diri yang rendah menjadikan Anda sulit berkomunikasi dengan orang lain. Anda akan merasa malu, tidak yakin, tidak percaya diri, merasa tidak mampu, merasa tidak pantas, merasa tidak mungkin. Intinya, harga diri yang rendah menjadikan Anda tidak menghormati diri sendiri, tidak menghargai diri sendiri.

Tingkatkan keyakinan Anda, dan fokuskan kekuatan pikiran optimis untuk meningkatkan harga diri Anda. Hormati kehebatan diri sendiri. Hormati potensi dan bakat luar biasa yang tersimpan dalam diri Anda. Berbicaralah dengan diri sendiri, hidupkan hati, temukan kata hati yang memotivasi semangat sukses Anda, dan lihatlah dengan mata hati, tentang masa depan Anda yang cemerlang dan luar biasa indah.

Bangunlah rasa bangga Anda pada diri sendiri. Miliki keyakinan bahwa Anda dilahirkan untuk sukses, untuk hebat, untuk menjadi pemenang dalam setiap bagian-bagian dari perjalanan hidup Anda. Jadilah bintang yang terus bersinar terang bersama semangat dan kepercayaan diri yang tinggi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENGHORMATI PERBEDAAN DAN MENCINTAI KERAGAMAN

DJAJENDRA“Perbedaan adalah sesuatu yang indah. Bila perbedaan tidak dihormati, keindahan hidup akan meredup dan menjadi tidak damai. Bila perbedaan dianggap tidak baik, maka kebaikan tidak akan pernah hadir. Hidup tak sempurna, perbedaan menjadikan hidup saling menyempurnakan.”~Djajendra

Hidup itu perbedaan. Siapapun yang tidak mampu hidup dalam perbedaan, akan disingkirkan oleh kehidupan. Kehidupan mencintai perbedaan; kehidupan memberikan kekuatan kepada perbedaan; kehidupan merawat perbedaan, dan menjadikannya sebagai sesuatu yang indah.  

Menghormati perbedaan membutuhkan jiwa besar, toleransi, empati, dan sikap baik. Sikap yang tidak menghormati perbedaan menjauhkan kehidupan dari rasa damai. Kehidupan yang beragam dan sangat warna-warni ini, bila dicintai, akan menciptakan sukacita dan keamanan.

Energi positif mampu menunjukkan pesan positif di dalam interaksi sosial. Kehidupan sehari-hari yang saling menghargai, saling menghormati, dan saling belajar dengan rendah hati, menjadikan kehidupan sosial indah dan damai.

Orang-orang yang cerdas sosial tidak akan menciptakan stereotip terhadap perbedaan. Mereka tidak akan menciptakan pesan-pesan negatif, atau pola pandang yang menghakimi perbedaan dan keragaman. Sebab, mereka tahu, menghakimi dan menciptakan stereotip, hanya akan menciptakan permusuhan dan saling membenci.

Perbedaan haruslah dilayani dan disikapi dengan cinta dan rasa hormat. Perbedaan tidak boleh diukur berdasarkan jumlah. Perbedaan merupakan cara Tuhan mengajarkan kepada kita, untuk memperlakukan orang lain yang berbeda dari kita, dengan cinta dan hormat. Bila seseorang menjadi tinggi hati, dan menganggap yang berbeda dengan dia lebih rendah. Maka, dia sedang mematikan hati nuraninya, dia sedang kehilangan pendengaran untuk mendengarkan suara Tuhan, dan dia sedang tak mampu melihat dengan mata hatinya.

Manusia adalah satu. Pria, wanita, cokelat, hitam, putih, asia, barat, warna, budaya, kelompok, keyakinan, dan  apapun wujud perbedaan, adalah sebuah hadiah dari Tuhan untuk kehidupan yang indah. Tidak boleh ada sebuah kelompok merasa lebih superior, dan membuat yang berbeda terisolasi, dibuat tak terlihat. Siapapun yang menciptakan diskriminasi terhadap keragaman dan perbedaan, dia akan disingkirkan oleh kehidupan, dan dia tak berdaya tahan lama dalam menghadapi kehidupan. Kehidupan hanya mengizinkan jiwa besar, empati, toleransi, cinta, kepedulian, dan perbedaan, untuk hidup damai di muka bumi.  

Melecehkan perbedaan merugikan kehidupan. Sikap dan perilaku yang anti perbedaan, akan mengundang kejahatan dan kerusakan ke dalam hidup. Orang-orang yang anti keragaman dan perbedaan merupakan sumber konflik. Perbedaan adalah kekuatan yang diberikan Tuhan agar kehidupan tumbuh dan berkembang di dalam energi kreatif. Jadi, bila ada yang anti perbedaan, dia sedang mematikan pertumbuhan, dan sedang membawa arah kehidupan mundur dari peradaban.

Perbedaan menciptakan banyak pengalaman. Hidup di dalam perbedaan dan keragaman menjadikan hidup itu kaya pengalaman. Setiap orang bisa saling belajar dan berbagi hal-hal baik. Setiap kelompok bisa berteman dengan kelompok lain, dan saling menghormati perbedaan yang ada. Menghormati sudut pandang, menghormati perbedaan ideologis, menghormati perbedaan fisik, menghormati perbedaan pengetahuan, menghormati keyakinan, menghormati kerumitan sebuah budaya, serta menjadikan diri lebih sederhana, dan rendah hati dalam menyikapi perbedaan.

Perbedaan tidak boleh dijadikan alat untuk menindas. Budaya kehidupan yang dilandasi integritas, cinta, peduli, perhatian, empati, toleransi, berbagi, dan saling melindungi, adalah budaya yang tidak akan menciptakan korban perbedaan. Meskipun jiwa manusia suka membedakan, suka memilih sesuai kemauannya, tetapi cinta harus selalu dihidupkan di dalam hati nurani, agar kebaikan hadir dari dalam hati, untuk menghormati perbedaan.

Perbedaan tidak boleh menciptakan dominasi yang membuat orang lain tidak berdaya. Perbedaan tidak boleh berniat membuat orang lain melarikan diri dari ketidakadilan. Perbedaan tidak boleh membuat orang lain mengalami prasangka buruk secara terus-menerus. Perbedaan tidak boleh menciptakan masyarakat yang selalu mengalami dinamika negatif. Perbedaan merupakan hadiah dari Tuhan kepada manusia, agar manusia bisa saling belajar, dan hidup beruntung di dalam damai dan bahagia.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

CARA BERKOMUNIKASI YANG BAIK ADALAH ASET PRIBADI TERMAHAL

Djajendra Pictures 19 08 2014“Ucapan tidak sekedar untuk diucapkan; kata-kata tidak sekedar untuk diungkapkan; diperlukan kecerdasan sosial dan wawasan yang luas, untuk menjadi seorang komunikator andal.”~Djajendra

Komunikator yang hebat mampu menyampaikan pesan yang kuat, dan memotivasi orang lain untuk bersepakat dengannya. Dia juga cerdas dalam menyampaikan pesan, untuk kesepakatan yang saling mendengarkan.

Komunikasi bertujuan menyatukan persepsi dan akal sehat. Tujuan orang berkomunikasi adalah untuk menyatukan, bukan untuk memisahkan. Komunikasi tidak untuk menciptakan jarak, tetapi untuk menguatkan kesepakatan dan mempertahankan keharmonisan.

Cara berkomunikasi yang baik merupakan aset terkuat, yang mampu menghasilkan hal-hal baik dan produktif. Cara menyampaikan pesan; cara menguraikan kata-kata yang sejuk dan profesional; cara mengekspresikan emosi baik; cara menjaga suasana hati orang lain agar tetap positif; dan cara menjadikan diri sebagai energi baik di dalam komunikasi, adalah kekuatan yang menghasilkan hal-hal produktif dan kebaikan.

Komunikasi yang baik dimulai dari niat baik, berbagi pesan dan menemukan solusi untuk kebaikan bersama. Sangatlah diperlukan kesadaran untuk menghindari kesalahan, dan menghindari potensi yang membuat orang lain sakit hati.

Komunikator yang hebat, cerdas menjadi energi positif di setiap pertukaran informasi, wawasan, pengetahuan, dan ide-ide hebat. Penampilannya yang rendah hati dan santun, dapat meningkatkan kekuatan pribadi, untuk mempengaruhi banyak orang.

Komunikator terbaik fokus pada niat baik. Dia berkomunikasi pada tujuan dan niat yang sebenarnya. Dia tidak akan mencampuradukan hal-hal pribadi ke dalam hal-hal yang bukan pribadi. Dia mampu menyampaikan pesan dengan tenang, simpatik, dan penuh empati, sehingga ia bisa menyatu dengan lawan bicaranya. Ucapan dan kata-katanya sangat dipercaya dan berharga mahal.

Komunikasi adalah aset yang dapat menghidupi banyak orang. Seseorang yang cerdas emosi, berpikir positif, dilihat, didengar, dan dirasakan kebaikannya oleh orang lain; ia dengan mudah dapat mengalirkan rejeki di sepanjang hidupnya, karena ia menjadi orang yang dipercaya oleh banyak orang.

Komunikasi harus berada di satu frekuensi energi yang tepat. Komunikasi antar energi negatif dan energi positif berpotensi menciptakan konflik, dan pesannya sulit tersampaikan dengan baik. Diperlukan upaya menyamakan frekuensi energi, sehingga komunikasi yang diharapkan dapat diwujudkan dengan baik.

Energi positif dapat menerangi pikiran. Pikiran yang terang oleh kebaikan dapat menciptakan emosi dan kata-kata pilihan. Kemampuan untuk memilih kata-kata yang tepat, di waktu yang tepat, menentukan kualitas seorang komunikator. Semakin berenergi positif seseorang, semakin tenang dan sabar, ia menyampaikan pesan yang menghormati orang lain.

Ucapan tidak sekedar untuk diucapkan; kata-kata tidak sekedar untuk diungkapkan; diperlukan kecerdasan sosial dan wawasan yang luas, untuk menjadi seorang komunikator andal.

Kualitas seorang komunikator yang hebat ada di dalam kemampuanya, untuk menjadi diri sendiri yang asli, tidak berpura-pura menjadi orang lain. Seseorang yang asli mampu terhubung dengan jiwanya, dan sangat mudah terhubung dengan jiwa-jiwa baik lainnya.

Komunikator yang baik, cerdas menggunakan kekuatan verbal dan nonverbal, untuk menguatkan posisinya di tengah proses komunikasi. Memilih kata yang tepat, senyum pada saat yang tepat, bahasa tubuh yang mengekspresikan energi positif dirinya.

Maksud dan ketulusan hati dengan penampilan pribadi yang asli, akan menguatkan pesan yang disampaikan. Jadi, ketulusan dan keaslian jati diri, akan menjadikan hal-hal sulit mengalir di dalam bahasa komunikasi yang sederhana, dan mudah untuk dimengerti.

Seorang komunikator yang hebat tidak akan peduli apa yang orang lain pikirkan tentang pesannya. Dia hanya fokus untuk menyampaikan pesan yang benar dari niat dan hati yang tulus. Dia memiliki energi positif yang kuat, untuk dipancarkan di dalam setiap proses komunikasi. Dia memiliki pilihan kata-kata dan emosi yang tegas, untuk menjadikan dirinya magnet, yang menarik perhatian orang-orang. Dia memiliki kekuatan baik, yang mampu menghubungkan, dan menyatukan berbagai perbedaan di dalam keharmonisan menuju solusi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENGHILANGKAN EGO SEKTORAL DENGAN KECERDASAN SOSIAL

DJAJENDRA“Fungsi dan divisi di tempat kerja adalah alat untuk mencapai tujuan. Bila alat ini dijaga dengan ego dan kepentingan yang sempit, maka alat ini sulit berfungsi untuk mencapai tujuan.”~Djajendra

Tidak mungkin sebuah visi dikerjakan sendiri; diperlukan kerja sama dan koordinasi yang cerdas melintasi perbedaan, keragaman, fungsi dan sektor. Jadi, diperlukan orang-orang yang cerdas sosial, supaya sebuah visi dapat dikerjakan dengan cepat dan tepat.

Orang-orang yang cerdas sosial sangat mudah berkomunikasi dan berinteraksi secara proaktif. Bila kecerdasan sosial sumber daya manusia rendah, mereka akan bekerja sendiri-sendiri, tidak mampu bersatupadu di dalam soliditas bersama. Sebaliknya, bila sumber daya manusia cerdas sosial, maka soliditas dan kolaborasi kerja akan menjadi budaya kerja, yang merangkul lintas sektoral dan lintas divisi di dalam satu visi.

Sepintar apapun seseorang; sehebat apapun seseorang; setinggi apapun pendidikan seseorang; sejenius apapun konsep dan pemikiran seseorang. Tetapi, bila dia tidak cerdas sosial, dia akan menjadi energi perusak soliditas organisasi.

Orang-orang yang tidak cerdas sosial hanya mampu bekerja sendiri. Walaupun mereka sangat cerdas dan sangat berbakat, mereka tetap sulit menyatu di dalam proses kerja. Dampaknya, mereka berpotensi membawa nilai dan benih konflik ke dalam proses kerja, sehingga kinerja terbaik akan sulit untuk diwujudkan.

Dunia kerja adalah dunia kerja sama. Manajemen berfungsi untuk mengelola semua sektoral, agar saling berkolaborasi dan berkoordinasi secara efektif dan produktif. Tidak ada kerja sendiri di dalam dunia kerja. Semua orang yang bekerja merupakan bagian dari pekerjaan yang lain. Dunia kerja adalah dunia yang saling menguatkan satu sama lain, yang saling mengkontribusikan kompetensi dan kemampuan, untuk sebuah pencapaian sesuai target.

Di dalam organisasi, tidak ada sebuah tujuan yang bisa dikerjakan sendiri. Bakat, profesionalisme, kecerdasan, dan potensi yang hebat; akan sia-sia bila tidak mampu bekerja sama.

Dunia kerja adalah dunia kolaborasi dan koordinasi. Sangat banyak fungsi dan divisi di dalam sebuah organisasi. Semua fungsi dan divisi tidaklah boleh berdiri di atas ego dan kepentingan masing-masing. Semuanya harus tunduk kepada visi, harus berkolaborasi dan berkoordinasi di dalam misi.

Seseorang yang cerdas sosial sangat mudah terlibat dalam tugas-tugas rutin yang membutuhkan kebersamaan. Mereka sangat mudah beradaptasi dengan ide-ide baru, dan mudah menerima solusi dari siapapun atau manapun. Mereka menguasai seni percakapan dan seni mendengarkan, dan sangat mudah mengintegrasikan dirinya dengan kelompok kerja.

Seseorang yang cerdas sosial tidak akan menjaga jarak, ataupun menjadi penyebab konflik. Dia adalah pribadi yang penuh empati dan kaya toleransi. Dia selalu membangun jembatan komunikasi yang positif, serta selalu merobohkan tembok penghalang di dalam organisasi dan proses kerja. Dia adalah orang yang selalu menghubungkan hati, emosi, pikiran, dan etos; dari setiap insan organisasi untuk bersatupadu di dalam soliditas bersama.

Seseorang yang tidak cerdas sosial biasanya sulit mempercayai kemampuan orang lain; menganggap dirinya yang paling pintar dan suka meremehkan orang lain; sangat sensitif, miskin toleransi, miskin jiwa besar, dan miskin empati; dia merupakan komunikator yang buruk, sehingga pilihan kata-kata dan ucapannya selalu menjauhkan hubungan baik; walaupun dia berbakat, berpendidikan tinggi, cerdas, kreatif, dan berpotensi, tetapi sulit menjadi andal di tempat kerja; dia selalu terjebak di dalam egonya, dan sulit memahami pentingnya sebuah kebersamaan di tempat kerja.

Orang-orang cerdas sosial biasanya cerdas emosional. Mereka mudah menyatu dan berkontribusi secara lintas sektoral. Emosi yang cerdas mampu menghilangkan ego dan kepentingan sempit. Mereka selalu bersinar dan menjadi aset yang diandalkan oleh organisasi. Mereka merupakan energi positif yang mampu menggerakan sebuah pekerjaan secara kreatif dan kolaboratif. Mereka mampu menghasilkan kinerja yang memuaskan. Mereka tidak terbatas oleh waktu dan ruang, mereka mampu terhubung dan berkoordinasi di segala kondisi untuk sebuah pencapaian terbaik.

Orang-orang cerdas sosial selalu mendorong komunikasi dan menyatukan semua kepentingan untuk fokus pada visi. Mereka selalu mengupdate kemajuan dan menghadiri semua rapat atau pertemuan lintas sektoral. Mereka selalu menyatu di dalam tujuan dan membuka pikiran untuk bisa saling mengerti.

Orang-orang cerdas sosial selalu mengikuti kejadian-kejadian; memiliki rasa ingin tahu yang besar; dan menjadwalkan pertemuan rutin untuk sebuah solusi terbaik. Mereka sangat rajin membuat pertemuan informal, untuk menguatkan hubungan kebatinan, dan penuntasan persoalan-persoalan kerja yang sulit secara formal.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KEKUATAN PENGARUH DARI ORANG-ORANG DI SEKITAR DIRI ANDA

DJAJENDRA 17 07 2014“Hiduplah di tengah orang-orang baik yang penuh integritas, maka diri Anda selalu terselamatkan dan mendapatkan arah kehidupan yang terang.”~Djajendra

Pengaruh dari orang-orang di sekitar diri Anda sangatlah menentukan jadi apa Anda. Bila diri Anda dikelilingi oleh orang-orang yang berwawasan luas, berpengetahuan yang baik, penuh toleransi, penuh empati, bijaksana, penuh kejujuran dan sikap baik, serta memberikan contoh dan keteladanan untuk kehidupan yang damai dan nyaman; maka, diri Anda pun pasti tumbuh dan berkembang menjadi dewasa dengan energi baik.

Pilihlah orang-orang baik untuk mengelilingi diri Anda. Berhati-hatilah Anda agar tidak disusupi oleh berbagai pengaruh tidak baik dari orang-orang di sekitar Anda. Yakinkan diri Anda bahwa setiap orang hidup di dalam keragaman dan perbedaan yang wajib untuk dihormati. Pengaruh yang baik adalah pengaruh yang cerdas sosial, dan yang menghormati berbagai perbedaan dan keragaman dengan tulus dan ikhlas. Pengaruh yang paling buruk adalah yang menganggap dirinya atau kelompoknya yang paling benar, dan yang lainnya salah. Pengaruh yang baik adalah yang memiliki integritas dan akuntabilitas, untuk hidup di dalam energi toleransi dan empati yang konsisten.

Manusia sangat mudah terpengaruh dan meniru dari realitas sehari-hari yang mengelilingi dirinya. Di zaman informasi bebas seperti sekarang ini, haruslah berhati-hati untuk menerima sebuah kebenaran. Sering sekali orang-orang yang memiliki kepentingan sempit akan menggunakan pengaruhnya, untuk mempengaruhi orang-orang di sekitar dengan informasi dan kebenaran palsu, sehingga orang yang tidak berhati-hati berpotensi mendapatkan hal-hal tidak baik dan tidak benar. Informasi yang tidak baik dan tidak benar berpotensi menjadikan diri cemas dan tidak bahagia.

Ketika seseorang sangat terpengaruh, maka dia akan mengalami emosi yang sama dengan orang yang mempengaruhinya tersebut. Dia juga berpotensi meniru orang yang memberinya pengaruh tersebut, sehingga seolah-olah dirinya adalah hasil kloning dari pemberi pengaruh. Bila pengaruhnya baik, maka bersyukurlah, karena pasti meraih hal-hal baik dan positif. Sebaliknya, bila pengaruhnya negatif, maka bersedihlah, karena pasti meraih hal-hal tidak baik, yang merugikan kehidupan diri sendiri.

Pemberi pengaruh biasanya memiliki kepemimpinan diri yang hebat, termasuk memiliki argumen atau pendapat yang kuat. Dia mampu meyakinkan dan mensajikan fakta sesuai persepsinya kepada orang-orang di sekitar dengan penuh percaya diri. Dia sangat kuat dan berpotensi membuat orang-orang berwawasan dan berpengetahuan rendah, untuk terpengaruh dan meniru pendapatnya.

Pengaruh mampu berinteraksi secara otomatis. Komunikasi nonverbal, emosi, pola pikir, kata-kata, perilaku, dan sikap, sangatlah mudah untuk mengalir dalam proses otomatis pengaruh, sehingga orang-orang menjadi mudah terpengaruh, lalu mengikuti perilaku dan pola pikir dari yang mempengaruhinya.

Para pebisnis andal selalu cerdas memanfaatkan pengaruh untuk memasarkan produk-produknya. Mereka tahu mayoritas orang mudah dipengaruhi, sehingga diciptakanlah iklan untuk membiasakan pikiran dan emosi tergantung pada produk yang mereka jual. Strategi marketing yang hebat adalah membuat semakin banyak orang-orang terpengaruh secara emosional dengan produk-produk yang dijual, dan membuat emosi yang terpengaruh tersebut secara alami mengadopsi mentalitas tergantung kepada produk yang dijual.

Pengaruh adalah sebuah kekuatan yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas kesejahteraan kehidupan banyak orang, ataupun dapat dimanfaatkan oleh orang-orang untuk kepentingan pribadinya. Jadi, sangatlah penting untuk mengembangkan diri di dalam proses pembelajaran seumur hidup, sehingga diri memiliki kecerdasan untuk memilih informasi dan opini, yang bermanfaat bagi kemajuan hidupnya.

Kuatkan kesadaran diri agar tidak terburu-buru terpengaruh oleh berbagai informasi dan opini yang tidak jelas. Tingkatkan wawasan dan pengetahuan dengan kekuatan akal sehat, dan bukan dengan kekuatan persepsi atau keyakinan semata. Jangan sekedar menyalin opini dan informasi orang lain. Gunakan logika dan pengetahuan yang dapat dipertanggung jawabkan secara etika. Jadilah lebih profesional dengan integritas dan akuntabilitas diri yang konsisten. Jadilah cerdas dan kreatif dalam memahami berbagai informasi dan opini di sekitar kehidupan Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com