DJAJENDRA CORPORATE MOTIVATOR

Leadership Business Personal Interpersonal Entrepreneurs and Employed Professionals

Archive for the ‘artikel komunikasi’ Category

Sep
2

hypnosis-510PRESENTASI POWERPOINT

“Slide Presentasi Harus Memiliki Nilai-Nilai Yang Bisa Menceritakan Solusi Untuk Sebuah Realitas.” – Djajendra

Bicara presentasi akan mengingatkan Anda pada PowerPoint, seperti namanya, PowerPoint adalah alat yang ampuh untuk menyampaikan pesan sambil menyatukan persepsi, asumsi, dan motivasi. Gunakan kata-kata dasar dalam setiap slide presentasi. Lalu, ceritakan makna dari setiap kata-kata dasar tersebut dengan realitas yang sesuai dengan tema yang sedang Anda bahas.

Sering sekali, isi slide presentasi yang sama, bila dipresentasikan atau disampaikan oleh orang yang berbedah, maka artinya juga akan berbeda. Kenapa hal ini bisa terjadi? Karena, setiap individu selalu hadir bersama logika berpikirnya sendiri, nilai-nilai kehidupannya sendiri, asumsi dan persepsinya sendiri terhadap kehidupan. Dan, sangat disarankan bahwa Anda yang ingin melakukan presentasi wajib memiliki keunggulan wawasan, kecerdasan, pengalaman, pengetahuan, empati, intuisi, gairah, energi, dan motivasi yang kuat untuk menerjemahkan setiap kata-kata di slide agar sesuai dengan misi presentasi Anda.

Sebelum menyusun presentasi, pastikan Anda telah melakukan riset yang sangat mendalam terhadap materi yang akan Anda sampaikan tersebut. Jangan pernah mengutip materi presentasi dari sana-sini untuk dicantumkan dalam slide presentasi, nanti Anda akan terlihat tidak unik dan sangat normatif. Bila semua hal bersifat normatif, maka para audience Anda akan kehilangan gairah untuk mendengar presentasi Anda. Dan Anda juga akan terlihat tidak istimewa dengan gagasan-gagasan kering Anda.

Presentasi Anda harus dapat dimanfaatkan oleh audience Anda sebagai alat untuk memecahkan masalah mereka. Untuk itu, Anda harus cerdas merangkai kata-kata yang sesuai dengan harapan para audience. Pastikan para audience memfokuskan perhatian untuk mendengarkan rangkaian kata-kata Anda dan bukan untuk sekedar membaca isi slide Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Jul
29

PROFILE DJAJENDRA 2“Komunikasi Yang Berkualitas Tidak Dihasilkan Dari Kecerdasan Ngotot, Tapi Dihasilkan Dari Kecerdasan Sabar.” – Djajendra

Komunikasi adalah awal mendapatkan solusi terbaik dalam setiap persoalan hidup. Mendengar dengan sabar dan bertanya dengan sopan merupakan fondasi komunikasi yang kuat dan penting. Miliki kepribadian dan kualitas diri yang cerdas mengajukan pertanyaan dan cerdas mendengarkan dengan penuh perhatian untuk jawabannya.

Setiap komunikasi haruslah memiliki wawasan, ide, pendapat, dan sikap baik. Setiap komunikasi haruslah memiliki keahlian percakapan dan keterampilan bertanya yang baik, serta memberikan orang lain kesempatan untuk mengekspresikan diri.

Komunikasi yang baik akan mendorong setiap orang untuk memperluas pikiran dan komentar. Perluasan pikiran dan komentar tidak boleh keluar dari topik yang dibicarakan. Tetapi, pikiran dan komentar harus bisa memperkaya topik yang dibicarakan.

Jadilah pembicara dan pendengar yang baik, jangan pernah mendominasi diskusi, tapi selalu bersikap persuasive terhadap setiap situasi komunikasi. Miliki gaya komunikasi yang santai, ceria, tidak ngotot, dan benar-benar tertarik pada orang lain.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Jun
12

profile-djajendra-21“Pendengar Anda Membutuhkan Hal-Hal Terbaru Dari Anda, Oleh Karena Itu, Siapkan Presentasi Anda Dari Sudut Pandang Yang Baru.” – Djajendra

Sikap percaya diri dan kecerdasan saja masih belum cukup dalam memberikan presentasi kepada orang lain. Anda harus menguasai materi presentasi untuk bisa mengatakan sesuatu yang lebih baik kepada orang lain. Sebab, sering sekali para pendengar Anda adalah orang-orang yang luar biasa cerdas, dan biasanya mereka sangat menguasai teori, konsep, dan praktik dari hal-hal yang Anda bicarakan.

Salah satu trik dalam memberikan presentasi terbaik adalah memfokuskan materi presentasi sesuai dengan pengetahuan dan wawasan terbaik yang Anda miliki. Bila Anda merasa masih belum total menguasai suatu persoalan, sebaiknya tunda dulu untuk memberikan presentasi, pelajari dulu semua materi secara total dan menyeluruh, setelah Anda merasa memahami materi dari A sampai Z, barulah Anda berhak tampil dihadapan orang lain untuk membahasnya.

Katakanlah apa maksudmu, demikian tulis Tony Benn di presentation magazine. Tony Benn adalah politikus veteran dan pembicara terkenal. Tony Benn memberi beberapa saran untuk sebuah presentasi yang baik.

1. Katakanlah Apa Yang Anda Maksud.

Tony Benn menyarankan agar dalam setiap penyampaian pidato atau presentasi harus sesuai dengan suara hati atau niat yang akan disampaikan. Hal-hal yang tidak diniatkan untuk dibicarakan, jangan pernah dibicarakan pada saat presentasi tersebut.

2. Artikan Apa Yang Anda Katakan.

Tony Benn menyarankan agar setiap ucapan yang disampaikan harus memiliki arti atau makna yang jelas dan mudah dicerna oleh logika dan akal sehat.

3. Jangan Membuat Serangan Pribadi.

Tony Benn menyarankan, apa pun pendapat dan sikap peserta, pembicara harus mendengarnya, dan tidak boleh merasa tersinggung lalu menyerang balik.

4. Dengarkan Dengan Hormat.

Tony Benn menyarankan untuk selalu mendengarkan suara hati pendengar dengan bijaksana, peduli, dan penuh toleransi.

5. Mendorong Orang.

Tony Benn menyarankan untuk selalu mendorong semangat dan rasa percaya diri para pendengar. Artinya, seorang pembicara tidak hanya menyampaikan materi presentasi, tapi juga memiliki tanggung jawab untuk mendorong orang lain menjadi lebih baik.

Jun
9

“Seorang Penjual Yang Hebat Tahu Bahwa Ia Harus Membangun Jembatan Abadi Untuk Dapat Menghubungkan Dirinya Dengan Orang Lain Dalam Setiap Waktu Dan Zaman.” – Djajendra

Slide1

“Aku lolos tidak dipecat, targetku untuk mendapatkan jumlah pembeli terpenuhi.” Kata seorang penjual dalam ekspresi yang senang

“Apa rahasia Anda untuk mendapatkan banyak pembeli.” Tanya aku dengan penasaran

“Rahasianya, saya berhubungan dengan baik, dan selalu merawat hubungan dengan pembeli untuk menjadi lebih baik.” Kata si penjual

Dialog di atas adalah dialog yang pernah terjadi antara saya dengan seorang penjual dari sebuah perusahaan properti ternama.

Untuk dapat menjadi penjual andal seseorang harus mengalami banyak proses kehidupan yang terkait dengan cara membangun hubungan yang hebat dengan orang lain. Seorang penjual yang hebat tahu bahwa ia harus membangun jembatan abadi untuk dapat menghubungkan dirinya dengan orang lain dalam setiap waktu dan zaman. Oleh karena itu, dia akan selalu menghindar untuk membangun tembok abadi dengan siapa pun dan apa pun. Seorang penjual akan selalu berpikir bahwa setiap orang adalah calon pembeli, dan dia selalu menyediakan dirinya buat melayani orang-orang lain dengan sepenuh hati dan tulus, walaupun orang-orang yang dilayani tersebut tidak peduli kepada layanannya.

Para penjual yang sukses selalu melakukan upaya lebih besar untuk berhubungan dengan para calon pembeli pada tingkat pribadi. Mereka membuat prioritas untuk membiarkan para calon pembeli tahu bahwa dia bukan hanya seorang penjual, tapi juga seorang teman dan sahabat. Mereka mendengarkan alasan dan kekhawatiran para calon pembeli. Mereka membuat komunikasi yang lebih baik dengan calon pembeli, dan tidak terlalu memaksa calon pembeli untuk membeli sekarang, sebab, buat mereka calon pembeli seperti pohon-pohon buah kecil yang suatu hari pasti akan tumbuh besar untuk menghasilkan buah-buah yang berkualitas, asal sejak dini dirawat dengan sepenuh hati.

Rahasia sukses dari para penjual yang saya amati adalah kemampuan mereka untuk berhubungan dengan orang-orang lain dan menciptakan ikatan yang kuat dalam hubungan yang abadi dan bermakna. Mereka selalu menjadi diri sendiri yang nyata, tulus, otentik, dan terhubung secara emosional dengan orang lain. Mereka berupaya dan berjuang untuk menjadi tertarik daripada menarik pelanggan. Untuk itu, mereka berusaha untuk mengenal para calon pembeli dari dekat melalui hubungan yang lebih baik.

Jadilah penjual yang transparan dan biarkan para calon pembeli melihat Anda sebagai orang yang pantas dipercaya untuk pembelian mereka.


May
30

x

Sudah Akrabkah Anda Dengan Atasan Anda?

“Anda Perlu Bantuan Dari Orang-Orang Disekitar Anda Untuk Menciptakan Daya Dorong Anda Menuju Puncak Karir Anda, Dan Salah Satunya Adalah Atasan Anda.” – Djajendra

Membangun hubungan baik dengan atasan Anda adalah tanggung jawab Anda. Bila Anda ingin berprestasi dan menjadi cemerlang ditempat kerja, maka jangan pernah melupakan faktor atasan. Atasan Anda memiliki kekuasaan yang cukup besar untuk mendorong Anda menuju puncak sukses. Artinya, disamping perjuangan dan kerja keras Anda pribadi untuk mencapai puncak karir tertinggi, Anda perlu bantuan dari orang-orang disekitar Anda untuk membantu daya dorong Anda menuju puncak karir Anda, dan salah satunya adalah atasan Anda.

Berbicaralah dengan atasan Anda tentang rencana karir Anda di masa depan; berkomitmenlah kepada atasan Anda untuk membantunya dengan total dan maksimal; perlihatkan kepada atasan Anda bahwa Anda adalah pribadi yang sangat loyal kepada perusahaan dan atasan melalui etos kerja Anda yang cemerlang; jadilah pribadi yang membawa keberuntungan buat atasan Anda dan perusahaan Anda. Lalu, lihatlah semua keajaiban akan hadir ke dalam diri Anda untuk menjadikan Anda sebagai profesional yang cemerlang.

Bila Anda akrab dengan atasan, maka Anda akan memiliki kesempatan besar untuk berbagi gagasan dan mengembangkan ide-ide besar Anda di organisasi Anda. Tetapi, hubungan akrab Anda dengan atasan Anda haruslah berlandaskan kecerdasan, kegeniusan, dan kecemerlangan diri Anda yang terikat dalam batas-batas etika kerja yang berintegritas. Bila tidak, maka keakraban Anda akan dinilai negative oleh banyak pihak, termasuk mungkin oleh atasan Anda sendiri. Jadi, jangan pernah lupa untuk terus-menerus belajar dan menjadikan diri Anda lebih cemerlang dari hari ke hari, dan tetap bersikap rendah hati dengan penuh tanggung jawab kepada pekerjaan Anda.

Persiapkan diri untuk Anda menjadi cemerlang, dan pastikan Anda menjadi cemerlang. Berikut tips untuk Anda:

  1. Kerjakan pekerjaan Anda dengan prioritas yang tepat sasaran.
  2. Kerjakan dan pelajari poin- poin kunci tentang cara membangun hubungan kepada atasan, bawahan dan kolega.
  3. Jadilah pribadi yang tulus, ikhlas, bertanggung jawab, dan berintegritas dalam setiap hubungan Anda dengan setiap kepentingan di organisasi.
  4. Jadilah pribadi yang cerdas membaca situasi di tempat kerja.
  5. Jika atasan tidak tertarik dengan gagasan Anda, maka jangan dipaksa, tapi  berterima kasihlah atas waktu dan kesempatan yang atasan berikan kepada Anda.
  6. Pastikan Anda selalu bersikap konsisten dalam semua situasi dan kondisi.
  7. Miliki kesadaran untuk menyesuaikan diri dalam semua keadaan dan tantangan.
May
27

DJAJENDRA

“Perilaku Anda Ditentukan Oleh Nilai-Nilai Keyakinan Yang Anda Percaya Dengan Keadaan Dan Tuntutan Kehidupan Anda Ditengah-Tengah Masyarakat.” – Djajendra

Dalam setiap hubungan setiap orang selalu menuntut komitmen terhadap hubungan tersebut. Komitmen adalah kata kunci positif untuk membangun hubungan pribadi, hubungan bisnis, hubungan kerja, dan hubungan-hubungan lainnya yang melibatkan dua orang atau lebih. Komitmen yang diberikan akan selalu diawasi dan dikawal secara etika dan moral, agar komitmen tersebut tidak lari dari kontrol yang mengontrol.

Selalu orang-orang dengan sangat mudah menuntut komitmen dari orang lain, apalagi dalam upaya membangun hubungan pribadi diantara dua orang untuk satu kepentingan bersama, dan semua ini dilakukan hanya melalui kata-kata, tanpa memahami kemampuan orang yang dituntut untuk jujur memberikan komitmen yang diharapkan.

Suatu ketika saya mendengar curhat seorang teman, yang menggerutu karena teman bisnisnya mengabaikan komitmen yang dibuat. Menurut dia namanya komitmen pastilah tidak mungkin tertulis hitam di atas putih, kalau sudah tertulis namanya perjanjian bisnis. Sekarang dia sangat menyesal karena semua komitmen awal tersebut tidak di notariskan, dan dia merasa sangat dirugikan oleh temannya tersebut.

Setelah mendengar gerutu teman ini, saya teringat dengan salah satu nasehat bisnis dari Warren Buffett, “Anda tidak dapat membuat kesepakatan yang baik dengan orang yang buruk.”

Komitmen itu sesungguhnya mirip-mirip etika. Walaupun secara etika salah, tapi bila tidak ditulis dan dibuatkan sanksi atas pelanggaran etika, maka etika juga akan menjadi sekedar kata-kata moral, yang terserah kejujuran orang-orang yang terlibat dalam hubungan tersebut. Demikian juga dengan komitmen, bila komitmen tersebut tidak dirinci dalam sebuah perjanjian tertulis dengan saksi notaris, maka komitmen itu hanya akan menjadi sebuah kata-kata moral yang terserah kejujuran orang-orang yang terlibat.

“Semakin tidak hati-hati orang lain dalam melaksanakan urusan mereka, semakin kita harus lebih berhati-hati dalam melaksanakan urusan kita.” Kata Warren Buffett

Setiap orang adalah berbeda, dan tidak boleh Anda merasa bahwa setiap orang itu sama jujurnya dengan Anda. Perilaku setiap orang ditentukan oleh nilai-nilai keyakinan yang dia percaya dengan keadaan dan tuntutan kehidupan dirinya ditengah-tengah masyarakat. Artinya, manusia itu sangat labil dalam hal komitmen, dan sangat tergantung kepada banyak faktor tuntutan hidup yang harus mereka hadapi. Oleh karena itu, lebih etis bila semua komitmen yang serius itu di buat hitam di atas putih, biar sama-sama enak.


May
12

DJCT002

“Komunikasi Terburuk Adalah Di Saat Anda Atau Pun Lawan Bicara Anda Berbicara Secara Agresif, Yang Tak Meyakinkan, Penuh Emosional, Membosankan, Dan Yang Saling Menyakitkan Perasaan.” – Djajendra

Tanpa sadar sering sekali kita terjebak di dalam ruang rapat dengan percakapan yang tidak menyenangkan, yang sangat membuang-buang waktu, dan tidak bermanfaat buat siapa pun, kecuali buat kepuasaan ego diri sendiri.

Kesadaran diri sendiri untuk bisa mengontrol semua interaksi dan komunikasi dengan orang lain, akan membantu diri sendiri untuk menjadi lebih positif dalam setiap komunikasi.

Bila  Anda sudah terlanjur berada dalam percakapan yang penuh emosional atau yang membosankan, maka segeralah ambil sikap positif untuk menghindar dari komunikasi yang penuh energi negatif tersebut.

Anda harus segera keluar dari percakapan yang penuh emosi dan membosankan itu. Mulailah dengan senyum dan katakan bahwa Anda harus segera pergi untuk sebuah urusan yang tidak bisa ditunda. Jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih.

Untuk interaksi atau komunikasi berikutnya, pastikan Anda telah menyarankan atau menyampaikan informasi yang ingin Anda bicarakan. Katakan secara jujur kepada rekan bicara Anda bahwa Anda hanya tertarik untuk berbicara terhadap materi yang disepakati. Dengan tegas Anda harus meminta rekan bicara Anda untuk berkomitmen terhadap materi pembahasan.

Komunikasi yang penuh emosional berpotensi mengaburkan semua informasi penting, dan hal ini akan menyebabkan Anda dan rekan-rekan komunikasi Anda akan gagal meletakkan keputusan dasar untuk kerjasama yang berkualitas.

Berbicaralah secara efektif pada sasaran yang dituju. Jangan terlalu banyak berasumsi dan berteori, tapi fokuskan semua energi, kecerdasan, dan pengetahuan Anda untuk topik yang sedang Anda bicarakan.

Jadilah pribadi yang bersikap terbuka terhadap semua informasi pendukung. Berikan yang terbaik, dan pastikan Anda cerdas membaca pikiran dan motivasi orang lain.

Miliki kekuatan untuk menggali informasi secara lebih mendalam. Jangan hanya sekedar menerima jawaban, tapi dapatkan informasi yang lebih detail untuk semua persoalan.

May
4

DJ17

“Komunikasi Persuasif Akan Mengembangkan Semangat Kerja, Dan Menghapus Sikap Negatif Di Antara Karyawan Dan Pimpinan.”-Djajendra

Beberapa waktu yang lalu, saya di undang oleh sebuah perusahaan properti ternama, untuk memberikan training motivasi komunikasi di internal perusahaan.  Materi di fokuskan untuk membangun komunikasi persuasif dengan rekan kerja selevel, bawahan, dan atasan.

Komunikasi persuasif tidak boleh dihindari oleh siapa pun. Sikap rendah hati dalam balutan empati dan kecerdasan emosional yang baik, akan menjadikan setiap orang di perusahaan mampu memberikan yang terbaik.

Komunikasi persuasif akan membuat informasi di internal perusahaan tersampaikan dengan baik kepada setiap fungsi dan peran kerja. Hal ini akan meningkatkan rasa kepercayaan di antara setiap orang untuk saling berbagi dan berkontribusi secara maksimal.

Komunikasi persuasif akan mengembangkan semangat kerja, dan menghapus sikap negatif di antara karyawan dan pimpinan. Termasuk, meningkatkan produktivitas dan efisiensi di semua aspek pekerjaan di perusahaan.

Komunikasi persuasif menjadi sangat penting, karena akan menjadi alat manajemen untuk memberikan kontribusi kepada organisasi dan stakeholders.

Pelatihan selama delapan jam ini berlangsung dengan sangat baik. Setiap peserta sangat antusias dan aktif dalam role play, dan selalu berusaha dengan berbagai cara untuk tetap bisa mengontrol diri, serta mampu secara konsisten memainkan peran persuasif di dalam setiap komunikasi.

Komunikasi persuasif tidak hanya sebatas teknik-teknik komunikasi yang bersifat normatif, tapi diperlukan hati nurani untuk bersikap baik, adil, jujur, profesional, terbuka, dan positif terhadap siapa pun.

Etika, moralitas, sikap, dan pengendalian diri merupakan sebuah dasar yang tak boleh diabaikan di dalam pengembangan komunikasi persuasif di internal perusahaan.

Komunikasi persuasif akan menghasilkan individu – individu yang setia kepada visi perusahaan, serta mampu memiliki tekad dan motivasi untuk menghasilkan kinerja yang produktif dan efektif.

Apr
28

DJ100

“Di Bumi Mana Kita Berdiri; Hormatilah Tanah, Budaya, Adat Istiadat, Bahasa, Dan Masyarakatnya.” – Djajendra

Beberapa waktu yang lalu saya di undang oleh sebuah perusahaan batu bara di Kalimantan Timur untuk memberikan on site motivation tentang kecerdasan emosional dalam lingkungan multikultural. Mereka ingin saya memberikan pencerahan dan motivasi, agar para karyawan di lokasi mampu menjaga diri, emosi, dan kepribadian untuk menciptakan situasi yang harmonis dengan masyarakat di sekitar kawasan tambang.

Pagi sekali saya sudah sampai di Bandara Soekarno – Hatta, saya menggunakan pesawat pertama. Perjalanan dari Jakarta ke Balikpapan membutuhkan waktu sekitar dua jam sepuluh menit. Sesampai di Bandara Internasional Sepinggan, Balikpapan, terlihat pemandangan laut yang biru dan bersih. Belum selesai saya menikmati keindahan laut Balikpapan yang luar biasa itu, saya telah dijemput oleh klient saya dan langsung menuju ke kota Samarinda.

Di pertengahan jalan antara Balikpapan dan Samarinda, kami berhenti sejenak di rumah makan Tahu Sumedang, di Jl Poros Balikpapan – Samarinda di km 50. Rumah makan dengan pemandangan bukit dan kebun kecil yang indah.

Setelah selesai menikmati hidangan sunda dari rumah makan Tahu Sumedang, kami kembali bergerak menuju ke kota Samarinda, sambil menikmati kehijauan dan keindahan hutan bukit Soeharto.

Setelah tiga jam perjalanan dari Balikpapan, kami sampai di kota Samarinda, dan langsung check-in di hotel.

Setelah selesai check-in di hotel, setengah jam kemudian kami menuju ke daerah Tenggarong, untuk mengunjungi lokasi tambang milik klient kami. Di perjalanan, kami melihat aktivitas beberapa perusahaan tambang yang cukup sibuk melakukan loading batu bara dengan menggunakan conveyor.

Pemandangan sawah, rawah, semakbelukar, yang diselingi dengan beberapa rumah penduduk terlihat di kiri-kanan jalan menuju lokasi. Terdengar suara nyanyian burung dan hewan hutan lainnya. Aktivitas penduduk asli yang berjalan sambil menggendong anaknya dikeranjang yang diletakkan di pundak. Semua yang saya lihat di perjalanan menjadi sangat indah dan memberikan banyak inspirasi buat kekayaan kehidupan pribadi saya.

Multikultural! Saya langsung teringat tentang materi motivasi yang harus saya sampaikan besok pagi di hadapan para audience saya.

Di setiap daerah sangat ragam perilaku dan budaya masyarakat setempat, kita yang beraktifitas di sebuah daerah wajib untuk mengormati perilaku dan budaya masyarakat setempat. Artinya, di bumi mana kita berdiri, hormatilah tanah, budaya, adat istiadat, bahasa, dan masyarakatnya.

Sekitar tahun 1986 sampai dengan 1988, saya adalah  Auditor yang bekerja di sebuah kantor akuntan publik. Saat itu, kantor saya sering mendapat klient dari BUMN, dan saya berkesempatan melakukan audit di perusahaan perkebunan, galangan kapal, pertambangan, dan lain sebagainya. Khusus untuk perkebunan dan pertambangan, saya harus melakukan perjalanan ke daerah – daerah terpencil. Keragaman masyarakat yang saya temui pada saat itu mengajarkan banyak kekayaan kehidupan kepada saya. Dan sekarang, di tahun 2010 ini, saya masih belajar tentang keragaman kehidupan masyarakat yang luar biasa indah.

Bekerja di sektor sumber daya alam tidaklah mudah. Para karyawan dan pimpinan harus menjadi cerdas secara multikultural, bila tidak, konflik dengan masyarakat setempat bisa merugikan semua pihak.

Karyawan dan pimpinan yang cerdas secara multikultural dan emosional pasti dengan mudah beradaptasi dengan sikap dan perilaku masyarakat lokal. Lalu, mampu membangun hubungan dan komunikasi positif  dengan semua pihak secara berkualitas.

Apr
20

DJ100

“Konflik Akan Menciptakan Efek Buruk Berantai Yang Berpotensi Merusak Fondasi Perusahaan.” – Djajendra

Pengaturan hubungan kerja yang gagal akan menciptakan konflik dalam bentuk gesekan antara individu di dalam organisasi. Hal ini berpotensi menimbulkan masalah dan kerugian bagi stakeholders. Bila manajemen tidak mampu mengelola berbagai macam kepribadian yang berbeda untuk sebuah visi bersama, maka para individu akan berperilaku atas dasar ego dan kepentingan diri mereka masing-masing.

Ketegangan dan konflik yang tak terkendali akan memicu ketidakcerdasan emosional di internal organisasi. Oleh karena itu, pihak manajemen harus mampu memecahkan akar dari ketegangan dan konflik tersebut. Bila tidak, maka secara otomatis kepatuhan karyawan dan pimpinan kepada etika dan moralitas akan menurun, dan kondisi ini akan menghilangkan potensi perusahaan untuk meraih kinerja terbaik.

Setiap karyawan dan pimpinan sejak dini harus diajarkan cara untuk mengendalikan situasi di saat benih konflik muncul. Terutama untuk mengubah pandangan dan tanggapan negatif menjadi positif terhadap situasi yang ada, agar bisa mengatasinya dengan cara yang paling profesional dan bijaksana.

Konflik biasanya akan diikuti sikap marah  dan dendam, kedua sifat ini pasti akan mengganggu perilaku setiap orang. Artinya, energi negatif yang dimunculkan oleh sekelompok orang di dalam internal organisasi, akan menciptakan efek buruk berantai yang berpotensi merusak fondasi perusahaan secara keseluruhan. Misalnya, jika sekelompok orang sedang berkonflik satu sama lain, maka perhatian orang-orang lain di internal perusahaan tidak akan fokus pada pekerjaan mereka, tapi perhatian akan ditujukan untuk mengetahui perjalanan konflik. Dan setiap orang akan mencoba untuk berasumsi dalam membongkar konflik. Hasilnya, gosip akan menguasai etos kerja, dan setiap orang akan terlibat dalam pro-kontra konflik.

Konflik yang berkepanjangan akan menciptakan ketidakmampuan sumber daya manusia untuk berkonsentrasi buat mencapai semua rencana dan tujuan. Akhirnya, etos kerja di internal perusahaan akan terbebani dengan perasaan gelisah dan marah. Termasuk, penurunan kualitas kerja, disiplin dan moral.