Archive for the ‘artikel ekonomi dan bisnis’ Category

”Berbisnis Itu Sama Seperti Berperang, Perlu Menyiapkan Semua Kekuatan Internal Dengan Sempurna, Lalu Mempelajari Kekuatan Dan Kelemahan Lawan, Dan Pada Akhirnya Harus Mampu Menaklukkan Semua Kekuatan Lawan.” – Djajendra
Setiap pemilik bisnis pastinya berharap memiliki unit bisnis yang sehat dan menjadi mesin uang yang produktif. Biasanya harapan ini selalu diikuti dengan semangat ekspansi usaha keberbagai segment pasar dan segment customer dengan perilaku sedikit berspekulasi. Sering terkesan tidak fokus, lebih didasari oleh keinginan untuk berlomba dengan kompetitor, serta lebih suka berkaca pada keberhasilan para kompetitor. Bila kompetitor membuat sebuah produk baru, maka yang lainnya pun ikut-ikutan membuat produk sejenis. Selalu saja insting untuk meniru kompetitor, dan sekaligus mengalahkan kompetitor menjadi lebih dominan, sehingga pertarungan ego, gengsi, dan nafsu ini membawa para pemilik bisnis lupa diri untuk membenahi kekuatan fondasi perusahaannya. Mereka lebih asyik bermain-main dengan spekulasi, sambil berharap ada keuntungan yang lebih besar. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa sebagian perusahaan menjadi besar karena didorong oleh ego, gengsi, dan nafsu spekulasi tersebut, tapi juga banyak perusahaan yang berkualitas terpaksa gulung tikar oleh para pemimpinnya yang suka berspekulasi dan lalai membangun fondasi yang kuat.
Menurut saya sangat sah untuk bertarung dengan para kompetitior agar pangsa pasar yang ada bisa diambil dan dikelola untuk keuntungan perusahaan. Termasuk segment customer yang perlu diperluas keberbagai tingkatan daya beli customer, sehingga perusahaan bisa bermain diberbagai segment pasar dengan kekuatan penuh. Persoalannya, pertarungan yang tidak diikuti dengan penguatan di semua aspek fundamental bisnis dan organisasi perusahaan, akan menjadi titik lemah yang akan diserang para lawan atau para kompetitior. Oleh karena itu, berkompetisilah dengan kekuatan finansial, kekuatan produktifitas, kekuatan kompetensi, kekuatan sumber daya manusia yang andal, kekuatan efisiensi, dan kekuatan motivasi untuk memenangkan setiap kompetisi di pasar. Jadilah pemenang yang selalu melakukan interospeksi diri; yang selalu mau memperkuat semua aspek fundamental bisnis, organisasi, dan manusia; dengan nilai-nilai, visi, dan misi yang memang pantas untuk diperjuangkan. Pastikan visi bisnis yang Anda miliki mampu menceritakan kejadian-kejadian, perubahan-perubahan, dan tantangan-tantangan yang ada di masa depan; agar Anda selalu bisa melangkah dengan strategi untuk menciptakan kemenangan dan kesuksesan.
Menguatkan fondasi dasar bisnis berarti fokus seratus persen untuk mengawasi setiap titik informasi dari perputaran cash flow; setiap titik informasi dari pergerakan neraca; dan setiap titik informasi dari perubahan-perubahan dilaporan penghasilan atau pun dilaporan keuntungan perusahaan. Setiap titik dan inci informasi dari cash flow, neraca, rugi-laba, dan laporan aset produktif, akan menjadi informasi awal untuk memahami tingkat kesehatan perusahaan. Bila sejak awal Anda mampu menjaga dan merawat semua inci demi inci informasi di atas, maka perusahaan Anda bisa selalu diselamatkan dari serangan-serangan bencana risiko yang tak terditeksi. Anda juga mampu berbisnis dengan prinsip-prinsip yang memperkuat fondasi bisnis Anda, dan para kompetitor Anda pun tidak akan sembarangan berani merebut pangsa pasar yang Anda kuasai. Berbisnis itu sama seperti berperang, perlu menyiapkan semua kekuatan internal dengan sempurna, lalu mempelajari kekuatan dan kelemahan lawan, dan pada akhirnya harus mampu menaklukkan semua kekuatan lawan.
Jadikanlah visi bisnis Anda sebagai benchmarking untuk membantu memperbesar bisnis Anda, jangan terlalu terobsesi untuk menjadikan perusahaan atau pun bisnis orang lain sebagai benchmarking Anda. Sebab, bisnis atau perusahaan Anda pertumbuhannya akan dibatasi seluas perusahaan yang Anda jadikan sebagai benchmarking atau batas visi Anda. Intinya, Anda boleh atau pun wajib mempelajari kehebatan perusahaan lain, tapi miliki visi Anda sendiri untuk membawa bisnis Anda ke level yang Anda impikan.
Jangan pernah lupa untuk memiliki daya saing yang kuat; jangan pernah lalai untuk memiliki kompetensi bisnis yang dicintai para pelanggan; dan jangan pernah lupa untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan nilai-nilai baru yang memperkaya wawasan, keterampilan, dan pengetahuan mereka. Siapkan visi bisnis setinggi langit, visi yang tidak Anda batasi dengan batasan-batasan tertentu. Ciptakan standar bisnis yang terhebat; lalu jadikan bisnis, organisasi, dan manusia korporasi Anda sebagai keunggulan yang tak tertandingi.
Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com
Secara pribadi sudah lama saya impikan nilai Satu Rupiah menjadi nilai yang berharga di dalam perekonomian Indonesia. Di saat Bank Indonesia menggulirkan rencana meredenominasi Rupiah, saya merasa senang dengan rencana BI tersebut. Kenapa saya harus senang? Alasan saya untuk senang dengan niat Bank Indonesia tersebut dikarenakan oleh kecintaan dan kebanggaan saya kepada kebesaran Rupiah. Saya sering sedih bila ke toilet umum harus bayar 1000 Rupiah. Saya sedih bila naik angkot jarak dekat minimal harus bayar 2000 Rupiah.
Dari perjalanan saya keberbagai daerah di seluruh Indonesia, saya melihat bahwa nilai 1000 Rupiah secara umum di kota manapun telah menjadi nilai terkecil untuk transaksi apapun. Artinya, walaupun nilai 1000 Rupiah diredenominasi menjadi 1 Rupiah maka tidak akan ada dampak sosial apapun terhadap masyarakat umum, dengan catatan harga-harga setelah redenominasi harus dijaga dari perilaku orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Misalnya, harga beras 1 kg sekarang 9000 Rupiah, setelah diredenominasi harus tetap terjaga di harga 9 Rupiah. Ongkos bis sekarang 4000 Rupiah, setelah diredenominasi harus tetap terjaga di harga 4 Rupiah. Demikian juga untuk semua transaksi, seperti gaji dan hutang-piutang harus disesuaikan dengan nilai baru dari hasil redenominasi.
Tugas terpenting dari pemerintah dalam implementasi rencana redenominasi Rupiah adalah menjaga harga-harga barang dan kebutuhan masyarakat dengan super ketat, sehingga tidak ada perilaku spekulasi yang mencoba mengaburkan niat baik Bank Indonesia dalam menjalankan kebijakan redenominasi terhadap Rupiah.
Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com
Pada hari Kamis sore, saya berjalan-jalan ke Senayan untuk melihat Kabupaten Expo 2010, yang diselenggarakan di JCC, 8 -11 Juli 2010. Kabupaten Expo merupakan ajang mempromosikan aneka produk dan potensi bisnis yang ada di daerah. Terdapat 96 kabupaten yang berpartisipasi bersama keunikan dan kekayaan tradisi, produk, dan kerajinan yang mereka miliki. Saya sangat senang melihat keragaman dan keindahan Indonesia melalui Kabupaten Expo 2010. Banyak sekali produk hasil produksi UKM dari berbagai daerah di Indonesia memiliki kualitas yang sangat bagus. Kemasan dan isi sangat menjanjikan kesuksesan UKM-UKM tersebut untuk menang dalam kompetisi bisnis.
Kabupaten Expo 2010 menampilkan aneka produk pertanian, perkebunan, kerajinan, makanan ringan, potensi wisata, kampus, dan banyak lagi. Sangat beragam dan sangat luar biasa potensi dan kekayaan yang ditampilkan di Expo tersebut.
Setelah mengunjungi Kabupaten Expo 2010, saya merasakan tentang kehebatan potensi, kreativitas, dan kekayaan daerah-daerah di seluruh Indonesia. Acara-acara seperti Kabupaten Expo adalah alat yang tepat untuk mempromosikan berbagai kekayaan yang tersembunyi dan yang belum terlihat secara umum.
Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com
Memiliki usaha sendiri berarti Anda harus cerdas mengelola sumber daya manusia untuk membantu membesarkan usaha Anda. Sumber daya manusia dalam usaha Anda bisa berasal dari internal ataupun dari eksternal perusahaan Anda. Berikut ini adalah tiga belas hal yang harus Anda lakukan untuk menjadi seorang pemimpin dan pengusaha yang cerdas dalam mengelola potensi sumber daya manusia untuk hasil usaha yang luar biasa.
- Menjadi pribadi yang berintegritas. Anda harus menunjukkan kejujuran Anda dalam wujud integritas diri Anda yang utuh dan sepenuh hati kepada stakeholders.
- Memilih orang-orang terbaik untuk ditempatkan di bisnis Anda. Keberhasilan bisnis dan organisasi Anda sangat tergantung pada kualitas, kompetensi, kecerdasan, dan energi sumber daya manusia. Temukan orang-orang terbaik untuk membesarkan bisnis dan organisasi Anda.
- Kendalikan nafsu spekulasi Anda. Bisnis memerlukan spekulasi, tapi spekulasi tanpa menghitung risiko dengan tepat adalah perjudian dalam bisnis. Kendalikan nafsu spekulasi Anda dengan cara menghitung setiap potensi risiko dengan tegas dan wajar.
- Pemimpin adalah motivator. Motivasi yang terus-menerus akan menjadikan bisnis dan organisasi Anda memiliki daya dorong yang kuat untuk menuju puncak sukses tertinggi. Pastikan Anda secara disiplin dan tekun melakukan motivasi kepada setiap orang di tempat kerja Anda. Bangkitkan semangat dan gairah kerja setiap orang untuk mendedikasikan potensi dan kecerdasan mereka untuk keberhasilan bisnis dan organisasi Anda.
- Membangun Tim kerja yang berintegritas. Organisasi bisnis merupakan kerja tim, merupakan hasil kerja keras dari sekelompok orang untuk mendapatkan hasil akhir yang maksimal. Pastikan setiap orang di dalam bisnis dan organisasi Anda saling mendukung, saling berbagi, saling bertoleransi, saling berjuang, dan saling bekerja keras dalam sinergi, komunikasi, kolaborasi, dan koordinasi yang hebat.
- Jadilah seorang Pemimpin, Bukan Hanya Pengusaha. Seorang pemimpin sejati akan memiliki empati dan cinta kepada setiap bawahannya, sedangkan seorang pengusaha selalu lebih suka menilai segala hal dari sudut untung dan rugi. Pastikan Anda tidak sekedar menjadi seorang pengusaha, tapi juga cerdas menjadi seorang pemimpin sejati buat para stakeholders Anda.
- Cerdas secara emosional. Pastikan Anda memiliki kendali yang kuat atas emosi diri Anda. Jadilah pribadi yang bijaksana, dan tidak mudah stres atau depresi oleh goncangan ketidakpastian bisnis.
- Menjadi komunikator yang cerdas. Komunikasi merupakan keterampilan yang paling penting bagi seorang pemimpin dan pengusaha. Pastikan Anda dapat menjadi pemimpin yang cerdas mengkomunikasikan visi Anda kepada setiap orang dengan sempurna dan berkualitas.
- Uang adalah kekuatan bisnis. Kembangkan budaya organisasi yang fokus pada pengelolaan uang secara cerdas dan berintegritas. Uang adalah sebuah kekuatan yang luar biasa di dalam bisnis, uang sangat menentukan kinerja dan kualitas bisnis Anda, uang sangat menentukan keberadaan bisnis Anda di masa depan, dan uang menentukan daya tahan bisnis Anda. Pastikan setiap orang di organisasi dan bisnis Anda bekerja untuk mengelola dan menghasilkan uang secara efektif dan efisien.
- Kembangkan Kekuatan survivel di mind set setiap pegawai. Bisnis memerlukan mental yang super kuat dan perusahaan harus menghasilkan uang. Itu berarti setiap orang di organisasi harus memiliki niat dan tanggung jawab untuk membawa uang ke dalam perusahaan ataupun untuk bekerja secara efektif dan melakukan efisiensi di semua aspek kerja. Mental survivel memungkinkan setiap orang sadar untuk memperkuat daya tahan organisasi di setiap situasi dan kondisi.
- Manajemen waktu. Waktu adalah sesuatu yang sangat penting. Arahkan setiap orang untuk bekerja dengan memanfaatkan waktu secara cerdas. Dalam waktu yang terbatas setiap orang harus dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja yang terbaik.
- Meningkatkan kualitas diri secara terus-menerus. Anda sebagai pemimpin dan pengusaha tidak boleh terlalu fokus pada rutinitas sehari-hari di tempat kerja, tapi Anda harus cerdas keluar dari rutinitas dan mampu meningkatkan kualitas diri Anda secara terus-menerus untuk menjawab berbagai tantangan dari berbagai perubahan di lingkungan bisnis dan organisasi.
- Praktek manajemen dan bisnis yang etis. Pastikan Anda bekerja dan melakukan bisnis dengan cara-cara etis, serta menjaga etika secara profesional di semua aspek dan fungsi organisasi dan bisnis.
Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com
Tidak semua orang dilahirkan untuk bekerja dan menjadi pegawai orang lain. Orang dengan karakter wirausaha yang kuat biasanya sangat sulit menjadi pegawai orang lain. Dia akan lebih memilih mengabdikan dirinya buat pekerjaan atau bisnis yang dia sukai.
Pilihan untuk bekerja secara mandiri atau biasanya yang disebut self employment haruslah didasari oleh kebutuhan emosi dan logika yang benar, serta memiliki mental dan daya tahan diri yang super kuat untuk hidup dalam situasi dan kondisi seperti apapun.
Pilihan untuk bekerja secara mandiri tidak boleh berdasarkan kelabilan emosional diri, tapi harus berdasarkan keyakinan, visi, misi, rencana, kemampuan, keberanian, dan kesiapan untuk mengambil risiko dalam semua aspek kehidupan. Dan yang sangat perlu diingat adalah bahwa Self employement berarti Anda yang menentukan sendiri besarnya penghasilan yang Anda inginkan.
Mind set seorang self employement harus seperti mind set seorang investor, yaitu tidak mengharapkan hasil dalam satu dua hari, tapi mau berjuang dan bekerja keras menanam benih-benih kecil melalui langkah-langkah kecil yang pasti untuk mendapatkan hasil yang optimal di masa depan. Artinya, mau berkorban di hari ini untuk mendapatkan hasil yang maksimal di masa depan.
Menjadi self employement harus dilengkapi dengan prinsip, nilai, dan norma-norma kehidupan yang bertanggung jawab kepada stakeholders. Sebab, di saat Anda mendedikasikan diri Anda sebagai self employement, maka secara otomatis semua aktivitas Anda akan terikat kepada kekuatan stakeholders.
Menjadi wirausaha atau pekerjaan kreatif mandiri yang lainnya adalah tanggung jawab, dan bukan sebuah kemewahan. Oleh sebab itu, Anda sebaiknya memiliki fondasi pertahanan diri yang kuat dalam menjalani gaya kehidupan glamor yang ada di sekitar Anda.
Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

“Ketika Kehidupan Anda Kalah Dengan Inflasi, Maka Anda Akan Hidup Dalam Kekurangan. “ – Djajendra
Anda mungkin merasa telah bekerja dengan rajin, tekun, dan disiplin, tapi gaji yang Anda terima semakin lama semakin tidak cukup untuk mempertahankan standar hidup Anda, dan semakin sulit untuk menutupi biaya hidup yang meningkat, padahal Anda tidak boros, dan selalu berhemat. Bila hal ini terjadi artinya kehidupan Anda kalah dengan inflasi. Lemahnya efisiensi dan efektifitas ekonomi akan menciptakan angka inflasi yang tinggi, dan akan menggerogoti daya beli.
Untuk menciptakan efisiensi dan efektifitas ekonomi yang mampu mengalahkan inflasi sangatlah mudah, yaitu dengan menciptakan sistem ekonomi dan keuangan yang bersih, jujur, beretika, adil, terbuka, berintegritas, dan penuh tanggung jawab. Bila hal ini terwujud berarti Anda bisa menabung buat menjamin hari tua Anda, tapi bila tidak, maka kualitas kehidupan Anda akan selalu menurun dari tahun ke tahun.
Motivasi dan etos kerja masyarakat yang hebat, yang bila tidak diikuti dengan sistem ekonomi dan keuangan yang efektif dan efisien, maka akan ada banyak keluhan dan rasa frustasi di masyarakat.
Saya sangat kagum dengan etos kerja orang Indonesia, yang tidak kalah dengan etos kerja bangsa Jepang maupun bangsa-bangsa super produktif yang lainnya, tapi sayangnya etos kerja yang luar biasa hebat itu, terpaksa harus kalah oleh serangan inflasi, yang secara tradisi telah menjadi sebuah titik lemah dari sistem dan kultur perekonomian Indonesia.
Inflasi yang rajin menggerogoti penghasilan akan membuat etos kerja yang hebat itu kropos, dan akan menciptakan pemikiran-pemikiran untuk mendapatkan segala sesuatu secara instan, tanpa percaya pada jalan proses yang penuh etika, integritas, dan tanggung jawab. Kondisi ini akan menghasilkan praktik bad governance di dalam semua aspek kehidupan masyarakat.
Inflasi yang tidak terkendali akan selalu memiskinkan kehidupan, dan hanya orang-orang yang cerdas berinvestasi dalam bidang-bidang yang mampu menahan nilai aset dari bahaya inflasi akan selamat.

”Bisnis Yang Unggul Muncul Dari Pengetahuan Bahwa Penjualan Dan Profit Harus Selalu Dihasilkan Dengan Maksimal.” – Djajendra
Cara menciptakan dan mempertahankan pertumbuhan bisnis yang baik, sangat tergantung kepada kemampuan Anda untuk menerapkan startegi bisnis, yang mampu menjawab semua kebutuhan pasar melalui tindakan operasional sehari-hari yang efektif.
Fokuskan bisnis Anda untuk memperkuat pelayanan kepada segment customer andalan Anda, lalu siapkan inovasi-inovasi baru yang kreatif untuk mengantisipasi strategi kompetitor Anda.
Jangan asyik bermain sendiri, sekali-kali Anda perlu mengintip kekuatan dan strategi para pesaing Anda.
hal-hal yang Anda butuhkan untuk membuat bisnis tumbuh semakin cepat.
- Fokuskan semua kekuatan perusahaan untuk meningkatkan pertumbuhan penjualan dan mendapatkan profit.
- Pertumbuhan yang sangat cepat selalu membutuhkan tambahan modal, strategi, dan inovasi yang tepat sasaran.
- Perhatikan gerakan, taktik, dan strategi para pesaing Anda dipasar. Jangan berdiam diri saat produk dan jasa pesaing Anda menjadi lebih diterima pasar daripada produk Anda.
- Ciptakan struktur organisasi dan gaya manajemen yang fleksible untuk mendukung operasional bisnis sehari-hari.
- Secara rutin lakukan perbaikan pada semua jalur distribusi bisnis Anda.
- Pastikan setiap orang diperusahaan bekerja dengan semangat dan motivasi yang tinggi.
“Menjadi Pengusaha Itu Tidak Sulit, Asal Anda Siap Hidup Dengan Penghasilan Yang Tidak Pasti.” – Djajendra
Saat ini banyak perusahaan terpaksa melakukan perampingan usaha dalam menghadapi tekanan krisis ekonomi global. Salah satu bentuk perampingan yang paling tidak popular adalah PHK karyawan. Biasanya hal ini merupakan pilihan yang sangat pahit buat pengusaha dan karyawan, tapi inilah yang terbaik buat menyelamatkan masa depan perusahaan. Jika Anda adalah karyawan korban PHK, maka Anda perlu ingat bahwa PHK bukanlah akhir dari kisah sukses Anda, tapi mungkin saja titik awal Anda menuju jenjang yang lebih tinggi. Oleh karena itu, janganlah takut Anda di PHK, siapkan diri Anda untuk menjadi pengusaha sukses.
Mulai hari ini berpikirlah dengan cerdas, lakukan inventaris atas semua keterampilan dan bakat Anda, lalu ambil tindakan cerdas buat masa depan yang lebih cerah dan gemilang. Menjadi seorang pengusaha berarti Anda siap melakukan perjalanan yang penuh risiko, dengan harapan mendapatkan kehidupan ekonomi yang lebih baik dibanding saat Anda menjadi karyawan. Mulailah rintis sebuah usaha dengan tenang, pikiran jernih, tanpa emosi berlebihan, strategi yang efektif, dan penuh percaya diri. Jangan terlalu percaya pada opini orang lain, tapi kerjakanlah usaha Anda dengan dukungan keterampilan, bakat, potensi, keyakinan dan kepercayaan diri Anda.
Berikut tips buat Anda dalam memulai sebuah usaha kecil:
- Miliki Alasan Yang Jelas Tentang Bidang Usaha Yang Anda Pilih. Jangan Pilih Usaha Karena Kata Orang, Tapi Pilihlah Sesuai Kualitas Kompetensi Yang Anda Miliki.
- Miliki Filosofi, Misi, Visi, Dan Nilai – Nilai Anda Yang Unik Buat Fondasi Usaha Yang Anda Rintis.
- Ciptakan Prototype Dari Produk Dan Service Yang Akan Anda Berikan Kepada Pelanggan.
- Ciptakan Model Usaha Yang Sesuai Dengan Karakter Anda.
- Ciptakan Struktur Organisasi Yang Gampang Untuk Anda Operasikan.
- Pilihlah Pasar Yang Akan Anda Garap, Komunikasikan Semua Kekuatan Anda Secara Positif Ke Dalam Pasar Yang Anda Pilih.
- Pastikan Anda Memposisikan Produk Dan Jasa Usaha Anda Secara Cerdas.
- Jelaskan Kepada Pasar Tentang Semua Potensi Dan Keunggulan Dari Usaha Anda. Dan Raih Simpati Dari Pasar Anda.
- Buatlah Sebuah Rencana Bisnis Yang Sederhana, Jelas, Dan Gampang Untuk Direalisasikan.
- Mulailah Bisnis Anda Dengan Budget Kecil, Jangan Terlalu Mengamburkan Dana Pada Tahap-Tahap Awal. Sebab, Cash Flow Sangat Penting Dibandingkan Apapun Di Dalam Bisnis.
- Bentuk Tim Yang Solid Untuk Mendukung Visi Dan Misi Dari Bisnis Yang Anda Jalankan.
- Fokuslah Pada Inti Bisnis Dan Jangan Terlalu Berspekulasi.
- Carilah Sumber-Sumber Modal Murah Yang Bisa Membesarkan Bisnis Anda, Dan Jangan Sekali-Kali Berbisnis Dengan Modal Berbiaya Tinggi.
- Carilah Mitra Kerja Dan Mitra Bisnis Yang Searah Dengan Perjalanan Bisnis Anda.
- Ciptakan Merek Dan Identitas Usaha Anda Yang Mudah Diingat Oleh Pelanggan.
- Jadilah Pengusaha Sejati Yang Tak Pernah Menyerah Oleh Kesulitan Apa Pun.
”Berbisnis Itu Sama Seperti Berperang, Perlu Menyiapkan Semua Kekuatan Internal Dengan Sempurna, Lalu Mempelajari Kekuatan Dan Kelemahan Lawan, Dan Pada Akhirnya Harus Mampu Menaklukkan Semua Kekuatan Lawan.” – Djajendra
Setiap pemilik bisnis pastinya berharap memiliki unit bisnis yang sehat dan menjadi mesin uang yang produktif. Biasanya harapan ini selalu diikuti dengan semangat ekspansi usaha keberbagai segment pasar dan segment customer dengan perilaku sedikit berspekulasi. Sering terkesan tidak fokus, lebih didasari oleh keinginan untuk berlomba dengan kompetitor, serta lebih suka berkaca pada keberhasilan para kompetitor. Bila kompetitor membuat sebuah produk baru, maka yang lainnya pun ikut-ikutan membuat produk sejenis. Selalu saja insting untuk meniru kompetitor, dan sekaligus mengalahkan kompetitor menjadi lebih dominan, sehingga pertarungan ego, gengsi, dan nafsu ini membawa para pemilik bisnis lupa diri untuk membenahi kekuatan fondasi perusahaannya. Mereka lebih asyik bermain-main dengan spekulasi, sambil berharap ada keuntungan yang lebih besar. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa sebagian perusahaan menjadi besar karena didorong oleh ego, gengsi, dan nafsu spekulasi tersebut, tapi juga banyak perusahaan yang berkualitas terpaksa gulung tikar oleh para pemimpinnya yang suka berspekulasi dan lalai membangun fondasi yang kuat.
Menurut saya sangat sah untuk bertarung dengan para kompetitior agar pangsa pasar yang ada bisa diambil dan dikelola untuk keuntungan perusahaan. Termasuk segment customer yang perlu diperluas keberbagai tingkatan daya beli customer, sehingga perusahaan bisa bermain diberbagai segment pasar dengan kekuatan penuh. Persoalannya, pertarungan yang tidak diikuti dengan penguatan di semua aspek fundamental bisnis dan organisasi perusahaan, akan menjadi titik lemah yang akan diserang para lawan atau para kompetitior. Oleh karena itu, berkompetisilah dengan kekuatan finansial, kekuatan produktifitas, kekuatan kompetensi, kekuatan sumber daya manusia yang andal, kekuatan efisiensi, dan kekuatan motivasi untuk memenangkan setiap kompetisi di pasar. Jadilah pemenang yang selalu melakukan interospeksi diri; yang selalu mau memperkuat semua aspek fundamental bisnis, organisasi, dan manusia; dengan nilai-nilai, visi, dan misi yang memang pantas untuk diperjuangkan. Pastikan visi bisnis yang Anda miliki mampu menceritakan kejadian-kejadian, perubahan-perubahan, dan tantangan-tantangan yang ada di masa depan; agar Anda selalu bisa melangkah dengan strategi untuk menciptakan kemenangan dan kesuksesan.
Menguatkan fondasi dasar bisnis berarti fokus seratus persen untuk mengawasi setiap titik informasi dari perputaran cash flow; setiap titik informasi dari pergerakan neraca; dan setiap titik informasi dari perubahan-perubahan dilaporan penghasilan atau pun dilaporan keuntungan perusahaan. Setiap titik dan inci informasi dari cash flow, neraca, rugi-laba, dan laporan aset produktif, akan menjadi informasi awal untuk memahami tingkat kesehatan perusahaan. Bila sejak awal Anda mampu menjaga dan merawat semua inci demi inci informasi di atas, maka perusahaan Anda bisa selalu diselamatkan dari serangan-serangan bencana risiko yang tak terditeksi. Anda juga mampu berbisnis dengan prinsip-prinsip yang memperkuat fondasi bisnis Anda, dan para kompetitor Anda pun tidak akan sembarangan berani merebut pangsa pasar yang Anda kuasai. Berbisnis itu sama seperti berperang, perlu menyiapkan semua kekuatan internal dengan sempurna, lalu mempelajari kekuatan dan kelemahan lawan, dan pada akhirnya harus mampu menaklukkan semua kekuatan lawan.
Jadikanlah visi bisnis Anda sebagai benchmarking untuk membantu memperbesar bisnis Anda, jangan terlalu terobsesi untuk menjadikan perusahaan atau pun bisnis orang lain sebagai benchmarking Anda. Sebab, bisnis atau perusahaan Anda pertumbuhannya akan dibatasi seluas perusahaan yang Anda jadikan sebagai benchmarking atau batas visi Anda. Intinya, Anda boleh atau pun wajib mempelajari kehebatan perusahaan lain, tapi miliki visi Anda sendiri untuk membawa bisnis Anda ke level yang Anda impikan.
Jangan pernah lupa untuk memiliki daya saing yang kuat; jangan pernah lalai untuk memiliki kompetensi bisnis yang dicintai para pelanggan; dan jangan pernah lupa untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan nilai-nilai baru yang memperkaya wawasan, keterampilan, dan pengetahuan mereka. Siapkan visi bisnis setinggi langit, visi yang tidak Anda batasi dengan batasan-batasan tertentu. Ciptakan standar bisnis yang terhebat; lalu jadikan bisnis, organisasi, dan manusia korporasi Anda sebagai keunggulan yang tak tertandingi.

”Ketika Manajemen Dengan Reputasi Yang Cemerlang Menangani Bisnis Dengan Reputasi Ekonomi Fundamental Yang Buruk, Maka Reputasi Bisnis Manajemen Itu Tetap Utuh.” – Warren Buffett’s Words Of Wisdom
Badai krisis global tidak hanya sibuk memPHK karyawan, tapi juga sekaligus menghancurkan reputasi dan kredibilitas para pemimpin bisnis.
Reputasi para pemimpin bisnis yang selama ini diagung-agungkan sebagai manusia ekonomi yang hebat dan spesial, mulai ditertawakan dan dicemoho oleh banyak orang. Gaji selangit, fasilitas super hebat, dan bonus yang luar biasa, tanpa prestasi dan kredibilitas merupakan realitas yang ada diposisi puncak dunia bisnis.
Dunia bisnis harus bangkit untuk memformat ulang semua kebijakan yang tidak efisien. Keadilan dan keterbukaan di semua aspek dan fungsi kerja haruslah menjadi agenda penting di hari ini agar dapat menata hari esok yang lebih baik dan lebih adil.
Saat ini kesadaran para pemimpin bisnis untuk membangun fondasi bisnis yang tangguh menjadi sangat penting. Untuk itu, para pemimpin bisnis tidak boleh lagi mendominasi panggung bisnis dengan segala kemewahan dan kebohongan, tapi seharusnya memulai dengan segala penghematan dan kejujuran.
Pemimpin bisnis harus berani untuk menjadi tidak serakah, serta mau memotong atau mengurangi besaran gaji dan fasilitas untuk diri sendiri.
Di berbagai negara yang terkena dampak krisis ekonomi, berkembang persepsi negatif dari masyarakatnya tentang reputasi, prestasi, dan kredibilitas buruk para pemimpin bisnis. Jelas, hal ini merupakan sebuah tantangan bagi para pemimpin bisnis untuk melakukan interospeksi diri, dan kemudian segera memperbaiki kekurangan yang ada. Ingat, kredibilitas dan integritas Anda sebagai pemimpin bisnis sedang dipertaruhkan dalam badai krisis ekonomi kali ini. Tahun 2009 adalah tahun kerja keras buat pemimpin bisnis, dan harus berani memformat ulang semua kekeliruan masa lalu untuk tidak terulang di masa depan.
Berikut beberapa opini dari sebuah artikel Kompas.com 31 Januari 2009.
Pemimpin News Corporation, Rupert Murdoch, menyebutkan, reputasi para eksekutif puncak memang sudah punah sejak September 2008 atau sejak kebangkrutan Lehman Brothers.
PM Brown mengatakan, dia tidak bermaksud menyerang individu-individu di perusahaan. ”Namun jelas kita tidak bisa memberi penghargaan atau memaafkan tindakan tidak bertanggung jawab dan pengambilan risiko bisnis yang berlebihan,” kata PM Brown.
”Kita harus memiliki pemikiran yang jelas, ke mana kita kini akan melangkah, dengan tujuan agar krisis serupa tidak lagi terulang,” kata Merkel.
”Kita kini menghadapi dua ancaman, yakni risiko keresahan sosial dan risiko bangkitnya proteksionisme,” kata Menteri Keuangan Perancis Christine Lagarde.
Tindakan AS dengan kampanye ”beli produk AS” dianggap berbahaya karena dilakukan oleh negara penyerap terbesar ekspor dunia. ”Proteksionisme adalah penyakit yang paling mudah menular,” kata Menteri Luar Negeri Brasil Celso Amorim.