Archive for the ‘artikel umum’ Category
PRESENTASI POWERPOINT
“Slide Presentasi Harus Memiliki Nilai-Nilai Yang Bisa Menceritakan Solusi Untuk Sebuah Realitas.” – Djajendra
Bicara presentasi akan mengingatkan Anda pada PowerPoint, seperti namanya, PowerPoint adalah alat yang ampuh untuk menyampaikan pesan sambil menyatukan persepsi, asumsi, dan motivasi. Gunakan kata-kata dasar dalam setiap slide presentasi. Lalu, ceritakan makna dari setiap kata-kata dasar tersebut dengan realitas yang sesuai dengan tema yang sedang Anda bahas.
Sering sekali, isi slide presentasi yang sama, bila dipresentasikan atau disampaikan oleh orang yang berbedah, maka artinya juga akan berbeda. Kenapa hal ini bisa terjadi? Karena, setiap individu selalu hadir bersama logika berpikirnya sendiri, nilai-nilai kehidupannya sendiri, asumsi dan persepsinya sendiri terhadap kehidupan. Dan, sangat disarankan bahwa Anda yang ingin melakukan presentasi wajib memiliki keunggulan wawasan, kecerdasan, pengalaman, pengetahuan, empati, intuisi, gairah, energi, dan motivasi yang kuat untuk menerjemahkan setiap kata-kata di slide agar sesuai dengan misi presentasi Anda.
Sebelum menyusun presentasi, pastikan Anda telah melakukan riset yang sangat mendalam terhadap materi yang akan Anda sampaikan tersebut. Jangan pernah mengutip materi presentasi dari sana-sini untuk dicantumkan dalam slide presentasi, nanti Anda akan terlihat tidak unik dan sangat normatif. Bila semua hal bersifat normatif, maka para audience Anda akan kehilangan gairah untuk mendengar presentasi Anda. Dan Anda juga akan terlihat tidak istimewa dengan gagasan-gagasan kering Anda.
Presentasi Anda harus dapat dimanfaatkan oleh audience Anda sebagai alat untuk memecahkan masalah mereka. Untuk itu, Anda harus cerdas merangkai kata-kata yang sesuai dengan harapan para audience. Pastikan para audience memfokuskan perhatian untuk mendengarkan rangkaian kata-kata Anda dan bukan untuk sekedar membaca isi slide Anda.
Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com
Negara merdeka berarti seluruh rakyatnya merdeka untuk mengeksplorasi potensi dirinya dalam batas-batas tanggung jawab. Setiap orang di negara merdeka harus berjuang dan bekerja keras untuk mengisi kemerdekaan dengan sepenuh hati sesuai visi kemerdekaan. Setiap orang di negara merdeka adalah jiwa-jiwa bebas yang harus hidup dalam batas-batas tanggung jawab moral, etika, dan toleransi. Setiap orang di negara merdeka adalah energi produktif yang harus berpikir kreatif untuk menghasilkan inovasi buat kemajuan peradaban dan kehidupan. Setiap orang di negara merdeka adalah kekuatan yang menciptakan pekerjaan, bukan kekuatan yang mencari-cari pekerjaan. Setiap orang di negara merdeka adalah energi yang harus menggerakan visi kemerdekaan bangsa ke puncak kejayaannya.
Bangsa yang merdeka tidak akan pernah berkeluh-kesah, tapi selalu mempersiapkan jiwa dan raganya untuk menjadi bangsa terbaik. Bangsa yang merdeka selalu memiliki sifat patriotisme untuk menjaga negaranya dengan integritas tinggi. Bangsa yang merdeka tidak akan pernah mengeksplorasi alamnya sehingga tanah airnya dalam bencana. Bangsa yang merdeka lebih suka mengeksplorasi potensi diri sendiri untuk disumbangkan kepada tanah air tercinta. Bangsa yang merdeka tidak pernah menjual tanah airnya kepada siapa pun, sebab tanah airnya adalah tanah tumpah darah yang harus dirawat sebagai pusaka yang sakral.
Bangsa yang merdeka tidak pernah kalah oleh kekuatan uang, tapi tunduk pada hukum, etika, moralitas, dan keadilan. Bangsa yang merdeka memiliki kehormatan untuk memperjuangkan cita-cita kebangsaannya dengan total dan penuh tanggung jawab. Bangsa yang merdeka memiliki dedikasi dan toleransi untuk menghormati perbedaan dan keragaman. Bangsa yang merdeka selalu hidup dalam pikiran dan perasaan merdeka. Bangsa yang merdeka membangun perasaan damai, nyaman, dan aman di hati setiap warga negaranya.
Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke 65 Semoga Selalu Sukses Mencapai Visi Kebangsaannya. 17 Agustus 2010

”Berbisnis Itu Sama Seperti Berperang, Perlu Menyiapkan Semua Kekuatan Internal Dengan Sempurna, Lalu Mempelajari Kekuatan Dan Kelemahan Lawan, Dan Pada Akhirnya Harus Mampu Menaklukkan Semua Kekuatan Lawan.” – Djajendra
Setiap pemilik bisnis pastinya berharap memiliki unit bisnis yang sehat dan menjadi mesin uang yang produktif. Biasanya harapan ini selalu diikuti dengan semangat ekspansi usaha keberbagai segment pasar dan segment customer dengan perilaku sedikit berspekulasi. Sering terkesan tidak fokus, lebih didasari oleh keinginan untuk berlomba dengan kompetitor, serta lebih suka berkaca pada keberhasilan para kompetitor. Bila kompetitor membuat sebuah produk baru, maka yang lainnya pun ikut-ikutan membuat produk sejenis. Selalu saja insting untuk meniru kompetitor, dan sekaligus mengalahkan kompetitor menjadi lebih dominan, sehingga pertarungan ego, gengsi, dan nafsu ini membawa para pemilik bisnis lupa diri untuk membenahi kekuatan fondasi perusahaannya. Mereka lebih asyik bermain-main dengan spekulasi, sambil berharap ada keuntungan yang lebih besar. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa sebagian perusahaan menjadi besar karena didorong oleh ego, gengsi, dan nafsu spekulasi tersebut, tapi juga banyak perusahaan yang berkualitas terpaksa gulung tikar oleh para pemimpinnya yang suka berspekulasi dan lalai membangun fondasi yang kuat.
Menurut saya sangat sah untuk bertarung dengan para kompetitior agar pangsa pasar yang ada bisa diambil dan dikelola untuk keuntungan perusahaan. Termasuk segment customer yang perlu diperluas keberbagai tingkatan daya beli customer, sehingga perusahaan bisa bermain diberbagai segment pasar dengan kekuatan penuh. Persoalannya, pertarungan yang tidak diikuti dengan penguatan di semua aspek fundamental bisnis dan organisasi perusahaan, akan menjadi titik lemah yang akan diserang para lawan atau para kompetitior. Oleh karena itu, berkompetisilah dengan kekuatan finansial, kekuatan produktifitas, kekuatan kompetensi, kekuatan sumber daya manusia yang andal, kekuatan efisiensi, dan kekuatan motivasi untuk memenangkan setiap kompetisi di pasar. Jadilah pemenang yang selalu melakukan interospeksi diri; yang selalu mau memperkuat semua aspek fundamental bisnis, organisasi, dan manusia; dengan nilai-nilai, visi, dan misi yang memang pantas untuk diperjuangkan. Pastikan visi bisnis yang Anda miliki mampu menceritakan kejadian-kejadian, perubahan-perubahan, dan tantangan-tantangan yang ada di masa depan; agar Anda selalu bisa melangkah dengan strategi untuk menciptakan kemenangan dan kesuksesan.
Menguatkan fondasi dasar bisnis berarti fokus seratus persen untuk mengawasi setiap titik informasi dari perputaran cash flow; setiap titik informasi dari pergerakan neraca; dan setiap titik informasi dari perubahan-perubahan dilaporan penghasilan atau pun dilaporan keuntungan perusahaan. Setiap titik dan inci informasi dari cash flow, neraca, rugi-laba, dan laporan aset produktif, akan menjadi informasi awal untuk memahami tingkat kesehatan perusahaan. Bila sejak awal Anda mampu menjaga dan merawat semua inci demi inci informasi di atas, maka perusahaan Anda bisa selalu diselamatkan dari serangan-serangan bencana risiko yang tak terditeksi. Anda juga mampu berbisnis dengan prinsip-prinsip yang memperkuat fondasi bisnis Anda, dan para kompetitor Anda pun tidak akan sembarangan berani merebut pangsa pasar yang Anda kuasai. Berbisnis itu sama seperti berperang, perlu menyiapkan semua kekuatan internal dengan sempurna, lalu mempelajari kekuatan dan kelemahan lawan, dan pada akhirnya harus mampu menaklukkan semua kekuatan lawan.
Jadikanlah visi bisnis Anda sebagai benchmarking untuk membantu memperbesar bisnis Anda, jangan terlalu terobsesi untuk menjadikan perusahaan atau pun bisnis orang lain sebagai benchmarking Anda. Sebab, bisnis atau perusahaan Anda pertumbuhannya akan dibatasi seluas perusahaan yang Anda jadikan sebagai benchmarking atau batas visi Anda. Intinya, Anda boleh atau pun wajib mempelajari kehebatan perusahaan lain, tapi miliki visi Anda sendiri untuk membawa bisnis Anda ke level yang Anda impikan.
Jangan pernah lupa untuk memiliki daya saing yang kuat; jangan pernah lalai untuk memiliki kompetensi bisnis yang dicintai para pelanggan; dan jangan pernah lupa untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan nilai-nilai baru yang memperkaya wawasan, keterampilan, dan pengetahuan mereka. Siapkan visi bisnis setinggi langit, visi yang tidak Anda batasi dengan batasan-batasan tertentu. Ciptakan standar bisnis yang terhebat; lalu jadikan bisnis, organisasi, dan manusia korporasi Anda sebagai keunggulan yang tak tertandingi.
Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com
“ Di Saat Setiap Pegawai Dan Pimpinan Ikhlas Menyatukan Emosi, Persepsi, Dan Asumsi Untuk Kejayaan Organisasi. Di Saat Itu, Budaya Organisasi Akan Terlihat Cemerlang Menyinari Organisasi.” – Djajendra
Budaya organisasi adalah jati diri organisasi yang dihasilkan dari nilai-nilai dalam perilaku individu organisasi. Setiap individu di organisasi wajib untuk menjalani kehidupan kerja dengan nilai-nilai organisasi tanpa syarat, bersifat mutlak dan wajib.
Pada tanggal 21 sampai dengan 23 Juli 2010, selama 3 hari, saya di undang oleh Mandikdasmen untuk memberikan pelatihan budaya organisasi buat para pegawai senior, di hotel Parama, Puncak, Jawa Barat. Pelatihan berlangsung dengan sangat baik dan luar biasa. Para peserta yang hadir memiliki pengetahuan yang sangat luas dan sangat cerdas tentang materi yang dibahas, sehingga setiap aktivitas di kelas berlangsung dengan multi arah yang membangkitkan motivasi dan antusiasme yang tinggi untuk menggali lebih dalam terhadap nilai-nilai organisasi yang dipergunakan saat ini.
Saya pribadi merasa sangat bahagia bertemu para peserta yang memiliki potensi yang hebat untuk menciptakan nilai tambah buat organisasinya. Sumber daya manusia adalah harta yang paling penting buat organisasi, dan harta yang paling penting ini wajib untuk dikembangkan dan diberikan pencerahan secara terus-menerus hingga semua potensi tidur dapat dioptimalkan buat kejayaan organisasi.
Setiap pribadi dalam pelatihan selama tiga hari tersebut memiliki mind set untuk menerima nilai-nilai kehidupan organisasi. Kemampuan untuk menerima nilai-nilai budaya organisasi akan menjadi awal yang sangat menentukan dalam menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, melayani, efektif, produktif, efisien, dan yang penuh oleh kebahagiaan dan kedamaian.
Sikap terhadap diri sendiri dalam kekuatan nilai-nilai organisasi sangat ditentukan oleh sikap disiplin, tanggung jawab, pengabdian, kontribusi, dan rasa memiliki. Ketika Anda percaya bahwa nilai-nilai organisasi Anda mampu memberikan kesuksesan dalam pekerjaan dan kehidupan Anda, maka tingkat penerimaan Anda pada nilai-nilai budaya organisasi akan berjalan lurus ke atas.
Cara terbaik untuk membangun kepribadian diri sendiri yang berfondasikan nilai-nilai budaya organisasi adalah dengan melibatkan pemahaman terhadap potensi diri sendiri dan perasaan positif diri sendiri terhadap semua nilai-nilai organisasi dengan sempurna.
Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com
Pada hari Kamis sore, saya berjalan-jalan ke Senayan untuk melihat Kabupaten Expo 2010, yang diselenggarakan di JCC, 8 -11 Juli 2010. Kabupaten Expo merupakan ajang mempromosikan aneka produk dan potensi bisnis yang ada di daerah. Terdapat 96 kabupaten yang berpartisipasi bersama keunikan dan kekayaan tradisi, produk, dan kerajinan yang mereka miliki. Saya sangat senang melihat keragaman dan keindahan Indonesia melalui Kabupaten Expo 2010. Banyak sekali produk hasil produksi UKM dari berbagai daerah di Indonesia memiliki kualitas yang sangat bagus. Kemasan dan isi sangat menjanjikan kesuksesan UKM-UKM tersebut untuk menang dalam kompetisi bisnis.
Kabupaten Expo 2010 menampilkan aneka produk pertanian, perkebunan, kerajinan, makanan ringan, potensi wisata, kampus, dan banyak lagi. Sangat beragam dan sangat luar biasa potensi dan kekayaan yang ditampilkan di Expo tersebut.
Setelah mengunjungi Kabupaten Expo 2010, saya merasakan tentang kehebatan potensi, kreativitas, dan kekayaan daerah-daerah di seluruh Indonesia. Acara-acara seperti Kabupaten Expo adalah alat yang tepat untuk mempromosikan berbagai kekayaan yang tersembunyi dan yang belum terlihat secara umum.
Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com
“Perkembangan Teknologi Di Kantor Mengharuskan Karyawan Untuk Menghilangkan Kepentingan Pribadi Di Kantor, Dan Meningkatkan Pelayanan Berkualitas Kepada Perusahaan Dan Stakeholders.” – Djajendra
Sekarang ini semakin banyak perusahaan yang memiliki kebijakan untuk memantau aktivitas kerja karyawan mereka secara elektronik. Kemajuan teknologi membuat setiap orang dapat dipantau dari jarak jauh. Dengan sistem kerja yang terintegrasi semua orang yang berwenang di kantor dapat memonitor tentang apa yang dilakukan oleh bawahannya. Voice mail, email, internet dari setiap karyawan di kantor masuk ke dalam sistem yang dapat dipantau oleh atasan. Artinya, para atasan memiliki hak untuk membaca email karyawannya, mendengarkan voice mail karyawannya, dan mencek pemakaian atau pemanfaatan internet karyawannya di kantor.
Sisi positif dari pemantauan aktif terhadap karyawan oleh sistem di perusahaan adalah menciptakan disiplin terhadap etos kerja, sedangkan sisi negatifnya adalah para karyawan merasa tidak bebas dan takut dinilai buruk. Akibatnya, tingkat stres dapat meningkat tajam di lingkungan tempat kerja.
Pemantauan aktif terhadap karyawan umumnya dilakukan untuk tujuan menjalankan konsep good governance dengan benar. Di sini, pemantauan terfokus kepada pelaksanaan etika bisnis dan etika kerja.Sebab, kedua hal tersebut dianggap memiliki tingkat risiko penyimpangan yang cukup tinggi, sehingga harus dibuat sebuah sistem kerja yang terintegrasi dalam konsep pengawasan yang terbuka.
Melalui sistem pemantauan ini diharapkan karyawan menjadi lebih patuh pada etika bisnis; karyawan lebih patuh pada kewajiban kerja; kinerja karyawan dapat dipantau secara terbuka dan adil; produktivitas karyawan dapat diukur secara adil dan terbuka; dan dapat menjaga keamanan informasi perusahaan dari penyalahgunaan.
Kebijakan perusahaan untuk memantau karyawan harus dilakukan secara transparan dan bertanggung jawab. Hak-hak pribadi karyawan harus dijaga dan dihormati. Karyawan juga harus tahu bahwa mereka sedang dimonitor secara elektronik. Karyawan juga harus tahu hal apa dari perilaku mereka yang sedang dipantau dan untuk apa. Karyawan juga harus tahu apa yang dapat diterima dari perilaku mereka dan apa yang tidak dapat diterima oleh pimpinan dari perilaku mereka.
Pimpinan wajib memberikan pencerahan dan motivasi kepada setiap karyawan tentang manfaat positif dari kebijakan perusahaan untuk memantau perilaku kerja karyawan.
Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

“Produktivitas Yang Tinggi Dengan Kualitas Dan Standar Kerja Yang Tinggi Akan Memberikan Jaminan Kualitas Untuk Visi Berkelanjutan Organisasi.” – Djajendra
Kompetensi di tempat kerja sering diartikan sebagai kemampuan untuk melakukan tugas dan tanggung jawab dengan berkualitas. Kompetensi diperlukan untuk meningkatkan kinerja organisasi menjadi lebih cemerlang. Kompetensi dengan kinerja yang cemerlang akan memperlihatkan produktivitas individu yang cemerlang.
Memodel kompetensi individu berarti harus memiliki keterampilan dan pengetahuan dasar yang kuat dibidang pekerjaan yang digeluti. Keterampilan dan pengetahuan dasar ini harus diisi dengan roh dari budaya organisasi. Kompetensi individu adalah fondasi individu untuk dapat berkontribusi secara maksimal buat keberhasilan organisasi. Ukuran dari kompetensi individu adalah produktivitas. Produktivitas yang tinggi dengan kualitas dan standar kerja yang tinggi akan memberikan jaminan kualitas untuk visi berkelanjutan organisasi.
Kompetensi setiap individu harus ditumbuhkan dengan cara memberikan pelatihan, pencerahan, dan motivasi secara rutin dan konsisten untuk mendorong kualitas individu dalam menghasilkan kinerja yang maksimal.
Setiap individu di organisasi perlu tahu bagaimana kinerja masa lalu mereka dilihat, dinilai, dan dihargai oleh manajemen. Lalu, apa yang harus mereka siapkan untuk memberikan yang terbaik buat masa depan organisasi.
Kompetensi karyawan pada akhirnya berujung pada penilaian kinerja. Di sini, diperlukan para pemimpin yang berintegritas dalam memberikan penilaian atas kompetensi individu secara profesional, mandiri, dan bertanggung jawab. Jika manajemen dan pemimpin organisasi ingin serius meningkatkan produktivitas kerja, maka mereka perlu menerapkan konsep penilaian kinerja yang terbuka, adil, bertanggung jawab, yang memotivasi, yang menumbuhkan karir, dan yang mengefektifkan proses kerja.
Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

“Kepemimpinan Yang Baik Adalah Memperlihatkan Cara Kerja Orang-Orang Yang Unggul Kepada Orang-Orang Yang Tidak Menonjol.” – John Rockefeller (1839-1937)
Pelayanan adalah sebuah kata yang bermakna luar biasa. Pelayanan adalah sebuah sikap yang akan mengantar Anda ke puncak sukses kehidupan Anda. Pelayanan adalah sebuah perilaku yang pasti menciptakan kebahagiaan di hati semua orang. Pelayanan Anda kepada kehidupan adalah langkah awal Anda untuk memulai perjalanan panjang Anda menuju puncak kehidupan tertinggi Anda.
Hari minggu kemarin, tanggal 30 Mei 2010, seorang klien dan juga teman lama saya menelpon saya, dan meminta tolong untuk direview materi presentasi yang harus dia sampaikan pada hari Senin, tanggal 31 Mei 2010, dihadapan manajemen di Medan.
“Baik Bos, tapi sekarang saya sedang di jalan menuju hotel,” jawab saya
“Bapak lagi dimana sekarang?” Tanya dia, “saya sekarang sedang berada di kota Solo.” Jawab saya , “maaf pak … maaf pak, saya sudah mengganggu hari minggu bapak.” Kata dia
Saya senang dengan permintaan tolong klien saya ini, buat saya semua hari adalah hari untuk menemukan sesuatu yang baru, dan klien saya ini mengirimkan persepsi dia dalam bentuk materi presentasi, jelas hal ini sangat berguna buat saya.
Sesampai di hotel, saya langsung menghidupkan internet di notebook saya, dan segera membuka email untuk mempelajari apa yang dikirimkan oleh klien saya, dan juga teman baik saya.
Setelah melihat slide show yang berjumlah 20 slide, saya berkata dalam hati “Luar Biasa”. Sungguh luar biasa, klien saya ini bukan seorang trainer, dia seorang eksekutif puncak di perusahaannya di bidang cpo kelapa sawit, tapi dia bisa menyusun materi presentasi dengan struktur yang sangat saya kagumi. Judul presentasinya adalah Menemukan Puzzle Pelayanan. Presentasi ini dibuat untuk membangkitkan motivasi dan keyakinan di internal perusahaan untuk melayani perusahaan secara proaktif. Materi disusun dengan kata-kata penuh rayuan yang sangat mesugesti perasaan dan pikiran. Saya sangat percaya bahwa materi puzzle pelayanan yang sangat holistic ini akan mampu melengkapi semua misteri pelayanan di internal perusahaan. Biasanya kebanyakan perusahaan terlalu fokus untuk melayani pelanggan pembeli untuk mengejar target penjualan, dan selalu melupakan untuk melayani pelanggan yang bekerja di internal perusahaan, yaitu karyawan.
Kegeniusan dan keluarbiasaan para trainer di internal perusahaan adalah sebuah hal yang telah lama saya pahami. Tetapi, klien dan teman saya ini adalah sosok pembelajar yang memiliki ide-ide yang diterangi oleh semangat, antusiasme, dan keyakinan untuk menciptakan sustainable pelayanan di internal perusahaannya secara sangat mendasar. Solusi yang dia berikan melalui materi presentasi tersebut sangat optimal, dan saya sangat yakin, bila para karyawan cerdas menangkap pesan-pesan dari Puzzle Pelayanan, maka mereka pasti dapat bertahan dan bekerja sama dengan manajemen secara elegan dan berkinerja.

Sudah Akrabkah Anda Dengan Atasan Anda?
“Anda Perlu Bantuan Dari Orang-Orang Disekitar Anda Untuk Menciptakan Daya Dorong Anda Menuju Puncak Karir Anda, Dan Salah Satunya Adalah Atasan Anda.” – Djajendra
Membangun hubungan baik dengan atasan Anda adalah tanggung jawab Anda. Bila Anda ingin berprestasi dan menjadi cemerlang ditempat kerja, maka jangan pernah melupakan faktor atasan. Atasan Anda memiliki kekuasaan yang cukup besar untuk mendorong Anda menuju puncak sukses. Artinya, disamping perjuangan dan kerja keras Anda pribadi untuk mencapai puncak karir tertinggi, Anda perlu bantuan dari orang-orang disekitar Anda untuk membantu daya dorong Anda menuju puncak karir Anda, dan salah satunya adalah atasan Anda.
Berbicaralah dengan atasan Anda tentang rencana karir Anda di masa depan; berkomitmenlah kepada atasan Anda untuk membantunya dengan total dan maksimal; perlihatkan kepada atasan Anda bahwa Anda adalah pribadi yang sangat loyal kepada perusahaan dan atasan melalui etos kerja Anda yang cemerlang; jadilah pribadi yang membawa keberuntungan buat atasan Anda dan perusahaan Anda. Lalu, lihatlah semua keajaiban akan hadir ke dalam diri Anda untuk menjadikan Anda sebagai profesional yang cemerlang.
Bila Anda akrab dengan atasan, maka Anda akan memiliki kesempatan besar untuk berbagi gagasan dan mengembangkan ide-ide besar Anda di organisasi Anda. Tetapi, hubungan akrab Anda dengan atasan Anda haruslah berlandaskan kecerdasan, kegeniusan, dan kecemerlangan diri Anda yang terikat dalam batas-batas etika kerja yang berintegritas. Bila tidak, maka keakraban Anda akan dinilai negative oleh banyak pihak, termasuk mungkin oleh atasan Anda sendiri. Jadi, jangan pernah lupa untuk terus-menerus belajar dan menjadikan diri Anda lebih cemerlang dari hari ke hari, dan tetap bersikap rendah hati dengan penuh tanggung jawab kepada pekerjaan Anda.
Persiapkan diri untuk Anda menjadi cemerlang, dan pastikan Anda menjadi cemerlang. Berikut tips untuk Anda:
- Kerjakan pekerjaan Anda dengan prioritas yang tepat sasaran.
- Kerjakan dan pelajari poin- poin kunci tentang cara membangun hubungan kepada atasan, bawahan dan kolega.
- Jadilah pribadi yang tulus, ikhlas, bertanggung jawab, dan berintegritas dalam setiap hubungan Anda dengan setiap kepentingan di organisasi.
- Jadilah pribadi yang cerdas membaca situasi di tempat kerja.
- Jika atasan tidak tertarik dengan gagasan Anda, maka jangan dipaksa, tapi berterima kasihlah atas waktu dan kesempatan yang atasan berikan kepada Anda.
- Pastikan Anda selalu bersikap konsisten dalam semua situasi dan kondisi.
- Miliki kesadaran untuk menyesuaikan diri dalam semua keadaan dan tantangan.

“Menjalankan Bisnis Berarti Harus Siap Melayani Dan Menghormati Keanekaragaman Budaya Dan Persepsi Konsumen.” – Djajendra
Bisnis adalah tujuan utama dari keberadaan sebuah perusahaan, dan hanya melalui bisnis perusahaan bisa menciptakan nilai tambah buat pemegang saham, serta menciptakan keberuntungan buat para stakeholdersnya. Oleh karena itu, kreativitas dan inovasi perusahaan untuk memasuki segmen pasar tanpa batas wilayah, budaya, keyakinan, dan kepercayaan akan membuat perusahaan tumbuh menjadi raksasa.
Para pengelola perusahaan selalu sadar bahwa bisnis yang hebat membutuhkan modal, investasi, kinerja karyawan, sistem yang efisiensi dan efektif, pelanggan yang setia, tren baru, hubungan kerja yang harmonis antara karyawan, direksi, manajemen, dan pemegang saham. Namun, sering kali mereka lupa bahwa bisnis yang hebat tercipta dari kecerdasan perusahaan untuk melayani keanekaragaman budaya, keyakinan, kepercayaan dan persepsi masyarakat dengan sepenuh hati, melalui penciptaan tren-tren baru yang sesuai dengan mind set masyarakat. Artinya, produk dan layanan perusahaan tidak boleh bertentangan dengan mind set dan daya beli masyarakat secara umum.
Tidak semua konsumen puas dengan apa yang mereka miliki dan yakini saat ini, dan ada sangat banyak konsumen yang terus mencari nilai-nilai kehidupan baru sambil mempertanyakan apa yang mereka miliki dan apa yang mereka yakini secara kritis. Jelas, hal ini harus dijawab oleh perusahaan melalui cara berbisnis yang tepat sasaran untuk memenuhi harapan dan keinginan target pasar secara maksimal.
Budaya – budaya baru di tengah masyarakat terus berkembang, ada yang terekspos, tapi banyak juga yang tidak terekspos. Budaya – budaya yang bersifat normatif sepertinya sangat mudah untuk dianalisa dan dipahami, tapi di luar hal-hal yang bersifat normatif memerlukan intuisi dan kecerdasan bisnis yang luar biasa dalam memahami realitas baru yang terus tumbuh bersama perubahan perilaku masyarakat.
Budaya, keyakinan, dan kepercayaan akan menjadi perilaku yang bersifat sistematik untuk mempengaruhi cara orang melakukan bisnis. Salah satu contoh dari budaya baru di dunia bisnis adalah perilaku konsumen yang menjadikan mall mewah sebagai tempat wisata untuk menikmati suasana mewah mall. Padahal mall dan pusat perbelanjaan mewah dibangun untuk menjadi tempat berbelanja aneka kebutuhan buat konsumen segmen eksklusif tertentu, tapi para konsumen dari berbagai latar belakang masyarakat telah menciptakan budaya baru, yaitu mall mewah dijadikan sebagai tempat untuk berwisata. Oleh karena itu, jangan heran bila para pedagang atau pemilik toko di mall pada berkeluh-kesah, karena sepi pembeli, tapi ramai pengunjung yang hanya melihat-lihat saja.
Di saat dunia bisnis melalui kreativitas dan inovasinya menciptakan tren baru, maka masyarakat dari berbagai latar belakang budaya masuk ke dalam tren baru bisnis tersebut, lalu menciptakan perilaku baru yang mungkin sebelumnya tidak pernah terpikirkan oleh pebisnis. Artinya, bisa saja tren bisnis yang dibangun tidak membawa keuntungan secara finansial buat perusahaan yang menciptakan tren baru tersebut, tapi bisa menciptakan nilai tambah ekonomi buat pebisnis lain yang mampu menangkap semangat dari perilaku baru konsumen terhadap tren baru tersebut.