PELATIHAN TEAM BUILDING PROGRAM 2 HARI 1 MALAM

PELATIHAN TEAM BUILDING PROGRAM 2 HARI 1 MALAM

DESKRIPSI

Perilaku sebuah tim adalah berkolaborasi, bekerja sama, berkomunikasi, berkoordinasi, dan bertindak bersama-sama untuk mencapai tujuan secara bersama-sama. Setiap orang di dalam tim memiliki maksud untuk bersama-sama memenuhi target atau tujuan. Intinya, diperlukan perilaku dan karakter kerja yang selalu bersama-sama untuk menyelesaikan semua tanggung jawab dan pekerjaan.

Niat seorang anggota tim haruslah melakukan dan menyelesaikan pekerjaan secara bersama-sama dengan anggota tim yang lainnya. Ada keharusan untuk selalu bersama-sama, dan harus mampu menundukkan niat yang ingin menyelesaikan pekerjaan seorang diri, tanpa bantuan yang lain.

Kerja tim memiliki waktu dan tempat untuk secara bersama-sama mengelola sumber daya dengan efektif. Dalam hal ini, setiap anggota tim wajib berkomunikasi dan memprioritaskan apa yang harus segera dilakukan, tanpa menciptakan benih konflik, termasuk selalu memiliki niat untuk melakukan apapun dengan kerja sama, serta menyiapkan perilaku dan karakter diri yang sesuai dengan misi dan visi tim.

Memahami kepribadian dan kebiasaan rekan satu tim. Bila Anda tidak memahami gaya komunikasi, karakter, kepribadian, dan pola pikir dari anggota tim; maka hal ini berpotensi menguatkan konflik dan menciptakan kerumitan di dalam interaksi kerja tim. Mengetahui rekan satu tim dengan baik adalah modal yang sangat penting untuk menciptakan kerja sama yang hebat dan unggul. Terhubunglah dengan baik agar setiap individu mampu memperlihatkan fungsinya dengan baik, sehingga tim menjadi sangat kuat dan berfungsi sesuai tujuan.

Tim yang kuat selalu menguatkan kepercayaan di dalam kerja sama tim. Sering sekali anggota tim suka menyembunyikan kelemahan dan kesalahan dari satu sama lain. Kadang-kadang ragu untuk meminta bantuan atau memberikan umpan balik yang konstruktif. Ragu untuk menawarkan bantuan, dan suka menciptakan kesimpulan tentang perilaku kerja yang lain. Takut rekan se-tim lebih menonjol, makanya dibiarkan temannya itu bingung sendiri agar gagal menyelesaikan pekerjaan secara benar. Ada juga rekan se-tim yang dendam atau iri hati, lalu membiarkan temannya masuk ke dalam kesalahan, kemudian membesar-besarkannya agar rekan se-tim nya ini dianggap gagal. Intinya, ketika kepercayaan di dalam tim tidak ikhlas dan tidak jujur, maka hal ini sama saja dengan menyembunyikan kelemahan tim, sehingga tim pasti menjadi tidak berfungsi dengan baik.

Meningkatkan kepercayaan diantara anggota tim, sangatlah meningkatkan fungsi dan kualitas tim untuk mencapai kinerja terbaik. Secara berkelanjutan perusahaan wajib membangun keandalan timnya. Dari waktu ke waktu sangatlah diperlukan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan rasa percaya diantara anggota tim. Membangun kepribadian dan karakter individu yang ikhlas dan penuh kesadaran, untuk memfokuskan waktu dan energi pada kebersamaan di tempat kerja. Dan juga, memiliki mindset untuk selalu bersama-sama meningkatkan kredibilitas dan reputasi kerja sama diantara mereka.

Konflik tidak selalu buruk. Kadang-kadang dibutuhkan konflik kecil untuk menemukan solusi atau keputusan yang lebih kreatif. Tim yang hebat pastinya tidak takut pada konflik. Haruslah ada keberanian untuk berbeda pendapat agar pengetahuan baru dari sikap kritis dan kreativitas dapat meningkatkan kualitas tim. Jangan jadikan setiap pertemuan tim membosankan, karena takut menyakiti perasaan sesama rekan se-tim. Jangan takut untuk mengkritik atau mempertanyakan secara sangat kritis kepada rekan se-tim, yang penting semuanya terfokus pada persoalan kerja, dan bukan pada persoalan pribadi. Jadilah pribadi-pribadi yang cerdas berdebat untuk menemukan solusi-solusi yang hebat. Jangan takut dengan ide-ide kontroversial yang mungkin bisa meningkatkan keberhasilan tim berlipat kali. Jangan takut untuk berbeda pendapat dan pandangan dengan anggoto tim. Yakinlah bahwa menyembunyikan potensi konflik demi menjaga keharmonisan tim, hanya akan menciptakan bom waktu yang merusak tim secara permanen. Jadi, jangan takut untuk berkonflik demi kemajuan bersama, dan yang penting miliki nilai-nilai kehidupan, seperti: ikhlas, jujur, terbuka, bertanggung jawab, dan penuh kasih kepada rekan se-tim, sehingga konflik yang munculpun akan segera hilang di dalam kuatnya soliditas tim.

Tidak boleh ada keraguan di dalam tim. Setiap anggota tim haruslah yakin dengan arah dan prioritas kerja. Jangan ragu atau menunda pekerjaan karena hati masih belum yakin 100% dengan apa yang akan dilakukan. Jangan terjebak dalam analisis yang berlebihan, sehingga takut bertindak atau kelamaan untuk bertindaknya. Keraguan yang berlebihan hanya menciptakan penundaan yang berkepanjangan. Ingatlah selalu bahwa keraguan merupakan potensi yang merugikan kemajuan tim. Pastikan setiap anggota tim selalu mampu meningkatkan pengetahuan, wawasan, keterampilan, dan rasa percaya diri agar keraguan dapat dihindarkan dari setiap proses kerja tim.

Akuntabilitas adalah perilaku yang harus hidup di dalam tim. Bila seorang anggota tim menghindari akuntabilitas, maka dia telah menciptakan titik kelemahan tim. Tanpa akuntabilitas, sebuah tim pasti tidak mampu berfungsi. Akuntabilitas haruslah menjadi kebiasaan dan mengalir lancar di dalam karakter kerja dan proses kerja. Setiap anggota tim harus tampil penuh disiplin untuk mempertanggung jawabkan segala sesuatu dengan sikap profesional. Akuntabilitas adalah kunci sukses sebuah tim. Jadi, bila seorang saja tidak ikhlas menjalankan fungsi akuntabilitasnya di dalam tim, maka dia sudah menyembunyikan kelemahan di dalam tim, sehingga pada saatnya tim akan gagal berfungsi seperti seharusnya.

Keberadaan sebuah tim adalah untuk hasil akhir yang hebat. Jadi, setiap anggota tim wajib memfokuskan seluruh waktu, energi, sumber daya, dan etos kerjanya dalam upaya menghasilkan kinerja terbaik. Perilaku kerja yang fokus pada pertumbuhan, serta berorientasi pada prestasi akan meningkatkan gairah kerja tim. Anggota tim harus terlatih dan dibiasakan untuk tidak mudah terganggu, dan hal ini bisa saat mereka memiliki daya tahan mental yang baik.

Diperlukan mental positif dan perilaku produktif agar tidak melalaikan tanggung jawab dan memperhatikan pekerjaan dengan sepenuh hati. Taat pada komitmen dan patuh pada tujuan adalah jalan terbaik untuk menjalankan setiap fungsi dan peran masing-masing. Keberadaan setiap anggota tim adalah untuk kesuksesan tim, dan bukan untuk menggagalkan pencapaian terbaik tim. Jadi, persiapkan diri masing-masing dengan kepribadian dan karakter kerja yang hebat agar mampu menjadi aset yang andal di dalam tim.

Jadilah pribadi tim yang selalu membawa keluar yang terbaik dari dalam diri. Jangan sekali-kali membawa keluar dari dalam diri hal-hal yang bisa memperburuk kualitas tim. Jadilah energi positif yang membangun kerja sama tim dengan berkualitas, serta memampukan diri sebagai salah satu fungsi terpenting di dalam tim yang hebat.

Program pelatihan ini berfokus pada transformasi perilaku individual dalam organisasi menjadi perilaku kelompok, agar sifat dan karakter yang sangat kuat “aku nya” dapat berubah menjadi “kita”. Setiap orang akan diberikan motivasi dan inspirasi, agar selalu termotivasi untuk bekerja sama dalam mencapai tujuan

Pelatihan selama 2 hari 1 malam ini memberikan pencerahan dan motivasi ( praktek dan teori) tentang cara membangun kerja sama tim yang ideal. Pelatihan dilengkapi outdoor team building games dan role play.

METODOLOGI PELATIHAN

Pelatihan Aktif (Teori dan Praktek), Presentasi, Interaktif, Diskusi Kelompok, Brainstorming, Bermain Peran, Berpikir Kreatif, Simulasi, Belajar Dalam Kompetisi Permainan, Studi Kasus, Latihan, Bimbingan, Diskusi, Perenungan, Experiential Learning, Icebreaker.

TUJUAN PELATIHAN

Pelatihan ini bertujuan untuk membantu peserta dalam:

  • Menguatkan integritas, akuntabilitas, dan mendorong soliditas di dalam kerja sama tim
  • Meningkatkan kerjasama, kolaborasi, koordinasi, komunikasi, pemecahan masalah, kepercayaan dan keterampilan emosional
  • Menghindari konfrontasi dan fokus pada pencapaian kinerja
  • Saling menghargai, mengelola kebersamaan, membuat keputusan, saling melengkapi kelebihan, dan mengendalikan diri masing-masing

MANFAAT PELATIHAN

Dengan mengikuti pelatihan ini, peserta akan mendapatkan manfaat sebagai berikut:

  • Membangun tim kerja yang solid untuk pencapaian kinerja terbaik
  • Mencegah tim kerja membuat keputusan yang salah
  • Meningkatkan efisiensi dan produktivitas tim
  • Mencegah tim jatuh ke dalam mentalitas destruktif
  • Memetakan konflik dalam persiapan resolusi
  • Menghadirkan sukses individu, kelompok, dan organisasi
  • Kerjasama, pemecahan masalah, koordinasi, kolaborasi, pelayanan, kontribusi, komunikasi, sinergi, kepercayaan dan keterampilan emosional
  • Meningkatkan ikatan toleransi dan empati antara anggota tim melalui pengalaman bersama atau pemecahan masalah kolektif
  • Berkomunikasi satu sama lain untuk mendapatkan hasil yang lebih baik
  • Berpikir di luar rincian kecil dan memikirkan tujuan utama
  • Mendukung satu sama lain
  • Menggunakan keterampilan emosional dan keterampilan pembinaan untuk memberikan umpan balik
  • Meningkatkan kepercayaan dan kehandalan tim

MATERI PEMBAHASAN

Day 1/Hari Permata

08.30 – PK 10.00 WIB. SESI 1: SOLIDITAS DALAM KERJA SAMA TIM

Sub Bahasan

  • Peran individu dalam tim dan kerja sama
  • Perilaku individual, orientasi dan pengaruhnya terhadap tim
  • Membangun kepribadian dan karakter yang siap untuk melakukan kerja sama
  • Menjadi bagian dari sistem kerja sama yang solid
  • Keuntungan bekerja dalam tim
  • Menjaga disiplin untuk kemajuan tim dari waktu ke waktu
  • Peran setiap anggota tim dalam membangun tim yang unggul
  • Kombinasi dari peran yang dibutuhkan dalam sebuah tim yang ideal

PK.10.00 – 10.15 WIB. BREAK

10.15 – 12.00 WIB. SESI 2: MEMBERDAYAKAN DAN MENJADIKAN TIM LEBIH ANDAL

Sub Bahasan

  • Membantu anggota tim untuk mencapai hasil yang lebih baik dan merasa lebih mampu
  • Strategi untuk mencegah anggota tim jatuh ke mentalitas negatif dan destruktif
  • Prinsip kerja yang dapat diterapkan ke diri sendiri dan tim Anda, untuk meningkatkan harga diri dan produktivitas tim

PK.12.00 – 13.00 WIB. ISHOMA

PK 13.00 – 14.30 WIB. SESI 3: MAN MANAGEMENT DALAM TEAM BUILDING

Sub Bahasan

  • Mengelola orang-orang di sekitar dengan motivasi dan gairah kerja
  • Mengelola, mencegah, menyelesaikan potensi konflik
  • Kiat-kiat penanganan terhadap orang-orang yang sulit diatur
  • Mengorganisir pekerjaan dan tanggung jawab dengan efektif
  • Mengembangkan dan meningkatkan sikap, perilaku, dan mental positif
  • Mengelola stres, marah, dan emosi negatif lainnya agar tidak merusak proses kerja

PK.14.30 – 14.45 WIB. BREAK

PK.14.45 -16.30 WIB. SESI 4. MENINGKATKAN KOMUNIKASI TIM

Sub Bahasan

  • Memahami komunikasi yang ideal di dalam organisasi
  • Gaya komunikasi yang berbeda dan cara beradaptasi
  • Komunikasi positif menghasilkan kolaborasi kerja yang produktif
  • Pentingnya parabahasa dan komunikasi non verbal
  • Sikap tegas dalam komunikasi positif
  • Menjadi energi positif dalam aliran komunikasi di internal perusahaan
  • Cara memberikan umpan balik yang baik
  • Menjaga suasana hati yang baik dalam setiap interaksi dan komunikasi
  • Memahami persepsi, logika berpikir, kepercayaan, dan keyakinan lawan bicara  

16.30 – 19.00 WIB. ISHOMA

19.00-21.00 1IB. INDOOR TEAM BUILDING GAMES

Sub Bahasan

  • Kepemimpinan dalam team building
  • Energi kolaborasi, komunikasi, koordinasi, dan kerja sama
  • Perilaku tim untuk kinerja terbaik
  • Pemecahan masalah dan solusi terbaik

Day 2/Hari Kedua

08.00 – 11.00 WIB. OUTDOOR TEAM BUILDING GAMES

Untuk Pelatihan Hubungi

PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL

Kantor: Jl.Danau Toba No.104, Jakarta Pusat, 10210

Telepon: (021) 5701505

Hp: 0812 131 888 99

Fax: (021) 5738105

Website:http://djajendra-motivator.com

E-mail:training@djajendra-motivator.com

PELATIHAN TEAM BUILDING BEST PRACTICE PROGRAM 1 HARI 8 JAM

2013-04-22

PELATIHAN TEAM BUILDING BEST PRACTICE PROGRAM 1 HARI 8 JAM

Judul: Membangun Budaya  Kerja Sama Dilingkungan Tempat Kerja

Deskripsi

Kerja tim adalah cara bekerja di mana masing-masing anggota tim bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Hal ini melibatkan hubungan kerjasama, komunikasi yang terbuka, kelompok pemecahan masalah, dan konsensus pengambilan keputusan. Kerjasama hanya dapat efektif dalam lingkungan organisasi yang berlandaskan etika, integritas, loyalitas, kejujuran, kepercayaan, komunikasi terbuka, keterlibatan individu, kebanggaan pada pekerjaan, dan komitmen terhadap tanggung jawab.

Kerjasama berarti melibatkan seluruh anggota tim dalam lingkungan kerja yang saling percaya satu sama lain untuk melakukan tugas dan tanggung jawab dalam batas-batas yang ditentukan oleh organisasi. Komunikasi yang efektif, beretika, dan terbuka akan membuat semua anggota tim bisa saling percaya dan saling mendengarkan untuk menghasilkan hal-hal luar biasa buat organisasi. Pemimpin dan anggota tim harus memiliki sikap positif selama masa-masa sulit dan tidak boleh saling menyalahkan satu sama lain tapi harus saling memotivasi, saling menghormati, saling mendukung, dan secara bersama-sama mengelola konflik dengan bijak. Anggota tim harus saling berkontribusi sesuai kompetensi teknis masing-masing dan harus selalu percaya bahwa keragaman, individualitas, dan kreativitas adalah nilai tambah untuk keuntungan organisasi. Setiap kontribusi Individu dan kontribusi tim harus dihargai dan diakui secara tepat waktu oleh organisasi, agar setiap orang dalam tim bisa memiliki motivasi yang kuat untuk bekerja sesuai komitmen dan fokus pada kebutuhan organisasi.

Pelatihan selama satu hari ini bertujuan untuk membuat setiap fungsi dan peran kerja mampu bekerja sama seperti sebuah tim untuk mencapai tujuan bersama dengan cara-cara yang efektif dan produktif. Kerja sama yang berkualitas akan memaksimalkan penggunaan sumber daya manusia dalam organisasi. Kerja sama yang berkualitas akan memberikan keputusan yang lebih baik dan motivasi untuk membawa setiap persoalan pada penyelesaian yang tepat. Kerja sama memungkinkan semua orang bisa berpartisipasi untuk memberikan kontribusi buat organisasi. Kerja sama membangun hubungan kerja yang terkelola dalam koordinasi kerja yang profesional. Kerja sama yang berkualitas akan mengarahkan setiap anggota kepada peningkatan kepuasan kerja dan manfaat dalam pekerjaan itu sendiri. Selanjutnya, kerja sama yang berkualitas di dalam struktur organisasi akan membuat organisasi menjadi semakin dinamis, efektif, kreatif, efisien, dan produktif. Kondisi ini akan menyediakan struktur organisasi dan sumber daya manusia yang sangat responsif untuk bersaing dengan sukses dalam lingkungan ekonomi yang selalu berubah dari hari ini dan masa depan.

Metode Pelatihan

Indoor yang dilakukan melalui presentasi, tanya-jawab, diskusi, latihan tertulis, brainstorming, role play, games dan icebreaker.

Tujuan Pelatihan

Pelatihan ini membangun keterampilan bekerja sama dalam tim struktur (berdasarkan peran dan tanggung jawab) di dalam struktur organisasi. Tujuannya agar organisasi bisa mendapatkan hasil maksimal dari sumber daya manusia yang secara rutin mampu bekerja sama dalam sinergi dan kolaborasi untuk mencapai tujuan organisasi. Pelatihan ini juga bertujuan untuk menunjukkan kepada peserta tentang kekuatan kerja sama dalam menghadirkan sukses individu, kelompok, dan organisasi. selanjutnya, pelatihan ini bertujuan untuk menciptakan energi positif dalam organisasi dengan cara memberdayakan potensi kerja sama individu; pemeliharaan hubungan yang konstruktif diantara individu; membuat individu menjadi visioner, inovatif, saling menghargai, terbuka dan jujur;  membuat individu mampu memelihara perasaan bangga kepada organisasi; membuat individu bekerja atas dasar etika, loyalitas, integritas, dan selalu cerdas menjawab tantangan baru dengan sikap positif.

Manfaat Pelatihan

  1. Peserta belajar hal-hal mendasar dalam kerja sama tim, seperti: forming, storming, norming, performing, team structure, roles and responsibilities.
  2. Peserta belajar untuk tumbuh dan berkembang melalui kekuatan kerja sama.
  3. Peserta belajar tentang karakter orang-orang dalam kerja sama, hubungan antar pribadi, dan dinamika dalam kerja sama.
  4. Peserta belajar meningkatkan kolaborasi dan kerjasama.
  5. Peserta belajar berkontribusi pada proses pemecahan masalah secara kreatif.
  6. Peserta belajar bekerja sama secara lebih kohesif dan terpadu.
  7. Peserta belajar untuk membangun kepercayaan dalam kerja sama.
  8. Peserta belajar membuat keputusan tim yang efektif dan terencana.
  9. Peserta belajar untuk lebih terlibat dan memberikan kontribusi positif untuk lingkungan kantor.

Materi Pelatihan

SESI 1 : KEUNGGULAN PRIBADI UNTUK KERJA SAMA TIM YANG SOLID (PERSONAL EXCELLENCE FOR SOLID TEAMWORK)

Peserta belajar tentang peran individu dalam tim dan kerja sama; perilaku individual, orientasi dan pengaruhnya terhadap tim; membangun kepribadian dan karakter yang siap untuk melakukan kerja sama; membangun kepribadian yang mampu mendukung semua kepentingan strategis organisasi dengan berkualitas.

SESI 2: BEST PRACTICE – MEMBANGUN BUDAYA KOLABORASI DILINGKUNGAN TEMPAT KERJA

Peserta belajar tentang pengertian dan pemahaman budaya kolaborasi, peran hard system dan soft system dalam mendukung budaya kolaborasi, mengelola dan meningkatkan nilai perusahaan melalui kolaborasi, nilai-nilai perilaku utama untuk membangun budaya kolaborasi, mengimplementasikan kolaborasi, mengelola dan mengukur kolaborasi.

SESI 3: BERTINDAK UNTUK MEMBANGUN DAN MENJAGA KERJA SAMA. (ACTING TO BUILD AND MAINTAIN TEAMWORK)

Peserta belajar menjadi bagian dari sistem kerja sama yang solid di dalam organisasi. Belajar memiliki motivasi dan mampu membuat keputusan yang lebih baik. Belajar untuk selalu berpartisipasi dan memelihara peningkatan hubungan kerja. Belajar menghargai dan mencintai pekerjaan. Belajar meningkatkan komunikasi dan kualitas kontribusi informasi. Belajar menyatu dalam keutuhan struktur organisasi dan bekerja total ke arah tujuan bersama. Belajar mendukung perspektif organisasi yang luas.

SESI 4: MEMBANGUN BUDAYA KOLABORASI MELALUI AKTIVITAS GAMES, ROLE PLAY, DAN COLLABORATION TEST.

Peserta akan melakukan aktivitas di dalam kelas untuk bertindak dan melakukan kegiatan-kegiatan kolaborasi. Dan setelahnya, peserta akan melakukan collaboration test dari semua kegiatan-kegiatan kolaborasi yang dilakukan. Kemudian, mendiskusikan hasil collaboration test

SESI 5: KERJA SAMA MEMPERMUDAH PEKERJAAN (TEAM WORK MAKES EASIER WORK )

Peserta belajar tentang hubungan interpersonal dan karakter orang-orang dalam kerja sama; belajar tentang menciptakan energi positif dalam kerja sama; belajar membangun mind set tim pemenang; belajar menjinakkan hal-hal yang tidak produktif dalam kerja sama.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com