PELATIHAN MOTIVASI WHISTLE BLOWING SYSTEM

PENINGKATAN MOTIVASI AUDITOR DALAM PELAKSANAAN WHISTLE BLOWING SYSTEM

DESKRIPSI

Whistleblowing system sebagai alat untuk pencegahan terhadap praktik tata kelola perusahaan yang buruk. Whistleblowing system mampu menguatkan sistem manajemen resiko dan membantu melindungi reputasi perusahaan. Intinya, whistleblowing system sangat diperlukan untuk mewujudkan tata kelola perusahaan yang terbaik dan pengelolaan resiko yang berkualitas.

Perusahaan yang kuat dan sehat menjadikan whistleblowing system sebagai komponen penting dalam budaya perusahaan. Dalam hal ini, fungsi internal audit diperkuat dengan kualitas dan kompetensi, baik hard skill maupun soft skill, untuk dapat menjadi kekuatan yang andal dan hebat dalam menjalankan whistleblowing system. Internal audit yang berkualitas mampu menunjukkan kemampuan dan kecerdasan dalam mendeteksi, mencegah, juga melakukan penyelidikan atas informasi dan laporan yang di terima dari para whistleblower. Semua kegiatan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip tata kelola yang baik; semua kegiatan yang dianggap ilegal, tidak etis, melanggar prosedur, dan berbahaya bagi perusahaan; haruslah ditindaklanjuti dengan tegas dan penuh percaya diri dalam sikap rendah hati oleh setiap insan internal auditor.

Ketika menjalankan peran dalam whistleblowing system, auditor wajib menguasai dan terbiasa dengan soft skills, khususnya untuk mengelola emosi dan pikiran diri sendiri dan kemampuan untuk membaca emosi dan pikiran orang lain. Whistleblowing system membutuhkan karakter kerja auditor yang selalu bersikap rendah hati, optimis, profesional, percaya diri, empati yang tinggi, fleksible, intuisi yang hebat, jujur dan bertanggung jawab, menyenangkan, tenang dan tidak suka marah, tegas dan tidak ragu, selalu bekerja dengan perasaan positif, dan tidak menghakimi atau menilai orang lain.

Program motivasi ini fokus pada penguatan soft skills auditor agar selalu merasa baik dan kuat saat menjalankan fungsi dan perannya di dalam whistleblowing system. Auditor yang berkualitas bekerja melalui prosedur dan audit program yang dirancang secara profesional. Auditor yang berkualitas tidak bekerja untuk menilai dan menghakimi pribadi seseorang, tetapi bekerja untuk menilai dan memastikan setiap proses kerja di dalam organisasi sudah sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang terbaik.

Menjalankan whistleblowing system tidaklah sederhana, diperlukan komitmen dan kekuatan mental yang hebat. Hal ini disebabkan, dalam realitas dunia kerja, selalu ada orang baik dan orang tidak baik, selalu ada yang jujur dan yang tidak jujur. Tidaklah mungkin auditor bisa menghilangkan yang tidak jujur dari tempat kerja. Jadi, hanya melalui sistem dan tata kelola yang penuh integritas, ketidakjujuran dapat diminimalkan. Oleh karena itu, auditor haruslah cerdas emosional dan bermental hebat dalam mengatur diri sendiri, mengelola hubungan dengan orang lain, dan mencapai keberhasilan atas pekerjaan yang ditangani.

Kekuatan auditor ada dalam kertas kerja yang dikerjakan dengan prinsip-prinsip audit yang profesional dan masuk akal. Auditor harus hebat dalam menangani kritik dan penolakan tanpa menyalahkan siapapun dengan alasan apapun. Auditor tidak boleh bereaksi berdasarkan emosional atau persepsi; auditor hanya boleh bekerja sesuai fakta, data, dan kebenaran. Jadi, apapun informasi yang didapatkan oleh auditor dari para whistleblower, auditor tidak boleh langsung menilai dan menyimpulkan sesuatu atas informasi tersebut. Auditor wajib menjadi sangat profesional untuk menemukan data, fakta, dan kebenaran atas informasi yang diterima dari para whistleblower.

Program pelatihan ini bertujuan untuk membangun dan menguatkan karakter kerja, kebiasaan, perilaku, sikap, etos, mental tangguh, dan daya tahan emosi dari para auditor saat melakukan pekerjaannya sesuai prosedur whistleblowing system. Auditor bertanggung jawab untuk memastikan prosedur whistleblowing system berjalan efektif; memastikan dan menjamin kerahasiaan dari orang yang menyampikan informasi; bekerja untuk menghindari konflik kepentingan, dan juga penyalahgunaan whistleblowing system untuk hal-hal yang tidak sesuai dengan misi whistleblowing system.  

KONSEP DASAR

Program motivasi ini dirancang untuk membantu Auditor menjadi lebih termotivasi dan percaya diri, dalam menjalankan whistleblowing system dengan etos kerja yang profesional. Dan juga; membangun intuisi, empati, kepribadian, dan karakter unggul auditor dalam memperkuat fungsi pengawasan di internal perusahaan.

TUJUAN MOTIVASI

  1. Meningkatkan rasa percaya diri, intuisi, mental positif, semangat, tanggung jawab, integritas, dan daya tahan auditor dalam menjalankan whistleblowing system.
  2. Meningkatkan ketegasan sikap dan rasa percaya diri auditor untuk beradaptasi terhadap tantangan dan kedinamisan yang ada.
  3. Meningkatkan kecerdasan sosial auditor agar mudah membangun hubungan positif dengan semua pihak di internal perusahaan.
  4. Meningkatkan keberanian dan tanggung jawab auditor dalam sikap rendah hati untuk mengelola informasi, data, fakta, dan kebenaran yang ditemukan.

MANFAAT

  1. Auditor mampu melaksanakan whistleblowing system tanpa menciptakan konflik dan gangguan atas proses kerja.
  2. Auditor mampu melaksanakan whistleblowing system dengan perasaan positif, menyenangkan, optimis, percaya diri, fleksible, penuh empati, tegas, dan dengan rendah hati.
  3. Auditor mampu melaksanakan whistleblowing system tanpa penghakiman, menyalahkan, menakut-nakuti, bereaksi dengan tinggi hati, dan mengabaikan situasi.
  4. Auditor mampu menjalankan whistleblowing system dengan memisahkan fakta dan gosip.
  5. Auditor mampu menjalankan whistleblowing system dengan kesadaran untuk menjalankan tata kelola perusahaan yang baik, manajemen resiko yang baik, dan tidak menutup-nutupi kebenaran.

METODOLOGI

Fokus pada pelatihan aktif, presentasi, interaktif, diskusi kelompok, brainstorming, bermain peran, berpikir kreatif, simulasi, belajar dalam kompetisi permainan, studi kasus, latihan, bimbingan(coaching),counseling, diskusi, perenungan, experiential learning, icebreaker.

GARIS BESAR MATERI PEMBAHASAN PENINGKATAN MOTIVASI AUDITOR DALAM PELAKSANAAN WHISTLE BLOWING SYSTEM

SESI 1: MOTIVASI DAN KEPERCAYAAN DIRI AUDITOR DALAM MELAKSANAKAN WHISTLEBLOWING SYSTEM

Sub Bahasan

  1. Penuh semangat dan langkah-langkah yang tak terhenti dalam menjalankan whistleblowing system.
  2. Meningkatkan kepercayaan diri dan menghilangkan rasa takut.
  3. Bertindak rasional dan tahu kapan menggunakan logika dan intuisi.
  4. Menjadi diri sendiri yang bermental hebat, andal, kuat, unik, unggul, dan produktif.
  5. Tidak pernah menyerah dan penuh disiplin dalam menemukan data, fakta, dan kebenaran atas informasi dari whistleblower.
  6. Mengkomunikasikan rencana dan strategi, bermental optimis, dan mempertahankan fokus.

SESI 2: MENGUATKAN PIKIRAN POSITIF DAN MENJADIKAN PEKERJAAN WHISTLE BLOWING LEBIH MENYENANGKAN

Sub Bahasan

  1. Berpikir positif dan bahaya pikiran negatif dalam menjalankan pekerjaan whistle blowing.
  2. Pola pikir skeptis auditor menurunkan rasa percaya diri.
  3. Peristiwa dan kejadian yang memicu auditor menjadi skeptis.
  4. Tanda-tanda energi negatif merusak pikiran positif auditor.
  5. Empati untuk meningkatkan komunikasi.
  6. Teknik mental untuk membantu mengelola pikiran positif.
  7. Pikiran positif mencegah dan menangani potensi konflik.
  8. Cara mengatasi rasa panik dan cara menenangkan diri.
  9. Menguatkan hubungan baik dengan orang lain.

Untuk Training Hubungi:

PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL
Kantor: Jl.Danau Toba No.104, Jakarta Pusat, 10210
Telepon: (021) 5701505
Hp: 0812 1318 8899
Fax: (021) 5738105

PELATIHAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE 2 HARI 16 JAM

DMU 2013

PELATIHAN BEST PRACTICE GOOD CORPORATE GOVERNANCE PROGRAM 2 HARI 16 JAM

Video pelatihan djajendra: http://www.youtube.com/user/MrDjajendra

LATAR BELAKANG DAN PENGANTAR GOOD CORPORATE GOVERNANCE

Saat perusahaan-perusahaan di Indonesia mengalami krisis ekonomi pada tahun 1997 – 1998,  IMF ( International Monetary Fund)mendorong pemerintah Indonesia untuk menjalankan kebijakan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance). Sejak itu, dimulai dengan peraturan Bursa Efek Jakarta yang mensyaratkan setiap emiten untuk mengangkat komisaris independen dan membentuk komite audit. Dan juga Bank Indonesia yang mulai mendorong pelaksanaan good governance di sektor perbankan di Indonesia.

Tahun 2000, pemerintah Indonesia melalui  Surat Keputusan Menko Ekonomi, Keuangan Dan Industri Nomor: Kep-31/M.EKUIN/06/2000 membentuk KNKCG atau dikenal dengan  Komite Nasional Kebijakan Corporate Governance. Selanjutnya, KNKCG ini pada tahun 2004 dirubah namanya melalui Surat Keputusan Menko Perekonomian RI No. Kep-49/M.Ekon/II/Tahun 2004 menjadi KNKG atau Komite Nasional Kebijakan Governance. Tahun 2006 KNKG menyempurnakan pedoman corporate governance dari yang sebelumnya. Saat ini semua perusahaan publik wajib mematuhi pedoman tata kelola perusahaan (code of corporate governance) dari KNKG. Untuk perusahaan non publik penerapan code of corporate governance tidak diwajibkan oleh UUPT, tapi bila dijalankan berpotensi meningkatkan reputasi dan kredibilitas bisnis perusahaan di mata stakeholder secara keseluruhan.

Code of corporate governance dari KNKG merupakan dasar buat perusahaan-perusahaan di Indonesia, untuk mengembangkan usahanya secara profesional dan berkompetisi secara terbuka dan sehat dengan budaya GCG. Budaya GCG hanya dapat dijalankan bila setiap kepentingan di dalam perusahaan sudah ikhlas untuk bekerja dan berkehidupan dalam budaya integritas di semua level, peran dan fungsi organisasi.

Implementasi code of corporate governance berpotensi membuat perusahaan dipercaya oleh para stakeholder. Bila para stakeholder sudah mempercayai perusahaan dengan sepenuh hati, maka dengan modal kepercayaan dari stakeholder tersebut, perusahaan memiliki daya saing yang tinggi, untuk dapat berkompetisi dalam setiap situasi di lingkungan bisnis yang dinamis.

Perusahaan yang berbudaya integritas pasti patuh untuk menjalankan  kaidah-kaidah tata kelola perusahaan yang baik. Lalu, menjalankan core values atau nilai inti perusahaan di seluruh level dan jajaran organisasi dengan sempurna. Perusahaan yang berbudaya integritas pasti melengkapi tata kelola perusahaan dengan pedoman tata kelola perusahaan (code of corporate governance), pedoman perilaku (code of conduct), standar prosedur operasional perusahaan, pedoman penanganan benturan kepentingan (conflict of interest), panduan etika bisnis, dan pedoman-pedoman lainnya untuk tujuan menjaga budaya integritas dalam implementasi Good Corporate Governance yang tegas dan jelas.

Implementasi GCG sangat tergantung dari kemampuan perusahaan untuk menginternalisasikan prinsip-prinsip, seperti: transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, kewajaran dan kesetaraan, ke dalam kompetensi produktif dan kompetensi adaptif karyawan dan pimpinan di perusahaan. Fakta selalu menunjukkan bahwa implementasi GCG masih dalam taraf kompetensi normatif. Artinya, secara normatif setiap pimpinan dan karyawan di perusahaan sangat menguasai Good Corporate Governance, tapi belum mampu menjadikannya sebagai kekuatan untuk meningkatkan produktifitas dan adaptasi terhadap perubahan di lingkungan bisnis yang sangat kompetitif ini.

Implementasi GCG tidak hanya merupakan kesadaran kolektif untuk menciptakan tata kelola formalitas oleh dorongan dari kewajiban. Tapi, seharusnya menjadi kesadaran dalam budaya integritas di semua level dan jajaran organisasi. Lalu, secara berkelanjutan dan konsisten melaksanakan GCG dengan komitmen dari visi, misi dan core values yang sesuai dengan semangat budaya GCG.

DESKRIPSI PELATIHAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE

Good corporate governance atau tata kelola perusahaan yang baik, dipercaya dapat menghindarkan perusahaan dari berbagai macam krisis. Krisis selalu timbul karena tata kelola perusahaan yang mengabaikan etika, budaya integritas, konflik kepentingan, peraturan, risiko, dan prinsip kehati-hatian. Praktik good corporate governance akan menghindarkan perusahaan dari berbagai tantangan internal dan eksternal. Komitmen terhadap praktik good corporate governance yang konsisten akan mampu menjauhkan perusahaan dari berbagai potensi pemicu krisis di semua aspek organisasi, bisnis, keuangan, ekonomi, budaya, kepemimpinan, tenaga kerja, dan lain sebagainya. Pelatihan good corporate governance ini berkonsepkan soft skill dan hard skill, yang akan memberikan pencerahan dan motivasi untuk bekerja sesuai prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

Melalui budaya integritas setiap orang di perusahaan harus menyadari bahwa tanpa didukung praktik good corporate governance, perusahaan berpotensi menjadi tidak sehat. Hal ini dapat menghasilkan risiko yang merusak fondasi perusahaan. Jika, fondasi perusahaan sudah rusak, maka berbagai penyakit kronis akan menggerogoti perusahaan. Hasilnya, perusahaan akan mengalami kesulitan dalam menjalankan operasionalnya. Dan yang dirugikan adalah setiap stakeholder yang menggantungkan kehidupannya kepada kinerja perusahaan.

Pelatihan GCG selama dua hari ini akan membahas dari berbagai sudut tata kelola yang baik, seperti: konsep tata kelola yang baik secara internasional yang direkomendasikan oleh OECD, prinsip, praktik, pedoman Komite Nasional Kebijakan Governance, budaya integritas, motivasi dan kecerdasan emosional untuk menjalankan GCG, peran etika bisnis, peran etika kerja karyawan dan pimpinan, pelaporan GCG, fungsi fakta integritas, peran dan tanggung jawab internal auditor, direksi, komisaris, GCG self assessment checklist, code of GCG, Board Manual, dan lainnya.

Konsep Dasar

Good corporate governance adalah prinsip-prinsip dasar yang mengedepankan etika, peraturan, hukum, kebijakan,  visi dalam memaksimalkan nilai tambah pemegang saham, baik itu secara finansial maupun secara non finansial. Oleh karena itu, diperlukan dorongan motivasi, moral, kecerdasan emosional, dan integritas buat para karyawan dan pimpinan dalam memahami dan menjalankan nilai-nilai good corporate governance sebagai perilaku kerja sehari-hari di tempat kerja.

Tujuan

Membangun kesadaran peserta untuk mempraktikkan good corporate governance buat menjaga daya tahan perusahaan dalam menghadapi berbagai macam tantangan, baik itu yang berasal dari internal maupun eksternal perusahaan.

Manfaat Pelatihan.

  1. Peserta diperkenalkan untuk memahami prinsip – prinsip dasar GCG.
  2. Peserta akan dimotivasi untuk membangun kepemimpinan, etos kerja, budaya perusahaan, dan kinerja dengan prinsip GCG.
  3. Peserta akan diberikan pencerahan untuk merawat dan menjaga perusahaan agar tetap sehat dan berkinerja maksimal.
  4. Peserta akan diberikan pencerahan untuk memahami realitas stakeholders melalui logika, hati nurani, kebenaran, kejujuran, dan kehormatan.
  5. Peserta akan dimotivasi untuk menyiapkan karakter diri pribadi yang selaras dengan prinsip-prinsip GCG, etika bisnis, dan code of conduct perusahaan.
  6. Peserta akan dicerahkan untuk memahami potensi risiko dan cerdas mengelola risiko.
  7. Peserta akan dimotivasi untuk memiliki visi relasi positif, untuk membangun relasi terbaik dengan stakeholder.
  8. Peserta akan mendapatkan tips dan trik untuk menuju etos kerja yang diperkaya dengan nilai-nilai GCG. Termasuk, dapat mendiskusikan semua persoalan dan tantangan kerja, untuk mendapatkan inspirasi dan motivasi dari pembicara

Metode Pelatihan

Presentasi, tanya-jawab, studi kasus, brainstorming, games, diskusi, role play, icebreaker.

Materi Pelatihan

HARI 1 / DAY 1

PK. 09.00 – PK 10.30 WIB. SESI 1: PENGERTIAN DAN PEMAHAMAN DASAR GOOD CORPORATE GOVERNANCE

Sub bahasan:

  • Latar Belakang Dan Sejarah GCG.
  • Konsep Dasar GCG.
  • Maksud GCG.
  • Tujuan GCG.
  • Pemahaman Khusus GCG.
  • Manfaat GCG.
  • Pentingnya GCG Dalam Peningkatan Kinerja.
  • Peran GCG Dalam Bisnis.
  • Karakteristik GCG.
  • Pengaruh GCG Terhadap Budaya Perusahaan.
  • Mekanisme Corporate Governance.
  • Faktor Yang Mempengaruhi Penerapan GCG.
  • GCG  Untuk Keberhasilan Dan Umur Panjang Perusahaan.

PK.10.30 – PK.10.45 WIB: COFFEE BREAK

PK.10.45 – PK. 12.30 WIB. SESI 2: TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN DAN KARYAWAN DALAM PENERAPAN GCG

Sub bahasan:

  • Cara Manajemen Memperlihatkan Etos Kerja Dalam Penerapan GCG.
  • Cara Karyawan Memperlihatkan Etos Kerja Dalam Penerapan GCG.
  • Tanggung Jawab Karyawan Dan Manajemen Pada Code Of Corporate Governance.
  • Tanggung Jawab Karyawan Dan Manajemen Pada Prinsip-Prinsip GCG.
  • Tanggung Jawab Karyawan Dan Manajemen Pada Code Of Conduct.
  • Peran Standart Operating Procedure (SOP) Dalam Penerapan GCG.
  • Memahami Pedoman Umum GCG Indonesia Dari Komite Nasional Kebijakan Governance.
  • Memahami Cara Menjalankan Fakta Integritas.
  • Pelaksanaan GCG Dengan Membangun Kepercayaan Dan Kolaborasi Antara Karyawan Dan Manajemen.

PK.12.30 – PK. 13.30 WIB: LUNCH BREAK

PK.13.30 – PK.15.00 WIB. SESI 3: PERAN ETIKA DALAM TATA KELOLA PERUSAHAAN (ROLE OF ETHICS IN CORPORATE GOVERNANCE)

Sub bahasan:

  • Pengertian Etika Bisnis
  • Peran Etika Bisnis Dalam GCG.
  • Tujuan Etika Bisnis Dalam GCG
  • Prinsip-Prinsip Dasar Etika Bisnis.
  • Filosofi Etika Dan Moral.
  • Etika Bisnis Meningkatkan Kepercayaan Stakeholder Kepada Perusahaan.
  • Etika Bisnis Sebagai Alat Penerapan GCG.
  • Etika Bisnis Untuk Pengungkapan Kebenaran Berdasarkan Peraturan.
  • Hubungan Antara Etika Dan Hukum Dalam Menjalankan Etika Bisnis.
  • Menggunakan Kode Etik Saat Melakukan Bisnis Dengan Stakeholder.
  • Kode Etik Mempromosikan Standar Perilaku Kerja Yang Tinggi.
  • Pengaruh Pemerintah, Konsumen,  Lingkungan, Komunitas, Karyawan, Manajemen, Dan Pemegang Saham Dalam Menjalankan Etika Bisnis Secara Profesional.

PK.15.00 – PK.15.15 WIB: COFFEE BREAK

PK.15.15 – PK. 16.45 WIB. SESI 4: KEUNGGULAN INFRASTRUKTUR PERUSAHAAN DALAM PRAKTIK GCG

  • Kekuatan RUPS Dalam Penerapan GCG.
  • Peran Dan Fungsi Organ Perusahaan.
  • Peran Dan Tanggung Jawab Dewan Direksi.
  • Peran Dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris.
  • Peran Dan Tanggung Jawab Corporate Secretary.
  • Peran Dan Tanggung Jawab Internal Audit.
  • Hubungan Antar Organ Dalam Struktur Perusahaan.
  • Kewajiban Hukum Direksi.
  • Tanggung Jawab Direksi Dalam Struktur Dan Proses.
  • Perencanaan Strategis Dan Tata Kelola Risiko.

HARI 2 / DAY 2

PK. 09.00 – PK 10.30 WIB. SESI 5: BUDAYA INTEGRITAS DALAM PRAKTIK GOOD CORPORATE GOVERNANCE

Sub bahasan:

  • Menjalankan Visi, Misi Dan Nilai-Nilai Perusahaan
  • Menjalankan Struktur Pengelolaan Etika
  • Menegakkan Kepatuhan Terhadap Hukum Dan Peraturan Perundangan Yang Berlaku
  • Melindungi Aset Perusahaan Dan Melaporkan Bila Ada Kecurangan
  • Mempunyai Saluran Formal Untuk Menyampaikan Pengaduan Mengenai Dugaan/Indikasi Terjadinya Kecurangan (Fraud)
  • Menyampaikan Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Kepada Stakeholder
  • Mengatur Dan Mengelola Risiko Gratifikasi
  • Mengatur Dan Mengelola Benturan Kepentingan
  • Memiliki Sistem Pelaporan Pelanggran (Whistleblowing System)
  • Memahami Arti Keterbukaan Dan Kerahasiaan Informasi
  • Menjalankan Kebijakan Umum Dan Khusus Perusahaan Dengan Integritas Pribadi Yang Tinggi

PK.10.30 – PK.10.45 WIB: COFFEE BREAK

PK.10.45 – PK.12.30 WIB. SESI 6: MENATA INTEGRITAS PRIBADI UNTUK MENJALANKAN GCG

Sub Bahasan:

  • Individu Dengan Integritas Yang Tinggi Adalah Modal Dalam Penerapan GCG.
  • Nilai –Nilai Kepribadian Yang Harus Dikembangkan Dan Dibangun Secara Individu.
  • Menyiapkan Landasan Kepribadian Yang Mampu Menerima Budaya Integritas.
  • Menjadikan Integritas Sebagai Bagian Dari Karakter Kerja Perusahaan.
  • Aspek Integritas Yang Dibahas, Yaitu: Kejujuran, Keterusterangan, Tanggung Jawab, Kedewasaan, Kepercayaan, Kesetiaan, Kerja Keras, Anti Korupsi.
  • Aspek Etika Yang Dibahas, Yaitu: Karakter Moral Yang Jujur, Mampu Membedakan Yang Benar Dan Salah, Kehalusan Budi, Empati, Dan Kecermatan Dalam Membuat Keputusan.

PK.12.30 – PK. 13.30 WIB: LUNCH BREAK

PK.13.30 – PK. 15.00 WIB. SESI 7: EMOTIONAL INTELLIGENCE PERSONAL SKILLS + INTERPERSONAL SKILLS UNTUK PENERAPAN GCG

Sub Bahasan:

  • Kesadaran Diri Dalam Menjalankan GCG.
  • Jujur Dan Akurat Dalam Mengukur Tantangan GCG.
  • Teknik Dan Cara Memotivasi Diri Sendiri.
  • Manajemen Diri Melalui Prinsip Dan Nilai Kehidupan Positif.
  • Memahami Bahaya Emosi Marah Untuk Kemajuan Karir.
  • Membangun Ketahanan Diri Untuk Mengatasi Rasa Takut.
  • Membangun Empati Dalam Kemandirian, Kewajaran, Dan Tanggung Jawab.
  • Komunikasi Verbal Dan Non Verbal Dalam Penerapan GCG.
  • Memahami Kecerdasan Sosial Dalam Implementasi GCG.
  • Kepedulian Untuk Keragaman Sosial.
  • Memahami Peran Dan Jenis Pengaruh.
  • Mengelola Politik Kantor Dan Konflik.

PK.15.00 – PK.15.15 WIB: COFFEE BREAK

PK.14.45 – PK. 16.45 WIB. SESI 8: ANDA BERTANYA SAYA MENJAWAB

Peserta akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk memastikan bahwa hasil pembelajaran dari setiap sesi, dapat diimplementasikan dalam pekerjaan sehari-hari. Termasuk, apa yang perlu mereka miliki dan bagaimana cara mereka meningkatkan kemampuan dan keberanian untuk melakukan perubahan seperti yang diinginkan.

Untuk pelatihan hubungi:

www.djajendra-motivator.com

Phone: 021 570 15 05

Mobile phone :  0812 131 888 99

Fax   : 021- 573 8105

Email: training@djajendra-motivator.com

PELATIHAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE 1 HARI 8 JAM

PELATIHAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE PROGRAM 1 HARI  8 JAM

Video pelatihan djajendra: http://www.youtube.com/user/MrDjajendra

DESKRIPSI PELATIHAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE

Good corporate governance atau tata kelola perusahaan yang baik, dipercaya dapat menghindarkan perusahaan dari berbagai macam krisis. Krisis selalu timbul karena tata kelola perusahaan yang mengabaikan etika, budaya integritas, konflik kepentingan, peraturan, risiko, dan prinsip kehati-hatian. Praktik good corporate governance akan menghindarkan perusahaan dari berbagai tantangan internal dan eksternal. Komitmen terhadap praktik good corporate governance yang konsisten akan mampu menjauhkan perusahaan dari berbagai potensi pemicu krisis di semua aspek organisasi, bisnis, keuangan, ekonomi, budaya, kepemimpinan, tenaga kerja, dan lain sebagainya. Pelatihan good corporate governance ini berkonsepkan soft skill dan hard skill, yang akan memberikan pencerahan dan motivasi untuk bekerja sesuai prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

Melalui budaya integritas setiap orang di perusahaan harus menyadari bahwa tanpa didukung praktik good corporate governance, perusahaan berpotensi menjadi tidak sehat. Hal ini dapat menghasilkan risiko yang merusak fondasi perusahaan. Jika, fondasi perusahaan sudah rusak, maka berbagai penyakit kronis akan menggerogoti perusahaan. Hasilnya, perusahaan akan mengalami kesulitan dalam menjalankan operasionalnya. Dan yang dirugikan adalah setiap stakeholder yang menggantungkan kehidupannya kepada kinerja perusahaan.

Pelatihan GCG selama satu hari ini akan membahas dari berbagai sudut tata kelola yang baik, seperti: konsep tata kelola yang baik secara internasional yang direkomendasikan oleh OECD, prinsip, praktik, pedoman Komite Nasional Kebijakan Governance, budaya integritas, motivasi dan kecerdasan emosional untuk menjalankan GCG, peran etika bisnis, peran etika kerja karyawan dan pimpinan, pelaporan GCG, fungsi fakta integritas, peran dan tanggung jawab internal auditor, direksi, komisaris, GCG self assessment checklist, code of GCG, Board Manual, dan lainnya.

Konsep Dasar

Good corporate governance adalah prinsip-prinsip dasar yang mengedepankan etika, peraturan, hukum, kebijakan,  visi dalam memaksimalkan nilai tambah pemegang saham, baik itu secara finansial maupun secara non finansial. Oleh karena itu, diperlukan dorongan motivasi, moral, kecerdasan emosional, dan integritas buat para karyawan dan pimpinan dalam memahami dan menjalankan nilai-nilai good corporate governance sebagai perilaku kerja sehari-hari di tempat kerja.

Tujuan

Membangun kesadaran peserta untuk mempraktikkan good corporate governance buat menjaga daya tahan perusahaan dalam menghadapi berbagai macam tantangan, baik itu yang berasal dari internal maupun eksternal perusahaan.

Manfaat Pelatihan.

  1. Peserta diperkenalkan untuk memahami prinsip – prinsip dasar GCG.
  2. Peserta akan dimotivasi untuk membangun kepemimpinan, etos kerja, budaya perusahaan, dan kinerja dengan prinsip GCG.
  3. Peserta akan diberikan pencerahan untuk merawat dan menjaga perusahaan agar tetap sehat dan berkinerja maksimal.
  4. Peserta akan diberikan pencerahan untuk memahami realitas stakeholders melalui logika, hati nurani, kebenaran, kejujuran, dan kehormatan.
  5. Peserta akan dimotivasi untuk menyiapkan karakter diri pribadi yang selaras dengan prinsip-prinsip GCG, etika bisnis, dan code of conduct perusahaan.
  6. Peserta akan dicerahkan untuk memahami potensi risiko dan cerdas mengelola risiko.
  7. Peserta akan dimotivasi untuk memiliki visi relasi positif, untuk membangun relasi terbaik dengan stakeholder.
  8. Peserta akan mendapatkan tips dan trik untuk menuju etos kerja yang diperkaya dengan nilai-nilai GCG. Termasuk, dapat mendiskusikan semua persoalan dan tantangan kerja, untuk mendapatkan inspirasi dan motivasi dari pembicara

Metode Pelatihan

Presentasi, tanya-jawab, studi kasus, brainstorming, games, diskusi, role play, icebreaker.

Materi Pelatihan

PK. 09.00 – PK 10.30 WIB. SESI 1: PENGERTIAN DAN PEMAHAMAN DASAR GOOD CORPORATE GOVERNANCE

Sub bahasan:

  • Latar Belakang Dan Sejarah GCG.
  • Konsep Dasar GCG.
  • Maksud GCG.
  • Tujuan GCG.
  • Pemahaman Khusus GCG.
  • Manfaat GCG.
  • Pentingnya GCG Dalam Peningkatan Kinerja.
  • Peran GCG Dalam Bisnis.
  • Karakteristik GCG.
  • Pengaruh GCG Terhadap Budaya Perusahaan.
  • Mekanisme Corporate Governance.
  • Faktor Yang Mempengaruhi Penerapan GCG.
  • GCG  Untuk Keberhasilan Dan Umur Panjang Perusahaan.

PK.10.30 – PK.10.45 WIB: COFFEE BREAK

PK.10.45 – PK. 12.30 WIB. SESI 2: TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN DAN KARYAWAN DALAM PENERAPAN GCG

Sub bahasan:

  • Cara Manajemen Memperlihatkan Etos Kerja Dalam Penerapan GCG.
  • Cara Karyawan Memperlihatkan Etos Kerja Dalam Penerapan GCG.
  • Tanggung Jawab Karyawan Dan Manajemen Pada Code Of Corporate Governance.
  • Tanggung Jawab Karyawan Dan Manajemen Pada Prinsip-Prinsip GCG.
  • Tanggung Jawab Karyawan Dan Manajemen Pada Code Of Conduct.
  • Peran Standart Operating Procedure (SOP) Dalam Penerapan GCG.
  • Memahami Pedoman Umum GCG Indonesia Dari Komite Nasional Kebijakan Governance.
  • Memahami Cara Menjalankan Fakta Integritas.
  • Pelaksanaan GCG Dengan Membangun Kepercayaan Dan Kolaborasi Antara Karyawan Dan Manajemen.

PK.12.30 – PK. 13.30 WIB: LUNCH BREAK

PK.13.30 – PK.15.00 WIB. SESI 3: PERAN ETIKA DALAM TATA KELOLA PERUSAHAAN (ROLE OF ETHICS IN CORPORATE GOVERNANCE)

Sub bahasan:

  • Pengertian Etika Bisnis
  • Peran Etika Bisnis Dalam GCG.
  • Tujuan Etika Bisnis Dalam GCG
  • Prinsip-Prinsip Dasar Etika Bisnis.
  • Filosofi Etika Dan Moral.
  • Etika Bisnis Meningkatkan Kepercayaan Stakeholder Kepada Perusahaan.
  • Etika Bisnis Sebagai Alat Penerapan GCG.
  • Etika Bisnis Untuk Pengungkapan Kebenaran Berdasarkan Peraturan.
  • Hubungan Antara Etika Dan Hukum Dalam Menjalankan Etika Bisnis.
  • Menggunakan Kode Etik Saat Melakukan Bisnis Dengan Stakeholder.
  • Kode Etik Mempromosikan Standar Perilaku Kerja Yang Tinggi.
  • Pengaruh Pemerintah, Konsumen,  Lingkungan, Komunitas, Karyawan, Manajemen, Dan Pemegang Saham Dalam Menjalankan Etika Bisnis Secara Profesional.

PK.15.00 – PK.15.15 WIB: COFFEE BREAK

PK.15.15 – PK. 16.45 WIB. SESI 4: KEUNGGULAN INFRASTRUKTUR PERUSAHAAN DALAM PRAKTIK GCG

  • Kekuatan RUPS Dalam Penerapan GCG.
  • Peran Dan Fungsi Organ Perusahaan.
  • Peran Dan Tanggung Jawab Dewan Direksi.
  • Peran Dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris.
  • Peran Dan Tanggung Jawab Corporate Secretary.
  • Peran Dan Tanggung Jawab Internal Audit.
  • Hubungan Antar Organ Dalam Struktur Perusahaan.
  • Kewajiban Hukum Direksi.
  • Tanggung Jawab Direksi Dalam Struktur Dan Proses.
  • Perencanaan Strategis Dan Tata Kelola Risiko.

Untuk pelatihan hubungi:

www.djajendra-motivator.com

Phone: 021 570 1505

Mobile phone :  0812 131 888 99

Fax   : 021- 573 8105

Email: training@djajendra-motivator.com