BERTERIMA KASIH KEPADA MUSUH ANDA

DJAJENDRA2013“Berpikir positif berarti berpikir dengan akal sehat. Fokuskan pikiran dan hati hanya untuk melihat hal-hal baik di setiap peristiwa kehidupan, tetapi jangan mengabaikan semua energi negatif yang mengikuti peristiwa tersebut. Bila mengabaikan energi negatif dan menganggap energi negatif tersebut sebagai sesuatu yang boleh dimaafkan, maka energi negatif tersebut akan kembali hadir untuk merusak hidupmu. Tetaplah berpikir positif dan jagalah jarak yang jauh dengan energi negatif tersebut. Tidak perlu membenci, marah, atau takut dengan energi negatif; biarkan energi negatif hidup di dunia negatif, dan hidupkan dirimu di dunia energi positif.”~Djajendra

Musuh adalah orang yang sedang memberitahukan risiko dan bahaya yang berpotensi Anda temukan. Oleh karena itu, jangan memusuhi musuhmu, jadikan musuhmu sebagai energi negatif yang wajib untuk diwaspadai. Melawan musuh dengan marah dan takut hanya akan memperkuat musuh Anda, sebaliknya belajar untuk lebih berhati-hati dari sikap musuh, akan menjadikan Anda dapat mengantisipasi bahaya yang dimunculkan oleh musuh.

Dalam kehidupan dan pekerjaan, Anda tidak bisa memaksa semua orang untuk suka kepada Anda, atau untuk satu persepsi dengan cara hidup Anda. Semua orang pasti memiliki kepentingannya masing-masing, dan semua orang pasti membawa energi kehidupan di dalam dirinya. Energi kehidupan ini bisa positif dan juga bisa negatif. Semuanya ini sangat tergantung dari nilai-nilai kehidupan dan keyakinan hidup yang terbentuk di dalam pikiran bawah sadar seseorang.

Musuh bisa muncul dari mana saja, dan orang-orang yang paling dekatpun sangat berpotensi menjadi musuh dalam selimut, yang setiap saat dapat membawa Anda ke dalam bahaya dan risiko. Intinya, musuh itu ada yang terlihat dan ada juga yang tidak terlihat. Musuh yang tidak terlihat biasanya sangat pandai berpura-pura, yang membuat Anda menjadi sangat percaya kepadanya. Biasanya, begitu ada kesempatan, maka musuh yang berpura-pura ini akan mencurangi Anda dari belakang, sehingga Andapun menjadi kalang-kabut, dan sedih akan perbuatannya.

Musuh adalah sebuah realitas di dalam kehidupan. Tidak ada seorangpun yang tidak memiliki musuh. Karena musuh adalah realitas kehidupan, maka sangatlah penting untuk mengelola potensi risiko di dalam semua hubungan Anda dengan siapapun. Jangan biarkan musuh membuat Anda takut, dan jangan biarkan musuh mengalahkan hidup Anda.

Musuh akan muncul di dalam rasa senang yang berlebihan, di dalam rasa percaya yang berlebihan. Jadi, pastikan untuk tidak terlalu senang, dan tidak mempercayai siapapun secara berlebihan. Sangatlah diperlukan aturan yang tegas di dalam setiap hubungan, termasuk limit kepercayaan yang terukur, sehingga bila ada risiko, maka batas risikonya sudah dilimit dalam jumlah tertentu.

Musuh adalah potensi untuk menghadirkan konflik di dalam kehidupan, termasuk dapat menciptakan dilema, sehingga Anda harus sangat berhati-hati dalam mengambil sikap dan keputusan. Apalagi bila musuh itu bersumber dari lingkar dalam kehidupan Anda, maka diperlukan ketenangan pikiran dan emosi cerdas untuk menentukan sikap dan keputusan yang tepat.

Jangan menyerah kepada musuh, dan jangan biarkan musuh mengganggu kehidupan Anda. Miliki sikap tegas dan jauhkan diri Anda dari semua energi negatif yang berpotensi menjadi musuh Anda. Fokuskan hidup Anda agar mengalir di dalam integritas, dan pastikan semua orang di sekitar Anda memiliki budaya akuntabilitas dan terbuka, sehingga sejak awal Anda sudah bisa memonitor segala sesuatu secara tegas dan bijak.

Berterima kasihlah kepada musuh Anda, sebab musuh selalu menunjukkan titik lemah kehidupan Anda. Kuatkan titik lemah kehidupan Anda, dan pastikan untuk selalu belajar dari musuh daripada memusuhi musuh Anda tersebut.

Untuk pelatihan hubungi www.djajendra-motivator.com

BERSYUKUR DAN BERTERIMA KASIH ADALAH NIKMAT HIDUP

DJAJENDRA-DSCN0857“Orang-orang yang bersyukur adalah orang-orang yang taat atas takdir dan perjalanan hidup yang tidak dapat dihindari. Siapapun boleh berencana dan bermimpi sesuai keinginan, tetapi jalan hidup pastilah sudah ditentukan Tuhan. Jadi, rasa syukur adalah bukti bahwa diri mencintai kehendak Tuhan yang Maha Kuasa.”~Djajendra

Ketika rasa syukur mengisi jiwa dan pikiran, maka diri hanya mampu memproduksi kebaikan, dan juga selalu akan berterima kasih dengan realitas kehidupan.

Orang-orang yang bersyukur adalah mereka yang menikmati kehidupan dengan penuh terima kasih dalam perilaku hidup yang rendah hati. Syukur adalah rasa cinta kepada hidup yang diberikan Tuhan, dan hanya mereka yang berilmu syukur yang mampu menikmati kebaikan dari hidup.

Syukur adalah energi positif yang menciptakan sifat dan sikap terpuji. Siapapun yang hidup dalam syukur pasti menikmati kebaikan dan kebahagiaan. Kemauan dan kemampuan untuk menemukan kebaikan dari setiap peristiwa kehidupan, serta keikhlasan hati untuk belajar dan menambah ilmu dari setiap peristiwa kehidupan, akan menjadikan diri unggul dalam rasa syukur.

Energi syukur di dalam diri pasti menarik energi baik dari semesta, sehingga sikap dan sifat diri menjadi karakter unggul yang mengasihi kehidupan. Siapapun yang konsisten bersyukur dan berterima kasih kepada setiap peristiwa kehidupan, dan belajar untuk kehidupan yang lebih baik, pasti mendapatkan kelimpahan kualitas hidup di sepanjang perjalanan hidupnya. Jadi, walau rintangan dan cobaan mengiasi perjalanan hidup, rasa syukur akan menjadikan rintangan dan cobaan sebagai guru yang memperkaya kualitas hidup.

Orang-orang yang hidupnya penuh rasa syukur selalu menjadi contoh nyata dari energi positif. Jiwa yang bersyukur adalah jiwa yang memancarkan energi baik untuk kehidupan.

Orang-orang bersyukur adalah orang-orang yang taat atas takdir dan perjalanan hidup yang tidak dapat dihindari. Siapapun boleh berencana dan bermimpi sesuai keinginan, tetapi jalan hidup pastilah sudah ditentukan Tuhan. Jadi, rasa syukur adalah bukti bahwa diri mencintai kehendak Tuhan yang Maha Kuasa.

Ketika cobaan dan rintangan menghadang, maka ketenangan dan solusi yang harus digunakan. Ketika kesenangan hadir terus-menerus, sikap rendah hati dan rasa syukurlah yang harus digunakan. Hidup yang mengalir dalam aliran  rasa syukur pasti menjadikan diri berguna dan bermanfaat untuk kebaikan hidup.

Orang-orang yang tidak bersyukur pasti mengalami perasaan-perasaan negatif, seperti: ketakutan, marah, benci,  curiga, dendam, dan lain sebagainya. Artinya, orang yang tidak bersyukur sedang menghukum dirinya sendiri, dan menjadikan dirinya tidak bahagia. Seseorang yang selalu bersyukur dengan hidupnya, dia pasti menikmati indahnya hidup. Sebaliknya, seseorang yang tidak bersyukur dengan hidupnya, dia pasti menikmati pedihnya hidup ini.

Sikap hidup yang selalu bersyukur dan berterima kasih akan menjadi magnet untuk menarik aliran rejeki. Jadi, siapapun yang hidupnya selalu bersyukur, dan selalu meningkatkan kualitas dirinya, pasti mendapatkan aliran rejeki di sepanjang hidupnya.

Orang-orang bersyukur pastinya sangat berkualitas secara spiritual. Mereka sangat dekat dengan Tuhan yang menciptakan dirinya. Apapun yang ada dalam kehidupan, dan peristiwa apapun yang terjadi di sepanjang kehidupan, pasti disikapi sebagai kehendak Tuhan. Intinya, mereka yang hidup dalam energi syukur hanya mengenal kata indah, nikmat, damai, dan bahagia tentang dunia yang memberinya kehidupan. Mereka yang bersyukur tidak mengenal bahasa mengeluh atau rugi, mereka hanya mengenal bahasa terima kasih atau untung.

Apapun sikap dan perilaku tidak baik yang diterima, orang-orang bersyukur akan menjadikannya ilmu untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Oleh karena itu, mereka akan mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang telah memberikan pengetahuan baru. Tidak ada dendam dan benci di hati orang-orang yang hidupnya penuh syukur, hanya ada cinta dan peduli. Sebab, hati nurani mereka kuat dengan empati dan toleransi, sehingga jiwanya mampu mendengar, melihat, dan merasakan kebaikan di semua situasi dan peristiwa kehidupan yang dilalui.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

EMOSI ADALAH SUARA PIKIRAN

“Emosi selalu menjadi juru bicara pikiran, dan pasti memberi tanggapan kepada dunia tentang apa yang sedang terjadi di dalam pikiran.”~ Djajendra

Apa yang Anda pikirkan akan terekspresi ke luar melalui emosi. Bila pikiran sedang positif, maka emosi bahagia yang akan dipancarkan. Dan sebaliknya, bila pikiran sedang negatif, maka emosi tidak bahagia yang akan dipancarkan. Orang-orang yang ingin bahagia di setiap momen hidupnya, pasti akan berlatih terus-menerus untuk menguatkan pikiran positif, dan menghindarkan semua penyebab pikiran negatif.

Diantara emosi dan pikiran ada ego. Ego adalah pejuang yang selalu ingin memenangkan diri, walau diri sedang salah. Ego yang ngotot berpotensi menguatkan pikiran negatif, dan hasilnya emosi yang dipancarkan adalah emosi negatif, seperti: marah, kesal, takut, benci, cemburu, iri hati, dengki, dan semua yang tidak baik. Jelas, semua yang negatif pastinya akan merugikan diri sendiri. Kemampuan untuk melemahkan ego dan menguatkan kesadaran pikiran positif, akan menjadikan diri dapat menikmati indahnya emosi baik.

Kekuasaan pikiran tidak sadar sangatlah kuat, sedangkan kekuatan pikiran sadar sangatlah kecil. Bila badan sedang letih dan mengantuk, maka pikiran sadar langsung lenyap. Dalam realitas kehidupan, tidak mudah untuk seseorang berkonsentrasi penuh dengan pikiran sadar dalam jangka waktu yang panjang. Paling lama seseorang mungkin bisa berkonsentrasi selama dua jam, setelahnya pasti daya konsentrasi akan turun. Oleh karena itu, haruslah ada kesadaran total untuk menguatkan fisik tubuh agar tubuh mampu memberikan lebih banyak waktu buat pikiran sadar.

Pikiran, tubuh, emosi, dan ego perlu diperhatikan dengan sepenuh hati. Miliki integritas untuk mengelolanya, dan pastikan Anda memiliki keyakinan hidup untuk mengharmoniskan semuanya di dalam energi positif.

Jangan pernah membiarkan keyakinan pencipta energi negatif mendominasi jiwa. Semakin membiarkan keyakinan negatif menguasai diri, dan semakin diri merasa benar hidup di dalam dominasi negatif, maka sangatlah tidak mudah untuk mendapatkan kebahagiaan dan kedamaian dalam hidup.

Pahami isi pikiran bawah sadar dengan mengidentifikasi emosi. Apapun yang ada di dalam pikiran pasti akan dikeluarkan melalui emosi. Jadi, bila sudah mampu mengidentifikasi emosi, maka temukan solusi untuk memperbaiki isi pikiran.

Emosi selalu berperan sebagai suara pikiran, baik itu untuk pikiran sadar maupun tidak sadar. Gunakan emosi yang muncul dari dalam diri untuk memahami siapa Anda sebenarnya.  Semakin sadar dan ikhlas menerima realitas emosi, semakin berpeluang untuk memperbaiki isi pikiran.

Diperlukan banyak upaya dan kerja keras untuk mengisi pikiran dengan nilai-nilai pencipta bahagia. Disiplin dan kemauan yang kuat untuk hidup bahagia, akan memudahkan diri berlatih secara berkelanjutan agar di setiap momen hidupnya dapat menikmati kebahagiaan, kedamaian, kesejahteraan, kesehatan, dan perasaan optimis dengan hidupnya.

Bahagia, sejahtera, damai, dan sehat itu hak setiap individu. Jadi, siapapun berhak untuk mendapatkan yang terbaik di dalam hidupnya, asal dirinya mau berusaha untuk menghargai dirinya sendiri, dan rajin menanamkan nilai-nilai positif ke dalam pikirannya.

Jangan pernah mengasihani diri sendiri ataupun menyembunyikan ketidakmampuan di dalam ego diri. Sebab, ego diri pasti akan membantu diri yang lemah dan yang rendah kualitas. Akibatnya, diri akan menganggap realitas hidupnya sebagai korban dari ketidakadilan ataupun korban dari realitas kehidupan, yang tidak sesuai dengan jati dirinya. Dampaknya, diri akan terus-menerus hidup di dalam kekurangan, dan semakin frustasi bersama ego yang terus-menerus melindunginya di dalam kekuatan negatif.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MEMBANGUN PIKIRAN, PERASAAN, DAN PENGALAMAN POSITIF

djajendra“Bahagia itu milik semua orang, khususnya milik orang-orang optimis dan positif. Jadi, siapapun pasti bisa meraih bahagianya dan mengatur hidupnya di dalam energi sukses dan sejahtera.” ~ Djajendra

Pikiran, perasaan, dan pengalaman dari setiap momen kehidupan; sangatlah penting untuk dijaga atau dirawat dengan informasi positif. Mengembangkan diri sejati yang positif merupakan fondasi untuk menemukan sumber kebahagiaan hidup. Energi positif yang terhimpun secara solid di dalam diri sejati, pasti menjadi kekuatan otomatis yang berkemampuan untuk memecahkan masalah dan menemukan solusi kebahagiaan diri.

Energi positif di dalam diri secara tegas dan jelas akan mengekspresikan pikiran dan perasaan baik untuk semua situasi dan kondisi. Dalam hal ini, energi positif diri secara otomatis akan menemukan makna positif dalam setiap peristiwa kehidupan yang sedang dialami diri. Termasuk, diri dengan mudah dapat berkomunikasi dengan pikiran dan emosinya untuk menciptakan hasil positif.

Energi positif di dalam diri akan menjadi kekuatan yang memetakan dan menganalisis semua informasi yang masuk ke dalam diri, sehingga diri bisa mengendalikan pikiran dan emosinya, juga bisa menghindarkan dirinya dari bahaya stres oleh berbagai peristiwa negatif.

Miliki disiplin dan niat untuk mengelola pikiran, perasaan, dan pengalaman secara konsisten dan teratur di dalam energi positif. Kuatkan persepsi positif dan sikap optimis dalam segala sesuatu yang sedang dikerjakan. Jangan pernah membiarkan setitik energi negatif di dalam pertumbuhan pribadi dan profesional Anda. Siapkan format dan waktu untuk membiasakan diri sejati di dalam kekuatan energi positif. Jadilah positif dan optimis di setiap peristiwa kehidupan yang sedang Anda alami.

Jadilah pembelajar yang konsisten untuk peningkatan diri secara berkelanjutan. Pelajari apapun yang hadir di dalam hidup, lalu gunakan persepsi positif untuk mengambil manfaat dan pengalaman dari peristiwa tersebut.

Energi positif terbentuk dari kebiasaan-kebiasaan positif yang penuh rasa syukur dan terima kasih. Miliki disiplin dan ketekunan untuk membiasakan pikiran dan emosi di dalam kekuatan nilai-nilai positif.

Jangan mengubah apa yang sedang mengalir dari dalam diri. Tenangkan diri dan jangan ikut sertakan ego, untuk bisa memahami makna dari hal-hal yang sedang mengalir keluar dari dalam diri. Bila hal-hal positif, baik, dan optimis yang sedang keluar; maka jadikan sebagai pengalaman positif untuk memperkuat energi positif di dalam diri. Tetapi, bila hal-hal negatif dan pesimis yang keluar, maka segeralah pahami penyebabnya, lalu sadarkan diri, dan gantikan yang negatif dan pesimis tersebut dengan yang positif dan optimis.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

ORANG-ORANG OPTIMIS ADALAH ASET UNTUK MEMBUAT KEHIDUPAN SELALU BERHASIL DAN MENANG

DJAJENDRA“Ketahanan diri dihasilkan dari hebatnya mental dan emosi kreatif. Energi kreatif menjadikan seseorang semakin kuat bersama strategi dan taktik, untuk mengatasi berbagai perubahan dan rintangan.”~Djajendra

Setiap orang berpotensi untuk berada di dalam kehidupan yang bergerak bersama berbagai realitas, situasi, kondisi, masa-masa yang tidak diduga sebelumnya. Tidak ada yang pasti di dalam hidup. Apapun bisa terjadi kepada siapapun, hanya ketahanan mental dan emosi dalam sikap optimis, yang akan menjadikan seseorang unggul bersama hidupnya.

Orang-orang optimis adalah aset untuk membuat kehidupan selalu unggul dan berjaya di semua kondisi dan realitas. Bila sebuah organisasi sudah diisi dengan orang-orang optimis dan positif, maka organisasi tersebut selalu kuat dan unggul untuk menghadapi realitas apapun.

Tidak ada satu kondisi tersulit apapun yang bisa menghentikan kesuksesan orang-orang optimis dan positif. Sebab, orang-orang positif selalu menemukan makna positif dan peluang yang lebih besar dalam setiap peristiwa kehidupan yang dilalui. Energi positif dan optimis membuat seseorang sangat menikmati proses hidupnya, dan selalu mampu menarik hal-hal bermanfaat dari setiap kondisi kehidupan yang dilalui.

Para pemenang pasti memiliki ketahanan diri yang unggul, sehingga dirinya selalu berhasil melewati apapun yang mencoba merintanginya. Ketahanan diri dihasilkan dari hebatnya mental dan emosi di dalam kreativitas. Dengan kecerdasan kreativitas yang hebat, seseorang akan memiliki kapasitas dan keterampilan, untuk menemukan solusi ataupun pemecahan masalah atas hal-hal yang merintanginya. Kreativitas di dalam diri akan menjadikan diri semakin kuat bersama strategi dan taktik yang tepat, untuk mengatasi berbagai perubahan dan rintangan, yang mencoba menghalangi perjalanan hidupnya.

Orang-orang positif dan optimis yang kreatif selalu dengan mudah membangun kembali hidupnya, walau badai merusak segala sesuatu. Mereka lebih pintar menghitung kebaikan dan menemukan peluang dengan rasa syukur, daripada berkeluh-kesah dan menyalahkan penyebabnya. Mereka lebih fokus untuk melakukan segala sesuatu dengan lebih baik, dan selalu dalam keadaan sukacita untuk membangun kembali.

Orang-orang positif dan optimis selalu hidup di ruang terang bercahayakan sinar yang menerangi hati, pikiran, dan emosi. Mereka tidak pernah membiarkan dirinya di ruang paling gelap tanpa cahaya terang. Mereka selalu ingin melihat segala sesuatu di dalam terangnya hidup mereka.

Orang-orang optimis adalah aset untuk membuat kehidupan selalu berhasil dan menang. Mereka adalah harta termahal miliki kehidupan, yang selalu penuh syukur dalam  menghadapi dan memahami dunia yang membuat mereka tetap hidup. Energi optimisme selalu membuat mereka menghormati realitas situasi kehidupan, lalu penuh percaya diri untuk memperbaiki situasi yang tidak diinginkan dengan situasi yang diinginkan. Sikap dan perilaku mereka sangat kreatif, termasuk fleksibilitas untuk mengatasi rintangan dan tantangan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

STRATEGI KECERDASAN EMOSIONAL UNTUK MENGELOLA SIKAP DAN PERILAKU POSITIF

DJAJENDRA 20 NOV 2013

“Kedewasaan dan kematangan seseorang akan menjadikan dirinya lebih berkualitas dan lebih produktif. Semakin sadar dan mau menjadikan dirinya sebagai yang terbaik, akan menjadikan dirinya terus tumbuh menjadi yang terbaik. Semakin sadar tentang kesenjangan antara potensi diri dan kinerja yang sedang ditampilkan sekarang, serta pengetahuan untuk mengisi kesenjangan tersebut agar dapat berkinerja secara lebih konsisten, akan menjadikan dirinya terus-menerus mencari puncak pencapaian terbaik. Semakin sering berlatih dan berkonsentrasi lebih banyak pada hal-hal yang ingin dicapai; semakin mengerti menempatkan kualitas diri untuk mengoptimalkan potensi diri; dan semakin kreatif atau menguasai cara terbaik untuk menyembunyikan kelemahan diri; maka semakin mudahlah perjalanan diri untuk sampai pada puncak keberhasilan.”~ Djajendra

Perilaku dan sikap adalah komponen terpenting untuk pencapaian prestasi dan kinerja terbaik. Memiliki sikap dan perilaku yang konsisten merupakan jaminan untuk mencapai segala sesuatu dengan risiko yang lebih rendah. Reaksi cerdas dari emosi yang mengikuti aturan akal sehat, akan menghasilkan perilaku yang cerdas menghadapi berbagai realitas kehidupan.

Bila ingin memiliki masa depan yang cemerlang, maka siapkan perilaku dan sikap dengan menggunakan strategi kecerdasan emosional. Sebab, strategi kecerdasan emosional akan menghasilkan sikap dan perilaku dengan kualitas pribadi bintang, yang secara konsisten mampu tampil dengan terampil untuk urusan di dalam diri dan urusan di luar diri. Kemampuan untuk menguasai keterampilan di dalam diri dan di luar diri, akan menjadikan sikap dan perilaku selalu konsisten menuju sukses.

Ketika strategi kecerdasan emosional diterapkan untuk mengelola sikap dan perilaku, maka setiap peristiwa di sepanjang hidup dapat dikuasai dengan reaksi yang menguntungkan diri. Dan, diri yang sudah terbiasa menggunakan strategi kecerdasan emosional, akan dengan mudah berkomunikasi secara efektif, tanpa terpancing oleh emosi dari luar diri yang tidak menguntungkan dirinya.  Intinya, memanfaatkan strategi kecerdasan emosional untuk menguatkan konsistensi sikap dan perilaku, akan menjadikan diri selalu tenang dan unggul di setiap momen kehidupan.

Mengapa diperlukan strategi kecerdasan emosional untuk mengelola sikap dan perilaku?

Setiap orang hidup dalam kompleksitas  pikiran dan kompleksitas sosial yang beragam. Dan hal ini, sangat mempengaruhi seseorang untuk mengelola perilaku dan sikap. Bila diri tidak cerdas emosi, maka diri akan terbawa arus permainan pikiran, dan juga arus permainan dari kompleksitas sosial. Akibatnya, diri sulit mengelola perilaku yang konsisten agar dapat mengendalikan kompleksitas sosial, dan membuat keputusan untuk meraih hasil terbaik.

Strategi kecerdasan emosional yang paling sederhana adalah menguasai kompetensi pribadi dan kompetensi sosial. Ke dua kompetensi ini harus saling terhubung dan menjadikan diri cerdas mengelola perilaku dan sikap.

Kompetensi pribadi bisa dimulai dari keterampilan memahami diri sendiri; keterampilan kesadaran atas diri sendiri; ketrampilan manajemen diri; keterampilan memotivasi diri sendiri; keterampilan mengarahkan diri pada sasaran; keterampilan mengendalikan diri sendiri; keterampilan mengevaluasi diri sendiri; dan keterampilan pribadi yang lainnya. Intinya, kompetensi pribadi merupakan segala sesuatu keterampilan untuk meningkatkan kualitas diri dari dalam diri sendiri.

Kompetensi sosial dimulai dari keterampilan untuk memahami realitas di luar diri; keterampilan kesadaran sosial; keterampilan manajemen hubungan; keterampilan empati dan toleransi, seperti: memahami suasana hati orang lain, memahami mengapa mereka berperilaku dan bersikap seperti yang diperlihatkan, dan apa motif mereka dalam membangun hubungan dengan Anda. Jadi, kompetensi sosial bertujuan untuk menangkap emosi dan kepentingan orang lain, dan memahaminya secara akurat agar dapat memberikan respon yang tepat.

Ketika kompetensi pribadi dan kompetensi sosial mencerdaskan emosi dan akal sehat diri, maka diri akan memiliki kemampuan untuk menggunakan akal sehat atas dasar kecerdasan emosi, dan terhubung secara berkualitas ke dalam semua interaksi kehidupan.

Sikap dan perilaku selalu menjadi bagian akhir dari teka-teki kehidupan. Semua realitas hidup pasti keputusan akhirnya ditentukan oleh sikap dan perilaku. Bila sudah mampu menampilkan sikap dan perilaku yang stabil dan konsisten, maka diri akan tampil dengan lebih dewasa untuk menyikapi semua realitas hidup.

Memanfaatkan strategi kecerdasan emosional untuk penguatan sikap dan perilaku, akan memberikan dampak positif terhadap keberhasilan karier. Sebab, diri mampu memfokuskan semua energi positif untuk melayani pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Kecerdasan emosional sangatlah membantu orang-orang di semua wilayah kehidupan dan pekerjaannya. Jadi, di tempat kerja; di semua tingkatan struktur organisasi; di setiap wilayah individu, kelompok, dan komunitas perusahaan; sangatlah perlu dikuatkan sikap dan perilakunya dengan strategi kecerdasan emosional. Semakin cerdas emosi sebuah organisasi dan isinya, semakin kuatlah organisasi tersebut untuk menghasilkan kinerja terbaik.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

EMPATI ADALAH ASET UNTUK KESUKSESAN BISNIS

DSCN9737“Kehidupan tanpa empati sangatlah merugikan diri sendiri dan juga orang lain. Empati adalah emosi yang terang akal, yang membuat hubungan dan komunikasi berjalan lancar. Empati memiliki kekuatan untuk menjadikan semua persoalan ada solusinya, dan juga kehidupan akan menjadi semakin indah dan saling menguntungkan.” ~ Djajendra

Dunia bisnis sedang di alam globalisasi. Sekaranglah waktunya untuk meningkatkan kualitas empati di lingkungan bisnis. Sebab, globalisasi mengharuskan orang-orang untuk cerdas terhubung dan berkomunikasi di alam lintas budaya, lintas pemikiran, lintas keyakinan, dan lintas persepsi. Bila sumber daya manusia perusahaan tidak cerdas empati, maka hal ini pasti akan menyebabkan banyak kesalahpahaman. Dan dampaknya, perusahaan tidak akan mampu bersaing untuk memenangkan kompetisi bisnis yang semakin ketat di dunia yang semakin mengglobalisasi. Padahal, dunia globalisasi menyediakan potensi pasar yang lebih besar dan lebih luas. Jadi, seharusnya peluang globalisasi ini dimanfaatkan dengan lebih terang akal supaya pasar yang sangat besar ini dapat menciptakan kinerja yang lebih.

Empati merupakan kekuatan yang meningkatkan ikatan kepercayaan antara semua stakeholders. Sebab, empati di dalam hati berkemampuan untuk mengidentifikasi dan memahami realitas orang lain. Bila para pebisnis sudah mampu memahami realitas pasar atau potensi para pembeli dengan hatinya, maka mereka secara otomatis akan memiliki intuisi untuk menciptakan produk, jasa, pelayanan, ataupun komunikasi yang sesuai dengan kebutuhan pasar atau para pelanggan.

Dalam hal penjualan, para penjual yang sukses selalu memiliki empati yang kuat, sehingga mereka bisa dengan cepat bereaksi untuk memberikan pelayanan sesuai kebutuhan pelanggan. Dan juga, empati yang mereka miliki mempertajam keyakinan hati dan menginformasikan realitas dengan benar, sehingga mereka dapat segera mengambil keputusan yang cepat, untuk mempermudah proses penjualan sesuai keinginan pelanggan.  

Empati adalah ilmu dari suara hati, yang memiliki kemampuan untuk menghubungkan satu hati dengan hati yang lainnya dengan jujur dan cerdas. Jadi, di dalam sebuah perusahaan, bila semua orang terlatih dengan energi empati, maka hubungan kerja pasti akan harmonis di dalam soliditas kerja yang sangat kolaboratif. Demikian juga dengan insan perusahaan yang berhubungan langsung dengan pelanggan, mereka akan semakin cerdas untuk terhubung dengan beragam pelanggan, sehingga mampu meningkatkan penjualan perusahaan melebihi target. Intinya, empati haruslah dialirkan dengan sempurna di semua aspek dan dimensi kerja perusahaan, sehingga perusahaan dapat terus-menerus sukses dan meraih kinerja terbaik.

Kuatkan tim marketing dengan energi empati; kuatkan tim penjualan dengan energi empati; kuatkan tim pelayanan dengan energi empati; kuatkan tim back office dengan energi empati; dan kuatkan semua bagian lainnya di dalam perusahaan dengan energi empati agar bisnis Anda selalu sukses dan berdaya tahan di semua situasi dan kondisi.

Energi empati akan menghasilkan kelimpahan, kekuatan, kesuksesan, dan hubungan yang lebih baik.

Semakin kuat energi empati di dalam sebuah perusahaan, semakin kuat kreativitas dan inovasinya yang selaras dengan impian dan harapan masyarakat. Jadi, para pebisnis unggul selalu mampu memiliki empati terhadap keyakinan, kepercayaan, persepsi, cara berpikir, dan budaya kehidupan masyarakat. Dan, hasil empati mereka akan melahirkan produk atau jasa yang sesuai dengan keyakinan, kepercayaan, persepsi, budaya, ataupun cara berpikir dari calon pelanggannya. Pada akhirnya, mereka dengan cerdas mampu menggarap potensi pasar dari berbagai realitas kehidupan masyarakat.

Orang-orang kreatif  penghasil uang, adalah energi empati yang sangat mampu membayangkan dirinya dalam posisi orang lain, apalagi saat membuat produk atau jasa yang akan mereka jual. Mereka tidak akan peduli dengan keyakinan pribadinya ataupun pola pikir dari orang-orang di lingkungannya. Mereka hanya akan fokus bersama energi kreatif dan terhubung di dalam energi empati yang kuat, untuk memahami apa saja kebutuhan dan harapan orang lain. Kemudian, dengan energi kreatif,  mereka akan menciptakan karya-karya sesuai kebutuhan orang lain.

Empati adalah otot bisnis. Bila ingin memperbesar otot bisnis, maka setiap hari latihlah dan biasakan energi empati menjadi budaya kerja. Semakin terbiasa setiap orang di dalam perusahaan menggunakan energi empati, semakin kuat hubungan kerja, dan semakin profesional perilaku kerja positif. Jadi, energi empati tidak akan menjadikan karyawan sebagai penonton atas berbagai realitas. Tetapi, menjadikan mereka berani tampil dengan lebih percaya diri, untuk menjawab semua reaksi di perusahaan dengan pengetahuan positif.  

Perusahaan yang mampu membumikan energi empati di dalam budaya organisasinya, akan memiliki sumber daya manusia yang hadir ke tempat kerja dengan energi empati, sehingga empati benar-benar akan menjadi kebiasaan sehari-hari di lingkungan kerja. Dampaknya, setiap orang akan saling memperlakukan orang-orang dengan etis, sikap baik, dan emosi cerdas.

Ketika setiap karyawan bekerja dengan energi empati, mereka secara otomatis akan menjadi aset perusahaan. Sebab, mereka mampu bekerja dengan memahami apa maunya perusahaan, apa maunya pelanggan, dan apa maunya orang-orang di sekitarnya. Dan hal ini, akan membuat mereka mudah untuk memberikan fokus, perhatian, kepedulian, reaksi, perasaan, keprihatinan, dan juga motif untuk sebuah perubahan atau koreksi.

Empati di dalam perusahaan akan memiliki kecerdasan penalaran untuk memahami pikiran stakeholders. Dalam hal ini, perusahaan tidak akan berhenti di satu sudut pandang untuk memahami potensi suksesnya. Tetapi, selalu akan membuka ruang kreatif untuk memahami berbagai dimensi dari potensi bisnis. Dan juga, akan menggunakan empati untuk mendengarkan semua sudut pandang yang beragam, sehingga dapat merespon segala sesuatu untuk pencapaian tujuan bisnis dengan lebih baik.

Setiap orang di dalam perusahaan wajib untuk memiliki energi empati yang konsisten, sebab hal ini akan memudahkan terjalinnya hubungan kerja yang positif dan profesional. Jadi, semakin mampu menggunakan empati untuk melayani perusahaan dan stakeholders, semakin kuat kepercayaan dan ikatan hubungan baik yang akan dihasilkan oleh perusahaan.

Empati di dalam terangnya akal sehat akan mengembangkan peluang untuk menciptakan kapasitas bisnis yang lebih besar, sehingga perusahaan akan selalu unggul dan menang di setiap kompetisi. Oleh karena itu, jangan pernah disepelekan ataupun dianggap kecil tentang kekuatan empati sebagai aset untuk kesuksesan bisnis. Kembangkan kesadaran di internal organisasi tentang empati sebagai aset terpenting agar orang-orang mampu merasakannya. Berikan contoh tentang cara kerja empati, sehingga empati betul-betul dapat dipahami dan diakui oleh sumber daya manusia sebagai salah satu aset terpenting untuk menciptakan nilai tambah, reputasi, kinerja, keuntungan, dan prestasi perusahaan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com