LAKUKAN EKSEKUSI TUJUAN ANDA DENGAN PERCAYA DIRI

“Visi jarang berubah, tujuan akhir jarang berubah, tetapi strategi eksekusi untuk mencapai tujuan boleh berubah sesuai situasi dan kondisi yang Anda hadapi.”~Djajendra

Ketika Anda memiliki tujuan, Anda harus bertindak untuk mewujudkan tujuan tersebut. Tujuan tanpa tindakan adalah lamunan, tindakan tanpa tujuan adalah kekacauan. Sebuah perencanaan haruslah diikuti dengan eksekusi yang terencana dalam SOP yang baik. Tidak boleh asal eksekusi. Eksekusi yang profesional haruslah dilakukan oleh orang-orang dengan kompetensi dan kepribadian yang sesuai dari tujuan eksekusi tersebut. Eksekusi yang baik haruslah taat kode etik dan aturan yang disepakati. Eksekusi tanpa aturan, tanpa etika, tanpa SOP, hanya akan menciptakan kekacauan.

Sehebat apapun sebuah perencanaan, bila tidak dieksekusi dengan profesional, maka tidak akan mendapatkan hasil apapun. Hasil hanya didapatkan melalui eksekusi. Wacana, rencana, dan pemikiran yang tidak pernah dikerjakan di wilayah eksekusi, hanya akan menjadi mimpi yang tidak pernah terwujud. Diperlukan keberanian untuk bertindak dan mengeksekusi. Jangan biarkan rencana hanya berputar-putar di dalam pikiran, karena tidak akan menghasilkan yang Anda inginkan. Rencana harus dilakukan dalam tindakan eksekusi yang profesional.

Eksekusi muncul ketika Anda bersedia mengambil resiko atas apa-apa yang Anda lakukan. Miliki etos, doa, intuisi, energi, dan waktu untuk membuat rencana Anda sempurna di wilayah eksekusi. Bertindaklah dengan percaya diri dan keyakinan penuh. Layani eksekusi dengan sepenuh hati dan berikan perhatian penuh. Setiap jam, setiap hari, fokuskan perhatian pada semua rincian atas eksekusi tersebut. Jangan mengabaikan hal-hal kecil, karena hal-hal kecil bisa membuat eksekusi Anda terlambat atau tidak sesuai jadwal.

Keberhasilan hanya ada di dalam tindakan, bukan di dalam rencana ataupun keinginan. Untuk mencapai tujuan besar, Anda harus menetapkan sasaran-sasaran kecil sebagai jembatan untuk mencapai tujuan besar. Jadi, tetapkan tujuan besar atau mimpi besar, lalu capailah kondisi-kondisi tertentu sebagai sukses-sukses kecil sebelum mencapai sukses dalam tujuan besar Anda.

Bermimpilah setinggi langit dan miliki cita-cita yang sangat tinggi, lalu dengan rendah hati, kerjakan selangkah demi selangkah untuk mencapai sukses-sukses kecil melalui proses jatuh-bangun sebelum mencapai sukses besar. Michelangelo, seniman dan sang legenda itu pernah berkata: “Bahaya yang lebih besar bagi kebanyakan kita bukanlah bahwa tujuan kita terlalu tinggi dan kita merindukannya, tapi terlalu rendah dan kita mencapainya.” Intinya, Anda harus memiliki rencana dan impian yang sangat besar untuk mencapai apapun. Kemudian, semua impian dan rencana tersebut mampu Anda kerjakan di wilayah eksekusi untuk mewujudkannya menjadi nyata. Di wilayah eksekusi, bukan lagi sebatas pikiran Anda, tetapi sudah berakumulasi dengan pikiran banyak orang. Jadi, di wilayah eksekusi, Anda harus betul-betul cerdas sosial dan mampu berkomunikasi dengan setiap kepentingan agar satu arah dengan tujuan Anda.

Tuliskan dan gambarkan rencana Anda dengan baik, lalu gunakan akal sehat dan percayalah pada keajaiban, yang memungkinkan Anda untuk mencapai sesuatu yang dirasakan oleh orang lain tidak mungkin. Yakinlah bahwa Anda mampu mewujudkan mimpi dan tujuan Anda. Miliki kepercayaan diri dan miliki kepercayaan bahwa Tuhan selalu membantu Anda untuk mencapai keberhasilan di setiap tujuan Anda.

Setelah Anda menetapkan tujuan, Anda harus memiliki komitmen untuk bekerja lebih tekun dalam disiplin yang tinggi. Tetapkan sasaran dari mulai yang paling kecil, lalu bekerja keraslah dengan sungguh-sungguh untuk mencapai sukses atas sasaran tersebut. Setiap hari, kerjakan tujuan Anda dengan sepenuh hati. Kalau gagal atau salah jalan, jangan putus asa, segera perbaiki dan kembalilah ke jalan yang benar.  

Setiap hari, pelajari kembali tujuan Anda. Mungkin ada hal-hal yang belum disempurnakan ke dalam tujuan Anda. Jadi, gunakan akal sehat dan integritas Anda untuk menilai dan mengevaluasi tujuan Anda. Rencana harian haruslah dieksekusi setiap hari, lalu dievaluasi hasilnya, dan dimotivasi agar mampu bergerak lebih cepat dan lebih lincah untuk mencapai hasil terbaik.  

Perjalanan hidup adalah perubahan, jadi Anda tidak perlu ragu untuk memperbaiki ataupun melakukan perubahan terhadap strategi tindakan Anda. Visi jarang berubah, tujuan akhir jarang berubah, tetapi strategi eksekusi untuk mencapai tujuan boleh berubah sesuai situasi dan kondisi yang Anda hadapi. Oleh karena itu, lakukan revisi atas semua rencana tindakan atau eksekusi dalam mencapai tujuan. Anda tidak perlu ngotot dengan satu cara, Anda harus menjadi kreatif untuk menemukan cara yang paling efektif.

Setiap rencana eksekusi harus terinci dan spesifik. Hal-hal terkecil dalam rencana eksekusi harus diperhatikan melalui strategi yang tepat. Sebuah eksekusi harus rinci, tertulis, terorganisir, spesifik, berkualitas, ada kompetensi, ada motivasi, ada integritas, ada tanggung jawab, dan didukung oleh orang-orang yang siap bekerja keras untuk berhasil. Intinya, eksekusi harus terlihat dalam tindakan sehari-hari dan dapat diukur hasil akhirnya. Eksekusi ada dalam sifat rencana jangka pendek yang merupakan rencana dalam operasional sehari-hari. Sedangkan visi, tujuan, harapan, impian, prestasi, kinerja, ada dalam sifat rencana jangka panjang.

Rencana haruslah realistis dan optimis. Setiap rencana yang Anda buat harus ada keyakinan untuk mencapainya. Jadi, jangan terobsesi untuk sesuatu yang tidak realistis. Bila tujuan Anda tidak masuk akal karena tidak didukung dengan sumber daya, maka Anda harus berani untuk memperbaikinya agar masuk akal. Menetapkan tujuan yang sangat tinggi harus didasarkan kemampuan dan kesiapan mental untuk mewujudkannya. Bila tujuan tidak masuk akal, lalu Anda gagal dalam eksekusi, maka Anda bisa kehilangan kepercayaan diri. Jadi, pastikan rencana Anda sangat realistis dan mampu Anda mencapainya dengan sempurna.

Kesabaran dan kemampuan untuk menahan ambisi. Motivasi dan ambisi yang tinggi sangat bagus, tetapi ketika eksekusi Anda terhalang oleh hal-hal yang tidak Anda perhitungkan, maka Anda harus bisa menahan diri dan bersikap sabar. Tenangkan diri, berdoalah kepada Tuhan untuk minta visi yang jelas,  bertanggung jawablah, lalu temukan solusi dari kejernihan dan ketenangan pikiran Anda.

Setiap hari, fokuskan perhatian untuk mengerjakan secara rinci setiap komitmen Anda di wilayah eksekusi. Kuatkan mental sukses Anda di sepanjang waktu kerja. Lakukan olah raga rutin dan jaga daya tahan tubuh Anda agar tetap bugar di wilayah eksekusi. Bila mental dan tubuh Anda lemah dan tak kuat menghadapi realitas di wilayah eksekusi, maka Anda mudah stres dan sulit mencapai kinerja terbaik. Jadi, miliki komitmen dan disiplin diri yang tinggi untuk menjaga mental dan tubuh agar selalu siap menghadapi berbagai ketidakpastian di wilayah eksekusi.

Gunakan afirmasi untuk menguatkan keyakinan dan kepercayaan diri Anda dalam mencapai sukses. Bekerjalah di tengah orang-orang yang termotivasi untuk mencapai sukses. Kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang mampu menginspirasi, memotivasi, mendorong, membantu, mendukung, dan memberikan kekuatan kepada Anda agar keinginan dan tujuan Anda tercapai. Anda harus benar-benar hidup di tengah orang-orang yang berpikiran sama dengan Anda. Orang-orang itu tidak harus ada secara fisik, tetapi cukup ada secara pikiran. Jangan biarkan Anda ada diantara orang-orang pesimis yang tidak yakin bahwa Anda bisa mencapai apa yang Anda inginkan.

Kegagalan hanya terjadi kalau Anda berhenti. Jadi, jangan berhenti walau rintangan dan kesulitan membuat Anda kehilangan arah. Ketika badai merusak rencana besar Anda, maka Anda membutuhkan Tuhan sebagai penolong. Dekatkan diri kepada Tuhan, tingkatkan kepercayaan diri, tingkatkan disiplin, tingkatkan ketekunan, tingkatkan keyakinan, dan bertindaklah dari hal-hal terkecil untuk bisa kembali ke arah yang benar. Ingat selalu bahwa kesulitan dan ketidakberhasilan adalah ujian dari sekolah kehidupan untuk naik kelas. Sebagian besar keberhasilan eksekusi tercapai setelah berhasil mengalahkan potensi kegagalan. Oleh karena itu, jangan menyerah saat semua yang Anda lakukan tidak menghasilkan apapun. Jangan menyerah saat semua yang Anda kerjakan dengan penuh semangat mengalami kegagalan dan kehilangan arah. Jangan menyerah saat tujuan dan kerja keras Anda dihadang oleh pengkhianatan yang tidak terduga. Jadi, tetaplah menjadi kuat dan yakin dengan tujuan Anda. Fokuskan perhatian dan tingkatkan tekad dengan kesabaran yang luar biasa untuk mencapai sukses. Kesuksesan di wilayah ekseksui adalah milik orang-orang yang tidak pernah berhenti walau berkali-kali dihentikan oleh kegagalan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENYELESAIKAN SETIAP PROYEK DAN TIDAK MEMBUATNYA MANGKRAK

“Rahasia sukses adalah menyelesaikan yang dimulai.”~Djajendra

Bila sebuah proyek sudah dimulai, jangan berhenti di tengah jalan hanya karena sebuah rintangan dan kesulitan. Fokuskan kekuatan dan taklukkan kesulitan agar Anda bisa segera menyelesaikan proyek tersebut. Jangan membuatnya mangkrak di tengah jalan. Bekerjalah dengan konsistensi pada tujuan dan miliki tanggung jawab untuk menghasilkan karya terbaik. Keberhasilan tidak terletak saat Anda memulainya atau saat Anda merencanakannya dengan ide-ide hebat Anda. Keberhasilan terletak saat Anda menyelesaikan semua rencana dan ide hebat itu menjadi maha karya yang mengagumkan.

Kualitas kepemimpinan yang hebat terlihat dari kemampuan untuk menyelesaikan dan menghasilkan maha karya. Kalau hanya masalah ide, wacana, rencana, dan memikirkan, semua orang bisa. Pemimpin terbaik bukan masalah ide ataupun kata-kata hebat, pemimpin sejati itu adalah yang mampu menyelesaikan dan bekerja untuk menghasilkan maha karya. Oleh karena itu, jadilah pemimpin yang memiliki kebiasaan untuk menyelesaikan semua proyek dengan sebaik mungkin. Jangan pernah memiliki kebiasaan untuk meninggalkan proyek di tengah jalan, sehingga proyek tersebut mangkrak dalam kerugian yang besar. Rintangan, kesulitan, kegagalan, dan kejatuhan, adalah hal biasa dalam sebuah perjalanan untuk menyelesaikan maha karya. Jadi, ketika semua monster ketakutan menghilangkan keberanian Anda untuk menyelesaikan proyek-proyek yang sedang berjalan, Anda harus menguatkan energi sukses ke dalam diri Anda, lalu menciptakan kebiasaan baru agar semua kesulitan dan ketakutan dapat diatasi, serta segera menyelesaikan yang sulit diselesaikan.

Miliki komitmen, miliki kepercayaan diri, miliki keyakinan, miliki ketegasan, miliki tindakan, miliki semangat untuk menyelesaikan yang Anda mulai. Jangan membiarkan hal apapun untuk mensabotase mental sukses Anda. Tingkatkan kualitas ketenangan, tingkatkan kualitas kesabaran, tingkatkan kualitas optimisme, tingkatkan ketelitian, tingkatkan disiplin, dan gerakkan kekuatan terbaik untuk menyelesaikan proyek-proyek agar tuntas tepat waktu. Jangan membiarkan alasan apapun untuk mengentikan proses penyelesaian proyek yang sudah Anda mulai. Tunjukkan kualitas kepemimpinan Anda yang hebat dan penuh kualitas untuk menyelesaikan sebuah maha karya terbaik. Tunjukkan kepada orang-orang pesimis bahwa Anda sangat berkualitas, untuk menyelesaikan semua yang diragukan atau dirasakan tidak mungkin oleh orang pesimis. Tunjukkan kepada semua orang yang Anda pimpin bahwa Anda berada di tengah-tengah mereka untuk solusi dan kisah sukses, bukan untuk alasan dan kisah gagal. Pemimpin terbaik tidak pernah berhenti di tengah jalan untuk menyelesaikan proyek-proyek besarnya.

Kecepatan dan ketelitian haruslah disatupadukan untuk menyelesaikan proyek. Penundaan dan kekurang telitian adalah sumber pemborosan. Jadi, fokuskan semua waktu, energi, dan sumber daya untuk menyelesaikan apapun yang belum selesai. Jangan berdiam dengan berbagai alasan. Kembangkan strategi dan berbagai kemungkinan untuk menghilangkan semua alasan yang membuat proyek tidak selesai-selesai. Tidak boleh ada yang setengah selesai, semuanya harus diselesaikan dengan sempurna untuk menjadi maha karya terbaik.

Ciptakan kebiasaan-kebiasaan baru yang bisa menjadikan Anda energi sukses di setiap proyek yang Anda kerjakan. Bila masih memiliki kebiasaan menunda atau kebiasaan yang menghambat kemajuan sebuah proses, maka segera ubah kebiasaan tersebut untuk menjadikan Anda bertindak proaktif dalam menyelesaikan semua yang sulit. Miliki disiplin untuk bekerja dengan teliti dan rinci di setiap proses. Kadang-kadang, hal-hal kecil yang tidak diawasi secara teliti dan rinci di sepanjang proses bisa memberikan dampak yang merugikan kemajuan proyek tersebut. Jadi, miliki tata kelola yang terstruktur dan rinci dengan cek poin di sepanjang proses kerja. Fokuskan pada kekuatan dan kemajuan. Jangan berlebihan memberi perhatian pada kepada kekurangan, tetapi berikan solusi-solusi penguatan untuk menghilangkan kekurangan.

Ketika rencana mulai dieksekusi, maka sejak itu konsistensi untuk menjaga momentum sukses di setiap titik proses penyelesaian haruslah menjadi prioritas. Dalam hal ini, pemimpin harus menciptakan sistem dan karakter kerja yang membuat energi sukses terfokus dan bergerak ke arah maha karya. Energi sukses di dalam diri setiap orang harus terjaga dalam motivasi dan antusiasme yang tinggi. Jadi, tidak boleh dibiarkan kehilangan peluang sukses seincipun. Semua orang harus tampil produktif dan penuh percaya diri agar berhasil mendapatkan yang terbaik.

Kecepatan kerja yang konsisten dan penuh percaya diri mampu melewati setiap proses yang penuh tantangan untuk menyelesaikan proyek. Intinya, sesulit apapun, bila konsisten dan fokus untuk mendorong pekerjaan bergerak maju, maka pada akhirnya pekerjaan pasti selesai juga. Jadi, setiap hari yang diperlukan adalah disiplin, ketelitian, energi positif dalam rutinitas, dan ketekunan untuk menyelesaikan setiap bagian dari proyek tersebut dengan penuh kegembiraan.

Jangan terlalu memikirkan hasilnya, fokuskan energi untuk menyelesaikan satu per satu dari bagian-bagian terkecil proyek tersebut dengan teliti dan rinci. Dalam proses kerja, melakukan sesuatu lebih penting daripada memikirkan sesuatu. Jadi, di wilayah eksekusi, Anda hadir untuk melakukan, bukan untuk memikirkan.  

Ketika proyek Anda mangkrak atau tak mampu bergerak karena kekuarangan dana, maka jangan sibuk dengan alasan. Kalau Anda sibuk dengan berbagai alasan dan ketidakmampuan, Anda hanya sedang melumpuhkan semua kekuatan Anda.  Jangan biarkan monster kegagalan menakuti tugas besar Anda untuk menyelesaikan proyek tersebut. Segera keluarlah dari jebakan monster kegagalan, temukan kekuatan dari mental pemenang Anda. Katakan berulang-ulang kepada diri sendiri bahwa Anda adalah kekuatan sukses, dan tidak ada yang bisa menghentikan Anda untuk mencapai sukses. Yakinkan kepada diri sendiri bahwa Anda dengan mudah bisa menemukan semua yang Anda perlukan untuk menyelesaikan proyek tersebut. Pastikan Anda menjaga energi kemenangan di setiap diri orang-orang yang Anda pimpin. Jadilah pemimpin yang memberikan dorongan mental kemenangan, untuk membuat setiap orang penuh percaya diri dan terus bergerak menyelesaikan proyek Anda.

Pemimpin hebat tidak hidup dalam kata-kata dan pemikiran, tetapi menghidupkan kata-kata dan pemikiran dalam wujud maha karya. Jadi, ide dan konsep haruslah terwujud dalam maha karya yang bermanfaat bagi kehidupan banyak orang. Pastikan Anda mampu menerapkan sistem yang cepat dan berhasil menciptakan sukses, bukan sistem yang membuat orang-orang ragu dan terjebak dalam energi kegagalan. Selesaikan semua ide dan konsep proyek menjadi maha karya yang hebat, bukan karya-karya mangkrak yang merugikan dan tidak bermanfaat.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

TANPA EKSEKUSI, STRATEGI DAN RENCANA YANG HEBAT TERTIDUR PULAS

“Bila tidak ada eksekusi, maka semua rencana dan strategi tertidur selamanya.”~Djajendra

Tantangan terbesar dalam menjalankan sebuah rencana adalah keberanian untuk eksekusi. Pada umumnya, orang suka membuat rencana, mengatur strategi, berharap mencapai keberhasilan, tetapi tidak memiliki kompetensi yang lengkap untuk mengeksekusi atau bertindak.  

Harus memiliki keberanian dan pengetahuan yang luas di lapangan agar eksekusi dapat dilakukan secara benar dan tepat. Pengalaman, pengetahuan, keterampilan, dan intuisi haruslah menyatu di dalam kompetensi eksekusi. Dengan kata lain, untuk melakukan eksekusi atau tindakan yang tepat dan hebat, haruslah memiliki kemampuan dan pengalaman untuk memastikan eksekusi tersebut sukses.

Di wilayah eksekusi, efektivitas dan efisiensi di semua aspek kerja harus diperhatikan dengan sebaik mungkin. Bila sebuah tindakan atau eksekusi mengabaikan efektivitas dan efisiensi, maka sukses atau hasil yang diinginkan sulit tercapai. Jadi, jangan pernah melupakan efektivitas dan efisiensi untuk mendapatkan kinerja terbaik dari tindakan yang dilakukan.

Bekerja di wilayah eksekusi membutuhkan semangat yang tinggi, etos kerja yang hebat, disiplin, rasa percaya diri, dan kebiasaan kerja dengan mental pemenang. Memang tidak semua orang berbakat di wilayah eksekusi. Wilayah eksekusi adalah wilayah yang keras, dan beragam latar belakang orang yang eksis di sana. Jadi, Anda harus memiliki ketegasan, keberanian, kepastian, dan kesiapan untuk menghadapi berbagai macam potensi resiko.

Setelah Anda memiliki rencana dan strategi yang hebat, Anda harus mempersiapkan mental yang hebat untuk bisa menjalankan kemampuan eksekusi Anda. Tidak boleh ada keraguan, tidak boleh ada penundaan, tidak boleh khawatir, Anda harus berani melakukannya. Ingat selalu bahwa tanpa eksekusi yang hebat, semua rencana dan strategi terhebat pun menjadi tidak berguna.

Hasil akhir terbaik dari sebuah eksekusi ditentukan oleh kualitas eksekusi. Tanpa keberanian untuk eksekusi, maka semua rencana dan strategi hanya hidup di dalam imajinasi, dan mungkin tidak pernah terwujud dalam dunia nyata.

Setiap prestasi besar dihasilkan dari kemampuan eksekusi yang cerdas. Tindakan-tindakan yang produktif dan terukur kualitasnya akan memberikan kinerja dan prestasi terbaik.

Di wilayah eksekusi, daya tahan mental dan totalitas di lapangan menentukan keberhasilan. Sekali melangkah memasuki wilayah eksekusi tidaklah boleh mundur atau menyerah oleh alasan apapun. Keberhasilan hanya bisa didapatkan di wilayah eksekusi. Wilayah strategi dan rencana adalah wilayah imajinasi atau angan-angan. Jadi, kalau mau sukses, ya bertindaklah, lakukan dengan berani untuk mencapai hasil sesuai rencana.

Tidak ada lagi teori di wilayah eksekusi. Jadi, apapun realitasnya di lapangan, Anda harus fokus dengan tindakan untuk menghasilkan kinerja. Pastinya, semua hal yang mau dieksekusi sudah ada di dalam rencana. Tetapi, mungkin saja dilapangan rencana dan realitas tidak nyambung. Di sinilah, tugas seorang pemimpin yang tegas dan berani diperlukan, untuk menyambung antara rencana dan realitas di lapangan.

Bila kepemimpinan kurang tegas, banyak teori, dan tidak mampu mengeksekusi; maka, semua rencana dan strategi yang hebat selamanya tertidur pulas. Hanya pemimpin yang tegas, berani, seorang eksekutor yang andal, yang dapat membangunkan rencana dan strategi yang tertidur pulas tersebut.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KETIKA KETERAMPILAN KARYAWAN ANDA SUDAH USANG

MOTIVASI BISNIS 27042016

“Bermodal keterampilan lama tidaklah cukup untuk bertahan dalam kompetisi bisnis yang semakin tinggi, keterampilan karyawan harus ikut berkembang selaras dengan ide-ide baru.”~Djajendra 

Setiap pekerjaan bergerak dalam perubahan. Sebuah keterampilan pada masa lalu akan menjadi usang pada hari ini. Sebuah pola kerja pada masa lalu bisa saja menjadi tidak berharga pada hari ini. Perubahan bergerak dengan lebih cepat dibanding sebelumnya. Zaman informasi dan teknologi telah mempercepat perubahan dan membuat keterampilan lebih cepat usang.

Beberapa waktu yang lalu, seorang pimpinan pabrik mengeluh. Dia baru saja mengganti mesin produksinya untuk meningkatkan kualitas produk. Karena mesin yang baru dibeli ini teknologinya baru, tentu saja karyawan belum mengerti cara mengoperasionalkannya. Lalu, dia melakukan pelatihan bagi para karyawan agar bisa mengoperasionalkan mesin baru tersebut. Hasilnya, tidak semua karyawan memiliki pola pikir untuk berubah, kebanyakan karyawan mengeluh tentang mesin baru tersebut. Padahal mesin baru dibeli untuk meningkatkan kualitas produk.

“Keterampilan mesin lama sudah usang dan tidak diperlukan lagi oleh bagian produksi.” Kata pimpinan pabrik tersebut. Ya, ide-ide baru terus-menerus muncul untuk menggantikan ide-ide lama. Tuntutan pasar terhadap produk berkualitas tinggi dengan harga yang bersaing adalah realitas yang sulit dicegah. Bermodal keterampilan lama tidaklah cukup untuk bertahan dalam kompetisi bisnis yang semakin tinggi, keterampilan karyawan harus ikut berkembang selaras dengan ide-ide baru. 

Dunia bisnis mulai menyadari bahwa modal paling berharga dari seorang pekerja adalah pola pikirnya. Pola pikir yang mudah beradaptasi dengan perubahan dan kemajuan adalah penting. Jelas, dalam realitas dunia kerja, pola pikir atau mind set karyawan merupakan sebuah tantangan yang tidak mudah solusinya. Kebanyakan pekerja terbentuk dari mind set yang sulit tumbuh, mind set yang terbentuk untuk bekerja di zona nyaman. Sedangkan dunia kerja adalah dunia kreatif dan produktif, di sini diperlukan mind set yang bisa tumbuh dan beradaptasi di luar zona nyaman.

Dunia kerja adalah tempat yang membutuhkan keterampilan dan kualitas untuk melayani kedinamisan organisasi, bisnis, dan orang. Dunia kerja membutuhkan sifat-sifat unggul dan kreatif dalam mencapai visinya. Bisnis yang sukses dihasilkan dari kebiasaan-kebiasaan produktif dan perilaku yang mudah beradaptasi dengan perubahan.

Karyawan yang bergerak dengan pola pikir untuk menang, serta pola pikir yang mudah beradaptasi dengan teknologi dan keterampilan baru, adalah aset yang mampu melayani kedinamisan organisasi, bisnis, dan orang secara konsisten. Karyawan dengan pola pikir yang mudah beradaptasi dengan perubahan adalah aset yang paling berharga. Karyawan dengan keterampilan dan kecerdasan hebat, tetapi tidak memiliki pola pikir yang beradaptasi dengan perubahan, adalah beban yang merugikan bisnis.

Tidak ada seorang pun yang tahu tentang jenis dan kualitas keterampilan yang paling dibutuhkan di masa depan. Tetapi, dengan pelatihan yang terus menerus tentang mind set, perilaku, sikap, dan soft skill lainnya, diharapkan terbentuk kepribadian karyawan untuk siap bekerja di luar zona nyaman dan selalu mudah beradaptasi dengan perubahan.

Ketika keterampilan karyawan Anda sudah usang, Anda harus membangun semangat perubahan. Anda harus bisa mengatakan bahwa perubahan tidak bisa ditunda. Anda harus meminta komitmen, kemampuan untuk beradaptasi, akuntabilitas, dan fleksibilitas untuk menjawab perubahan. Ini adalah tentang keterbukaan terhadap ide-ide baru dan pengalaman baru, serta kemampuan untuk melayani cara baru dengan sebaik mungkin.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

NILAI-NILAI PERUSAHAAN MENGGAMBARKAN BUDAYA YANG DIINGINKAN

CORPORATE CULTURE 12022016

“Nilai-nilai yang terinternalisasi memberikan perilaku yang keluar dari hati nurani, untuk menciptakan budaya kerja sesuai perintah nilai-nilai.”~Djajendra

Nilai-nilai perusahaan membentuk jiwa dan karakter untuk diberdayakan dan dikembangkan dalam budaya yang kuat. Menanam nilai dimulai dari diri sendiri, lalu ditransformasikan dalam organisasi untuk membentuk budaya. Saat nilai-nilai berubah menjadi budaya kerja, akan tumbuh kesadaran untuk bekerja dengan sepenuh hati dan berkontribusi lebih besar. Pilihan nilai-nilai perusahaan harus bersumber dari keyakinan, filosofi, moralitas, dan etika.  Nilai-nilai yang sudah terpilih menjadi core values  difungsikan untuk menguatkan strategi bisnis. Ketika nilai-nilai sudah berfungsi dalam menggerakkan karyawan untuk mencapai strategi yang ditetapkan, maka budaya perusahaan yang kuat terbentuk.

Masalah utama yang dihadapi banyak perusahaan adalah tidak terpikirkan untuk menginternalisasikan nilai-nilai perusahaan ke dalam jiwa dan karakter karyawannya. Bila nilai-nilai perusahaan sebatas slogan dan pengisi profile perusahaan, tanpa pernah diinternalisasikan, maka nilai-nilai tersebut tidak akan berfungsi dan bermakna apa-apa. Nilai-nilai akan menjadi budaya kalau sudah diinternalisasikan dan menjadi nyata dalam organisasi.

Keberadaan nilai-nilai inti perusahaan mendorong karyawan dan pimpinan untuk menjalankan perusahaan dan bisnis secara profesional. Intinya, nilai-nilai mendorong orang-orang untuk berbisnis dan bekerja sesuai nilai-nilai, bukan mendorong bisnis. Jadi, internalisasi nilai-nilai harus menghasilkan sikap dan perilaku kerja seperti yang dimaksudkan oleh nilai-nilai tersebut.

Nilai sebagai budaya yang diinginkan dimulai dari rasa tanggung jawab pemilik perusahaan, manajemen, dan karyawan untuk bekerja dalam budaya kuat. Rasa tanggung jawab untuk membangun budaya perusahaan yang kuat dan positif haruslah diperlihatkan dengan sikap, perilaku, karakter, dan kebiasaan kerja. Diperlukan kekuatan moralitas, integritas, dan etika dalam memaknai nilai-nilai perusahaan. Jadi, apapun nilai yang dipilih perusahaan sebagai nilai-nilai intinya, maka seluruh nilai pilihan tersebut wajib mengandung makna moralitas, integritas, dan etika sehingga dapat diuraikan tentang apa yang boleh oleh nilai tersebut, dan apa yang tidak boleh. Disamping itu, nilai-nilai harus bisa menggambarkan tentang pembentukan masa depan yang lebih baik. Setiap individu di perusahaan harus mampu meningkatkan semangat kolaborasi, membangun kehidupan nyata bersama nilai-nilai tersebut, menjadi bertanggung jawab dan selalu berkomitmen untuk berperilaku seperti yang dikehendaki oleh nilai-nilai inti perusahaan.

Nilai-nilai perusahaan layaknya sebuah kendaraan yang siap mengantar setiap orang menuju tujuan. Nilai-nilai harus mampu mengkomunikasikan visi, sehingga setiap orang di dalam perusahaan dengan mudah bergerak menuju visi. Nilai-nilai harus mampu memproyeksikan ke masa depan, dan menggambarkan bagaimana setiap orang dapat bergerak menuju masa depan dengan kreatif dan produktif.

Nilai-nilai memberikan perilaku yang keluar dari hati nurani untuk menciptakan budaya kerja sesuai perintah nilai-nilai tersebut. Selain perilaku, nilai-nilai juga memberikan panduan untuk menciptakan etos kerja.

Budaya organisasi yang kuat menghasilkan tata kelola terbaik yang sederhana, efisien, efektif, murah, bebas stres, bahagia, dan berkembang. Nilai-nilai yang sudah terinternalisasi akan membentuk budaya yang kuat, lalu memberdayakan setiap individu di tempat kerja untuk bergerak selangkah demi selangkah menuju masa depan yang kaya kinerja.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

INTERNALISASI NILAI-NILAI ORGANISASI DAN MAKNA BEKERJA

CORE VALUES 07022016“Jangan biarkan nilai-nilai organisasi tidur dan diam, bangunkan mereka dan transformasikan menjadi etos kerja.”~Djajendra

Membangun budaya kerja yang kuat harus melalui fondasi pedoman nilai-nilai budaya organisasi yang selaras dengan strategi organisasi. Nilai-nilai organisasi memberi arti dan kesadaran yang tinggi terhadap pekerjaan dan tanggung jawab. Nilai-nilai organisasi menjadi bagian dari jiwa dan pikiran kreatif yang menciptakan pola kerja produktif. Nilai-nilai organisasi dirancang untuk menjadi perilaku, sikap, karakter, kebiasaan, dan cara bertindak di tempat kerja. Nilai-nilai organisasi merupakan alat untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas di semua aspek pekerjaan. Nilai-nilai organisasi harus selalu dibicarakan dan dikaji secara ilmiah untuk menghasilkan perilaku kerja sesuai kebutuhan strategi organisasi.

Budaya kerja yang kuat menghasilkan sikap dan perilaku yang tepat untuk mengeksekusi pekerjaan sesuai strategi. Nilai-nilai sebagai pilar utama budaya kerja menghasilkan sifat dan kebiasaan produktif, baik dalam kelompok maupun individu, untuk menuntaskan pekerjaan sehari-hari dengan kinerja tinggi. Nilai-nilai organisasi merupakan fondasi untuk mengembangkan sumber daya manusia menjadi andal, proses kerja yang efektif dan produktif, dan pencapaian hasil kerja yang lebih baik.

Nilai-nilai organisasi sangat berfungsi untuk melemahkan budaya di luar budaya organisasi (sub culture) dan menguatkan budaya organisasi. Sumber daya manusia organisasi selalu berasal dari berbagai latar belakang atau beragam budaya, hanya nilai-nilai organisasi yang dapat menyatukan dan menghubungkan mereka di tempat kerja. Mengingat sub culture yang kuat bisa melemahkan budaya organisasi, maka diperlukan proses internalisasi nilai-nilai organisasi secara terus-menerus dan berkelanjutan. Diperlukan disiplin dan tanggung jawab untuk memaknai dan menjalankan nilai-nilai organisasi secara benar dan tepat.

Nilai-nilai organisasi membangun kesadaran bersama untuk memiliki sifat, perilaku, peran, pelayanan, komunikasi, dan kontribusi kepada organisasi dan stakeholder dalam satu persepsi dan satu keyakinan. Organisasi yang memiliki budaya kerja kuat akan mencapai kinerja terbaik. Hal ini dikarenakan, para insan organisasi memiliki etos kerja yang tepat dan memahami pekerjaan mereka dari hati. Mereka juga secara otomatis memiliki tanggung jawab moral atas apa yang harus dikerjakan di tempat kerja, serta bagaimana cara menyelesaikan pekerjaan dengan berkualitas dan rendah risiko.

Nilai-nilai dipilih untuk tujuan menciptakan karakter kerja dan perilaku kerja yang tepat dalam mencapai visi organisasi. Dalam proses internalisasi, nilai-nilai organisasi ditanam ke dalam mindset melalui pembentukan keyakinan, sehingga setiap orang di tempat kerja dapat meyakini kebenaran dari nilai-nilai organisasi, yang dijadikan perilaku sehari-hari di tempat kerja.

Internalisasi nilai-nilai organisasi menciptakan makna bekerja. Kalau setiap pekerja sudah memahami apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan di setiap proses kerja, maka mereka akan menjadi energi positif untuk penguatan budaya organisasi.

Proses internalisasi harus menempatkan nilai-nilai organisasi sebagai pedoman perilaku di tempat kerja. Pedoman perilaku ini harus dapat menggerakan hati nurani setiap individu di tempat kerja untuk hadir ke kantor secara jiwa, fisik, dan pikiran. Lalu, menjadi pribadi yang memberi makna bekerja sesuai nilai-nilai organisasi di setiap proses kerja. Nilai-nilai organisasi harus dijadikan kekuatan untuk memfokuskan energi, potensi, kemampuan, dan keandalan dalam mencapai kinerja tertinggi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENGINTERNALISASI CORE VALUES PERUSAHAAN MENJADI PERILAKU DAN KARAKTER KERJA

CORE VALUES 02022016“Core values bersumber dari kata-kata sederhana untuk mengungkapkan perilaku kerja yang selaras dengan strategi organisasi, dan sebagai alat terbaik untuk mengelola orang.”~Djajendra

Core values atau nilai-nilai inti perusahaan dimaksud untuk membentuk perilaku dan karakter kerja yang selaras dengan strategi perusahaan. Core values yang terinternalisasi dengan baik akan menjadi pilar utama dalam pembentukan budaya organisasi yang kuat. Ketika core values sudah menjadi pilar utama budaya organisasi, maka dia akan mempersatukan cara kerja insan perusahaan, untuk secara solid merealisasikan tujuan dan visi perusahaan.

Core values perusahaan mendefinisikan budaya perusahaan untuk digunakan oleh semua pegawai dalam pencapaian kinerja terbaik secara konsisten. Core values harus diimplementasikan ke dalam tata kelola agar bisa menjadi bahasa tindakan. Bila core values sudah dipahami oleh pegawai dalam bahasa tindakan, maka tinggal menciptakan perilaku kerja berdasarkan core values tersebut. Penciptaan perilaku kerja berdasarkan core values haruslah melalui proses penanaman core values ke dalam mental, jiwa, emosi, dan pikiran. Diperlukan doktrin yang kuat agar core values diterima oleh akal sehat. Bila secara akal sehat core values sudah masuk ke dalam hati nurani, dan sudah terpola di dalam pikiran bahwa sadar, maka core values perusahaan akan bertransformasi menjadi perilaku kerja. Kondisi ini menciptakan budaya kerja yang sesuai dengan core values perusahaan.

Internalisasi core values perusahaan bertujuan untuk membangun budaya positif yang kuat. Core values pastinya sudah dipilih dan diperhitungkan dengan sebaik mungkin, untuk mendorong strategi perusahaan agar mudah dieksekusi dengan perilaku dan tindakan sesuai core values. Core values adalah bagian dari strategi untuk memberdayakan dan mengoptimalkan potensi pegawai. Perusahaan harus mampu merubah core values dari bahasa slogan menjadi bahasa perilaku. Dalam hal ini, moralitas dan etika menjadi fondasi untuk memaknai core values. Bila moralitas dan etika sudah kuat, maka integritas pribadi akan tumbuh untuk menjalankan core values dengan sepenuh hati. Akhirnya, core values mampu mendorong pegawai untuk memiliki etos kerja sesuai nilai-nilai tersebut.

Internalisasi core values bermaksud membangun hubungan emosional antara pegawai dengan setiap nilai inti. Pegawai yang mampu memahami core values pada tingkat yang mendalam, secara emosional, akan mendapatkan pencerahan, dan pada akhirnya mempromosikan budaya kerja sesuai nilai-nilai organisasi. Dalam proses internalisasi perlu dibangun kesadaran bahwa pelanggaran terhadap nilai-nilai organisasi merupakan tindakan tidak disiplin.

Core values sangat diperlukan sebagai panduan berpikir dan bersikap tentang masa depan perusahaan. Ketaatan dan kepatuhan terhadap core values memudahkan pegawai untuk menjadi produktif pada hari ini, dan untuk melangkah dengan penuh percaya diri menuju rencana jangka panjang. Bila core values sudah terinternalisasi ke dalam diri pegawai dan sudah terimplementasi di dalam mekanisme kerja organisasi, maka terciptalah budaya kerja yang lebih positif di tempat kerja. Suasana kerja akan menunjukkan loyalitas yang tinggi, hubungan sosial yang lebih positif, masing-masing pihak akan menunjukkan empati di setiap proses kerja, saling membantu dan berkolaborasi dengan baik, dan dari waktu ke waktu produktivitas akan meningkat. Intinya, core values yang terinternalisasi dengan baik akan menciptakan budaya kerja yang positif dan yang lebih produktif.

Core values merupakan alat terbaik untuk mengelola orang. Manajemen yang mempekerjakan pegawai yang taat dan tercerahkan oleh core values selalu memanen kinerja terbaik. Apalagi, bila manajemen mampu mengelola mereka dengan baik, mereka akan semakin setia bersama perusahaan dan menunjukkan dedikasi yang tinggi. Selain itu, core values yang terinternalisasi dapat berfungsi sebagai sistem untuk membuat pegawai patuh pada aturan, serta terjaga dari perbuatan tidak etis.

Perlu secara terus-menerus dan berkelanjutan membahas dan menafsirkan core values perusahaan dengan semua tingkatan pegawai. Semakin tercerahkan dan terinternalisasi core values sebagai ideologi dan sistem keyakinan di dalam perusahaan, semakin solid dan andal para pegawai dalam mensukseskan strategi dan visi perusahaan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com