Archive for the ‘artikel leadership motivation’ Category
“Visi Yang Ragu Itu Seperti Berada Di Dalam Kegelapan, Anda Sulit Untuk Mencapainya. Sebab, Di Dalam Kegelapan Anda Tidak Mampu Melihat Visi Anda. Tetapi, Jika Anda Mampu Menyalakan Cahaya Spiritual Di Dalam Visi Anda, Anda Pasti Sampai Dengan Bahagia.” – Djajendra
Kepemimpinan adalah hal yang paling mendasar di dalam perjalanan menjemput visi kehidupan yang cemerlang. Kepemimpinan berarti kemampuan mengelola semua aspek, fungsi, dan peran organisasi dengan cemerlang. Kepemimpinan juga berarti kemampuan mengelola semua perasaan, emosi, dan energi manusia dengan cara-cara profesional.
Visi kepemimpinan haruslah menjadi sinar spiritual yang dilihat pemimpin untuk kebahagiaan, kesejahteraan, kesehatan, kedamaian, dan kemakmuran dirinya bersama-sama dengan para pengikutnya.
Pemimpin yang bijak akan memulai perjalanan menjemput visi, dengan terlebih dahulu mendisain program-program kerja, yang terencana secara profesional untuk dapat dihubungkan ke dalam batin setiap pengikut.
Semua program kerja tersebut harus dilakukan dengan partisipasi aktif setiap pengikut melalui feedback yang dapat dipertanggungjawabkan dengan benar.
Pemimpin wajib membangun kepercayaan dan keyakinan diri yang tinggi, terhadap integritas dan kemampuan para pengikut. Sekali pemimpin meragukan kemampuan dan kesetiaan para pengikut, maka visi yang dikejar akan terhalang di dalam kegelapan dan keraguan hati.
Pemimpin harus memfokuskan dirinya kepada hal-hal positif; menciptakan tekad, motivasi, dan menyalurkan energi kemenangan kepada setiap pengikut; serta membantu diri sendiri dan para pengikut untuk meraih tujuan sesuai visi.
Pemimpin harus memastikan bahwa dirinya telah bekerja dengan prinsip-prinsip kerja terbaik. Termasuk, telah mampu mengoptimalkan semua potensi, bakat, dan kualitas organisasi dangan sempurna; serta mampu menggambarkan visi yang dituju secara jelas dan sederhana kepada setiap pengikut.
Pemimpin harus tahu semua alasan dari para pengikut untuk membantu dirinya dengan setia. Pemimpin harus memahami dan merawat sumber motivasi para pengikut, yang berdedikasi dan berjuang total bersama dirinya.
Pemimpin harus memperlihatkan sikap dan perilaku hebat, yang dapat membangkitkan rasa percaya pengikut kepada dirinya secara total.
Untuk training/seminar hubungi www.djajendra-motivator.com

“Manajer Terbaik Tahu Cara-Cara Terbaik Untuk Membangun Kekuatan Bersama Dalam Menuju Visi Yang Diperjuangkan.” – Djajendra
Salah satu rahasia kesuksesan seorang manajer adalah ketika dia mampu mengetahui semua harapan dan impian dari para bawahannya di kantor. Lalu, ia dengan sikap bijak dan profesional membangun jalan terang buat setiap karyawan di kantor, agar mereka bisa mewujudkan mimpi dan harapan dari karir kerjanya secara cemerlang.
Di zaman sekarang ini tugas utama manajer tidak sekedar sebatas membuat rencana, mengorganisasi, mengimplementasi, mengevaluasi, dan memperbaiki hal-hal yang kurang. Tetapi, dibutuhkan kemampuan lebih untuk menjawab semua harapan karyawan, harapan customer, dan harapan shareholder dengan bijaksana. Untuk itu semua, diperlukan gaya kepemimpinan manajer yang kreatif dan stragetis terhadap masa depan dalam bingkai sikap baik dan kepedulian.
Tuntutan zaman mengharuskan setiap pemimpin di level apa pun untuk selalu mengembangkan potensi dari setiap orang yang ada di sekitar organisasi. Apakah itu mengembangkan potensi customer? Apakah itu mengembangkan potensi diri sendiri? Apakah itu mengembangkan potensi dari karyawan? Termasuk, apakah itu mengembangkan potensi sukses para shareholder? Jadi, zaman menuntut kepada para manajer masa depan untuk lebih mampu memimpin diri sendiri di semua aspek kehidupan, agar mampu menjadi manajer yang bijaksana dan bersikap profesional terhadap semua persoalan.
Manajer harus setiap hari menyiramkan kata-kata positif yang bernada motivasi untuk menginspirasi setiap karyawan, agar setiap karyawan bisa selalu bersinar terang seperti bintang di langit.
Sebuah kata yang bernada optimistis dan bermakna penuh kebaikan akan menjadi sumber gizi sehat buat mental siapa pun. Jadi, manajer juga harus cerdas mengajarkan kepada para karyawan untuk selalu melakukan diet mental, yaitu diet yang secara bertahap menghapus semua kata-kata yang bernada negatif dari memori setiap orang di kantor. Dan pada akhirnya, setiap orang di kantor dapat menikmati kebahagian dan kenyamanan kerja.
Karyawan – karyawan Anda di kantor haruslah Anda rawat seperti merawat kebun bunga Anda, yaitu setiap pagi disiram dengan air, diberi pupuk pertumbuhan, diberi pupuk bunga agar bunga-bunganya bisa berwarna cerah dan bersinar indah, dan tanaman-tanaman liar disekitar kebun Anda harus Anda bersihkan agar tidak merusak kualitas dari bunga-bunga yang Anda impikan.
Kepemimpinan bukanlah hadir untuk menyingkirkan orang-orang cerdas disekitarnya, tapi kepemimpinan artinya tanggung jawab untuk merangkul setiap potensi hebat, lalu memberi jalan terang kepada setiap potensi hebat itu, agar dapat tumbuh setinggi mungkin untuk meraih semua bintang-bintang sukses yang diimpikan.
Seorang manajer haruslah menjadi pahlawan buat kantornya, dan menjadi sahabat terbaik buat atasan dan bawahannya.
Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com
“Pimpinan Dan Karyawan Harus Meninggalkan Ego Kepribadian Masing-Masing, Lalu Bersatu Dalam Satu Energi Sukses.” – Djajendra
Untuk membangun hubungan yang harmonis antara pimpinan dan karyawan membutuhkan banyak kecerdasan, mulai dari kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, kecerdasan komunikasi dan kecerdasan tanggung jawab. Pimpinan berfungsi untuk mengkoordinasikan semua kekuatan organisasi untuk mencapai misi, visi, strategi, dan tujuan organisasi; sedangkan karyawan berfungsi membantu tanggung jawab pimpinan dengan sepenuh hati agar visi, misi, strategi, dan tujuan organisasi dapat diwujudkan sesuai rencana dan harapan. Persoalannya, sering sekali pimpinan dan karyawan tidak selalu mampu menyatu dan mencair dalam satu kekuatan yang utuh dan pasti dalam meraih semua impian organisasi.
Dalam pelatihan yang saya berikan, sering sekali muncul pertanyaan dari para peserta tentang cara membangun hubungan yang harmonis dengan bos atau pimpinan. Ada sebuah jarak dalam organisasi untuk menyatukan energi karyawan dan energi pimpinan dalam sebuah kecerdasan yang membangun. Kenapa hal ini bisa terjadi?
Dalam analisa yang saya lakukan, pimpinan dan karyawan terlalu kaku dengan struktur organisasi. Struktur organisasi berkepentingan untuk membangun internal kontrol yang kuat, tapi hal ini akan menciptakan jarak sesuai jabatan dan tanggung jawab. Struktur organisasi adalah penjabaran tentang tanggung jawab masing-masing pihak di dalam organisasi. Oleh karena itu, struktur organisasi haruslah dijalankan dalam sebuah budaya organisasi dengan nilai-nilai dan perilaku yang mampu menciptakan hubungan yang harmonis diantara semua pihak tanpa terhalang oleh ego jabatan dan kekuasaan.
Pimpinan harus memiliki mind set dan perilaku untuk membantu karyawan mencapai kinerja dan prestasi maksimal dengan cara-cara persuasif. Pimpinan hanya boleh menggunakan kekuasaannya dalam hal membuat keputusan dan mengarahkan karyawan ke visi, misi, dan tujuan organisasi. Tapi dalam hubungan kerja sehari-hari, pimpinan haruslah berperan sebagai orang tua yang membimbing setiap karyawan melalui sikap baik dan kasih sayang. Demikian juga dengan karyawan, para karyawan harus secara ikhlas dan cerdas mengarahkan seluruh energi, potensi, dan kekuatan dirinya untuk membantu kesuksesan tanggung jawab pimpinan. Hubungan yang tulus, ikhlas, dan mensyukuri haruslah menjadi modal yang kuat dalam menyatukan semua perbedaan di dalam organisasi.
Kepemimpinan yang berkualitas akan muncul di saat pimpinan fokus untuk pertumbuhan potensi karyawan dan organisasi. Tidak seorang karyawan pun yang ingin menjadi persis untuk selamanya. Setiap karyawan pasti mengharapkan perubahan ke arah yang lebih baik dalam karir kerja dan kehidupan pribadinya. Oleh karena itu, pimpinan wajib berjuang untuk menciptakan budaya yang memungkinkan orang untuk tumbuh dan berkembang. Untuk dapat tumbuh dan berkembang, maka setiap karyawan wajib berkontribusi dengan maksimal buat pimpinan dan organisasi. Setiap orang di dalam organisasi, baik itu pimpinan maupun karyawan wajib berbagi visi yang menunjukkan bahwa semua orang terlibat dalam suatu tujuan yang lebih besar buat kejayaan organisasi.
Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com
“Pemimpin Adalah Harapan Setiap Orang. Pemimpin Yang Cerdas Tidak Akan Mengecewakan Harapan Setiap Orang.” – Djajendra
Pemimpin ada untuk memberikan bantuan dan menolong orang-orang yang dipimpin menuju visi dan misi kehidupan yang disepakati. Pemimpin harus berkemampuan untuk melihat gambar besar atas setiap aspek kehidupan para pengikutnya. Pemimpin harus memiliki keterampilan untuk mematuhi janji dan komitmennya kepada para pengikut dengan berkualitas. Pemimpin harus bersikap tegas dan berani menghapus semua nilai-nilai kehidupan yang bertentangan dengan visi dan misi kehidupan.
Pemimpin harus cerdas mendeteksi pola dan menghubungkan konsep-konsep berkualitas untuk membantu menghubungkan pekerjaan dengan kehidupan pribadi para pengikutnya. Pemimpin harus cerdas mengarahkan setiap orang untuk tujuan yang lebih besar dari organisasi dan untuk tujuan yang lebih luas buat kehidupan pribadi.
Pemimpin harus cerdas mengidentifikasi semua persoalan kerja dan persoalan kehidupan. Lalu, ikhlas dan tulus bekerja keras untuk menemukan solusi dan membuat keputusan yang bijak dan benar.
Pemimpin harus fokus untuk menumbuhkan dan memperluas pemikiran para pengikut. Mencari potensi risiko yang dapat mempengaruhi visi dan misi organisasi. Mencari penyebab atau kejadian yang memungkinkan harapan setiap orang gagal terwujud.
Pemimpin harus cerdas mengartikulasikan nilai-nilai organisasi, untuk dikomunikasikan dengan setiap orang di dalam organisasi, menggunakan nilai organisasi untuk membangun kualitas kehidupan organisasi dan memudahkan setiap orang dalam berhubungan.
Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com
Memiliki usaha sendiri berarti Anda harus cerdas mengelola sumber daya manusia untuk membantu membesarkan usaha Anda. Sumber daya manusia dalam usaha Anda bisa berasal dari internal ataupun dari eksternal perusahaan Anda. Berikut ini adalah tiga belas hal yang harus Anda lakukan untuk menjadi seorang pemimpin dan pengusaha yang cerdas dalam mengelola potensi sumber daya manusia untuk hasil usaha yang luar biasa.
- Menjadi pribadi yang berintegritas. Anda harus menunjukkan kejujuran Anda dalam wujud integritas diri Anda yang utuh dan sepenuh hati kepada stakeholders.
- Memilih orang-orang terbaik untuk ditempatkan di bisnis Anda. Keberhasilan bisnis dan organisasi Anda sangat tergantung pada kualitas, kompetensi, kecerdasan, dan energi sumber daya manusia. Temukan orang-orang terbaik untuk membesarkan bisnis dan organisasi Anda.
- Kendalikan nafsu spekulasi Anda. Bisnis memerlukan spekulasi, tapi spekulasi tanpa menghitung risiko dengan tepat adalah perjudian dalam bisnis. Kendalikan nafsu spekulasi Anda dengan cara menghitung setiap potensi risiko dengan tegas dan wajar.
- Pemimpin adalah motivator. Motivasi yang terus-menerus akan menjadikan bisnis dan organisasi Anda memiliki daya dorong yang kuat untuk menuju puncak sukses tertinggi. Pastikan Anda secara disiplin dan tekun melakukan motivasi kepada setiap orang di tempat kerja Anda. Bangkitkan semangat dan gairah kerja setiap orang untuk mendedikasikan potensi dan kecerdasan mereka untuk keberhasilan bisnis dan organisasi Anda.
- Membangun Tim kerja yang berintegritas. Organisasi bisnis merupakan kerja tim, merupakan hasil kerja keras dari sekelompok orang untuk mendapatkan hasil akhir yang maksimal. Pastikan setiap orang di dalam bisnis dan organisasi Anda saling mendukung, saling berbagi, saling bertoleransi, saling berjuang, dan saling bekerja keras dalam sinergi, komunikasi, kolaborasi, dan koordinasi yang hebat.
- Jadilah seorang Pemimpin, Bukan Hanya Pengusaha. Seorang pemimpin sejati akan memiliki empati dan cinta kepada setiap bawahannya, sedangkan seorang pengusaha selalu lebih suka menilai segala hal dari sudut untung dan rugi. Pastikan Anda tidak sekedar menjadi seorang pengusaha, tapi juga cerdas menjadi seorang pemimpin sejati buat para stakeholders Anda.
- Cerdas secara emosional. Pastikan Anda memiliki kendali yang kuat atas emosi diri Anda. Jadilah pribadi yang bijaksana, dan tidak mudah stres atau depresi oleh goncangan ketidakpastian bisnis.
- Menjadi komunikator yang cerdas. Komunikasi merupakan keterampilan yang paling penting bagi seorang pemimpin dan pengusaha. Pastikan Anda dapat menjadi pemimpin yang cerdas mengkomunikasikan visi Anda kepada setiap orang dengan sempurna dan berkualitas.
- Uang adalah kekuatan bisnis. Kembangkan budaya organisasi yang fokus pada pengelolaan uang secara cerdas dan berintegritas. Uang adalah sebuah kekuatan yang luar biasa di dalam bisnis, uang sangat menentukan kinerja dan kualitas bisnis Anda, uang sangat menentukan keberadaan bisnis Anda di masa depan, dan uang menentukan daya tahan bisnis Anda. Pastikan setiap orang di organisasi dan bisnis Anda bekerja untuk mengelola dan menghasilkan uang secara efektif dan efisien.
- Kembangkan Kekuatan survivel di mind set setiap pegawai. Bisnis memerlukan mental yang super kuat dan perusahaan harus menghasilkan uang. Itu berarti setiap orang di organisasi harus memiliki niat dan tanggung jawab untuk membawa uang ke dalam perusahaan ataupun untuk bekerja secara efektif dan melakukan efisiensi di semua aspek kerja. Mental survivel memungkinkan setiap orang sadar untuk memperkuat daya tahan organisasi di setiap situasi dan kondisi.
- Manajemen waktu. Waktu adalah sesuatu yang sangat penting. Arahkan setiap orang untuk bekerja dengan memanfaatkan waktu secara cerdas. Dalam waktu yang terbatas setiap orang harus dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja yang terbaik.
- Meningkatkan kualitas diri secara terus-menerus. Anda sebagai pemimpin dan pengusaha tidak boleh terlalu fokus pada rutinitas sehari-hari di tempat kerja, tapi Anda harus cerdas keluar dari rutinitas dan mampu meningkatkan kualitas diri Anda secara terus-menerus untuk menjawab berbagai tantangan dari berbagai perubahan di lingkungan bisnis dan organisasi.
- Praktek manajemen dan bisnis yang etis. Pastikan Anda bekerja dan melakukan bisnis dengan cara-cara etis, serta menjaga etika secara profesional di semua aspek dan fungsi organisasi dan bisnis.
Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com
Tidak semua orang dilahirkan untuk bekerja dan menjadi pegawai orang lain. Orang dengan karakter wirausaha yang kuat biasanya sangat sulit menjadi pegawai orang lain. Dia akan lebih memilih mengabdikan dirinya buat pekerjaan atau bisnis yang dia sukai.
Pilihan untuk bekerja secara mandiri atau biasanya yang disebut self employment haruslah didasari oleh kebutuhan emosi dan logika yang benar, serta memiliki mental dan daya tahan diri yang super kuat untuk hidup dalam situasi dan kondisi seperti apapun.
Pilihan untuk bekerja secara mandiri tidak boleh berdasarkan kelabilan emosional diri, tapi harus berdasarkan keyakinan, visi, misi, rencana, kemampuan, keberanian, dan kesiapan untuk mengambil risiko dalam semua aspek kehidupan. Dan yang sangat perlu diingat adalah bahwa Self employement berarti Anda yang menentukan sendiri besarnya penghasilan yang Anda inginkan.
Mind set seorang self employement harus seperti mind set seorang investor, yaitu tidak mengharapkan hasil dalam satu dua hari, tapi mau berjuang dan bekerja keras menanam benih-benih kecil melalui langkah-langkah kecil yang pasti untuk mendapatkan hasil yang optimal di masa depan. Artinya, mau berkorban di hari ini untuk mendapatkan hasil yang maksimal di masa depan.
Menjadi self employement harus dilengkapi dengan prinsip, nilai, dan norma-norma kehidupan yang bertanggung jawab kepada stakeholders. Sebab, di saat Anda mendedikasikan diri Anda sebagai self employement, maka secara otomatis semua aktivitas Anda akan terikat kepada kekuatan stakeholders.
Menjadi wirausaha atau pekerjaan kreatif mandiri yang lainnya adalah tanggung jawab, dan bukan sebuah kemewahan. Oleh sebab itu, Anda sebaiknya memiliki fondasi pertahanan diri yang kuat dalam menjalani gaya kehidupan glamor yang ada di sekitar Anda.
Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

“Rajin-Rajinlah Buat Rapat, Dan Rekam Semua Pokok-Pokok Pikiran Dari Mind Set Staf – Staf Anda Dengan Cerdas.” – Djajendra
Melakukan pekerjaan dengan staf-staf yang andal adalah impian setiap manajer. Persoalannya, di tempat kerja selalu akan ada beragam ide, persepsi, dan mind set. Tidak mungkin setiap orang dengan ikhlas membiarkan keyakinan dan kepercayaannya terhadap cara kerja takluk oleh keyakinan dan kepercayaan pada sebuah metodologi atau cara kerja yang lain.
Sesungguhnya keragaman adalah sebuah kekayaan yang bisa menciptakan kreativitas dan inovasi yang hebat di tempat kerja. Tetapi, bila keragaman ini dilakoni dengan kaku dan keras kepala, maka konflik yang berkepanjangan pasti akan merusak semua rencana kerja perusahaan.
Suatu ketika ada seorang klient saya yang menghadapi persoalan dengan stafnya. Dia adalah seorang manajer yang cerdas, yang didukung dengan staf-staf yang secara akademik sangat luar biasa, dan dia bekerja di sebuah perusahaan yang luar biasa besar. Dalam kasusnya, ada seorang staf yang sangat pintar dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi cara kerja staf-staf yang lain. Staf yang pintar ini memiliki keyakinan dan kepercayaan pada cara kerja yang bertolak belakang dengan cara kerja si manajer. Persoalan pun muncul, dari sebuah persoalan kecil yang tak terlalu penting berkembang menjadi sebuah gunung persoalan yang mengganggu kinerja unit kerja. Pada akhirnya, si manajer minta berhenti kerja secara suka rela, sebab dia merasa sudah tidak mampu mengontrol unit kerjanya.
Kisah seperti si manajer di atas sangat berpotensi terjadi di tempat kerja Anda, bila Anda tidak sejak dini menyelesaikan semua perbedaan dengan bijaksana.
Salah satu hal yang perlu Anda lakukan adalah membiarkan semua staf Anda berbicara bebas di dalam unit kerja, dan tugas Anda adalah mendengarkan semua persepsi, ide, serta memahami mind set setiap staf Anda dengan cerdas. Bila Anda membungkam suara staf Anda, maka Anda tidak pernah tahu apa yang sedang dipikirkan oleh para staf Anda. Oleh karena itu, rajin-rajinlah buat rapat, dan rekam semua pokok-pokok pikiran dari mind set staf – staf Anda dengan cerdas. Lalu, pastikan Anda mampu mengendalikan semua perbedaan tanpa merusak hubungan baik Anda dengan para staf, dan tanpa merusak rencana dan kinerja perusahaan.

“Jadilah Pemimpin Yang Selalu Menabur Kebaikan, Agar Anda Menjadi Pemimpin Yang Selalu Dicintai Setiap Stakeholders.” – Djajendra
Untuk memimpin dengan baik, Anda harus melayani organisasi dan setiap stakeholders dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab. Artinya, kualitas seorang pemimpin terletak pada kemampuan teknis untuk mengelola organisasi, ditambah kualitas untuk memberikan pelayanan melalui hati nurani dengan kekuatan empati, toleransi, cinta, kepedulian, dan tanggung jawab.
Berikut tips untuk memimpin dengan baik:
- Pahami karakter orang – orang di kantor Anda dengan baik, lalu layani mereka dengan cinta dan penuh tanggung jawab.
- Pimpinlah dengan perasaan sabar dalam pengendalian diri yang baik.
- Jadilah pemimpin yang memberi perhatian, penghargaan, dan dorongan kepada semua bawahan Anda.
- Jadilah diri sendiri dan dapatkan kehormatan melalui sifat baik Anda.
- Perlakukan setiap orang di tempat kerja sebagai orang-orang penting yang menjadi inti kekuatan organisasi.
- Jadilah pemimpin yang memenuhi harapan dan kebutuhan orang lain dengan tanpa pamrih.
- Kuatkan kecerdasan emosional Anda, dan singkirkan sifat dan perilaku yang merugikan diri Anda dan orang lain.
Pemimpin yang baik tidak hanya akan sibuk bekerja keras dengan permainan kekuasaan, tapi dia akan mulai menanam nilai-nilai positif kepada setiap orang di tempat kerja, lalu akan berjuang total untuk mengembangkan, membangun dan mempertahankan reputasi perusahaan di semua aspek, secara keseluruhan dan total.
Pemimpin yang hebat selalu memahami bahwa dia akan menuai apa yang dia tabur. Oleh karena itu, jadilah pemimpin yang selalu menabur kebaikan agar Anda menjadi pemimpin yang dicintai setiap stakeholders.

“Mentalitas Karyawan Harus Mendorong Motivasi Diri Sendiri Buat Mencapai Hasil Dan Kinerja Yang Bagus,” – Djajendra
Tugas sejati seorang pemimpin bisnis adalah memaksimalkan kemampuan dan keterampilan manajemen, dan mendorong setiap orang di internal perusahaan untuk berkinerja maksimal.
Pemimpin bisnis harus bekerja dengan prinsip-prinsip manajemen yang efektif dan dinamis. Khususnya, untuk mengelola karyawan dan manajer secara efektif; mengatasi dan memperbaiki praktek-praktek manajemen yang buruk; mengembangkan citra dan reputasi perusahaan yang sehat; meningkatkan daya juang dan daya tahan karyawan dan manajer; membangun hubungan yang saling membantu dalam komunikasi yang persuasif dan efektif.
Prinsip-prinsip manajemen yang efektif dan dinamis akan terwujud di saat pemimpin bisnis cerdas untuk mengembangkan diri sendiri dan orang lain dalam semangat budaya perusahaan yang efektif dan dinamis. Selanjutnya, perusahaan dapat memiliki segala sesuatu dalam operasional dan strateginya. Jika, pemimpin, manajer dan karyawan bersatupadu untuk saling membantu dan saling berkumunikasi secara efektif untuk mendapatkan apa yang perusahaan inginkan.
Prinsip-prinsip manajemen yang efektif dan dinamis. Artinya, semua tugas, proses, pekerjaan, tanggung jawab, dan etika diselesaikan dengan integritas melalui individu dan tim yang solid dan kuat.
Pemimpin harus mengkoordinasikan dan menyatukan semua persepsi, kekuatan, keunggulan, dan motivasi manajer dan karyawan untuk menjadi pribadi-pribadi unggulan yang bekerja dalam efektivitas dan efisiensi yang berkualitas.
Pemimpin harus membangun karakter, integritas, nilai, dan kepercayaan diri setiap orang di dalam organisasi sebagai landasan dasar untuk menjadi efektif dan dinamis di semua aspek kerja organisasi. Termasuk, membangun motivasi, keyakinan, dan filsafat hidup yang mempengaruhi setiap individu manajer dan karyawan untuk menciptakan citra diri yang fokus kepada kinerja maksimal.
Manajer dan karyawan harus diarahkan untuk melakukan pilihan yang tepat atas semua tantangan di lapangan, tidak sekedar hanya memahami tantangan dengan reaksi, tapi cerdas menanggapi tantangan dengan etos kerja yang telah dibungkus dalam budaya kerja yang efektif dan dinamis.
Agar setiap karyawan dan manajer mampu bekerja dengan kinerja yang maksimal, diperlukan mental untuk bekerja dalam perasaan solid, kuat, berani, bangga, dan menyandang kepribadian positif yang tangguh. Di sini, pemimpin harus memainkan peran untuk menyulap mental berkinerja maksimal para karyawan dan manajer dalam sasaran dan arah yang tepat. Mentalitas yang ditanamkan pemimpin ke dalam diri setiap karyawan dan manajer harus mendorong motivasi diri sendiri buat mencapai hasil dan kinerja yang bagus.
Pemimpin harus mendapatkan kerja sama yang berkualitas dari setiap orang di dalam organisasi. Untuk itu, diperlukan sebuah etos kerja dengan prinsip-prinsip yang mengedepankan kepemimpinan diri sendiri, kedinamisan yang teratur dalam semua aspek kerja, sikap yang lebih sensitif dalam semua hal di tempat kerja, berkemauan keras untuk menghasilkan kualitas kerja yang terbaik, dan selalu bekerja dengan efektifitas dan efisiensi yang berkualitas.

“Sikap Berani Pemimpin Harus Menjadi Energi Yang Meringankan Beban Berat Orang-Orang Dari Ketidakadilan.” – Djajendra
Pemimpin terbaik akan bekerja untuk melindungi setiap orang dengan adil dan jujur.
Pemimpin terbaik tidak akan membiarkan ketidakadilan menjadi panglima dari kepemimpinannya, tapi kebenaran dan keadilan yang akan menuntun perjalanan kepemimpinannya.
Pemimpin terbaik tidak akan membiarkan kekuasaannya bekerja buat ketidakadilan dan ketidakbenaran, tapi akan mengarahkan kekuasaannya untuk berjuang total buat keadilan dan kebenaran sejati.
Pemimpin terbaik tidak akan memelihara perasaan takut di dalam dirinya, tapi membangun perasaan berani untuk menghapus semua ketidakadilan dan ketidakbenaran melalui integritas sejati.
Pemimpin terbaik akan mendukung sikap beraninya dengan data dan informasi yang benar, agar setiap tindakannya memiliki dasar, manfaat, tujuan, rencana yang berkualitas dan berintegritas.
Sikap berani pasti akan diikuti oleh berbagai macam risiko yang berpotensi mengancam jiwa si pemimpin. Dan disinilah ujian keberanian itu dimulai. Bila si pemimpin takut menghadapi ancaman maut dari realitas di sekitar dirinya, maka sikap berani tersebut tidak akan membawa manfaat apapun buat keadilan dan kebenaran. Tetapi, bila si pemimpin tetap teguh dalam komitmen dan konsistensi sikap, emosi, dan perbuatan, maka si pemimpin akan menjadi pahlawan buat keadilan.