Pelatihan The Excellent and The Effective Manager Program 2 Hari

KODE ETIKPelatihan The Excellent and The Effective Manager Program 2 Hari

THE EXCELLENT AND THE EFFECTIVE MANAGER

DESKRIPSI

Seorang manajer merupakan kekuatan manajemen dalam mengelola bisnis dan perusahaan secara profesional. Manajer yang andal dan unggul tercipta dari kemampuannya untuk fokus pada kinerja dan proses. Manajer yang andal tercipta dari karakter, perilaku, dan etos yang kompeten di semua bagian dari tugas dan tanggung jawab.

Program pelatihan ini membangkitkan potensi luar biasa dari seorang manajer. Semua materi dirancang agar dapat menyentuh bakat dan sumber daya dari dalam diri manajer dalam rangka membawa keluar yang terbaik dari dalam diri manajer. Setelah mengikuti pelatihan ini manajer akan menjadi lebih kreatif dan efektif, lebih cerdas bekerja di dalam struktur organisasi, lebih solid di dalam tim, lebih mampu menggunakan intuisi dan akal sehat, selalu bekerja dengan pengetahuan yang tepat, komitmen dan motivasi yang luar biasa untuk mencapai kinerja terbaik, bekerja dan melayani orang lain dengan hati, bekerja dengan visi dan gambaran besar perusahaan, disiplin dan fokus, memperhatikan semua hal-hal kecil, mampu menjadi pemimpin dan pemberi arah pada staf/bawahan, mampu menjalankan peran multifungsi, mampu menjadi manajer yang dihormati dan dipatuhi oleh semua kepentingan.

Fokus pelatihan pada pengembangan keterampilan hard skills dan soft skills. Para manajer dilatih untuk meningkatkan kemampuan manajerial organisasi dan diri sendiri. Peserta akan belajar cara memberdayakan diri sendiri sehingga mampu berpikir, berperilaku, bertindak, bekerja, mengkontrol, serta pengambilan keputusan dalam cara yang otonom dan penuh percaya diri.

METODOLOGI PELATIHAN

Fokus pada pelatihan aktif, presentasi, interaktif, diskusi kelompok, brainstorming, bermain peran, berpikir kreatif, simulasi, belajar dalam kompetisi permainan, studi kasus, latihan, bimbingan, diskusi, perenungan, experiential learning, icebreaker.

TUJUAN PELATIHAN 

  1. Membentuk manajer berkinerja tinggi, penting dan sangat dihormati.
  2. Membentuk manajer yang mudah beradaptasi dengan semua situasi dan kondisi bisnis.
  3. Membentuk manajer yang kreatif, inovatif dan mudah beradaptasi dengan perubahan.
  4. Membentuk manajer yang cerdas mengelola bisnis, orang, situasi, rencana, target, dan pencapaian kinerja.
  5. Membentuk manajer yang mampu mengambil keputusan dengan informasi yang benar.
  6. Membentuk manajer yang andal, efektif, dan bermental pemenang.

MANFAAT PELATIHAN

  1. Peserta mampu menjadi manajer yang kreatif, inovatif, dan bekerja di dalam struktur secara efektif.
  2. Peserta mampu mempertajam intuisi dan berpengetahuan yang tepat saat mengambil keputusan penting.
  3. Peserta mampu menjadi manajer yang berkomitmen tinggi di dalam pencapaian target dan kinerja.
  4. Peserta mampu berkomunikasi secara profesional dan tepat, serta menghormati hubungan dengan orang lain.
  5. Peserta mampu bekerja dengan multifungsi, membantu staf untuk pencapaian, disiplin, bertindak dengan etis dan profesional.
  6. Peserta bekerja dengan gambaran besar dari visi dan bertindak dengan memperhatikan hal-hal terkecil.
  7. Peserta mampu menjadi andal di dalam perencanaan, pengorganisasian, pendelegasian, pengawasan, pengukuran kinerja, pelaporan, inovasi, produktivitas, profitabilitas, dan proses kerja.

MATERI PELATIHAN THE EXCELLENT AND THE EFFECTIVE MANAGER 2 HARI 16 JAM

DAY1/HARI PERTAMA

Pk. 08.00 – 08.30 WIB. SESI ENERGIZER

Aktivitas

  1. Ice Breaking + Motivation
  2. Gambaran besar pelatihan the excellent and the effective manager

Pk. 08.30 – 10.00 WIB. SESI 1: MENCIPTAKAN MANAJER BERKUALITAS EXCELLENT DAN EFEKTIF

Sub Bahasan

  1. Manajer harus dikembangkan setiap hari
  2. Keterampilan manajemen dan soft skills yang harus dikuasai manajer
  3. Manajer tumbuh dan berkembang dari seni mengelola pekerjaan dan orang
  4. Peran dan fungsi manajer di jalur manajemen
  5. Mendefinisikan dan membangun kompetensi manajer
  6. Alat dan perlengkapan pendukung manajer

Pk. 10.00 – 10.15 WIB. ISTIRAHAT/COFFEE BREAK

Pk. 10.15 –12.00 WIB. SESI 2: KUALITAS DASAR YANG HARUS DIMILIKI MANAJER

Sub Bahasan

  1. Percaya diri dalam mengekspresikan keyakinan dan kemampuan
  2. Integritas dan akuntabilitas: apa yang dikatakan dapat dibuktikan
  3. Terbuka dan melayani dengan hati
  4. Berbagi sukses dan menghargai prestasi orang lain
  5. Berwawasan luas dan tidak terjebak dalam micromanage
  6. Mempromosikan perilaku dan karakter yang etis dan Jujur
  7. Berinisiatif memberikan penghargaan kepada orang lain
  8. Mempercayai dan mengendalikan

Pk. 12.00 – 13.00 WIB. ISTIRAHAT/MAKAN SIANG

Pk. 13.00 –14.30 WIB. SESI 3: BERTANGGUNG JAWAB PADA TARGET DAN MENCAPAI KINERJA TERBAIK

Sub Bahasan

  1. Antusias dan penuh semangat dalam menjalankan tujuan dan target yang ditetapkan
  2. Mematuhi batas authority (apa yang bisa dan tidak bisa lakukan)
  3. Bersikap dan bertindak di dalam visi bersama
  4. Bertanggung jawab penuh atas semua tindakan manajerial dan kepemimpinan
  5. Mengukur kinerja dengan jujur dan penuh tanggung jawab
  6. Mengelola anggaran dengan jujur, efektif dan efisien
  7. Menetapkan target dan tujuan yang terukur, dan dapat dicapai
  8. Feedback, kolaborasi dan evaluasi

Pk. 14.30 – 14.45 WIB. ISTIRAHAT/COFFEE BREAK

Pk. 14.45 –16.30 WIB. SESI 4: KREATIF, INOVATIF DAN MUDAH BERADAPTASI DENGAN PERUBAHAN

Sub Bahasan

  1. Terlatih dan terbiasa bekerja di luar zona nyaman
  2. Kreatif dan mudah menemukan solusi
  3. Mengelola inovasi dan terbiasa di dalam inovasi
  4. Mudah beradaptasi dengan perubahan organisasi
  5. Kreatif dalam menghadapi tantangan dan situasi yang berbeda
  6. Optimis di dalam perubahan
  7. Mampu menyiapkan mental, karakter, kepribadian, dan daya tahan dalam menghadapi ketidakpastian

DAY2 / HARI KEDUA

Pk. 08.00 – 10.00 WIB. SESI 5: MENGELOLA TIM DAN MANAJEMEN ORANG LAIN

Sub Bahasan

  1. Memahami baik dan buruk dari sebuah tim
  2. Mampu memimpin dan mengelola tim
  3. Mampu mengelola orang lain secara profesional
  4. Mengontrol proses kerja tim dan mengarahkannya menjadi efektif
  5. Hal-hal apa saja yang perlu dikontrol dan apa yang tidak perluDiperlukan atau mungkin?
  6. Sikap dan perilaku staf/bawahan yang harus dikontrol

Pk.10.00 – 10.15 WIB. ISTIRAHAT/COFFEE BREAK

Pk. 10.15 –12.00 WIB. SESI 6: MENGUMPULKAN DAN MENGELOLA INFORMASI YANG BENAR UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN YANG TEPAT

Sub Bahasan

  1. Informasi yang benar mengurangi risiko
  2. Strategi manajer dalam mengelola informasi penting
  3. Mendapatkan dan berbagi informasi
  4. Pengambilan keputusan dengan informasi yang benar
  5. Memisahkan hal-hal rasional dan non rasional dalam pengambilan keputusan
  6. Langkah-langkah rasional untuk pengambilan keputusan
  7. Kekuatan intuisi dan batas aman untuk pengambilan keputusan rasional

Pk. 12.00 – 13.00 WIB. ISTIRAHAT/MAKAN SIANG

Pk. 13.00 –14.30 WIB. SESI 7: POLA KOMUNIKASI MANAJER DI INTERNAL DAN EKSTERNAL PERUSAHAAN

Sub Bahasan

  1. Pola komunikasi membangun jembatan, bukan membangun tembok atau membakar jembatan
  2. Mengambil jalur komunikasi dengan tingkat kepercayaan yang tinggi
  3. Percakapan yang optimis dan jujur
  4. Membuka diri saat bertemu dengan orang-orang baru
  5. Menghormati aturan dan tata krama ketika menghadiri tempat orang lain
  6. Menjadi pribadi yang menyenangkan
  7. Berinteraksi dan mempengaruhi
  8. Cerdas berurusan dengan kepribadian berbeda
  9. Menguatkan karakter dan kepribadian yang sopan-santun

Pk. 14.30 – 14.45 WIB. ISTIRAHAT/COFFEE BREAK

Pk. 14.45 –16.30 WIB. SESI 8: KEKUATAN ETIKA DALAM RESOLUSI KONFLIK

Sub Bahasan

  1. Manajer wajib membangun lingkungan kerja yang etis dan berbudaya optimis
  2. Memastikan perilaku etis dan mengatasi perilaku tidak etis
  3. Lingkungan kerja etis dapat mengurangi konflik
  4. Menetralisir energi negatif di lingkungan kerja
  5. Resolusi konflik melalui sikap dan perilaku kerja yang etis
  6. Untuk Pelatihan Hubungi:

PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL

Kantor: Jl.Danau Toba No.104, Jakarta Pusat, 10210

Telepon: (021) 5701505

Hp: 0812 8777 083

Fax: (021) 5738105

Website:http://djajendra-motivator.com

E-mail:training@djajendra-motivator.com

PELATIHAN PROSES INTERNALISASI BUDAYA BARU PERUSAHAAN 2015

TIDUR & MAKANPELATIHAN PROSES INTERNALISASI BUDAYA BARU PERUSAHAAN 2015

DESKRIPSI

Budaya perusahaan yang kuat membuat karyawan bangga untuk mewakili perusahaan, dan bahagia menjadi bagian dari budaya tersebut. Menciptakan budaya perusahaan yang otentik dengan jiwa dan pikiran karyawan, akan bekerja untuk pencapaian kinerja terbaik mereka. Budaya perusahaan yang kuat mampu menginternalisasikan nilai-nilainya(values)menjadi sebuah keyakinan dan ketaatan padanya. Nilai-nilai budaya akan menjadi inti atau energi dari semua komunikasi, proses, etos, perilaku, kebiasaan, pelayanan, termasuk penciptaan jasa dan produk perusahaan yang lebih inovatif. Nilai-nilai budaya yang baik menghasilkan perilaku produktif dan positif, meningkatkan reputasi kerja, meningkatkan harga diri, meningkatkan rasa cinta kepada perusahaan, meningkatkan rasa bahagia di setiap proses kerja, dan meningkatkan kepedulian untuk melayani bisnis dengan sepenuh hati. Di samping itu, memperlakukan karyawannya dengan baik, serta menciptakan lingkungan kerja yang damai dan produktif.

Program pelatihan ini bertujuan sebagai proses menginternalisasi budaya baru dari perusahaan Anda. Budaya baru ini merupakan hasil keinginan dan kebutuhan internal perusahaan Anda setelah mengamati serangkaian masalah yang ada. Konsep dari budaya baru ini sudah Anda pastikan, sangat relevan dengan kondisi yang dibutuhkan untuk sekarang dan masa yang akan datang.

Proses internalisasi budaya baru membutuhkan informasi yang jelas dan sederhana; perilaku karyawan yang antusias dengan budaya baru tersebut; hierarki organisasi yang mendukung dengan sepenuh hati; kepemimpinan yang berdiri paling depan untuk menerapkan budaya baru; serta tim atau kelompok yang setiap hari mempengaruhi anggotanya dengan motivasi dan bimbingan, untuk bekerja sesuai budaya baru.

Setiap orang penting atau pimpinan dengan pengaruh tinggi di dalam organisasi, yang selalu diikuti atau didengar oleh  karyawan, harus terlibat sepenuh hati dalam proses internalisasi budaya baru. Hal ini berlaku untuk siapapun, baik itu pimpinan formal ataupun informal yang berada di semua level organisasi. Mereka harus menjadi kekuatan yang secara proaktif mempengaruhi, memotivasi, mendorong, dan menguatkan sistem agar budaya baru tersebut tumbuh dan menjadi bagian dari etos kerja. Proses penginternalisasian budaya bersifat berkelanjutan dan kemandirian. Untuk itu, ditahap awal, diperlukan sebuah reformasi budaya yang sifatnya serius dan terfokus. Selanjutnya, dari berbagai proses pembelajaran organisasi dapat dilakukan koreksi, penyesuaian, peningkatan, dan pemantapan.

Program proses internalisasi budaya baru ini disampaikan oleh Motivator Djajendra dari PT Djajendra Motivasi Unggul. Dalam pelatihan ini, peserta diarahkan untuk siap dengan perubahan-perubahan terhadap sikap dan perilaku. Peserta dimampukan untuk melakukan transformasi konsep budaya baru tersebut menjadi energi operasional yang teraplikasi atau terimplementasi di dalam sikap, perilaku, karakter, dan etos kerja. Kami menyarankan program proses internalisasi budaya baru ini dilakukan selama  1 hari 8 jam untuk per satu batch. Jumlah ideal per batch antara 25 s.d. 35 peserta.

METODOLOGI PELATIHAN

Fokus pada pelatihan aktif, presentasi, interaktif, diskusi kelompok, brainstorming, bermain peran, berpikir kreatif, simulasi, belajar dalam kompetisi permainan, studi kasus, latihan, bimbingan, diskusi, perenungan, experiential learning, icebreaker, sharing experience, group sharing.

TUJUAN

  1. Peserta dimampukan untuk mentransformasi values budaya baru menjadi energi yang terinternalisasi dalam kegiatan sehari-hari, sehingga values atau nilai-nilai budaya baru tidak terhenti sebatas kata atau konsep, tetapi mampu menjadi perilaku dan sikap di tempat kerja.
  2. Peserta dimampukan untuk menjadikan budaya baru sebagai sesuatu yang penting dan relevan bagi kebaikan lingkungan kerja.
  3. Peserta disadarkan untuk setiap hari mensosialisasikan dan menginternalisasikan nilai-nilai (values) budaya baru di unit kerjanya masing-masing.
  4. Peserta disadarkan untuk tidak memiliki sikap defensive terhadap perubahan, tetapi selalu proaktif dan senang hati dalam internalisasi budaya baru.
  5. Peserta disadarkan untuk sepenuh hati dan totalitas dengan budaya baru. Sebab, penerapan budaya baru membutuhkan energi dan perhatian yang sangat besar.
  6. Peserta dimampukan untuk menguatkan komitmen dan mendukung suksesnya proses internalisasi.
  7. Peserta dimampukan untuk mengawasi diri sendiri dan unit kerjanya dalam memantapkan proses internalisasi budaya baru.
  8. Peserta dimampukan untuk melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap sikap, perilaku, etos, dan pola kerja agar sesuai dengan budaya baru.

MANFAAT

  1. Mendekatkan visi, misi, nilai-nilai perusahaan ke hati peserta.
  2. Peserta menjadikan dirinya sebagai energi yang mengembangkan dan menguatkan budaya baru.
  3. Kesadaran dan komitmen untuk terlibat dalam reformasi budaya baru, dan cepat memperbaiki atau menangani permasalahan yang timbul.
  4. Terinternalisasinya budaya baru dalam praktik kerja sehari-hari.
  5. Bekerja dengan sikap dan perilaku sesuai nilai-nilai budaya baru.
  6. Menggunakan budaya baru untuk meningkatkan nilai tambah perusahaan bagi stakeholder.
  7. Mengoptimalisasi kekuatan nilai-nilai perusahaan untuk mewujudkan budaya kerja yang kuat.
  8. Menjalankan roda organisasi dan bisnis perusahaan dengan kekuatan budaya baru.
  9. Menunjukkan minat, energi, dan antusiasme yang tinggi terhadap budaya baru perusahaan.
  10. Menetapkan standar perilaku, sikap, dan etos kerja sesuai budaya baru.
  11. Memiliki keinginan tampil sebagai yang terbaik bersama budaya baru perusahaan.

SASARAN

Seluruh Karyawan Dan Pimpinan: Staf, supervisor, manajer, pimpinan, dan tim Manajemen

MATERI PROSES INTERNALISASI BUDAYA BARU SELAMA 1 HARI 8 JAM

  1. Memahami visi, misi, nilai-nilai, dan diri sendiri sebagai fondasi budaya kuat.
  2. Menyiapkan mental, jiwa, pikiran, dan emosi yang siap menerima budaya baru.
  3. Siap dengan perubahan dan berani sukses di luar zona nyaman.
  4. Mengembangkan daya tahan diri dan mental hebat untuk menjalankan budaya baru.
  5. Menginternalisasikan visi, misi, dan nilai-nilai budaya baru.
  6. Menyiapkan kualitas dan kompetensi untuk melakukan reformasi budaya baru.
  7. Mengembangkan disiplin untuk tindakan yang berkelanjutan terhadap implementasi budaya baru.
  8. Menginternalisasikan budaya baru melalui simulasi dan aktivitas.
  9. Mentransformasikan nilai-nilai dari kata menjadi energi yang menguatkan budaya perusahaan.

Untuk Pelatihan Hubungi:

PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL

Kantor: Jl.Danau Toba No.104, Jakarta Pusat, 10210

Telepon: (021) 5701505

Hp: 0812 131 888 99

Fax: (021) 5738105

Website:http://djajendra-motivator.com

E-mail:training@djajendra-motivator.com

PERILAKU YANG MERUSAK BUDAYA KERJA

DJAJENDRA MOTIVATIONPERILAKU YANG MERUSAK BUDAYA KERJA

“Perilaku etis merupakan aset yang harus dirawat dengan baik. Bila perilaku etis tidak dirawat, maka perilaku buruk akan muncul dan merusak semua rencana baik organisasi.”~Djajendra

Budaya kerja yang baik sangat ditentukan dari perilaku kerja yang profesional dan etis. Budaya organisasi yang kuat tercipta dari perilaku dan sikap kerja yang profesional. Perilaku dan sikap tidak baik akan menyebabkan kerusakan hubungan kerja, pada akhirnya berdampak pada rendahnya kualitas budaya kerja, dan tingginya iklim konflik di tempat kerja.

Budaya kerja yang andal dan hebat tidak tercipta dari pintar dan berbakatnya karyawan, tetapi dari sikap dan perilaku etis dan profesional. Jadi, walaupun seorang karyawan sangat hebat nilai-nilai akademisnya, sangat bereputasi tinggi sekolahnya, dan sangat tinggi pendidikannya. Tetapi, bila dia tidak mampu bersikap baik, rendah hati, berempati, bertoleransi, etis, dan belajar dari semua situasi yang muncul. Maka, semua kehebatan yang dia miliki tidak akan bermanfaat sama sekali untuk memperkuat budaya kerja.

Perilaku yang suka berbicara tentang hal-hal negatif, atau suka mengeluh tentang segala hal, adalah perilaku yang dapat menyebabkan turunnya kualitas budaya kerja. Intergitas dan kejujuran menjadi nilai yang sangat penting, dan menentukan kualitas budaya kerja. Seseorang yang tidak jujur atau rendah integritasnya, sangat mudah berbohong, sangat mudah menyebarkan berita-berita yang tidak benar, sehingga dapat menguras pikiran orang lain, hanya untuk membicarakan sesuatu yang tidak benar. Dampaknya, orang-orang di tempat kerja akan kelelahan dan menghabiskan banyak waktu, hanya untuk membahas sesuatu yang tidak penting dan juga tidak benar.

Bergosip merupakan salah satu perilaku yang dapat merusak budaya kerja. Gosip tidak hanya membuang-buang waktu kerja, tetapi juga menurunkan tingkat produktivitas dan efektivitas kerja. Perilaku suka gosip berpotensi menciptakan rasa sakit hati bagi yang digosipkan. Bila semakin banyak orang sakit hati di tempat kerja, maka mereka akan terjebak dalam marah dan dendam, sehingga  tidak mampu bekerja dengan pikiran jernih.

Pikiran positif merupakan sebuah keharusan dalam membangun budaya kerja yang andal. Pikiran positif akan menghasilkan emosi yang baik dan cerdas. Emosi baik dan cerdas mampu memahami orang lain, mampu menciptakan suasana hati yang positif di sepanjang jam-jam kerja, sehingga proses kerja dapat berlangsung dengan baik. Emosi cerdas mampu mengontrol diri sendiri, sehingga diri dapat terhubung secara baik dan harmonis kepada siapapun.

Perilaku etis selalu jujur dan mengerti tentang apa yang baik dan apa yang tidak baik. Karyawan yang beretika tidak akan mengambil keuntungan dari hasil kerja keras karyawan lain. Orang-orang etis selalu memiliki harga diri, tidak akan bersikap curang dan mengambil yang bukan hasil kerjanya, atau yang bukan haknya.

Berbicara besar, berbicara berlebihan, atau perilaku yang suka membual, akan mengundang gosip. Orang-orang yang mendengarkan bualan atau cerita-cerita yang terkesan berlebihan, akan menggosipkan orang tersebut. Hal ini berpotensi menciptakan suasana kerja yang menurunkan kualitas budaya kerja. Sebab, sebagian dari waktu yang seharusnya dipergunakan secara produktif, akan terbuang sia-sia untuk mendengarkan dan membahas kisah si pembual.

Perilaku suka mencari muka atau mengkhianati orang-orang di sekitar, akan mengundang konflik dan perang dingin. Bukan rahasia lagi bahwa hampir di semua tempat kerja selalu akan muncul para Sangkuni yang siap menciptakan konflik. Para Sangkuni atau tukang pencipta energi konflik, dapat muncul dari semua dimensi organisasi. Mereka ini, pada umumnya, sangat pintar berbicara atau memutar balikkan fakta. Kerja mereka hanya mencari-cari kekurangan orang lain, lalu dimanfaatkan sebagai keuntungan mereka. Para Sangkuni selalu siap mengkhianati siapapun di tempat kerja. Mereka sangat pintar membaca arah angin, selalu mengikuti ke mana arah yang menguntungkan mereka. Tidak ada sahabat bagi mereka, hanya keuntungan dan kepentingan merekalah yang paling diutamakan.

Sangat banyak perilaku buruk yang dapat merusak budaya kerja. Perilaku merupakan aset yang harus dirawat dengan baik. Bila perilaku tidak dirawat, maka perilaku buruk akan muncul dan merusak semua rencana baik organisasi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PELATIHAN ETOS KERJA, BUDAYA KERJA, BUDAYA PERUSAHAAN PROGRAM 8 JAM

PELATIHAN ETOS KERJA, BUDAYA KERJA, BUDAYA PERUSAHAAN PROGRAM 8 JAM

cropped-COVER-DES-2014.jpg

DESKRIPSI

Etos berasal dari bahasa Yunani (ethos) yang berarti sikap, kepribadian, watak, karakter, serta keyakinan atas sesuatu yang ingin dicapai. Dalam dunia kerja etos berarti semangat kerja yang bersumber dari dalam hati karyawan dan pimpinan untuk mencapai target, tujuan, cita-cita, dan rencana perusahaan dengan sepenuh hati dan totalitas. Seseorang yang memiliki etos kerja selalu berperilaku kerja yang penuh semangat, totalitas, mendorong dirinya untuk bertindak dan meraih kinerja yang optimal, serta memiliki keyakinan yang kuat untuk melayani pekerjaannya dengan ikhlas dan tulus.

Budaya kerja adalah sifat, kebiasaan, perilaku, dan karakter kerja yang dengan sengaja dibudayakan oleh perusahaan untuk membentuk pola kerja di dalam perusahaan. Budaya kerja akan terlihat dari kemampuan karyawan untuk menjalankan nilai-nilai perusahaan, visi, misi, sistem, standar, dan proses kerja sesuai budaya perusahaan. Budaya kerja adalah implementasi budaya perusahaan dalam bahasa tindakan, seperti: kebiasaan kerja yang menguatkan budaya perusahaan, sifat dan perilaku kerja yang taat budaya perusahaan, dan kehidupan kerja sehari-hari yang secara otomatis menjalankan budaya perusahaan.   

Budaya perusahaan adalah lingkungan yang mengelilingi karyawan dan pimpinan di tempat kerja sepanjang waktu. Budaya perusahaan itu hidup dari bahasa, simbol, struktur, sistem, cerita, legenda, praktek pekerjaan sehari-hari, gaya kepemimpinan, pola kerja, cara pengambilan keputusan. Budaya perusahaan sangat ditentukan oleh karakter pendiri perusahaan, pola karakter dan perilaku eksekutif, kebiasaan-kebiasaan kerja staf manajerial, serta oleh peran setiap individu yang memiliki kekuasaan dan wewenang di tempat kerja. Budaya perusahaan walaupun tidak terlihat secara kasat mata. Tetapi, dapat terlihat dari pola, kebiasaan, sikap, etos, perilaku, karakter kerja, budaya kerja, serta oleh penampilan fisik karyawan dan pimpinan di tempat kerja. Budaya perusahaan merupakan dasar untuk membentuk hubungan kerja, proses kerja, kenikmatan kerja, pola kerja, dan interaksi kerja yang penuh kinerja.

Program pelatihan etos kerja, budaya kerja, dan budaya perusahaan ini bertujuan untuk membentuk perilaku kerja yang berbudaya kuat dan unggul. Pelatihan ini akan meningkatkan kesadaran dan rasa tanggung jawab peserta untuk memfungsikan etos kerja dari dalam hatinya, dan menjadikan semangat dari dalam hati tersebut sebagai kekuatan penggerak yang konsisten, untuk menghasilkan pekerjaan yang produktif dan berkinerja tinggi. Demikian juga dengan budaya kerja, yang bertujuan untuk menciptakan sikap dan perilaku kerja sesuai nilai-nilai perusahaan, serta secara konsisten meningkatkan produktivitas kerja, dan berkemampuan untuk menghadapi berbagai tantangan dengan budaya unggul dan kuat.

Program pelatihan berdurasi  8 jam ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran penguatan budaya perusahan, etos kerja, dan budaya kerja. Setelah mendapatkan pelatihan ini, peserta dapat mengelola potensi dirinya di dalam etos kerja yang andal, di dalam budaya kerja yang unggul, dan di dalam budaya perusahaan yang kuat dan unggul. Pada akhirnya, peserta akan menghasilkan sikap dan perilaku kerja yang merawat dan memelihara budaya kuat perusahaan. Pelatihan ini menjadikan insan perusahaan semakin andal dan hebat, untuk menjalankan roda organisasi dan bisnis dengan tata nilai perusahaan dan nilai – nilai budaya kerja/perilaku yang konsisten dan berkarakter unggul .

TUJUAN PELATIHAN

  1. Terwujudnya perilaku kerja yang mewakili norma, prinsip, nilai, tata kelola, dan kepemimpinan perusahaan di dalam budaya kuat.
  2. Tercapainya proses internalisasi dan kesadaran tentang hubungan yang tidak terpisahkan antara etos kerja, budaya kerja, dan budaya perusahaan.
  3. Terwujudnya sikap dan perilaku kerja yang produktif, serta mudah beradaptasi terhadap tantangan dan kedinamisan yang ada.
  4. Terwujudnya semangat kerja dari kesadaran dan ketulusan hati nurani.

METODE DAN MATERI

Pelatihan Aktif, Presentasi, Interaktif, Diskusi Kelompok, Brainstorming, Bermain Peran, Berpikir Kreatif, Simulasi, Belajar Dalam Kompetisi Permainan, Studi Kasus, Latihan, Bimbingan, Diskusi, Perenungan, Experiential Learning, Icebreaker.

HASIL AKHIR PELATIHAN/OUTPUT

  1. Terbentuknya budaya perusahaan yang kuat dan unggul, sehingga subkultur atau budaya di luar budaya perusahaan tunduk pada konsistensi budaya perusahaan.
  2. Terinternalisasinya nilai-nilai perusahaan menjadi nilai-nilai kerja bersama, nilai-nilai yang menciptakan asumsi dan persepsi bersama, serta terciptanya perilaku dan sikap yang sesuai dengan semangat budaya perusahaan.
  3. Terciptanya etos kerja dari dalam hati untuk melaksanakan pekerjaan dengan disiplin, tekun, jujur, bertanggung jawab, ikhlas, tulus, melayani, tepat waktu, cepat, termotivasi, dan memaksimalkan kinerja dengan semangat tinggi.
  4. Terciptanya budaya kerja yang efektif, produktif, berkolaborasi, berkomunikasi, berstandar tinggi, berkualitas, dan fokus untuk hasil terbaik.

MATERI PEMBAHASAN ETOS KERJA, BUDAYA KERJA, DAN BUDAYA PERUSAHAAN SELAMA 8 JAM

Bagian Etos Kerja

  1. Optimis dan berorientasi ke masa depan.
  2. Kerja keras, disiplin, ulet, tekun, tepat waktu.
  3. Bertanggung jawab, ikhlas, melayani, rendah hati, jujur, hemat.
  4. Kreatif dan menjadi diri sendiri yang asli dan unik.
  5. Bekerja adalah panggilan Tuhan dan termotivasi untuk berkinerja tinggi.

Bagian Budaya Kerja

  1. Produktif, efektif, efisien, dan berkinerja tinggi.
  2. Kolaborasi, kerja sama, sinergi, berkomunikasi.
  3. Taat dan patuh pada nilai-nilai perusahaan, sistem, proses kerja, dan kepemimpinan.
  4. Suasana kerja yang nyaman, rasa kekeluargaan, jiwa kebersamaan, kekompakkan dalam bekerja, meningkatkan kualitas hubungan positif di tempat kerja.

Bagian Budaya Perusahaan

  1. Kesadaran untuk mewujudkan budaya perusahaan yang kuat.
  2. Kekuatan bahasa, simbol, ritual, cerita, legenda, praktek pekerjaan sehari-hari, dan proses pengambilan keputusan dalam penguatan budaya perusahaan.
  3. Kekuatan visi, misi, dan nilai-nilai budaya.
  4. Budaya perusahaan sebagai inti dari etos kerja, budaya kerja, sikap, perilaku, karakter, dan kebiasaan.

Untuk Pelatihan Hubungi:

PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL

Kantor: Jl.Danau Toba No.104, Jakarta Pusat, 10210

Telepon: (021) 5701505

Hp: 0812 1318 8899

Fax: (021) 5738105

Website:http://djajendra-motivator.com

E-mail:training@djajendra-motivator.com

 

PELATIHAN SOSIALISASI VALUES PERUSAHAAN 1 HARI

KUTA BALI-KEMENKES 2014PELATIHAN OUTDOOR SOSIALISASI VALUES PERUSAHAAN PROGRAM 1 HARI “YOUR CORPORATE VALUES (CORE VALUES)”

DESKRIPSI

Values perusahaan merupakan salah satu dasar yang paling penting untuk penguatan budaya kerja. Values perusahaan adalah kunci utama untuk menciptakan perilaku kerja yang berdaya saing dan produktif. Semakin values perusahaan terinternalisasi ke dalam mind set dan emosi karyawan, semakin meningkat kualitas proses kerja untuk menghasilkan kinerja terbaik.

Program sosialisasi ini menterjemahkan nilai-nilai perusahaan ke dalam sikap, perilaku, karakter kerja, dan cara memanfaatkannya untuk kemajuan karir pribadi, kelompok, dan pencapaian kinerja yang produktif. Mengingat values perusahaan mampu menyatukan, atau mengikat kebersamaan setiap insan perusahaan dalam soliditas yang kuat, untuk pencapaian kinerja yang produktif. Maka, peserta diajak untuk memahami strategi, teknik, taktik, dan cara mengelola nilai-nilai perusahaan dengan profesional. Dalam hal ini, program sosialisasi ini membangun kesadaran diri, untuk menciptakan kebiasaan kerja sesuai values perusahaan; menghidupkan hati nurani, untuk sepenuh hati dan totalitas bekerja sesuai values perusahaan; menguatkan semangat, tekad, motivasi, gairah, antusiasme, dan keandalan diri dalam memanfaatkan values perusahaan; menguatkan imajinasi kreatif, untuk menciptakan berbagai persepsi positif atas values perusahaan.

Program sosialisasi ini dilakukan dengan mengkaji dan menginternalisasikan nilai-nilai budaya kerja perusahaan Anda. Hal ini merupakan proses pembentukan perilaku kerja yang berdasarkan nilai-nilai perusahaan. Values perusahaan akan menjadi kekuatan untuk meningkatkan kinerja dari aturan, tata kelola, model perilaku kerja berbudaya, gabungan pola pikir, persepsi, keyakinan, energi, nilai-nilai, kebiasaan, hubungan, emosi, kepemimpinan, tata ruang, dan sikap dari orang-orang dalam perusahaan; yang secara bersama-sama memberikan kekuatan unik dan khas di dalam soliditas kerja, serta terikat dalam suasana kerja satu budaya, sebagai satu kesatuan dari Budaya perusahaan yang tercipta melalui values perusahaan.

Program sosialisasi values perusahaan dilakukan dengan konsep outdoor selama  1 hari untuk satu batch. Jumlah ideal per batch 25 peserta. Bila jumlah peserta banyak dapat dibagi dalam beberapa batch pelatihan. Tujuan dari sosialisasi ini untuk menginternalisasi dan mensosialisasi values perusahaan.

TUJUAN

  1. Memberikan kesadaran bahwa values perusahaan bersifat universal yang diharapkan oleh semua orang dan harus dimiliki oleh pemimpin/pekerja.
  2. Memberikan kesadaran tentang belenggu yang menghalangi para pekerja untuk menjalankan values perusahaan.
  3. Membangun integritas, loyalitas dan rasa tanggung jawab dalam diri pekerja.
  4. Membangun komitmen dan keikhlasan untuk menciptakan perilaku kerja sesuai values perusahaan.
  5. Memberikan kesadaran bahwa setiap orang memiliki peranan penting sekecil apapun dalam mensukseskan implementasi values perusahaan.                
  6. Internalisasi values perusahaan dalam diri setiap pekerja.
  7. Memberikan pemahaman mengenai cara pembangunan karakter kerja sesuai values perusahaan.
  8. Memberikan kesadaran tentang karakter buruk yang harus diperbaiki untuk menjalankan nilai nilai perusahaan.

MANFAAT

  1. Mampu bekerja dengan sikap dan perilaku sesuai values perusahaan.
  2. Mampu menggunakan values perusahaan untuk meningkatkan nilai tambah perusahaan bagi stakeholder.
  3. Mampu mengoptimalisasi kekuatan nilai-nilai perusahaan untuk mewujudkan budaya kerja yang kuat.
  4. Mampu menjalankan roda organisasi dan bisnis perusahaan dengan kekuatan values perusahaan.
  5. Menunjukkan minat, energi, dan antusiasme yang tinggi terhadap values perusahaan.
  6. Menetapkan standar kerja sesuai values perusahaan.
  7. Memiliki keinginan tampil sebagai yang terbaik bersama values perusahaan.

METODOLOGI PELATIHAN

Fokus pada pelatihan aktif, presentasi, interaktif, diskusi kelompok, brainstorming, bermain peran, berpikir kreatif, simulasi, belajar dalam kompetisi permainan, studi kasus, latihan, bimbingan, diskusi, perenungan, experiential learning, icebreaker, sharing experience, group sharing.

MEDIA SOSIALISASI

Banner, Figura, Slide, Buku Materi, Perlengkapan Roleplay, Perlengkapan Games

SASARAN

Seluruh Karyawan Dan Pimpinan: Staf, supervisor, manajer, pimpinan, dan tim Manajemen

MATERI PEMBAHASAN

Corporate values yang sudah dimiliki oleh perusahaan Anda

Untuk Pelatihan Hubungi

PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL

Kantor: Jl.Danau Toba No.104, Jakarta Pusat, 10210

Telepon: (021) 5701505

Hp: 0812 131 888 99

Fax: (021) 5738105

Website:http://djajendra-motivator.com

E-mail:training@djajendra-motivator.com

PELATIHAN MANAJEMEN PERUBAHAN 2 HARI 2015

LEADERSHIP 2014PELATIHAN MANAJEMEN PERUBAHAN 2 HARI (CHANGE MANAGEMENT) 2015

DESKRIPSI

Manajemen perubahan adalah cara mengelola masa transisi dari sebuah kondisi yang tidak diinginkan kepada kondisi yang diinginkan melalui nilai, sistem, kepemimpinan, individu, tim, dan organisasi untuk masa depan yang lebih cemerlang. Dalam proses perubahan diperlukan kesiapan infrastruktur organisasi, budaya organisasi yang baru, nilai, kepribadian, komunikasi, kolaborasi, kecerdasan emosional, kepemimpinan, dan rencana perubahan yang tepat sasaran. Kegiatan perubahan harus melibatkan pendekatan multi-komponen, seperti kepemimpinan, karyawan, dan kepemilikan dalam sebuah komunikasi dan kolaborasi yang saling mendukung untuk mencapai perubahan yang diinginkan.

Secara umum, manajemen perubahan selalu dibutuhkan oleh organisasi untuk menciptakan tata kelola organisasi dan bisnis yang lebih efektif, produktif, efisien, kreatif, dan berkinerja. Melalui perubahan yang jelas dan terbuka, organisasi berpotensi untuk memperkuat dirinya melalui komunikasi dan integrasi dalam kolaborasi yang menyatukan semua keunggulan organisasi secara profesional. Manajemen perubahan harus memastikan bahwa setiap kegiatan perubahan dilakukan secara terencana dan terukur, sehingga keberhasilan penerimaan setiap orang terhadap perubahan yang diinginkan dapat diwujudkan secara sempurna.

Setiap pimpinan dan karyawan yang terlibat dalam proses perubahan harus memahami dan menjalankan peran dan tanggung jawabnya secara bijak dan profesional. Manajemen perubahan adalah bagian dari pekerjaan setiap orang. Adalah penting untuk menetapkan tanggung jawab bagi orang yang berbeda dalam organisasi sebagai bagian dari perencanaan manajemen perubahan.

Pelatihan manajemen perubahan selama dua hari ini bertujuan untuk membekali peserta tentang cara mengelola perubahan yang efektif, sehingga peserta dapat bekerja untuk membuat perubahan menjadi lebih mudah pada organisasi, tim, dan individu yang terlibat. Peserta akan mendapatkan pemahaman dan keterampilan untuk menangani perubahan dan kemampuan  mengidentifikasi kebutuhan untuk mengatasi hambatan, serta memastikan pelaksanaan perubahan berhasil.

TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM

  1. Menjalankan peran, fungsi tugas, dan tanggung jawab untuk terlibat dalam perubahan yang diinginkan.
  2. Mengoptimalkan peran diri sendiri, kepemimpinan, dan organisasi untuk mempercepat perubahan.
  3. Menguasai teknik dan strategi manajemen perubahan.

TUJUAN  INSTRUKSIONAL KHUSUS

  1. Mengetahui konsep manajemen perubahan dan hubungannya dengan diri sendiri, kepemimpinan, budaya, organisasi, sistem, politik kantor, dan komunikasi di tempat kerja.
  2. Mengetahui bagaimana menjadi orang yang mengalami perubahan, dan menggunakan prinsip-prinsip dalam manajemen perubahan untuk menjalankan praktik perubahan sehari-hari di tempat kerja.
  3. Mengetahui bahwa manajemen perubahan akan meningkatkan kualitas kinerja individu, organisasi, dan bisnis dalam sistem pelayanan perusahaan kepada stakeholder.
  4. Mengetahui cara mengidentifikasi, merencanakan, mengukur dan mengimplementasikan perubahan secara berkualitas di tempat kerja.
  5. Mengetahui cara memotivasi diri sendiri dan melibatkan orang-orang dengan teknik dan cara persuasive untuk menghasilkan perubahan yang diinginkan.

MANFAAT PELATIHAN

  1. Mampu membantu diri sendiri dan orang lain dalam menghadapi perubahan.
  2. Mampu menempatkan diri sendiri untuk fokus pada perubahan selama perubahan.
  3. Mampu membuat rencana perubahan dan pelaksanaannya.
  4. Mampu mengenali kebutuhan untuk perubahan dan menyiapkan apa yang diperlukan untuk perubahan.
  5. Memahami dampak perubahan dan manfaatnya untuk mengoptimalkan kinerja organisasi.
  6. Memfasilitasi perubahan pada individu dan tingkat tindakan kelompok.
  7. Mengidentifikasi emosional diri sendiri untuk bisa memfasilitasi kemajuan perubahan.
  8. Mampu memberdayakan diri sendiri dan orang lain untuk tindakan dan perubahan yang diinginkan.
  9. Mampu melakukan diagnosa perubahan kebutuhan organisasi, tim, dan  individu.
  10. Mampu menyusun strategi untuk mengatasi efek buruk dalam Perubahan.
  11. Mampu tampil dengan fleksibilitas pribadi selama perubahan dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai etika.
  12. Mampu mengatasi dan mengelola resistensi dalam perubahan.
  13. Mampu bekerja melalui setiap proses transisi menuju perubahan.
  14. Mampu berkomunikasi dan berkolaborasi dengan semua pihak sepanjang proses perubahan.
  15. Mampu melaksanakan perubahan secara sistematis dan proaktif melalui dukungan dari semua pihak selama proses perubahan.
  16. Cerdas mengelola proses perubahan melalui rencana, proses, fasilitas, organisasi, budaya, nilai, komunikasi, kegiatan politik kantor, kolaborasi, kegiatan simbolik, pemanfaatan sumber daya, dan manajemen diri sendiri.
  17. Mampu mengorganisir untuk Perubahan: Mengembangkan struktur yang terintegrasi, sistem, kebijakan dan prosedur untuk cepat mengeksekusi perubahan strategi, rencana dan program.

METODOLOGI PELATIHAN

Fokus pada pelatihan aktif, presentasi, interaktif, diskusi kelompok, brainstorming, bermain peran, berpikir kreatif, simulasi, belajar dalam kompetisi permainan, studi kasus, latihan, bimbingan, diskusi, perenungan, experiential learning, icebreaker.

SASARAN

Staf, Manajer, Pimpinan, Tim Manajemen

MATERI PELATIHAN SELAMA 2 HARI 16 JAM

HARI PERTAMA

SESI 1: PERSIAPAN UNTUK PERUBAHAN DAN CARA MENDAPATKAN DUKUNGAN

  1. Menjelaskan dan memvisualisasikan rencana perubahan
  2. Mendefinisikan strategi perubahan
  3. Membangun tim perubahan yang andal
  4. Mengelola isi hati dan pikiran semua orang
  5. Membangun dukungan
  6. Menyiapkan lingkungan yang siap berubah

 SESI 2: MENGUATKAN PERUBAHAN PADA TINGKAT INDIVIDU

  1.  Membangun persepsi dan keyakinan di tingkat individu
  2. Membersihkan keraguan dan menguatkan optimisme individu
  3. Memprogram pikiran individu untuk mendukung perubahan
  4. Mengelola potensi dan bakat individu untuk mensukseskan perubahan
  5. Menghidupkan hati nurani individu untuk tulus dan ikhlas dalam perubahan

 SESI 3: MEMIMPIN DAN MENGELOLA PERUBAHAN

  1.  Menyiapkan sumber daya perubahan
  2. Menyiapkan perencanaan
  3. Mendelegasikan perubahan
  4. Menjaga energi komunikasi positif dan mengalir
  5. Mengatasi penolakan

 SESI 4: MENINGKATKAN KUALITAS DUKUNGAN DARI SEMUA STAKEHOLDERS

  1.  Meyakinkan dengan data dan fakta
  2. Membangun logika berpikir yang diterima semua orang
  3. Mengumpulkan data dan fakta
  4. Mengatasi kekhawatiran dan Isu
  5. Mengevaluasi dan beradaptasi
  6. Menguatkan partisipasi dan dukungan

 HARI KEDUA

SESI 5: MEMBANGUN ENERGI POSITIF DAN MEMBUAT SEMUA ORANG BERHARGA

  1.  Menghargai pendapat yang lain
  2. Mendengarkan dan memberikan respon baik
  3. Memimpin dan menguatkan soliditas
  4. Memimpin rapat dan menentukan status perubahan
  5. Berbagi pengalaman, manfaat, dan hasil
  6. Merayakan keberhasilan kecil dan besar

 SESI 6: PERUBAHAN DALAM SATU PERSEPSI DAN SOLIDITAS BERSAMA

  1.  Menguatkan kolaborasi
  2. Menyatukan emosi, hati, dan pikiran
  3. Apapun faktanya dipahami bersama dan ditemukan solusi
  4. Membawa semua orang bersama-sama mewujudkan perubahan

 SESI 7: MENGUATKAN DAYA TAHAN DAN KEGEMBIRAN DALAM PROSES PERUBAHAN

  1.  Mental yang tangguh
  2. Membiasakan hal-hal baru
  3. Konsistensi dan integritas
  4. Semangat
  5. Disiplin
  6. Akuntabilitas
  7. Menikmati proses perubahan
  8. Mudah beradaptasi
  9. Menerima, mengalir, bekerja, dan menikmati perubahan dengan rasa senang

 SESI 8: PERUBAHAN YANG TUMBUH DAN BERKEMBANG DALAM FLEKSIBILITAS

  1. Pentingnya fleksibilitas dalam perubahan
  2. Kekuatan kebiasaan yang lentur dan beradaptasi
  3. Menghargai perbedaan dan yang lain
  4. Rasa ingin tahu yang tinggi
  5. Rendah hati dan tidak ngotot
  6. Bekerja dalam sumber yang tidak terbatas
  7. Menyatu dan tumbuh bersama tim

 Untuk pelatihan hubungi www.djajendra-motivator.com

Hp. 0812 131 888 99

PELATIHAN TEAM BUILDING PROGRAM 2 HARI 1 MALAM

PELATIHAN TEAM BUILDING PROGRAM 2 HARI 1 MALAM

DESKRIPSI

Perilaku sebuah tim adalah berkolaborasi, bekerja sama, berkomunikasi, berkoordinasi, dan bertindak bersama-sama untuk mencapai tujuan secara bersama-sama. Setiap orang di dalam tim memiliki maksud untuk bersama-sama memenuhi target atau tujuan. Intinya, diperlukan perilaku dan karakter kerja yang selalu bersama-sama untuk menyelesaikan semua tanggung jawab dan pekerjaan.

Niat seorang anggota tim haruslah melakukan dan menyelesaikan pekerjaan secara bersama-sama dengan anggota tim yang lainnya. Ada keharusan untuk selalu bersama-sama, dan harus mampu menundukkan niat yang ingin menyelesaikan pekerjaan seorang diri, tanpa bantuan yang lain.

Kerja tim memiliki waktu dan tempat untuk secara bersama-sama mengelola sumber daya dengan efektif. Dalam hal ini, setiap anggota tim wajib berkomunikasi dan memprioritaskan apa yang harus segera dilakukan, tanpa menciptakan benih konflik, termasuk selalu memiliki niat untuk melakukan apapun dengan kerja sama, serta menyiapkan perilaku dan karakter diri yang sesuai dengan misi dan visi tim.

Memahami kepribadian dan kebiasaan rekan satu tim. Bila Anda tidak memahami gaya komunikasi, karakter, kepribadian, dan pola pikir dari anggota tim; maka hal ini berpotensi menguatkan konflik dan menciptakan kerumitan di dalam interaksi kerja tim. Mengetahui rekan satu tim dengan baik adalah modal yang sangat penting untuk menciptakan kerja sama yang hebat dan unggul. Terhubunglah dengan baik agar setiap individu mampu memperlihatkan fungsinya dengan baik, sehingga tim menjadi sangat kuat dan berfungsi sesuai tujuan.

Tim yang kuat selalu menguatkan kepercayaan di dalam kerja sama tim. Sering sekali anggota tim suka menyembunyikan kelemahan dan kesalahan dari satu sama lain. Kadang-kadang ragu untuk meminta bantuan atau memberikan umpan balik yang konstruktif. Ragu untuk menawarkan bantuan, dan suka menciptakan kesimpulan tentang perilaku kerja yang lain. Takut rekan se-tim lebih menonjol, makanya dibiarkan temannya itu bingung sendiri agar gagal menyelesaikan pekerjaan secara benar. Ada juga rekan se-tim yang dendam atau iri hati, lalu membiarkan temannya masuk ke dalam kesalahan, kemudian membesar-besarkannya agar rekan se-tim nya ini dianggap gagal. Intinya, ketika kepercayaan di dalam tim tidak ikhlas dan tidak jujur, maka hal ini sama saja dengan menyembunyikan kelemahan tim, sehingga tim pasti menjadi tidak berfungsi dengan baik.

Meningkatkan kepercayaan diantara anggota tim, sangatlah meningkatkan fungsi dan kualitas tim untuk mencapai kinerja terbaik. Secara berkelanjutan perusahaan wajib membangun keandalan timnya. Dari waktu ke waktu sangatlah diperlukan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan rasa percaya diantara anggota tim. Membangun kepribadian dan karakter individu yang ikhlas dan penuh kesadaran, untuk memfokuskan waktu dan energi pada kebersamaan di tempat kerja. Dan juga, memiliki mindset untuk selalu bersama-sama meningkatkan kredibilitas dan reputasi kerja sama diantara mereka.

Konflik tidak selalu buruk. Kadang-kadang dibutuhkan konflik kecil untuk menemukan solusi atau keputusan yang lebih kreatif. Tim yang hebat pastinya tidak takut pada konflik. Haruslah ada keberanian untuk berbeda pendapat agar pengetahuan baru dari sikap kritis dan kreativitas dapat meningkatkan kualitas tim. Jangan jadikan setiap pertemuan tim membosankan, karena takut menyakiti perasaan sesama rekan se-tim. Jangan takut untuk mengkritik atau mempertanyakan secara sangat kritis kepada rekan se-tim, yang penting semuanya terfokus pada persoalan kerja, dan bukan pada persoalan pribadi. Jadilah pribadi-pribadi yang cerdas berdebat untuk menemukan solusi-solusi yang hebat. Jangan takut dengan ide-ide kontroversial yang mungkin bisa meningkatkan keberhasilan tim berlipat kali. Jangan takut untuk berbeda pendapat dan pandangan dengan anggoto tim. Yakinlah bahwa menyembunyikan potensi konflik demi menjaga keharmonisan tim, hanya akan menciptakan bom waktu yang merusak tim secara permanen. Jadi, jangan takut untuk berkonflik demi kemajuan bersama, dan yang penting miliki nilai-nilai kehidupan, seperti: ikhlas, jujur, terbuka, bertanggung jawab, dan penuh kasih kepada rekan se-tim, sehingga konflik yang munculpun akan segera hilang di dalam kuatnya soliditas tim.

Tidak boleh ada keraguan di dalam tim. Setiap anggota tim haruslah yakin dengan arah dan prioritas kerja. Jangan ragu atau menunda pekerjaan karena hati masih belum yakin 100% dengan apa yang akan dilakukan. Jangan terjebak dalam analisis yang berlebihan, sehingga takut bertindak atau kelamaan untuk bertindaknya. Keraguan yang berlebihan hanya menciptakan penundaan yang berkepanjangan. Ingatlah selalu bahwa keraguan merupakan potensi yang merugikan kemajuan tim. Pastikan setiap anggota tim selalu mampu meningkatkan pengetahuan, wawasan, keterampilan, dan rasa percaya diri agar keraguan dapat dihindarkan dari setiap proses kerja tim.

Akuntabilitas adalah perilaku yang harus hidup di dalam tim. Bila seorang anggota tim menghindari akuntabilitas, maka dia telah menciptakan titik kelemahan tim. Tanpa akuntabilitas, sebuah tim pasti tidak mampu berfungsi. Akuntabilitas haruslah menjadi kebiasaan dan mengalir lancar di dalam karakter kerja dan proses kerja. Setiap anggota tim harus tampil penuh disiplin untuk mempertanggung jawabkan segala sesuatu dengan sikap profesional. Akuntabilitas adalah kunci sukses sebuah tim. Jadi, bila seorang saja tidak ikhlas menjalankan fungsi akuntabilitasnya di dalam tim, maka dia sudah menyembunyikan kelemahan di dalam tim, sehingga pada saatnya tim akan gagal berfungsi seperti seharusnya.

Keberadaan sebuah tim adalah untuk hasil akhir yang hebat. Jadi, setiap anggota tim wajib memfokuskan seluruh waktu, energi, sumber daya, dan etos kerjanya dalam upaya menghasilkan kinerja terbaik. Perilaku kerja yang fokus pada pertumbuhan, serta berorientasi pada prestasi akan meningkatkan gairah kerja tim. Anggota tim harus terlatih dan dibiasakan untuk tidak mudah terganggu, dan hal ini bisa saat mereka memiliki daya tahan mental yang baik.

Diperlukan mental positif dan perilaku produktif agar tidak melalaikan tanggung jawab dan memperhatikan pekerjaan dengan sepenuh hati. Taat pada komitmen dan patuh pada tujuan adalah jalan terbaik untuk menjalankan setiap fungsi dan peran masing-masing. Keberadaan setiap anggota tim adalah untuk kesuksesan tim, dan bukan untuk menggagalkan pencapaian terbaik tim. Jadi, persiapkan diri masing-masing dengan kepribadian dan karakter kerja yang hebat agar mampu menjadi aset yang andal di dalam tim.

Jadilah pribadi tim yang selalu membawa keluar yang terbaik dari dalam diri. Jangan sekali-kali membawa keluar dari dalam diri hal-hal yang bisa memperburuk kualitas tim. Jadilah energi positif yang membangun kerja sama tim dengan berkualitas, serta memampukan diri sebagai salah satu fungsi terpenting di dalam tim yang hebat.

Program pelatihan ini berfokus pada transformasi perilaku individual dalam organisasi menjadi perilaku kelompok, agar sifat dan karakter yang sangat kuat “aku nya” dapat berubah menjadi “kita”. Setiap orang akan diberikan motivasi dan inspirasi, agar selalu termotivasi untuk bekerja sama dalam mencapai tujuan

Pelatihan selama 2 hari 1 malam ini memberikan pencerahan dan motivasi ( praktek dan teori) tentang cara membangun kerja sama tim yang ideal. Pelatihan dilengkapi outdoor team building games dan role play.

METODOLOGI PELATIHAN

Pelatihan Aktif (Teori dan Praktek), Presentasi, Interaktif, Diskusi Kelompok, Brainstorming, Bermain Peran, Berpikir Kreatif, Simulasi, Belajar Dalam Kompetisi Permainan, Studi Kasus, Latihan, Bimbingan, Diskusi, Perenungan, Experiential Learning, Icebreaker.

TUJUAN PELATIHAN

Pelatihan ini bertujuan untuk membantu peserta dalam:

  • Menguatkan integritas, akuntabilitas, dan mendorong soliditas di dalam kerja sama tim
  • Meningkatkan kerjasama, kolaborasi, koordinasi, komunikasi, pemecahan masalah, kepercayaan dan keterampilan emosional
  • Menghindari konfrontasi dan fokus pada pencapaian kinerja
  • Saling menghargai, mengelola kebersamaan, membuat keputusan, saling melengkapi kelebihan, dan mengendalikan diri masing-masing

MANFAAT PELATIHAN

Dengan mengikuti pelatihan ini, peserta akan mendapatkan manfaat sebagai berikut:

  • Membangun tim kerja yang solid untuk pencapaian kinerja terbaik
  • Mencegah tim kerja membuat keputusan yang salah
  • Meningkatkan efisiensi dan produktivitas tim
  • Mencegah tim jatuh ke dalam mentalitas destruktif
  • Memetakan konflik dalam persiapan resolusi
  • Menghadirkan sukses individu, kelompok, dan organisasi
  • Kerjasama, pemecahan masalah, koordinasi, kolaborasi, pelayanan, kontribusi, komunikasi, sinergi, kepercayaan dan keterampilan emosional
  • Meningkatkan ikatan toleransi dan empati antara anggota tim melalui pengalaman bersama atau pemecahan masalah kolektif
  • Berkomunikasi satu sama lain untuk mendapatkan hasil yang lebih baik
  • Berpikir di luar rincian kecil dan memikirkan tujuan utama
  • Mendukung satu sama lain
  • Menggunakan keterampilan emosional dan keterampilan pembinaan untuk memberikan umpan balik
  • Meningkatkan kepercayaan dan kehandalan tim

MATERI PEMBAHASAN

Day 1/Hari Permata

08.30 – PK 10.00 WIB. SESI 1: SOLIDITAS DALAM KERJA SAMA TIM

Sub Bahasan

  • Peran individu dalam tim dan kerja sama
  • Perilaku individual, orientasi dan pengaruhnya terhadap tim
  • Membangun kepribadian dan karakter yang siap untuk melakukan kerja sama
  • Menjadi bagian dari sistem kerja sama yang solid
  • Keuntungan bekerja dalam tim
  • Menjaga disiplin untuk kemajuan tim dari waktu ke waktu
  • Peran setiap anggota tim dalam membangun tim yang unggul
  • Kombinasi dari peran yang dibutuhkan dalam sebuah tim yang ideal

PK.10.00 – 10.15 WIB. BREAK

10.15 – 12.00 WIB. SESI 2: MEMBERDAYAKAN DAN MENJADIKAN TIM LEBIH ANDAL

Sub Bahasan

  • Membantu anggota tim untuk mencapai hasil yang lebih baik dan merasa lebih mampu
  • Strategi untuk mencegah anggota tim jatuh ke mentalitas negatif dan destruktif
  • Prinsip kerja yang dapat diterapkan ke diri sendiri dan tim Anda, untuk meningkatkan harga diri dan produktivitas tim

PK.12.00 – 13.00 WIB. ISHOMA

PK 13.00 – 14.30 WIB. SESI 3: MAN MANAGEMENT DALAM TEAM BUILDING

Sub Bahasan

  • Mengelola orang-orang di sekitar dengan motivasi dan gairah kerja
  • Mengelola, mencegah, menyelesaikan potensi konflik
  • Kiat-kiat penanganan terhadap orang-orang yang sulit diatur
  • Mengorganisir pekerjaan dan tanggung jawab dengan efektif
  • Mengembangkan dan meningkatkan sikap, perilaku, dan mental positif
  • Mengelola stres, marah, dan emosi negatif lainnya agar tidak merusak proses kerja

PK.14.30 – 14.45 WIB. BREAK

PK.14.45 -16.30 WIB. SESI 4. MENINGKATKAN KOMUNIKASI TIM

Sub Bahasan

  • Memahami komunikasi yang ideal di dalam organisasi
  • Gaya komunikasi yang berbeda dan cara beradaptasi
  • Komunikasi positif menghasilkan kolaborasi kerja yang produktif
  • Pentingnya parabahasa dan komunikasi non verbal
  • Sikap tegas dalam komunikasi positif
  • Menjadi energi positif dalam aliran komunikasi di internal perusahaan
  • Cara memberikan umpan balik yang baik
  • Menjaga suasana hati yang baik dalam setiap interaksi dan komunikasi
  • Memahami persepsi, logika berpikir, kepercayaan, dan keyakinan lawan bicara  

16.30 – 19.00 WIB. ISHOMA

19.00-21.00 1IB. INDOOR TEAM BUILDING GAMES

Sub Bahasan

  • Kepemimpinan dalam team building
  • Energi kolaborasi, komunikasi, koordinasi, dan kerja sama
  • Perilaku tim untuk kinerja terbaik
  • Pemecahan masalah dan solusi terbaik

Day 2/Hari Kedua

08.00 – 11.00 WIB. OUTDOOR TEAM BUILDING GAMES

Untuk Pelatihan Hubungi

PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL

Kantor: Jl.Danau Toba No.104, Jakarta Pusat, 10210

Telepon: (021) 5701505

Hp: 0812 131 888 99

Fax: (021) 5738105

Website:http://djajendra-motivator.com

E-mail:training@djajendra-motivator.com