DJAJENDRA CORPORATE MOTIVATOR

Leadership Business Personal Interpersonal Entrepreneurs and Employed Professionals

Archive for the ‘artikel manajemen tim’ Category

Aug
31

PELATIHAN SOLID TEAMWORK - DJAJENDRA

“Kerja Sama Adalah Kekuatan Tanpa Batas Yang Bisa Mengangkat Beban Seberat Apa Pun.” – Djajendra

Setiap orang dalam organisasi pasti memiliki tanggung jawab untuk mewujudkan visi, misi, dan target akhir organisasi dengan sempurna. Di mana, biasanya semua ini akan diwujudkan melalui kerja sama yang solid antara semua pihak terkait. Walaupun kerja sama merupakan perilaku dasar manusia, tapi tetap harus dipandu melalui kebijakan, peraturan, sistem, dan prosedur yang sifatnya mengikat komitmen setiap orang untuk saling bekerjasama buat keunggulan organisasi. Bila tidak, maka setiap orang akan lupa untuk saling bekerjasama, tapi akan saling berkompetisi untuk memuaskan nafsu dan ego pribadi.

Kerja sama adalah kekuatan tanpa batas yang bisa mengangkat beban organisasi seberat apa pun. Oleh karena itu, organisasi selalu membutuhkan energi, kecerdasan, dan integritas yang tidak hanya dari satu orang, tapi dari banyak orang. Perilaku kerja sama yang memperlakukan setiap orang dengan sopan adalah perilaku yang harus secara mutlak dimiliki oleh setiap pihak dalam organisasi. Dan, organisasi harus memperlakukan setiap orang seperti organisasi ingin diperlakukan. Budaya organisasi yang menunjukkan rasa hormat di tempat kerja akan mendorong setiap kekuatannya untuk saling bekerjasama untuk mengerjakan tanggung jawab masing-masing secara sempurna.

Kerja sama berarti ikhlas untuk mendengarkan apa yang dikatakan orang lain sebelum Anda mengungkapkan sudut pandang Anda. Selalu bersikap sabar, berkontribusi, dan tidak memotong pembicaraan orang lain. Tidak egois dengan ide-ide sendiri, tapi selalu membuka diri untuk berkolaborasi dengan ide-ide orang lain. Tidak terus-menerus mengkritik hal-hal kecil, meremehkan, menghakimi, atau pun merendahkan kontribusi pihak lain.  Melaksanakan kebijakan dan prosedur organisasi secara konsisten sehingga semua orang merasa bahwa mereka diperlakukan secara adil dan sama. Kerja sama berarti memberi kesempatan dan menyertakan semua karyawan untuk berpartisipasi dalam setiap kegiatan, dan tidak meminggirkan, mengecualikan atau meninggalkan satu orang pun dari setiap kepentingan strategis organisasi.

Untuk training hubungi E-mail: training@djajendra-motivator.com

Aug
30

DJAJENDRA 25 AGUSTUS 2010“Setiap Orang Boleh Berbeda Pendapat, Asal Setiap Perbedaan Tersebut Tidak Merusak Visi Yang Diperjuangkan.” – Djajendra

Perbedaan pendapat di tempat kerja akan mendrong kreativitas dan kecerdasan. Tetapi, bila perbedaan pendapat dilakukan dengan pikiran dan emosi negatif, maka bentrokan dan kesalahpahaman yang akan muncul, sehingga konflik bisa menjadi bagian dari perbedaan, dan semua ini sangat berpotensi merusak hubungan kerja.

Setiap orang di tempat kerja harus dimotivasi untuk memiliki gairah dan semangat untuk saling berkontribusi dalam sebuah kerja sama yang harmonis. Keharmonsisan yang berkualitas hanya akan tercipta dari berbagai perbedaan yang disikapi secara jiwa besar untuk sebuah kemenangan bersama. Perbedaan harus menjadi motivasi untuk saling bekerja sama menuju visi yang diperjuangkan, dan tidak boleh saling tegang dalam konflik yang menghambat perjalanan organisasi menuju visi.

Setiap orang, fungsi, dan peran kerja wajib untuk mengindentifikasi semua perbedaan untuk disatukan dalam sebuah kesepakatan bersama. Setiap percakapan harus diarahkan kepada satu tujuan bersama dan tidak boleh dijadikan sebagai kepentingan pribadi atau kelompok. Setiap perjuangan harus menjadi energi kebersamaan dalam satu langkah menuju visi organisasi.

Setiap orang dalam organisasi wajib untuk saling mendengarkan. Setiap orang dalam organisasi wajib untuk  bersikap ikhlas dan berjiwa besar dalam berbagi pendapat dan menjelaskan pandangan. Setiap orang dalam organisasi wajib untuk saling menghormati perbedaan dan menghargai kontribusi dari siapapun.

Setiap orang dalam organisasi wajib menyampaikan pendapat melalui informasi, data, dan fakta yang dapat diterima secara akal sehat. Setiap perbedaan harus diikuti dengan berbagai solusi yang cerdas dan kreatif. Setiap konflik harus memiliki resolusi yang cerdas dan tidak boleh ada nilai-nilai keraguan. Setiap orang harus memiliki mind set untuk melihat setiap perbedaan dari perspektif yang luas untuk kemenangan organisasi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

May
14

DJ17

“Keberadaan Tim Kerja Tidak Boleh Mengganggu Struktur Organisasi Dan Proses Kerja Yang Permanen.” – Djajendra

Judul di atas adalah judul buku karya Jon R. Katzenbach & Douglas K. Smith, yang diterbitkan oleh penerbit: HarperBusiness, 2006. Saya sengaja mengambil judul buku tersebut sebagai judul artikel saya, sebab tulisan saya ini terinspirasi dari buku The Wisdom of Teams.

Melalui keunggulan kerja tim, perusahaan dipastikan akan menciptakan kinerja organisasi tertinggi. Untuk membuktikan judul buku ini, Jon R. Katzenbach & Douglas K. Smith, mengambil contoh keberhasilan Motorola dan Kodak, yang menurutnya sukses besar karena kerja tim.

Buat saya pribadi, isi buku ini cukup memberikan referensi yang luar biasa untuk memahami potensi sukses yang dihasilkan oleh kerja tim yang luar biasa. Bila perusahaan cerdas mengefektifkan semua individu ke dalam tim unggulan di tempat kerja, maka semua energi sukses individu itu akan menyatu dalam sebuah kekuatan yang besar untuk menciptakan kinerja yang terbaik.

Membangun tim yang cemerlang harus dimulai dari kualitas individu yang cemerlang untuk memperkuat kerja tim yang efektif. Artinya, sebuah tim yang luar biasa akan terbentuk bila setiap individu yang hadir di dalam tim membawa misi pelayanan dan misi bantuan kepada tim untuk mencapai kinerja dan prestasi terbaik.

Diperlukan perilaku dan mind set yang mendukung nilai-nilai perjuangan tim untuk mencapai puncak kesuksesan. Lalu, memiliki tanggung jawab untuk menjadi satu kesatuan dalam sebuah kolaborasi, koordinasi, komunikasi, sinergi, dan prestasi bersama. Di mana, semua ini adalah sebuah syarat dasar untuk menjadi tim tangguh yang selalu menghasilkan kinerja terbaik.

Jon R. Katzenbach & Douglas K. Smith mengatakan bahwa organisasi harus membangun tim di dalam  manajemen, dan tidak sekedar tergantung kepada unit kerja di dalam manajemen.  Tim harus menjadi unit dasar di setiap level di dalam struktur organisasi yang besar. Artinya, fungsi tim adalah membantu unit kerja dan departemen yang sah di struktur organisasi manajemen, dan menjadi energi positif buat menciptakan kinerja tertinggi di semua aspek, fungsi, dan peran kerja organisasi.

Tim yang berkualitas membutuhkan kombinasi keterampilan, pengalaman, emosional, pengetahuan, kecerdasan, dan energi yang saling bersinergi dan melengkapi. Tim yang berkualitas merupakan hasil dari sekumpulan individu yang bekerja dalam peran dan tanggung jawab pekerjaan yang terbatas.

Tim harus dibentuk untuk menjadi fleksibel dan mencair dalam semua kepentingan organisasi. Artinya, tim harus dengan lebih cepat bisa dirakit, disebarkan, memfokuskan kembali, dan dibubarkan, sehingga keberadaan tim tidak mengganggu struktur organisasi dan proses kerja yang permanen.

Tim lebih produktif daripada unit kerja atau pun departemen, yang biasanya tidak memiliki sasaran kinerja yang jelas. Tim selalu memulai pekerjaan dan tanggung jawab dari komitmen untuk memberikan hasil kinerja yang nyata, melalui kombinasi kompetensi dan kualitas yang tak terkalahkan. Sedangkan unit kerja dan departemen lebih fokus kepada rutinitas yang biasanya tidak didukung oleh sebuah kombinasi kompetensi dan kualitas untuk menghasilkan kinerja terbaik.

Tim dibentuk untuk memecahkan setiap masalah yang bersifat jangka pendek, yang tidak mampu atau pun sulit dipecahkan oleh unit kerja, departemen, fungsi, dan peran kerja yang permanen dalam struktur organisasi. Oleh karena itu, pembentukan tim tidak boleh mengganggu keberadaan unit kerja, fungsi, peran, dan departemen yang sah di struktur organisasi manajemen.

Tim yang berkualitas akan selalu sadar bahwa keberadaan mereka di dalam tim adalah untuk mendukung semua unit kerja, peran kerja, fungsi kerja, dan aspek kerja di dalam struktur organisasi manajemen. Tim yang berkualitas selalu sadar bahwa keberadaan mereka di tim tidaklah bersifat permanen, tapi bersifat jangka pendek untuk membantu misi organisasi yang lebih besar, dan yang tidak mampu diselesaikan oleh unit kerja yang sah di dalam struktur organisasi perusahaan.

May
12

DJCT002

“Komunikasi Terburuk Adalah Di Saat Anda Atau Pun Lawan Bicara Anda Berbicara Secara Agresif, Yang Tak Meyakinkan, Penuh Emosional, Membosankan, Dan Yang Saling Menyakitkan Perasaan.” – Djajendra

Tanpa sadar sering sekali kita terjebak di dalam ruang rapat dengan percakapan yang tidak menyenangkan, yang sangat membuang-buang waktu, dan tidak bermanfaat buat siapa pun, kecuali buat kepuasaan ego diri sendiri.

Kesadaran diri sendiri untuk bisa mengontrol semua interaksi dan komunikasi dengan orang lain, akan membantu diri sendiri untuk menjadi lebih positif dalam setiap komunikasi.

Bila  Anda sudah terlanjur berada dalam percakapan yang penuh emosional atau yang membosankan, maka segeralah ambil sikap positif untuk menghindar dari komunikasi yang penuh energi negatif tersebut.

Anda harus segera keluar dari percakapan yang penuh emosi dan membosankan itu. Mulailah dengan senyum dan katakan bahwa Anda harus segera pergi untuk sebuah urusan yang tidak bisa ditunda. Jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih.

Untuk interaksi atau komunikasi berikutnya, pastikan Anda telah menyarankan atau menyampaikan informasi yang ingin Anda bicarakan. Katakan secara jujur kepada rekan bicara Anda bahwa Anda hanya tertarik untuk berbicara terhadap materi yang disepakati. Dengan tegas Anda harus meminta rekan bicara Anda untuk berkomitmen terhadap materi pembahasan.

Komunikasi yang penuh emosional berpotensi mengaburkan semua informasi penting, dan hal ini akan menyebabkan Anda dan rekan-rekan komunikasi Anda akan gagal meletakkan keputusan dasar untuk kerjasama yang berkualitas.

Berbicaralah secara efektif pada sasaran yang dituju. Jangan terlalu banyak berasumsi dan berteori, tapi fokuskan semua energi, kecerdasan, dan pengetahuan Anda untuk topik yang sedang Anda bicarakan.

Jadilah pribadi yang bersikap terbuka terhadap semua informasi pendukung. Berikan yang terbaik, dan pastikan Anda cerdas membaca pikiran dan motivasi orang lain.

Miliki kekuatan untuk menggali informasi secara lebih mendalam. Jangan hanya sekedar menerima jawaban, tapi dapatkan informasi yang lebih detail untuk semua persoalan.

Apr
16

DJ100

“Bakat Dan Potensi Individu Harus Disesuaikan, Direncanakan Dan Ditindaklanjuti Untuk Visi Dan Misi Tim.” – Djajendra

Hampir semua pekerjaan di perusahaan harus diselesaikan melalui kerja tim, meskipun karyawan harus menjadi bagian dari tim yang terpisah berdasarkan unit kerja dan departemen yang beda fungsi dan peran. Tetapi,  untuk mengejar tujuan besar perusahaan, setiap perbedaan dari fungsi dan peran itu harus berkolaborasi, berkoordinasi, berkomunikasi, bersinergi, dan menyatu dalam satu persepsi untuk kinerja terbaik.

Sudah menjadi rahasia bahwa persoalan kerja sama diantara semua unit kerja dalam perusahaan bukanlah persoalan mudah dan sederhana. Diperlukan komitmen dan keikhlasan dari masing-masing individu untuk menghapus ego dan kepentingan pribadi buat sebuah tujuan besar perusahaan.

Secara konsep dan teori sangat gampang untuk berbicara tentang kerja sama dalam tim, tapi dalam realitas akan menjadi sangat sulit, dan membutuhkan sangat banyak pengetahuan lain di luar pengetahuan tim building itu sendiri.

Para karyawan biasanya sangat memahami bahwa pekerjaan mereka akan menjadi semakin berkualitas dan berkinerja, jika pekerjaan itu dikerjakan secara bersama-sama melalui proses kerja yang melibatkan semua fungsi dan peran kerja secara berkualitas dalam integritas yang tinggi. Tetapi, para karyawan biasanya kurang mampu untuk melakukan pengendalian diri buat kerja sama yang berkualitas.

Sekarang ini di era yang penuh dengan kompetisi, semua bisnis membutuhkan kerja tim, dan semakin mengandalkan keterlibatan setiap individu karyawan dan pimpinan untuk menyatu dalam kerja sama buat produktivitas dan kualitas terbaik di semua aspek pelayanan perusahaan kepada stakeholders.

Kemampuan perusahaan dalam membangun kerja sama tim tidak boleh berhenti ditahap konsep dan impelementasi, tapi harus ditindaklanjuti dengan memberikan pencerahan untuk pengembangan kepribadian individu dalam melakukan kerja sama secara ikhlas dan penuh tanggung jawab.

Bekerja dalam tim merupakan bagian dari setiap proses kerja di perusahaan, tetapi hal itu tidak berarti secara otomatis akan menciptakan kerja sama tim yang solid dan kuat, diperlukan perencanaan, manajemen, komitmen, tanggung jawab, dan ketulusan dari setiap individu dan unit kerja untuk membangun dan menangani semua proses pekerjaan dengan efektif.

Sebuah tim kerja akan memberikan manfaat yang signifikan kepada perusahaan, bila di dalam tim itu setiap orang bisa saling memahami kepribadian yang berbeda, dan memfokuskan perhatian pada kekuatan dari masing-masing anggota tim, serta menghindarkan diri untuk melihat kekurangan orang lain.

Perusahaan harus secara proaktif dalam niat tulus dan ikhlas untuk membangun kekuatan kerja sama tim melalui pengembangan bakat dan potensi setiap individu. Termasuk, bakat dan potensi individu mampu  disesuaikan, direncanakan dan ditindaklanjuti untuk visi dan misi perusahaan.


Mar
25

DJ204

“Organisasi Membutuhkan Bakat Dan Potensi Dari Banyak Orang, Bukan Dari Satu Orang Saja.” – Djajendra

Setiap keunggulan karyawan dan pimpinan dalam perusahaan adalah sebuah energi yang harus saling bergantung, dan wajib bekerja untuk  saling berkontribusi dalam sebuah sistem kerja yang harmonis dan seimbang. Untuk itu, setiap orang di dalam organisasi harus berinisiatif untuk berkolaborasi secara proaktif dalam semua aspek pekerjaan dengan berkualitas. Bila karyawan dan pimpinan tidak berinisiatif untuk saling bergantung dan saling berkontribusi buat keberhasilan perusahaan, maka semua rencana kerja perusahaan berpotensi gagal untuk mencapai hasil yang optimal.

Sikap proaktif  untuk saling berkolaborasi dan berkontribusi harus menjadi kultur yang mengikat setiap individu, agar dapat tercipta iklim kerja yang kompak dan harmonis, untuk bisa menciptakan karya-karya yang berkualitas buat keuntungan stakeholders.

Dalam ruang lingkup kecil seperti di unit kerja, karyawan dan pimpinan harus bisa mengelola semua potensi di unit kerja, untuk kemudian memberikan kontribusi terbaik buat keberhasilan perusahaan. Di sini, diperlukan sebuah hubungan yang solid di antara semua individu, melalui komunikasi yang saling menjaga kualitas kerja dalam tim kerja yang berintegritas dan solid.

Bila ada satu orang saja di dalam unit kerja yang berpersepsi buruk tentang rekan kerja, maka dampaknya akan berpotensi merusak hubungan antar pribadi di dalam unit kerja. Jelas, hal ini akan menjauhkan hubungan saling bergantung dan saling berkontribusi.

Setiap karyawan dan pimpinan wajib hadir ke kantor dengan tujuan untuk menghasilkan kualitas kerja terbaik dan hasil kinerja terbaik. Hal ini hanya bisa dicapai jika karyawan dan pimpinan menginginkan untuk saling bergantung dan saling berkontribusi dalam suasana kerja yang damai, bahagia, dan tidak stres.

Unit kerja di dalam perusahaan merupakan organisasi terpenting untuk menciptakan keunggulan perusahaan di setiap aspek. Oleh karena itu, perilaku saling bergantung dan saling berkontribusi harus di mulai dari internal masing-masing unit kerja, dan setelah itu baru berkolaborasi dengan unit kerja yang lain melalui proses saling bergantung dan saling berkontribusi.

Saling bergantung dan saling berkontribusi harus dilakukan dengan integritas tinggi untuk kepentingan stakeholders. Dan semua ini hanya akan terwujud ketika setiap karyawan dan pimpinan mau membuka hati dan pikiran positif, dengan menyingkirkan semua prasangka buruk, untuk menghadirkan kolaborasi kerja yang saling bersinergi dalam sebuah hubungan kerja yang harmonis dan dinamis.

Saling bergantung dan saling berkontribusi dalam sebuah kolaborasi kerja yang penuh tanggung jawab, harus lahir dari hati yang tulus dan ikhlas, untuk memberikan pelayanan berkualitas buat kepentingan stakeholders.

Mar
17

DJ02

“Sebuah Tim Adalah Milik Para Stakeholder, Dan Para Stakeholder Berkepentingan Terhadap Semua Kontribusi Berkualitas Dari Pimpinan Dan Anggota Tim.” – Djajendra

Keberhasilan sebuah tim kerja sangat bergantung pada kemampuan pemimpin untuk mendorong para anggota tim untuk berkontribusi. Jika pemimpin tim cerdas memotivasi semua anggota tim untuk berkontribusi dengan maksimal, maka anggota tim pasti mampu memberikan kontribusi terbaik. Tetapi, jika pemimpin tim tidak memahami kebutuhan tim, maka tim akan menjadi tidak efektif dan sulit memberikan yang terbaik.

Pemimpin tim harus menjadi motivator, inspirator, dan fasilitator yang efektif, dan cerdas berkomunikasi secara persuasif untuk merangkul semua anggota tim. Sebab, pemimpin tim adalah lokomotif yang wajib menggandeng semua kekuatan, keunggulan, bakat, potensi, dan kebaikan para anggota tim buat meraih sukses besar tim. Tim dengan kekuatan koordinasi, komunikasi, kolaborasi, sinergi, dan motivasi, pasti akan memberikan keberhasilan dalam semua aspek kerjanya.

Para anggota tim wajib bekerja dengan integritas yang tinggi. Untuk itu, pemimpin wajib meminta komitmen dan tanggung jawab total dari semua anggota tim, serta menetapkan standar kerja tim yang spesifik, terukur, beretika dan jelas, untuk memudahkan semua anggota tim menunaikan semua tugas dan tanggung jawab dengan komitmen yang utuh dan total untuk keberhasilan misi tim. Pemimpin harus mengidentifikasi semua kekuatan tim, termasuk memahami dengan jelas tentang semua bakat dan potensi yang ada di dalam tim. Lalu, menetapkan peran kerja anggota tim yang sesuai dengan kebutuhan tim. Dan para anggota tim wajib tahu tentang peran mereka dalam tim, agar mereka bisa berkontribusi dengan maksimal. Pemimpin wajib menjelaskan semua proses kerja tim kepada seluruh anggota tim, dan semua itu harus dilakukan dengan jelas dalam bahasa yang sederhana.

Setiap kali tim melakukan tindakan, pertemuan, keputusan, dan perkembangan baru, maka semua itu wajib didefinisikan dalam bahasa yang sederhana dan jelas, serta disetujui oleh semua anggota dalam tim. Pemimpin harus selalu menjadi fasilitator, komunikator, dan inspirator yang menghargai semua pendapat dan ide anggota. Termasuk harus mampu meredam semua potensi konflik tim dan mau mendengarkan semua perbedaan anggota tim. Pemimpin harus mampu membangun kultur tim yang saling menghormati. Pemimpin juga harus cerdas memahami setiap konflik, untuk dikelola dan diselesaikan dengan menghormati semua perbedaan dan pendapat yang ada. Untuk itu, pemimpin harus memiliki empati, intuisi, toleransi, dan kepedulian untuk menyimak semua tindakan dan perilaku anggota tim. Dan menggunakan kekuatan mental positif untuk memberikan kontribusi terbaik buat keberhasilan tim dan anggota. Sebuah tim adalah milik stakeholdernya, bukan milik pribadi seseorang. Oleh karena itu, pemimpin bersama para anggota harus mampu memberikan segenap kemampuan terhebat mereka buat memenuhi harapan, kepentingan, dan target dari para stakeholder.


Mar
4

Djajendra 18”Jika Mind Set Tim Sukses Mampu Berpusat Kepada Kemenangan, Melalui Konsep Kerja Tim Yang bertujuan, terfokus, kreatif, Strategis, Konsisten, Dan Loyal, Maka Tim Sukses Pasti Mampu Mengatasi Semua Kendala.” – Djajendra

Dalam setiap tindakkan untuk merealisasikan rencana menjadi hasil yang diharapkan, pemimpin harus fokus untuk mempekerjakan orang-orang yang kreatif, proaktif, strategis, disiplin, dan optimistis di dalam sebuah tim sukses.  Kecerdasan pemimpin dalam membangun tim sukses yang efektif akan sangat membantu si pemimpin untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan strategis yang membutuhkan konsentrasi dan fokus yang lebih intensif. Kemampuan pemimpin untuk menempatkan pribadi-pribadi yang loyal, antusias, selalu berjuang dalam motivasi yang tinggi, dan yang mau bekerja keras untuk menyelesaikan semua tugas dan tanggung jawab, adalah sebuah syarat terpenting di dalam pembentukan tim sukses yang efektif.

Berikut ini ada tips untuk membangun tim sukses yang efektif dan yang dapat memberikan keberhasilan buat si pemimpin.

  1. Pemimpin wajib menetapkan tujuan utama tim, kemudian memotivasi tim untuk membangun mind set bahwa tujuan utama dari tim adalah membuat sukses setiap program .
  2. Tim sukses harus menetapkan tujuan yang spesifik, terukur, terdefinisi, dan konsisten.
  3. Setiap anggota tim sukses harus berkomitmen untuk Menunaikan tanggung jawab mereka secara total.
  4. Pemimpin harus cerdas dalam memilih karakter dari pribadi-pribadi yang akan berada di dalam tim sukses.
  5. Pemimpin harus memiliki pemahaman yang jelas tentang bakat dan potensi dari masing-masing pribadi tim sukses tersebut.
  6. SOP, aturan, dan kebijakan wajib ditetapkan sebagai fondasi dasar untuk membangun etos kerja tim sukses yang efektif.
  7. Setiap anggota tim sukses harus tahu tentang fungsi dan peran mereka di dalam tim sukses.
  8. Tim sukses harus bekerja melalui sebuah proses kerja yang selalu fokus dalam menjaga keutuhan dan kekompakkan tim sukses.
  9. Setiap melakukan tindakan tim harus melakukan pertemuan di antara anggota dan pemimpin, baru kemudian membuat keputusan yang tepat sasaran, dan mendefinisikan semua perkembangan baru dalam sebuah rencana kerja yang disetujui oleh semua anggota dalam tim.

10.  Apapun perbedaan di antara anggota tim. Setiap orang wajib saling menghormati, saling mendengar, dan saling peduli.

11.  Setiap konflik harus dikelola dengan besar hati dan penuh empati, kemudian diselesaikan dengan menghormati semua pihak secara profesional.

12.  Pemimpin harus menggunakan kekuatan intuisi untuk melihat hal-hal yang tak terlihat oleh panca indera. Lalu, membuat tindakan-tindakan yang memotivasi anggota tim untuk bekerja dengan emosi baik dan pikiran terang.

13.  Tim sukses dan pemimpin harus membangun hubungan dan komunikasi positif dengan “stakeholder” dalam sebuah suasana yang saling menguntungkan.

14.  Tim sukses harus membuat tabel rencana kerja dengan memasukan semua tips di atas sebagai faktor-faktor kerja tim yang harus diperhatikan secara terus-menerus.

Apr 27, 2009

Feb
16

“Setiap Keberhasilan Tim Harus Disikapi Sebagai Sukses Bersama. Jika Ada Anggota Tim Yang Merasa Lebih Hebat Dan Lebih Berjasa Kepada Sebuah Hasil Sukses, Maka Keutuhan Dan Kekompakkan Tim Pasti Lenyap, Dan Segera Digantikan Oleh Kekuatan Konflik Yang Secara Pasti Mengantar Tim Kepada Kehancurannya.” – Djajendra

Untuk mencapai hal-hal besar, Anda harus mampu mengumpulkan pribadi-pribadi terbaik dalam sebuah tim pemenang. Pribadi-pribadi terbaik yang diberi arahan dan motivasi, akan memainkan perannya secara bijak untuk mencapai angka kinerja yang besar. Ingat, untuk mencapai hal-hal besar, Anda tidak mungkin bekerja sendiri tapi Anda membutuhkan sebuah tim yang tangguh.
Tujuan dari tim harus jelas dan dimengerti oleh setiap anggotanya. Di mana, anggota tim harus bersedia untuk menghapus ego diri masing-masing, lalu secara cerdas memainkan peran dan agenda tim yang sesuai dengan visi tim. Anggota tim harus pintar untuk melihat gambar besar yang utuh tentang timnya, berkomunikasi secara efektif untuk mendukung visi tim, memberikan setiap potensi diri sendiri untuk kebutuhan tim, dan memberdayakan diri sendiri untuk membuat tim menjadi lebih kompak.
Setiap anggota harus ditempatkan dalam tim, di posisi yang sesuai dengan potensi mereka, agar mereka bisa memberikan nilai tambah kepada tim. Sebab, saat anggota tim berada di tempat yang sesuai dengan potensi dan keterampilan mereka, maka mereka akan memberikan hal-hal terbaik buat keberhasilan tim. Untuk itu, pahami setiap potensi dari para anggota tim. Lalu, lakukan evaluasi terhadap setiap anggota yang terfokus kepada pengetahuan, keterampilan, disiplin, motivasi, kekuatan pikiran positif, kekuatan emosi baik, dan potensi untuk menyatu dalam tim bersama visi dan tujuannya.
Dalam setiap upaya untuk meraih prestasi terbaik pasti akan hadir tantangan, yang bila disikapi secara positif akan memacu tim menjadi lebih kreatif. Setiap tantangan harus disikapi secara bijak, cepat, dan fleksibel. Tim juga harus mengeksplorasi semua pengalaman-pengalaman masa lalunya untuk merubah tantangan yang ada menjadi peluang yang hebat. Dalam menyikapi tantangan, perusahaan harus menentukan arah, memberi dukungan motivasi kepada anggota dan pimpinan tim, memberi pelatihan kepada anggota dan pimpinan tim untuk bisa lebih bertanggung jawab terhadap tantangan yang ada. Perusahaan juga boleh bertindak untuk merekrut anggota baru ataupun pimpinan tim yang baru, untuk memperkuat daya tahan tim dalam upaya menghadapi tantangan. Hal ini harus dilakukan perusahaan apabila karakter pemimpin dan anggota tim yang ada saat ini sudah tidak sesuai dengan tantangan zaman.
Dalam kerja sama tim, setiap anggota harus memperlihatkan kompetensi yang kuat untuk berkolaborasi dengan karakter, potensi, bakat, pengetahuan, dan motivasi dari masing-masing individu secara efektif.
Setiap individu dalam tim harus memiliki mental pemenang. Sebab, mental pemenang adalah sebuah kondisi kejiwaan yang sangat penting buat tim dalam meraih kinerja terbaik. Ketika para anggota tim memiliki mental pemenang, maka secara otomatis para anggota tim akan bersikap seperti pemenang, yaitu secara proaktif melakukan komunikasi positif, menjadi lebih sabar dalam hubungan kerja, menjadi lebih kreatif dan selalu berinisiatif positif, menjadi lebih bertanggung jawab untuk bersatu dan berkarya, menjadi lebih bersikap baik dalam membantu keutuhan dan kekompakkan tim.
Kerja sama tim harus berlandaskan pada visi yang terfokus pada tujuan, semangat yang tinggi, sikap ingin tahu, dan rasa percaya diri yang tinggi. Sebuah kerja sama tim harus memiliki landasan moral dan etika yang kuat. Landasan moral dan etika ini harus menjadi integritas tim dalam memberikan kontribusinya kepada perusahaan.
Setiap keberhasilan tim harus disikapi sebagai sukses bersama. Jika ada anggota tim yang merasa lebih hebat dan lebih berjasa kepada sebuah hasil sukses, maka keutuhan dan kekompakkan tim pasti lenyap, dan segera digantikan oleh kekuatan konflik yang secara pasti mengantar tim kepada kehancurannya.
Perusahaan harus rajin merawat tim pemenang. khususnya, untuk memaksimalkan pencapaian potensi sukses dari masing-masing individu. Untuk itu, perusahaan harus melakukan pengembangan kemampuan kerja sama dari masing-masing individu secara terus-menerus; dan juga membayar gaji yang sesuai dengan komitmen, konsistensi, dan kemampuan masing-masing individu dalam memberikan kontribusinya kepada tim.
Anggota tim harus cerdas menyesuaikan diri terhadap setiap situasi dan kondisi yang ada, dan mampu mengambil keputusan yang tepat.
Walaupun karakter pribadi masing-masing anggota tim berbeda, tapi nilai kebersamaan harus menjadi syarat terpenting dalam menentukan kekompakkan dan kemenyatuan tim dalam visi dan kerja sama.
Cara anggota tim berinteraksi dengan sesama rekan tim haruslah bersifat konsisten, jelas, sopan, terbuka, jujur, dan bertanggung jawab.
Perusahaan harus membangun kesadaran kepada pimpinan dan anggota tim bahwa setiap orang itu tidaklah sama, tapi sebagai anggota tim, masing-masing pribadi dalam tim harus memiliki keterampilan yang hebat untuk menyatu dan menyingkirkan ego dan kepentingan masing-masing.