SUKSES BISA DIMULAI DARI MANA SAJA

“Pekerjaan Yang Terpaksa Anda Terima Untuk Bertahan Hidup Kadang Bisa Menjadi Awal Untuk Kesuksesan Anda.” – Djajendra

Mungkin Anda telah mencoba melayani prospek atau calon pelanggan Anda dengan sebaik mungkin, tapi hasil akhirnya nihil. Jangan kecewa atau putus asa, sebab setiap penjual pasti pernah mengalami pengalaman penolakan dan tidak dibeli produk atau jasanya oleh calon pelanggan. Berikut adalah kisah menarik dari seorang teman yang mampu bangkit dari perasaan putus asa untuk menjadi seorang distributor yang mempekerjakan lebih dari dua ratus karyawan.

Teman saya ini bercerita bahwa pada awal karirnya dia adalah seorang salesman yang gagal total. Sudah lebih dari lima tahun sebagai salesman dia harus keluar masuk lebih dari dua belas perusahaan. Di setiap perusahaan dia tidak pernah bekerja lebih dari enam bulan, selalu diberhentikan dengan alasan tidak mencapai target.

Karena trek record kerjanya yang buruk, yaitu sudah keluar masuk lebih dari dua belas perusahaan pada level yang sama, dan umurnya juga sudah mendekati kepala empat, dia akhir mengalami kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan. Kehidupannya pada saat itu sudah sangat sulit, semua mimpi dan cita-cita ia kuburkan dan menganggap bahwa nasibnya memang untuk gagal.

“Apakah bisa bercerita sedikit tentang perjalanan suksesnya, saya perlu cerita Anda sebagai motivasi untuk berbagi kepada orang lain?” aku bertanya.

“Malu, tidaklah, kisahku dulu banyak dukanya dan aku tidak pantas jadi cerita, hanya takdir yang membuat saya seperti ini,” jawab dia.

Saya tidak mau menyerah dan terus mendesak dia untuk bercerita, dan pada akhirnya dia mau bercerita.

“Awalnya aku pikir aku lahir untuk gagal,” ia berkata dengan malu.

“Aku memasuki masa-masa tersulit dalam hidupku. Sekitar enam bulan, aku, anak dan isteriku harus makan seadanya, aku terus berjuang untuk mendapatkan pekerjaan apa saja asal bisa mendapatkan uang, aku mencoba mencari bantuan dari keluarga dan teman, ternyata semuanya tutup mata dan tutup telinga, tidak ada seorang pun yang peduli!” kata dia.

“ Suatu hari tetanggaku yang memiliki usaha menjahit bed cover meminta aku membantunya mengirimkan pesanan seratus bed cover ke kota Medan. Pekerjaan membantu ini ternyata menjadi awal dari perjalanan saya untuk menjadi distributor seperti sekarang,” kata dia lagi.

“Saat membantu tetangga, saya tidak banyak mendapatkan uang, sebulan hanya dapat lima ratus ribu atau paling banyak satu juta. Tapi, saya belajar banyak tentang cara pengiriman barang ke luar kota, dan ini menjadi ilmu yang sangat membantu saya untuk seperti sekarang,” kata dia.

“Saya tidak pernah bermimpi untuk menjadi seperti sekarang, semuanya mengalir begitu saja, semuanya berjalan dibawah kendali saya, dan saya bukanlah orang pintar yang meraih sukses dengan hebat, saya hanyalah orang bodoh yang dibantu sama Tuhan untuk mendapatkan ini semua.” Kata dia

Teman saya ini telah mampu melewati semua masa sulitnya dan sekarang telah menjadi orang yang berkecukupan. Dia memiliki banyak usaha dan setiap usahanya telah menjadi mesin penghasil uang yang luar biasa.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PIKIRAN SEMPIT MEMBEKUKAN WAWASAN

DJAJENDRA 12321

“Apa yang paling Anda takuti dalam hidup.” Tanya saya

“Saya paling takut menjadi manusia berpikiran sempit dan paling takut berhubungan dengan orang-orang yang berpikiran sempit.” Jawab dia

“Kenapa bisa begitu.” Tanya saya

“Manusia dengan pikiran sempit cendrung mempersulit hidup orang lain, dan selalu menganggap dirinya paling superior, dan menjadikan diri mereka sendiri teragung dan orang lain tercelah.” Jawab dia

Saya merenung sejenak memikirkan pikiran teman saya ini, yang sangat takut menjadi manusia berpikiran sempit dan juga paling takut berhubungan dengan orang-orang berpikiran sempit. Baru pertama kali ini saya mendengar sendiri perasaan takut seseorang kepada pikiran sempit.

“Seseorang atau sekelompok orang yang berpikiran sempit pasti tidak akan peduli pada realitas dan kebutuhan hidup orang lain. Mereka lebih suka berpikiran bahwa sikap dan keyakinan hidup mereka adalah yang terbenar, dan untuk itu mereka siap menyalahkan orang-orang di sekeliling mereka yang tidak seide dengan mereka.” Kata dia

“Apakah Anda pernah tersinggung atau sakit hati dengan orang yang berpikiran sempit.” Tanya saya

“Oo ya! Saya pernah sangat sakit hati, sikap dan pikiran saya dianggap tidak benar, padahal sikap dan pikiran saya itu tidak mengganggu siapa pun, dan tidak merugikan siapa pun.” Jawab dia

“Anda berarti harus memperbaiki mind set Anda, sebab mind set Anda sekarang telah membenci orang-orang berpikiran sempit. Bila Anda diamkan mind set Anda seperti sekarang, Anda juga telah menjadi pribadi yang berpikiran sempit.” Kata saya

“Apa maksud Anda?” Protes dia

“Anda sekarang ini memiliki kesadaran negatif tentang perilaku orang lain, Anda sekarang ini telah menutup hati Anda untuk memahami dan bertoleransi dengan orang-orang berpikiran sempit, dan itu artinya Anda sedang menyiapkan diri Anda menjadi pribadi berpikiran sempit.” Jawab saya

“Bukankah saya yang menjadi korban dari pikiran sempit orang lain?” Dia masih ngotot untuk membenarkan sikap dan perilakunya.

“Para pemenang selalu belajar dari setiap orang tentang kelebihan yang mereka miliki; para pemenang tidak akan pernah belajar dari kekurangan orang lain; para pemenang selalu tahu cara-cara terbaik untuk menaklukkan orang lain dengan tetap menjadi bagian dari kehidupan yang utuh dari semua perilaku kehidupan.” Jawab saya

“Maksud Anda itu apa?” Tanya dia dengan serius

“Maksud saya adalah Anda seharusnya tidak berpikiran sempit untuk takut dan menghindari orang-orang berpikiran sempit dari kehidupan Anda; Anda seharusnya menjadi pribadi berjiwa besar dan mau hidup dalam perbedaan untuk kedamaian setiap orang.” Jawab saya

“Saya masih belum paham!” kata dia

“Apa yang akan Anda lakukan kalau ada orang yang menganggap Anda berpikiran sempit?” Tanya saya

“Jelas, saya sangat takut menjadi orang berpikiran sempit, dan jangan sampai saya menjadi orang berpikiran sempit.” Jawab dia

“Kalau begitu sebaiknya Anda mulai latih diri Anda untuk tidak berpikiran sempit terhadap orang-orang yang berpikiran sempit. Tunjukkan kepribadian Anda yang luas dengan wawasan kehidupan yang bijaksana terhadap keragaman.” Jawab saya

Dia terlihat masih diam dan saya pikir kalau dia ngotot membenarkan mind setnya, maka dia sedang membentuk kepribadiannya menjadi pribadi berpikiran sempit.

“Anda adalah apa yang Anda pikirkan dan apa yang Anda lakukan.” Kata saya pada dia sambil berlalu

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PEMIMPIN TANPA KREDIBILITAS PASTI KEHILANGAN KEKUASAAN

“Seorang Pemimpin Publik Adalah Seorang Pelayan Etis Yang Melayani Kepentingan Umum Dengan Totalitas Etika Dan Integritas.” – Djajendra

Sekarang ini kita semua bisa melihat realitas di sebagian wilayah Timur Tengah dan Afrika, di mana para pemimpinnya sedang ramai-ramai kehilangan kredibilitas, dan sudah tidak dipercaya lagi oleh rakyatnya. Walaupun para pemimpin itu ngotot luar biasa dan tidak mau kehilangan kekuasaan, tapi satu persatu  kekuasaan mereka mulai gugur oleh kekuatan rakyat yang sangat luar biasa. Kita juga sedang melihat realitas langka di dunia olah raga, dimana sebuah induk olah raga sedang didemo ramai-ramai oleh para pendukung untuk menurunkan pemimpin yang ngotot memimpin kembali . Di saat pemimpin melakukan apa saja dengan cara-cara tidak etis untuk mempertahankan kekuasaannya, maka dia sedang membentuk karakter dirinya menjadi seorang diktator yang kejam demi kekuasaan yang dia miliki.

Kredibilitas pemimpin sangat tergantung kepada nilai-nilai  profesionalisme yang dia terapkan dalam tanggung jawab kepemimpinannya.  Bila seorang pemimpin kehilangan kredibilitas dari masyarakat, maka sesungguhnya dia telah kehilangan kompetensi untuk memimpin; dia telah kehilangan keunggulan diri untuk memimpin; dia telah kehilangan harga diri untuk memimpin; dan dia telah kehilangan objektivitas untuk ketidakberpihakan kepada suara rakyat.

Kredibilitas hanya bisa ditegakkan melalui nilai-nilai etis, dan   bertindak di setiap waktu sedemikian rupa untuk menegakkan kepercayaan publik. Nilai-nilai kepemimpinan yang  menunjukkan penghormatan, keadilan dan kesopanan dalam berhubungan dengan seluruh kepentingan stakeholder adalah dasar untuk membentuk kredibilitas.

Pemimpin dengan kekuatan integritas diri selalu paham betul bahwa hal-hal  yang tidak etis berpotensi melanggar hukum dan menghilangkan keadilan, kejujuran, dan kepantasan. Oleh sebab itu, dia akan memimpin dengan nilai-nilai etika melalui kepribadiannya yang penuh dengan nilai-nilai integritas untuk tetap memiliki kredibilitas dan harga diri di hadapan para stakeholder.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PELATIHAN ADVANCE LEADERSHIP 2 HARI 16 JAM

LEADERSHIP 2014

Video pelatihan djajendra: http://www.youtube.com/user/MrDjajendra

 

ADVANCE LEADERSHIP TRAINING DJAJENDRA

PROGRAM PELATIHAN KEPEMIMPINAN LANJUTAN 2 HARI – DJAJENDRA

JUDUL: KEPEMIMPINAN UNGGUL BERDASARKAN KARAKTER, ETIKA, NILAI, DAN INTEGRITAS.

PROGRAM 2 HARI 16 JAM

“Pemimpin Harus Berani Bertindak Melalui Rencana Dan Tata Kelola Yang Etis Dari Kepribadian Yang Berintegritas Untuk Kebaikan Stakeholder Dan Organisasi.” – Djajendra

DESKRIPSI

Pemimpin yang efektif  wajib memiliki keterampilan, pengetahuan, perilaku, emosi, sikap, etika, integritas, keunggulan,dan keunikan yang membedakan dirinya dari orang yang dia pimpin. Dia harus bisa menjadi pemimpin yang sukses dalam menginspirasi dan memotivasi orang lain. Dia harus menjadi pemimpin dengan kemampuan untuk menciptakan visi dan mentransfernya ke orang di sekitar dia. Dia harus menjadi pemimpin yang menciptakan harapan dan memperjuangkan semua harapan itu bersama-sama orang yang dia pimpin dengan cara-cara yang etis, efisien, kreatif, dan produktif. Dia harus bisa menjadi jembatan komunikasi antara semua fungsi dan peran kerja, serta cerdas membuat perencanaan dan cerdas mengelola orang untuk menjalankan perencanaan yang dibuat.

Program pelatihan kepemimpinan selama dua hari ini memiliki nilai-nilai kepemimpinan, yang akan memperkuat potensi kepemimpinan yang ada saat ini di dalam diri masing-masing peserta. Materi – materi yang diberikan oleh motivator akan menjadi stimulasi untuk membangkitkan hasrat dan antusiasme peserta dalam menyiapkan diri dan mind set untuk menjadi pemimpin sesuai harapan organisasi.

Peserta akan dimotivasi untuk menjadi pemimpin yang memiliki keberanian dalam pemecah masalah, mendorong kreatifitas, kepercayaan diri, memimpin berdasarkan nilai dan integritas, serta mampu mengatasi kemunduran kinerja kepemimpinan dengan cara-cara yang efektif dan sederhana. Motivator akan menunjukkan kepada peserta tentang pentingnya integritas, etika, karakter, emosional yang cerdas, antusiasme, tekad, keyakinan, tanggung jawab, kerja keras, disiplin,dan kebijaksanaan, dalam kepemimpinan yang berkualitas.

KONSEP DASAR

Secara garis besar, pelatihan kepemimpinan selama dua hari, dengan judul: Kepemimpinan Unggul Berdasarkan Karakter, Etika, Nilai, Dan Integritas. Berangkat dari sebuah konsep dasar untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan secara komprehensif dalam berbagai aspek yang terkait kepada pengembangan interpersonal dan personal kepemimpinan.

TUJUAN PELATIHAN

Pelatihan ini bertujuan untuk membantu peserta dalam:

  1. Membangun kepemimpinan yang efektif melalui karakter dan motivasi yang sesuai dengan visi, nilai, dan misi organisasi.
  2. Membangun kepemimpinan autentik, yaitu: kepemimpinan yang memimpin berdasarkan nilai, integritas, etika, tanggung jawab moral, dan bekerja berdasarkan data dan informasi yang benar untuk tindakan yang sesuai dengan visi dan misi organisasi.
  3. Membangun kepemimpinan yang unggul dalam semua aspek kepemimpinan di tempat kerja.
  4. Membangun kepemimpinan yang mampu memimpin melalui kekuatan kepribadian, pengetahuan, keterampilan, cara-cara unik yang menjadi ciri keunggulan individu.
  5. Membangun kepemimpinan yang beretika disemua aspek kerja kepemimpinan.
  6. Membangun kepemimpinan yang berkelanjutan untuk memastikan keunggulan organisasi di masa depan.
  7. Membangun kepemimpinan yang cerdas secara emosional dalam semua aspek dan perilaku kepemimpinan.
  8. Membangun kepemimpinan yang cerdas mengelola sumber daya manusia untuk keberhasilan organisasi dan stakeholder.
  9. Membangun pemimpin masa depan dengan memahami berbagai tantangan di masa depan.

MANFAAT PELATIHAN.

Dengan mengikuti pelatihan ini, peserta akan mendapatkan manfaat sebagai berikut:

  • Peserta akan belajar cara mengembangkan karakter yang mendukung tujuan organisasi.  Menggunakan berbagai strategi yang memanfaatkan motivasi dan sifat-sifat kepribadian untuk mencapai prestasi, pengakuan, dan pencapaian yang optimal.   Kemampuan  kepemimpinan untuk menciptakan sebuah lingkungan kerja yang efektif; di mana, setiap individu rela menerapkan kemampuan yang unik untuk sebuah misi bersama. Peserta juga akan belajar cara memiliki kompetensi, pengetahuan, dan keterampilan untuk melakukan pekerjaan berkualitas. Belajar untuk memiliki komitmen, motivasi, kemauan, dan keyakinan untuk melakukan pekerjaan dengan berkualitas.
  • Peserta akan belajar cara menjadi pemimpin sejati yang jujur dan yang dapat dipercaya. Mampu menjalankan fungsi kepemimpinan sesuai dengan prinsip-prinsip dan nilai-nilai kepemimpinan berkualitas. Mampu mengabdikan diri untuk menjalani setiap proses kepemimpinan dengan sikap, perilaku, dan kebiasaan positif yang terpuji.
  • Peserta akan belajar cara mencapai keunggulan dalam semua aspek kepemimpinan. Cara bertindak secara konsisten terhadap visi, tujuan, dan mampu melepaskan diri dari hambatan, serta selalu berkomitmen untuk prestasi tertinggi. Cara untuk tetap berada dalam tujuan dan cerdas untuk memusatkan semua energi pada tujuan yang ingin dicapi. Termasuk, kemampuan untuk mengatasi kemungkinan paling sulit.
  • Peserta akan belajar cara memimpin dengan kekuatan diri sendiri; cerdas untuk mengidentifikasi potensi dan bakat diri sendiri; mampu memahami persepsi  dari budaya, pelanggan, bentuk, batas, dan pandangan individu lainnya terhadap bakat yang dimiliki.
  • Peserta akan belajar cara menjalankan etika kepemimpinan. Cara menjalankan prinsip-prinsip moral atau nilai-nilai yang disepakati bersama untuk mengarahkan organisasi, bisnis, dan sumber daya manusia sesuai visi. Kepemimpinan yang patuh menjalankan hukum, peraturan, core values organisasi, SOP, kode etik, good governance, dan budaya organisasi.
  • Peserta akan belajar cara mengembangkan kepemimpinan yang berkelanjutan melalui kecerdasan emosional. Peserta akan diberikan pencerahan bahwa organisasi didirikan untuk sepanjang jaman, sedangkan sebuah kepemimpinan sangatlah singkat masa kekuasannya dibandingkan umur dan eksistensi organisasi. Jiwa besar, kontribusi, dan pengabdian kepemimpinan untuk meninggalkan warisan kepemimpinan yang berkualitas adalah hal yang akan membuat organisasi selalu kuat dan mampu menyesuaikan diri dalam perubahan seperti apa pun.
  • Peserta akan belajar cara memilih, mengelola, dan mempertahankan staf. Belajar tentang faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi individu; isu-isu kunci dari komposisi tim kerja, termasuk: kekompakan dan komunikasi. Cara  meningkatkan kemampuan orang-orang dalam sebuah organisasi.
  • Peserta akan belajar untuk mempersiapkan diri menjawab tantangan masa depan, yaitu: secara proaktif memiliki potensi kepemimpinan dan mengekspos potensi tersebut untuk mengembangkan potensi organisasi dan sumber daya secara efisien, efektif, dan tanpa pemborosan.
  • Peserta akan mendapatkan pencerahan untuk membangkitkan potensi terbaik dari dalam diri.
  • Peserta akan mendapatkan pencerahan untuk mengembangkan kecerdasan kepemimpinan untuk bisa menciptakan tempat kerja yang efektif, harmonis, dan yang membahagiakan semua pihak.
  • Peserta akan mendapatkan pencerahan untuk menjadi pemimpin yang efektif di semua aspek, fungsi, dan peran kerja.
  • Peserta akan mendapatkan tips dan trik untuk menuju hidup yang diperkaya dengan nilai-nilai positif.
  • Peserta dapat mendiskusikan semua persoalan dan tantangan kerja, untuk mendapatkan inspirasi dan motivasi dari pembicara

METODE PELATIHAN

Indoor: Presentasi, Tanya Jawab, Brainstorming, Role Play, Studi Kasus, Latihan, Diskusi, Games, Ice Breaker.

MATERI PEMBAHASAN

HARI 1/ DAY 1

PK.08.30 -10.00 WIB. SESI 1: EFFECTIVE LEADERSHIP, MOTIVATION  AND CHARACTER

Peserta akan belajar cara mengembangkan karakter yang mendukung tujuan organisasi.  Menggunakan berbagai strategi yang memanfaatkan motivasi dan sifat-sifat kepribadian untuk mencapai prestasi, pengakuan, dan pencapaian yang optimal.   Kemampuan  kepemimpinan untuk menciptakan sebuah lingkungan kerja yang efektif; di mana, setiap individu rela menerapkan kemampuan yang unik untuk sebuah misi bersama. Peserta juga akan belajar cara memiliki kompetensi, pengetahuan, dan keterampilan untuk melakukan pekerjaan berkualitas. Belajar untuk memiliki komitmen, motivasi, kemauan, dan keyakinan untuk melakukan pekerjaan dengan berkualitas

PK.10.00 – 10.15 WIB. COFFEE BREAK

PK. 10.15 – 12.00 WIB. SESI 2: AUTHENTIC LEADERSHIP

Peserta akan belajar cara menjadi pemimpin sejati yang jujur dan yang dapat dipercaya. Mampu menjalankan fungsi kepemimpinan sesuai dengan prinsip-prinsip dan nilai-nilai kepemimpinan berkualitas. Mampu mengabdikan diri untuk menjalani setiap proses kepemimpinan dengan sikap, perilaku, dan kebiasaan positif yang terpuji.

PK.12.00 – 13.00 WIB. LUNCH BREAK

PK. 13.00 – 14.30 WIB. SESI 3:EXCELLENCE IN LEADERSHIP

Peserta akan belajar cara mencapai keunggulan dalam semua aspek kepemimpinan. Cara bertindak secara konsisten terhadap visi, tujuan, dan mampu melepaskan diri dari hambatan, serta selalu berkomitmen untuk prestasi tertinggi. Cara untuk tetap berada dalam tujuan dan cerdas untuk memusatkan semua energi pada tujuan yang ingin dicapi. Termasuk, kemampuan untuk mengatasi kemungkinan paling sulit.

PK.14.30 – 14.40 WIB. COFFEE BREAK

PK.14.40 – 16.10 WIB. SESI 4:LEADING WITH YOUR STRENGTHS

Peserta akan belajar cara memimpin dengan kekuatan diri sendiri; cerdas untuk mengidentifikasi potensi dan bakat diri sendiri; mampu memahami persepsi  dari budaya, pelanggan, bentuk, batas, dan pandangan individu lainnya terhadap bakat yang dimiliki.

HARI 2 / DAY 2

PK.08.30 -10.00 WIB. SESI 5: ETHICAL LEADERSHIP

Peserta akan belajar cara menjalankan etika kepemimpinan. Cara menjalankan prinsip-prinsip moral atau nilai-nilai yang disepakati bersama untuk mengarahkan organisasi, bisnis, dan sumber daya manusia sesuai visi. Kepemimpinan yang patuh menjalankan hukum, peraturan, core values organisasi, SOP, kode etik, good governance, dan budaya organisasi.

PK.10.00 – 10.15 WIB. COFFEE BREAK

PK.10.00 -10.15 WIB. SESI 6:SUSTAINABLE LEADERSHIP AND EMOTIONAL INTELLIGENCE

Peserta akan belajar cara mengembangkan kepemimpinan yang berkelanjutan melalui kecerdasan emosional. Peserta akan diberikan pencerahan bahwa organisasi didirikan untuk sepanjang jaman, sedangkan sebuah kepemimpinan sangatlah singkat masa kekuasannya dibandingkan umur dan eksistensi organisasi. Jiwa besar, kontribusi, dan pengabdian kepemimpinan untuk meninggalkan warisan kepemimpinan yang berkualitas adalah hal yang akan membuat organisasi selalu kuat dan mampu menyesuaikan diri dalam perubahan seperti apa pun.

PK.12.00 – 13.00 WIB. LUNCH BREAK

PK.13.00 – 14.30 WIB. SESI 7. MANAGING PEOPLE

Peserta akan belajar cara memilih, mengelola, dan mempertahankan staf. Belajar tentang faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi individu; isu-isu kunci dari komposisi tim kerja, termasuk: kekompakan dan komunikasi. Cara  meningkatkan kemampuan orang-orang dalam sebuah organisasi.

PK.14.30 – 14.40 WIB. COFFEE BREAK

PK. 14.40 – 16.10 WIB.  SESI 8 . THE LEADER OF THE FUTURE

Peserta akan belajar untuk mempersiapkan diri menjawab tantangan masa depan, yaitu: secara proaktif memiliki potensi kepemimpinan dan mengekspos potensi tersebut untuk mengembangkan potensi organisasi dan sumber daya secara efisien, efektif, dan tanpa pemborosan.

Untuk Training Hubungi:

PT. DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL

Kantor: Jl.Danau Toba No.104, Jakarta Pusat, 10210

Telepon: (021) 57 01 505

Fax : 021 57 38 105

Hp: 0812 131 888 99

E-mail:training@djajendra-motivator.com

PENTINGKAH MENGHAKIMI PERBEDAAN PENDAPAT?

“Kita Semua Tidak Sekedar Berbeda Pendapat, Tapi Harus Ada Tujuan Mulia Untuk Menghadirkan Pendapat Kita.” – Djajendra

“Jangan Memulai Pendapat Dari Hasil Penilaian Negatif Tentang Orang Lain, Dan Jangan Berpendapat Dengan Cara Membohongi Fakta.” – Djajendra

“Apa yang harus dilakukan ketika bekerja dibawah kepemimpinan yang otoriter, yang hanya mau menang sendiri, dan yang tidak mau mendengarkan ide orang lain?” Tanya seorang manajer yang merasa dirinya dikucilkan oleh bosnya hanya karena perbedaan pendapat.

Sejenak saya berpikir untuk memberikan jawaban yang tepat, lalu saya berkata.” Perbedaan pendapat seharusnya menjadi hal positif untuk membangun organisasi yang kuat dengan wawasan yang luas. Tetapi, bila perbedaan pendapat tersebut berpotensi merusak organisasi, maka semua itu harus segera dihentikan. Bila perbedaan pendapat itu berpotensi menumbuhkan kreatifitas organisasi, maka pemimpinnya harus memiliki jiwa besar dan hati yang ikhlas untuk menerima perbedaan pendapat.”

Manajer terlihat mengangguk-anggukan kepalanya, tapi saya tidak tahu apakah itu tanda setuju atau tidak setuju? “Menurut saya, berpendapat itu tidak harus selalu benar. Sebab, pendapat atau opini adalah persepsi dan logika berpikir seseorang sebatas nilai-nilai keyakinan dirinya. Selama pendapat atau opini tersebut tidak menyebarkan benih untuk menumbuhkan konflik, maka pendapat tersebut layaknya dibiarkan hidup untuk memperkaya wawasan kehidupan. Tetapi, bila pendapat atau opini tersebut mulai mengganggu keadilan dan moralitas kehidupan, maka pendapat tersebut harus sebatas pendapat pribadi, dan tidak boleh dibiarkan masuk ke dalam ruang publik.” Kata saya lagi untuk memperkuat opini awal saya.

Saya melihat manajer masih mengangguk-anggukan kepalanya, dan terkesan sangat serius mendengarkan pendapat atau opini saya, semoga saja pendapat saya ini sejalan dengan persepsi dan logika berpikir manajer tersebut, sehingga tidak ada perbedaan pendapat antara saya dengan dia.

Kita semua tidak sekedar berbeda pendapat, tapi harus ada tujuan mulia untuk menghadirkan pendapat kita. Pendapat yang baik pasti dimulai dari sikap dan pikiran yang tulus untuk kebaikan semua orang. Oleh karena itu, jangan memulai pendapat dari hasil penilaian negatif tentang orang lain, dan jangan berpendapat dengan cara membohongi fakta. Pastikan selalu menghormati dan menghargai pendapat orang lain, agar pendapat Anda juga dihargai dan dihormati oleh orang lain.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

CARA MUDAH UNTUK KAYA

“Selama Anda Berjuang Untuk Menang Dari Pengalaman Pahit Kehidupan, Selama Anda Memiliki Semangat Pantang Mundur Sebelum Menang, Anda Berpotensi Untuk Mendapatkan Kemenangan Dalam Hidup Anda.” – Djajendra

”Setiap hari saya berpikir positif dan memvisualisasikan diri saya sebagai orang terkaya dengan bisnis yang sukses, tapi bisnis saya masih belum sukses, apa yang salah dengan saya? “  Pertanyaan ini ditanyakan oleh rekan saya, seorang pribadi yang sangat ngotot untuk cepat-cepat berhasil dalam bisnis yang dia tekuni. Siang dan malam dia berjuang untuk mendapatkan pesanan dari para pembeli, tapi penghasilan saat ini hanya cukup untuk menutup biaya rutin. Dia belum bisa memetik keuntungan seperti yang diperkirakan dalam proyeksi laba.

Teman saya ini berpikir bahwa dengan berpikir positif dan memvisualisasikan dirinya dalam sukses, maka dia akan menjadi sukses. Padahal, tujuan visualisasi adalah untuk membiasakan pikiran dan perasaan agar tidak kaget ketika apa yang divisualisasikan tersebut menjadi kenyataan. Jadi, visualisasi itu adalah sebuah manipulasi terhadap pikiran dan perasaan. Seolah-olah memiliki sesuatu, padahal semua itu hanya semu, hanya bertujuan menjadikan diri semakin percaya dan yakin untuk sampai pada hal-hal yang ada dalam visualisasi.

Anda semua pasti pernah mendengar dan membaca bahwa dengan berpikir positif dan memvisualisasikan diri Anda sebagai orang kaya, maka kekayaan itu akan mengalir ke dalam diri Anda. Apakah hal tersebut betul? Dari pengalaman saya, memvisualisasikan sesuatu memang akan menjadikan diri menarik semua yang divisualisasikan tersebut ke dalam hidup. Tetapi, semua itu tidak akan terjadi dalam waktu singkat, semua itu memerlukan proses dan daya tahan diri yang kuat untuk tidak menyerah bila mengalami kegagalan atau pun kemunduran. Selama Anda tidak pernah menyerah dan mau terus-menerus berjuang sampai semua visualisasi Anda terwujud menjadi nyata, maka semua kerja keras dan perjuangan Anda itu berpotensi menghadirkan realitas sesuai visualisasi Anda. Tetapi, semua itu sangat tergantung kepada takdir yang ditulis Tuhan untuk masing-masing orang.  Tugas kita adalah memiliki mimpi dan visi, lalu berjuang dan bekerja keras untuk meraih semua mimpi itu menjadi nyata, serta ikhlas untuk menerima hasil akhir seperti apa pun.

Sangat banyak kisah tentang para pebisnis kaya yang menceritakan bahwa kekayaan yang mereka miliki saat ini adalah hasil dari keberanian mereka untuk bangkit kembali dari kegagalan. Mereka tidak terpengaruh oleh kehilangan uang, tapi mereka tetap fokus pada visi dan mimpi-mimpinya dalam keadaan sepahit apa pun. Dan sering sekali momen-momen tidak terduga hadir untuk membawa mereka menuju puncak sukses seperti yang ada dalam mimpi mereka.

“Tugas Kita Adalah Memiliki Mimpi Dan Visi, Lalu Berjuang Dan Bekerja Keras Untuk Meraih Semua Mimpi Itu Menjadi Nyata, Serta Ikhlas Untuk Menerima Hasil Akhir Seperti Apa Pun.” – Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENEMUKAN TUJUAN BARU UNTUK MENUJU KE LEVEL SUKSES YANG LEBIH TINGGI

“Bila Tujuan Lama Sudah Kita Capai, Maka Saatnya Kita Mempersiapkan Diri Untuk Mencapai Tujuan Baru. “ – Djajendra

Hidup ini adalah perjalanan dari satu tujuan menuju ke tujuan berikut. Begitu kita tiba di tujuan yang kita inginkan, dan setelah merasa puas pada tujuan tersebut, perasaan bosan pasti akan mendesak kita untuk melakukan perjalanan baru ke tujuan baru. Begitulah lingkaran kehidupan yang harus kita jalani untuk mencapai prestasi kehidupan yang lebih tinggi. Tidak boleh ada perasaan puas, tapi harus ada dorongan untuk terus melakukan perjalanan diri untuk mencapai hal-hal yang lebih maksimal, agar diri kita bisa meraih lebih banyak dalam kehidupan.

Ada teman yang bertanya kepada saya,” kenapa kita harus selalu menemukan tujuan baru untuk bisa sampai ke level sukses yang lebih tinggi?”  Saya menjawab, “ pikiran manusia sangat kreatif dan sangat tidak mudah membuatnya diam, dia akan terus-menerus mengalir keberbagai arah untuk menjadi lebih baik, lebih hebat, dan lebih memiliki semua hal.” Saya juga mengatakan bahwa kita adalah energi yang bergerak terus dan tidak akan pernah berhenti. Gerak pikiran kita sangat cepat dibandingkan gerak tubuh kita. Oleh karena itu, perlu keseimbangan diri dalam setiap perjalanan menuju setiap tujuan yang kita inginkan. Bila tidak ada keseimbangan dalam diri, maka kita akan merasakan penderitaan dalam setiap langkah perjalanan hidup kita.

Rutinitas kehidupan kita ini harus dibuat dinamis agar tidak membosankan. Untuk itu, kita harus memberanikan diri kita untuk berhadapan dengan perubahan, dan harus mampu menaklukkan perubahan. Lalu, melakukan penyesuaian atas potensi diri untuk bisa menjalani tujuan-tujuan baru dengan penuh percaya diri. Rutinitas terbaik dalam kehidupan itu adalah rutinitas yang tidak monoton, tapi yang kreatif dengan keberanian untuk berinovasi bersama perubahan menuju kepada kehidupan yang lebih berkualitas.

Siapkan jadwal harian Anda untuk mendukung perjalanan diri, dan sesuaikan kembali bila jadwal lama sudah tidak sesuai dengan arah perjalanan diri. Miliki kemampuan untuk memperkirakan berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk sampai ke tujuan yang Anda impikan. Jadikan diri Anda sebagai pembelajar yang mampu mengambil manfaat dalam setiap perjalanan diri, selalulah berkaca pada masa lalu, lakukan analisa atas kelebihan dan kekurangan diri Anda di masa lalu, dan jadikan kekuatan masa lalu sebagai fondasi untuk menuju kepada masa depan yang lebih cemerlang. Sejarah kehidupan Anda itu sangat penting untuk menentukan arah perjalanan diri Anda ke masa depan, agar Anda tidak salah langkah dan salah tujuan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MEMBANGUN ORGANISASI YANG BERPRESTASI MELALUI KEPEMIMPINAN YANG PATUH PADA BUDAYA ORGANISASI

“Mengabaikan Budaya Organisasi Di Hari Ini Hanya Akan Mendatangkan Risiko Untuk Merusak Masa Depan Organisasi.” -Djajendra

Bila Anda seorang pemimpin, apakah Anda telah memimpin organisasi Anda tersebut melalui budaya organisasi yang patuh pada etika dan tata cara untuk berprestasi? Atau, apakah buat Anda budaya organisasi itu sekedar bersifat formalitas, serta tidak perlu ditanggapi secara serius, tapi yang penting adalah intuisi dan naluri kepemimpinan Anda? Sering sekali para pemimpin lupa diri untuk tunduk kepada budaya organisasi, mereka terlalu asyik dengan kekuasaannya, dan kekuasaan yang mereka miliki selalu bersifat sangat situasional dan pragmatis, sehingga budaya organisasi menjadi tidak berfungsi dan hanya menjadi kekuatan di atas kertas.

Suatu organisasi yang efektif  biasanya akan memiliki budaya yang mampu meningkatkan kinerja organisasi. Memiliki budaya organisasi yang tepat akan memberikan kontribusi yang luar biasa untuk keberhasilan sebuah kepemimpinan dalam kinerja yang luar biasa. Bila pemimpin merasa bahwa budaya organisasi yang ada sudah tidak layak atau tidak mampu mencapai tujuan dan melaksanakan strategi yang ditetapkan, maka seharusnya budaya organisasi tersebut direvisi dan diperkaya dengan hal-hal yang memungkinkan organisasi mencapai keberhasilan secara lebih luar biasa. Mengabaikan budaya organisasi di hari ini hanya akan mendatangkan risiko untuk merusak masa depan organisasi.

Sering sekali efek faktor kebetulan selalu berpotensi merusak keberadaan budaya organisasi. Misalnya, ada seorang pemimpin yang saya kenal, di saat dia mendapatkan tanggung jawab untuk memimpin sebuah perusahaan, tiba-tiba produk – produk yang dihasilkan oleh perusahaannya tersebut memiliki permintaan pasar yang sangat tinggi dengan harga tinggi yang di luar kebiasaan. Karena semuanya menjadi sangat mudah, teman saya ini pun terjebak dengan bergantung pada keberuntungan yang ada dalam membangun kinerja tinggi, dalam jangka waktu empat tahun dia bersama perusahaanya mendapatkan sukses yang luar biasa. Tetapi, setelahnya harga dan permintaan terhadap produknya turun drastis, pasar telah menemukan kembali keseimbangannya, sehingga dia harus bekerja keras untuk bisa bersaing dengan para kompetitornya agar produknya bisa diterima pasar. Apa yang terjadi? Teman saya ini panik, dia belum siap dengan budaya kompetisi level tinggi, dan dia tidak mengizinkan peristiwa buruk menyakiti kinerja perusahaannya. Dia selama memimpin telah mengabaikan perusahaannya untuk bekerja dengan berfondasikan pada budaya organisasi untuk meningkatkan kinerja dan daya saing. Selama empat tahun pasar telah membuatnya sombong dan tertidur dalam perasaan luar biasa hebat untuk kinerja yang dia capai. Sekarang ini dia gagal membangkitkan dirinya untuk menjadi bintang bersama perusahaannya. Pelajaran yang saya petik dari pengalaman teman saya ini adalah bahwa dalam situasi apa pun jangan pernah membiarkan organisasi tanpa budaya dan strategi, semua kemudahan dalam bisnis pada akhirnya hanya akan mematikan kualitas kreatifitas dan kualitas daya saing pemimpinnya.

Mungkin Anda saat ini sedang memimpin sebuah posisi yang cukup penting di sebuah organisasi. Pastikan Anda selalu patuh pada etika, strategi, daya saing, dan kreatifitas dari semua hal yang Anda kerjakan. Fokuskan semua perilaku kerja Anda bersama budaya organisasi untuk menciptakan sebuah organisasi yang berkinerja tinggi di setiap situasi dan keadaan. Bisa saja situasi hari ini belum berpihak untuk membawa keuntungan luar biasa buat Anda, tetapi situasi hari ini mungkin saja menjadi landasan kuat untuk keuntungan luar biasa buat Anda di masa depan. Atau, mungkin situasi hari ini sedang sangat berpihak kepada Anda, dan apa pun yang Anda sentuh semuanya menjadi hal yang menguntungkan. Tapi ingat bahwa tidak ada sesuatu hal dalam bisnis yang akan berjalan sama seperti hari ini, perubahan selalu akan datang, dan Anda yang selalu rendah hati untuk tunduk pada perubahan akan selalu berdiri paling depan bersama kisah sukses Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

BUDAYA KERJA MALAS

“ Bila Seorang Karyawan Mempraktikkan Budaya Kerja Malas, Maka Dia Sedang Bekerja Untuk Merusak Kemampuan Terbaiknya.” – Djajendra

“Di Saat Kepemimpinan Tidak Tegas Menegakkan Aturan Dan Etika, Maka Orang-Orang Akan Kehilangan Disiplin Dan Muncullah Budaya Kerja Malas.” – Djajendra

“Datang terlambat, kalau ditanya alasannya macet. Sampai di kantor bukannya langsung kerja, tapi menelepon teman dan berbasa-basi sampai sejam. Tiba-tiba waktu sudah jam makan siang, kalau ditanya progres kerja pada belum siap. Jujur! Saya sudah sangat pusing, pak. Apakah bapak ada jawaban untuk mengatasi persoalan di kantor saya?” “Mungkin bapak mau tahu budaya kerja kami? Budaya kerja kami adalah budaya kerja malas, dan saya sudah sangat lelah bekerja dengan orang-orang malas yang membuat saya sangat frustrasi dan putus asa.”

Saya hanya mendengarkan ungkapan rasa marah dan frustasi dari pimpinan perusahaan tersebut di tengah-tengah para karyawannya. Mungkin pimpinan perusahaan tersebut berharap saya bisa memberikan solusi untuk mengatasi permasalahan yang dia hadapi. Tapi, saya sendiri baru pertama kali berdiri dihadapan mereka, dan tidak mengerti apa-apa tentang isi perut perusahaan mereka. Jadi, saya hanya bisa memberikan jawaban yang bersifat normatif untuk bisa membuka hati pimpinan dan juga untuk membangkitkan disiplin kerja para karyawan.

“Jika saya harus bekerja dengan orang – orang malas, maka saya pasti akan frustrasi dan produktifitas kerja saya juga pasti turun. Oleh karena itu, saya tidak akan membiarkan diri saya bekerja di tengah orang-orang malas. Saya sebagai pimpinan dengan kekuasaan yang saya miliki pasti menegakkan aturan, etika, integritas, dan hukuman yang tegas, serta tidak akan pernah berkompromi dengan budaya kerja malas. Sebab, saya tahu bahwa sekali saya mentoleransi perilaku kerja malas dan tidak disiplin, maka moral kerja semua orang di kantor akan turun drastis, dan dampaknya sangat besar termasuk rusaknya kinerja dan reputasi perusahaan. Berapa pun biayanya dan apa pun risikonya, saya pasti lebih suka menjadi lebih tegas dan lebih mendisiplinkan orang-orang untuk menjadi lebih rajin dan lebih bertanggung jawab.” Jawab saya

Suasana kelas menjadi sangat senyap dan semua mata memandang ke arah saya, terlihat mereka semua mendengarkan kata-kata saya dengan sangat serius. Lalu, mereka tepuk tangan ramai-ramai, dan acara tanya-jawab selanjutnya berjalan terus untuk membangun kesadaran mereka agar mulai detik ini menjadi lebih rajin, lebih bertanggung jawab, dan lebih disiplin di tempat kerja.

Budaya kerja malas akan merugikan semua pihak, termasuk akan sangat merugikan orang-orang yang berperilaku malas tersebut. Budaya kerja malas akan merusak kecerdasan dan kemampuan yang dimiliki oleh seseorang. Bila seorang karyawan mempraktikkan budaya kerja malas, maka dia sedang bekerja untuk merusak kemampuan terbaiknya, dan sedang merusak moral kerja seluruh tim, bahkan akan menyebabkan dampak negatif dalam karir setiap orang di tempat kerja.

Kepemimpinan yang tegas melalui sistem, prosedur, peraturan, kebijakan, etika yang konsisten dan adil adalah langkah awal untuk menegakkan disiplin dan menghapus dengan tegas budaya kerja malas. Pertama, pimpinan harus bertemu dengan karyawan-karyawan yang berbudaya kerja malas tersebut secara pribadi. Lalu, berbicara dari hati ke hati, dan menjelaskan kepada mereka tentang dampak buruk dari perilaku kerja malas untuk moral kerja semua orang di kantor, dan juga akan berdampak buruk terhadap karir dan masa depan mereka sendiri. Pimpinan juga harus dapat memotivasi dan membantu mereka untuk dapat merubah perilaku malas menjadi perilaku rajin dan berdisiplin tinggi. Namun, jika pendekatan persuasif ini tidak menghasilkan peluang untuk memperbaiki perilaku kerja malas tersebut, pimpinan dengan segala kewenangan yang dimiliki harus berani mengambil sikap tegas, yaitu memberhentikan orang-orang yang tidak dapat dirubah secara adil dan terbuka.

Biasanya di saat pimpinan mulai tegas untuk memberhentikan orang-orang penganut budaya kerja malas, orang-orang malas tersebut pasti akan mencoba untuk melawan dengan segala emosi dan rasa marah yang mereka miliki. Dalam hal ini sikap pimpinan yang tenang dan yang patuh pada etika, aturan, dan hukum akan sangat membantu niat untuk membersihkan dan membebaskan organisasi dari budaya kerja malas.

Pimpinan yang berkualitas pastinya sejak dini telah menggunakan strategi dan kekuasaan dengan tepat untuk membentuk perilaku kerja dan budaya organisasi dengan pilar-pilar disiplin, tanggung jawab, etika, integritas, motivasi, dan mind set positif untuk berjuang bersama organisasi dalam menciptakan karya dan prestasi yang gemilang.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PELATIHAN TEAM MANAGEMENT PROGRAM 2 HARI 16 JAM

PANTAI AMAL TARAKAN - KALIMANTAN UTARA 2014

PELATIHAN TEAM MANAGEMENT PROGRAM 2 HARI 16 JAM

JUDUL:TEAM MANAGEMENT

“Kerja Sama Yang Berkualitas Tidak Diukur Dari Kecerdasan Atau Kemampuan Yang Dimiliki Seseorang , Tapi Dari Kecerdasan Atau Kemampuan Yang Telah Ia Kontribusikan Untuk Mempertahankan Kemenangan Bersama.” – Djajendra

DESKRIPSI PELATIHAN

Bekerja dalam tim akan meringankan beban kerja individu dan akan meningkatkan keberhasilan dan kinerja kerja dari setiap orang yang terlibat dalam tim. Suasana kerja yang saling membantu dan saling berkontribusi akan menjadi keunggulan untuk mencapai hasil yang besar. Bekerja sebagai bagian dari tim yang optimal adalah mimpi dari setiap individu dan organisasi. Syarat utama membangun kerja sama tim adalah bahwa setiap individu harus memiliki kesadaran untuk saling bekerja sama dan mampu mensuport kepentingan strategi organisasi dengan berkualitas; mempersiapkan pikiran kreatif, emosi cerdas, karakter, perilaku, pengetahuan, dan keterampilan untuk mendukung semua kebutuhan organisasi dengan berkualitas; selalu fokus pada visi, misi, strategi, dan nilai-nilai organisasi; mampu bekerja dengan kekuatan komunikasi, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, dan ikhlas bersatu dalam konsensus organisasi; serta mendorong terciptanya lingkungan kerja yang solid dalam kerja sama, dan menyatu dalam sebuah kekuatan yang besar untuk menciptakan kinerja organisasi yang optimal.

Membangun kerja sama yang cemerlang harus dimulai dari kualitas individu yang cemerlang untuk memperkuat kerja organisasi dengan efektif. Artinya, sebuah kerja sama yang solid akan terbentuk bila setiap individu yang hadir dalam organisasi membawa misi pelayanan dan misi kontribusi kepada semua kepentingan organisasi untuk mencapai kinerja dan prestasi terbaik. Setiap orang dalam organisasi harus memiliki tanggung jawab untuk menjadi satu kesatuan dalam sebuah kolaborasi, koordinasi, komunikasi, sinergi, dan prestasi bersama. Kerja sama yang solid harus menjadi filosofi kerja di setiap level dalam struktur organisasi. Kerja sama yang solid membutuhkan keterampilan, pengalaman, emosional, pengetahuan, kecerdasan, etika, integritas, dan energi yang saling bersinergi dan melengkapi. Oleh karena itu, setiap perbedaan tidaklah boleh dijadikan sebagai energi konflik, tapi harus ditransformasikan menjadi energi kerja sama yang solid dan berkualitas. Kerja sama dalam organisasi harus bersifat fleksibel dan mencair dalam semua kepentingan manajemen. Setiap kerja sama harus menjadi produktif  dan memiliki sasaran kinerja yang jelas. Setiap kerja sama harus cerdas memecahkan setiap masalah dengan berkualitas. Setiap orang dalam sebuah kerja sama harus sadar bahwa keberadaan mereka di dalam tim adalah untuk mendukung semua unit kerja, peran kerja, fungsi kerja, dan aspek kerja dalam organisasi.

KONSEP DASAR

Secara garis besar, pelatihan Team Management ini, berangkat dari sebuah konsep dasar bahwa untuk menciptakan lingkungan kerja dengan kerja sama yang solid, maka setiap individu harus meningkatkan kualitas kerja sama dan kualitas diri sendiri agar mampu memberikan kontribusi pada pertumbuhan dan perkembangan organisasi.

TUJUAN PELATIHAN

Membangun kesadaran dan mendorong motivasi, emosi, moral, keyakinan, dan kepercayaan diri peserta untuk mempraktikkan budaya kerja sama dengan perilaku kerja yang profesional dan berkualitas, buat menjaga daya tahan organisasi dalam menghadapi berbagai macam tantangan, baik itu yang berasal dari internal maupun eksternal organisasi.

MANFAAT PELATIHAN

·        Peserta akan belajar cara meningkatkan kualitas dan kompetensi diri untuk  berkontribusi dalam kerja sama tim;  secara efektif, harmonis, dan yang membahagiakan semua pihak.

·        Peserta akan belajar cara membangun integritas dan etika dalam kerja sama tim.

·        Peserta akan belajar cara membangun kualitas emosional diri untuk mendukung kerja sama tim.

·        Peserta akan belajar cara meningkatkan kerja sama, kolaborasi, koordinasi, komunikasi, sinergi,  dan pelayanan.

·        Peserta akan belajar cara berkontribusi pada proses pemecahan masalah secara kreatif.

·        Peserta akan belajar cara membuat kerja sama tim lebih kohesif dan terpadu.

·        Peserta akan belajar cara membangun kepercayaan dan mengelola konflik dengan cerdas

·        Peserta akan belajar cara membuat keputusan tim yang efektif, terencana, dan terkalkulasi secara risiko.

·        Peserta akan mendapatkan tips dan trik untuk menuju hidup yang diperkaya dengan nilai-nilai positif untuk kerja sama tim.

·        Peserta dapat mendiskusikan semua persoalan dan tantangan kerja, untuk mendapatkan inspirasi dan motivasi dari pembicara

METODE PELATIHAN

Presentasi, Tanya Jawab, Brainstorming, Diskusi, Studi Kasus, Latihan, Games, Role Play,  Dan Ice Breaker.

MATERI PELATIHAN

Materi pelatihan akan disampaikan secara holistik untuk tujuan menginternalisasikan nilai-nilai yang dibutuhkan dalam kerja sama. Sehingga diakhir pelatihan peserta bisa merasakan sendiri tentang manfaat positif dari kerja sama dan kontribusi yang mereka lakukan untuk kesuksesan dan kejayaan organisasi mereka.

HARI PERTAMA

PK. 08.30 – PK 10.00 WIB. SESI 1: BEKERJA DALAM TIM

Dalam sesi 1, peserta akan belajar cara membangun kerja sama tim yang ideal; manfaat dan keuntungan bekerja dalam tim; gaya kepemimpinan yang ideal untuk kerja sama; peran anggota yang mempengaruhi kualitas kerja sama.

PK. 10.00 – 10.15 WIB: COFFEE BREAK

PK. 10.15 – 12.30 WIB. SESI 2: MEMBANGUN KEPRIBADIAN UNGGUL UNTUK KERJA SAMA TIM YANG SOLID

Dalam Sesi 2, peserta akan belajar cara untuk memiliki kepribadian dan karakter yang berkualitas untuk melakukan kerja sama. Peserta akan diberikan latihan melalui konsep personal SWOT analisis, opportunity analisis, dan personal PEST analisis. Ketiga jenis latihan ini dimaksudkan untuk membiasakan peserta bekerja bersama nilai-nilai untuk membangun kerja sama yang solid dengan semua kepentingan di organisasi, serta mampu mendukung semua kepentingan strategis organisasi dengan sempurna.

PK. 12.30 – 13.30 WIB. LUNCH BREAK

PK. 13.30 – 15.00 WIB. SESI 3: PERAN INTEGRITAS DAN ETIKA DALAM KERJA SAMA

Dalam sesi 3, pembahasan difokuskan untuk menjadikan integritas dan etika sebagai bagian dari karakter dan kepribadian kerja sama. Aspek integritas yang dibahas, yaitu: kejujuran, keterusterangan, tanggung jawab, kedewasaan, kepercayaan, kesetiaan, kerja keras, anti korupsi. Aspek etika yang dibahas, yaitu: karakter moral yang jujur, mampu membedakan yang benar dan salah, kehalusan budi, empati, dan kecermatan dalam membuat keputusan.

PK. 15.00 – 15.15 WIB. COFFEE BREAK

PK. 15.15 – 16.30 WIB. SESI 4: AKTIVITAS INDOOR DALAM BENTUK GAMES DAN ROLE PLAY TENTANG KOLABORASI DAN SINERGI

Dalam sesi 4, peserta akan dibagi dalam beberapa kelompok untuk mempraktikan atau memperagakan cara-cara berkolaborasi dan bersinergi yang efektif dan produktif.

HARI KEDUA

PK. 08.30 – PK 10.00 WIB. SESI 5: MEMBANGUN BUDAYA KERJA SAMA

Dalam sesi 5, peserta akan belajar tentang peran budaya organisasi dalam membangun budaya kerja sama untuk bisa membentuk lingkungan kerja, hubungan kerja, etos kerja, proses kerja, dan kebahagiaan hidup di tempat kerja.

PK. 10.00 – 10.15 WIB: COFFEE BREAK

PK. 10.15 – 12.30 WIB. SESI 6. KECERDASAN EMOSIONAL UNTUK KERJA SAMA TIM

Dalam sesi 6, peserta akan belajar cara memanfaatkan kecerdasan emosional untuk memperkuat kerja sama tim. Peserta akan melakukan latihan untuk memperkuat kemampuan kecerdasan emosional dari sisi interpersonal dan personal.

PK. 12.30 – 13.30 WIB. LUNCH BREAK

PK. 13.30 – 15.00 WIB. SESI 7: BUDAYA PERCAYA (TRUST) –  SALING PERCAYA, BERKOMUNIKASI, DAN  MENGHORMATI

Dalam sesi 7, peserta akan belajar cara menjalankan budaya trust (percaya), yaitu  melalui hubungan kerja yang saling percaya, saling mendukung, saling berkomunikasi, saling berkontribusi, saling menghormati, serta saling menjaga kebersamaan dan keharmonisan di tempat kerja.

PK. 15.00 – 15.15 WIB. COFFEE BREAK

PK. 15.15 – 16.30 WIB. SESI 8: AKTIVITAS INDOOR DALAM BENTUK GAMES DAN ROLE PLAY TENTANG KOMUNIKASI DAN KONTRIBUSI

Dalam sesi 8, peserta akan dibagi dalam beberapa kelompok untuk mempraktikan atau memperagakan cara-cara berkomunikasi dan berkontribusi yang efektif dan produktif.

Untuk Pelatihan Hubungi:

UNTUK PELATIHAN HUBUNGI

PT. DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL

Jl.Danau Toba No.104, Jakarta Pusat, 10210

Telepon: (021) 5701505

Hp: 0812 131 888 99

Fax: (021) 5738105

Website:http://djajendra-motivator.com

E-mail:training@djajendra-motivator.com