PERILAKU YANG MERUSAK BUDAYA KERJA

DJAJENDRA MOTIVATIONPERILAKU YANG MERUSAK BUDAYA KERJA

“Perilaku etis merupakan aset yang harus dirawat dengan baik. Bila perilaku etis tidak dirawat, maka perilaku buruk akan muncul dan merusak semua rencana baik organisasi.”~Djajendra

Budaya kerja yang baik sangat ditentukan dari perilaku kerja yang profesional dan etis. Budaya organisasi yang kuat tercipta dari perilaku dan sikap kerja yang profesional. Perilaku dan sikap tidak baik akan menyebabkan kerusakan hubungan kerja, pada akhirnya berdampak pada rendahnya kualitas budaya kerja, dan tingginya iklim konflik di tempat kerja.

Budaya kerja yang andal dan hebat tidak tercipta dari pintar dan berbakatnya karyawan, tetapi dari sikap dan perilaku etis dan profesional. Jadi, walaupun seorang karyawan sangat hebat nilai-nilai akademisnya, sangat bereputasi tinggi sekolahnya, dan sangat tinggi pendidikannya. Tetapi, bila dia tidak mampu bersikap baik, rendah hati, berempati, bertoleransi, etis, dan belajar dari semua situasi yang muncul. Maka, semua kehebatan yang dia miliki tidak akan bermanfaat sama sekali untuk memperkuat budaya kerja.

Perilaku yang suka berbicara tentang hal-hal negatif, atau suka mengeluh tentang segala hal, adalah perilaku yang dapat menyebabkan turunnya kualitas budaya kerja. Intergitas dan kejujuran menjadi nilai yang sangat penting, dan menentukan kualitas budaya kerja. Seseorang yang tidak jujur atau rendah integritasnya, sangat mudah berbohong, sangat mudah menyebarkan berita-berita yang tidak benar, sehingga dapat menguras pikiran orang lain, hanya untuk membicarakan sesuatu yang tidak benar. Dampaknya, orang-orang di tempat kerja akan kelelahan dan menghabiskan banyak waktu, hanya untuk membahas sesuatu yang tidak penting dan juga tidak benar.

Bergosip merupakan salah satu perilaku yang dapat merusak budaya kerja. Gosip tidak hanya membuang-buang waktu kerja, tetapi juga menurunkan tingkat produktivitas dan efektivitas kerja. Perilaku suka gosip berpotensi menciptakan rasa sakit hati bagi yang digosipkan. Bila semakin banyak orang sakit hati di tempat kerja, maka mereka akan terjebak dalam marah dan dendam, sehingga  tidak mampu bekerja dengan pikiran jernih.

Pikiran positif merupakan sebuah keharusan dalam membangun budaya kerja yang andal. Pikiran positif akan menghasilkan emosi yang baik dan cerdas. Emosi baik dan cerdas mampu memahami orang lain, mampu menciptakan suasana hati yang positif di sepanjang jam-jam kerja, sehingga proses kerja dapat berlangsung dengan baik. Emosi cerdas mampu mengontrol diri sendiri, sehingga diri dapat terhubung secara baik dan harmonis kepada siapapun.

Perilaku etis selalu jujur dan mengerti tentang apa yang baik dan apa yang tidak baik. Karyawan yang beretika tidak akan mengambil keuntungan dari hasil kerja keras karyawan lain. Orang-orang etis selalu memiliki harga diri, tidak akan bersikap curang dan mengambil yang bukan hasil kerjanya, atau yang bukan haknya.

Berbicara besar, berbicara berlebihan, atau perilaku yang suka membual, akan mengundang gosip. Orang-orang yang mendengarkan bualan atau cerita-cerita yang terkesan berlebihan, akan menggosipkan orang tersebut. Hal ini berpotensi menciptakan suasana kerja yang menurunkan kualitas budaya kerja. Sebab, sebagian dari waktu yang seharusnya dipergunakan secara produktif, akan terbuang sia-sia untuk mendengarkan dan membahas kisah si pembual.

Perilaku suka mencari muka atau mengkhianati orang-orang di sekitar, akan mengundang konflik dan perang dingin. Bukan rahasia lagi bahwa hampir di semua tempat kerja selalu akan muncul para Sangkuni yang siap menciptakan konflik. Para Sangkuni atau tukang pencipta energi konflik, dapat muncul dari semua dimensi organisasi. Mereka ini, pada umumnya, sangat pintar berbicara atau memutar balikkan fakta. Kerja mereka hanya mencari-cari kekurangan orang lain, lalu dimanfaatkan sebagai keuntungan mereka. Para Sangkuni selalu siap mengkhianati siapapun di tempat kerja. Mereka sangat pintar membaca arah angin, selalu mengikuti ke mana arah yang menguntungkan mereka. Tidak ada sahabat bagi mereka, hanya keuntungan dan kepentingan merekalah yang paling diutamakan.

Sangat banyak perilaku buruk yang dapat merusak budaya kerja. Perilaku merupakan aset yang harus dirawat dengan baik. Bila perilaku tidak dirawat, maka perilaku buruk akan muncul dan merusak semua rencana baik organisasi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PELATIHAN ETOS KERJA, BUDAYA KERJA, BUDAYA PERUSAHAAN PROGRAM 8 JAM

PELATIHAN ETOS KERJA, BUDAYA KERJA, BUDAYA PERUSAHAAN PROGRAM 8 JAM

cropped-COVER-DES-2014.jpg

DESKRIPSI

Etos berasal dari bahasa Yunani (ethos) yang berarti sikap, kepribadian, watak, karakter, serta keyakinan atas sesuatu yang ingin dicapai. Dalam dunia kerja etos berarti semangat kerja yang bersumber dari dalam hati karyawan dan pimpinan untuk mencapai target, tujuan, cita-cita, dan rencana perusahaan dengan sepenuh hati dan totalitas. Seseorang yang memiliki etos kerja selalu berperilaku kerja yang penuh semangat, totalitas, mendorong dirinya untuk bertindak dan meraih kinerja yang optimal, serta memiliki keyakinan yang kuat untuk melayani pekerjaannya dengan ikhlas dan tulus.

Budaya kerja adalah sifat, kebiasaan, perilaku, dan karakter kerja yang dengan sengaja dibudayakan oleh perusahaan untuk membentuk pola kerja di dalam perusahaan. Budaya kerja akan terlihat dari kemampuan karyawan untuk menjalankan nilai-nilai perusahaan, visi, misi, sistem, standar, dan proses kerja sesuai budaya perusahaan. Budaya kerja adalah implementasi budaya perusahaan dalam bahasa tindakan, seperti: kebiasaan kerja yang menguatkan budaya perusahaan, sifat dan perilaku kerja yang taat budaya perusahaan, dan kehidupan kerja sehari-hari yang secara otomatis menjalankan budaya perusahaan.   

Budaya perusahaan adalah lingkungan yang mengelilingi karyawan dan pimpinan di tempat kerja sepanjang waktu. Budaya perusahaan itu hidup dari bahasa, simbol, struktur, sistem, cerita, legenda, praktek pekerjaan sehari-hari, gaya kepemimpinan, pola kerja, cara pengambilan keputusan. Budaya perusahaan sangat ditentukan oleh karakter pendiri perusahaan, pola karakter dan perilaku eksekutif, kebiasaan-kebiasaan kerja staf manajerial, serta oleh peran setiap individu yang memiliki kekuasaan dan wewenang di tempat kerja. Budaya perusahaan walaupun tidak terlihat secara kasat mata. Tetapi, dapat terlihat dari pola, kebiasaan, sikap, etos, perilaku, karakter kerja, budaya kerja, serta oleh penampilan fisik karyawan dan pimpinan di tempat kerja. Budaya perusahaan merupakan dasar untuk membentuk hubungan kerja, proses kerja, kenikmatan kerja, pola kerja, dan interaksi kerja yang penuh kinerja.

Program pelatihan etos kerja, budaya kerja, dan budaya perusahaan ini bertujuan untuk membentuk perilaku kerja yang berbudaya kuat dan unggul. Pelatihan ini akan meningkatkan kesadaran dan rasa tanggung jawab peserta untuk memfungsikan etos kerja dari dalam hatinya, dan menjadikan semangat dari dalam hati tersebut sebagai kekuatan penggerak yang konsisten, untuk menghasilkan pekerjaan yang produktif dan berkinerja tinggi. Demikian juga dengan budaya kerja, yang bertujuan untuk menciptakan sikap dan perilaku kerja sesuai nilai-nilai perusahaan, serta secara konsisten meningkatkan produktivitas kerja, dan berkemampuan untuk menghadapi berbagai tantangan dengan budaya unggul dan kuat.

Program pelatihan berdurasi  8 jam ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran penguatan budaya perusahan, etos kerja, dan budaya kerja. Setelah mendapatkan pelatihan ini, peserta dapat mengelola potensi dirinya di dalam etos kerja yang andal, di dalam budaya kerja yang unggul, dan di dalam budaya perusahaan yang kuat dan unggul. Pada akhirnya, peserta akan menghasilkan sikap dan perilaku kerja yang merawat dan memelihara budaya kuat perusahaan. Pelatihan ini menjadikan insan perusahaan semakin andal dan hebat, untuk menjalankan roda organisasi dan bisnis dengan tata nilai perusahaan dan nilai – nilai budaya kerja/perilaku yang konsisten dan berkarakter unggul .

TUJUAN PELATIHAN

  1. Terwujudnya perilaku kerja yang mewakili norma, prinsip, nilai, tata kelola, dan kepemimpinan perusahaan di dalam budaya kuat.
  2. Tercapainya proses internalisasi dan kesadaran tentang hubungan yang tidak terpisahkan antara etos kerja, budaya kerja, dan budaya perusahaan.
  3. Terwujudnya sikap dan perilaku kerja yang produktif, serta mudah beradaptasi terhadap tantangan dan kedinamisan yang ada.
  4. Terwujudnya semangat kerja dari kesadaran dan ketulusan hati nurani.

METODE DAN MATERI

Pelatihan Aktif, Presentasi, Interaktif, Diskusi Kelompok, Brainstorming, Bermain Peran, Berpikir Kreatif, Simulasi, Belajar Dalam Kompetisi Permainan, Studi Kasus, Latihan, Bimbingan, Diskusi, Perenungan, Experiential Learning, Icebreaker.

HASIL AKHIR PELATIHAN/OUTPUT

  1. Terbentuknya budaya perusahaan yang kuat dan unggul, sehingga subkultur atau budaya di luar budaya perusahaan tunduk pada konsistensi budaya perusahaan.
  2. Terinternalisasinya nilai-nilai perusahaan menjadi nilai-nilai kerja bersama, nilai-nilai yang menciptakan asumsi dan persepsi bersama, serta terciptanya perilaku dan sikap yang sesuai dengan semangat budaya perusahaan.
  3. Terciptanya etos kerja dari dalam hati untuk melaksanakan pekerjaan dengan disiplin, tekun, jujur, bertanggung jawab, ikhlas, tulus, melayani, tepat waktu, cepat, termotivasi, dan memaksimalkan kinerja dengan semangat tinggi.
  4. Terciptanya budaya kerja yang efektif, produktif, berkolaborasi, berkomunikasi, berstandar tinggi, berkualitas, dan fokus untuk hasil terbaik.

MATERI PEMBAHASAN ETOS KERJA, BUDAYA KERJA, DAN BUDAYA PERUSAHAAN SELAMA 8 JAM

Bagian Etos Kerja

  1. Optimis dan berorientasi ke masa depan.
  2. Kerja keras, disiplin, ulet, tekun, tepat waktu.
  3. Bertanggung jawab, ikhlas, melayani, rendah hati, jujur, hemat.
  4. Kreatif dan menjadi diri sendiri yang asli dan unik.
  5. Bekerja adalah panggilan Tuhan dan termotivasi untuk berkinerja tinggi.

Bagian Budaya Kerja

  1. Produktif, efektif, efisien, dan berkinerja tinggi.
  2. Kolaborasi, kerja sama, sinergi, berkomunikasi.
  3. Taat dan patuh pada nilai-nilai perusahaan, sistem, proses kerja, dan kepemimpinan.
  4. Suasana kerja yang nyaman, rasa kekeluargaan, jiwa kebersamaan, kekompakkan dalam bekerja, meningkatkan kualitas hubungan positif di tempat kerja.

Bagian Budaya Perusahaan

  1. Kesadaran untuk mewujudkan budaya perusahaan yang kuat.
  2. Kekuatan bahasa, simbol, ritual, cerita, legenda, praktek pekerjaan sehari-hari, dan proses pengambilan keputusan dalam penguatan budaya perusahaan.
  3. Kekuatan visi, misi, dan nilai-nilai budaya.
  4. Budaya perusahaan sebagai inti dari etos kerja, budaya kerja, sikap, perilaku, karakter, dan kebiasaan.

Untuk Pelatihan Hubungi:

PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL

Kantor: Jl.Danau Toba No.104, Jakarta Pusat, 10210

Telepon: (021) 5701505

Hp: 0812 1318 8899

Fax: (021) 5738105

Website:http://djajendra-motivator.com

E-mail:training@djajendra-motivator.com

 

PELATIHAN SOSIALISASI VALUES PERUSAHAAN 1 HARI

KUTA BALI-KEMENKES 2014PELATIHAN OUTDOOR SOSIALISASI VALUES PERUSAHAAN PROGRAM 1 HARI “YOUR CORPORATE VALUES (CORE VALUES)”

DESKRIPSI

Values perusahaan merupakan salah satu dasar yang paling penting untuk penguatan budaya kerja. Values perusahaan adalah kunci utama untuk menciptakan perilaku kerja yang berdaya saing dan produktif. Semakin values perusahaan terinternalisasi ke dalam mind set dan emosi karyawan, semakin meningkat kualitas proses kerja untuk menghasilkan kinerja terbaik.

Program sosialisasi ini menterjemahkan nilai-nilai perusahaan ke dalam sikap, perilaku, karakter kerja, dan cara memanfaatkannya untuk kemajuan karir pribadi, kelompok, dan pencapaian kinerja yang produktif. Mengingat values perusahaan mampu menyatukan, atau mengikat kebersamaan setiap insan perusahaan dalam soliditas yang kuat, untuk pencapaian kinerja yang produktif. Maka, peserta diajak untuk memahami strategi, teknik, taktik, dan cara mengelola nilai-nilai perusahaan dengan profesional. Dalam hal ini, program sosialisasi ini membangun kesadaran diri, untuk menciptakan kebiasaan kerja sesuai values perusahaan; menghidupkan hati nurani, untuk sepenuh hati dan totalitas bekerja sesuai values perusahaan; menguatkan semangat, tekad, motivasi, gairah, antusiasme, dan keandalan diri dalam memanfaatkan values perusahaan; menguatkan imajinasi kreatif, untuk menciptakan berbagai persepsi positif atas values perusahaan.

Program sosialisasi ini dilakukan dengan mengkaji dan menginternalisasikan nilai-nilai budaya kerja perusahaan Anda. Hal ini merupakan proses pembentukan perilaku kerja yang berdasarkan nilai-nilai perusahaan. Values perusahaan akan menjadi kekuatan untuk meningkatkan kinerja dari aturan, tata kelola, model perilaku kerja berbudaya, gabungan pola pikir, persepsi, keyakinan, energi, nilai-nilai, kebiasaan, hubungan, emosi, kepemimpinan, tata ruang, dan sikap dari orang-orang dalam perusahaan; yang secara bersama-sama memberikan kekuatan unik dan khas di dalam soliditas kerja, serta terikat dalam suasana kerja satu budaya, sebagai satu kesatuan dari Budaya perusahaan yang tercipta melalui values perusahaan.

Program sosialisasi values perusahaan dilakukan dengan konsep outdoor selama  1 hari untuk satu batch. Jumlah ideal per batch 25 peserta. Bila jumlah peserta banyak dapat dibagi dalam beberapa batch pelatihan. Tujuan dari sosialisasi ini untuk menginternalisasi dan mensosialisasi values perusahaan.

TUJUAN

  1. Memberikan kesadaran bahwa values perusahaan bersifat universal yang diharapkan oleh semua orang dan harus dimiliki oleh pemimpin/pekerja.
  2. Memberikan kesadaran tentang belenggu yang menghalangi para pekerja untuk menjalankan values perusahaan.
  3. Membangun integritas, loyalitas dan rasa tanggung jawab dalam diri pekerja.
  4. Membangun komitmen dan keikhlasan untuk menciptakan perilaku kerja sesuai values perusahaan.
  5. Memberikan kesadaran bahwa setiap orang memiliki peranan penting sekecil apapun dalam mensukseskan implementasi values perusahaan.                
  6. Internalisasi values perusahaan dalam diri setiap pekerja.
  7. Memberikan pemahaman mengenai cara pembangunan karakter kerja sesuai values perusahaan.
  8. Memberikan kesadaran tentang karakter buruk yang harus diperbaiki untuk menjalankan nilai nilai perusahaan.

MANFAAT

  1. Mampu bekerja dengan sikap dan perilaku sesuai values perusahaan.
  2. Mampu menggunakan values perusahaan untuk meningkatkan nilai tambah perusahaan bagi stakeholder.
  3. Mampu mengoptimalisasi kekuatan nilai-nilai perusahaan untuk mewujudkan budaya kerja yang kuat.
  4. Mampu menjalankan roda organisasi dan bisnis perusahaan dengan kekuatan values perusahaan.
  5. Menunjukkan minat, energi, dan antusiasme yang tinggi terhadap values perusahaan.
  6. Menetapkan standar kerja sesuai values perusahaan.
  7. Memiliki keinginan tampil sebagai yang terbaik bersama values perusahaan.

METODOLOGI PELATIHAN

Fokus pada pelatihan aktif, presentasi, interaktif, diskusi kelompok, brainstorming, bermain peran, berpikir kreatif, simulasi, belajar dalam kompetisi permainan, studi kasus, latihan, bimbingan, diskusi, perenungan, experiential learning, icebreaker, sharing experience, group sharing.

MEDIA SOSIALISASI

Banner, Figura, Slide, Buku Materi, Perlengkapan Roleplay, Perlengkapan Games

SASARAN

Seluruh Karyawan Dan Pimpinan: Staf, supervisor, manajer, pimpinan, dan tim Manajemen

MATERI PEMBAHASAN

Corporate values yang sudah dimiliki oleh perusahaan Anda

Untuk Pelatihan Hubungi

PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL

Kantor: Jl.Danau Toba No.104, Jakarta Pusat, 10210

Telepon: (021) 5701505

Hp: 0812 131 888 99

Fax: (021) 5738105

Website:http://djajendra-motivator.com

E-mail:training@djajendra-motivator.com

PELATIHAN MANAJEMEN PERUBAHAN 2 HARI 2015

LEADERSHIP 2014PELATIHAN MANAJEMEN PERUBAHAN 2 HARI (CHANGE MANAGEMENT) 2015

DESKRIPSI

Manajemen perubahan adalah cara mengelola masa transisi dari sebuah kondisi yang tidak diinginkan kepada kondisi yang diinginkan melalui nilai, sistem, kepemimpinan, individu, tim, dan organisasi untuk masa depan yang lebih cemerlang. Dalam proses perubahan diperlukan kesiapan infrastruktur organisasi, budaya organisasi yang baru, nilai, kepribadian, komunikasi, kolaborasi, kecerdasan emosional, kepemimpinan, dan rencana perubahan yang tepat sasaran. Kegiatan perubahan harus melibatkan pendekatan multi-komponen, seperti kepemimpinan, karyawan, dan kepemilikan dalam sebuah komunikasi dan kolaborasi yang saling mendukung untuk mencapai perubahan yang diinginkan.

Secara umum, manajemen perubahan selalu dibutuhkan oleh organisasi untuk menciptakan tata kelola organisasi dan bisnis yang lebih efektif, produktif, efisien, kreatif, dan berkinerja. Melalui perubahan yang jelas dan terbuka, organisasi berpotensi untuk memperkuat dirinya melalui komunikasi dan integrasi dalam kolaborasi yang menyatukan semua keunggulan organisasi secara profesional. Manajemen perubahan harus memastikan bahwa setiap kegiatan perubahan dilakukan secara terencana dan terukur, sehingga keberhasilan penerimaan setiap orang terhadap perubahan yang diinginkan dapat diwujudkan secara sempurna.

Setiap pimpinan dan karyawan yang terlibat dalam proses perubahan harus memahami dan menjalankan peran dan tanggung jawabnya secara bijak dan profesional. Manajemen perubahan adalah bagian dari pekerjaan setiap orang. Adalah penting untuk menetapkan tanggung jawab bagi orang yang berbeda dalam organisasi sebagai bagian dari perencanaan manajemen perubahan.

Pelatihan manajemen perubahan selama dua hari ini bertujuan untuk membekali peserta tentang cara mengelola perubahan yang efektif, sehingga peserta dapat bekerja untuk membuat perubahan menjadi lebih mudah pada organisasi, tim, dan individu yang terlibat. Peserta akan mendapatkan pemahaman dan keterampilan untuk menangani perubahan dan kemampuan  mengidentifikasi kebutuhan untuk mengatasi hambatan, serta memastikan pelaksanaan perubahan berhasil.

TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM

  1. Menjalankan peran, fungsi tugas, dan tanggung jawab untuk terlibat dalam perubahan yang diinginkan.
  2. Mengoptimalkan peran diri sendiri, kepemimpinan, dan organisasi untuk mempercepat perubahan.
  3. Menguasai teknik dan strategi manajemen perubahan.

TUJUAN  INSTRUKSIONAL KHUSUS

  1. Mengetahui konsep manajemen perubahan dan hubungannya dengan diri sendiri, kepemimpinan, budaya, organisasi, sistem, politik kantor, dan komunikasi di tempat kerja.
  2. Mengetahui bagaimana menjadi orang yang mengalami perubahan, dan menggunakan prinsip-prinsip dalam manajemen perubahan untuk menjalankan praktik perubahan sehari-hari di tempat kerja.
  3. Mengetahui bahwa manajemen perubahan akan meningkatkan kualitas kinerja individu, organisasi, dan bisnis dalam sistem pelayanan perusahaan kepada stakeholder.
  4. Mengetahui cara mengidentifikasi, merencanakan, mengukur dan mengimplementasikan perubahan secara berkualitas di tempat kerja.
  5. Mengetahui cara memotivasi diri sendiri dan melibatkan orang-orang dengan teknik dan cara persuasive untuk menghasilkan perubahan yang diinginkan.

MANFAAT PELATIHAN

  1. Mampu membantu diri sendiri dan orang lain dalam menghadapi perubahan.
  2. Mampu menempatkan diri sendiri untuk fokus pada perubahan selama perubahan.
  3. Mampu membuat rencana perubahan dan pelaksanaannya.
  4. Mampu mengenali kebutuhan untuk perubahan dan menyiapkan apa yang diperlukan untuk perubahan.
  5. Memahami dampak perubahan dan manfaatnya untuk mengoptimalkan kinerja organisasi.
  6. Memfasilitasi perubahan pada individu dan tingkat tindakan kelompok.
  7. Mengidentifikasi emosional diri sendiri untuk bisa memfasilitasi kemajuan perubahan.
  8. Mampu memberdayakan diri sendiri dan orang lain untuk tindakan dan perubahan yang diinginkan.
  9. Mampu melakukan diagnosa perubahan kebutuhan organisasi, tim, dan  individu.
  10. Mampu menyusun strategi untuk mengatasi efek buruk dalam Perubahan.
  11. Mampu tampil dengan fleksibilitas pribadi selama perubahan dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai etika.
  12. Mampu mengatasi dan mengelola resistensi dalam perubahan.
  13. Mampu bekerja melalui setiap proses transisi menuju perubahan.
  14. Mampu berkomunikasi dan berkolaborasi dengan semua pihak sepanjang proses perubahan.
  15. Mampu melaksanakan perubahan secara sistematis dan proaktif melalui dukungan dari semua pihak selama proses perubahan.
  16. Cerdas mengelola proses perubahan melalui rencana, proses, fasilitas, organisasi, budaya, nilai, komunikasi, kegiatan politik kantor, kolaborasi, kegiatan simbolik, pemanfaatan sumber daya, dan manajemen diri sendiri.
  17. Mampu mengorganisir untuk Perubahan: Mengembangkan struktur yang terintegrasi, sistem, kebijakan dan prosedur untuk cepat mengeksekusi perubahan strategi, rencana dan program.

METODOLOGI PELATIHAN

Fokus pada pelatihan aktif, presentasi, interaktif, diskusi kelompok, brainstorming, bermain peran, berpikir kreatif, simulasi, belajar dalam kompetisi permainan, studi kasus, latihan, bimbingan, diskusi, perenungan, experiential learning, icebreaker.

SASARAN

Staf, Manajer, Pimpinan, Tim Manajemen

MATERI PELATIHAN SELAMA 2 HARI 16 JAM

HARI PERTAMA

SESI 1: PERSIAPAN UNTUK PERUBAHAN DAN CARA MENDAPATKAN DUKUNGAN

  1. Menjelaskan dan memvisualisasikan rencana perubahan
  2. Mendefinisikan strategi perubahan
  3. Membangun tim perubahan yang andal
  4. Mengelola isi hati dan pikiran semua orang
  5. Membangun dukungan
  6. Menyiapkan lingkungan yang siap berubah

 SESI 2: MENGUATKAN PERUBAHAN PADA TINGKAT INDIVIDU

  1.  Membangun persepsi dan keyakinan di tingkat individu
  2. Membersihkan keraguan dan menguatkan optimisme individu
  3. Memprogram pikiran individu untuk mendukung perubahan
  4. Mengelola potensi dan bakat individu untuk mensukseskan perubahan
  5. Menghidupkan hati nurani individu untuk tulus dan ikhlas dalam perubahan

 SESI 3: MEMIMPIN DAN MENGELOLA PERUBAHAN

  1.  Menyiapkan sumber daya perubahan
  2. Menyiapkan perencanaan
  3. Mendelegasikan perubahan
  4. Menjaga energi komunikasi positif dan mengalir
  5. Mengatasi penolakan

 SESI 4: MENINGKATKAN KUALITAS DUKUNGAN DARI SEMUA STAKEHOLDERS

  1.  Meyakinkan dengan data dan fakta
  2. Membangun logika berpikir yang diterima semua orang
  3. Mengumpulkan data dan fakta
  4. Mengatasi kekhawatiran dan Isu
  5. Mengevaluasi dan beradaptasi
  6. Menguatkan partisipasi dan dukungan

 HARI KEDUA

SESI 5: MEMBANGUN ENERGI POSITIF DAN MEMBUAT SEMUA ORANG BERHARGA

  1.  Menghargai pendapat yang lain
  2. Mendengarkan dan memberikan respon baik
  3. Memimpin dan menguatkan soliditas
  4. Memimpin rapat dan menentukan status perubahan
  5. Berbagi pengalaman, manfaat, dan hasil
  6. Merayakan keberhasilan kecil dan besar

 SESI 6: PERUBAHAN DALAM SATU PERSEPSI DAN SOLIDITAS BERSAMA

  1.  Menguatkan kolaborasi
  2. Menyatukan emosi, hati, dan pikiran
  3. Apapun faktanya dipahami bersama dan ditemukan solusi
  4. Membawa semua orang bersama-sama mewujudkan perubahan

 SESI 7: MENGUATKAN DAYA TAHAN DAN KEGEMBIRAN DALAM PROSES PERUBAHAN

  1.  Mental yang tangguh
  2. Membiasakan hal-hal baru
  3. Konsistensi dan integritas
  4. Semangat
  5. Disiplin
  6. Akuntabilitas
  7. Menikmati proses perubahan
  8. Mudah beradaptasi
  9. Menerima, mengalir, bekerja, dan menikmati perubahan dengan rasa senang

 SESI 8: PERUBAHAN YANG TUMBUH DAN BERKEMBANG DALAM FLEKSIBILITAS

  1. Pentingnya fleksibilitas dalam perubahan
  2. Kekuatan kebiasaan yang lentur dan beradaptasi
  3. Menghargai perbedaan dan yang lain
  4. Rasa ingin tahu yang tinggi
  5. Rendah hati dan tidak ngotot
  6. Bekerja dalam sumber yang tidak terbatas
  7. Menyatu dan tumbuh bersama tim

 Untuk pelatihan hubungi www.djajendra-motivator.com

Hp. 0812 131 888 99

PELATIHAN TEAM BUILDING PROGRAM 2 HARI 1 MALAM

PELATIHAN TEAM BUILDING PROGRAM 2 HARI 1 MALAM

DESKRIPSI

Perilaku sebuah tim adalah berkolaborasi, bekerja sama, berkomunikasi, berkoordinasi, dan bertindak bersama-sama untuk mencapai tujuan secara bersama-sama. Setiap orang di dalam tim memiliki maksud untuk bersama-sama memenuhi target atau tujuan. Intinya, diperlukan perilaku dan karakter kerja yang selalu bersama-sama untuk menyelesaikan semua tanggung jawab dan pekerjaan.

Niat seorang anggota tim haruslah melakukan dan menyelesaikan pekerjaan secara bersama-sama dengan anggota tim yang lainnya. Ada keharusan untuk selalu bersama-sama, dan harus mampu menundukkan niat yang ingin menyelesaikan pekerjaan seorang diri, tanpa bantuan yang lain.

Kerja tim memiliki waktu dan tempat untuk secara bersama-sama mengelola sumber daya dengan efektif. Dalam hal ini, setiap anggota tim wajib berkomunikasi dan memprioritaskan apa yang harus segera dilakukan, tanpa menciptakan benih konflik, termasuk selalu memiliki niat untuk melakukan apapun dengan kerja sama, serta menyiapkan perilaku dan karakter diri yang sesuai dengan misi dan visi tim.

Memahami kepribadian dan kebiasaan rekan satu tim. Bila Anda tidak memahami gaya komunikasi, karakter, kepribadian, dan pola pikir dari anggota tim; maka hal ini berpotensi menguatkan konflik dan menciptakan kerumitan di dalam interaksi kerja tim. Mengetahui rekan satu tim dengan baik adalah modal yang sangat penting untuk menciptakan kerja sama yang hebat dan unggul. Terhubunglah dengan baik agar setiap individu mampu memperlihatkan fungsinya dengan baik, sehingga tim menjadi sangat kuat dan berfungsi sesuai tujuan.

Tim yang kuat selalu menguatkan kepercayaan di dalam kerja sama tim. Sering sekali anggota tim suka menyembunyikan kelemahan dan kesalahan dari satu sama lain. Kadang-kadang ragu untuk meminta bantuan atau memberikan umpan balik yang konstruktif. Ragu untuk menawarkan bantuan, dan suka menciptakan kesimpulan tentang perilaku kerja yang lain. Takut rekan se-tim lebih menonjol, makanya dibiarkan temannya itu bingung sendiri agar gagal menyelesaikan pekerjaan secara benar. Ada juga rekan se-tim yang dendam atau iri hati, lalu membiarkan temannya masuk ke dalam kesalahan, kemudian membesar-besarkannya agar rekan se-tim nya ini dianggap gagal. Intinya, ketika kepercayaan di dalam tim tidak ikhlas dan tidak jujur, maka hal ini sama saja dengan menyembunyikan kelemahan tim, sehingga tim pasti menjadi tidak berfungsi dengan baik.

Meningkatkan kepercayaan diantara anggota tim, sangatlah meningkatkan fungsi dan kualitas tim untuk mencapai kinerja terbaik. Secara berkelanjutan perusahaan wajib membangun keandalan timnya. Dari waktu ke waktu sangatlah diperlukan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan rasa percaya diantara anggota tim. Membangun kepribadian dan karakter individu yang ikhlas dan penuh kesadaran, untuk memfokuskan waktu dan energi pada kebersamaan di tempat kerja. Dan juga, memiliki mindset untuk selalu bersama-sama meningkatkan kredibilitas dan reputasi kerja sama diantara mereka.

Konflik tidak selalu buruk. Kadang-kadang dibutuhkan konflik kecil untuk menemukan solusi atau keputusan yang lebih kreatif. Tim yang hebat pastinya tidak takut pada konflik. Haruslah ada keberanian untuk berbeda pendapat agar pengetahuan baru dari sikap kritis dan kreativitas dapat meningkatkan kualitas tim. Jangan jadikan setiap pertemuan tim membosankan, karena takut menyakiti perasaan sesama rekan se-tim. Jangan takut untuk mengkritik atau mempertanyakan secara sangat kritis kepada rekan se-tim, yang penting semuanya terfokus pada persoalan kerja, dan bukan pada persoalan pribadi. Jadilah pribadi-pribadi yang cerdas berdebat untuk menemukan solusi-solusi yang hebat. Jangan takut dengan ide-ide kontroversial yang mungkin bisa meningkatkan keberhasilan tim berlipat kali. Jangan takut untuk berbeda pendapat dan pandangan dengan anggoto tim. Yakinlah bahwa menyembunyikan potensi konflik demi menjaga keharmonisan tim, hanya akan menciptakan bom waktu yang merusak tim secara permanen. Jadi, jangan takut untuk berkonflik demi kemajuan bersama, dan yang penting miliki nilai-nilai kehidupan, seperti: ikhlas, jujur, terbuka, bertanggung jawab, dan penuh kasih kepada rekan se-tim, sehingga konflik yang munculpun akan segera hilang di dalam kuatnya soliditas tim.

Tidak boleh ada keraguan di dalam tim. Setiap anggota tim haruslah yakin dengan arah dan prioritas kerja. Jangan ragu atau menunda pekerjaan karena hati masih belum yakin 100% dengan apa yang akan dilakukan. Jangan terjebak dalam analisis yang berlebihan, sehingga takut bertindak atau kelamaan untuk bertindaknya. Keraguan yang berlebihan hanya menciptakan penundaan yang berkepanjangan. Ingatlah selalu bahwa keraguan merupakan potensi yang merugikan kemajuan tim. Pastikan setiap anggota tim selalu mampu meningkatkan pengetahuan, wawasan, keterampilan, dan rasa percaya diri agar keraguan dapat dihindarkan dari setiap proses kerja tim.

Akuntabilitas adalah perilaku yang harus hidup di dalam tim. Bila seorang anggota tim menghindari akuntabilitas, maka dia telah menciptakan titik kelemahan tim. Tanpa akuntabilitas, sebuah tim pasti tidak mampu berfungsi. Akuntabilitas haruslah menjadi kebiasaan dan mengalir lancar di dalam karakter kerja dan proses kerja. Setiap anggota tim harus tampil penuh disiplin untuk mempertanggung jawabkan segala sesuatu dengan sikap profesional. Akuntabilitas adalah kunci sukses sebuah tim. Jadi, bila seorang saja tidak ikhlas menjalankan fungsi akuntabilitasnya di dalam tim, maka dia sudah menyembunyikan kelemahan di dalam tim, sehingga pada saatnya tim akan gagal berfungsi seperti seharusnya.

Keberadaan sebuah tim adalah untuk hasil akhir yang hebat. Jadi, setiap anggota tim wajib memfokuskan seluruh waktu, energi, sumber daya, dan etos kerjanya dalam upaya menghasilkan kinerja terbaik. Perilaku kerja yang fokus pada pertumbuhan, serta berorientasi pada prestasi akan meningkatkan gairah kerja tim. Anggota tim harus terlatih dan dibiasakan untuk tidak mudah terganggu, dan hal ini bisa saat mereka memiliki daya tahan mental yang baik.

Diperlukan mental positif dan perilaku produktif agar tidak melalaikan tanggung jawab dan memperhatikan pekerjaan dengan sepenuh hati. Taat pada komitmen dan patuh pada tujuan adalah jalan terbaik untuk menjalankan setiap fungsi dan peran masing-masing. Keberadaan setiap anggota tim adalah untuk kesuksesan tim, dan bukan untuk menggagalkan pencapaian terbaik tim. Jadi, persiapkan diri masing-masing dengan kepribadian dan karakter kerja yang hebat agar mampu menjadi aset yang andal di dalam tim.

Jadilah pribadi tim yang selalu membawa keluar yang terbaik dari dalam diri. Jangan sekali-kali membawa keluar dari dalam diri hal-hal yang bisa memperburuk kualitas tim. Jadilah energi positif yang membangun kerja sama tim dengan berkualitas, serta memampukan diri sebagai salah satu fungsi terpenting di dalam tim yang hebat.

Program pelatihan ini berfokus pada transformasi perilaku individual dalam organisasi menjadi perilaku kelompok, agar sifat dan karakter yang sangat kuat “aku nya” dapat berubah menjadi “kita”. Setiap orang akan diberikan motivasi dan inspirasi, agar selalu termotivasi untuk bekerja sama dalam mencapai tujuan

Pelatihan selama 2 hari 1 malam ini memberikan pencerahan dan motivasi ( praktek dan teori) tentang cara membangun kerja sama tim yang ideal. Pelatihan dilengkapi outdoor team building games dan role play.

METODOLOGI PELATIHAN

Pelatihan Aktif (Teori dan Praktek), Presentasi, Interaktif, Diskusi Kelompok, Brainstorming, Bermain Peran, Berpikir Kreatif, Simulasi, Belajar Dalam Kompetisi Permainan, Studi Kasus, Latihan, Bimbingan, Diskusi, Perenungan, Experiential Learning, Icebreaker.

TUJUAN PELATIHAN

Pelatihan ini bertujuan untuk membantu peserta dalam:

  • Menguatkan integritas, akuntabilitas, dan mendorong soliditas di dalam kerja sama tim
  • Meningkatkan kerjasama, kolaborasi, koordinasi, komunikasi, pemecahan masalah, kepercayaan dan keterampilan emosional
  • Menghindari konfrontasi dan fokus pada pencapaian kinerja
  • Saling menghargai, mengelola kebersamaan, membuat keputusan, saling melengkapi kelebihan, dan mengendalikan diri masing-masing

MANFAAT PELATIHAN

Dengan mengikuti pelatihan ini, peserta akan mendapatkan manfaat sebagai berikut:

  • Membangun tim kerja yang solid untuk pencapaian kinerja terbaik
  • Mencegah tim kerja membuat keputusan yang salah
  • Meningkatkan efisiensi dan produktivitas tim
  • Mencegah tim jatuh ke dalam mentalitas destruktif
  • Memetakan konflik dalam persiapan resolusi
  • Menghadirkan sukses individu, kelompok, dan organisasi
  • Kerjasama, pemecahan masalah, koordinasi, kolaborasi, pelayanan, kontribusi, komunikasi, sinergi, kepercayaan dan keterampilan emosional
  • Meningkatkan ikatan toleransi dan empati antara anggota tim melalui pengalaman bersama atau pemecahan masalah kolektif
  • Berkomunikasi satu sama lain untuk mendapatkan hasil yang lebih baik
  • Berpikir di luar rincian kecil dan memikirkan tujuan utama
  • Mendukung satu sama lain
  • Menggunakan keterampilan emosional dan keterampilan pembinaan untuk memberikan umpan balik
  • Meningkatkan kepercayaan dan kehandalan tim

MATERI PEMBAHASAN

Day 1/Hari Permata

08.30 – PK 10.00 WIB. SESI 1: SOLIDITAS DALAM KERJA SAMA TIM

Sub Bahasan

  • Peran individu dalam tim dan kerja sama
  • Perilaku individual, orientasi dan pengaruhnya terhadap tim
  • Membangun kepribadian dan karakter yang siap untuk melakukan kerja sama
  • Menjadi bagian dari sistem kerja sama yang solid
  • Keuntungan bekerja dalam tim
  • Menjaga disiplin untuk kemajuan tim dari waktu ke waktu
  • Peran setiap anggota tim dalam membangun tim yang unggul
  • Kombinasi dari peran yang dibutuhkan dalam sebuah tim yang ideal

PK.10.00 – 10.15 WIB. BREAK

10.15 – 12.00 WIB. SESI 2: MEMBERDAYAKAN DAN MENJADIKAN TIM LEBIH ANDAL

Sub Bahasan

  • Membantu anggota tim untuk mencapai hasil yang lebih baik dan merasa lebih mampu
  • Strategi untuk mencegah anggota tim jatuh ke mentalitas negatif dan destruktif
  • Prinsip kerja yang dapat diterapkan ke diri sendiri dan tim Anda, untuk meningkatkan harga diri dan produktivitas tim

PK.12.00 – 13.00 WIB. ISHOMA

PK 13.00 – 14.30 WIB. SESI 3: MAN MANAGEMENT DALAM TEAM BUILDING

Sub Bahasan

  • Mengelola orang-orang di sekitar dengan motivasi dan gairah kerja
  • Mengelola, mencegah, menyelesaikan potensi konflik
  • Kiat-kiat penanganan terhadap orang-orang yang sulit diatur
  • Mengorganisir pekerjaan dan tanggung jawab dengan efektif
  • Mengembangkan dan meningkatkan sikap, perilaku, dan mental positif
  • Mengelola stres, marah, dan emosi negatif lainnya agar tidak merusak proses kerja

PK.14.30 – 14.45 WIB. BREAK

PK.14.45 -16.30 WIB. SESI 4. MENINGKATKAN KOMUNIKASI TIM

Sub Bahasan

  • Memahami komunikasi yang ideal di dalam organisasi
  • Gaya komunikasi yang berbeda dan cara beradaptasi
  • Komunikasi positif menghasilkan kolaborasi kerja yang produktif
  • Pentingnya parabahasa dan komunikasi non verbal
  • Sikap tegas dalam komunikasi positif
  • Menjadi energi positif dalam aliran komunikasi di internal perusahaan
  • Cara memberikan umpan balik yang baik
  • Menjaga suasana hati yang baik dalam setiap interaksi dan komunikasi
  • Memahami persepsi, logika berpikir, kepercayaan, dan keyakinan lawan bicara  

16.30 – 19.00 WIB. ISHOMA

19.00-21.00 1IB. INDOOR TEAM BUILDING GAMES

Sub Bahasan

  • Kepemimpinan dalam team building
  • Energi kolaborasi, komunikasi, koordinasi, dan kerja sama
  • Perilaku tim untuk kinerja terbaik
  • Pemecahan masalah dan solusi terbaik

Day 2/Hari Kedua

08.00 – 11.00 WIB. OUTDOOR TEAM BUILDING GAMES

Untuk Pelatihan Hubungi

PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL

Kantor: Jl.Danau Toba No.104, Jakarta Pusat, 10210

Telepon: (021) 5701505

Hp: 0812 131 888 99

Fax: (021) 5738105

Website:http://djajendra-motivator.com

E-mail:training@djajendra-motivator.com

PELATIHAN LEADERSHIP “INTEGRITAS PEMIMPIN MENDORONG KEBERANIAN” PROGRAM 1 HARI 8 JAM

PELATIHAN LEADERSHIP “INTEGRITAS PEMIMPIN MENDORONG KEBERANIAN” PROGRAM 1 HARI 8 JAM

DESKRIPSI

Keberanian dan integritas adalah dua sifat yang sangat penting bagi seorang pemimpin. Sehebat dan sebaik apapun seorang pemimpin, bila dia tidak memiliki keberanian, dia akan menjadi bagian dari masalah, dan tidak akan pernah bergerak untuk menemukan solusi kemenangan. Pemimpin haruslah berani, tegas, jelas, serta cerdas mengelola dan menghadapi realitas melalui integritas yang hebat.

Pemimpin dengan integritas yang tinggi dapat bekerja dan bersikap searah etika dan prinsip-prinsip moral. Walau energi buruk dari kekuatan yang mengabaikan etika mencoba menghalangi gerak maju pemimpin, tetapi integritas pemimpin akan mendorong keberanian untuk bersikap sesuai dengan nilai-nilai kebaikan. Intinya, orang jujur dan baik selalu memiliki keberanian untuk menolak ketidakbaikan. Mereka ikhlas kehilangan kekuasaan, jabatan, dan penghasilan, demi menjaga kebaikan dan profesionalisme. Mereka selalu memiliki nilai integritas yang sangat hebat untuk mendorong keberanian.

Pemimpin yang andal selalu mampu bekerja dan bersikap di semua situasi dan kondisi. Dia mampu mendorong keberanian dengan kekuatan integritas; dia mampu memimpin dan memotivasi untuk pencapaian terbaik; dia mampu menyatukan semua orang di dalam kolaborasi dan kerja sama. Dia juga mampu memimpin secara visioner, memberdayakan, memotivasi, memfasilitasi, mendorong, berkomunikasi secara efektif, membangun kepercayaan, memimpin dengan nilai-nilai terbaik, menyelesaikan konflik, dan menjadi karismatik untuk mengatasi setiap situasi dan kondisi yang penuh dinamika dalam menuju pencapaian terbaik.

Pelatihan ini dirancang untuk mendorong keberanian dan integritas kepemimpinan, meningkatkan kualitas memimpin dan kemampuan untuk memotivasi bawahan, meningkatkan motivasi untuk pencapaian kinerja terbaik, dan meningkatkan kemampuan di dalam kerja sama. Di setiap sesi pelatihan akan disampaikan atau dipaparkan cara menjadi pemimpin yang sistematis untuk mewujudkan tujuan dengan sempurna. Pelatihan ini dirancang dengan contoh dan studi kasus.

Peserta dimotivasi untuk menjadi pemimpin yang memiliki keberanian dalam pemecah masalah, mendorong perubahan, memimpin berdasarkan nilai dan budaya organisasi, serta mampu mengatasi kemunduran kinerja kepemimpinan dengan cara-cara yang efektif dan sederhana. Motivator akan menunjukkan kepada peserta tentang pentingnya keteladanan, kejujuran, kedewasaan, kesetiaan, antusiasme, tekad, keyakinan, tanggung jawab, kerja keras, disiplin, kearifan, dan kebijaksanaan dalam meningkatkan kepuasan hati dan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Pelatihan selama 1 hari 8 jam ini akan mengkomunikasikan setiap sesi presentasi untuk dipahami oleh peserta, dan untuk dapat dikerjakan dalam perilaku kepemimpinan sehari-hari di tempat kerja. Dan juga memberikan pencerahan kepada peserta tentang mengapa materi leadership ini menjadi sangat penting dalam mencapai tujuan dari pekerjaan mereka. Program ini menjadi sebuah pembelajaran untuk tujuan meningkatkan kualitas kepemimpinan, yang selalu konsisten dalam memberikan pelayanan kepemimpinan terbaik kepada stakeholder dan organisasi.

METODOLOGI PELATIHAN

Pelatihan Aktif (Teori dan Praktek), Presentasi, Interaktif, Diskusi Kelompok, Brainstorming, Bermain Peran, Berpikir Kreatif, Simulasi, Belajar Dalam Kompetisi Permainan, Studi Kasus, Latihan, Bimbingan, Diskusi, Perenungan, Experiential Learning, Icebreaker.

TUJUAN PELATIHAN

Pelatihan ini bertujuan untuk membantu peserta dalam:

  1. Menguatkan integritas kepemimpinan agar dapat mendorong keberanian dalam bersikap dan bertindak
  2. Menguatkan akuntabilitas di dalam semua dimensi kepemimpinan
  3. Meningkatkan cara memimpin dan memotivasi
  4. Menguatkan motivasi untuk pencapaian kinerja terbaik
  5. Meningkatkan kualitas kerja sama, kolaborasi, koordinasi, dan komunikasi

MANFAAT PELATIHAN

Dengan mengikuti pelatihan ini, peserta akan mendapatkan manfaat sebagai berikut:

  1. Peserta belajar cara mengembangkan integritas dan mendorong keberanian yang mendukung tujuan perusahaan. Menggunakan integritas sebagai strategi dalam menjaga keberanian, untuk menjalankan tata kelola dan kepemimpinan, yang unggul dengan prinsip-prinsip moral dan etika.  
  2. Peserta belajar cara memimpin dan memotivasi dengan baik. Mampu menjalankan fungsi kepemimpinan untuk membangkitkan semangat orang lain, dan memberdayakan mereka dalam mencapai tujuan perusahaan.
  3. Peserta belajar cara memotivasi setiap orang untuk mencapai keunggulan kinerja. Cara bertindak secara konsisten terhadap visi, tujuan, dan mampu melepaskan diri dari hambatan, serta selalu berkomitmen untuk prestasi tertinggi. Cara untuk tetap berada dalam tujuan dan cerdas untuk memusatkan semua energi pada tujuan yang ingin dicapai. Termasuk, kemampuan untuk mengatasi kemungkinan paling sulit dengan kekuatan pikiran kreatif.
  4. Peserta belajar budaya kolaborasi dan kerja sama, untuk memperkuat interaksi di internal perusahaan. Peserta belajar mengelola risiko, manajemen peluang, bertindak sesuai rencana, mengelola aspirasi tim kerja, membuat perencanaan yang sistematis, berbicara dan memberikan pidato, keterampilan untuk mengelola manajemen krisis, memaafkan dan membangun orang lain dengan kepedulian dan kasih sayang.

MATERI PEMBAHASAN

08.30 – PK 10.00 WIB. SESI 1: DRIVE COURAGE & INTEGRITY

Sub Bahasan

  1. Bagaimana Integritas mendorong keberanian
  2. Kepemimpinan dan melakukan hal yang benar
  3. Kepemimpinandan nilai-nilai keberanian
  4. Kehormatan dan keunggulan yang bersumber dari nilai-nilai integritas
  5. Keberanian dan integritas adalah nilai kepemimpinan terpenting
  6. Integritas menguatkan pemimpin di dalam perilaku Etis
  7. Landasan kepribadian untuk integritas dan akuntabilitas
  8. Mindset pemimpin yang berani, tegas, jelas, etis, dan bertanggung jawab
  9. Aspek integritas yang dibahas, yaitu: kejujuran, keterusterangan, tanggung jawab, kedewasaan, kepercayaan, kesetiaan, kerja keras, anti korupsi
  10. Aspek keberanian yang dibahas, yaitu: tegas, mengelola risiko, berani, jelas, bersikap, bertindak, mengambil keputusan, benar, menegakkan aturan dan etika

PK.10.00 – 10.15 WIB. BREAK

10.15 – 12.00 WIB. SESI 2: LEADING & MOTIVATING

Sub Bahasan

  1. Memimpin, mengelola, dan mempertahankan orang-orang terbaik
  2. Meningkatkan keterampilan komunikasi dengan staf
  3. Mendapatkan kinerja terbaik melalui orang lain
  4. Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi staf/individu karyawan
  5. Kesalahan yang harus dihindari dalam memotivasi orang lain
  6. Cara meningkatkan motivasi dan kemampuan staf
  7. Memahami apa yang membuat pemimpin unik dan dipercaya
  8. Faktor terpenting dalam memotivasi karyawan
  9. Mengampuni dan memberdayakan untuk kepemimpinan yang kuat
  10. Memimpin dan menghentikan konflik dalam interaksi kerja
  11. Mendelegasikan pekerjaan dan meningkatkan kontrol untuk hasil dan kualitas
  12. Strategi mendelegasikan tugas dan memotivasi penerima delegasi
  13. Meminimalkan gangguan terhadap pekerjaan dan mengelola staf

PK.12.00 – 13.00 WIB. ISHOMA

PK 13.00 – 14.30 WIB. SESI 3: ACHIEVEMENT MOTIVATION

Sub Bahasan

  1. Kesadaran dan tanggung jawab untuk mencapai yang terbaik
  2. Mengenali dan memahami motif dan konsep diri
  3. Kekuatan rasa syukur dalam menciptakan pribadi unggul
  4. Pentingnya kekuatan tubuh, pikiran, emosi, dan aura positif untuk pencapaian terbaik
  5. Konsistensi motivasi dan kepribadian yang tangguh di dalam proses motivasi
  6. Mental pemenang untuk meraih prestasi terbaik
  7. Tujuan, tanggung jawab pribadi, umpan bali, dan memetakan risiko untuk pencapaian terbaik
  8. Mengembangkan hubungan produktif dan profesional dengan orang lain
  9. Kekuasaan dan jabatan memberikan motivasi kekuatan
  10. Termotivasi di dalam energi integritas

PK.14.30 – 14.45 WIB. BREAK

PK.14.45 -16.30 WIB. SESI 4: TEAM WORK

Sub Bahasan

  1. Kepemimpinan di dalam kekuatan team work
  2. Energi kolaborasi, komunikasi, koordinasi, dan kerja sama
  3. Membantu tim untuk menghasilkan kinerja terbaik
  4. Mengembangkan perilaku tim untuk kinerja terbaik
  5. Teknik pemecahan masalah untuk menemukan solusi terbaik
  6. Memotivasi dan mengefektifkan peran tim kerja
  7. Menguatkan harapanpadatim kerja
  8. Membantu mengatasi hambatan dalam team work
  9. Pemimpin yang cerdas bekerja sama dengan anggota tim

Untuk Pelatihan Hubungi:

PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL

Kantor: Jl.Danau Toba No.104, Jakarta Pusat, 10210

Telepon: (021) 5701505

Hp: 0812 131 888 99

Fax: (021) 5738105

Website:http://djajendra-motivator.com

E-mail:training@djajendra-motivator.com

PELATIHAN ETIKA KERJA DAN MORALITAS 1 HARI 8 JAM

PROGRAM PELATIHAN ETIKA KERJA DAN MORALITAS 1 HARI 8 JAM

PENDAHULUAN

Moral adalah aturan yang bersumber dari hati nurani untuk membimbing perilaku dan cara berpikir. Ketika dalam hati nurani seseorang terisi nilai-nilai negatif yang tidak mampu membedakan antara benar dan salah, maka orang tersebut akan menjadi bencana yang setiap saat dapat memutarbalikkan benar menjadi salah atau salah menjadi benar. Nilai-nilai positif akan menciptakan keunggulan moral baik. Dan hasilnya, orang-orang dengan moral baik, akan menjalankan etika dan integritas pribadi di tempat kerja, dengan memiliki hati nurani yang mampu membedakan antara benar dan salah melalui kekuatan empati. Hati nurani adalah penghasil moral, dan saat hati nurani diisi dengan hal-hal dan nilai-nilai positif, maka hati nurani akan menghasilkan kualitas moral yang cerdas untuk memutuskan apa yang baik, apa yang buruk, apa yang benar, apa yang tidak benar, apa yang adil, apa yang tidak adil, apa yang manusiawi, dan apa yang tidak manusiawi. Pada akhirnya, kualitas moral yang baik akan memiliki empati yang unggul, dalam kecerdasan dan kesadaran sosial yang tinggi.

DESKRIPSI

Etika dan moralitas haruslah menjadi sebuah perilaku, pilihan hidup, kepribadian, dan karakter yang dapat diperlihatkan dalam rutinitas hubungan kerja sehari-hari di kantor. Implementasi moralitas dan etika di tempat kerja akan memperkuat integritas pribadi, untuk memahami apa yang baik dan apa yang tidak baik dalam satu persepsi.

Moralitas di tempat kerja berarti mengacu pada standar moral dalam wujud perilaku, yang biasanya tidak tertulis, tapi merupakan hasil akhir dari pikiran positif terhadap etos kerja di perusahaan. Sedangkan etika mengacu pada pedoman formal yang dijadikan sebagai standar untuk berperilaku di tempat kerja. Baik etika maupun moralitas membutuhkan integritas pribadi yang sangat tinggi untuk dapat menjalankan etika dan moralitas dengan sempurna.

Etika dan moralitas selalu menjadi landasan yang kuat dalam membangun hubungan kerja yang harmonis, dan juga menjadi kekuatan untuk membangun keyakinan dalam menyelesaikan konflik di tempat kerja.

Etika dan moralitas selalu bekerja dengan akal yang paling sehat dan paling jujur, sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan melalui hati nurani yang paling bersih.

Pedoman etika di perusahaan dibuat untuk menggambarkan bagaimana orang harus berperilaku dan menjaga standar moral yang diinginkan oleh perusahaan. Setiap karyawan dan pimpinan harus memahami dengan keyakinan total terhadap nilai-nilai, norma-norma, dan prinsip-prinsip moral yang ada di dalam pedoman etika perusahaan. Jadi, pedoman atau panduan etika kerja dan etika bisnis di perusahaan harus menjadi dasar terbaik untuk memperlihatkan moralitas kerja yang berkualitas, dan juga menjadi alat yang ampuh untuk memperlihatkan perilaku moral yang tepat di tempat kerja.

Fitur penting dari moralitas dan etika adalah dia harus berfungsi sebagai panduan bagi tindakan karyawan, pimpinan, dan setiap stakeholder di tempat kerja dalam koridor adil, terbuka, dan penuh tanggung jawab.

Tanpa moralitas dan etika, maka setiap perilaku kerja sangat berpotensi untuk menjadi tidak jujur dalam kepentingan masing-masing pihak. Bila setiap pihak di tempat kerja berlomba-lomba untuk memikirkan kepentingannya masing-masing, dan mengabaikan kepentingan dari visi dan misi perusahaan, maka dalam waktu singkat perusahaan akan menjadi tidak efektif, dan secara perlahan-lahan kinerja perusahaan akan meredup.

KONSEP DASAR

Pelatihan etika kerja dan moralitas ini berkonsep dasar untuk meningkatkan kualitas perilaku kerja yang lebih akuntabel, lebih beretika, lebih berintegritas, dan lebih beretos kerja yang unggul. Panduan etika perusahaan dan kode etik kerja tidak boleh berhenti sebatas pada kekuatan normatif, tetapi harus menjadi kekuatan yang hidup di dalam perilaku dan karakter kerja sehari-hari. Pelatihan ini bermaksud membuka kesadaran hati nurani insan perusahan agar mampu membedakan antara benar dan salah, baik dan tidak baik, serta memiliki karakter kerja yang unggul dalam menghadapi berbagai situasi dan realitas di tempat kerja.

METODOLOGI PELATIHAN

Pelatihan Aktif, Presentasi, Interaktif, Diskusi Kelompok, Brainstorming, Bermain Peran, Berpikir Kreatif, Simulasi, Belajar Dalam Kompetisi Permainan, Studi Kasus, Latihan, Bimbingan, Diskusi, Perenungan, Experiential Learning, Icebreaker.

TUJUAN UMUM

Membangun manajemen hati nurani dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip, untuk menghasilkan kualitas moral yang unggul, serta mengimplementasi moral yang unggul ke dalam perilaku dan cara berpikir etis, berdasarkan kode etik dan integritas pribadi.

TUJUAN KHUSUS

  1. Memahami bagaimana hati nurani menjadi sumber moralitas individu
  2. Memahami proses terbentuknya moral baik dan moral tidak baik
  3. Memahami bagaimana peran manajemen hati nurani dalam menghasilkan moral baik, untuk memudahkan implementasi etika dan integritas di tempat kerja
  4. Memahami kualitas moral dan nilai-nilai yang mempengaruhi karakter individu
  5. Memahami peran moral dalam keputusan etis
  6. Membandingkan karakteristik pribadi bermoral baik dan bermoral tidak baik
  7. Memahami peran moral dalam menjalankan kode etika dan integritas pribadi
  8. Membahas dampak moral pada etika bisnis
  9. Mengenali tahap perkembangan moral kognitif
  10. Memperkenalkan pelanggaran terhadap etika bisnis dan kode etik, yang berkaitan dengan persepsi moral, nilai-nilai, dan budaya perusahaan

MANFAAT PELATIHAN 

  1. Peserta memahami cara manajemen hati nurani untuk menghasilkan kualitas moral positif
  2. Peserta memahami cara mengembangkan pemahaman moral dengan standar benar dan salah, baik dan buruk
  3. Peserta memahami cara menggunakan dan mengklarifikasi nilai-nilai dasar penguat moral positif
  4. Peserta memahami cara menjalankan etika bisnis, kode etik kerja, dan integritas pribadi dalam keunggulan moral positif
  5. Peserta memahami cara menjadikan kekuatan moral sebagai akar pengembangan karakter diri yang unggul
  6. Peserta memahami bagaimana interaksi dengan rekan kerja, atasan, bawahan, dan stakeholder lainnya, dalam keunggulan moral positif
  7. Peserta memahami kontribusi moral positif terhadap kejujuran, keadilan, tanggung jawab, empati, dan anti korupsi
  8. Peserta memahami cara membina perkembangan moral untuk menjaga komitmen terhadap etika, integritas, loyalitas, dan tanggung jawab

GARIS BESAR MATERI PEMBAHASAN SELAMA 1 HARI 8 JAM

TEMA: ETIKA KERJA DAN MORALITAS

08.30 – PK 10.00 WIB. SESI 1: MOTIVASI MORAL DAN MENINGKATKAN KEPATUHAN PADA ETIKA

Sub Bahasan

  1. Pemahaman dasar moral dan etika
  2. Moral sebagai fondasi etika
  3. Karakteristik moral dan etika
  4. Sumber moral dan etika
  5. Sifat moral dan etika
  6. Model perilaku moral
  7. Perbedaan antara moralitas dan etika
  8. Nilai-nilai moral dan norma-norma yang mendorong kualitas etika
  9. Bagaimana pemimpin hadir untuk pengembangan nilai-nilai moral karyawan
  10. Cara mengekspresikan moral dalam interaksi sehari-hari
  11. Moralitas didasarkan pada pengalaman konkret dan berkembang sebagai akibat dari interaksi moral situasi, moral nilai dan norma

PK.10.00 – 10.15 WIB. BREAK

10.15 – 12.00 WIB. SESI 2: MANAJEMEN HATI NURANI UNTUK MENGHASILKAN MORAL YANG UNGGUL

Sub Bahasan

  1. Definisi dan ciri-ciri manajemen hati nurani
  2. Kenali diri Anda, tahu siapa Anda, pahami hati nurani Anda secara lebih mendalam
  3. Karakteristik manajemen hati nurani dan moral
  4. Memahami bagaimana hati nurani memproses perilaku dan cara berpikir
  5. Memahami potensi diri, motivasi dan tujuan hidup Anda
  6. Mengetahui dan memperbaiki hati nurani untuk menciptakan dasar moral yang kuat
  7. Mengambil kontrol untuk mengelola nilai, hati nurani, dan moral
  8. Jangan biarkan sabotase negatif memadamkan proses hati nurani dalam menghasilkan moral terpuji
  9. Membebaskan diri dari perangkap nilai-nilai negatif

PK.12.00 – 13.00 WIB. ISHOMA

PK 13.00 – 14.30 WIB. SESI 3: ETIKA DAN MORAL DALAM HUBUNGAN KERJA

Sub Bahasan

  1. Hubungan kerja yang memenuhi unsur dan sifat etika
  2. Moral sebagai unsur kepribadian untuk memenuhi persepsi etika
  3. Emosional dan empati dalam meningkatkan hubungan kerja
  4. Kepatuhan dan keikhlasan untuk menerima hukuman atas kelalaian menjalankan kode etik dan etika bisnis
  5. Perilaku moral individu dalam hubungan interpersonal
  6. Mempertahankan tata kelola yang etis
  7. Kewajiban karyawan kepada perusahaan
  8. Menjunjung etika dan moral dalam konflik kepentingan
  9. Tidak menerima suap, tidak menerima hadiah, dan tidak melakukan pemerasan
  10. Menjaga rahasia perusahaan
  11. Menjaga kondisi kerja dalam budaya integritas
  12. Memahami politik organisasi

PK.14.30 – 14.45 WIB. BREAK

PK.14.45 -16.30 WIB. SESI 4: NILAI-NILAI ETIKA KERJA UNTUK MENGEMBANGKAN ETOS KERJA YANG KUAT

Sub Bahasan

  1. Standar perilaku dan nilai-nilai pekerjaan untuk kinerja
  2. Ciri-ciri karyawan etis yang beretos kerja unggul
  3. Kehadiran,,karakter, kerja tim, penampilan, sikap, produktivitas, keterampilan organisasi, komunikasi, kerja sama, menghormati

UNTUK PELATIHAN HUBUNGI

PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL

Kantor: Jl.Danau Toba No.104, Jakarta Pusat, 10210

Telepon: (021) 5701505

Hp: 0812 131 888 99

Fax: (021) 5738105

Website:http://djajendra-motivator.com

E-mail:training@djajendra-motivator.com