JANGAN PERNAH HENTIKAN BISNIS ANDA, WALAUPUN BISNIS ITU SEDANG GAGAL

004“Setiap rencana pasti disusupi risiko, dan setiap tindakan pasti diikuti risiko. Risiko yang tak terkalkukasi dapat mengusik mimpi, dan membuat mimpi terkubur dalam kegagalan.”~ Djajendra

Menjadi pebisnis haruslah siap berselancar dengan risiko, tanpa takut ditenggelamkan oleh risiko. Salah satu kelemahan dari pebisnis yang tidak unggul adalah sikap tidak sabar menghadapi kerugian, serta sangat terobsesi untuk mendapatkan untung yang banyak dengan cepat. Ketika kerugian terjadi beruntun dan menggoyang fondasi bisnis, maka dia akan menjadi sangat ketakutan, dan biasanya segera menghentikan bisnis. Bila bisnis sudah dihentikan, maka peluang untuk menjadi pebisnis yang besar pasti akan hilang. Pebisnis sejati adalah dia yang walaupun rugi berkali-kali, tekad dan gairah untuk melanjutkan bisnis tidak akan terhentikan, dia akan terus memetakan risiko sambil mencari peluang untuk menjadi besar bersama bisnisnya.

Pebisnis unggul selalu menjadi kreatif untuk memodifikasi bisnis yang dimiliki saat ini dengan hal-hal baru, sehingga bisnis tersebut memiliki daya tarik untuk mengundang lebih banyak pelanggan. Dia juga akan bersikap kreatif dan terbuka untuk membuat bisnisnya tidak kalah dalam kompetisi pasar. Seorang pebisnis sejati tidak akan pernah lelah mengikuti kompetisi,  dan dia akan menjadi panglima bisnis, yang setiap hari ikhlas berjuang untuk memenangkan pasar dengan berbagai strategi dan taktik jitu.

Sangat banyak kisah sukses bisnis dihasilkan dari kerugian berkali-kali, tapi karena pebisnisnya ulet, disiplin, tekun, dan ikhlas menjalankan bisnisnya dengan sepenuh hati, maka pada akhirnya dia mampu bangkit untuk merahi sukses, walau kerugian mencoba menghentikan bisnisnya. Orang-orang yang ikhlas menjalankan misi dan visi bisnisnya dengan tekun dan penuh disiplin, selalu akan tahan ujian, dan selalu bangkit dari semua kegagalan yang mencoba mengubur mimpi besar mereka.

Tidak ada nasib buruk buat para pebisnis sejati. Setiap kerugian biasanya disikapi dengan tenang, lalu mencari cara-cara baru, agar bisa tetap unggul dan sukses bersama bisnisnya. Semangat untuk memulai sebuah misi usaha, semangat untuk meluncurkan produk unggul, dan semangat untuk mengerjakan pekerjaan besar dalam setiap aspek bisnisnya, akan selalu disertai dengan harapan untuk sukses. Sikap optimis yang terkalkulasi dalam rasa yakin dan percaya diri, akan menjadi energi pendorong untuk mewujudkan yang diimpikan.

Memulai sebuah bisnis berarti siap menjalani ketidakpastian dalam risiko. Kepribadian yang berani, tegas, bertanggung jawab, serta mau meluangkan waktu untuk bisnis dan memetakan risiko, adalah syarat dasar untuk membuat seseorang menjadi pebisnis tangguh. Pebisnis unggul tidak akan membiarkan kegagalan dan kerugian menghentikan semangat dan gairah bisnisnya. Dia seorang pejuang yang selalu cerdas menguatkan dirinya saat harus menghadapi hal-hal berisiko tinggi, dan selalu meningkatkan disiplin, serta tidak terjebak dalam kekecewaan atau kehilangan.

Pebisnis unggul selalu cerdas membuang rasa malu. Dia juga sangat cerdas mempelajari penyebab kegagalan dan kerugian. Dan, dia juga sangat cerdas untuk segera menarik keluar dirinya dan bisnisnya dari risiko-risiko yang tidak diinginkan. Kecerdasan dan keberanian mentalnya tidak akan membuat bisnisnya terhenti, walau berbagai rintangan dan cobaan mencoba menghentikan bisnisnya. Dia selalu mampu belajar dan menjadikan dirinya seorang ahli yang cerdas mengatasi semua persoalan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

2013 ADALAH TAHUN KREATIVITAS, KELUARKAN ORGANISASI DARI ZONA NYAMAN

MANAJEMEN EKSEKUSI

2013 ADALAH TAHUN KREATIVITAS, KELUARKAN ORGANISASI DARI ZONA NYAMAN

Video pelatihan djajendra: http://www.youtube.com/user/MrDjajendra

“Kreativitas dan inovasi sudah menjadi keharusan kalau tetap mau bertahan dan menang dalam kompetisi bisnis.” ~ Djajendra

Dalam beberapa rapat kerja akhir tahun untuk perusahaan- perusahaan besar yang saya hadiri; tema utama motivasi adalah tentang perubahan, kreativitas, inovasi, dan keluar dari zona nyaman. Para pemimpin perusahaan besar sadar bahwa setiap karyawan dan pimpinan harus keluar dari kotak nyaman. Tantangan bisnis yang menuntut efektivitas dan efisiensi total, mengharuskan setiap orang di dalam perusahaan untuk bekerja lebih produktif dengan cara -cara kreatif yang luar biasa.

Krisis ekonomi yang belum tuntas di wilayah Eropah dan Amerika Serikat, serta persaingan bisnis yang semakin menuntut kreativitas dan inovasi, telah mengharuskan perusahaan-perusahaan untuk menemukan kekuatan keunggulan dari kekayaan potensi dan sumber daya yang dimiliki saat ini.

Setiap orang di dalam perusahaan diharapkan menjadi sadar akan tantangan yang harus dijawab dengan kreativitas dan inovasi, secara terus-menerus, tanpa pernah terjebak dalam zona kenyamanan. Memasuki tahun 2013 adalah tahun kreativitas organisasi, tahun transformasi organisasi menuju tata kelola yang berbudaya kreatif dan inovatif.

Kreativitas organisasi berarti setiap usaha dan proses kerja berlandaskan hal-hal kreatif, untuk membuat organisasi semakin kuat dan unggul, serta tidak diam dalam kotak nyaman. Setiap orang di dalam organisasi harus memiliki perilaku dan cara berpikir untuk menunjukkan bagaimana organisasi selalu unggul dalam persaingan dan kesulitan, serta mampu membawa keluar organisasi dari kotak atau perangkap kesulitan.

Semangat kreatif dan inovatif dalam kepribadian setiap karyawan dan pimpinan perusahaan, akan menjadi harta produktif yang paling penting buat kemajuan perusahaan. Zaman sedang berubah dan diperlukan cara kerja yang luar biasa untuk mengeksplorasi potensi dan sumber daya di tempat kerja dengan kreativitas. Tanpa karyawan-karyawan yang kreatif dan inovatif, perusahaan berpotensi kehilangan daya saing, dan kemunduran kinerja akan membuat perusahaan sulit menjawab tantangan bisnis di masa depan.

Setiap karyawan di dalam perusahaan wajib berkontribusi dan berpartisipasi dari semangat kreatif, serta selalu sadar bahwa kengototan untuk bertahan di zona nyaman, hanya akan membuat karyawan kehilangan kemampuan dalam menjalankan fungsi kerja di era perubahan. Setiap karyawan harus membangun fungsi kerjanya dengan energi kreatif, serta menjadi pemasok energi kreatif ke dalam kreativitas organisasi. Hubungan kerja yang saling terhubung dalam satu visi, satu tujuan, dan satu misi bersama; akan membuat kreativitas organisasi menjadi kuat untuk menciptakan kinerja dan kepuasan batin dari setiap individu.

Kreativitas organisasi hanya dapat dikembangkan saat setiap karyawan dan pimpinan berada dalam satu energi kolaboratif; serta cerdas menangkap konsep, prinsip dan pemahaman bersama atas perubahan organisasi yang penuh dinamika. Setiap orang di dalam perusahaan harus bersedia dengan ikhlas dan penuh kesadaran untuk keluar dari kotak perilaku lama, serta menyambungkan pola pikir dan pola kerja sesuai dengan visi baru yang berlandaskan kreativitas dan inovasi.

Motivasi dan disiplin individu dalam menjalankan komitmen perubahan adalah kunci sukses dari upaya untuk keluar dari kotak lama yang tidak kreatif. Setiap individu harus sadar untuk menjadi energi kolektif organisasi dalam mewujudkan kreativitas organisasi. Tidak boleh seorang pun yang diam dalam pola kerja lama. Setiap individu secara proaktif  harus bangkit dan bersama menciptakan energi kolektif kreativitas organisasi.

Kesadaran manajemen untuk merawat semangat kreatif dalam diri setiap karyawan, akan menjadikan organisasi berkembang bersama ide-ide cemerlang, untuk menghasilkan aset-aset baru yang lebih berharga. Setiap individu harus dihargai dan didengarkan. Kepemimpinan perusahaan harus memberikan akses kepada setiap individu untuk membawa ide-ide kreatif dan inovatif  ke dalam dinamika organisasi. Tidak boleh ada pembatasan atau diskriminasi perlakuan terhadap satu ide dengan ide yang lain. Karena, kreativitas adalah sesuatu yang unik, yang tidak mengenal kata salah, tapi sangat tergantung kepada kecerdasan untuk memanfaatkan kreativitas menjadi nilai tambah ekonomi yang produktif buat peningkatan kinerja organisasi.

Mengeluarkan organisasi dari zona nyaman membutuhkan figur pemimpin yang kuat dan visioner. Dibutuhkan pemimpin yang cerdas membangun visi bersama, dan cerdas menginternalisasikan nilai-nilai visi tersebut dengan pengaruh yang kuat, untuk dapat dipatuhi setiap orang dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab. Kreativitas organisasi dengan pengaruh dan arahan dari pemimpin yang visioner, akan menjadikan organisasi dan setiap individunya bergerak cerdas, bersama keunggulan untuk menang dalam kompetisi bisnis.

“Hidup Anda milik Anda, semua yang harus Anda lakukan adalah misi pribadi Anda. Anda berhak untuk memilih hidup Anda. Tapi, saat Anda menggantungkan hidup kepada pihak lain, maka saat itu Anda memiliki kewajiban yang harus Anda patuhi sesuai aturan dan ketentuan yang Anda sepakati.” ~ Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

ORANG-ORANG EFEKTIF SELALU MENDENGARKAN DENGAN PERHATIAN PENUH

DJAJENDRA 0003“Efektivitas adalah gaya dan kebiasaan untuk menghasilkan sesuatu yang langsung fokus pada target, tanpa ragu dan berputar-putar di luar zona target.” ~ Djajendra

Cara kerja yang efektif dihasilkan dari perilaku dan cara berpikir efektif. Seseorang yang terbiasa dengan pola hidup yang terkelola secara efektif, pasti akan mengetahui cara untuk melakukan pekerjaan dengan efektif. Efektivitas adalah kebiasaan atau gaya hidup yang dapat ditularkan untuk menghasilkan sesuatu dengan efektif. Efektivitas adalah keluarga terdekat dari efisiensi dan produktivitas, sehingga sesuatu yang efektif pastilah menjadi efisien dan produktif.

Efektif berarti melakukan sesuatu tepat pada targetnya, serta tidak membuang-buang waktu dan energi untuk berputar-putar di luar zona target.  Setiap pekerja yang efektif,  perhatiannya akan langsung terkonsentrasi dalam fokus yang tinggi terhadap apa yang harus dikerjakan. Jadi, dia tidak akan memperumit sebuah tujuan, tapi membuatnya menjadi sangat sederhana, agar dapat dikerjakan dengan waktu, energi, dan sumber daya yang seminimal mungkin.

Seseorang yang efektif adalah pribadi yang berpikir sederhana terhadap kompleksitas, sehingga dia bisa menguraikan sebuah tujuan melalui keterampilan teknis, manajemen, pikiran, dan emosional.

Efektif berarti cerdas mengelola sumber daya dan orang-orang untuk menghasilkan sesuatu yang berkualitas dengan biaya murah. Diperlukan kecerdaskan pikiran dan emosi positif untuk mendelegasikan, memotivasi, berkomunikasi, dan memahami dinamika kerja dari orang-orang yang dilibatkan. Diperlukan kesederhanaan pola pikir dalam menjalankan fungsi-fungsi manajemen, agar dapat menghasilkan pekerjaan yang terukur dalam kualitas dan kuantitas.  Kesabaran, ketenangan, ketegasan, perasaan mampu yang kuat dalam keseimbangan emosi dan pikiran positif, akan menjadi energi yang tepat untuk membantu menjadi pribadi yang efektif dalam tindakan.

Efektivitas adalah sesuatu yang harus dikerjakan melalui tata kelola, dengan bantuan dari berbagai keterampilan yang saling melengkapi. Kolaborasi, koordinasi, dan komunikasi adalah energi pengikat dari masing-masing keterampilan untuk melengkapi setiap proses kerja yang efektif. Karakter kerja yang menghormati semua keterampilan dan kepribadian orang lain dengan empati dan toleransi, akan mengembangkan dan memelihara semua keterampilan dan kepribadian, untuk berkontribusi dalam menghasilkan sesuatu yang efektif, efisien, dan produktif.

Efektivitas harus dimulai dari visi yang tergambar secara jelas, lalu dituangkan ke dalam perencanaan yang mudah untuk dikerjakan. Kemudian, mengelola motivasi, komunikasi, disiplin, dan mampu berurusan dengan konflik, serta memiliki solusi dan keputusan yang tepat untuk setiap konflik dan perbedaan. Perencanaan yang dibuat haruslah memiliki ruang untuk menciptakan keputusan baru, pemecahaan masalah, dan perbaikan terhadap hal-hal yang gagal berfungsi. Dan salah satu hal penting adalah menghindari kesalahan administratif dari perencanaan dan tindakan.

Orang-orang efektif selalu mendengarkan dengan perhatian penuh. Mereka sadar bahwa setiap orang hadir untuk memberikan kontribusi. Jadi, mereka selalu menjadi pendengar yang tidak suka interupsi hanya untuk hal-hal tidak penting, apalagi berdebat di luar zona target. Mereka tidak pernah mengabaikan semua orang yang ada dalam tim kerja. Mereka selalu sadar bahwa setiap potensi, keterampilan, pengetahuan, energi, dan sumber daya harus dalam kolaborasi yang kuat, untuk bisa menghasilkan sesuatu yang efektif dari tujuan yang sedang dikerjakan.

Ketika staf berbicara menyampaikan proses pekerjaannya, maka pimpinan yang mendengar dengan mudah dapat memahami dan mengevaluasi kinerja stafnya. Jadi, pemimpin yang efektif selalu senang mendengarkan laporan dari para stafnya, tanpa berdebat dan menghabiskan waktu dalam rapat yang tidak terarah. Dalam ketenangan dan kesabaran mendengar dia mendapatkan pengetahuan yang jelas dari stafnya, sehingga  dia bisa mengukur kualitas kerja stafnya berdasarkan umpan balik yang dia dapatkan dari para stafnya tersebut.

Efektivitas merupakan produk dari keputusan yang tepat terhadap tujuan dari gambaran visi. Setiap kesalahan adalah kelalaian dalam menjalankan komitmen untuk tindakan yang efektif. Setiap orang yang ingin menjadikan dirinya efektif dalam melakukan tugas dan tanggung jawab, maka dirinya harus berkomitmen total untuk menjalankan tujuan dengan pikiran, emosi, sikap, karakter, dan kompetensi yang terfokus untuk efektif.

Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Previous post:

KOMPETENSI KARYAWAN ADALAH ASET PERUSAHAAN

PROFILE DJAJENDRA CORPORATE TRAINING 01“Modal Manusia Seperti Ikan Yang Membutuhkan Air Dengan Lingkungan Yang Kaya Makanan. Air Dan Lingkungan Yang Kaya Makanan Untuk Modal Manusia Adalah Budaya Organisasi, Kepemimpinan, Potensi Bisnis, Serta Keunggulan Keuangan Perusahaan. Bila Budaya Organisasinya Lemah, Maka Modal Manusia Tidak Akan Menjadi Aset Yang Unggul. Bila Kepemimpinannya Tidak Efektif, Maka Modal Manusia Sulit Memahami Visi, Misi, Dan Tujuan Perusahaan. Bila Bisnis Dan Potensi Bisnis Tidak Tereksplorasi Dalam Kreativitas Dan Inovasi, Maka Modal Manusia Menjadi Tidak Berharga. Bila Keuangan Perusahaan Miskin Dan Cash Flow Kering, Maka Modal Manusia Akan Kabur Mencari Kehidupan Di Tempat Lain.” ~ Djajendra

Modal manusia adalah sebuah kekuatan yang sangat penting dalam membangun kekayaan perusahaan. Modal manusia yang unggul berpotensi membantu kepemimpinan untuk menjadi lebih efektif dan unggul; membantu pembentukan organisasi yang berbudaya kuat; membantu peningkatan kinerja keuangan perusahaan; serta membantu menciptakan potensi bisnis baru dari hasil kreativitas dan inovasi. Modal manusia yang unggul akan menjadi solusi luar biasa, untuk meningkatkan daya saing perusahaan di level lokal dan global.

Mengelola modal manusia membutuhkan strategi yang cerdas untuk dapat mengoptimalkan potensi individu. Untuk itu, perusahaan harus memfasilitasi dan membiayai proses pembelajaran karyawan secara berkelanjutan; Memberikan penghargaan dan memperlakukan karyawan sebagai aset yang paling berharga. Dan kemudian, kepemimpinan harus mengkomunikasikan kinerja dan target dengan jelas dan konsisten; manajer harus adil dan terbuka bersama tanggung jawab untuk penilaian, penghargaan, merawat, dan mengarahkan potensi karyawan ke dalam tanggung jawab bisnis yang lebih tinggi, serta menciptakan inovasi dan mendukung perbaikan terus-menerus di setiap aspek kerja dan bisnis.

Modal manusia berarti para karyawan memiliki kemampuan analisis dan komunikasi yang kuat; antusiasme yang tinggi terhadap pekerjaan; memiliki keunggulan moral dan hati nurani; unggul dalam kreativitas dan rasa ingin tahu secara intelektual; memiliki daya tahan mental dan fisik yang unggul; memiliki karakter proaktif untuk tujuan; memiliki ketajaman naluri bisnis yang kuat; memahami orang, proses, teknologi dan operasional dengan integritas pribadi yang tinggi.

Keunggulan kualitas karyawan sebagai modal manusia dalam perusahaan, akan memungkinkan perusahaan menjaga daya saing, agar dapat memenangkan kompetisi bisnis. Sikap proaktif kepemimpinan perusahaan untuk melindungi modal manusia, seperti melindungi aset penting lainnya, akan membuat perusahaan dan kepemimpinan selalu menjadi lebih unggul dalam mengatasi berbagai potensi risiko. Khususnya, risiko yang bersumber dari perilaku dan cara berpikir sumber daya manusia terhadap bisnis, organisasi, dan kepemimpinan.

Walaupun modal manusia selalu dipersepsikan oleh para ahli sebagai modal tak berwujud. Tetapi, sesungguhnya modal manusia selalu berwujud dalam bentuk perilaku dan cara berpikir. Mungkin modal manusia belum dapat dibukukan seperti modal uang dan modal barang. Tapi, realitas selalu memperlihatkan bahwa modal manusia adalah sesuatu yang sangat menentukan keberhasilan pengelolaan terhadap modal uang dan modal barang. Oleh karena itu, modal manusia harus dapat dikendalikan emosi dan hati nuraninya, agar modal manusia mampu menghasilkan kekuatan moral, untuk digunakan dalam meningkatkan pertumbuhan semua aset perusahaan, serta untuk dapat melindungi modal keuangan dan potensi bisnis perusahaan dari berbagai risiko.

Modal manusia adalah kekuatan yang paling strategis dalam bisnis. Oleh karena itu, kepemimpinan perusahaan harus cerdas, konsisten, akurat, dan tegas; dalam mengambil keputusan strategis tentang tata kelola kekayaan potensi manusia, agar dapat mengelola karyawan perusahaan sebagai aset dan modal perusahaan yang unggul.

Modal manusia adalah aset terbaik yang dapat digunakan untuk melindungi kekayaan perusahaan dari gerusan inflasi dan risiko lainnya. Sumber daya manusia yang terdidik secara moral, etika, hati nurani, karakter, kualitas, dan kompetensi, akan menjadi pelindung terbaik terhadap daya saing perusahaan di sepanjang waktu, dan di setiap situasi.

“Orang Cerdas Akan Menjadikan Dirinya Sebagai Aset Investasi Terbaik. Dan, Dia Akan Menjadi Pembelajar Seumur Hidup, Untuk Menjadikan Dirinya Sebagai Modal Manusia, Yang Mampu Menjadi Aset Produktif Buat Dirinya Dan Orang Lain.” ~ Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Previous post:

INTRAPRENEURSHIP

PELATIHAN CORPORATE ENTREPRENEURSHIP 2HARI 16 JAM - DJAJENDRA MOTIVATION

INTRAPRENEURSHIP HARUS DIDUKUNG DENGAN STRUKTUR ORGANISASI DAN PRAKTIK MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA YANG MENDORONG INOVASI DAN SEMANGAT KEWIRAUSAHAAN KARYAWAN DI DALAM PERUSAHAAN

Video pelatihan djajendra: http://www.youtube.com/user/MrDjajendra

“Intrapreneur Adalah Aset Perusahaan Yang Akan Memiliki Produktivitas, Kreativitas, Daya Saing, Dan Kinerja Pasar Yang Tinggi. Bila Mereka Hidup Dalam Praktik Manajemen Sumber Daya Manusia Dengan Fleksibilitas Kebijakan Dan Prosedur, Yang Dibutuhkan Dalam Mendorong Inovasi Dan Kewirausahaan Perusahaan.” ~ Djajendra

“Praktik Sumber Daya Manusia Yang Jelas Dan Rinci Akan Membuat Semua Potensi Karyawan Dapat Terkelola Untuk Meningkatkan Kinerja Dan Daya Saing Perusahaan.” ~ Djajendra

Kewirausahaan perusahaan atau biasa disebut dengan corporate entrepreneurship melibatkan struktur organisasi dan praktik manajemen sumber daya manusia  yang mendorong kolaborasi, kreativitas, dan komitmen individu untuk memfasilitasi inovasi dan kewirausahaan dalam perusahaan. Di sini, perusahaan harus mendesain struktur organisasi untuk bisa memiliki tingkat toleransi yang tinggi terhadap fleksibilitas dari kebijakan dan prosedur, khususnya untuk tujuan mendorong inovasi dan semangat kewirausahaan dalam praktik kerja sehari-hari di perusahaan.

Setiap karyawan perusahaan yang mampu memainkan peran intrapreneur adalah aset perusahaan yang wajib dilindungi dan dikembangkan. Sebab, seorang intrapreneur di dalam perusahaan berpotensi menciptakan bisnis baru dan juga berpotensi menciptakan pasar baru dari hasil pemikirannya. Dengan mengembangkan potensi intrapreneur di dalam perusahaan melalui struktur dan praktik manajemen sumber daya manusia, maka perusahaan akan meyiapkan lingkungan kerja yang ramah dan yang memotivasi semangat kewirausahaan karyawan dalam perusahaan.

Perusahaan harus menyiapkan desain pekerjaan yang fleksibel dalam merangsang semangat kewirausahaan karyawan di dalam perusahaan; perusahaan harus secara terus-menerus mendorong karyawan menjadi pembelajar, serta menyiapkan pelatihan-pelatihan untuk tujuan peningkatan kompetensi teknis dan wawasan kewirausahaan karyawan dalam perusahaan; perusahaan harus menyiapkan nilai-nilai perusahaan yang membuat karyawan terbiasa dengan kewirausahaan perusahaan; perusahaan harus menyiapkan tata kelola yang membuat karyawan menjadi mudah berkomunikasi secara terbuka di lintas fungsional dalam struktur organisasi; perusahaan harus menyiapkan penghargaan dan gaji yang tinggi untuk menghormati kinerja karyawan sebagai intrapreneur yang andal; perusahaan harus melakukan penilaian secara terbuka dan adil terhadap umpan balik karyawan, serta menyiapkan kondisi kerja yang fleksible agar potensi kreatif karyawan intrapreneur tetap unggul.

Praktik manajemen sumber daya manusia untuk intrapreneurship haruslah menciptakan tata kelola yang membuat setiap karyawan memiliki inisiatif tinggi dalam kewirausahaan perusahaan; memiliki kemampuan untuk penerimaan tanggung jawab dengan profesional; memiliki mental kolaborasi spontan; memiliki kemampuan untuk berinovasi tanpa batas; memiliki kemampuan untuk cepat belajar; memiliki orientasi target yang terfokus; memiliki perasaan nyaman dengan pekerjaan; dan memiliki empati dengan nilai-nilai bisnis perusahaan. Di mana, semua kemampuan tersebut harus dapat menciptakan karyawan intrapreneur yang produktif, berdaya saing tinggi, kreatif, dan memiliki kinerja pasar yang lebih kuat dari para pesaing mereka. Artinya, para karyawan intrapreneur ini harus mampu menjadi aset produktif perusahaan, yang benar-benar menghasilkan nilai tambah dengan inovasi dan kecerdasan naluri bisnis mereka.

Sumber daya manusia merupakan unsur paling penting untuk menciptakan corporate entrepreneurship. Sebab, setiap individu memiliki kekayaan potensi kreatif unik yang mungkin selaras dengan misi organisasi. Oleh karena itu, manajemen perusahaan yang ingin menjalankan kewirausahaan korporasi haruslah memiliki kebijakan tata kelola sumber daya manusia, yang terfokus pada pemberdayaan keunggulan daya kreatif dan inovatif karyawan. Dan untuk itu, diperlukan penetapan prosedur yang jelas, untuk mengatur tempat kerja dan waktu buat pengembangan kreatifitas karyawan.

Lingkungan kerja dalam kewirausahaan perusahaan tidaklah boleh menjadi terlalu kompleks, tapi harus menjadi lebih dinamis dalam tata kelola yang mengurangi birokrasi yang berbelit-belit. Termasuk, gaya manajemen perusahaan harus menjadi lebih berorientasi kepada kewirausahaan perusahaan, serta meminta atau menargetkan kepada para intrapreneur untuk mengidentifikasi peluang-peluang baru, dan menghasilkan kinerja unggul secara berkelanjutan.

Sifat dan perilaku inovatif tidak selalu akan memberikan kontribusi untuk kinerja. Oleh karena itu, perusahaan harus memiliki kemampuan untuk menerima risiko dari hasil inovatif dan proaktif yang tidak produktif. Dan tetap secara sistematis memfasilitasi inovasi dan kewirausahaan dalam perusahaan dengan konsisten. Semakin konsisten manajemen perusahaan mendorong kegiatan kewirausahaan perusahaan, maka semakin kuat praktik struktural organisasi dalam menjalankan kewirausahaan perusahaan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PENGEMBANGAN KARAKTER INTRAPRENEUR

PELATIHAN CORPORATE ENTREPRENEURSHIP 2HARI 16 JAM - DJAJENDRA MOTIVATION

PENGEMBANGAN KARAKTER INTRAPRENEUR

Video pelatihan djajendra: http://www.youtube.com/user/MrDjajendra

“Musuh Utama Dari Seorang Intrapreneur Adalah Menggeser Ide-Idenya Ke Ruang Yang Lebih Sempit, Ke Parameter Yang Terbatas, Dan Yang Membatasi Jalan Untuk Sesuatu Yang Jauh Lebih Besar.” ~ Djajendra

Intrapreneur adalah karyawan yang berpikir kreatif dan bertindak inovatif untuk mewakili perusahaan dalam menjawab tantangan. Sesuatu yang dikerjakan intrapreneur bisa benar untuk satu orang, tetapi bisa salah bagi orang lain. Dan tidak ada satu orang pun yang boleh menjadi hakim terhadap cara berpikir intrapreneur, karena kebenaran yang dia sampaikan hanya masalah perspektif.

Pekerjaan intrapreneur adalah pekerjaan yang bukan untuk menemukan sesuatu yang normal, tapi untuk menemukan sesuatu yang unik, dan yang dapat menciptakan tren baru dalam kehidupan, bahkan kalau bisa menjadi sebuah awal evolusi atau revolusi dalam tujuan bisnis yang berkelanjutan.

Intrapreneur harus memiliki kemampuan untuk membaca realitas dengan cara yang tidak menghakimi, dengan cara yang tidak eksklusif, dan membuat karakter dirinya tidak membagi segala sesuatu sesuai dengan apa yang disukai dan apa yang tidak disukai. Dia harus menjadi kreatif dalam keterbukaan ide, dan membiarkan dirinya berbicara dengan banyak ide, tanpa terjebak kepada hal-hal yang sifatnya normatif.

Musuh utama dari seorang intrapreneur adalah menggeser ide-idenya ke ruang yang lebih sempit, ke parameter yang terbatas, dan yang membatasi jalan untuk sesuatu yang jauh lebih besar. Bila intrapreneur sudah tahu apa yang dia tahu, maka di sisi lain akan ada apa yang dia tidak tahu adalah apa yang diketahui oleh orang lain. Dan oleh karenanya,  karakter seorang intrapreneur yang rendah hati dan pembelajar akan jauh lebih menarik dan berkembang. Sebab, dia akan memiliki informasi tak terbatas dari karakter pembelajar, yang akan membuka diri untuk menerima pengetahuan apa pun, walaupun itu hanya sebagian kecil dari apa yang ada untuk tahu, dan dia sadar bahwa ada jumlah tak terbatas yang dia tidak tahu.

Seorang intrapreneur pembelajar akan terus berlatih kebiasaan untuk dapat melakukan proses kreatif, lalu menyelesaikan proses kreatif menjadi inovatif yang bernilai ekonomi, dan tidak pernah malu untuk terus mencoba atas kegagalan yang dialami.

Karakter yang gemar mengumpulkan ide dan menyambungkannya ke visi adalah kebiasaan yang akan menciptakan titik keseimbangan dalam pola kerja kreatif intrapreneur. Kebiasaan untuk berpikir, merenung, berimajinasi, belajar, melakukan percobaan, dan memotivasi diri sendiri dengan kekuatan keyakinan untuk sukses, akan menjadi pola yang membuat fungsi intrapreneur terus mencapai tingkat puncak. Setiap eksekusi dari intrapreneur membutuhkan perencanaan, fokus, semangat, akuntabilitas, integritas pribadi, pragmatisme, fleksibilitas, serta keterbukaan pikiran untuk tidak dikendalikan ego dan nafsu diri sendiri.

Karakter intrapreneur adalah karakter yang harus ambisius untuk menghadirkan prototipe atas semua ide kreatifnya. Dia juga akan belajar memahami realitas pasar, dan dengan ide-ide kreatifnya, dia berani mengeksekusi hasil karyanya untuk sukses di pasar dan disukai konsumen.

Intrapreneur bukanlah karyawan biasa, tapi dia adalah karyawan luar biasa dengan ide-ide cemerlang, yang mampu membawa perusahaannya ke puncak sukses tertinggi. Dia tahu pasar, dan pasar tahu dia. Jadi, ide-ide kreatifnya selalu akan diterima pasar.

Karakter intrapreneur akan semakin berkembang saat budaya organisasi memainkan peran penting, untuk merangkul dan memberikan kebebasan kepada para intrapreneur, untuk mengembangkan potensi mereka dengan maksimal. Ketika budaya organisasi merangkul intrapreneur dan melekatkan potensi dan bakat kuat mereka di seluruh dimensi organisasi, maka para intrapreneur ini akan menjadi mesin waktu yang menopang budaya inovasi. Lalu, secara alami para intrapreneur akan menunjukkan kekuatan dari perspektif alternatif buat kejayaan masa depan perushaan.

Pastikan budaya organisasi telah mengarahkan disiplin intrapreneur ke dalam ruang kreatif perusahaan. Pastikan budaya organisasi telah memotivasi intrapreneur untuk fokus dalam adaptasi realitas pasar dan organisasi. Pastikan budaya organisasi telah memiliki sistem yang mendorong akuntabilitas intrapreneur atas setiap percobaan yang mereka lakukan.

Pengembangan karakter intrapreneur tidak sekedar untuk menjadi kreatif dalam keadaan konstan, tapi juga sangat terlatih untuk menciptakan ide-ide berani saat bisnis sedang goyah. Oleh karena itu, karakter seorang intrapreneur tidaklah boleh tenggelam di tengah-tengah keputusasaan untuk menemukan solusi, tapi karakternya harus kuat dalam menghadapi ketertindasan oleh persaingan bisnis yang tidak adil. Dan mampu menjadi pribadi yang secara fisik, mental, dan emosional, termotivasi untuk membuat perusahaan menang dan unggul dalam semua dimensi usahanya.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

INTRAPRENEURSHIP MERUPAKAN MANAJEMEN STRATEGI DARI ENTREPRENEURSHIP

PELATIHAN CORPORATE ENTREPRENEURSHIP 2HARI 16 JAM - DJAJENDRA MOTIVATION

INTRAPRENEURSHIP MERUPAKAN MANAJEMEN STRATEGI DARI ENTREPRENEURSHIP

Video pelatihan djajendra: http://www.youtube.com/user/MrDjajendra

“Intrapreneur Adalah Orang Yang Diberi Pekerjaan Oleh Entrepreneur Dengan Remunerasi Dan Sumber Daya, Untuk Mengoptimalkan Mimpi Dan Potensinya, Buat Memenangkan Perusahaan Dari Perubahan Kompetisi Pasar.” ~ Djajendra

Istilah lain untuk Intrapreneur adalah Corporate Entrepreneur. Seorang Intrapreneur adalah seseorang Corporate Entrepreneur yang kaya akan ide, konsep, wawasan, dan gambaran akan sebuah produk, jasa, atau proses yang sifatnya baru. Dia adalah seorang inovator yang selalu memiliki perasaan atau intuisi terhadap sesuatu dari hasil kreatifitasnya.

Intrapreneurship dan Corporate Entrepreneurship adalah praktek kewirausahaan oleh karyawan dan pimpinan dalam suatu perusahaan. Mereka adalah para profesional dan bukan pemilik saham. Tetapi, mereka dipercaya dan dibiayai oleh pemilik saham perusahaan, untuk mendapatkan sebuah bisnis baru, atau menghidupkan kembali bisnis yang sudah ada dengan inovasi-inovasi terbaru  dalam rangka untuk menemukan dan memanfaatkan peluang baru, agar perusahaan bisa terus menang dalam kompetisi bisnis yang sangat cepat dengan berbagai perubahan.

Intrapreneur harus memiliki ambisi dan impian yang digunakan untuk mengejar atau menciptakan hal-hal baru dibidangnya. Dia harus menciptakan sebanyak mungkin inovatif melalui mimpi dan kreatifitas tanpa batas. Dia harus selalu bersikap proaktif dengan antusiasme dan gairah yang kuat, untuk bertindak menghasilkan maha karya dan nilai tambah yang terbaru. Dia harus menjadi pribadi dengan mental dan perilaku proaktifnya, untuk menemukan peluang baru, tanpa dibatasi oleh sumber daya dan potensi yang dia miliki atau kuasai saat ini. Dia adalah energi perubahan yang terus menerus berubah, untuk menemukan hal-hal terbaru, yang sebelumnya belum berwujud dalam realitas.

Intrapreneur adalah orang yang diberi pekerjaan oleh Entrepreneur dengan remunerasi. Oleh karena itu, tanggung jawab Entrepreneur terhadap perusahaanya mencakup semua aspek; sedangkan tanggung jawab Intrapreneur sebatas unit, produk, jasa, proses, atau sumber daya yang dia kembangkan. Seorang Entrepreneur adalah pemilik dan sekaligus operator perusahaan, yang berani mengambil risiko besar dari bisnis yang dia jalankan, dengan harapan mendapatkan keuntungan finansial dan manfaat nilai tambah lainnya. Jadi, seorang Intrapreneur memiliki risiko terbatas, dan seorang Entrepreneur memiliki risiko tidak terbatas.

Intrapreneurship merupakan manajemen strategi dari Entrepreneurship. Oleh sebab itu, fungsi Intrapreneurship harus dikelola dengan tata kelola terbaik untuk mendorong pertumbuhan perusahaan dari dalam. Perusahaan dengan konsep intrapreneurial efektif haruslah menciptakan lingkungan dan budaya perusahaan yang memungkinkan tumbuh berkembangnya semangat Intrapreneurship di dalam perusahaan.

Untuk penerapan konsep intrapreneurial yang efektif dalam perusahaan diperlukan kebijakan yang mengatur struktur formal untuk Intrapreneurship; diperlukan komitmen dan tanggung jawab dari karyawan dan pimpinan untuk mengkontribusikan cara kerja dan ide-ide buat menjaga kinerja dan daya saing perusahaan; diperlukan upaya nyata dari perusahaan untuk menciptakan tenaga kerja yang beragam kemampuan atau multi talenta; diperlukan integritas perusahaan untuk merancang jalur karir yang menarik dan kompetitif; dan juga menciptakan konsep insentif yang membuat pekerja selalu setia seumur hidup bersama perusahaan.

Kemauan dan kemampuan perusahaan untuk menyediakan dana buat pengembangan intrapreneur di dalam perusahaan, akan menjadikan perusahaan selalu memiliki para eksekutif senior dan junir untuk proyek-proyek prospektif. Dan juga, perusahaan berpotensi untuk mendapatkan peluang ataupun menjaga peluang-peluang yang sudah ada. Selanjutnya, perusahaan bisa terus unggul di tengah ladang persaingan yang sangat keras saat ini. Menjadikan setiap karyawan dan pimpinan sebagai seorang Intrapreneur akan membuat perusahaan jeli mengenali aneka peluang, risiko, dan memanfaatkannya secara benar untuk menjaga daya saing dan kinerja perusahaan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

INTRAPRENEURSHIP DALAM PERUSAHAAN YANG SANGAT BIROKRASI

PELATIHAN CORPORATE ENTREPRENEURSHIP 2HARI 16 JAM - DJAJENDRA MOTIVATION

MUNGKINKAH INTRAPRENEURSHIP BERJALAN DENGAN EFEKTIF DI PERUSAHAAN YANG PENUH BIROKRASI?

“Intrapreneurship Berarti Para Karyawan Diminta Untuk Menjadi Pengusaha Di Dalam Perusahaan. Mindset Pengusaha Adalah Selalu Mencari Peluang Untuk Menciptakan Kekayaan Atas Sumber Daya Yang Dia Miliki. Dan Bila Karyawan Diminta Untuk Menjadi Pengusaha Berarti Mereka Juga Akan Bekerja Untuk Menciptakan Kekayaan Lebih Dari Sumber Daya Yang Mereka Miliki, Yaitu Kompetensi Dan Kerja Keras. Artinya, Pemilik Saham Harus Mampu Membayar Kompetensi Dan Kerja Keras Para Intrapreneurship Dengan Harga Yang Kompetitif.”~Djajendra

Masa depan korporasi mengisyaratkan untuk menata diri dengan menjadi lebih dinamis melalui keunggulan kreativitas dan inovasi. Kompetisi bisnis membutuhkan jiwa kewirausahaan dari setiap orang di dalam perusahaan. Kemampuan menjadi wirausaha perusahaan akan menjadi faktor kunci dalam menjamin kelangsungan hidup dan keberhasilan peningkatan kinerja perusahaan.

Ketika sebuah perusahaan besar yang mapan dengan birokrasinya mencoba menjalankan gaya manajemen Intrapreneurship atau Corporate Entrepreneurship, maka mereka akan dihadang oleh tantangan besar dari kebiasaan kerja birokrasi yang mapan dan kuat dengan tata kelolanya. Di mana, para karyawan dan pimpinan lebih difungsikan untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab melalui birokrasi yang mapan dan kuat, sehingga hal ini menyulitkan tumbuhnya jiwa Intrapreneurship di dalam perusahaan.

Bila membuka kamus maka kata Intrapreneurship didefinisikan sebagai praktek kewirausahaan di sebuah perusahaan mapan. Intrapreneurship menerapkan gaya manajemen yang ditandai dengan fleksibilitas, inovasi, dan pengambilan risiko untuk sebuah perusahaan mapan dan stabil. Tujuannya adalah untuk pengembangan produk melalui jalur cepat dengan menghindari birokrasi, agar dapat mengambil keuntungan dari kesempatan baru atau untuk menilai kelayakan suatu proses baru atau desain. Artinya, Intrapreneurship merupakan sebuah perilaku manajemen di internal perusahaan, untuk berani mengabaikan birokrasi yang panjang dalam mengejar kinerja melalui inovasi dan perubahan cepat. Pertanyaannya, apakah hal ini mudah untuk dilakukan? Bagaimana dengan fungsi transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proses dari berjalannya gaya manajemen Intrapreneurship?

Di perusahaan-perusahaan kecil dan menengah milik keluarga biasanya gaya Intrapreneurship dapat berjalan dengan sangat mudah. Sebab, tata kelola perusahaannya sangat fleksible dan cendrung bergantung kepada keputusan dari satu atau dua orang, sehingga setiap proses berlangsung dengan birokrasi yang sederhana yang tidak merusak jiwa kewirausahaan di dalam perusahaan. Kecepatan untuk mencari dan menemukan pasar baru buat peningkatan penjualan, dan kecepatan untuk menciptakan produk baru yang inovatif dalam menjawab kebutuhan pasar selalu terlihat mudah dan fleksible. Hal ini berbeda dengan perusahaan-perusahaan yang sangat besar dengan sistem birokrasi yang panjang dan rumit. Biasanya, terlihat sangat kaku, tidak mudah, dan kurang fleksible dalam menjawab tantangan pasar yang sekarang ini sangat dinamis dengan perubahan.

Unsur kunci dari Intrapreneurship di perusahaan besar yang mapan adalah kemampuan kepemimpinan yang kuat bersama budaya integritas, untuk mendukung kecepatan dari setiap proses pengambilan keputusan. Termasuk, kesiapan menciptakan jiwa-jiwa kewirausahaan di dalam perusahaan dari setiap karyawan strategis untuk berkembang bersama kebebasan inovasi dan kreatifitas dalam bingkai transparansi, akuntabilitas, integritas, etika, dan pengendalian emosional diri.

Secara tradisional dalam gaya manajemen perusahaan yang dikendalikan oleh sebuah keluarga, penggunakan konsep Intrapreneurship untuk meningkatkan inovasi dan kreativitas adalah hal yang umum biasa dilakukan. Tapi, mereka tidak mengenal kata Intrapreneurship, dan yang mereka kenal adalah jiwa kewirausahaan dan loyalitas dari para manajer inti yang bekerja bersama mereka di dalam perusahaan, untuk bergerak cepat dan lincah dalam menemukan pasar, dan melayani pelanggan dengan berbagai produk baru yang inovatif.

Kata Intrapreneurship menjadi populer saat majalah TIME pada bulan Februari tahun 1985 memuat artikel tentang Intrapreneur. Dan sejak itu, Intrapreneurship menjadi sangat populer. Apalagi ketika pimpinan dan pemilik Apple Computer, Steve Jobs, dalam sebuah wawancara dalam artikel Newsweek September 1985, mengatakan bahwa, “Tim Macintosh adalah apa yang dikenal sebagai Intrapreneurship.”

Sekarang ini semua perusahaan besar memimpikan untuk memiliki para karyawan atau manajer yang berjiwa Intrapreneurship di dalam perusahaan. Persoalannya, pelaksanaan konsep Intrapreneurship di perusahaan besar milik publik atau pemerintah, memerlukan trust dan kredibilitas dari para manajer, untuk menjalankan budaya integritas dengan tulus dan ikhlas sebelum diberikan kepercayaan untuk menjadi Intrapreneur. Sebab, saat seseorang betul-betul menjalankan perannya sebagai Intrapreneur di tempat dia bekerja, maka dia akan memiliki mindset sebagai seorang pengusaha, bukan lagi sebagai seorang profesional atau karyawan. Mindset sebagai seorang pengusaha di perusahaan yang sahamnya bukan milik dia pribadi berpotensi menimbulkan konflik kepentingan, yang bila tidak memiliki kekuatan integritas dan etika, maka perusahaan selalu akan dirugikan dari upaya untuk mencari keuntungan buat kepentingan pribadi atau kelompok.

Menjadi Intrapreneur di sebuah perusahaan besar dan mapan dibutuhkan keterampilan kepribadian dan mental di luar kreativitas, termasuk bersedia untuk mengambil risiko di berbagi dan mendorong ide unik, memiliki ketekunan untuk menunggu persetujuan manajemen senior untuk menciptakan dan meluncurkan produk atau jasa, dan sikap proaktif untuk melihat hasil akhir dengan cara kerja yang etis dari integritas pribadi yang tinggi.

Intrapreneur haruslah bermindset pengusaha dalam sikap terbuka dan jujur??. Hal ini menjadi keharusan, karena para Intrapreneur ini sejatinya adalah karyawan dan bukan pemilik saham. Tapi, mereka diharapkan untuk memainkan peran sebagai pemilik perusahaan yang gigih dan memiliki gairah dalam antusiasme tinggi untuk menghasilkan ide-ide inovatif, agar organisasi dapat tumbuh dan menang dalam kompetisi pasar.

Para pemimpin perusahaan yang menjalankan gaya manajemen Intrapreneurship haruslah menjadi visioner yang cerdas mewujudkan mimpi menjadi realitas. Setiap proses dan birokrasi tetaplah diperlukan untuk kepentingan pengawasan. Tapi, kecepatan dan kelincahan dalam mengikuti kebijakan untuk menjalankan proses persetujuan yang singkat, haruslah menjadi sebuah kebiasaan kerja yang efektif.

Jangan biarkan ide-ide kreatif yang hebat terkurung dalam kotak birokrasi yang lamban. Kedepankan budaya integritas sebagai altar untuk menjalankan kewirausahaan dalam perusahaan. Biarkan setiap orang membawa ide-ide inovatif untuk kemajuan perusahaan. Berikan perhatian dan kompensasi yang sesuai dengan pengetahuan dan keterampilan karyawan Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Video pelatihan djajendra: http://www.youtube.com/user/MrDjajendra

MEMBANGUN KEPERCAYAAN MELALUI BUDAYA PERUSAHAAN

“Budaya Perusahaan Harus Dikembangkan Menjadi Budaya Yang Memiliki Kemampuan Untuk Meningkatkan Kepercayaan Yang Tinggi Diantara Semua Orang Di Dalam Perusahaan, Dan Kemudian Memperlihatkan Perilaku Berbudaya Etis Yang Dapat Dipercaya Oleh Semua Orang Dari Luar Perusahaan.” ~ Djajendra

Jika semua orang di kantor sudah kehilangan kepercayaan terhadap budaya perusahaan, dan semua orang mulai meninggalkan nilai-nilai kehidupan kerja yang bersumber dari budaya perusahaan, maka semua orang akan kehilangan arah untuk memberikan manfaat dari kepercayaan mereka kepada perusahaan dan stakeholder.

Kualitas dan efektifitas kerja yang unggul selalu berpusat pada fakta sederhana bahwa kepercayaan yang terbentuk melalui kekuatan budaya perusahaan adalah unsur yang paling penting dalam membangun kinerja yang tinggi.

Setiap orang di dalam perusahaan, apakah di level top manajemen atau di level bawah, mereka harus datang untuk menciptakan sinergi dan kepercayaan antara satu sama lain sebagai sebuah tim besar, untuk memberikan kontribusi buat mencapai tujuan dengan kinerja terbaik. Bila mereka merasa tidak memiliki kebutuhan untuk membangun dan menumbuhkan hubungan yang solid dalam tingkat kepercayaan yang tinggi,  maka dampak dari kurangnya kepercayaan diantara mereka akan mengurangi kualitas pelayanan kepada pelanggan, dan pelanggan akan merasa tidak senang dengan pelayanan perusahaan, dalam jangka panjang perusahaan berpotensi kehilangan bisnis.

Ketika semua orang dari semua level karyawan dan manajemen dalam perusahaan bersepakat dalam tingkat kepercayaan yang tinggi, untuk hidup berbudaya dan saling berinteraksi atas dasar nilai-nilai budaya perusahaan, maka budaya perusahaan akan menjadi sumber kekuatan untuk membangun kepercayaan di internal, antara karyawan dan manajer, dan juga dengan manajemen tingkat atas. Dan kemudian, kepercayaan ini akan menular secara otomatis untuk membangun kepercayaan antara perusahaan dengan pelanggan, dan dengan stakeholder lainnya.

Bekerja dengan berbudaya untuk meningkatkan kepercayaan pada berbagai tingkatan di dalam perusahaan, akan membangun keunggulan di internal perusahaan untuk saling berkinerja melalui kontribusi yang terkontrol, untuk fokus melayani pelanggan dan mendapatkan kepercayaan pelanggan kepada perusahaan.

Budaya perusahaan harus memiliki naluri kolaborasi yang tinggi secara individu, struktur, peran, dan fungsional. Lalu, setiap orang mampu memimpin dengan tata kelola berdasarkan budaya perusahaan, untuk menunjukkan kepada pelanggan dan stakeholder lainnya bahwa perusahaan selalu bekerja untuk mencapai solusi terbaik buat semua pihak di dalam dan di luar perusahaan.

Salah satu nilai terpenting dalam menjalankan budaya perusahaan yang terpercaya adalah transparansi. Jika perusahaan ingin dipercaya oleh setiap stakeholdernya dengan sepenuh hati, maka pimpinan dan manajemen harus membuat setiap komponen di internal perusahaan bekerja secara terbuka, tanpa menyimpan agenda tersembunyi, yang membuat orang lain merasa diperlakukan tidak adil melalui rahasia tersembunyi.

Aliran komunikasi dengan reputasi dan kredibilitas yang tinggi dari semua tingkatan di dalam organisasi akan membuat semua pihak di internal perusahaan, saling meningkatkan kualitas kepercayaan, lalu berbagi informasi, memberikan umpan balik yang konstruktif, berbicara dengan tujuan yang baik tentang pekerjaan masing-masing.

Budaya perusahaan dengan tingkat kepercayaan yang tinggi, akan menjadi sumber kekuatan perusahaan, untuk menciptakan bisnis dan kinerja tertinggi.

Cara Terbaik Untuk Mengetahui Apakah Anda Bisa Mempercayai Seseorang Adalah Dengan Mempercayai Mereka.” ~ Ernest Hemingway

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

CARA MEMBERIKAN KASIH SAYANG KEPADA PERUSAHAAN DAN STAKEHOLDER

SEMI OUTBOUND MOTIVASI DAN TEAMWORK - DJAJENDRACARA MEMBERIKAN KASIH SAYANG KEPADA PERUSAHAAN DAN STAKEHOLDER

“Ketika Anda Mulai Bekerja Dengan Kasih Sayang Kepada Perusahaan, Bisnis, Dan Semua Stakeholder Anda; Maka Keajaiban Akan Hadir Untuk Membuat Masa Depan Anda Menuju Ke Puncak Sukses Tertinggi.” ~ Djajendra

“Cinta Dan Kasih Sayang Dapat Menyelesaikan Banyak Masalah, Dan Juga Dapat Meningkatkan Kualitas Bahagia Ke Level Yang Lebih Tinggi.” ~ Djajendra

Salah satu cara untuk menciptakan keharmonisan di tempat kerja adalah melalui penginternalisasian nilai-nilai yang mencerdaskan emosional cinta setiap orang di dalam perusahaan terhadap perusahaan, bisnis, dan stakeholder. Setiap karyawan dan pimpinan harus dibiasakan untuk memiliki empati dan kecerdasan mengendalikan situasi, agar dapat menempatkan diri positif ke dalam pikiran dan hati orang lain.

Kasih sayang lahir dari pikiran positif dan perasaan yang mencintai dalam kepedulian untuk memberi lebih dari yang diterima. Oleh sebab itu, setiap karyawan dan pimpinan harus membiasakan diri, untuk menanam benih kasih sayang setiap hari, ke dalam diri masing-masing secara proaktif, atas dasar kesadaran diri sendiri yang penuh integritas pribadi.

Perilaku kerja yang saling membantu untuk memudahkan pencapaian tujuan dan misi perusahaan, dan ketulusan hati untuk selalu memberikan uluran tangan secara proaktif, tidak peduli seberapa besar atau seberapa kecil bantuan tenaga dan pikiran yang harus dikontribusikan, agar semua misi dan tujuan perusahaan dapat tercapai; merupakan hal yang akan membuat budaya perusahaan tumbuh menjadi sangat kuat untuk membuat setiap orang hidup dalam keharmonisan.

Tim manajemen perusahaan harus menyambut setiap karyawan dan stakeholder ke dunia korporasi yang beroperasi secara harmonis dan etis, tanpa merugikan pihak manapun. Integritas dan gaya manajemen yang etis terhadap organisasi, bisnis, dan stakeholder akan menjadikan operasional sehari-hari antara perusahaan dan stakeholder berjalan secara harmonis dan seimbang.

Tim manajemen harus memiliki disiplin dan pengaruh yang kuat untuk menginternalisasikan nilai-nilai perilaku kerja, setiap hari, ke dalam pikiran setiap orang di tempat kerja. Kemampuan tim manajemen untuk menunjukkan integritas pribadi dan perilaku etis kepada setiap orang di tempat kerja, serta empati untuk memahami ketakutan dan kekhawatiran dari para karyawan ataupun pelanggan, akan menjadikan tim manajemen unggul dalam menyebarkan etos kerja yang dapat menyeimbangkan semua aspek kerja perusahaan.

Kasih sayang otentik kepada perusahaan, bisnis, dan stakeholder lahir dari perasaan peduli untuk membantu setiap pihak terkait, agar mendapatkan manfaat positif atas keberadaan perusahaan. Perasaan peduli yang diikuti tindakan penuh tanggung jawab, akan menjadikan perusahaan unggul di sepanjang jalan, dan semua potensi dapat dioptimalkan untuk menciptakan masa depan yang lebih cemerlang buat setiap stakeholder.

Jika semua stakeholder memiliki kasih sayang dan konsisten memberikan kontribusi melalui kebaikan dari dalam diri masing-masing terhadap pekerjaan, tanggung jawab, kepentingan, dan keberlanjutan operasional perusahaan; maka kekuatan ini akan menjadi aset yang luar biasa untuk meningkatkan potensi bisnis dan ekonomi dari para stakeholder.

Cinta dan kasih sayang dapat menyelesaikan banyak masalah, dan juga dapat meningkatkan kualitas bahagia ke level yang lebih tinggi. Kesadaran diri masing-masing untuk memelihara hubungan baik dengan setiap stakeholder perusahaan, serta selalu berkomitmen untuk melakukan tindakan positif setiap hari melalui integritas pribadi, untuk pelayanan berkualitas kepada setiap pihak terkait dengan perusahaan; seperti: manajemen, pelanggan, dan karyawan, akan menjadikan perusahaan terus dapat meningkatkan reputasi dan kredibilitas.

Ketika setiap orang di dalam perusahan dapat menawarkan perilaku baik kepada setiap fungsi dan peran secara etis. Menghargai pekerjaan dari setiap fungsi dan peran dalam perusahaan tanpa berprasangka buruk. Mengambil tanggung jawab secara proaktif, serta menawarkan bantuan secara tulus dan ikhlas. Maka,  secara naluriah setiap orang akan termotivasi untuk berbuat lebih banyak hal-hal baik, agar dapat berkontribusi untuk membuat lingkungan kerja menjadi tempat yang menghasilkan energi bahagia untuk mengharmoniskan kehidupan kerja.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com