KUATKAN MENTAL UNTUK MENJALANKAN BISNIS DENGAN DOLLAR DI ATAS Rp 14.000,-

“Ketangguhan mental dan aliran energi pemenang di tengah krisis, akan menjadi kekuatan untuk meraih kemenangan bagi bisnis Anda.”~Djajendra

Sebuah titik krisis adalah ujian bagi ketangguan mental pebisnis. Siapa yang tangguh dan kreatif akan muncul sebagai pemenang. Krisis dan kesulitan pasti berlalu, tetapi saat mereka hadir, kepanikan dan kebingungan bisa membuat mental buntu dan tanpa solusi.

Bagi para pemenang, apapun tantangannya, dia selalu kuat, dan berani mengambil sikap untuk bergerak melalui disiplin bagi keberhasilan. Mereka mampu berprestasi di atas hambatan dan rintangan. Mereka selalu bersikap tegas, optimis, kreatif, berani, ikhlas dan fokus pada pencapaian terbaik. Mereka mampu memetakan persoalan dengan kreatif dan cerdas, lalu mengatasi semua hal di titik krisis dengan sempurna.

Bagi mental kalah, mereka begitu mudah terjebak di dalam kesulitan, lalu mengeluh dan putus asa dengan realitas. Mereka sangat pintar melempar kesalahan kepada yang lain, dan sibuk membuang energi untuk mencari alasan pembenaran atas ketidakmampuan mereka.

Ada sebuah cerita yang begitu luar biasa dari seorang pemenang sejati bernama Thomas Alva Edison. Pada tahun 1914 pabrik Thomas Edison terbakar habis, semua penemuan dan prototipe hancur terbakar menjadi abu, dan dia mengalami kerugian sekitar lebih dari 23 juta dollar pada saat itu. Atas kejadian tersebut, Thomas Alva Edison tidak sedih, dia hanya berkata “Bersyukurlah semua kesalahan kami terbakar. Sekarang kami bisa memulai lagi dengan lebih hebat.” Reaksi Thomas Alva Edison menggambarkan jiwa yang tangguh dan penuh optimis. Di saat semua kekayaannya terbakar habis, dia melihat peluang untuk bekerja dengan lebih hebat lagi. Ketika gagal 10.000 kali, Thomas Edison hanya berkata, “ saya belum gagal. Saya baru saja menemukan 10.000 cara yang tidak akan bekerja.” Thomas Alva Edison adalah role model tentang ketangguhan di tengah krisis. Dia tetap meningkatkan pencapaian di titik krisis yang dia hadapi. Dia tetap penuh semangat di titik krisis yang dia hadapi. Dia tidak pernah mengeluh, melemparkan kesalahan, dan lari dari kenyataan.

Landasan ketangguhan mental adalah pikiran positif dan kecerdasan emosional. Ketika emosi dan pikiran Anda dalam wilayah positif, maka Anda menjadi sangat optimis dan produktif. Energi positif dapat meningkatkan semangat untuk tampil lebih fleksible dalam menjalankan usaha.

Jadilah lebih percaya diri. Bila titik krisis sudah terjadi, tugas Anda adalah meningkatkan keyakinan dan rasa percaya diri untuk menemukan peluang baru dari keadaan yang ada. Oleh karena itu, tingkatkan semangat karyawan dan pimpinan perusahaan Anda. Latih mereka menjadi energi optimis dengan mental tangguh. Tingkatkan kemampuan mereka untuk menjadi lebih percaya diri dalam menemukan solusi. Tanamkan keyakinan positif dan optimis atas potensi krisis yang ada, jangan menutupi apapun, bangkitkan semangat kerja keras mereka di tengah ketidakamanan bisnis Anda. Mental karyawan dan pimpinan tangguh selalu bergairah dengan tantangan yang ada, dan sangat cerdas menginspirasi orang lain untuk membantu mereka mencapai kinerja yang diinginkan, walau realitas bisnis sedang di tengah krisis.

Krisis merupakan tanda untuk merangkul perubahan, dan tidak lagi ngotot dengan apa yang sudah direncanakan. Miliki perilaku kerja yang fleksible dan terus-menerus beradaptasi dengan perubahan. Krisis tidak boleh melumpuhkan proses bisnis Anda, tetaplah kreatif dan rendah hati. Kuatkan mental orang-orang di internal perusahaan, yakinkan dan bangkitkan semangat kerja dengan etos yang luar biasa untuk tetap menang di tengah badai krisis.

Jadilah rendah hati dan kreatif di tengah potensi perubahan oleh dampak krisis. Tenangkan pikiran, kuatkan energi positif, lancarkan energi dari otak sampai ke ujung kaki Anda. Bernafaslah dalam-dalam dan yakinlah bahwa Anda sangat terbuka untuk mengenali, memanfaatkan, dan menciptakan peluang di tengah krisis yang terjadi. Perubahan adalah pasti, dan bila Anda bersahabat dengan perubahan, Anda akan selalu menciptakan peluang baru bagi kemajuan bisnis Anda.

Bila bisnis Anda sedang mengalami kesulitan dan kegagalan, maka rangkullah kegagalan tersebut. Jangan marah atau memusuhi kegagalan. Orang-orang bermental tangguh selalu menerima kegagalan, kerugian, kehilangan dan kesulitan dengan tangan terbuka. Lalu, mereka menjadikannya sebagai guru dan belajar dari mereka untuk menuju sukses ke level yang lebih tinggi.

Walau Rupiah sudah di atas Rp 14.000,- per dollar Amerika, dan sebagian pebisnis yang sudah pusing tujuh keliling. Hal ini bukan sebuah akhir, tetapi sebuah awal untuk kemajuan yang lebih tinggi.Oleh karena itu, kuatkan mental dan energi pemenang melalui budaya organisasi Anda agar semua sikap, perilaku, kebiasaan, karakter, dan etos kerja dari sumber daya manusia perusahaan Anda mampu menang di tengah krisis; mampu sukses dan mencapai kinerja terbaik di tengah potensi krisis.

Jangan terjebak di tengah krisis, jangan frustasi di tengah badai krisis. Kuatkan mental pemenang dan energi pemenang di tengah lingkungan kerja Anda agar semua insan perusahaan Anda mampu membuka jalan bagi keberhasilan bisnis Anda.  

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MEMBANGUN PERILAKU KERJA YANG AKUNTABLE

Business Ethics- Djajendra“Integritas adalah ibu yang melahirkan akuntabilitas. Komitmen adalah sahabat untuk menjalankan akuntabilitas dengan tepat.”~Djajendra

Kualitas sebuah pribadi ditentukan dari akuntabilitas. Perilaku yang akuntable merupakan modal, untuk menjalankan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab dari jiwa yang kaya integritas. Akuntabilitas adalah sesuatu yang muncul dari kesadaran integritas, dan kesadaran untuk selalu mempertanggung jawabkan apapun yang telah dibuat.

Sebuah pekerjaan bukanlah sebuah garis lurus yang mudah untuk dituntaskan sesuai sistem dan prosedur yang disepakati. Kadang-kadang, ada kepentingan yang suka mengintervensi sistem dan prosedur. Apalagi, bila kepentingan itu kuat dan menentukan karir si pekerja, maka semakin tidak mudah untuk menjalankan pekerjaan sesuai sistem dan prosedur yang ada. Intinya, sehebat apapun tata kelola normatif dari sebuah organisasi, dia akan dipaksa untuk tunduk kepada kekuatan kepentingan stakeholdersnya.

Dunia kerja adalah dunia kepentingan. Tidak terbantahkan bahwa kekuatan kepentingan menentukan karir seseorang. Pekerja yang mengabaikan atau meremehkan kekuatan kepentingan pasti tersingkir, dan karirnya pun berpotensi redup. Jadi, bagaimana seseorang mampu menjalankan akuntabilitas, bila dia juga harus melayani kekuatan kepentingan?

Semakin termotivasi untuk meraih karir tertinggi, semakin harus cerdas memahami kekuatan kepentingan stakeholders. Pastinya harus bertanggung jawab, serta mampu mempertanggung jawabkan semua keputusan dan tindakan. Oleh karena itu, jadilah pribadi yang selalu berhati-hati, dan memiliki loyalitas yang tinggi kepada kepentingan yang melindungi karir Anda. Akuntabilitas merupakan sesuatu yang sangat mahal, sangat langka, dan suka meminta pengorbanan.

Kekuatan kepentingan dari orang-orang di sekitar pekerja merupakan sebuah fakta yang tidak dapat diabaikan. Seorang pekerja tidak mungkin berkarir hebat dengan menutup mata terhadap kepentingan yang ada. Seorang pekerja direkrut dan dipekerjakan untuk melayani kepentingan, dan risikonya harus mau mempertanggung jawabkan pekerjaan dengan total.

Dunia kerja adalah kombinasi dari profesionalisme dan kepentingan. Pekerja dituntut dan dilatih untuk memiliki perilaku akuntable, profesional, beretika, berintegritas, loyal, dan melayani dengan sepenuh hati. Tetapi, pekerja juga diminta punya empati dan toleransi, untuk melayani kebutuhan khusus dari kekuatan kepentingan stakeholders.

Akuntabilitas adalah bagian terkuat dari profesionalisme. Ketika seorang pekerja bekerja dan berkarya di jalur akuntabilitas, maka dia harus melengkapi kualitas dirinya dengan mental yang hebat. Tanpa mental yang hebat dan daya tahan fisik yang tangguh, maka dia berpotensi menghadapi stres di sepanjang proses kerja. Apalagi, bila dia harus berhadapan dengan kekuatan kepentingan yang besar. Masalah dari kekuatan kepentingan akan selalu datang dan juga pergi. Jiwa yang cerdas, pikiran yang terbuka, dan hati yang ikhlas, akan memudahkan untuk memecahkan masalah dengan solusi yang tepat. Intinya, kecerdasan dan kekuatan batin digunakan untuk melayani kepentingan, tanpa menghilangkan energi akuntabilitas.

Akuntabilitas merupakan ekspresi dari peran yang mau bertanggung jawab, mempertanggung jawabkan, dan mengakui semua proses secara terbuka dan jelas. Dalam hal ini, perilaku kerja yang akuntable tidak akan pernah menciptakan kebingungan tentang siapa yang bertanggung jawab dan siapa yang melakukannya. Perilaku kerja akuntable selalu mampu menjelaskan dan memaparkan sedetil-detilnya tentang langkah, proses, maksud, risiko, dan keharusan untuk mengambil sebuah keputusan atau tindakan dengan cara-cara yang digunakan.

Walaupun harus melayani kekuatan kepentingan dari stakeholders. Perilaku akuntable tidak akan asal bertindak atau membuat keputusan sesuai maunya stakeholders. Mereka akan meningkatkan proses mencari dan mengumpulkan informasi dari berbagai dimensi. Mereka akan memberi dan menerima umpan balik, dan menunjukkan peta risiko dari sebuah keputusan atau tindakan. Mereka pasti akan memenuhi harapan dan keinginan dari kepentingan stakeholders, tetapi semua itu melalui sebuah pemetaan persoalan yang matang, dan dapat dipertanggung jawabkan secara profesional.  

Akuntabilitas merupakan kunci untuk menavigasi proses, yang terkontrol dalam rasa tanggung jawab yang tinggi. Apapun kebebasan dan kepentingan yang ada di sepanjang proses, rasa tanggung jawab haruslah menjadi sesuatu yang menjaga nilai-nilai profesionalisme. Rasa tanggung jawab harus selalu membatin saat membuat keputusan dan tindakan. Rasa tanggung jawab harus meningkatkan semangat, untuk menemukan solusi yang tepat, yang bebas risiko.

Akuntabilitas adalah tentang batin yang tidak ingin melanggar etika, kebaikan, hukum, moral, sistem, prosedur, dan selalu memiliki solusi untuk tetap bekerja dengan nilai-nilai positif. Dan juga, selalu merasa bertanggung jawab untuk melakukan perbaikan atas kelemahan, dan melakukan perawatan agar semuanya bisa terus berkelanjutan di dalam kualitas yang tinggi. Akuntabilitas tidak akan menjadi penyebab atas kerusakan, tetapi menjadi alat untuk menjaga dan merawat semuanya dengan penuh tanggung jawab dan kepedulian.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

BERURUSAN DENGAN ORANG-ORANG YANG MENGHALALKAN SEGALA CARA UNTUK MENCAPAI TUJUAN

KUTA BALI-KEMENKES 2014“Bagi manipulator, mencapai tujuan dengan menghalalkan segala cara, adalah kebenaran. Kesepakatan yang tidak sesuai tujuan mereka, pasti mereka khianati.”~Djajendra

Sangat pintar memutarbalikan fakta; sangat berkemampuan berbohong dan membenarkan kata-kata bohongnya; sangat pintar memanipulasi keadaan; sangat pintar berargumen tanpa logika, tanpa akal sehat; sangat pintar berputar-putar, menarik ulur, dan menciptakan persepsi seolah-olah dirinya dirugikan. Mereka adalah para manipulator, yang suka menghalalkan segala cara, untuk mencapai tujuan.

Seorang manipulator memiliki energi negatif dalam wujud licik, trik negatif, kecurangan, tipu daya, menyelewengkan, menyalahgunakan, dan berlogika tanpa akal sehat. Mereka cerdas menguasai kelemahan lawan. Setelah kelemahan lawan ditemukan, mereka akan menggunakannya untuk menyerang dari setiap sisi dan sudut. Mereka tidak malu dengan persepsi orang banyak; mereka ngotot dan sangat percaya diri, untuk menghalalkan segala cara demi tujuan. Mereka memiliki banyak akal negatif, dan selalu siap melanggar etika demi mencapai tujuan. Mereka terus-menerus akan mengulang rencana tidak baiknya, untuk mengambil keuntungan dari ketidakmampuan lawan. Mereka tidak akan menghentikan sebuah eksploitasi terhadap hal-hal buruk lawannya. Mereka adalah manipulator ulung, yang sangat terlatih untuk memanipulasi realitas.

Bagaimana cara berurusan dengan manipulator, yang suka menghalalkan segala cara, untuk mencapai tujuan?

Memang tidak mudah menghadapi orang-orang yang cerdas memanipulasi. Mereka sangat berkemampuan dan sangat ahli, untuk menghalalkan segala cara. Mereka memiliki banyak akal buruk, untuk membuat Anda tidak berdaya. Tetapi, mereka suka lupa bahwa kebenaran selalu menang, walau kemenangannya itu harus melewati sebuah proses panjang, yang dinamis dan tidak pasti.

Biasanya, seorang manipulator berkarakter tinggi hati dan sangat percaya diri. Dan, inilah titik lemah dia. Sikap yang berlebihan dan sombong menjadikan dirinya mudah jatuh dan kalah. Sikap yang berlebihan dan sangat tinggi hati, menjadikan dia sebagai musuh akal sehat, sehingga dia harus berhadapan dengan realitas yang memusuhi keberadaannya.

Para manipulator suka lupa bahwa akal sehat selalu menguatkan dirinya di tengah diamnya orang banyak. Akal sehat tidak pernah mati oleh seorang manipulator hebat. Akal sehat selalu meningkatkan kekuatan, dan mengkonsolidasikan ketangguhannya, untuk mengalahkan manipulator.

Jadi, bagaimana cara Anda menghadapi para manipulator?

Jawabannya sangat mudah. Miliki prinsip-prinsip dan nilai-nilai kehidupan, yang kuat memagari Anda dari para manipulator. Jadilah pribadi yang konsisten dengan nilai-nilai kehidupan positif. Apapun hal terburuk yang sedang Anda hadapi, jangan pernah ragu, untuk tetap memegang erat prinsip dan nilai-nilai positif.

Kuatkan integritas diri sendiri. Kuatkan dan kayakan pikiran bawah sadar dengan nilai-nilai positif dan optimis. Latih jiwa, raga, dan pikiran untuk menjadi pejuang kebaikan. Siapkan mindset positif untuk mengawal sikap, perilaku, kebiasaan, dan emosi agar selaras dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip kehidupan positif.

Orang-orang yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan, tidak akan menyerah oleh persepsi umum yang memusuhi sikap dan perilaku mereka. Mereka dengan licik akan menciptakan manipulasi-manipulasi baru demi mencapai tujuan. Mereka sangat tangguh dan kuat, untuk menciptakan pengaruh pada kelompoknya, dan sangat solid di dalam kebersamaan.

Para manipulator sangat berkeyakinan, untuk mempengaruhi kehidupan sosial. Mereka akan bersikap, seolah-olah mereka adalah dewa penolong, yang bisa menyelamatkan kepentingan orang banyak. Tetapi, cara mereka ini hanya akan sukses; bila kehidupan sosial buta informasi, rendah wawasan, terdoktrin oleh nilai-nilai dari tujuan, yang mereka perjuangkan.

Dalam kehidupan masyarakat yang terbuka dan kaya informasi, para manipulator mudah dikalahkan oleh kecerdasan akal sehat. Mereka sulit mendapatkan hati dari akal sehat orang banyak. Mereka hanya berpotensi menjadi musuh bersama dari akal sehat. Semua upaya dan perjuangan mereka, untuk mencapai tujuan, akan gagal dan sulit diwujudkan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KEPENTINGAN ADALAH KEKUATAN YANG BISA MENYATUKAN DAN MEMISAHKAN

DJAJENDRA“Kepentingan mampu mengikat hubungan sekuat-kuatnya, sedalam-dalamnya, dan sepenuh hati. Kepentingan selalu permanen, walau hubungan manusia mudah berubah.”~Djajendra

Kepentingan yang sama mampu menyatukan dua musuh bebuyutan. Tidak ada hubungan yang permanen, hanya kepentinganlah yang selalu menjadi permanen, dan membuat hubungan tetap kuat.

Tidak ada hubungan yang kekal, tidak ada hubungan yang abadi, semuanya pasti berubah karena kepentingan. Sebuah hubungan tidak akan pernah berakhir selama ada kepentingan bersama. Kepentingan selalu akan mencari jalannya sendiri, untuk memperkuat sebuah hubungan.

Cinta pun akan kalah oleh kepentingan. Kepentingan memiliki kekuatan yang luar biasa untuk memisahkan dan menyatukan.

Siapapun yang meremehkan kepentingan pasti kecewa. Kepentingan bisa membuat yang bersama-sama, tidak bersama lagi. Kepentingan bisa membuat yang tidak bersama, bersama dalam ikatan yang kuat.

Kepentingan sangat dinamis dan tak terduga. Kapanpun dia bisa hadir, dan kapanpun dia bisa pergi. Kepentingan selalu mengajarkan tentang ketidakkekalan dan ketidakabadian.

Kepentingan bisa menciptakan kesetiaan buta. Kepentingan bisa memberikan harapan dan keberuntungan. Kepentingan bisa menyembuhkan dan menguatkan. Kepentingan bisa menghadirkan keajaiban dalam hidup.Kepentingan bisa menyatukan yang berpisah. Kepentingan bisa memisahkan yang bersatu.

Siapapun yang sadar akan kekuatan kepentingan pasti mampu meraih yang terbaik untuk hidupnya. Siapapun yang tidak mau berkompromi dengan kepentingan, bila dia tidak kuat, dia akan kehilangan peluang.

Kepentingan selalu hadir dengan diam, dia tidak mengoceh, dia hanya mempengaruhi dan membuka kesadaran untuk bersama.

Kepentingan selalu mendekatkan dan menyatukan untuk mencapai tujuan. Kepentingan kadang baik, kadang tidak baik. Kepentingan kadang menambahkan sesuatu, kadang menghilangkan sesuatu. Diperlukan kecerdasan dan wawasan yang luas untuk menguasai kepentingan.

Kepentingan menciptakan keterikatan, dan menyatukan untuk sebuah harapan yang ideal. Kepentingan seperti kolaborasi, dia tidak mengenal kawan atau lawan, dia hanya ingin bersatu dalam kerja sama, untuk mencapai kepentingan bersama.

Kepentingan selalu permanen. Walau kehidupan mengalir di dalam perubahan, tetapi kepentingan sangat konsisten hidup di dalam permanen. Kepentingan selalu menghargai dan menghormati kebersamaan. Kepentingan selalu berbagi satu sama lain. Kepentingan mampu menghabiskan waktu dan energi di dalam kebersamaan.

Kepentingan mampu menyatukan atau menghimpun kekuatan bersama, sehingga ketakutan dan ketidakamanan dapat dihindari.

Hidup selalu berubah, tetapi kepentingan tidak pernah berubah. Setiap orang memegang kepentingannya sendiri, dan mereka akan menyatu dengan orang-orang, yang memiliki kepentingan bersama.

Kepentingan selalu berjalan untuk menemui orang-orang yang bisa menghargai dan menghormatinya. Kepentingan mampu mengikat hubungan sekuat-kuatnya, sedalam-dalamnya, dan sepenuh hati. Kepentingan selalu permanen, walau hubungan manusia mudah berubah.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PENGAMANAN FISIK DAN JIWA PERUSAHAAN

DJAJENDRA PROFILE“Pengamanan perusahaan yang profesional dan cerdas sosial, akan mudah mewujudkan visi dan menjalankan misi sehari-hari dari insan perusahaan.”~Djajendra 

Operasionalisasi perusahaan perlu dijaga dan dirawat dengan pengamanan yang profesional. Keamanan yang terpelihara dalam tingkatan optimal memudahkan perusahaan untuk mencapai visi dan menjalankan misi. Keamanan yang baik menjamin insan perusahaan menjalankan tugas dan fungsinya dengan tenang dan damai. 

Pengamanan adalah kegiatan yang bersifat sangat dinamis dan tak terduga. Dibutuhkan sebuah kepemimpinan pengamanan yang cerdas sosial, serta penuh integritas dalam menjalankan fungsi dan tugas pengamanan. Pengamanan yang baik pasti mampu memberikan perlindungan sekaligus dorongan bagi tercapainya tujuan dan target-target perusahaan. 

Dunia bisnis membutuhkan tingkat keamanan yang optimal. Bila keamanan terjaga dan terawat dengan profesional, maka bisnis sebagai sumber pencipta nilai tambah dan kekayaan akan terjaga kesinambungannya. Perusahaan sebagai organisasi bisnis wajib meningkatkan profesionalisme dan tanggung jawab pengamanan di perusahaan. 

Setiap perusahaan adalah aset yang menciptakan kekayaan untuk negara dan bangsa. Jadi, walaupun sebuah perusahaan dimiliki secara perorangan maupun kelompok, tetapi perusahaan tersebut menjadi energi, untuk menciptakan kesejahteraan dan meningkatkan kekuatan sebuah bangsa. Oleh karena itu, pemerintah harus memberikan kekuatan pengamanan dan kepastian hukum atas operasionalisasi sebuah perusahaan. Semua kebijakan, aturan, dan peraturan pemerintah harus bersifat jangka panjang dan menjamin keberlangsungan sebuah perusahaan dalam mencapai visinya. 

Keamanan perusahaan yang profesional selalu cerdas mengkombinasikan pengamanan fisik dan jiwa perusahaan. Pengamanan fisik perusahaan tidaklah terlalu sulit, sebab semuanya terlihat oleh mata dan dapat dipertanggung jawabkan secara terukur dan konsisten. Jiwa perusahaan tidaklah mudah untuk diamankan. Jadi, fungsi pengamanan untuk jiwa perusahaan memerlukan berbagai kecerdasan, dan implementasi budaya perusahaan yang kuat. 

Pengamanan jiwa perusahaan memerlukan fungsi intelijen perusahaan, baik untuk diinternal maupun dieksternal perusahaan. Untuk diinternal perusahaan, fungsi intelijen harus dititikberatkan pada kemampuan melakukan penyatuan mindset dan sistem keyakinan insan perusahaan terhadap nilai-nilai perusahaan, norma-norma perusahaan, aturan, peraturan, etika bisnis, tata kelola dan good governance, nilai-nilai kepemimpinan, dan budaya perusahaan. Sedangkan untuk dieksternal perusahaan, fungsi intelijen dititikberatkan pada kecerdasan untuk merangkul warga setempat, serta penyelidikan terhadap potensi ancaman dan gangguan terhadap keamanan jiwa insan perusahaan dan aset perusahaan. 

Memahami dan menguasai wilayah pengamanan dengan cerdas sosial dan profesional. Setiap wilayah memiliki kondisi geografis dan demografis penduduk yang beragam. Ketika sebuah perusahaan hadir di sebuah wilayah, maka perusahaan tersebut wajib memikirkan tentang keamanan jiwa insan perusahaan dan aset perusahaan. Jadi, di mana pun perusahaan berada, setiap saat wajib memperhatikan keamanan wilayah. Apalagi sifat pengamanan itu dinamis dan tak terduga, sehingga diperlukan perhatian yang sifatnya konsisten dan fokus. 

Realitas sosial masyarakat tempat perusahaan berada perlu dicermati dan selalu dipelajari dengan baik. Hubungan yang baik dan harmonis dengan masyarakat  di lingkungan perusahaan wajib dikelola dengan profesional dan cerdas sosial. Kecerdasan menggalang warga setempat untuk menjadi energi positif, yang membantu mengamankan jiwa insan perusahaan dan aset perusahaan, haruslah menjadi bagian terpenting dari kepemimpinan pengamanan perusahaan. Perusahaan harus menjadi kekuatan ekonomi dan bisnis, yang bersahabat dengan lingkungan dan masyarakat setempat. Hal ini diperlukan agar reputasi dan kredibilitas perusahan disegani dan dihormati, sehingga sistem keamanan perusahaan akan lebih mudah untuk diimplementasikan dengan profesional. 

Pengamanan perusahaan yang profesional wajib dilaksanakan secara prosedural dan berdasarkan kode etik. Setiap prinsip-prinsip pengamanan perusahaan harus memperhatikan pelayanan yang memudahkan interaksi antar stakehodler. Dan juga, pengamanan perusahaan wajib memiliki kemampuan administratif untuk pencatatan, pelaporan, dan pengawasan. 

Untuk pelatihan hubungi www.djajendra-motivator.com

MORAL HAZARD MELEMAHKAN AKUNTABILITAS DAN MENURUNKAN DAYA SAING

DJAJENDRA-DSCN0857“Moral hazard tidak hanya cukup dijaga dengan fakta integritas, tetapi juga diperlukan fakta akuntabilitas agar setiap individu mampu mempertanggung jawabkan segala sesuatu yang dipikirkan, diperbuat, dikatakan, atau dirasakan dengan profesional dan etis.”~Djajendra

Moral hazard atau bahaya dari perilaku tidak bermoral sangatlah mengancam kemajuan usaha dan organisasi. Moral hazard secara perlahan-lahan akan mematikan responsibility dan akuntabilitas di tempat kerja. Dampaknya, produktivitas dan kinerja akan turun secara terus-menerus, dan menjadikan perusahaan tidak berdaya untuk selamanya.

Bila pimpinan perusahaan mengabaikan moral hazard di tempat kerja; maka dia akan memanen kerusakan perilaku, kerusakan karakter kerja, kerusakan etos kerja, kerusakan sikap profesional, kerusakan pola pikir positif, dan kerusakan untuk bertindak sesuai prosedur. Akibatnya, orang-orang di perusahaan akan menjadi sesuka hatinya dan sering menciptakan konflik yang menyulitkan pencapaian kinerja.

Moral hazard menciptakan kondisi kerja yang tidak aman, perilaku kerja yang berisiko tinggi, serta proses kerja yang mengabaikan sistem dan tata kelola. Moral hazard dapat menyebabkan kerusakan organisasi di semua dimensi, termasuk risiko terhadap keselamatan kerja. Diperlukan kesadaran untuk mentaati etika kerja, etika bisnis, etika perilaku di tempat kerja. Dan, diperlukan kepemimpinan yang berkualitas agar moral hazard dapat dihapuskan dari kehidupan kerja sehari-hari. Menganggap kecil persoalan moral hazard sama saja dengan membiarkan tumbuhnya bahaya pemicu untuk meruntuhkan perusahaan.

Moral hazard adalah akar untuk menciptakan berbagai bahaya atau hazard yang lain di tempat kerja. Seperti, hazard perilaku, hazard keselamatan kerja, hazard dalam mengawasi dan mengelola bahan baku kimia atau biologi di tempat kerja, dan berbagai macam hazard lainnya yang berpotensi mengundang kerugian untuk perusahaan dan stakeholders.

Secara normatif, etika adalah alat untuk mendidik moral dan perilaku agar tidak menjadi hazard atau bahaya. Perusahaan dan instansi yang berkualitas pasti membuat panduan etika untuk dipatuhi oleh setiap individu di tempat kerja. Panduan etika biasanya dikuatkan dengan fakta integritas, dan juga fakta akuntabilitas agar setiap individu di tempat kerja mampu mempertanggung jawabkan segala sesuatu dengan profesional dan etis.

Ketegasan untuk menginternalisasikan nilai-nilai etika ke dalam karakter, sikap, perilaku, mind set, dan kompetensi individu sangatlah membantu perusahaan untuk menghindarkan berbagai risiko yang ditimbulkan oleh moral hazard.

Bila benih moral hazard sudah muncul di tempat kerja, maka kepemimpinan dan manajemen harus segera melakukan intervensi cepat dengan nilai-nilai positif. Minta umpan balik dari sumber daya manusia tentang sebab-akibat yang memunculkan benih moral hazard di tempat kerja. Berikan segera pengetahuan praktis untuk menghilangkan benih moral hazard tersebut. Tingkatkan kesadaran dan lakukan penelitihan secara mendalam agar memahami dari mana munculnya benih moral hazard tersebut. Bantu setiap individu untuk menyatu di dalam kebaikan. Berikan nilai-nilai positif dan jelaskan tentang dampak moral hazard untuk keselamatan perusahaan dan masing-masing individu di tempat kerja.

Moral hazard melemahkan akuntabilitas dan daya saing. Ketika orang-orang menjadi tidak bermoral dan tidak etis; mereka pasti tidak memiliki hati untuk mempertanggungjawabkan semua ucapan, perbuatan, pikiran, perasaan, dan pekerjaan. Pada akhirnya, mereka menjadi energi negatif yang menghadirkan bahaya atau risiko di tempat kerja; sehingga pola kerja mereka menurunkan kinerja, merusak reputasi, dan menghilangkan kredibilitas.

Semakin tinggi kualitas moral seseorang, semakin hebat kualitas baiknya untuk membantu keselamatan dan keamanan di setiap proses pencapaian kinerja. Orang-orang bermoral baik adalah energi positif yang selalu optimis, serta selalu memiliki empati yang tinggi untuk mempertanggung jawabkan pekerjaannya dengan sepenuh hati dan totalitas.

Bila moral hazard bisa dihilangkan dengan sistem dan tata kelola yang baik, maka organisasi secara otomatis menguat dan menjadi unggul. Dan, keselamatan sumber daya manusia dan aset perusahaan terkelola dengan baik, termasuk setiap individu akan menunjukkan peran kerjanya dengan penuh tanggung jawab dan berkualitas. Moral yang baik pastinya memudahkan semua investigasi insiden yang merugikan, memudahkan manajemen kasus atau persoalan, serta memudahkan komunikasi dengan semua pihak untuk menegakkan keadilan dan kebaikan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

TRANSPARANSI ADALAH JALAN UNTUK MENUJU INTEGRITAS DAN AKUNTABILITAS

djajendra“Ketika Anda memperlihatkan integritas dengan cara menjadikan pekerjaan Anda lebih akuntabel dan transparan, maka publik akan memberikan Anda kredibilitas dan reputasi, karena hebatnya integritas Anda kepada apa yang Anda lakukan.”~Djajendra

Transparansi bertujuan untuk menghindarkan seseorang dari rasa curiga orang lain kepadanya, dari fitnah, dari persepsi negatif, dan juga menjauhkan dirinya dari energi korupsi. Intinya, bila tidak ingin difitnah, dituduh melakukan korupsi atau menyalahgunakan jabatan dan wewenang, maka bekerjalah dengan transparan. Jadilah terbuka dan tunjukkan pola kerja dengan tingkat transparansi yang sempurna.

Transparansi di tempat kerja berarti tidak ada yang disembunyikan dari tanggung jawab dan pekerjaan; tidak ada yang dibuat tidak terlihat agar bisa mendapatkan keuntungan buat diri sendiri; selalu mempertanggung jawabkan dan menjadikan jelas atas tujuan, kegiatan, struktur, informasi, pengambilan keputusan, penggunaan sumber daya, penggunaan kekuasaan dan jabatan.

Kejujuran, keterbukaan, keandalan, dan pertanggung jawaban adalah hal-hal yang dibutuhkan untuk dapat menjalankan transparansi dengan baik. Transparansi mampu mencegah semua potensi niat tidak baik, ataupun semua potensi yang bermaksud mengambil keuntungan pribadi dari yang bukan haknya. Transparansi akan menyelamatkan sumber daya perusahaan dari perilaku korup ataupun mencegah potensi korupsi di tempat kerja.

Bila perusahaan ingin meningkatkan kualitas integritas dan akuntabilitas karyawan di tempat kerja, maka transparansi haruslah menjadi budaya yang berkarakter kuat di dalam kepribadian masing-masing individu di tempat kerja. Tanpa kekuatan transparansi tidaklah mungkin integritas dan akuntabilitas dapat diwujudkan di tempat kerja. Transparansi membuat setiap aspek dan dimensi kerja menjadi lebih jelas dan terang, sehingga semua informasi yang paling jujur tersedia untuk kebutuhan manajemen dan publik.

Menjalankan pekerjaan dengan akurasi, tanggung jawab, dan integritas. Ini berarti, apapun yang dikerjakan atau diberikan tugas dan tanggung jawab, maka mampu secara profesional memberikan laporan yang benar dan jujur. Intinya, transparansi membutuhkan segala sesuatu yang jelas, serta terinci dengan benar dan jujur untuk dapat dipertanggung jawabkan dimanapun dan kapanpun.

Ketika transparansi diabaikan, maka penyalahgunaan jabatan dan kekuasaan untuk keuntungan pribadi pasti akan dilakukan. Tanpa transparansi akan tercipta ruang gelap atau hutan belantara di dalam sistem kerja. Jelas, di dalam kondisi seperti ini, orang-orang yang lemah integritas pribadinya dan yang terobsesi untuk kaya dengan segala cara berpotensi melakukan korupsi. Biasanya, mereka yang lemah ini akan menyalahgunakan sumber daya perusahaan termasuk sumber daya keuangannya. Jadi, walaupun secara formal sudah menjalankan good governance dengan baik, tetapi mereka akan lebih fokus untuk mencari celah agar dapat menyembunyikan pola dan cara mereka membuat keputusan untuk keuntungan pribadi.

Transparansi adalah cara untuk menghentikan konflik kepentingan. Bila semua proses kerja dilakukan secara terbuka dengan integritas dan akuntabilitas yang tinggi, maka tidak akan ada ruang untuk konflik kepentingan, sehingga semua orang dapat melakukan kegiatan kerja dengan tenang dan sangat profesional. Apalagi bila sistem kerja, prosedur, nilai-nilai budaya kerja, tata kelola yang etis, dan prinsip-prinsip good governance mampu dijalankan di dalam kekuatan transparansi dan akuntabilitas yang konsisten, maka konflik kepentingan secara otomatis akan berhenti.

Transparansi menjadi sangat penting untuk meningkatkan reputasi dan kredibilitas organisasi. Transparansi akan membangun kepercayaan dalam diri setiap orang di dalam organisasi, untuk menjadi lebih setia dan melayani organisasi dengan sepenuh hati. Transparansi akan menguatkan perilaku etis dan profesional, sehingga stakeholder menjadi semakin percaya kepada keunggulan perusahaan. Transparansi akan mencegah niat untuk melakukan korupsi, sehingga perusahaan dapat beroperasi secara efektif dan efisien.

Transparansi adalah jalan untuk menuju integritas dan akuntabilitas. Setiap pemimpin di tempat kerja wajib memimpin dengan keteladanan dan memberi contoh integritas dan akuntabilitas yang konsisten. Pemimpin merupakan kunci untuk dapat menjalankan transparansi di tempat kerja. Bila pemimpin secara konsisten berperilaku dan bersikap sesuai nilai-nilai budaya organisasi dan prinsip-prinsip good governace, maka seluruh karyawan akan terpengaruh untuk bekerja dengan lebih transparan termasuk meningkatkan kualitas diri untuk akuntabilitas dan integritas yang lebih baik.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com