MOTIVASI DJAJENDRA

Leadership Organization Business Personal Interpersonal Entrepreneurs and Employed Professionals

Category: Social Intelligence (page 1 of 16)

Kecerdasan Sosial

SENYUM ADALAH TANDA PERSAHABATAN DAN HARMONIS

“Ketika hati marah mungkin sulit untuk menciptakan senyum di wajah, tetapi saat hati gembira sangat mudah untuk memberikan senyum tulus pada wajah.”~Djajendra

Tidak semua orang mampu mempertahankan senyum dalam kehidupan sehari-hari. Senyum adalah bahasa tubuh yang sangat berharga dalam kehidupan, tanda persahabatan dan harmonis. Senyum sangat berharga untuk membangun hubungan yang saling menghormati dan saling menjaga sopan santun.

Secara sadar, senyum perlu dilatih dan dibiasakan untuk dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Menenangkan diri, memfokuskan perhatian pada pernapasan Anda; kemudian, secara sadar sepenuhnya nikmati pernapasan Anda dan berikan senyum tulus saat mengikuti pernapasan Anda. Lakukan latihan ini terus-menerus, Anda akan terbiasa untuk memberikan senyum.

Tidak perlu senyum lebar, cukup kuncup kecil senyum dari kesadaran dan ketulusan hati. Buktikan Anda mampu senyum. Lihat diri Anda memberikan senyum, mempertahankan senyum Anda setiap saat untuk diri sendiri dan orang lain.

Senyum yang ringan, hanya sedikit senyum dari ketulusan hati mampu mengantarkan kedamaian dalam hidup. Senyum tulus di wajah Anda menghilangkan kelelahan, kekhawatiran, ketakutan, dan menghapus semua energi negatif.

Jadilah seniman yang bekerja untuk menciptakan senyum di bibir Anda. Miliki kepercayaan diri untuk menciptakan senyum ringan dan tulus di wajah Anda. Ketika hati marah mungkin sulit untuk menciptakan senyum di wajah, tetapi saat hati gembira sangat mudah untuk memberikan senyum tulus pada wajah Anda. Oleh karena itu, setiap saat hiduplah dalam kegembiraan dan rasa syukur sehingga Anda mampu memberikan senyum untuk kedamaian hidup.

Dalam hubungan dengan orang lain, senyum kecil Anda yang tulus mampu memberikan rasa tenang. Ini membuat hubungan menjadi cair dan damai. Senyum adalah bahasa perdamaian, bahasa hati yang menyampaikan tentang kebahagiaan.

Ketika suasana hati sedang tidak menyenangkan, jangan membiarkan Anda kehilangan senyum tulus. Ketika merasa lelah dan jengkel dengan realitas Anda, menenangkan diri dan kembali berlatih senyum mengikuti pernapasan Anda. Senyum tulus harus selalu mengalir satu irama dengan pernapasan Anda. Walau pun napas berhenti, senyum jangan sampai berhenti. Senyum tulus Anda mampu memberikan kebahagiaan bagi Anda dan orang-orang di sekitar Anda. Senyum adalah hadiah terindah yang wajib dibagikan untuk harmonis dan kedamaian hidup.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

SEMUA KEBEBASAN ADA DI DALAM DIRI KITA

“Selama kita masih bergantung pada hal-hal di luar diri kita, semua yang tampak berharga dan sempurna akan mengambil kebebasan kita.”~Djajendra

Ketika kita mempertaruhkan segalanya untuk mendapatkan kebebasan dari luar diri, kita tidak pernah mendapatkannya.  Tidak ada kebebasan di luar diri kita. Kebebasan dan kemerdekaan hanya dapat ditemukan di dalam diri kita sendiri. Kebanyakan orang merasa kebebasan dapat dicapai dengan menguasai kehidupan di luar diri. Padahal, setelah kita menguasai hal-hal di luar diri, perasaan takut kehilangan akan mengambil semua kebebasan dan kemerdekaan kita. Hidup kita akan diikat dan dikendalikan oleh semua hal yang kita anggap sudah kita miliki.

Setelah kita kuat dan sukses menguasai sumber materi dan orang-orang, yang awalnya kita berjuang agar kita bebas dan merdeka. Pada akhirnya, semua yang kita miliki tersebut akan memunculkan kecemasan dan rasa takut kehilangan. Semua hal yang bersumber dari luar diri, yang kita andalkan sebagai tanda kebebasan kita, justru akan membuat kita kehilangan kebebasan. Kita pun takut dikalahkan oleh orang lain, takut membuat kesalahan, takut tidak dihargai oleh orang-orang, takut dilupakan, takut tergelincir dalam masalah, dan banyak ketakutan-ketakutan dalam berbagai bentuk akan mengambil semua kebebasan dan kemerdekaan kita.

Tidak mungkin merasa bebas dan merdeka jika menggantungkan hidup pada hal-hal di luar diri. Kebebasan dan kemerdekaan baru kita miliki, jika sudah mampu melepaskan semua hal di luar diri dan tidak bergantung kepada hal apa pun di luar diri. Ketika kita melepaskan semua hal di luar diri, barulah kita mampu menemukan diri sendiri di ke kedalaman diri sejati. Untuk melakukan hal ini tidaklah mudah, membutuhkan pengetahuan dan latihan dari kesadaran diri sendiri, untuk hidup bebas dan merdeka. Selama kita masih bergantung pada hal-hal di luar diri kita, semua sukacita dan perasaan sukses berumur sangat pendek. Tantangan dan kesulitan akan memukul balik kita dengan cepat. Semua yang tampak berharga dan sempurna akan mengambil kebebasan kita.

Kebebasan dan kemerdekaan dapat kita rasakan jika kita menerima hidup kita dengan sukacita, tanpa menuntut hal apa pun pada dunia di luar diri kita. Mulailah dengan menemukan kembali siapa kita yang sejati, apa yang kita inginkan dalam hidup ini, kita mau hidup seperti apa, dan kita mau menjalankan peran apa selama hidup ini. Setelah mendapatkan jawaban dan kejelasan tentang arah hidup kita dalam kehidupan yang singkat ini, kita harus memulai segalanya dengan menerima kenyataan yang sedang kita hadapi. Kenyataan hidup harus diterima dengan sukacita dan penuh kegembiraan. Langkah berikutnya adalah menjalani hidup yang produktif dan kreatif tetapi tanpa berharap dihargai, dihormati, diinginkan, dipuji, atau  pun meminta perhatian dari luar diri kita. Semua pekerjaan yang kita lakukan semata-mata untuk kegembiraan dan sukacita kita. Tidak menggantungkan harapan pada orang lain. Kita menjadi diri sejati yang sepenuhnya secara totalitas melakukan kerja keras dan perjuangan hebat untuk kegembiraan dan kebahagiaan diri sejati.

Bagaimana memulai perjalanan untuk menemukan kebebasan dan kemerdekaan di dalam diri? Jawabannya adalah memulainya dari kesadaran dan pengalaman yang sudah dialami selama ini. Kita semua sudah menjalani hidup sekian lama, kita pun sudah memiliki pengalaman atas kehidupan yang kita jalani. Tingkatkan kesadaran dan kecerdasan untuk memahami pengalaman apa yang Anda dapatkan ketika berharap banyak dari situasi dan orang-orang. Pengalaman apa yang Anda dapatkan ketika hidup Anda diciptakan untuk mendapatkan pujian, penghargaan, kehormatan, dan perhatian. Pahami semua peristiwa hidup Anda yang sangat berharap dari luar diri Anda. Jika Anda sudah mampu memahami dan mengerti tentang kepalsuan diri Anda, karena Anda mencoba menjadi seperti yang diharapkan oleh orang-orang di luar diri Anda. Maka, perlahan-lahan, Anda mampu menemukan momen-momen untuk masuk ke kedalaman diri sendiri, selanjutnya jika Anda konsisten dan tidak menyerah untuk menemukan kebebasan dari dalam diri sendiri, maka Anda akan diubah oleh diri sendiri untuk merasakan kebebasan dan kemerdekaan sejati.

Tidak perlu membangun hidup seolah-olah kita harus bermanfaat bagi banyak orang. Tidak perlu menganggap diri kita sangat berharga bagi orang lain. Jalani hidup yang alami dan bahagia sebagai diri sendiri yang apa adanya. Kita tidak perlu mengambil peran hidup dalam bentuk yang seolah-olah tanpa kita kehidupan orang lain tidak berfungsi. Kita bukan siapa-siapa dan tidak penting dalam kehidupan yang luas. Kita ada dan tidak ada kehidupan tetap berjalan seperti biasa. Kita pun tidak mampu memberikan kebebasan dan kemerdekaan kepada siapa pun. Sebab, kebebasan dan kemerdekaan sudah ada di dalam diri masing-masing orang. Dan, harus ditemukan oleh dirinya sendiri untuk dapat merasakan kemerdekaan dan kebebasan sejati.

Kehidupan dunia luar diri kita membatasi kebebasan dan kemerdekaan kita. Kita tidak berhak mengekspresikan kebebasan menurut pengertian kita kepada orang-orang di luar diri kita. Kita harus sadar dan cerdas bahwa semua kebebasan ada di dalam diri kita masing-masing, menunggu kita temukan untuk kita nikmati dengan sukacita. Jika kita masih berpikir bahwa kemerdekaan dan kebebasan itu ada di luar diri kita, maka kita sedang menindas diri sendiri dan menghilangkan peluang untuk hidup dalam kebebasan sejati. Ingatkan diri sendiri untuk memberikan kebaikan dan keindahan bagi diri sendiri dari sumber ke kedalaman diri sejati. Bebaskan diri dari tugas-tugas untuk membangun identitas diri. Kita tidak perlu menjadi sesuatu seperti yang direncanakan oleh pikiran kita. Kita tidak perlu menjadi sesuatu seperti yang ada dalam imajinasi kita. Dalam kesadaran diri sejati, kita mampu menekuni kehidupan produktif untuk melayani hidup dengan sukacita dan penuh kegembiraan. Melayani hidup dari kebebasan dan kemerdekaan yang bersumber dari ke kedalaman diri sendiri.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

JANGAN MEMBIARKAN PIKIRAN DALAM KEGELAPAN

“Ketika pikiran dalam kegelapan, akal sehat akan mati.”~Djajendra

Pikiran positif hidup dalam cahaya dan tidak membiarkan hidupnya dalam kegelapan. Apa pun yang kita alami dan rasakan dalam hidup, tidak boleh membiarkan pikiran dalam kegelapan. Ketika pikiran dalam kegelapan, dapat menyebabkan penderitaan muncul dari kedalaman gelap, sehingga kita kehilangan kesadaran dan akal untuk berprasangka baik. Pikiran dalam kegelapan menyebabkan emosi buruk menguasai hati, sehingga hal-hal buruk yang tak bisa dijelaskan akan selalu muncul untuk mengganggu kedamaian hidup kita. Oleh karena itu, keadaan pikiran harus selalu dijaga dalam prasangka baik dan terangnya niat baik. Pikiran dalam kegelapan tidak mampu melihat kebenaran, tidak mampu melihat hal-hal positif bagi kedamaian hidup. Ketika pikiran dalam terang; dalam keadaan hening; dalam prasangka baik; dalam cinta dan empati; maka, diri sejati mampu melihat segala sesuatu dengan bijak.

Pikiran dalam kegelapan sangat mudah dipengaruhi oleh persepsi buruk tentang kehidupan. Persepsi buruk ini hanya mampu melihat hal-hal yang kurang menguntungkan diri sendiri, sehingga semua yang baik akan dilihat sebagai tidak baik. Walaupun jiwa kita baik, tetapi pikiran kita yang berada dalam kegelapan menjadikan akal dan perilaku kita tidak baik. Jika pikiran dalam kegelapan tidak diberikan cahaya kebaikan, maka hal-hal buruk yang akan dihasilkan oleh pikiran bagi kehidupan kita. Pikiran dalam kegelapan menghilangkan kedamaian dan keindahan hidup. Pada akhirnya, semua akan terlihat tidak adil dan diri kita merasa sebagai korban ketidakadilan. Sesungguhnya, Tuhan Maha Adil, memberikan kita kehidupan yang adil. Tetapi, jika pikiran kita sedang berada dalam kegelapan, kita tidak mampu merasakan keadilan dan keindahan.

Pikiran dalam kegelapan adalah sumber konflik yang membenturkan perbedaan, persepsi, dan perspektif tentang orang atau situasi. Semua orang menginginkan kedamaian dan kebaikan bagi sesama. Tetapi, jika pikiran dalam kegelapan, kita tidak mampu melihat kebaikan, karena akal baik kita kehilangan penglihatan. Oleh karena itu, pikiran kita harus selalu diterangi dengan cahaya spiritual dan cahaya dari pengetahuan yang luas. Dalam hal ini, kita harus sadar bahwa kita hidup dalam dua dunia, yaitu dunia dari dalam diri sendiri dan dunia dari luar diri kita. Dunia dari dalam diri adalah dunia subjektif berdasarkan kesadaran dan keunikan diri sendiri. Dalam dunia subjektif, persepsi dan pemahaman kita tentang hidup atau peristiwa belum tentu sama dengan orang lain. Jadi, ini lebih kepada asumsi kita; pengalaman kita; dan realitas pikiran kita yang berada dalam kegelapan atau dalam terang. Sebaliknya, dunia di luar diri kita, atau disebut dunia objektif hanya dapat diakses oleh panca indera kita. Pikiran menggunakan panca indera kita untuk menyampaikan informasi kepada kecerdasan kita. Kemudian, kecerdasan kita akan menjalani hubungan dengan kesadaran kita untuk menafsirkan informasi tersebut. Jika pikiran negatif atau pikiran dari kegelapan menggunakan panca indera, maka semua yang dilihat adalah kekurangan dan keburukan, sehingga kecerdasan dan kesadaran akan menghasilkan hal-hal buruk bagi kehidupan.

Pikiran yang terang dan positif harus selalu terhubung dengan kecerdasan dan kesadaran kita. Kecerdasan kita memiliki kemampuan untuk memilih yang terbaik, berkoordinasi dengan panca indera dan memberi tahu suara hati untuk mengambil keputusan terbaik. Kesadaran kita selalu menciptakan situasi atau adegan yang membuat kita bahagia, damai, dan bersyukur dengan semua hal dalam hidup kita. Semua ini terwujud jika pikiran selalu kita rawat dalam energi positif dan menumbuhkannya dalam terang. Pikiran sangat menentukan jalan hidup kita. Pikiran yang terang dan positif mampu memberikan arah baik saat kita dalam keraguan dan persimpangan. Kita juga harus tekun dan meningkatkan disiplin untuk merawat pikiran sadar dan pikiran alam bawah sadar. Keduanya memiliki kemampuan memanfaatkan panca indera untuk mendapatkan informasi dari luar diri. Pikiran sadar masih mampu kita kendalikan, tetapi pikiran alam bawah sadar tidak mungkin kita kendalikan. Jadi, tantangan terbesar kita ada pada ketidakmampuan kita untuk menguasai alam bawah sadar. Oleh karena itu, secara sadar, setiap hari tanamkan nilai-nilai dan keyakinan positif ke alam bawah sadar, sehingga memori alam bawah sadar kita terisi oleh energi positif.

Membawa pikiran ke dalam terang membutuhkan latihan dan disiplin yang tinggi. Pikiran harus dilatih secara terus-menerus untuk menghasilkan reaksi spontan yang positif terhadap segala sesuatu. Dimulai dengan ketertarikan yang intens terhadap kebaikan, kejujuran, keaslian, keikhlasan, dan integritas. Membuat hati dan pikiran terikat kepada hal-hal bijak dan positif. Tidak mementingkan diri sendiri. Membangun kebiasaan-kebiasaan untuk berkata-kata positif, bersikap dan berperilaku sopan, hanya berbicara tentang hal-hal baik, perbuatan baik yang berulang-ulang secara konsisten, keinginan dan ambisi yang dikendalikan oleh empati dan integritas, serta menjaga pikiran untuk selalu berpikir tentang hal-hal baik. Semua latihan untuk membangun diri yang positif mampu mempengaruhi pikiran untuk keluar dari kegelapan dan memulai hidup dalam terang.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

MENGENDALIKAN DIRI DARI ENERGI NEGATIF MEDIA SOSIAL

“Menumbuhkan batin dengan pikiran-pikiran damai, indah, positif, dan merasakan semua hal yang kita lakukan pada hari ini adalah kesenangan.”~Djajendra 

Kita tidak hidup sendirian dalam dunia ini. Ada ratusan juta orang dengan beragam pola pikir, perilaku, sikap, dan realitas yang mengisi kehidupan di bumi ini. Jika kita tidak mampu menjadi diri sendiri yang menjalani kehidupan dari dalam diri, maka setiap hari kenyataan dari luar diri akan mengatur hidup kita. Kita harus sadar bahwa kemampuan kita terbatas, tidak cukup untuk memahami pemikiran dan perilaku dari ratusan juta orang tersebut. Kita tidak mengetahui semua hal, jangan mencoba mencari tahu semua hal. Sebab, waktu kita akan hilang untuk hal-hal yang tidak membangun kehidupan pribadi kita. Jadi, ketika berita-berita tidak benar dari luar diri memasuki pikiran, maka saat itu juga kita harus menghentikannya dan menggantikannya dengan prasangka baik. Pikiran positif dan prasangka baik mampu menjaga kedamaian hidup kita. 

Sekarang ini zaman media sosial, orang-orang menggunakan media sosial untuk menyatakan pendapat dan mengekspresikan diri. Banyak yang memberikan hal-hal baik untuk hidup kita, tetapi banyak juga yang menyebarkan hal-hal yang berpotensi mengganggu kedamaian hidup kita. Jika kita terpengaruh oleh pendapat-pendapat negatif dari media sosial, maka kekacauan akan memasuki hidup kita. Berita-berita tidak benar, berita-berita yang mengadu domba, berita-berita provokasi, berita-berita yang memiliki niat mengacaukan kedamaian dan ketenangan hidup, adalah sumber kekacauan yang menghilangkan rasa damai kita. Kita harus menjaga diri kita dengan sebaik mungkin, agar energi negatif dari berita atau informasi yang disampaikan tidak mengganggu kedamaian hidup kita. 

Kita semua memiliki kemampuan untuk menikmati kehidupan yang damai, indah, sejahtera, dan bahagia. Ini adalah hadiah terbesar yang ditawarkan Tuhan bagi kita semua. Tuhan maha penyayang dan selalu menginginkan kita berada di jalan yang lurus. Sebab, di jalan yang lurus itulah kita mendapatkan semua kenikmatan hidup. Jalan lurus hanya ada di dalam pikiran positif dan kemampuan untuk menjalani hidup dari keaslian diri sendiri. Oleh karena itu, tingkatkan kualitas prasangka baik dan lihatlah semua peristiwa di luar diri dari persepsi positif. Ambil hikmah atau ilmu dan pemahaman dari semua peristiwa dan situasi di luar diri. Jangan menilai dan menghakimi apa pun di dalam hidup. Belajarlah dari semua situasi, berita, informasi, dan keadaan untuk mendapatkan hikmah. 

Setiap akhir hari, belajarlah untuk mengalihkan pikiran dari semua hal yang bersumber dari luar diri. Miliki waktu untuk membawa pikiran ke dalam diri sendiri menuju kedamaian dan keheningan batin. Temukan kebajikan, keindahan, kebahagiaan, dan kedamaian abadi di kedalaman diri. Jangan membawa beban apa pun ke dalam diri yang paling dalam. Hilangkan semua hal dari luar diri yang menciptakan beban di pikiran dan emosi. Menumbuhkan batin dengan pikiran-pikiran damai, indah, positif, dan merasakan semua hal yang kita lakukan pada hari ini adalah kesenangan. Menumbuhkan kegembiraan di kedalaman hati, kemudian dengan ketenangan pikiran, hilangkan semua situasi kacau yang mungkin masih tersisa di dalam hati, serta tawarkan penghiburan kepada pikiran yang masih membawa masalah dan persoalan hidup. Damai itu indah, pikiran positif dan prasangka baik menjadikan hidup kita damai. 

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

PEMENANG SEJATI ADALAH DIA YANG MENERIMA KEKALAHAN DENGAN GEMBIRA

“Penerimaan adalah kecerdasan sejati, yang timbul dari kesadaran dan intelektual kita yang tinggi, sehingga emosi negatif dan penyakit hati tidak menciptakan kerusakan di dalam diri dan di luar diri.”~Djajendra

Menang dan kalah hanya sebuah peristiwa kecil dalam kehidupan yang kita jalani. Penerimaan kita dengan gembira terhadap kekalahan menunjukkan kita sebagai pemenang sejati. Pemenang sejati bukan saja yang mengangkat trofi kemenangan, tetapi juga yang menerima kekalahan dan ikut bergembira saat orang lain mengangkat trofi kemenangan, tanpa merasa dicurangi. Penerimaan adalah satu kualitas yang membuat kita menjadi pemenang walaupun kita kalah dalam kompetisi.

Jika kita mampu menerima keadaan kita dengan ikhlas dan merasa sudah kehendak Tuhan, maka jiwa dan raga kita menghasilkan kedamaian bagi diri sendiri dan orang lain. Perasaan dicurangi atau dibohongi adalah racun yang menghilangkan kedamaian dan kegembiraan di dalam hidup kita. Perasaan dicurangi atau dibohongi yang terus-menerus dipelihara di dalam hati dan pikiran menciptakan penyakit hati yang kronis. Tinggalkan menang dan kalah, fokuskan seluruh energi untuk menciptakan kedamaian dan keindahan bagi diri sendiri dan orang lain. Manusia-manusia hebat selalu berprinsip memberi dan memberi tanpa berharap penerimaan. Jadilah pemberi yang ikhlas untuk menjaga keindahan dan kedamaian hidup bersama.

Penerimaan adalah kecerdasan sejati, yang timbul dari kesadaran dan intelektual kita yang tinggi, sehingga emosi negatif dan penyakit hati tidak menciptakan kerusakan di dalam diri dan di luar diri. Penerimaan haruslah bersumber dari ke kedalaman hati yang membuat keputusan untuk menerima. Walaupun orang-orang di sekitar mempengaruhi kita dengan berbagai energi negatif, kita harus menjaga energi positif yang kuat dari ke kedalaman diri kita, sehingga cahaya kebaikan dari dalam diri kita mampu menerangi hati dari orang-orang yang menyampaikan hal-hal buruk bagi kedamaian hidup. Kesadaran dan daya tahan mental pemenang kita harus terjaga dalam energi etis, dan tidak boleh dipengaruhi dengan energi negatif dari siapa pun.

Penerimaan dengan ikhlas dan gembira adalah pilihan hidup yang memberi kita banyak kebaikan. Kita sendiri, sejak kita lahir, kita telah diajarkan untuk menerima pemberian Tuhan dengan sukacita. Sebagai contoh: ketika kita lahir, Tuhan sudah memberikan kita orang tua; memberikan kita saudara kandung; memberikan kita jenis kelamin; memberikan kita tempat lahir; memberikan kita rumah; memberikan kita tetangga; memberikan kita pemerintahan; memberikan kita negara; memberikan kita sumber makanan. Dan, semua itu bukan kita yang memilih, Tuhan lah yang memilihkan bagi hidup kita. Jika kita menerimanya dengan gembira, maka hidup kita selalu damai dan bahagia. Jadi, demikianlah, penerimaan memberi keindahan dan kedamaian dalam hidup kita. Penerimaan memberikan kita kekuatan, kepercayaan diri, dan harga diri untuk menyeberangi lautan kehidupan yang penuh dengan tantangan dan ketidakpastian.  

Ketika kita menerima, tidak perlu memahami apa pun, terima saja dengan gembira dan ikhlas. Kita harus yakin dan percaya bahwa semua yang harus kita terima adalah pemberian dari Tuhan. Hati yang ikhlas, jiwa besar, pengertian yang mendalam, dan kecerdasan untuk merasionalkan hal-hal tidak rasional menjadikan kita mudah menerima apa pun yang sudah menjadi kehendak Tuhan. Pemenang sejati sangat sadar bahwa semua upaya dan kerja keras yang total itu harus tunduk pada kehendak Tuhan. Kemampuan manusia itu terbatas, pemikiran manusia itu terbatas, penglihatan manusia itu terbatas, persepsi manusia itu terbatas, kecerdasan dan strategi manusia itu terbatas. Seorang pemenang sejati sangat sadar bahwa semua upaya dan kerja keras yang luar biasa yang dia lakukan sifatnya terbatas. Pada akhirnya, pemenang sejati wajib tunduk pada kehendak Tuhan. Oleh karena itu, seorang pemenang sejati mampu menerima kekalahan tanpa menuntut pemahaman atau pun menuduh ada kecurangan.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

MEMBANGUN HUBUNGAN KERJA YANG PRODUKTIF DAN KOMPAK

“Kita semua hadir ke dalam lingkungan kerja, untuk mengisi energi positif dan produktif, dalam setiap proses kerja yang saling bergantung dan mendukung.”~Djajendra

Hubungan kerja yang harmonis, kompak, dan produktif itu sangat penting agar setiap orang mampu merasakan kebahagiaan dalam lingkungan kerja. Persoalan utama dalam hubungan kerja adalah ego masing-masing orang yang tidak mau menghargai kualitas dan kepribadian dari orang lain. Pada umumnya, orang merasa sangat sulit untuk memberi respek dan pujian yang tulus kepada sesama rekan kerja. Demikianlah keadaan dari hubungan kerja di semua lingkungan kerja, sehingga keharmonisan dalam hubungan kerja sangat sulit diwujudkan.

Ketika kita melepaskan keegoisan kita, sebagai hasilnya kita menerima kebahagiaan dan keharmonisan. Kebaikan dan integritas kita di setiap situasi dan keadaan kerja memberikan keharmonisan dan keindahan. Jika kita sadar bahwa setiap orang dalam lingkungan kerja kita adalah satu dengan diri kita, maka empati kita tidak akan menyakiti orang lain, tidak akan merugikan orang lain, dan tidak akan membuat kesedihan bagi orang lain. Empati kita mampu menciptakan kebaikan untuk membantu orang lain melalui kontribusi kerja yang produktif dan penuh kualitas terbaik.

Keberadaan manajemen dalam lingkungan kerja dimaksudkan untuk menumbuhkan perdamaian dan rasa persatuan di antara stakeholders. Setiap individu dan kelompok menjadi alat bagi manajemen dalam menyebarkan energi positif dan produktif. Jika manajemen mematuhi prinsip-prinsip dasar manajemen dengan pikiran dan hati yang bersih, maka manajemen mampu membangun jalan menuju keharmonisan kerja yang produktif dan kreatif.

Setiap orang sebagai bagian dari diri kita sendiri. Kemampuan untuk merasakan apa yang dikerjakan oleh semua pihak sebagai milik kita sendiri, semangat yang intens untuk membantu proses kerja, serta membangkitkan diri sendiri agar berkontribusi secara optimal, haruslah menjadi realitas sehari-hari di tempat kerja.

Tujuan utama dari sebuah lingkungan kerja adalah meningkatkan kinerja, merawat keharmonisan, mengatasi keegoisan kita, melayani dengan hati yang ikhlas dan tulus, mencintai pekerjaan dan memperlihatkan prestasi, menumbuhkan nilai-nilai sopan santun dan etika, serta membangkitkan motivasi dan energi positif dari dalam diri untuk menjawab tantangan dan masa depan.

Kesadaran hati dan ketenangan pikiran mampu membawa diri kita ke kedalaman diri sendiri, dan jauh di lubuk hati kita ada suara hati yang mengerti tentang kebenaran sejati. Kebenaran sejati adalah kita bertanggung jawab untuk menemukan keindahan, kedamaian, cinta, prestasi, kebahagiaan, energi kreatif, rasa syukur, empati, dan integritas yang ada di dalam diri kita sendiri. Dan, kita harus yakin bahwa semua yang kita miliki itu ada juga di dalam diri setiap orang yang bekerja sama dengan kita di tempat kerja.

Setelah kita menemukan kualitas kita dari ke kedalaman diri sendiri. Pekerjaan selanjutnya, kita harus mampu menghubungkannya dengan kualitas orang lain. Inti dari proses kerja adalah terhubungnya kualitas dari masing-masing orang melalui kolaborasi yang ikhlas. Pengendalian diri menambah nilai positif bagi setiap orang saat membangun hubungan kerja yang harmonis dan produktif. Semua rintangan dan hambatan, baik pada tingkat pemikiran maupun tingkat perasaan, haruslah diselesaikan melalui kesadaran dan kecerdasan yang tercerahkan.

Mengenal diri sendiri secara baik menjadi sangat penting untuk membangun hubungan kerja yang harmonis, produktif, dan kompak. Jika kita sudah tahu siapa diri kita yang sesungguhnya, maka hubungan kita dengan siapa pun terbangun di atas fondasi yang sangat kuat oleh kepercayaan diri kita. Energi positif di dalam diri kita mampu memfokuskan kekuatan dan kepercayaan diri kita dalam hubungan yang produktif. Kita tidak akan memfokuskan perhatian pada kelemahan orang lain, tetapi memfokuskan pada kekuatan orang lain dan membantu orang lain agar kelemahan mereka dapat diatasi oleh kekuatan dirinya sendiri. Energi positif dan kepercayaan diri kita tidak lagi menilai dan menghakimi orang lain secara negatif. Kita memiliki kualitas diri yang hebat untuk menemukan kualitas yang hebat pada diri setiap orang. Kualitas dari diri yang asli dan unik sudah ada di dalam diri setiap manusia. Jika semua kebaikan dari ke kedalaman diri sendiri saling terhubung dengan ke kedalaman diri masing-masing orang, maka prestasi dan kinerja terbaik menjadi sesuatu yang mudah untuk diwujudkan.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

PERILAKU TIDAK SOPAN DALAM LINGKUNGAN KERJA MELUKAI BUDAYA ORGANISASI DAN MERUGIKAN BISNIS

“Ketika budaya organisasi terluka oleh ketidaksopanan dan perilaku tidak etis, maka luka itu menjadi luka bagi setiap orang dalam lingkungan tempat kerja.”~Djajendra

Sikap dan perilaku tidak sopan dalam lingkungan kerja dapat memecah belah hubungan baik, serta dapat menghilangkan semangat kerja sama dalam proses kerja. Perilaku tidak sopan seperti senjata yang melukai diri sendiri, dan luka itu telah menyebabkan bekas luka dalam budaya organisasi. Ketika budaya organisasi terluka oleh ketidaksopanan dan perilaku tidak etis, maka luka itu menjadi luka bagi setiap orang di tempat kerja. Menghentikan segera perilaku tidak sopan dan semua perilaku kurang etis mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan kaya kinerja terbaik. Membiarkan setiap orang menjadi diri sendiri seperti apa adanya mereka. Kemudian, memperkuat budaya organisasi dan budaya kerja untuk menyatukan setiap keunikan dari perbedaan masing-masing orang, mampu menciptakan kekuatan inovasi dan kreativitas yang tinggi dalam proses pertumbuhan organisasi. Ingat! Dalam lingkungan kerja, setiap karyawan dan pimpinan tidak terpisah, karyawan dan pimpinan adalah satu. Ketidaksopanan menciptakan luka terhadap realitas yang tak terpisahkan.

Jika ada satu orang saja yang terluka oleh perilaku tidak sopan, maka luka itu menjadi luka bagi organisasi. Luka bagi organisasi berarti luka bagi setiap orang yang hidup dari organisasi tersebut. Perilaku tidak sopan membawa kekurangan ke dalam organisasi dan bisnis. Bisnis yang dijalankan dengan perilaku tidak sopan ditinggalkan oleh pelanggan dan juga stakeholders yang lain. Perilaku tidak sopan dalam lingkungan kerja tidak hanya melukai satu atau dua orang, tetapi melukai semua orang. Ketika sopan santun dan perilaku etis menjadi budaya yang kuat dalam organisasi, maka organisasi dan bisnis mampu berdiri kokoh di depan kompetisi yang ketat; berdiri penuh dengan kekuatan untuk memenangkan, serta mampu memberikan kinerja dan prestasi bagi setiap karyawan. Pada akhirnya, setiap karyawan dalam organisasi mampu memperlihatkan kualitas yang totalitas dan kinerja yang tak tertandingi dalam menghadapi para kompetitor.

Kinerja dan prestasi berdiri di antara kualitas kerja yang tinggi dan budaya sopan santun. Jika kualitas kerja dan budaya sopan santun dirusak oleh orang-orang dengan energi negatif, maka etos kerja dan kinerja dalam organisasi menjadi tak berdaya. Budaya tidak sopan dan tidak etis akan menyakiti orang-orang produktif. Akibatnya, orang-orang produktif terkuras energi dan mentalnya sehingga tidak lagi mampu memperlihatkan prestasi terbaik.  Budaya tidak sopan telah menghancurkan banyak potensi sukses di dalam organisasi. Budaya tidak sopan sangat merugikan bisnis dan organisasi dalam sudut yang luas. Kita harus sadar akan keterkaitan perilaku tidak sopan dan tidak etis kita dengan lingkungan kerja kita. Setiap orang yang kita lukai dengan ketidaksopanan kita adalah bagian dari kita sendiri. Orang yang kita lukai dengan perilaku tidak sopan berpotensi kehilangan gairah untuk bekerja dengan etos terbaik. Hilangnya sopan santun dan hal-hal etis dalam lingkungan kerja akan menciptakan rintangan untuk menghasilkan kinerja.

Dalam lingkungan kerja, kita semua harus memiliki perasaan kesatuan satu sama lain; perasaan kesatuan yang saling memberi kekuatan bagi satu sama lain; perasaan kesatuan dan kekuatan sopan santun yang menciptakan budaya organisasi yang kuat untuk kenyamanan kerja bagi semua orang. Semakin kita menciptakan kesatuan budaya sopan santun dalam keragaman, semakin sedikit kita harus menghadapi konflik dan perasaan tidak senang oleh perbedaan. Sistem dan struktur organisasi tidak bertujuan untuk memisahkan kita. Tetapi bertujuan membuat semuanya terhubung dan saling terhubung dalam budaya sopan santun yang tinggi. Jika satu orang terluka oleh ketidaksopanan, itu mempengaruhi budaya kerja, bahkan jika berlanjut terus budaya tidak sopan, hal itu dapat menyebabkan konflik dan hilangnya gairah kerja. Menghormati dan saling menghargai adalah cara menjalani kehidupan kerja yang baik. Terima semua karakter dan kepribadian orang lain dengan ikhlas, biarkan mereka menjadi seperti mereka, Anda tidak perlu memaksa mereka menjadi seperti yang Anda inginkan atau pikirkan. Terima semua orang dalam budaya sopan santun yang tinggi, mereka semua di tempat kerja adalah orang-orang yang membuatkan hebat dan berprestasi. Semua bakat, karakter, dan kemampuan tergabung dalam satu tujuan. Budaya sopan santun mampu menghilangkan masalah kepribadian dan menyatukan semua perbedaan dalam keharmonisan kerja.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

MENGATASI PERILAKU BURUK DI TEMPAT KERJA DENGAN BUDAYA SOPAN SANTUN

“Harus ada upaya dan kerja keras dari dalam diri Anda untuk membangun budaya sopan santun di tempat kerja, tanpa berharap atau menggantungkan perilaku Anda pada perilaku orang lain.”~Djajendra

Ketika Anda berbicara dengan nada suara yang cendrung tinggi, bersikap kurang sopan, memperlihatkan sikap egois yang sangat tinggi, tidak peduli dengan hubungan kerja antar bagian; maka, Anda telah menciptakan luka dihati banyak orang. Mereka yang terluka oleh sikap buruk Anda tidak mungkin melupakan keburukan Anda. Selain Anda telah melukai banyak orang, Anda juga sudah menciptakan kerugian dalam perusahaan, karena orang-orang yang terluka biasanya menjadi kurang produktif. Mereka yang terluka merasa memiliki banyak hambatan dalam hubungan kerja, sehingga akhirnya masa bodoh dengan kinerja dan prestasi.

Proses kerja membutuhkan sikap sopan santun yang selalu menghormati dan menghargai setiap orang di tempat kerja. Sikap yang sopan santun dengan kualitas dan kompetensi diri yang baik akan memberikan dampak yang luar biasa untuk pencapaian terbaik. Jika Anda menginginkan kinerja dan prestasi terbaik, termasuk mencapai target-target dengan mudah, maka sikap yang saling menghormati dan saling menjaga kebaikan haruslah diutamakan.

Setiap orang yang merasa memiliki kekuatan dan dukungan, atau pun merasa paling senior, haruslah menjadi contoh yang baik untuk mempromosikan budaya sopan santun di tempat kerja. Kekuatan, kekuasaan, dan senioritas Anda sangat dibutuhkan untuk mengkontribusikan hal-hal positif dalam pekerjaan. Anda harus memperlihatkan kepada semua orang tentang budaya kerja yang kompak, disiplin, rendah hati, peduli, saling tolong-menolong, dan selalu proaktif untuk menjaga hubungan kerja antar bagian dalam kinerja terbaik.

Hilangkan energi buruk dari dalam diri dengan cara mulai melihat sisi baik setiap orang; mulai membuka hati untuk berkomunikasi dengan cara yang sopan; mulai memperlihatkan perilaku etis; mulai melihat hal-hal yang positif di semua aspek kerja; mau terlibat dalam perubahan dan mudah beradaptasi dengan perubahan; menjadi pribadi positif yang sadar akan energi negatif di dalam diri sendiri. Jadi, ada upaya dan kerja keras dari dalam diri Anda untuk membangun budaya sopan santun di tempat kerja, tanpa berharap atau menggantungkan perilaku Anda pada perilaku orang lain.

Ketika kepribadian positif tumbuh dari dalam diri, maka terbentuk kekuatan yang hebat di dalam diri. Kekuatan hebat ini menjadikan diri sendiri yang asli dengan integritas yang kuat. Dampaknya, Anda benar-benar mampu menampilkan kepribadian yang tenang, sabar, tidak mudah termakan gosip, hoaks, fitnah, atau semua energi buruk dari luar diri sudah tidak mampu merusak kedamaian dan ketenangan hidup Anda. Anda menjadi pribadi yang mudah mengalir dalam hubungan dan komunikasi, serta selalu tampil dengan gembira dan bugar.

Ketika energi positif Anda sudah kuat dari dalam diri, maka Anda mampu mengendalikan emosional dan pikiran-pikiran yang tidak diperlukan dalam sebuah hubungan. Emosional yang baik dengan pikiran yang tenang mampu membangun hubungan yang baik dengan pelanggan, supplier, dan semua stekaholders yang lainnya. Sikap positif Anda akan meningkatkan reputasi perusahaan di persepsi stekaholders. Pikiran yang tenang dan emosi positif Anda mampu memilih dengan cerdas untuk bereaksi terhadap berbagai karakter orang. Reaksi dan tindakan Anda tidak akan melukai perasaan orang lain. Anda senantiasa mampu menjaga hubungan dan komunikasi dengan sopan santun yang produktif.

Setiap pelayanan dalam perusahaan haruslah ditangani dengan cepat, semuanya harus dilayani dengan sikap baik dan penuh sopan santun. Tidak boleh bersikap semena-mena kepada pelanggan, supplier, dan stakeholders yang lain. Layani pelanggan dengan kualitas terbaik, layani dan bayar tagihan supplier tepat waktu dengan sikap sopan. Jangan pernah berbicara dalam sikap yang ketus dan kata-kata yang membuat supplier sakit hati. Jika Anda kehilangan supplier, maka perusahaan juga akan kewalahan di masa depan. Intinya, semua sikap dan perilaku yang tidak baik akan menciptakan biaya tinggi dalam operasional bisnis.  

Perubahan adalah sesuatu yang pasti. Mungkin Anda berpikir bahwa sesuatu hal yang baru atau perubahan yang sedang diterapkan sebagai sebuah omong kosong, tetapi perubahan pasti terjadi. Jika Anda ikhlas untuk memberikan energi positif dalam proses perubahan, maka kebaikan dan keindahan akan Anda rasakan dari hasil perubahan tersebut. Jika Anda berpikir bahwa budaya sopan santun tidak mungkin diterapkan dalam perusahaan Anda, maka Anda sendiri yang memutuskan untuk menderita dalam kehidupan kerja yang penuh energi negatif. Jika Anda menolak memilih untuk membangun budaya sopan santun, maka Anda akan merasakan semacam emosi negatif yang bersumber dari pikiran Anda yang kacau dan sulit dikendalikan. Tanpa budaya sopan santun; energi negatif dari dalam diri Anda akan menciptakan kemarahan, kesedihan, kebosanan, kepahitan, dan menjadikan Anda kurang produktif di tempat kerja.

Saling menghargai, saling mendengarkan, dan saling membantu haruslah menjadi karakter kerja sehari-hari. Hal ini juga akan menghambat emosi negatif masuk ke dalam hari kerja Anda. Jika emosi negatif masuk ke hari kerja Anda, maka energi negatif akan menciptakan stres, serta menghabiskan waktu dan kecerdasan Anda untuk sesuatu yang kurang produktif dan tidak positif.  Kebahagian dalam pekerjaan datang dari memilih pikiran dan emosi, Anda mungkin harus berhadapan dengan berbagai peristiwa yang kurang menyenangkan hati Anda. Tetapi jika Anda memilih pikiran positif, emosi positif, dan sikap baik untuk menghadapi peristiwa tersebut; maka, kebahagiaan dan kedamaian Anda di tempat kerja tidak akan hilang.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

DIRI KITA YANG MENCIPTAKAN KEBAHAGIAAN DI TEMPAT KERJA

“Kebahagiaan adalah hak tertinggi kita yang harus kita rawat dan jaga dengan sepenuh hati.”~Djajendra

Kebahagiaan di tempat kerja memberi pengaruh yang besar untuk keberhasilan semua orang. Setiap pribadi yang mampu mengkontribusikan energi positif melalui pikiran positif dan perilaku etis menjadikan kehidupan di tempat kerja selalu bahagia dan berkinerja tinggi. Berhentilah untuk meminta kebahagiaan dari orang lain. Tidak ada seorang pun yang mampu memberikan kebahagiaan bagi kita di tempat kerja. Sebab, kebahagiaan itu sendiri ada di dalam diri kita masing-masing, ada dalam cara berpikir kita, sehingga sangat keliru jika kita menunggu kebahagiaan dari sikap dan perilaku orang lain.

Kita adalah pekerjaan yang sedang berlangsung. Kita adalah bagian dari proses kerja menuju tujuan dan untuk mencapai target. Dalam proses kerja, kita menjadi bagian dari sistem yang berkontribusi sebatas tugas dan tanggung jawab, tidak sekaligus kita harus mengerjakan semua hal, kita hanya menjadi bagian terkecil dalam visi dan misi besar organisasi. Jadi, tidak perlu menghabiskan energi dan emosi untuk hal-hal di luar tugas dan tanggung jawab. Hadirlah ke tempat kerja dengan hati yang penuh sukacita, dan berikan perhatian penuh untuk menyelesaikan tugas dengan kompetensi terbaik yang dimiliki.

Setiap orang memiliki perilaku, sikap, cara berpikir, dan emosi yang tidak mungkin untuk disamakan. Kita semua berbeda dan tidak perlu memaksakan diri agar orang lain menjadi sama seperti diri kita. Keunikan dan perbedaan adalah kekayaan yang harus kita manfaatkan untuk mencapai hal-hal terbaik. Tidak perlu memperdebatkan atau mempersoalkan hal-hal yang tidak sama dengan diri kita. Jika kita terlalu mengurusi kepribadian orang lain yang bertentangan dengan kepribadian kita, maka kita akan menghabiskan waktu dan energi dalam ketidakbahagiaan.

Kebahagiaan adalah hak tertinggi kita yang harus kita rawat dan jaga dengan sepenuh hati. Kita tahu bahwa setiap orang memiliki peran dan fungsi yang berbeda. Perbedaan ini jika tidak tunduk pada sistem dan nilai-nilai kerja, maka potensi konflik akan merusak pencapaian kinerja terbaik. Hal ini juga akan menciptakan cara berpikir dan emosi yang menghilangkan rasa damai dan kebahagiaan di tempat kerja. Kepatuhan dan ketaatan pada nilai-nilai kerja, sopan santun, etika, komunikasi positif mampu menciptakan energi positif di lingkungan kerja. Energi positif yang terus-menerus berakumulasi dari kebahagiaan setiap individu akan menciptakan kehidupan kerja yang kooperatif, kompetitif, kreatif, inovatif, dan bahagia.

Kebahagiaan dalam pekerjaan dapat kita rawat jika kita mampu dan penuh semangat untuk merealisasikan potensi diri, serta setiap saat menjaga kepercayaan diri dan ketekunan dengan sepenuh hati. Di samping itu, kita juga harus sadar bahwa diri kita dikuasai dua jenis energi, yaitu: energi positif dan energi negatif. Keduanya abadi di dalam diri kita sampai kapan pun. Kesadaran kita bertugas untuk menguatkan energi positif di setiap momen kehidupan. Kesadaran kita tidak boleh memberikan ruang seinci pun untuk kebangkitan energi negatif di dalam diri kita. Ini mungkin akan menjadi tugas seumur hidup kita untuk menggunakan kesadaran agar energi negatif tidur nyenyak dan tidak mampengaruhi jalan kehidupan kita.

Tantangan dan kesulitan adalah vitamin untuk mencapai kesuksesan yang lebih tinggi. Jangan gelisah, khawatir, takut, dan mengorbankan kebahagiaan saat kesulitan memperburuk keadaan. Jika di masa sulit mampu menjaga diri dengan energi positif yang kuat, kita akan tetap hebat dan tak kehilangan kebahagiaan. Jadi, setiap saat secara sadar tingkatkan kualitas energi positif di dalam diri. Apa pun cobaan dan kesulitan yang berusaha menggagalkan kerja keras kita, jangan dibiarkan dalam energi negatif. Jaga pikiran, emosi, dan suara hati dalam kebahagiaan. Jangan memiliki pikiran yang mudah dipengaruhi oleh kekuatan buruk dari luar diri. Jangan menjadi mangsa orang-orang negatif yang hidup di sekitar kita. Jangan mencoba mencari kesalahan dan kekurangan siapa pun. Kebahagiaan tercipta dari aliran energi positif di dalam diri yang kuat dan selalu positif saat berinteraksi dengan energi negatif.  

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

PERILAKU POSITIF SAMA PENTINGNYA DENGAN KOMPETENSI BERKUALITAS UNTUK MENGHASILKAN KINERJA TERBAIK

“Tanpa perilaku positif reputasi Anda menjadi buruk.”~Djajendra

Perilaku baik menjadi kunci keberhasilan dalam proses kerja. Pengetahuan dan kompetensi yang berkualitas membutuhkan perilaku baik agar dapat berkolaborasi dalam sistem kerja yang berintegritas. Perilaku baik tidak akan melanggar kebijakan kode etik perusahaan. Perilaku baik tidak akan melanggar prosedur kerja. Perilaku baik selalu sadar untuk menjaga keharmonisan dan kedamaian di tempat kerja. Tanpa perilaku positif reputasi Anda menjadi buruk. Perilaku positif dengan kompetensi yang berkualitas mampu meningkatkan reputasi diri Anda dan perusahaan Anda.

Kecerdasan, kemampuan, dan pengetahuan tanpa dilengkapi perilaku positif menjadi tidak berguna. Bagi organisasi yang ingin memiliki tata kelola yang baik, maka salah satu syarat terpenting adalah mengelola masalah perilaku dengan sungguh-sungguh. Perilaku positif menjadi kunci untuk memastikan bahwa tata kelola yang baik sudah berjalan. Perilaku positif harus tunduk pada kode etika dan memiliki energi integritas dalam setiap tindakannya. Setiap orang, apa pun jabatan dan kekuasaannya, wajib memiliki perilaku positif dalam menjaga tata kelola yang baik. Membangun kesadaran secara terus-menerus untuk menguatkan perilaku positif harus menjadi pekerjaan dari kepemimpinan.

Perilaku positif harus tumbuh dari sisi optimisme. Setiap individu harus memiliki keyakinan dan kompetensi yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan dengan berkualitas. Setiap dinamika dalam tim membutuhkan komunikasi yang etis. Setiap perbedaan dan ketidaksepakatan harus dilayani dengan perilaku positif. Perilaku positif tidak hanya menjadi tanggung jawab dari masing-masing individu, tetapi juga harus terlibat secara proaktif untuk mempromosikan perilaku positif di setiap situasi dan peristiwa.

Setiap pribadi harus menjadi teladan dan mencontohkan perilaku positif sesuai dengan nilai-nilai organisasi dan nilai-nilai etika yang bersifat universal. Etos yang hebat akan terbentuk ketika perilaku etis, kompetensi berkualitas tinggi, pengetahuan dalam wawasan luas, dan daya tahan fisik yang hebat selalu terjaga di dalam kondisi terbaik. Etos yang hebat dapat menciptakan kinerja seperti yang diinginkan. Jelas, semua ini fondasinya perilaku etis dan kompetensi berkualitas. Jadi, tidak pernah membiarkan perilaku buruk hadir untuk merusak semua potensi keberhasilan organisasi.

Perilaku positif selalu akan mendapatkan tantangan dari perilaku negatif. Positif dan negatif adalah kenyataan yang tidak bisa dihapus. Jadi, sebelum energi perilaku negatif berkuasa di lingkungan kerja Anda, maka kendalikan mereka dan kecilkan pengaruh mereka di dalam organisasi. Jika perilaku negatif dibiarkan, mereka pasti melukai organisasi dan menjadi penghambat untuk mencapai kinerja terbaik. Fokuskan semua perhatian organisasi untuk menguatkan perilaku positif. Lakukan promosi secara terbuka dan terus-menerus agar perilaku positif menjadi kuat dan menguasai setiap inci di lingkungan kerja. Jangan membiarkan perilaku negatif berkutik dan menemukan jalannya di dalam organisasi untuk tumbuh.

Untuk mengundang MOTIVATOR hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

Older posts

© 2019 MOTIVASI DJAJENDRA

Theme by Anders NorenUp ↑