PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL

Leadership Organization Business Personal Interpersonal Entrepreneurs and Employed Professionals

Month: June 2011 (page 1 of 3)

UANG DAN KEMERDEKAAN DIRI

“Kemerdekaan Diri Kita Di Tentukan Oleh Sikap Kita Dalam Memahami Uang Dan Kekuatannya Dalam Kebebasan Hidup.” – Djajendra

“Kemerdekaan Dan Kebebasan Diri Anda Ada Di Dalam Perilaku Kehidupan Anda Sendiri, Bukan Di Dalam Perilaku Atau Sikap Orang Lain.” – Djajendra

Uang adalah senjata terpenting untuk membebaskan diri dari ketidakmerdekaan. Melalui uang kita semua dapat memenuhi keinginan dan mimpi yang belum terwujud. Melalui uang kita semua bisa merasakan kekayaan dalam bentuk kebebasan finansial untuk kehidupan yang wajar dan manusiawi. Bila uang yang Anda miliki bersumber dari kekuatan etika, integritas, kehormatan, dan tanggung jawab; maka uang tersebut akan membuat Anda merdeka dan bahagia di sepanjang hidup Anda.

Banyak orang di dalam hidupnya menghabiskan waktu untuk mengejar uang, tapi uang yang dimiliki tetap saja belum bisa membebaskan diri mereka atau memerdekakan diri mereka. Hal ini terjadi karena mereka fokus pada cara mendapatkan uang. Padahal, uang bukan untuk dikejar atau dicari, tapi uang harus dihasilkan melalui sebuah pekerjaan yang dicintai dan dikuasai secara baik. Artinya, untuk menghasilkan lebih banyak uang, seseorang harus fokus kepada pekerjaannnya melalui kualitas, kuantitas, dan pelayanan yang sesuai dengan harapan banyak orang.

Uang akan menghadirkan sesuatu yang nyata dalam kehidupan pribadi. Uang bisa menghadirkan rumah impian; uang bisa menciptakan kebahagiaan keluarga; uang bisa memenuhi gaya hidup; uang bisa membuat perasaan tenang; uang bisa merawat kesehatan; uang bisa menjadi alat yang membuat Anda hidup dalam kebebasan dan kehormatan sosial.

Uang harus diinvestasikan dan dikelola secara cerdas. Hanya melalui jalan investasi uang akan terakumulasi secara berlipat kali untuk membuat kekayaan meningkat. Oleh karena itu, jangan menghabiskan uang yang dihasilkan dari pekerjaan. Mungkin saja uang Anda pas-pas an untuk menutupi biaya hidup rutin, Anda tetap harus mencari akal untuk tidak menghabiskan semua uang yang Anda hasilkan melalui kerja keras. Investasikan sebagian sisa uang kecil di tempat yang Anda pahami dan kuasai. Pastikan uang kecil Anda tersebut tumbuh menjadi pohon uang yang menjamin kebebasan keuangan Anda.

Para pengiklan akan menggoda Anda untuk berbelanja terus dengan berbagai iming-iming yang menarik. Di sinilah Anda diuji. Bila Anda mampu memiliki mindset yang kuat untuk menabung dan berinvestasi daripada menghabiskan uang untuk belanja, maka Anda sedang membuat jalan untuk menjadi manusia merdeka yang terbebaskan dari kemiskinan dan kekurangan. Tetapi, bila mindset Anda terpengaruh oleh kecerdasan para tukang iklan produk, maka Anda sedang membuat diri Anda menuju kepada ketidakmerdekaan diri Anda. Kemerdekaan dan kebebasan diri Anda ada di dalam perilaku kehidupan Anda sendiri, bukan di dalam perilaku atau sikap orang lain.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENJAGA KESEIMBANGAN TUBUH DAN JIWA

“Dalam Tubuh Yang Sehat Dan Bugar Ada Energi Jiwa Yang Sangat Tangguh Dan Kokoh Untuk Meraih Impian.” – Djajendra

“Tubuh Adalah Rumah Dari Jiwa. Bila Tubuh Tidak Terurus, Maka Jiwa Akan Hidup Dalam Perasaan Kekurangan.” – Djajendra

Semangat hidup dengan energi yang luar biasa muncul dari kondisi kebugaran tubuh dan kedewasaan jiwa. Bila tubuh sehat dan bugar, maka tubuh akan memiliki kekuatan untuk bergerak secara lebih proaktif dalam mewujudkan semua harapan dan impian. Hanya tubuh satu-satunya yang kita miliki untuk menampung jiwa dan pikiran kita. Bila tubuh tidak bugar dan tidak sehat, maka jiwa akan menjadi malas atau kurang berenergi untuk merespon harapan dan keinginan.

Menjaga dan merawat kebugaran tubuh akan mempengaruhi kesehatan diri untuk jangka waktu yang panjang, sehingga hal ini memungkinkan seseorang untuk berpikir dan bertindak sesuai harapannya di seluruh proses hidupnya. Termasuk, menguatkan kepercayaan diri untuk melatih atau mempersiapkan diri dengan berbagai kemampuan dan keterampilan untuk bisa menguasai bidang kehidupan yang diinginkan.

Manajemen diri terhadap tubuh dan jiwa adalah sebuah hal yang sangat penting, tapi biasanya orang-orang tidak menganggapnya penting. Oleh karena itu, pastikan Anda serius untuk mengelola diri sendiri dengan cara-cara yang terukur dan terevaluasi dengan baik; pastikan Anda telah menciptakan program untuk melatih tubuh Anda secara rutin dan teratur; pastikan Anda telah mengikuti olahraga yang Anda sukai, dan selalu bergerak bersama hati yang bahagia untuk membuat tubuh Anda semakin bugar dan sehat; pastikan Anda tidak terlalu berlebihan dalam berolahraga; dan miliki keseimbangan diri yang terukur untuk semua aktivitas olahraga Anda.

Bila Anda belum memahami gerak, langkah, dan tata cara terbaik dari olahraga yang Anda sukai; maka temukan seorang pelatih yang baik untuk mengajari Anda tentang cara berolahraga yang benar. Sebab, salah-salah gerak bukan kebugaran dan kesehatan yang didapat, tapi cedera yang didapat. Oleh karena itu, belajarlah dari orang-orang yang lebih memahami tentang hal-hal yang ingin Anda lakukan bersama olahraga Anda. Tubuh adalah rumah dari jiwa, bila tubuh tidak terurus maka jiwa akan hidup dalam depresi dan kekurangan. Oleh karena itu, pastikan Anda mampu menjadi lebih spesifik tentang lamanya waktu untuk berolahraga, dan jenis olahraga yang Anda pilih. Jadikan olahraga untuk kesehatan dan kebugaran tubuh dan jiwa Anda, bukan untuk mengikuti kemauan ego dan nafsu yang berlebihan terhadap olahraga kecintaan Anda.

Manajemen diri sendiri berarti Anda bertanggung jawab total untuk melakukan apa yang diperlukan agar tubuh dan jiwa Anda selalu dalam kondisi terbaik. Bila Anda lalai terhadap manajemen diri Anda, maka Anda berpotensi mengundang berbagai penyakit ke dalam tubuh dan jiwa Anda. Oleh karena itu, pastikan Anda antusias dan memiliki motivasi yang tinggi untuk mengubah perilaku melalui gaya hidup sehat yang terkelola dalam keseimbangan hidup.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KETENANGAN BATIN

“Jujurlah Kepada Diri Sendiri, Dan Diri Yang Jujur Akan Menjaga Diri Anda Dengan Bijak Untuk Ketenangan Batin Anda.” – Djajendra

Saat memberikan pelatihan kecerdasan emosional, seorang peserta bertanya tentang cara memiliki ketenangan batin. “Apa yang harus dilakukan agar ketenangan batin dapat dimiliki?” tanyanya. Saat itu, secara sepontan saya menjawab bahwa Anda harus melihat hari ini dari perasaan dan pikiran positif yang penuh syukur dan terima kasih; melihat masa lalu sebagai jembatan terbaik yang telah mengantar Anda ke hari ini yang luar biasa cemerlang; dan melihat masa depan sebagai tempat ternyaman yang menunggu Anda. Bila ketiga waktu yang berbeda ini dapat Anda nikmati melalui perasaan dan pikiran positif, maka setiap hari Anda akan melewati kehidupan dalam ketenangan batin.

Saya selalu percaya dan yakin terhadap kemampuan diri kita untuk hidup dalam ketenangan batin di setiap waktu. Dan, saya juga percaya bahwa setiap orang pasti akan menafsirkan hidupnya melalui pikiran dan perasaan yang saling berbeda untuk masa lalu, masa kini, dan masa depan. Oleh karena itu, tidaklah mudah meyakinkan orang-orang yang hidup dalam perasaan dan pikiran negatif untuk memiliki ketenangan batin. Hanya orang-orang yang berpikiran dan berperasaan positiflah yang mampu memiliki ketenangan batin.

Pikiran dan perasaan selalu terikat kepada nilai-nilai kehidupan, dan umumnya melekat pada ide-ide tentang benar dan salah, seolah-olah semua warna-warni kehidupan hanya boleh dilihat dari warna hitam dan putih. Bila sudah demikian, maka perasaan dan pikiran akan membentuk keyakinan diri untuk merasa berbeda satu sama lain dalam wujud lebih unggul atau tidak unggul, lebih superior atau lebih inferior. Dan, di saat nilai-nilai superior atau pun inferior menguasai nilai-nilai keyakinan diri, maka ketenangan batin tidak akan pernah dimiliki. Ketenangan batin hanya dapat dimiliki oleh pribadi-pribadi yang tercerahkan keyakinan hidupnya melalui perasaan dan pikiran positif dari nilai-nilai kemanusiaan tertinggi, keragaman, kepedulian, cinta, dan kesiapan untuk hidup dalam kesimbangan batin yang harmonis, tanpa ada kepentingan terhadap nilai kehidupan menang dan kalah.

Pikiran dan perasaan negatif secara otomatis akan mengundang energi ketidaktenangan batin ke dalam diri. Sedangkan pikiran dan perasaan positif adalah fondasi untuk memiliki ketenangan batin. Untuk mengimbangi pengaruh kekuatan negatif dari luar diri, pikiran harus selalu diafirmasi secara berulang-ulang, setiap hari, melalui nilai-nilai positif. Ucapkan, pikirkan, rasakan, dan bermimpilah bersama nilai-nilai positif  untuk ketenangan batin Anda; dan yakinkan diri Anda bahwa kekuatan negatif dari luar diri Anda akan teralihkan perhatiannya untuk menguasai perasaan dan pikiran Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PEMIKIR STRATEGIS

“Akal Sehat Dengan Kekuatan Pengetahuan Yang Terang Akan Memudahkan Diri Untuk Menjadi Pemikir Strategis.” – Djajendra

Apakah Anda seorang pemikir strategis yang selalu patuh pada prinsip-prinsip kerja strategis?  Saya selalu percaya bahwa setiap orang pasti memiliki keinginan untuk mendapatkan impiannya, tapi tidak semua orang mengerti caranya. Tapi, buat pemikir strategis, dia akan menjadi sangat cerdas dalam menyusun masa depannya menuju tujuan hidupnya.

Keinginan dan harapan tidak hanya cukup sebatas mimpi, tapi harus dikelola melalui prinsip-prinsip kerja yang memahami tujuan dan sasaran bersama nilai-nilai perjuangan. Oleh karena itu, bila Anda sudah memutuskan untuk meraih sebuah tujuan, maka segeralah siapkan diri untuk mendapatkan kejelasan tujuan dan sasaran yang ingin Anda capai. Lalu,  miliki strategi yang jelas dan terarah, miliki sikap sabar dalam perjuangan total untuk mendapatkan tujuan Anda.

Pemikir strategis selalu berjalan searah dengan visi yang dia gambarkan di dalam rencana dan imajinasinya. Dia selalu bekerja sesuai dengan urutan prioritas, dan dia tidak  akan pernah bekerja dengan cara lompat sana lompat sini untuk mencapai tujuan akhir. Dia selalu memahami komitmen dan mematuhi semua rencana dengan prinsip kerja berdasarkan nilai dan perjuangan.

Pemikir strategis selalu bekerja atas dasar prinsip, asumsi, logika, dan nilai; dalam keberanian untuk memenangkan strategi dirinya untuk menuju visi. Dia akan selalu melakukan evaluasi atas realitas yang dia hadapi, dan juga sangat berani untuk mengubah pikirannya dalam upaya mencapai tujuan dengan lebih sempurna. Dia adalah seorang pribadi yang tidak takut kepada kegagalan, tapi selalu mencoba menganalisis dan mendiskusikan semua tantangan dan risiko dengan tim kepercayaannya.

Pemikir strategis selalu mampu melihat dirinya di masa depan dan di hari ini. Dia memiliki keterampilan imajinasi untuk singgah dan merasakan setiap keadaan dan kondisi melalui pikiran dan perasaannya. Dia sangat cerdas untuk menyusun fondasi strategi melalui kombinasi logika dan imajinasi. Melalui logika dan imajinasi, dia akan mengidentifikasikan kekuatan dari sumber daya yang dia miliki, untuk tujuan menyusun strategi yang tepat agar dapat mencapai visi dengan lebih sempurna.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

BUDAYA ORGANISASI UNTUK IKLIM KERJA YANG BERETIKA

“Iklim Kerja Yang Beretika Akan Menciptakan Gaya, Karakter, Jiwa, Dan Cara Bekerja Individu Yang Berpengaruh Untuk Kinerja Terbaik.” – Djajendra

“Keunggulan Budaya Organisasi Untuk Menciptakan Iklim Kerja Yang Etis Akan Memotivasi Kekuatan Internal Organisasi Untuk Saling Berinteraksi Dalam Perilaku Yang Penuh Etika Dan Integritas.” – Djajendra

Sudah merupakan sebuah kenyataan bahwa budaya organisasi dengan nilai-nilai kerja yang unggul akan membuat setiap individu di dalam organisasi tampil lebih solid dan kuat di dalam situasi dan kondisi apa pun. Budaya organisasi akan menyelamatkan keunggulan organisasi melalui perilaku kerja yang penuh tanggung jawab dan pertanggungjawaban. Termasuk, membuat setiap individu di dalam organisasi bekerja dan bertindak sesuai dengan panduan etika yang secara moral menegakkan kebaikan, keadilan, ketidakberpihakkan, dan profesionalisme dalam pekerjaan.

Salah satu aspek penting dari budaya organisasi adalah iklim kerja yang beretika. Di sini, setiap individu atau kelompok wajib diberi pengetahuan dan pelatihan secara berkelanjutan untuk membiasakan perilaku kerja yang etis melalui kebijakan, prosedur, kondisi kerja, struktur untuk pengambilan keputusan, dan jenis perilaku kerja. Pekerjaan yang dimiliki harus dijadikan sebagai hak untuk memiliki informasi yang dibutuhkan agar dapat memahami situasi, serta untuk mengatakan apa yang perlu dikatakan. Kepercayaan yang dimiliki harus digunakan untuk meningkatkan kepercayaan diri agar berani berkata tidak setuju dengan hal-hal yang tidak etis, tanpa takut akan pembalasan dari siapa pun. Peran dan fungsi kerja harus dijalankan secara fleksibilitas agar selalu memiliki kemampuan untuk mengambil sudut pandang yang memahami realitas perkembangan terbaru. Karakter yang dimiliki harus menjadikan diri sebagai pembelajar yang terlibat dalam  suasana bertanya dan belajar, tanpa merasa pintar sendiri.

Kepemimpinan di dalam organisasi harus selalu setia bersama nilai-nilai dan keyakinan organisasi, serta merangkul setiap individu di dalam organisasi untuk memahami peran dan norma-norma organisasi. Integritas kepemimpinan dalam menjalankan nilai-nilai dan keyakinan organisasi secara sempurna akan menciptakan  keteraturan perilaku individu dalam satu bahasa, satu semangat, dan satu ritual kerja yang kompak dan solid. Bila keteraturan perilaku individu mencapai puncak kebersatuan dalam satu visi, misi, dan tujuan; maka iklim kerja yang beretika akan terwujud dan membuat setiap orang merasa nyaman dan bahagia bersama pekerjaan dan kehidupan di tempat kerja. Keunggulan budaya organisasi untuk menciptakan iklim kerja yang etis akan memotivasi kekuatan internal organisasi untuk saling berinteraksi dalam perilaku yang penuh etika dan integritas.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MEMBANGUN KARAKTER KARYAWAN MELALUI NILAI-NILAI BUDAYA ORGANISASI

“Karakter Kerja Terbentuk Dari Kemampuan Individu Untuk Mengartikulasikan Setiap Nilai-Nilai Budaya Kerja  Dengan Sempurna.” – Djajendra

Organisasi terbaik selalu memberikan perhatian yang lebih terhadap pengembangan karakter karyawannya. Biasanya, nilai-nilai budaya kerja diinternalisasikan ke dalam kepribadian individu, dengan tujuan untuk membentuk karakter kerja yang sesuai dengan nilai-nilai budaya organisasi. Karyawan dengan karakter kerja yang sesuai dengan nilai-nilai budaya organisasi akan berperilaku penuh tanggung jawab bersama etos kerja yang kuat untuk menjadi lebih produktif dan efektif.

Karyawan dengan karakter kerja yang sesuai dengan nilai-nilai budaya kerja organisasi akan menjadi harta yang luar biasa berharga bagi organisasi. Namun, karyawan tidak dilahirkan dengan karakter yang sesuai nilai-nilai budaya organisasi. Oleh karena itu, organisasi harus memiliki komitmen yang kuat untuk melatih dan membiasakan setiap individu untuk bekerja bersama nilai-nilai kerja, agar mereka dapat memperoleh karakter kerjanya melalui pengalaman dan kebiasaan dari lingkungan tempat kerja.

Pengembangan karakter harus dimulai dari pengembangan kesadaran dan pemahaman terhadap kualitas diri sendiri dan tanggung jawab untuk menjalankan nilai-nilai budaya kerja. Untuk itu, diperlukan niat dan sikap untuk menjalankan pekerjaan melalui mindset positif, serta kecerdasan untuk mengatasi emosi negatif, seperti: bosan, frustasi, keras kepala, sombong, dan malas; agar karakter diri yang negatif tidak merambat dan merusak nilai-nilai budaya kerja.

Pengembangan karakter bukanlah proses sesaat atau instan, tapi merupakan sebuah komitmen yang harus terus-menerus diingatkan melalui pelatihan dan pembiasaan untuk hidup dan bekerja sesuai nilai-nilai yang diinginkan di dalam karakter. Tim manajemen harus selalu melakukan pengawasan untuk mendapatkan karakter kerja yang sesuai dengan nilai-nilai budaya organisasi. Untuk itu, manajemen harus memiliki mekanisme yang terukur secara sempurna untuk memfokuskan perhatian pada pengembangan karakter yang sesuai budaya organisasi. Termasuk, menetapkan panduan prinsip kebijakan berbasis standar karakter yang mampu mengkomunikasikan nilai-nilai organisasi kepada karyawan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PEMIMPIN CEROBOH AKAN KEHILANGAN KEPERCAYAAN

“Pemimpin Tidak Boleh Merasa Takut Walau Dirinya Harus Menyeberangi Sungai Dan Jurang Yang Terisi Monster Menyeramkan.” – Djajendra

Tanya: “Kualitas seperti apa yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin?”

Djajendra Menjawab: ” Kualitas untuk menjadi pemimpin yang diakui dan dipercaya oleh banyak orang.”

Tanya: “Apa tugas terpenting dari pemimpin?”

Djajendra Menjawab: “Tugas terpenting dari pemimpin adalah membawa keberuntungan untuk semua kehidupan, serta mewujudkan janji dan mimpi dalam realitas yang dinikmati oleh semua orang.”

Tanya: “ Dari mana pemimpin memperoleh kekuatan dan keberanian untuk memimpin?”

Djajendra Menjawab: “Pemimpin akan memperoleh kekuatan, keberanian, dan keyakinan dari setiap pengalaman yang hampir membuatnya kalah.”

Tanya: “Kapan pemimpin harus benar-benar berhenti untuk melihat ketakutan di wajah orang-orang yang dia pimpin?”

Djajendra Menjawab: “Saat pemimpin berani melakukan semua hal yang dia ucapkan untuk menghilangkan rasa takut dari pengikutnya.”

Tanya:”Kualitas moral seperti apa yang harus dimiliki oleh pemimpin?”

Djajendra Menjawab: “Kualitas moral yang mencintai keragaman dan perbedaan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.”

Tanya: “ Bolehkah kepemimpinan berhenti sedetik untuk beristirahat?”

Djajendra Menjawab: “Kepemimpinan tidak boleh berhenti sedetik pun, karena energi kepemimpinan harus terus hadir untuk menjaga keseimbangan dari sebuah peran dan fungsi.”

Tanya: “Bagaimana pemimpin bekerja?”

Djajendra Menjawab: “Pemimpin bekerja di tempat terbuka yang terang dan dapat dilihat oleh semua orang.”

Tanya: “Apakah pemimpin wajib untuk mematuhi semua aturan yang ada?”

Djajendra Menjawab: “Jelas, pemimpin harus mematuhi aturan. Tapi, kalau aturan itu menghilangkan kesenangan dan keadilan untuk orang banyak, maka aturan itu harus diperbaiki demi kebahagiaan banyak orang.”

Tanya: ”Apakah pemimpin bertanggung jawab terhadap perbedaan yang pro konflik?”

Djajendra Menjawab: “ Pemimpin ada untuk mengakhiri mindset yang melihat perbedaan sebagai bencana, setidaknya pemimpin harus dapat membantu orang-orang untuk hidup dengan aman dalam keanekaragaman.”

Tanya: “Seperti apa peran pemimpin dalam membangun pola hubungan positif di organisasi?”

Djajendra Menjawab: “Pemimpin harus menjadi energi untuk menghasilkan hubungan yang menghormati kapasitas masing-masing pihak melalui tugas, fungsi, peran, dan posisi.”

Tanya: “Kapan pemimpin harus bersikap berani dan kapan harus bersikap takut?”

Djajendra Menjawab: “ Pemimpin harus selalu bersikap berani saat mengambil langkah-langkah besar untuk mewujudkan janji dan komitmen. Pemimpin tidak boleh merasa takut walau dirinya harus menyeberangi sungai dan jurang yang terisi monster menyeramkan.”

Tanya: “ Apakah pemimpin bertanggungjawab terhadap perubahan?”

Djajendra Menjawab: “ Jelas! Pemimpin harus bertanggung jawab untuk memimpin melalui perubahan. Sebab, kehidupan adalah sebuah pertumbuhan melalui perubahan yang tertata dan terkelola dengan bijak.”

Tanya: “ Pemimpin juga manusia yang tidak sempurna, apakah pemimpin boleh bersikap ceroboh terhadap kebenaran dan kejujuran?”

Djajendra Menjawab: “Betul, pemimpin juga adalah manusia yang tidak sempurna. Oleh karena itu, pemimpin harus selalu belajar dan menjaga diri dengan totalitas untuk tidak bersikap ceroboh terhadap kebenaran dan kejujuran.”

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

POLITIK KANTOR ADALAH REALITAS YANG TIDAK DAPAT DIHINDARI

“Politik Kantor Adalah Bagian Dari Politik Korporasi Untuk Bisa Menjalankan Strategi Kekuasaan Dengan Kekuatan Penuh Untuk Kinerja Maksimal.” – Djajendra

Akibat dari badai krisis ekonomi pada tahun 1998, ada pemilik perusahaan yang terpaksa harus memperkecil porsi kepemilikan saham di perusahaan yang dia dirikan, agar bisa membayar pinjaman-pinjaman yang sudah macet. Karena jumlah sahamnya sekarang sudah tidak dominan lagi, maka kekuasaannya untuk mengendalikan operasional dan strategi perusahaan sudah tidak sekuat sebelumnya. Para profesional yang dulunya sangat hormat dan patuh kepada dirinya, sekarang pada berbalik arah dan mulai menghindar, serta berkelompok kepada pemilik saham mayoritas yang baru.

Kehidupan korporasi adalah kehidupan yang penuh intrik politik kantor yang bisa membuat orang-orang frustasi dan hidup dalam konflik kepentingan. Salah satu indikasi adanya politik kantor di tempat kerja dapat dilihat dari terbentuknya kelompok-kelompok informal untuk lebih berkuasa atas operasional dan strategi organisasi. Persaingan diantara pemimpin di dalam organisasi akan menciptakan iklim politik yang penuh konflik dingin. Dukungan dan Pengkhianatan di dalam politik kantor adalah hal biasa yang akan terus berlangsung, dan tak dapat terhindarkan oleh budaya organisasi atau pun budaya kerja sehebat apa pun.

Setelah puluhan tahun si pendiri perusahaan menjalani nasib sebagai pemilik saham minoritas yang tidak dianggap oleh kelompok penguasa perusahan. Tiba-tiba di sekitar tahun 2010, pendiri perusahaan tersebut mampu bangkit kembali untuk membeli saham-saham dari perusahaan yang dia dirikan. Akhirnya, dia sukses menguasai saham mayoritas dan kembali menjadi penguasa atas perusahaan yang dia dirikan. Para perofesional yang dulu sempat lari dari dirinya, sekarang dengan seribu satu cara kembali merapat kepada sang juragan lama. Karena sang juragan lama juga seorang ahli politik korporasi yang cerdas memanfaatkan orang-orang untuk kepentingan bisnisnya, maka dia segera memaafkan para pengkhianat yang sempat melupakan dirinya selama puluhan tahun.

Politik kantor atau politik korporasi adalah bagian dari interaksi manusia yang diperlukan agar perusahaan dapat berjalan sesuai strategi yang diinginkan. Dalam realitas, orang-orang yang terlibat aktif dalam permainan politik kantor akan mengabaikan etika dan integritas, dan lebih mengabdi kepada kepentingan kekuasaan sesaat. Permainan politik kantor di level top manajemen adalah permainan dengan tujuan untuk memperbesar porsi kekuasaan dan mempertahankan kekuasaan selama mungkin demi strategi dan misi. Sedangkan di level karyawan lebih disebabkan oleh pengaruh dari kepentingan top manajemen.

Dalam permainan politik kantor biasanya sebagian besar dari para profesional inti, demi karir, akan siap menjadi pasukan yang siap membela pemilik saham mayoritas dengan segala kemampuan dan loyalitas. Loyalitas disini adalah loyalitas kepada kekuasaan, dan bukan kepada perusahaan atau pun individu. Oleh karena itu, para penguasa korporasi yang cerdas selalu memahami hal ini, dan mereka akan memaksimalkan upaya untuk mendapatkan kinerja yang optimal dari setiap profesional andalannya.

Politik kantor harus dimanfaatkan untuk mengatasi kelangkaan sumber daya, lingkungan bisnis yang terlalu kompetitif, untuk memacu kinerja organisasi, dan tidak menjadikan arena politik kantor sebagai arena balas dendam. Politik kantor adalah bagian dari politik korporasi untuk memaksimalkan keuntungan pemilik melalui strategi dan operasional yang lebih menguasai pasar dan bisnis.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

EMOSIONAL NEGATIF

“Kecerdasan Emosional Negatif Terbentuk Dari Nilai-Nilai Negatif Yang Tanpa Sengaja Dan Tanpa Sadar Dipelihara Untuk Membela Diri.” – Djajendra

Kehidupan dihuni oleh dua jenis manusia, yaitu jenis manusia positif dan jenis manusia negatif. Manusia positif melihat kehidupan dari pikiran positif, sedangkan manusia negatif melihatnya dari pikiran negatif. Sifat positif dan negatif adalah dua sifat yang selalu akan abadi di dalam kehidupan. Oleh karena itu, siapa pun pasti akan berurusan dengan orang-orang positif dan negatif.

Manusia negatif adalah pribadi yang cerdas emosi negatifnya untuk mengungkapkan keteraniyayaan dirinya oleh orang lain. Dia seorang pribadi yang pintar untuk mempermainkan emosi orang lain, agar yang lain menjadi hiba dan kasihan kepada dirinya. Dia juga sangat cerdas emosi negatif untuk mempengaruhi orang lain melalui fakta-fakta yang menunjukkan ketidakberdayaan dirinya oleh ketidakadilan. Padahal, semua fakta-fakta itu ada oleh ketidakmampuan dirinya sendiri untuk mengatasi tantangan kehidupan yang ada.

Dalam realitas, manusia positif dan manusia negatif sering melakukan interaksi. Dan untuk manusia negatif, manusia positif adalah orang-orang yang mudah dipengaruhi dengan kesedihan dan ketakberdayaan. Biasanya, seorang manusia positif selalu akan berpikir positif dan mudah hatinya tergerak untuk membantu siapa pun, termasuk membantu manusia negatif. Kelemahan manusia positif ini sangat dipahami oleh manusia negatif. Disinilah biasanya manusia negatif menggunakan kecerdasan emosional negatifnya untuk mendapatkan dukungan dari manusia positif.

Manusia negatif selalu melihat dirinya sebagai orang yang sangat baik terhadap siapa pun. Dia sangat mudah memuji orang lain, dan sangat mudah melihat orang lain sebagai penyebab penderitaan dirinya. Dia adalah pribadi yang pintar mengembangkan citra diri melalui kelicikan yang tersembunyi di dalam kecerdasan emosional negatif.

Manusia negatif tidak akan pernah mampu mengalahkan ego mereka, dan nafas kehidupan mereka dijalankan bersama dengan ego untuk keuntungan dirinya sendiri. Mereka selalu melihat dirinya sempurna dan orang-orang yang tidak mereka sukai sebagai musuh dalam selimut.

Bila manusia positif terkena radiasi manusia negatif melalui kecerdasan emosional negatif, maka satu-satunya obat penawar adalah mengafirmasi kata-kata positif untuk mengurangi dampak negatif dari nilai-nilai negatif yang terserap ke dalam pikiran bawah sadar. Kecerdasan emosional positif harus diperkuat untuk membuatnya menjadi dominan di dalam diri, dan salah satu caranya adalah dengan mengafirmasi kata-kata positif sesering mungkin dan sebanyak mungkin.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

WISDOM

“Semakin aku menyelam dalam lautan pengetahuan, semakin aku sadar akan keterbatasan manusia untuk memahami semua pengetahuan seorang diri.” – Djajendra

“Kepribadian yang perfeksionis tidak suka melihat dirinya tidak sempurna, dan hal ini memperlihatkan kelemahan pribadinya.” – Djajendra.

“Nilai positif muncul dari pikiran positif dan akan membentuk kepribadian positif.” – Djajendra.

“Setiap hari tanamlah satu nilai positif ke dalam mindset Anda, dan yakinlah bahwa nilai positif itu akan bekerja untuk meningkatkan kualitas hidup Anda.” – Djajendra.

“Berpikir positif adalah awal, bertindak positif adalah proses, bersikap positif adalah cara untuk menjadi lebih tulus dan ikhlas dalam menjalani hidup.” – Djajendra.

“Kesederhanaan dalam kesabaran akan membuat hidup menjadi lebih tenang dan berkualitas.” – Djajendra.

“Bila setiap hari Anda mengingatkan diri sejati Anda untuk menjadi yang terbaik, maka diri sejati Anda akan berkerja keras untuk mewujudkan yang terbaik.” – Djajendra.

“Ketika semua kecerdasan dan sumber daya menjadi komoditas, maka mulai saat itu, setiap kebutuhan hidup tergantung kepada uang .” – Djajendra.

“Kekayaan dalam bentuk uang harus dijaga agar tidak berkurang; kekayaan dalam bentuk kesehatan harus dirawat melalui pikiran dan makanan yang sehat; kekayaan dalam bentuk ilmu pengetahuan harus diberikan kepada semua orang.” – Djajendra.

“Bila aku mampu menunjuk diri sendiri atas semua kesalahan di negeri ini, maka aku akan berkesempatan untuk belajar menjadi lebih baik dari hari kemarin.” – Djajendra.

“Orang lemah lebih suka menunjuk orang lain sebagai alasan atas ketidakmampuan dirinya, dan selalu menghindarkan dirinya untuk bertanggung jawab atas kesalahannya.” – Djajendra.

“Hidup sehat artinya Anda mampu menyatukan pikiran, perasaan, tenaga, tubuh, dan harapan ke dalam satu keunggulan diri menuju visi yang terang dan jelas.” – Djajendra.

“Uang yang didapatkan melalui jalan kejujuran akan sangat membahagiakan diri sejati, sedangkan uang yang didapatkan melalui jalan ketidakjujuran akan sangat membahagiakan nafsu serakah diri. Sama-sama memberikan kebahagiaan.”-Djajendra.

“Reputasi seseorang muncul karena ada orang lain yang bersimpati atas kebaikan dan kejujuran orang tersebut.” – Djajendra.

“Ketika teknologi belum canggih aku butuh enam orang untuk mengerjakan sebuah pekerjaan, tapi setelah aku beli teknologi canggih, pekerjaan enam orang dapat dikerjakan oleh dua orang dengan lebih berkualitas. Teknologi meningkatkan kualitas dan sekaligus mengurangi kesempatan orang untuk menjadi karyawan.” – Djajendra.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Older posts