Bersatu dalam Kerjasama Menuju Visi Bersama

“Kerja Sama Berarti Berjuang Bukan Untuk Mempertontonkan Kemuliaan Individu, Tapi Berjuang Untuk Mempertontonkan Kemuliaan Bersama Dalam Prestasi Dan Kinerja.” – Djajendra

Setiap fungsi manajemen mengharuskan setiap orang untuk saling bekerjasama dan saling berkontribusi buat kejayaan organisasi. Setiap orang di tempat kerja memang harus bersatu; bersatu untuk saling tidak terpisah. Bila tidak, rencana yang diperjuangkan akan terpisah dari sasarannya.

Setiap hari, setiap orang di tempat kerja adalah bagian dari sebuah energi kerja sama yang besar. Bagian dari orang-orang yang menyatu untuk mencapai tujuan bersama melalui kontribusi bersama. Bagian dari orang-orang yang saling terlibat satu sama lain untuk meraih prestasi, kinerja, dan sukses.

Kerja sama harus berkemampuan untuk berkontribusi menuju visi bersama. Kerja sama harus berkemampuan mengarahkan keunggulan potensi setiap individu untuk berkontribusi terhadap tujuan organisasi. Kerja sama harus menjadi bahan bakar yang memungkinkan setiap orang untuk mencapai hasil akhir yang luar biasa.

Setiap individu di tempat kerja harus hadir bersama semangat kerja sama; harus memiliki komitmen untuk saling mendukung dan saling berkontribusi untuk pencapaian hasil maksimal organisasi; harus bersikap ikhlas untuk menggabungkan setiap keunggulan individu menjadi keunggulan organisasi.

Kerja sama berarti berjuang bukan untuk mempertontonkan kemuliaan individu, tapi berjuang untuk mempertontonkan kemuliaan bersama dalam prestasi dan kinerja.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Keikhlasan Hati Mencerdasakan Emosi

“Sifat Ikhlas Yang Optimistis Adalah Sifat Dari Orang – Orang Yang Emosinya Cerdas.” – Djajendra

Kehidupan adalah permainan emosi. Permainan emosi yang muncul dari dalam diri atau pun yang muncul dari kekuatan di luar diri. Anda yang tangguh mengelola semua permainan emosi adalah Anda yang ikhlas untuk menerima realitas di hari ini dan yang terus bekerja keras untuk menghadirkan realitas sesuai harapan di masa depan.

Anda yang ikhlas adalah Anda yang sangat cerdas secara emosional. Anda yang ikhlas selalu memahami bahwa bila Anda tidak ikhlas, maka kekuatan  emosi negatif akan mengatur diri Anda dan membawa Anda kepada kehidupan yang tidak bahagia.

Energi ikhlas akan membuat hubungan Anda dengan orang lain menjadi lebih stabil dan lebih terkendali secara emosional. Energi ikhlas Anda pasti mampu mengendalikan kemarahan, kegelisahan, dan ketidakdamaian hati Anda. Energi ikhlas akan membuat Anda menjadi mudah untuk berempati dengan orang lain dan mudah untuk membangun hubungan yang harmonis dengan siapa pun.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Emosi dan Motivasi

“Emosi Anda Yang Baik Akan Menjadi Motivator Abadi Untuk Semua Perilaku Sukses Anda.” – Djajendra

Anda yang cerdas secara emosional akan merasakan dampak positif dari arahan emosi baik Anda menuju puncak keberhasilan kehidupan Anda. Anda yang cerdas secara emosional selalu berkemampuan untuk tetap fokus pada tujuan perjuangan hidup Anda dan mampu menyingkirkan semua emosi negatif yang mencoba menghadang perjalanan sukses Anda.

Emosi Anda yang cerdas akan menciptakan kapasitas diri Anda yang tangguh untuk menciptakan keselarasan antara tujuan, tindakan, dan nilai-nilai kehidupan yang Anda impikan.

Anda dilahirkan untuk menjadi seperti yang Anda pikirkan dan inginkan. Untuk itu, diperlukan kekuatan dan kecerdasan emosional, agar Anda bisa secara konsisten menciptakan diri sejati Anda bersama kekayaan emosi baik Anda. Emosi baik Anda akan menjadi energi sukses, dan akan menjadi motivator abadi yang senantiasa menjaga diri Anda untuk tidak terjatuh ke dalam perilaku yang memperlemah potensi sukses Anda.

Bertindaklah secara konsisten bersama pikiran positif, perasaan sukses, emosi positif dan perilaku yang selalu memperkaya diri dengan prinsip, nilai, dan keyakinan positif. Miliki sifat untuk menghormati diri sendiri dan orang lain; miliki sifat untuk bertanggung jawab kepada diri sendiri dan orang lain; miliki sifat untuk hidup bersama kejujuran dan keadilan yang beretika. Lalu, bersahabatlah dengan emosi-emosi baik Anda dan menjauhlah dari emosi-emosi perusak diri Anda. Yakinkan diri Anda bahwa emosi baik Anda akan selalu menciptakan energi motivasi tanpa batas dalam diri Anda. Jadilah pribadi sukses bersama kekayaan emosi baik Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Cerdaskah Anda di Tempat Kerja?

“Karyawan Yang Luar Biasa Dalam Hard Skill Harus Diisi Dengan Keluarbiasaan Dari Soft Skill, Agar Keluarbiasaan Hard Skill Tersebut Bisa Mendapatkan Jiwa Yang Tangguh Dari Keluarbiasaan Soft Skill.” – Djajendra

Suatu ketika saya menerima curhat dari seorang manajer. Manajer mengatakan bahwa sudah tiga belas tahun dia bekerja, tapi perhatian atasan kepada dirinya sangat kurang. Dia merasa sangat menguasai bidang pekerjaan sesuai standar internasional. Dia juga merasa sudah sangat patuh pada standar kerja, prosedur, kebijakan, peraturan, etika, dan pada semua teknis administratif di kantornya. Intinya, hard skill manajer sudah sangat excellent dan luar biasa.

Kisah seperti manajer tersebut sebenarnya sangat banyak di tempat kerja. Sering sekali karyawan yang sangat ahli dalam teknis pekerjaan (hard skill) merasa bahwa mereka sudah melakukan hal-hal luar biasa dengan keunggulan kompetensi diri mereka. Padahal keunggulan kompetensi seseorang tidak sekedar bergantung kepada hard skill, tapi juga bergantung kepada keunggulan soft skill. Sikap yang mengagung-agungkan hard skill pada akhirnya akan menjebak diri sendiri. Dan hasilnya, kepuasan kerja akan hilang, stres akan muncul, motivasi akan padam, gairah kerja akan turun, dan kontribusi kepada perusahaan tidak akan maksimal. Karyawan yang luar biasa dalam hard skill harus diisi dengan keluarbiasaan dari soft skill, agar keluarbiasaan hard skill tersebut bisa mendapatkan jiwa yang tangguh dari keluarbiasaan soft skill.

Keterampilan hard skill merupakan keterampilan dasar yang paling mudah untuk diamati, diukur, dan dilatih. Mungkin lebih mudah menguasai pengetahuan akuntansi, finansial, komputer, statistik, marketing, operasional, logistik, audit, matematika, produksi dan hard skill lainnya;  daripada menguasai pengetahuan kecerdasan emosional, pikiran positif, sikap baik, interaksi, pemecahan masalah, penyelesaian konflik, membuat keputusan, motivasi, komunikasi dan soft skill lainnya. Sebab, pengetahuan hard skill sifatnya pasti dan akan terlihat secara kasat mata; sedangkan pengetahuan soft skill sifatnya sangat bergantung kepada situasi dan kondisi, bentuknya pun tidak terlihat secara kasat mata, hanya dapat dirasakan dampaknya dalam jangka panjang.

Kembali kepada curhat manajer. Setelah saya berbicara panjang lebar dengan manajer tersebut, ternyata manajer menganggap enteng kepada keluarbiasaan soft skill, dia merasa hard skill adalah fakta kerja dan mereperesentasikan kemampuan dirinya sesuai harapan perusahaan kepada dirinya. Mind set manajer menggambarkan bahwa manajer lebih mengaggap penting kekuatan dan keunggulan teknis pekerjaan. Jelas, seseorang yang tidak menguasai soft skill dengan sempurna biasanya akan sulit memahami orang lain dan lebih sering terobsesi kepada kehebatan diri sendiri. Kondisi ini akan menjauhkan orang tersebut dari prestasi yang lebih tinggi.

Soft skill diperlukan untuk menjawab peluang dan tantangan di kehidupan sehari-hari di tempat kerja. Perilaku pribadi yang beragam di tempat kerja memerlukan keterampilan soft skill yang mampu membuat diri diterima dan sukses bersama perusahaan. Jadilah pribadi yang cerdas mengamati orang-orang disekitar, pahami semua orang, dan miliki kemampuan untuk bisa bekerja sama dengan siapa pun. Miliki perilaku yang efektif dan produktif dalam sikap baik yang penuh dengan kerendahan hati di aspek apa pun.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Core Values: Nilai – Nilai yang Menggerakan Tempat Kerja Anda

“Jika Tidak Ada Nilai-Nilai Terbaik Yang Mengawasi Perilaku Kerja Anda, Maka Anda Akan Takluk Bersama Kebiasaan-Kebiasaan Disekitar Anda.” – Djajendra

Setiap orang pasti akan membawa kebiasaan-kebiasaan dari kepribadiannya ke tempat kerja. Kebiasaan-kebiasaan tersebut harus dikendalikan dalam seperangkat nilai-nilai inti atau core values yang diinginkan perusahaan. Artinya, setiap perilaku pribadi dan perilaku kerja di kantor harus datang dari nilai-nilai inti atau core values yang perusahaan tetapkan.

Budaya perusahaan yang andal akan lahir dari keandalan setiap pribadi di perusahaan untuk mengkonversi karakter dirinya ke dalam karakter kepribadian yang diharapkan perusahaan. Di sini, peran dari nilai-nilai inti perusahaan akan sangat menentukan keberhasilan untuk menjalankan budaya organisasi yang sesuai harapan.

Di mana pun selalu akan ada pribadi berkarakter positif dan pribadi berkarakter negatif, yang biasanya disebuat good people  dan bad people. Setiap nilai-nilai inti, bila dipengaruhi oleh kekuatan pribadi berkarakter negatif, maka nilai-nilai tersebut bisa salah interpretasi. Dan hasilnya, walaupun secara formal perusahaan sudah memiliki budaya perusahaan dengan nilai-nilai inti yang luar biasa, tapi hasil akhirnya tetap akan negatif, karena semua nilai-nilai terbaik tersebut telah berada dibawah kekuatan pengaruh karakter negatif.

Sebuah nilai akan terimplementasi sesuai artinya, jika nilai tersebut dijalankan oleh pribadi yang berkarakter positif atau good people. Oleh karena itu, sebelum menjalankan nilai-nilai perusahaan yang andal, perusahaan perlu secara tekun untuk membangun karakter setiap orang dengan nilai-nilai yang perusahaan inginkan. Lalu, melalui pengawasan dan disiplin yang tinggi, perusahaan harus mengkonversi semua karakter negatif ke karakter positif, kemudian menemukan bakat-bakat berkualitas dari pribadi berkarakter positif, dan secara bertahap mengeliminasi semua karakter negatif yang tidak mampu diubah menjadi karakter positif dari perusahaan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Bekerja Dibawah Kepemimpinan Berintegritas

“Integritas Diri Sendiri Tidak Dapat Dinilai Oleh Diri Sendiri, Tapi Akan Dinilai Oleh Pihak Lain.” – Djajendra

Tidak semua karyawan bisa beruntung bekerja dibawah kepemimpinan yang berintegritas dan tulus. Bila seorang pemimpin tidak menjalankan organisasi berdasarkan integritas, maka dapat dipastikan para karyawan akan merasa tidak bahagia menjadi bagian dari tim kepemimpinan tersebut. Integritas kepemimpinan berhubung erat dengan kejujuran, moral, etika, dan keadilan. Oleh karena itu, setiap hubungan kepemimpinan dengan semua pihak; termasuk dengan para karyawan harus dibangun berdasarkan nilai-nilai kejujuran, moral, etika, dan keadilan. Pemimpin yang baik pasti akan sadar untuk bekerja keras membangun integritas diri yang tinggi.

Integritas diri sendiri tidak dapat dinilai oleh diri sendiri, tapi akan dinilai oleh pihak lain berdasarkan konsistensi atas apa yang dikatakan dengan apa yang diperbuat. Artinya, integritas terkait kepada sikap, perilaku, dan kebiasaan untuk menjalankan rutinitas kehidupan dan pekerjaan sesuai dengan apa yang dikatakan atau apa yang direncanakan dengan semurni-murninya, tanpa berbohong.

Pemimpin yang berintegritas biasanya sangat berintegritas dalam menjalankan manajemen dasar organisasi; yaitu, kemampuan untuk merencanakan, mengorganisir, melaksanakan, dan mengawasi semua fungsi dan peran organisasi dengan jujur, tulus, adil, benar, dan penuh tanggung jawab. Selanjutnya, bermodalkan fondasi yang kuat dari manajemen dasar organisasi, pemimpin akan memotivasi dan mengelola kerja sama yang solid di antara karyawan dengan kepemimpinan di semua aspek kerja organisasi.

Pemimpin yang berintegritas selalu mendengarkan input berkualitas dari karyawan dan mengabaikan semua input beracun dari siapa pun yang berpotensi merusak keharmonisan, motivasi, dan kinerja. Lalu mengelola semua energi karyawan untuk menjadi lebih produktif, efektif dan efisien.

Pemimpin yang berintegritas tidak akan menguras energi karyawan dengan politik kantor yang melelahkan. Tidak akan meremehkan atau mengabaikan siapa pun, tapi menghormati  semua karyawan sesuai dengan kontribusi dari masing-masing individu terhadap kepentingan organisasi.

Pemimpin yang berintegritas sangat cerdas untuk memanfaatkan alat pengukuran kontribusi karyawan; untuk dikuantifikasikan menjadi manfaat bagi organisasi, bisnis, kepemimpinan, karyawan, dan pemilik.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Pemulihan Layanan Pelanggan

“Bekerjalah Untuk Melakukan Pemulihan Layanan Di Saat Pelanggan Merasa Tidak Terlayani Dengan Baik.” – Djajendra

Perusahaan yang berintegritas kepada pelayanan berkualitas dan yang memiliki perilaku proaktif terhadap pelayanan berkualitas, pasti akan melakukan pemulihan pelayanan secepat mungkin. Perusahaan tidak akan sekedar meminta maaf; tapi bekerja cepat, bekerja tanpa lelah, bekerja dengan penuh semangat, bekerja dengan antusias, dan bekerja dengan cerdas untuk memulihkan pelayanan dan memberikan yang terbaik buat pelanggan.

Setiap orang di perusahaan sangat berpotensi membuat kesalahan yang disengaja maupun yang tidak disengaja terhadap kebutuhan dan kepuasan pelanggan. Dan hal ini dapat membuat pelanggan marah dan kecewa terhadap pelayanan perusahaan. Dalam jangka pendek, dengan meminta maaf  kepada pelanggan untuk kesalahan yang dibuat dapat membuat pelanggan memaafkan. Dalam jangka panjang, bila kesalahan berlangsung beberapa kali, maka pelanggan setia berpotensi pergi dari perusahaan, dan mungkin akan menjadi pelanggan setia dari pesaing. Padahal setiap rupiah yang dihasilkan perusahaan berasal dari kontribusi para pelanggan. Seorang pelanggan pergi, berarti perusahaan akan kehilangan sebuah potensi bisnis yang besar, dan hal ini secara perlahan akan merugikan bisnis perusahaan di masa depan.

Bekerjalah untuk melakukan pemulihan layanan di saat pelanggan merasa tidak terlayani dengan baik. Pastikan bahwa setiap keluh kesah dan perasaan tidak nyaman pelanggan dapat dijawab melalui cara pelayanan perusahaan yang menciptakan kepuasaan, kebahagiaan dan kenyamanan.

Setiap orang di perusahaan wajib memiliki empati terhadap kebutuhan pelanggan, dan haurs cerdas melakukan identifikasi terhadap perasaan tidak puas pelanggan. Lalu, mencari cara untuk menghilangkan emosi mengeluh dan emosi tidak puas si pelanggan.

Setiap karyawan dan pimpinan di perusahaan harus memiliki nilai-nilai positif dalam karakter diri; agar dapat memiliki kekuatan dan kemampuan untuk meminta maaf, mendengar, berempati, menawarkan solusi, memperbaiki kesalahan, dan memperbaiki janji-janji yang tidak mampu diberikan. Termasuk, kecerdasan diri untuk membangun relasi berkualitas yang positif dengan semua pelanggan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com