MOTIVASI DJAJENDRA

Leadership Organization Business Personal Interpersonal Entrepreneurs and Employed Professionals

Category: ARTIKEL HUMAN RESOURCES (page 1 of 45)

PIKIRAN DALAM KENDALI KESADARAN DAN KECERDASAN

“Tugas pikiran adalah untuk berpikir dan menemukan solusi bagi hidup kita.”~Djajendra

Pikiran dimaksudkan untuk membantu kita mengalami kehidupan duniawi dengan bahagia. Semua yang kita alami dalam hidup ada hubungannya dengan pikiran. Pikiran yang kita gunakan secara positif mampu membantu hidup kita. Jika pikiran salah digunakan dapat menyebabkan stres, depresi, dan masalah mental yang menghilangkan kedamaian atau kebahagiaan kita.

Sifat pikiran adalah terus-menerus berpikir. Pikiran memiliki kemampuan berpikir yang tidak terbatas. Apa saja dipikirkan. Baik dan buruk mengalir dalam pikiran secara kreatif. Kita harus sadar tentang sifat pikiran kita dan mengamati pikiran kita agar selalu membawa kebaikan bagi hidup kita. Jika pikiran kita berpikir sia-sia untuk hal-hal yang tidak berguna bagi hidup kita, maka harus segera kita hentikan. Kita harus cerdas memanfaatkan pikiran untuk tujuan hidup yang bermakna dan bermanfaat bagi kebaikan kita.

Tugas pikiran adalah untuk berpikir dan menemukan solusi bagi hidup kita. Kita harus membiarkan pikiran melakukan pekerjaannya dengan profesional. Kesadaran dan kecerdasan kita tidak boleh dikendalikan oleh pikiran. Sebaliknya, apa yang harus dipikirkan dan kapan harus tenang adalah hal-hal yang perlu berada dalam kendali kesadaran dan kecerdasan kita. Jadi, setiap saat, kita bertanggung jawab untuk memahami arah dan tujuan pikiran kita, serta melihat di mana ada yang tidak tepat. Jangan sampai hidup kita dikuasai oleh pikiran kita, kemudian setiap hari kita harus bertarung dengan pikiran kita sendiri. Pikiran kita bukan musuh yang harus kita lawan, tetapi alat yang membantu kita untuk menemukan solusi duniawi.

Pikiran kita harus bebas dan merdeka di dalam diri. Kita tidak boleh membatasi pikiran kita. Kita tidak boleh mematikan kreativitas pikiran kita. Tugas utama kita adalah menempatkan pikiran dalam kendali kesadaran dan kecerdasan kita. Ketika pikiran digunakan oleh kesadaran dan kecerdasan untuk melakukan hal-hal bagi kemajuan diri sendiri, maka pikiran mampu menciptakan masa depan yang baik. Jangan menggunakan pikiran hanya untuk merenungkan hal-hal yang sama berulang-ulang tanpa solusi. Merenungkan fantasi masa depan dan situasi masa lalu secara terus-menerus tanpa melakukan tindakan nyata, hanya menghasilkan sesuatu yang sia-sia bagi hidup kita. Jadi, pikiran kita itu alat untuk menemukan solusi, bukan untuk merenungkan hal-hal setiap hari di sepanjang hidup.

Tidak semua perintah pikiran harus kita lakukan. Ingat sekali lagi, pikiran kita hanya sebuah alat untuk membantu kehidupan kita. Apa pun pilihan dan perintah pikiran, kita harus membawanya kepada kesadaran dan kecerdasan kita. Kemudian, kesadaran dan kecerdasan kita yang memutuskan, apakah perintah atau pilihan pikiran itu akan dilakukan? Nah, jika kesadaran dan kecerdasan tidak sepakat dengan pikiran, maka kita tidak boleh melakukan apa pun. Kita tidak perlu melakukan apa pun ketika kesadaran dan kecerdasan menolak solusi dari pikiran.  

Kita harus terlatih dengan baik untuk memberikan perintah dan menghentikan semua dorongan yang bersumber dari pikiran. Pikiran tidak boleh mengatur jalan hidup kita. Pikiran tidak boleh memaksa kita untuk melakukan sesuatu. Pikiran harus tahu diri bahwa ia hanya sebuah alat yang bertugas membantu kesadaran dan kecerdasan kita.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

SENYUM ADALAH TANDA PERSAHABATAN DAN HARMONIS

“Ketika hati marah mungkin sulit untuk menciptakan senyum di wajah, tetapi saat hati gembira sangat mudah untuk memberikan senyum tulus pada wajah.”~Djajendra

Tidak semua orang mampu mempertahankan senyum dalam kehidupan sehari-hari. Senyum adalah bahasa tubuh yang sangat berharga dalam kehidupan, tanda persahabatan dan harmonis. Senyum sangat berharga untuk membangun hubungan yang saling menghormati dan saling menjaga sopan santun.

Secara sadar, senyum perlu dilatih dan dibiasakan untuk dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Menenangkan diri, memfokuskan perhatian pada pernapasan Anda; kemudian, secara sadar sepenuhnya nikmati pernapasan Anda dan berikan senyum tulus saat mengikuti pernapasan Anda. Lakukan latihan ini terus-menerus, Anda akan terbiasa untuk memberikan senyum.

Tidak perlu senyum lebar, cukup kuncup kecil senyum dari kesadaran dan ketulusan hati. Buktikan Anda mampu senyum. Lihat diri Anda memberikan senyum, mempertahankan senyum Anda setiap saat untuk diri sendiri dan orang lain.

Senyum yang ringan, hanya sedikit senyum dari ketulusan hati mampu mengantarkan kedamaian dalam hidup. Senyum tulus di wajah Anda menghilangkan kelelahan, kekhawatiran, ketakutan, dan menghapus semua energi negatif.

Jadilah seniman yang bekerja untuk menciptakan senyum di bibir Anda. Miliki kepercayaan diri untuk menciptakan senyum ringan dan tulus di wajah Anda. Ketika hati marah mungkin sulit untuk menciptakan senyum di wajah, tetapi saat hati gembira sangat mudah untuk memberikan senyum tulus pada wajah Anda. Oleh karena itu, setiap saat hiduplah dalam kegembiraan dan rasa syukur sehingga Anda mampu memberikan senyum untuk kedamaian hidup.

Dalam hubungan dengan orang lain, senyum kecil Anda yang tulus mampu memberikan rasa tenang. Ini membuat hubungan menjadi cair dan damai. Senyum adalah bahasa perdamaian, bahasa hati yang menyampaikan tentang kebahagiaan.

Ketika suasana hati sedang tidak menyenangkan, jangan membiarkan Anda kehilangan senyum tulus. Ketika merasa lelah dan jengkel dengan realitas Anda, menenangkan diri dan kembali berlatih senyum mengikuti pernapasan Anda. Senyum tulus harus selalu mengalir satu irama dengan pernapasan Anda. Walau pun napas berhenti, senyum jangan sampai berhenti. Senyum tulus Anda mampu memberikan kebahagiaan bagi Anda dan orang-orang di sekitar Anda. Senyum adalah hadiah terindah yang wajib dibagikan untuk harmonis dan kedamaian hidup.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

SEMUA KEBEBASAN ADA DI DALAM DIRI KITA

“Selama kita masih bergantung pada hal-hal di luar diri kita, semua yang tampak berharga dan sempurna akan mengambil kebebasan kita.”~Djajendra

Ketika kita mempertaruhkan segalanya untuk mendapatkan kebebasan dari luar diri, kita tidak pernah mendapatkannya.  Tidak ada kebebasan di luar diri kita. Kebebasan dan kemerdekaan hanya dapat ditemukan di dalam diri kita sendiri. Kebanyakan orang merasa kebebasan dapat dicapai dengan menguasai kehidupan di luar diri. Padahal, setelah kita menguasai hal-hal di luar diri, perasaan takut kehilangan akan mengambil semua kebebasan dan kemerdekaan kita. Hidup kita akan diikat dan dikendalikan oleh semua hal yang kita anggap sudah kita miliki.

Setelah kita kuat dan sukses menguasai sumber materi dan orang-orang, yang awalnya kita berjuang agar kita bebas dan merdeka. Pada akhirnya, semua yang kita miliki tersebut akan memunculkan kecemasan dan rasa takut kehilangan. Semua hal yang bersumber dari luar diri, yang kita andalkan sebagai tanda kebebasan kita, justru akan membuat kita kehilangan kebebasan. Kita pun takut dikalahkan oleh orang lain, takut membuat kesalahan, takut tidak dihargai oleh orang-orang, takut dilupakan, takut tergelincir dalam masalah, dan banyak ketakutan-ketakutan dalam berbagai bentuk akan mengambil semua kebebasan dan kemerdekaan kita.

Tidak mungkin merasa bebas dan merdeka jika menggantungkan hidup pada hal-hal di luar diri. Kebebasan dan kemerdekaan baru kita miliki, jika sudah mampu melepaskan semua hal di luar diri dan tidak bergantung kepada hal apa pun di luar diri. Ketika kita melepaskan semua hal di luar diri, barulah kita mampu menemukan diri sendiri di ke kedalaman diri sejati. Untuk melakukan hal ini tidaklah mudah, membutuhkan pengetahuan dan latihan dari kesadaran diri sendiri, untuk hidup bebas dan merdeka. Selama kita masih bergantung pada hal-hal di luar diri kita, semua sukacita dan perasaan sukses berumur sangat pendek. Tantangan dan kesulitan akan memukul balik kita dengan cepat. Semua yang tampak berharga dan sempurna akan mengambil kebebasan kita.

Kebebasan dan kemerdekaan dapat kita rasakan jika kita menerima hidup kita dengan sukacita, tanpa menuntut hal apa pun pada dunia di luar diri kita. Mulailah dengan menemukan kembali siapa kita yang sejati, apa yang kita inginkan dalam hidup ini, kita mau hidup seperti apa, dan kita mau menjalankan peran apa selama hidup ini. Setelah mendapatkan jawaban dan kejelasan tentang arah hidup kita dalam kehidupan yang singkat ini, kita harus memulai segalanya dengan menerima kenyataan yang sedang kita hadapi. Kenyataan hidup harus diterima dengan sukacita dan penuh kegembiraan. Langkah berikutnya adalah menjalani hidup yang produktif dan kreatif tetapi tanpa berharap dihargai, dihormati, diinginkan, dipuji, atau  pun meminta perhatian dari luar diri kita. Semua pekerjaan yang kita lakukan semata-mata untuk kegembiraan dan sukacita kita. Tidak menggantungkan harapan pada orang lain. Kita menjadi diri sejati yang sepenuhnya secara totalitas melakukan kerja keras dan perjuangan hebat untuk kegembiraan dan kebahagiaan diri sejati.

Bagaimana memulai perjalanan untuk menemukan kebebasan dan kemerdekaan di dalam diri? Jawabannya adalah memulainya dari kesadaran dan pengalaman yang sudah dialami selama ini. Kita semua sudah menjalani hidup sekian lama, kita pun sudah memiliki pengalaman atas kehidupan yang kita jalani. Tingkatkan kesadaran dan kecerdasan untuk memahami pengalaman apa yang Anda dapatkan ketika berharap banyak dari situasi dan orang-orang. Pengalaman apa yang Anda dapatkan ketika hidup Anda diciptakan untuk mendapatkan pujian, penghargaan, kehormatan, dan perhatian. Pahami semua peristiwa hidup Anda yang sangat berharap dari luar diri Anda. Jika Anda sudah mampu memahami dan mengerti tentang kepalsuan diri Anda, karena Anda mencoba menjadi seperti yang diharapkan oleh orang-orang di luar diri Anda. Maka, perlahan-lahan, Anda mampu menemukan momen-momen untuk masuk ke kedalaman diri sendiri, selanjutnya jika Anda konsisten dan tidak menyerah untuk menemukan kebebasan dari dalam diri sendiri, maka Anda akan diubah oleh diri sendiri untuk merasakan kebebasan dan kemerdekaan sejati.

Tidak perlu membangun hidup seolah-olah kita harus bermanfaat bagi banyak orang. Tidak perlu menganggap diri kita sangat berharga bagi orang lain. Jalani hidup yang alami dan bahagia sebagai diri sendiri yang apa adanya. Kita tidak perlu mengambil peran hidup dalam bentuk yang seolah-olah tanpa kita kehidupan orang lain tidak berfungsi. Kita bukan siapa-siapa dan tidak penting dalam kehidupan yang luas. Kita ada dan tidak ada kehidupan tetap berjalan seperti biasa. Kita pun tidak mampu memberikan kebebasan dan kemerdekaan kepada siapa pun. Sebab, kebebasan dan kemerdekaan sudah ada di dalam diri masing-masing orang. Dan, harus ditemukan oleh dirinya sendiri untuk dapat merasakan kemerdekaan dan kebebasan sejati.

Kehidupan dunia luar diri kita membatasi kebebasan dan kemerdekaan kita. Kita tidak berhak mengekspresikan kebebasan menurut pengertian kita kepada orang-orang di luar diri kita. Kita harus sadar dan cerdas bahwa semua kebebasan ada di dalam diri kita masing-masing, menunggu kita temukan untuk kita nikmati dengan sukacita. Jika kita masih berpikir bahwa kemerdekaan dan kebebasan itu ada di luar diri kita, maka kita sedang menindas diri sendiri dan menghilangkan peluang untuk hidup dalam kebebasan sejati. Ingatkan diri sendiri untuk memberikan kebaikan dan keindahan bagi diri sendiri dari sumber ke kedalaman diri sejati. Bebaskan diri dari tugas-tugas untuk membangun identitas diri. Kita tidak perlu menjadi sesuatu seperti yang direncanakan oleh pikiran kita. Kita tidak perlu menjadi sesuatu seperti yang ada dalam imajinasi kita. Dalam kesadaran diri sejati, kita mampu menekuni kehidupan produktif untuk melayani hidup dengan sukacita dan penuh kegembiraan. Melayani hidup dari kebebasan dan kemerdekaan yang bersumber dari ke kedalaman diri sendiri.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

SETIAP MOMEN DARI HIDUP KITA ADALAH PROSES EVOLUSI

“Kita sedang belajar dari kehidupan yang tidak kita ketahui tentang apa yang harus kita hadapi satu menit ke depan.”~Djajendra

Tidak seorang pun yang sempurna, tidak seorang pun yang permanen, tidak seorang pun yang menguasai semua pengetahuan, tidak seorang pun yang lengkap, dan tidak seorang pun yang tahu tentang masa depan. Sebagai manusia, kita semua sedang belajar dari kehidupan yang tidak kita ketahui tentang apa yang harus kita hadapi satu menit ke depan. Masa depan masih menjadi misteri bagi kita semua dan momen sekarang ini adalah peluang untuk melakukan hal-hal terbaik dalam meraih prestasi.

Kita adalah makhluk perubahan, setiap momen kita sedang dalam proses evolusi, kita sedang tumbuh melalui pembelajaran setiap hari, dan masing-masing dari kita memiliki jalan hidup sendiri. Kita semua tidak perlu berkompetisi satu sama lain, jalan hidup kita berbeda. Setiap orang dari kita sedang menuju ke tujuan yang sudah dikehendaki Tuhan. Jadi, pikiran kita yang menganggap orang lain sebagai pesaing hanya sebuah fiksi dan bukan sebuah realitas. Realitas hidup masing-masing orang tidak ditentukan oleh rencana dan pikiran, atau pun oleh ramalan dan prediksi, tetapi ditentukan oleh garis hidup yang sudah Tuhan tentukan. Sifat dari garis hidup adalah rahasia Tuhan yang tidak mampu dipahami oleh manusia manapun.

Sebagai makhluk perubahan yang terus-menerus belajar dari berbagai realitas kehidupan, kita harus mengendalikan diri agar tidak terlalu tinggi hati dan juga tidak terlalu rendah diri. Perasaan tinggi hati dan rendah diri adalah produk dari pikiran, dan bukan realitas diri kita. Menumbuhkan kesadaran bahwa diri kita ini sedang belajar dari realitas kehidupan yang kita jalani. Kerendahan hati dan kepercayaan diri harus menjadi sahabat sejati kita dalam melangkah menuju masa depan. Jadilah optimis dan penuh semangat hidup bersama etos kerja terbaik. Kerjakan hal-hal yang produktif dan berguna bagi kebaikan hidup. Hindari semua perilaku dan tindakan yang melukai atau mengacaukan kedamaian hidup.

Kita tidak perlu berusaha menjadi sempurna di semua bidang yang kita kerjakan. Kita hanya perlu saling bergandeng tangan dengan semua orang agar hasil terbaik dapat kita ciptakan. Kesempurnaan bukan hak manusia, itu hanya dimiliki Tuhan. Jadi, kerendahan hati kita untuk melakukan kolaborasi dengan sepenuh hati mampu menghasilkan kinerja dan prestasi terbaik. Oleh karena itu, jangan merasa lebih unggul atau lebih pintar dari siapa pun. Kehidupan mencerdaskan kita melalui kesulitan, tantangan, rintangan, atau pun hubungan yang buruk. Ketika bertemu dengan orang-orang atau situasi yang tidak menguntungkan hidup kita, jangan salahkan orang-orang atau situasi itu, tetapi mencerdaskan diri sendiri melalui kreativitas dan inovasi yang hebat.

Tanpa kehadiran kesulitan atau tantangan, kita tidak akan tumbuh menuju kualitas hidup yang lebih tinggi. Kesulitan hidup membuat kita mengenali arti nikmat hidup dan rasa syukur. Kalau kita membaca kisah-kisah orang besar di dunia, semuanya mencapai keberhasilan setelah mampu bersahabat dengan kesulitan dan mampu meningkatkan etos kerja terbaik untuk menghadapi semua tantangan menuju masa depan. Intinya, semua kesuksesan kita dihasilkan oleh kesulitan hidup kita. Kesulitan hidup membangkitkan kita dari rasa malas dan memaksa kita untuk berubah menjadi lebih produktif.

Semakin tinggi kita menuju puncak prestasi, semakin banyak tantangan dan kesulitan tercipta untuk menguji komitmen kita. Prestasi dan kinerja kita akan menciptakan musuh-musuh untuk menguji ketangguhan dan kehebatan diri kita. Oleh karena itu, jangan sombong atau merasa sudah mencapai yang terbaik. Perjalanan masih sangat panjang dan satu menit ke depan kita tidak tahu ada peristiwa apa yang akan menguji hidup kita. Jadilah diri sendiri yang selalu optimis untuk mencapai hal-hal terbaik melalui cara-cara yang etis. Ketika dalam perjalanan hidup menemukan kesulitan, maka kita harus bangkit dengan etos terbaik untuk menemukan solusi. Jangan pernah menjadikan kesulitan sebagai alasan untuk berkeluh-kesah atau pun menjadi pesimis. Tujuan kesulitan adalah untuk membuat kita lebih kuat, bukan menjadikan kita lebih lemah dan kehilangan arah menuju tujuan sejati.

Karena hidup kita adalah sebuah proses evolusi, maka kita tidak boleh membandingkan hidup kita dengan orang lain. Apalagi membandingkan dengan seseorang yang melakukan hal-hal dengan cara-cara buruk atau tidak etis, tetapi terlihat sukses. Kita harus berhati-hati agar tidak tertular energi negatif dari kecendrungan tidak etis. Tingkatkan kesadaran untuk berada pada proses evolusi melalui integritas pribadi yang tinggi. Sama sekali tidak menguntungkan hidup kita, jika kita tertular energi negatif dari realitas yang rendah integritas. Ketidaksempurnaan pasti bersama kita selamanya, tetapi kesadaran kita mampu membantu jalan hidup kita agar selalu etis dan memiliki integritas yang baik.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

JANGAN MEMBIARKAN PIKIRAN DALAM KEGELAPAN

“Ketika pikiran dalam kegelapan, akal sehat akan mati.”~Djajendra

Pikiran positif hidup dalam cahaya dan tidak membiarkan hidupnya dalam kegelapan. Apa pun yang kita alami dan rasakan dalam hidup, tidak boleh membiarkan pikiran dalam kegelapan. Ketika pikiran dalam kegelapan, dapat menyebabkan penderitaan muncul dari kedalaman gelap, sehingga kita kehilangan kesadaran dan akal untuk berprasangka baik. Pikiran dalam kegelapan menyebabkan emosi buruk menguasai hati, sehingga hal-hal buruk yang tak bisa dijelaskan akan selalu muncul untuk mengganggu kedamaian hidup kita. Oleh karena itu, keadaan pikiran harus selalu dijaga dalam prasangka baik dan terangnya niat baik. Pikiran dalam kegelapan tidak mampu melihat kebenaran, tidak mampu melihat hal-hal positif bagi kedamaian hidup. Ketika pikiran dalam terang; dalam keadaan hening; dalam prasangka baik; dalam cinta dan empati; maka, diri sejati mampu melihat segala sesuatu dengan bijak.

Pikiran dalam kegelapan sangat mudah dipengaruhi oleh persepsi buruk tentang kehidupan. Persepsi buruk ini hanya mampu melihat hal-hal yang kurang menguntungkan diri sendiri, sehingga semua yang baik akan dilihat sebagai tidak baik. Walaupun jiwa kita baik, tetapi pikiran kita yang berada dalam kegelapan menjadikan akal dan perilaku kita tidak baik. Jika pikiran dalam kegelapan tidak diberikan cahaya kebaikan, maka hal-hal buruk yang akan dihasilkan oleh pikiran bagi kehidupan kita. Pikiran dalam kegelapan menghilangkan kedamaian dan keindahan hidup. Pada akhirnya, semua akan terlihat tidak adil dan diri kita merasa sebagai korban ketidakadilan. Sesungguhnya, Tuhan Maha Adil, memberikan kita kehidupan yang adil. Tetapi, jika pikiran kita sedang berada dalam kegelapan, kita tidak mampu merasakan keadilan dan keindahan.

Pikiran dalam kegelapan adalah sumber konflik yang membenturkan perbedaan, persepsi, dan perspektif tentang orang atau situasi. Semua orang menginginkan kedamaian dan kebaikan bagi sesama. Tetapi, jika pikiran dalam kegelapan, kita tidak mampu melihat kebaikan, karena akal baik kita kehilangan penglihatan. Oleh karena itu, pikiran kita harus selalu diterangi dengan cahaya spiritual dan cahaya dari pengetahuan yang luas. Dalam hal ini, kita harus sadar bahwa kita hidup dalam dua dunia, yaitu dunia dari dalam diri sendiri dan dunia dari luar diri kita. Dunia dari dalam diri adalah dunia subjektif berdasarkan kesadaran dan keunikan diri sendiri. Dalam dunia subjektif, persepsi dan pemahaman kita tentang hidup atau peristiwa belum tentu sama dengan orang lain. Jadi, ini lebih kepada asumsi kita; pengalaman kita; dan realitas pikiran kita yang berada dalam kegelapan atau dalam terang. Sebaliknya, dunia di luar diri kita, atau disebut dunia objektif hanya dapat diakses oleh panca indera kita. Pikiran menggunakan panca indera kita untuk menyampaikan informasi kepada kecerdasan kita. Kemudian, kecerdasan kita akan menjalani hubungan dengan kesadaran kita untuk menafsirkan informasi tersebut. Jika pikiran negatif atau pikiran dari kegelapan menggunakan panca indera, maka semua yang dilihat adalah kekurangan dan keburukan, sehingga kecerdasan dan kesadaran akan menghasilkan hal-hal buruk bagi kehidupan.

Pikiran yang terang dan positif harus selalu terhubung dengan kecerdasan dan kesadaran kita. Kecerdasan kita memiliki kemampuan untuk memilih yang terbaik, berkoordinasi dengan panca indera dan memberi tahu suara hati untuk mengambil keputusan terbaik. Kesadaran kita selalu menciptakan situasi atau adegan yang membuat kita bahagia, damai, dan bersyukur dengan semua hal dalam hidup kita. Semua ini terwujud jika pikiran selalu kita rawat dalam energi positif dan menumbuhkannya dalam terang. Pikiran sangat menentukan jalan hidup kita. Pikiran yang terang dan positif mampu memberikan arah baik saat kita dalam keraguan dan persimpangan. Kita juga harus tekun dan meningkatkan disiplin untuk merawat pikiran sadar dan pikiran alam bawah sadar. Keduanya memiliki kemampuan memanfaatkan panca indera untuk mendapatkan informasi dari luar diri. Pikiran sadar masih mampu kita kendalikan, tetapi pikiran alam bawah sadar tidak mungkin kita kendalikan. Jadi, tantangan terbesar kita ada pada ketidakmampuan kita untuk menguasai alam bawah sadar. Oleh karena itu, secara sadar, setiap hari tanamkan nilai-nilai dan keyakinan positif ke alam bawah sadar, sehingga memori alam bawah sadar kita terisi oleh energi positif.

Membawa pikiran ke dalam terang membutuhkan latihan dan disiplin yang tinggi. Pikiran harus dilatih secara terus-menerus untuk menghasilkan reaksi spontan yang positif terhadap segala sesuatu. Dimulai dengan ketertarikan yang intens terhadap kebaikan, kejujuran, keaslian, keikhlasan, dan integritas. Membuat hati dan pikiran terikat kepada hal-hal bijak dan positif. Tidak mementingkan diri sendiri. Membangun kebiasaan-kebiasaan untuk berkata-kata positif, bersikap dan berperilaku sopan, hanya berbicara tentang hal-hal baik, perbuatan baik yang berulang-ulang secara konsisten, keinginan dan ambisi yang dikendalikan oleh empati dan integritas, serta menjaga pikiran untuk selalu berpikir tentang hal-hal baik. Semua latihan untuk membangun diri yang positif mampu mempengaruhi pikiran untuk keluar dari kegelapan dan memulai hidup dalam terang.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

MENGENDALIKAN DIRI DARI ENERGI NEGATIF MEDIA SOSIAL

“Menumbuhkan batin dengan pikiran-pikiran damai, indah, positif, dan merasakan semua hal yang kita lakukan pada hari ini adalah kesenangan.”~Djajendra 

Kita tidak hidup sendirian dalam dunia ini. Ada ratusan juta orang dengan beragam pola pikir, perilaku, sikap, dan realitas yang mengisi kehidupan di bumi ini. Jika kita tidak mampu menjadi diri sendiri yang menjalani kehidupan dari dalam diri, maka setiap hari kenyataan dari luar diri akan mengatur hidup kita. Kita harus sadar bahwa kemampuan kita terbatas, tidak cukup untuk memahami pemikiran dan perilaku dari ratusan juta orang tersebut. Kita tidak mengetahui semua hal, jangan mencoba mencari tahu semua hal. Sebab, waktu kita akan hilang untuk hal-hal yang tidak membangun kehidupan pribadi kita. Jadi, ketika berita-berita tidak benar dari luar diri memasuki pikiran, maka saat itu juga kita harus menghentikannya dan menggantikannya dengan prasangka baik. Pikiran positif dan prasangka baik mampu menjaga kedamaian hidup kita. 

Sekarang ini zaman media sosial, orang-orang menggunakan media sosial untuk menyatakan pendapat dan mengekspresikan diri. Banyak yang memberikan hal-hal baik untuk hidup kita, tetapi banyak juga yang menyebarkan hal-hal yang berpotensi mengganggu kedamaian hidup kita. Jika kita terpengaruh oleh pendapat-pendapat negatif dari media sosial, maka kekacauan akan memasuki hidup kita. Berita-berita tidak benar, berita-berita yang mengadu domba, berita-berita provokasi, berita-berita yang memiliki niat mengacaukan kedamaian dan ketenangan hidup, adalah sumber kekacauan yang menghilangkan rasa damai kita. Kita harus menjaga diri kita dengan sebaik mungkin, agar energi negatif dari berita atau informasi yang disampaikan tidak mengganggu kedamaian hidup kita. 

Kita semua memiliki kemampuan untuk menikmati kehidupan yang damai, indah, sejahtera, dan bahagia. Ini adalah hadiah terbesar yang ditawarkan Tuhan bagi kita semua. Tuhan maha penyayang dan selalu menginginkan kita berada di jalan yang lurus. Sebab, di jalan yang lurus itulah kita mendapatkan semua kenikmatan hidup. Jalan lurus hanya ada di dalam pikiran positif dan kemampuan untuk menjalani hidup dari keaslian diri sendiri. Oleh karena itu, tingkatkan kualitas prasangka baik dan lihatlah semua peristiwa di luar diri dari persepsi positif. Ambil hikmah atau ilmu dan pemahaman dari semua peristiwa dan situasi di luar diri. Jangan menilai dan menghakimi apa pun di dalam hidup. Belajarlah dari semua situasi, berita, informasi, dan keadaan untuk mendapatkan hikmah. 

Setiap akhir hari, belajarlah untuk mengalihkan pikiran dari semua hal yang bersumber dari luar diri. Miliki waktu untuk membawa pikiran ke dalam diri sendiri menuju kedamaian dan keheningan batin. Temukan kebajikan, keindahan, kebahagiaan, dan kedamaian abadi di kedalaman diri. Jangan membawa beban apa pun ke dalam diri yang paling dalam. Hilangkan semua hal dari luar diri yang menciptakan beban di pikiran dan emosi. Menumbuhkan batin dengan pikiran-pikiran damai, indah, positif, dan merasakan semua hal yang kita lakukan pada hari ini adalah kesenangan. Menumbuhkan kegembiraan di kedalaman hati, kemudian dengan ketenangan pikiran, hilangkan semua situasi kacau yang mungkin masih tersisa di dalam hati, serta tawarkan penghiburan kepada pikiran yang masih membawa masalah dan persoalan hidup. Damai itu indah, pikiran positif dan prasangka baik menjadikan hidup kita damai. 

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

PENGABDIAN ADALAH JALAN UNTUK MERASAKAN SUKSES

“Kesuksesan dihasilkan ketika hati dan pikiran berada pada apa yang dikerjakan dengan sepenuh hati.”~Djajendra

Ketika pekerjaan datang ke dalam hidup kita, maka kita harus sadar bahwa inilah saatnya untuk memberikan pengabdian dan totalitas kepadanya. Pengabdian tidak memiliki ego dan hanya memiliki rasa cinta yang tulus. Hati dan pikiran kita harus betul-betul fokus pada apa yang kita lakukan. Pengabdian dan totalitas kita menghasilkan kualitas untuk meraih kesuksesan.

Pengabdian membutuhkan rasa cinta dan merasa memiliki kemampuan yang hebat untuk melakukan dengan penuh semangat. Ada gairah dan ketertarikan yang tinggi untuk menghasilkan prestasi terbaik. Setiap hari memiliki motivasi dan ketekunan untuk mencapai kesuksesan. Tidak pernah merasa bosan dengan apa yang dikerjakan. Setiap saat merasa terpanggil untuk memberikan kontribusi yang tinggi dalam upaya mencapai kinerja terbaik.

Pengabdian tidak pernah melakukan upaya setengah hati, selalu totalitas dengan potensi penuh. Selalu ada kesadaran untuk meningkatkan kemampuan dan menambah pengetahuan baru. Sangat disiplin dalam menyiapkan potensi untuk melakukan pekerjaan dengan cara yang benar. Memiliki disiplin yang tinggi untuk memberikan perhatian yang tinggi pada apa yang kita lakukan, pada apa yang ingin kita capai segera. Ketekunan dan upaya yang terus-menerus selalu menjadi pilihan dalam pengabdian.

Pengabdian tidak pernah menyerah dengan kesulitan yang harus dihadapi. Perjalanan menuju sukses tidak terlalu sederhana. Kadang kita mendapatkan apa yang kita inginkan; kadang mungkin kita gagal total; kadang kita mendapatkan kurang dari target. Perjalanan menuju sukses selalu tidak pasti dan tidak pernah ada jaminan untuk sukses. Tetapi, pengabdian memiliki kekuatan yang luar biasa untuk membantu kita mencapai kesuksesan yang kita inginkan.  

Pengabdian tidak pernah tinggi hati ketika menang dan tidak pernah frustrasi ketika gagal. Ketika sukses, pengabdian memiliki kerendahan hati dan selalu memiliki motivasi untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas diri. Ketika mengalami kegagalan; pengabdian memiliki ketabahan, kesabaran, ketenangan, keyakinan untuk menang, dan kepercayaan diri untuk melakukan kembali dengan cara yang lebih baik. Pengabdian tidak pernah berhenti untuk mencapai kesuksesan walaupun kegagalan selalu menghalangi perjalanan menuju sukses.

Pengabdian tidak pernah bersaing dengan siapa pun, karena ketika kita mulai bersaing, kita sudah tidak fokus pada tugas, tetapi fokus pada orang. Jelas, hal ini tidak akan memberikan keuntungan kepada pengabdian kita terhadap apa yang kita lakukan. Pengabdian kita sudah menunjukkan bahwa kita lebih unggul dan mampu melakukan dengan lebih baik. Jadi, untuk apa kita harus bersaing. Kita harus yakin dan percaya diri bahwa kita hebat dalam tugas kita sendiri. Kita selalu belajar dan bertindak sesuai bakat. Jika kita mencoba bersaing, kita mungkin kehilangan fokus pada bakat dan kemampuan hebat yang kita miliki.

Ego kita tidak terlalu penting, abaikan ego dan nafsu. Pengabdian tidak mungkin ada jika ego dan nafsu masih menguasai ambisi kita. Ketika pengabdian menjadi jalan hidup, maka kekuatan potensi kita menjadi semakin membesar dan berkualitas. Kinerja dan prestasi kita akan mengalami transformasi yang hebat menuju puncaknya. Pengabdian kita membangun pondasi kehidupan yang membawa karir kita ke puncak kesuksesan tertinggi. Pengabdian adalah kualitas terpenting untuk kesuksesan di bidang apa pun.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

MENJAGA SEMANGAT HIDUP DAN MELIHAT MASA DEPAN DENGAN OPTIMIS

“Semua pemikiran dan keinginan kita itu tidak penting, kebahagiaan dan kedamaian hidup kita yang paling penting.”~Djajendra

Semangat hidup kita tidak boleh pudar dan terganggu oleh kesulitan atau tantangan. Lebih baik kita menghadapi situasi sulit dengan penuh semangat, daripada bersedih atau khawatir karenanya. Kita adalah pemenang. Keberadaan kita dalam kehidupan ini adalah hasil dari kemenangan. Di dalam diri kita sudah ada solusi dan kemenangan, kita hanya membutuhkan ketenangan dan kerja keras yang fokus untuk mendapatkan kemenangan tersebut.

Jangan pernah berduka atas kesulitan. Sesungguhnya; tidak pernah ada kesulitan, tidak pernah ada kekalahan, sehingga tidak perlu menyesali atau pun marah atas hal-hal yang tidak terwujud sesuai keinginan. Semua pemikiran dan keinginan kita itu tidak penting, kebahagiaan dan kedamaian hidup kita yang paling penting. Jadi, tidak boleh ada waktu untuk kehilangan semangat hidup hanya karena situasi sulit; tidak boleh ada waktu yang membuat kita khawatir terhadap masa depan karena masa depan kita sangat indah; tidak boleh ada waktu yang membuat kita marah dengan kenyataan hidup pada hari ini karena hari ini adalah hari yang paling membahagiakan hidup kita.

Menjaga semangat hidup adalah kewajiban kita yang sangat penting. Bahkan dalam kenyataan yang paling melelahkan hidup kita, kita tidak boleh kehilangan semangat hidup, kita harus menjaga semangat hidup dan melihat masa depan kita dengan sangat optimis. Kita harus jujur kepada diri sendiri bahwa kehidupan yang kita jalani penuh dengan kejutan dan ketidakpastian. Tidak seorang pun yang tahu hal apa yang harus dihadapi di masa depan. Tetapi, semangat hidup yang optimis dan gairah yang hebat untuk menyelesaikan tugas-tugas kita dengan kualitas terbaik, mampu memberikan hasil akhir yang menggembirakan hidup kita.

Ketika situasinya tidak dapat diubah, kita harus menemukan solusi yang tepat untuk menghadapinya. Tidak perlu khawatir atau ketakutan dengan rencana yang tidak jalan sesuai keinginan kita. Kehidupan itu sendiri lebih cerdas dari pada pemikiran dan strategi kita. Kehidupan yang jauh lebih cerdas daripada kita itu selalu menuntut keputusan dan tindakan dari diri sejati kita. Kehilangan semangat hidup adalah keadaan yang sangat tidak menguntungkan bagi hidup kita. Juga, menjadikan kemampuan kita tidak efektif dan produktif untuk menangani keadaan, serta untuk menemukan solusi terbaik bagi kesuksesan kita. Oleh karena itu, jangan pernah semangat hidup kita kendur saat menghadapi setiap situasi hidup yang membutuhkan kekuatan dan kerja keras yang lebih hebat.

Hilangnya semangat hidup adalah akibat dari ketidaktahuan kita terhadap kehebatan potensi diri sendiri. Seseorang yang kehilangan semangat hidup hanya karena kerja kerasnya tidak sesuai keinginan, adalah keputusan yang tidak melihat bahwa dirinya mampu melakukan hal-hal yang lebih hebat lagi dari yang sudah dilakukan. Jadi, cara menjalani kehidupan yang benar adalah tidak pernah khawatir apalagi kehilangan semangat hidup hanya karena rencana dan kerja keras belum berhasil.

Diperlukan pemikiran dan rutinitas untuk menjaga semangat hidup selalu dalam kondisi prima. Sekalipun tantangan dan rintangan menciptakan berbagai kesulitan, kita harus tetap terkendali dalam energi positif, kemudian melatih jiwa kita untuk selalu kuat dan sabar menghadapi kesulitan-kesulitan tersebut. Demikian juga, pikiran dan emosi harus betul-betul positif dan optimis agar fisik kita menjadi semakin kuat untuk bertindak dan menemukan solusi terbaik.

Menjaga semangat hidup dan melihat masa depan dengan optimis. Kita hidup pada hari ini dan sedang mempersiapkan hidup di masa depan. Masa lalu sudah kita lewati dan tidak perlu terikat dengan masa lalu lagi. Semangat hidup kita harus di dalam perubahan untuk kehidupan yang lebih bijaksana dan lebih cerdas daripada masa lalu. Jadi, jangan lagi mendambakan kehidupan seperti di masa lalu. Kita adalah masa depan, kita bukan masa lalu. Oleh karena itu, tingkatkan gairah dan semangat hidup untuk menuju masa depan yang lebih indah dan lebih bahagia. Di mana kehidupan masa depan yang lebih sejahtera, lebih damai, lebih indah, dan lebih semangat lagi. Jadilah semangat bagi kehidupan diri sendiri. Temukan kekuatan dan sumber semangat dari dalam diri yang paling dalam.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

PEMENANG SEJATI ADALAH DIA YANG MENERIMA KEKALAHAN DENGAN GEMBIRA

“Penerimaan adalah kecerdasan sejati, yang timbul dari kesadaran dan intelektual kita yang tinggi, sehingga emosi negatif dan penyakit hati tidak menciptakan kerusakan di dalam diri dan di luar diri.”~Djajendra

Menang dan kalah hanya sebuah peristiwa kecil dalam kehidupan yang kita jalani. Penerimaan kita dengan gembira terhadap kekalahan menunjukkan kita sebagai pemenang sejati. Pemenang sejati bukan saja yang mengangkat trofi kemenangan, tetapi juga yang menerima kekalahan dan ikut bergembira saat orang lain mengangkat trofi kemenangan, tanpa merasa dicurangi. Penerimaan adalah satu kualitas yang membuat kita menjadi pemenang walaupun kita kalah dalam kompetisi.

Jika kita mampu menerima keadaan kita dengan ikhlas dan merasa sudah kehendak Tuhan, maka jiwa dan raga kita menghasilkan kedamaian bagi diri sendiri dan orang lain. Perasaan dicurangi atau dibohongi adalah racun yang menghilangkan kedamaian dan kegembiraan di dalam hidup kita. Perasaan dicurangi atau dibohongi yang terus-menerus dipelihara di dalam hati dan pikiran menciptakan penyakit hati yang kronis. Tinggalkan menang dan kalah, fokuskan seluruh energi untuk menciptakan kedamaian dan keindahan bagi diri sendiri dan orang lain. Manusia-manusia hebat selalu berprinsip memberi dan memberi tanpa berharap penerimaan. Jadilah pemberi yang ikhlas untuk menjaga keindahan dan kedamaian hidup bersama.

Penerimaan adalah kecerdasan sejati, yang timbul dari kesadaran dan intelektual kita yang tinggi, sehingga emosi negatif dan penyakit hati tidak menciptakan kerusakan di dalam diri dan di luar diri. Penerimaan haruslah bersumber dari ke kedalaman hati yang membuat keputusan untuk menerima. Walaupun orang-orang di sekitar mempengaruhi kita dengan berbagai energi negatif, kita harus menjaga energi positif yang kuat dari ke kedalaman diri kita, sehingga cahaya kebaikan dari dalam diri kita mampu menerangi hati dari orang-orang yang menyampaikan hal-hal buruk bagi kedamaian hidup. Kesadaran dan daya tahan mental pemenang kita harus terjaga dalam energi etis, dan tidak boleh dipengaruhi dengan energi negatif dari siapa pun.

Penerimaan dengan ikhlas dan gembira adalah pilihan hidup yang memberi kita banyak kebaikan. Kita sendiri, sejak kita lahir, kita telah diajarkan untuk menerima pemberian Tuhan dengan sukacita. Sebagai contoh: ketika kita lahir, Tuhan sudah memberikan kita orang tua; memberikan kita saudara kandung; memberikan kita jenis kelamin; memberikan kita tempat lahir; memberikan kita rumah; memberikan kita tetangga; memberikan kita pemerintahan; memberikan kita negara; memberikan kita sumber makanan. Dan, semua itu bukan kita yang memilih, Tuhan lah yang memilihkan bagi hidup kita. Jika kita menerimanya dengan gembira, maka hidup kita selalu damai dan bahagia. Jadi, demikianlah, penerimaan memberi keindahan dan kedamaian dalam hidup kita. Penerimaan memberikan kita kekuatan, kepercayaan diri, dan harga diri untuk menyeberangi lautan kehidupan yang penuh dengan tantangan dan ketidakpastian.  

Ketika kita menerima, tidak perlu memahami apa pun, terima saja dengan gembira dan ikhlas. Kita harus yakin dan percaya bahwa semua yang harus kita terima adalah pemberian dari Tuhan. Hati yang ikhlas, jiwa besar, pengertian yang mendalam, dan kecerdasan untuk merasionalkan hal-hal tidak rasional menjadikan kita mudah menerima apa pun yang sudah menjadi kehendak Tuhan. Pemenang sejati sangat sadar bahwa semua upaya dan kerja keras yang total itu harus tunduk pada kehendak Tuhan. Kemampuan manusia itu terbatas, pemikiran manusia itu terbatas, penglihatan manusia itu terbatas, persepsi manusia itu terbatas, kecerdasan dan strategi manusia itu terbatas. Seorang pemenang sejati sangat sadar bahwa semua upaya dan kerja keras yang luar biasa yang dia lakukan sifatnya terbatas. Pada akhirnya, pemenang sejati wajib tunduk pada kehendak Tuhan. Oleh karena itu, seorang pemenang sejati mampu menerima kekalahan tanpa menuntut pemahaman atau pun menuduh ada kecurangan.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

MEMBANGUN HUBUNGAN KERJA YANG PRODUKTIF DAN KOMPAK

“Kita semua hadir ke dalam lingkungan kerja, untuk mengisi energi positif dan produktif, dalam setiap proses kerja yang saling bergantung dan mendukung.”~Djajendra

Hubungan kerja yang harmonis, kompak, dan produktif itu sangat penting agar setiap orang mampu merasakan kebahagiaan dalam lingkungan kerja. Persoalan utama dalam hubungan kerja adalah ego masing-masing orang yang tidak mau menghargai kualitas dan kepribadian dari orang lain. Pada umumnya, orang merasa sangat sulit untuk memberi respek dan pujian yang tulus kepada sesama rekan kerja. Demikianlah keadaan dari hubungan kerja di semua lingkungan kerja, sehingga keharmonisan dalam hubungan kerja sangat sulit diwujudkan.

Ketika kita melepaskan keegoisan kita, sebagai hasilnya kita menerima kebahagiaan dan keharmonisan. Kebaikan dan integritas kita di setiap situasi dan keadaan kerja memberikan keharmonisan dan keindahan. Jika kita sadar bahwa setiap orang dalam lingkungan kerja kita adalah satu dengan diri kita, maka empati kita tidak akan menyakiti orang lain, tidak akan merugikan orang lain, dan tidak akan membuat kesedihan bagi orang lain. Empati kita mampu menciptakan kebaikan untuk membantu orang lain melalui kontribusi kerja yang produktif dan penuh kualitas terbaik.

Keberadaan manajemen dalam lingkungan kerja dimaksudkan untuk menumbuhkan perdamaian dan rasa persatuan di antara stakeholders. Setiap individu dan kelompok menjadi alat bagi manajemen dalam menyebarkan energi positif dan produktif. Jika manajemen mematuhi prinsip-prinsip dasar manajemen dengan pikiran dan hati yang bersih, maka manajemen mampu membangun jalan menuju keharmonisan kerja yang produktif dan kreatif.

Setiap orang sebagai bagian dari diri kita sendiri. Kemampuan untuk merasakan apa yang dikerjakan oleh semua pihak sebagai milik kita sendiri, semangat yang intens untuk membantu proses kerja, serta membangkitkan diri sendiri agar berkontribusi secara optimal, haruslah menjadi realitas sehari-hari di tempat kerja.

Tujuan utama dari sebuah lingkungan kerja adalah meningkatkan kinerja, merawat keharmonisan, mengatasi keegoisan kita, melayani dengan hati yang ikhlas dan tulus, mencintai pekerjaan dan memperlihatkan prestasi, menumbuhkan nilai-nilai sopan santun dan etika, serta membangkitkan motivasi dan energi positif dari dalam diri untuk menjawab tantangan dan masa depan.

Kesadaran hati dan ketenangan pikiran mampu membawa diri kita ke kedalaman diri sendiri, dan jauh di lubuk hati kita ada suara hati yang mengerti tentang kebenaran sejati. Kebenaran sejati adalah kita bertanggung jawab untuk menemukan keindahan, kedamaian, cinta, prestasi, kebahagiaan, energi kreatif, rasa syukur, empati, dan integritas yang ada di dalam diri kita sendiri. Dan, kita harus yakin bahwa semua yang kita miliki itu ada juga di dalam diri setiap orang yang bekerja sama dengan kita di tempat kerja.

Setelah kita menemukan kualitas kita dari ke kedalaman diri sendiri. Pekerjaan selanjutnya, kita harus mampu menghubungkannya dengan kualitas orang lain. Inti dari proses kerja adalah terhubungnya kualitas dari masing-masing orang melalui kolaborasi yang ikhlas. Pengendalian diri menambah nilai positif bagi setiap orang saat membangun hubungan kerja yang harmonis dan produktif. Semua rintangan dan hambatan, baik pada tingkat pemikiran maupun tingkat perasaan, haruslah diselesaikan melalui kesadaran dan kecerdasan yang tercerahkan.

Mengenal diri sendiri secara baik menjadi sangat penting untuk membangun hubungan kerja yang harmonis, produktif, dan kompak. Jika kita sudah tahu siapa diri kita yang sesungguhnya, maka hubungan kita dengan siapa pun terbangun di atas fondasi yang sangat kuat oleh kepercayaan diri kita. Energi positif di dalam diri kita mampu memfokuskan kekuatan dan kepercayaan diri kita dalam hubungan yang produktif. Kita tidak akan memfokuskan perhatian pada kelemahan orang lain, tetapi memfokuskan pada kekuatan orang lain dan membantu orang lain agar kelemahan mereka dapat diatasi oleh kekuatan dirinya sendiri. Energi positif dan kepercayaan diri kita tidak lagi menilai dan menghakimi orang lain secara negatif. Kita memiliki kualitas diri yang hebat untuk menemukan kualitas yang hebat pada diri setiap orang. Kualitas dari diri yang asli dan unik sudah ada di dalam diri setiap manusia. Jika semua kebaikan dari ke kedalaman diri sendiri saling terhubung dengan ke kedalaman diri masing-masing orang, maka prestasi dan kinerja terbaik menjadi sesuatu yang mudah untuk diwujudkan.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

Older posts

© 2019 MOTIVASI DJAJENDRA

Theme by Anders NorenUp ↑