DJAJENDRA CORPORATE MOTIVATOR

Leadership Business Personal Interpersonal Entrepreneurs and Employed Professionals

Archive for the ‘artikel sales and marketing’ Category

Jun
9

“Seorang Penjual Yang Hebat Tahu Bahwa Ia Harus Membangun Jembatan Abadi Untuk Dapat Menghubungkan Dirinya Dengan Orang Lain Dalam Setiap Waktu Dan Zaman.” – Djajendra

Slide1

“Aku lolos tidak dipecat, targetku untuk mendapatkan jumlah pembeli terpenuhi.” Kata seorang penjual dalam ekspresi yang senang

“Apa rahasia Anda untuk mendapatkan banyak pembeli.” Tanya aku dengan penasaran

“Rahasianya, saya berhubungan dengan baik, dan selalu merawat hubungan dengan pembeli untuk menjadi lebih baik.” Kata si penjual

Dialog di atas adalah dialog yang pernah terjadi antara saya dengan seorang penjual dari sebuah perusahaan properti ternama.

Untuk dapat menjadi penjual andal seseorang harus mengalami banyak proses kehidupan yang terkait dengan cara membangun hubungan yang hebat dengan orang lain. Seorang penjual yang hebat tahu bahwa ia harus membangun jembatan abadi untuk dapat menghubungkan dirinya dengan orang lain dalam setiap waktu dan zaman. Oleh karena itu, dia akan selalu menghindar untuk membangun tembok abadi dengan siapa pun dan apa pun. Seorang penjual akan selalu berpikir bahwa setiap orang adalah calon pembeli, dan dia selalu menyediakan dirinya buat melayani orang-orang lain dengan sepenuh hati dan tulus, walaupun orang-orang yang dilayani tersebut tidak peduli kepada layanannya.

Para penjual yang sukses selalu melakukan upaya lebih besar untuk berhubungan dengan para calon pembeli pada tingkat pribadi. Mereka membuat prioritas untuk membiarkan para calon pembeli tahu bahwa dia bukan hanya seorang penjual, tapi juga seorang teman dan sahabat. Mereka mendengarkan alasan dan kekhawatiran para calon pembeli. Mereka membuat komunikasi yang lebih baik dengan calon pembeli, dan tidak terlalu memaksa calon pembeli untuk membeli sekarang, sebab, buat mereka calon pembeli seperti pohon-pohon buah kecil yang suatu hari pasti akan tumbuh besar untuk menghasilkan buah-buah yang berkualitas, asal sejak dini dirawat dengan sepenuh hati.

Rahasia sukses dari para penjual yang saya amati adalah kemampuan mereka untuk berhubungan dengan orang-orang lain dan menciptakan ikatan yang kuat dalam hubungan yang abadi dan bermakna. Mereka selalu menjadi diri sendiri yang nyata, tulus, otentik, dan terhubung secara emosional dengan orang lain. Mereka berupaya dan berjuang untuk menjadi tertarik daripada menarik pelanggan. Untuk itu, mereka berusaha untuk mengenal para calon pembeli dari dekat melalui hubungan yang lebih baik.

Jadilah penjual yang transparan dan biarkan para calon pembeli melihat Anda sebagai orang yang pantas dipercaya untuk pembelian mereka.


May
17

DJ17

“Menjalankan Bisnis Berarti Harus Siap Melayani Dan Menghormati Keanekaragaman Budaya Dan Persepsi Konsumen.” – Djajendra

Bisnis adalah tujuan utama dari keberadaan sebuah perusahaan, dan hanya melalui bisnis perusahaan bisa menciptakan nilai tambah buat pemegang saham, serta menciptakan keberuntungan buat para stakeholdersnya. Oleh karena itu, kreativitas dan inovasi perusahaan untuk memasuki segmen pasar tanpa batas wilayah, budaya, keyakinan, dan kepercayaan akan membuat perusahaan tumbuh menjadi raksasa.

Para pengelola perusahaan selalu sadar bahwa bisnis yang hebat membutuhkan modal, investasi, kinerja karyawan, sistem yang efisiensi dan efektif, pelanggan yang setia, tren baru,  hubungan kerja yang harmonis antara karyawan, direksi, manajemen, dan pemegang saham. Namun, sering kali mereka lupa bahwa bisnis yang hebat tercipta dari kecerdasan perusahaan untuk melayani keanekaragaman budaya, keyakinan, kepercayaan dan persepsi masyarakat dengan sepenuh hati, melalui penciptaan tren-tren baru yang sesuai dengan mind set masyarakat. Artinya, produk dan layanan perusahaan tidak boleh bertentangan dengan mind set dan daya beli masyarakat secara umum.

Tidak semua konsumen puas dengan apa yang mereka miliki dan yakini saat ini, dan ada sangat banyak konsumen yang terus mencari nilai-nilai kehidupan baru sambil mempertanyakan apa yang mereka miliki dan apa yang mereka yakini secara kritis. Jelas, hal ini harus dijawab oleh perusahaan melalui cara berbisnis yang tepat sasaran untuk memenuhi harapan dan keinginan target pasar secara maksimal.

Budaya – budaya baru di tengah masyarakat terus berkembang, ada yang terekspos, tapi banyak juga yang tidak terekspos. Budaya – budaya yang bersifat normatif sepertinya sangat mudah untuk dianalisa dan dipahami, tapi di luar hal-hal yang bersifat normatif memerlukan intuisi dan kecerdasan bisnis yang luar biasa dalam memahami realitas baru yang terus tumbuh bersama perubahan perilaku masyarakat.

Budaya, keyakinan, dan kepercayaan akan menjadi perilaku yang bersifat sistematik untuk mempengaruhi cara orang melakukan bisnis. Salah satu contoh dari budaya baru di dunia bisnis adalah perilaku konsumen yang menjadikan mall mewah sebagai tempat wisata untuk menikmati suasana mewah mall. Padahal mall dan pusat perbelanjaan mewah dibangun untuk menjadi tempat berbelanja aneka kebutuhan buat konsumen segmen eksklusif tertentu, tapi para konsumen dari berbagai latar belakang masyarakat telah menciptakan budaya baru, yaitu mall mewah dijadikan sebagai tempat untuk berwisata. Oleh karena itu, jangan heran bila para pedagang atau pemilik toko di mall pada berkeluh-kesah, karena sepi pembeli, tapi ramai pengunjung yang hanya melihat-lihat saja.

Di saat dunia bisnis melalui kreativitas dan inovasinya menciptakan tren baru, maka masyarakat dari berbagai latar belakang budaya masuk ke dalam tren baru bisnis tersebut, lalu menciptakan perilaku baru yang mungkin sebelumnya tidak pernah terpikirkan oleh pebisnis. Artinya, bisa saja tren bisnis yang dibangun tidak membawa keuntungan secara finansial buat perusahaan yang menciptakan tren baru tersebut, tapi bisa menciptakan nilai tambah ekonomi buat pebisnis lain yang mampu menangkap semangat dari perilaku baru konsumen terhadap tren baru tersebut.

Mar
24

DJ201

”Bisnis Yang Unggul Muncul Dari Pengetahuan Bahwa Penjualan Dan Profit Harus Selalu Dihasilkan Dengan Maksimal.” – Djajendra

Cara menciptakan dan mempertahankan pertumbuhan bisnis yang baik, sangat tergantung kepada kemampuan Anda untuk menerapkan startegi bisnis, yang mampu menjawab semua kebutuhan pasar melalui tindakan operasional sehari-hari yang efektif.

Fokuskan bisnis Anda untuk memperkuat pelayanan kepada segment customer andalan Anda, lalu siapkan inovasi-inovasi baru yang kreatif untuk mengantisipasi strategi kompetitor Anda.

Jangan asyik bermain sendiri, sekali-kali Anda perlu mengintip kekuatan dan strategi para pesaing Anda.

hal-hal yang Anda butuhkan untuk membuat bisnis tumbuh semakin cepat.

  1. Fokuskan semua kekuatan perusahaan untuk meningkatkan pertumbuhan penjualan dan mendapatkan profit.
  2. Pertumbuhan yang sangat cepat selalu membutuhkan tambahan modal, strategi, dan inovasi yang tepat sasaran.
  3. Perhatikan gerakan, taktik, dan strategi para pesaing Anda dipasar. Jangan berdiam diri saat produk dan jasa pesaing Anda menjadi lebih diterima pasar daripada produk Anda.
  4. Ciptakan struktur organisasi dan gaya manajemen yang fleksible untuk mendukung operasional bisnis sehari-hari.
  5. Secara rutin lakukan perbaikan pada semua jalur distribusi bisnis Anda.
  6. Pastikan setiap orang diperusahaan bekerja dengan semangat dan motivasi yang tinggi.


Mar
6

Djajendra 28

“Suara Bijak Yang Jujur Dari Penjual, Akan Memberikan Perasaan Senang Dan Nyaman Pada Batin Pembeli”.-Djajendra

Sering sekali seorang penjual gagal mencapai puncak penjualan tertinggi, yang hanya disebabkan oleh ketidakmampuannya untuk meyakinkan para pelanggan untuk membeli produknya. Saat penjual tidak mampu menjadi seorang komunikator yang hebat, untuk menjelaskan kehebatan dan keunggulan produknya kepada pelanggan, maka gagallah dia untuk menjual produknya. Oleh sebab itu, seorang penjual tidak sekedar cukup memiliki bakat dan kemampuan menjual yang hebat, tapi juga harus menjadi seorang komunikator yang andal dan terpercaya. Prinsipnya, seorang penjual harus tetap fokus pada upaya meyakinkan dan menanamkan perasaan percaya pelanggan pada semua keunggulan dan manfaat dari produk yang dijual. Bila penjual gagal menanamkan keyakinan positif tentang produk-produk yang dijual, maka akibatnya penjual akan kalah bersaing dan sulit menjual produknya di pasar. Walaupun mungkin bagian marketing di perusahaan tersebut telah bekerja keras untuk melakukan promosi, iklan, propaganda, dan program customer lainnya dengan sangat hebat.

Penjual yang baik akan selalu sadar bahwa dirinya adalah ujung tombak bisnis perusahaan, bahwa dirinya adalah duta perusahaan untuk memperkenalkan kualitas dan keunggulan produk dan jasa perusahaan. Artinya, peran penjual adalah peran yang begitu penting dalam mewujudkan semua keberhasilan bisnis perusahaan. Perusahaan yang tidak didukung oleh tenaga penjual terbaik akan selalu kalah dalam persaingan di pasar bebas.


Feb
26

DJAJENDRA CORPORATE TRAINING

“Salesman Bukanlah Profesi Yang Bersembunyi Di Balik Telepon Dan Meja Kerja, Tapi Salesman Adalah Profesi Yang Bergerak Dari Satu Pasar Ke Pasar Berikut, Dari Satu Distributor Ke Distributor Berikut, Dari Satu Pelanggan Ke Pelanggan Berikut. Intinya, Salesman Yang Tangguh Itu Adalah Pribadi – Pribadi Yang Pintar Mencari Uang Untuk Mengisi Kas Perusahaan.” – Djajendra

Beberapa waktu yang lalu saya menerima email dari seorang client, yang isinya meminta saya membuat sebuah pelatihan untuk salesman. Isi dari email ini mengatakan bahwa pelatihannya ini tidak boleh berbicara tentang konsep atau pun teori marketing, tapi yang dibahas itu adalah hal-hal yang mampu menggerakkan hati salesman untuk berjuang mengisi kas perusahaan. Intinya, isi email dari client tersebut meminta saya membuat training untuk menjadikan para salesman ahli dalam mengkonversi produk menjadi uang tunai.

Client yang mengirim email ke saya ini adalah pemilik yang sekaligus menjadi “Executive Director” diperusahaan tersebut. Jadi, beliau sangat mengetahui bahwa bisnis yang baik itu harus didukung oleh salesman yang pintar mencari uang untuk perusahaan, dan beliau dengan sangat cerdas langsung memfokuskan kekuatan salesmannya hanya untuk berpikir dan bertindak mengisi uang ke kas perusahaan.

Kegagalan salesman untuk mengkonversi produk menjadi uang tunai akan berdampak besar pada kegagalan perusahaan untuk tumbuh dan berkembang sesuai rencana.

Salesman adalah kunci kesuksesan perusahaan. Para salesman harus menjadi orang-orang terdepan, yang harus berani mengetuk pintu hati para pembeli, dengan sikap penuh percaya diri untuk menjual produk dengan sukses.

Menurut client saya ini bahwa tugas terpenting salesman seharusnya adalah memberikan perhatian total kepada cara atau pun upaya untuk menguangkan barang, dan sekaligus membangun hubungan baik yang bersifat jangka panjang dengan pelanggan. Lalu, beliau juga mengatakan bahwa saat salesman mulai tidak fokus kepada upaya menguangkan barang, maka secara  perlahan – lahan insting menjual mereka akan hilang, dan lama-kelamaan mereka tidak lagi memiliki nilai lebih dalam berbisnis dengan pelanggan.

Saya pribadi sangat setuju dengan pandangan client saya ini. Saya yakin bahwa salesman yang cerdas akan selalu melatih insting menjualnya dengan berbagai teori dan konsep yang baik. Sebab, mereka tahu bahwa kalau ingin menjual sebanyak mungkin, mereka harus selalu melatih dan mempertajam insting menjualnya dengan berbagai pengetahuan dan keterampilan baru, agar dirinya menjadi pribadi unggul yang tangguh dan yang tak terkalahkan di dalam menjual.

Salesman bukanlah profesi yang bersembunyi di balik telepon dan meja kerja, tapi salesman adalah profesi yang bergerak dari satu pasar ke pasar berikut, dari satu distributor ke distributor berikut, dari satu pelanggan ke pelanggan berikut. Intinya, salesman adalah orang-orang yang harus pintar menjalani relasi baik dengan banyak orang.

Tanpa kecerdasan salesman dalam menjual produk, perusahaan akan kehilangan bisnis. Oleh karena itu, pimpinan perusahaan harus selalu bekerja ekstra keras untuk memberikan semangat dan motivasi kepada setiap salesman, agar para salesman mau bertindak proaktif dalam upaya menguangkan produk secepat mungkin. Salesman yang hebat tidak hanya akan memikirkan menjual produk atau jasa prusahaan, tapi dia juga akan memikirkan menjual reputasi dan kredibilitas perusahaan kepada pelanggannya.

Feb
25

“Marketing Yang Hebat Adalah Melalui Inovasi Yang Mampu Mempengaruhi Perilaku Masyarakat.”- Djajendra

Inovator yang hebat selalu mampu menciptakan produk atau jasa yang mempengaruhi kehidupan pelanggan. Dengan kreativitas, sang inovator sangat cerdas mengeksploitasi perilaku masyarakat, dan menjadikannya target bisnis.

Contoh dari para inovator yang hebat ini dapat kita lihat di bisnis hape atau ponsel. Begitu kreatifnya para inovator merancang model, prototipe, atau simulasi; yang walaupun barangnya belum diproduksi, tapi telah dipasarkan untuk mempengaruhi calon pelanggan.

Para pengusaha yang sekaligus menjadi inovator bisnis yang hebat, selalu berorientasi menjual dengan mempengaruhi perilaku calon pelanggan.

Sebagai contoh, produk-produk ponsel adalah produk-produk yang begitu kreatif untuk menghasilkan inovasi-inovasi hebat. Para calon pelanggan yang terpengaruh dengan berbagai informasi yang kreatif tentang produk – produk ponsel terbaru, terperangkap untuk memikirkan ponsel model terbaru tersebut dengan fitur-fitur baru yang luar biasa. Di sini, keberhasilan para inovator untuk mengeksplorasi perilaku para calon pelanggan telah sukses, dan tinggal mengarahkan para calon pelanggan untuk masuk ke dalam nilai-nilai kehidupan baru. Lihat saja, ponsel dengan jaringan internet telah mampu menciptakan perilaku kehidupan baru. sekarang ini ada begitu banyak anak remaja dan orang dewasa yang terpengaruh dengan facebook, twitter, dan lain sebagainya melalui ponsel mereka. Tiap menit mereka bisa chating melalui ponsel. Fungsi ponsel sudah tidak sekedar terbatas pada menelepon dan ber sms an, tapi semakin hari perilaku-perilaku baru tercipta dari produk ponsel tersebut. Para inovator memang luar biasa hebat, telah mampu masuk dan mempengaruhi mind set masyarakat.

Dari hari ke hari saya memperhatikan bahwa cara menjual yang hebat adalah dengan menjadi inovator yang mampu memberdayakan perilaku calon pelanggan, serta menanamkan nilai-nilai baru untuk meyakinkan para calon pelanggan, agar mereka sendiri secara sadar membeli produk atau jasa tersebut.

Inovator yang kreatif bermain diperilaku para calon pelanggan, dan selalu sukses menjual produk atau jasa mereka melalui komunikasi persuasive. Termasuk, iklan dan promosi yang masuk sangat dalam ke perasaan dan pikiran para calon pelanggan, yang memaksa calon pelanggan untuk membeli produk baru tersebut. Kata “memaksa” di sini lebih kepada mempengaruhi sedemikian rupa, hingga para calon pembeli merasa wajib untuk membelinya.

Persepsi bahwa pelanggan harus dilayani dengan ramah-tama dalam sikap baik, ternyata tidak berlaku pada saat para pelanggan tersebut telah dipengaruhi oleh para inovator  melalui produk atau jasa yang persuasif. Sekali calon pelanggan terpengaruh dan memimpikan untuk memiliki sebuah ponsel baru, maka seberapa buruk pun pelayanan customer servicenya, dia akan tetap membeli produk tersebut. Begitulah hebatnya pemasaran persuasif dengan hasil inovasi yang hebat.

Marketing yang hebat adalah melalui inovasi yang mampu mempengaruhi perilaku masyarakat. Sebuah inovasi yang harus secara cerdas dimulai melalui memahami dan mengamati produk-produk lain. Seperti kehebatan para inovator ponsel yang mampu memahami produk-produk internet, lalu menjadikannya fitur-fitur baru buat perilaku kehidupan baru masyarakat.

Feb
21

presentationboximage

”Penjual Yang Profesional Tidak Akan Pernah Mau Memperdayakan Atau Merugikan Pembeli.” – Djajendra

Tugas terpenting dari seorang penjual adalah melakukan penjualan yang melampaui target-target yang diberikan perusahaan kepada dirinya.

Selain membutuhkan kesadaran diri sendiri untuk menjadi penjual yang kreatif dan dinamis, penjual juga wajib mempelajari keterampilan cara menjual yang profesional. Seorang penjual yang profesional tidak akan pernah mau memperdayakan atau merugikan pembeli. Dia akan selalu mempersiapkan dirinya untuk memberikan kualitas produk dan kualitas layanan terbaik buat pembeli.

Adalah sah-sah saja seorang penjual bersikap agresif untuk menjual produk dan jasanya, tapi sikap agresif itu harus diikuti dengan mind set menjual yang terfokus untuk memberikan yang terbaik dari yang baik buat pembeli.

Penjual harus menjadi pribadi yang membantu pelanggan untuk membuat pilihan terbaik, serta memecahkan semua kebutuhan pelanggan dengan jujur dan bijaksana.  Penjual tidak hanya melakukan penjualan sebatas layanan, tapi juga harus menjadi sahabat pelanggan, untuk memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan terhadap produk dan jasa yang dijual.

”Untuk menjadi penjual yang profesional, Anda harus memahami tentang semua kebiasaan dan perilaku pelanggan Anda,” tulis Frank McNair dalam bukunya berjudul How You Make Sale.

Selanjutnya, Frank McNair juga menulis bahwa penjual harus memiliki pengetahuan untuk memecahkan masalah pelanggan dengan cara memberikan produk, layanan, solusi, dan program yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Jadi, Jangan pernah membuat pelanggan Anda menderita oleh cara penjualan Anda yang tanpa solusi buat kenyamanan pelanggan.

Penjual dengan sikap baik plus solusi yang hebat akan menjadi pribadi yang dicintai oleh pelanggan. Sebab, pelanggan selalu membutuhkan layanan dari penjual-penjual yang profesional, baik hati, jujur, dan yang bertanggung jawab.

Sangatlah penting buat si penjual untuk selalu meningkatkan kualitas dirinya, khususnya kualitas dari karakter diri yang mampu mewujudkan semua kebutuhan pelanggan dengan penuh peduli, perhatian, dan tanggung jawab.

”Penjual harus menyadari pentingnya proses penjualan. Proses penjualan yang baik akan menunjukkan tanggung jawab penjual untuk membantu memecahkan masalah pelanggan. Ingat, penjualan adalah berdisiplin dalam proses langkah demi langkah. Jika penjual mempelajari setiap langkah-langkah dari proses penjualan dengan cerdas, penjual akan membuat dirinya menjadi seorang profesional yang mampu melakukan penjualan besar.” Tulis Frank McNair dalam buku How You Make The Sale, What Every New Salesperson Needs To Know

Berikut 7 proses penjualan yang ditulis Frank McNair dalam buku How You Make The Sale:
1. Research prior to the Sale

Lakukan riset sebelum penjualan. Bagaimana produk Anda dibandingkan dengan produk dari pesaing? Bagaimana pelanggan menggunakan produk Anda? Apa masalah terpenting yang tidak terpecahkan dari produk Anda?

2. Meet and Greet

Bertemu dan menyapa. Langkah ini dalam proses penjualan adalah ketika Anda menemui pelanggan. Ini adalah tahap proses penjualan dan jalan untuk terjadinya pembelian. Pada tahap ini, Anda harus mengetahui atau memastikan apa langkah pelanggan ketika Anda bertemu untuk dapat bertindak sesuai yang mereka butuhkan.

3. Discovery

Pada proses penjualan yang ketiga ini, Anda harus menemukan apa yang pelanggan perlukan atau masalah apa yang pelanggan miliki terhadap pelayanan dan produk Anda, sehingga Anda dapat mulai menemukan solusi yang tepat sasaran buat pelanggan Anda.

4. Features and Benefits

Sebagai penjual Anda selalu ingin berbicara tentang kehebatan dari produk Anda kepada pelanggan, sementara pelanggan hanya membeli manfaat. Jadi Anda harus tahu apa manfaat yang berkaitan dengan features produk, program atau layanan yang Anda tawarkan kepada pelanggan.

5. Making the Case/Presenting the Solution

Bagaimana cara Anda menyampaikan presentasi solusi terhadap masalah-masalah yang pelanggan hadapi? Bagaimana cara Anda menggunakan kata-kata positif untuk mengatasi keberatan pelanggan terhadap solusi Anda?

6. The Objective is Objections: Dealing with Resistance

Penolakan pelanggan dapat terjadi pada setiap tahap dari proses penjualan. Walaupun mungkin Anda telah menyelesaikan penyebab penolakan tersebut. Anda harus selalu menyiapkan informasi yang lebih untuk meyakinkan pelanggan. Sebab, pelanggan selalu merasa menjadi objek dan tidak yakin masalah mereka telah diselesaikan sepenuhnya.

7. Closing: It’s Okay to Ask For the Order

Jika Anda bekerja setia dengan setiap proses penjualan, Anda tidak akan sulit untuk menutup penjualan-penjualan besar kepada pelanggan Anda. Pelanggan Anda sudah siap untuk membeli, dan berkata terima kasih kepada Anda.

Feb
19

“Menjadi Penjual Di Dunia Nyata Berarti Anda Memahami Semua Sudut Pasar Yang Anda Lalui Secara Inci Per Inci. Anda Adalah Penjual Di Dunia Nyata, Bukan Penjual Dari Konsep Dan Teori Yang Ada Di Text Book Anda.”-Djajendra

Seorang penjual adalah pribadi yang harus bertindak untuk melayani pelanggannya dengan penuh hormat, bukan sekedar menjual berdasarkan konsep dan teori text book marketing yang ada. Tetapi seorang penjual haruslah seorang pemasar yang mampu mencium beraneka macam wangi dan baunya pasar.

Kebanyakan text book marketing adalah hasil karya para ahli yang berlandaskan riset, dan para ahli tersebut belum tentu memahami berbagai macam wangi dan baunya target pasar Anda. Para ahli menulis buku melalui riset dari persepsi mereka dalam melihat pasar dan pembelinya, bukan persepsi Anda. Jadi, bacalah buku para ahli marketing itu, tapi pergilah ke target pasar Anda, dan tulislah buku Anda sendiri dengan persepsi Anda terhadap target pasar Anda.

Marketing adalah melayani, jadi pekerjaan marketing adalah pekerjaan melayani pelanggan dengan sebaik mungkin, bukan sekedar duduk dibelakang meja, dan hanya perintah sana-perintah sini kepada anak buah.

Anda adalah pemasar di dunia nyata, pemasar dunia nyata adalah penjual dengan seribu satu akal yang hebat dan kreatif. Jangan pernah sekedar berkutak-katik dalam obsesi bersama karya-karya text book marketing, tapi pergilah keluar ruang kerja Anda, dan berkelilinglah ke setiap lokasi target pasar Anda, agar Anda dapat mencium sendiri aneka macam wangi dan bau yang ada di target pasar Anda.

Menjadi penjual di dunia nyata berarti Anda memahami semua sudut pasar yang Anda lalui secara inci per inci. Anda adalah penjual di dunia nyata, bukan penjual dari konsep dan teori yang ada di text book Anda.

Seorang penjual sejati memiliki penciuman yang hebat terhadap apa-apa saja yang ada di pasar, ia selalu mampu melihat semua potensi pembeli, dan ia juga tahu semua sasaran yang tepat buat menjual produk.

Ia tidak akan membuang-buang kesempatan untuk mendapatkan pelanggan lebih banyak. Karena ia tahu bahwa semakin banyak pelanggan berkualitas bersamanya, ia akan semakin bersinar menjadi bintang marketing.

Seorang pemasar profesional pasti akan selalu mempelajari sasarannya dengan cermat terlebih dahulu. Kemudian barulah ia akan menyusun rencana dan target pemasaran yang kuat agar mengakar ke target pasarnya.

Langkah marketing tidak boleh sembarangan mengobral janji melalui propaganda iklan yang hebat, tapi harus melalui bukti pelayanan berkualitas tinggi, yang mampu membuat pelanggan terpesona dan merasa nyaman dengan janji dan komitmen perusahaan. Oleh sebab itu, pemasar atau penjual haruslah bertindak dengan etika dan integritas untuk melayani semua pelanggan dengan profesional.

Walau tugas marketing penuh dengan pamrih, tapi dalam pendekatan pelayanan cobalah bersikap tulus, ikhlas, profesional, sopan, baik, peduli, perhatian, dan tanpa pamrih.

Pastikan Anda mampu memetakan semua lanskap pasar Anda secara cermat, dan Anda mampu mengikuti semua perubahan dari mindset pasar, agar Anda tidak ketinggalan zaman untuk bisa melayani pelanggan Anda sesuai harapan dan persepsi para pelanggan Anda.

Tidak semua pelanggan Anda bisa dibungkam dengan teori harga, yaitu semakin tinggi diskon semakin banyak pembeli yang beli. Pasti akan ada banyak pelanggan Anda yang tidak butuh dengan diskon-diskonan, ataupun harga murah akibat kompetisi banting-bantingan harga, hanya pembeli yang tidak loyal biasanya tertarik dengan kompetisi banting-bantingan harga, dan biasanya mereka hanya membeli produk Anda, karena harga murah, bukan karena produk Anda hebat atau berkualitas.