MORAL HAZARD MELEMAHKAN AKUNTABILITAS DAN MENURUNKAN DAYA SAING

DJAJENDRA-DSCN0857“Moral hazard tidak hanya cukup dijaga dengan fakta integritas, tetapi juga diperlukan fakta akuntabilitas agar setiap individu mampu mempertanggung jawabkan segala sesuatu yang dipikirkan, diperbuat, dikatakan, atau dirasakan dengan profesional dan etis.”~Djajendra

Moral hazard atau bahaya dari perilaku tidak bermoral sangatlah mengancam kemajuan usaha dan organisasi. Moral hazard secara perlahan-lahan akan mematikan responsibility dan akuntabilitas di tempat kerja. Dampaknya, produktivitas dan kinerja akan turun secara terus-menerus, dan menjadikan perusahaan tidak berdaya untuk selamanya.

Bila pimpinan perusahaan mengabaikan moral hazard di tempat kerja; maka dia akan memanen kerusakan perilaku, kerusakan karakter kerja, kerusakan etos kerja, kerusakan sikap profesional, kerusakan pola pikir positif, dan kerusakan untuk bertindak sesuai prosedur. Akibatnya, orang-orang di perusahaan akan menjadi sesuka hatinya dan sering menciptakan konflik yang menyulitkan pencapaian kinerja.

Moral hazard menciptakan kondisi kerja yang tidak aman, perilaku kerja yang berisiko tinggi, serta proses kerja yang mengabaikan sistem dan tata kelola. Moral hazard dapat menyebabkan kerusakan organisasi di semua dimensi, termasuk risiko terhadap keselamatan kerja. Diperlukan kesadaran untuk mentaati etika kerja, etika bisnis, etika perilaku di tempat kerja. Dan, diperlukan kepemimpinan yang berkualitas agar moral hazard dapat dihapuskan dari kehidupan kerja sehari-hari. Menganggap kecil persoalan moral hazard sama saja dengan membiarkan tumbuhnya bahaya pemicu untuk meruntuhkan perusahaan.

Moral hazard adalah akar untuk menciptakan berbagai bahaya atau hazard yang lain di tempat kerja. Seperti, hazard perilaku, hazard keselamatan kerja, hazard dalam mengawasi dan mengelola bahan baku kimia atau biologi di tempat kerja, dan berbagai macam hazard lainnya yang berpotensi mengundang kerugian untuk perusahaan dan stakeholders.

Secara normatif, etika adalah alat untuk mendidik moral dan perilaku agar tidak menjadi hazard atau bahaya. Perusahaan dan instansi yang berkualitas pasti membuat panduan etika untuk dipatuhi oleh setiap individu di tempat kerja. Panduan etika biasanya dikuatkan dengan fakta integritas, dan juga fakta akuntabilitas agar setiap individu di tempat kerja mampu mempertanggung jawabkan segala sesuatu dengan profesional dan etis.

Ketegasan untuk menginternalisasikan nilai-nilai etika ke dalam karakter, sikap, perilaku, mind set, dan kompetensi individu sangatlah membantu perusahaan untuk menghindarkan berbagai risiko yang ditimbulkan oleh moral hazard.

Bila benih moral hazard sudah muncul di tempat kerja, maka kepemimpinan dan manajemen harus segera melakukan intervensi cepat dengan nilai-nilai positif. Minta umpan balik dari sumber daya manusia tentang sebab-akibat yang memunculkan benih moral hazard di tempat kerja. Berikan segera pengetahuan praktis untuk menghilangkan benih moral hazard tersebut. Tingkatkan kesadaran dan lakukan penelitihan secara mendalam agar memahami dari mana munculnya benih moral hazard tersebut. Bantu setiap individu untuk menyatu di dalam kebaikan. Berikan nilai-nilai positif dan jelaskan tentang dampak moral hazard untuk keselamatan perusahaan dan masing-masing individu di tempat kerja.

Moral hazard melemahkan akuntabilitas dan daya saing. Ketika orang-orang menjadi tidak bermoral dan tidak etis; mereka pasti tidak memiliki hati untuk mempertanggungjawabkan semua ucapan, perbuatan, pikiran, perasaan, dan pekerjaan. Pada akhirnya, mereka menjadi energi negatif yang menghadirkan bahaya atau risiko di tempat kerja; sehingga pola kerja mereka menurunkan kinerja, merusak reputasi, dan menghilangkan kredibilitas.

Semakin tinggi kualitas moral seseorang, semakin hebat kualitas baiknya untuk membantu keselamatan dan keamanan di setiap proses pencapaian kinerja. Orang-orang bermoral baik adalah energi positif yang selalu optimis, serta selalu memiliki empati yang tinggi untuk mempertanggung jawabkan pekerjaannya dengan sepenuh hati dan totalitas.

Bila moral hazard bisa dihilangkan dengan sistem dan tata kelola yang baik, maka organisasi secara otomatis menguat dan menjadi unggul. Dan, keselamatan sumber daya manusia dan aset perusahaan terkelola dengan baik, termasuk setiap individu akan menunjukkan peran kerjanya dengan penuh tanggung jawab dan berkualitas. Moral yang baik pastinya memudahkan semua investigasi insiden yang merugikan, memudahkan manajemen kasus atau persoalan, serta memudahkan komunikasi dengan semua pihak untuk menegakkan keadilan dan kebaikan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KEKUATAN OPTIMISME MENGHAPUS KEMISKINAN DAN MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP

“Optimisme berarti ada harapan, ada keyakinan, dan ada kemampuan untuk mewujudkan apa-apa yang diinginkan.”~Djajendra

Kekuatan optimisme membuat orang-orang hidup dalam harapan dan perjuangan. Optimisme berarti ada harapan, ada keyakinan, dan ada kemampuan untuk mewujudkan apa-apa yang diinginkan. Kekuatan optimisme dapat mengantarkan seseorang kepada perubahan yang diinginkan. Kekuatan optimisme berpotensi memperluas kesempatan dan peluang untuk memperkaya kualitas hidup, sehingga kehidupan pribadi dan kerja dapat mencapai kondisi yang ideal.

Kemiskinan dan kekurangan pasti hilang bila kekuatan optimisme memperkuat pola kehidupan. Jadi, siapapun yang hidup dalam optimisme yang tinggi, serta sangat rajin dan tekun dalam mencari nilai tambah kehidupan ekonomi, maka dia pasti menjadi kaya dan sejahtera. Optimisme adalah jalan menuju kemajuan, jalan menuju kesejahteraan, serta merupakan jalan untuk menghentikan orang-orang menjadi miskin.

Optimisme haruslah diikuti dengan kebiasaan untuk belajar terus-menerus, serta setiap saat mampu meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan keterampilan. Intinya, siapapun yang berbudaya belajar dan cerdas mengalir dalam perubahan menuju kemajuan, maka dia pasti menikmati optimismenya dalam aliran proses kehidupan yang penuh semangat.

Hanya orang-orang yang paling optimislah yang mampu mengalahkan kemiskinan, kekurangan, penyakit, dan berbagai hal yang merugikan kehidupan. Optimisme membawa harapan yang pasti, dan juga membawa kekuatan untuk mewujudkan impian dengan penuh keyakinan. Jadi, bila dalam sebuah lingkungan orang-orang masih berkeluh-kesah dan melempar tanggung jawab kepada berbagai pihak atas kemiskinan dan kekurangan mereka, maka mereka berpotensi hidup dalam kekurangan dan kemiskinan untuk selamanya. Intinya, bila mau hidup kaya, sehat, sejahtera, bahagia, dan aman, maka jadilah pribadi yang paling optimis untuk mewujudkan harapan dan impian dengan kerja keras dan kerja cerdas.

Seburuk apapun realitas kehidupan yang sedang dihadapi, bila diri tetap sangat optimis dan yakin untuk menuntaskannya dengan solusi yang hebat, maka hal yang paling buruk itupun akan segera berakhir. Biasakan diri selalu merasa yakin, mampu, kuat, unggul, siap, dan optimis. Dan, jangan pernah memelihara perasaan tidak berdaya terhadap hal-hal sesulit apapun. Sebab, perasaan tidak berdaya sulit membantu Anda menuju perbaikan. Perasaan tidak berdaya berpotensi menjadikan Anda semakin jatuh dan terpuruk dalam ketidakmampuan.

Dalam perjalanan hidup kadang-kadang berpotensi terperangkap pada kesulitan, dan semua rencana tidak berjalan seperti seharusnya, sehingga diri merasakan penderitaan yang luar biasa. Bila sudah di dalam kondisi seperti ini, maka saatnya untuk interospeksi diri dan mengambil sikap yang tidak ngotot dengan rencana yang ada. Lahirlah kembali bersama arah yang baru dan rencana yang lebih mudah untuk dicapai. Mulailah dari langkah yang lebih kecil dan tetap optimis untuk mewujudkan yang mampu dilakukan saat ini. Dan yang paling penting adalah tetap optimis, jangan pernah menjadi pesimis dengan keadaan.

Hiduplah dengan penuh semangat untuk menemukan hal-hal baik yang bisa membantu Anda mencapai kemajuan. Jadilah lebih kreatif untuk mengerjakan segala sesuatu, tambahkan sesuatu yang unik agar apa yang Anda kerjakan memiliki kekuatan yang hebat. Pastikan Anda hidup dalam dunia yang luas dengan wawasan dan pengetahuan yang tanpa batas. Bila Anda biarkan hidup Anda di dunia yang sempit, maka Anda sulit menemukan jalan menuju kreativitas yang hebat. Dunia sempit adalah dunia yang hanya menciptakan masa depan yang pesimis. Dunia sempit tidak menyediakan ruang untuk kreativitas dan inovasi.

Walaupun tujuan besar Anda tertunda oleh berbagai kesulitan, tetapi janganlah pernah berhenti untuk mengejar tujuan tersebut. Siapkan kualitas diri, sumber daya, dan pengetahuan agar Anda bisa sampai pada tujuan besar Anda.

Seburuk apapun situasi Anda pada hari ini, bukanlah berarti kesempatan dan peluang Anda untuk mewujudkan impian akan berakhir. Bila Anda tetap optimis dan penuh gairah untuk memperbaiki keadaan, maka segala kebaikan akan hadir untuk mengantar Anda menuju pencapaian terbesar. Jadi, tetaplah tekun, rajin, bersabar, optimis, dan selalu memampukan diri untuk berkarya, melayani, membangun, dan menciptakan nilai tambah.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

RASA SYUKUR MENINGKATKAN KINERJA DAN PRESTASI

djajendra“Karyawan yang bersyukur adalah aset yang selalu menghasilkan yang terbaik untuk dirinya, perusahaannya, dan stakeholdernya. Bersyukur menjadikan perilaku diri lebih positif dan lebih berkontribusi dengan sepenuh hati.”~Djajendra

Rasa syukur adalah anugerah terindah. Ketika diri sudah terbiasa dan terlatih hidupnya di dalam rasa syukur; maka diri akan menikmati kehidupan yang tenang, optimis, yakin, percaya diri, dan bahagia. Rasa syukur adalah energi yang mengoptimalkan kualitas dan potensi diri, untuk fokus dan mengalir di dalam peningkatan dan kemajuan diri.

Rasa syukur menjadikan diri tidak khawatir; selalu menyediakan berbagai solusi yang jelas; tidak menciptakan ketakutan; mampu menciptakan ketenangan dan ruang optimis untuk keberhasilan. Rasa syukur menjadikan diri bergerak dengan dinamis dan kreatif, sambil menyelesaikan segala sesuatu yang prioritas, serta tidak menunda-nunda yang bisa segera diselesaikan.

Rasa syukur menghambat stres dan menenangkan saraf. Rasa syukur menjadikan diri lebih tenang dan lebih ikhlas menerima realitas, sehingga pikiran bawah sadar tetap tenang dan positif, serta mampu meredakan semua potensi pemicu stres.

Budaya kerja dengan rasa syukur akan meningkatkan kualitas hubungan kerja dan rasa percaya diri karyawan. Bila setiap orang di tempat kerja mampu dibukakan pikirannya, dan mampu diberikan pencerahan tentang baiknya rasa syukur, maka sumber daya manusia perusahaan menjadi aset yang efektif dan produktif.

Rasa syukur meningkatkan kesehatan fisik dan mental. Pikiran yang secara terus-menerus bersyukur dan optimis akan menjadikan diri kuat dan unggul.

Di tempat kerja, sangat diperlukan program untuk membiasakan dan melatih rasa syukur karyawan atas pekerjaannya. Sebab, rasa syukur menjadikan saraf dan pikiran tenang, sehingga karyawan dapat berkontribusi dengan berkualitas.

Rasa syukur adalah strategi mental untuk kemenangan. Sebab, rasa syukur membuat diri tidak merasa kalah; membuat diri selalu optimis dan yakin untuk memenangkan apapun yang diinginkan oleh diri. Rasa syukur adalah energi optimis, energi percaya diri di dalam sikap rendah hati. Rasa syukur selalu memperlakukan diri dengan hormat, dan memfokuskan diri untuk menang dengan tenang.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

ORANG BAHAGIA BERADA DALAM KENDALI PENUH EMOSINYA

“Siapapun yang cerdas menjaga emosi baik dan cerdas menjaga pikiran baik, pasti hidup dalam kebahagiaan dan kedamaian hati.”~Djajendra

Emosi yang cerdas adalah dasar untuk menjadikan diri berkualitas dan unggul. Emosi yang cerdas membangun fondasi batin yang berkualitas dan berdaya tahan terhadap segala macam peristiwa kehidupan. Semakin sadar diri untuk mengembangkan kualitas kecerdasan emosionalnya, semakin berkualitas kehidupan rumah dan karirnya.

Seseorang yang cerdas emosi pasti memiliki kesadaran diri yang konsisten; pasti memiliki aturan-aturan dan disiplin untuk menjalankan kehidupannya dalam sebuah pola yang terhitung risikonya, dan dengan penuh tanggung jawab; pasti memiliki kemampuan untuk selalu menjaga api motivasi di dalam diri, sehingga apapun peristiwa kehidupan yang dia lalui, dia akan tetap penuh semangat dan optimis; pasti memiliki empati, toleransi, dan hati yang baik untuk menghadapi realitas kehidupan di sekitarnya; pasti memiliki keterampilan dan kemampuan sosial, sehingga dia menjadi energi positif yang mudah terhubung di setiap realitas sosial; pasti memiliki sikap dan perilaku yang tegas, bervisi, jelas, kuat, dan penuh percaya diri.

Mengembangkan kecerdasan emosional sangatlah tergantung kepada kemauan diri sendiri untuk menjadikan diri lebih bahagia bersama kehidupannya. Bila diri sangat percaya dan yakin bahwa ilmu pengetahuan kecerdasan emosional mampu menjadi fondasi untuk kebahagiaan diri, maka diri pasti akan belajar seumur hidup tentang cara untuk meningkatkan kualitas emosi baik dan kualitas pikiran baik, sehingga diri mampu mengelola situasi sulit, dan juga mampu membangun hubungan positif dengan dirinya sendiri dan orang lain.

Menguasai kecerdasan emosional sama saja dengan menyiapkan diri untuk menarik sebanyak mungkin peluang dan rejeki dari kehidupan. Orang-orang yang cerdas emosi, paling pintar untuk terhubung dengan siapapun; paling pintar untuk meningkatkan kualitas hubungan di dalam keragaman persepsi dan cara berpikir; paling cerdas untuk menyesuaikan diri dan melayani kehidupan dengan sukacita.

Orang bahagia berada dalam kendali penuh emosi mereka. Kecerdasan emosional yang sempurna akan menghasilkan kepribadian yang kuat, unggul, tenang dalam krisis, jernih membuat keputusan sensitif, cerdas mengelola stres, kreatif dalam pengambilan keputusan, cerdas membaca emosi orang lain, serta mengerti apa yang harus dilakukan dan dikatakan di setiap situasi yang berbeda.

Kecerdasan emosional yang berkualitas akan membantu, untuk tetap tenang dan positif dalam menghadapi kesulitan. Bila diri sudah mengenal dirinya sendiri; bila sudah mengenal emosi-emosinya sendiri; bila sudah mengenal pikiran-pikirannya sendiri; bila jujur dan penuh integritas dengan dirinya sendiri; maka, diri dengan mudah menjadi pribadi yang hebat dan andal untuk menjalani kehidupannya dengan energi sukacita.

Siapapun pasti dapat menjadikan dirinya cerdas emosi! Yang diperlukan adalah kesadaran dan kemauan untuk belajar seumur hidup agar diri secara konsisten meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kecerdasan emosionalnya. Bila diri masih merasa kewalahan untuk mengendalikan emosi oleh berbagai realitas emosi negatif dari luar diri, terutama dalam situasi konflik, atau tekanan dan stres, maka diri artinya harus terus-menerus meningkatkan kualitas pengetahuan dan keterampilan kecerdasan emosionalnya. Dan, jangan pernah mundur, menyerah, atau marah dengan situasi sulit; apapun situasinya, tetaplah tenang dan kendalikan emosi di dalam pikiran baik, sehingga diri mampu melihat solusi dan jalan keluar yang terkendali di dalam energi baik.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

CERDASKAN EMOSI SEBELUM MEMBUAT KEPUTUSAN BERDASARKAN INSTING

DJAJENDRA-DSCN0857“Insting adalah keputusan yang bersumber dari pikiran bawah sadar. Dalam keadaan yang terdesak, saat pikiran sadar kekurangan pengetahuan dan cara, maka pikiran bawah sadar bisa secara otomatis mengeluarkan solusi. Sebaiknya, insting hanya digunakan oleh orang-orang yang sangat berpengalaman secara praktis, dan yang berani bertanggung jawab atas kegagalan instingnya. Sebab, keputusan berdasarkan insting bukanlah keputusan akal sehat, tetapi merupakan keputusan spekulasi untuk mengambil sikap atas sebuah persoalan.”~Djajendra

Pikiran bawah sadar merupakan tempat menyimpan segala sesuatu. Apapun yang pernah masuk ke pikiran bawah sadar, tidak bisa dihapus lagi. Boleh saja pikiran sadar lupa atau tidak mengetahuinya, tetapi pikiran bawah sadar selalu menyimpan segala sesuatu, tanpa sepengetahuan pikiran sadar. Biasanya, pikiran bawah sadar akan membantu pikiran sadar dalam bentuk insting, naluri, intuisi, atau dalam bentuk emosi yang lainnya.

Insting, naluri, dan intuisi adalah bagian dari keberanian untuk spekulasi. Dan, tentu saja, keberanian untuk spekulasi berarti berani menerima risiko. Biasanya, dalam hal ini, risiko tersebut tidak terpetakan dan tidak terkelola, sehingga hasil akhirnya bisa untung atau rugi. Dalam bisnis, sebagian besar pemilik bisnis pasti menggunakan insting, naluri, dan intuisi untuk membuat keputusan. Termasuk, sebagian orang yang suka berspekulasi dibidang apapun, pasti terbiasa menggunakan insting untuk membuat keputusan. Intinya, siapapun yang berani bertanggung jawab atas risiko dan hasil akhirnya, pasti berani mengambil keputusan dengan instingnya.

Insting yang baik adalah yang berlandaskan emosi cerdas. Emosi yang cerdas berpotensi menghilangkan nafsu serakah, berpotensi mengurangi dorongan oleh ego yang merasa paling tahu, atau rasa percaya diri yang merasa paling mampu. Bagaimanapun keputusan berdasarkan insting hanyalah boleh dilakukan untuk persoalan-persoalan yang tidak berdampak luas. Bila sebuah keputusan berdampak luas dan menyangkut kehidupan banyak orang, maka keputusan rasionallah yang paling tepat. Sebab, dalam keputusan rasional, ada hitung-hitungannya yang sangat jelas dan pasti, termasuk sudah ada perhitungan dan pemagaran terhadap potensi risiko.

Dalam urusan negara atau pemerintahan sebaiknya tidaklah boleh menggunakan keputusan berdasarkan insting, naluri, atau intuisi. Sebab, bila keputusan tersebut gagal, dampaknya berpotensi merugikan negara secara luas. Untuk memenuhi asas akuntabilitas, maka setiap keputusan yang dibuat wajib berdasarkan keputusan rasional dengan perhitungan dan skenario yang jelas, dan dapat dipertanggung jawabkan. Intinya, jangan sampai urusan negara dan pemerintahan dipermainkan dalam ruang spekulasi; pastikan semua yang diurus dalam negara memiliki energi akuntabilitas, integritas, transparansi, dan harus dapat dijelaskan dengan akal sehat.

Siapapun yang berani mengambil keputusan secara insting harus juga berani mengambil tanggung jawab. Insting seseorang adalah urusan emosi dirinya, urusan perasaan pribadinya, urusan pola pikirnya, dan urusan sikap pribadinya. Intinya, bila seseorang sudah berani mengambil keputusan dengan insting, maka dia harus bertanggung jawab penuh, tanpa alasan, tanpa pembelaan, atas keputusannya tersebut.

Dalam teori ekonomi, insting adalah bagian dari spekulasi. Proses pengambilan keputusan secara insting sudah biasa dilakukan oleh orang-orang yang berpengalaman di dunia bisnis, pasar modal, pasar uang, dan dalam berbagai urusan yang ruang risikonya terbatas pada individu atau unit usaha. Dalam urusan pemerintahan atau mengurus negara, tidaklah boleh ada unsur spekulasi, sebab yang diperjudikan adalah seluruh warga negara dan sumber dayanya.

Keputusan yang tepat adalah keputusan yang dibuat secara rasional dengan perhitungan yang terukur risiko dan peluangnya. Jadi, siapapun yang mengambil keputusan secara insting dan mencoba merasionalkannya, maka dia harus membuat perhitungan dan skenario yang jelas agar kebenaran instingnya tersebut dapat dia pertanggung jawabkan setiap saat.

Intuisi haruslah bersumber dari pikiran jernih dan terang. Di dalam ketenangan sikap dan cara berpikir, di dalam emosi yang cerdas, di dalam ketulusan dan keikhlasan hati, maka intusi yang tepat dapat menciptakan solusi.

Cerdaskan emosi sebelum membuat keputusan dengan insting. Sebab, bila keputusan insting tersebut diragukan oleh banyak pihak, maka diri yang membuat keputusan insting tersebut harus berani mempertanggung jawabkannya dengan ikhlas. Persoalannya, keputusan insting sifatnya perasaan pribadi, dan bukan perasaan orang banyak, sehingga sangat mudah menciptakan berbagai penafsiran yang beragam atas insting seseorang. Jadi, siapapun yang berani mengambil keputusan secara insting, dia harus berani bertanggung jawab dan menerima konsekuensi atas keputusannya tersebut.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KERAGUAN ADALAH MUSUH KEHIDUPAN

DJAJENDRA-DSCN0857“Hidup dalam keraguan adalah hidup dalam kekalahan. Siapapun yang terbiasa hidup dalam keraguan, dia sesungguhnya sedang berlatih untuk menjadi orang yang kalah dengan hidupnya.”~Djajendra

Bila Anda diam dalam keraguan, Anda pasti kalah menghadapi realitas kehidupan. Bila Anda diam dalam keraguan, Anda akan kehilangan kesempatan untuk tumbuh menjadi diri yang sesungguhnya.

Hidup adalah perjalanan yang tidak boleh ditemani oleh energi keraguan, tetapi wajib ditemani oleh energi keyakinan dan optimis. Jadi, selama Anda yakin bahwa Tuhan selalu bersama Anda; selama Anda yakin Tuhan selalu membantu hidup Anda; selama Anda sangat yakin bahwa Tuhan selalu melindungi Anda; maka tidaklah boleh ada setitik keraguan di dalam hati Anda terhadap proses hidup dan perjalanan hidup Anda. Janganlah kalah dalam keraguan, sebab keraguan pasti mengantar Anda untuk kalah dan menjauhkan Anda untuk menang.

Bertindaklah dengan penuh keyakinan. Jangan takut dengan hasil akhir. Bertindaklah dan hapus energi ragu dari diri Anda. Keraguan bukanlah sahabat untuk kemenangan, keraguan adalah musuh dari kemenangan. Jauhkan diri dari keraguan.

Jadilah pembelajar yang selalu meningkatkan kualitas diri dan kompetensi diri. Jadilah pribadi yang selalu hidup di dalam kuasa Tuhan, di dalam cinta Tuhan, dan di dalam perlindungan Tuhan. Kehidupan diri yang penuh optimis dan positif di dalam kuasa Tuhan, akan menjadi kehidupan yang berarti dan berguna buat diri sendiri dan orang lain.

Keraguan adalah sumber stres. Bila keraguan dibiarkan tumbuh dan berkembang, maka keraguan akan merusak diri sendiri dengan tingkat stres yang tinggi, termasuk berpotensi membawa diri ke dalam dunia berbagai jenis penyakit mental.

Hiduplah untuk bertindak dan berbuat sesuatu yang bermakna buat diri sendiri dan kehidupan. Jangan diam dalam keraguan. Jangan terhenti niat oleh keraguan. Hitunglah risikonya dan lepaskan keraguan agar Anda bisa bertindak dengan penuh percaya diri.

Ciptakan ruang mental untuk membangkitkan rasa berani dan percaya diri. Ciptakan ruang fisik untuk menjadikan diri mudah bergerak dan bertindak mewujudkan semua harapan dan kebutuhan. Jangan biarkan mental dan fisik terperangkap dalam ruang keraguan. Bertindaklah dengan penuh optimis dan penuh keyakinan agar diri bisa selalu mencapai hal-hal terbaik.

Mukjizat dan keajaiban dalam hidup terjadi karena seseorang berjuang dan berdoa untuk mendapatkannya. Bila orang tersebut tidak berjuang dan berdoa, tetapi diam dalam keraguan, maka mukjizat dan keajaiban tidaklah akan pernah hadir untuk mewujudkan impiannya. Oleh karena itu, bila menginginkan mukjizat dan keajaiban di dalam hidup, maka bertindaklah dengan penuh percaya diri, lakukan apa-apa yang diperlukan agar impian atau keinginan Anda bergerak di dalam proses mewujudkan.

Keraguan adalah musuh kehidupan. Keraguan akan membuat Anda tidak berkembang. Keraguan akan menghilangkan energi gagah berani Anda. Keraguan akan membuat Anda takut menghadapi pertempuran di dalam kehidupan. Keraguan bukanlah sahabat untuk memenangkan sesuatu di dalam hidup.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

EMOSI YANG BAIK DIHASILKAN DARI PIKIRAN, TUBUH, DAN JIWA YANG SEHAT

DJAJENDRA PROFILE“Cukup tidur, cukup gizi, cukup akal sehat, cukup berolahraga, cukup berdoa, cukup sejahtera, dan cukup bahagia adalah cara untuk memiliki emosi yang baik.”~Djajendra

Pikiran negatif adalah sumber penghasil emosi buruk. Bila diri sudah dikuasai emosi buruk, maka karakter dan kepribadian akan menjadi budaknya emosi buruk, sehingga diri tidak sadar bahwa dirinya hidup di dalam energi negatif.

Ingin memiliki emosi yang baik? Bila ingin, maka mulailah hidup dengan doa-doa positif; isilah hidup dengan olah raga, pikiran positif, cinta, kasih sayang, empati, toleransi, gizi, vitamin, tidur yang cukup, doa, afirmasi kata-kata positif, kemudian miliki jadwal rutinitas hidup untuk keseimbangan di semua aspek dan dimensi kehidupan Anda.

Emosi baik adalah sumber untuk dapat menikmati kebahagiaan dan kedamaian hidup. Emosi tidak baik adalah sumber yang paling produktif untuk menghasilkan marah, serakah, benci, dendam, dan segala sesuatu sumber energi yang sifatnya rendah;sehingga diri yang dikuasai emosi tidak baik pasti sulit untuk dapat menikmati kebahagiaan dan kedamaian.

Satu-satunya jalan untuk dapat menikmati bahagia, sehat, damai, sejahtera, dan kebaikan hidup, adalah emosi baik atau biasanya disebut emosi positif. Ketika Anda sudah terbiasa dan terlatih untuk hidup dalam emosi baik, maka apapun realitas tidak baik yang Anda dapatkan; Anda tetap dapat hidup di dalam kesadaran penuh, sehingga reaksi emosional otomatis Anda akan terfokus pada taktik dan strategi, untuk mengatasi realitas tidak baik tersebut dengan solusi yang cerdas akal. Jadi, reaksi emosional otomatis Anda tidak akan marah atau kesal, tetapi terarah di dalam kesadaran otomatis, untuk menemukan taktik yang tepat agar solusi yang Anda dapatkan mampu meningkatkan kekuatan hidup Anda.

Emosi sangat ditentukan oleh apa yang ada di dalam pikiran. Jadi, mengelola emosi dimulai dari akarnya, yaitu pikiran dan sistem keyakinan yang hidup di dalam pikiran tersebut. Bila diri sadar bahwa hidupnya adalah untuk mengasihi alam dan seisinya, untuk mengasihi Maha Agung Allah, maka diri secara otomatis akan menarik energi baik untuk menciptakan emosi baik di dalam dirinya.

Emosi baik biasanya diuji oleh realitas sosial. Oleh karena itu, emosi baik haruslah dilengkapi dengan pengetahuan dan keterampilan kecerdasan sosial. Bila diri tidak terampil, tidak cerdas dan berpengetahuan keragaman sosial, maka emosi baik diri dengan mudah dapat dirusak oleh emosi negatif yang bersumber dari keragaman sosial tersebut. Jangan biarkan emosi Anda bertindak secara autopilot, kuatkan kesadaran positif dan kemudikan emosi di dalam energi positif.

Pelajari dan kuasai pengetahuan tentang jati diri Anda. Pahami siapa Anda sebenarnya. Lakukan pengidentifikasian tentang hal-hal yang dapat memicu pikiran negatif dan emosi buruk Anda. Bila Anda sudah mampu mengetahui jati diri asli Anda dengan jujur dan penuh tanggung jawab, maka proses untuk mengamati dan perbaikan emosi dapat Anda lakukan dengan mudah dan cepat.

Kuatkan intuisi dengan nilai-nilai positif. Semakin terbiasa intuisi membisikan hal-hal baik kepada diri sejati, semakin mampu diri untuk menggerakan semua kebutuhan, keinginan, dan harapannya di dalam aliran emosi baik.

Jangan menekan emosi atau berpura-pura beremosi baik. Semakin pintar diri bersandiwara untuk menyembunyikan emosi negatifnya, semakin kuat emosi negatif tersebut di dalam pikiran bawah sadarnya. Pada akhirnya, emosi negatif tersebut akan menjadi racun (toksik), yang merusak kebahagiaan diri sendiri, termasuk kebahagiaan hidup orang lain.

Emosi sangatlah penting untuk dijaga dan dirawat dengan kesadaran penuh. Emosi adalah ekspresi dari pikiran. Semua orang bisa dengan mudah memahami pikiran dan jati diri seseorang dari ekspresi emosinya. Bila ucapan, kata-kata, bahasa tubuh, parabahasa, dan perilaku tidak dikendalikan dengan emosi baik, maka diri akan dianggap atau dipersepsikan sebagai diri yang buruk atau berbahaya buat kebaikan hidup.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com