KEPEMIMPINAN YANG MENDENGARKAN

“Mendengarkan itu seperti mencari umpan balik yang paling benar.”~Djajendra

Salah satu keterampilan dasar kepemimpinan adalah mendengarkan. Pada intinya, ini adalah keterampilan untuk membantu pemimpin lebih mudah berinteraksi dan berkomunikasi dengan bermacam karakter dan kepribadian. Ini dapat mempermudah pemimpin untuk mobilisasi dan memanfaatkan semua potensi terbaik dari orang-orang yang membantu pemimpin. Memiliki pemahaman yang mendalam tentang apa yang disampaikan oleh orang lain memungkinkan pemimpin untuk melakukan tugas sehari-hari dengan efektif.

Empati adalah dasar untuk dapat menjadi pendengar yang baik. Kemampuan untuk menunjukkan empati haruslah benar-benar berkualitas dan bersumber dari kecerdasan emosional yang tinggi. Kepemimpinan yang mendengarkan harus mampu mengendalikan amarah dan ego yang suka menerima pujian. Harus benar-benar tenang dalam pengendalian diri untuk dapat mendengarkan apa pun dengan jernih dan sabar. Empati yang kuat dengan kecerdasan untuk menyerap semua makna dari apa yang disampaikan, menjadikan kepemimpinan selalu kuat dan unggul.

Menjadi pendengar yang baik tentu sangat menguntungkan bagi kepemimpinan. Sebab, dengan mendengarkan pemimpin dapat memahami apa yang sebenarnya ingin dicapai oleh karyawan, mitra, klien, dan stakeholder lainnya. Kemampuan untuk menangkap semua emosi, potensi, dan harapan orang lain haruslah menjadi inti dari kepemimpinan. Ketika kepemimpinan mampu menggunakan pengetahuan, pengalaman, keterampilan, etos kerja, dan gairah setiap orang secara efektif, maka mereka semua dapat memberi hasil terbaik untuk tujuan yang diperjuangkan. Intinya, untuk menjadi pemimpin yang berkualitas tinggi, Anda harus menjadi pendengar yang bersumber dari empati dan kecerdasan emosional yang tinggi.

Dengan mendengarkan pemimpin dapat memahami bagaimana orang lain memandang tindakannya. Jadi, mendengarkan itu seperti mencari umpan balik yang paling benar. Ketika pemimpin tahu tentang bagaimana orang lain melihat dirinya, maka pemimpin dapat menyiapkan strategi yang tepat untuk menjalankan kepemimpinan yang efektif. Jadi, tidak ada lagi asumsi dan narasi pribadi yang ditonjolkan, tetapi realitas yang langsung didengarkan dari orang-orang yang memandang tindakan pemimpin itu seperti apa. Mendengarkan membantu pemimpin memahami persepsi dan keyakinan dari orang-orang yang terlibat membantu kepemimpinan-nya. Jika nantinya, ada orang-orang yang tidak sejalan dengan visi kepemimpinan, maka dengan mudah pemimpin dapat melakukan pergantian, dan secepat mungkin menemukan orang-orang yang paling siap untuk menjalankan visi kepemimpinan.

Mendengarkan berarti menerima dengan tenang semua narasi, emosi, persepsi, dan situasi; tanpa mengesampingkan proses berpikir khas yang bersumber dari diri sejati pemimpin. Mendengarkan berarti tidak memberi respons melawan atau menolak, hanya mendengarkan dan tidak memberikan reaksi yang menghentikan proses mendengarkan. Setelah selesai mendengar, pemimpin perlu menilai semua yang didengar dengan situasi nyata. Keputusan akhir bukan dari apa yang didengar, tetapi apa yang diyakini dan dirasakan benar oleh pemimpin. Intinya, mendengarkan itu hanya untuk memahami orang lain, merasakan keyakinan dan persepsi mereka, serta melibatkan mereka untuk kepemimpinan yang efektif. Pada akhirnya, semua keputusan ditentukan oleh intuisi dan pengetahuan pemimpin.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

MEMBANGUN KEPEMIMPINAN DARI DIRI SENDIRI

“Kepemimpinan adalah tentang keterampilan untuk hidup dalam semua situasi dan keadaan.”~Djajendra

Kepemimpinan adalah milik setiap orang. Siapa pun Anda, di mana pun posisi Anda, apa pun peran Anda dalam hidup, punya jabatan atau pun tidak punya jabatan, punya kekuasaan atau pun tidak punya kekuasaan, Anda harus dapat memimpin hidup Anda. Kepemimpinan adalah keterampilan untuk hidup dalam semua situasi dan keadaan. Pemimpin adalah orang-orang yang terlatih untuk memiliki visi dan kontrol atas diri sendiri, serta mudah mempengaruhi diri sendiri dan orang lain untuk mencapai segala sesuatu. Intinya, untuk menjalankan fungsi kepemimpinan, Anda tidak perlu menjadi siapa-siapa, cukup menjadi diri sendiri yang mampu menguasai diri agar dapat menguasai kepemimpinan terhadap kehidupan yang Anda alami.

Setiap orang harus menguasai kepemimpinan sebagai modal untuk menjalani kehidupan secara efektif dan profesional. Hidup yang Anda alami membutuhkan perhatian penuh dan kontrol atas segala sesuatu dengan bijaksana. Kepemimpinan dari energi positif Anda diperlukan untuk memulai, berhenti, berubah, berinovasi, berprestasi dan mengontrol diri. Kepemimpinan Anda diperlukan untuk menghadapi tantangan baru dengan perilaku dan cara baru. Jadi, ketika penguasaan diri Anda hebat dan kepemimpinan Anda bijaksana, maka tidak ada hal apa pun yang mampu menghentikan langkah Anda untuk mencapai prestasi terbaik.

Kepemimpinan adalah tentang memberdayakan diri sendiri dan orang lain untuk mencapai sesuatu. Penguasaan terhadap diri sendiri, khususnya terhadap: potensi, pikiran, emosi, karakter, kepribadian, fisik, mental, akal, kecerdasan, persepsi, dan keyakinan positif; haruslah menjadi bagian yang memberdayakan diri sendiri untuk diberikan kepada orang lain dalam wujud kepemimpinan yang andal dan berkualitas. Membangun kepemimpinan yang hebat dari dalam diri sendiri menjadikan Anda percaya diri dan memiliki kecerdasan emosional di setiap tindakan dan pemikiran. Kepemimpinan dengan kecerdasan emosional yang baik mampu menguasai diri sendiri dan orang lain, mampu memberikan perhatian penuh pada hal-hal yang dikerjakan, mampu memiliki ketenangan pikiran yang luar biasa di situasi yang sangat mengacaukan, serta mampu bertindak dengan sangat efektif dan produktif di setiap langkah menuju masa depan.

Keterampilan dasar kepemimpinan adalah mengelola dan menggunakan emosi diri sendiri dan emosi orang lain secara tepat waktu untuk mencapai tujuan. Kepemimpinan harus terlatih dan memiliki kualitas untuk memanfaatkan segala macam emosi bagi pencapaian. Berbagai macam emosi yang diperlukan kepemimpinan sudah tersedia di dalam diri orang-orang di sekitar, sehingga pemimpin harus tampil dengan keyakinan penuh untuk mencapai yang terbaik. Mampu menggunakan emosi untuk melancarkan komunikasi, memberi inspirasi dan motivasi, membuat setiap orang terhubung secara kuat dan solid untuk mencapai tujuan, serta memberi pengaruh dan keyakinan untuk bersama-sama mencapai tujuan.

Kepemimpinan dimulai dari kesadaran untuk berjuang dan berupaya secara total. Dari titik kesadaran diri ini, kepemimpinan harus sadar diri untuk menampilkan kekuatan kepemimpinan dari dalam diri sendiri yang terampil dalam banyak kualitas. Pikiran, emosi, akal, memori, dan realitas yang sedang dihadapi harus dalam penguasaan kesadaran diri. Kepemimpinan adalah energi yang hadir dengan apa yang terjadi di sekitar dan di dalam diri. Tidak pernah terganggu secara mental dan emosi oleh kesulitan dan tantangan. Selalu terkendali dalam kesadaran diri yang kuat untuk berjuang total dalam tujuan yang terang. Perhatian penuh pada tujuan melalui kesadaran diri dan manajemen diri yang kaya integritas, menjadikan kepemimpinan berkualitas dan selalu akurat dalam langkah dan perjuangan menuju kemenangan.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

AUTHENTIC LEADERSHIP

“Ego dan kesombongan pemimpin akan menjebak pemimpin dalam ruang yang sangat sepi.”~Djajendra

Pemimpin autentik tidak suka meniru orang lain, selalu berpikir inovatif untuk menggunakan semua sumber daya, dan memahami kemampuan dirinya dalam mencapai tujuan dengan kinerja terbaik. Karakter kepemimpinan autentik adalah sangat jujur, bertanggung jawab, tulus, sepenuh hati, disiplin, dan betul-betul berjuang dalam kerja keras yang hebat pada apa yang mereka yakini sebagai hal terbaik. Mereka fokus dan sangat teliti dalam setiap tugas, juga konsisten dengan nilai-nilai kerja yang mereka yakini mampu memberikan manfaat terbaik bagi semua orang.

Pemimpin autentik bekerja untuk visi yang jelas, sehingga selalu sadar dan memiliki disiplin dalam membangun hubungan jangka panjang yang produktif. Mereka bekerja untuk hasil yang luar biasa dan memiliki keberanian yang hebat untuk mengambil risiko. Mereka tidak khawatir atau takut terhadap hal apa pun, sebab keyakinan dan kemampuan mereka membuat mereka lincah dan gesit dalam setiap tantangan.

Pemimpin autentik bekerja dengan kekuatan integritas dan akuntabilitas yang hebat, mereka tidak mencari citra diri, mereka sangat rendah hati dalam sikap yang optimis untuk melakukan pekerjaan sesuai visi yang jelas. Mereka sangat kuat dalam mempengaruhi orang-orang dan orang-orang pun merasa mendapatkan pemimpin yang mampu melakukan pekerjaan dengan benar, tanpa menghancurkan hubungan kerja dan nilai-nilai kerja yang dihormati bersama.

Pemimpin autentik memiliki daya tahan diri yang sangat kuat untuk menerima pukulan dan tekanan dari sumber mana pun. Mereka sangat setia pada apa yang mereka percaya, yakini, dan lakukan. Mereka secara konsisten menjaga suara hati yang optimis, arah yang konsisten, dan pikiran tenang, untuk menghadapi tekanan dan pukulan yang muncul baik dari dalam maupun dari luar organisasi.  Mereka tidak pernah goyah, tidak pernah menyerah, tidak pernah berhenti, tidak pernah lari dari realitas yang harus dihadapi. Mereka betul-betul asli dalam sikap, tindakan, pemikiran, dan tetap setia dengan nilai-nilai yang mereka yakini.

Pemimpin autentik lahir dari pengalaman, lahir dari kesulitan dan tantangan yang luar biasa, lahir dari kisah hidup mereka yang menjadikan mereka sebagai pemimpin hebat. Jadi, sekolah untuk menjadi pemimpin autentik adalah pengalaman dan kisah hidupnya sendiri, tidak ada sekolah formal yang mampu menjadikan seseorang sebagai pemimpin autentik. Ini adalah tentang kesadaran seseorang setelah mengalami hal-hal tidak mudah dan sangat pahit dalam hidup yang dia jalani. Seorang pemimpin autentik lahir dari keprihatinan, kehilangan, kegagalan, dan kesulitan-kesulitan yang luar biasa yang mampu ditaklukkan dengan kerja keras.

Pemimpin autentik selalu membentuk tim kerja yang hebat dan mendelegasikan pekerjaan pada orang-orang terpercaya. Mereka mampu membentuk tim kerja yang ikhlas bekerja dalam tingkat kepercayaan dan integritas yang konsisten. Semua kebutuhan dan fasilitas bagi tim kerja betul-betul diperhatikan dan menjadi prioritas. Tidak ada diskriminasi dalam budaya kerja. Semua orang dihargai dan dihormati. Semua kerja keras dan pengorbanan mendapatkan perhatian dan empati dari pemimpin autentik. Pemimpin autentik membawa hubungan kerja yang harmonis, profesional, dan produktif. Mereka memberikan energi kepemimpinan untuk membangun lingkungan kerja yang saling percaya, saling membangun, saling membantu, dan bekerja dalam semangat untuk menciptakan prestasi sesuai visi.

Pemimpin autentik membentuk orang-orang untuk menjadi unik dan asli dalam melakukan pekerjaan. Setiap orang dibangkitkan untuk memimpin pekerjaan dengan nilai-nilai positif. Dia hanya menanamkan kepercayaan, kejujuran, integritas, kerja keras, disiplin, tanggung jawab, empati, budaya membantu dan budaya sopan-santun dalam mempersatukan kekuatan di dalam lingkungan kerja. Setiap orang didorong memimpin diri sendiri dan pekerjaan yang mereka tekuni. Setiap orang dibangkitkan untuk hidup dalam misi, tujuan, visi, dan cerdas mengatur konteks, sehingga memahami cara memberdayakan potensi diri terhadap kebutuhan organisasi. Setiap orang dibangkitkan untuk tidak hidup dalam birokrasi zona nyaman, tetapi mampu beradaptasi dengan segala situasi dan mampu bekerja dengan pola pikir inovatif.

Pemimpin autentik adalah seorang pemberi dan melayani dengan hati. Mereka konsisten untuk melayani dan memberikan yang terbaik bagi setiap pemangku kepentingan. Tidak ada kesombongan dan perasaan lebih tinggi, mereka selalu rendah hati dan percaya diri untuk memberikan yang terbaik bagi pemangku kepentingan. Mereka meningkatkan kualitas autentik dari realitas sehari-hari, mereka belajar terus-menerus dari berbagai kenyataan yang dihadapi di lapangan. Mereka terus-menerus berlatih dan menciptakan pemimpin autentik yang lebih berkualitas di dalam dirinya. Mereka selalu sadar bahwa jika hebat dalam memimpin diri sendiri, maka sangat mudah memimpin orang lain. Motivasi kerja mereka bukanlah uang, tetapi pelayanan terbaik dan tanpa pamrih.

Pemimpin autentik sangat mengenal diri sendiri dan kemampuannya. Mereka sangat memahami kekuatan dan kelemahan dirinya, sehingga selalu fokus pada kekuatan yang mereka miliki. Mereka sadar bahwa tidak ada seorang pun yang sempurna, kekurangan adalah bagian nyata yang dimiliki oleh siapa pun. Oleh karena itu, mereka hebat dalam mendapatkan umpan balik dari tim kerja. Mereka menggunakan motivasi dan kemampuan terbaik untuk menghasilkan karya. Mereka sadar bahwa ego dan kesombongan pemimpin akan menjebak pemimpin dalam ruang yang sangat sepi. Oleh karena itu, mereka sangat membumi dan menjalani kepemimpinan dalam kebersamaan dan kesatuan dengan tim kerja.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

MENGHADAPI ZONA TRANSISI DALAM PERUBAHAN

“Zona transisi adalah bagian dari proses perubahan, dan peran kita yang membantu perubahan adalah bagian dari solusi dalam proses perubahan.”~Djajendra

Sekarang ini, kita hidup di zaman perubahan. Segala sesuatu di luar diri kita berubah dengan sangat cepat. Perubahan yang cepat ini jika tidak kita menyikapi dengan benar, maka kita akan selalu tertinggal. Kemajuan membutuhkan perubahan. Untuk berubah, kita harus segera meninggalkan zona nyaman kita, dan menyiapkan mental yang hebat untuk melalui zona transisi. Zona transisi adalah zona yang penuh ketidakpastian dan kita juga belum benar-benar beradaptasi dengan perubahan. Jadi, tidak mudah bagi siapa pun saat berada dalam zona transisi. Jika mental kita tidak kuat dalam zona transisi, maka kita berpotensi menghadapi stres dan terdorong untuk kembali ke cara yang lama.

Berada dalam proses perubahan berarti memahami bahwa sumber masalah dan sumber tantangan ada di dalam diri kita. Kita adalah solusi dalam perubahan. Jika kita merasa berada dalam ketidakpastian, maka itu artinya kita belum menjadi solusi dalam perubahan. Karena itu; kuatkan pikiran positif, kepercayaan, keyakinan, dan kebiasaan-kebiasaan untuk mewujudkan perubahan. Walaupun zona transisi berpotensi membuat pikiran kita berubah-ubah, tetapi komitmen dan kesadaran kita untuk berubah harus dijaga kemurniannya. Ketika zona transisi membuat kita seolah-olah berada dalam kekosongan dan kekacauan, atau seolah-olah kehilangan jati diri kita dan menciptakan rasa tidak berdasar pada perubahan yang dilakukan, maka kita harus sadar bahwa diri kita sedang tidak membantu perubahan, tetapi sedang merongrong perubahan.

Berbagai prasangka dapat dihasilkan saat berada dalam zona transisi. Karena belum terbiasa dan tidak memiliki pengalaman untuk hidup dalam perubahan, mungkin kita merasa salah jalan, tidak ke mana-mana, semua proses dan prosedur dalam perubahan dianggap tidak cocok untuk kita, sehingga kita harus kembali ke cara-cara lama yang paling murni. Situasi pemikiran seperti ini sangat membahayakan perubahan. Jika setelah kita berada dalam zona transisi terjadi penolakan terhadap perubahan dan ada keinginan besar untuk kembali ke sistem yang lama, maka kita mungkin tergelincir ke belakang, atau mungkin benar-benar mundur terlalu jauh, sehingga nantinya untuk mendapatkan awal pun akan menjadi sulit.

Mengetahui, mengerti, memahami, dan memiliki kesadaran bahwa zona transisi adalah bagian dari proses perubahan akan membantu kita menguatkan keyakinan, kepercayaan diri, keberanian, dan kemampuan untuk beradaptasi dengan perasaan tidak nyaman dan ketidakpastian yang biasanya terjadi dalam masa transisi. Kita harus berani dan menggunakan pengetahuan untuk melewati masa-masa kritis saat berada dalam zona transisi. Seburuk apa pun realitas yang kita rasakan di zona transisi, tidaklah boleh mendorong kita untuk kembali ke kebiasaan lama. Perubahan itu wajib dilakukan jika kita ingin maju dan menjadi lebih hebat di masa depan. Jika masa transisi membuat kita berada dalam perasaan hampa, tanpa kepastian arah, merasa tidak nyaman dan teringat rasa nyaman masa lalu, sangat menginginkan untuk kembali ke kebiasaan lama; ini adalah situasi yang sangat berbahaya bagi perubahan. Karena itu, dalam perubahan, setiap pihak harus keluar dari zona nyaman dan masuk ke zona transisi, kemudian fokus pada tujuan perubahan. Selanjutnya, dari hati yang paling dalam, setiap pihak harus merasa memiliki komitmen untuk mewujudkan perubahan. Untuk itu, tujuan setiap pihak adalah bertahan dengan penuh gairah dan semangat di zona transisi sampai perubahan selesai dan diterima sebagai sesuatu yang nyaman bagi setiap kepentingan.

Perubahan membutuhkan pola pikir yang inovatif dan tindakan pelepasan dari apa yang sangat kita kuasai, ketahui, dan lakukan; untuk mengizinkan sesuatu yang baru menjadi kebiasaan dalam etos dan kepribadian kita. Artinya, memiliki kemampuan dan kualitas untuk meninggalkan sebuah kebiasaan lama yang sangat dipahami, dan menggantinya dengan kebiasaan baru yang belum benar-benar dikuasai. Perubahan adalah tempat kita diuji untuk mempercayai diri sendiri dan kekuatan potensi hebat dari ke kedalaman jiwa kita sendiri untuk mengungkap realitas baru bagi kemajuan hidup kita.

Setiap perubahan menuju ke tingkat kemajuan yang lebih tinggi membutuhkan kesiapan diri kita dengan energi positif yang lebih kuat, kualitas, pengetahuan, etos, kemampuan, dan kesadaran yang lebih tinggi. Semua ini diperlukan karena kita akan melibatkan diri kita yang penuh kualitas itu dalam ritual proses perubahan. Setiap kali kita naik ke anak tangga perubahan yang lebih tinggi, kita harus melalui periode transisi, hal-hal tidak nyaman, membangun pengertian, internalisasi, dan menerima setiap hal-hal tidak biasa untuk dipelajari sebagai kebiasaan baru.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

MENJADI KEPRIBADIAN YANG MENIKMATI PERUBAHAN

“Perubahan organisasi yang benar adalah tidak ada jalan atau cara yang mudah untuk kembali ke cara yang lama.”~Djajendra

Setiap orang memiliki tujuan, impian, dan cita-cita mereka sendiri. Sedangkan dalam perubahan organisasi diperlukan kesadaran untuk memiliki tujuan yang sama. Sumber resistensi yang paling umum dalam perubahan organisasi adalah kepentingan individu. Budaya perusahaan tidak dapat mendorong tindakan bersama dalam perubahan jika perubahan itu bertentangan dengan tujuan individu. Aspek yang sangat penting dalam perubahan organisasi adalah menghapus atau menghilangkan kepentingan pribadi. Setiap individu perlu memastikan bahwa dirinya bekerja untuk perubahan dan tidak menyebabkan hambatan dalam proses perubahan organisasi. Dalam perubahan, setiap individu harus fokus pada kualitas diri dan pada kolaborasi. Selalu merasa bahagia dan damai dalam lautan perubahan menjadi sesuatu yang membantu proses perubahan. Ketika para individu menciptakan pikiran positif di setiap momen perubahan dan menyiraminya dengan kerja keras sepanjang hari, maka mereka akan menemukan dirinya menjadi semakin kuat dalam membantu program perubahan.

Kita harus menyadari bahwa syarat utama terjadinya perubahan dalam organisasi adalah menghilangkan kepentingan pribadi, kemudian menyatukan semua potensi diri dalam kolaborasi untuk menjalankan perubahan. Biasanya, tantangan yang paling sulit dalam perubahan organisasi adalah menghilangkan atau menghapus kepentingan pribadi di setiap titik proses perubahan. Menghadapi tantangan ini, peran kepemimpinan harus dijalankan sebaik mungkin untuk memberi tahu setiap individu bahwa mereka adalah tulang punggung perubahan. Kepemimpinan juga harus pintar menghargai, memotivasi, memberikan insentif, membuka kesadaran, meminta umpan balik, dan mengelola secara khusus individu-individu yang sensitive atau terlalu resisten terhadap perubahan. Kepemimpinan harus cerdas menciptakan gagasan yang mampu mengurangi jarak antara tujuan pribadi anggota tim dengan tujuan perubahan. Juga, harus mengetahui tujuan masing-masing anggota tim secara intim, sehingga mampu memahami mereka dan mempengaruhi mereka, untuk melakukan penyesuaian secara sadar agar menghindari sikap penolakan dalam perubahan.

Perubahan dalam organisasi memerlukan transformasi diri dari setiap anggota. Pola pikir dan upaya pada tingkat ucapan dan tindakan harus dapat menggerakkan perubahan. Pola pikir dan kesadaran yang menuntun setiap anggota untuk menjadi pribadi yang berkualitas dalam menuai kesuksesan perubahan. Selanjutnya, kepemimpinan harus membuat individu untuk menyadari bahwa ada kelemahan tertentu di dalam organisasi sehingga diperlukan perubahan. Kelemahan tertentu di dalam organisasi berarti kelemahan di dalam diri kita. Jika individu menyadari dan melakukan upaya untuk meningkatkan kekuatan dalam proses perubahan, maka perubahan menjadi sesuatu yang mudah dan nyata. Kesadaran dan pengertian tentang pentingnya perubahan menghilangkan kepentingan pribadi dan membangkitkan kepentingan bersama dalam kebahagiaan kerja.

Perubahan membutuhkan partisipasi dari setiap individu, tetapi sifat partisipasi ini adalah menjalankan rencana perubahan dengan sepenuh hati. Biasanya, partisipasi setiap orang ini membuka ruang untuk menerima ide semua orang. Tantangan atau kesulitan akan muncul ketika orang-orang terlalu ambisius agar ide dan pemikirannya menjadi solusi. Kadang-kadang, beberapa orang menjadi terlalu bersemangat memperjuangkan ide-ide dan pemikiran mereka untuk dimasukkan dalam proses perubahan. Dalam situasi seperti ini, peran kepemimpinan harus tegas dan cerdas. Tugas kepemimpinan adalah mendengarkan setiap orang dengan tenang dan tegas. Tidak mungkin setiap ide dan pemikiran dijadikan bagian dari proses perubahan. Jika kepemimpinan menerima dan menjalankan semua ide dan pemikiran, maka proses perubahan akan menjadi kacau dan kehilangan fokus. Karena itu, saat pendapat dan ide disuarakan dalam forum terbuka oleh individu atau kelompok, tugas kepemimpinan adalah mendengarkan dan tidak perlu berpendapat apalagi berdebat. Mendengarkan saja semua ide dan pemikiran, baik dari yang setuju atau yang tidak setuju dengan program kerja perubahan. Kepemimpinan harus berbicara secara pribadi dengan orang-orang yang terlalu ambisius menyuarakan pendapat dan ide-ide. Berbicara dengan tenang, bijak, menyentuh hati, dan membuka kesadaran mereka agar perlawanan mereka dapat dikurangi. Perubahan perlu didengarkan, tugas utama kepemimpinan adalah mendengarkan setiap pihak dengan tenang dan cerdas, tanpa terpengaruh pada hal-hal di luar perubahan.

Membangun kekuatan agar orang-orang yang melakukan pekerjaan selalu memiliki gairah dan tidak melawan terhadap proses perubahan. Perubahan membutuhkan dukungan yang kuat dan solid dari bawah. Karena itu, sejak hari pertama program perubahan, kepemimpinan sudah bekerja untuk mendapatkan dukungan penuh dan ikhlas dari bawah sampai ke atas dengan semua pihak. Dukungan kepemimpinan itu penting, jika komitmen kepemimpinan terhadap perubahan tidak mendapatkan kerja sepenuh hati dari bawah, maka perubahan tidak akan pernah sukses. Individu yang mulai mengeluh dan merasa tidak nyaman dengan program perubahan harus segera ditangani. Membiarkan keluhan berpotensi menjadi energi negatif yang menghambat proses perubahan. Kepemimpinan harus selalu tersedia dan juga bertanggung jawab atas keberhasilan program perubahan, sehingga semua energi negatif mampu diatasi dengan baik.

Perubahan bekerja pada tingkat kesadaran individu. Kesadaran membentuk pemikiran untuk membantu proses perubahan. Ketika pemikiran dan kesadaran menyatu mendorong perubahan; maka, perilaku, sikap, perasaan, tindakan, gairah, visi, kata-kata, etos kerja juga bergerak ke arah yang membuat perubahan lebih sempurna. Kepentingan pribadi dan kepentingan perubahan mampu terhubung dalam kesadaran tertinggi, sehingga keduanya tidak akan menciptakan konflik di dalam diri. Koneksi ini menyebabkan energi perubahan dalam bentuknya yang paling murni diserap dari tujuan perubahan. Mengalir dari etos seseorang dan mengubah cara lama ke cara baru. Energi perubahan yang terus bekerja dalam kesadaran dan pemikiran akan menciptakan upaya, tindakan, kata-kata, perilaku, dan motivasi untuk hasil terbaik.

Perubahan hanya bekerja dengan komitmen dan keyakinan untuk melakukan perubahan. Diperlukan pikiran positif yang sangat yakin tentang kebaikan-kebaikan yang dihasilkan oleh perubahan. Semakin konsentrasi pikiran dan keyakinan dalam tindakan, hal ini akan menambah energi yang lebih besar untuk mewujudkan perubahan. Mengubah pikiran akan mengubah Anda selamanya. Perubahan organisasi yang benar adalah tidak ada jalan atau cara yang mudah untuk kembali ke cara yang lama. Lakukan perubahan satu per satu dengan urutan prioritas yang paling penting. Jangan sekaligus menerapkan perubahan pada semua hal pada waktu bersamaan. Perubahan yang tidak fokus dan terlalu luas hanya menjadikan Anda gagal dalam perubahan.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

TUGAS UTAMA MANAJER PADA HARI INI

“Kepribadian manajer yang kaya integritas, indah, dipercaya harus tetap kuat dan tegar saat berada dalam situasi yang paling tidak jujur.”~Djajendra

Tugas utama manajer pada hari ini adalah menciptakan suasana tempat kerja yang bahagia dan produktif. Manajer harus cerdas menjalankan manajemen untuk menciptakan situasi yang diinginkan; manajer tidak boleh membiarkan situasi menciptakan realitas, tetapi menciptakan realitas melalui etos dan kecerdasan yang terus-menerus di tingkatkan dalam lingkungan kerja. Karyawan yang merasa bahagia di lingkungan kerja mampu memberikan yang terbaik. Jika suasana tempat kerja membuat karyawan tidak bahagia, mereka tidak akan memberikan kinerja terbaik. Karena itu, tugas utama manajer haruslah selalu menjaga energi positif di lingkungan kerja agar setiap karyawan mampu merasakan kebahagiaan.

Jika kebiasaan-kebiasaan buruk menciptakan suasana di lingkungan kerja, maka manajer tidak boleh menyebut dirinya sebagai manajer. Manajer boleh menyebut dirinya sebagai manajer jika mampu menciptakan suasana tempat kerja sesuai dengan nilai-nilai budaya kerja. Menjadi manajer berarti mampu menciptakan apa pun yang dilihat sebagai hal terbaik, yang dapat dikerjakan saat ini untuk mendapatkan hasil terbaik. Manajer yang baik mampu menciptakan kebiasaan-kebiasaan positif untuk ditularkan kepada setiap karyawan di lingkungan kerja. Jadi, jika ada hal-hal yang kurang disukai manajer di lingkungan kerja, itu berarti bukannya ada yang salah dengan karyawan atau lingkungan tempat bekerja. Semua hal-hal yang tidak disukai itu terjadi karena manajer belum cukup memperhatikan kebahagiaan hati di lingkungan tempat kerja.

Ketika manajer tidak mampu membangun suasana bahagia di lingkungan kerja, maka energi negatif akan mulai merusak semua harapan dan impian karyawan. Mungkin pada awalnya karyawan melamar kerja dengan harapan mendapatkan tempat kerja yang paling baik. Tetapi, setelah beberapa tahun bekerja, rutinitas yang sama dalam kebiasaan-kebiasaan buruk akan menciptakan perasaan dan pikiran yang negatif terhadap tempat kerja. Kondisi ini akan memicu tumbuhnya budaya kerja yang buruk dan rendah kinerja. Di samping itu, setiap karyawan yang berpikir negatif dan menciptakan perasaan buruk terhadap lingkungan kerja akan mulai memproduksi hal-hal buruk, seperti: malas, suka gosip, kurang disiplin, rendah integritas, dan berbagai kebiasaan-kebiasaan buruk yang menghasilkan tanggung jawab yang rendah terhadap apa yang dikerjakan.

Manajer perlu menjadikan dirinya mampu dalam membangun kebahagiaan yang harmonis di tempat kerja. Artinya, seorang manajer tidak hanya hebat dalam hal manajemen, pengetahuan, etos, dan keterampilan penting lainnya. Tetapi, sebagai manajer mampu menampilkan diri positif untuk memperkuat kemanusiaan melalui energi cinta dan kepedulian. Kesabaran, integritas, ketenangan, kepedulian, dan cinta harus menjadi inti dari kepribadian manajer dalam menghadapi situasi yang tidak tersentuh. Kepribadian manajer yang kaya integritas, indah, dipercaya harus tetap kuat dan tegar saat berada dalam situasi yang paling tidak jujur. Manajer harus tetap tampil dengan pemikiran yang kaya integritas, sopan, dan berkualitas saat menghadapi situasi dimana kejujuran dan tanggung jawab tersentuh oleh energi negatif. Manajer harus melatih dirinya secara terus-menerus agar mampu melalui proses kerja tanpa tersentuh energi negatif. Kalau manajer tidak mampu dan kalah oleh energi negatif, maka energi negatif tersebut akan menguasai jalan hidup manajer di tempat kerja.

Tugas manajer pada hari ini adalah memotivasi dan membangunkan kesadaran setiap orang di tempat kerja untuk bekerja dengan cinta dan kualitas yang tinggi. Jika orang-orang di sekitar manajer mencintai pekerjaan dan menghormati manajer dengan sepenuh hati, maka mereka selalu ingin melakukan yang terbaik melalui etos terbaik mereka untuk kesuksesan manajer, dan manajer pun tidak akan mendapatkan kesulitan yang luar biasa untuk menjalankan manajemen yang berkualitas. Intinya, ketika kesadaran dan motivasi dari setiap karyawan di sekitar manajer benar-benar ingin melakukan yang terbaik melalui pekerjaan untuk manajer, maka saat itu manajer dapat menjalankan manajemen dengan luar biasa. Ketika manajer menjadikan semua orang di sekitarnya sebagai bagian dari impian kesejahteraan dan kebahagiaan, maka kinerja dan prestasi terbaik dapat dihasilkan secara terus-menerus oleh manajer.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

TIDAK SEORANG PUN PERLU MENGANGGUR KARENA PEKERJAAN SANGAT BERLIMPAH

“Segala sesuatu yang kita tekuni dengan sepenuh hati akan memberikan nilai tambah bagi hidup kita.”~Djajendra

Kita masing-masing memiliki banyak pekerjaan di sepanjang hidup. Kehidupan mengharuskan kita bekerja agar dapat memenuhi harapan, kebutuhan, keinginan, dan impian. Jika kita malas, maka kita menjadi orang yang tak berguna bagi diri sendiri dan orang lain. Secara fisik, mental, dan emosional kita dirancang untuk melakukan pekerjaan. Ciptakan pekerjaan atau pilih pekerjaan, kemudian berikan energi positif dan pelayanan sepenuh hati terhadap pekerjaan tersebut. Pekerjaan kita yang berkualitas akan memberikan nilai tambah bagi kehidupan kita. Nilai tambah ini berakumulasi untuk menciptakan kesejahteraan bagi kita. Mulailah bekerja dengan situasi yang ada saat ini, jangan menunggu apa pun untuk mulai melakukan pekerjaan terbaik.

Kehidupan menjadi indah dan sejahtera jika kita berkontribusi dan melayani dengan kualitas terbaik. Berikan yang terbaik dari potensi dan kompetensi yang dimiliki. Pahami bahwa jenis dan jumlah pekerjaan tak terhitung. Ini artinya, kita sangat kaya dengan pekerjaan. Dalam diri kita semua ada potensi untuk dipersembahkan bagi kehidupan, sehingga apa pun bisa dijadikan pekerjaan untuk menghidupi hidup kita. Kenali diri sendiri, tingkatkan kompetensi dan kualitas diri sendiri, lalu tingkatkan rasa percaya diri untuk memberikan kontribusi terbaik dari kekuatan etos kerja yang hebat.

Setiap orang mempunyai pekerjaan untuk dilakukan. Manfaatkan kecerdasan kreatif untuk menciptakan pekerjaan yang berkualitas tinggi. Pengangguran disebabkan oleh perilaku yang menggantungkan nasib di tangan orang lain; memiliki gengsi tinggi dan memilih-milih pekerjaan; menuntut mempunyai pekerjaan seperti yang diinginkan atau sesuai cita-cita; tidak percaya diri untuk melakukan pekerjaan yang penuh tantangan; serta perilaku malas dan tidak kreatif untuk melakukan pekerjaan yang berlimpah di sekitar kita. Sifat malas dan perasaan tinggi hati adalah penyakit yang membuat kita sulit menikmati kesejahteraan. Oleh karena itu, mulai hari ini, jangan memelihara sifat dan perilaku malas; jangan menyalahkan orang lain kalau belum mempunyai pekerjaan; jangan menunggu orang lain menyediakan pekerjaan; jangan menuntut siapa pun untuk memperhatikan kita dengan sebuah pekerjaan. Jadilah pribadi yang ulet dan penuh energi positif untuk melakukan pekerjaan yang ada di sekitar kita. Jangan menunggu apa pun atau siapa pun, kerjakan segera yang bisa dilakukan pada hari ini.

Kita masing-masing diberikan kemampuan untuk melakukan pekerjaan yang unik dan berkualitas terbaik. Untuk itu, kita harus fokus dalam kerja keras agar bakat dan potensi kita dapat dikembangkan menjadi yang terbaik. Jangan pernah malas dan meragukan kemampuan diri sendiri. Miliki semangat dan motivasi untuk mengoptimalkan kemampuan secara terus-menerus. Kemampuan terbaik terwujud ketika kita memiliki sikap rendah hati dalam rasa percaya diri yang tinggi untuk menghasilkan yang terbaik. Disiplin, kerja keras, dan usaha terus-menerus haruslah menjadi budaya sehari-hari. Potensi dan bakat kita yang hebat itu akan hilang jika kita selalu bersikap malas dan tidak memiliki keyakinan pada diri sendiri. 

Keberadaan kita semoga berguna dan bermanfaat bagi pekerjaan yang kita tekuni. Setiap momen pertajam intuisi dengan pengalaman dan pengetahuan terbaru. Jadilah pribadi yang menambahkan makna pada kehidupan diri sendiri. Bekerjalah dengan sukacita untuk memberikan yang terbaik. Bentuklah karakter yang disiplin, rajin, tekun, jujur, etis, penuh kasih, perhatian, penyayang, berbakti, dan berdedikasi terhadap pekerjaan. Ketika kita menemukan makna dalam pekerjaan kita, maka kita akan bertindak dengan etos terbaik. Etos terbaik memberi kita kemampuan etis, sehingga kita mampu membedakan antara apa yang benar dan apa yang tidak benar di setiap proses kerja kita. Jalan positif berfondasikan integritas diri yang kuat akan memberikan pemahaman kepada kita untuk melakukan hal-hal terbaik di setiap situasi yang penuh tantangan atau dilema.

Untuk mengundang MOTIVATOR hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

LAYANAN PELANGGAN ADALAH PEKERJAAN SETIAP ORANG

“Keberadaan setiap karyawan di tempat kerja adalah untuk membantu pelanggan dengan solusi, bukan mempersulit dengan prosedur dan kebijakan.”~Djajendra

Layanan pelanggan lebih dari sekedar menjalankan prosedur, aturan, dan kebijakan. Layanan pelanggan adalah tentang cinta dan memberikan yang terbaik bagi pelanggan. Hanya orang-orang yang mencintai pekerjaan dan peduli untuk memberikan yang terbaik bagi pelanggan, mampu memberikan layanan terbaik. Jadi, sangat jelas di sini bahwa menjalankan bisnis itu tidaklah mudah. Tidak cukup proses bisnis bergerak atas dasar prosedur, aturan, dan kebijakan. Bisnis yang baik membutuhkan kepemimpinan yang melayani dengan cinta dan kepedulian untuk membahagiakan pelanggan. Tujuan dari layanan pelanggan yang berkualitas adalah untuk memudahkan dan melancarkan setiap urusan bisnis. Mulai dari urusan pemasaran, penjualan, pertumbuhan, pencapaian target, dan pendapatan menjadi lancar untuk mencapai yang terbaik. Layanan pelanggan dengan sikap baik dan profesionalisme menguatkan setiap aspek dari bisnis yang dijalankan. Oleh karena itu, setiap karyawan harus benar-benar terlatih dan menjadi profesional untuk memberikan pelayanan pelanggan terbaik.

Pekerjaan memberikan layanan terbaik bukan hanya urusan departemen customer service, tetapi merupakan pekerjaan setiap orang di perusahaan. Mulai dari pimpinan tertinggi sampai dengan setiap karyawan, apa pun bagian atau departemennya, haruslah menjadi pelayan yang hebat untuk memberikan layanan pelanggan terbaik. Dalam hal ini, pemimpin yang cerdas biasanya berdiri di garda paling depan untuk menjadi teladan dalam memberikan pelayanan terbaik. Pemimpin selalu berada di garda paling depan dengan motivasi dan antusiasme untuk memuaskan harapan pelanggan. Setiap karyawan di setiap departemen bekerja dengan pikiran dan emosi untuk memberikan yang terbaik bagi pelanggan. Peran setiap karyawan menjadi strategi dalam layanan pelanggan. Intinya, setiap karyawan harus terbiasa menjalankan peran terbaik untuk memberikan pengalaman yang indah bagi pelanggan. Dalam hal ini, membutuhkan disiplin dan tanggung jawab yang bersumber dari hati masing-masing karyawan. Tidak boleh ada niat yang lain selain niat untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan.

Setiap pengambilan keputusan dengan pelanggan sebaiknya dilakukan atas dasar cinta dan kepedulian. Pelayanan yang diberikan harus mampu menghilangkan segala hambatan dan prasangka. Niat baik dan sikap baik merupakan kekuatan yang harus menggerakan pelayanan dari hati nurani setiap orang. Setiap respon pelanggan harus dilayani dengan niat baik dan sikap baik untuk memberikan yang terbaik bagi pelanggan. Jangan pernah sekalipun urusan dengan pelanggan terjebak dalam konflik dan tidak bergerak untuk menemukan solusi terbaik. Setiap urusan pelanggan haruslah dengan pikiran positif yang memberikan solusi terbaik bagi kebahagiaan pelanggan. Tidak boleh ada kata-kata yang mengecewakan pelanggan. Keberadaan setiap karyawan di tempat kerja adalah untuk membantu pelanggan dengan solusi, bukan mempersulit dengan prosedur dan kebijakan.

Perusahaan yang kuat selalu berdiri di atas fondasi pelayanan pelanggan yang kokoh. Semua ini dimulai dari kepemimpinan yang antusias untuk menguatkan budaya pelayanan berkualitas. Kepemimpinan yang tidak pernah puas untuk terus-menerus meningkatkan kualitas pelayanan di setiap aspek organisasi. Kepemimpinan yang mengembangkan karyawan dengan kualitas dan sikap terbaik untuk memberikan pelayanan pelanggan. Kepemimpinan yang selalu memperbaiki dan meningkatkan kualitas prosedur, aturan, dan kebijakan terbaik sebagai dasar yang unggul untuk memberikan pelayanan pelanggan terbaik. Kepemimpinan yang sangat memperhatikan disiplin dan tanggung jawab karyawan dalam mempraktikkan sikap baik di setiap situasi pelayanan.

Untuk seminar/pelatihan hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

PEMIMPIN BERTINDAK DEMI ORANG LAIN DAN BUKAN UNTUK DIRI SENDIRI

“Pemimpin adalah orang yang menunjukkan ketenangan dan kemenangan dalam segala situasi.”~Djajendra

Pemimpin tidak menciptakan dirinya untuk menjadi seorang pemimpin, tetapi dia adalah seorang pelayan yang setia dan sepenuh hati ada untuk kebutuhan orang lain. Pemimpin bukan pribadi yang banyak pidato untuk menyampaikan janji-janji, pemimpin adalah pribadi yang menunjukkan kerja dan pelayanan tanpa berharap orang-orang memilihnya menjadi pemimpin formal. Ketika pemimpin dipilih oleh masyarakat umum untuk menjadi pemimpin formal; maka, pemimpin tersebut adalah pribadi yang tidak ada untuk dirinya sendiri, tidak ada untuk kepentingan keluarga dan kelompoknya, dia ada untuk melayani masyarakat umum dengan cinta dan kepedulian.

Kualitas hidup pemimpin adalah fokus dan bertindak tanpa mementingkan diri sendiri, pemimpin tidak mengiklankan dirinya untuk dijadikan pemimpin, pemimpin setiap hari bertindak demi orang lain dan bukan untuk diri sendiri. Pemimpin ada untuk membangun dan menggerakan semua potensi dan kekuatan untuk mencapai masa depan yang lebih baik. Pemimpin selalu meningkatkan integritas dirinya, meningkatkan jati dirinya, meningkatkan kualitas pribadinya untuk bisa menyentuh hati dan pikiran masyarakat umum.

Ketika masyarakat tidak mengerti cara bergerak maju menuju kesejahteraan dan kebahagiaan, maka pemimpin berdiri paling dengan dengan visi yang terang. Pemimpin adalah kekuatan yang membangkitkan orang-orang dari kegagalan dan keputusasaan. Pemimpin adalah energi yang menciptakan optimisme dan  menghidupkan harapan di setiap kesulitan hidup. Pemimpin adalah kebijaksanaan hidup yang menginspirasi setiap masyarakat untuk selalu kuat dan hebat dalam menghadapi pertempuran kehidupan sehari-hari.

Pemimpin adalah pribadi yang rendah hati, tenang, santai, kuat, cerdas, berpikir positif, dan berdiri paling depan untuk menguatkan setiap masyarakat. Pemimpin harus mengendalikan emosinya, mengendalikan indranya untuk tidak terjebak dalam keserakahan. Kecerdasan emosional pemimpin sangat dibutuhkan untuk menenangkan masyarakat saat kehidupan tidak berjalan sesuai harapan. Pemimpin harus selalu menjaga semangat setiap warga untuk tampil produktif dan bermental kuat di setiap situasi. Pemimpin tidak boleh membuat masyarakat putus asa dan pesimis dengan kenyataan hidup yang dihadapi. Pemimpin sebagai pribadi yang terpilih untuk memberikan kebaikan bagi orang lain haruslah selalu ada untuk kebaikan.

Pemimpin bukanlah pribadi yang hidup dalam ketidakpuasan, ketidaktegasan, keluh-kesah, kesedihan, menyalahkan orang lain, dan duduk terisolasi dari masyarakatnya. Pemimpin adalah orang yang menunjukkan ketenangan dan kemenangan dalam segala situasi. Pemimpin tidak tergiur oleh pujian, tidak tertekan menerima kritikan. Pemimpin selalu fokus untuk melakukan hal-hal secara benar, baik, dan etis. Semua komentar negatif tidak akan mengurangi ketenangan pikiran dan emosi pemimpin.

Untuk seminar/pelatihan hubungi 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

KEPEMIMPINAN YANG MENGOPTIMALKAN POTENSI KARYAWAN

“Kepemimpinan terbaik tidak pernah minta dilayani, tetapi selalu rendah hati untuk melayani.”~Djajendra

Kepemimpinan bukanlah sebatas jabatan atau posisi, termasuk bukan sekedar tentang kekuasaan dan superioritas. Kepemimpinan adalah tentang melayani orang lain dengan sepenuh hati, sehingga orang-orang senang dan mau bekerja keras untuk membantu pemimpin dalam mencapai tujuan. Kepemimpinan yang masih minta dilayani hanya akan menciptakan jarak, sehingga sulit mewujudkan komunikasi dan kerja sama untuk mencapai tujuan. Kepemimpinan yang hebat mampu mengoptimalkan potensi orang lain dan menggunakannya untuk keberhasilan pencapaian tujuan.

Pemimpin yang baik cerdas memfasilitasi pencapaian kinerja karyawan. Mereka selalu menunjukkan keteladanan dengan cara memberikan contoh tentang cara melakukan. Prinsipnya adalah lakukan apa yang aku lakukan, bukan lakukan apa yang aku katakan. Mereka memiliki pengaruh dan karisma yang mudah diterima oleh semua orang. Sikap rendah hati dan konsistensi karakter yang mengekspresikan nilai-nilai positif di dalam rutinitas dan kebiasaan pemimpin, yang akan membuat semua karyawan terpesona dan mengikuti apa kata pemimpin. Jadi, kepercayaan yang diberikan oleh semua karyawan akan menjadi fondasi kepemimpinan untuk menciptakan prestasi dan kinerja hebat.

Pemimpin yang hebat memperlakukan karyawan dengan sikap baik. Kasih sayang dan kepedulian adalah tanda kebesaran seorang pemimpin. Mereka menghormati diri sendiri, menghormati orang lain, menghormati perbedaan, merasa bertanggung jawab atas perilaku karyawan, dan selalu menjalani tugas dalam doa kepada Tuhan. Kasih sayang dan kepedulian kepemimpinan biasanya dipraktekkan melalui sikap optimis, ketegasan, sikap rendah hati, tekad, disiplin, keutuhan pribadi, dedikasi, pelayanan, kehadiran di setiap momen, menerima kehendak Tuhan, serta fokus pada tujuan dengan segala kekuatan dan kemampuan.

Pemimpin yang hebat selalu sadar bahwa setiap orang memiliki potensi untuk menghasilkan prestasi dan kinerja terbaik; setiap orang memiliki kemampuan untuk melakukan tujuan dengan baik; setiap orang secara alami sudah didesain sama Tuhan untuk memenuhi tujuan hidupnya. Jadi, setiap orang yang hadir ke tempat kerja pastinya sudah memiliki potensi untuk memberikan kinerja terbaik bagi perusahaan. Oleh karena itu, pemimpin yang hebat selalu fokus untuk mengoptimalkan potensi karyawan. Sebab, mereka yakin bahwa setiap orang itu unik dan hebat, sehingga hanya diperlukan sentuhan ke hati nurani dan sentuhan ke dalam potensi untuk membangkitkan kehebatan dari masing-masing individu.

Pemimpin yang berkualitas selalu memiliki rencana dan tujuan yang jelas untuk dicapai karyawan. Kemudian, pemimpin menyediakan landasan dan infrastruktur bagi karyawan agar karyawan mampu bergerak di dalam proses untuk pencapaian. Dan, setiap karyawan yang bekerja haruslah dimotivasi oleh tujuannya, sehingga mereka mampu mengoptimalkan potensi dan kapasitasnya untuk mencapai keberhasilan. Pemimpin yang hebat selalu sadar bahwa kepemimpinan adalah kapasitas untuk memberdayakan orang dan tidak mempekerjakan orang. Pemimpin mendorong karyawan untuk menjadi siapa mereka sebenarnya di dalam kualitas integritas karyawan.

Karyawan tidak sekedar seorang pengikut, tetapi juga harus memiliki kemampuan untuk memimpin agar dirinya terkendali dan mampu menjalankan tugas dengan baik. Setiap pekerjaan yang ditugaskan kepada karyawan, maka itu adalah kedaulatannya dan harus memiliki kualitas untuk menjalankannya dengan baik. Intinya, setiap orang harus percaya bahwa dirinya adalah pemimpin dan harus rendah hati untuk menjalankan kepemimpinannya melalui tujuan dan penugasan yang diberikan kepadanya.

Sejatinya, kepemimpinan adalah melayani diri sendiri untuk bisa berkontribusi dengan kinerja terbaik bagi perusahaan. Di samping itu, kepemimpinan juga bukanlah ambisi minta dilayani, tapi sebaliknya sifat kepemimpinan itu sendiri adalah melayani sebanyak mungkin kepentingan dan orang dengan sepenuh hati. Oleh karena itu, bakat dan kemampuan haruslah ditingkatkan untuk bisa menjalankan tugas dan komitmen dengan baik.

Untuk seminar/training hubungi:0812 1318 8899 / email: training@djajendra-motivator.com