PERILAKU ORANG YANG CERDAS EMOSIONAL

“Kecerdasan emosional membuat kita sangat sadar untuk merasakan hal-hal baik di saat hal-hal tidak baik mengganggu kenyamanan hidup kita.”~Djajendra

Kecerdasan emosional merupakan kekuatan yang harus kita latih dan diasah terus-menerus untuk membantu kehidupan kita. Kecerdasan emosional itu seperti alat bantu kita untuk menghadapi berbagai persoalan mendasar yang bersumber dari diri sendiri dan orang lain. Alat bantu ini ada di dalam potensi kita dan kita harus betul-betul mengenal diri sendiri secara sempurna agar kita dapat menemukan potensi kecerdasan emosional di ke kedalaman diri sendiri. Manfaatkan kecerdasan emosional untuk mengendalikan stres, kemarahan, depresi, perasaan putus asa, ketakutan, kekhawatiran, dan semua hal-hal negatif yang merugikan hidup kita. Jadilah diri sendiri yang utuh dalam kepribadian positif untuk memudahkan diri kita menemukan potensi kecerdasan emosional di ke kedalaman diri sejati.

Dalam kehidupan yang serba cepat dengan perubahan yang tidak bisa dihindari, kita membutuhkan daya tahan mental dan emosional yang hebat. Seseorang yang cerdas emosional selalu tenang dan sabar saat menghadapi hubungan yang buruk dengan orang lain. Perilaku utama dari orang yang cerdas emosional adalah hebat dalam pengendalian diri, memahami situasi diri sendiri dan orang lain, melihat dan menguasai makna dari jenis-jenis emosi yang muncul dalam diri, dan mengevaluasi emosi diri sendiri bersama dengan emosi orang lain secara konsisten. Jadi, ini adalah tentang kemampuan kita untuk memiliki kontrol terhadap berbagai jenis emosi yang muncul di dalam diri oleh berbagai sebab dan akibat yang bersumber dari persepsi, keinginan, keyakinan, kebutuhan, orang lain, situasi, peristiwa, kejadian, dan konflik.

Kecerdasan emosional mendorong kita untuk tidak mengabaikan perasaan atau emosi orang lain. Empati dan kepedulian kita akan semakin menguat di dalam diri kita, sehingga kita mampu memperlihatkan perilaku baik dan sopan santun kepada orang-orang di sekitar kita. Kita selalu hebat dalam menjaga dan mengendalikan perasaan kita. Tidak mudah bagi kita untuk mengumbar perasaan dan emosi dalam sebuah momen. Kita tidak akan menyalahkan orang lain ketika kita mengalami hari yang tidak menyenangkan. Kita selalu terkendali dalam ketenangan, kesabaran, dan kebaikan untuk diri sendiri dan orang lain. Seburuk apa pun hari yang kita miliki, kita mampu mengendalikan emosi negatif kita ke tindakan yang lebih positif dan produktif. Kecerdasan emosional membuat kita sangat sadar untuk merasakan hal-hal baik di saat hal-hal tidak baik mengganggu kenyamanan hidup kita.

Kecerdasan emosional membuat kita mengenal dan memahami dampak yang dihasilkan oleh perasaan kita. Oleh karena itu, kesadaran kita yang tinggi mampu mengelola dan mengalihkan energi negatif dari perasaan-perasaan yang tidak menguntungkan hidup kita. Semua perasaan negatif difokuskan pada hal-hal positif, sehingga secara perlahan hal-hal positif tersebut mampu menghilangkan perasaan negatif kita. Jika kita membiarkan perasaan atau emosi buruk terus-menerus hidup di dalam pemikiran kita, maka hal ini dapat menciptakan masalah kesehatan yang sangat serius. Kita sadar bahwa tidak mungkin kita bebas seratus persen dari perasaan dan emosi negatif, tetapi kita memiliki kesadaran dan kemampuan untuk mengelola hal-hal buruk agar tidak menguasai hidup kita.

Kecerdasan emosional membuat kita memiliki perilaku yang tidak membiarkan perasaan, keyakinan, emosi, dan pemikiran orang lain mengendalikan hidup kita. Kita mampu menjadi diri sendiri yang unik dan terkelola melalui kesadaran diri sendiri. Walaupun kita mampu memahami berbagai jenis emosi dan dampaknya, tetapi kita memiliki pertahanan diri yang kuat untuk tidak membiarkan perasaan atau emosi buruk menyerang kedamaian hidup kita. Kesadaran kita untuk hidup bahagia dan damai membuat alam bawah sadar kita tidak akan membiarkan emosi negatif siapa pun yang merusak kedamaian dan kebahagiaan kita. Jadi, saat kecerdasan emosional menguat di dalam diri kita, saat itu kekuatan alam bawah sadar akan menjaga sikap positif dan membuat kita selalu hebat untuk mengatasi hal-hal buruk di sepanjang hidup.

Orang-orang yang cerdas emosional selalu hidup dalam kedamaian dan keindahan. Tidak akan terlibat dalam konflik yang tidak perlu. Cerdas memilih momen untuk menyelesaikan masalah. Ketika keadaan tidak menguntungkan, maka pilihan terbaik adalah menghindari ruang pertempuran. Ketenangan dan kesabaran selalu dipelihara saat menghadapi orang-orang yang suka melakukan provokasi. Ego dan kemarahan selalu dikendalikan saat menghadapi orang-orang yang berniat tidak baik. Kecerdasan emosional membuat kita menghadapi orang-orang negatif dengan interaksi yang lebih positif. Tidak ada kemarahan dan selalu menghindari konflik langsung.

Tidak suka membicarakan keburukan dan kekurangan orang lain. Tidak akan membuang-buang waktu untuk gosip. Kecerdasan emosional menyadarkan kita tentang ruginya hidup kita jika selalu membicarakan atau mendengarkan gosip. Semakin sering gosip tentang keburukan dan kekurangan orang lain, semakin banyak kita akan menyerap dan menyimpan energi negatif di alam bawah sadar kita. Akibatnya, kita sulit merasakan kedamaian dan kebahagiaan dalam hidup kita. Setiap saat energi negatif dari alam bawah sadar akan memaksa kita untuk berpikir tentang hal-hal buruk. Kondisi ini membuat kita sulit untuk memiliki percakapan yang lebih positif, kita selalu terpancing untuk berbicara tentang hal-hal negatif. Perasaan dan emosi negatif kita menjadi mudah tampil dan mengekspresikan kekuatannya dalam setiap interaksi dengan orang lain.

Orang-orang yang cerdas secara emosional sangat mandiri dalam pengambilan keputusan. Sangat percaya diri dan rendah hati. Sangat menguasai energi dari setiap emosi yang dihasilkan oleh dirinya, sehingga sejak dini sudah mampu memanfaatkan emosi untuk keberhasilan. Apa pun yang diperjuangkan akan selalu dikerjakan dengan totalitas untuk hasil terbaik. Kerja keras, disiplin, ketekunan, dan kemauan yang hebat selalu di motivasi oleh berbagai jenis emosi yang membuatnya konsisten dan berkomitmen tinggi untuk sukses.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

KEKACAUAN ADALAH UJIAN UNTUK KETENANGAN HIDUP

“Kekacauan dan ketidakpastian adalah bagian dari kehidupan yang harus kita hormati dengan sikap yang tenang, bijaksana, sabar, dan menjadikannya sebagai pelajaran untuk kebaikan hidup kita.”~Djajendra

Ketika situasi dan keadaan berantakan dan penuh kesulitan, maka menjadi tenang dan damai adalah kecerdasan. Kita harus kuat dan berdaya hebat di depan kekacauan yang membuat kita kehilangan cara untuk menemukan solusi. Kita tidak boleh kalah dan terjebak dalam situasi buruk yang memberikan kita hanya pilihan-pilihan buruk. Kekacauan dan kesulitan memberikan anugerah pada orang-orang bijak dan positif. Kekacauan tidak selamanya buruk bagi hidup kita. Persepsi kita menentukan apakah kekacauan yang kita hadapi sesuatu yang baik atau tidak baik bagi kita. Jika persepsi kita positif, maka kita mampu menemukan sesuatu yang baik dari kekacauan yang kita alami.

Jika semua hal dalam hidup kita berjalan mulus dan tanpa tantangan, maka rasa syukur kita mampu menghadirkan ketenangan dan kedamaian. Intinya, ketenangan memiliki nilai lebih di situasi yang penuh kekacauan daripada saat kita tidak memiliki tantangan dan kesulitan. Oleh karena itu, miliki kesadaran untuk belajar menjadi lebih tenang dan sabar saat keadaan tidak berjalan sesuai rencana. Kenali diri sendiri secara baik, miliki kebiasaan untuk santai saat keadaan sulit, tarik nafas dalam-dalam, fokus perhatian pada hal-hal positif. Terimalah keadaan kacau itu dengan kesadaran yang tinggi dan anggap saja hal tersebut sebagai pengalaman yang memperkaya diri sendiri.

Pikiran dan persepsi kita harus merasakan kekacauan sebagai peluang untuk belajar sesuatu yang bermanfaat bagi kemajuan kita. Jadi, ketika ada kekacauan, maka itulah waktu yang tepat untuk berlatih ketenangan. Jika kita tidak menjaga pikiran dan persepsi dalam energi positif, maka dalam sekejap, emosi dan hati kita akan terombang-ambing dalam kekacauan. Akibatnya, pikiran negatif dan ego yang gelisah muncul dengan kuat untuk menanggapi situasi kita yang tidak pasti dan penuh kekacauan. Jadi, menjadi tenang dan damai adalah persoalan persepsi dan daya tahan mental saat menghadapi kekacauan dan ketakutan. Jika pikiran dan persepsi positif, daya tahan mental yang luar biasa, maka terhadap kekacauan yang luar biasa pun kita dapat bersikap dengan tenang dan bijaksana. Obat untuk mengurangi kekacauan, kebingungan, ketakutan, dan masalah yang sulit menyelesaikan adalah ketenangan, kebijaksanaan, dan kesabaran dalam proses menemukan solusi.

Kekuatan mental dan ketenangan pikiran adalah kunci untuk tetap ikhlas dan sabar saat orang-orang menyudutkan, menyalahkan, tidak memahami, atau pun memfitnah. Tetaplah sabar dalam kebenaran dan tetaplah tersenyum untuk keadaan yang tidak menyenangkan itu. Ketika kita menghadapi hal-hal yang mengacaukan hidup kita; maka saat itulah kita membutuhkan kesabaran, ketenangan, keberanian, kekuatan, daya tahan mental yang hebat, daya tahan fisik yang hebat, dan konsentrasi yang tidak terganggu untuk menemukan solusi terbaik. Ketenangan kita dalam kekacauan adalah ujian bagi keimanan kita. Ketenangan kita dalam kekacauan adalah bukti bahwa kita tunduk pada kehendak Tuhan. Dan, sebagai manusia yang diberikan akal dan budi, kita tetap menggunakan kecerdasan untuk menemukan jalan keluar dari kekacauan yang kita hadapi. Akal dan budi dalam keseimbangan hidup haruslah dihadirkan dari dalam diri kita, yang dihadirkan dari ke kedalaman batin kita, menstabilkan kesadaran kita, menguatkan keyakinan kita untuk mendapatkan solusi terbaik.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

UCAPAN BURUK KITA MERUGIKAN HIDUP KITA

“Kendalikan marah yang tak terkendali dengan cara tidak mengeluarkan satu kata pun atau ekspresi negatif.”~Djajendra

Ucapan buruk adalah musuh yang paling berbahaya. Sebuah kata dan ucapan yang negatif dapat menghancurkan reputasi kita. Lebih baik diam dalam kesabaran daripada mengucapkan kata atau kalimat yang menyakiti hati dan harga diri orang lain. Kendalikan pikiran untuk tidak menciptakan persepsi buruk tentang orang lain. Semakin kita memusuhi sesuatu, semakin banyak keinginan kita untuk mengucapkan sesuatu yang buruk terhadapnya. Semakin banyak kita mengeluarkan kata-kata negatif untuk merendahkan orang lain, semakin tenggelam diri kita di dalam keburukan hidup.

Ucapan dan kata-kata buruk kita menjadi bagian dari keberadaan kita. Hidup kita pun akan berkembang melalui energi negatif yang dihasilkan oleh kata-kata buruk kita. Jadi, semua ucapan dan kata-kata buruk yang kita lemparkan pada orang lain, akan menjadi benih di dalam diri kita sendiri dan tumbuh untuk merampas semua kedamaian dan kebahagiaan hidup kita. Oleh karena itu, sangatlah cerdas dan hebat diri kita ketika kita mampu mengendalikan pikiran dan perasaan untuk hanya mengeluarkan kata dan ucapan positif. Jadilah pribadi positif dengan sopan-santun dan ucapan yang konsisten positif. Kendalikan marah yang tak terkendali dengan cara tidak mengeluarkan satu kata atau ekspresi negatif.

Kendalikan diri untuk tidak terpengaruh dengan kata atau ucapan negatif. Ketika ada orang yang mencoba melemparkan kata dan ucapan negatif untuk menghancurkan pertahanan diri kita, maka kita harus menenangkan ego dan menjauhkan marah. Sebab, jika ego dan marah bersatu, maka kita akan meledakkan energi negatif yang luar biasa besarnya, sehingga konflik yang hebat pasti terjadi. Pemenang sejati tidak akan mampu dikalahkan oleh kata dan ucapan yang mencoba merendahkan atau mempermalukan dirinya. Pemenang sejati terlalu kuat untuk bisa digoyang kepribadiannya dengan kata dan ucapan negatif.

Energi kehidupan hanya mengikuti sifat kita yang asli. Jika kita selalu merasa hidup kita dalam ketidakadilan, penuh tekanan, penuh ancaman, ketidakjujuran; maka, hidup kita akan diisi oleh pikiran dan perasaan tidak adil, tidak jujur, serta berbagai perasaan negatif yang tercipta dari rasa tidak adil dan tidak jujur itu. Kondisi ini akan memicu keyakinan di dalam diri kita untuk memelihara musuh-musuh yang kita anggap sebagai sumber dari perasaan tidak adil dan tidak jujur tersebut. Realitas ini menciptakan persepsi kita yang selalu memikirkan hal-hal buruk, sehingga tanpa sadar kata dan ucapan buruk terbentuk dalam pola pikir kita. Akibatnya, di sepanjang hidup, begitu murah dan mudah mulut kita mengucapkan kata-kata buruk untuk menyinggung hati dan harga diri orang lain. Dalam hal ini, kita tidak pernah merasa bersalah dan selalu menganggap benar dengan semua kata atau ucapan buruk kita tersebut. Jelas, kondisi kita ini adalah potensi negatif yang selalu membuat hidup kita kalah dengan realitas.

Kata dan ucapan kita yang menyakiti orang lain adalah racun yang sedang merusak diri kita sendiri. Jika orang yang coba kita sakiti itu tidak peduli dengan ucapan buruk kita, maka racun tersebut tidak akan pernah masuk ke dalam diri orang yang coba kita sakiti itu. Ucapan dan kata-kata buruk kita adalah sumber energi negatif bagi diri kita sendiri. Jika orang-orang tidak peduli dan tidak melayani energi negatif yang kita lemparkan, maka hidup mereka tetap damai dan bahagia, tanpa pernah terganggu dengan energi negatif kita.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

KETIKA MARAH JANGAN MENGELUARKAN KATA-KATA

“Tidak perlu menanggapi kemarahan dengan kemarahan. Lebih baik kita berlatih dan menyiapkan diri kita menjadi pemadam kemarahan daripada menyalakan kemarahan.”~Djajendra

Kemarahan adalah salah satu tamu agung yang tidak mampu ditolak oleh siapa pun atas kehadirannya. Orang yang paling sabar, paling ikhlas, paling bijak, paling tenang, paling terkendali emosi dan pikirannya juga berpotensi mengeluarkan energi dalam kemarahan. Kemarahan harus dikendalikan dan dijaga agar tidak mengeluarkan reaksi ke luar diri kita. Ketika kemarahan memuncak di dalam diri, serta mulai menggetarkan emosi untuk dikeluarkan dalam wujud sikap dan kata-kata, segeralah kendalikan kemarahan itu dengan tanpa bersikap dan berkata-kata apa pun. Kendalikan pikiran, emosi, sikap, perilaku, dan fokuskan perhatian ke hal-hal yang menjauhkan diri kita dari kemarahan.

Semua jenis emosi akan bertamu ke dalam diri kita. Pekerjaan kita yang utama adalah tidak memberikan kekuatan dan kepedulian kepada semua jenis emosi negatif, termasuk kepada emosi marah. Setiap saat; berbagai macam situasi, keadaan, hubungan, dan perilaku dapat memicu kemarahan kita. Jika kita tidak terkendali dan hidup kita mudah dipermainkan oleh kemarahan, maka kebahagiaan dan kedamaian hidup kita akan hilang dalam kemarahan. Kita mungkin tidak dapat menerima atau mengabaikan apa yang terjadi, tetapi kita harus terlatih untuk menanggapi situasi secara positif saat diri kita dikuasai kemarahan. Kemarahan boleh bertamu kapan saja ke dalam diri kita, tetapi kita harus menguasai kemarahan itu sehingga tidak melukai siapa pun.

Bunda Teresa mengatakan dirinya lebih suka mengeluarkan energi cinta daripada mengeluarkan energi dalam bentuk kemarahan. Mungkin kebaikan diri kita tidak semurni Bunda Teresa, tetapi kita harus sadar bahwa kemarahan dapat menghasilkan kekerasan. Jelas, kekerasan yang kita ekspresikan akan merugikan hidup kita. Kedamaian dan kebahagiaan adalah inti dari kehidupan yang setiap orang ingin memilikinya. Ketika kita mampu memadamkan api kemarahan di dalam diri kita, maka kedamaian dan kebahagiaan akan mengisi hidup kita. Jadi, tidak perlu menanggapi kemarahan dengan kemarahan. Lebih baik kita berlatih dan menyiapkan diri kita menjadi pemadam kemarahan daripada menyalakan kemarahan.

Menjaga sikap, perilaku, ucapan, dan kata-kata haruslah menjadi bagian dari sopan-santun keberadaan kita dalam hidup ini. Kita mungkin tidak sempurna, mungkin sangat banyak kekurangan di dalam diri kita, tetapi kita secara sadar masih mampu menyiapkan diri kita untuk hidup sepenuhnya dalam energi positif. Tumbuhkan pikiran yang selalu berpikir hal-hal baik dan penuh kasih. Tumbuhkan emosi yang selalu membersihkan dan menyembuhkan hati dari luka apa pun. Jangan membiarkan diri kita mengkontribusikan kemarahan dan kebencian dalam perselisihan atau perbedaan. Tumbuhkan diri sejati dalam energi positif yang membuat hidup kita selalu bahagia, damai, tenang, sejahtera, dan bugar.

Kemarahan yang berlebihan di dalam diri kita akan mengundang berbagai macam jenis penyakit hati dan fisik. Jelas, berbagai macam penyakit itu akan merugikan diri kita sendiri, kita juga akan kehilangan kesehatan dan kedamaian hidup. Kita akan kehilangan energi baik untuk kehidupan yang lebih sejahtera dan indah. Jadi, tidak perlu segala sesuatu kita meresponnya dalam kemarahan. Tidak ada baiknya energi kemarahan bagi hidup kita. Kita membutuhkan sangat banyak energi positif agar hidup kita menjadi lebih indah dan penuh berkah. Di samping itu, energi positif kita mampu membawa kebaikan dan kedamaian pada situasi kehidupan yang sulit. Intinya, berlatihlah setiap saat untuk merubah kemarahan menjadi energi positif yang membawa kedamaian bagi diri kita.

Ketika kita mampu mengendalikan kemarahan dan bertindak dengan sikap baik, maka kita sudah membuka jalan untuk menghadirkan segala kebaikan ke dalam hidup kita. Kita harus yakin bahwa semua peristiwa dalam kehidupan terjadi karena kehendak Tuhan. Oleh karena itu, ketika kita berhadapan dengan situasi yang kita rasakan kurang adil, maka tidak perlu merespon dengan kemarahan, tetapi merespon dengan kesadaran bahwa apa pun yang terjadi pasti karena kehendak Tuhan. Karena kita hanya menggantungkan hidup pada Tuhan, maka kita harus mencari kebaikan dan keindahan dari kehendak Tuhan yang sedang kita hadapi tersebut.

Kita tidak mungkin mampu menolak kemarahan untuk bertamu ke dalam diri kita, tetapi kita pasti mampu untuk tidak memberikan kekuatan dan perhatian pada kemarahan kita tersebut. Kesadaran kita harus memimpin atas emosi dan pikiran kita. Kemarahan yang bertamu ke dalam diri harus kita respon dengan positif. Jangan membiarkan pikiran menyatu dalam emosi kemarahan. Pisahkan pikiran dari kemarahan. Keluarkan pikiran dari kesatuannya dengan emosi kemarahan. Fungsikan pikiran sebatas sebagai pengamat dengan kekuatan energi positif. Pikiran sangat liar dan selalu akan mencoba menggunakan ego dan kecerdasan untuk mempertajam kemarahan tersebut. Kendalikan pikiran jangan sampai ia menggunakan kemarahan untuk membuat diri kita menjadi lebih tidak berdaya menghadapi kemarahan.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com