HEMAT DAN KAYA

“Hemat Berarti Mampu Menyiapkan Dana Abadi Untuk Menghadapi Berbagai Kemungkinan Yang Tak Terpikir Di Hari Ini.” – Djajendra

Dalam dunia yang penuh dengan godaan untuk hidup dalam konsumtif, kita harus memiliki pengendalian diri yang kuat, kita harus bisa menaklukkan dunia konsumtif, dan kita harus mau lebih fokus pada dunia penghematan.

Pepatah lama mengatakan bahwa hemat pangkal kaya, boros pangkal miskin. Hemat berarti tidak membelanjakan uang untuk hal-hal yang tidak penting. Hemat berarti memiliki perencanaan keuangan yang berkualitas dan menghindarkan diri untuk berbelanja barang-barang mahal. Hemat berarti menghindari hutang dan siap menjalani kehidupan dibawah penghasilan rata-rata.

Hemat berarti mampu menyiapkan dana abadi untuk menghadapi berbagai kemungkinan yang tak terpikir di hari ini. Hemat berarti mampu menghargai setiap nilai uang dengan sikap rendah hati. Hemat berarti mampu menjalani kehidupan dengan cara yang paling sederhana. Hemat berarti tidak menjadikan uang sebagai energi yang menguasai kehidupan Anda. Hemat berarti memiliki perasaan syukur dan terima kasih atas setiap sen penghasilan, dan mau mengalokasikan sebagian dari penghasilan tersebut untuk masa depan.

Hemat berarti selalu bersikap jujur terhadap kondisi keuangan, dan tidak memasukkan diri ke dalam perangkap gengsi dan konsumtif. Hemat berarti mampu memiliki toleransi dan empati untuk kehidupan orang-orang lain. Hemat berarti makan secukupnya dan menggunakan semua fasilitas pendukung kehidupan secukupnya.

Hemat berarti tidak menjalani kehidupan secara berlebihan, tapi menjalani kehidupan dengan rasa tanggung jawab kepada lingkungan dan kehidupan lain. Hemat berarti memiliki gaya hidup untuk lebih banyak menyimpan uang daripada lebih banyak membelanjakan uang untuk hal-hal yang tidak penting.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com