Archive for the ‘artikel manajemen perubahan’ Category
“Jangan Ngotot Melawan Perubahan, Nanti Anda Akan Kehilangan Kendali Diri, Dan Berpotensi Masuk Ke Dalam Stres Dan Depresi.” – Djajendra
Tidak semua orang menginginkan perubahan, tapi perubahan adalah sesuatu yang abadi, dan perubahan akan datang ke dalam kehidupan siapapun, termasuk ke dalam kehidupan Anda. Apakah Anda telah menyiapkan mental dan daya tahan diri Anda untuk menghadapi perubahan yang tidak Anda inginkan? Bila belum, maka perubahan tersebut akan menimbulkan stres yang dapat mengganggu kehidupan normal Anda.
Kehidupan setiap orang berputar dan mungkin juga turun naik, dan tidak ada sebuah kehidupan yang pasti. Perubahan menyebabkan ketidakpastian dalam kehidupan siapapun. Ketidakpastian merupakan sesuatu yang abadi, sama seperti perubahan yang juga sesuatu hal yang sangat abadi.Akibat dari ketidakpahaman diri Anda terhadap keabadian perubahan dan keabadian ketidakpastian dalam hidup adalah stres dan mungkin juga depresi.
Jika Anda tidak memiliki kemampuan untuk menangani perubahan dan melanjutkan kehidupan Anda dengan cara-cara baru, maka Anda akan berada dalam kesulitan mental dan daya tahan diri. Oleh karena itu, Anda harus membangun kapasitas diri Anda dengan pengetahuan yang mampu meningkatkan daya tahan diri Anda untuk menghadapi perubahan dalam hidup Anda. Dan Anda harus mengubah dengan menumbuhkan keterampilan dan kemauan untuk beradaptasi dengan hal-hal baru di dalam kehidupan Anda.
Ciptakan solusi di setiap proses perubahan, dan sesuaikan diri Anda pada perputaran roda kehidupan Anda. Bila roda kehidupan Anda sedang naik, sesuaikan diri Anda pada posisi yang baru. Bila roda kehidupan Anda sedang turun, sesuaikan diri Anda pada posisi yang baru. Jangan ngotot melawan perubahan, nanti Anda akan kehilangan kendali diri, dan berpotensi masuk ke dalam stres dan depresi.
Siapkan diri Anda untuk memenuhi kebutuhan perubahan yang Anda alami dan miliki keyakinan bahwa Anda mampu menaklukkan perubahan, serta selalu mempersiapkan diri untuk melakukan hal-hal terbaik yang berkualitas buat hidup Anda.
Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com
“Jangan Biarkan Diri Anda Terombang-Ambing Dalam Persoalan, Gunakan Pikiran Kreatif Untuk Solusi Yang Hebat.” – Djajendra
Anda harus berpikir kreatif untuk mendapatkan solusi yang hebat. Miliki motivasi yang kuat untuk mendapatkan solusi yang hebat, lalu tingkatkan kapasitas kreatif Anda dengan cara mempertajam daya imajinasi Anda yang kreatif.
Untuk mendapatkan solusi yang hebat, Anda harus meningkatkan daya kreativitas Anda secara terus-menerus dan membuat ide-ide Anda bekerja untuk melahirkan solusi-solusi yang hebat. Definisikan dan buat rencana yang rinci untuk sampai pada solusi terbaik Anda.
Untuk memicu imajinasi kreatif Anda, Anda harus menulis deskripsi yang jelas tentang hasil akhir atau tujuan solusi ideal yang Anda inginkan. Setelah itu, lakukan visualisasi secara berulang-ulang sampai Anda ketemu sebuah gambaran solusi ideal di pikiran Anda.
Setelah Anda ketemu gambaran solusi ideal di pikiran Anda, maka saatnya Anda mulai menulis di atas kertas tentang semua gambaran solusi ideal Anda tersebut. Mulailah proses pembuatan rencana dan kemudian bekerja pada rencana, memperbarui rencana, mengubah rencana sesuai yang diinginkan, mengembangkan rencana, dan memikirkan cara-cara baru untuk bekerja ke arah solusi ideal.
Sebagai pribadi kreatif, Anda harus bersikap tenang, santai, percaya diri, memiliki harapan, memiliki visi yang jelas, dan menjadi diri sendiri yang penuh tanggung jawab terhadap pekerjaan.
Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

“Menjalankan Bisnis Berarti Harus Siap Melayani Dan Menghormati Keanekaragaman Budaya Dan Persepsi Konsumen.” – Djajendra
Bisnis adalah tujuan utama dari keberadaan sebuah perusahaan, dan hanya melalui bisnis perusahaan bisa menciptakan nilai tambah buat pemegang saham, serta menciptakan keberuntungan buat para stakeholdersnya. Oleh karena itu, kreativitas dan inovasi perusahaan untuk memasuki segmen pasar tanpa batas wilayah, budaya, keyakinan, dan kepercayaan akan membuat perusahaan tumbuh menjadi raksasa.
Para pengelola perusahaan selalu sadar bahwa bisnis yang hebat membutuhkan modal, investasi, kinerja karyawan, sistem yang efisiensi dan efektif, pelanggan yang setia, tren baru, hubungan kerja yang harmonis antara karyawan, direksi, manajemen, dan pemegang saham. Namun, sering kali mereka lupa bahwa bisnis yang hebat tercipta dari kecerdasan perusahaan untuk melayani keanekaragaman budaya, keyakinan, kepercayaan dan persepsi masyarakat dengan sepenuh hati, melalui penciptaan tren-tren baru yang sesuai dengan mind set masyarakat. Artinya, produk dan layanan perusahaan tidak boleh bertentangan dengan mind set dan daya beli masyarakat secara umum.
Tidak semua konsumen puas dengan apa yang mereka miliki dan yakini saat ini, dan ada sangat banyak konsumen yang terus mencari nilai-nilai kehidupan baru sambil mempertanyakan apa yang mereka miliki dan apa yang mereka yakini secara kritis. Jelas, hal ini harus dijawab oleh perusahaan melalui cara berbisnis yang tepat sasaran untuk memenuhi harapan dan keinginan target pasar secara maksimal.
Budaya – budaya baru di tengah masyarakat terus berkembang, ada yang terekspos, tapi banyak juga yang tidak terekspos. Budaya – budaya yang bersifat normatif sepertinya sangat mudah untuk dianalisa dan dipahami, tapi di luar hal-hal yang bersifat normatif memerlukan intuisi dan kecerdasan bisnis yang luar biasa dalam memahami realitas baru yang terus tumbuh bersama perubahan perilaku masyarakat.
Budaya, keyakinan, dan kepercayaan akan menjadi perilaku yang bersifat sistematik untuk mempengaruhi cara orang melakukan bisnis. Salah satu contoh dari budaya baru di dunia bisnis adalah perilaku konsumen yang menjadikan mall mewah sebagai tempat wisata untuk menikmati suasana mewah mall. Padahal mall dan pusat perbelanjaan mewah dibangun untuk menjadi tempat berbelanja aneka kebutuhan buat konsumen segmen eksklusif tertentu, tapi para konsumen dari berbagai latar belakang masyarakat telah menciptakan budaya baru, yaitu mall mewah dijadikan sebagai tempat untuk berwisata. Oleh karena itu, jangan heran bila para pedagang atau pemilik toko di mall pada berkeluh-kesah, karena sepi pembeli, tapi ramai pengunjung yang hanya melihat-lihat saja.
Di saat dunia bisnis melalui kreativitas dan inovasinya menciptakan tren baru, maka masyarakat dari berbagai latar belakang budaya masuk ke dalam tren baru bisnis tersebut, lalu menciptakan perilaku baru yang mungkin sebelumnya tidak pernah terpikirkan oleh pebisnis. Artinya, bisa saja tren bisnis yang dibangun tidak membawa keuntungan secara finansial buat perusahaan yang menciptakan tren baru tersebut, tapi bisa menciptakan nilai tambah ekonomi buat pebisnis lain yang mampu menangkap semangat dari perilaku baru konsumen terhadap tren baru tersebut.

“Jika Anda Ingin Berwawasan Luas, Bangun Jembatan Penghubung, Jangan Bangun Tembok Pembatas.”-Djajendra
Kehidupan seseorang sering sekali dipengaruhi oleh lingkungan komunitas tempat ia bergaul dan berada. Persepsi dan pandangan hidupnya selalu ditentukan oleh orang-orang yang sangat dominan di dalam komunitas tersebut. Dan keadaan ini akan membuat dirinya menjadi sangat terikat dengan semua kultur dan sistem yang ada di komunitas tersebut.
Komunitas yang berwawasan luas dan penuh gairah akan mendorong orang-orang untuk tumbuh dalam kreatifitas dan inovasi. Sebaliknya, komunitas yang tertutup dan tidak berwawasan luas akan mendorong orang-orang untuk hidup dalam pikiran sebatas keyakinan komunitas tersebut.
Komunitas yang berisi dengan orang-orang berpikiran pesimis, akan selalu memberikan nilai-nilai pesimis kepada orang di sekitar. Sedangkan komunitas yang berisi dengan orang-orang berpikiran optimis akan selalu menyebarkan nilai-nilai yang membangkitkan daya juang untuk berprestasi secara maksimal.
Bila seseorang tidak memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas tentang kehidupan, maka dia berpotensi kehilangan motivasi untuk mengembangkan semua bakat dan potensi diri.
Anda yang memiliki antusias untuk melakukan perubahan terhadap diri sendiri, dan mampu memimpin diri sendiri untuk berprestasi, pasti bisa menaklukkan lingkungan komunitas yang pesimis. Tetapi, Anda yang berjiwa lemah dan takut pada perubahan, pasti akan larut bersama orang-orang yang dominan dalam komunitas Anda.
Jangan mengkerdilkan diri sendiri dengan mengikuti mind set sempit dari orang-orang di komunitas Anda. Tetapi, lakukan perubahan untuk merubah diri Anda dengan cara lebih memperkaya pandangan hidup Anda.
Kembangkan semua bakat dan potensi diri Anda, abaikan semua nilai negatif dari komunitas Anda, dan memanfaatkan semua nilai positif dari lingkungan komunitas Anda, untuk menjadikan Anda sebagai pribadi yang kaya dengan wawasan dan pengetahuan baru.

“Cara Kerja Anda Di Masa Lalu Belum Tentu Masih Bisa Efektif Di Hari Ini.” – Djajendra
Ketika pekerjaan Anda tidak menghasilkan prestasi, maka Anda harus mengubah cara kerja Anda. Dan Anda harus memulainya dengan menata kembali mind set Anda untuk bekerja dengan lebih efektif.
Anda harus siap dengan semangat dan mind set baru untuk cara kerja baru yang lebih fleksible, efektif, produktif, efisien, kreatif, dan yang menghasilkan prestasi.
Anda harus lebih cerdas dalam menyikapi tingkat ketidakpastian atas berbagai macam variable yang mempengaruhi pekerjaan Anda. Cara kerja baru Anda harus bisa menjadi solusi terhadap segala ketidakpastian dan risiko yang muncul selama proses kerja menuju kinerja dan prestasi terbaik.
Keberhasilan Anda untuk bekerja dengan strategi dan taktik yang tepat sasaran akan ditentukan oleh sejauh mana Anda mampu melihat realitas yang berkembang, dan kemudian berani bertindak untuk memanfaatkan semua situasi dan kondisi untuk melakukan perubahan terhadap pola kerja, lalu disesuaikan dengan kebutuhan dan realitas hari ini.

”Meja Kerja Merupakan Tempat Dimulainya Proses Perjalanan Diri Untuk Meraih Sukses Tertinggi, Namun Sering Sekali Meja Kerja Diabaikan Sebagai Saranan Untuk Membangun Disiplin Menuju Sukses Besar.” – Djajendra
Bila kesibukan sehari-hari membuat meja kerja Anda selalu penuh dengan tumpukkan pekerjaan yang belum terselesaikan, maka saatnya Anda melakukan interospeksi diri untuk menata ulang semua kekacauan dan ketidakdisiplinan diri Anda itu dengan pikiran yang jernih. Hanya dalam ketenangan Anda dapat berpikir jernih untuk menyelesaikan pekerjaan dengan hasil terbaik. Bila Anda tidak mampu membuat pikiran Anda tenang dan jernih untuk menyelesaikan tugas dan tanggung jawab pekerjaan Anda, Anda akan selalu hidup dengan pola kerja yang bermental menunda-nunda tugas dan tanggung jawab.
Periksa kembali semua tumpukkan kertas dan dokumen di meja kerja Anda, lalu susun serapi mungkin dengan sistem dokumentasi arsip yang sesuai selera, dan yang memudahkan Anda di pekerjaan sehari-hari. Susun semua tugas dan pekerjaan Anda berdasarkan prioritas, dan selesaikan semuanya sebelum waktu pertanggungjawaban Anda kepada manajemen atau pun kepada atasan Anda. Kertas dan dokumen yang penting segera dirapikan sesuai dengan manajemen arsip yang andal. Untuk kertas dan dokumen yang tak penting segera hancurkan dan buang ke tempat sampah, jangan biasakan menumpuk sampah di meja kerja Anda, sebab perasan dan pikiran Anda akan selalu kacau dalam kebingungan untuk menyelesaikan pekerjaan yang sesuai waktu. Jika meja kerja Anda rapi, bersih, dan tertib dari kertas dan dokumen yang tidak penting; maka meja kerja Anda akan menjadi tempat yang nyaman untuk menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu, lebih produktif, dan tanpa stres.
Bangunlah terlebih dahulu sebuah komitmen untuk memperbaiki diri Anda secara total. Khususnya, untuk mulai melakukan proses manajemen pekerjaan diri sendiri yang berdisiplin tinggi dan penuh tanggung jawab. Lalu, ciptakan sebuah pola kerja di mind set Anda dalam setiap proses penyelesaian pekerjaan, yaitu untuk melakukan langkah-langkah pengumpulan data, mengorganisasi data menjadi hasil yang diharapkan, mereview kembali semua pekerjaan untuk memastikan bahwa pekerjaan sesuai target, dan yang terakhir melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan prinsip-prinsip good governance. Jaga dan rawat meja kerja Anda sebagai tempat terbersih, sebersih pikiran dan perasaan Anda dalam menyelesaikan setiap tugas dan tanggung jawab Anda dengan total, dan tanpa pamrih.

“Ada Banyak Jalan Menuju Keberhasilan, Dan Ada Banyak Jawaban Untuk Solusi Keberhasilan.” -Djajendra
Masa depan selalu menginginkan sikap tegas untuk bertindak dalam arah yang meningkatkan kualitas hidup kita di segala aspek. Kadangkala ada begitu banyak jawaban untuk sebuah solusi, tapi orang – orang tidak berani bersikap untuk memilih sebuah jawaban terbaik untuk sebuah solusi yang tepat guna. Orang selalu lupa diri bahwa hidup itu memerlukan antisipasi terhadap semua persoalan penting di hari esok, memerlukan kreatifitas untuk mencari solusi terbaik buat hari esok, memiliki inovasi untuk menghasilkan masa depan yang cemerlang, memiliki semangat juang tinggi untuk selalu unggul dan menang atas semua situasi buruk, dan memiliki niat suci untuk memberikan terbaik buat hari ini dan masa depan.
Sering sekali orang – orang terjebak dalam perang opini dan wacana yang tak menghasilkan sebuah jalan keluar. Semua orang dengan kaca mata masing – masing secara kaku mempertahankan ide dan konsep mereka sebagai yang terbenar. Padahal mereka lupa bahwa hampir selalu ada lebih dari satu jawaban yang tepat untuk sebuah solusi jitu. Tidak ada satu hal pun dalam hidup ini bersifat mutlak. Oleh karena itu, semua orang harus memiliki tanggung jawab untuk memilih satu solusi terbaik, daripada berwacana dengan cara sikut kiri sikut kanan yang mengakibatkan timbulnya gejolak dan kebingungan, seharusnya orang – orang pintar harus membantu mengurangi rasa bingung dengan cara memiliki niat baik untuk menerima sebuah solusi atas rasa tanggung jawab tinggi.
Saya ingin mengambil potret kehidupan kota Jakarta sebagai sebuah ilustrasi dari realitas tentang ada banyak jawaban untuk sebuah solusi. Ada dua hal terpenting dan sangat mendesak untuk harus dituntaskan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, yaitu banjir dan kemacetan jalan raya. Persoalan banjir dan kemacetan jalan raya di Jakarta telah diramalkan, diantisipasi, dan dipahami sejak puluhan tahun lalu, tetapi tidak ada sikap tegas untuk menindaklanjutkan semua ramalan, antisipasi, dan pengetahuan yang ada. Seolah-olah semua orang takut bergerak dan tak memiliki niat suci untuk mengatasi dua masalah yang sangat penting tersebut. Para pemimpin terlihat lebih dikendalikan oleh pro-kontra terhadap kebijakan yang baru diambil, dan tidak ada yang mau mengerti tentang permasalahan yang sangat serius tersebut. Semua orang ramai – ramai saling berbicara sambil melemparkan energi negatif ke mana – mana, dan tidak ada niat untuk ramai – ramai bergotongroyong mengatasi permasalahan yang ada.
Semua kondisi ini disebabkan oleh para pemimpin yang tidak memiliki sikap tegas dalam melakukan sebuah tindakan, yang membawa manfaat buat masa depan yang lebih baik. Mungkin saja untuk hari ini semua orang harus menderita dan merasa lelah untuk berbuat apa pun, tetapi bila ada solusi masa depan yang cerah, penderitaan hari ini hanyalah bersifat sementara, dan di masa depan segala penderitaan dan kebingungan hari ini akan ditebus dengan rasa nyaman dan aman. Sudah sewajarnya semua orang melihat hari esok yang lebih cerah dengan kerja keras dan pengorbanan di hari ini. Para tukang kritik juga seharusnya memiliki hati dan logika berpikir yang berniat baik, jangan semua gerak dilihat dan dibaca dari prasangka buruk, tetapi lihat semua upaya dari hati terbaik. Tidak ada yang sempurna dalam kehidupan ini, semua hal memiliki risiko masing – masing, dan besarnya kadar risiko yang merugikan harus dikendalikan dan dijinakan dengan tepat.
Kekuatan mental dari seorang pemimpin sangat menentukan nasib dari sebuah situasi dan kondisi, bila pemimpin takluk kepada opini dan wacana yang membingungkan semua orang, dapat dipastikan pemimpin tersebut akan mengakhiri masa jabatannya tanpa menghasilkan sebuah solusi yang bertanggungjawab terhadap semua persoalan penting tersebut. sikap tegas dan berani dari seorang pemimpin sangat menentukan tentang sukses tidaknya sebuah realitas buruk menjadi realitas yang cemerlang. Pemimpin adalah pemegang kunci sukses, dan sekarang semuanya berada ditangan pemimpin, apakah kunci sukses tersebut akan dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk menata dan memperbaiki semua permasalahan buruk yang ada?, atau kunci tersebut hanya disimpan dalam brangkas besi supaya tidak dicuri oleh orang lain.
Tugas terpenting dari pemimpin adalah menemukan sebuah jawaban terbaik untuk sebuah solusi, dalam upaya konsisten untuk mengatasi semua keadaan buruk menjadi keadaan terbaik. Pemimpin harus menanggalkan semua ego pribadi, dan harus berani melangkah seperti seorang pemenang yang siap menaklukkan semua situasi terburuk. Pemimpin tidak dilahirkan untuk menjadi bimbang dan takut dengan berbagai risiko akibat sebuah keputusan beraninya. Pemimpin tidak melihat untung rugi buat posisi dirinya, tetapi dia seorang pejuang yang melihat hari ini untuk kebaikan hari esok. Pemimpin tidak boleh hidup dalam sebuah dilema, tetapi pemimpin harus hidup dalam sebuah ketegasan dan keberanian untuk menjawab semua situasi dan kondisi yang ada, dengan mempertaruhkan segala kehormatan dan kekayaan dirinya.
Ada banyak jawaban untuk sebuah solusi harus bisa dipahami oleh banyak orang, agar tidak ngotot beropini untuk memaksakan ide mereka yang dipilih pemimpin dalam menuntaskan semua masalah. Para pemimpin harus memiliki sikap dan niat yang konsisten untuk berbuat terbaik buat orang banyak, dan para pemimpin juga harus bisa melatih dan merawat syaraf – syarat akal sehat dan logika agar tetap berfungsi dengan optimal dalam melihat semua persoalan dan permasalahan secara total.
Pemimpin tidak perlu bermain kata – kata yang tidak perlu, tetapi lebih baik bersikap tegas dalam berbagai tindakan untuk menghasilkan kualitas hidup yang selalu meningkat ketaraf kesempurnaan buat kualitas kehidupan dari banyak orang.
“Untuk Sukses Anda Harus Berani Melalui Kerikil-Kerikil Tajam Perubahan, Menuju Kepada Kebiasaan Baru Untuk Hidup Sukses.”-Djajendra
Dalam banyak cerita kehidupan, seringkali seseorang mengalami perubahan besar ke arah lebih positif dalam hidupnya, setelah dia berhasil menaklukkan semua maut dan penderitaan diri. Sebuah perubahan diri tidak terjadi spontan, tetapi melalui sebuah pergolakan batin akibat penderitaan hidup yang terus – menerus. Mungkin saja, bila segala hal dalam hidup ini didapatkan dengan gampang dan semuanya terasa mudah untuk diraih, maka orang – orang akan hidup dalam jebakan zona nyaman di sepanjang hidupnya, dan mereka belum tentu bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa bagi peradaban kehidupan manusia. Sebab, ketika dalam hidup Anda sudah tidak ada tantangan untuk ditaklukkan, maka Anda akan menjadi pribadi yang hidup tanpa memiliki niat dan harapan. Anda akan malas untuk berbuat sesuatu yang lebih hebat dan lebih besar, di luar zona nyaman yang sedang Anda huni saat ini. Karena segala hal tercukupi, maka Anda akan malas untuk berpikir yang aneh – aneh. Dan, saat Anda sudah malas berpikir yang aneh – aneh, maka potensi kreatifitas diri Anda akan mati secara perlahan – lahan, dan akhirnya Anda akan menjadi pribadi yang tidak kreatif. Lantas apakah Anda harus menderita dulu agar bisa melakukan perubahan besar – besaran dalam hidup Anda, seperti dalam kisah orang-orang sukses yang sering tertulis di buku. Di mana, setelah melewati penderitaan barulah mereka mampu bertindak dengan prinsip – prinsip hidup yang luar biasa bijak.
Saya berpendapat bahwa tidaklah seseorang harus menderita dulu baru bisa menjadi lebih bijak. Sebab, ada banyak cara untuk menjadi pribadi yang siap dengan perubahan, serta siap untuk hidup dalam format hidup yang lebih bijak, dengan memahami makna hidup dengan sempurna. Memang ada banyak kisah yang menceritakan bahwa sebuah perubahan besar dalam diri seseorang itu terjadi oleh penderitaan dan kekurangan. Di mana, penderitaan itu bisa berasal dari berbagai kemungkinan dari semua aspek kehidupan yang dialami oleh seseorang tersebut, yang mungkin merupakan pengalaman derita yang unik dan bersifat pribadi. Tetapi, saya melihat bahwa alasan orang berubah adalah adanya niat dan tekad untuk berubah. Sehingga, semangat, rasa percaya diri, keyakinan, dan motivasi menciptakan dorongan pada jiwa, raga, dan pikiran, untuk berubah menjadi pribadi yang lebih sukses dan lebih berharga di dalam hidupnya.
Ketika seseorang sudah bisa menaklukkan sikap ragu dan sifat malas, maka dia dengan mudah bisa masuk ke dalam dunia baru yang diinginkannya. Tetapi, ketika seseorang masih kejar – kejaran dengan situasi dan kondisi kehidupan sehari-hari tanpa tujuan yang jelas, maka sikap optimisme akan tetap redup di dalam jiwa terdalamnya. Sikap optimisme yang redup akan mematikan logika dan akal sehat, untuk bisa bangkit dari keadaan yang serba kekurangan, dan selalu menutup arah menuju perubahan kepada kehidupan yang lebih baik.
Dalam realitas hidup, ada banyak orang yang secara turun – temurun hidup serba kekurangan, dan tidak berani berpikir lebih untuk hari esok yang lebih baik. Mereka terperangkap dalam zona kenyamanan yang serba kekurangan dan serba penderitaan. Sikap optimisme di dalam diri mereka sudah lama mati dan terbungkam, sebab tuntutan hidup membuat mereka hanya mau berpikir sebatas isi perut. Mereka menjadi terpinggirkan dari kehidupan yang wajar, dan semua ini terus berlanjut oleh lingkungan hidup mereka yang telah menjebak mereka untuk hidup merasa cukup dalam kekurangan. Perubahan baru akan terjadi, ketika mereka berani memberontak dari kultur dan sistem lingkungan hidup, yang telah menjebak mereka dalam zona kenyamanan dan kemapanan hidup.
Perubahan adalah milik dari orang – orang pemberani yang tidak takut kehilangan apa pun dari hidupnya, dan berani berkorban demi sesuatu yang lebih baik untuk hari esok. Mereka memiliki rasa keberanian dan kepercayaan diri yang tinggi, untuk menjangkau hal – hal yang tidak dipikirkan oleh banyak orang.Dan mereka selalu menjadi pemenang sejati di dalam hidupnya.
” Manusia Tanpa Perubahan Adalah Manusia-Manusia Yang Suatu Hari Secara Alamia Akan Terpinggirkan Dari Pusat Kehidupan Baru.” – Djajendra
Saat Anda merancang visi masa depan yang lebih baik, jangan putus asa oleh rintangan, tapi fokuskan kekuatan untuk proses implementasi visi baru tersebut, jangan merasa gagal oleh rintangan dan penolakkan. Anda harus melihat setiap rintangan dan penolakkan sebagai pengetahuan baru yang perlu dipahami dengan baik.
Perubahan adalah sebuah realitas kehidupan yang wajib diberi perhatian khusus, tapi pada saat perubahan itu ditolak, maka orang-orang yang menolak perubahan itu hanya akan tertinggalkan oleh peradaban baru. Manusia tanpa perubahan adalah manusia-manusia yang suatu saat secara alamia akan terpinggirkan dari pusat kehidupan baru. Peradaban baru selalu lahir untuk mengubur peradaban lama, dan itulah kenyataan hidup yang harus di pahami, agar tidak terpinggirkan oleh pusat kehidupan baru.
Sering sekali sekelompok manusia mempertaruhkan segala sesuatu hanya untuk mempertahankan peradaban lama, dan mereka anti perubahan, mereka rela menjalankan kekerasan dan berbagai macam tindakan negatif hanya untuk mempertahankan peradaban lama. Perilaku mereka terlihat sangat anti perubahan dan berusaha dengan segala cara untuk mempertahankan peradaban lama, walaupun peradaban itu sudah tidak sesuai dengan realitas zaman.
Saat Anda merancang visi masa depan yang baru, Anda wajib memberikan perhatian khusus pada orang-orang yang cinta pada visi lama. Jadi Anda harus sabar dan ekstra hati-hati dalam bersikap dan melangkahkan niat Anda itu kepada mereka semua. Pelajari semua sikap dan karakter dari orang-orang anti perubahan, dan kemudian cari kelemahan-kelemahan mereka yang bisa Anda manfaatkan untuk mengisi visi baru Anda.
Seiring berjalannya waktu, Anda harus bisa meyakinkan semua orang tentang visi baru rancangan Anda yang hebat itu. Biarkan organisasi Anda tumbuh dan berkembang bersama semangat visi baru. Siapkan rencana tindakan yang andal untuk menangani kesulitan-kesulitan yang muncul, dan jangan biarkan orang-orang kembali pada nostalgia visi lama.
Beri pencerahan kepada semua orang untuk memahami visi baru, serta pengetahuan tentang perubahan yang tidak akan dapat diatasi dengan sikap keras kepala dan tradisi yang sukar dilenyapkan. Pencerahan, latihan, dan pembelajaran yang terus menerus untuk meyakinkan keunggulan visi baru adalah syarat mutlak menuju sukses.

“Tanpa Perubahan Tidak Akan Ada Kehidupan Baru Yang Berkualitas.” – Djajendra
Ketika orang-orang menginginkan perubahan, maka pemimpin harus bisa mengarahkan semua potensi untuk mencapai perubahan yang sesuai harapan. Perubahan adalah takdir dari kehidupan. Perubahan mengingatkan kepada kita bahwa tiada keabadian dalam hidup ini. Perubahan juga mengajarkan kepada kita bahwa hidup itu harus terus menerus di evaluasi dan diperbaruhi sesuai tuntutan zaman. Kelalaian sikap untuk mengikuti perkembangan persepsi banyak orang terhadap keadaan saat ini, akan menciptakan gejolak yang menolak eksistensi pemimpin.
Kesalahan pemimpin dalam menginterprestasikan perubahan yang diinginkan oleh orang-orang bisa berakibat pada hasil yang tidak sesuai dengan harapan, atau malah hasilnya bisa lebih buruk dari keadaan sebelum terjadinya perubahan. Bila hal ini terjadi, maka kredibilitas pemimpin akan jatuh dan ia tidak akan dipercaya lagi oleh para pengikut.
Perubahan yang tidak diperhitungkan dengan baik bisa berakibat pada rasa kecewa dari orang-orang yang menginginkan perubahan tersebut. Untuk menghindari hal-hal negatif, seorang pemimpin harus bisa menggunakan hati nurani dan akal sehatnya dalam menyikapi semua tuntutan dan harapan dari sebuah perubahan.
Pemimpin yang hebat adalah pemimpin yang tahu cara memimpin perubahan dan tahu cara mengarahkan semua kekuatan manusia menuju perubahan yang diinginkan. Tiada rasa kuatir ataupun ragu di hati pemimpin hebat, yang ada hanya perasaan berani dalam sebuah sikap tanggung jawab untuk memenuhi semua harapan perubahan dari orang banyak.
Perubahan itu pasti akan terjadi, tapi perubahan itu belum tentu menghasilkan sesuatu yang lebih baik dari keadaan sebelumnya, apa lagi kalau para pemimpin perubahan melakukan pengkhianatan terhadap inti perubahan yang diinginkan.
Perubahan selalu dimulai dengan antusias dan semangat yang sangat tinggi, tapi biasanya semua energi hebat yang mendorong perubahan itu bisa padam oleh perilaku pemimpin perubahan yang tidak tulus dan tidak berniat baik terhadap keinginan tulus dari perubahan itu.
Pemimpin yang baik akan selalu membimbing dan mengarahkan semua orang melalui perilaku sabar, tekun, bijak, disiplin, yang terbungkus dalam keyakinan dan kepercayaan diri untuk menjadikan perubahan sebagai awal dari sebuah keadaan baru yang sesuai harapan banyak orang.
Oct 15, 2008