MENGABAIKAN ETIKA MENYEBABKAN ORANG LAIN TERLUKA DAN MERUGI

“Perilaku etis adalah jalan lurus dan kelurusan hati nurani untuk melakukan pekerjaan sesuai nilai-nilai organisasi, kode etik, kode moral, dan tata kelola yang terbaik.”~Djajendra

Seseorang yang beretika memiliki perbuatan baik untuk menghasilkan kesejahteraan dalam hidupnya. Etika adalah tuntunan untuk melakukan perbuatan mulia. Etika diwujudkan melalui pemikiran, perbuatan, ucapan, dan tindakan yang membawa kehidupan ke jalan kebenaran. Seseorang yang bertindak tanpa etika merupakan energi untuk perbuatan salah. Di mana, perbuatan salah ini akan berakumulasi untuk menciptakan kesalahan ke berbagai urusan lainnya. Kesadaran bahwa perilaku tidak etis dapat menyebabkan kerusakan dan kerugian bagi diri sendiri dan orang lain, haruslah menjadi pemahaman bersama di tempat kerja.

Nilai-nilai organisasi, etika, dan moralitas, tidaklah dapat dipisah-pisahkan, semuanya saling terkait erat dan tak terpisahkan. Nilai-nilai organisasi memiliki kekuatan untuk membentuk perilaku kerja sesuai budaya yang diinginkan oleh perusahaan. Etika di tempat kerja bersumber dari kode etik atau prinsip yang menjadi dasar untuk menentukan apa yang benar dan apa yang tidak benar. Etika sendiri bertujuan untuk menjaga kualitas integritas kerja, sehingga saat karyawan menghadapi situasi sulit dan penuh dilema, mereka tetap berperilaku sesuai kode etik yang diberikan perusahaan. Moralitas atau nilai-nilai moral dimaksudkan agar setiap individu karyawan mampu menemukan jati dirinya yang asli, sehingga mengenal diri sendiri secara baik untuk bisa memberikan kontribusi etis bagi perusahaan. Intinya, nilai-nilai organisasi, etika, dan moralitas adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan dalam membentuk budaya kerja dan budaya organisasi yang kuat.

Etika membantu karyawan untuk mengikuti kode etik dengan pengabdian yang tulus di semua proses kerja. Ini juga mempersiapkan pola pikir untuk menerima apa yang diperbolehkan dan apa yang dilarang di sepanjang proses kerja hingga mencapai kinerja terbaik. Ini juga mengubah pemikiran, ucapan, perilaku, dan tindakan yang membentuk kebiasaan etis di lingkungan kerja, sehingga menjadi bagian yang penting untuk mengekspresikan budaya organisasi yang kuat. Perilaku etis adalah fondasi dari budaya kerja. Perilaku etis adalah jalan lurus dan kelurusan hati nurani untuk melakukan pekerjaan sesuai nilai-nilai organisasi. Perilaku etis berarti menyelaraskan pemikiran dan perbuatan sesuai dengan standar etika di perusahaan. Perilaku etis berarti bekerja tanpa syarat untuk mempraktikkan tata kelola perusahaan yang terbaik.

Penampilan dari orang-orang beretika terlihat dari pemikirannya yang sesuai dengan nilai-nilai perusahaan, selalu bijaksana, selalu menjaga kebenaran dari tata kelola, mengendalikan emosi, rendah hati, berani, adil, bersyukur, puas dengan perusahaan, menjaga ucapan yang benar, menjaga tindakan yang benar, bekerja keras dengan disiplin dan sangat tekun, mencari penghidupan di tempat kerja di jalan yang benar dan etis. Jadi, orang-orang beretika tidak pernah mau berurusan dengan nilai-nilai yang berkaitan dengan perilaku negatif. Mereka selalu bertindak sesuai adab, sopan santun, kelakuan yang baik, tata krama yang luhur, dan kebenaran yang ditentukan di tempat kerja. Jadi, mereka tidak akan melanggar semua ketentuan dan kebijakan yang sudah disepakati secara bersama di tempat kerja mereka.

Internalisasi nilai-nilai organisasi, etika, dan moralitas mampu menciptakan langkah-langkah yang efektif untuk menuju pertumbuhan pribadi yang hebat dan pembentukan karakter kerja yang diandalkan. Saat semuanya terinternalisasi dengan baik, saat itu terbentuk kesadaran untuk bertanggung jawab atas semua tindakan dan membuang egoisme untuk menumbuhkan kolaborasi agar bisa mencapai kinerja tertinggi. Setiap karyawan wajib hadir untuk memberikan kontribusi bagi penguatan etika di tempat kerja. Setiap karyawan wajib memimpin dirinya sendiri untuk kehidupan kerja yang etis. Kehidupan kerja yang tidak etis menciptakan kesalahan yang menjadi penyebab utama rasa takut di tempat kerja. Orang-orang yang lalai menjalankan etika di sepanjang proses kerjanya, hidupnya selalu ketakutan dan kehilangan ketenangan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

ETOS KERJA: MEMULIAKAN DAN MENGHORMATI PEKERJAAN ANDA

“Etos kerja terbaik dihasilkan dari kualitas diri yang benar-benar mengabdikan dirinya untuk pekerjaan yang ditekuni, tanpa syarat.”~Djajendra

Bekerja yang baik itu datang dari hati yang luhur untuk mencapai tujuan dan visi. Memuliakan pekerjaan dan menghormati apa yang sedang Anda kerjakan adalah jalan untuk mencapai hasil terbaik. Memandang dan menganggap pekerjaan Anda sebagai hadiah terbaik dari Tuhan, akan membuat Anda bekerja tanpa pamrih dengan sepenuh hati. Rasakan panggilan hati untuk melaksanakan pekerjaan Anda dengan totalitas dan penuh kualitas terbaik. Miliki tanggung jawab, disiplin, rasa cinta, dan kejujuran dalam setiap proses kerja. Jadilah diri sendiri yang totalitas untuk menerima dan melakukan pekerjaan Anda dengan penuh semangat.

Sangatlah tidak etis mengungkapkan ketidakmampuan Anda untuk melaksanakan pekerjaan dengan sepenuh hati. Dalam kondisi dan situasi tersulit pun, Anda harus percaya diri dan berani untuk melaksanakan pekerjaan Anda dengan tanpa pamrih. Resiko dan rintangan haruslah menjadi bagian dari tanggung jawab Anda untuk dilewati dengan solusi yang tepat. Integritas dan akuntabilitas haruslah menjadi senjata batin Anda saat pekerjaan mendapatkan tantangan. Fokuskan energi dan perhatian Anda hanya untuk melakukan apa yang diminta dari Anda pada momen itu. Anda tidak boleh bekerja dengan beban dan rasa khawatir dengan tindakan Anda. Kerjakan saja pekerjaan Anda sesuai aturan dan SOP dengan suasana hati yang selalu gembira dan penuh sukacita.

Hak seorang profesional adalah melakukan tugas dan mengambil tanggung jawab penuh atas pekerjaannya, serta tidak menuntut atau berharap pujian atas hasil tindakan. Dalam hal ini, hati yang ikhlas dan tanpa pamrih sangat diperlukan, agar Anda tidak menjadikan pekerjaan hanya untuk memuaskan egoisme Anda. Intinya, Anda tidak boleh terikat dengan ambisi, nafsu, dan egoisme dalam menjalankan pekerjaan Anda. Anda harus menjadi orang bebas yang selalu menggunakan energi kreatif untuk menemukan berbagai solusi terbaik, sehingga semua resiko dan rintangan dapat Anda atasi dengan cara kerja yang profesional.

Proses kerja selalu menghadapi begitu banyak perubahan dan ketidakpastian, disinilah Anda harus memiliki ketenangan dan kepercayaan diri untuk mengatasinya. Jangan pernah memiliki kebiasaan mengeluh atau melihat kekurangan dari situasi yang Anda hadapi. Miliki pola pikir positif dan optimis untuk bisa bekerja dengan sepenuh hati dalam setiap situasi yang penuh ketidakpastian. Miliki tekad dan niat yang kuat, untuk melakukan tugas Anda dengan sungguh-sungguh, dan tidak pernah berhenti sebelum mencapai hasil terbaik. Tidak pernah mengkhawatirkan tentang pilihan cara kerja Anda tersebut. Jangan pernah membiarkan pikiran Anda lari ke sana dan ke sini, tanpa arah yang jelas. Kendalikan pikiran dan disiplinkan pikiran untuk fokus pada momen sekarang, untuk bisa menghasilkan tindakan terbaik di momen sekarang, sehingga Anda bisa menghasilkan pekerjaan yang hebat dan berkualitas tinggi.

Satu-satunya kemampuan mutlak yang ada dalam kuasa Anda di tempat kerja, adalah kesediaan Anda untuk memberikan yang terbaik melalui etos kerja Anda. Jadi, di tempat kerja, jangan terlalu memikirkan tentang sikap dan perilaku orang lain, jangan terlalu banyak memikirkan tentang etos kerja orang lain. Anda hanya mempunyai satu pilihan, yaitu: memberikan yang terbaik dari dalam hati Anda untuk hasil kerja terbaik. Oleh karena itu, miliki pola pikir bahwa kehadiran Anda ke tempat kerja adalah untuk memberikan yang terbaik dari kualitas integritas dan akuntabilitas tertinggi. Anda tidak boleh memiliki pola pikir dan niat untuk meminta ataupun memiliki sesuatu dari pekerjaan Anda. Etos kerja terbaik dihasilkan dari niat dan pola pikir untuk memberi dan melayani tanpa pamrih. Bila Anda pamrih dan berharap sesuatu, dan yang Anda harapkan itu tidak didapatkan, maka Anda akan menjadi marah dan malas. Jelas, orang yang marah dan malas tidak pernah memiliki etos kerja terbaik, mereka hanya menjadi energi perusak di setiap proses kerja.

Orang-orang dengan etos kerja yang hebat tidak pernah bekerja untuk hadiah atau gaji sesuai harapan. Mereka bekerja karena sangat mencintai dan menyukai pekerjaan yang dilakukan. Mereka sangat fokus dan antusias untuk terlibat dengan sepenuh hati di setiap momen proses kerja. Mereka tidak memiliki mind set ‘worth it (worthed) dalam melakukan sesuatu. Artinya, mereka tidak pernah menganggap layak atau patut untuk menerima sesuatu yang lebih besar dari pekerjaan yang mereka lakukan. Jadi, etos kerja terbaik dihasilkan dari kualitas diri yang benar-benar mengabdikan dirinya untuk pekerjaan yang ditekuni, tanpa syarat. Kalau mental worth it selalu memiliki syarat dari egoismenya. Intinya, etos kerja terbaik dihasilkan dari diri yang bebas dan mandiri untuk melakukan pekerjaan terbaik di setiap momen. Biasanya, orang-orang dengan etos kerja terbaik percaya pada filosofi tabur-tuai. Hal ini, membuat mereka fokus sepenuhnya untuk memberikan dan melayani dengan cara terbaik. Mereka percaya bahwa apa yang ditabur akan dituai, sehingga tidak pernah khawatir atau takut dengan masa depannya. Kabar baiknya, siapa pun yang memiliki etos kerja terbaik, pasti memiliki kehidupan materi dan spiritual yang sangat kaya.  

Anda tidak perlu menunggu perintah dan menunggu motivasi dari orang lain untuk melakukan pekerjaan Anda dengan hebat. Anda tidak perlu membungkuk dan minta dikasihani untuk kesuksesan Anda. Ingat, tidak seorang pun yang bisa memberikan kesuksesan untuk Anda, hanya Anda sendirilah yang bisa memberikan kesuksesan untuk Anda melalui etos Anda yang hebat. Ukuran sukses Anda ada di dalam etos kerja Anda yang hebat, bukan karena pemberian dari orang lain. Orang lain hanya akan memberikan yang terbaik untuk Anda, kalau Anda memiliki etos kerja yang luar biasa. Oleh karena itu, bila Anda ingin karir dan prestasi Anda hebat, maka satu-satunya jalan adalah dengan memiliki etos kerja terbaik. Ketika pekerjaan Anda dihasilkan dari ketulusan dan usaha sepenuh hati, maka pekerjaan Anda akan berbicara sendiri melalui kualitas dan kehebatannya. Anda cukup berlatih terus-menerus untuk rendah hati dan melayani dengan sepenuh hati, pekerjaan Anda pasti mengundang pujian dan kekaguman orang lain.

Sumber etos kerja terbaik berasal dari jiwa spiritual. Kesadaran untuk memberikan yang terbaik dan menyerahkan imbalannya kepada kehendak Tuhan, adalah jalan untuk melakukan pekerjaan dengan tanpa beban dan dengan perasaan merdeka. Keyakinan bahwa rejeki bersumber dari Tuhan adalah fondasi untuk membangun etos kerja terbaik. Jadi, orang-orang dengan etos kerja terbaik tidak mengikatkan dirinya dalam batas imbalan, mereka bebas dan hanya menikmati pekerjaan dengan melupakan arti materi yang dihasilkan dari pekerjaan tersebut. Rasa syukur dan terima kasih kepada kebaikan Tuhan selalu menjadi energi positif untuk bekerja dengan etos terbaik. Dengan doa dan rasa syukur, orang-orang beretos kerja terbaik selalu fokus untuk melakukan pekerjaan dengan kualitas terbaik, dan tidak terlalu peduli atau mengurusi apa yang diterima dari hasil terbaik itu. Niat mereka bekerja adalah melakukan yang terbaik melalui integritas dan akuntabilitas diri yang terpuji.

Orang-orang dengan etos kerja terbaik tidak menunggu pujian dan sanjungan dari manapun. Mereka bekerja karena panggilan hati dari kesadaran tertinggi untuk melakukan yang terbaik. Sanjungan ketika sukses, cacian ketika gagal, tidaklah menjadi bagian hidup dari orang-orang beretos kerja terbaik. Mereka mengoptimalkan semua potensi terbaik dari diri sendiri dan tidak pernah menampilkan perilaku imitasi. Mereka selalu tampil asli dan terus-menerus belajar untuk menghadapi berbagai kemungkinan di masa depan. Mereka memiliki iman yang begitu suci dan tunduk dalam rasa cinta kepada Tuhan, sehingga memiliki perilaku kerja yang konsisten di jalan spiritual. Orang-orang dengan etos kerja terbaik selalu menjaga hati dan kata-kata di dalam energi positif. Ucapan selalu positif, niat selalu baik, pikiran selalu positif, perilaku selalu optimis dan positif, kerja keras selalu mengikuti aturan dan etika, serta selalu menjaga hati agar ikhlas dan tulus dalam melakukan pekerjaan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MEMPERHATIKAN SIFAT-SIFAT KARYAWAN YANG MEMBUAT BUDAYA PERUSAHAAN KUAT

“Sifat-sifat karyawan yang tidak diinginkan menciptakan budaya perusahaan yang tidak diinginkan. Jangan membiarkan budaya terjadi secara liar dari sifat-sifat yang tidak baik. Latihlah sifat-sifat karyawan yang mampu menguatkan budaya perusahaan yang diinginkan.”~Djajendra

Setiap karyawan harus membawa sifat-sifat yang dibutuhkan perusahaan untuk meraih kinerja terbaik. Sifat-sifat karyawan yang dibutuhkan perusahaan haruslah dirancang dan dikelola dengan baik oleh manajemen. Sifat-sifat karyawan yang dibutuhkan tersebut merupakan fondasi budaya yang diinginkan oleh perusahaan.

Manajemen yang kuat tidak akan membiarkan budaya terjadi oleh sifat-sifat karyawan yang tidak sesuai dengan strategi perusahaan. Sifat-sifat apa saja yang dibutuhkan untuk strategi pastilah dirancang dengan nilai-nilai yang diberikan narasi yang jelas, lalu dikelola secara sistematis untuk menjadi energi positif bagi budaya organisasi yang kuat.

Sifat-sifat karyawan yang membuat mereka terlibat secara total di setiap aspek bisnis dan aspek kerja, serta sifat-sifat karyawan yang menciptakan kebahagiaan dan keharmonisan di tempat kerja, adalah inti dari pembentukan budaya kerja yang kuat. Kegembiraan, kebahagiaan, ketenangan, keharmonisan, rasa syukur, kerja keras, antusiasme, tekun, rendah hati, optimisme, tanggung jawab, kejujuran, kesabaran, disiplin, dan fokus, adalah nilai-nilai yang mampu meningkatkan sifat-sifat positif untuk produktivitas kerja yang tinggi.

Budaya perusahaan yang kuat bekerja melalui sifat-sifat karyawan yang sesuai dengan misi, visi, nilai-nilai, dan strategi perusahaan. Jadi, pertama, top manajemen perusahaan harus memilih dan memutuskan siapa-siapa saja yang cocok untuk menjadi karyawan di perusahaan tersebut. Cocok artinya karyawan-karyawan tersebut sudah memiliki sifat-sifat untuk menggerakan misi, visi, nilai-nilai, dan strategi perusahaan. Bila karyawan belum memiliki sifat-sifat untuk menciptakan kinerja hebat di perusahaan, maka sudah menjadi tugas manajemen untuk mendidik dan melatih semua karyawan secara berkelanjutan agar sifat-sifat yang diinginkan tersebut dapat diberikan oleh karyawan. Jelas, hal ini, harus diawali dengan pembentukan nilai-nilai perilaku kerja yang diinginkan dan juga sistem yang sudah disesuaikan dengan nilai-nilai perilaku kerja.

Ketika perusahaan ingin mempekerjakan orang, pertama, harus selalu dimulai dengan sifat-sifat yang cocok dengan budaya yang diinginkan. Budaya selalu dimulai dari visi pemilik dan strategi pemimpin. Dalam setiap perekrutan, bukan kepintaran yang harus dijadikan pertimbangan utama, tetapi sifat-sifat yang sesuai dengan budaya yang diinginkan. Kepintaran dan kompetensi bisa dilatih dan ditingkatkan dengan mudah, tetapi melatih dan meningkatkan sifat-sifat yang sesuai dengan budaya yang diinginkan tidaklah mudah. Diperlukan kesadaran dan komitmen individu di dalam integritas yang tinggi untuk bisa menciptakan sifat-sifat yang sesuai dengan budaya yang diinginkan.

Sifat-sifat positif karyawan menciptakan energi besar pertumbuhan pada budaya perusahaan yang kuat. Budaya yang kuat menciptakan tempat kerja yang manusiawi untuk mendorong karyawan berkarya dan berkinerja tinggi. Sifat-sifat positif juga menciptakan sistem kerja yang dipercaya bersama, sehingga semua orang dengan gembira mampu berbagi sistem yang baik untuk mencapai kinerja tertinggi.

Setiap merekrut karyawan baru, maka harus dijaga jangan sampai mereka menyalahkan budaya yang diinginkan, lalu membanggakan budaya dari tempat kerjanya yang lama. Oleh karena itu, orientasi budaya merupakan sesuatu yang sangat penting. Setiap karyawan baru wajib menentukan sikap yang tepat dan benar sesuai budaya kuat yang perusahaan inginkan. Jadi, setiap karyawan baru wajib hadir dengan sifat-sifat untuk menguatkan budaya perusahaan yang diinginkan.

Selama proses wawancara, budaya haruslah menjadi hal terpenting. Pastikan calon karyawan memiliki sifat-sifat untuk memperkuat budaya yang diinginkan. Jadi, walaupun seorang kandidat memiliki kecerdasan, pengalaman, dan kompetensi yang hebat. Tetapi, bila sifat-sifat dia tidak sesuai dengan budaya kuat yang diinginkan oleh perusahaan, maka lebih baik tidak direkrut. Terimalah kandidat yang sesuai dengan budaya perusahaan yang Anda inginkan, dan latih mereka untuk berkinerja hebat.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENGUATKAN BUDAYA KERJA BERLANDASKAN CORE VALUES PERUSAHAAN

“Membangun nilai-nilai perusahaan menjadi budaya kerja membutuhkan niat, disiplin, energi positif, dan perilaku setiap hari sesuai nilai-nilai perusahaan.”~Djajendra

Nilai-nilai perusahaan atau biasa yang disebut dengan core values bertujuan untuk membentuk kebiasaan kerja yang baru. Sangat diyakini bahwa bila setiap orang di tempat kerja terbiasa bersikap dan bertindak berlandaskan core values, maka mereka telah turut serta membangun fondasi budaya perusahaan yang kuat. Memiliki budaya perusahaan yang kuat berarti telah menyiapkan strategi yang unggul untuk berkembang dengan kinerja terbaik. Kebiasaan kerja berlandaskan core values menciptakan kekuatan sumber daya manusia yang unggul dan yang siap memenangkan tujuan perusahaan.

Core values hanya bekerja saat karyawan terhubung secara emosional dan fisik dengan core values, lalu mampu memfokuskan perhatian pada setiap momen kerja dengan bantuan energi dari core values. Setiap keputusan dan pilihan di tempat kerja haruslah didapatkan dari energi core values. Core values harus benar-benar menjadi pengetahuan yang solid untuk melaksanakan proses kerja, termasuk dalam pencapaian hasil akhir. Intinya, core values adalah sebuah strategi yang menjadi kebutuhan dasar organisasi, untuk menjalankan operasional dan mendapatkan kinerja terbaik. Disiplin yang tinggi terhadap core values dapat mencegah godaan untuk bekerja di luar sistem dan nilai-nilai budaya yang kuat.

Core values harus sesering mungkin diinternalisasi dan dijadikan kebiasaan dalam perilaku kerja karyawan. Satu kali atau dua kali internalisasi tidak akan pernah cukup. Diperlukan program internalisasi yang terus-menerus di sepanjang waktu agar budaya kerja yang unggul betul-betul terintegrasi ke dalam kepribadian karyawan.

Peran manajemen perusahaan untuk menginternalisasi core values sangatlah penting. Dalam hal ini, core values harus didefinisikan dengan sangat jelas dan sederhana. Bahasa yang mudah dipahami dan kata-kata yang tidak terlalu panjang akan lebih mudah diserap. Menjelaskan core values harus menyentuh ke wilayah fisik dan wilayah rohani karyawan. Emosi dan pikiran harus terhubung ke wilayah rohani agar energi dari core values menyatu ke dalam kepribadian karyawan. Perusahaan harus mengartikulasikan core values dengan tepat agar benar-benar menjadi strategi yang dimengerti dan mampu dijalankan di wilayah eksekusi.

Core values harus betul-betul dijelaskan kepada setiap karyawan dengan bantuan berbagai alat dan cara. Perusahaan harus membuat deskripsi yang mudah dipahami oleh karyawan; perusahaan harus membuat gambar dan contoh dari etos kerja yang diinginkan berdasarkan core values; perusahaan harus membuat video pendek untuk menggambarkan perilaku yang diinginkan perusahaan dari core values tersebut; perusahaan harus membuat buku saku kecil buat setiap karyawan, untuk menjelaskan core values dalam bahasa tindakan yang sangat sederhana; perusahaan harus sesering mungkin mengundang motivator atau narasumber untuk menghidupkan core values ke dalam jiwa dan kepribadian karyawan; perusahaan harus memiliki program-program yang berkelanjutan, untuk membuat core values semakin mendalam pengaruhnya di dalam kekuatan kerja yang dimiliki perusahaan.

Organisasi yang terus-menerus belajar untuk menjadikan core values sebagai DNA organisasi. Artinya, core values menjadi energi genetika perusahaan yang dipergunakan untuk membentuk perusahaan yang kuat dan unggul. Dalam hal ini, manajemen perusahaan harus proaktif mendidik organisasi untuk menguasai core values secara sempurna. Ini semua adalah proses yang panjang, dan jelas membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Bila perusahaan dan sumber daya manusia tidak dididik terus-menerus, untuk menguasai core values sebagai perilaku kerja dan cara dalam pengambilan keputusan, maka core values hanya akan menjadi slogan tanpa bisa dijadikan budaya kerja. Jadi, tindakan yang serius dan terencana dari top manajemen, untuk mendidik karyawan dengan core values harus dilakukan dengan banyak cara. Cara-cara seperti: dialog, diskusi, role play, serta berbagai cara lainnya dapat dilakukan dengan disiplin tinggi  agar core values benar-benar terinternalisasi ke dalam jiwa dan kepribadian karyawan.

Core values harus dijadikan sebagai komponen terpenting dalam hal penilaian kinerja karyawan. Dalam hal ini, harus betul-betul dievaluasi apakah sikap dan perilaku karyawan sudah terbentuk dari core values. Jika sikap dan perilaku karyawan belum terbentuk dari core values, maka mereka belum menjadi bagian dari strategi perusahaan. Oleh karena itu, dalam setiap penilaian untuk promosi dan kenaikan gaji, syarat utamanya haruslah si karyawan sudah memiliki sikap dan perilaku sesuai core values. Mengabaikan core values berarti tidak serius untuk membentuk budaya organisasi yang kuat, dan cendrung akan melemahkan organisasi untuk mencapai kinerja dan prestasi terbaik.

Manusia itu dinamis dan suka tidak pasti. Pikiran manusia mudah terpengaruh oleh berbagai pendapat dan pengetahuan. Manusia itu tak terduga dan sangat kompleks persepsinya. Oleh karena itu, walaupun semua karyawan bersumber dari perbedaan dan keberagaman, tetapi semua orang harus disatukan ke dalam core values agar dapat menjadi kekuatan yang solid dalam menjalankan strategi perusahaan. Untuk itu, harus ada aturan yang tegas agar setiap orang dalam proses kerja betul-betul menjunjung tinggi core values. Setiap karyawan wajib menghormati core values dan hanya bertindak berdasarkan core values. Tidak boleh ada tindakan apapun di luar core values. Tidak seorang pun boleh mengubah nilai-nilai kerja sesuai maunya dia, semua orang harus patuh dan taat untuk menjalankan nilai-nilai perusahaan secara sungguh-sungguh, sesuai dengan deskripsi yang dibuat perusahaan.

Sifat core values adalah sebagai fondasi dan sekaligus sebagai tonggak budaya untuk melihat kekuatan budaya kerja. Apa pun situasi dan peristiwa yang dihadapi perusahaan, maka core values mampu menjadi kekuatan untuk melindungi perusahaan dan karyawan. Jadi, bila karyawan bersungguh-sungguh dan sepenuh hati bekerja berlandaskan core values, maka krisis dan kemerosotan bisnis tidak akan menjatuhkan perusahaan ke dalam kegagalan. Perusahaan tetap mampu memperkuat dirinya kembali dan mengatur langkah selanjutnya untuk mengatasi krisis yang dihadapi. Intinya, selama semua orang sangat disiplin menjalankan core values di perusahaan, maka bisnis akan selalu berkelanjutan walau berbagai kesulitan harus dilalui.

Core values harus hidup dan dihidupkan selalu agar mereka menjadi abadi dan konsisten di tempat kerja. Disiplin terhadap core values haruslah menjadi prioritas manajemen. Core values harus dihidupkan dalam realitas kerja, dihidupkan dalam praktek dan tindakan setiap hari. Penjelasan tentang core values dalam bahasa yang singkat dan mudah dimengerti haruslah didistribusikan kepada setiap karyawan dan pimpinan. Setiap orang harus memiliki makna tertulis dari core values perusahaan. Setiap orang harus diberi contoh tentang cara menggunakan core values dalam rutinitas kerja sehari-hari. Manajemen juga harus menyiapkan pemodelan perilaku secara visual atas core values agar core values dapat dipahami dan dijadikan landasan perilaku kerja.

Kemampuan perusahaan untuk membangun cerita melalui core values juga dapat menjadi cara yang efektif dalam proses internalisasi. Setiap nilai dari core values harus digambarkan melalui cerita yang heroik. Kisah-kisah karyawan yang mampu menjalankan setiap nilai dari core values dibuat film dan dijadikan cerita yang heroik. Hal ini juga akan menjadi motivasi dan pengaruh yang kuat untuk proses internalisasi core values. Kemampuan mendongengkan ataupun menceritakan kisah-kisah sukses karyawan bersama core values harus menjadi bagian yang penting dalam proses internalisasi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MEMAHAMI EMOSI ANDA UNTUK BISA BEKERJA SESUAI BUDAYA ORGANISASI

“Pahami emosi Anda, akui emosi Anda, cerdaskan emosi Anda, dan kendalikan semua emosi tidak baik agar Anda bisa hidup lebih sejahtera.”~Djajendra

Tidak ada seorang pun yang tidak berurusan dengan emosi. Emosi bisa menjadikan Anda bahagia dan juga tidak bahagia. Ketidakmampuan mengelola emosi menjadikan hidup Anda tidak terkendali.

Dalam kehidupan di tempat kerja, setiap orang harus bisa mengekspresikan emosi masing-masing sesuai dengan budaya organisasi. Setiap karyawan dan pimpinan harus bisa mengekspresikan emosi dengan bahasa yang baik sesuai nilai-nilai organisasi. Setiap orang harus mampu menggambarkan emosi positif yang akurat untuk pencapaian kinerja terbaik.

Setiap ucapan, perilaku, sikap, dan bahasa tubuh haruslah ditampilkan dengan emosi positif. Tidak boleh ada emosi yang berlebihan yang mengganggu kehidupan di tempat kerja. Emosi yang tenang dan yang tidak meledak-ledak adalah syarat terpenting untuk membangun budaya kerja yang kuat dan unggul.

Biasanya; kesal, kecewa, cemas, marah, takut, khawatir, dan stres adalah emosi-emosi yang mudah muncul di tempat kerja. Semua emosi-emosi ini muncul disebabkan oleh berbagai macam peristiwa dalam hubungan kerja yang kurang saling memahami. Perilaku kritis dalam interaksi di tempat kerja haruslah dalam kekuatan emosi positif. Dalam hal ini, setiap orang harus mampu mencerdaskan emosi masing-masing dengan latihan dan membiasakan perilaku emosional yang tidak merusak hubungan kerja.

Emosi-emosi negatif memang tidak bisa dihapus dari realitas di tempat kerja, tetapi membiarkan emosi-emosi negatif menguat menjadikan proses kerja rusak dan pastinya mengganggu pencapaian kinerja. Oleh karena itu, kesadaran untuk tidak membiarkan emosi negatif mengganggu pencapaian kinerja haruslah ditanamkan kepada setiap orang di tempat kerja.

Jika karyawan tidak dilatih dan disiapkan untuk bekerja dengan emosi cerdas, maka mereka setiap hari berpotensi terlibat dengan stres yang menjadikan proses kerja memburuk. Membangun budaya komunikasi dengan kosakata yang beremosi positif haruslah menjadi perhatian dan prioritas di tempat kerja. Budaya organisasi yang kuat dan unggul tidak akan tercipta bila kecerdasan emosional karyawan tidak dilatih. Emosi yang cerdas di tempat kerja mampu menanggapi semua permasalahan dengan jernih.

Pahami emosi Anda, akui emosi Anda, cerdaskan emosi Anda, dan kendalikan semua emosi tidak baik agar Anda bisa hidup lebih sejahtera. Emosi yang cerdas dan positif mampu memberikan kehidupan yang sehat fisik, sehat jiwa, dan sehat pikiran. Emosi yang baik membuat tubuh selalu merasa bugar dan kuat, jiwa selalu merasa damai dan tenang, pikiran selalu terkendali dalam kekuatan positif, sehingga hidup Anda setiap hari penuh nikmat untuk menjadikan segalanya sempurna.

Setiap hari, beberapa kali dalam sehari, lakukan afirmasi kata-kata positif. Ciptakan kalimat-kalimat positif untuk diucapkan berkali-kali. Perbanyak kosakata positif untuk menimbulkan emosi positif. Latihan untuk menciptakan kebiasaan dalam penggunaan kata-kata positif adalah cara terbaik untuk mencerdaskan emosi.

Jadilah antusias dan penuh percaya diri untuk hidup bersama kosakata positif. Miliki keyakinan yang kuat bahwa hanya kata-kata positif, yang terus-menerus diucapkan kepada diri sendiri dan orang lain, mampu menghadirkan emosi positif yang kuat.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENGGUNAKAN CORE VALUES KETIKA BEKERJA

“Keberadaan core values membuat karyawan tidak melihat sisi yang berlawanan. Sebaliknya, mampu menjaga hati dan pikiran yang sesuai dengan core values.”~Djajendra

Ketika core values perusahaan tidak terinternalisasi dengan baik, maka wilayah kerja mudah ditarik ke dalam permainan politik kantor, dan semua perhatian akan tercurahkan dalam politik kantor. Orang-orang di lingkungan kerja akan melihat sisi yang saling berlawanan dengan argumen masing-masing yang membuat konflik tumbuh subur. Kehidupan sosial di tempat kerja akan ramai dengan gosip dan pikiran setiap orang juga menjadi tidak jernih karena terisi argumen-argumen yang tidak sesuai dengan realitas kerja. Dampaknya, pemberdayaan jiwa dan kesadaran karyawan tidak akan searah dengan nilai-nilai perusahaan. Jelas, hal ini akan merusak strategi perusahaan untuk menciptakan proses dan hasil akhir terbaik.

Core values merupakan tuntunan untuk berperilaku dan pengambilan keputusan di tempat kerja. Apa pun perbedaan yang ada di tempat kerja, core values berfungsi menyatukan perbedaan dan menciptakan perilaku kerja yang sama berdasarkan kekuatan nilai-nilai perusahaan. Manusia sendiri membutuhkan perhatian, kasih sayang, pengakuan, kepedulian, dan perlindungan. Jadi, tugas kepemimpinan adalah memenuhi kebutuhan manusia perusahaan dan sekaligus memenuhi strategi perusahaan melalui internalisasi core values ke dalam jati diri manusia perusahaan. Hal ini berarti, core values harus terus-menerus diinternalisasi sampai menjadi budaya dan perilaku sehari-hari di alam bawah sadar.

Internalisasi core values haruslah memilih langkah untuk membangkitkan kesadaran tertinggi karyawan dalam menghadapi semua situasi yang menantang. Karyawan harus bangkit kesadarannya untuk melakukan perubahan di dalam diri. Karyawan harus dibukakan pikirannya untuk dapat melihat semua sisi yang berlawanan secara positif. Kesadaran tertinggi karyawan harus dibangkitkan agar tidak melawan antara satu sama lain hanya karena perbedaan persepsi, perbedaan keyakinan, atau pun menentukan benar dan salah sesuai pola pikir masing-masing. Kesadaran karyawan diperlukan agar masing-masing orang bisa menjaga hati dengan pikiran yang terbuka untuk menerima realitas di tempat kerja. Bila masing-masing orang ngotot dengan pola pikirnya tanpa fondasi core values perusahaan, maka keterpurukanlah yang akan terjadi di tempat kerja. Intinya, core values perusahaan adalah energi yang membawa setiap individu di tempat kerja, untuk fokus dalam core values dan bersama sebagai satu kekuatan kerja yang solid dan unggul.

Core values berfungsi sebagai pengikat dan penyatu energi kerja menjadi jauh lebih kuat dan lebih unggul untuk menghadapi perbedaan dan kekacauan. Core values adalah pilihan melalui kesadaran diri, bukan paksaan. Kalau dipaksakan mungkin saja bisa, tetapi bersifat sementara. Core values harus diterapkan sejak rekrutmen. Bila saat wawancara dan test masuk mindset calon karyawan tidak nyambung dengan core values perusahaan, maka lebih baik tidak merekrut calon karyawan tersebut. Carilah calon karyawan yang nantinya mudah menerima internalisasi core values perusahaan, hindari calon karyawan yang sulit menerima internalisasi core values perusahaan.

Di dalam diri setiap orang ada nilai-nilai baik dan nilai-nilai buruk yang hidup berdampingan. Ini adalah fakta. Sebaik apapun diri kita, nilai-nilai baik dan nilai-nilai buruk tetap menghuni pikiran kita. Bila kita tidak berhari-hati, maka nilai-nilai baik bisa dipengaruhi dan dilemahkan oleh nilai-nilai buruk. Oleh karena itu, dibutuhkan kesadaran dan energi perhatian yang tinggi untuk mendukung diri sendiri agar bisa fokus pada nilai-nilai positif. Dalam hal ini, nilai-nilai positif tersebut di dalam wujud core values perusahaan. Kemampuan karyawan untuk memberikan perhatian penuh terhadap makna dari core values perusahaan, serta kemampuan untuk menjadikannya sebagai perilaku kerja dan alat pengambilan keputusan di tempat kerja, akan memberikan kekuatan yang hebat untuk mencapai masa depan dan menyelesaikan proses kerja dengan profesional.

Kita semua tahu bahwa core values adalah bagian dari strategi manajemen dalam membentuk keyakinan di tempat kerja, untuk menghasilkan proses kerja terbaik dan hasil akhir terbaik. Intinya, core values ini seperti sebuah keyakinan yang dipercayai mampu membentuk kekuatan sumber daya manusia yang unggul, untuk mencapai masa depan dan menyelesaikan proses bisnis dengan sempurna. Dengan demikian, core values selalu melekat dalam proses bisnis, ia mampu menyatukan orang-orang yang mengelola bisnis dan membentuk budaya yang mengantar manusia perusahaan untuk mencapai prestasi.

Core values adalah alat untuk pembentukan tim kerja yang hebat. Di mana, core values menyatukan pikiran dan perasaan setiap individu karyawan, untuk mengelola bisnis dan membentuk budaya kerja sama yang andal. Core values harus hidup di dalam diri setiap orang. Core values harus menjadi kebiasaan kerja yang dihasilkan dari alam bawah sadar setiap orang. Oleh karena itu, core values harus dilatih terus-menerus, ditanam ke dalam perilaku hingga mampu terlihat dalam setiap tindakan dan etos kerja karyawan.

Core values merupakan standar yang dipakai untuk membedakan cara terbaik dengan sesuatu yang kurang baik. Jadi, dalam operasional sehari-hari di tempat kerja, cara kerja terbaik adalah dengan memaknai core values secara benar dan menjadikannya perilaku di setiap proses kerja hingga pencapaian hasil akhir.

Setiap individu harus menanam sendiri core values ke dalam jati dirinya; meyakininya sebagai nilai-nilai terbaik untuk menghasilkan kinerja; dan membentuknya ke dalam sistem untuk dapat dijalankan secara operasional dalam rutinitas kerja. Komitmen dan niat suci dari setiap individu untuk menjadikan core values sebagai kekuatan bersama adalah penting.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

CORE VALUES PERUSAHAAN MENYATUKAN MANUSIA PERUSAHAAN DAN SEBAGAI DASAR UNTUK MEMBANGUN BUDAYA PERUSAHAAN YANG KUAT

“Core values perusahaan menciptakan budaya perusahaan yang kuat, dan budaya perusahaan yang kuat menciptakan tindakan yang fokus untuk mencapai kinerja terbaik.”~Djajendra

Perusahaan bernyawa dan hidup karena manusia. Tanpa manusia, perusahaan tidak ada. Manusia perusahaan mungkin bersumber dari berbagai macam latar belakang yang berbeda. Semua orang datang ke perusahaan dengan membawa berbagai nilai-nilai yang berbeda. Tidak ada seorang pun yang persis sama. Pola pikir yang berbeda, emosi yang berbeda, cara pandang yang berbeda, dan yang pastinya nilai-nilai kehidupan yang berbeda. Karena manusia perusahaan berbeda-beda, maka perusahaan harus menyatukan semua perbedaan tersebut di dalam sebuah budaya, yang secara sengaja dan khusus dibentuk untuk kepentingan pencapaian visi dan kinerja perusahaan.  

Nilai-nilai inti perusahaan (corporate core values) adalah energi untuk menciptakan kepribadian dan perilaku kerja yang sesuai dengan misi dan visi perusahaan. Core values perusahaan menyatukan latar belakang manusia perusahaan yang berbeda-beda itu ke dalam satu budaya perusahaan yang sama. Bila semua manusia perusahaan sudah terintegrasi ke dalam satu budaya yang kuat berfondasikan dari setiap nilai-nilai inti perusahaan,  maka manusia perusahaan menjadi sumber kekuatan dan modal yang hebat, untuk mendorong terciptanya kinerja melalui inovasi dan kreatifitas.

Ketika core values berhasil diinternalisasi ke dalam jiwa, emosi, pikiran, dan perilaku kerja manusia perusahaan. Maka, proses kerja akan berlangsung dengan efektif dan produktif. Tidak ada lagi konflik dan keraguan di dalam proses kerja. Komunikasi dan kolaborasi akan berlangsung dengan sangat efektif dan tepat sasaran. Setiap orang mampu bekerja sama dan menunjukkan etos terbaik untuk mencapai kinerja. Semua orang bisa bersatupadu dalam satu visi dan satu persepsi untuk membuat keputusan dan tindakan yang tepat. Semua ini bisa terjadi karena nilai-nilai inti (core values) yang sudah tertanam di dalam pola pikir setiap manusia perusahaan, menjadikan mereka satu persepsi dan satu visi, dan sudah tidak ada ruang untuk konflik, sebab core values sudah menyatukan mereka menjadi satu kekuatan yang solid.

Core values merupakan jati diri perusahaan. Core values mendefinisikan tentang kepribadian perusahaan, yang mana ditampilkan melalui perilaku dan keterampilan kerja dari sumber daya manusianya. Core values inilah yang mengisi jiwa dan kepribadian pimpinan dan karyawan, sehingga mereka menjadi energi inti untuk menggerakan budaya perusahaan. Core values merupakan nilai-nilai fundamental, fondasi budaya, nilai-nilai abadi, nilai-nilai yang menciptakan karakter kerja, dan nilai-nilai yang wajib ditindaklanjuti di dalam semua aspek perilaku organisasi.

Core values harus dapat diimplementasikan di level eksekusi di semua tingkatan kerja. Kepemimpinan yang berbudaya dan profesional pasti bersikap dan bertindak melalui core values. Kepemimpinan sebagai sumber kekuasaan perusahaan wajib menjadi teladan di dalam implementasi nilai-nilai inti perusahaan (corporate core values). Bila pemimpin dengan jujur mampu menjalankan kepemimpinannya berdasarkan core values perusahaan. Maka, semua keputusan menjadi mudah diputuskan dan dijalankan, semua bakat dan potensi hebat menjadi mudah untuk dimanfaatkan bagi kemajuan perusahaan, semua potensi konflik dapat dihilangkan, serta proses kerja dapat dijalankan dengan efektif dan produktif.

Core values yang berhasil diintegrasikan ke dalam perilaku kerja, struktur, dan sistem perusahaan; menciptakan iklim kerja yang sesuai dengan misi dan visi perusahaan. Dalam hal ini, core values berfungsi untuk menggerakan manusia perusahaan dalam mencapai kinerja terbaik. Sepanjang proses kerja, core values berfungsi sebagai energi dalam menciptakan budaya perusahaan yang kuat dan solid. Intinya, core values sangat penting di dalam proses kerja untuk dapat mencapai kinerja terbaik. Bila karyawan dan pimpinan mengabaikan core values di dalam proses kerja, maka perusahaan sulit mendapatkan kinerja terbaik secara konsisten dan berkelanjutan.

Core values perusahaan haruslah ditentukan dengan cerdas untuk tujuan menggerakan manusia perusahaan agar mereka mudah mencapai visi dengan kinerja yang hebat. Jadi, dalam hal ini, perusahaan wajib mengidentifikasi realitas sumber daya manusia yang dimiliki, lalu mengkaji nilai-nilai inti yang paling tepat dan sesuai untuk dapat menggerakan sumber daya manusia bagi pencapaian misi, tujuan, target, visi, dan kinerja terbaik.

Setiap perilaku, tindakan, dan keputusan manajemen harus terorganisir di sekitar core values. Ini penting, agar tidak ada konflik di dalam kedinamisan bisnis perusahaan. Tindakan dan perilaku yang tidak konsisten dengan core values menyebabkan keraguan dan konflik. Oleh karena itu, manajemen yang profesional tidak akan mau berspekulasi dengan core values nya. Apa pun situasi dan peristiwanya, manajemen yang baik tetap bersikap berdasarkan core values perusahaan.

Internalisasi core values harus dilakukan sesering mungkin, tidak cukup kalau hanya dilakukan sekali. Secara rutin, perusahaan harus membuat program-program dengan tujuan penguatan budaya kerja dan peningkatan kualitas internalisasi core values. Hal ini dibutuhkan, agar manusia perusahaan bisa memiliki pemahaman yang sangat mendalam atas core values, sehingga mereka bisa menjadi energi positif dalam pembentukan budaya perusahaan yang kuat dan yang diinginkan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com