Archive for the ‘artikel manajemen SDM’ Category
“Manajemen Yang Cerdas Tidak Hanya Akan Fokus Pada Hasil Yang Ingin Dicapai, Tapi Juga Akan Fokus Kepada Kualitas Dari Orang-Orang Yang Terlibat Dalam Pencapaian Hasil Tersebut.” – Djajendra
Sering sekali manajemen hanya akan fokus kepada hasil akhir dari kinerja yang ingin dicapai, tanpa mau memperhatikan kekuatan daya tahan mental dan mind set dari para karyawan yang diberi target tersebut. Padahal, kepuasan kerja dari para karyawan harus menjadi prioritas penting dalam mewujudkan kualitas kerja terbaik, sebab, saat karyawan merasa terlindungi dan diperhatikan oleh perusahaan, maka si karyawan akan bekerja dengan sepenuh hati untuk memberikan kualitas kerja terbaik kepada perusahaan.
Manajemen yang baik tidak hanya akan fokus kepada target dan hasil akhir, tapi juga akan fokus kepada pengembangan kualitas kompetensi dan daya tahan karyawan dalam menghadapi setiap tantangan pekerjaan.
Secara visi, perusahaan akan merencanakan target-target besar yang harus dicapai oleh manajemen. Dan oleh manajemen, target-target besar tersebut akan dirinci dalam bentuk yang lebih kecil dan lebih terfokus untuk dikerjakan oleh masing-masing unit kerja dan individu.
Dalam semua proses ini, perusahaan dan manajemen hanya akan fokus kepada hasil akhir melalui instrumen target. Dan, sangat langka bahwa perusahaan dan manajemen mau memperhatikan secara terfokus kepada daya tahan dan kemampuan unit kerja atau individu dalam meraih keberhasilan atas setiap target. Hal ini akan menghasilkan persaingan tidak sehat diantara karyawan di dalam perusahaan, yang membuat setiap orang di perusahaan lupa bahwa mereka merupakan bagian dari sistem organisasi perusahaan yang kompleks dan lebih besar. Untuk menghindari persaingan tidak sehat di dalam perusahaan, manajemen wajib membangun mind set positif dari para karyawan, agar para karyawan selalu disiplin diri untuk fokus dalam mengerjakan fungsi dan peran kerjanya dengan kualitas kerja individu yang profesional dan beretika. Semua ini harus diarahkan untuk tujuan membangun kekuatan manajemen yang solid dalam sebuah kesadaran tanggung jawab besar buat kepentingan perusahaan secara total di setiap situasi dan kondisi.
Jika manajemen dan perusahaan membiarkan orang-orangnya terlibat dalam perdebatan dan persaingan tidak sehat demi sebuah target bisnis, maka yang unggul adalah kepentingan ego dari masing-masing individu dan unit kerja di perusahaan. Kekuatan ego akan mengurangi sikap rendah hati dan sikap saling membantu di dalam perusahaan, yang ada hanyalah kompetisi siapa menang, siapa kalah. Kondisi ini pada akhirnya hanya akan memperlemah kerja sama antar unit kerja dan antar individu di perusahaan, termasuk akan perginya orang-orang terbaik ke perusahaan lain.
Sikap rendah hati dari perusahaan, manajemen, dan karyawan, yang dilandasi oleh keterampilan yang hebat dengan daya juang yang tinggi, adalah sikap yang akan memperkuat fondasi perusahaan untuk menjalankan visinya secara profesional.
Setiap orang diperusahaan harus dilatih secara terus-menerus untuk meningkatkan kualitas diri, agar para individu mampu melihat organisasi dan bisnis perusahaan sebagai kepentingan diri si individu, untuk kemudian memfokuskan semua keterampilan dan potensi diri buat mengerjakan semua tujuan jangka pendek sampai dengan semua tujuan jangka panjang perusahaan dengan prestasi terbaik.
Manajemen harus selalu berorientasi kepada keberhasilan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang, dengan cara memfokuskan semua karyawan untuk mempersiapkan diri, dengan kualitas kompetensi dan daya tahan mental dalam upaya mencapai target-target di setiap jangka waktu tersebut.
Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com
“Di Saat Nilai-Nilai Terbaik Dijalankan Dengan Kebiasaan Kerja Yang Buruk, Maka Hasil Akhir Tidak Akan Mencapai Hal-Hal Berkualitas.” – Djajendra
Setiap perusahaan selalu berusaha menanamkan nilai-nilai terbaik untuk menghasilkan kualitas kerja terbaik. Sayangnya, manusia adalah pribadi yang selalu tidak luput dari perilaku negatif yang berpotensi merusak nilai-nilai terbaik perusahaan.
Dua hari yang lalu, saya diundang oleh sebuah perusahaan properti untuk memberikan pencerahan tentang cara menghapus perilaku buruk di tempat kerja. Pencerahan diberikan kepada karyawan dan pimpinan di unit kerja back office. Perusahaan tersebut telah memiliki core values (nilai-nilai inti) untuk membangun budaya kerja yang baik, tapi mereka merasa masih ada perilaku-perilaku negatif yang merusak nilai-nilai inti perusahaan tersebut.
Di saat nilai-nilai terbaik perusahaan dijalankan dengan kebiasaan kerja yang buruk, maka hasil akhir perusahaan tidak akan mencapai hal-hal berkualitas. Termasuk, tidak akan mencapai kinerja yang maksimal. Oleh karena itu, implementasi nilai-nilai berkualitas harus diikuti dengan membangun kesadaran diri terdalam setiap individu untuk melebur dan menyatu ke dalam nilai-nilai berkualitas tersebut.
Mengubah perilaku negatif sesungguhnya tidak sulit. Diperlukan niat, tekad, antusias, latihan terus-menerus dan kerja keras untuk mengubah perilaku negatif menjadi perilaku positif. Latihan dan kerja keras secara terus – menerus diperlukan agar kebiasaan buruk tidak kembali menguasai lingkungan kerja. Sebab, bila tidak dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati dijalankan, kemungkinan perilaku baik hanya menjadi perilaku sesaat, dan perilaku negatif akan kembali menguasai mind set individu dan lingkungan kerja.
Mengubah perilaku buruk ditempat kerja berarti harus segera menghentikan perilaku negatif di semua aspek dan fungsi kerja. Untuk itu, setiap orang di tempat kerja harus memiliki alasan yang tepat untuk tidak membiarkan perilaku negatif itu berkembang di tempat kerja. Setiap orang di tempat kerja harus menikmati semua perilaku positif dan kebiasaan-kebiasaan kerja berdasarkan nilai-nilai terbaik dengan sepenuh hati. Setiap orang ditempat kerja harus berkontribusi untuk saling menghargai satu sama lain, dan membantu perusahaan untuk mempertahankan nilai-nilai terbaik secara konsisten.
Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com
“Perkembangan Teknologi Di Kantor Mengharuskan Karyawan Untuk Menghilangkan Kepentingan Pribadi Di Kantor, Dan Meningkatkan Pelayanan Berkualitas Kepada Perusahaan Dan Stakeholders.” – Djajendra
Sekarang ini semakin banyak perusahaan yang memiliki kebijakan untuk memantau aktivitas kerja karyawan mereka secara elektronik. Kemajuan teknologi membuat setiap orang dapat dipantau dari jarak jauh. Dengan sistem kerja yang terintegrasi semua orang yang berwenang di kantor dapat memonitor tentang apa yang dilakukan oleh bawahannya. Voice mail, email, internet dari setiap karyawan di kantor masuk ke dalam sistem yang dapat dipantau oleh atasan. Artinya, para atasan memiliki hak untuk membaca email karyawannya, mendengarkan voice mail karyawannya, dan mencek pemakaian atau pemanfaatan internet karyawannya di kantor.
Sisi positif dari pemantauan aktif terhadap karyawan oleh sistem di perusahaan adalah menciptakan disiplin terhadap etos kerja, sedangkan sisi negatifnya adalah para karyawan merasa tidak bebas dan takut dinilai buruk. Akibatnya, tingkat stres dapat meningkat tajam di lingkungan tempat kerja.
Pemantauan aktif terhadap karyawan umumnya dilakukan untuk tujuan menjalankan konsep good governance dengan benar. Di sini, pemantauan terfokus kepada pelaksanaan etika bisnis dan etika kerja.Sebab, kedua hal tersebut dianggap memiliki tingkat risiko penyimpangan yang cukup tinggi, sehingga harus dibuat sebuah sistem kerja yang terintegrasi dalam konsep pengawasan yang terbuka.
Melalui sistem pemantauan ini diharapkan karyawan menjadi lebih patuh pada etika bisnis; karyawan lebih patuh pada kewajiban kerja; kinerja karyawan dapat dipantau secara terbuka dan adil; produktivitas karyawan dapat diukur secara adil dan terbuka; dan dapat menjaga keamanan informasi perusahaan dari penyalahgunaan.
Kebijakan perusahaan untuk memantau karyawan harus dilakukan secara transparan dan bertanggung jawab. Hak-hak pribadi karyawan harus dijaga dan dihormati. Karyawan juga harus tahu bahwa mereka sedang dimonitor secara elektronik. Karyawan juga harus tahu hal apa dari perilaku mereka yang sedang dipantau dan untuk apa. Karyawan juga harus tahu apa yang dapat diterima dari perilaku mereka dan apa yang tidak dapat diterima oleh pimpinan dari perilaku mereka.
Pimpinan wajib memberikan pencerahan dan motivasi kepada setiap karyawan tentang manfaat positif dari kebijakan perusahaan untuk memantau perilaku kerja karyawan.
Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com
“Profesional Artinya Bekerja, Berpikir, Bertindak, Dan Bersikap Untuk Melayani Pekerjaan Dan Tanggung Jawab Dengan Berkualitas.” – Djajendra
Apakah Anda merasa pantas untuk dikatakan sebagai profesional dibidang pekerjaan Anda? Apakah Anda telah memiliki kemampuan dasar seorang profesional? Untuk menjawab pertanyaan di atas Anda harus memastikan bahwa Anda telah menjalankan hal-hal berikut dengan sempurna:
- Seorang profesional sejati bekerja dengan cara menetapan tujuan yang jelas dan tepat sasaran.
- Seorang profesional sejati memiliki harga diri dan kehormatan diri dalam menjawab tantangan.
- Seorang profesional sejati bekerja dan bertindak berdasarkan etika dari semua aspek pekerjaan.
- Seorang profesional sejati mempelajari bahasa bisnis dan bahasa kepentingan dengan sempurna.
- Seorang profesional sejati selalu bekerja dan bertindak dengan menghormati keragaman.
- Seorang profesional sejati hidup dan bekerja dalam integritas diri yang sempurna.
- Seorang profesional sejati bekerja tekun dalam disiplin diri yang tinggi untuk menyelesaikan semua tugas dan tanggung jawab.
- Seorang profesional sejati adalah seorang pekerja kerja tim yang sempurna.
- Seorang profesional sejati adalah pribadi yang akrab dengan manajemen waktu.
- Seorang profesional sejati adalah seorang yang ahli dalam pemecahan masalah.
- Seorang profesional sejati memiliki keterampilan dan pengetahuan yang unik dan rinci tentang ruang lingkup pekerjaan.
- Seorang profesional sejati akrab dengan perubahan, dan memiliki kemampuan untuk menangani perubahan dan melanjutkan pembaharuan.
- Seorang profesional sejati tidak akan takut untuk berada dalam kesulitan, dia akan bertindak tegas mengatasi kesulitan apapun.
- Seorang profesional sejati memiliki kemampuan untuk mengubah dengan menumbuhkan keterampilan dan kemauan untuk beradaptasi.
- Seorang profesional sejati akan mengakui semua kebutuhan stakeholders, dan bekerja dengan solusi yang tepat buat stakeholders.
- Seorang profesional sejati selalu mempersiapkan diri untuk memenuhi kebutuhan pasar dan kehidupan.
Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

“Produktivitas Yang Tinggi Dengan Kualitas Dan Standar Kerja Yang Tinggi Akan Memberikan Jaminan Kualitas Untuk Visi Berkelanjutan Organisasi.” – Djajendra
Kompetensi di tempat kerja sering diartikan sebagai kemampuan untuk melakukan tugas dan tanggung jawab dengan berkualitas. Kompetensi diperlukan untuk meningkatkan kinerja organisasi menjadi lebih cemerlang. Kompetensi dengan kinerja yang cemerlang akan memperlihatkan produktivitas individu yang cemerlang.
Memodel kompetensi individu berarti harus memiliki keterampilan dan pengetahuan dasar yang kuat dibidang pekerjaan yang digeluti. Keterampilan dan pengetahuan dasar ini harus diisi dengan roh dari budaya organisasi. Kompetensi individu adalah fondasi individu untuk dapat berkontribusi secara maksimal buat keberhasilan organisasi. Ukuran dari kompetensi individu adalah produktivitas. Produktivitas yang tinggi dengan kualitas dan standar kerja yang tinggi akan memberikan jaminan kualitas untuk visi berkelanjutan organisasi.
Kompetensi setiap individu harus ditumbuhkan dengan cara memberikan pelatihan, pencerahan, dan motivasi secara rutin dan konsisten untuk mendorong kualitas individu dalam menghasilkan kinerja yang maksimal.
Setiap individu di organisasi perlu tahu bagaimana kinerja masa lalu mereka dilihat, dinilai, dan dihargai oleh manajemen. Lalu, apa yang harus mereka siapkan untuk memberikan yang terbaik buat masa depan organisasi.
Kompetensi karyawan pada akhirnya berujung pada penilaian kinerja. Di sini, diperlukan para pemimpin yang berintegritas dalam memberikan penilaian atas kompetensi individu secara profesional, mandiri, dan bertanggung jawab. Jika manajemen dan pemimpin organisasi ingin serius meningkatkan produktivitas kerja, maka mereka perlu menerapkan konsep penilaian kinerja yang terbuka, adil, bertanggung jawab, yang memotivasi, yang menumbuhkan karir, dan yang mengefektifkan proses kerja.
Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

“Kepemimpinan Yang Baik Adalah Memperlihatkan Cara Kerja Orang-Orang Yang Unggul Kepada Orang-Orang Yang Tidak Menonjol.” – John Rockefeller (1839-1937)
Pelayanan adalah sebuah kata yang bermakna luar biasa. Pelayanan adalah sebuah sikap yang akan mengantar Anda ke puncak sukses kehidupan Anda. Pelayanan adalah sebuah perilaku yang pasti menciptakan kebahagiaan di hati semua orang. Pelayanan Anda kepada kehidupan adalah langkah awal Anda untuk memulai perjalanan panjang Anda menuju puncak kehidupan tertinggi Anda.
Hari minggu kemarin, tanggal 30 Mei 2010, seorang klien dan juga teman lama saya menelpon saya, dan meminta tolong untuk direview materi presentasi yang harus dia sampaikan pada hari Senin, tanggal 31 Mei 2010, dihadapan manajemen di Medan.
“Baik Bos, tapi sekarang saya sedang di jalan menuju hotel,” jawab saya
“Bapak lagi dimana sekarang?” Tanya dia, “saya sekarang sedang berada di kota Solo.” Jawab saya , “maaf pak … maaf pak, saya sudah mengganggu hari minggu bapak.” Kata dia
Saya senang dengan permintaan tolong klien saya ini, buat saya semua hari adalah hari untuk menemukan sesuatu yang baru, dan klien saya ini mengirimkan persepsi dia dalam bentuk materi presentasi, jelas hal ini sangat berguna buat saya.
Sesampai di hotel, saya langsung menghidupkan internet di notebook saya, dan segera membuka email untuk mempelajari apa yang dikirimkan oleh klien saya, dan juga teman baik saya.
Setelah melihat slide show yang berjumlah 20 slide, saya berkata dalam hati “Luar Biasa”. Sungguh luar biasa, klien saya ini bukan seorang trainer, dia seorang eksekutif puncak di perusahaannya di bidang cpo kelapa sawit, tapi dia bisa menyusun materi presentasi dengan struktur yang sangat saya kagumi. Judul presentasinya adalah Menemukan Puzzle Pelayanan. Presentasi ini dibuat untuk membangkitkan motivasi dan keyakinan di internal perusahaan untuk melayani perusahaan secara proaktif. Materi disusun dengan kata-kata penuh rayuan yang sangat mesugesti perasaan dan pikiran. Saya sangat percaya bahwa materi puzzle pelayanan yang sangat holistic ini akan mampu melengkapi semua misteri pelayanan di internal perusahaan. Biasanya kebanyakan perusahaan terlalu fokus untuk melayani pelanggan pembeli untuk mengejar target penjualan, dan selalu melupakan untuk melayani pelanggan yang bekerja di internal perusahaan, yaitu karyawan.
Kegeniusan dan keluarbiasaan para trainer di internal perusahaan adalah sebuah hal yang telah lama saya pahami. Tetapi, klien dan teman saya ini adalah sosok pembelajar yang memiliki ide-ide yang diterangi oleh semangat, antusiasme, dan keyakinan untuk menciptakan sustainable pelayanan di internal perusahaannya secara sangat mendasar. Solusi yang dia berikan melalui materi presentasi tersebut sangat optimal, dan saya sangat yakin, bila para karyawan cerdas menangkap pesan-pesan dari Puzzle Pelayanan, maka mereka pasti dapat bertahan dan bekerja sama dengan manajemen secara elegan dan berkinerja.

“Pihak Manajemen Harus Memiliki Kepedulian Dan Perhatian Penuh Pada Emosi, Komunikasi, Dan Kesehatan Karyawan.” – Djajendra
Manajemen yang efektif selalu akan bekerja dengan berbagai cara untuk menjadikan potensi sumber daya manusianya menjadi super produktif dalam menyelesaikan pekerjaan. Tentu saja super produktif yang berkualitas baik dan yang menjawab semua tantangan organisasi, pasar, dan masa depan.
Persoalannya, ada tiga hal yang sangat sulit untuk dikendalikan oleh manajemen, sehingga upaya untuk menjadikan sumber daya manusia menjadi super produktif selalu gagal.
Ketiga hal tersebut adalah emosi individu, komunikasi dilingkungan tempat kerja, dan kesehatan individu. Ya, emosi, komunikasi, dan kesehatan sangat mempengaruhi kualitas pekerjaan. Ini bukan saja tantangan buat perusahaan, tapi juga tantangan buat setiap individu.
Bila emosi, komunikasi, dan kesehatan terganggu maka sistem, etika, prosedur, rencana, dan kebijakan akan terlihat tak berguna. Di sinilah diperlukan konsentrasi kepemimpinan atau manajemen untuk memberikan inspirasi, pencerahan, dan motivasi pada semua pihak di dalam perusahaan.
Di saat karyawan sedang dalam kondisi marah, sedih, bosan, frustrasi, depresi atau patah hati. Pimpinan dan manajemen harus turun tangan untuk mendinginkan semua emosional negatif tersebut, dan mengarahkan karyawan kepada emosional positif dan etos kerja.
Di saat karyawan sedang menderita tekanan dan mengakibatkan sakit. Pimpinan dan manajemen harus turun tangan dengan perhatian dan kepedulian, agar perasaan tertekan dan sakit si karyawan bisa cepat sembuh.
Fungsi dan peran kepemimpinan dan manajemen menjadi sangat penting untuk merawat emosi, komunikasi, dan kesehatan karyawan. Agar karyawan bisa tetap menjadi produktif untuk menghasilkan kualitas dan hasil kerja terbaik.
Di samping itu, pihak manajemen juga harus selalu memberikan pencerahan, motivasi, dan tips buat karyawan dalam menjaga emosi, komunikasi, dan kesehatan. Perhatian dan kepedulian pihak manajemen dalam meningkatkan kualitas individu karyawan akan menjadikan karyawan lebih produktif dan berkualitas.

“Kecerdasan Manajemen Untuk Mengintegrasikan Strategi Perusahaan Ke Mind Set Dan Perilaku Kerja Karyawan Akan Membuat Perusahaan Lebih Kuat.” – Djajendra
Sering saya ditanya oleh pimpinan HRD tentang cara membuat karyawan agar selalu bersemangat untuk menghasilkan kinerja terbaik. Biasanya saya akan balik bertanya lagi sebelum memberikan jawaban. Pertanyaan saya sederhana, apakah perusahaan telah mengintegrasikan strategi perusahaan kepada etos kerja dan mind set karyawan? Bila manajemen sudah mengintegrasikan strategi perusahaan ke dalam etos kerja dan emosional karyawan, maka hal ini akan membantu karyawan untuk menempatkan diri pada posisi yang tepat, untuk mengejar sasaran dan target perusahaan dengan optimal. Artinya, kehebatan kerja seorang karyawan sangat ditentukan oleh kecerdasan manajemen untuk mengintegrasikan strategi perusahaan ke mind set dan perilaku kerja karyawan.
Setelah mengintegrasikan strategi perusahaan ke dalam etos kerja, mind set, dan emosional karyawan, perusahaan harus mempengaruhi motivasi kerja karyawan dengan penghargaan, agar sikap dan perilaku karyawan mau mendukung strategi perusahaan.
Penghargaan kepada karyawan dalam bentuk pujian, hadiah, gaji yang menarik, dan lain sebagainya akan mempersambungkan semangat karyawan kepada strategi perusahaan, dan kemudian bekerja secara total buat mewujudkan strategi perusahaan menjadi nyata.
Komunikasi yang bersifat mencerahkan dan memotivasi adalah cara untuk memperkuat loyalitas dan dedikasi karyawan terhadap strategi perusahaan.
Perusahaan harus memperlakukan karyawan sebagai aset terpenting di antara semua aset yang ada di perusahaan. Sebab, mind set perusahaan yang menganggap karyawan sebagai aset terpenting akan menciptakan pendekatan yang menambahkan nilai positif kepada semua aktivitas produktif perusahaan.
Imbalan yang menarik dan penghargaan yang tulus akan menarik motivasi karyawan untuk mengabdi secara total kepada perusahaan. Dan hal ini akan membantu perusahaan untuk menarik orang-orang terbaik untuk bergabung dengan perusahaan; mempertahankan orang-orang terbaik untuk tidak kabur dari perusahaan; dan mampu menjadi alat untuk memotivasi karyawan buat kinerja, reputasi, dan prestasi terbaik.

“Yang Sepele Menghasilkan Kesempurnaan, Dan Kesempurnaan Bukan Hal Sepele.” – Michelangelo
Pekerja cerdas bekerja dengan menggunakan visi, rencana, etika, pikiran positif, perasaan positif, dan intelektualitas. Pekerja cerdas akan menyiapkan dirinya dengan kualitas yang luar biasa, dan siap untuk memberikan hal-hal terbaik kepada orang lain melalui integritas diri yang tinggi, serta bekerja keras untuk bisa mendapatkan kontribusi maksimal dari orang lain. Termasuk, selalu siap berhadapan dengan risiko, dan mau berkorban untuk meraih hal-hal terbaik untuk kepentingan stakeholders.
Berikut ciri pekerja cerdas:
- Berkemampuan untuk menemukan solusi terbaik buat setiap tantangan dan persoalan.
- Tidak pernah bertindak tanpa rencana, visi, dan sistem yang kuat.
- Tidak takut gagal, sebab dia percaya bahwa kegagalan merupakan awal untuk menuju sukses yang lebih hebat.
- Tekun bekerja keras dengan semangat pantang menyerah untuk menghasilkan yang terbaik.
- Tekun mengembangkan diri dengan berbagai pengetahuan dan keterampilan baru.
- Selalu belajar dari pengalaman hidup orang-orang di sekitar dirinya
- Selalu belajar dari pengalaman hidupnya.
- Memiliki intuisi yang kuat untuk memahami persoalan.

“Pekerjaan Kita Bukanlah Hidup Kita, Tapi Hanya Sebuah Permainan Kita Saat Ini. Kita Mempunyai Pilihan Hidup.”-Joshu Halberstam
Saat Anda dan teman-teman Anda di kantor kehilangan semangat dan gairah kerja, dan saat Bos di kantor sudah mulai suka marah – marah. Itu artinya Anda, Bos, dan teman-teman Anda di kantor butuh bersantai sejenak bersama aktivitas yang menyegarkan jiwa, raga, dan pikiran. Oleh karena itu, saatnya kantor Anda mengadakan outbound/outing ke daerah pegunungan yang dingin dan sejuk. Pilih lokasi outbound/outing yang alamnya indah, asri dan bersahabat. Rancang program outbound/outing yang ringan, santai, dan menyenangkan. Undang seorang motivator terbaik untuk memberikan penyegaran dan pencerahan melalui kata-kata yang menyejukkan perasaan dan pikiran. Biarkan si motivator berbicara untuk menguatkan mental pribadi dan kerja tim di kantor. Waktu untuk si motivator jangan lebih dari delapan jam. Sebab, Anda bersama bos dan teman-teman butuh lebih banyak waktu, untuk acara bersama – sama yang saling menguatkan semangat untuk hari esok yang lebih kompak di kantor. Pastikan semua program atau acara bersifat ringan, fleksible, menyenangkan, dan menguatkan semangat dan hubungan kerja di antara Anda, bos dan teman – teman. Libatkan semua orang di kantor untuk aktif berpartisipasi dalam semua program yang Anda buat di acara outbound/outing ini. Jangan ada permainan atau pun program yang bersifat menyiksa pikiran, jiwa dan raga dengan keras, semua program harus bersifat ringan dan cendrung ke arah referesing dan menghibur. Outbound/outing ini lebih di arahkan untuk penyegaran pikiran, jiwa, dan raga dari rasa bosan dan jenuh di tempat kerja. Ajak semua orang untuk berpikir dan bertindak santai dalam setiap acara. Jangan terlalu serius, apalagi bersifat mendoktrin. Jadikan acara santai ini untuk saling mengisi buat menguatkan kerja tim di kantor Anda.
Berikut tips untuk membuat program outbound/outing yang ringan dengan tema menguatkan kerja tim di kantor lewat outbond/outing:
1.Nyalakan api motivasi untuk saling mendukung, saling mempercayai, dan tidak menggampangkan orang lain.(Pelaksanaan program ini sebaiknya diserahkan pada motivator Profesional)
2.Olah raga sambil mengenali dan menghormati kepribadian yang berbeda.(Lakukan secara bersama- sama dengan si bos dan teman-teman kerja)
3.Merenung bersama untuk saling berempati dalam membangun sinergi team.(Lakukan secara bersama-sama dengan si bos dan teman-teman kerja. Usahakan setiap orang menyalakan sebuah lilin kecil dan nyala api lilin tetap harus terjaga sepanjang proses perenungan)
4.Referesing sambil mengkomunikasikan visi individu dengan visi team kerja.(Lakukan secara bersama-sama dengan si bos dan teman-teman kerja. Pastikan program referesingnya benar-benar bersifat fun dan leisurely, jangan ada pertengkaran dan salah paham di sepanjang proses referesing ini. Anda, si bos, dan teman-teman harus menyatu ke satu arah yang sama)
5. Buat permainan yang menciptakan rasa gembira dan rasa bersatu.(Lakukan secara bersama-sama dengan si bos dan teman-teman kerja. Pastikan permainannya sesuai dengan usia dan kematangan berpikir peserta, jangan berikan permainan anak-anak kepada orang dewasa yang pikirannya sudah matang)
6.Makan yang banyak dan sepuasnya, rasakan sensasi keasrian alam pegunungan, dan nikmati oksigen segar dari hutan-hutan kecil di sekitar lokasi outbound/outing perusahaan Anda.
7.Yakinkan diri Anda semua bahwa program outbound/outing ini memberikan kesegaran dan kedamaian pikiran. Pastikan juga bahwa Anda semua setelah acara ini mampu bekerja lebih profesional dan lebih berkinerja.
8.Lihatlah semua niat baik perusahaan mengadakan outbound/outing ini sebagai upaya meningkatkan kualitas profesionalisme Anda semua.