MENGHADAPI TANTANGAN MASA DEPAN

“Ketika informasi dan berita pesimis mengurangi harapan kita, maka kita harus kembali ke situasi yang penuh optimisme untuk membangun kekuatan dan stabilitas bagi perjalanan kita menuju masa depan.”~Djajendra

Kita semua adalah pejuang kehidupan yang harus selalu mengelola optimisme untuk menghadapi tantangan masa depan. Kita harus menarik diri dari situasi dan emosi yang membuat kita pesimis atau takut dengan masa depan. Kesulitan adalah vitamin untuk memperkuat kualitas diri, tantangan adalah peluang untuk mencapai hal-hal yang lebih tinggi. Untuk menghadapi tantangan masa depan; kita harus fokus pada pemikiran positif, terhubung dengan kesadaran diri sendiri untuk melakukan hal-hal produktif dan berkualitas dalam setiap proses kehidupan, terhubung dengan Tuhan dan menyadari bahwa kasih sayang Tuhan selalu menyertai hidup kita, sehingga kita tidak perlu takut atau kehilangan harapan untuk menghadapi masa depan. Setiap hari kita harus mengatakan kepada diri sendiri bahwa segala sesuatu sedang bekerja untuk menjadikan kehidupan kita lebih baik lagi. Ketika informasi dan berita mengurangi harapan kita, maka kita harus kembali ke situasi yang penuh optimisme dengan kekuatan dan stabilitas bagi perjalanan kita menuju masa depan.

Hidup kita ini adalah untuk mencapai pembangunan berkelanjutan, sehingga penting bagi kita untuk mengembangkan kecerdasan dan kreativitas agar mampu beradaptasi di setiap situasi yang penuh tantangan. Kita harus sadar bahwa kita adalah energi positif yang sangat diperlukan untuk menghasilkan karya, kinerja, prestasi, dan kecemerlangan bagi masa depan. Karena itu, seberat apa pun potensi tantangan yang kita hadapi di masa depan, kita harus memahami dan menerimanya dengan percaya diri. Perubahan itu pasti dan tidak perlu kita menjadi pesimis terhadap sesuatu yang pasti. Tingkatkan pengetahuan yang menjadikan diri kita optimis, kuatkan kualitas intuisi untuk melihat hal-hal baik di masa depan, tingkatkan keyakinan dan kepercayaan bahwa Tuhan selalu menolong dan melindungi hidup kita,  tingkatkan motivasi diri dan gairah untuk menekuni pekerjaan dengan sepenuh hati, mendorong orang lain dengan optimisme dan keyakinan tentang kehebatan masa depan, serta selalu memiliki empati terhadap realitas orang lain untuk mempengaruhi mereka agar optimis dengan masa depan.

Membangun kualitas diri terbaik harus menjadi prioritas untuk bertahan dan unggul dalam persaingan; kita tidak boleh takut dan pesimis; kita hanya perlu memahami, menganalisis, dan mengadopsi hal-hal terbaik untuk memenangkan masa depan terbaik. Pemikiran yang sederhana, semangat juang yang tinggi, moralitas untuk beradaptasi dengan setiap situasi perubahan, selalu memiliki orientasi pada tindakan yang produktif, respon yang cepat, proaktif, serta membangun kepribadian diri sendiri dengan nilai-nilai positif. Sebagai manusia yang paling cerdas untuk beradaptasi dengan segala situasi, maka kita harus selalu mengembangkan pengetahuan diri sendiri dan meningkatkan kesehatan mental untuk menghadapi tantangan yang paling sulit. Jadi, tidak perlu merasa takut dan rendah diri untuk menghadapi kehidupan modern di masa depan. Siapkan kualitas diri; dengan tenang tumbuh; dengan percaya diri tampilkan kualitas diri; diam-diam dan santai mekar menjadi pribadi yang menyebarkan prestasi; selalu bekerja dengan damai dan tenang untuk menjawab tantangan masa depan.

Jika ingin menyingkirkan kesulitan, lupakan saja kesulitan itu. Jika masih sering memikirkan kesulitan, maka kesulitan itu akan semakin terasa berat. Fokus untuk memikirkan solusi dan hal-hal baik yang mungkin dapat ditemukan. Demikian juga, jika hari ini kita menganggap masa depan penuh kesulitan, maka hari ini pun hidup kita akan penuh kesulitan dan ketakutan, hanya karena persepsi kita tentang masa depan yang buruk. Kita harus percaya pada masa depan yang cemerlang dan lebih baik; itu menyatukan kita dengan etos untuk berkarya dan memiliki kinerja, serta tidak ada yang dapat memecah belah fokus kita untuk mendapatkan masa depan terbaik. Karena itu; kita harus menjaga optimisme terhadap masa depan, tidak perlu mengkhawatirkan apa pun, kita memiliki kecerdasan untuk beradaptasi dengan kemajuan. Wawasan dan pengetahuan yang sempit menjadikan kita terbatas untuk menuju masa depan yang lebih baik. Wawasan dan pengetahuan yang sempit hanya mampu menampilkan perilaku egois dalam sikap rendah diri. Jelas, hal ini menjadikan kita khawatir dan takut dengan masa depan.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

Previous post:

SETIAP MOMEN DARI HIDUP KITA ADALAH PROSES EVOLUSI

“Kita sedang belajar dari kehidupan yang tidak kita ketahui tentang apa yang harus kita hadapi satu menit ke depan.”~Djajendra

Tidak seorang pun yang sempurna, tidak seorang pun yang permanen, tidak seorang pun yang menguasai semua pengetahuan, tidak seorang pun yang lengkap, dan tidak seorang pun yang tahu tentang masa depan. Sebagai manusia, kita semua sedang belajar dari kehidupan yang tidak kita ketahui tentang apa yang harus kita hadapi satu menit ke depan. Masa depan masih menjadi misteri bagi kita semua dan momen sekarang ini adalah peluang untuk melakukan hal-hal terbaik dalam meraih prestasi.

Kita adalah makhluk perubahan, setiap momen kita sedang dalam proses evolusi, kita sedang tumbuh melalui pembelajaran setiap hari, dan masing-masing dari kita memiliki jalan hidup sendiri. Kita semua tidak perlu berkompetisi satu sama lain, jalan hidup kita berbeda. Setiap orang dari kita sedang menuju ke tujuan yang sudah dikehendaki Tuhan. Jadi, pikiran kita yang menganggap orang lain sebagai pesaing hanya sebuah fiksi dan bukan sebuah realitas. Realitas hidup masing-masing orang tidak ditentukan oleh rencana dan pikiran, atau pun oleh ramalan dan prediksi, tetapi ditentukan oleh garis hidup yang sudah Tuhan tentukan. Sifat dari garis hidup adalah rahasia Tuhan yang tidak mampu dipahami oleh manusia manapun.

Sebagai makhluk perubahan yang terus-menerus belajar dari berbagai realitas kehidupan, kita harus mengendalikan diri agar tidak terlalu tinggi hati dan juga tidak terlalu rendah diri. Perasaan tinggi hati dan rendah diri adalah produk dari pikiran, dan bukan realitas diri kita. Menumbuhkan kesadaran bahwa diri kita ini sedang belajar dari realitas kehidupan yang kita jalani. Kerendahan hati dan kepercayaan diri harus menjadi sahabat sejati kita dalam melangkah menuju masa depan. Jadilah optimis dan penuh semangat hidup bersama etos kerja terbaik. Kerjakan hal-hal yang produktif dan berguna bagi kebaikan hidup. Hindari semua perilaku dan tindakan yang melukai atau mengacaukan kedamaian hidup.

Kita tidak perlu berusaha menjadi sempurna di semua bidang yang kita kerjakan. Kita hanya perlu saling bergandeng tangan dengan semua orang agar hasil terbaik dapat kita ciptakan. Kesempurnaan bukan hak manusia, itu hanya dimiliki Tuhan. Jadi, kerendahan hati kita untuk melakukan kolaborasi dengan sepenuh hati mampu menghasilkan kinerja dan prestasi terbaik. Oleh karena itu, jangan merasa lebih unggul atau lebih pintar dari siapa pun. Kehidupan mencerdaskan kita melalui kesulitan, tantangan, rintangan, atau pun hubungan yang buruk. Ketika bertemu dengan orang-orang atau situasi yang tidak menguntungkan hidup kita, jangan salahkan orang-orang atau situasi itu, tetapi mencerdaskan diri sendiri melalui kreativitas dan inovasi yang hebat.

Tanpa kehadiran kesulitan atau tantangan, kita tidak akan tumbuh menuju kualitas hidup yang lebih tinggi. Kesulitan hidup membuat kita mengenali arti nikmat hidup dan rasa syukur. Kalau kita membaca kisah-kisah orang besar di dunia, semuanya mencapai keberhasilan setelah mampu bersahabat dengan kesulitan dan mampu meningkatkan etos kerja terbaik untuk menghadapi semua tantangan menuju masa depan. Intinya, semua kesuksesan kita dihasilkan oleh kesulitan hidup kita. Kesulitan hidup membangkitkan kita dari rasa malas dan memaksa kita untuk berubah menjadi lebih produktif.

Semakin tinggi kita menuju puncak prestasi, semakin banyak tantangan dan kesulitan tercipta untuk menguji komitmen kita. Prestasi dan kinerja kita akan menciptakan musuh-musuh untuk menguji ketangguhan dan kehebatan diri kita. Oleh karena itu, jangan sombong atau merasa sudah mencapai yang terbaik. Perjalanan masih sangat panjang dan satu menit ke depan kita tidak tahu ada peristiwa apa yang akan menguji hidup kita. Jadilah diri sendiri yang selalu optimis untuk mencapai hal-hal terbaik melalui cara-cara yang etis. Ketika dalam perjalanan hidup menemukan kesulitan, maka kita harus bangkit dengan etos terbaik untuk menemukan solusi. Jangan pernah menjadikan kesulitan sebagai alasan untuk berkeluh-kesah atau pun menjadi pesimis. Tujuan kesulitan adalah untuk membuat kita lebih kuat, bukan menjadikan kita lebih lemah dan kehilangan arah menuju tujuan sejati.

Karena hidup kita adalah sebuah proses evolusi, maka kita tidak boleh membandingkan hidup kita dengan orang lain. Apalagi membandingkan dengan seseorang yang melakukan hal-hal dengan cara-cara buruk atau tidak etis, tetapi terlihat sukses. Kita harus berhati-hati agar tidak tertular energi negatif dari kecendrungan tidak etis. Tingkatkan kesadaran untuk berada pada proses evolusi melalui integritas pribadi yang tinggi. Sama sekali tidak menguntungkan hidup kita, jika kita tertular energi negatif dari realitas yang rendah integritas. Ketidaksempurnaan pasti bersama kita selamanya, tetapi kesadaran kita mampu membantu jalan hidup kita agar selalu etis dan memiliki integritas yang baik.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

KESUKSESAN DAN KEGAGALAN HANYA BERSIFAT SEMENTARA

“Ketika kita ikhlas dengan kegagalan, maka kegagalan tidak akan menyakiti kita. Ketika kita rendah hati dengan kesuksesan, maka kesuksesan tidak akan membuat kita lupa diri.”~Djajendra

Perjuangan dan kerja keras menghasilkan realitas yang harus kita terima dengan rendah hati. Tugas kita adalah berjuang sampai titik energi terakhir, tetapi kesadaran kita harus mau menerima takdir atau keputusan akhir dari perjuangan tersebut. Jika kita sudah berupaya dengan sangat fokus untuk menuju hasil terbaik, tetapi hasil terbaik itu belum kita dapatkan, maka kita harus menerimanya sebagaimana adanya. Kita tidak bisa melakukan apa-apa terhadap realitas yang hadir. Sikap kita yang tenang, percaya diri, dan mau menerima apa pun realitas yang hadir akan menguatkan perjuangan kita.

Ketika semua hal-hal baik hadir di sepanjang perjuangan dan kerja keras kita, jangan tinggi hati, perlihatkan kerendahan hati dan semakin sadar untuk membangun pondasi bagi masa depan. Kesuksesan dan kegagalan efeknya hanya sementara. Tidak perlu bersikap berlebihan terhadap hal-hal yang bersifat sementara. Intinya, ketika mengalami kegagalan dan kesulitan tidak perlu mengeluh atau merasa kesakitan. Sebaliknya, ketika sedang mengalami kesenangan atau keberuntungan tidak perlu merasa hebat. Sebab, keberuntungan dan kegagalan tersebut bersifat sementara. Kehidupan akan terus berputar dan kita pun harus mengalami hal-hal baru, yang mungkin menyenangkan dan juga mungkin tidak menyenangkan. Begitulah cerita hidup semua orang, setiap saat harus bersedia mengalami senang dan sulit, setiap saat harus bersedia mengalami keberuntungan dan kerugian. Dan, semua itu hanya bersifat sementara.

Jika kita sudah menemukan kesadaran tertinggi, maka kita akan mendapatkan pengetahuan bahwa semua hal yang terjadi dalam hidup kita merupakan kehendak Tuhan. Menggantungkan hidup sepenuhnya kepada Tuhan adalah kebijaksanaan tertinggi. Hal ini bukan berarti kita duduk dan menunggu kehendak Tuhan itu datang untuk kita. Kita tetap harus bekerja keras dan berjuang dengan totalitas, melalui etos terbaik kita dalam segala sesuatu yang kita lakukan. Kita harus aktif dan energik untuk mencapai tujuan dan hasil terbaik dalam hal apa pun yang kita lakukan. Mungkin kita harus mencapai kesuksesan setelah menghadapi kesulitan besar. Mungkin juga kita harus melalui proses yang tidak pasti, menghadapi kesulitan yang tidak kita pahami, dan kemudian baru menemukan jalan menuju pencapaian.  

Ketika kita mampu menerima kegagalan dan kesuksesan sebagai pengalaman yang indah, maka ikatan duniawi kita akan berkurang, sehingga dalam situasi gagal dan sukses, kita mampu merasakan kebahagiaan sejati. Kesadaran kita bahwa tidak ada yang permanen, dan tidak ada hal yang tidak dapat diubah, menjadikan kita selalu termotivasi untuk bangkit kembali dengan lebih kuat.

Tidak ada faktor dari luar diri kita yang menentukan hidup kita. Kita hanya mampu tumbuh dari dalam dan memancarkan kebaikan ke luar diri kita. Kesuksesan dan kegagalan kita disebabkan dari dalam diri kita, bukan dari luar diri kita. Ketika kita tampil kuat dari dalam diri, segala pertolongan dan bantuan akan hadir untuk membimbing jalan hidup kita. Diri kita adalah penguasa jalan hidup kita. Diri kita adalah penguasa nasib kita sendiri, sehingga kita harus berkonsentrasi penuh untuk membangun semua kebutuhan dan keinginan dari dalam diri kita sendiri.

Semua persoalan dalam hidup dapat dibebaskan melalui pengetahuan dan kebijaksanaan. Pengetahuan yang benar akan memberikan sikap dan perilaku yang benar untuk bertindak. Setiap orang adalah jiwa yang unik, berbeda, dan memiliki kemampuan untuk bertindak dengan kreatif. Jika kita tetap di dalam diri kita, berpikir untuk meningkatkan kualitas diri kita sendiri, serta tidak mengurusi diri orang lain; maka, kita mampu menemukan bakat dan potensi terbaik kita untuk dipersembahkan bagi kehidupan. Hidup kita adalah ilmu pengetahuan dalam ketenangan dan kedamaian yang mengalir menciptakan realitas. Semua keputusan haruslah dipikirkan dengan baik, semua komunikasi haruslah jelas dan tepat, semua sikap dan perilaku haruslah etis dalam aliran tanggung jawab.  

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

DIRI KITA YANG MENCIPTAKAN KEBAHAGIAAN DI TEMPAT KERJA

“Kebahagiaan adalah hak tertinggi kita yang harus kita rawat dan jaga dengan sepenuh hati.”~Djajendra

Kebahagiaan di tempat kerja memberi pengaruh yang besar untuk keberhasilan semua orang. Setiap pribadi yang mampu mengkontribusikan energi positif melalui pikiran positif dan perilaku etis menjadikan kehidupan di tempat kerja selalu bahagia dan berkinerja tinggi. Berhentilah untuk meminta kebahagiaan dari orang lain. Tidak ada seorang pun yang mampu memberikan kebahagiaan bagi kita di tempat kerja. Sebab, kebahagiaan itu sendiri ada di dalam diri kita masing-masing, ada dalam cara berpikir kita, sehingga sangat keliru jika kita menunggu kebahagiaan dari sikap dan perilaku orang lain.

Kita adalah pekerjaan yang sedang berlangsung. Kita adalah bagian dari proses kerja menuju tujuan dan untuk mencapai target. Dalam proses kerja, kita menjadi bagian dari sistem yang berkontribusi sebatas tugas dan tanggung jawab, tidak sekaligus kita harus mengerjakan semua hal, kita hanya menjadi bagian terkecil dalam visi dan misi besar organisasi. Jadi, tidak perlu menghabiskan energi dan emosi untuk hal-hal di luar tugas dan tanggung jawab. Hadirlah ke tempat kerja dengan hati yang penuh sukacita, dan berikan perhatian penuh untuk menyelesaikan tugas dengan kompetensi terbaik yang dimiliki.

Setiap orang memiliki perilaku, sikap, cara berpikir, dan emosi yang tidak mungkin untuk disamakan. Kita semua berbeda dan tidak perlu memaksakan diri agar orang lain menjadi sama seperti diri kita. Keunikan dan perbedaan adalah kekayaan yang harus kita manfaatkan untuk mencapai hal-hal terbaik. Tidak perlu memperdebatkan atau mempersoalkan hal-hal yang tidak sama dengan diri kita. Jika kita terlalu mengurusi kepribadian orang lain yang bertentangan dengan kepribadian kita, maka kita akan menghabiskan waktu dan energi dalam ketidakbahagiaan.

Kebahagiaan adalah hak tertinggi kita yang harus kita rawat dan jaga dengan sepenuh hati. Kita tahu bahwa setiap orang memiliki peran dan fungsi yang berbeda. Perbedaan ini jika tidak tunduk pada sistem dan nilai-nilai kerja, maka potensi konflik akan merusak pencapaian kinerja terbaik. Hal ini juga akan menciptakan cara berpikir dan emosi yang menghilangkan rasa damai dan kebahagiaan di tempat kerja. Kepatuhan dan ketaatan pada nilai-nilai kerja, sopan santun, etika, komunikasi positif mampu menciptakan energi positif di lingkungan kerja. Energi positif yang terus-menerus berakumulasi dari kebahagiaan setiap individu akan menciptakan kehidupan kerja yang kooperatif, kompetitif, kreatif, inovatif, dan bahagia.

Kebahagiaan dalam pekerjaan dapat kita rawat jika kita mampu dan penuh semangat untuk merealisasikan potensi diri, serta setiap saat menjaga kepercayaan diri dan ketekunan dengan sepenuh hati. Di samping itu, kita juga harus sadar bahwa diri kita dikuasai dua jenis energi, yaitu: energi positif dan energi negatif. Keduanya abadi di dalam diri kita sampai kapan pun. Kesadaran kita bertugas untuk menguatkan energi positif di setiap momen kehidupan. Kesadaran kita tidak boleh memberikan ruang seinci pun untuk kebangkitan energi negatif di dalam diri kita. Ini mungkin akan menjadi tugas seumur hidup kita untuk menggunakan kesadaran agar energi negatif tidur nyenyak dan tidak mampengaruhi jalan kehidupan kita.

Tantangan dan kesulitan adalah vitamin untuk mencapai kesuksesan yang lebih tinggi. Jangan gelisah, khawatir, takut, dan mengorbankan kebahagiaan saat kesulitan memperburuk keadaan. Jika di masa sulit mampu menjaga diri dengan energi positif yang kuat, kita akan tetap hebat dan tak kehilangan kebahagiaan. Jadi, setiap saat secara sadar tingkatkan kualitas energi positif di dalam diri. Apa pun cobaan dan kesulitan yang berusaha menggagalkan kerja keras kita, jangan dibiarkan dalam energi negatif. Jaga pikiran, emosi, dan suara hati dalam kebahagiaan. Jangan memiliki pikiran yang mudah dipengaruhi oleh kekuatan buruk dari luar diri. Jangan menjadi mangsa orang-orang negatif yang hidup di sekitar kita. Jangan mencoba mencari kesalahan dan kekurangan siapa pun. Kebahagiaan tercipta dari aliran energi positif di dalam diri yang kuat dan selalu positif saat berinteraksi dengan energi negatif.  

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

KEKHAWATIRAN MENGHILANGKAN SUKACITA HARI INI

“Kekhawatiran mengubur nikmat dan mengambil sukacita.”~Djajendra

Kekhawatiran terhadap hidup adalah musuh kebahagiaan. Ketika kita khawatir tentang masa depan, maka kita membiarkan kehilangan sukacita pada hari ini. Hidup yang nyata itu hari ini, momen ini, besok tak seorang pun tahu apa yang akan terjadi.

Jika hari ini dihabiskan dengan rasa khawatir dan takut dengan kebutuhan hari esok, maka kita akan kehilangan kekuatan dan pikiran tenang untuk menghadapi hari esok. Mengkhawatirkan semua masalah dan tantangan besok hari pada hari ini tidak menguntungkan hidup kita. Besok hari adalah urusan besok hari, tidak perlu membebani pikiran dan emosi tentang masalah besok hari pada hari ini.

Ketika hari ini mampu memiliki ketenangan pikiran dan semangat untuk menyelesaikan semua pekerjaan hari ini dengan tuntas, maka besok hari kita mampu tampil lebih kuat untuk menjalani kehidupan. Jika kita sudah khawatir berlebihan pada hari ini, maka besok juga akan memberikan beban kehidupan yang untuk kita khawatirkan. Setiap hari memiliki ceritanya sendiri untuk kita jalani. Perasaan khawatir yang berlebihan menciptakan stres dan mengambil semua kebahagiaan dari hidup kita.

Ketidakpastian adalah ruang untuk pertumbuhan. Walaupun kita merasa tidak pasti tentang besok hari, tetapi jika kita tunduk pada kehendak Tuhan dan tetap memiliki etos terbaik pada hari ini, maka semuanya akan berjalan baik-baik saja. Kita tidak sedang hidup di hari kemarin atau di besok hari. Ketika kita membiarkan pikiran dan emosi kita untuk hidup di masa lalu atau di masa depan, maka pada hari ini kita tidak mampu berbuat sesuatu yang baik untuk dibawa ke hari esok. Mengkhawatirkan tentang persoalan-persoalan di masa depan menjadikan kita kehilangan nikmat dan keindahan pada hari ini.

Setiap hari memiliki tantangannya sendiri. Kita hidup untuk mengalami berbagai macam pengalaman agar kita tumbuh menjadi lebih bijaksana. Kesulitan hidup bertujuan untuk membuat kita lebih kuat dari sebelumnya. Jadi, ketika kesulitan  hidup menghampiri kita, maka tidak perlu dihabiskan dengan perasaan khawatir dan takut. Kita harus selalu meningkatkan kesadaran dan keyakinan bahwa kesulitan itu bertujuan untuk membuat kita lebih kuat.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

TIDAK PERLU GELISAH TENTANG MASA DEPAN

“Hidup kita adalah perjalanan diri sejati bersama potensinya untuk dipersembahkan kepada kehidupan.”~Djajendra

Sikap tidak sabar dan terburu-buru sering merugikan diri sendiri. Ketika kita tidak sabar semuanya terasa lama. Keinginan untuk mendapatkan sesuatu dengan lebih cepat menjadikan kita kurang berhati-hati, sehingga sebuah kesalahan akan membuat keinginan tersebut lebih lama lagi didapatkan. Sikap tidak sabar dan terburu-buru akan menjadi sumber penderitaan bagi siapa pun. Kita perlu berguru kepada alam semesta yang tidak pernah terburu-buru dan selalu tenang, tetapi mencapai segalanya melalui proses yang dilalui.

Sikap tidak sabar akan diikuti perasaan gelisah dan khawatir tentang hal-hal yang ingin dicapai. Padahal, tidak seorang pun mampu memastikan bahwa dirinya akan mencapai hasil seperti yang diinginkan. Pada dasarnya manusia adalah makhluk yang tidak berdaya, tetapi pikiran manusia menganggap dirinya berdaya untuk segala hal bagi hidupnya. Pikiran dan perasaan yang tidak sadar akan selalu gelisah tentang masa depannya. Kegelisahan dan kekhawatiran yang berlebihan akan menguras energi, sehingga kita tidak mampu fokus untuk menyelesaikan hal-hal penting bagi kebaikan kita.

Kecerdasan kehidupan ada di dalam diri kita. Kecerdasan kehidupan ini membutuhkan pikiran dan perasaan yang tenang, damai, dan tidak pernah stres agar bisa menyelesaikan semua hal dengan tepat; termasuk hal-hal di dalam diri kita. Kecerdasan kehidupan di dalam diri kita inilah yang mengatur tubuh, jiwa, dan pikiran agar berkembang untuk memenuhi harapan. Intinya, kita tidak perlu khawatir atau gelisah tentang masa depan kita. Sebab, kecerdasan kehidupan di dalam diri kita mampu menjadikan kita lebih produktif dan berkualitas untuk menangani setiap tantangan dengan solusi terbaik. Semakin tenang, damai, dan bahagia diri kita dengan kehidupan yang kita jalani; maka, semakin mampu kita menemukan cara terbaik untuk masa depan yang gemilang.

Jadilah diri sendiri apa adanya dan tidak perlu membandingkan diri kita dengan orang lain. Mungkin orang-orang di sekitar kita terlihat sangat sukses dalam berbagai bidang kehidupannya. Dalam hal ini, kita harus bahagia tentang orang-orang di sekitar kita tersebut, tetapi kita tidak boleh ingin seperti mereka. Kita harus fokus dengan ketenangan dan kedamaian hati untuk melakukan hal-hal yang sedang menjadi tugas kita dengan berkualitas. Fokus pada potensi diri sendiri. Fokus pada tujuan hidup diri sendiri. Jangan tergoda dengan hal-hal hebat yang terlihat dari orang lain. Kita tidak tahu apa tujuan hidup kita yang dikehendaki Tuhan. Doa, rasa syukur, dan ketenangan pikiran di setiap situasi akan mengantar kita ke jalan hidup yang sesuai dengan kehendak Tuhan.

“Hidup kita adalah perjalanan diri sejati bersama potensinya untuk dipersembahkan kepada kehidupan.”~Djajendra

Untuk mengundang MOTIVATOR hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

Previous post:

MUNDUR UNTUK MAJU

“Hidup itu sesungguhnya sederhana, tetapi angan-angan kita membuat kehidupan menjadi tidak mudah dan kadang sangat rumit.”~Djajendra

“Usaha dan kerja keras kita setiap hari tidak lebih hanya untuk bermain-main dengan masalah dan solusi.”~Djajendra

Ketika semua rencana tidak berjalan dengan baik, maka mundur sejenak untuk menenangkan diri. Ketenangan diri jauh lebih penting dari rencana yang tidak berjalan. Ketika kita tenang dan damai, maka saat itu kita berpeluang mendapatkan pemikiran yang tepat untuk melanjutkan rencana tersebut. Jadi, jangan ngotot dengan satu-satunya cara untuk mewujudkan rencana, kita harus sadar bahwa ada sangat banyak cara terbaik untuk mewujudkan rencana. Ketenangan diri, kesabaran, pikiran positif, rasa percaya diri, dan kerendahan hati adalah yang diperlukan saat kemunduran terjadi kepada kita.

Kemunduran adalah sesuatu yang biasa dalam hidup. Siapa pun bisa mengalami kemunduran. Kita tidak perlu menanggapi kemunduran dengan frustasi dan ketakutan. Fokuskan semua perhatian kepada hal-hal positif saat mengalami kemunduran. Tidak perlu gengsi, tidak perlu khawatir, tidak perlu merasa kehilangan segalanya. Sesungguhnya kemunduran hadir agar kita mau berubah ke arah yang lebih baik. Jadi, kemunduran bukanlah sebuah peristiwa yang mengakhiri apa yang kita miliki saat ini, sebaliknya kemunduran adalah sebuah peristiwa yang memaksa kita berkembang ke arah yang lebih baik.

Hidup itu sesungguhnya sederhana, tetapi angan-angan kita membuat kehidupan menjadi tidak mudah dan rumit. Ambisi, keinginan, dan angan-angan membuat kehidupan kita diisi dengan banyak persoalan yang sering membuat kita khawatir dan takut dengan realitas yang kita hadapi. Ambisi, rencana, keinginan, dan angan-angan adalah sesuatu yang kita ciptakan sendiri di dalam pemikiran kita. Karena semua itu kita sendiri yang menciptakannya di dalam pemikiran dan perasaan kita, maka kita pun harus memiliki solusi yang tepat saat semua ciptaan kita tersebut tidak berfungsi di dalam dunia nyata.

Kita seharusnya tidak perlu khawatir atau pun menjadi takut karena semua yang kita ciptakan di pemikiran kita tidak berjalan dengan baik di dunia nyata. Sebaiknya kita memiliki kesadaran bahwa diri kita tidak sempurna untuk mewujudkan semua rencana dan angan-angan, sehingga ketika persoalan muncul kita mau menemukan solusi untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Dan, kita pun harus sadar bahwa tidak pernah persoalan dan masalah bisa di selesaikan secara permanen atau untuk selamanya. Selama kita masih bernafas, maka kita selalu harus menjalankan segala sesuatu dengan hati-hati dan selalu memiliki ketenangan hati untuk menemukan solusi yang tepat.

Solusi dan masalah adalah bagian dari permainan hidup yang harus secara bijak kita sikapi di sepanjang kehidupan. Dalam masalah sudah ada solusinya, demikian juga dalam solusi sudah ada masalahnya. Kita perlu menajamkan kreativitas agar menemukan solusi secara terus-menerus saat masalah muncul. Masalah dan solusi akan selalu ada di sepanjang hidup siapa pun. Kita perlu memiliki kemampuan untuk bermain-main dengan masalah dan solusi. Usaha dan kerja keras kita setiap hari tidak lebih hanya untuk bermain-main dengan masalah dan solusi. Jadi, keduanya adalah realitas hidup kita sehari-hari. Oleh karena itu, tidak perlu khawatir apa lagi ketakutan saat bermain-main dengan mereka.

Kemunduran terjadi karena kita belum menemukan solusi atas masalah. Memang betul bahwa tidak mudah untuk menemukan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah. Kadang-kadang kita harus terjebak dalam sebuah masalah dalam waktu yang lama. Hal ini terjadi karena kita tidak memiliki ketenangan hati dan keikhlasan untuk menerima yang hilang. Hati yang tidak tenang, pemikiran yang tidak terkendali, kemarahan, dan hilangnya keikhlasan hati akan mempersulit kita untuk menemukan solusi dalam menyelesaikan masalah. Padahal kita harus mengatasi masalah agar kita tumbuh ke arah yang lebih baik. Selama kita terjebak dalam masalah, kita tidak bisa berbuat apa-apa, setiap hari kita harus berhadapan langsung dengan masalah-masalah tersebut. Berdamai dengan masalah, mau mundur sejenak untuk kemajuan, mau berdamai dan ikhlas dengan sikap tidak baik dari orang-orang yang membawa masalah, adalah salah satu cara agar kita tidak terlalu lama terjebak dalam masalah.

Untuk mengundang MOTIVATOR hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

PERASAAN TAKUT MENYATAKAN KITA TIDAK BERDAYA

“Tantangan, rintangan, dan kesulitan jangan dibiarkan membesar dalam rasa takut; tetapi, ringankan dalam optimisme dan keberanian untuk menyelesaikannya.”~Djajendra

Perasaan takut adalah tanda bahwa kita tidak berdaya. Dalam kehidupan sejati, tanpa pertolongan Tuhan, manusia tidak berdaya dan tak mampu berbuat apa-apa. Perasaan takut merupakan tanda bahwa kita harus lebih pasrah kepada Tuhan, kita tidak perlu ngotot dengan keinginan kita, tetapi membiarkan Tuhan yang membantu kita untuk menyelesaikan semua tantangan dalam hidup. Tugas kita adalah melayani kehidupan sehari-hari yang kita jalani dengan tanggung jawab dan kualitas terbaik. Tantangan, rintangan, dan kesulitan jangan dibiarkan membesar dalam rasa takut kita; tetapi, ringankan dalam optimisme dan keberanian untuk menyelesaikannya. Yakinkan diri bahwa Tuhan pasti membantu untuk mengatasi semua persoalan hidup. Bentuk kepribadian yang rendah hati dan percaya diri di dalam keyakinan bahwa tanpa bantuan Tuhan saya bukan apa-apa atau siapa-siapa. Kecilkan diri dihadapan Tuhan, jadilah pribadi yang sangat tergantung kepada Tuhan. Rasa takut akan berkurang banyak ketika kita merasa bahwa Tuhan sudah memimpin hidup kita dengan cinta dan kasih sayangnya.

Ketika kita mengabaikan kekuatan rohani untuk melengkapi kehidupan kita, maka perasaan takut akan muncul di segala sesuatu yang kita kerjakan. Sebenarnya, perasaan takut adalah sesuatu yang wajar, yang berfungsi agar kita lebih berhati-hati dan teliti. Ketakutan ini sebenarnya sebuah emosi atau perasaan yang muncul dari dalam diri untuk menghadapi bahaya. Tujuan perasaan takut ini adalah agar kita mampu menemukan cara untuk melindungi diri dari ancaman yang membahayakan hidup kita. Persoalan muncul ketika perasaan takut menjadi berlebihan, sehingga mengganggu mental dan fisik kita. Ketakutan, kecemasan, kekhawatiran; jika ketiganya bersatu dalam sikap dan perilaku, maka membuat kita tidak mampu menemukan solusi, tetapi terperangkap dalam stres yang melumpuhkan hidup kita sehingga kita sulit untuk menemukan solusi.

Perasaan takut tidak mungkin bisa dihilangkan dari diri kita, tetapi dapat dikelola secara holistik untuk membangun kesadaran tentang kehidupan yang kita jalani. Pada umumnya, perasaan takut membuat kita mencari perlindungan. Kita akan mencari sesuatu yang sangat kuat untuk melindungi hidup kita dari perasaan takut. Dalam hal ini, kesadaran kita untuk menguatkan kehidupan rohani dengan cara menyerahkan diri dan menundukkan hati dihadapan Tuhan mampu menghilangkan rasa takut. Tuhan adalah kekuatan yang tiada tandingan untuk melindungi hidup kita. Di jalan Tuhan, kita mampu mengurangi rasa takut, sehingga tidak menjadi berlebihan. Kita mampu mengendalikan diri di dalam perlindungan kekuatan Tuhan. Kita mampu menenangkan diri untuk menemukan solusi terbaik dari semua ancaman rasa takut tersebut.

Jika kita sadar bahwa hidup ini dan semua masalah hanya bersifat sementara, maka kita mampu bersikap ikhlas untuk segala sesuatu yang kita alami. Dalam hidup kita yang sementara ini, kita pasti melalui berbagai peristiwa kehidupan, baik yang kita sukai maupun yang tidak kita sukai. Semua peristiwa tersebut mengharuskan kita untuk respons dengan bijak agar kita tidak terjebak dalam rasa takut yang berlebihan. Intinya, rasa takut adalah sesuatu yang normal, tetapi jika sudah berlebihan rasa takutnya, maka dibutuhkan tindakan untuk menyelamatkan diri dari bahaya rasa takut itu. Sebab, jika rasa takut yang berlebihan dibiarkan, maka akan memicu proses kemunduran dan melumpuhkan diri sendiri, sehingga tidak mampu lagi bekerja untuk prestasi dan kinerja terbaik.

Temukan sumber rasa takut dan tingkatkan kepercayaan diri untuk menyelesaikannya. Hidup ini bukan pilihan kita, kadang kita harus menghadapi sebuah peristiwa yang tidak pernah kita inginkan dalam hidup kita. Jika kita memiliki keyakinan bahwa Tuhan yang memilih semua peristiwa hidup yang harus kita jalani, maka peristiwa yang tidak kita inginkan tidak akan menjadi sumber ketakutan. Kekuatan rohani kita mampu menciptakan keberanian untuk menghadapi semua peristiwa hidup dengan sabar dan tenang. Kita tidak akan menghindari tantangan apa pun, tetapi kita akan menguatkan optimisme dan keberanian untuk memanfaatkan tantangan bagi pertumbuhan hidup kita.

Jangan menyebarkan rasa takut kepada orang lain. Kendalikan diri dan selalu berpikir positif agar tidak menjadi pribadi yang suka menyebarkan rasa takut ke dalam kehidupan sosial. Kita harus sadar bahwa kita tidak berdaya dan kita semua bukan sebuah kekuatan tanpa pertolongan dari Tuhan. Kadang manajemen ketakutan digunakan untuk menguasai orang lain. Perilaku atau ucapan yang menciptakan rasa takut sangat merugikan pertumbuhan dan kemajuan dari sebuah masyarakat. Jika kita ingin membangun masyarakat yang sejahtera dan bahagia, maka jangan pernah menggunakan manajemen ketakutan untuk membuat orang-orang takut pada hal-hal tertentu. Ketakutan yang berlebihan membuat orang-orang kehilangan keberanian untuk melakukan sesuatu. Ketakutan yang berlebihan membuat orang-orang produktif menjadi malas dan tidak produktif. Aturan dan kebijakan yang mengancam kehidupan produktif akan menciptakan masyarakat yang rendah kinerja atau minim prestasi.

Untuk mengundang MOTIVATOR hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

TIDAK SEORANG PUN TAHU AKAN JADI APA MASA DEPANNYA

“Fase kehidupan yang paling sulit dan paling gelap bukanlah tanda kegagalan, tetapi tanda bahwa Anda harus menjadi lebih hebat untuk menghadapi realitas yang menantang hidup Anda.”~Djajendra

Kehidupan adalah perjalanan menuju tujuan melalui ketidakpastian dan ketidaktahuan. Banyak situasi dan peristiwa yang tidak diduga atau tak disangka harus dilalui. Keyakinan dan pemikiran dengan pengetahuan dan pengalaman yang hebat belum tentu memberikan kepastian dalam perjalanan hidup. Tidak seorang pun tahu akan jadi apa masa depannya. Seperti apa kehidupannya setelah momen ini. Tidak seorang pun mampu memprediksi tentang hari esoknya. Hidup adalah sebuah misteri yang menciptakan tantangan agar kita tumbuh dan berkembang.

Peristiwa yang disukai dan yang tidak disukai pasti dilalui oleh siapa pun. Tidak ada jalan mulus bagi siapa pun. Setiap orang harus siap melewati ujian di setiap titik kehidupan. Di mana pun seseorang berada, maka kesenangan dan kesulitan pasti menjadi bagian dari kehidupannya. Orang-orang yang menerima hidup dengan rasa syukur dan terima kasih selalu menjadi lebih kuat dalam menjalani masa sulit. Sebaliknya, orang-orang yang rendah rasa syukur selalu menjadi lemah dan tak berdaya saat berhadapan dengan masa sulit.

Orang bijak mengatakan, “ ketika senang lihatlah ke atas, ketika sulit lihatlah ke bawah.” Di atas langit masih ada langit, di bawah bumi masih ada bumi yang lebih dalam. Jadi, jangan bersedih dan mengeluh ketika berhadapan dengan kesulitan, jangan terlalu berbangga diri ketika kesuksesan dan keberlimpahan hadir dalam hidup. Sikapi semua situasi dengan rendah hati dan belajar darinya untuk menjadikan diri tumbuh ke arah yang lebih baik lagi.

Setiap orang bisa kapan pun berada di titik kehidupan terendah, seolah-olah dirinya menjadi lemah tak berdaya untuk menatap kenyataan.  Pada titik terendah ini, jika disikapi dan dijalani dengan optimis, maka akan muncul kekuatan untuk bangkit dan tumbuh lebih hebat lagi. Semua prestasi dan keberhasilan selalu melewati titik terendah kehidupan. Jadi, saat berada di titik terendah kehidupan, janganlah merasa sudah gagal dan berhenti berjuang. Jadikan titik terendah sebagai perjalanan kebangkitan melalui perubahan. Tumbuhkan keyakinan di dalam diri bahwa Anda dapat keluar dari situasi buruk tersebut, dan mampu melakukan hal-hal yang tepat untuk tampil kembali ke atas.

Fase kehidupan yang paling sulit dan paling gelap bukanlah tanda kegagalan, tetapi tanda bahwa Anda harus menjadi lebih hebat untuk menghadapi realitas yang menantang hidup Anda. Fokuskan diri Anda untuk dikuatkan dengan energi positif. Mulailah dengan penerimaan terhadap kenyataan dan berdoalah mencari dukungan dari Tuhan. Tuhan selalu setia membantu kita yang sangat membutuhkan bantuannya. Jadi, berdoalah dan berdoalah sambil bekerja keras dengan strategi yang tepat.

Di masa sulit, jangan membiarkan kecemasan meningkat dan harapan berkurang. Fokuskan diri dalam doa dan kerja keras untuk membangun ketenangan dan kepercayaan diri. Miliki harapan dan cintai semua proses yang harus dilalui. Sembuhkan diri dari perasaan tak berdaya. Kuatkan mental dan fisik untuk melakukan pekerjaan yang diperlukan dengan antusias. Yakinkan diri sendiri bahwa fase terburuk dalam kehidupan adalah sekolah terbaik untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

Untuk seminar/pelatihan hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

MENERIMA KESALAHAN DAN MENGAKUINYA DENGAN RENDAH HATI

“Kehidupan kita akan semakin memburuk ketika kita merasa tinggi hati untuk mengakui kesalahan.”~Djajendra

Tidak ada seorang pun yang tidak membuat kesalahan. Semua orang membuat kesalahan. Kesalahan adalah bagian dari perjalanan hidup setiap orang. Kesalahan menunjukkan bahwa manusia memiliki sifat tidak sempurna, sehingga setiap saat harus sadar diri untuk memperbaiki kesalahan yang dibuat. Kemampuan untuk mengakui kesalahan akan membuka ruang kreatifitas di dalam diri, sehingga dengan energi kreatif kita bisa menemukan solusi yang tepat untuk memperbaiki kesalahan. Menyembunyikan kesalahan hanya menjadikan diri sendiri tidak jujur kepada dirinya, sehingga hidupnya penuh prasangka di dalam ketidakdamaian jiwa.

Kesempurnaan hanya milik Tuhan, bukan milik manusia. Jadi, sangatlah merugikan diri sendiri bila terlalu ngotot dengan kebenaran diri sendiri. Kemampuan dan kesadaran untuk melihat kesalahan yang kita buat dengan jujur akan membuat hidup kita lebih baik. Kecerdasan dan integritas untuk memperbaiki kesalahan akan membuat kita semakin kuat dan tangguh dalam menghadapi proses hidup. Jangan takut mengakui kesalahan. Jangan putusasa dan sedih dengan kesalahan yang sudah dibuat. Terimalah kesalahan itu dan perbaiki agar kegembiraan tetap ada di dalam kehidupan. Jangan membiarkan pikiran negatif dan ego menjadi sangat kuat untuk tidak mengakui kesalahan.

Kehidupan akan semakin memburuk ketika kita merasa tinggi hati untuk mengakui kesalahan. Mungkin saja kesalahan yang kita buat luput dari hukuman negara, luput dari hukuman Tuhan, tetapi tidak akan pernah luput dari hukuman diri kita sendiri. Jadi, ketika semua hal tidak memberikan hukuman atas ketidakjujuran kita atas kesalahan yang kita buat, maka diri kita sendirilah yang akan memberikan hukuman terhadap ketidakjujuran kita tersebut. Pada akhirnya, semua kesalahan yang tidak kita akui dan tidak kita perbaiki akan menjadi sumber penderitaan bagi hidup kita. Sumber penderitaan itu akan muncul dari dalam diri sendiri untuk mengganggu keseimbangan pikiran, emosi, fisik, mental, dan jiwa. Jadi, daripada setiap saat mengalami depresi atau stres, lebih baik hidup dengan mengakui kesalahan dan menerima kesalahan untuk kebahagiaan hidup diri sendiri.

Mengakui kesalahan seperti membersihkan diri sendiri dari berbagai kotoran. Niat baik dan sikap yang penuh integritas akan menyelamatkan reputasi diri sendiri. Kepribadian dengan sikap yang selalu fokus untuk memperbaiki kesalahan akan bergerak menuju transformasi kehidupan terbaik. Perilaku yang mengakui kesalahan menjadikan proses hidup tanpa penyesalan dan tidak akan mencoba untuk menutupi kesalahan. Sebab, semua perilaku menutupi kesalahan hanya seperti menyimpan sakit di dalam diri sendiri.

Kita harus menjadi diri sendiri yang jujur terhadap semua niat dan tindakan. Bila sudah ada niat untuk tidak jujur, maka kesalahan pasti dibuat. Hal ini berakibat pada hidup kita yang selalu mengulangi kembali kesalahan demi kesalahan. Jelas, saat kita terus-menerus mengulangi kesalahan melalui niat dan perbuatan, maka kita tidak akan membuat perubahan apa pun untuk meningkatkan kebahagiaan dan kedamaian hidup kita. Dan, bila niat untuk melakukan hal-hal curang sudah menjadi bagian dari karakter diri, maka sampai tua pun kita akan menjadi pelaku curang yang tidak pernah bertransformasi untuk menikmati kedamaian jiwa. Intinya, bila kita selalu memiliki niat untuk berbuat curang, maka hal ini sama saja seperti kita sedang menjalani hidup membohongi diri sendiri dengan membenarkan perbuatan salah kita.

Pada dasarnya, setiap orang adalah orang baik. Namun, niat tidak baik menjadikan diri kita sering berbuat kesalahan, sehingga kita menjadi orang yang tidak baik. Kesalahan adalah jalan hidup yang tidak tepat. Jika kita tetap ngotot berjalan di jalan yang tidak tepat, maka kita akan menjalani hidup yang tidak kita ketahui, sehingga mudah jatuh ke lubang penderitaan. Stres dan berbagai persoalan hidup akan muncul saat kita tetap terbiasa di jalan hidup yang tidak tepat.

Menerima kesalahan dan mengakuinya dengan rendah hati adalah jalan untuk menikmati kehidupan yang damai dan bahagia. Semua kesalahan adalah milik kita sendiri, tidak perlu kita memaksa diri untuk berbagi kesalahan. Sikap kita yang masih menyalahkan orang lain atau mencoba berbagi kesalahan dengan orang lain, hanya akan membuat diri kita selalu mengulangi kesalahan yang sama. Memaafkan dan menerima kesalahan menjadikan kita lebih cerdas, sehingga tidak akan jatuh lagi ke dalam lubang kesalahan yang sama.

Hidup ini indah dan sangat berharga. Jangan disia-siakan di dalam kesalahan dan kecurangan. Niat yang baik dengan sikap rendah hati untuk selalu belajar dari kesalahan dan kekurangan menjadikan kita berguna bagi hidup yang indah ini. Sifat dan perilaku kita yang selalu belajar dari kesalahan dan berusaha untuk tidak mengulangi kesalahan menjadikan kita tumbuh dan berkembang. Kesalahan yang dilakukan dengan ketidaktahuan adalah pelajaran yang harus segera diperbaiki untuk kebaikan diri sendiri.

Untuk seminar/pelatihan hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com