Archive for the ‘artikel corporate culture’ Category
Salah satu tugas terpenting dari manajemen adalah membangun sikap percaya diri karyawan pada pekerjaan mereka. Sikap percaya diri pada pekerjaan adalah awal menuju prestasi puncak. Sikap percaya diri akan menghapus perasaan takut dan ragu terhadap tugas, tanggung jawab dan pekerjaan. Secara rutin manajemen harus mendorong agar karyawan menjadi setia kepada perusahaan, pekerjaan, atasan, teman kerja, dan bawahan mereka. Jika karyawan berperilaku setia dan bekerja keras dalam integritas untuk kemajuan perusahaan, maka perusahaan akan mencapai kinerja puncak.
Tanggung jawab manajemen terhadap karyawan adalah menyatukan persepsi dan logika berpikir setiap karyawan ke dalam nilai-nilai kehidupan budaya perusahaan yang konsisten. Nilai-nilai budaya perusahaan harus diinternalisasikan ke dalam mind set karyawan, kemudian diberikan sugesti dan motivasi kepada karyawan agar karyawan dapat menjadi pribadi yang dapat dipercaya, dapat diandalkan, dapat mengerjakan setiap tugas dan tanggung jawab dengan berkualitas.
Karyawan adalah manusia biasa yang pasti memiliki perasaan bosan, takut, dan sakit hati terhadap situasi lingkungan kerja. Oleh karena itu, manajemen harus melakukan perawatan secara rutin terhadap potensi, emosi, dan motivasi karyawan. Termasuk memperlakukan karyawan dengan hormat, dan memberikan kesempatan kepada karyawan untuk mengutarakan ide-ide mereka terhadap pekerjaan dan tanggung jawab mereka.
Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

“Ceritakan Visi Bisnis Anda Dengan Jelas Agar Dapat Diwujudkan Dengan Sempurna.” – Djajendra
Tidak selalu seorang pemilik usaha harus membuat rencana bisnis dalam sebuah strategi tertulis yang penuh dengan kalkulasi, lalu mendiktekannya kepada para karyawan. Rencana bisnis dan rencana kerja perusahaan dapat juga dijalankan melalui cerita. Hal ini dilakukan oleh seorang kenalan saya dalam menjalankan usahanya. Dia selalu menyebarluaskan visi, misi, dan tujuan perusahaannya kepada para karyawan melalui cerita. Strategi dilapangan dia serahkan kepada masing-masing manajer untuk mencapai target. Artinya, setiap manajer diberi wewenang penuh untuk memiliki pilihan dan strategi yang sesuai dengan selera mereka dalam mendapatkan target yang diinginkan.
Cara kerja si pemilik usaha ini adalah bercerita kepada setiap pimpinan unit kerja dan karyawan tentang hal-hal yang dia inginkan dalam perusahaannya untuk periode tertentu. Lalu, dia memberikan motivasi, harapan, tanggung jawab, dan kebebasan kepada karyawannya dalam mencapai seluruh isi cerita yang dia ceritakan tersebut. Para karyawan dan pimpinan unit kerja akan menampung semua cerita dan keinginan si pemilik usaha. Lalu, dari cerita tersebut mereka akan mulai membuat sebuah bisnis plan bersama strategi untuk mencapainya. Si pemilik usaha tidak terlalu peduli kepada isi bisnis plan tersebut, tapi dia sangat peduli kepada isi ceritanya, dan secara rutin setiap minggu dia adakan rapat untuk menagih kepada setiap pimpinan unit kerja tentang kemampuan mereka dalam mewujudkan ceritanya menjadi realitas.
Mungkin karena sudah terbiasa dan menjadi budaya organisasi, para karyawan mampu mengambil sikap yang jelas, benar, dan masuk akal terhadap semua isi cerita si pemilik usaha. Si pemilik usaha juga dalam setiap pertemuan selalu mengulangi ceritanya dan mendorong setiap orang untuk membentuk masa depan usahanya sesuai ceritanya.
Setiap orang diperusahaan diminta untuk membayangkan ceritanya dan menanamkan ceritanya ke dalam pikiran bawah sadar mereka. Setiap orang di perusahaan harus berpartisipasi dalam proses menginternalisasikan cerita si pemilik ke dalam mind set mereka, dan bersama-sama dengan si pemilik membuat daftar prioritas dalam mengerjakan pilihan-pilihan yang ditetapkan. Kemudian setiap orang harus memulai kerja nyata mereka masing-masing untuk mewujudkan cerita si pemilik menjadi nyata.
Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com
“Pimpinan Dan Karyawan Harus Meninggalkan Ego Kepribadian Masing-Masing, Lalu Bersatu Dalam Satu Energi Sukses.” – Djajendra
Untuk membangun hubungan yang harmonis antara pimpinan dan karyawan membutuhkan banyak kecerdasan, mulai dari kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, kecerdasan komunikasi dan kecerdasan tanggung jawab. Pimpinan berfungsi untuk mengkoordinasikan semua kekuatan organisasi untuk mencapai misi, visi, strategi, dan tujuan organisasi; sedangkan karyawan berfungsi membantu tanggung jawab pimpinan dengan sepenuh hati agar visi, misi, strategi, dan tujuan organisasi dapat diwujudkan sesuai rencana dan harapan. Persoalannya, sering sekali pimpinan dan karyawan tidak selalu mampu menyatu dan mencair dalam satu kekuatan yang utuh dan pasti dalam meraih semua impian organisasi.
Dalam pelatihan yang saya berikan, sering sekali muncul pertanyaan dari para peserta tentang cara membangun hubungan yang harmonis dengan bos atau pimpinan. Ada sebuah jarak dalam organisasi untuk menyatukan energi karyawan dan energi pimpinan dalam sebuah kecerdasan yang membangun. Kenapa hal ini bisa terjadi?
Dalam analisa yang saya lakukan, pimpinan dan karyawan terlalu kaku dengan struktur organisasi. Struktur organisasi berkepentingan untuk membangun internal kontrol yang kuat, tapi hal ini akan menciptakan jarak sesuai jabatan dan tanggung jawab. Struktur organisasi adalah penjabaran tentang tanggung jawab masing-masing pihak di dalam organisasi. Oleh karena itu, struktur organisasi haruslah dijalankan dalam sebuah budaya organisasi dengan nilai-nilai dan perilaku yang mampu menciptakan hubungan yang harmonis diantara semua pihak tanpa terhalang oleh ego jabatan dan kekuasaan.
Pimpinan harus memiliki mind set dan perilaku untuk membantu karyawan mencapai kinerja dan prestasi maksimal dengan cara-cara persuasif. Pimpinan hanya boleh menggunakan kekuasaannya dalam hal membuat keputusan dan mengarahkan karyawan ke visi, misi, dan tujuan organisasi. Tapi dalam hubungan kerja sehari-hari, pimpinan haruslah berperan sebagai orang tua yang membimbing setiap karyawan melalui sikap baik dan kasih sayang. Demikian juga dengan karyawan, para karyawan harus secara ikhlas dan cerdas mengarahkan seluruh energi, potensi, dan kekuatan dirinya untuk membantu kesuksesan tanggung jawab pimpinan. Hubungan yang tulus, ikhlas, dan mensyukuri haruslah menjadi modal yang kuat dalam menyatukan semua perbedaan di dalam organisasi.
Kepemimpinan yang berkualitas akan muncul di saat pimpinan fokus untuk pertumbuhan potensi karyawan dan organisasi. Tidak seorang karyawan pun yang ingin menjadi persis untuk selamanya. Setiap karyawan pasti mengharapkan perubahan ke arah yang lebih baik dalam karir kerja dan kehidupan pribadinya. Oleh karena itu, pimpinan wajib berjuang untuk menciptakan budaya yang memungkinkan orang untuk tumbuh dan berkembang. Untuk dapat tumbuh dan berkembang, maka setiap karyawan wajib berkontribusi dengan maksimal buat pimpinan dan organisasi. Setiap orang di dalam organisasi, baik itu pimpinan maupun karyawan wajib berbagi visi yang menunjukkan bahwa semua orang terlibat dalam suatu tujuan yang lebih besar buat kejayaan organisasi.
Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com
“ Di Saat Setiap Pegawai Dan Pimpinan Ikhlas Menyatukan Emosi, Persepsi, Dan Asumsi Untuk Kejayaan Organisasi. Di Saat Itu, Budaya Organisasi Akan Terlihat Cemerlang Menyinari Organisasi.” – Djajendra
Budaya organisasi adalah jati diri organisasi yang dihasilkan dari nilai-nilai dalam perilaku individu organisasi. Setiap individu di organisasi wajib untuk menjalani kehidupan kerja dengan nilai-nilai organisasi tanpa syarat, bersifat mutlak dan wajib.
Pada tanggal 21 sampai dengan 23 Juli 2010, selama 3 hari, saya di undang oleh Mandikdasmen untuk memberikan pelatihan budaya organisasi buat para pegawai senior, di hotel Parama, Puncak, Jawa Barat. Pelatihan berlangsung dengan sangat baik dan luar biasa. Para peserta yang hadir memiliki pengetahuan yang sangat luas dan sangat cerdas tentang materi yang dibahas, sehingga setiap aktivitas di kelas berlangsung dengan multi arah yang membangkitkan motivasi dan antusiasme yang tinggi untuk menggali lebih dalam terhadap nilai-nilai organisasi yang dipergunakan saat ini.
Saya pribadi merasa sangat bahagia bertemu para peserta yang memiliki potensi yang hebat untuk menciptakan nilai tambah buat organisasinya. Sumber daya manusia adalah harta yang paling penting buat organisasi, dan harta yang paling penting ini wajib untuk dikembangkan dan diberikan pencerahan secara terus-menerus hingga semua potensi tidur dapat dioptimalkan buat kejayaan organisasi.
Setiap pribadi dalam pelatihan selama tiga hari tersebut memiliki mind set untuk menerima nilai-nilai kehidupan organisasi. Kemampuan untuk menerima nilai-nilai budaya organisasi akan menjadi awal yang sangat menentukan dalam menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, melayani, efektif, produktif, efisien, dan yang penuh oleh kebahagiaan dan kedamaian.
Sikap terhadap diri sendiri dalam kekuatan nilai-nilai organisasi sangat ditentukan oleh sikap disiplin, tanggung jawab, pengabdian, kontribusi, dan rasa memiliki. Ketika Anda percaya bahwa nilai-nilai organisasi Anda mampu memberikan kesuksesan dalam pekerjaan dan kehidupan Anda, maka tingkat penerimaan Anda pada nilai-nilai budaya organisasi akan berjalan lurus ke atas.
Cara terbaik untuk membangun kepribadian diri sendiri yang berfondasikan nilai-nilai budaya organisasi adalah dengan melibatkan pemahaman terhadap potensi diri sendiri dan perasaan positif diri sendiri terhadap semua nilai-nilai organisasi dengan sempurna.
Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com
“Orang-Orang Yang Produktif Mampu Meningkatkan Kinerja Dan Menghemat Biaya.”-Djajendra
Perusahaan harus selalu fokus untuk meningkatkan motivasi karyawan dalam hal produktivitas dan kinerja. Sebab, produktivitas yang tinggi berpotensi menghasilkan efisiensi dan efektivitas di semua aspek kerja perusahaan.
Buatlah perencanaan yang tegas untuk penghargaan kepada setiap karyawan dan pimpinan; lakukan pengembangan kualitas terhadap karyawan dan pimpinan; dan lakukan perawatan budaya kerja dari level kepemimpinan, karyawan, dan kelompok kerja secara konsisten dan berkelanjutan.
Budaya kerja yang berkualitas dihasilkan dari budaya perusahaan yang berkualitas. Budaya kerja dan budaya perusahaan yang berkualitas berpotensi mendorong motivasi para karyawan dan pimpinan untuk menjadi lebih produktif di tempat kerja.
Perusahaan harus memiliki budaya kerja yang secara otomatis dapat mengatur pencapaian target setiap pekerjaan secara cepat dan produktif.
Sistem kerja harus memiliki cara terbaik untuk mendapatkan semua energi, kecerdasan, dan integritas dari setiap orang secara cepat dan produktif.
Cara kerja di perusahaan harus mendorong setiap orang untuk bekerja dengan kecepatan tinggi dalam mendapatkan hasil berkualitas terbaik dengan biaya yang seefisien mungkin dalam jumlah yang sebanyak mungkin.
Manajemen perusahaan harus memiliki niat, kecerdasan, energi, keterampilan, dan integritas dalam memahami, memanfaatkan, dan memberdayakan semua potensi sukses dari setiap individu dan kelompok di perusahaan.
Tugas para pemimpin di semua level organisasi adalah memahami dasar kerja perusahaan, dan mendistribusikan nilai-nilai dari dasar kerja perusahaan kepada setiap bawahan dengan sempurna.
Dasar kerja perusahaan bisa dimulai dari job diskripsi, sop, kontrak kerja, perencanaan kerja, target kerja, dan misi kerja yang tepat sasaran untuk menghasilkan produktivitas yang tinggi dengan kualitas terbaik.
Para pemimpin harus secara tegas menggambarkan cara perusahaan dalam menghadapi tantangan kerja, serta melibatkan setiap orang dalam memahami gambaran besar dari tugas dan tanggung jawab.
Sistem kerja harus memberi wewenang dan tanggung jawab kepada setiap orang untuk melakukan pekerjaan masing-masing dengan cara-cara yang sesuai sop dan kebijakan organisasi.
Produktivitas yang tinggi akan menghemat uang yang banyak dan berpotensi menjadikan perusahaan selalu menang dalam setiap kompetisi bisnis.
Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

“Hubungan Kerja Harus Berorientasi Untuk Melayani Organisasi Dan Stakeholders. “ – Djajendra
Semua perilaku dalam hubungan kerja memerlukan sikap toleransi dan melayani. Ini berarti Anda harus menyisihkan keinginan diri sendiri dan fokus pada prinsip, nilai, norma, dan semangat budaya organisasi Anda.
Kualitas hubungan kerja berarti:
1. Anda cerdas menunjukkan pengendalian diri sendiri.
2. Anda cerdas memberikan perhatian, penghargaan, dan dorongan.
3. Anda cerdas untuk bersikap rendah hati, dan menjadi diri sendiri yang otentik tanpa kepura-puraan atau kesombongan.
4. Anda cerdas menghormati dan memperlakukan orang lain sebagai orang-orang penting.
5. Anda cerdas melayani tanpa pamrih dan memenuhi kebutuhan orang lain.
6. Anda cerdas memaafkan dan tidak membenci siapapun ketika Anda merasa dirugikan.
7. Anda jujur dalam sikap dan memiliki integritas dalam setiap hubungan Anda.
untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

NILAI – NILAI TERBAIK YANG MENCIPTAKAN BUDAYA UNGGUL
Organisasi yang berintegritas dan berkualitas tidak hanya akan menuntut para pegawai dan pimpinannya untuk mendedikasikan diri mereka buat keberhasilan misi organisasi, tapi juga akan memberikan perhatian dan kepedulian secara total dan wajar kepada setiap pegawai dan pimpinannya. Berikut nilai-nilai yang wajib diperhatikan organisasi dalam membangun budaya organisasi yang kuat dan solid:
1. Bersikap Adil : organisasi memperlakukan setiap stakeholders secara adil dan wajar.
2. Jujur Dan Terpercaya: organisasi beroperasional secara terbuka, jujur dan tetap menjanjikan.
3. Memperlakukan Orang Dengan Hormat: organisasi mengerti bahwa setiap orang memiliki perasaan, nafsu, emosi dan sensitivitas.
4. Menghasilkan Organisasi Pembelajar: organisasi sadar untuk meningkatkan pertumbuhan setiap orang dalam menghadapi tantangan dan peluang.
5. Mengakui Kinerja Dan Prestasi: organisasi sadar untuk mengakui kinerja pegawai, lalu merayakan keberhasilan pegawai dengan baik, dan memberikan hadiah yang tepat.
6. Berkomunikasi Dengan Persuasif: organisasi harus menghargai perbedaan pendapat, cerdas menyerap berbagi informasi secara terbuka, dan mendorong orang-orang untuk dapat berkontribusi secara total buat kemajuan organisasi.
7. Mendelegasikan Tugas Dan Tanggung Jawab: organisasi harus menggunakan delegasi sebagai alat pembangunan. Membawa keterampilan baru dan kesuksesan kepada orang lain – dan memungkinkan mereka untuk fokus pada pertumbuhan dan masa depan.
8. Membangun Hubungan: organisasi harus melakukan yang terbaik untuk interaksi dalam organisasi. Interaksi harus saling berhubungan dalam sinergis yang terintegrasi untuk berbagi gagasan dan pengalaman.
9. Membangun Kepercayaan: kepercayaan yang tinggi harus fokus pada kredibilitas, prestasi, penghormatan, keadilan, kebanggaan, persahabatan.
10. Menghargai Perbedaan: Semua orang adalah bagian dari sebuah organisasi yang hebat. Ada banyak orang yang menyumbangkan keahlian mereka yang unik dan berkemampuan mendorong organisasi ke dalam kesuksesan. Menciptakan budaya menang berarti wajib menghargai berbagai perbedaan di dalam organisasi.
11. Membangun Skill/Keterampilan: mengidentifikasi keterampilan, perilaku, dan pengetahuan anggota organisasi untuk melakukan pekerjaan dengan lebih baik dan memenuhi tujuan organisasi.
12. Membangun Merek Organisasi: meningkatkan citra dan reputasi organisasi di masyarakat.
13. Have Fun: organisasi harus membebaskan setiap orang untuk bersenang-senang dengan pekerjaan mereka.
Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

“Budaya Pemenang Lahir Dari Roh Organisasi Yang Berintegritas Dan Dari Roh Sumber Daya Manusia Yang Berintegritas Untuk Menang.” – Djajendra
Kebudayaan dalam organisasi adalah semua tentang perilaku kerja yang terfokus pada sasaran tertinggi organisasi. Diperlukan filosofi, visi, misi, nilai, cara kerja, dan perilaku sehari-hari dari setiap anggota organisasi yang berjalan searah dengan tujuan organisasi.
Setiap anggota organisasi wajib dan bertanggung jawab untuk berkontribusi membangun nilai-nilai kehidupan positif di organisasi. Artinya, tidak boleh ada seorangpun di kantor berdiam diri atau tidak peduli kepada nilai-nilai budaya pemenang. Setiap orang harus berjuang dan bekerja total bersama nilai-nilai budaya organisasi yang telah disepakati secara bersama dalam sebuah komitmen yang terikat berdasarkan etika kerja dan etika bisnis.
Setiap orang di dalam organisasi harus menciptakan budaya menang; setiap orang harus merasa bagian dari organisasi; setiap orang harus melakukan pekerjaan dengan cara-cara yang luar biasa dan efektif; setiap orang harus berperan yang lebih besar dan lebih baik untuk menjadi yang terbaik.
Menciptakan Budaya pemenang membutuhkan tindakan dalam perilaku kerja dengan nilai-nilai berikut: kepercayaan, hubungan, cinta, kejujuran, kebenaran, nilai, tim, orang, kontribusi, perhatian, dukungan, persahabatan, dorongan, kesejahteraan, memahami, mendengarkan, apresiasi, pengembangan, meluangkan waktu, menghormati … dan lebih banyak lagi nilai-nilai yang dapat mendorong semangat setiap orang untuk berkontribusi secara cepat, konsisten dan bermanfaat.
Para pimpinan dan pemegang kekuasaan tertinggi di dalam organisasi harus secara berintegritas menciptakan budaya menang organisasi. Menciptakan budaya menang dimulai dengan perilaku pemegang kekuasaan dan para pimpinan untuk bersikap dan bertindak sesuai budaya organisasi yang disepakati bersama. Jika pemegang kekuasaan organisasi dan para pimpinan tidak serius berperilaku dan bertindak berdasarkan nilai-nilai kehidupan positif organisasi, maka semua konsep, norma, prinsip, nilai, dan semangat budaya organisasi hanya akan ada di atas kertas, tanpa menginternalisasi ke dalam batin dan pikiran siapapun.
Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com
“Tanpa Tanggung Jawab Terhadap Pekerjaan, Anda Hanya Mempersiapkan Diri Untuk Gagal.” – Djajendra
Budaya organisasi harus menciptakan nilai-nilai terpercaya (high trust). Tujuannya adalah untuk merangkul setiap individu di dalam organisasi untuk menghasilkan perilaku kerja atau etos kerja yang terukur dalam sebuah budaya kerja, sistem, prosedur, kebijakan, filosopi, visi, misi, nilai-nilai, dan etika yang mampu secara konsisten memenuhi harapan dari para stakeholders.
10 Etos Kerja Untuk Kualitas Kerja Terbaik.
- Integritas
- Komunikasi
- Kerja sama/tim
- Pantang menyerah /persisten
- Tidak mementingkan diri sendiri
- Komitmen kuat
- Disiplin
- Melayani
- Konsisten
- Membuat keputusan
Budaya organisasi harus memiliki semangat untuk membuat para pegawai dan pimpinannya:
- Menerima tugas dan tanggung jawab dengan tulus.
- Mengerti tugas fungsi dan peran kerja.
- Mempercayai rencana dan target organisasi.
- Menerima nilai dan standar kerja organisasi.
- Bekerja sama untuk keberhasilan target organisasi.
- Proaktif terhadap kepentingan organisasi.
- Mensuport internal organisasi dengan total
Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com
“Energi Kepercayaan Dalam Organisasi Akan Mengakumulasikan Semua Kekuatan Positif, Dan Menciptakan Kesiapan Lingkungan Organisasi Untuk Berinteraksi Secara Profesional Dengan Setiap Fungsi Dan Peran Kerja.” – Djajendra
Hubungan kerja yang saling percaya dalam organisasi akan mempertahankan setiap norma, nilai, dan prinsip dari budaya organisasi.
Berikut lima keuntungan dari budaya organisasi yang saling percaya dan saling menghormati:
- Kepercayaan membentuk landasan bagi komunikasi yang efektif.
- Kepercayaan memperkuat loyalitas pegawai kepada organisasi.
- Kepercayaan meningkatkan motivasi , energi, dan dedikasi pegawai
- Kepercayaan meningkatkan kontribusi pegawai kepada organisasi.
- Kepercayaan meningkatkan perasaan sukarela pegawai untuk mencurahkan integritas, kecerdasan, dan energinya dalam pekerjaan.
“Ketika Kepercayaan Tumbuh Dalam Organisasi Atau Dalam Suatu Hubungan Yang Saling Melengkapi; Maka Visi, Misi, Nilai, Rencana, Dan Target Organisasi Akan Menjadi Lebih Mudah Dan Lebih Nyaman Untuk Dicapai. “ – Djajendra
“Energi Kepercayaan Dalam Organisasi Akan Mengakumulasikan Semua Kekuatan Positif, Dan Menciptakan Kesiapan Lingkungan Organisasi Untuk Berinteraksi Secara Profesional Dengan Setiap Fungsi Dan Peran Kerja.” – Djajendra
4 hal yang merupakan kekuatan bawah sadar seseorang yang harus Anda hormati dalam membangun kepercayaan.
- Kekuatan moral atau keyakinan agama seseorang
- Kekuatan logika berpikir seseorang
- Nilai kehidupan pribadi atau keluarga seseorang.
- Insting untuk keselamatan diri seseorang.
Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com