MANAJEMEN YANG EFEKTIF DIHASILKAN DARI KOMPETENSI DAN KUALITAS KERJA TERBAIK

“Sikap tinggi hati tidak pernah menjadikan seseorang belajar untuk tumbuh, tetapi hanya menjadikan seseorang suka memamerkan kemampuannya yang sedikit.”~Djajendra

Setiap perusahaan selalu merencanakan untuk mendapatkan hasil maksimal dari sumber daya manusianya. Hal ini, baru bisa terjadi, bila manajemen bekerja dengan efektif dan produktif. Untuk membuat manajemen bekerja dengan efektif dan produktif, diperlukan kualitas kerja dan kompetensi terbaik dari para karyawan. Tanpa memiliki karyawan-karyawan yang ahli di pekerjaannya masing-masing, tidaklah mungkin bisa menghasilkan manajemen yang efektif dan produktif. Oleh karena itu, para pimpinan harus memiliki kesadaran dan tindakan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusianya di semua dimensi atau aspek kerja. Mengabaikan kualitas, keahlian, kompetensi, dan etos kerja karyawan sama saja dengan membiarkan perusahaan menjadi tidak efektif dan produktif.

Pengetahuan, wawasan, etos, kekuatan fisik, kekuatan pikiran positif, dan kekuatan hati nurani menjadi dasar untuk membangun kekuatan keahlian di pekerjaan masing-masing. Setiap individu karyawan harus dilatih untuk memiliki tingkat pengetahuan dan keterampilan yang unggul. Mereka juga harus dibangun dan dikembangkan secara terus-menerus untuk memiliki daya tahan dan daya beradaptasi di setiap titik perubahan dan titik tantangan. Kesadaran perusahaan untuk secara terus-menerus meningkatkan keahlian dan etos terbaik karyawan, menjadikan karyawan sebagai harta yang paling produktif untuk menghasilkan kinerja terbaik.

Setiap karyawan harus memiliki kesadaran bahwa bila ingin memiliki keamanan kerja dan ingin dihargai di tempat kerja, maka dirinya harus disiplin untuk mengembangkan keahlian dan etos kerja yang luar biasa produktif. Membiasakan diri untuk selalu tekun dan disiplin, serta fokus untuk menumbuhkan kualitas diri dengan berbagai kemampuan yang dibutuhkan oleh perusahaan, akan meningkatkan keandalan karyawan. Sebagai karyawan yang profesional, jadilah pembelajar yang selalu rendah hati untuk menguji kualitas keahlian yang dimiliki saat ini; pahami dan identifikasi kekurangan yang dimiliki; teruslah belajar untuk menumbuhkan kompetensi agar diri Anda bisa tampil lebih andal dan lebih ahli di tempat kerja. Investasikan waktu, energi, uang, dan semangat Anda untuk menjadikan Anda lebih andal di tempat kerja.

Kepemimpinan dan karyawan harus bersatupadu untuk membangun keahlian di tempat kerja. Bersama-sama memperluas keterampilan, wawasan, pengetahuan, keahlian, dan integritas. Bersama-sama mempromosikan energi positif sebagai fondasi untuk mengembangkan citra perusahaan yang terpercaya, meningkatkan kredibilitas, bersikap profesional di setiap situasi, serta menjadikan karyawan dan kepemimpinan memiliki kepercayaan diri untuk mengatasi krisis atau situasi yang tidak menguntungkan.

Menjadikan perusahaan sebagai organisasi yang belajar terus.

Informasi harus ditanggapi dengan pengetahuan dan akal sehat. Sekarang ini, informasi begitu banyak, setiap orang bisa memproduksi informasi dan menyebarluaskannya melalui situs-situs di internet. Jadi, dunia internet membuat setiap orang bisa terus-menerus belajar sendiri dari informasi-informasi yang tersebar. Tetapi, perlu diingat, semua informasi tersebut belum tentu benar atau tepat, dan belum tentu membawa kebaikan untuk perusahaan, maupun untuk kebaikan peningkatan karir Anda. Janganlah terlalu mudah mempercayai semua informasi yang Anda dapatkan dari media sosial, selalu kuatkan kualitas diri dengan pengetahuan dan akal sehat agar Anda bisa mendapatkan informasi yang benar untuk kemajuan karir.   

Membangun dan meningkatkan keahlian bukanlah pekerjaan yang sifatnya instan, diperlukan proses dan waktu untuk menjadikan seorang karyawan ahli dan andal di tempat kerja. Ini merupakan tugas penting yang membutuhkan kepemimpinan, integritas, waktu, dan proses panjang. Menjadikan karyawan ahli dan unggul adalah dengan berkomitmen untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas dan kompetensi karyawan seumur hidup. Jadi, perusahaan harus memiliki kebijakan dan program-program yang konsisten untuk membangun keahlian karyawan di semua sektor di tempat kerja.

Keahlian haruslah ditampilkan melalui etos kerja yang hebat. Keahlian harus bisa meningkatkan kredibilitas perusahaan untuk memberikan pelayanan berkualitas kepada stakeholders. Keahlian harus bisa meningkatkan kepercayaan diri dalam sikap rendah hati. Keahlian harus bisa mendorong perkembangan dan peningkatan kinerja. Keahlian karyawan harus bisa menumbuhkan keunggulan di setiap tindakan.  

Manajemen yang efektif dihasilkan dari keahlian, kompetensi, dan kualitas kerja terbaik karyawan dan pimpinan. Artinya, pimpinan dan karyawan harus memiliki disiplin dan integritas untuk belajar dan menjaga sikap rendah hati. Bila arogansi muncul dan kebijaksanaan untuk rendah hati hilang, maka energi negatif akan merusak semua keahlian yang dimiliki. Sikap tinggi hati tidak pernah menjadikan seseorang belajar untuk tumbuh, tetapi hanya menjadikan seseorang suka memamerkan kemampuannya yang sedikit.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PEMECAHAN MASALAH ‘PROBLEM SOLVING’

“Pikiran kreatif akan selalu menemukan jalan untuk mengembalikan hal-hal yang Anda butuhkan dari gangguan masalah yang tak Anda inginkan.” ~ Djajendra

Masalah hadir untuk membuat diri menjadi lebih cerdas membuat keputusan buat masa depan. Jangan menakut-nakuti diri sendiri dengan memikirkan skenario terburuk dari masalah yang sedang Anda hadapi. Siapkan diri Anda dengan pengetahuan, keterampilan dan wawasan, untuk menemukan solusi hebat dari masalah yang Anda hadapi. Tempatkan pikiran positif  dalam masalah Anda, lalu bertindaklah dengan kreatif untuk memanfaatkan informasi dan fakta dengan akal sehat.

Ketika membuat kebijakan dan keputusan, diperlukan sebuah metodologi yang andal untuk pemecahan masalah secara kreatif. Sebab, apapun kebijakan dan keputusan yang dibuat, saat dijalankan, pasti akan menghadirkan tantangan dan risiko yang tak terlihat sebelumnya. Tata kelola yang baik adalah yang mampu mengembangkan metodologi untuk menemukan solusi kreatif atas masalah-masalah yang dihadapi.

Pemecahan masalah haruslah dalam bentuk metodologi yang terstruktur di dalam logika, data, fakta, penelitian, pengetahuan, informasi, dan bukan intuisi ataupun ramalan dari imajinasi. Bila semua informasi tentang sebuah masalah terkumpul dengan lengkap, maka proses kreatif dapat dijalankan untuk menemukan solusi terbaik.

Pola pemecahan masalah harus terfokus pada data dan fakta untuk menemukan solusi, serta bukan pada kreativitas spontan dan intuitif individu atau kelompok. Diperlukan analisis di dalam pengetahuan yang tepat, agar semua skenario atau prediksi atas calon solusi dapat mendekati kebenaran dari keputusan yang seharusnya.

Setiap masalah merupakan realitas yang memberitahukan bahwa ada yang salah dengan prinsip-prinsip kerja saat ini. Oleh sebab itu, saat ingin menemukan solusi yang kreatif, pastikan Anda telah mengevaluasi prinsip-prinsip kerja yang sedang Anda gunakan terhadap semua kebijakan dan keputusan. Jadilah lebih kreatif dalam kendali pikiran dan emosi positif untuk mengevaluasi prinsip-prinsip kerja. Dan kalau perlu, lakukan perubahan, agar dapat diselaraskan dengan solusi yang Anda butuhkan untuk masalah yang timbul.

Kejernihan mental dan kebijaksanaan dalam mengekspresikan sikap terhadap masalah yang hadir, akan menjadi modal yang baik untuk memulai sebuah proses kreatif dalam menemukan solusi terbaik dari masalah tersebut. Kemampuan untuk melakukan analisis, serta mendapatkan hasil akhir yang ideal, haruslah  dilakukan dengan menganalisis akar penyebab masalah. Termasuk, menemukan zona penyebab timbulnya masalah, dan kemudian melakukan pemodelan, agar zona penyebab timbulnya masalah dapat dinetralkan dan dijauhkan dari benih masalah.

Masalah sering sekali seperti matahari yang kadang-kadang harus melewati awan gelap, sehingga terang menjadi hilang dan digantikan gelap. Dan hal ini terjadi hanya karena matahari masih berada di balik awan gelap. Tapi, semua ini bukanlah permanen sifatnya, hanya sementara saja. Sebab, bumi pasti terus bergerak untuk menemukan terangnya sinar matahari. Demikian juga dengan masalah, setiap muncul masalah, solusi sedang tertutup awan gelap pikiran, dan pikiran kreatif pasti akan menemukan kecerdasannya untuk menemukan solusi yang tertutup awan gelap. Artinya, setiap masalah pasti ada solusinya, dan yang diperlukan adalah menerangkan pikiran gelap, agar solusi terbaik dapat dilihat dari pikiran terang.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PROSES PENGEMBANGAN KEBIJAKAN MENJADI REALITAS

PROFILE DJAJENDRA CORPORATE TRAINING 01“Sangat Mudah Untuk Mengeluarkan Sebuah Kebijakan, Tapi Tidak Mudah Untuk Membuat Kebijakan Tersebut Menjadi Realitas Seperti Yang Diharapkan.” ~ Djajendra

Kebijakan adalah sebuah ide atau sebuah konsep pemikiran yang telah dituangkan dalam sebuah keputusan. Dan selanjutnya, dari sebuah keputusan itu harus dikembangkan program-program untuk mengimplementasi kebijakan tersebut ke dalam organisasi ataupun ke dalam hal pengembangan karyawan atau bisnis.

Sebuah kebijakan akan melibatkan banyak pekerjaan, dan ada sejumlah besar informasi yang dibutuhkan untuk membuat kebijakan tersebut terimplementasi dengan baik. Dan ada banyak fase yang harus dilalui sebelum kebijakan itu benar-benar bekerja, dan menjadi bermanfaat buat perusahaan, karyawan, pelanggan, serta buat kemajuan bisnis itu sendiri.

Pada tahap awal, pastikan Anda melakukan proses menganalisis terhadap isi, semangat, motivasi, filosofi dan makna dari kebijakan tersebut. Pahami apa jenis instruksi yang terkandung dalam kebijakan tersebut. Kemudian, mulailah dengan memikirkan kebutuhan organisasi terhadap kebijakan tersebut, dan membuatnya lebih efektif dalam penerapan. Cari tahu berapa banyak orang dalam organisasi Anda yang memahami semangat dan motivasi dari kebijakan tersebut. Lakukan identifikasi terhadap kesenjangan informasi, pengetahuan, wawasan, dan keterampilan yang muncul saat memahami kebijakan tersebut dalam organisasi. Pastikan Anda mempertimbangkan gaya dan cara orang-orang dalam menerima kebijakan tersebut. Pastikan Anda jujur mencari tahu apa kendala dan tantangan yang perlu dipertimbangkan dalam implementasi kebijakan tersebut.

Setelah Anda mengumpulkan data dan analisa secara teliti apa yang Anda butuhkan untuk implementasi kebijakan tersebut, saatnya untuk merancang atau mendisain tata cara implementasi. Buatlah sebuah strategi yang melibatkan semua orang dalam organisasi untuk memahami dan mematuhi jenis instruksi yang terkandung di dalam kebijakan tersebut. Tuliskan instruksi yang sederhana dan mudah untuk dipahami oleh siapa pun. Buatlah rencana dan jadwal untuk proses memperkenalkan kebijakan tersebut kepada setiap orang di dalam organisasi. Ingat, sebuah kebijakan adalah sebuah ide atau konsep pemikiran, dan diperlukan banyak upaya untuk menginternalisasikan kebijakan tersebut, agar dapat diterima dan dipahami dengan sepenuh hati.  Siapkan metodologi atau alat-alat untuk mengukur pemahaman dan kemampuan menyerap atas maksud, tujuan, motivasi, filosofi, nilai-nilai, yang ada di dalam kebijakan tersebut.

Selama tahap pengembangan, Anda mengambil tindakan pada garis besar dan rencana yang Anda buat dalam tahap desain. Hal ini merupakan bagian inti dari proses, karena dari sinilah Anda mulai mengembangkan bentuk dan wujud dari kebijakan tersebut. Selama tahap pengembangan, Anda harus sudah membentuk tubuh atau wujud dari kebijakan tersebut, agar kebijakan tersebut dapat hadir secara virtual dalam realitas dan dapat dilihat secara kasat mata oleh siapapun. Pastikan Anda mendapatkan umpan balik dari setiap orang di dalam organisasi, sebelum Anda mengimplementasi bentuk atau wujud dari kebijakan tersebut, sehingga Anda dapat memperbaiki bentuk dan wujud tersebut, agar sesuai dengan harapan dan impian dari semangat kehadiran kebijakan tersebut.

Setelah Anda mendapatkan cukup banyak umpan balik yang sesuai dengan semangat kebijakan tersebut, maka Anda sudah dapat memulai tahap implementasi. Dalam tahap implementasi, Anda harus yakin dan pasti, bahwa setiap orang di dalam organisasi telah memiliki antusiasme yang sangat emosional dan berenergi tinggi, untuk menerima dan menjalankan semua proses implementasi dengan sepenuh hati. Pastikan setiap orang memiliki akses ke semua bahan-bahan yang mereka butuhkan dalam proses implementasi. Pastikan setiap orang menjadi sangat nyaman dan senang dengan proses implementasi. Pastikan proses umpan balik dan perbaikan berkelanjutan tetap menjadi semangat dari implementasi.

Pada akhirnya, setiap hal yang dilakukan haruslah dievaluasi. Di mana, tujuan dan semangat dari evaluasi adalah sebagai proses untuk pembelajaran dan perbaikan secara terus-menerus terhadap hal-hal yang dirasakan belum sempurna. Implementasi dan internalisasi adalah tahap yang sangat penting untuk menghadirkan kebijakan menjadi wujud, tubuh dan bentuk yang dapat dilihat. Dan oleh karena itu, evaluasi secara terus-menerus atas hasil akhir dari implementasi dan internalisasi, akan membuat wujud dan bentuk dari kebijakan tersebut lebih sempurna dan lebih indah, untuk dinikmati oleh semua pemangku kepentingan dari organisasi Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com