Biarkan Pikiran Bawah Sadar Anda Diakses Oleh Motivator

“Bila Anda Sangat Antusias Untuk Memenangkan Kehidupan Anda, Maka Anda Perlu Seorang Motivator Yang Persuasif Untuk Menanamkan Nilai-Nilai Kemenangan Dalam Pikiran Bawah Sadar Anda.” – Djajendra

Bila sistem keyakinan diri Anda terhadap sesuatu hal lebih kuat dari kata-kata motivator, maka Anda pasti akan menjadi pribadi yang tidak mudah untuk diakses oleh motivator. Sebab, pikiran bawah sadar Anda akan menolak semua persepsi, emosi, dan nilai-nilai baru yang ditanam motivator ke dalam diri Anda.

Dalam realitas sangat sulit untuk memotivasi semua orang, tapi berpotensi untuk memotivasi banyak orang. Artinya, bila dalam mind set seseorang sudah terpasang dengan sebuah ideologi, sistem keyakinan dan kepercayaan hidup, maka sistem yang ada dalam mind set orang tersebut akan mencegah motivator untuk menciptakan sugesti baru dalam hal membangkitkan potensi sukses orang tersebut.

Setiap kata-kata persuasif motivator akan mendapat tantangan dari dalam diri orang tersebut. Akibatnya, semua perintah pikiran sadar akan ditolak oleh pikiran bawah sadar. Pertanyaannya, apakah motivator harus menyerah dengan orang-orang yang sulit dimotivasi? Jawabannya adalah bahwa motivator selalu mengajarkan orang lain untuk tidak menyerah, maka dalam hal ini motivator juga tidak boleh menyerah. Sebab, situasi ini hanyalah sebuah tantangan kecil buat motivator dalam upaya menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara profesional.

Dalam pengalaman saya memberi motivasi, selalu akan ada lebih banyak peserta yang sangat sugestif terhadap kata-kata dan cerita yang saya sampaikan. Karena mereka sangat sugestif, maka kondisi ini akan sangat memudahkan saya untuk memasukkan nilai-nilai baru ke pikiran bawah sadar peserta. Tetapi, sering juga saya menemukan sekelompok kecil peserta yang sangat kuat dengan keyakinan dirinya terhadap sesuatu pandangan hidup, dan biasanya mereka-mereka ini sangat patuh pada kata-kata guru atau pembimbing spiritual mereka. Akibatnya, saya membutuhkan trik-trik khusus yang sangat persuasif untuk memasuki gerbang pikiran bawah sadar mereka dengan nilai-nilai yang ingin saya sampaikan kepada mereka.

Paling mudah dimotivasi adalah orang-orang yang sangat antusias untuk sukses, dan orang-orang yang sangat percaya pada kerja keras dan keajaiban kehidupan. Biasanya orang-orang tersebut selalu memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas. Dan mereka selalu percaya pada sukses dan menginginkan atau mengijinkan dirinya untuk dimotivasi dan dicerahkan oleh motivator dengan nilai-nilai baru yang berpotensi mengantar mereka ke puncak kecemerlangan diri mereka.

Paling sulit dimotivasi adalah orang-orang yang dikuasai ego kebenaran pandangan hidupnya. Biasanya, mereka ini adalah korban dari orang yang ingin berkuasa atas diri mereka, yaitu orang yang ingin mendapatkan pengaruh atas keyakinan mereka dengan cara mengendalikan pikiran bawah sadar orang lain.


Menemukan Puzzle Pelayanan

“Kepemimpinan Yang Baik Adalah Memperlihatkan Cara Kerja Orang-Orang Yang Unggul Kepada Orang-Orang Yang Tidak Menonjol.” – John Rockefeller (1839-1937)

Pelayanan adalah sebuah kata yang bermakna luar biasa. Pelayanan adalah sebuah sikap yang akan mengantar Anda ke puncak sukses kehidupan Anda. Pelayanan adalah sebuah perilaku yang pasti menciptakan kebahagiaan di hati semua orang. Pelayanan Anda kepada kehidupan adalah langkah awal Anda untuk memulai perjalanan panjang Anda menuju puncak kehidupan tertinggi Anda.

Hari minggu kemarin, tanggal 30 Mei 2010, seorang klien dan juga teman lama saya menelpon saya, dan meminta tolong untuk direview materi presentasi yang harus dia sampaikan pada hari Senin, tanggal 31 Mei 2010, dihadapan manajemen di Medan.

“Baik Bos, tapi sekarang saya sedang di jalan menuju hotel,” jawab saya

“Bapak lagi dimana sekarang?” Tanya dia,  “saya sekarang sedang berada di kota Solo.” Jawab saya , “maaf pak … maaf pak, saya sudah mengganggu hari minggu bapak.” Kata dia

Saya senang dengan permintaan tolong klien saya ini, buat saya semua hari adalah hari untuk menemukan sesuatu yang baru, dan klien saya ini mengirimkan persepsi dia dalam bentuk materi presentasi, jelas hal ini sangat berguna buat saya.

Sesampai di hotel, saya langsung menghidupkan internet di notebook saya, dan segera membuka email untuk mempelajari apa yang dikirimkan oleh klien saya, dan juga teman baik saya.

Setelah melihat slide show yang berjumlah 20 slide, saya berkata dalam hati “Luar Biasa”. Sungguh luar biasa, klien saya ini bukan seorang trainer, dia seorang eksekutif puncak di perusahaannya di bidang cpo kelapa sawit, tapi dia bisa menyusun materi presentasi dengan struktur yang sangat saya kagumi. Judul presentasinya adalah  Menemukan Puzzle Pelayanan. Presentasi ini dibuat untuk membangkitkan motivasi dan keyakinan di internal perusahaan untuk melayani perusahaan secara proaktif. Materi disusun dengan kata-kata penuh rayuan yang sangat mesugesti perasaan dan pikiran. Saya sangat percaya bahwa materi puzzle pelayanan yang sangat holistic  ini akan mampu melengkapi semua misteri pelayanan di internal perusahaan. Biasanya kebanyakan perusahaan terlalu fokus untuk melayani pelanggan pembeli untuk mengejar target penjualan, dan selalu melupakan untuk melayani pelanggan yang bekerja di internal perusahaan, yaitu karyawan.

Kegeniusan dan keluarbiasaan para trainer di internal perusahaan adalah sebuah hal yang telah lama saya pahami. Tetapi, klien dan teman saya ini adalah sosok pembelajar yang memiliki ide-ide yang diterangi oleh semangat, antusiasme, dan keyakinan untuk menciptakan sustainable pelayanan di internal perusahaannya secara sangat mendasar. Solusi yang dia berikan melalui materi presentasi tersebut sangat optimal, dan saya sangat yakin, bila para karyawan cerdas menangkap pesan-pesan dari Puzzle Pelayanan, maka mereka pasti dapat bertahan dan bekerja sama dengan manajemen secara elegan dan berkinerja.

Sudah Akrabkah Anda dengan Atasan Anda?

“Anda Perlu Bantuan Dari Orang-Orang Disekitar Anda Untuk Menciptakan Daya Dorong Anda Menuju Puncak Karir Anda, Dan Salah Satunya Adalah Atasan Anda.” – Djajendra

Membangun hubungan baik dengan atasan Anda adalah tanggung jawab Anda. Bila Anda ingin berprestasi dan menjadi cemerlang ditempat kerja, maka jangan pernah melupakan faktor atasan. Atasan Anda memiliki kekuasaan yang cukup besar untuk mendorong Anda menuju puncak sukses. Artinya, disamping perjuangan dan kerja keras Anda pribadi untuk mencapai puncak karir tertinggi, Anda perlu bantuan dari orang-orang disekitar Anda untuk membantu daya dorong Anda menuju puncak karir Anda, dan salah satunya adalah atasan Anda.

Berbicaralah dengan atasan Anda tentang rencana karir Anda di masa depan; berkomitmenlah kepada atasan Anda untuk membantunya dengan total dan maksimal; perlihatkan kepada atasan Anda bahwa Anda adalah pribadi yang sangat loyal kepada perusahaan dan atasan melalui etos kerja Anda yang cemerlang; jadilah pribadi yang membawa keberuntungan buat atasan Anda dan perusahaan Anda. Lalu, lihatlah semua keajaiban akan hadir ke dalam diri Anda untuk menjadikan Anda sebagai profesional yang cemerlang.

Bila Anda akrab dengan atasan, maka Anda akan memiliki kesempatan besar untuk berbagi gagasan dan mengembangkan ide-ide besar Anda di organisasi Anda. Tetapi, hubungan akrab Anda dengan atasan Anda haruslah berlandaskan kecerdasan, kegeniusan, dan kecemerlangan diri Anda yang terikat dalam batas-batas etika kerja yang berintegritas. Bila tidak, maka keakraban Anda akan dinilai negative oleh banyak pihak, termasuk mungkin oleh atasan Anda sendiri. Jadi, jangan pernah lupa untuk terus-menerus belajar dan menjadikan diri Anda lebih cemerlang dari hari ke hari, dan tetap bersikap rendah hati dengan penuh tanggung jawab kepada pekerjaan Anda.

Persiapkan diri untuk Anda menjadi cemerlang, dan pastikan Anda menjadi cemerlang. Berikut tips untuk Anda:

  1. Kerjakan pekerjaan Anda dengan prioritas yang tepat sasaran.
  2. Kerjakan dan pelajari poin- poin kunci tentang cara membangun hubungan kepada atasan, bawahan dan kolega.
  3. Jadilah pribadi yang tulus, ikhlas, bertanggung jawab, dan berintegritas dalam setiap hubungan Anda dengan setiap kepentingan di organisasi.
  4. Jadilah pribadi yang cerdas membaca situasi di tempat kerja.
  5. Jika atasan tidak tertarik dengan gagasan Anda, maka jangan dipaksa, tapi  berterima kasihlah atas waktu dan kesempatan yang atasan berikan kepada Anda.
  6. Pastikan Anda selalu bersikap konsisten dalam semua situasi dan kondisi.
  7. Miliki kesadaran untuk menyesuaikan diri dalam semua keadaan dan tantangan.

Membuat Komitmen dengan Orang yang Tidak Jujur

“Perilaku Anda Ditentukan Oleh Nilai-Nilai Keyakinan Yang Anda Percaya Dengan Keadaan Dan Tuntutan Kehidupan Anda Ditengah-Tengah Masyarakat.” – Djajendra

Dalam setiap hubungan setiap orang selalu menuntut komitmen terhadap hubungan tersebut. Komitmen adalah kata kunci positif untuk membangun hubungan pribadi, hubungan bisnis, hubungan kerja, dan hubungan-hubungan lainnya yang melibatkan dua orang atau lebih. Komitmen yang diberikan akan selalu diawasi dan dikawal secara etika dan moral, agar komitmen tersebut tidak lari dari kontrol yang mengontrol.

Selalu orang-orang dengan sangat mudah menuntut komitmen dari orang lain, apalagi dalam upaya membangun hubungan pribadi diantara dua orang untuk satu kepentingan bersama, dan semua ini dilakukan hanya melalui kata-kata, tanpa memahami kemampuan orang yang dituntut untuk jujur memberikan komitmen yang diharapkan.

Suatu ketika saya mendengar curhat seorang teman, yang menggerutu karena teman bisnisnya mengabaikan komitmen yang dibuat. Menurut dia namanya komitmen pastilah tidak mungkin tertulis hitam di atas putih, kalau sudah tertulis namanya perjanjian bisnis. Sekarang dia sangat menyesal karena semua komitmen awal tersebut tidak di notariskan, dan dia merasa sangat dirugikan oleh temannya tersebut.

Setelah mendengar gerutu teman ini, saya teringat dengan salah satu nasehat bisnis dari Warren Buffett, “Anda tidak dapat membuat kesepakatan yang baik dengan orang yang buruk.”

Komitmen itu sesungguhnya mirip-mirip etika. Walaupun secara etika salah, tapi bila tidak ditulis dan dibuatkan sanksi atas pelanggaran etika, maka etika juga akan menjadi sekedar kata-kata moral, yang terserah kejujuran orang-orang yang terlibat dalam hubungan tersebut. Demikian juga dengan komitmen, bila komitmen tersebut tidak dirinci dalam sebuah perjanjian tertulis dengan saksi notaris, maka komitmen itu hanya akan menjadi sebuah kata-kata moral yang terserah kejujuran orang-orang yang terlibat.

“Semakin tidak hati-hati orang lain dalam melaksanakan urusan mereka, semakin kita harus lebih berhati-hati dalam melaksanakan urusan kita.” Kata Warren Buffett

Setiap orang adalah berbeda, dan tidak boleh Anda merasa bahwa setiap orang itu sama jujurnya dengan Anda. Perilaku setiap orang ditentukan oleh nilai-nilai keyakinan yang dia percaya dengan keadaan dan tuntutan kehidupan dirinya ditengah-tengah masyarakat. Artinya, manusia itu sangat labil dalam hal komitmen, dan sangat tergantung kepada banyak faktor tuntutan hidup yang harus mereka hadapi. Oleh karena itu, lebih etis bila semua komitmen yang serius itu di buat hitam di atas putih, biar sama-sama enak.


Bekerjalah untuk Nilai Tambah Kehidupan

“ Pekerjaan Adalah Jembatan Menuju Kemakmuran.” – Djajendra

Manusia dilahirkan untuk melakukan sebuah pekerjaan; manusia dilahirkan untuk menciptakan nilai tambah buat kehidupan; manusia tidak dilahirkan untuk menjadi beban kehidupan. Hanya melalui pekerjaan yang sesuai bakat dan suara hati, manusia dapat menciptakan karya, prestasi, kinerja, dan nilai tambah buat kehidupan.

Pekerjaan adalah jembatan untuk menuju kemakmuran. Oleh karena itu, siapkan diri Anda dengan sebuah pekerjaan yang Anda senangi. Lalu, fokuskan diri Anda untuk bekerja dengan percaya diri, profesional,tanggung jawab, beretika, bersama ide-ide besar, kreatifitas, efektivitas, dan kecerdasan untuk bersaing dalam kompetisi yang meningkatkan nilai tambah kehidupan Anda.

Nilai tambah kehidupan Anda haruslah menjadi tujuan hidup Anda. Anda wajib memperluas visi kehidupan Anda di setiap level sukses Anda. Jangan pernah merasa puas dengan prestasi terhebat Anda di hari ini, tapi siapkan diri Anda dengan pandangan yang lebih lengkap untuk prestasi dan kinerja yang lebih hebat.

Anda harus hidup dengan perasaan berkecukupan dan bahagia di hari ini, dan terus berfokus pada nilai tambah diri sendiri untuk kehidupan yang lebih cemerlang di esok hari.

Anda adalah kehidupan Anda. Kehidupan Anda dengan berbagai ketidakpastian dan kemungkinan. Anda adalah energi sukses. Energi sukses yang hanya bisa tereksplorasi melalui sebuah pekerjaan yang Anda cintai dan senangi. Anda yang sukses tercipta dari sikap hidup Anda untuk melayani kehidupan dengan sepenuh hati, serta cerdas mengelola diri Anda sendiri untuk mendapatkan nilai tambah kehidupan dari semua aspek kehidupan yang Anda inginkan.

Bersikap Baik dan Menjaga Etika Kepada Pelanggan

“Saya Selalu Hadir Ke Tempat Pelatihan Sebagai Seorang Murid Yang Pembelajar. Sebab, Sering Sekali Saya Menemukan Para Guru-Guru Yang Luar Biasa Di Tempat Pelatihan, Dan Para Guru-Guru Ini Selalu Memperkaya Pengalaman Dan Wawasan Saya. “ – Djajendra

Tidak dapat diragukan lagi bahwa peran customer service dalam pelayanan pelanggan sangat menentukan reputasi dan kredibilitas perusahaan. Oleh sebab itu, perusahaan harus selalu mendorong motivasi, moral, kecerdasan emosi, dan sikap baik para customer service dalam setiap interaksi dengan pelanggan. Intinya, para customer service harus terus-menerus didorong dan dicerahkan agar mereka selalu dalam kondisi yang paling cemerlang untuk melayani para pelanggan.

Beberapa waktu yang lalu ada sebuah perusahaan asuransi terbesar mengundang saya untuk memberikan pelatihan Customer Service Excellence, dengan judul How to Win and Keep Customers. Pelatihan ini terfokus untuk mencerdaskan emosi,etika, komunikasi, sikap, dan relasi dengan para klien. Dalam pelatihan ini ada seorang peserta yang luar biasa cerdas dan kaya dengan pengalaman pelayanan. Beliau sudah lebih dari dua puluh lima tahun mengabdikan dirinya di bidang asuransi, dan masih terus melayani para kliennya dengan bijak dan cerdas. Menurut beliau rahasia kesuksesannya dibidang pelayanan adalah selalu bersikap baik dan menjaga etika kepada para klien.

Beliau juga mengatakan bahwa sikap baik dan etika merupakan dua hal yang selalu pasti akan disenangi oleh siapapun dalam interaksi. Dan hal ini telah beliau buktikan melalui pengalaman-pengalaman interaksinya dengan para klien. Beliau juga menegaskan bahwa kepuasan klien akan tercapai, jika para customer service bekerja dengan hati nurani, moral yang kaya dengan sifat baik, dan jauh dari stres.

Kelas saya menjadi sangat interaktif dengan sikap proaktif dari para peserta. Semua peserta terlihat luar biasa dan sangat menguasai cara memberikan pelayanan berkualitas kepada kliennya. Mereka juga sangat paham bahwa dengan menciptakan hubungan yang langgeng dengan klien, maka mereka secara otomatis akan dapat meningkatkan loyalitas klien, dan sekaligus meningkatkan keuntungan perusahaan.

Mengajar di kelas yang penuh dengan orang-orang yang antusias dan cerdas adalah sebuah kebahagiaan buat saya. Saya selalu hadir ke sebuah tempat pelatihan sebagai seorang murid yang pembelajar. Sebab, sering sekali saya menemukan para guru-guru yang luar biasa di tempat pelatihan, dan para guru-guru ini selalu memperkaya pengalaman dan wawasan saya.

Etika dan Kecerdasan Emosional dalam Pelayanan Berkualitas

“Pelanggan Anda Butuh Perhatian Dan Dukungan Dari Anda. Tugas Anda Adalah Menyiapkan Etika Dan Emosi Yang Berintegritas Untuk Para Pelanggan Anda.” – Djajendra

Pekerjaan customer service bukanlah pekerjaan mudah, dan tidak semua orang memiliki kemampuan untuk melayani pelanggan yang berwatak aneka ragam. Beberapa bulan yang lalu, ada seorang kenalan saya yang diterima bekerja di sebuah perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia. Kenalan saya ini baru tamat dari sebuah universitas ternama di Jakarta dengan nilai yang cukup tinggi. Setelah melewati berbagai macam tahapan penyaringan untuk dapat diterima di perusahaan telekomunikasi tersebut, dia akhirnya diterima dan ditempatkan di sebuah unit pelayanan perusahaan tersebut.

Apa yang terjadi? Setelah dua minggu di terima kerja, kenalan saya ini mulai sakit-sakitan, dia mengalami depresi yang luar biasa. Persoalannya adalah dia tidak mampu berinteraksi dengan para pelanggan yang sering sekali melontarkan kalimat-kalimat negatif bila ada masalah dengan produk yang mereka beli dari perusahaan telekomunikasi tersebut. Padahal dia telah diajarkan oleh perusahaannya untuk wajib berinteraksi dengan pelanggan secara  sopan, profesional, hormat, dan melayani. Termasuk, memberikan pelayanan dengan kualitas terbaik dalam setiap interaksi dengan pelanggan.

Saya mencoba membesarkan hati dan daya tahan kenalan saya ini untuk tetap sabar dan tegar menjalani rutinitas di tempat kerjanya. Tetapi, kata-kata saya ternyata tidak ampuh untuk membuatnya bertahan dari perusahaan yang solid tersebut. Apalagi untuk masuk kerja ke perusahaan telekomunikasi tersebut juga tidak gampang, memerlukan berbagai kualifikasi dan kompetensi yang sangat tinggi. Artinya, kenalan saya ini memiliki kualifikasi dan kompetensi yang tinggi. Tapi, dia menyerah oleh kegagalannya dalam berinteraksi dengan pelanggan.

Kenalan saya ini sekarang sangat bahagia bekerja di sebuah perusahaan kecil di bidang pembelian. Dan menjadi orang kepercayaan dari pemilik perusahaan tersebut.

Setelah berbicara dari hati ke hati dan mendiagnosa akar permasalahan dari kegagalan kenalan saya di perusahaan telekomunikasi tersebut. Saya menemukan dua hal yang tidak dikuasai oleh kenalan saya, yaitu etika pelayanan dan kecerdasan emosional dalam pelayanan.

Saya masih ingat, ketika saya menjadi direktur marketing di sebuah bank swasta, saya terjun langsung untuk mengajar etika dan kecerdasan emosional di bidang pelayanan kepada para front liner bank tersebut. Saya selalu mengajarkan kepada para front liner saya bahwa setiap orang tidak luput dari kesalahan, sebab kesalahan dan kegagalan adalah hal yang sangat manusiawi. Oleh sebab itu, para front liner atau customer service akan saya nilai bukan oleh fakta bahwa mereka melakukan kesalahan dan kegagalan untuk memahami persepsi pelanggan, tetapi oleh seberapa cepat para front liner atau customer service mampu berdiri tegar untuk memperbaiki kesalahan dan kegagalan. Bila pelanggan membuat kesalahan, tugas front liner atau customer service adalah untuk menawarkan solusi, dan bukan untuk menyalahkan pelanggan. Para front liner juga harus bertanggung jawab penuh untuk memenuhi setiap komitmen lisan dan tertulis perusahaan kepada pelanggan.

Etika dan kecerdasan emosional dalam pelayanan wajib untuk diinternalisasikan ke dalam perilaku dan mind set para front liner dan customer service, agar mereka memiliki empati dalam layanan, serta mampu secara ikhlas dan tulus mendukung kebutuhan pelanggan.

Dalam setiap penawaran pelatihan customer service, saya selalu mencoba meyakinkan kepada calon klient untuk menggunakan materi etika pelayanan dan kecerdasan emosional dalam pelayanan. Hasilnya, sebagian besar setuju dan mengundang saya untuk memberikan motivasi dan pencerahan di bidang etika dan kecerdasan emosional customer service. Idealnya, kedua materi tersebut di bahas dalam delapan jam, agar proses pencerahan dan internalisasi bisa lebih persuasif dan kreatif. Tetapi, sering juga perusahaan-perusahaan hanya memiliki waktu empat jam untuk melakukan pencerahan dan motivasi buat para front liner atau customer service. Dalam waktu empat jam, hanya materi inti yang bisa dikupas, tapi tidak cukup tuntas untuk menginternalisasikan secara persuasif tentang esensi pelayanan sempurna yang berkualitas.