MOTIVASI DJAJENDRA

Leadership Organization Business Personal Interpersonal Entrepreneurs and Employed Professionals

Category: Personal Financial Management (page 1 of 2)

Manajemen Keuangan Pribadi

MEMBANGUN KEBEBASAN FINANSIAL UNTUK MENDUKUNG KEBAHAGIAAN HIDUP

“Kebebasan finansial baru dapat kita wujudkan ketika hidup kita sudah tidak membutuhkan uang.”~Djajendra

Rasa syukur adalah kelimpahan sejati yang menjadikan hidup kita kaya. Rasa syukur yang terus-menerus dirasakan di dalam diri akan menghapus kemiskinan di dalam diri. Salah besar jika kita berpikir bahwa memiliki uang yang banyak berarti kita bebas finansial. Uang yang banyak dan penghasilan yang terus-menerus menjadikan hidup kita tidak kekurangan uang, tetapi belum tentu kita bebas finansial jika ego dan nafsu masih membutuhkan banyak hal untuk dibeli. Selama kita terjebak dalam kehidupan dunia materi dan belum merasakan dunia spiritual, maka kebebasan finansial hanya sebatas angan-angan.

Kebebasan finansial bukan hanya tentang jumlah uang atau kekayaan yang kita miliki, tetapi juga tentang mental finansial dan pola pikir yang kita miliki. Sering sekali, seseorang secara kasat mata sudah bebas finansial, tetapi secara mental masih berada dalam keadaan kekurangan uang. Gaya hidup yang berlebihan dan tanpa kendali, gaya hidup yang tunduk pada ego dan nafsu menjadikan kita tidak memiliki kebebasan finansial. Seberapa banyak pun uang yang kita hasilkan selalu tidak pernah cukup untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan hidup kita.

Kebebasan finansial sangat diperlukan untuk membangun kehidupan yang bahagia, damai, sejahtera, dan sehat. Jika kita belum bebas finansial, maka tekanan hidup akan menghilangkan rasa damai dalam hidup kita. Jalan satu-satunya untuk membangun kebebasan finansial adalah membiarkan pola pikir kelimpahan menjadi suara sejati di pikiran kita. Pikiran, emosi, dan suara hati kita harus merasakan bahwa semua yang kita perlukan selalu terpenuhi dengan cara yang sangat mudah. Kesadaran kita selalu menarik kekayaan dari alam semesta dan memenuhi semua keinginan hidup melalui rasa syukur.

Orang-orang yang berpengalaman dalam hidup sangat mengerti bahwa tidak seorang pun tahu seperti apa hidupnya di masa depan. Pikiran kita boleh saja merasa hebat dan pintar dalam merencanakan keuangan yang stabil untuk masa depan, tetapi yang pasti hidup itu tidak pasti. Serangkaian perubahan dalam hidup selalu hadir dengan ketukan baik maupun ketukan buruk. Ketika ketukan baik datang kita pasti gembira, dan mungkin lupa diri bahwa ketukan buruk juga pada waktunya akan hadir ke dalam hidup kita. Setiap orang dalam hidup pasti akan melalui tikungan nasib yang dihasilkan dari ketukan baik dan ketukan buruk. Keberlimpahan di hari ini haruslah disikapi dengan rendah hati dalam gaya hidup yang sederhana. Jika tidak, maka ketika ketukan nasib buruk hadir, kita akan menemukan diri di atas persoalan dan masalah yang tidak mudah untuk diselesaikan.

Jika penghasilan kita minim, tagihan mendesak harus dibayar, utang sudah semakin bertumpuk, kebutuhan sudah tidak mungkin ditunda lagi, dan tidak ada uang untuk memenuhi kebutuhan hidup; maka, sakit kepala dan stres bertekanan tinggi segera akan mengisi hari-hari kita. Semua orang tahu bahwa stres yang terus-menerus akan merusak mental dan fisik kita dari dalam, sehingga berbagai macam penyakit berpotensi menggerogoti kita dari dalam. Hidup sehat itu hanya dapat dibangun dari pondasi bebas stres dan dari suasana hati yang selalu gembira. Oleh karena itu, salah satu syarat agar kita bebas finansial adalah tidak berutang dan terkendali hidup kita dalam rasa syukur dengan apa yang sudah kita miliki. Tidak lagi bernafsu untuk memiliki hal-hal yang sebenarnya mungkin akan menambah beban hidup di masa depan.

Uang itu sangat penting untuk memenuhi kebutuhan hidup. Jika kita terjebak dalam gaya hidup berpengeluaran tinggi, maka berapa pun penghasilan tidak akan pernah memuaskan hidup kita. Gaya hidup berpengeluaran tinggi hanya memberikan kesenangan sementara bagi ego, tidak akan memberikan kebahagiaan bagi jiwa. Walaupun kita berpenghasilan rendah; jika kita fokus untuk memenuhi kebutuhan hidup dalam pola hidup yang sederhana, maka kita mampu memuaskan hidup kita dengan sukacita. Intinya. orang kehabisan uang karena gaya hidup yang berlebihan dan investasi risiko tinggi. Seseorang yang mengeluarkan uang hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup dan untuk investasi berisiko rendah, dia tidak akan pernah kekurangan uang di sepanjang hidupnya.

Tidak perlu iri hati dengan tetangga yang lebih banyak harta dari kita. Jadilah diri sendiri yang bersyukur dengan apa yang sudah dimiliki sekarang. Walaupun tidak memiliki harta benda apa pun, bersyukurlah untuk kesehatan dan kebahagiaan yang dimiliki. Jangan mencoba menjadi orang lain. Gunakan waktu dan energi untuk menumbuhkan kualitas diri menjadi lebih baik. Ketika kualitas dan kompetensi kita semakin bersinar, maka uang pun segera mengalir untuk menambah penghasilan kita. Harus diingat, walaupun uang terus-menerus mengalir ke dalam hidup kita, tetaplah hidup sederhana. Hiduplah untuk memenuhi kebutuhan saja, jangan pernah tergoda untuk masuk ke wilayah gaya hidup tinggi. Jadilah diri sendiri yang rendah hati dan selalu menggantungkan hidup pada Tuhan.

Kebebasan finansial tidak hanya sebatas perencanaan keuangan, manajemen keuangan yang baik, upaya dan kerja keras agar uang bekerja untuk kita, atau kemampuan dan kecerdasan untuk mengalirkan uang ke dalam pundi-pundi kita. Kebebasan finansial baru dapat kita wujudkan ketika hidup kita sudah tidak membutuhkan uang. Rasa syukur dan rasa sudah memiliki segalanya, sehingga sudah tidak membutuhkan banyak uang untuk kehidupan sehari-hari adalah tanda bahwa kita memiliki kebebasan finansial. Kebebasan keuangan hanya terjadi ketika kita mampu hidup seperti yang kita inginkan. Pada akhirnya, kebebasan finansial berbeda untuk orang yang berbeda. Bagi orang yang uangnya tidak terhitung, tetapi kebutuhannya juga tidak terhitung, maka kebebasan finansial belum menjadi miliknya. Sebaliknya, bagi orang yang uangnya pas-pasan, tetapi kebutuhannya sedikit karena gaya hidupnya sangat sederhana dan rendah hati, maka kebebasan finansial sudah dia miliki.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

MENJAGA KEBUTUHAN HIDUP

“Bagi orang yang bersyukur, jika kebutuhan hidup terpenuhi, maka kedamaian dan kebahagiaannya tidak pernah terganggu.”~Djajendra

Bukan besarnya penghasilan yang menjadikan hidup seseorang sejahtera, tetapi kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Jadi, apa bedanya mendapatkan penghasilan tiga juta sebulan dengan tiga puluh juta sebulan. Jika dengan tiga juta sudah dapat memenuhi kebutuhan hidup, maka kebahagiaan hidup tidak akan terganggu. Selama tidak serakah dan ikut-ikutan orang lain untuk sebuah gaya hidup yang berlebihan, maka sebuah penghasilan yang tidak besar mampu menjadikan hidup kita sejahtera dan bahagia. Memenuhi kebutuhan hidup adalah fondasi untuk membangun kehidupan yang tenang dan bahagia. Kehidupan setiap orang ada biaya, dan kita semua harus bekerja atau memiliki tabungan yang cukup untuk membiayai kehidupan tersebut.

Ketika kebutuhan hidup terpenuhi, maka tidak ada lagi mengkhawatirkan tentang uang. Mengelola uang yang terbatas dengan perasaan bersyukur dan mengefisienkan gaya hidup adalah cara untuk menjadi sejahtera. Kita semua adalah diri yang tidak terbatas. Jadi, jangan membiarkan persoalan kebutuhan hidup menjadikan kita terbatas dan menderita dalam kekurangan. Hiduplah sesuai penghasilan yang ada. Tidak perlu membandingkan diri dengan orang lain. Hilangkan perasaan tidak aman. Jadilah optimis dan penuh semangat untuk menjalani kehidupan sehari-hari.

Kebutuhan hidup tidak terbatas pada uang, tetapi juga banyak hal lainnya. Kebutuhan kesehatan, kebutuhan fisik, kebutuhan batin, kebutuhan pikiran, kebutuhan sosial, dan sangat banyak kebutuhan yang kita miliki di sepanjang kehidupan. Semua kebutuhan itu dapat kita miliki jika kebutuhan dibidang keuangan dapat terjaga dengan baik. Uang adalah alat yang memastikan kita mampu membayar semua kewajiban dan fasilitas kehidupan sehari-hari. Uang juga alat yang memastikan kita memenuhi kebutuhan makan, minum, dan perumahan. Jadi, uang bukanlah sesuatu yang sepele, uang adalah fondasi yang sangat penting agar semua kebutuhan lainnya dapat terjaga dan terawat dengan baik.

Pengeluaran uang yang terkelola di dalam kesederhanaan hidup dan sikap rendah hati menjadi penting. Kehidupan memiliki banyak hal untuk diberikan kepada setiap orang. Kita semua akan melalui berbagai macam realitas hidup. Semua ini hanya bertujuan untuk membantu kita tumbuh dan belajar lebih banyak. Selalu ada tantangan, ada petualangan baru, ada ujian, ada perubahan, dan semua ini membutuhkan fondasi yang kuat dari kesadaran kita. Kesadaran dimulai dari disiplin dan tanggung jawab untuk mengelola uang secara efisien dan efektif. Jangan membiarkan persoalan uang semakin mempersulit kehidupan di bidang lainnya. Oleh karena itu, hindari budaya konsumtif, tumbuhkan budaya menyimpan. Uang adalah rejeki yang tidak selamanya dihasilkan dalam jumlah yang sama di sepanjang hidup. Jangan mempersempit hidup sebatas membicarakan kebutuhan hidup, tapi jadikan hidup sebesar mungkin untuk mengoptimalkan semua potensi diri.

Untuk seminar/pelatihan hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

MENINGKATKAN KEKUATAN KEUANGAN KELUARGA

“Gaya hidup boros dan perilaku tidak produktif merupakan akar kemiskinan.”~Djajendra

Kita semua sedang hidup di puncak peradaban konsumtif yang paling tinggi. Bila tidak mampu mengendalikan nafsu belanja, maka penghasilan yang didapatkan tidak akan pernah cukup. Kadang-kadang, seluruh penghasilan dihabiskan untuk hal-hal konsumtif ditambah utang konsumtif. Akibatnya, penghasilan menjadi minus karena ditambah beban utang, dan Anda pun tidak akan bisa membangun kekayaan untuk bisa mencapai kebebasan finansial.

Gaya hidup boros dan perilaku tidak produktif merupakan akar kemiskinan. Sering sekali terlihat, sebuah rumah tangga dengan penghasilan yang tidak besar, tetapi rumahnya diisi penuh dengan berbagai macam barang elektronik yang membuat listrik bulanan menjadi tinggi. Memiliki smartphone lebih dari satu yang membuat biaya pulsa tinggi. Memiliki televisi lebih dari satu. Belum lagi kebiasaan merokok yang menguras uang cukup banyak. Memiliki motor lebih dari satu. Termasuk kebiasaan makan di luar rumah atau tidak memasak sendiri. Jelas, semua ini adalah pola hidup boros yang membuat semua pendapatan tidak akan pernah cukup untuk membiayai kebutuhan hidup.

Uang adalah sebuah kekuatan untuk ketenangan hidup. Bila semua pendapatan dihabiskan untuk hal-hal konsumtif dengan alasan pas-pas an untuk memenuhi kebutuhan hidup, maka ketenangan hidup pasti hilang. Hargai uang, hormati uang dengan memiliki gaya hidup yang sederhana dan tidak boros. Mulailah dengan merubah barang-barang yang Anda punya. Televisi cukup satu, smartphone cukup satu, berhenti merokok, barang-barang elektronik penguras isi kantong Anda jangan digunakan lagi. Lakukan penghematan total untuk mengurangi tagihan atau biaya bulanan Anda sebesar mungkin.

Kemewahan hidup bersumber dari rasa syukur, bukan dari kemampuan Anda menghabiskan uang untuk berbelanja sebanyak mungkin. Kebiasaan konsumtif adalah kebiasaan yang mengantar Anda menjadi miskin dan hidup tidak tenang. Mengutip kata-kata Bill Gates: “Bukan kesalahan Anda jika Anda lahir miskin, tetapi kesalahan Anda jika Anda mati miskin.” Kemiskinan terjadi karena tidak mampu bersyukur dengan penghasilan yang dimiliki dan tidak memiliki disiplin untuk menabung uang. Walaupun uang yang ditabung sangat sedikit jumlahnya, tetaplah menabung. Masalah menabung dan menginvestasi adalah masalah kebiasaan. Bila Anda terlatih dan terbiasa menabung sabagian dari penghasilan Anda, maka lama ke lamaan Anda menjadi kaya karena sudah memiliki kebiasaan untuk menabung lebih banyak uang.

Kebiasaan pola hidup boros melemahkan keuangan keluarga. Di samping itu, menciptakan rasa khawatir yang menguras energi produktif Anda. Tanpa energi produktif, kemampuan Anda untuk menghasilkan uang yang lebih banyak juga akan terhambat. Pastikan Anda sangat memahami bahwa uang adalah sebuah kebutuhan untuk bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup sehari-hari yang lainnya. Tanpa kekuatan keuangan yang baik, maka hidup Anda menjadi sulit dan berat dalam menghadapi realitas kehidupan ekonomi sehari-hari.

Kekuatan keuangan keluarga bukan bersumber dari besarnya penghasilan, tetapi dari besarnya kemampuan untuk menabung uang. Mulailah dengan mental positif Anda untuk mensyukuri dan berterima kasih dengan hidup Anda yang sekarang ini. Kemudian, disiplinkan diri untuk menciptakan kebiasaan dan perilaku yang tidak mudah tergoda terhadap barang-barang konsumtif. Tidak tergesa-gesa dalam membeli sesuatu. Miliki prioritas dan kesabaran untuk menunggu membeli sebuah kebutuhan. Jangan tergoda untuk membeli barang dengan utang. Kumpulkan uang baru membeli barang konsumtif. Ingat, utang hanya boleh untuk hal-hal produktif. Bila utang digunakan untuk hal-hal konsumtif, maka hidup selalu dalam kekurangan uang.

Kebiasaan menghabiskan waktu berjam-jam di depan televisi hanya mendoktrin alam bawah sadar Anda dengan produk-produk yang diiklankan. Akibatnya, Anda sulit lepas dari perangkap konsumtif. Alam bawah sadar Anda akan selalu memaksa Anda untuk membeli barang-barang yang sesungguhnya tidak Anda perlukan. Oleh karena itu, daripada menonton televisi berjam-jam setiap hari lebih baik membaca buku, berolahraga, mengerjakan hobi, ataupun melakukan hal-hal positif di lingkungan kehidupan Anda.

Kebebasan finansial hanya bisa dimiliki saat Anda memiliki tingkat rasa syukur yang cukup tinggi atas realitas kehidupan keuangan Anda. Jadi, sekali lagi, kebebasan finansial bukan dihasilkan dari besarnya jumlah uang yang Anda miliki, tetapi dari tingkat rasa syukur yang tinggi dan perilaku hidup yang produktif.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KESEHATAN KEUANGAN PRIBADI

djajendra“Jika sejak usia muda sudah cerdas menabung dan berinvestasi, maka diusia dewasa dan tua, pasti hidup kaya raya.~Djajendra

Uang bukanlah segalanya, tetapi uang dapat membuat hidup lebih damai. Membangun kebiasaan untuk menghargai uang dan menggunakan uang dengan bijak, akan menjadikan diri selalu hidup dalam keberlimpahan.

Menumbuhkan pendapatan secara terus-menerus, dengan pengendalian pengeluaran yang konsisten, akan membangun kesehatan keuangan pribadi.

Menjaga dan merawat kesehatan keuangan pribadi sangatlah penting. Bila Anda terlatih dan terbiasa untuk merawat kesehatan keuangan pribadi, maka seumur hidup, Anda pasti tidak pernah kekurangan uang untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan kehidupan ekonomi Anda.

Miliki mindset untuk mengalirkan lebih banyak uang masuk ke dalam sistem keuangan pribadi Anda, dan mengeluarkan lebih sedikit uang agar daya tahan keuangan pribadi Anda kuat dan unggul.

Diperlukan rasa syukur terhadap jumlah penghasilan. Bila sudah mampu bersyukur dengan berapapun penghasilan, dan memiliki kebiasaan untuk menabung dari sebagian penghasilan, maka kebiasaan ini akan menjadikan Anda kaya.

Menghabiskan lebih sedikit dari yang didapatkan, menyimpan lebih banyak dari yang didapatkan, dan selalu bersyukur dengan apa-apa yang sedang dinikmati, adalah inti dari proses menuju kekayaan finansial.

Utang konsumtif adalah beban berat yang harus dipikul di dalam perjalanan hidup. Orang-orang kaya adalah mereka yang hanya berani meminjam untuk hal-hal produktif, orang-orang miskin paling berani meminjam untuk memenuhi selera konsumtif. Pastikan Anda mampu menghindari jebakan utang konsumtif. Lebih baik menabung dulu baru beli. Kecuali, barang yang Anda beli dengan utang, harganya bisa naik berlipat kali, sehingga perbandingan kenaikan harga dengan biaya pinjaman, kenaikan harga masih lebih tinggi.

Jadikan pekerjaan dan diri Anda sebagai aset yang paling produktif. Bekerjalah dengan sepenuh hati, totalitas, dan melayani orang lain dengan berkualitas. Ketika orang-orang sudah mengenal Anda sebagai profesional yang andal dan berkualitas, maka uang secara otomatis akan mengalir ke dalam sistem keuangan Anda, sehingga Anda sudah tidak perlu khawatir tentang uang, karena keandalan dan kualitas Anda dapat membiayai kehidupan Anda secara berkelanjutan.

Keluarlah dari permainan utang dan masuklah ke dalam permainan tabungan. Fokuskan pikiran untuk hidup dalam zona tabungan. Mulailah menabung, walaupun jumlahnya itu hanya cukup untuk beli sebuah permen. Jangan hitung jumlah yang Anda tabung, tetapi perhatikan mindset dan kebiasaan untuk menabung, yang pada akhirnya akan menjadikan Anda sebagai investor yang kaya raya.

Tidak peduli seberapa kaya atau miskin Anda hari ini. Bila Anda secara konsisten meningkatkan kualitas diri dan keandalan diri Anda, serta memiliki disiplin untuk menyimpan lebih banyak dan mengeluarkan lebih sedikit dari penghasilan Anda, maka Anda pasti kaya di sepanjang hidup Anda.

Menjadi kaya adalah kewajiban. Sebab, tanpa uang dan kekayaan, Anda pasti sulit memenuhi kehidupan dengan berkualitas. Bila ingin menjalani kehidupan yang berkualitas, maka berinvestasilah sedini mungkin di semua dimensi kehidupan yang berpotensi mengalirkan uang. Anda bisa berinvestasi untuk meningkatkan kompetensi Anda; Anda bisa berinvestasi untuk meningkatkan hubungan baik dengan orang-orang kreatif dan produktif di sekitar Anda; Anda bisa berinvestasi dengan membeli barang-barang yang nilainya meningkat terus; Anda bisa berinvestasi di dalam pekerjaan yang Anda tekuni; Anda bisa berinvestasi di dalam segala sesuatu yang berpotensi menjadikan Anda mendapatkan penghasilan darinya. Dimensi investasi itu sangat luas, sangat kreatif, serta sangat ditentukan oleh keyakinan dan kemampuan empati Anda terhadap segala potensi dan peluang.

Setiap orang dilahirkan untuk hidup dalam kekayaan. Hidup dalam kekayaan berarti mengoptimalkan potensi diri sebagai aset produktif yang mampu mendapatkan lebih banyak dari harapan. Jadilah pribadi yang cerdas menciptakan efek kumulatif di dalam penghasilan, sehingga Anda dapat memanfaatkan berbagai dimensi dari potensi penghasilan untuk menambah kekayaan keuangan Anda.

Kesehatan keuangan pribadi adalah kunci untuk menikmati kehidupan yang damai, bahagia, sejahtera, aman, dan penuh syukur. Uang adalah alat yang sangat membantu untuk memenuhi semua kebutuhan, keinginan, harapan, dan impian kehidupan. Jadikan dirimu sebagai magnet uang, yang setiap hari mampu menarik lebih banyak uang dari keandalan sikap dan perilaku terpujimu.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

UANG ADALAH ENERGI KEHIDUPAN

FINANCIAL MOTIVATION TRAINING

UANG ADALAH ENERGI KEHIDUPAN

“Anda harus cerdas memimpin diri sendiri dan selalu mengendalikan uang Anda, agar uang Anda dapat menjadi pelayan yang setia melayani hidup Anda seumur hidup.” ~ Djajendra

Siapa yang tidak suka uang? Uang adalah energi yang membantu setiap orang dalam memudahkan hidup. Tanpa uang orang-orang pasti tidak berdaya beli, dan hal ini akan membuat kehidupan sehari-hari dalam kekurangan dan ketakberdayaan.

Uang adalah alat ekonomi yang bila dipergunakan untuk hal-hal produktif secara efektif, maka uang akan menciptakan kontribusi buat kekayaan pribadi. Tapi, bila uang digunakan tanpa memikirkan masa depan, maka kekurangan uang di masa depan akan menimbulkan krisis ekonomi di dalam kehidupan pribadi, dan juga mungkin secara nasional maupun internasional. Uang adalah alat yang terhubung secara nilai ekonomi dengan semua faktor-faktor kehidupan pencipta nilai tambah kehidupan dan ekonomi.

Uang adalah energi yang menggerakan kehidupan ekonomi sebuah bangsa, dan menghubungkannya dengan bangsa-bangsa lain secara global. Setiap bangsa yang nilai mata uangnya kuat, serta rakyatnya yang memiliki daya beli dan daya investasi yang tinggi, maka bangsa tersebut akan selalu unggul dan kaya raya. Nilai uang yang kuat adalah energi yang menghadirkan kehormatan dan sekaligus meningkatkan harga diri sebuah bangsa.

Perilaku boros dan penggunaan uang yang tidak efektif dan produktif, akan menciptakan sebuah perjalanan, di mana, perjalanan ini menjadi awal untuk masuk ke dalam krisis keuangan. Setiap pemborosan kecil secara perlahan-lahan, tanpa sadar, akan menciptakan akumulasi dalam bentuk pemborosan besar, dan pada akhirnya krisis keuangan akan membuat kehidupan  sehari-hari menjadi sangat berat untuk dijalani.

Setiap orang memiliki kewajiban terhadap masa depan. Artinya, setiap orang memiliki utang kepada dirinya sendiri. Kenapa? Karena, setiap orang tidak hanya hidup untuk hari ini, dan berpotensi hidup sampai seratus tahun ke depan. Oleh karena itu, di masa depan dirinya membutuhkan uang untuk membiayai hidupnya. Bila dirinya tidak punya uang, maka dirinya akan bergantung kepada orang lain, dan setiap orang yang hidupnya bergantung kepada orang lain, pastilah kemerdekaan dirinya akan hilang, sebab dia terikat dalam kekuatan ekonomi dan keuangan orang lain.

Uang dan kehidupan adalah sebuah realitas yang wajib disadari. Sejak seseorang lahir, dia telah masuk ke dalam sistem ekonomi, dan mulai berutang kepada kehidupan.  Tidak ada hal yang gratis dalam kehidupan, semua hal dalam kehidupan berbiaya, dan untuk itu, setiap orang harus bekerja keras dan memiliki tanggung jawab kepada diri sendiri, untuk dapat membiayai hidupnya dengan penuh penghematan dalam sikap penggunaan uang yang efektif dan produktif.

Membangun hubungan yang logis dari kecerdasan emosi untuk menghormati uang, akan membuat Anda menjadi sadar dengan uang Anda. Uang dibutuhkan untuk kemanusiaan diri sendiri dan orang lain. Uang dibutuhkan untuk menemukan impian dan cita-cita. Uang dibutuhkan untuk membuat perasaan nyaman dan aman dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Uang haruslah dihargai dan dihormati, tapi tidak membiarkan uang untuk mengendalikan dan memperbudak diri Anda. Anda harus cerdas memimpin diri sendiri dan selalu mengendalikan uang, agar uang Anda dapat menjadi pelayan yang setia melayani hidup Anda seumur hidup.

Uang yang berada ditangan Anda adalah hasil penghargaan kehidupan ekonomi kepada Anda, oleh kecerdikan Anda untuk mendapatkannya. Oleh sebab itu, tetaplah menjadi cerdik saat membelanjakan uang yang Anda dapatkan tersebut. Uang Anda adalah bagian dari sistem sirkulasi moneter secara nasional maupun internasional. Pastikan Anda menjadi cerdas saat menjadi konsumen, debitur, kreditur, ataupun investor. Sebab, uang Anda adalah milik dari sistem moneter yang dikendalikan oleh negara, dan uang ditangan Anda itu wajib Anda hormati dan perlakukan dengan efektif dan produktif, agar sirkulasi moneter nasional menjadi lancar dan kuat.

Manfaatkan uang Anda untuk kehidupan yang menyadarkan diri Anda dengan pola kehidupan yang sederhana dan tidak boros. Pemborosan akan mengurangi kemampuan untuk memberdayakan potensi Anda dalam membantu peningkatan keuangan pribadi Anda, dan juga akan menciptakan dampak negatif di dalam sirkulasi moneter nasional. Semakin Anda mampu memberdayakan potensi Anda bersama sumber daya keuangan Anda, buat meningkatkan nilai tambah keuangan Anda, maka semakin lancar dan kuat sirkulasi moneter nasional.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

HIDUP HEMAT UNTUK KETAHANAN KEUANGAN PRIBADI

PROFILE 4“Hemat Berarti Mampu Menyiapkan Dana Abadi Untuk Menghadapi Berbagai Kemungkinan Yang Tak Terpikir Di Hari Ini.” – Djajendra

Dalam kehidupan yang penuh dengan godaan untuk hidup dalam konsumtif, Anda harus memiliki pengendalian diri yang kuat, Anda harus bisa menaklukkan dunia konsumtif, dan harus mau lebih fokus pada dunia penghematan.

Penghematan akan menciptakan efisiensi untuk hari ini, dan menciptakan akumulasi keuangan untuk masa depan. Setiap nilai uang yang bisa dihemat, lalu cerdas diinvestasikan dan dikembangkan menjadi sumber daya yang produktif, akan membuat masa depan Anda terjamin oleh keuangan yang terkelola dengan baik.

Siapkan diri Anda dengan disiplin untuk secara konsisten melakukan penghematan di semua pengeluaran keuangan Anda. Hiduplah seperti orang yang paling kaya dengan perasaan sejahtera, dan prioritaskan pengeluaran hanya untuk hal-hal penting buat kehidupan sehari-hari. Pastikan Anda cerdas dengan sumber daya keuangan Anda,  dan mampu membuat uang Anda produktif  dalam investasi yang efektif.

Uang adalah sumber daya yang membuat orang-orang lebih bahagia menatap hari esok, apalagi saat seseorang mampu mencerdaskan emosinya dalam memanfaatkan uangnya, maka uang akan menghasilkan kebahagiaan, dan juga membantu diri untuk mencapai keunggulan dalam kehidupan ekonomi dan kepribadian.

Pepatah lama mengatakan bahwa hemat pangkal kaya, boros pangkal miskin. Hemat berarti tidak membelanjakan uang untuk hal-hal yang tidak penting. Hemat berarti memiliki perencanaan keuangan yang berkualitas dan menghindarkan diri untuk berbelanja barang-barang mahal. Hemat berarti menghindari hutang dan siap menjalani kehidupan dibawah penghasilan rata-rata.

Hemat berarti mampu menyiapkan dana abadi untuk menghadapi berbagai kemungkinan yang tak terpikir di hari ini. Hemat berarti mampu menghargai setiap nilai uang dengan sikap rendah hati. Hemat berarti mampu menjalani kehidupan dengan cara yang paling sederhana. Hemat berarti tidak menjadikan uang sebagai energi yang menguasai kehidupan Anda. Hemat berarti memiliki perasaan syukur dan terima kasih atas setiap sen penghasilan, dan mau mengalokasikan sebagian dari penghasilan tersebut untuk masa depan.

Hemat berarti selalu bersikap jujur terhadap kondisi keuangan, dan tidak memasukkan diri ke dalam perangkap gengsi dan konsumtif. Hemat berarti mampu memiliki toleransi dan empati untuk kehidupan orang-orang lain. Hemat berarti makan secukupnya dan menggunakan semua fasilitas pendukung kehidupan secukupnya.

Hemat berarti tidak menjalani kehidupan secara berlebihan, tapi menjalani kehidupan dengan rasa tanggung jawab kepada lingkungan dan kehidupan lain. Hemat berarti memiliki gaya hidup untuk lebih banyak menyimpan uang daripada lebih banyak membelanjakan uang untuk hal-hal yang tidak penting.

Penghematan adalah sebuah kewajiban bagi setiap orang, sebab dengan melakukan penghematan, setiap orang telah berkontribusi untuk daya tahan kehidupan ekonomi bersama yang lebih kuat. Setiap nilai uang yang dihemat akan bergulir ke dalam hal-hal produktif, dan secara akumulatif akan menghasilkan energi, untuk dikontribusikan ke dalam skala ekonomi yang lebih besar. Hemat adalah cara hidup terefektif untuk menghasilkan daya tahan keuangan dan ekonomi yang lebih unggul.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

INVESTASI ATAU SPEKULASI

Pertanyaan

Tolong di kupas masalah forex, bursa efek, jual beli saham, dan juga masalah tradingnya ?

Djajendra Menjawab

Forex atau perdagangan valuta asing itu sifatnya global, yang dikendalikan oleh para fund manager dari negara-negara besar atas nama pasar uang secara internasional, dan  yang diperdagangkan itu nilai uang, dengan dasarnya adalah fondasi ekonomi negara asal uang tersebut, pergerakan nilai uang yang sifatnya teknis, dan faktor psikologis pasar uang terhadap uang tersebut. Biasanya faktor psikologis pasar uang memiliki peran yang sangat besar terhadap fluktuasi nilai uang sehari-hari. Pengalaman saya lebih dari 20 tahun sebagai pemain forex mengajarkan bahwa kesabaran dan intuisi pribadi sangat menentukan hasil akhir. Karena forex ini sangat tergantung kepada fondasi ekonomi dari negara-negara superpower ekonomi dunia, maka kita harus sangat rajin, setiap hari, mempelajari keadaan perekonomian negara-negara tersebut. Misalnya, perekonomian Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Prancis, Inggris, dan negara-negara lainnya, yang berkontribusi atau memiliki pengaruh terhadap pasar uang dunia.

Bursa efek dan jual beli saham walaupun pengaruhnya bersifat global, tapi praktiknya masih lokal, dan sangat tergantung kepada perilaku dari para pelaku pasar modal dari masing-masing negara. Dari pengalaman, saya menyadari adanya para market maker yang bisa memainkan pasar sesuai keinginan mereka. Apalagi bila sebuah pasar modal dengan jumlah kapitalisasi pasar yang tidak besar, maka sangat berpotensi untuk dikuasai oleh konsorsium pemilik modal. Lalu, mereka berpotensi menjadi market maker untuk keuntungan kelompok mereka.

Masalah trading di pasar modal, pasar uang, dan pasar komoditi menjadi semakin rumit dengan kehadiran  beragam produk derivatif, bersama ratusan turunan dari kreatifitas produk derivatif; baik yang berasal dari pasar uang, pasar modal, maupun pasar komoditi. Oleh karena itu, sangatlah perlu untuk berhati-hati saat berinvestasi di ketiga jenis pasar tersebut. Sebab, orang-orang yang telah memiliki pengetahuan secara baik dibidang ini, pun sering mengalami kerugian yang membuat kehidupan keuangannya terganggu. Saran saya, bila ingin berinvestasi atau berspekulasi di pasar uang, pasar modal, atau pasar komoditi; maka siapkan dulu mental yang tahan banting untuk menerima risiko apa pun. Rugi dan untung adalah dua hal yang selalu pasti akan terjadi kepada siapa pun di ketiga pasar tersebut. Orang-orang yang paling siap untuk terjun di ketiga pasar tersebut adalah mereka-mereka yang telah memiliki uang lebih, dan tidak merasa rugi saat uangnya habis oleh kekalahannya di dalam investasi atau pun spekulasi. Bila jumlah uang yang dimiliki tidak banyak, maka janganlah terlalu berambisi untuk berinvestasi atau berspekulasi di ketiga pasar tersebut.

DJAJENDRA

HITUNGLAH RISIKO SEBELUM BERINVESTASI

“Kegagalan Dalam Menghitung Risiko Investasi Hanya Akan Menghasilkan Ketakutan Dalam Ketidakpastian Hasil Investasi. Semua Investor Sukses Selalu Berhitung Risiko Dengan Perhitungan Yang Sangat Rinci, Agar Hubungan Dirinya Dengan Investasinya Bisa Saling Memahami Dan Melengkapi.” – Djajendra

Warren Buffett, investor terkaya di dunia, menulis dalam sebuah buku bahwa penunggang kuda terbaik di dunia ini tidak akan pernah memenangkan perlombaan dengan kuda yang pincang. Tetapi seorang penunggang kuda yang biasa-biasa pun dapat memenangkan perlombaan dengan menunggangi kuda yang juara. Tulisan ini memperumpamakan perilaku seorang investor. Sebab, sering sekali dengan pengetahuan yang sangat minim, seorang investor sudah berani berinvestasi dan menempatkan sejumlah uangnya di tempat yang kurang dia pahami risikonya. Akibatnya, saat risiko investasi mengambil sebagian dari uangnya, diapun berteriak seolah-olah dia tertipu dengan janji-janji investasi. Padahal, si investor ini telah membuat keputusan untuk berinvestasi di usaha yang tidak dia pahami risikonya. Dia hanya tergoda oleh rayuan dari orang yang menawarkan investasi tersebut, tanpa pernah menghitung risiko atau pun mempelajari tentang isi dari barang yang mau dia investasikan tersebut. Kalau sudah begini, jangan salahkan siapapun, tapi lebih baik menyalahkan diri sendiri, karena diri telah lalai memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk berinvestasi secara cerdas dalam risiko rendah. Artinya, diri telah lalai untuk mempelajari apakah investasinya itu seperti kuda pincang atau seperti kuda juara.

DJAJENDRA

DAMPAK REDENOMINASI RUPIAH TERHADAP KEUANGAN PRIBADI

Pertanyaan

Apa dampak  redenominasi Rupiah terhadap keuangan pribadi?

Djajendra Menjawab

Secara teori dan matematis redenominasi Rupiah sepertinya tidak berdampak apa-apa terhadap keuangan pribadi. Karena,  redenominasi tidak bertujuan untuk menurunkan nilai uang, sehingga tidak akan ada penurunan nilai kekayaan masyarakat. Redenominasi bertujuan untuk menyederhanakan besaran nominal uang secara matematis dengan menghilangkan beberapa angka nol, misal Rp.1.000,- mungkin menjadi Rp.1,- Secara daya beli dan nilai kekayaan tidak akan berkurang apapun, tapi secara nominal jumlah uang hitungannya menjadi lebih sedikit.

Potensi dampak negatif dari redenominasi ada dalam psikologis masyarakat. Bila psikologis masyarakat terpengaruh oleh rasa takut akan penurunan nilai uang oleh kebijakan redenominasi, maka hal ini berpotensi memicu kenaikan harga barang-barang. Dan bila ini terjadi, maka inflasi pasti akan menurunkan nilai uang. Akibatnya, keuangan pribadi pasti terganggu oleh penurunan nilai uang.

DJAJENDRA

FINANCIAL FREEDOM

“Uang Anda Jangan Dihambur-Hamburkan Untuk Berbelanja Hal-Hal Yang Tidak Prioritas Buat Kehidupan Anda, Tapi Investasikan Ke Dalam Hal-Hal Yang Anda Pahami, Agar Uang Anda Itu Dapat Menjadi Alat Investasi Yang Membebaskan Anda Dari Kekurangan Uang.” – Djajendra

Hidup setiap orang itu berbiaya rutin, sedangkan mayoritas penghasilan orang sering sekali bersifat tidak pasti dan tidak rutin. Oleh karenanya, kemandirian keuangan sangat menentukan kualitas kehidupan seseorang.

Kemandirian keuangan atau biasa yang disebut dengan istilah financial freedom, adalah sebuah keadaan dimana seseorang telah mampu menciptakan kepastiaan sumber penghasilan secara rutin, untuk mengatasi biaya hidup rutin yang wajib dia keluarkan.

Salah satu cara untuk membuat diri mandiri secara finansial adalah dengan memiliki motivasi yang kuat, untuk menjadikan uang sebagai alat investasi dalam menambah kekuatan ekonomi pribadi.

Bila seseorang sudah mampu membuat uangnya aktif sebagai alat investasi yang menambah nilai ekonomi kehidupannya, maka dia tidak perlu lagi bekerja keras memikirkan biaya rutin bulanan, karena uangnya akan menjadi investasi yang bekerja keras untuk memenuhi semua kebutuhan rutin hidupnya.

Cerdaskan pola pikir keuangan Anda, dan yakinkan diri Anda bahwa Anda sedang hidup dalam realitas ekonomi uang. Lalu, pastikan Anda memiliki budget yang cerdas untuk mengatur, mengelola, mengendalikan, dan meningkatkan kualitas keuangan pribadi Anda.

DJAJENDRA

Older posts

© 2019 MOTIVASI DJAJENDRA

Theme by Anders NorenUp ↑