PELATIHAN ETOS KERJA DENGAN PRINSIP GCG UNTUK PERSIAPAN IPO DAN MENJALANKAN PERUSAHAAN PUBLIK 8 JAM

PROGRAM MOTIVASI DAN PENCERAHAN

DESKRIPSI

Pelatihan ini dilaksanakan sebagai persiapan internal perusahaan Anda dalam menghadapi Initial Public Offering (IPO). Mengingat untuk mendapatkan status sebagai perusahaan publik, team di internal perusahaan harus menyiapkan sistem dan budaya organisasi berdasarkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance,  rencana bisnis, laporan keuangan yang telah diaudit oleh akuntan publik, legalitas bisnis, dan manajemen aset yang baik.

Pelatihan ini menjadi ajang sosialisasi, internalisasi, pengembangan mindset, dan pencerahan bagi peserta agar dapat menyiapkan perusahaan untuk meraih sukses dalam IPO dan sekaligus menjadi perusahaan publik yang unggul.

Program ini  memotivasi dan memberikan pencerahan bagi para manager dalam menyiapkan etos kerja, mindset, dan administrasi untuk sukses dalam IPO. Dan juga, menyiapkan mental dan perilaku yang siap bertransformasi dan beradaptasi di dalam perusahaan publik. Mengembangkan mindset dan kepribadian untuk bisa melayani dan bekerja di perusahaan publik. Membangun kesadaran peserta bahwa perusahaan publik di Indonesia wajib menganut prinsip-prinsip Good Gorporate Governance yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Good corporate governance merupakan kebijakan yang menciptakan mekanisme kerja atau sistem, yang meningkatkan kepercayaan stakeholders kepada perusahaan dan manajemen. Kepercayaan stakeholder tersebut menjadi modal yang meningkatkan reputasi dan daya saing perusahaan dalam menghadapi kompetisi bisnis yang dinamis. Proses untuk menjalankan good governance secara profesional sangat tergantung dari etos kerja yang cerdas mempraktikkan transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, kewajaran dan kesetaraan di tempat kerja.

Pelatihan selama 1 hari 8 jam ini membangun kesadaran dan kemampuan peserta untuk menyiapkan perusahaan siap IPO, dan juga sekaligus menyiapkan kompetensi karyawan agar siap beradaptasi di dalam perusahaan publik. Menjadi karyawan di perusahaan publik berarti harus mampu menjalankan profesinya di tempat kerja dengan keahlian, kompetensi, kualitas, etika, etiket, taat hukum, taat undang-undang, dan cerdas sosial saat berinteraksi dengan beragam stakeholders.

METODE PELATIHAN

Pelatihan Aktif, Presentasi, Interaktif, Diskusi Kelompok, Brainstorming, Bermain Peran, Berpikir Kreatif, Simulasi, Belajar Dalam Kompetisi Permainan, Studi Kasus, Latihan, Bimbingan, Diskusi, Perenungan, Experiential Learning, Icebreaker.

TUJUAN

  1. Terbentuknya pemahaman Initial Public Offering (IPO) dan persiapan yang perlu dilakukan.
  2. Terbentuknya profesionalisme dalam menjalankan Good Corporate Governance.
  3. Meningkatkan kesadaran tentang kewajiban dan tanggung jwab perusahaan yang sudah Go Public.
  4. Terbentuknya team perusahaan yang solid untuk mensukseskan IPO dan menjalankan perusahaan publik.
  5. Tercapainya internalisasi nilai-nilai etos kerja untuk memperkuat perilaku kerja berstandarkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance.
  6. Terwujudnya integritas kerja melalui kebiasaan, sikap, dan perilaku kerja yang etis.
  7. Terwujudnya hubungan kerja dalam reputasi perusahaan yang tinggi dengan stakeholder.
  8. Memberikan motivasi dan pencerahan Good Corporate Governance sebagai fondasi bagi perusahaan publik.

MANFAAT

  1. Peserta mampu berkontribusi, melayani, dan bersikap proaktif dalam menyiapkan proses IPO terbaik.
  2. Peserta mampu bertransformasi untuk bekerja di dalam perusahaan publik dan memahami tanggung jawabnya.
  3. Peserta mengerti arti Go Public dan sadar akan tanggung jawab perusahaan yang sudah Go Public.
  4. Peserta mampu menjalankan Pakta Integritas sesuai komitmen di dalam perusahaan publik.
  5. Peserta mampu memanfaatkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance dalam meningkatkan etos kerja.
  6. Peserta memahami pentingnya menjaga reputasi dan kredibilitas perusahaan publik di persepsi stakeholder melalui pelayanan, akuntabilitas, profesionalisme, sikap, dan perilaku etis.
  7. Terciptanya etos kerja karyawan dari hati untuk melaksanakan pekerjaan dengan disiplin, tekun, jujur, bertanggung jawab, ikhlas, tulus, melayani, tepat waktu, cepat, termotivasi, dan memaksimalkan kinerja dengan semangat tinggi.
  8. Terciptanya budaya kerja yang efektif dalam memenuhi kewajiban dan pelayanan di dalam perusahaan publik.
  9. Peserta dimotivasi untuk menyiapkan karakter kerja yang selaras dengan prinsip-prinsip GCG, Etika Bisnis, Code of Conduct.

Garis Besar Materi Pembahasan Selama 1 Hari 8 Jam

Sesi 1: Mempersiapkan Internal Perusahaan Untuk Initial Public Offering (IPO) dan Go Publik

Sub Bahasan

  1. Pengertian IPO dan Go Public
  2. Manfaat dan konsekuensi sebagai perusahaan publik
  3. Persiapan internal perusahaan untuk IPO
  4. Perilaku dan mental saat proses IPO
  5. Implementasi Good Corporate Governace
  6. Praktik etos kerja berdasarkan prinsip-prinsip GCG
  7. Peran team perusahaan dalam mensukseskan IPO
  8. Kolaborasi, koordinasi, dan komunikasi yang efektif di sepanjang proses persiapan IPO
  9. Menyatukan integritas, energi, dan kecerdasan untuk keberhasilan IPO

Sesi 2: Mempersiapkan Perusahaan untuk Sukses dalam Initial Public Offering (IPO) dan Go Publik

Sub Bahasan

  1. Proses dan tahap persiapan Go Public
  2. Memahami peran OJK
  3. Siap sebagai calon Emiten dalam rangka penawaran umum
  4. Kelengkapan dokumen dan peran Underwriter dalam proses Go Public
  5. Tahap pengajuan pendaftaran Go Public
  6. Tahap penawaran saham
  7. Tahap pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia

Sesi 3: Cara Menjalankan Perusahaan Publik dengan Prinsip-Prinsip Good Corporate Governance

Sub Bahasan

  1. Perilaku dan mental saat menjalankan perusahaan publik
  2. Perusahaan publik wajib menjalankan prinsip-prinsip Good Corporate Governance
  3. Perilaku kerja dengan prinsip kehati-hatian
  4. Jenis-jenis pelaporan yang wajib disampaikan perusahaan publik ke otoritas bursa dan ke publik
  5. Menyadari bahwa perusahaan publik diawasi oleh banyak stakeholders
  6. Kewajiban untuk memenuhi keterbukaan informasi kepada publik
  7. Gaya manajemen lebih formal, terbuka, dan sesuai dengan tata kelola perusahaan yang baik
  8. Mematuhi peraturan dan hukum yang berlaku di Indonesia dengan konsisten
  9. Menguatkan manajemen internal kontrol untuk menangani risiko bisnis
  10. Dikenal publik sebagai perusahaan yang beretika, bertanggung jawab, dan berintegritas tinggi
  11. Mematuhi Pakta Integritas
  12. Peran informasi dalam perusahaan publik dan GCG sebagai penyaring informasi
  13. Fungsi Etika Bisnis dan Code of Conduct dalam perusahaan publik

Untuk training hubungi:

PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL
Kantor: Jl.Danau Toba No.104, Jakarta Pusat, 10210
Telepon: (021) 5701505
Hp: 0812 131 888 99  
Fax: (021) 5738105

PELATIHAN BACK OFFICE MOTIVATION 3 JAM

PELATIHAN BACK OFFICE MOTIVATION 3 JAM

Karyawan back office melayani pekerjaan yang sifatnya rutinitas, monoton, dan berulang-ulang dalam pola yang sama. Hal ini disebabkan oleh gaya dan pola kerja back office yang sudah terkunci di dalam sistem (struktur, proses, dan mekanisme), prosedur, kebijakan, aturan, etika, dan standar. Kondisi ini sangat mudah menciptakan rasa bosan dan stres bagi karyawan. Padahal fungsi back office merupakan fungsi terpenting dalam keberhasilan proses bisnis. Back office bertanggung jawab terhadap fungsi settlements, pencatatan, pelaporan, kepatuhan pada aturan dan prosedur, akuntansi, teknologi, informasi, penyelesaian pembayaran, dan dukungan administrasi untuk kelancaran front office. Mengelola back office dengan profesional menjadikan proses bisnis dan tata kelola perusahaan semakin berkualitas dan unggul. Diperlukan upaya yang terus-menerus untuk menjaga semangat dan motivasi karyawan back office dalam mendukung proses bisnis dan tata kelola terbaik perusahaan.

Program motivasi untuk karyawan back office ini bertujuan memotivasi karyawan agar melakukan pekerjaan dengan lebih baik, lebih produktif, lebih terlibat dalam kolaborasi kerja, lebih disiplin, tepat waktu, berkinerja tinggi, serta selalu termotivasi dan bersemangat untuk meningkatkan kualitas rutinitas kerja dengan sepenuh hati.

Manfaat dari program motivasi back office: karyawan menjadi lebih termotivasi dan menjadi bahagia dengan pekerjaannya. Karyawan mampu mengulurkan sikap dan perilaku positif di dalam interaksi, komunikasi, kolaborasi, koordinasi, dan pelayanan di perusahaan. Karyawan mampu menunjukkan kepedulian dan kebanggaan atas pekerjaannya. Karyawan selalu fokus dan termotivasi untuk bekerja keras dalam mensukseskan bisnis perusahaan. Karyawan mampu menyediakan kompetensi dan kualitas yang sesuai dengan standar perusahaan.

Garis besar materi pembahasan Back Office Motivation selama 3 jam:

  1. Memiliki etos kerja yang kuat dalam melayani pekerjaan back office.
  2. Sifat, sikap, perilaku, kebiasaan, dan kepribadian dari karyawan back office terbaik.
  3. Cara memotivasi diri setiap hari untuk menjadi lebih produktif.
  4. Keseimbangan mental, emosional, spiritual, fisik, dan kekuatan bawah sadar diri.
  5. Menjadi lebih fleksible dan memiliki ritme kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan.
  6. Menjadi bagian terpenting dari kolaborasi di internal perusahaan.
  7. Keterampilan organisasi dan dukungan administrasi.

Untuk Pelatihan Hubungi:

PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL
Kantor: Jl.Danau Toba No.104, Jakarta Pusat, 10210
Telepon: (021) 5701505
Hp: 0812 131 888 99
Fax: (021) 5738105

PELATIHAN INTERNALISASI BUDAYA PERUSAHAAN 2 HARI

PELATIHAN INTERNALISASI BUDAYA PERUSAHAAN 2 HARI

DESKRIPSI

Budaya yang kuat memainkan peran penting dalam pencapaian kinerja. Dalam perusahaan, setiap orang harus tumbuh secara individu dan kelompok. Secara individu semua orang harus menumbuhkan kompetensi dan kualitas pribadinya untuk bisa melayani organisasi dan bisnis dengan kinerja penuh. Secara kelompok semua orang harus mampu bekerja dalam budaya yang saling mengisi dan menumbuhkan.

Kinerja merupakan ukuran untuk menumbuhkan lingkungan kerja berbudaya kuat. Karyawan di dalam lingkungan budaya yang kuat mampu menghasilkan yang terbaik. Di samping itu, mereka juga mampu melayani pelanggan, pemasok, manajemen, pemegang saham dan kepemimpinan dengan kinerja penuh.

Struktur organisasi ditempati oleh beragam kepribadian dan karakter kepemimpinan. Dalam hal ini, perusahaan memiliki terlalu banyak karakter dan kepribadian, terlalu banyak sub budaya yang berbeda, terlalu banyak niat dan ambisi pribadi. Untuk mengaktifkan budaya yang kuat, perusahaan harus berfokus pada pembangunan satu visi dan satu budaya yang kuat. Model kepemimpinan yang kuat adalah yang saling berempati, bertanggung jawab, berkolaborasi, berinovasi, kreatif dengan solusi, ambisi bersama untuk mencapai kualitas dan kinerja terbaik.

Setiap fungsi kerja tidak boleh ngotot bersama ego dan kepentingan sempit, semuanya harus mau bekerja sama untuk menyederhanakan dan melincahkan gerak organisasi. Fungsi kepemimpinan dalam struktur organisasi haruslah cepat membuat pilihan dan tidak kehilangan waktu untuk hal-hal yang tidak produktif.

Budaya yang kuat adalah perekat yang mengikat berbagai karakter, kepribadian, niat, ambisi, dan ego dalam satu visi. Saat semua orang sadar dalam budaya kuat, maka mereka selalu menjadi satu dan bersama-sama untuk menciptakan keunggulan.

Nilai-nilai inti perusahaan merupakan energi yang harus dioptimalkan. Setiap individu harus mampu termotivasi dan meyakini bahwa nilai-nilai perusahaan mampu mengubah mereka menjadi produktif dengan kinerja penuh. Di samping itu, ketika semua karyawan dan pimpinan bekerja sama untuk menginternalisasikan nilai-nilai ke dalam jiwa mereka, maka saat itu nilai-nilai tersebut akan memberikan energi untuk memfokuskan semua kompetensi dan kualitas diri di dalam satu kekuatan yang andal.

Budaya yang kuat merupakan energi untuk mengoptimalkan potensi dan kinerja karyawan. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk menjadi salah satu kekuatan bisnis yang dikagumi dan menguntungkan stakeholder. Membangun budaya kuat haruslah diwujudkan dalam realitas, dan tidak sebatas ilusi di atas rencana.  Semakin berbudaya setiap insan perusahaan di dalam setiap aktivitas kerjanya, semakin mereka mampu menjadikan perusahaan sebagai yang paling berharga di persepsi stakeholder.

Budaya haruslah tumbuh dan bertransformasi. Bisnis itu dinamis, perilaku manusia juga sangat situasional dan dinamis. Oleh karena itu, budaya harus selalu dijaga dan disesuaikan dengan realitas yang ada. Bila budaya bertentangan dengan realitas yang ada, maka budaya akan mengecil sebatas normatif, dan tidak mampu lagi digunakan secara praktis. Pemimpin perusahaan harus selalu merawat budaya agar tidak terputus dari jiwa karyawan. Budaya pemenang ada di dalam jiwa yang penuh gairah, semangat, optimis, percaya diri, yakin, merasa beruntung, dan tidak pernah menyerah untuk mendapatkan yang terbaik di semua bidang kehidupan kerja.

Budaya kuat adalah budaya pemenang. Di dalam budaya kuat, setiap orang saling memperkuat di dalam soliditas dan kolaborasi kerja. Mereka menyatu dan mencair untuk dapat menerobos semua tantangan dan merubahnya menjadi peluang. Mereka menciptakan identitas unik yang kuat, sehingga kecerdasan yang mereka miliki semakin mampu memperkuat identitas korporasi. Hal ini membedakan perusahaan mereka dengan perusahaan yang lain. Di samping itu, identitas unik ini memberikan karyawan rasa bangga dan makna suci untuk melayani perusahaan dengan sepenuh hati. Mereka selalu penuh semangat untuk menjadi bagian yang membuat perusahaan selalu bergairah di setiap situasi dan keadaan yang berbeda.

Secara umum, budaya yang kuat memiliki nilai-nilai dasar yang membangkitkan sisi produktif individu. Nilai-nilai seperti: jujur, integritas, akuntabilitas, cinta, melayani, fokus, kerja sama, kolaborasi, inovasi, adaptasi, transformasi, orientasi, unggul, andal, dan nilai-nilai lain yang berorientasi menuju kemenangan adalah fondasi bagi pengembangan budaya kuat.

Program Internalisasi Budaya Perusahaan ini meningkatkan tanggung jawab dan kesadaran karyawan untuk membangun budaya kuat dan tangguh. Memiliki akuntabilitas dan kemampuan mental positif terhadap nilai-nilai perusahaan. Sikap mental yang bertanggung jawab pada kata-kata dan janji yang diucapkan perusahaan kepada nasabah. Menjadi pribadi yang bekerja dengan etos dan sikap-sikap profesional sesuai budaya perusahaan yang kuat.

Pelatihan ini mampu menjadikan peserta lebih akuntable, disiplin diri yang tinggi, berpikir positif, berkemauan kuat untuk sukses, berkepribadian yang kuat dan unggul, mampu mengatasi dan menemukan solusi dalam realitas kehidupan yang rumit, berani dan tidak gentar oleh rintangan apapun, kreatif dan memiliki banyak strategi untuk mewujudkan budaya perusahaan yang kuat.

TUJUAN PELATIHAN

  1. Membekali karyawan dengan soft skills dan hard skills dalam membangun budaya perusahaan yang kuat dan tangguh.
  2. Memberikan kesadaran tentang belenggu yang menghalangi karyawan untuk menjalankan budaya perusahaan, serta kesadaran bahwa values perusahaan bersifat universal yang dapat diterapkan di semua bidang kehidupan.
  3. Membekali karyawan tentang cara memiliki integritas, akuntabilitas, loyalitas, komitmen, dan keikhlasan untuk menjalankan budaya perusahaan dengan sepenuh hati.
  4. Memberikan kesadaran bahwa setiap orang memiliki peranan penting dalam mensukseskan internalisasi budaya perusahaan.                
  5. Membekali karyawan tentang cara membangun sikap, perilaku, kebiasaan, etos, karakter, dan kepribadian positif untuk mewujudkan budaya yang kuat.

MANFAAT PELATIHAN

  1. Mampu menyatukan dan menselaraskan gaya kerjanya dengan nilai-nilai budaya perusahaan.
  2. Mampu memfokuskan perhatian pada pekerjaan dan bertanggung jawab penuh dalam mewujudkan budaya kuat.
  3. Mampu bertransformasi untuk mewujudkan budaya perusahaan yang kuat.
  4. Mampu mengelola ego, jiwa, pikiran, emosi, tubuh dan energi dirinya untuk disatukan dalam budaya perusahaan.
  5. Menunjukkan minat, energi, dan antusiasme yang tinggi terhadap proses penguatan budaya perusahaan.
  6. Mampu memiliki etos kerja yang memperkuat budaya kerja perusahaan.
  7. Kesadaran untuk mengutamakan budaya perusahaan dibanding sub budaya lainnya.

METODOLOGI PELATIHAN

Fokus pada pelatihan aktif, presentasi, interaktif, diskusi kelompok, brainstorming, bermain peran, berpikir kreatif, simulasi, belajar dalam kompetisi permainan, studi kasus, latihan, bimbingan(coaching),counseling, diskusi, perenungan, experiential learning, icebreaker.

GARIS BESAR MATERI INTERNALISASI BUDAYA PERUSAHAAN PROGRAM 2 HARI

Hari Pertama

SESI 1: PENGENALAN BUDAYA PERUSAHAAN

Sub Bahasan

  1. Apakah budaya organisasi/perusahaan?
  2. Lima langkah untuk membangun budaya organisasi
  3. Tujuan budaya perusahaan
  4. Pengaruh budaya perusahaan
  5. Tingkatan dari budaya perusahaan
  6. Pengertian ritus dan upacara dalam budaya perusahaan
  7. Pengertian cerita, simbol, bahasa  dalam budaya perusahaan
  8. Penentu budaya perusahaan
  9. Sub budaya di dalam budaya perusahaan

SESI 2: KOMPONEN – KOMPONEN PENTING UNTUK MEMBANGUN FONDASI BUDAYA PERUSAHAAN YANG KUAT

Sub Bahasan

  1. Pernyataan visi sebagai dasar budaya
  2. Nilai-nilai yang diartikulasikan dengan jelas dan sederhana
  3. Praktik dan prinsip-prinsip kehidupan sehari-hari di dalam operasional perusahaan
  4. Orang-orang  yang memperkuat budaya organisasi dan memilikinya
  5. Unsur-unsur naratif/penjelasan yang bersifat formal
  6. Ruang kerja, geografi, arsitektur, desain atau estetika yang berdampak terhadap nilai-nilai dan perilaku orang-orang di tempat kerja
  7. Membangun pemahaman bersama tentang budaya perusahaan
  8. Fokus pada beberapa perubahan yang paling penting
  9. Mengintegrasikan upaya perubahan budaya dengan inisiatif perbaikan bisnis
  10. Persahabatan dan budaya merayakan keberhasilan
  11. Budaya kerja di dalam komunitas, komunikasi, kepedulian, konsistensi, komitmen untuk belajar, saling menghubungkan, dan memiliki catatan atas rentetan kejadian

SESI 3: FAKTOR MANUSIA PEMBAWA  RISIKO KE DALAM BUDAYA ORGANISASI 

Sub Bahasan

  1. Pentingnya budaya
  2. Dua aspek penting dari budaya
  3. Budaya strata
  4. Beberapa hambatan untuk perkembangan budaya
  5. Membandingkan perspektif tentang faktor manusia
  6. Mendapatkan keseimbangan yang tepat antara sistem dan pribadi
  7. Model untuk menilai situasi berisiko
  8. Kesadaran risiko dan sistem pengawasannya
  9. Ketahanan organisasi dari risiko faktor manusia
  10. Kesalahan manusia sebagai bahaya & pelanggaran
  11. Manusia sebagai pahlawan penyesuaian, kompensasi & improvisasi

SESI 4: BUDAYA PERUSAHAAN KUAT DENGAN LINGKUNGAN KERJA YANG UNGGUL

Sub Bahasan

  1. Kepribadian dan pertumbuhan profesional
  2. Keadilan
  3. Komunikasi yang terbuka
  4. Nilai-nilai bersama
  5. Kerangka strategis yang memasukkan nilai-nilai inti dalam misi, visi, dan tujuan strategis
  6. Manfaat dari Moral karyawan
  7. Manfaat dari kesehatan karyawan
  8. Menilai budaya organisasi
  9. Kepuasan kerja
  10. Efek merugikan dari kelelahan fisik, mental, dan emosional karyawan
  11. Dampak dari perilaku Workaholism/ kerja berlebihan
  12. Personal Wellness
  13. Individual/ Nilai organisasi

Hari Kedua

SESI 5: KOMPETENSI BUDAYA UNTUK PENGUATAN PERILAKU KERJA

Sub Bahasan

  1. Pengertian kompetensi budaya
  2. Membangun kompetensi budaya
  3. Tiga bidang keahlian yang diperlukan untuk kompetensi budaya
  4. Bidang kompetensi multikultural
  5. Berbagai aspek kompetensi multikultural
  6. Egosentris, etnosentris, worldcentric
  7. Kompleksitas kompetensi budaya
  8. Globalisasi dan multikultural

SESI 6: BEKERJA DAN HIDUP SEJUJURNYA DALAM SATU BUDAYA YANG KUAT

  1. Merasa nyaman dengan budaya dan visi perusahaan
  2. Menjadi lebih proaktif untuk melayani visi dan budaya perusahaan
  3. Merasa nyaman dengan gaya kepemimpinan perusahaan
  4. Menyesuaikan pola pikir, emosi, gerak fisik sesuai budaya perusahaan
  5. Merasa terhubung dalam kolaborasi, komunikasi, dan koordinasi kerja
  6. Menyatu dalam tim kerja dan bekerja di dalam strategi perusahaan
  7. Mampu melihat wujud atau hasil akhir kerja sebelum pekerjaan dimulai
  8. Menjadikan manajemen sebagai mentor
  9. Mampu mengenali perubahan dan selalu siap untuk berubah

SESI 7: PENYATUAN BUDAYA PERUSAHAAN DENGAN JIWA DAN EGO KARYAWAN

Sub Bahasan

  1. Kesadaran, intelek, identitas, memori, dan pure intelligence dalam internalisasi budaya perusahaan
  2. Etos kerja yang berorientasi dan terorganisir
  3. Budaya merefleksikan perjalanan perusahaan
  4. Memahami kebiasaan & rutinitas
  5. Integrasi dalam ruang kerja
  6. Kesiapan mental dan fisik untuk bertransformasi dalam budaya

Untuk Pelatihan Hubungi

PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL
Kantor: Jl.Danau Toba No.104, Jakarta Pusat, 10210
Telepon: (021) 5701505
Hp: 0812 131 888 99 
Fax: (021) 5738105

WORKSHOP PENCAPAIAN TARGET MANAJEMEN AKHIR TAHUN PROGRAM 1 HARI 8 JAM

WORKSHOP PENCAPAIAN TARGET MANAJEMEN AKHIR TAHUN PROGRAM 1 HARI 8 JAM

DESKRIPSI

Titik awal untuk pencapaian target adalah disiplin dan keinginan untuk mewujudkan target yang direncanakan. Tidak ada yang tidak mungkin dalam pencapaian target. Apapun situasi dan realitasnya haruslah tetap fokus dan tidak menyerah untuk mencapai target, serta selalu fleksible tentang cara dan strategi yang digunakan dalam pencapaian target tersebut.

Rahasia sukses dalam pencapaian target adalah semua orang bekerja sama dan saling membantu. Mampu memunculkan motivasi diri yang tinggi dengan perilaku kerja yang terarah dan terfokus pada pencapaian target. Jadi, setiap orang harus berorientasi untuk mencapai target dengan menjadi lebih optimis, perhatian penuh pada pencapaian, produktif dan berkinerja tinggi.

Pencapaian target ditentukan oleh kekuatan eksekusi untuk meningkatkan kinerja. Kekuatan eksekusi ada pada perilaku dan sikap yang mudah beradaptasi dengan realitas. Dalam proses pencapaian target, dunia ilusi(strategi/rencana)akan bertemu dengan dunia realitas ( eksekusi). Begitu terjun ke dalam wilayah eksekusi – Pikiran akan diisi oleh data, fakta, dan informasi dari dunia realitas. Bagi Anda yang senang tantangan akan menikmati semua rintangan dan kesulitan, sedangkan bagi Anda yang tidak suka tantangan akan menghadapi stres dan rasa tak mampu.

Program Workshop Pencapaian Target Manajemen Akhir Tahun ini akan membangun keyakinan dan kepercayaan diri peserta untuk selalu optimis dan bergerak menuju pencapaian terbaik. Eksekusi bisnis yang hebat membutuhkan cara-cara luar biasa dari orang-orang biasa. Melalui workshop ini, peserta akan meningkatkan kesadaran untuk menguatkan kompetensi, etos kerja, kepribadian, dan profesionalisme agar dapat melakukan eksekusi terbaik untuk pencapaian target terbaik. Peserta akan memahami bahwa pencapaian target membutuhkan fokus yang tinggi, perhatian penuh, keterlibatan secara profesional, kolaborasi, komunikasi, akuntabilitas, integritas, energi besar, berbagi informasi dan pengetahuan dalam percepatan eksekusi agar dapat mencapai target sesuai rencana.

KONSEP DASAR

Program workshop ini dirancang untuk membantu karyawan menjadi lebih bersemangat dan termotivasi, untuk mengeksekusi rencana pencapaian target dengan cara-cara profesional. Program ini juga membangun kepribadian dan karakter karyawan yang tangguh, ulet, disiplin, fokus, penuh perhatian, bertanggung jawab, tidak pernah berhenti berupaya, tidak pernah menyerah, dan selalu menjadi energi positif dalam memperkuat misi dan tujuan perusahaan.

TUJUAN PELATIHAN

  1. Terbentuknya profesionalisme, karakter, kompetensi, kepribadian dan etos kerja pribadi yang andal dalam proses pencapaian target.
  2. Memahami target yang harus dicapai, menguasai rute perjalanan pencapaian target tersebut, dan mampu mengatasi rasa takut dari wilayah eksekusi yang tidak dipahami.
  3. Meningkatkan keyakinan, kepercayaan diri dan sikap optimis; serta menyelaraskan pola kerja untuk pencapaian target sesuai rencana.
  4. Mudah bertransformasi dan beradaptasi dengan tantangan dan kedinamisan yang ada, serta mampu mengalokasikan beban kerja sehingga target dapat diselesaikan tepat waktu.
  5. Terwujudnya hubungan kerja yang produktif dengan pemangku kepentingan dan mitra kerja.

MANFAAT PELATIHAN

  1. Peserta mampu membangun kekuatan pencapaian target melalui fokus, perhatian penuh, keterlibatan, motivasi, kolaborasi, komunikasi, akuntabilitas, energi besar, berbagi informasi dan pengetahuan dalam percepatan pencapaian target.
  2. Terciptanya etos kerja untuk melaksanakan pencapaian target dengan disiplin, tekun, jujur, bertanggung jawab, ikhlas, tulus, melayani, tepat waktu, cepat, termotivasi, dan memaksimalkan kinerja dengan semangat tinggi.
  3. Peserta mampu menata dirinya dan memenuhi semua kebutuhan pribadinya agar kuat dan andal saat menghadapi berbagai tantangan dan situasi dalam pencapaian target.
  4. Peserta mampu tumbuh dan berkembang bersama semangat kerja dalam mewujudkan target dengan kinerja terbaik.

METODOLOGI PELATIHAN

Fokus pada pelatihan aktif, presentasi, interaktif, diskusi kelompok, brainstorming, bermain peran, berpikir kreatif, simulasi, belajar dalam kompetisi permainan, studi kasus, latihan, bimbingan(coaching),counseling, diskusi, perenungan, experiential learning, icebreaker.

GARIS BESAR MATERI WORKSHOP PENCAPAIAN TARGET MANAJEMEN AKHIR TAHUN PROGRAM 1 HARI 8 JAM

PK.08.00 – PK 09.30 WIB. SESI 1: KEBERSAMAAN DALAM ETOS KERJA DAN MOTIVASI UNTUK PENCAPAIAN TARGET

Sub Bahasan

  1. Optimis dan berorientasi ke masa depan
  2. Percaya diri, yakin, dan tidak pernah menyerah
  3. Kerja keras, disiplin, ulet, tekun, tepat waktu
  4. Bertanggung jawab, ikhlas, melayani, rendah hati, jujur, hemat
  5. Kreatif dan menjadi diri sendiri yang asli dan unik
  6. Bekerja adalah panggilan Tuhan dan termotivasi untuk berkinerja tinggi
  7. Bekerja dengan cara-cara profesional dan bertindak penuh semangat

PK.09.30 – PK 09.45 WIB ISTIRAHAT/COFFEE BREAK (15 MENIT)

PK.09.45 – PK 12.00 WIB. SESI 2: PERCEPATAN EKSEKUSI UNTUK MENINGKATKAN PENCAPAIAN TARGET

Sub Bahasan

  1. Meningkatkan posisi terdepan di setiap pasar 
  2. Karakter insani yang tidak kesulitan untuk mengubah arah dan menerapkan strategi baru
  3. Bergerak lebih cepat dan bersahabat dengan Realitas ekonomi
  4. Tidak boleh ada kesenjangan antara strategi dan eksekusi
  5. Individu saling membantu untuk kemenangan yang lainnya
  6. Pikiran,perasaan, tindakan untuk produktif dan kinerja
  7. Menguatkan budaya eksekusi
  8. Menjadikan diri Anda sebagai aset dalam pencapaian target

PK.12.00 – PK 13.00 WIB. ISHOMA (ISTIRAHAT, SHOLAT, DAN MAKAN)

PK.13.00 – PK 14.30 WIB. SESI 3: KESADARAN UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN PRIBADI DALAM PENCAPAIAN TARGET

Sub Bahasan

  1. Kebutuhan pribadi untuk dapat melakukan pencapaian target
  2. Kecerdasan dibatasi oleh identitas diri
  3. Cara membangun orientasi pribadi untuk mencapai target
  4. Motivasi dan faktor pendukung pencapaian target
  5. Kesiapan perilaku untuk bertindak dan mencapai target
  6. Motivasi untuk pencapaian target
  7. Motivasi dan sikap
  8. Motivasi dan kepribadian

PK.14.30 – PK 14.45 WIB ISTIRAHAT/COFFEE BREAK (15 MENIT)

PK.14.45 – PK 16.30 WIB. SESI 4: MENCAPAI TARGET DAN MEWUJUDKAN KINERJA

Sub Bahasan

  1. Satu persepsi dan satu keyakinan untuk mewujudkan kinerja
  2. Visualisasi pencapaian target dirasakan secara pribadi dan kelompok, diprioritaskan, dan diyakini bisa
  3. Optimis, mengingat momen puncak, meningkatkan motivasi, melacak kemajuan
  4. Berani menerima kesalahan, beradaptasi dan belajar dari kesalahan
  5. Mengelola harapan dalam ukuran waktu, sumber daya, biaya
  6. Mampu membedakan stres dan eustress
  7. Selalu bangkit kembali dan tidak merasa gagal
  8. Soliditas, kolaborasi, dan jiwa kebersamaan

Untuk training hubungi

PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL
Kantor: Jl.Danau Toba No.104, Jakarta Pusat, 10210
Telepon: (021) 5701505
Hp: 0812 131 888 99  
Fax: (021) 5738105

PELATIHAN ETOS KERJA DAN PROFESIONALISME PROGRAM 1 HARI 8 JAM

PELATIHAN ETOS KERJA DAN PROFESIONALISME PROGRAM 1 HARI 8 JAM

DESKRIPSI

Profesionalisme berarti pribadi yang menjalankan profesinya dengan keahlian, kompetensi, kualitas, etika, etiket dan menjadikan pekerjaan sebagai panggilan tanggung jawab. Seorang profesional selalu taat aturan, taat budaya kerja, serta memiliki etos kerja di dalam kesadaran tanggung jawab dan integritas.

Profesionalisme dibutuhkan untuk memperkuat budaya kerja. Budaya kerja itu sendiri adalah sifat, kebiasaan, perilaku, dan karakter kerja yang dengan sengaja dibudayakan oleh perusahaan melalui nilai-nilai, sistem, etiket, etika, aturan agar terbentuk sebuah pola kerja untuk dijalankan oleh para profesionalnya. Budaya kerja akan terlihat dari kemampuan karyawan untuk menjalankan nilai-nilai organisasi, visi, misi, sistem, standar, dan proses kerja sesuai budaya organisasi. Budaya kerja adalah implementasi budaya organisasi dalam bahasa tindakan, seperti: kebiasaan kerja yang menguatkan budaya organisasi, sifat dan perilaku kerja yang taat budaya organisasi, dan kehidupan kerja sehari-hari yang secara otomatis menjalankan budaya organisasi.  

Etos berasal dari bahasa Yunani (ethos) yang berarti sikap, kepribadian, watak, karakter, serta keyakinan atas sesuatu yang ingin dicapai. Dalam dunia kerja etos berarti semangat kerja yang bersumber dari dalam hati karyawan dan pimpinan untuk mencapai target, tujuan, cita-cita, dan rencana organisasi dengan sepenuh hati dan totalitas. Seseorang yang memiliki etos kerja selalu berperilaku kerja yang penuh semangat, totalitas, mendorong dirinya untuk bertindak dan meraih kinerja yang optimal, serta memiliki keyakinan yang kuat untuk melayani pekerjaannya dengan ikhlas dan tulus.

Pelatihan selama 1 hari 8 jam yang dilakukan secara indoor ini merupakan bagian dari program peningkatan kualitas kepribadian pegawai khususnya dibidang etos kerja dan profesionalisme. Program ini membentuk kualitas dan kepribadian karyawan yang selalu termotivasi untuk tampil profesional di tempat kerja, baik di internal kantor maupun saat berhubungan dengan klien.  Di samping itu, membentuk image profesionalisme kerja dengan fondasi etos kerja dan budaya kerja.

KONSEP DASAR

Program ini dirancang untuk membantu karyawan menjadi profesional yang unik dan asli dalam bekerja dengan budaya kerja perusahaan dan etos kerja yang profesional. Dan juga, membangun kepribadian dan karakter karyawan yang etis dan bertatakrama dalam memperkuat misi dan tujuan perusahaan.

TUJUAN PELATIHAN

  1. Terbentuknya profesionalisme kerja karyawan melalui karakter, kompetensi, kepribadian dan etos kerja pribadi yang andal.
  2. Tercapainya proses internalisasi nilai-nilai positif untuk memperkuat motivasi kerja dan kesadaran tentang hubungan yang tidak terpisahkan antara etos kerja, budaya kerja, budaya organisasi dan profesionalisme.
  3. Terwujudnya citra profesionalisme kerja karyawan melalui sikap dan perilaku kerja yang produktif, serta mudah beradaptasi terhadap tantangan dan kedinamisan yang ada.
  4. Terwujudnya hubungan kerja dari kesadaran dan ketulusan hati nurani.
  5. Terbentuknya profesionalisme kerja yang etis secara moral dan perilaku.

MANFAAT PELATIHAN

  1. Terbentuknya profesionalisme kerja karyawan yang andal dan unggul berbasis budaya organisasi dan etos kerja profesional.
  2. Terinternalisasinya nilai-nilai profesionalisme kerja untuk menguatkan citra, kepribadian, karakter, sikap, perilaku dan kebiasaan kerja yang profesional.
  3. Terciptanya etos kerja karyawan dari hati untuk melaksanakan pekerjaan dengan disiplin, tekun, jujur, bertanggung jawab, ikhlas, tulus, melayani, tepat waktu, cepat, termotivasi, dan memaksimalkan kinerja dengan semangat tinggi.
  4. Terciptanya budaya kerja yang efektif, produktif, berkolaborasi, berkomunikasi, berstandar tinggi, berkualitas, dan fokus untuk hasil terbaik.
  5. Tumbuh dan berkembangnya semangat kerja yang berfondasikan etika dan etiket secara konsisten.

METODOLOGI PELATIHAN

Fokus pada pelatihan aktif, presentasi, interaktif, diskusi kelompok, brainstorming, bermain peran, berpikir kreatif, simulasi, belajar dalam kompetisi permainan, studi kasus, latihan, bimbingan(coaching),counseling, diskusi, perenungan, experiential learning, icebreaker.

GARIS BESAR MATERI IN HOUSE TRAINING ETOS KERJA DAN PROFESIONALISME PROGRAM 1 HARI 8 JAM

PK. 08.00 – PK 09.30 WIB. SESI 1: PROFESIONALISME DAN KEPRIBADIAN POSITIF

Sub Bahasan

  1. Nilai-nilai kepribadian positif (kompetensi, karakter dan komitmen)
  2. Mengembangkan image profesional dari sisi mental dan fisik
  3. Citra profesional saat menghadapi klien, atasan, bawahan, dan rekan kerja
  4. Menampilkan kesan pertama yang profesional dan sikap positif
  5. Berkomunikasi secara verbal dan non verbal dengan bahasa tubuh yang profesional
  6. Sadar untuk mengembangkan gaya profesional diri yang unik dan asli
  7. Konsep diri yang terprogram untuk mengembangkan profesionalisme
  8. Manajemen diri, kesadaran diri dan pemahaman terhadap diri sendiri

PK.09.30 – PK 09.45 WIB ISTIRAHAT/COFFEE BREAK (15 MENIT)

PK.09.45 – PK 12.00 WIB. SESI 2: BUDAYA KERJA UNTUK MEMBENTUK PROFESIONALISME

Sub Bahasan

  1. Produktif, efektif, efisien, dan berkinerja tinggi
  2. Kolaborasi, kerja sama, sinergi, berkomunikasi
  3. Taat dan patuh pada nilai-nilai perusahaan, sistem, proses kerja, dan kepemimpinan
  4. Suasana kerja yang nyaman, rasa kekeluargaan, jiwa kebersamaan, kekompakkan dalam bekerja, meningkatkan kualitas hubungan positif di tempat kerja

PK.12.00 – PK 13.00 WIB. ISHOMA (ISTIRAHAT, SHOLAT, DAN MAKAN)

PK.13.00 – PK 14.30 WIB. SESI 3: KEBERSAMAAN DALAM ETOS KERJA

  1. Optimis dan berorientasi ke masa depan
  2. Kerja keras, disiplin, ulet, tekun, tepat waktu
  3. Bertanggung jawab, ikhlas, melayani, rendah hati, jujur, hemat
  4. Kreatif dan menjadi diri sendiri yang asli dan unik
  5. Bekerja adalah panggilan Tuhan dan termotivasi untuk berkinerja tinggi

PK.14.30 – PK 14.45 WIB ISTIRAHAT/COFFEE BREAK (15 MENIT)

PK.14.45 – PK 16.30 WIB. SESI 4: PERAN ETIKA DAN ETIKET DALAM MENUMBUHKAN PROFESIONALISME DI TEMPAT KERJA

  1. Moral sebagai fondasi etika
  2. Model perilaku etis
  3. Cara mengekspresikan etika dalam hubungan sehari-hari
  4. Membedakan yang benar dan salah
  5. Kehalusan budi dan empati
  6. Cara berpakaian, Kontak mata, Memperkenalkan orang
  7. Percakapan, Tata krama, Cara menjamu tamu
  8. Cara makan, Peristiwa sosial, Etiket lokal dan internasional

Untuk Pelatihan Hubungi

PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL
Kantor: Jl.Danau Toba No.104, Jakarta Pusat, 10210
Telepon: (021) 5701505
Hp: 0812 131 888 99  
Fax: (021) 5738105

Pelatihan The Excellent and The Effective Manager Program 2 Hari

KODE ETIKPelatihan The Excellent and The Effective Manager Program 2 Hari

THE EXCELLENT AND THE EFFECTIVE MANAGER

DESKRIPSI

Seorang manajer merupakan kekuatan manajemen dalam mengelola bisnis dan perusahaan secara profesional. Manajer yang andal dan unggul tercipta dari kemampuannya untuk fokus pada kinerja dan proses. Manajer yang andal tercipta dari karakter, perilaku, dan etos yang kompeten di semua bagian dari tugas dan tanggung jawab.

Program pelatihan ini membangkitkan potensi luar biasa dari seorang manajer. Semua materi dirancang agar dapat menyentuh bakat dan sumber daya dari dalam diri manajer dalam rangka membawa keluar yang terbaik dari dalam diri manajer. Setelah mengikuti pelatihan ini manajer akan menjadi lebih kreatif dan efektif, lebih cerdas bekerja di dalam struktur organisasi, lebih solid di dalam tim, lebih mampu menggunakan intuisi dan akal sehat, selalu bekerja dengan pengetahuan yang tepat, komitmen dan motivasi yang luar biasa untuk mencapai kinerja terbaik, bekerja dan melayani orang lain dengan hati, bekerja dengan visi dan gambaran besar perusahaan, disiplin dan fokus, memperhatikan semua hal-hal kecil, mampu menjadi pemimpin dan pemberi arah pada staf/bawahan, mampu menjalankan peran multifungsi, mampu menjadi manajer yang dihormati dan dipatuhi oleh semua kepentingan.

Fokus pelatihan pada pengembangan keterampilan hard skills dan soft skills. Para manajer dilatih untuk meningkatkan kemampuan manajerial organisasi dan diri sendiri. Peserta akan belajar cara memberdayakan diri sendiri sehingga mampu berpikir, berperilaku, bertindak, bekerja, mengkontrol, serta pengambilan keputusan dalam cara yang otonom dan penuh percaya diri.

METODOLOGI PELATIHAN

Fokus pada pelatihan aktif, presentasi, interaktif, diskusi kelompok, brainstorming, bermain peran, berpikir kreatif, simulasi, belajar dalam kompetisi permainan, studi kasus, latihan, bimbingan, diskusi, perenungan, experiential learning, icebreaker.

TUJUAN PELATIHAN 

  1. Membentuk manajer berkinerja tinggi, penting dan sangat dihormati.
  2. Membentuk manajer yang mudah beradaptasi dengan semua situasi dan kondisi bisnis.
  3. Membentuk manajer yang kreatif, inovatif dan mudah beradaptasi dengan perubahan.
  4. Membentuk manajer yang cerdas mengelola bisnis, orang, situasi, rencana, target, dan pencapaian kinerja.
  5. Membentuk manajer yang mampu mengambil keputusan dengan informasi yang benar.
  6. Membentuk manajer yang andal, efektif, dan bermental pemenang.

MANFAAT PELATIHAN

  1. Peserta mampu menjadi manajer yang kreatif, inovatif, dan bekerja di dalam struktur secara efektif.
  2. Peserta mampu mempertajam intuisi dan berpengetahuan yang tepat saat mengambil keputusan penting.
  3. Peserta mampu menjadi manajer yang berkomitmen tinggi di dalam pencapaian target dan kinerja.
  4. Peserta mampu berkomunikasi secara profesional dan tepat, serta menghormati hubungan dengan orang lain.
  5. Peserta mampu bekerja dengan multifungsi, membantu staf untuk pencapaian, disiplin, bertindak dengan etis dan profesional.
  6. Peserta bekerja dengan gambaran besar dari visi dan bertindak dengan memperhatikan hal-hal terkecil.
  7. Peserta mampu menjadi andal di dalam perencanaan, pengorganisasian, pendelegasian, pengawasan, pengukuran kinerja, pelaporan, inovasi, produktivitas, profitabilitas, dan proses kerja.

MATERI PELATIHAN THE EXCELLENT AND THE EFFECTIVE MANAGER 2 HARI 16 JAM

DAY1/HARI PERTAMA

Pk. 08.00 – 08.30 WIB. SESI ENERGIZER

Aktivitas

  1. Ice Breaking + Motivation
  2. Gambaran besar pelatihan the excellent and the effective manager

Pk. 08.30 – 10.00 WIB. SESI 1: MENCIPTAKAN MANAJER BERKUALITAS EXCELLENT DAN EFEKTIF

Sub Bahasan

  1. Manajer harus dikembangkan setiap hari
  2. Keterampilan manajemen dan soft skills yang harus dikuasai manajer
  3. Manajer tumbuh dan berkembang dari seni mengelola pekerjaan dan orang
  4. Peran dan fungsi manajer di jalur manajemen
  5. Mendefinisikan dan membangun kompetensi manajer
  6. Alat dan perlengkapan pendukung manajer

Pk. 10.00 – 10.15 WIB. ISTIRAHAT/COFFEE BREAK

Pk. 10.15 –12.00 WIB. SESI 2: KUALITAS DASAR YANG HARUS DIMILIKI MANAJER

Sub Bahasan

  1. Percaya diri dalam mengekspresikan keyakinan dan kemampuan
  2. Integritas dan akuntabilitas: apa yang dikatakan dapat dibuktikan
  3. Terbuka dan melayani dengan hati
  4. Berbagi sukses dan menghargai prestasi orang lain
  5. Berwawasan luas dan tidak terjebak dalam micromanage
  6. Mempromosikan perilaku dan karakter yang etis dan Jujur
  7. Berinisiatif memberikan penghargaan kepada orang lain
  8. Mempercayai dan mengendalikan

Pk. 12.00 – 13.00 WIB. ISTIRAHAT/MAKAN SIANG

Pk. 13.00 –14.30 WIB. SESI 3: BERTANGGUNG JAWAB PADA TARGET DAN MENCAPAI KINERJA TERBAIK

Sub Bahasan

  1. Antusias dan penuh semangat dalam menjalankan tujuan dan target yang ditetapkan
  2. Mematuhi batas authority (apa yang bisa dan tidak bisa lakukan)
  3. Bersikap dan bertindak di dalam visi bersama
  4. Bertanggung jawab penuh atas semua tindakan manajerial dan kepemimpinan
  5. Mengukur kinerja dengan jujur dan penuh tanggung jawab
  6. Mengelola anggaran dengan jujur, efektif dan efisien
  7. Menetapkan target dan tujuan yang terukur, dan dapat dicapai
  8. Feedback, kolaborasi dan evaluasi

Pk. 14.30 – 14.45 WIB. ISTIRAHAT/COFFEE BREAK

Pk. 14.45 –16.30 WIB. SESI 4: KREATIF, INOVATIF DAN MUDAH BERADAPTASI DENGAN PERUBAHAN

Sub Bahasan

  1. Terlatih dan terbiasa bekerja di luar zona nyaman
  2. Kreatif dan mudah menemukan solusi
  3. Mengelola inovasi dan terbiasa di dalam inovasi
  4. Mudah beradaptasi dengan perubahan organisasi
  5. Kreatif dalam menghadapi tantangan dan situasi yang berbeda
  6. Optimis di dalam perubahan
  7. Mampu menyiapkan mental, karakter, kepribadian, dan daya tahan dalam menghadapi ketidakpastian

DAY2 / HARI KEDUA

Pk. 08.00 – 10.00 WIB. SESI 5: MENGELOLA TIM DAN MANAJEMEN ORANG LAIN

Sub Bahasan

  1. Memahami baik dan buruk dari sebuah tim
  2. Mampu memimpin dan mengelola tim
  3. Mampu mengelola orang lain secara profesional
  4. Mengontrol proses kerja tim dan mengarahkannya menjadi efektif
  5. Hal-hal apa saja yang perlu dikontrol dan apa yang tidak perluDiperlukan atau mungkin?
  6. Sikap dan perilaku staf/bawahan yang harus dikontrol

Pk.10.00 – 10.15 WIB. ISTIRAHAT/COFFEE BREAK

Pk. 10.15 –12.00 WIB. SESI 6: MENGUMPULKAN DAN MENGELOLA INFORMASI YANG BENAR UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN YANG TEPAT

Sub Bahasan

  1. Informasi yang benar mengurangi risiko
  2. Strategi manajer dalam mengelola informasi penting
  3. Mendapatkan dan berbagi informasi
  4. Pengambilan keputusan dengan informasi yang benar
  5. Memisahkan hal-hal rasional dan non rasional dalam pengambilan keputusan
  6. Langkah-langkah rasional untuk pengambilan keputusan
  7. Kekuatan intuisi dan batas aman untuk pengambilan keputusan rasional

Pk. 12.00 – 13.00 WIB. ISTIRAHAT/MAKAN SIANG

Pk. 13.00 –14.30 WIB. SESI 7: POLA KOMUNIKASI MANAJER DI INTERNAL DAN EKSTERNAL PERUSAHAAN

Sub Bahasan

  1. Pola komunikasi membangun jembatan, bukan membangun tembok atau membakar jembatan
  2. Mengambil jalur komunikasi dengan tingkat kepercayaan yang tinggi
  3. Percakapan yang optimis dan jujur
  4. Membuka diri saat bertemu dengan orang-orang baru
  5. Menghormati aturan dan tata krama ketika menghadiri tempat orang lain
  6. Menjadi pribadi yang menyenangkan
  7. Berinteraksi dan mempengaruhi
  8. Cerdas berurusan dengan kepribadian berbeda
  9. Menguatkan karakter dan kepribadian yang sopan-santun

Pk. 14.30 – 14.45 WIB. ISTIRAHAT/COFFEE BREAK

Pk. 14.45 –16.30 WIB. SESI 8: KEKUATAN ETIKA DALAM RESOLUSI KONFLIK

Sub Bahasan

  1. Manajer wajib membangun lingkungan kerja yang etis dan berbudaya optimis
  2. Memastikan perilaku etis dan mengatasi perilaku tidak etis
  3. Lingkungan kerja etis dapat mengurangi konflik
  4. Menetralisir energi negatif di lingkungan kerja
  5. Resolusi konflik melalui sikap dan perilaku kerja yang etis
  6. Untuk Pelatihan Hubungi:

PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL

Kantor: Jl.Danau Toba No.104, Jakarta Pusat, 10210

Telepon: (021) 5701505

Hp: 0812 8777 083

Fax: (021) 5738105

Website:http://djajendra-motivator.com

E-mail:training@djajendra-motivator.com

PELATIHAN PROSES INTERNALISASI BUDAYA BARU PERUSAHAAN 2015

TIDUR & MAKANPELATIHAN PROSES INTERNALISASI BUDAYA BARU PERUSAHAAN 2015

DESKRIPSI

Budaya perusahaan yang kuat membuat karyawan bangga untuk mewakili perusahaan, dan bahagia menjadi bagian dari budaya tersebut. Menciptakan budaya perusahaan yang otentik dengan jiwa dan pikiran karyawan, akan bekerja untuk pencapaian kinerja terbaik mereka. Budaya perusahaan yang kuat mampu menginternalisasikan nilai-nilainya(values)menjadi sebuah keyakinan dan ketaatan padanya. Nilai-nilai budaya akan menjadi inti atau energi dari semua komunikasi, proses, etos, perilaku, kebiasaan, pelayanan, termasuk penciptaan jasa dan produk perusahaan yang lebih inovatif. Nilai-nilai budaya yang baik menghasilkan perilaku produktif dan positif, meningkatkan reputasi kerja, meningkatkan harga diri, meningkatkan rasa cinta kepada perusahaan, meningkatkan rasa bahagia di setiap proses kerja, dan meningkatkan kepedulian untuk melayani bisnis dengan sepenuh hati. Di samping itu, memperlakukan karyawannya dengan baik, serta menciptakan lingkungan kerja yang damai dan produktif.

Program pelatihan ini bertujuan sebagai proses menginternalisasi budaya baru dari perusahaan Anda. Budaya baru ini merupakan hasil keinginan dan kebutuhan internal perusahaan Anda setelah mengamati serangkaian masalah yang ada. Konsep dari budaya baru ini sudah Anda pastikan, sangat relevan dengan kondisi yang dibutuhkan untuk sekarang dan masa yang akan datang.

Proses internalisasi budaya baru membutuhkan informasi yang jelas dan sederhana; perilaku karyawan yang antusias dengan budaya baru tersebut; hierarki organisasi yang mendukung dengan sepenuh hati; kepemimpinan yang berdiri paling depan untuk menerapkan budaya baru; serta tim atau kelompok yang setiap hari mempengaruhi anggotanya dengan motivasi dan bimbingan, untuk bekerja sesuai budaya baru.

Setiap orang penting atau pimpinan dengan pengaruh tinggi di dalam organisasi, yang selalu diikuti atau didengar oleh  karyawan, harus terlibat sepenuh hati dalam proses internalisasi budaya baru. Hal ini berlaku untuk siapapun, baik itu pimpinan formal ataupun informal yang berada di semua level organisasi. Mereka harus menjadi kekuatan yang secara proaktif mempengaruhi, memotivasi, mendorong, dan menguatkan sistem agar budaya baru tersebut tumbuh dan menjadi bagian dari etos kerja. Proses penginternalisasian budaya bersifat berkelanjutan dan kemandirian. Untuk itu, ditahap awal, diperlukan sebuah reformasi budaya yang sifatnya serius dan terfokus. Selanjutnya, dari berbagai proses pembelajaran organisasi dapat dilakukan koreksi, penyesuaian, peningkatan, dan pemantapan.

Program proses internalisasi budaya baru ini disampaikan oleh Motivator Djajendra dari PT Djajendra Motivasi Unggul. Dalam pelatihan ini, peserta diarahkan untuk siap dengan perubahan-perubahan terhadap sikap dan perilaku. Peserta dimampukan untuk melakukan transformasi konsep budaya baru tersebut menjadi energi operasional yang teraplikasi atau terimplementasi di dalam sikap, perilaku, karakter, dan etos kerja. Kami menyarankan program proses internalisasi budaya baru ini dilakukan selama  1 hari 8 jam untuk per satu batch. Jumlah ideal per batch antara 25 s.d. 35 peserta.

METODOLOGI PELATIHAN

Fokus pada pelatihan aktif, presentasi, interaktif, diskusi kelompok, brainstorming, bermain peran, berpikir kreatif, simulasi, belajar dalam kompetisi permainan, studi kasus, latihan, bimbingan, diskusi, perenungan, experiential learning, icebreaker, sharing experience, group sharing.

TUJUAN

  1. Peserta dimampukan untuk mentransformasi values budaya baru menjadi energi yang terinternalisasi dalam kegiatan sehari-hari, sehingga values atau nilai-nilai budaya baru tidak terhenti sebatas kata atau konsep, tetapi mampu menjadi perilaku dan sikap di tempat kerja.
  2. Peserta dimampukan untuk menjadikan budaya baru sebagai sesuatu yang penting dan relevan bagi kebaikan lingkungan kerja.
  3. Peserta disadarkan untuk setiap hari mensosialisasikan dan menginternalisasikan nilai-nilai (values) budaya baru di unit kerjanya masing-masing.
  4. Peserta disadarkan untuk tidak memiliki sikap defensive terhadap perubahan, tetapi selalu proaktif dan senang hati dalam internalisasi budaya baru.
  5. Peserta disadarkan untuk sepenuh hati dan totalitas dengan budaya baru. Sebab, penerapan budaya baru membutuhkan energi dan perhatian yang sangat besar.
  6. Peserta dimampukan untuk menguatkan komitmen dan mendukung suksesnya proses internalisasi.
  7. Peserta dimampukan untuk mengawasi diri sendiri dan unit kerjanya dalam memantapkan proses internalisasi budaya baru.
  8. Peserta dimampukan untuk melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap sikap, perilaku, etos, dan pola kerja agar sesuai dengan budaya baru.

MANFAAT

  1. Mendekatkan visi, misi, nilai-nilai perusahaan ke hati peserta.
  2. Peserta menjadikan dirinya sebagai energi yang mengembangkan dan menguatkan budaya baru.
  3. Kesadaran dan komitmen untuk terlibat dalam reformasi budaya baru, dan cepat memperbaiki atau menangani permasalahan yang timbul.
  4. Terinternalisasinya budaya baru dalam praktik kerja sehari-hari.
  5. Bekerja dengan sikap dan perilaku sesuai nilai-nilai budaya baru.
  6. Menggunakan budaya baru untuk meningkatkan nilai tambah perusahaan bagi stakeholder.
  7. Mengoptimalisasi kekuatan nilai-nilai perusahaan untuk mewujudkan budaya kerja yang kuat.
  8. Menjalankan roda organisasi dan bisnis perusahaan dengan kekuatan budaya baru.
  9. Menunjukkan minat, energi, dan antusiasme yang tinggi terhadap budaya baru perusahaan.
  10. Menetapkan standar perilaku, sikap, dan etos kerja sesuai budaya baru.
  11. Memiliki keinginan tampil sebagai yang terbaik bersama budaya baru perusahaan.

SASARAN

Seluruh Karyawan Dan Pimpinan: Staf, supervisor, manajer, pimpinan, dan tim Manajemen

MATERI PROSES INTERNALISASI BUDAYA BARU SELAMA 1 HARI 8 JAM

  1. Memahami visi, misi, nilai-nilai, dan diri sendiri sebagai fondasi budaya kuat.
  2. Menyiapkan mental, jiwa, pikiran, dan emosi yang siap menerima budaya baru.
  3. Siap dengan perubahan dan berani sukses di luar zona nyaman.
  4. Mengembangkan daya tahan diri dan mental hebat untuk menjalankan budaya baru.
  5. Menginternalisasikan visi, misi, dan nilai-nilai budaya baru.
  6. Menyiapkan kualitas dan kompetensi untuk melakukan reformasi budaya baru.
  7. Mengembangkan disiplin untuk tindakan yang berkelanjutan terhadap implementasi budaya baru.
  8. Menginternalisasikan budaya baru melalui simulasi dan aktivitas.
  9. Mentransformasikan nilai-nilai dari kata menjadi energi yang menguatkan budaya perusahaan.

Untuk Pelatihan Hubungi:

PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL

Kantor: Jl.Danau Toba No.104, Jakarta Pusat, 10210

Telepon: (021) 5701505

Hp: 0812 131 888 99

Fax: (021) 5738105

Website:http://djajendra-motivator.com

E-mail:training@djajendra-motivator.com