UANG DAN KEMERDEKAAN DIRI

“Kemerdekaan Diri Kita Di Tentukan Oleh Sikap Kita Dalam Memahami Uang Dan Kekuatannya Dalam Kebebasan Hidup.” – Djajendra

“Kemerdekaan Dan Kebebasan Diri Anda Ada Di Dalam Perilaku Kehidupan Anda Sendiri, Bukan Di Dalam Perilaku Atau Sikap Orang Lain.” – Djajendra

Uang adalah senjata terpenting untuk membebaskan diri dari ketidakmerdekaan. Melalui uang kita semua dapat memenuhi keinginan dan mimpi yang belum terwujud. Melalui uang kita semua bisa merasakan kekayaan dalam bentuk kebebasan finansial untuk kehidupan yang wajar dan manusiawi. Bila uang yang Anda miliki bersumber dari kekuatan etika, integritas, kehormatan, dan tanggung jawab; maka uang tersebut akan membuat Anda merdeka dan bahagia di sepanjang hidup Anda.

Banyak orang di dalam hidupnya menghabiskan waktu untuk mengejar uang, tapi uang yang dimiliki tetap saja belum bisa membebaskan diri mereka atau memerdekakan diri mereka. Hal ini terjadi karena mereka fokus pada cara mendapatkan uang. Padahal, uang bukan untuk dikejar atau dicari, tapi uang harus dihasilkan melalui sebuah pekerjaan yang dicintai dan dikuasai secara baik. Artinya, untuk menghasilkan lebih banyak uang, seseorang harus fokus kepada pekerjaannnya melalui kualitas, kuantitas, dan pelayanan yang sesuai dengan harapan banyak orang.

Uang akan menghadirkan sesuatu yang nyata dalam kehidupan pribadi. Uang bisa menghadirkan rumah impian; uang bisa menciptakan kebahagiaan keluarga; uang bisa memenuhi gaya hidup; uang bisa membuat perasaan tenang; uang bisa merawat kesehatan; uang bisa menjadi alat yang membuat Anda hidup dalam kebebasan dan kehormatan sosial.

Uang harus diinvestasikan dan dikelola secara cerdas. Hanya melalui jalan investasi uang akan terakumulasi secara berlipat kali untuk membuat kekayaan meningkat. Oleh karena itu, jangan menghabiskan uang yang dihasilkan dari pekerjaan. Mungkin saja uang Anda pas-pas an untuk menutupi biaya hidup rutin, Anda tetap harus mencari akal untuk tidak menghabiskan semua uang yang Anda hasilkan melalui kerja keras. Investasikan sebagian sisa uang kecil di tempat yang Anda pahami dan kuasai. Pastikan uang kecil Anda tersebut tumbuh menjadi pohon uang yang menjamin kebebasan keuangan Anda.

Para pengiklan akan menggoda Anda untuk berbelanja terus dengan berbagai iming-iming yang menarik. Di sinilah Anda diuji. Bila Anda mampu memiliki mindset yang kuat untuk menabung dan berinvestasi daripada menghabiskan uang untuk belanja, maka Anda sedang membuat jalan untuk menjadi manusia merdeka yang terbebaskan dari kemiskinan dan kekurangan. Tetapi, bila mindset Anda terpengaruh oleh kecerdasan para tukang iklan produk, maka Anda sedang membuat diri Anda menuju kepada ketidakmerdekaan diri Anda. Kemerdekaan dan kebebasan diri Anda ada di dalam perilaku kehidupan Anda sendiri, bukan di dalam perilaku atau sikap orang lain.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENJAGA KESEIMBANGAN TUBUH DAN JIWA

“Dalam Tubuh Yang Sehat Dan Bugar Ada Energi Jiwa Yang Sangat Tangguh Dan Kokoh Untuk Meraih Impian.” – Djajendra

“Tubuh Adalah Rumah Dari Jiwa. Bila Tubuh Tidak Terurus, Maka Jiwa Akan Hidup Dalam Perasaan Kekurangan.” – Djajendra

Semangat hidup dengan energi yang luar biasa muncul dari kondisi kebugaran tubuh dan kedewasaan jiwa. Bila tubuh sehat dan bugar, maka tubuh akan memiliki kekuatan untuk bergerak secara lebih proaktif dalam mewujudkan semua harapan dan impian. Hanya tubuh satu-satunya yang kita miliki untuk menampung jiwa dan pikiran kita. Bila tubuh tidak bugar dan tidak sehat, maka jiwa akan menjadi malas atau kurang berenergi untuk merespon harapan dan keinginan.

Menjaga dan merawat kebugaran tubuh akan mempengaruhi kesehatan diri untuk jangka waktu yang panjang, sehingga hal ini memungkinkan seseorang untuk berpikir dan bertindak sesuai harapannya di seluruh proses hidupnya. Termasuk, menguatkan kepercayaan diri untuk melatih atau mempersiapkan diri dengan berbagai kemampuan dan keterampilan untuk bisa menguasai bidang kehidupan yang diinginkan.

Manajemen diri terhadap tubuh dan jiwa adalah sebuah hal yang sangat penting, tapi biasanya orang-orang tidak menganggapnya penting. Oleh karena itu, pastikan Anda serius untuk mengelola diri sendiri dengan cara-cara yang terukur dan terevaluasi dengan baik; pastikan Anda telah menciptakan program untuk melatih tubuh Anda secara rutin dan teratur; pastikan Anda telah mengikuti olahraga yang Anda sukai, dan selalu bergerak bersama hati yang bahagia untuk membuat tubuh Anda semakin bugar dan sehat; pastikan Anda tidak terlalu berlebihan dalam berolahraga; dan miliki keseimbangan diri yang terukur untuk semua aktivitas olahraga Anda.

Bila Anda belum memahami gerak, langkah, dan tata cara terbaik dari olahraga yang Anda sukai; maka temukan seorang pelatih yang baik untuk mengajari Anda tentang cara berolahraga yang benar. Sebab, salah-salah gerak bukan kebugaran dan kesehatan yang didapat, tapi cedera yang didapat. Oleh karena itu, belajarlah dari orang-orang yang lebih memahami tentang hal-hal yang ingin Anda lakukan bersama olahraga Anda. Tubuh adalah rumah dari jiwa, bila tubuh tidak terurus maka jiwa akan hidup dalam depresi dan kekurangan. Oleh karena itu, pastikan Anda mampu menjadi lebih spesifik tentang lamanya waktu untuk berolahraga, dan jenis olahraga yang Anda pilih. Jadikan olahraga untuk kesehatan dan kebugaran tubuh dan jiwa Anda, bukan untuk mengikuti kemauan ego dan nafsu yang berlebihan terhadap olahraga kecintaan Anda.

Manajemen diri sendiri berarti Anda bertanggung jawab total untuk melakukan apa yang diperlukan agar tubuh dan jiwa Anda selalu dalam kondisi terbaik. Bila Anda lalai terhadap manajemen diri Anda, maka Anda berpotensi mengundang berbagai penyakit ke dalam tubuh dan jiwa Anda. Oleh karena itu, pastikan Anda antusias dan memiliki motivasi yang tinggi untuk mengubah perilaku melalui gaya hidup sehat yang terkelola dalam keseimbangan hidup.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KETENANGAN BATIN

“Jujurlah Kepada Diri Sendiri, Dan Diri Yang Jujur Akan Menjaga Diri Anda Dengan Bijak Untuk Ketenangan Batin Anda.” – Djajendra

Saat memberikan pelatihan kecerdasan emosional, seorang peserta bertanya tentang cara memiliki ketenangan batin. “Apa yang harus dilakukan agar ketenangan batin dapat dimiliki?” tanyanya. Saat itu, secara sepontan saya menjawab bahwa Anda harus melihat hari ini dari perasaan dan pikiran positif yang penuh syukur dan terima kasih; melihat masa lalu sebagai jembatan terbaik yang telah mengantar Anda ke hari ini yang luar biasa cemerlang; dan melihat masa depan sebagai tempat ternyaman yang menunggu Anda. Bila ketiga waktu yang berbeda ini dapat Anda nikmati melalui perasaan dan pikiran positif, maka setiap hari Anda akan melewati kehidupan dalam ketenangan batin.

Saya selalu percaya dan yakin terhadap kemampuan diri kita untuk hidup dalam ketenangan batin di setiap waktu. Dan, saya juga percaya bahwa setiap orang pasti akan menafsirkan hidupnya melalui pikiran dan perasaan yang saling berbeda untuk masa lalu, masa kini, dan masa depan. Oleh karena itu, tidaklah mudah meyakinkan orang-orang yang hidup dalam perasaan dan pikiran negatif untuk memiliki ketenangan batin. Hanya orang-orang yang berpikiran dan berperasaan positiflah yang mampu memiliki ketenangan batin.

Pikiran dan perasaan selalu terikat kepada nilai-nilai kehidupan, dan umumnya melekat pada ide-ide tentang benar dan salah, seolah-olah semua warna-warni kehidupan hanya boleh dilihat dari warna hitam dan putih. Bila sudah demikian, maka perasaan dan pikiran akan membentuk keyakinan diri untuk merasa berbeda satu sama lain dalam wujud lebih unggul atau tidak unggul, lebih superior atau lebih inferior. Dan, di saat nilai-nilai superior atau pun inferior menguasai nilai-nilai keyakinan diri, maka ketenangan batin tidak akan pernah dimiliki. Ketenangan batin hanya dapat dimiliki oleh pribadi-pribadi yang tercerahkan keyakinan hidupnya melalui perasaan dan pikiran positif dari nilai-nilai kemanusiaan tertinggi, keragaman, kepedulian, cinta, dan kesiapan untuk hidup dalam kesimbangan batin yang harmonis, tanpa ada kepentingan terhadap nilai kehidupan menang dan kalah.

Pikiran dan perasaan negatif secara otomatis akan mengundang energi ketidaktenangan batin ke dalam diri. Sedangkan pikiran dan perasaan positif adalah fondasi untuk memiliki ketenangan batin. Untuk mengimbangi pengaruh kekuatan negatif dari luar diri, pikiran harus selalu diafirmasi secara berulang-ulang, setiap hari, melalui nilai-nilai positif. Ucapkan, pikirkan, rasakan, dan bermimpilah bersama nilai-nilai positif  untuk ketenangan batin Anda; dan yakinkan diri Anda bahwa kekuatan negatif dari luar diri Anda akan teralihkan perhatiannya untuk menguasai perasaan dan pikiran Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PEMIKIR STRATEGIS

“Akal Sehat Dengan Kekuatan Pengetahuan Yang Terang Akan Memudahkan Diri Untuk Menjadi Pemikir Strategis.” – Djajendra

Apakah Anda seorang pemikir strategis yang selalu patuh pada prinsip-prinsip kerja strategis?  Saya selalu percaya bahwa setiap orang pasti memiliki keinginan untuk mendapatkan impiannya, tapi tidak semua orang mengerti caranya. Tapi, buat pemikir strategis, dia akan menjadi sangat cerdas dalam menyusun masa depannya menuju tujuan hidupnya.

Keinginan dan harapan tidak hanya cukup sebatas mimpi, tapi harus dikelola melalui prinsip-prinsip kerja yang memahami tujuan dan sasaran bersama nilai-nilai perjuangan. Oleh karena itu, bila Anda sudah memutuskan untuk meraih sebuah tujuan, maka segeralah siapkan diri untuk mendapatkan kejelasan tujuan dan sasaran yang ingin Anda capai. Lalu,  miliki strategi yang jelas dan terarah, miliki sikap sabar dalam perjuangan total untuk mendapatkan tujuan Anda.

Pemikir strategis selalu berjalan searah dengan visi yang dia gambarkan di dalam rencana dan imajinasinya. Dia selalu bekerja sesuai dengan urutan prioritas, dan dia tidak  akan pernah bekerja dengan cara lompat sana lompat sini untuk mencapai tujuan akhir. Dia selalu memahami komitmen dan mematuhi semua rencana dengan prinsip kerja berdasarkan nilai dan perjuangan.

Pemikir strategis selalu bekerja atas dasar prinsip, asumsi, logika, dan nilai; dalam keberanian untuk memenangkan strategi dirinya untuk menuju visi. Dia akan selalu melakukan evaluasi atas realitas yang dia hadapi, dan juga sangat berani untuk mengubah pikirannya dalam upaya mencapai tujuan dengan lebih sempurna. Dia adalah seorang pribadi yang tidak takut kepada kegagalan, tapi selalu mencoba menganalisis dan mendiskusikan semua tantangan dan risiko dengan tim kepercayaannya.

Pemikir strategis selalu mampu melihat dirinya di masa depan dan di hari ini. Dia memiliki keterampilan imajinasi untuk singgah dan merasakan setiap keadaan dan kondisi melalui pikiran dan perasaannya. Dia sangat cerdas untuk menyusun fondasi strategi melalui kombinasi logika dan imajinasi. Melalui logika dan imajinasi, dia akan mengidentifikasikan kekuatan dari sumber daya yang dia miliki, untuk tujuan menyusun strategi yang tepat agar dapat mencapai visi dengan lebih sempurna.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

BUDAYA ORGANISASI UNTUK IKLIM KERJA YANG BERETIKA

“Iklim Kerja Yang Beretika Akan Menciptakan Gaya, Karakter, Jiwa, Dan Cara Bekerja Individu Yang Berpengaruh Untuk Kinerja Terbaik.” – Djajendra

“Keunggulan Budaya Organisasi Untuk Menciptakan Iklim Kerja Yang Etis Akan Memotivasi Kekuatan Internal Organisasi Untuk Saling Berinteraksi Dalam Perilaku Yang Penuh Etika Dan Integritas.” – Djajendra

Sudah merupakan sebuah kenyataan bahwa budaya organisasi dengan nilai-nilai kerja yang unggul akan membuat setiap individu di dalam organisasi tampil lebih solid dan kuat di dalam situasi dan kondisi apa pun. Budaya organisasi akan menyelamatkan keunggulan organisasi melalui perilaku kerja yang penuh tanggung jawab dan pertanggungjawaban. Termasuk, membuat setiap individu di dalam organisasi bekerja dan bertindak sesuai dengan panduan etika yang secara moral menegakkan kebaikan, keadilan, ketidakberpihakkan, dan profesionalisme dalam pekerjaan.

Salah satu aspek penting dari budaya organisasi adalah iklim kerja yang beretika. Di sini, setiap individu atau kelompok wajib diberi pengetahuan dan pelatihan secara berkelanjutan untuk membiasakan perilaku kerja yang etis melalui kebijakan, prosedur, kondisi kerja, struktur untuk pengambilan keputusan, dan jenis perilaku kerja. Pekerjaan yang dimiliki harus dijadikan sebagai hak untuk memiliki informasi yang dibutuhkan agar dapat memahami situasi, serta untuk mengatakan apa yang perlu dikatakan. Kepercayaan yang dimiliki harus digunakan untuk meningkatkan kepercayaan diri agar berani berkata tidak setuju dengan hal-hal yang tidak etis, tanpa takut akan pembalasan dari siapa pun. Peran dan fungsi kerja harus dijalankan secara fleksibilitas agar selalu memiliki kemampuan untuk mengambil sudut pandang yang memahami realitas perkembangan terbaru. Karakter yang dimiliki harus menjadikan diri sebagai pembelajar yang terlibat dalam  suasana bertanya dan belajar, tanpa merasa pintar sendiri.

Kepemimpinan di dalam organisasi harus selalu setia bersama nilai-nilai dan keyakinan organisasi, serta merangkul setiap individu di dalam organisasi untuk memahami peran dan norma-norma organisasi. Integritas kepemimpinan dalam menjalankan nilai-nilai dan keyakinan organisasi secara sempurna akan menciptakan  keteraturan perilaku individu dalam satu bahasa, satu semangat, dan satu ritual kerja yang kompak dan solid. Bila keteraturan perilaku individu mencapai puncak kebersatuan dalam satu visi, misi, dan tujuan; maka iklim kerja yang beretika akan terwujud dan membuat setiap orang merasa nyaman dan bahagia bersama pekerjaan dan kehidupan di tempat kerja. Keunggulan budaya organisasi untuk menciptakan iklim kerja yang etis akan memotivasi kekuatan internal organisasi untuk saling berinteraksi dalam perilaku yang penuh etika dan integritas.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MEMBANGUN KARAKTER KARYAWAN MELALUI NILAI-NILAI BUDAYA ORGANISASI

“Karakter Kerja Terbentuk Dari Kemampuan Individu Untuk Mengartikulasikan Setiap Nilai-Nilai Budaya Kerja  Dengan Sempurna.” – Djajendra

Organisasi terbaik selalu memberikan perhatian yang lebih terhadap pengembangan karakter karyawannya. Biasanya, nilai-nilai budaya kerja diinternalisasikan ke dalam kepribadian individu, dengan tujuan untuk membentuk karakter kerja yang sesuai dengan nilai-nilai budaya organisasi. Karyawan dengan karakter kerja yang sesuai dengan nilai-nilai budaya organisasi akan berperilaku penuh tanggung jawab bersama etos kerja yang kuat untuk menjadi lebih produktif dan efektif.

Karyawan dengan karakter kerja yang sesuai dengan nilai-nilai budaya kerja organisasi akan menjadi harta yang luar biasa berharga bagi organisasi. Namun, karyawan tidak dilahirkan dengan karakter yang sesuai nilai-nilai budaya organisasi. Oleh karena itu, organisasi harus memiliki komitmen yang kuat untuk melatih dan membiasakan setiap individu untuk bekerja bersama nilai-nilai kerja, agar mereka dapat memperoleh karakter kerjanya melalui pengalaman dan kebiasaan dari lingkungan tempat kerja.

Pengembangan karakter harus dimulai dari pengembangan kesadaran dan pemahaman terhadap kualitas diri sendiri dan tanggung jawab untuk menjalankan nilai-nilai budaya kerja. Untuk itu, diperlukan niat dan sikap untuk menjalankan pekerjaan melalui mindset positif, serta kecerdasan untuk mengatasi emosi negatif, seperti: bosan, frustasi, keras kepala, sombong, dan malas; agar karakter diri yang negatif tidak merambat dan merusak nilai-nilai budaya kerja.

Pengembangan karakter bukanlah proses sesaat atau instan, tapi merupakan sebuah komitmen yang harus terus-menerus diingatkan melalui pelatihan dan pembiasaan untuk hidup dan bekerja sesuai nilai-nilai yang diinginkan di dalam karakter. Tim manajemen harus selalu melakukan pengawasan untuk mendapatkan karakter kerja yang sesuai dengan nilai-nilai budaya organisasi. Untuk itu, manajemen harus memiliki mekanisme yang terukur secara sempurna untuk memfokuskan perhatian pada pengembangan karakter yang sesuai budaya organisasi. Termasuk, menetapkan panduan prinsip kebijakan berbasis standar karakter yang mampu mengkomunikasikan nilai-nilai organisasi kepada karyawan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PELATIHAN PENGEMBANGAN KARAKTER DI TEMPAT KERJA PROGRAM 2 HARI 16 JAM

 

Video pelatihan djajendra: http://www.youtube.com/user/MrDjajendra

PELATIHAN PENGEMBANGAN KARAKTER DI TEMPAT KERJA PROGRAM 2 HARI 16 JAM

JUDUL: MENUMBUHKAN KEPRIBADIAN UNGGUL MELALUI PENGEMBANGAN KARAKTER UNTUK MERAIH SUKSES DI DALAM PEKERJAAN DAN KEHIDUPAN

Organisasi Terbaik Selalu Memberikan Perhatian Yang Lebih Untuk Pengembangan Karakter Karyawan. Karyawan Dengan Karakter Positif Akan Berperilaku Penuh Tanggung Jawab Bersama Etos Kerja Yang Kuat Untuk Menjadi  Lebih Produktif Dan Efektif.

DESKRIPSI

Organisasi Anda mungkin sudah sangat luar biasa, tapi pendidikan karakter unggul kepada seluruh karyawan dan pimpinan tetap diperlukan, agar semua hal yang sudah luar biasa itu bisa tetap menjadi sangat luar biasa di sepanjang kehidupan organisasi. Pendidikan karakter dalam organisasi atau perusahaan bertujuan membangun kualitas pribadi yang mampu berkontribusi secara luar biasa untuk kepentingan organisasi dan stakeholder. Dan Umumnya, kualitas karakter yang dibutuhkan meliputi kejujuran, menghormati, tanggung jawab, keadilan, kewajaran, kebenaran, melayani, merawat, integritas, disiplin, keberanian, bergaul, kebajikan, pengasih, sopan-santun, terpercaya, dan patuh pada etika dan standar moral positif.

Program pengembangan karakter ini dirancang untuk tujuan membawa karyawan dan pimpinan bersama-sama kepada perilaku kerja yang penuh integritas, etis, dan loyal kepada organisasi. Program ini akan menyentuh sifat, perilaku, kebiasaan-kebiasaan, dan moralitas peserta. Hal ini akan menciptakan kesadaran moral dalam pengembangan karakter, menghasilkan sumber daya manusia yang sensitif terhadap nilai-nilai integritas, loyalitas, etis, dan moralitas. Kondisi ini akan menjadi hal ideal untuk membangun fondasi organisasi yang kredibel dan berkualitas tinggi.

Dari kisah orang –orang sukses kami menemukan bahwa mereka sukses karena telah memahami bahwa keberhasilan itu bisa di dapatkan dengan cara memfokuskan diri untuk melakukan apa yang diperlukan. Di mana semua itu dilakukan melalui karakter diri yang telah diperkaya dengan nilai integritas, kejujuran, kebaikan, motivasi, dan kebijaksanaan diri tertinggi. Oleh karena itu, bila seseorang ingin menjadi pribadi berkarakter sukses, maka dia harus meletakkan setiap keinginan, harapan, obsesi, dan cita-citanya di dalam karakter diri yang menegaskan kesuksesan secara bijak. Karakter diri yang telah diperkaya itu akan berjuang tanpa mengenal kata menyerah, untuk mendapatkan apa yang diinginkan di dalam hidupnya dengan visi yang jelas. Karakter diri juga akan belajar tentang apa yang baik, serta berkembang untuk meningkatkan semua potensi baik ke dalam diri.

Pelatihan ini mempersiapkan karyawan dan pimpinan untuk menjadi profesional dengan karakter pekerja keras, proaktif, jujur, tekun, ramah, memberikan dan melayani, pencari solusi untuk menuntaskan masalah, berjiwa besar, tidak suka mengeluh, setia, bertatakrama, dan selalu belajar untuk hal-hal baru.

“Apakah Manusia Yang Dapat Membuat Pikiran, Manusia Dapat Mengendalikan Karakter?” -Thomas Edison.

“Karakter Tidak Bisa Dikembangkan Dalam Kemudahan Dan Ketenangan. Hanya Melalui Percobaan Dan Penderitaan Jiwa Karakter Dapat Diperkuat, Visi Diperjelas, Ambisi Diilhami Dan Keberhasilan Dicapai.” -Helen Keller.

Setiap pribadi itu unik, jadi setiap pribadi harus memahami apa saja yang baik buat dirinya, tidak asal mengcopy karakter orang lain menjadi karakter dirinya, dan harus berpikir positif untuk menjadi yang terbaik yang ideal dengan diri sendiri. Salah satu cara untuk membangun karakter yang sesuai dengan jati diri Anda, adalah dengan mengidentifikasikan semua kekurangan dan ancaman diri, kemudian membangun karakter diri yang ideal melalui kekuatan fisik tubuh, mental diri, emosional diri, pergaulan sosial, dan pengembangan kekuatan spiritual dan motivasi.

Apa Yang  Dipelajari Peserta Dalam Pelatihan Character Building Ini?

  1. Peserta akan belajar tentang strategi  pengembangan karakter diri yang berkelanjutan.
  2. Peserta akan belajar cara menyalakan kembali semangat untuk pengembangan profesionalisme diri.
  3. Peserta akan belajar tentang karakter berdasarkan deskripsi fisik, cara bicara, tindakan, perilaku, emosi, pikiran batin, reaksi, dan karakter dialog yang positif.
  4. Peserta akan belajar untuk menjadi pribadi yang berkomitmen dalam membangun keseimbangan tubuh, jiwa, dan pikiran.
  5. Peserta akan belajar cara menampilkan emosi diri yang sesuai dengan situasi dan kondisi, serta mengendalikan emosi negatif dari aspek diri, yang peka terhadap perasaan sendiri dan orang lain, dan selalu tenang dalam situasi sulit.
  6. Peserta akan belajar cara menggunakan keterampilan sosial untuk bersama-sama dengan orang lain menyelesaikan konflik, berkomunikasi secara efektif, menjadi pribadi yang menyenangkan, berkarakter positif, jujur, memiliki empati, pendengar yang baik, sopan, ramah dan tak mementingkan diri sendiri.
  7. Peserta akan belajar cara memberikan pelayanan dan membantu hidup diri sendiri dan orang lain menjadi lebih berhasil.
  8. Peserta akan belajar cara menghapus kekuatan ego diri yang selalu mementingkan diri sendiri, dan rasa bangga yang memisahkan dirinya dari realitas kehidupan.
  9. Peserta akan belajar cara mengintegrasikan semua hal-hal baik dalam hidup ke dalam karakter diri yang diperkaya  dengan nilai-nilai positif.

Training ini akan mengantar audience kepada perbaikan pandangan, sikap, dan perilaku terhadap diri sendiri dan pekerjaan di kantor. Kemudian mengarahkan audience untuk Mengenal semua kekuatan diri sendiri secara positif; menerima diri sendiri apa adanya, lalu mau berdamai, puas, bersyukur, dan bangga dengan diri sendiri; mengembangkan diri dengan pikiran positif untuk mengoptimalisasikan semua potensi dan bakat terpendam di dalam diri; dan memotivasi diri untuk menjadi seorang pribadi yang sukses dalam pekerjaan dan kehidupan pribadi.

METODE PELATIHAN

Presentasi, Tanya Jawab, Studi Kasus, Character Self Test, Latihan, Brainstorming, Diskusi, Role Play, Games, Ice Breaker,

MATERI PEMBAHASAN

HARI PERTAMA,  JAM 08.00 – 16.30 WIB

Pk.08.30 – 10.00 wib. Sesi 1: MEMBENTUK DAN MEMELIHARA KARAKTER DIRI BERORIENTASI KINERJA

Dalam sesi 1, peserta akan belajar cara membangun model karakter diri berdasarkan self-respect, self-disiplin dan tanggung jawab. Termasuk, proses pengembangan karakter untuk memperjelas kondisi fisik, mental, kepribadian, dan penampilan diri secara utuh sesuai jati diri asli.

Pk.10.00 – 10.15 wib. Coffee break

Pk. 10.15. 12.00 wib. Sesi 2: MODEL KARAKTER YANG BERPEDOMAN PADA BUDAYA KERJA.

Dalam sesi 2, peserta akan belajar karakter di tempat kerja, nilai-nilai, budaya kerja, etika,  model karakter, bagaimana model karakter dapat digunakan, ekspresi alternative model karakter.

Pk. 12.00 – 13.00 wib. Lunch Break

Pk. 13.00 – 14.30 wib. Sesi 3: MEMBANGUN KARAKTER INTEGRITAS UNTUK MENJADI PRIBADI YANG TERPERCAYA.

Dalam sesi 3, peserta akan belajar membangun karakter diri yang terpercaya (trust) untuk hubungan yang berkualitas di tempat kerja.
Karakter integritas yang memperkuat semua perilaku etis di tempat kerja. Hubungan positif dan koneksi yang tulus dengan stakeholder. Kemampuan untuk terhubung secara positif kepada teman, keluarga, tetangga, masyarakat, dan semua pihak lainnya di kehidupan pribadi dan pekerjaan.

Pk. 14.30 – 14.45 wib. Coffee Break

Pk. 14.45 – 16.30 wib. Sesi 4: MENGELOLA KARAKTER MELALUI KECERDASAN EMOSIONAL INTERPERSONAL DAN PERSONAL

Dalam sesi 4, peserta akan belajar cara mengelola nilai-nilai positif  kehidupan untuk memperkuat karakter diri yang dibentuk. Selanjutnya, mampu bekerja secara independen dan mampu bekerja baik dengan orang lain, serta mampu mengelola pengembangan pribadi dengan cara-cara luar biasa.

HARI KEDUA, JAM 08.00 – 16.30 WIB

Pk.08.30 – 10.00 wib. Sesi 5: PEMBENTUKAN KARAKTER MELALUI SELF-AWARENESS (KESADARAN DIRI SENDIRI)

Dalam sesi 5, pembahasan difokuskan untuk membangun karakter melalui kesadaran diri dengan cara memahami potensi dan realitas diri sendiri. Peserta juga akan belajar tentang siklus perilaku dan dampaknya terhadap kebahagiaan diri; cara meningkatkan harga diri dengan pengendalian diri yang tangguh;  kemampuan untuk menganalisis diri sendiri dan merawat keseimbangan diri dalam setiap aspek kehidupan dan pekerjaan.

Pk.10.00 – 10.15 wib. Coffee break

Pk. 10.15. 12.00 wib. Sesi 6: PEMBENTUKAN KARAKTER MELALUI SELF-MANAGEMENT

Dalam sesi 6, peserta akan belajar cara mengembangkan karakter diri dengan cara mengelola diri sendiri, agar diri selalu berada dalam prinsip-prinsip dan nilai-nilai kehidupan yang tertata dengan baik.  Kemampuan diri untuk mencegah masuknya nilai-nilai negatif ke pikiran bawah sadar. Kemampuan diri untuk menyerap sebanyak mungkin nilai-nilai positif dan membuat nilai-nilai positif tersebut membantu meningkatkan kualitas diri untuk semua aspek kehidupan.

Pk. 12.00 – 13.00 wib. Lunch Break

Pk. 13.00 – 14.30 wib. Sesi 7: KARAKTER KOLABORASI YANG BERTINDAK UNTUK MEMBANGUN DAN MENJAGA KERJA SAMA

Dalam sesi 7, peserta akan belajar cara membangun karakter kolaborasi dengan memahami peran hard system dan soft system dalam mendukung karakter kolaborasi. Melalui karakter kolaborasi peserta diharapkan dapat meningkatkan produktivitas organisasi.

Pk. 14.30 – 14.45 wib. Coffee Break

Pk. 14.45 – 16.30 wib. Sesi 8: CHARACTER EVALUATION SELF TEST.

Dalam sesi 8, peserta akan melakukan character evaluation self test dan mendiskusikan hasilnya untuk mendapatkan best practice.

PEMIMPIN CEROBOH AKAN KEHILANGAN KEPERCAYAAN

“Pemimpin Tidak Boleh Merasa Takut Walau Dirinya Harus Menyeberangi Sungai Dan Jurang Yang Terisi Monster Menyeramkan.” – Djajendra

Tanya: “Kualitas seperti apa yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin?”

Djajendra Menjawab: ” Kualitas untuk menjadi pemimpin yang diakui dan dipercaya oleh banyak orang.”

Tanya: “Apa tugas terpenting dari pemimpin?”

Djajendra Menjawab: “Tugas terpenting dari pemimpin adalah membawa keberuntungan untuk semua kehidupan, serta mewujudkan janji dan mimpi dalam realitas yang dinikmati oleh semua orang.”

Tanya: “ Dari mana pemimpin memperoleh kekuatan dan keberanian untuk memimpin?”

Djajendra Menjawab: “Pemimpin akan memperoleh kekuatan, keberanian, dan keyakinan dari setiap pengalaman yang hampir membuatnya kalah.”

Tanya: “Kapan pemimpin harus benar-benar berhenti untuk melihat ketakutan di wajah orang-orang yang dia pimpin?”

Djajendra Menjawab: “Saat pemimpin berani melakukan semua hal yang dia ucapkan untuk menghilangkan rasa takut dari pengikutnya.”

Tanya:”Kualitas moral seperti apa yang harus dimiliki oleh pemimpin?”

Djajendra Menjawab: “Kualitas moral yang mencintai keragaman dan perbedaan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.”

Tanya: “ Bolehkah kepemimpinan berhenti sedetik untuk beristirahat?”

Djajendra Menjawab: “Kepemimpinan tidak boleh berhenti sedetik pun, karena energi kepemimpinan harus terus hadir untuk menjaga keseimbangan dari sebuah peran dan fungsi.”

Tanya: “Bagaimana pemimpin bekerja?”

Djajendra Menjawab: “Pemimpin bekerja di tempat terbuka yang terang dan dapat dilihat oleh semua orang.”

Tanya: “Apakah pemimpin wajib untuk mematuhi semua aturan yang ada?”

Djajendra Menjawab: “Jelas, pemimpin harus mematuhi aturan. Tapi, kalau aturan itu menghilangkan kesenangan dan keadilan untuk orang banyak, maka aturan itu harus diperbaiki demi kebahagiaan banyak orang.”

Tanya: ”Apakah pemimpin bertanggung jawab terhadap perbedaan yang pro konflik?”

Djajendra Menjawab: “ Pemimpin ada untuk mengakhiri mindset yang melihat perbedaan sebagai bencana, setidaknya pemimpin harus dapat membantu orang-orang untuk hidup dengan aman dalam keanekaragaman.”

Tanya: “Seperti apa peran pemimpin dalam membangun pola hubungan positif di organisasi?”

Djajendra Menjawab: “Pemimpin harus menjadi energi untuk menghasilkan hubungan yang menghormati kapasitas masing-masing pihak melalui tugas, fungsi, peran, dan posisi.”

Tanya: “Kapan pemimpin harus bersikap berani dan kapan harus bersikap takut?”

Djajendra Menjawab: “ Pemimpin harus selalu bersikap berani saat mengambil langkah-langkah besar untuk mewujudkan janji dan komitmen. Pemimpin tidak boleh merasa takut walau dirinya harus menyeberangi sungai dan jurang yang terisi monster menyeramkan.”

Tanya: “ Apakah pemimpin bertanggungjawab terhadap perubahan?”

Djajendra Menjawab: “ Jelas! Pemimpin harus bertanggung jawab untuk memimpin melalui perubahan. Sebab, kehidupan adalah sebuah pertumbuhan melalui perubahan yang tertata dan terkelola dengan bijak.”

Tanya: “ Pemimpin juga manusia yang tidak sempurna, apakah pemimpin boleh bersikap ceroboh terhadap kebenaran dan kejujuran?”

Djajendra Menjawab: “Betul, pemimpin juga adalah manusia yang tidak sempurna. Oleh karena itu, pemimpin harus selalu belajar dan menjaga diri dengan totalitas untuk tidak bersikap ceroboh terhadap kebenaran dan kejujuran.”

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

POLITIK KANTOR ADALAH REALITAS YANG TIDAK DAPAT DIHINDARI

“Politik Kantor Adalah Bagian Dari Politik Korporasi Untuk Bisa Menjalankan Strategi Kekuasaan Dengan Kekuatan Penuh Untuk Kinerja Maksimal.” – Djajendra

Akibat dari badai krisis ekonomi pada tahun 1998, ada pemilik perusahaan yang terpaksa harus memperkecil porsi kepemilikan saham di perusahaan yang dia dirikan, agar bisa membayar pinjaman-pinjaman yang sudah macet. Karena jumlah sahamnya sekarang sudah tidak dominan lagi, maka kekuasaannya untuk mengendalikan operasional dan strategi perusahaan sudah tidak sekuat sebelumnya. Para profesional yang dulunya sangat hormat dan patuh kepada dirinya, sekarang pada berbalik arah dan mulai menghindar, serta berkelompok kepada pemilik saham mayoritas yang baru.

Kehidupan korporasi adalah kehidupan yang penuh intrik politik kantor yang bisa membuat orang-orang frustasi dan hidup dalam konflik kepentingan. Salah satu indikasi adanya politik kantor di tempat kerja dapat dilihat dari terbentuknya kelompok-kelompok informal untuk lebih berkuasa atas operasional dan strategi organisasi. Persaingan diantara pemimpin di dalam organisasi akan menciptakan iklim politik yang penuh konflik dingin. Dukungan dan Pengkhianatan di dalam politik kantor adalah hal biasa yang akan terus berlangsung, dan tak dapat terhindarkan oleh budaya organisasi atau pun budaya kerja sehebat apa pun.

Setelah puluhan tahun si pendiri perusahaan menjalani nasib sebagai pemilik saham minoritas yang tidak dianggap oleh kelompok penguasa perusahan. Tiba-tiba di sekitar tahun 2010, pendiri perusahaan tersebut mampu bangkit kembali untuk membeli saham-saham dari perusahaan yang dia dirikan. Akhirnya, dia sukses menguasai saham mayoritas dan kembali menjadi penguasa atas perusahaan yang dia dirikan. Para perofesional yang dulu sempat lari dari dirinya, sekarang dengan seribu satu cara kembali merapat kepada sang juragan lama. Karena sang juragan lama juga seorang ahli politik korporasi yang cerdas memanfaatkan orang-orang untuk kepentingan bisnisnya, maka dia segera memaafkan para pengkhianat yang sempat melupakan dirinya selama puluhan tahun.

Politik kantor atau politik korporasi adalah bagian dari interaksi manusia yang diperlukan agar perusahaan dapat berjalan sesuai strategi yang diinginkan. Dalam realitas, orang-orang yang terlibat aktif dalam permainan politik kantor akan mengabaikan etika dan integritas, dan lebih mengabdi kepada kepentingan kekuasaan sesaat. Permainan politik kantor di level top manajemen adalah permainan dengan tujuan untuk memperbesar porsi kekuasaan dan mempertahankan kekuasaan selama mungkin demi strategi dan misi. Sedangkan di level karyawan lebih disebabkan oleh pengaruh dari kepentingan top manajemen.

Dalam permainan politik kantor biasanya sebagian besar dari para profesional inti, demi karir, akan siap menjadi pasukan yang siap membela pemilik saham mayoritas dengan segala kemampuan dan loyalitas. Loyalitas disini adalah loyalitas kepada kekuasaan, dan bukan kepada perusahaan atau pun individu. Oleh karena itu, para penguasa korporasi yang cerdas selalu memahami hal ini, dan mereka akan memaksimalkan upaya untuk mendapatkan kinerja yang optimal dari setiap profesional andalannya.

Politik kantor harus dimanfaatkan untuk mengatasi kelangkaan sumber daya, lingkungan bisnis yang terlalu kompetitif, untuk memacu kinerja organisasi, dan tidak menjadikan arena politik kantor sebagai arena balas dendam. Politik kantor adalah bagian dari politik korporasi untuk memaksimalkan keuntungan pemilik melalui strategi dan operasional yang lebih menguasai pasar dan bisnis.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

EMOSIONAL NEGATIF

“Kecerdasan Emosional Negatif Terbentuk Dari Nilai-Nilai Negatif Yang Tanpa Sengaja Dan Tanpa Sadar Dipelihara Untuk Membela Diri.” – Djajendra

Kehidupan dihuni oleh dua jenis manusia, yaitu jenis manusia positif dan jenis manusia negatif. Manusia positif melihat kehidupan dari pikiran positif, sedangkan manusia negatif melihatnya dari pikiran negatif. Sifat positif dan negatif adalah dua sifat yang selalu akan abadi di dalam kehidupan. Oleh karena itu, siapa pun pasti akan berurusan dengan orang-orang positif dan negatif.

Manusia negatif adalah pribadi yang cerdas emosi negatifnya untuk mengungkapkan keteraniyayaan dirinya oleh orang lain. Dia seorang pribadi yang pintar untuk mempermainkan emosi orang lain, agar yang lain menjadi hiba dan kasihan kepada dirinya. Dia juga sangat cerdas emosi negatif untuk mempengaruhi orang lain melalui fakta-fakta yang menunjukkan ketidakberdayaan dirinya oleh ketidakadilan. Padahal, semua fakta-fakta itu ada oleh ketidakmampuan dirinya sendiri untuk mengatasi tantangan kehidupan yang ada.

Dalam realitas, manusia positif dan manusia negatif sering melakukan interaksi. Dan untuk manusia negatif, manusia positif adalah orang-orang yang mudah dipengaruhi dengan kesedihan dan ketakberdayaan. Biasanya, seorang manusia positif selalu akan berpikir positif dan mudah hatinya tergerak untuk membantu siapa pun, termasuk membantu manusia negatif. Kelemahan manusia positif ini sangat dipahami oleh manusia negatif. Disinilah biasanya manusia negatif menggunakan kecerdasan emosional negatifnya untuk mendapatkan dukungan dari manusia positif.

Manusia negatif selalu melihat dirinya sebagai orang yang sangat baik terhadap siapa pun. Dia sangat mudah memuji orang lain, dan sangat mudah melihat orang lain sebagai penyebab penderitaan dirinya. Dia adalah pribadi yang pintar mengembangkan citra diri melalui kelicikan yang tersembunyi di dalam kecerdasan emosional negatif.

Manusia negatif tidak akan pernah mampu mengalahkan ego mereka, dan nafas kehidupan mereka dijalankan bersama dengan ego untuk keuntungan dirinya sendiri. Mereka selalu melihat dirinya sempurna dan orang-orang yang tidak mereka sukai sebagai musuh dalam selimut.

Bila manusia positif terkena radiasi manusia negatif melalui kecerdasan emosional negatif, maka satu-satunya obat penawar adalah mengafirmasi kata-kata positif untuk mengurangi dampak negatif dari nilai-nilai negatif yang terserap ke dalam pikiran bawah sadar. Kecerdasan emosional positif harus diperkuat untuk membuatnya menjadi dominan di dalam diri, dan salah satu caranya adalah dengan mengafirmasi kata-kata positif sesering mungkin dan sebanyak mungkin.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com