MOTIVASI DJAJENDRA

Leadership Organization Business Personal Interpersonal Entrepreneurs and Employed Professionals

Category: Kecerdasan Emosional (page 1 of 14)

MENJALANI HARI INI DENGAN SEMPURNA

“Hidup adalah sukacita dan kegembiraan harus dihidupkan di dalam diri.”~Djajendra

Masalah adalah bagian dari kehidupan. Kapan saja masalah bisa muncul untuk mengganggu ketenangan hidup. Ketika ketenangan terganggu, maka segala sesuatu sulit untuk dikerjakan dengan baik. Tidak mudah untuk menjalani kehidupan positif di tengah banyak masalah yang menumpuk. Menjalani momen ini dengan sempurna tanpa terganggu dengan masalah sangatlah penting. Pikirkan hal yang benar saat ini, nikmati saja apa yang tersedia pada hari ini. Besok adalah urusan besok, kita hidup hari ini dan pada momen ini, mungkin saja semua perasaan khawatir itu tidak nyata, serta perlu dikendalikan agar kita tidak cemas dan takut dengan masalah di depan.

Mungkin tidak semua masalah dapat dengan mudah diselesaikan, banyak halangan yang bisa membuat Anda sulit menyelesaikan sebuah masalah. Jadi, ketika Anda tidak dapat berbuat apa-apa, maka sadarlah untuk tidak menciptakan kekacauan di pikiran. Terimalah keadaan yang sedang dihadapi, berpikirlah yang positif, dan yakinlah bahwa segala sesuatu pasti bekerja sesuai kehendak Tuhan. Tugas Anda adalah memiliki niat yang tulus untuk segera menyelesaikan masalah tersebut, dan membiarkan segala sesuatu berproses untuk membantu Anda menyelesaikan masalah. Tidak perlu panik. Tidak perlu takut. Tidak perlu cemas. Terimalah keadaan dengan harapan bisa segera diselesaikan dengan baik.

Ketenangan dan kesabaran menjadi hal yang penting saat menghadapi masalah. Kuatkan energi positif di dalam diri agar dapat melemahkan semua energi negatif. Hidup adalah sukacita dan kegembiraan harus dihidupkan di dalam diri. Jangan membiarkan masalah membuat sukacita dan kegembiraan hilang. Jadilah ikhlas untuk menerima kehendak Tuhan. Semua masalah pasti berlalu pada waktunya. Alam dan kehidupan tidak akan membiarkan hidup Anda di dalam masalah yang terus-menerus. Mulailah dari dalam diri Anda sendiri untuk membangun keyakinan dan kekuatan agar bisa menyelesaikan masalah.

Jangan berpikir bahwa masalah Anda itu berat dan mengerikan. Berpikirlah bahwa Anda tulus dan serius untuk menyelesaikan masalah. Jangan membuat diri Anda mengalami kesengsaraan dan penderitaan oleh masalah. Jadilah bijak dan mulailah langkah-langkah untuk melewati masalah dengan baik. Selalu bertindak positif dan berniat baik atas semua hal yang Anda alami. Masalah ada agar Anda menjalani tes hidup yang menguatkan Anda. Jadi, kadang-kadang masalah yang tak terbayangkan perlu disikapi dengan pikiran positif dan menerimanya untuk diselesaikan dengan benar. Orang bijak mengatakan bahwa Tuhan tidak pernah memberikan masalah yang berada di luar kemampuan. Jadi, terimalah dan nikmati pengalaman dari masalah tersebut sebagai pelajaran yang menguatkan diri sendiri.

Untuk seminar/pelatihan hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

MENYINGKIRKAN PIKIRAN DAN UCAPAN NEGATIF

“Semua kata-kata negatif yang kita lemparkan kepada orang lain akan kembali kepada diri kita sendiri.”~Djajendra

Perkataan tidak baik akan kembali kepada diri sendiri. Ketika berucap dan berkata-kata tidak baik kepada orang lain, maka sesungguhnya kita sedang menabung energi tidak baik di dalam diri kita sendiri. Energi tidak baik tersebut akan membuat hidup kita seperti yang kita ucapkan. Semua kata-kata negatif yang kita lemparkan kepada orang lain akan kembali kepada diri kita sendiri. Ucapan dan kata-kata yang tidak baik hanya merusak kedamaian hidup. Perilaku yang suka mencari-cari kekurangan orang lain hanya merugikan diri sendiri.

Kehidupan positif berarti semakin banyak kita mendengar dan berbicara tentang hal-hal positif. Kemampuan kita untuk bebas dari pengaruh negatif akan membuat hidup kita indah dan damai. Walaupun kita tahu bahwa tidak mungkin semua orang di lingkungan kehidupan kita memiliki kata-kata dan ucapan positif, tetapi kesadaran untuk tidak mendengarkan mereka yang negatif akan membuat hidup kita lebih baik. Kita berhak untuk memilih kehidupan positif, dan kita mampu memiliki kehidupan positif di tengah-tengah lingkungan yang penuh dengan ucapan negatif.

Ketika orang-orang negatif berbicara dengan kita, maka kita harus mengubah percakapan tersebut menjadi positif. Jangan pernah membiarkan aliran kata-kata atau berita negatif mempengaruhi pikiran kita. Jangan membiarkan energi konflik dan kekerasan memasuki emosi kita. Kita harus memiliki sikap dan niat untuk menanggapi segala sesuatu dari sudut pandang positif. Jadi, mulai saat ini, jika ada orang-orang mengirimkan berita negatif, maka kita harus siap memberi tanggapan dengan cara yang lebih positif.

Pandangan positif menciptakan semangat, harapan, antusiasme, dan motivasi untuk masa depan yang lebih baik. Jika setiap saat kita memahami hidup dengan pandangan positif, maka apa pun tantangan dan situasi negatif, kita mampu menghadapinya dengan tenang. Pandangan positif akan memberikan pengalaman damai dengan semua keadaan.

Setiap ucapan haruslah memiliki kualitas untuk menyampaikan kedamaian, kebenaran, kebahagiaan, cinta, dan kepedulian. Semua ucapan dan kata-kata positif adalah harta yang semakin memperkaya hidup kita. Kita perlu menyingkirkan semua pikiran buruk dari diri kita. Kita perlu menguatkan pikiran positif saat teman, keluarga, dan lingkungan kerja memberikan banyak energi negatif kepada kita. Jadilah pribadi yang memilih untuk hidup damai apa adanya.

Untuk seminar/pelatihan hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

TIDAK ADA SOLUSI DI DALAM DIRI YANG PENUH TEKANAN DAN STRES

“Tidak ada solusi yang baik di dalam pikiran yang kacau.”~Djajendra

Ketika kita belum menemukan diri sendiri dan belum menguatkan diri sendiri, kita sangat mudah dibuat stres dengan masalah hidup. Masalah hidup hanya dapat dipecahkan dengan pikiran dan emosi positif. Semakin tenang dan sabar dalam menghadapi masalah, semakin mudah memecahkan masalah. Semakin fokus dan terlibat secara mendalam dengan masalah, semakin sulit untuk menemukan jalan keluar. Tidak ada solusi yang baik di dalam pikiran yang kacau. Tidak ada solusi yang baik di dalam diri yang penuh tekanan dan stres.

Sangatlah manusiawi bila kita tersedot ke dalam pusaran masalah, tetapi hal ini sangat merugikan hidup kita. Sejujurnya, tidaklah mudah untuk melepaskan diri dari masalah yang mengepung hidup kita. Karena tidak mudah untuk melepaskan diri dari masalah, maka kita harus meningkatkan kesadaran agar dapat menghadapi masalah dengan bijak. Salah satu cara terbaik adalah menerima masalah dengan tenang dan membuatnya menjadi lebih kecil, melangkah mundur sedikit dari masalah tersebut, kemudian memperhatikannya dengan jujur tanpa terlibat secara emosional dengan masalah tersebut. Jangan membiarkan diri menjadi stres dengan masalah. Tetaplah tenang dan cerdas untuk menyelesaikan masalah.

Jika terlalu fokus pada masalah, maka pikiran akan dikuasai dan dikendalikan oleh masalah. Oleh karena itu, masalah harus dihadapi dengan pikiran jernih tanpa emosi negatif. Pisahkan masalah dari diri sendiri dan miliki kesabaran saat menghadapinya. Dengarkan suara hati dengan tenang dan jujur, miliki kecerdasan dan kreatifitas untuk menemukan solusi atas masalah yang dihadapi. Hindari perasaan kesal, marah, panik, takut, benci, dan frustasi kepada siapa pun. Tidak perlu fokus untuk menemukan siapa yang salah. Tidak perlu menyalahkan orang lain. Tidak perlu bingung atau merasa tidak berdaya. Gunakan kecerdasan, akal sehat, logika, kesadaran, dan pemikiran positif dengan tenang, jelas dan rasional dalam proses menemukan jalan keluar dari masalah tersebut.

Kehidupan tidak selalu seperti yang kita inginkan, tetapi ketika kita mau menerima kehidupan yang kita miliki, maka kebahagiaan dan kedamaian akan menjadi energi kehidupan kita. Penyebab utama tekanan yang menumpuk di dalam diri karena kita tidak ikhlas menerima kenyataan yang sedang kita alami. Ketika kita marah dan ngotot dengan masalah kita, maka stres akan semakin membawa hidup kita pada titik terendahnya. Menerima hidup dan membiarkan hal-hal di luar kendali kita berjalan di dalam pikiran positif adalah jalan terbaik untuk menghindari hal-hal menjadi lebih buruk.

Sebagian besar masalah menjadi semakin buruk karena hilangnya ketenangan, kesabaran, dan keikhlasan untuk menghadapinya. Tidak perlu terlalu memberikan perhatian terhadap masalahnya, fokuskan untuk menemukan jalan keluar. Bila kita fokus pada masalah, maka secara mental dan emosional kita akan kehabisan tenaga dan waktu. Sulit untuk memecahkan masalah dan menemukan solusi jika kita terlalu dekat dengan masalah tersebut. Jauhkan diri dari masalah tersebut, kemudian kendalikan diri dan emosi, ciptakan ketenangan dan energi positif di dalam diri, dan mulailah menggunakan strategi yang tepat untuk menemukan jalan keluar dari masalah tersebut.

Menjadi pribadi yang tidak terganggu dengan hal apa pun adalah fondasi yang baik untuk menemukan solusi atas berbagai masalah hidup. Jadi, sebelum masalah menyerang kita, sangatlah diperlukan kesadaran dan latihan untuk tidak terganggu dengan berbagai situasi, peristiwa, perilaku, sikap, dan kenyataan hidup. Mampukan diri untuk menerima setiap keadaan dan praktikkan pola hidup yang fokus pada hal-hal baik di sepanjang hari dan waktu.

Untuk seminar/pelatihan hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

HIDUP INI INDAH JANGAN MEMBIARKAN DIRUSAK OLEH MASALAH

“Setiap hari kita perlu berbicara dengan diri sendiri tentang hal-hal positif yang membawa hidup kita menuju bahagia.”~Djajendra

Ketika kita tidak menerima masalah hidup, maka masalah hidup itu akan membuat kita kacau dan frustasi. Satu-satunya solusi terbaik saat menghadapi masalah adalah menerima masalah tersebut dan menjadi lebih kreatif agar dapat menemukan jalan terbaik. Bila kita tidak ikhlas menerima masalah dan ngotot mempersalahkan orang lain, maka kita akan terjebak dalam hal-hal negatif yang merusak hidup kita.

Masalah akan menjadi energi negatif yang merusak hubungan baik saat kita tidak mau mengakui kesalahan kita. Bila masalah itu muncul karena kesalahan atau tidak adanya sifat dan perilaku baik dari diri kita, maka kita harus sadar dan memiliki empati untuk menunjukkan kebaikan agar dapat menemukan solusi atas masalah tersebut.

Pikiran positif kita memiliki kekuatan untuk menyelamatkan semua masalah. Cinta dan kepedulian adalah dua kata kunci yang sangat diperlukan dalam menyelesaikan masalah. Selama kita ngotot dengan kebenaran yang kita yakini dan mengabaikan kebenaran orang lain, maka masalah akan selalu ada dan tidak pernah tuntas. Oleh karena itu, diperlukan cara-cara manusiawi yang memperhatikan realitas orang lain, termasuk mau berdamai dengan kebenaran yang diyakini semua orang adalah jalan terbaik untuk menuntaskan masalah.

Jangan membiarkan pikiran negatif semakin memperluas persoalan dari masalah yang muncul. Jangan membiarkan pikiran negatif menciptakan ketakutan dan pesimisme di dalam hidup kita. Buanglah masalah tersebut dari pikiran dan tempatkan masalah menjadi sesuatu di luar diri, kemudian gunakan kreativitas untuk menemukan solusi yang membuat hidup kita bahagia dan damai.

Setiap hari kita perlu berbicara dengan diri sendiri tentang hal-hal positif yang membawa hidup kita menuju bahagia. Katakan pada diri sendiri sepanjang hari bahwa semua urusan terselesaikan dengan baik dan semua masalah berubah menjadi solusi yang indah. Lakukan afirmasi berulang kali bahwa hidup kita sangat indah dan semua urusan terselesaikan dengan sangat indah.

Tetaplah tersenyum saat masalah hadir ke dalam hidup, fokuskan diri untuk tetap tenang menghadapi semua hal. Lakukan dengan sepenuh hati untuk menuntaskan masalah dengan solusi yang mendatangkan kebahagiaan.

Sifat masalah itu sementara. Masalah datang dan pergi. Masalah adalah guru yang mengajarkan kita untuk lebih rendah hati dan mau mengendalikan diri. Miliki kesadaran untuk menguatkan fisik, emosi, mental, dan perilaku baik saat menghadapi masalah. Hanya diri kita sendirilah yang selalu menjadi solusi untuk menuntaskan masalah, jangan pernah berharap orang lain yang menuntaskan masalah kita.

Untuk seminar/pelatihan hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

KEMARAHAN MENUTUPI KEBAIKAN HATI DAN MELEMAHKAN KEMAMPUAN UNTUK IKHLAS

KEMARAHAN MENUTUPI KEBAIKAN HATI DAN MELEMAHKAN KEMAMPUAN UNTUK IKHLAS

“Akibat dari kemarahan kita bukan hanya menciptakan musuh-musuh di dalam hidup, tetapi juga yang paling berbahaya adalah kemarahan kita akan menggerogoti kesehatan dan kedamaian hidup kita.”~Djajendra

Kemarahan adalah sebuah emosi yang normal, tetapi kemarahan yang berlangsung terus-menerus akan merugikan diri sendiri. Kemarahan menjadikan hati tidak damai, menjadikan hidup tidak tenang. Jiwa yang marah berpotensi membuat tubuh dan pikirannya sakit. Jiwa yang marah sedang melemahkan dirinya sendiri dan sedang mengikat dirinya dengan beban hidup yang lebih tinggi. Seperti kata Ralph Waldon Emerson, “Kemarahan adalah kekuatan internal yang kuat yang memadamkan cahaya akal.” Jadi, kemarahan walaupun sesuatu yang normal, tetaplah perlu dikendalikan agar diri bisa mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan hidup.

Kemarahan kita pada seseorang karena pikiran dan hati kita merasa bahwa orang tersebut telah melakukan kesalahan atau melakukan hal-hal yang tidak kita inginkan. Kemarahan muncul karena kita tidak mau menerima kenyataan yang terjadi, kita ingin kebenaran kita yang terjadi, bukan yang lain. Perasaan marah disebabkan juga ketika kita tidak ikhlas untuk menerima kesalahan yang dilakukan oleh seseorang. Kita ingin orang tersebut mendapatkan balasan seperti yang kita inginkan. Jadi, kadang-kadang, kemarahan yang tidak terkendali bisa mengarahkan diri untuk balas dendam. Niat balas dendam ini sangat berbahaya bagi kebaikan diri sendiri, karena energi negatif akan menguasai diri dan membawanya ke arah yang merusak masa depan diri sendiri.

Marshall B. Rosenberg mengatakan bahwa inti dari semua kemarahan adalah kebutuhan yang tidak terpenuhi. Artinya, kemarahan itu adalah persoalan pribadi kita, persoalan internal diri kita sendiri. Ketika kita mampu melatih diri kita untuk tidak terpengaruh atau terikat dengan sikap dan perilaku orang lain, maka kita bisa menjadi diri sendiri yang kuat dan terkendali untuk tidak marah. Kebutuhan kita tidak akan bergantung kepada orang lain atau kepada hal-hal di luar diri kita. Kita mampu menjadi diri sendiri yang merdeka dan tidak dikendalikan oleh hal apapun atau oleh siapapun dari luar diri kita.

Marcus Aurelius mengatakan bahwa betapa lebih menyedihkan adalah akibat kemarahan daripada penyebabnya. Bila kita ikhlas dengan semua kejadian di luar diri kita, kita tidak akan menemukan sebuah penyebab yang membuat kita marah. Ketenangan hati di dalam perasaan cinta kepada semua ciptaan Tuhan akan membuat kita tidak memiliki alasan atau penyebab untuk marah. Hati yang penuh cinta selalu memiliki kemampuan untuk memaafkan dan menerima kenyataan hidup dengan ikhlas. Kita harus mencegah akibat buruk dari kemarahan kita. Akibat kemarahan bukan hanya menciptakan musuh-musuh di dalam hidup, tetapi juga yang paling berbahaya adalah kemarahan kita akan menggerogoti kesehatan dan kedamaian hidup kita.

Sifat dan pemikiran kita yang suka menilai dan menyalahkan orang lain adalah sumber kemarahan. Apalagi bila kebutuhan kita belum terpenuhi dalam hubungan dengan seseorang, maka biasanya dengan sangat mudah orang tersebut kita salahkan dan kita menilainya dengan berbagai asumsi atau persepsi kita. Jadi, perilaku kita yang suka menyalahkan orang lain akan menjadi sumber yang kuat bagi penderitaan hidup kita. Kehidupan yang tenang, damai, dan bahagia hanya didapatkan ketika kita mengarahkan semua energi positif kita untuk memenuhi kebutuhan kita sendiri, tanpa melayani energi negatif di luar diri kita. Jangan lagi marah karena pemikiran kita melihat kesalahan orang lain, tingkatkan kesadaran bahwa marah kita itu terjadi karena sesuatu yang kita butuhkan atau inginkan belum terpenuhi.

Untuk seminar/pelatihan hubungi 0812 1318 8899 / email: training@djajendra-motivator.com

MILIKI JARAK DENGAN MASALAH, JANGAN TERIKAT PADA MASALAH

“Masalah yang menguasai mental dan emosi akan membuat diri tak berdaya, dan berpotensi menjadikan diri berada pada titik terendah kehidupan.”~Djajendra

Pekerjaan terbesar kita semua adalah menjaga kesehatan, kebugaran, ketenangan, kebahagiaan, kedamaian, keindahan, dan perasaan sejahtera. Persoalannya, setiap orang berpotensi menghadapi masalah. Jadi, perjalanan hidup setiap orang akan mendapatkan tantangan dalam bentuk masalah. Di sinilah kita semua di uji oleh kehidupan, apakah kita fokus pada masalah atau kita fokus untuk menjaga kedamaian hidup kita.

Setiap bangun pagi fokuslah untuk penguatan diri, sehingg semua masalah hidup menjadi kecil. Mulailah dengan doa untuk rahmat dan kebaikan yang sudah diterima, kuatkan perasaan syukur, fokuskan pikiran untuk mengingat hal-hal terbaik yang membuat diri semakin bersyukur dengan hidupnya. Bersyukurlah dengan apa yang ada di meja makan, bersyukurlah dengan keluarga, bersyukurlah dengan pekerjaan, bersyukurlah untuk semua tantangan yang harus dihadapi, fokuskan semua kekuatan untuk ketenangan dan kedamaian hidup.

Kehidupan yang baik dibentuk dari kekuatan tenang dan terpusat, tidak mengejar sesuatu secara berlebihan, selalu tampil tenang dan produktif, membangun disiplin untuk memusatkan diri sendiri agar dapat memulai pekerjaan dengan kinerja terbaik. Kebiasaan hidup yang sangat serius dengan masalah hanya akan membuat masalah itu semakin membesar dan menguras semua kekuatan diri. Jangan membiasakan diri Anda untuk terus-menerus memikirkan masalah, kuatkan diri Anda agar bisa mengalihkan pikiran dari masalah, kemudian memfokuskan pikiran untuk merasakan syukur dan keindahan atas semua hal yang Anda hadapi.

Ketika Anda memberikan perhatian yang besar kepada masalah, Anda akan dikendalikan oleh emosi negatif. Pikiran Anda kepada masalah akan membuat Anda cemas, putus asa, marah, takut, khawatir, frustasi, stres, merasa tidak berdaya, sedih, dan banyak emosi negatif lainnya akan berakumulasi di dalam diri Anda. Jelas, dengan membiarkan masalah menguat dalam pikiran dan emosi, Anda akan kesulitan untuk memecahkan masalah tersebut. Anda akan kehilangan kekuatan untuk mengatasi masalah tersebut, sehingga hidup Anda akan berlarut-larut dalam masalah.

Di tempat kerja, ketika Anda menghadapi masalah, bekerjalah dari kebahagiaan dan ketenangan. Jangan biarkan masalah menciptakan stres. Bila Anda sudah stres dengan masalah di tempat kerja, maka Anda akan membuang-buang waktu dan tenaga untuk melayani stres. Akibatnya, masalah Anda pun akan semakin menguat karena Anda telah dibuat menjadi lemah oleh stres Anda. Jadi, tetaplah berpusat pada ketenangan dan kebahagiaan, nyalakan energi positif sekuat mungkin di dalam diri agar Anda bisa mempertahankan hubungan positif dengan masalah Anda.

Masalah yang menguasai pikiran dan emosi akan menyulitkan untuk pengendalian diri. Anda akan bingung, kesal, marah, takut, dan sulit menemukan solusi. Jelas, semua kondisi ini akan menambah tekanan stres bagi hidup Anda. Masalah yang dibiarkan menguasai hidup Anda akan menjadikan diri Anda lebih buruk. Anda akan kehilangan kemampuan untuk pemecahan masalah dan menemukan solusi. Masalah yang menguasai diri Anda akan membuat Anda tak berdaya dan berpotensi membuat Anda berada pada titik terendah

Ciptakan jarak antara Anda dengan masalah Anda, jangan terikat pada masalah Anda. Terlalu dekat dengan masalah akan membuat Anda kehilangan kekuatan dan kemampuan. Tidak perlu terlalu memikirkan masalah. Anda memang membutuhkan solusi agar masalah tersebut tuntas, tetapi tidak perlu menyiksa diri dengan masalah tersebut. Mundurlah beberapa langkah dari masalah, tenangkan diri dan temukan kebijaksanaan untuk melihat masalah tanpa menjadikannya terikat dengan Anda.

Tujuan masalah adalah untuk membuat Anda lebih kuat dan lebih kreatif dalam menemukan jalan keluar. Oleh karena itu, secara mental dan emosional, Anda harus kuat dan tidak boleh kehabisan tenaga karena tekanan dari masalah. Tetaplah bekerja dengan percaya diri dan penuh tenaga, tenangkan diri, yakinkan diri bahwa Anda pasti mampu memecahkan masalah dengan solusi yang hebat.

Untuk seminar/pelatihan hubungi 0812 1318 8899 / email: training@djajendra-motivator.com

RAHASIA PENANGKAL STRES

“Penyebab utama stres adalah tidak mau menerima kenyataan hidup. Jika Anda ikhlas dan berjiwa besar untuk menerima kenyataan hidup dengan pikiran positif, maka Anda akan diberdayakan dan dikuatkan untuk menemukan yang terbaik.”~Djajendra

Menerima kenyataan hidup, menghadapinya dengan tenang dan sabar, adalah cara untuk menangkal stres. Stres dan kecemasan dapat menyebabkan kita kehilangan peluang terbaik untuk menumbuhkan potensi kita. Ketika kita berhenti melawan kenyataan yang dihadapi, maka energi positif akan memberdayakan potensi kita untuk mengatasi tantangan. Jadi, hindari stres dan kecemasan, cobalah untuk tetap tenang dan terkendali dalam rasa syukur.

Menjalani hidup memang tidak mudah dan tidak sederhana. Setiap orang memiliki jalan hidupnya yang kadang tidak mudah untuk dijalani. Tidak semua kenyataan hidup yang dihadapi sesuai dengan keinginan dan kebutuhan. Sering sekali stres, rasa khawatir, rasa takut, dan kecemasan menjadi sahabat yang sulit dihilangkan saat kenyataan yang dihadapi sangat pahit dan sangat tidak diinginkan. Di sinilah seseorang diuji mental dan emosi hebatnya. Di sinilah seseorang imannya diuji untuk menerima kehendak Tuhan dengan ikhlas dan sabar. Memang tidak semua orang mampu untuk menghadapi kenyataan yang sangat tidak diinginkan tersebut. Diperlukan kesadaran yang tinggi dan tingkat spiritualitas yang baik agar seseorang mampu menjadi ikhlas dan sabar ketika dirinya harus menjalani hidup yang tidak diinginkan.

Hidup bukanlah pertempuran atau persaingan untuk memiliki segala keinginan. Hidup adalah proses untuk menemukan diri sendiri yang kuat dan unggul agar dapat menjalani kehidupan dunia dengan gembira. Tujuan tertinggi hidup adalah memiliki kehidupan yang sehat, bugar, gembira, bahagia, damai, tenang, sejahtera, dan berguna bagi kehidupan secara luas. Kita harus menyadari bahwa kehidupan dunia yang kita miliki sangat singkat dan sementara, jarang yang sampai seratus tahun, dan tidak ada yang kita miliki. Semua yang kita anggap miliki kita hanyalah perasaan dan prasangka kita saja, yang benar semuanya milik Tuhan. Jadi, hidup kita ini bukan untuk setiap hari bertempur dengan kenyataan yang harus dihadapi, tetapi untuk belajar menerima dan menjadikan kenyataan sebagai pengetahuan.

Kita hidup dalam dunia materi. Kenyataan lingkungan hidup kita adalah materi. Tubuh kita pun sebuah materi yang setiap hari harus dikasih makan dan minum agar tetap berenergi. Di dalam tubuh yang sifatnya materi tersebut ada jiwa yang sifatnya bukan materi. Jiwa adalah kesadaran dan dia bukan materi. Karena tubuh membutuhkan biaya hidup untuk memenuhi kalori dan nutrisinya, maka setiap orang harus sadar untuk menjadi produktif agar menghasilkan uang bagi kesejahteraan fisik dan rohani. Kita ketahui stres dan kecemasan yang berlebihan akan membuat seseorang tidak produktif, akibatnya dia sulit memiliki kinerja untuk menghasilkan uang yang lebih banyak. Memang betul uang bukan satu-satunya penyebab stres, tetapi kekurangan uang untuk memenuhi kalori dan nutrisi bagi tubuh akan menciptakan stres yang menghilangkan kepercayaan diri seseorang.

Tuhan selalu menjaga kita dengan sempurna. Tuhan selalu menjaga kita dengan sepenuh hati dan sepenuh cintanya kepada kita. Jadi, kita tidak perlu memelihara perasaan-perasaan negatif yang berpotensi memicu stres. Segala sesuatu yang kita alami bila kita menerimanya dengan ikhlas dan tenang, maka semua itu akan menjadi pengalaman yang indah. Ketika Anda mencapai sukses, maka masa tersulit Anda itu akan menjadi kenangan terindah, menjadi cerita kebanggaan untuk diceritakan kepada anak cucu. Bila di masa sulit Anda mampu mengelola perasaan dan pikiran secara positif, maka masa sulit itu akan menjadi kenangan terindah, pelajaran terindah. Oleh karena itu, jangan menentang kenyataan yang harus dihadapi, terimalah dengan kreatif, belajarlah darinya, dan tumbuhlah dengan cara mengatasinya.

Rahasia penangkal stres adalah menjaga kesadaran untuk menerima kenyataan pahit dengan emosi dan pikiran positif. Tidak menolak atau marah dengan kenyataan yang dihadapi, tetapi semakin mendekatkan diri kepada Tuhan dan meyakini bahwa Tuhan sedang membantu Anda untuk segera keluar dari situasi pahit tersebut. Dalam hal ini, Anda harus menguatkan diri dengan energi positif, dan memberikan motivasi kepada diri sendiri sambil memetakan strategi terbaik untuk menemukan solusi. Menerima kenyataan dengan ikhlas dan sepenuh hati dapat mengurangi tekanan stres. Ketika tekanan stres menjadi rendah, Anda bisa dengan tenang dan penuh pengetahuan menemukan hal-hal terbaik agar kenyataan hidup Anda sesuai dengan impian dan harapan Anda.

Rahasia penangkal stres bukan berarti menyetujui kenyataan pahit yang sedang dihadapi, tetapi bertujuan untuk membuat diri kuat dan tenang agar dapat segera keluar dari kenyataan pahit tersebut. Dalam hal ini, bila Anda dalam kondisi stres dan kecemasan berlebihan, Anda akan menjadi lemah dan tidak tenang, Anda pun akan menyibukan diri dengan keluh-kesah dan marah, tidak akan fokus untuk menemukan jalan keluar. Jelas, stres tidak akan mengubah keadaan menjadi lebih baik, tetapi akan membawa Anda ke dalam kenyataan atau keadaan yang membuat Anda semakin tidak berdaya. Oleh karena itu, terimalah hidup dengan tenang dan ikhlas, kemudian temukan kekuatan Anda untuk segera keluar dari kenyataan yang membuat Anda stres.

Untuk seminar/pelatihan hubungi 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

MENGUATKAN DIRI UNTUK MENGHADAPI TANTANGAN HIDUP

“Diri kita menjadi semakin kuat menghadapi hidup saat kita betul-betul menyerahkan hati pada Tuhan, menyerahkan pikiran pada pengetahuan, dan menyerahkan tubuh pada aktivitas olah raga.”~Djajendra

Keterikatan atau kemelekatan diri kepada semua aspek kehidupan berpotensi melemahkan diri sendiri. Ketika kita sangat melekat dan terikat dengan keinginan dan ambisi, maka kita pun harus siap menghadapi stres dan marah. Jelas, stres dan marah akan mengurangi kekuatan kita dalam menghadapi tantangan hidup. Kita menjadi semakin kuat dan hebat dalam menghadapi tantangan hidup saat kita mampu menang atas kemelekatan dan keterikatan. Seharusnya kita tidak melekat atau terikat untuk sebuah pencapaian, kita hanya perlu fokus dan totalitas yang penuh kualitas di dalam proses pencapaian. Urusan hasil akhir haruslah kita tunduk pada kehendak Tuhan.

Kekuatan diri yang hebat timbul saat kita bekerja penuh semangat dan rendah hati dengan tanpa pamrih. Kita juga harus betul-betul menyerahkan hati pada Tuhan, menyerahkan pikiran pada pengetahuan, dan menyerahkan tubuh pada aktivitas olah raga. Saat kita hanya melekat dan terikat pada Tuhan dan tidak melekat pada yang lain, maka kemampuan dan kekuatan kita akan bertambah untuk mendapatkan sukses. Kekuasaan Tuhan atas diri kita membuat kita mampu mengendalikan ego yang bersifat merugikan diri kita sendiri. Jadi, katakanlah, Anda menjadi seorang ahli yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan Anda. Jika hal itu membuat Anda menganggap diri Anda itu lebih baik dari rekan-rekan kerja Anda, maka itu berarti Anda telah terikat dan melekat dengan segala sesuatu yang Anda kerjakan. Bila dikemudian hari ada orang lain yang lebih dibutuhkan oleh perusahaan daripada Anda; maka Anda pun akan cemburu, marah, stres, dan menjadi tidak tenang dengan realitas yang Anda hadapi. Sebab, Anda sudah melekatkan dan mengikatkan keahlian Anda kepada kebutuhan perusahaan, tanpa memiliki kesadaran bahwa sesungguhnya keahlian Anda itu menjadi berguna bagi perusahaan karena adanya fungsi atau peran bagian lain di tempat kerja.

Ketika kita tidak terikat dan melekat kepada segala sesuatu di dalam hidup selain Tuhan, maka kita mampu menguatkan diri saat hal-hal tidak diinginkan terjadi di dalam hidup kita. Misalnya, Anda dikhianati oleh orang terdekat, Anda tidak akan marah atau kecewa, sebab Anda tidak terikat atau melekat dengan mereka. Dan hal ini akan membuat Anda semakin mandiri dan kuat. Misalnya, ada orang yang menyalahgunakan Anda dan membuat Anda jatuh dalam kegagalan, maka dengan mudah Anda dapat memaafkannya dan segera belajar untuk bangkit dari kegagalan tanpa menyalahkan pihak manapun. Jadi, ketika kita menjalani hidup dan pekerjaan tanpa melekat dan terikat dengan apa pun selain hanya dengan Tuhan, maka apa pun peristiwa yang kita alami akan membuat kita semakin kuat dan selalu tumbuh menjadi lebih baik.

Untuk seminar/pelatihan hubungi 0812 1318 8899 / email: training@djajendra-motivator.com

WORK LIFE BALANCE: CARA HIDUP YANG TIDAK MERUGIKAN DIRI SENDIRI

“Semua perbuatan baik kita berakumulasi menjadi kekuatan besar untuk membantu kehidupan kita. Semua perbuatan tidak baik kita berakumulasi menjadi kekuatan besar untuk menciptakan berbagai masalah dan kesulitan di dalam hidup kita.”~Djajendra

Ketika kita fokus untuk mengejar materi, jabatan, kekuasaan, dan semua yang sifatnya alam material; maka, kita akan hidup dalam keadaan ketidaktahuan tentang cara mencapai kebahagiaan sejati. Kesejahteraan, kemakmuran, dan karir yang lebih tinggi adalah penting; tetapi, tindakan untuk mengalami kebahagiaan dan ketenangan batin juga sangat penting. Sebuah pola hidup yang bersumber dari pusat kesadaran diri sendiri haruslah ditumbuhkan agar semua hal-hal yang dijalani dalam kehidupan sehari-hari dapat mengantar kita menuju kebahagiaan.

Semua kerja keras dan tindakan hebat yang kita lakukan selalu memiliki harapan untuk mendapatkan kebahagiaan dan kesenangan darinya. Sudah menjadi hukum kehidupan bahwa setiap orang lebih suka kebahagiaan daripada penderitaan. Tidak seorang pun yang mau bila diberikan jabatan tinggi dengan kekayaan yang berlimpah, tetapi harus hidup dalam penderitaan. Kebahagiaan dan kesejahteraan hidup selalu menjadi tujuan yang lebih tinggi daripada apapun. Dalam hal ini, kebahagiaan dan kesejahteraan haruslah dikerjakan dengan kesadaran tinggi. Ketika bekerja, kendalikan indra dengan pikiran, lakukan pekerjaan dengan sepenuh hati tanpa memikirkan hasil akhirnya. Fokuskan semua kemampuan dan perhatian di dalam proses kerja. Melalui pengabdian dan rasa cinta kepada apa yang kita lakukan, kita akan menemukan kesenangan dan antusiasme untuk mencapai yang terbaik.

Segala sesuatu tindakan yang dihasilkan dari kesadaran diri sejati akan menciptakan jalan menuju kebahagiaan. Segala sesuatu yang dihasilkan dari pikiran dan ego akan menciptakan jalan yang menjauh dari kebahagiaan. Biasanya, semua tindakan berdasarkan keinginan. Dalam hal ini, kita harus dengan cerdas mengawasi diri kita, apakah keinginan itu bersumber dari kesadaran tertinggi atau bersumber dari ambisi yang dimunculkan oleh pemikiran dan ego di dalam diri. Bila proses pencapaian kesejahteraan, kemakmuran, karir, jabatan, dan kekuasaan bersumber dari kesadaran tertinggi; maka, semua tindakan dapat menciptakan kebahagiaan bersama hasil akhirnya. Sebaliknya; bila keinginan itu bersumber dari keserakahan, ambisi, ego, nafsu, kemarahan, dendam, niat tidak jujur, kebohongan, dan perbuatan tidak etis ; maka, semua tindakan akan diikuti masalah dan kesulitan yang membuat hidup selalu dalam penderitaan.

Bekerja dengan ikhlas dan melayani pekerjaan dengan tulus adalah cara yang sangat berharga. Ketika hidup menjadi berarti dan berguna melalui kesadaran tertinggi, maka kita tidak akan memiliki waktu dan ambisi untuk mengejar kepentingan egois. Kesadaran tertinggi mampu menghilangkan rasa kehilangan dan ketidakbahagiaan saat kegagalan menunda keberhasilan kita. Kesadaran tertinggi mampu menghilangkan rasa putus asa atau depresi saat kita tidak memenuhi harapan dan keinginan kita.

Kehidupan yang kita miliki sangat berharga karena sifatnya sementara. Kehidupan yang berharga dan sementara ini tidak boleh disia-siakan, ciptakan kebiasaan-kebiasaan hidup untuk menuju kebahagiaan dan kesejahteraan. Semua yang baik-baik sudah dilengkapi Tuhan di dalam diri kita, sekarang kita hanya perlu menyelam ke dalam diri kita untuk menemukan semua potensi bahagia dan sejahtera, kemudian memahaminya dan menemukan cara untuk membuatnya berfungsi sesuai harapan dan impian kita.

Untuk seminar/pelatihan hubungi: 0812 1318 8899 / email:training@djajendra-motivator.com

TIDAK MEMBIARKAN EMOSI NEGATIF BERKUASA ATAS DIRI KITA

“Kehidupan adalah hadiah yang berharga, jadi: nikmati semua keberuntungan dengan rasa syukur, jangan lupa berdoa kepada Tuhan yang sudah menjaga kita siang dan malam dengan penuh kasih sayang.”~Djajendra

Emosi negatif dihasilkan dari pemikiran negatif. Ketika seseorang hanya mampu melihat kekurangan dan tidak mampu melihat kelebihan atau kebaikan, maka dia akan menarik berbagai jenis emosi negatif ke dalam dirinya. Emosi negatif atau perasaan negatif adalah sesuatu yang tidak menyenangkan hati atau sesuatu yang tidak pernah diinginkan oleh siapapun. Pastinya, setiap orang ingin bebas dari perasaan negatif agar hidupnya bahagia dan damai. Jelas, bila ingin bebas dari emosi negatif, maka kita harus menyadari bahwa hidup ini adalah rahmat Tuhan, bahwa hidup ini adalah sebuah keberuntungan bagi kita. Kesadaran untuk menjadi diri sendiri yang utuh dalam sikap rendah hati akan menghilangkan emosi negatif di dalam diri. Biasanya, ketidaktahuan atau wawasan yang dangkal menyebabkan kesombongan, kebohongan, keegoisan, dan tertutupnya hati nurani untuk memahami anugerah Tuhan, sehingga hal ini membuat energi negatif mengalir ke arah diri kita, kemudian menciptakan emosi negatif yang sulit kita buang dari diri kita.

Tuhan sudah memberikan segalanya bagi hidup kita, tetapi perasaan kurang bersyukur dan merasa kurang beruntung telah memberikan kekuatan bagi emosi negatif untuk berkuasa atas diri kita. Keluhan dan kebiasaan yang tidak mau menerima kehendak Tuhan mengundang energi negatif ke dalam diri kita. Setiap orang berhak menjalani hidup sesuai dengan jalan yang dipilih sendiri, tetapi setiap orang juga harus sadar bahwa hidup ini ditentukan oleh kehendak Tuhan. Oleh karena itu, kita tidak boleh lupa sedikitpun bahwa tugas manusia adalah bekerja dan melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati, tetapi untuk hasil akhirnya harus tetap tunduk kepada kehendak Tuhan. Bila hal ini bisa dipraktikkan dengan baik, maka energi negatif tidak akan mampu menguasai diri kita, sehingga kita bisa menjaga emosi positif dan menghindari emosi negatif di dalam diri kita.

Pikiran adalah kekuatan yang selalu ingin berkuasa atas diri kita. Pikiran memiliki kecerdasan untuk membentuk pola dan menciptakan kebiasaan. Bila sesuatu dipikirkan setiap hari dan setiap saat, maka dia akan berwujud ke dalam kebiasaan hidup. Emosi negatif adalah hasil dari pemikiran negatif. Biasanya, untuk menguatkan pemikiran positif kita harus menjadi bijaksana dan berjuang total menginternalisasi nilai-nilai positif ke dalam diri dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Jadi, tidak mudah untuk menguatkan pemikiran positif di dalam diri kita. Sebaliknya, pemikiran negatif mudah diciptakan dan sulit untuk disingkirkan dari dalam diri. Sekali pemikiran negatif berkuasa atas diri kita, maka dengan mudah dia membiarkan semua emosi-emosi buruk untuk mengambil bagian dari kekuasaannya. Saat emosi negatif berkuasa di dalam diri; semua rasa damai dan ketenangan hidup akan hilang digantikan rasa takut, khawatir, cemas, dan marah.

Dalam tubuh, lemak bertahan lebih lama daripada otot; dalam mental, pemikiran negatif bertahan lebih lama daripada pemikiran positif. Kita ketahui bersama terlalu banyak lemak di dalam tubuh menjadi sumber penyakit bagi tubuh, demikian juga dengan pemikiran negatif yang menjadi sumber penyakit bagi mental. Bila kita sudah memiliki kesadaran tentang bahaya dari pemikiran negatif, maka tekad dan niat untuk menguatkan pemikiran positif akan menjadi sebuah rutinitas di sepanjang perjalanan hidup kita.

Disiplin dan kerja keras agar emosi negatif tidak berkuasa di dalam diri haruslah dilakukan dengan konsisten. Dalam hal ini, kita harus memahami bahwa kehidupan yang kita jalani menghasilkan kemenangan dan kegagalan. Dalam kehidupan siapapun, kemenangan dan kegagalan pasti menjadi bagian yang tak dapat dihilangkan. Oleh karena itu, ketika kegagalan yang kita hadapi, kita harus berpikir positif bahwa kegagalan itu hanyalah sebuah petunjuk untuk memperbaiki cara melakukan. Jadi, kegagalan bukanlah sesuatu yang negatif atau sesuatu yang merugikan, kegagalan atau kesalahan hanyalah petunjuk untuk melakukan sesuatu dengan lebih baik. Bila hal ini bisa dipraktikkan dengan baik, maka pemikiran negatif dapat dihindarkan.

Untuk seminar/pelatihan hubungi 0812 1318 8899 / email: training@djajendra-motivator.com

Older posts

© 2018 MOTIVASI DJAJENDRA

Theme by Anders NorenUp ↑