DJAJENDRA CORPORATE MOTIVATOR

Leadership Business Personal Interpersonal Entrepreneurs and Employed Professionals

Archive for the ‘artikel manajemen produktivitas’ Category

Jul
20

PROFILE DJAJENDRA 3“Produktifitas Yang Tinggi Hanya Dapat Dihasilkan Oleh Kepribadian Yang Optimis Dalam Sebuah Etos Kerja Yang Berkualitas.” – Djajendra

Ketika pikiran dan perasaan bersatupadu untuk menjadi lebih produktif dalam keseimbangan hidup yang lebih damai dan harmonis, maka segalanya akan terlihat mudah untuk dikomunikasikan dengan semua pihak, pekerjaan juga akan menjadi lebih efektif sesuai dalam sasaran dan target yang jelas.

Menjadi pribadi yang lebih produktif dalam keseimbangan hidup yang lebih baik, pastinya merupakan impian dari setiap orang. Persoalannya, sering sekali orang-orang pada lupa bahwa untuk menjadi lebih produktif dalam keseimbangan hidup yang harmonis diperlukan tekad, komitmen, disiplin, antusias, dan semangat yang tinggi untuk menjadi pribadi terproduktif.

Produktifitas berarti memanfaatkan waktu yang dimiliki secara optimal, untuk menghasilkan out put yang sebanyak mungkin dengan kualitas setinggi mungkin. Produktifitas berarti tidak pernah menunda-nunda pekerjaan, serta mampu untuk berkomunikasi, berkoordinasi, berkolaborasi, dan bersinergi dengan semua pihak untuk menghasilkan out put yang semaksimal mungkin. Produktifitas berarti bekerja secara efektif, kreatif, strategis, dan tepat guna terhadap setiap tindakkan untuk menghasilkan out put terbaik.

Produktifitas yang tinggi hanya dapat dihasilkan oleh kepribadian yang optimis dalam sebuah etos kerja yang berkualitas. Perusahaan yang profesional pasti akan menyiapkan sistem informasi, rencana, sumber daya, strategi, dan visi yang jelas, untuk membantu para karyawan menjadi lebih produktif dalam melakukan pekerjaannya sesuai rencana dan visi perusahaan.

Jika perusahaan tidak menjelaskan atau menggambarkan semua rencana, tujuan, strategi, dan visinya secara jelas dan terang, maka karyawan akan sering bingung untuk mengambil tindakan. Akibatnya akan sering-sering terjadi penundaan kerja, dan karyawan merasa tidak memiliki informasi yang jelas untuk menyelesaikan tugas sesuai waktu.

Perusahaan harus mendelegasikan semua target dan sasaran kerja dengan jelas dalam bahasa yang sederhana, agar para karyawan tidak berkeluh- kesah terhadap sasaran dan target kerja yang mengambang di dalam ketidakpastian. Berikan informasinya yang sangat jelas dan komunikasikan semua hal secara jelas dan sederhana.

Kembangkan sistem kerja yang mampu membantu karyawan untuk menjadi lebih produktif, untuk menyelesaikan semua tugas dan tanggung jawab dengan cepat dan tepat waktu.

Perusahaan harus menciptakan sebuah iklim kerja dalam bentuk budaya kerja, yang menciptakan keseimbangan hidup yang lebih harmonis di antara semua pihak di perusahaan. Perusahaan juga harus mengembangkan teknologi tepat guna untuk menyederhanakan dan mempermudah para karyawan dalam meningkatkan semua aspek penunjang produktifitas kerja.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Jul
19

Caputra 7 Mei 2010”Jangan Mengabaikan Untuk Mengukur Dan Mengelola Kualitas Pekerjaan Yang Anda Kerjakan Sendiri. Miliki Integritas Untuk Mengatur Diri Anda Bersama Tanggung Jawab Pekerjaan Anda.” – Djajendra

“ Pastikan Anda Selalu Berhasil Mengelola Orang Lain Dengan Sempurna Dan Mengelola Diri Anda Sendiri Dengan Lebih Sempurna.” – Djajendra

Apakah benar seorang pekerja itu produktif? Apakah benar seorang pekerja itu menghasilkan mutu barang atau jasa yang berkualitas tinggi? Apakah benar seorang pekerja itu berkinerja optimal? Apakah benar seorang pekerja itu menghasilkan nilai tambah ekonomi yang tinggi buat perusahaan?

Apakah benar seorang pekerja itu memiliki loyalitas yang tinggi kepada perusahaan? Apakah benar seorang pekerja itu bekerja berdasarkan etika bisnis yang mulia? Apakah benar seorang pekerja itu bahagia bersama perusahaan dan pekerjaannya?

Pertanyaan-pertanyaan seperti di atas tersebut biasanya diperlukan untuk memastikan bahwa sebuah pekerjaan dilakukan secara terukur dan benar.

Di zaman yang penuh persaingan ketat ini,  perusahaan sudah tidak lagi sekedar berpendapat tentang kualitas karyawannya, tapi wajib mengukur setiap pekerjaan karyawannya melalui data-data yang benar dan akurat, lalu mengembangkan kualitas para karyawannya untuk bekerja secara optimal sesuai sasaran tertinggi perusahaan.

Jika para manajer di setiap level dan di setiap unit kerja tidak bisa mengukur sebuah hasil pekerjaan, maka para manajer tersebut pasti tidak bisa mengelola pekerjaannya dengan baik. Hasilnya, mungkin perusahaan akan sulit bertahan dan bersaing di pasar bisnis yang ketat.

Sekarang ini zamannya di mana setiap manajer wajib bekerja dengan menggunakan data-data pekerjaan yang benar dan terukur, buat mengambil keputusan-keputusan penting dalam memaksimalkan sasaran dan target.

Setiap target, sasaran, dan upaya kerja harus didukung dengan informasi bisnis dan kemampuan perusahaan yang sesungguhnya. Bukan sekedar imajinasi yang bersifat spekulatif atau coba-coba.

Perusahaan harus membangun kekuatan kerjanya untuk tidak hanya sekedar bertahan melawan ketatnya kompetisi, tapi mengukur setiap pekerjaan diperusahaan dengan cara-cara yang benar, lalu memfokuskan perusahaan untuk berkembang sesuai visi dan misi.

Perusahaan wajib membangun sebuah standar pengukuran pekerjaan yang bersifat konsisten untuk setiap aspek kerja secara total. Ukuran-ukuran kerja itu bisa dalam wujud  persentase, uang, jumlah, jam, kepuasan kerja, perasaan bahagia, dan ukuran kinerja yang lainnya.

Setiap manajer tidak hanya harus pintar untuk mengukur kinerja para bawahannya, tapi juga harus pintar untuk mengukur dan mengelola kinerja dirinya sendiri secara profesional dan jujur.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Jul
1

DJAJENDRA CORPORATE TRAINING“Orang-Orang Yang Produktif Mampu Meningkatkan Kinerja Dan Menghemat Biaya.”-Djajendra

Perusahaan harus selalu fokus untuk meningkatkan motivasi karyawan dalam hal produktivitas dan kinerja. Sebab, produktivitas yang tinggi berpotensi menghasilkan efisiensi dan efektivitas di semua aspek kerja perusahaan.

Buatlah perencanaan yang tegas untuk penghargaan kepada setiap karyawan dan pimpinan; lakukan pengembangan kualitas terhadap karyawan dan pimpinan; dan lakukan perawatan budaya kerja dari level kepemimpinan, karyawan, dan kelompok kerja secara konsisten dan berkelanjutan.

Budaya kerja yang berkualitas dihasilkan dari budaya perusahaan yang berkualitas. Budaya kerja dan budaya perusahaan yang berkualitas berpotensi mendorong motivasi para karyawan dan pimpinan untuk menjadi lebih produktif di tempat kerja.

Perusahaan harus memiliki budaya kerja yang secara otomatis dapat mengatur pencapaian target setiap pekerjaan secara cepat dan produktif.

Sistem kerja harus memiliki cara terbaik untuk mendapatkan semua energi, kecerdasan, dan integritas dari setiap orang secara cepat dan produktif.

Cara kerja di perusahaan harus mendorong setiap orang untuk bekerja dengan kecepatan tinggi dalam mendapatkan hasil berkualitas terbaik dengan biaya yang seefisien mungkin dalam jumlah yang sebanyak mungkin.

Manajemen perusahaan harus memiliki niat, kecerdasan, energi, keterampilan, dan integritas dalam memahami, memanfaatkan, dan memberdayakan semua potensi sukses dari setiap individu dan kelompok di perusahaan.

Tugas para pemimpin di semua level organisasi adalah memahami dasar kerja perusahaan, dan mendistribusikan nilai-nilai dari dasar kerja perusahaan kepada setiap bawahan dengan sempurna.

Dasar kerja perusahaan bisa dimulai dari job diskripsi, sop, kontrak kerja, perencanaan kerja, target kerja, dan misi kerja yang tepat sasaran untuk menghasilkan produktivitas yang tinggi dengan kualitas terbaik.

Para pemimpin harus secara tegas menggambarkan cara perusahaan dalam menghadapi tantangan kerja, serta melibatkan setiap orang dalam memahami gambaran besar dari tugas dan tanggung jawab.

Sistem kerja harus memberi wewenang dan tanggung jawab kepada setiap orang untuk melakukan pekerjaan masing-masing dengan cara-cara yang sesuai sop dan kebijakan organisasi.

Produktivitas yang tinggi akan menghemat uang yang banyak dan berpotensi menjadikan perusahaan selalu menang dalam setiap kompetisi bisnis.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Feb
25

“Sesungguhnya Bukan Kekuatan Uang Dan Modal Saja Yang Akan Membuat Bisnis Itu Cemerlang. Tetapi Kekuatan Visi, Komitmen, Sikap Optimis, Ketekunan, Dan Kekuatan Intelektual Karyawan Merupakan Harta Tak Ternilai Yang Harus Dirawat Dan Dikembangkan Oleh Pemimpin.” – Djajendra

Pemimpin bisnis adalah seorang pribadi yang harus pintar mengelola energi positif karyawan, untuk menjadi lebih kreatif dan produktif. Dalam sebuah proses bisnis, kreatif dan produktif merupakan dua kata kunci yang memiliki kekuatan yang sangat fundamental buat menghasilkan kinerja terbaik. Sedangkan kemampuan mengelola energi positif berarti kemampuan pikiran, perasaan, intelektualitas, ego, dan tubuh untuk selalu bertransformasi menghasilkan hal-hal terhebat buat kesuksesan stakeholder.

Pemimpin harus selalu tegas dan disiplin untuk menjaga energi positif karyawan, agar semua nilai-nilai positif bisa terfokus kepada upaya kreatif dan produktif, bahkan dalam kondisi ekonomi dan bisnis yang penuh ketidakpastian. Pemimpin harus bertanggungjawab total terhadap semua kemungkinan melalui kekuatan energi positif karyawan.

Pemimpin harus memahami, mempelajari, dan memulai proses untuk mengakui setiap kondisi dengan jawaban yang terfokus kepada kekuatan kreatif dan produktif karyawan. Sebab, sesungguhnya bukan kekuatan uang dan modal saja yang akan membuat bisnis itu cemerlang. Tetapi kekuatan visi, komitmen, sikap optimis, ketekunan, dan kekuatan intelektual karyawan merupakan harta tak ternilai yang harus dirawat dan dikembangkan oleh pemimpin.

Pemimpin harus bersikap bijak dan profesional untuk menentukan arah perusahaan kepada sasaran yang jelas dan terfokus.

Pemimpin juga harus mampu membangkitkan semangat karyawan untuk bergerak bersama arah perusahaan yang strategis dalam menghasilkan sukses.

Kekuatan energi positif haruslah dapat digunakan secara baik melalui sistem pemetaan yang inovatif dan kreatif. Oleh karena itu, pemimpin harus mampu mengidentifikasi semua tujuan-tujuan kunci perusahaan; pemimpin harus mampu mengelola semua aspek kerja perusahaan dari mulai departemen, tim, dan setiap tingkat yang ada di dalam struktur organisasi perusahaan; pemimpin harus mampu menggunakan setiap potensi dan bakat karyawan secara efektif; pemimpin dan karyawan harus bersatupadu untuk mengelola kekuatan energi positif dan memberikan kontribusi kepada seluruh tujuan dari perusahaan; dan pemimpin bersama karyawan harus menghasilkan struktur organisasi yang kuat dan solid, organisasi yang dapat bergerak dengan cepat, serta berani dan berhasil melalui kekacauan keuangan di saat apa pun untuk membuat perusahaan tetap kokoh berada di barisan terdepan.

Feb
25

”Jangan Pernah Mengabaikan Untuk Mengukur Dan Mengelola Kualitas Pekerjaan Yang Anda Kerjakan Sendiri. Miliki Integritas Untuk Mengatur Diri Anda Bersama Tanggung Jawab Pekerjaan Anda. Pastikan Anda Selalu Berhasil Mengelola Orang Lain Dengan Sempurna Dan Mengelola Diri Anda Sendiri Dengan Lebih Sempurna.” – Djajendra

Apakah benar seorang pekerja itu produktif? Apakah benar seorang pekerja itu menghasilkan mutu barang atau jasa yang berkualitas tinggi? Apakah benar seorang pekerja itu berkinerja optimal? Apakah benar seorang pekerja itu menghasilkan nilai tambah ekonomi yang tinggi buat perusahaan?

Apakah benar seorang pekerja itu memiliki loyalitas yang tinggi kepada perusahaan? Apakah benar seorang pekerja itu bekerja berdasarkan etika bisnis yang mulia? Apakah benar seorang pekerja itu bahagia bersama perusahaan dan pekerjaannya?

Pertanyaan-pertanyaan seperti di atas tersebut biasanya diperlukan untuk memastikan bahwa sebuah pekerjaan dilakukan secara terukur dan benar.

Di zaman yang penuh persaingan ketat ini,  perusahaan sudah tidak lagi sekedar berpendapat tentang kualitas karyawannya, tapi wajib mengukur setiap pekerjaan karyawannya melalui data-data yang benar dan akurat, lalu mengembangkan kualitas para karyawannya untuk bekerja secara optimal sesuai sasaran tertinggi perusahaan.

Jika para manajer di setiap level dan di setiap unit kerja tidak bisa mengukur sebuah hasil pekerjaan, maka para manajer tersebut pasti tidak bisa mengelola pekerjaannya dengan baik. Hasilnya, mungkin perusahaan akan sulit bertahan dan bersaing di pasar bisnis yang ketat.

Sekarang ini zamannya di mana setiap manajer wajib bekerja dengan menggunakan data-data pekerjaan yang benar dan terukur, buat mengambil keputusan-keputusan penting dalam memaksimalkan sasaran dan target.

Setiap target, sasaran, dan upaya kerja harus didukung dengan informasi bisnis dan kemampuan perusahaan yang sesungguhnya. Bukan sekedar imajinasi yang bersifat spekulatif atau coba-coba.

Perusahaan harus membangun kekuatan kerjanya untuk tidak hanya sekedar bertahan melawan ketatnya kompetisi, tapi mengukur setiap pekerjaan diperusahaan dengan cara-cara yang benar, lalu memfokuskan perusahaan untuk berkembang sesuai visi dan misi.

Perusahaan wajib membangun sebuah standar pengukuran pekerjaan yang bersifat konsisten untuk setiap aspek kerja secara total. Ukuran-ukuran kerja itu bisa dalam wujud  persentase, uang, jumlah, jam, kepuasan kerja, perasaan bahagia, dan ukuran kinerja yang lainnya.

Setiap manajer tidak hanya harus pintar untuk mengukur kinerja para bawahannya, tapi juga harus pintar untuk mengukur dan mengelola kinerja dirinya sendiri secara profesional dan jujur.

Feb
24

Slide1

”Produktif Berarti Mampu Memanfaatkan Waktu Secara Optimal Untuk Menghasilkan Kualitas Dan Kuantitas Terbaik.” – Djajendra

Ada banyak cara untuk mengukur sebuah kesuksesan dalam hidup. Salah satunya adalah ukuran produktifitas. Menjadi pribadi yang produktif merupakan sebuah keunggulan diri untuk meraih prestasi tertinggi dalam hidup.

Anda yang mau secara sadar mempersiapkan diri untuk menjadi pribadi yang produktif pasti akan merasakan berbagai keuntungan, kemudahan, dan keberhasilan. Pribadi yang produktif berarti mampu menghasilkan kualitas dan kuantitas terbaik dalam waktu yang singkat.

Pribadi yang produktif akan dilihat oleh orang-orang di sekitar sebagai pribadi unggul yang penuh tanggung jawab untuk menyelesaikan semua komitmen secara konsisten dalam integritas diri yang hebat. Dan, dengan menjadi pribadi yang lebih Produktif, Anda akan menjadi diri sendiri yang hebat, untuk kesuksesan  kehidupan karir Anda yang luar biasa.

Produktifitas tidak hanya sebatas catatan angka-angka statistik untuk menunjukkan berapa banyak hasil yang dikerjakan oleh seseorang pada satu periode, tapi produktifitas sesungguhnya harus menjadi kerja mental untuk mengambil tanggung jawab besar dalam hidup, agar setiap detik dari waktu hidup terisi oleh hal-hal positif yang menghasilkan karya-karya bernilai tambah buat diri sendiri dan orang lain.

Untuk mendukung diri menjadi pribadi yang produktif diperlukan sikap-sikap hebat, seperti antusias terhadap pekerjaan, mencintai pekerjaan, sabar, tegar, berkomitmen, konsisten, serta selalu memiliki integritas dan dedikasi untuk mengerjakan semua tugas dan tanggung jawab dalam semangat dan motivasi yang tinggi.

Produktifitas memerlukan arah dan sasaran yang jelas; memerlukan mental positif yang sabar dan berjuang; memerlukan niat yang tulus untuk menghasilkan kualitas dan kuantitas yang banyak dan terbaik; memerlukan energi diri yang tangguh dan kuat untuk bekerja setiap saat buat hasil yang maksimal.

Produktifitas yang hebat memerlukan integritas, komitmen, dedikasi, dan konsistensi untuk mengeksplorasi semua potensi dan bakat secara jelas dan tepat sasaran. Lalu, bertindak dalam batas-batas tugas dan tanggung jawab untuk menghasilkan kualitas dan kuantitas terbaik.

Feb
18

”Produktivitas Tinggi Hanya Dapat Dihasilkan Oleh Organisasi Yang Efektif Dengan Dukungan Karyawan Yang Optimis Dan Profesional.” – Djajendra

presentation helper 3Produktivitas adalah sebuah keharusan dalam bisnis. Jika para pekerja bisnis mampu menjadi lebih efektif sesuai dengan sasaran dan target kerja, maka kemungkinan besar mereka akan menjadi pekerja yang produktif di semua aspek kerja perusahaan. Dan hal ini bisa terwujud jika perusahaan menjalankan setiap fungsi dan peran organisasi dengan efektif.

Membuat karyawan menjadi produktif tidak hanya cukup melalui kepemimpinan yang efektif. Tetapi, diperlukan mind set secara keseluruhan di perusahaan untuk menjadi lebih produktif. Hal ini hanya bisa terwujud bila perusahaan menciptakan lingkungan kerja dalam keseimbangan yang harmonis yang diperkuat dengan nilai-nilai kerja dalam wujud tekad, komitmen, disiplin, antusias, etika, dan semangat yang tinggi untuk menjadi yang terbaik.

Produktivitas berarti memanfaatkan waktu yang dimiliki secara optimal untuk menghasilkan out put yang sebanyak mungkin dengan kualitas setinggi mungkin. Produktivitas berarti tidak pernah menunda-nunda pekerjaan dan cerdas berkomunikasi, berkoordinasi, berkolaborasi, dan bersinergi dengan semua pihak untuk menghasilkan out put  berkualitas yang optimal. Produktivitas berarti bekerja secara efektif, kreatif, strategis, inovatif, dan tepat guna terhadap setiap tindakan untuk menghasilkan out put berkualitas terbaik.

Perusahaan yang efektif pasti akan menyiapkan sistem informasi, rencana, sumber daya, strategi, dan visi yang jelas untuk membantu para karyawan menjadi lebih produktif dalam melakukan pekerjaan sesuai target.

Jika perusahaan tidak menjelaskan atau menggambarkan semua rencana, tujuan, strategi, dan visi secara jelas dan terang; maka karyawan akan sering bingung untuk mengambil tindakan. Akibatnya, akan sering-sering terjadi penundaan kerja dan karyawan merasa tidak memiliki informasi yang jelas untuk menyelesaikan tugas sesuai waktu.

Perusahaan harus mendelegasikan semua target dan sasaran kerja dengan jelas dalam bahasa yang sederhana, lalu menciptakan kepastian dalam setiap rencana, dan memberikan informasi yang benar kepada karyawan.

Kembangkan sistem kerja yang mampu membantu karyawan untuk menjadi lebih produktif, untuk menyelesaikan semua tugas dan tanggung jawab dengan cepat dan tepat waktu. Untuk itu, perusahaan harus membangun etos kerja yang diperkuat dengan panduan etika bisnis, code of conduct, sop, dan kebijakan lain yang sederhana dan mudah untuk dikerjakan. Termasuk, mengembangkan teknologi dan peralatan kerja yang bersifat tepat guna, yang mampu menyederhanakan dan mempermudah cara pencapaian target. Selain itu, perusahaan harus selalu memotivasi para karyawan untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi mereka agar menjadi lebih berkualitas.

Feb
16

“Jalan Untuk Sukses Selalu Ada Bagi Karyawan Yang Menginginkannya. Salah Satu Jalan Terbaik Menuju Kesuksesan Yang Saya Temukan Ada Pada Mind Set Untuk Bekerja Buat Kuantitas Dan Kualitas Kerja Terbaik.” – Djajendra

Produktifitas merupakan hal yang sangat penting dalam menciptakan perusahaan yang sehat dan kuat. Bila para karyawan mampu bekerja untuk kuantitas yang maksimal dan kualitas yang prima, maka perusahaan akan menjadi semakin efektif dalam operasionalnya.

Perilaku kerja yang mampu mendorong produktifitas adalah perilaku kerja yang cerdas untuk berkolaborasi, berkomunikasi, bersinergi, berkoordinasi, dan fokus pada prestasi.

Berkolaborasi artinya selalu siap bekerja sama dengan siapa pun tanpa memiliki perasaan suka atau tidak suka terhadap pihak-pihak terkait.

Berkomunikasi artinya mampu mencair bersama irama kerja sama yang saling memahami dalam satu bahasa persepsi. Bersinergi artinya selalu siap melakukan kegiatan bersama atau kerja gabungan untuk mencapai sasaran dan target. Berkoordinasi artinya selalu menyatukan persepsi terhadap setiap aturan, peraturan, kebijakan agar setiap tindakan dapat berjalan sempurna dan tidak saling bertentangan atau simpang siur.

Perilaku kerja di atas tersebut haruslah menjadi karakter kerja yang membatin dalam diri. Sebab, tanpa kerja sama yang baik, tanpa saling pengertian, dan tanpa saling membantu, maka setiap upaya untuk menghasilkan kuantitas dan kualitas kerja terbaik akan mengalami kegagalan.

Kuantitas kerja berarti karyawan harus berupaya dengan sekuat tenaga untuk mencapai hasil kerja yang sesuai dengan target. Artinya, karyawan harus selalu menyiapkan kondisi tubuh yang kuat dan sehat; kondisi perasaan dan emosi yang penuh semangat; kondisi pikiran yang jernih, tenang, dan kreatif.

Kualitas kerja berarti karyawan harus memiliki mind set, keterampilan, pengetahuan, dan niat baik untuk bekerja dengan berkualitas, rapi, bersih, teliti, dan indah.

Keberhasilan mengoptimalkan kualitas kerja dan kuantitas kerja sangat tergantung kepada niat dan kemauan karyawan untuk berprestasi. Bila karyawan memiliki motivasi yang kuat untuk menjadikan diri sendiri sebagai pribadi yang produktif, maka mereka pasti memfokuskan diri untuk kuantitas dan kualitas kerja yang prima.

Setiap orang dilahirkan untuk mencapai apa yang diinginkan. Setiap orang diberi kesempatan oleh kehidupan untuk mencapai semua harapan dan keinginan. Setiap orang memiliki hak untuk menjadi sukses dan menghasilkan keberhasilan dalam hidupnya. Setiap orang hanya bisa sukses bila dia bekerja untuk kuantitas dan kualitas terbaik. Jadi, sekaranglah waktunya untuk mulai bekerja secara cerdas buat kuantitas dan kualitas terbaik.