Perubahan Perlu Kontribusi

“Perubahan Dari Budaya Lama Ke Budaya Baru Memerlukan Infrastruktur Yang Kuat Untuk Mendukung Proses Perubahan.” – Djajendra

Perubahan tidak selalu diterima dengan jujur, pasti akan ada pihak-pihak yang memperkuat diri dan kelompok untuk melawan perubahan. Orang-orang yang merasa nyaman dengan kebiasaan lama akan berupaya keras untuk menggagalkan perubahan.

Ketika saya di undang untuk memberikan motivasi dan pencerahan tentang good corporate governance di sebuah perusahaan di Purwakarta. Pimpinan tertinggi perusahaan tersebut sedang jatuh cinta kepada prinsip-prinsip good corporate governance, dan dia berupaya keras untuk menjalankan budaya good corporate governance di perusahaannya dengan sebaik mungkin.

Untuk menjalankan budaya good corporate governance diperlukan kontribusi dan tanggung jawab dari setiap stakeholders. Dalam konteks di internal perusahaan diperlukan kontribusi dan tanggung jawab dari setiap level karyawan dan pimpinan dengan integritas tinggi.

Di kelas saya ini, ada sebagian dari peserta merasa takut dengan budaya good corporate governance, mereka telah terbiasa dengan budaya kerja yang lama, dan berpikir bahwa budaya good corporate governance hanya akan menambah masalah baru. Artinya, ada penolakan terhadap sikap proaktif pimpinan tertinggi  untuk membudayakan nilai-nilai good corporate governance di perusahaan.

Penolakan terhadap nilai-nilai baru adalah persoalan yang sangat serius dalam sebuah perubahan. Sebab, sebuah perubahan hanya akan berlangsung dengan baik bila setiap orang merasa ikhlas, tulus, dan bertanggung jawab untuk memberikan kontribusi buat perubahan.

Bila setiap orang di internal perusahaan merasa terpanggil untuk memberikan kontribusi terhadap perubahan, maka perubahan akan memiliki energi untuk mewujudkan perusahaan dengan budaya good corporate governance.

Ketika seseorang merasa nyaman dengan situasi sekarang, maka dengan segenap kekuatan dia akan menolak perubahan. Tetapi, ketika dia sedang berada pada posisi yang tidak nyaman, maka dia pasti menyambut perubahan dengan senang hati. Artinya, perubahan sangat bergantung kepada kepentingan, dan tidak mungkin setiap orang akan suka dengan perubahan.

Perubahan harus dimulai dengan mempersiapkan infrastruktur yang siap mendukung semua proses perubahan.  Dalam hal good corporate governance, perubahan harus dimulai dengan mempersiapkan mind set dari setiap orang di internal perusahaan untuk menerima budaya good corporate governance dengan sepenuh hati.

  1. Siapkan mind set para pemegang saham untuk memiliki etika, integritas, tanggung jawab, serta patuh pada budaya good corporate governance.
  2. Siapkan mind set para komisaris dengan sebuah panduan (sop, job desk, etika, code of conduct) yang menjelaskan batas-batas tugas dan tanggung jawab komisaris.
  3. Siapkan mind set para direksi dengan sebuah panduan (sop, job desk, etika, code of conduct) yang menjelaskan batas-batas tugas dan tanggung jawab direksi.
  4. Siapkan mind set para manajer dengan sebuah panduan(sop, job desk, etika, code of conduct) yang menjelaskan batas-batas tugas dan tanggung jawab manajer.
  5. Siapkan mind set para karyawan dengan sebuah panduan(sop, job desk, etika, code of conduct) yang menjelaskan batas-batas tugas dan tanggung jawab karyawan.

Setelah semua infrastruktur good corporate governance terbangun dengan sempurna, perusahaan perlu mengundang para motivator secara rutin untuk menginternalisasikan nilai-nilai etika bisnis dan code of conduct dalam wujud the best practices di semua aspek organisasi, manajemen, bisnis, dan sumber daya manusia. Bila tidak, orang-orang berpotensi untuk kembali bermain dengan praktik budaya bad corporate governance. Hal ini disebabkan, tidak semua stakeholders di luar perusahaan memiliki ketertarikan dengan budaya good corporate governance, jadi perusahaan harus secara rutin memberikan kekuatan kepada setiap orang di internal perusahaan untuk memiliki integritas dan tanggung jawab terhadap budaya good corporate governance.

BERTANGGUNG JAWAB PADA PEKERJAAN

“Tanpa Tanggung Jawab Terhadap Pekerjaan, Anda Hanya Mempersiapkan Diri Untuk Gagal.” – Djajendra

Apakah Anda seorang pribadi yang merasa bertanggung jawab penuh atas pekerjaan Anda? Bila Anda bingung dan ragu untuk menjawab pertanyaan di atas, maka sebaiknya Anda mulai melakukan interospeksi diri buat mengoptimalkan sikap dan perilaku tanggung jawab Anda kepada pekerjaan Anda.

Tanpa tanggung jawab Anda akan sulit mencapai puncak keberhasilan tertinggi. Tanpa tanggung jawab Anda hanya sibuk mengurusi aksi dan reaksi pekerjaan. Tanpa tanggung jawab Anda tidak akan memiliki antusias, motivasi, dan keberanian untuk menjadi lebih baik. Tanpa tanggung jawab Anda tidak akan dipercaya oleh orang lain. Tanpa tanggung jawab Anda tidak akan mampu berkontribusi secara maksimal kepada pekerjaan Anda.

Setiap pekerjaan membutuhkan tanggung jawab, perhatian, kontribusi, dan kepedulian. Anda yang mampu memiliki tanggung jawab dan kontribusi total terhadap pekerjaan Anda, pasti akan menjadi pribadi yang berdedikasi secara total terhadap pekerjaan Anda.

Dalam sebuah acara pelatihan di sebuah perusahaan gas, di daerah Belilas, Riau. Seorang peserta bertanya tentang arti tanggung jawab. Sebuah pertanyaan yang cerdas. Apalagi sangat jarang orang-orang mau bertanya tentang tanggung jawab, kalau bisa orang-orang selalu berupaya untuk mengaburkan makna tanggung jawab. Tetapi, pertanyaan di Belilas ini membuat saya tersenyum, ternyata masih ada orang-orang yang ingin memperkuat integritas diri buat mempertanggungjawabkan semua tugas dan pekerjaan di kantor.

Tanggung jawab berarti memikul semua kewajiban dan beban pekerjaan sesuai dengan batas-batas yang ada di job diskripsi. Setiap karyawan wajib bekerja sesuai tanggung jawab, dan tidak melewati batas-batas tanggung jawab yang ada. Sebab, bila karyawan bekerja melampaui tanggung jawab, maka karyawan tersebut pasti akan melanggar internal control dan etika bisnis perusahaan. Jadi, setiap karyawan harus patuh dan bekerja sesuai dengan apa yang diberikan oleh perusahaan, sebatas tugas dan tanggung jawab yang diperbolehkan oleh perusahaan.

Perusahaan harus benar-benar melakukan evaluasi dan pengkajian kembali terhadap setiap tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepada karyawan. Sebab, sering sekali perubahan menjadikan sebuah job diskripsi menjadi tidak efektif. Oleh karena itu, pemberian kepercayaan pada individu-individu karyawan dalam organisasi perusahaan haruslah dirancang agar para individu tersebut mampu bertanggung jawab dalam pekerjaan yang sesuai dengan harapan perusahaan.

Semakin besar tanggung jawab yang diberikan perusahaan kepada seorang karyawan, maka semakin besar si karyawan harus membangun integritas diri dan sekaligus memiliki loyalitas dan keberanian untuk menerima tanggung jawab dari perusahaan.

Tanggung jawab bukanlah sekedar kata-kata yang memperkuat jati diri, tapi tanggung jawab adalah komitmen dan kewajiban untuk melaksanakan semua pekerjaan melalui kompetensi diri yang hebat.

Kontribusi Manajer untuk Perusahaan

”Tanpa Berkontribusi Kepada Perusahaan Sesungguhnya Para Manajer Telah Gagal Menjadi Manajer.” – Djajendra

Beberapa hari yang lalu, saya di undang untuk mengisi acara motivasi, di antara acara rapat kerja para manajer di sebuah perusahaan di kota Surabaya. Topik pembicaraan berjudul Kontribusi Manajer Untuk Perusahaan.

Dalam acara ini, perusahaan berharap para manajer mampu memberikan kontribusi yang maksimal untuk tiga hal. Pertama, berkontribusi untuk hasil akhir perusahaan dalam bentuk omset penjualan yang tinggi, biaya yang rendah, dan keuntungan yang tinggi. Ke dua, berkontribusi untuk pengembangan budaya kerja perusahaan yang lebih efektif, efisien, kreatif, produktif, dan terkontrol. Ke tiga, berkontribusi untuk pengembangan kualitas sumber daya manusia perusahaan.

Acara pelatihan berlangsung dengan sangat baik, para manajer peserta adalah pribadi-pribadi yang luar biasa, yang memiliki tekad, antusias, dan motivasi untuk bekerja total dalam memberikan kontribusi terbaik mereka kepada perusahaan.

Kontribusi yang berkualitas memerlukan tanggung jawab dalam sikap tegas dan profesional, untuk tidak membiarkan semua rencana perusahaan berlalu tanpa tindakan yang tepat sasaran.

Kesadaran perusahaan untuk memotivasi para manajer, agar para manajer mampu memberikan kontribusi terbaiknya kepada perusahaan, menunjukkan bahwa perusahaan memiliki visi yang terang dan jelas untuk memanfaatkan semua potensi dan bakat dari sumber daya manusianya.

Perusahaan terbaik selalu tahu cara-cara hebat untuk memaksimalkan semua potensi sumber dayanya buat meraih kinerja terbaik.

Saya sangat kagum dengan semangat dan motivasi dari para manajer peserta training, yang selalu bersikap proaktif untuk mengetahui semua hal yang bisa mendorong mereka untuk berkontribusi secara maksimal kepada perusahaan.

Waktu pelatihan yang hanya berdurasi empat jam ternyata sangat singkat untuk membicarakan semua aspek pendorong kontribusi manajer kepada perusahaan. Tetapi, semua hal berakhir dengan sangat indah.

Memberi motivasi dan pencerahan kepada orang-orang yang luar biasa tersebut, adalah sebuah kehormatan dan kebahagiaan yang tidak bisa dinilai dengan apapun.


Ketenangan Batin

“Ketika Emosional Anda Cerdas Memahami Semua Ujian Kehidupan, Anda Akan Meraih Ketenangan Batin.” –  Djajendra

Batin yang damai dan bahagia dihasilkan dari pengendalian diri dengan kesadaran untuk menata diri dalam sebuah keseimbangan hidup yang harmonis.

Anda berhak untuk memiliki berbagai macam ambisi dan obsesi dalam hidup Anda, tapi Anda tidak boleh membiarkan diri Anda terjebak dalam kondisi yang merusak ketenangan batin Anda.

Anda harus jujur untuk memahami kebutuhan batin Anda secara jernih dan cerdas. Sebab, meraih ketenangan batin sangat bergantung kepada kemampuan Anda untuk memahami dan memenuhi hasrat batin terdalam Anda.

Anda memiliki energi, potensi, bakat  yang unik dan spesial, di mana keunikan Anda tidak sama dengan keunikan dari siapapun. Oleh karena itu, Anda harus menjadi diri sendiri yang luar biasa untuk membuat semua proses hidup Anda sesuai dengan harapan Anda.

Anda harus membuka diri untuk menerima segala kebaikan, serta menutup diri buat segala ketidakbaikan. Sebab, Anda yang mampu menyatu dalam nilai-nilai kehidupan positif pasti mampu menciptakan kehidupan yang seimbang dalam sebuah keharmonisan untuk ketenangan batin.

Ketenangan batin merupakan hasil dari kecerdasan emosional. Artinya, saat kecerdasan emosional Anda mampu membimbing diri Anda untuk memiliki perasaan damai, nyaman, bahagia, berkecukupan,  syukur, cinta, sayang, peduli, dan lainnya yang positif. Maka ketenangan batin akan menjadi milik Anda.

Nilai-nilai kecerdasan emosional harus Anda cari sendiri melalui perenungan, pembelajaran, latihan mental, berpikir positif, dan dari berbagai aktifitas positif lainnya untuk memperkaya diri sejati Anda.

Proses Kerja

“Semakin Sederhana Sebuah Proses Kerja Akan Semakin Efektif  Karyawan Bekerja.” – Djajendra

Sebuah pekerjaan akan menjadi sangat rumit, bila perusahaan tidak mampu menyederhanakan semua proses kerja tersebut melalui sebuah sistem yang efektif.

Perusahaan harus menata organisasi dengan sistem yang mempermudah semua karyawan untuk mendapatkan prestasi terbaik. Sebab, bila karyawan terjebak dalam rutinitas pekerjaan yang penuh dengan kesulitan, maka frustasi dan kelelahan akan menguasai etos kerja karyawan.

Karyawan di dalam perusahaan adalah energi yang harus terus bergerak untuk memenuhi semua kebutuhan stakeholders secara total dan maksimal. Hal ini hanya akan terwujud bila perusahaan mampu menyederhanakan semua proses kerja, dan mengarahkan setiap karyawan untuk menghasilkan prestasi dan kinerja terbaik.

Secara rutin perusahaan wajib melakukan evaluasi terhadap semua proses kerja, dan memperbaiki proses kerja yang tidak efektif menjadi lebih efektif.

Pimpinan dan karyawan tidak boleh terperangkap dalam kebenaran sempit di semua tahapan proses kerja, tapi harus memiliki integritas diri yang tinggi untuk lebih rendah hati dalam melihat semua tantangan dalam pekerjaan, serta tidak mengedepankan ego dan kepentingan pribadi atau pun kelompok.

Setiap karyawan dan pimpinan harus menjadi diri sendiri yang efektif bersama kualitas diri yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Untuk itu, perkuat semua bakat, potensi, kekuatan, gairah, dan motivasi diri dalam semangat untuk membantu perusahaan mewujudkan semua rencana dan target.

Karyawan dan Visi Perusahaan

“Karyawan Adalah Harta Karun Yang Harus Dirawat Dan Dikelola Secara Sistematik Dan Profesional. Perusahaan Tanpa Karyawan-Karyawan Yang Hebat Dan Andal, Pastilah Akan Mengalami Kesulitan Dalam Mencapai Kinerja Yang Diinginkan.”-Djajendra

Dalam sebuah penelitian kecil yang kami lakukan, kami menemukan bahwa hampir sebagai besar karyawan tidak memahami visi, misi, dan slogan perusahaannya, dan sepertinya para karyawan masa bodoh soal visi misi perusahaannya, yang mereka pikirkan hanya setiap bulan dapat bayaran yang utuh dari perusahaan. Dipertegas lagi oleh sikap para manajernya yang tidak terlalu peduli pada sikap dan pola pikir karyawannya, dan akhirnya perusahaan hanya berjalan sesuai mood dari para manajer dalam pola rutinitas kerja yang tidak konsisten.
Kesadaran para manajer untuk mengeksplorasi bakat, potensi, dan gairah kerja dari para karyawan sama sekali tidak ditemuhkan. Semua ini disebabkan oleh lemahnya sikap kepemimpinan, yang mana para manajer masih dalam batas kemampuan maksimalnya sebagai seorang mandor, yang belum mampu menunjukkan kualitas kompetensinya sebagai seorang pemimpin.

Secara formil semua kebijakan, prosedur, dan peraturan perusahaan menunjukkan kualitas yang sangat mengagumkan, tapi secara kultur semua kebijakan, prosedur, dan peraturan itu tidak dipedulikan, baik oleh para manajer maupun oleh para karyawan. Semua ini mengakibatkan kinerja perusahaan hanya bergantung pada faktor eksternal, yaitu bila sektor usaha tersebut sedang boming, maka kinerja akan naik pesat. Tetapi bila bisnis perusahaan sedang tidak boming, maka kinerja perusahaan turun pesat juga. Kesannya perusahaan seperti sedang menjalankan bisnis musiman, dan tidak ada upaya serius dari para manajer dan karyawan untuk memperkuat etos kerja di internal perusahaan, termasuk tidak ada upaya untuk menata sistem dan kultur perusahaannya dengan praktik-praktik perusahaan yang sehat dan baik, agar perusahaan bisa tumbuh secara sehat dan kuat.

Sikap karyawan yang masa bodoh pada visi misi perusahaan adalah sebuah beban berat buat masa depan perusahaan. Akibatnya, perusahaan tidak mungkin bisa membangun sistem dan kultur kerja yang andal untuk bisa memacu kinerja maksimal perusahaan secara konsisten. Bila sikap masa bodoh manajer dan karyawan ini terus berlangsung dalam jangka panjang, maka perusahaan sangat berpotensi kehilangan kredibilitasnya di mata para stakeholders.

Manajer dan karyawan harus bersatupadu untuk membangun sebuah etos kerja yang penuh disiplin dan penuh perhatian pada makna yang diinginkan oleh visi dan misi perusahaannya, dan tidak bersikap masa bodoh sambil melalaikan visi dan misi yang seharusnya diperjuangkan dengan tekun dan serius dalam sebuah kolaborasi kerja yang harmonis.

Sikap karyawan yang masa bodoh pada visi misi perusahaan adalah beban berat buat kesuksesan masa depan perusahaan.

Pekerja Cerdas

“Yang Sepele Menghasilkan Kesempurnaan, Dan Kesempurnaan Bukan Hal Sepele.” – Michelangelo

Pekerja cerdas bekerja dengan menggunakan visi, rencana, etika, pikiran positif, perasaan positif, dan intelektualitas. Pekerja cerdas akan menyiapkan dirinya dengan kualitas yang luar biasa, dan siap untuk memberikan hal-hal terbaik kepada orang lain melalui integritas diri yang tinggi, serta bekerja keras untuk bisa mendapatkan kontribusi maksimal dari orang lain. Termasuk, selalu siap berhadapan dengan risiko, dan  mau berkorban untuk meraih hal-hal terbaik untuk kepentingan stakeholders.

Berikut ciri pekerja cerdas:

  1. Berkemampuan untuk menemukan solusi terbaik buat setiap tantangan dan persoalan.
  2. Tidak pernah bertindak tanpa rencana, visi, dan sistem yang kuat.
  3. Tidak takut gagal, sebab dia percaya bahwa kegagalan merupakan  awal untuk menuju sukses yang lebih hebat.
  4. Tekun bekerja keras dengan semangat pantang menyerah untuk menghasilkan yang terbaik.
  5. Tekun mengembangkan diri dengan berbagai pengetahuan dan keterampilan baru.
  6. Selalu belajar dari pengalaman hidup orang-orang di sekitar dirinya
  7. Selalu belajar dari pengalaman hidupnya.
  8. Memiliki intuisi yang kuat untuk memahami persoalan.


Pengaruh Komunitas

“Jika Anda Ingin Berwawasan Luas, Bangun Jembatan Penghubung, Jangan Bangun Tembok Pembatas.”-Djajendra

Kehidupan seseorang sering sekali dipengaruhi oleh lingkungan komunitas tempat ia bergaul dan berada. Persepsi dan pandangan hidupnya selalu ditentukan oleh orang-orang yang sangat dominan di dalam komunitas tersebut.  Dan keadaan ini akan membuat dirinya menjadi sangat terikat dengan semua kultur dan sistem yang ada di komunitas tersebut.

Komunitas yang berwawasan luas dan penuh gairah akan mendorong orang-orang untuk tumbuh dalam kreatifitas dan inovasi. Sebaliknya, komunitas yang tertutup dan tidak berwawasan luas akan mendorong orang-orang untuk hidup dalam pikiran sebatas keyakinan komunitas tersebut.

Komunitas yang berisi dengan orang-orang berpikiran pesimis, akan selalu memberikan nilai-nilai pesimis kepada orang di sekitar. Sedangkan komunitas yang berisi dengan orang-orang berpikiran optimis akan selalu menyebarkan nilai-nilai yang membangkitkan daya juang untuk berprestasi secara maksimal.

Bila seseorang tidak memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas tentang kehidupan, maka dia berpotensi kehilangan motivasi untuk mengembangkan semua bakat dan potensi diri.

Anda yang memiliki antusias untuk melakukan perubahan terhadap diri sendiri, dan mampu memimpin diri sendiri untuk berprestasi, pasti bisa menaklukkan lingkungan komunitas yang pesimis. Tetapi, Anda yang berjiwa lemah dan takut pada perubahan, pasti akan larut bersama orang-orang yang dominan dalam komunitas Anda.

Jangan mengkerdilkan diri sendiri dengan mengikuti mind set sempit dari orang-orang di komunitas Anda. Tetapi, lakukan perubahan untuk merubah diri Anda dengan cara lebih memperkaya pandangan hidup Anda.

Kembangkan semua bakat dan potensi diri Anda, abaikan semua nilai negatif dari komunitas Anda, dan memanfaatkan semua nilai positif dari lingkungan komunitas Anda, untuk menjadikan Anda sebagai pribadi yang kaya dengan wawasan dan pengetahuan baru.

Bangkitkan Getaran Hati untuk Meraih Kebahagiaan Sejati

“Setiap Orang Menginginkan Kebahagian Hidup Dan Selalu Mencarinya Di Luar Diri, Padahal Kebahagian Abadi Tidak Berasal Dari Luar Diri, Melainkan Ada Di Dalam Pikiran Dan Emosi Diri. Bila Anda Mau Menerima Diri Anda Apa Adanya, Bila Anda Mau Memahami Realitas Kehidupan Anda Dengan Emosi Yang Cerdas Dan Pikiran Yang Jernih, Maka Bahagia Akan Menjadi Penghuni Setia Di Jiwa Terdalam Anda.” – Djajendra

Setiap pribadi yang mau berjuang keras untuk masa depan yang lebih baik pasti akan meraih sukses yang diinginkan. Yang perlu dipahami bahwa sukses itu tidak berarti sekedar di ukur dari nilai uang, jabatan, pangkat, dan tampak luar. Tetapi, sukses itu merupakan sebuah keadaan jiwa, raga, pikiran dalam keseimbangan yang membahagiakan diri.

Untuk meraih sukses sesuai harapan dan impian Anda, Anda harus mau melakukan perubahan terhadap perilaku dan pola pikir Anda. Di mana, perilaku dan pola pikir Anda itu harus memiliki tekad yang kuat untuk meraih Sukses yang Anda inginkan.

Setiap orang tidak sama, setiap orang punya mimpi yang berbeda, jadi Anda tidak perlu mencontoh perilaku dan pola pikir orang lain, tapi jadilah diri sendiri yang hebat dan unik.

Miliki mimpi dan cita-cita yang hebat, lalu buatlah rencana yang detil dan konkret, kemudian rubahlah semua rencana detil dan konkret itu menjadi tindakan untuk memperoleh sukses seperti yang Anda inginkan.

Salah satu rahasia menjadi pribadi sukses, yaitu memiliki motivasi dan tekad yang kuat. Motivasi dan tekad yang kuat harus diiringi dengan semangat juang sebagai pemacu daya dorong dan daya tahan diri terhadap berbagai tantangan.

Miliki keyakinan diri yang kuat untuk mendukung kisah sukses Anda dalam mencapai  semua impian dan harapan, sesuai target yang Anda tetapkan melalui kalkulasi yang benar, serta menghindari spekulasi yang berbahaya.

Anda harus selalu siaga satu terhadap berbagai potensi negatif diri Anda. Anda juga harus selalu belajar dan berlatih untuk menemukan dan mengoptimalkan semua potensi diri Anda yang hebat. Jangan pernah lalai untuk mengelola semua emosi positif Anda dengan tepat sasaran, termasuk menyingkirkan setiap emosi negatif perusak dari dalam diri Anda.

Anda dilahirkan untuk menjadi pemenang di dalam hidup Anda. Hidup Anda itu milik Anda yang abadi. Jadi, bangunlah jiwa Anda dengan kepercayaan diri yang tinggi, bangunlah raga Anda dengan tingkat kesehatan yang optimal, dan bangunlah pikiran Anda dengan mental pemenang. Belajar dan berlatilah selalu untuk mengaktifkan semua kekuatan potensi terdalam diri Anda, agar Anda mampu memiliki daya tahan diri yang kuat dan kokoh dalam perjuangan panjang untuk meraih sukses.

Kembangkan diri Anda terus-menerus tanpa pernah menyerah oleh situasi dan kondisi apa pun. Temukan ide-ide baru yang cemerlang melalui kekuatan pikiran positif Anda.

Anda diciptakan Tuhan untuk menjadi pemenang dalam hidup Anda. Dan sekarang tugas Anda-lah untuk berjuang keras, berjuang cerdas, berjuang penuh taktik dan strategi yang kreatif agar Anda mampu mewujudkan setiap mimpi dan harapan Anda menjadi kenyataan.

Mengubah Cara Kerja

“Cara Kerja Anda Di Masa Lalu Belum Tentu Masih Bisa Efektif Di Hari Ini.” – Djajendra

Ketika pekerjaan Anda tidak menghasilkan prestasi, maka Anda  harus mengubah cara kerja Anda. Dan Anda harus memulainya dengan menata kembali mind set Anda untuk bekerja dengan lebih efektif.

Anda harus siap dengan semangat dan mind set baru untuk cara kerja baru yang lebih fleksible, efektif, produktif, efisien, kreatif, dan yang menghasilkan prestasi.

Anda harus lebih cerdas dalam menyikapi tingkat ketidakpastian atas berbagai macam variable yang mempengaruhi pekerjaan Anda. Cara kerja baru Anda harus bisa menjadi solusi terhadap segala ketidakpastian dan risiko yang muncul selama proses kerja menuju kinerja dan prestasi terbaik.

Keberhasilan Anda untuk bekerja dengan strategi dan taktik yang tepat sasaran akan ditentukan oleh sejauh mana Anda mampu melihat realitas yang berkembang, dan kemudian berani bertindak untuk memanfaatkan semua situasi dan kondisi untuk melakukan perubahan terhadap pola kerja, lalu disesuaikan dengan kebutuhan dan realitas hari ini.