DJAJENDRA CORPORATE MOTIVATOR

Leadership Business Personal Interpersonal Entrepreneurs and Employed Professionals

Archive for the ‘artikel leadership’ Category

Aug
28

DJAJENDRA PROFILE 2010Salah satu tugas terpenting dari manajemen adalah membangun sikap percaya diri karyawan pada pekerjaan mereka. Sikap percaya diri pada pekerjaan adalah awal menuju prestasi puncak. Sikap percaya diri akan menghapus perasaan takut dan ragu terhadap tugas, tanggung jawab dan pekerjaan. Secara rutin manajemen harus mendorong agar karyawan menjadi setia kepada perusahaan, pekerjaan, atasan, teman kerja, dan bawahan mereka. Jika karyawan berperilaku setia dan bekerja keras dalam integritas untuk kemajuan perusahaan, maka perusahaan akan mencapai kinerja puncak.

Tanggung jawab manajemen terhadap karyawan adalah menyatukan persepsi dan logika berpikir setiap karyawan ke dalam nilai-nilai kehidupan budaya perusahaan yang konsisten. Nilai-nilai budaya perusahaan harus diinternalisasikan ke dalam mind set karyawan, kemudian diberikan sugesti dan motivasi kepada karyawan agar karyawan dapat  menjadi pribadi yang dapat dipercaya, dapat diandalkan, dapat mengerjakan setiap tugas dan tanggung jawab dengan berkualitas.

Karyawan adalah manusia biasa yang pasti memiliki perasaan bosan, takut, dan sakit hati terhadap situasi lingkungan kerja. Oleh karena itu, manajemen harus melakukan perawatan secara rutin terhadap potensi, emosi, dan motivasi karyawan. Termasuk memperlakukan karyawan dengan hormat, dan memberikan kesempatan kepada karyawan untuk mengutarakan ide-ide mereka terhadap pekerjaan dan tanggung jawab mereka.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Aug
27

DJAJENDRA 25 AGUSTUS 2010“Jembatan Kepemimpinan Akan Menjadi Alat Penghubung Untuk Menyatukan Semua Pihak Dalam Pencapaian Visi Kepemimpinan.” – Djajendra

Pemimpin identik dengan kekuasaan dan pemerintahan. Artinya, pemimpin memiliki kekuatan untuk menguasai dan memerintah sumber daya organisasi agar mengikuti visi, misi, nilai, tujuan, strategi, dan konsensus organisasi. Kepemimpinan yang berkualitas pasti akan membangun jembatan kepemimpinan untuk menghubungkan setiap kepentingan kepada setiap kekuatan sumber daya organisasi. Lalu, membawa kepemimpinannya unggul melalui kontribusi sumber daya manusia untuk mewujudkan kinerja organisasi menjadi optimal.

Jembatan kepemimpinan adalah infrastruktur manajemen dalam menghubungkan setiap kepentingan, perjuangan, kerja keras, ide, persepsi, nilai, asumsi, dan logika berpikir kearah yang memberi manfaat dan keuntungan buat organisasi. Melalui jembatan kepemimpinan setiap individu dan kelompok mampu menjadi sebuah komunitas produktif  yang saling bekerja sama secara terpadu untuk tujuan meningkatkan kinerja organisasi menjadi luar biasa. Jembatan kepemimpinan akan menciptakan keadaan yang menyatukan setiap unsur manajemen atau kepemimpinan yang terpisahkan, serta mengangkat motivasi setiap individu untuk berkontribusi dan melayani kepemimpinan organisasi dengan sepenuh hati.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Aug
6

PROFILE DJAJENDRA 3Pemimpin dilahirkan dari rahim komunikasi, untuk itu carilah titik komunikasi termaksimal agar mampu melakukan dialog dan mendengarkan semua dialog secara wajar dan berjiwa besar.

Ketika pemimpin melupakan semua dialog dan mulai gemar dengan monolog, maka dia telah menjadi seorang tiran yang sangat diktator.

Pemimpin lahir untuk mengurus orang lain. Pemimpin tidak dilahirkan untuk mengurus dirinya melebih mengurus orang – orang lain.

Seorang pemimpin dilahirkan bersama takdir untuk mampu melakukan semua kebaikan melalui dialog yang jujur dan terbuka dengan semua orang.

Pemimpin yang membatasi dirinya dengan tembok – tembok kekuasaan dan tembok komunikasi monolog, maka sesungguhnya dia bukan lahir sebagai pemimpin. Tetapi dia lahir sebagai seorang tiran yang telah secara sadar merampok semua makna kepemimpinan sesungguhnya.

Pemimpin adalah kejujuran dan energi yang lahir dari semangat untuk menyelesaikan semua perbedaan melalui dialog yang menyejukkan hati dan pikiran. Tidak ada dendam, tidak ada kekerasan, tidak ada kemarahan. Dia lahir bersama dialog yang menyinarkan cinta dan kasih sayang kepada semua orang.

Dalam kehidupan masa depan yang cerah, kepemimpinan dialog harus menjadi simbol pengelolaan keragaman kehidupan umat manusia. Perkembangan teknologi komunikasi telah membuat dunia yang sebelumnya sulit dijangkau sekarang hanya dalam hitungan detik sudah bisa diakses kemana – mana.

Kehidupan sebagian Komunitas manusia di dunia ini sudah sangat cerdas untuk mengukur standar kehidupan terbaik mereka melalui kekuatan teknologi komunikasi yang terus berkembang tanpa henti. Dalam kondisi seperti ini sudah tidak wajar lagi apabila masih ada pemimpin yang memperaktekkan gaya kepemimpinan monolog.

Kepemimpinan dialog harus mampu menghasilkan sebuah pertumbuhan yang berkonsentrasi kepada partisipasi semua orang secara maksimal untuk menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan kehidupan yang lebih baik.

Kepemimpinan dialog harus mampu menciptakan definisi organisasi secara lebih jelas agar partisipasi semua orang  dalam organisasi tersebut dapat dirasakan manfaatnya. Tidak boleh ada lagi penyembunyian informasi.sebab, tanpa informasi yang relevan dan benar, maka semua dialog yang memiliki niat baik akan hilang tanpa arah.

Informasi yang benar, akurat, dan tepat adalah kunci utama dalam proses kepemimpinan dialog.

Kepemimpinan dialog mengutamakan kerjasama yang harmonis dalam hubungan kerja yang saling mengutamakan dialog sebagai kunci pemecahan semua masalah yang ada di lingkar dalam dan lingkar luar organisasi.

Kepemimpinan dialog harus dilandasi visi dan misi yang jelas dalam sebuah tata cara kerja yang efektif dan efisien agar mampu mendorong  pemimpin menjadi komunikator ulung yang efektif dalam memberdayakan semua ide dan energi sukses ke dalam misi dan visi organisasi.

Hal paling mendasar yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin dialog adalah budaya integritas dalam sebuah konsistensi sikap dan perilaku yang terfokus kepada hasil terbaik, tanpa merugikan pihak manapun.

Pemimpin dialog adalah seorang arsitek komunikasi tercanggih yang selalu mampu meyakinkan siapapun untuk tunduk kepada kehebatan kata – katanya. Rangkaian kata – katanya adalah senjata paling hebat dalam memastikan semua orang berdiri di setiap sisi dirinya. Dia adalah seorang pemimpin yang menjadikan empati sebagai bahasa hati yang mampu menyatukan semua persepsi yang berbeda.

Kepemimpinan dialog selalu memerintah dengan terlebih dahulu mempelajari semua aspek penunjang kinerja optimal dan kemudian semua aspek tersebut akan diperhatikannya lagi melalui evaluasi secara mendalam untuk mampu mengukur semua potensi risiko dan perubahaan yang menciptakan ketidakpastian.
Dalam era banjir informasi ini, semua pemimpin dialog harus berhati – hati terhadap informasi – informasi yang tidak benar dan tidak tepat untuk dipergunakan dalam proses pengambilan keputusan.

Kepemimpinan Dialog Harus Mampu Menjadi Jembatan Emas Bagi Perjalanan Sukses Banyak Orang.

Aug
4

PELATIHAN BUDAYA ORGANISASI

”Berbisnis Itu Sama Seperti Berperang, Perlu Menyiapkan Semua Kekuatan Internal Dengan Sempurna, Lalu Mempelajari Kekuatan Dan Kelemahan Lawan, Dan Pada Akhirnya Harus Mampu Menaklukkan Semua Kekuatan Lawan.” – Djajendra

Setiap pemilik bisnis pastinya berharap memiliki unit bisnis yang sehat dan menjadi mesin uang yang produktif. Biasanya harapan ini selalu diikuti dengan semangat ekspansi usaha keberbagai segment pasar dan segment customer dengan perilaku sedikit berspekulasi. Sering terkesan tidak fokus, lebih didasari oleh keinginan untuk berlomba dengan kompetitor, serta lebih suka berkaca pada keberhasilan para kompetitor.  Bila kompetitor membuat sebuah produk baru, maka yang lainnya pun ikut-ikutan membuat produk sejenis. Selalu saja insting untuk meniru kompetitor, dan sekaligus mengalahkan kompetitor menjadi lebih dominan, sehingga pertarungan ego, gengsi, dan nafsu ini membawa para pemilik bisnis lupa diri untuk membenahi kekuatan fondasi perusahaannya. Mereka lebih asyik bermain-main dengan spekulasi, sambil berharap ada keuntungan yang lebih besar. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa sebagian perusahaan menjadi besar karena didorong oleh ego, gengsi, dan nafsu spekulasi tersebut, tapi juga banyak perusahaan yang berkualitas terpaksa gulung tikar oleh para pemimpinnya yang suka berspekulasi dan lalai membangun fondasi yang kuat.

Menurut saya sangat sah untuk bertarung dengan para kompetitior agar pangsa pasar yang ada bisa diambil dan dikelola untuk keuntungan perusahaan. Termasuk segment customer yang perlu diperluas keberbagai tingkatan daya beli customer, sehingga perusahaan bisa bermain diberbagai segment pasar dengan kekuatan penuh. Persoalannya, pertarungan yang tidak diikuti dengan penguatan di semua aspek fundamental bisnis dan organisasi perusahaan, akan menjadi titik lemah yang akan diserang para lawan atau para kompetitior. Oleh karena itu, berkompetisilah dengan kekuatan finansial, kekuatan produktifitas, kekuatan kompetensi, kekuatan sumber daya manusia yang andal, kekuatan efisiensi, dan kekuatan motivasi untuk memenangkan setiap kompetisi di pasar. Jadilah pemenang yang selalu melakukan interospeksi diri; yang selalu mau memperkuat semua aspek fundamental bisnis, organisasi, dan manusia; dengan nilai-nilai, visi, dan misi yang memang pantas untuk diperjuangkan. Pastikan visi bisnis yang Anda miliki mampu menceritakan kejadian-kejadian, perubahan-perubahan, dan tantangan-tantangan yang ada di masa depan; agar Anda selalu bisa melangkah dengan strategi untuk menciptakan kemenangan dan kesuksesan.

Menguatkan fondasi dasar bisnis berarti fokus seratus persen untuk mengawasi setiap titik informasi dari perputaran cash flow; setiap titik informasi dari pergerakan neraca; dan setiap titik informasi dari perubahan-perubahan dilaporan penghasilan atau pun dilaporan keuntungan perusahaan. Setiap titik dan inci informasi dari cash flow, neraca, rugi-laba, dan laporan aset produktif, akan menjadi informasi awal untuk memahami tingkat kesehatan perusahaan. Bila sejak awal Anda mampu menjaga dan merawat semua inci demi inci informasi di atas, maka perusahaan Anda bisa selalu diselamatkan dari serangan-serangan bencana risiko yang tak terditeksi. Anda juga mampu berbisnis dengan prinsip-prinsip yang memperkuat fondasi bisnis Anda, dan para kompetitor Anda pun tidak akan sembarangan berani merebut pangsa pasar yang Anda kuasai. Berbisnis itu sama seperti berperang, perlu menyiapkan semua kekuatan internal dengan sempurna, lalu mempelajari kekuatan dan kelemahan lawan, dan pada akhirnya harus mampu menaklukkan semua kekuatan lawan.

Jadikanlah visi bisnis Anda sebagai benchmarking untuk membantu memperbesar bisnis Anda, jangan terlalu terobsesi untuk menjadikan perusahaan atau pun bisnis orang lain sebagai benchmarking Anda. Sebab, bisnis atau perusahaan Anda pertumbuhannya akan dibatasi seluas perusahaan yang Anda jadikan sebagai benchmarking atau batas visi Anda. Intinya, Anda boleh atau pun wajib mempelajari kehebatan perusahaan lain, tapi miliki visi Anda sendiri untuk membawa bisnis Anda ke level yang Anda impikan.

Jangan pernah lupa untuk memiliki daya saing yang kuat; jangan pernah lalai untuk memiliki kompetensi bisnis yang dicintai para pelanggan; dan jangan pernah lupa untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan nilai-nilai baru yang memperkaya wawasan, keterampilan, dan pengetahuan mereka. Siapkan visi bisnis setinggi langit, visi yang tidak Anda batasi dengan batasan-batasan tertentu. Ciptakan standar bisnis yang terhebat; lalu jadikan bisnis, organisasi, dan manusia korporasi Anda sebagai keunggulan yang tak tertandingi.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Aug
2

djajendra 001

“Ceritakan Visi Bisnis Anda Dengan Jelas Agar  Dapat Diwujudkan Dengan Sempurna.” – Djajendra

Tidak selalu seorang pemilik usaha harus membuat rencana bisnis dalam sebuah strategi tertulis yang penuh dengan kalkulasi, lalu mendiktekannya kepada para karyawan. Rencana bisnis dan rencana kerja perusahaan dapat juga dijalankan melalui cerita. Hal ini dilakukan oleh seorang kenalan saya dalam menjalankan usahanya. Dia selalu menyebarluaskan visi, misi, dan tujuan perusahaannya kepada para karyawan melalui cerita.  Strategi dilapangan dia serahkan kepada masing-masing manajer untuk mencapai target. Artinya, setiap manajer diberi wewenang penuh untuk memiliki pilihan dan strategi yang sesuai dengan selera mereka dalam mendapatkan target yang diinginkan.

Cara kerja si pemilik usaha ini adalah bercerita kepada setiap pimpinan unit kerja dan karyawan tentang hal-hal yang dia inginkan dalam perusahaannya untuk periode tertentu. Lalu, dia memberikan motivasi, harapan, tanggung jawab, dan kebebasan kepada karyawannya dalam mencapai seluruh isi cerita yang dia ceritakan tersebut.  Para karyawan dan pimpinan unit kerja akan menampung semua cerita dan keinginan si pemilik usaha. Lalu, dari cerita tersebut mereka akan mulai membuat sebuah bisnis plan bersama strategi untuk mencapainya. Si pemilik usaha tidak terlalu peduli kepada isi bisnis plan tersebut, tapi dia sangat peduli kepada isi ceritanya, dan secara rutin setiap minggu dia adakan rapat untuk menagih kepada setiap pimpinan unit kerja tentang kemampuan mereka dalam mewujudkan ceritanya menjadi realitas.

Mungkin karena sudah terbiasa dan menjadi budaya organisasi, para karyawan mampu mengambil sikap yang jelas, benar, dan masuk akal terhadap semua isi cerita si pemilik usaha. Si pemilik usaha juga dalam setiap pertemuan selalu mengulangi ceritanya dan mendorong setiap orang untuk membentuk masa depan usahanya sesuai ceritanya.

Setiap orang diperusahaan diminta untuk membayangkan ceritanya dan menanamkan ceritanya ke dalam pikiran bawah sadar mereka. Setiap orang di perusahaan harus berpartisipasi dalam proses menginternalisasikan cerita si pemilik ke dalam mind set mereka, dan bersama-sama dengan si pemilik membuat daftar prioritas dalam mengerjakan pilihan-pilihan yang ditetapkan. Kemudian setiap orang harus memulai kerja nyata mereka masing-masing untuk mewujudkan cerita si pemilik menjadi nyata.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Jul
29

PROFILE DJAJENDRA 2“Komunikasi Yang Berkualitas Tidak Dihasilkan Dari Kecerdasan Ngotot, Tapi Dihasilkan Dari Kecerdasan Sabar.” – Djajendra

Komunikasi adalah awal mendapatkan solusi terbaik dalam setiap persoalan hidup. Mendengar dengan sabar dan bertanya dengan sopan merupakan fondasi komunikasi yang kuat dan penting. Miliki kepribadian dan kualitas diri yang cerdas mengajukan pertanyaan dan cerdas mendengarkan dengan penuh perhatian untuk jawabannya.

Setiap komunikasi haruslah memiliki wawasan, ide, pendapat, dan sikap baik. Setiap komunikasi haruslah memiliki keahlian percakapan dan keterampilan bertanya yang baik, serta memberikan orang lain kesempatan untuk mengekspresikan diri.

Komunikasi yang baik akan mendorong setiap orang untuk memperluas pikiran dan komentar. Perluasan pikiran dan komentar tidak boleh keluar dari topik yang dibicarakan. Tetapi, pikiran dan komentar harus bisa memperkaya topik yang dibicarakan.

Jadilah pembicara dan pendengar yang baik, jangan pernah mendominasi diskusi, tapi selalu bersikap persuasive terhadap setiap situasi komunikasi. Miliki gaya komunikasi yang santai, ceria, tidak ngotot, dan benar-benar tertarik pada orang lain.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Jul
27

djajendra 20“Pimpinan Dan Karyawan Harus Meninggalkan Ego Kepribadian Masing-Masing, Lalu Bersatu Dalam Satu Energi Sukses.” – Djajendra

Untuk membangun hubungan yang harmonis antara pimpinan dan karyawan membutuhkan banyak kecerdasan, mulai dari kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, kecerdasan komunikasi dan kecerdasan tanggung jawab. Pimpinan berfungsi untuk mengkoordinasikan semua kekuatan organisasi untuk mencapai misi, visi, strategi, dan tujuan organisasi; sedangkan karyawan berfungsi membantu tanggung jawab pimpinan dengan sepenuh hati agar visi, misi, strategi, dan tujuan organisasi dapat diwujudkan sesuai rencana dan harapan. Persoalannya, sering sekali pimpinan dan karyawan tidak selalu mampu menyatu dan mencair dalam satu kekuatan yang utuh dan pasti dalam meraih semua impian organisasi.

Dalam pelatihan yang saya berikan, sering sekali muncul pertanyaan dari para peserta tentang cara membangun hubungan yang harmonis dengan bos atau pimpinan. Ada sebuah jarak dalam organisasi untuk menyatukan energi karyawan dan energi pimpinan dalam sebuah kecerdasan yang membangun. Kenapa hal ini bisa terjadi?

Dalam analisa yang saya lakukan, pimpinan dan karyawan terlalu kaku dengan struktur organisasi. Struktur organisasi berkepentingan untuk membangun internal kontrol yang kuat, tapi hal ini akan menciptakan jarak sesuai jabatan dan tanggung jawab. Struktur organisasi adalah penjabaran tentang tanggung jawab masing-masing pihak di dalam organisasi. Oleh karena itu, struktur organisasi haruslah dijalankan dalam sebuah budaya organisasi dengan nilai-nilai dan perilaku yang mampu menciptakan hubungan yang harmonis diantara semua pihak tanpa terhalang oleh ego jabatan dan kekuasaan.

Pimpinan harus memiliki mind set dan perilaku untuk membantu karyawan mencapai kinerja dan prestasi maksimal dengan cara-cara persuasif. Pimpinan hanya boleh menggunakan kekuasaannya dalam hal membuat keputusan dan mengarahkan karyawan ke visi, misi, dan tujuan organisasi. Tapi dalam hubungan kerja sehari-hari, pimpinan haruslah berperan sebagai orang tua yang membimbing setiap karyawan melalui sikap baik dan kasih sayang. Demikian juga dengan karyawan, para karyawan harus secara ikhlas dan cerdas mengarahkan seluruh energi, potensi, dan kekuatan dirinya untuk membantu kesuksesan tanggung jawab pimpinan.  Hubungan yang tulus, ikhlas, dan mensyukuri haruslah menjadi modal yang kuat dalam menyatukan semua perbedaan di dalam organisasi.

Kepemimpinan yang berkualitas akan muncul di saat pimpinan fokus untuk pertumbuhan potensi karyawan dan organisasi. Tidak seorang karyawan pun yang ingin menjadi persis untuk selamanya. Setiap karyawan pasti mengharapkan perubahan ke arah yang lebih baik dalam karir kerja dan kehidupan pribadinya. Oleh karena itu, pimpinan wajib berjuang untuk menciptakan budaya yang memungkinkan orang untuk tumbuh dan berkembang. Untuk dapat tumbuh dan berkembang, maka setiap karyawan wajib berkontribusi dengan maksimal buat pimpinan dan organisasi. Setiap orang di dalam organisasi, baik itu pimpinan maupun karyawan wajib berbagi visi yang menunjukkan bahwa semua orang terlibat dalam suatu tujuan yang lebih besar buat kejayaan organisasi.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Jul
21

header 02“Pemimpin Adalah Harapan Setiap Orang. Pemimpin Yang Cerdas Tidak Akan Mengecewakan Harapan Setiap Orang.” – Djajendra

Pemimpin ada untuk memberikan bantuan dan menolong orang-orang yang dipimpin menuju visi dan misi kehidupan yang disepakati. Pemimpin harus berkemampuan untuk melihat gambar besar atas setiap aspek kehidupan para pengikutnya. Pemimpin harus memiliki keterampilan untuk mematuhi janji dan komitmennya kepada para pengikut dengan berkualitas. Pemimpin harus bersikap tegas dan berani menghapus semua nilai-nilai kehidupan yang bertentangan dengan visi dan misi kehidupan.

Pemimpin harus cerdas mendeteksi pola dan menghubungkan konsep-konsep berkualitas untuk membantu menghubungkan pekerjaan dengan kehidupan pribadi para pengikutnya. Pemimpin harus cerdas mengarahkan setiap orang untuk tujuan yang lebih besar dari organisasi dan untuk tujuan yang lebih luas buat kehidupan pribadi.

Pemimpin harus cerdas mengidentifikasi semua persoalan kerja dan persoalan kehidupan. Lalu, ikhlas dan tulus bekerja keras untuk menemukan solusi dan membuat keputusan yang bijak dan benar.

Pemimpin harus fokus untuk menumbuhkan dan memperluas pemikiran para pengikut. Mencari potensi risiko yang dapat mempengaruhi visi dan misi organisasi. Mencari penyebab atau kejadian yang memungkinkan harapan setiap orang gagal terwujud.

Pemimpin harus cerdas mengartikulasikan nilai-nilai organisasi, untuk dikomunikasikan dengan setiap orang di dalam organisasi, menggunakan nilai organisasi untuk membangun kualitas kehidupan organisasi dan memudahkan setiap orang dalam berhubungan.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

May
31

no 3

“Kepemimpinan Yang Baik Adalah Memperlihatkan Cara Kerja Orang-Orang Yang Unggul Kepada Orang-Orang Yang Tidak Menonjol.” – John Rockefeller (1839-1937)

Pelayanan adalah sebuah kata yang bermakna luar biasa. Pelayanan adalah sebuah sikap yang akan mengantar Anda ke puncak sukses kehidupan Anda. Pelayanan adalah sebuah perilaku yang pasti menciptakan kebahagiaan di hati semua orang. Pelayanan Anda kepada kehidupan adalah langkah awal Anda untuk memulai perjalanan panjang Anda menuju puncak kehidupan tertinggi Anda.

Hari minggu kemarin, tanggal 30 Mei 2010, seorang klien dan juga teman lama saya menelpon saya, dan meminta tolong untuk direview materi presentasi yang harus dia sampaikan pada hari Senin, tanggal 31 Mei 2010, dihadapan manajemen di Medan.

“Baik Bos, tapi sekarang saya sedang di jalan menuju hotel,” jawab saya

“Bapak lagi dimana sekarang?” Tanya dia,  “saya sekarang sedang berada di kota Solo.” Jawab saya , “maaf pak … maaf pak, saya sudah mengganggu hari minggu bapak.” Kata dia

Saya senang dengan permintaan tolong klien saya ini, buat saya semua hari adalah hari untuk menemukan sesuatu yang baru, dan klien saya ini mengirimkan persepsi dia dalam bentuk materi presentasi, jelas hal ini sangat berguna buat saya.

Sesampai di hotel, saya langsung menghidupkan internet di notebook saya, dan segera membuka email untuk mempelajari apa yang dikirimkan oleh klien saya, dan juga teman baik saya.

Setelah melihat slide show yang berjumlah 20 slide, saya berkata dalam hati “Luar Biasa”. Sungguh luar biasa, klien saya ini bukan seorang trainer, dia seorang eksekutif puncak di perusahaannya di bidang cpo kelapa sawit, tapi dia bisa menyusun materi presentasi dengan struktur yang sangat saya kagumi. Judul presentasinya adalah  Menemukan Puzzle Pelayanan. Presentasi ini dibuat untuk membangkitkan motivasi dan keyakinan di internal perusahaan untuk melayani perusahaan secara proaktif. Materi disusun dengan kata-kata penuh rayuan yang sangat mesugesti perasaan dan pikiran. Saya sangat percaya bahwa materi puzzle pelayanan yang sangat holistic  ini akan mampu melengkapi semua misteri pelayanan di internal perusahaan. Biasanya kebanyakan perusahaan terlalu fokus untuk melayani pelanggan pembeli untuk mengejar target penjualan, dan selalu melupakan untuk melayani pelanggan yang bekerja di internal perusahaan, yaitu karyawan.

Kegeniusan dan keluarbiasaan para trainer di internal perusahaan adalah sebuah hal yang telah lama saya pahami. Tetapi, klien dan teman saya ini adalah sosok pembelajar yang memiliki ide-ide yang diterangi oleh semangat, antusiasme, dan keyakinan untuk menciptakan sustainable pelayanan di internal perusahaannya secara sangat mendasar. Solusi yang dia berikan melalui materi presentasi tersebut sangat optimal, dan saya sangat yakin, bila para karyawan cerdas menangkap pesan-pesan dari Puzzle Pelayanan, maka mereka pasti dapat bertahan dan bekerja sama dengan manajemen secara elegan dan berkinerja.

May
21

DJ100

“Rajin-Rajinlah Buat Rapat, Dan Rekam Semua Pokok-Pokok Pikiran Dari Mind Set Staf – Staf Anda Dengan Cerdas.” – Djajendra

Melakukan pekerjaan dengan staf-staf yang andal adalah impian setiap manajer. Persoalannya, di tempat kerja selalu akan ada beragam ide, persepsi, dan mind set. Tidak mungkin setiap orang dengan ikhlas membiarkan keyakinan dan kepercayaannya terhadap cara kerja takluk oleh keyakinan dan kepercayaan pada sebuah metodologi atau cara kerja yang lain.

Sesungguhnya keragaman adalah sebuah kekayaan yang bisa menciptakan kreativitas dan inovasi yang hebat di tempat kerja. Tetapi, bila keragaman ini dilakoni dengan kaku dan keras kepala, maka konflik yang berkepanjangan pasti akan merusak semua rencana kerja perusahaan.

Suatu ketika ada seorang klient saya yang menghadapi persoalan dengan stafnya. Dia adalah seorang manajer yang cerdas, yang didukung dengan staf-staf yang secara akademik sangat luar biasa, dan dia bekerja di sebuah perusahaan yang luar biasa besar. Dalam kasusnya, ada seorang staf yang sangat pintar dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi cara kerja staf-staf yang lain. Staf yang pintar ini memiliki keyakinan dan kepercayaan pada cara kerja yang bertolak belakang dengan cara kerja si manajer. Persoalan pun muncul, dari sebuah persoalan kecil yang tak terlalu penting berkembang menjadi sebuah gunung persoalan yang mengganggu kinerja unit kerja. Pada akhirnya, si manajer minta berhenti kerja secara suka rela, sebab dia merasa sudah tidak mampu mengontrol unit kerjanya.

Kisah seperti si manajer di atas sangat berpotensi terjadi di tempat kerja Anda, bila Anda tidak sejak dini menyelesaikan semua perbedaan dengan bijaksana.

Salah satu hal yang perlu Anda lakukan adalah membiarkan semua staf Anda berbicara bebas di dalam unit kerja, dan tugas Anda adalah mendengarkan semua persepsi, ide, serta memahami mind set setiap staf Anda dengan cerdas. Bila Anda membungkam suara staf Anda, maka Anda tidak pernah tahu apa yang sedang dipikirkan oleh para staf Anda. Oleh karena itu, rajin-rajinlah buat rapat, dan rekam semua pokok-pokok pikiran dari mind set staf – staf Anda dengan cerdas. Lalu, pastikan Anda mampu mengendalikan semua perbedaan tanpa merusak hubungan baik Anda dengan para staf, dan tanpa merusak rencana dan kinerja perusahaan.