Archive for the ‘artikel manajemen training’ Category
PRESENTASI POWERPOINT
“Slide Presentasi Harus Memiliki Nilai-Nilai Yang Bisa Menceritakan Solusi Untuk Sebuah Realitas.” – Djajendra
Bicara presentasi akan mengingatkan Anda pada PowerPoint, seperti namanya, PowerPoint adalah alat yang ampuh untuk menyampaikan pesan sambil menyatukan persepsi, asumsi, dan motivasi. Gunakan kata-kata dasar dalam setiap slide presentasi. Lalu, ceritakan makna dari setiap kata-kata dasar tersebut dengan realitas yang sesuai dengan tema yang sedang Anda bahas.
Sering sekali, isi slide presentasi yang sama, bila dipresentasikan atau disampaikan oleh orang yang berbedah, maka artinya juga akan berbeda. Kenapa hal ini bisa terjadi? Karena, setiap individu selalu hadir bersama logika berpikirnya sendiri, nilai-nilai kehidupannya sendiri, asumsi dan persepsinya sendiri terhadap kehidupan. Dan, sangat disarankan bahwa Anda yang ingin melakukan presentasi wajib memiliki keunggulan wawasan, kecerdasan, pengalaman, pengetahuan, empati, intuisi, gairah, energi, dan motivasi yang kuat untuk menerjemahkan setiap kata-kata di slide agar sesuai dengan misi presentasi Anda.
Sebelum menyusun presentasi, pastikan Anda telah melakukan riset yang sangat mendalam terhadap materi yang akan Anda sampaikan tersebut. Jangan pernah mengutip materi presentasi dari sana-sini untuk dicantumkan dalam slide presentasi, nanti Anda akan terlihat tidak unik dan sangat normatif. Bila semua hal bersifat normatif, maka para audience Anda akan kehilangan gairah untuk mendengar presentasi Anda. Dan Anda juga akan terlihat tidak istimewa dengan gagasan-gagasan kering Anda.
Presentasi Anda harus dapat dimanfaatkan oleh audience Anda sebagai alat untuk memecahkan masalah mereka. Untuk itu, Anda harus cerdas merangkai kata-kata yang sesuai dengan harapan para audience. Pastikan para audience memfokuskan perhatian untuk mendengarkan rangkaian kata-kata Anda dan bukan untuk sekedar membaca isi slide Anda.
Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com
“Pendengar Anda Membutuhkan Hal-Hal Terbaru Dari Anda, Oleh Karena Itu, Siapkan Presentasi Anda Dari Sudut Pandang Yang Baru.” – Djajendra
Sikap percaya diri dan kecerdasan saja masih belum cukup dalam memberikan presentasi kepada orang lain. Anda harus menguasai materi presentasi untuk bisa mengatakan sesuatu yang lebih baik kepada orang lain. Sebab, sering sekali para pendengar Anda adalah orang-orang yang luar biasa cerdas, dan biasanya mereka sangat menguasai teori, konsep, dan praktik dari hal-hal yang Anda bicarakan.
Salah satu trik dalam memberikan presentasi terbaik adalah memfokuskan materi presentasi sesuai dengan pengetahuan dan wawasan terbaik yang Anda miliki. Bila Anda merasa masih belum total menguasai suatu persoalan, sebaiknya tunda dulu untuk memberikan presentasi, pelajari dulu semua materi secara total dan menyeluruh, setelah Anda merasa memahami materi dari A sampai Z, barulah Anda berhak tampil dihadapan orang lain untuk membahasnya.
Katakanlah apa maksudmu, demikian tulis Tony Benn di presentation magazine. Tony Benn adalah politikus veteran dan pembicara terkenal. Tony Benn memberi beberapa saran untuk sebuah presentasi yang baik.
1. Katakanlah Apa Yang Anda Maksud.
Tony Benn menyarankan agar dalam setiap penyampaian pidato atau presentasi harus sesuai dengan suara hati atau niat yang akan disampaikan. Hal-hal yang tidak diniatkan untuk dibicarakan, jangan pernah dibicarakan pada saat presentasi tersebut.
2. Artikan Apa Yang Anda Katakan.
Tony Benn menyarankan agar setiap ucapan yang disampaikan harus memiliki arti atau makna yang jelas dan mudah dicerna oleh logika dan akal sehat.
3. Jangan Membuat Serangan Pribadi.
Tony Benn menyarankan, apa pun pendapat dan sikap peserta, pembicara harus mendengarnya, dan tidak boleh merasa tersinggung lalu menyerang balik.
4. Dengarkan Dengan Hormat.
Tony Benn menyarankan untuk selalu mendengarkan suara hati pendengar dengan bijaksana, peduli, dan penuh toleransi.
5. Mendorong Orang.
Tony Benn menyarankan untuk selalu mendorong semangat dan rasa percaya diri para pendengar. Artinya, seorang pembicara tidak hanya menyampaikan materi presentasi, tapi juga memiliki tanggung jawab untuk mendorong orang lain menjadi lebih baik.

“Kepemimpinan Yang Baik Adalah Memperlihatkan Cara Kerja Orang-Orang Yang Unggul Kepada Orang-Orang Yang Tidak Menonjol.” – John Rockefeller (1839-1937)
Pelayanan adalah sebuah kata yang bermakna luar biasa. Pelayanan adalah sebuah sikap yang akan mengantar Anda ke puncak sukses kehidupan Anda. Pelayanan adalah sebuah perilaku yang pasti menciptakan kebahagiaan di hati semua orang. Pelayanan Anda kepada kehidupan adalah langkah awal Anda untuk memulai perjalanan panjang Anda menuju puncak kehidupan tertinggi Anda.
Hari minggu kemarin, tanggal 30 Mei 2010, seorang klien dan juga teman lama saya menelpon saya, dan meminta tolong untuk direview materi presentasi yang harus dia sampaikan pada hari Senin, tanggal 31 Mei 2010, dihadapan manajemen di Medan.
“Baik Bos, tapi sekarang saya sedang di jalan menuju hotel,” jawab saya
“Bapak lagi dimana sekarang?” Tanya dia, “saya sekarang sedang berada di kota Solo.” Jawab saya , “maaf pak … maaf pak, saya sudah mengganggu hari minggu bapak.” Kata dia
Saya senang dengan permintaan tolong klien saya ini, buat saya semua hari adalah hari untuk menemukan sesuatu yang baru, dan klien saya ini mengirimkan persepsi dia dalam bentuk materi presentasi, jelas hal ini sangat berguna buat saya.
Sesampai di hotel, saya langsung menghidupkan internet di notebook saya, dan segera membuka email untuk mempelajari apa yang dikirimkan oleh klien saya, dan juga teman baik saya.
Setelah melihat slide show yang berjumlah 20 slide, saya berkata dalam hati “Luar Biasa”. Sungguh luar biasa, klien saya ini bukan seorang trainer, dia seorang eksekutif puncak di perusahaannya di bidang cpo kelapa sawit, tapi dia bisa menyusun materi presentasi dengan struktur yang sangat saya kagumi. Judul presentasinya adalah Menemukan Puzzle Pelayanan. Presentasi ini dibuat untuk membangkitkan motivasi dan keyakinan di internal perusahaan untuk melayani perusahaan secara proaktif. Materi disusun dengan kata-kata penuh rayuan yang sangat mesugesti perasaan dan pikiran. Saya sangat percaya bahwa materi puzzle pelayanan yang sangat holistic ini akan mampu melengkapi semua misteri pelayanan di internal perusahaan. Biasanya kebanyakan perusahaan terlalu fokus untuk melayani pelanggan pembeli untuk mengejar target penjualan, dan selalu melupakan untuk melayani pelanggan yang bekerja di internal perusahaan, yaitu karyawan.
Kegeniusan dan keluarbiasaan para trainer di internal perusahaan adalah sebuah hal yang telah lama saya pahami. Tetapi, klien dan teman saya ini adalah sosok pembelajar yang memiliki ide-ide yang diterangi oleh semangat, antusiasme, dan keyakinan untuk menciptakan sustainable pelayanan di internal perusahaannya secara sangat mendasar. Solusi yang dia berikan melalui materi presentasi tersebut sangat optimal, dan saya sangat yakin, bila para karyawan cerdas menangkap pesan-pesan dari Puzzle Pelayanan, maka mereka pasti dapat bertahan dan bekerja sama dengan manajemen secara elegan dan berkinerja.

“Pekerjaan Kita Bukanlah Hidup Kita, Tapi Hanya Sebuah Permainan Kita Saat Ini. Kita Mempunyai Pilihan Hidup.”-Joshu Halberstam
Saat Anda dan teman-teman Anda di kantor kehilangan semangat dan gairah kerja, dan saat Bos di kantor sudah mulai suka marah – marah. Itu artinya Anda, Bos, dan teman-teman Anda di kantor butuh bersantai sejenak bersama aktivitas yang menyegarkan jiwa, raga, dan pikiran. Oleh karena itu, saatnya kantor Anda mengadakan outbound/outing ke daerah pegunungan yang dingin dan sejuk. Pilih lokasi outbound/outing yang alamnya indah, asri dan bersahabat. Rancang program outbound/outing yang ringan, santai, dan menyenangkan. Undang seorang motivator terbaik untuk memberikan penyegaran dan pencerahan melalui kata-kata yang menyejukkan perasaan dan pikiran. Biarkan si motivator berbicara untuk menguatkan mental pribadi dan kerja tim di kantor. Waktu untuk si motivator jangan lebih dari delapan jam. Sebab, Anda bersama bos dan teman-teman butuh lebih banyak waktu, untuk acara bersama – sama yang saling menguatkan semangat untuk hari esok yang lebih kompak di kantor. Pastikan semua program atau acara bersifat ringan, fleksible, menyenangkan, dan menguatkan semangat dan hubungan kerja di antara Anda, bos dan teman – teman. Libatkan semua orang di kantor untuk aktif berpartisipasi dalam semua program yang Anda buat di acara outbound/outing ini. Jangan ada permainan atau pun program yang bersifat menyiksa pikiran, jiwa dan raga dengan keras, semua program harus bersifat ringan dan cendrung ke arah referesing dan menghibur. Outbound/outing ini lebih di arahkan untuk penyegaran pikiran, jiwa, dan raga dari rasa bosan dan jenuh di tempat kerja. Ajak semua orang untuk berpikir dan bertindak santai dalam setiap acara. Jangan terlalu serius, apalagi bersifat mendoktrin. Jadikan acara santai ini untuk saling mengisi buat menguatkan kerja tim di kantor Anda.
Berikut tips untuk membuat program outbound/outing yang ringan dengan tema menguatkan kerja tim di kantor lewat outbond/outing:
1.Nyalakan api motivasi untuk saling mendukung, saling mempercayai, dan tidak menggampangkan orang lain.(Pelaksanaan program ini sebaiknya diserahkan pada motivator Profesional)
2.Olah raga sambil mengenali dan menghormati kepribadian yang berbeda.(Lakukan secara bersama- sama dengan si bos dan teman-teman kerja)
3.Merenung bersama untuk saling berempati dalam membangun sinergi team.(Lakukan secara bersama-sama dengan si bos dan teman-teman kerja. Usahakan setiap orang menyalakan sebuah lilin kecil dan nyala api lilin tetap harus terjaga sepanjang proses perenungan)
4.Referesing sambil mengkomunikasikan visi individu dengan visi team kerja.(Lakukan secara bersama-sama dengan si bos dan teman-teman kerja. Pastikan program referesingnya benar-benar bersifat fun dan leisurely, jangan ada pertengkaran dan salah paham di sepanjang proses referesing ini. Anda, si bos, dan teman-teman harus menyatu ke satu arah yang sama)
5. Buat permainan yang menciptakan rasa gembira dan rasa bersatu.(Lakukan secara bersama-sama dengan si bos dan teman-teman kerja. Pastikan permainannya sesuai dengan usia dan kematangan berpikir peserta, jangan berikan permainan anak-anak kepada orang dewasa yang pikirannya sudah matang)
6.Makan yang banyak dan sepuasnya, rasakan sensasi keasrian alam pegunungan, dan nikmati oksigen segar dari hutan-hutan kecil di sekitar lokasi outbound/outing perusahaan Anda.
7.Yakinkan diri Anda semua bahwa program outbound/outing ini memberikan kesegaran dan kedamaian pikiran. Pastikan juga bahwa Anda semua setelah acara ini mampu bekerja lebih profesional dan lebih berkinerja.
8.Lihatlah semua niat baik perusahaan mengadakan outbound/outing ini sebagai upaya meningkatkan kualitas profesionalisme Anda semua.

“Segala Keinginan Dan Harapan Yang Dikerjakan Dengan Segenap Perhatian, Fokus, Disiplin, Energi, Dan Konsentrasi. Pasti Akan Terwujud Dalam Kehidupan.” – Djajendra.
Manusia hidup dalam sebuah training kehidupan yang mewajibkan dirinya untuk berlatih dan belajar secara terus-menerus sampai akhir hari kehidupannya. Tidak ada kata tamat dalam training kehidupan, sebab setiap hari adalah hari training. Jika Anda ingin sukses dalam hidup Anda, maka ada satu hal terpenting yang harus Anda lakukan dalam sepanjang perjalanan hidup Anda, yaitu Anda harus mampu memainkan peran kehidupan dengan sempurna. Bila pekerjaan sehari-hari Anda sebagai customer service, maka peran pelayanan sempurna harus bisa Anda mainkan dengan sempurna. Bila pekerjaan sehari-hari Anda sebagai big bos, maka peran sebagai pemimpin bijak dan cerdik harus bisa Anda mainkan dengan sempurna. Peran dalam kehidupan merupakan realitas yang tak mungkin bisa dihindari oleh siapa pun. Anda harus ingat bahwa setiap orang mempunyai perannya sendiri-sendiri di dalam hidup yang sangat kompleks ini, dan setiap orang harus cerdas memainkan perannya dengan sempurna. Bila Anda tidak cerdas memainkan peran kehidupan Anda, maka Anda akan tersingkir dari daftar orang sukses.
Permainan peran atau role play bukanlah monopoli orang film dan teater, tapi telah menjadi kebutuhan dari semua sektor kehidupan. Khususnya dalam kehidupan dunia bisnis, di mana setiap orang yang bekerja di sebuah perusahaan atau organisasi bisnis harus terampil dan bijak dalam memainkan peran, sesuai tugas dan tanggung jawab yang diberikan perusahaan kepadanya.
Kehidupan dunia kerja atau dunia bisnis yang semakin tidak sederhana, mengharuskan para pelakunya untuk berlatih peran kehidupan pekerjaan sehari-hari dengan lebih baik, agar mampu menjawab semua tantangan yang mereka hadapi seharian dengan lebih sempurna.
Seorang pemimpin tidak lagi bisa mengandalkan bakat dan karismanya, tapi juga harus secara disiplin melatih peran kepemimpinan yang dijalaninya secara profesional. Demikian juga dengan Anda yang bekerja melayani orang lain, tidak lagi sekedar fokus untuk terampil memuaskan kebutuhan orang lain, tapi Anda harus cerdas dan bijak menjalankan peran pelayanan yang Anda jalankan dalam kehidupan sehari-hari Anda, agar Anda bisa menjadi pribadi yang lebih istimewa di bandingkan yang lain.
Berikut ini saya berikan sebuah contoh tentang Role Play yang dikombinasikan dengan ice breaker games, hasil penggabungan ini saya sebut Role Play Games. (Permainan ini sering saya lakukan dalam training motivasi)
Tema RPG: Menjadi Diri Sendiri Bersama Cahaya Terang Kehidupan
Aturan Permainan:
Setiap orang menyalakan lilinnya dan berimajinasi bahwa lilin tersebut adalah ”cahaya suksesnya”. Setiap orang berdiri dan mulai menyanyikan lirik lagu menurut versinya masing-masing. Konsentrasikan jiwa dan pikiran hanya pada lirik lagu, jangan tergoda pada siapapun. Ingat! Konsentrasikan jiwa dan pikiran hanya pada lirik lagu dengan versi Anda, jangan mengikuti versi orang lain.
Aku ingin sukses…….
Aku harus sukses……
Aku menginspirasi harapanku…..
Tujuan Hidupku jelas dalam terang
Aku Orang sukses…….Aku orang sukses…..Aku orang sukses.
Kelimpahan milikku…….
Kemudahan punyaku…..
Rasa syukur hartaku…..
Bahagia sahabatku……..
Aku orang sukses…..Aku orang sukses….Aku orang sukses.
Aku adalah orang yang seperti aku inginkan…..
Tuhan selalu bersamaku…..
Membantu jalanku……
Menuju pintu sukses…….
Aku orang sukses…..Aku orang sukses….Aku orang sukses…..
Bila Anda ingin tahu lebih rinci tentang tujuan Role Play Games ini, silakan hubungi www.djajendra-motivator.com
“Presentasi Persuasif Memiliki Tujuan Membangun Mind Set Baru. Jadi, Trainer Tidak Menjual Produk Training, Tetapi Menjual Gagasan, Ide-Ide Baru, Dan Mengajak Audiens Untuk Berimajinasi Melampaui Teori Dan Konsep Lama.” – Djajendra
Salah satu teknik pelatihan yang berkembang saat ini adalah pelatihan dengan strategi persuasif, yaitu sebuah strategi presentasi yang terfokus kepada upaya untuk meyakinkan audiens, agar audiens terpengaruh untuk membangun mind set yang sesuai dengan harapan barunya. Teknik presentasi persuasif tidak sekedar tergantung kepada kehebatan isi slide presentasinya, tetapi lebih kepada kemampuan si trainer untuk membujuk halus supaya para audiens menjadi yakin akan kebenaran materi presentasi tersebut.
Sebuah training yang efektif haruslah di mulai dari trainer yang menguasai materi presentasi secara total dalam wawasan yang sangat luas. Trainer harus memiliki daya imajinasi yang sangat tinggi untuk menciptakan nilai-nilai dan solusi-solusi baru buat meyakinkan audiens terhadap hal-hal baru dan perubahan. Trainer dan trainee adalah dua kekuatan penting dalam membuat sebuah training menjadi efektif, hidup, dan bermanfaat. Trainee yang baik pasti tahu untuk bersikap proaktif dalam mengeksplorasi semua isi materi presentasi dengan logika dan akal sehat, sedangkan trainer yang baik pasti tahu cara untuk melakukan komunikasi melalui teknik presentasi persuasif dan tidak selalu tergantung kepada materi presentasi yang baku.
Dalam presentasi training yang persuasif, trainer harus mempresentasikan ide-ide baru yang lebih kompetitif buat membantu audiens. Ide-ide baru tersebut harus menjadi nasehat-nasehat yang cemerlang, agar audiens bisa melakukan perubahan dan perbaikan di dalam pekerjaan dan kehidupan pribadinya.
Pola presentasi persuasif harus memperkuat dialog di antara trainer dengan trainee. Trainer tidak boleh mengkontrol jalannya presentasi, tetapi selalu bersikap terbuka dengan ide-ide baru untuk membangun kepercayaan diri audiens. Trainer harus siap untuk menjawab setiap pertanyaan dari audiens melalui wawasan yang luas, dan yang paling penting, trainer harus mencoba untuk menjawab semua pertanyaan audiens dari sudut keinginan si audiens.
Hal terpenting yang harus dipahami trainer adalah bahwa presentasi dengan gaya persuasif tidak tergantung kepada kecanggihan slide show. Tetapi, lebih tergantung kepada kedewasaan dan kemampuan trainer sebagai pemberi nasehat yang ulung dan hebat.
Salah satu inti dari konsep presentasi persuasif adalah trainer harus fokus kepada kepentingan audiens, bukan kepada kepentingan trainer. Oleh karena itu, trainer harus memiliki informasi-informasi yang tepat tentang apa saja materi kebutuhan trainee, hanya setelah itu, trainer mulai dapat mempersiapkan slide presentasi yang tepat sasaran.
Fokus utama presentasi persuasif adalah membuat audiens mampu mengubah cara mereka melihat dan merasakan tentang sesuatu, untuk membuat mereka bergerak menuju tujuan dalam arah yang benar. Trainer harus memahami apa yang membuat audiens mau membuat keputusan untuk menerima ide-ide baru tersebut. Lalu, trainer harus mengidentifikasi dan mengembangkan semua harapan trainee dalam sebuah presentasi persuasif yang sesuai kebutuhan.
Konsep utama dari presentasi persuasif adalah menanamkan ide-ide baru ke dalam mind set audiens. Sebuah presentasi persuasif memiliki tujuan membangun mind set baru. Jadi, trainer tidak mungkin menjual produk training, tetapi trainer harus menjual gagasan, ide-ide baru, dan mengajak audiens untuk berimajinasi melampaui teori dan konsep lama.
“Katakan Padaku, Dan Aku Akan Melupakannya. Tunjukkan Padaku, Dan Aku Mungkin Akan Mengingatnya. Biarkan Aku Melakukannya, Maka Aku Akan Bisa.” – Laotse
Di setiap pelatihan, saya selalu membangun kepercayaan diri peserta dan mendorong semangat mereka untuk menjadi lebih baik; saya selalu memberikan pujian kepada para peserta tentang kehebatan potensi yang mereka miliki; dan saya juga selalu memberikan penghargaan dan pengakuan terhadap setiap aktifitas dan kepedulian mereka di kelas dengan ucapan terima kasih.
Konsep saya sangat sederhana, yaitu mendorong potensi peserta untuk menjadi lebih terang, mengarahkan potensi peserta kepada misi dan visi perusahaan, dan mengajari peserta untuk selalu merawat semua potensi hebat yang ada di dalam diri mereka. Intinya, saya mengajarai para peserta untuk selalu peduli kepada semua kehebatan yang ada di dalam diri mereka dan sekaligus patuh pada aturan, peraturan, dan etika bisnis perusahaan.
Saya selalu meyakinkan setiap peserta bahwa mereka memiliki kemampuan yang luar biasa untuk menjadi pribadi terbaik; saya selalu meyakinkan setiap peserta untuk meningkatkan kinerja di setiap tugas dan tanggung jawab; saya selalu meyakinkan setiap peserta untuk mengurangi dan menghapus semua konflik kepentingan di dalam pekerjaan; saya selalu meyakinkan setiap peserta untuk membangun kualitas diri dengan integritas, dan saya juga selalu meyakinkan setiap peserta untuk tumbuh melalui pengalaman hidupnya yang unik.
Sikap saya untuk membangkitkan kesadaran tertinggi peserta, dan mendorong peserta untuk mencapai kesuksesan tertinggi adalah sebuah sikap untuk memperjelas bahwa kekuatan keyakinan dan kepercayaan diri akan mengantar mereka kepada keberhasilan tanpa batas.
Saya selalu percaya bahwa setiap orang dilahirkan untuk meraih keberhasilan, dan setiap orang memiliki hak mutlak untuk menjadi seperti yang ia inginkan. Jadi, tugas saya sebagai seorang trainer adalah memberikan selengkap mungkin informasi dan petunjuk yang memungkinkan para peserta untuk menentukan langkah-langkah sukses mereka yang selanjutnya.
Pertanyaannya, apakah cara saya ini mampu mencairkan hati-hati beku yang sudah lama hidup di dalam mind set negatif dan pesimistis. Untuk menjawab pertanyaan di atas, saya harus merenungkan setiap perilaku dari para peserta training di kelas saya. Pertama, ada peserta training yang secara sukarela membuka gerbang hati dan gerbang pikirannya untuk menerima nilai-nilai positif buat memperbaiki setiap ketidaksempurnaan yang ada di dalam diri mereka. Tetapi, ada juga peserta training yang mempertahankan sikap negatifnya dalam melihat setiap persoalan kehidupan yang dia temui. Walaupun pelatihan adalah tempat melakukan proses pembelajaran terhadap nilai-nilai baru, tapi para pemikir negatif tetap berjuang keras untuk mempertahankan ideologi negatif mereka. Dan hal ini membuat saya harus bekerja lebih keras untuk memberikan pencerahan-pencerahan yang bersifat logika. Jadi, saat beradapan dengan para pemikir negatif, senjata saya adalah melakukan pencerahan melalui logika yang terang. Apakah ini berhasil? Di kelas biasanya berhasil, tapi di kehidupan nyata saya selalu berdoa agar mereka berhasil. Sebab, apakah para pemikir negatif mau merubah ideologi negatif dengan ideologi positif?

“Seumur Hidup Saya Tak Pernah Bekerja. Yang Saya Lakukan Hanyalah Bersenang-Senang.” – Thomas Edison
Perusahaan pembelajar. Di zaman pemberdayaan ini, hanya perusahaan-perusahaan pembelajarlah yang akan mampu melakukan transformasi semangat dan nilai-nilai organisasi ke dalam batin sumber daya manusia, sehingga harapan perusahaan pada kualitas sumber daya manusia dapat dicapai dengan maksimal.
Sabtu, 8 Agustus 2009, ketika saya menjadi nara sumber di acara peluncuran kartu core value sebuah perusahaan finance, yang diadakan di Learning Centre perusahaan tersebut di Rancamaya – Bogor.
Saya melihat ada sebuah semangat yang luar biasa besar dalam perusahaan tersebut, untuk membangun kualitas sumber daya manusia yang unggul dan yang dapat dipercaya.
Keseriusan perusahaan finance tersebut diwujudkan melalui sebuah Learning Centre yang dilengkapi dengan fasilitas kampus termodern plus fasilitas hotel berbintang. Lebih dari dua ratus kamar berkualitas tinggi disiapkan untuk menampung para karyawan, agar para karyawan tidak sekedar belajar tapi juga benar-benar berlibur untuk melakukan penyegaran diri.
Saya percaya bahwa setelah selesai proses pembelajaran di Learning Centre tersebut, para karyawan pasti mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru, untuk kemudian lebih memantapkan diri berjuang bersama visi perusahaan.
Kembali ke soal acara peluncuran kartu core value. Saya melihat ada semangat yang begitu besar, baik itu dari level top manajemen, maupun sampai ke level terbawah, untuk membangun komitmen yang tulus terhadap core value perusahaan.
Para peserta acara tersebut sangat paham betul bahwa core value akan menjadi efektif, bila butir-butir di dalam core value tersebut diterima secara tulus dan sukarela oleh setiap karyawan dan pimpinan. Mereka juga paham bahwa core value harus menjadi alat untuk membangun perilaku baru sesuai dengan visi dan misi perusahaan. Intinya, mereka semua kompak untuk bekerja berdasarkan core value yang mereka miliki.
Kembali ke soal Learning Centre.
Saya benar-benar kagum dengan konsep dan metode pembelajaran yang digunakan di Learning Centre tersebut. Upaya mensosialisasikan core value perusahaan kepada para karyawan dilakukan secara visual, konseptual, dan juga pencerahan. Di mana, ada proses untuk menggugah kesukarelaan para karyawan untuk mempersatukan barisan dan memperkuat komitmen kerja dengan core value.
Ada konsep untuk membuang mind set lama dan diganti ke mind set baru yang sesuai dengan core value perusahaan.
Learning centre merupakan kampusnya perusahaan, yang berfungsi sebagai tempat pembelajaran hal-hal yang baru yang strategis.
Learning Centre juga bisa berfungsi sebagai laboratorium perusahaan untuk melakukan berbagai penelitihan terhadap sistem manajemen, model kerja, model bisnis, etos kerja, budaya perusahaan, membangun visi pribadi, visi kepemimpinan di perusahaan, dan juga untuk membangun visi bersama.
Sudahkah perusahaan Anda membangun learning centre buat memberdayakan semua potensi sumber daya manusia perusahaan?
“Walaupun Mungkin Seorang Pemimpin Tidak Terlibat Dalam Proses Perekrutan Dan Pemberhentian Para Stafnya, Tapi Ia Masih Bisa Melatih Mereka Untuk Menjadi Pribadi-Pribadi Yang Andal Dan Profesional.”-Djajendra
Organisasi masa depan menuntut pemimpin tidak hanya sekedar menjadi bos yang perintah sana perintah sini, tapi menjadi pemimpin yang mampu membimbing, mengarahkan, dan memberi rasa nyaman kepada semua bawahan.
Pemimpin harus bertindak dengan efektif untuk menemukan keberhasilan dengan dukungan dari para staf yang terlatih secara profesional. Dan untuk itu, pemimpin wajib memposisikan dirinya sebagai supertrainer yang membantu para stafnya menemukan kualitas kerja terbaik dalam diri mereka masing-masing.
Walaupun mungkin seorang pemimpin tidak terlibat dalam proses perekrutan dan pemberhentian para stafnya, tapi ia masih bisa melatih mereka untuk menjadi pribadi-pribadi yang andal dan profesional dalam upaya menyelesaikan pekerjaan mereka di kantor secara bijak.
Peran pemimpin sebagai supertrainer berbeda dengan peran bos dalam proses penyelesaian pekerjaan. Pemimpin sebagai supertrainer wajib menjalankan peran sebagai seorang pengamat, pembimbing, pengarah, pengkritik, pendidik, dan pemberi solusi.
Pemimpin harus mampu menggabungkan antara pengalaman akademis dan pengalaman praktis, sehingga mampu menjalankan peran secara optimal untuk menjadikan para trainee atau pun para staf memiliki wawasan dan keterampilan yang berkualitas tinggi.
Istilah supertrainer yang digunakan dalam tulisan ini menunjukkan bahwa peran pemimpin sebagai trainer itu total dan tidak sama seperti peran, fungsi, dan tanggung jawab trainer-trainer biasa. Seorang supertrainer harus dekat dengan trainee dan harus memiliki intuisi, empati, dan niat baik untuk menegakkan nilai-nilai profesionalisme di tempat kerja secara total dan utuh.
Fungsi pemimpin sebagai supertrainer adalah sebagai pelaku inti dalam proses transformasi pengetahuan, wawasan, dan keterampilan menjadi nilai-nilai yang siap untuk dikerjakan dan dikembangkan oleh trainee.
Pemimpin tidak boleh sekedar menjadi trainer, tapi juga menjadi komunikator yang mampu menyampaikan semua pesan secara jelas, efisien, dan efektif.
Tanggung jawab pemimpin sebagai supertrainer adalah mempersiapkan tema pelatihan yang tepat sasaran dan sesuai kebutuhan trainee. Sebaiknya, pemimpin bersama para trainee menentukan pokok-pokok pikiran yang akan menjadi materi pelatihan.
Pemimpin juga memiliki tanggung jawab untuk mengarahkan trainee ke dalam proses belajar yang berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas karakter, kemampuan personal, skill yang sesuai dengan tuntutan kerja, dan kesadaran untuk memiliki perusahaan.
Pemimpin sebagai supertrainer harus mampu mengamati dan mempelajari semua bakat dan potensi trainee. Selanjutnya, semua bakat dan potensi itu di motivasi untuk berprestasi di tingkatan yang lebih tinggi.
Pemimpin juga tidak boleh membiarkan orang-orang yang berkualitas tinggi diam dan tidak berkontribusi buat kemajuan organisasi.
Sebagai supertrainer pemimpin wajib mengeksplorasi semua bakat dan potensi trainee secara maksimal, agar para trainee yang juga merupakan para staf dapat berprestasi secara maksimal, serta dapat berperan aktif dalam menciptakan solusi-solusi hebat buat kesuksesan organisasi.
“Setiap Pergerakan Hebat Dan Berpengaruh Dalam Rangkaian Kejadian Di Dunia Ini Merupakan Kejayaan Dari Antusiasme. Tidak Ada Kehebatan Apa Pun Yang Dapat Dicapai Tanpanya.” – Ralph Waldo Emerson
Role play atau permainan peran adalah salah satu sesi penting di setiap pelatihan karyawan. Melalui role play suasana pelatihan menjadi penuh tawa dan kritis. Suasana ngantuk pun bisa berubah menjadi penuh gairah. Intinya, role play selalu mampu memberikan energi yang membuat para peserta tetap bersemangat bersama acara pelatihan. Jadi, Semakin sering para peserta tertawa kritis, maka semakin hidup dan bergairah acara pelatihan tersebut.
Dalam sebuah acara pelatihan good corporate governance – etika bisnis, saya membuat sebuah role play dengan skenario yang sangat sederhana, tapi bisa mengundang lelucon, tawa, dan sikap kritis peserta. Bunyi skenarionya seperti berikut,” isteri Anda dicurigai telah menerima komisi dari mitra bisnis perusahaan Anda. Dan, Anda adalah orang yang ikut membuat keputusan terhadap tender perusahaan dengan mitra bisnis tersebut. Perusahaan memiliki bukti-bukti aliran dana dari mitra bisnis ke rekening isteri Anda. Sekarang Anda sedang diperiksa oleh tim GCG. Bagaimana cara Anda menjelaskan hal ini kepada atasan dan departemen GCG?”
Untuk skripnya bersifat bebas, di mana para peserta harus secara spontan mengeluarkan kata-kata dialog atau pun monolog sesuai suara hati mereka. Intinya, skenario di atas hanyalah sebagai petunjuk dasar, dan semua permainan peran dilakukan secara bebas sesuai suara hati nurani para peserta.
Biasanya setelah pertunjukkan drama “role play” selesai, pasti akan ada diskusi dan perdebatan. Dan, kebetulan di acara pelatihan ini ada seorang peserta yang begitu antusias dan sedikit ngotot. Si peserta berkata,” kalau saya dijebak bagaimana, mungkin saya tidak tahu tentang aliran uang itu, dan mungkin isteri saya juga ikut menjebak saya.” Sepertinya si peserta telah terhipnotis dengan drama “role play” tersebut, dan menjadi begitu perasa dan sensitif dengan setiap kata-kata yang diucapkan oleh para pelakon drama tersebut.
Hidup ini adalah belajar dari kesalahan, ketika kita sadar dan tulus untuk memperbaiki kesalahan, maka kita pun akan tumbuh menjadi lebih bermanfaat buat kehidupan banyak orang. Demikian juga dengan role play etika bisnis tersebut, walaupun itu hanya sebuah permainan, tapi nilai-nilai yang ada dalam permainan tersebut seharusnya dijadikan pelajaran untuk tidak membuat kesalahan yang sama.
Dalam setiap sesi role play, saya selalu ingin mengajarkan nilai-nilai moral. Nilai-nilai moral yang mampu membedakan tentang benar dan salah, tentang baik dan buruk. Sebab, sekali kita menjadi pribadi yang tak mampu membedakan mana yang baik dan buruk, dan mana yang benar dan salah, maka kita akan berada dalam skenario kehidupan yang penuh dengan energi negatif, yang membuat diri kita terjebak bersama penderitaan batin untuk selama-lamanya.