Kerja Sama untuk Tanggung Jawab

“Kerja Sama Adalah Kekuatan Tanpa Batas Yang Bisa Mengangkat Beban Seberat Apa Pun.” – Djajendra

Setiap orang dalam organisasi pasti memiliki tanggung jawab untuk mewujudkan visi, misi, dan target akhir organisasi dengan sempurna. Di mana, biasanya semua ini akan diwujudkan melalui kerja sama yang solid antara semua pihak terkait. Walaupun kerja sama merupakan perilaku dasar manusia, tapi tetap harus dipandu melalui kebijakan, peraturan, sistem, dan prosedur yang sifatnya mengikat komitmen setiap orang untuk saling bekerjasama buat keunggulan organisasi. Bila tidak, maka setiap orang akan lupa untuk saling bekerjasama, tapi akan saling berkompetisi untuk memuaskan nafsu dan ego pribadi.

Kerja sama adalah kekuatan tanpa batas yang bisa mengangkat beban organisasi seberat apa pun. Oleh karena itu, organisasi selalu membutuhkan energi, kecerdasan, dan integritas yang tidak hanya dari satu orang, tapi dari banyak orang. Perilaku kerja sama yang memperlakukan setiap orang dengan sopan adalah perilaku yang harus secara mutlak dimiliki oleh setiap pihak dalam organisasi. Dan, organisasi harus memperlakukan setiap orang seperti organisasi ingin diperlakukan. Budaya organisasi yang menunjukkan rasa hormat di tempat kerja akan mendorong setiap kekuatannya untuk saling bekerjasama untuk mengerjakan tanggung jawab masing-masing secara sempurna.

Kerja sama berarti ikhlas untuk mendengarkan apa yang dikatakan orang lain sebelum Anda mengungkapkan sudut pandang Anda. Selalu bersikap sabar, berkontribusi, dan tidak memotong pembicaraan orang lain. Tidak egois dengan ide-ide sendiri, tapi selalu membuka diri untuk berkolaborasi dengan ide-ide orang lain. Tidak terus-menerus mengkritik hal-hal kecil, meremehkan, menghakimi, atau pun merendahkan kontribusi pihak lain.  Melaksanakan kebijakan dan prosedur organisasi secara konsisten sehingga semua orang merasa bahwa mereka diperlakukan secara adil dan sama. Kerja sama berarti memberi kesempatan dan menyertakan semua karyawan untuk berpartisipasi dalam setiap kegiatan, dan tidak meminggirkan, mengecualikan atau meninggalkan satu orang pun dari setiap kepentingan strategis organisasi.

Untuk training hubungi E-mail: training@djajendra-motivator.com

Berbeda Pendapat Tanpa Menimbulkan Konflik

“Setiap Orang Boleh Berbeda Pendapat, Asal Setiap Perbedaan Tersebut Tidak Merusak Visi Yang Diperjuangkan.” – Djajendra

Perbedaan pendapat di tempat kerja akan mendrong kreativitas dan kecerdasan. Tetapi, bila perbedaan pendapat dilakukan dengan pikiran dan emosi negatif, maka bentrokan dan kesalahpahaman yang akan muncul, sehingga konflik bisa menjadi bagian dari perbedaan, dan semua ini sangat berpotensi merusak hubungan kerja.

Setiap orang di tempat kerja harus dimotivasi untuk memiliki gairah dan semangat untuk saling berkontribusi dalam sebuah kerja sama yang harmonis. Keharmonsisan yang berkualitas hanya akan tercipta dari berbagai perbedaan yang disikapi secara jiwa besar untuk sebuah kemenangan bersama. Perbedaan harus menjadi motivasi untuk saling bekerja sama menuju visi yang diperjuangkan, dan tidak boleh saling tegang dalam konflik yang menghambat perjalanan organisasi menuju visi.

Setiap orang, fungsi, dan peran kerja wajib untuk mengindentifikasi semua perbedaan untuk disatukan dalam sebuah kesepakatan bersama. Setiap percakapan harus diarahkan kepada satu tujuan bersama dan tidak boleh dijadikan sebagai kepentingan pribadi atau kelompok. Setiap perjuangan harus menjadi energi kebersamaan dalam satu langkah menuju visi organisasi.

Setiap orang dalam organisasi wajib untuk saling mendengarkan. Setiap orang dalam organisasi wajib untuk  bersikap ikhlas dan berjiwa besar dalam berbagi pendapat dan menjelaskan pandangan. Setiap orang dalam organisasi wajib untuk saling menghormati perbedaan dan menghargai kontribusi dari siapapun.

Setiap orang dalam organisasi wajib menyampaikan pendapat melalui informasi, data, dan fakta yang dapat diterima secara akal sehat. Setiap perbedaan harus diikuti dengan berbagai solusi yang cerdas dan kreatif. Setiap konflik harus memiliki resolusi yang cerdas dan tidak boleh ada nilai-nilai keraguan. Setiap orang harus memiliki mind set untuk melihat setiap perbedaan dari perspektif yang luas untuk kemenangan organisasi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Manajemen Konflik: Konfrontasi Tidak Berarti Melawan

“Konfrontasi Bukanlah Tempat Untuk Saling Berdebat Mencari Kebenaran, Tapi Tempat Untuk Saling Berendah Hati Mencari Kedamaian.” -Djajendra

Salah satu cara penyelesaian konflik adalah melalui konfrontasi. Konfrontasi dalam konflik artinya setiap pihak yang berkonflik mau berdialog atau berbicara langsung untuk mencari solusi yang bisa menghapus konflik. Konfrontasi harus dilakukan dengan cara-cara yang santun dan saling menghormati. Konfrontasi harus bertujuan untuk menyusun kembali secara bersama-sama benang kusut penyebab konflik. Semua pihak yang berkonflik harus saling mendengar, saling berbicara, saling memaafkan, dan mulai membuat komitmen baru untuk mengakhiri semua konflik dengan perasaan ikhlas.

Setiap orang yang hadir dalam konfrontasi harus datang dengan jiwa besar dan perasaan nyaman. Setiap percakapan harus dilakukan dengan tujuan menciptakan kesamaan dan tidak dibenarkan untuk mencari perbedaan atas keadaan. Setiap argumen harus bertujuan untuk mengakhiri konflik dan tidak boleh menciptakan benih konflik baru. Kekuatan dalam konfrontasi ada pada kecerdasan emosional, pikiran positif, dan gairah untuk hidup saling berdampingan dalam damai.

Dalam konfrontasi diperlukan kekuatan mental dan perilaku yang mampu menahan godaan untuk tidak mengatakan hal-hal baru yang berpotensi menimbulkan konflik. Konfrontasi bukanlah tempat untuk saling berdebat mencari kebenaran, tapi tempat untuk saling berendah hati mencari kedamaian. Konfrontasi tidak berarti melawan nilai, asumsi, persepsi, keyakinan, dan mind set pihak lain, tapi duduk bersama untuk saling mendengarkan buat menciptakan keharmonisan bersama.

Dalam konfrontasi jangan pernah ingin mencari kebenaran dengan obsesi untuk membuktikan kesalahan pihak lain. Miliki gambar besar dari resolusi konflik yang Anda inginkan sebelum konfrontasi. Fokuskan konfrontasi pada persoalan sebenarnya dan jangan lari dari masalah inti. Pastikan Anda hadir dalam konfrontasi dengan niat untuk hidup damai dalam berbagai perbedaan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Membangun Sikap Percaya Diri pada Pekerjaan

Salah satu tugas terpenting dari manajemen adalah membangun sikap percaya diri karyawan pada pekerjaan mereka. Sikap percaya diri pada pekerjaan adalah awal menuju prestasi puncak. Sikap percaya diri akan menghapus perasaan takut dan ragu terhadap tugas, tanggung jawab dan pekerjaan. Secara rutin manajemen harus mendorong agar karyawan menjadi setia kepada perusahaan, pekerjaan, atasan, teman kerja, dan bawahan mereka. Jika karyawan berperilaku setia dan bekerja keras dalam integritas untuk kemajuan perusahaan, maka perusahaan akan mencapai kinerja puncak.

Tanggung jawab manajemen terhadap karyawan adalah menyatukan persepsi dan logika berpikir setiap karyawan ke dalam nilai-nilai kehidupan budaya perusahaan yang konsisten. Nilai-nilai budaya perusahaan harus diinternalisasikan ke dalam mind set karyawan, kemudian diberikan sugesti dan motivasi kepada karyawan agar karyawan dapat  menjadi pribadi yang dapat dipercaya, dapat diandalkan, dapat mengerjakan setiap tugas dan tanggung jawab dengan berkualitas.

Karyawan adalah manusia biasa yang pasti memiliki perasaan bosan, takut, dan sakit hati terhadap situasi lingkungan kerja. Oleh karena itu, manajemen harus melakukan perawatan secara rutin terhadap potensi, emosi, dan motivasi karyawan. Termasuk memperlakukan karyawan dengan hormat, dan memberikan kesempatan kepada karyawan untuk mengutarakan ide-ide mereka terhadap pekerjaan dan tanggung jawab mereka.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Jembatan Kepemimpinan

“Jembatan Kepemimpinan Akan Menjadi Alat Penghubung Untuk Menyatukan Semua Pihak Dalam Pencapaian Visi Kepemimpinan.” – Djajendra

Pemimpin identik dengan kekuasaan dan pemerintahan. Artinya, pemimpin memiliki kekuatan untuk menguasai dan memerintah sumber daya organisasi agar mengikuti visi, misi, nilai, tujuan, strategi, dan konsensus organisasi. Kepemimpinan yang berkualitas pasti akan membangun jembatan kepemimpinan untuk menghubungkan setiap kepentingan kepada setiap kekuatan sumber daya organisasi. Lalu, membawa kepemimpinannya unggul melalui kontribusi sumber daya manusia untuk mewujudkan kinerja organisasi menjadi optimal.

Jembatan kepemimpinan adalah infrastruktur manajemen dalam menghubungkan setiap kepentingan, perjuangan, kerja keras, ide, persepsi, nilai, asumsi, dan logika berpikir kearah yang memberi manfaat dan keuntungan buat organisasi. Melalui jembatan kepemimpinan setiap individu dan kelompok mampu menjadi sebuah komunitas produktif  yang saling bekerja sama secara terpadu untuk tujuan meningkatkan kinerja organisasi menjadi luar biasa. Jembatan kepemimpinan akan menciptakan keadaan yang menyatukan setiap unsur manajemen atau kepemimpinan yang terpisahkan, serta mengangkat motivasi setiap individu untuk berkontribusi dan melayani kepemimpinan organisasi dengan sepenuh hati.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Good Corporate Governance Menghasilkan Kepercayaan

“Kepercayaan Adalah Kekuatan  Yang Harus Diperjuangkan Melalui Nilai-Nilai Tata Kelola Perusahaan Yang Berintegritas Dan Beretika.” – Djajendra

Kepercayaan adalah dasar dari pembangunan bisnis yang berkelanjutan. Bila perusahaan Anda dipercaya oleh para stakeholders, maka perusahaan Anda akan memperoleh kesempatan tanpa batas untuk meraih sukses. Kehidupan bisnis adalah kehidupan yang saling tergantung dan perusahaan Anda harus memanfaatkan kondisi saling tergantung ini dengan cara menarik kepercayaan setiap stakeholders untuk memobilisasi sumber daya buat kesuksesan organisasi dan bisnis Anda.

Membangun kepercayaan berarti menegakan integritas dengan sebaik mungkin, dan salah satu cara yang paling efektif dalam menegakan integritas adalah melalui tata kelola perusahaan yang sehat dan profesional. Tata kelola perusahaan yang sehat atau good corporate governance akan menghasilkan hubungan ‘terpercaya’ antara perusahaan dan stakeholders. Bila sebuah hubungan sudah saling percaya dalam perilaku integritas tertinggi, maka segala kemudahan akan menghampiri perusahaan Anda.

Dalam realitas kerja, sering sekali para karyawan level menengah dan bawah suka bingung dan kehilangan akal sehat untuk menjalankan good corporate governance. Alasannya selalu klasik, yaitu persoalan integritas kepemimpinan untuk menjalankan tata kelola perusahaan secara konsisten dengan prinsip-prinsip  akuntabilitas, transparansi, adil, tanggung jawab, mandiri, dan efektif. Kepemimpinan selalu menjadi alasan atas buruknya pelaksanaan good corporate governance. Padahal tata kelola perusahaan yang sehat hanya dapat dijalankan melalui tata kekuasaan atau tata pemerintahan yang berkualitas atas dasar etika dan integritas. Secara formal yang memiliki kekuasaan untuk menjalankan atau memerintah perusahaan adalah dewan direksi. Artinya, dewan direksi memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa prinsip-prinsip dan nilai – nilai good corporate governance dijalankan secara murni dan konsisten. Sedangkan dewan komisaris harus memainkan peran strategisnya sebagai pengawas yang berperilaku atas dasar etika,  tanggung jawab, dan integritas.

Sukses besar dalam implementasi good corporate governance hanya dapat dicapai melalui proses yang berkelanjutan. Oleh karena itu, dewan direksi bersama-sama semua kekuatan organisasi wajib memperlihatkan integritas untuk menerapkan prinsip-prinsip good corporate governance secara konsisten dan berkelanjutan. Hal ini harus terlihat dalam setiap pengambilan keputusan-keputusan kunci, dan tidak boleh ada intervensi dari pihak manapun untuk merusak tata kelola yang ada.

Budaya good corporate governance akan memiliki kekuatan untuk mengurangi korupsi, kolusi, kronisme, risiko, konflik kepentingan, dan agenda tersembunyi dari pihak mana pun. Budaya good corporate governance akan menghasilkan proses pengambilan keputusan yang berkualitas dan terkalkulasi secara risiko. Budaya good corporate governance akan membangun kepercayaan untuk perusahaan dengan semua pemangku kepentingan (stakeholders). Budaya good corporate governance akan menghasilkan budaya terbuka atau transparan. Artinya,  setiap nilai, asumsi, persepsi, logika berpikir, filosofi, dan cara kerja dapat dievaluasi dan dibahas secara terbuka untuk tujuan mendapatkan kinerja perusahaan yang optimal.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PERILAKU NEGATIF AKAR KONFLIK

“Sikap Menyalahkan Orang Lain Dan Sikap Yang Membuat Orang Lain Terlihat Buruk Adalah Sikap Yang Mengundang Konflik.” – Djajendra

Pendidikan Anda yang tinggi, pengalaman kerja Anda yang panjang, atau kreativitas Anda yang luar biasa tidak secara otomatis akan menjadikan Anda sukses. Sebab, keberhasilan Anda sangat ditentukan oleh sikap baik Anda dengan orang lain. Sikap baik Anda akan menghindarkan Anda dari semua potensi konflik.

Kemampuan Anda untuk membangun hubungan kerja yang efektif melalui kecerdasan emosional yang konsisten, akan membentuk landasan untuk keberhasilan karir Anda. Percayalah bahwa keberhasilan Anda di tempat kerja  akan semakin dapat Anda capai, di saat Anda dapat mengelola semua potensi konflik dengan efektif. Jadilah orang baik yang melayani organisasi Anda dengan integritas tinggi diantara semua kepentingan.

Untuk meredam potensi konflik di tempat kerja, Anda tidak boleh memfokuskan energi Anda untuk menemukan kesalahan orang lain, untuk menyalahkan tempat kerja, dan membuat orang-orang lain terlihat buruk. Tapi, Anda harus menciptakan nilai – nilai positif, melakukan pemberdayaan terhadap nilai – nilai positif, dan menjadi pribadi positif yang mampu menciptakan energi harmonis bagi orang-orang lain.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Mempersiapkan Diri untuk Menang

“Anda Adalah Apa Yang Anda Pikirkan Dan Apa Yang Anda Lakukan Sehari-Hari. “ – Djajendra

Diri Anda seperti sebuah magnet besar yang akan menarik apa pun yang Anda pikirkan dan inginkan. Bila Anda menginginkan kemenangan atas semua rencana hidup Anda, maka Anda wajib memikirkan nilai – nilai kehidupan yang selaras dengan rencana Anda tersebut. Misal, Anda merencanakan untuk menjadi pribadi yang bahagia dan berkecukupan. Untuk itu, selain Anda harus berjuang dan bekerja keras mewujudkan rencana Anda tersebut, Anda juga harus berdisiplin tinggi untuk menanam nilai-nilai kehidupan yang menyatukan potensi diri Anda untuk menjadi bahagia dan berkecukupan.

Anda adalah apa yang Anda pikirkan dan apa yang Anda lakukan sehari-hari. Untuk memenangkan kehidupan Anda, Anda harus fokus pada tujuan Anda dan berdedikasi secara total untuk mencapai tujuan tersebut. Anda harus menikmati setiap proses menuju kemenangan. Sering sekali proses menuju kemenangan memiliki tantangan dan hambatan yang bisa turun-naik, atau mutar kiri-kanan, hingga memerlukan waktu yang lebih lama dari perkiraan Anda. Oleh karena itu, Anda tidak hanya cukup menjadi serius untuk mengatasi hambatan yang menghalangi proses Anda, tapi juga Anda harus menjadi lebih sabar, tegar, dan berdaya tahan tinggi terhadap hal apa pun.

Ciptakan perilaku yang benar untuk mencapai kemenangan Anda. Anda harus mengamati diri Anda sendiri dan mengarahkan diri Anda kepada peran dan fungsi positif.  Jadilah pribadi yang secara konsisten berpikir dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai kehidupan yang Anda inginkan. Bila Anda ingin jujur, maka berpikir dan bertindaklah selalu untuk menjadi yang paling jujur.

Miliki gairah untuk melakukan hal-hal  terbaik buat kehidupan Anda. Anda harus terus-menerus memotivasi diri sendiri dan mengembangkan semangat diri sendiri untuk mencapai semua hal yang Anda inginkan. Jangan pernah menyerah oleh hal apa pun, Anda harus menciptakan energi positif kepada setiap orang di sekitar Anda. Di saat Anda memiliki energi kemenangan, orang – orang akan datang dari berbagai penjuru kehidupan untuk mendukung energi kemenangan Anda.

Bertindaklah dengan cara-cara berkualitas untuk mencapai kemenangan. Tindakan harus diperjuangkan, harus dikerjakan dengan sepenuh hati. Tindakan membutuhkan motivasi dan gairah yang terfokus pada sasaran yang jelas. Jangan bertindak bila Anda belum memahami sasaran Anda dengan sempurna. Pelajari sasaran Anda dengan sesempurna mungkin, barulah Anda boleh bertindak dengan penuh semangat dan gairah.

Nikmati perjalanan Anda menuju kemenangan dengan senang hati. Anda harus selalu mengingatkan diri Anda untuk bersenang-senang dan menikmati setiap langkah Anda. Jadilah lebih riang dan anggaplah bahwa Anda pasti sampai pada tujuan hidup Anda. Miliki kepercayaan diri yang konsisten. Miliki intuisi yang memperkuat rasa percaya diri Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Cara Mengelola Konflik di Tempat Kerja

“Konflik Adalah Guru Yang Mengajarkan Kepada Seseorang Tentang Pentingnya Sikap Baik, Emosi Baik, Pikiran Positif, Empati, Dan Toleransi.” – Djajendra

Konflik adalah musuh dari keharmonisan. Konflik selalu tumbuh subur di setiap kepentingan organisasi, dan sering sekali orang-orang berpandangan bahwa konflik kecil tetap diperlukan agar lebih termotivasi untuk menjadi sabar, tegar, dan bertoleransi. Sebab, konflik adalah guru yang mengajarkan kepada seseorang tentang pentingnya sikap baik, emosi baik, pikiran positif, empati, dan toleransi. Untuk semua ini, orang-orang harus memiliki kepribadian yang sabar, tegar, dan tak terpengaruh oleh kepentingan, celaan dan pujian dari manapun.

Walaupun konflik merupakan perilaku yang sangat manusiawi, tapi konflik tidak boleh dibiarkan membesar. Sebab, nanti setelah besar, konflik akan merusak fondasi organisasi dan membuat batin setiap orang terluka. Hasilnya,  setiap orang akan merasa tidak bahagia di tempat kerja. Oleh karena itu, setiap orang bersama pemimpin organisasi harus bertanggung jawab untuk menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, kreatif, efektif, dan yang saling bekerja sama.

Dalam realitas kehidupan, tidaklah mungkin setiap persoalan akan dilihat dari satu persepsi yang sama. Pasti akan ada ketidaksetujuan, perbedaan pendapat,  dan konflik secara interpersonal. Di saat konflik memuncak, maka lakukan intervensi untuk menurunkan tensi konflik. Gunakan  nilai – nilai organisasi dan budaya organisasi yang positif untuk mengatur perbedaan pendapat. Pemimpin yang baik harus memiliki kualitas, kemampuan, keterampilan, dan sikap untuk menyelesaikan konflik dengan profesional.

Cara menghindari risiko dari konflik adalah dengan tetap memelihara konflik untuk kepentingan kreativitas, dan secara disiplin menjaga konflik dalam batas toleransi tertentu. Untuk itu, izinkan setiap orang berbeda pendapat dan yakinkan mereka bahwa berbeda pendapat itu harus dilakukan dengan informasi, fakta, dan realitas; bukan sekedar oleh alasan ego dan nafsu untuk memenangkan sebuah perbedaan. Perilaku dan mind set antagonis harus dihapus dari kepribadian siapa pun. Sebab, berpotensi memberikan kontribusi untuk terciptanya lingkungan kerja yang saling bermusuhan.

Budaya organisasi harus menjadi energi positif yang mendorong terciptanya komitmen di batin setiap orang, untuk memperlakukan satu sama lain dengan bermartabat dan rasa hormat. Perbedaan pendapat harus memperkaya wawasan, dan tidak boleh menciptakan konflik yang tidak wajar di tempat kerja.

untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PELATIHAN SELF LEADERSHIP 1 HARI 8 JAM – CARA MEMIMPIN DIRI SENDIRI

LEADERSHIP 2014

PELATIHAN CARA MEMIMPIN DIRI SENDIRI (SELF LEADERSHIP) 1 HARI 8 JAM

PROGRAM PELATIHAN SELF LEADERSHIP 1 HARI 8 JAM

SELF LEADERSHIP

Video pelatihan djajendra: http://www.youtube.com/user/MrDjajendra

Pelatihan Self Leadership ini merupakan pengembangan kompetensi kepemimpinan dari sisi internal diri Anda. Belajar tentang penguasaan pribadi dan menciptakan sikap kepemimpinan yang kuat, serta keterampilan dasar untuk pengelolaan kepemimpinan yang efektif.  Belajar tentang pengetahuan dan keterampilan untuk mengetahui potensi diri, apa yang harus dilakukan bersama potensi diri, dan bagaimana cara memanfaatkan potensi diri untuk mencapai kesuksesan di tempat kerja dan di kehidupan pribadi.  Belajar tentang cara membangun kemampuan untuk mengelola komunikasi, emosi dan perilaku dalam perjalanan menuju puncak sukses karir dan kehidupan pribadi. Pelatihan dilengkapi dengan role play dan latihan tertulis untuk melatih peserta agar selalu mampu bersikap bersama perencanaan diri yang sesuai visi dan misi yang diinginkan.

DESKRIPSI

Sebelum Anda dapat memimpin orang lain Anda harus memimpin diri Anda sendiri dengan berkualitas. Memimpin diri sendiri berarti mampu memahami semua potensi diri sendiri dengan sempurna, dan mengelola diri sendiri dengan berbagai kecerdasan yang memberdayakan diri untuk menjadi pemimpin dan pribadi yang cemerlang. Tidak akan ada orang yang  rela untuk mengikuti seorang pemimpin yang tidak tahu siapa dirinya, yang tidak tahu apa visinya, yang tidak tahu apa tindakkannya. Pastikan Anda mampu memberdayakan semua kecerdasan diri sendiri untuk kecemerlangan diri Anda terhadap kehidupan dan pekerjaan.

Dengan kepemimpinan diri sendiri yang penuh integritas, Anda pasti bisa mempengaruhi orang lain untuk melakukan kerja sama yang searah dengan visi, misi, tujuan, dan nilai-nilai organisasi. Pelatihan selama satu hari ini akan membentuk kepribadian kepemimpinan Anda yang efektif dan berenergi positif. Termasuk, mempersiapkan mind set Anda untuk mengoptimalkan kualitas diri sendiri agar Anda mampu memberikan kontribusi terbaik untuk tim dan organisasi.

MANFAAT PELATIHAN

1.       Kesadaran untuk mengelola potensi kepemimpinan diri sendiri

2.       Mengembangkan kepemimpinan yang berkualitas dari dalam diri sendiri

3.       Menjadikan diri Anda tumbuh dalam kepemimpinan diri yang unggul

4.       Menjadikan diri cerdas emosi dengan ketahanan diri yang kuat

5.       Menjadi pribadi yang efektif  dan produktif di semua aspek, fungsi, dan peran kehidupan

METODE PELATIHAN

Pelatihan Aktif, Presentasi, Interaktif, Diskusi Kelompok, Brainstorming, Bermain Peran, Berpikir Kreatif, Simulasi, Belajar Dalam Kompetisi Permainan, Studi Kasus, Latihan, Bimbingan, Diskusi, Perenungan, Experiential Learning, Icebreaker.

MATERI PEMBAHASAN

TOPIK BAHASAN : CARA MEMIMPIN DIRI SENDIRI

Sub Bahasan

·         Kesadaran diri

·         Manajemen Diri

·         Kecerdasan Emosi

·         Ketahanan diri

·         Pertumbuhan Dan Pengembangan Pribadi

·         Komunikasi

·         Umpan Balik

·         Mengelola Konflik

·         Mengelola Waktu

·         Melayani

·         Motivasi

·         Pengaruh

·         Kebiasaan

·         Kreativitas

·         Keputusan

·         Sikap

·         Kemauan

·         Dan lain sebagainya

UNTUK PELATIHAN HUBUNGI

PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL

Kantor: Jl.Danau Toba No.104, Jakarta Pusat, 10210

Telepon: (021) 5701505 

Hp: 0812 131 888 99

Fax: (021) 5738105

Website:http://djajendra-motivator.com

E-mail:training@djajendra-motivator.com