SELF AWARENESS

KEBAKARAN

Siang hari ini, saya melihat kebakaran besar di daerah Bendungan Hilir. Lokasi kebakaran tidak jauh dari ruang kerja saya. Dari lantai 18 ruang kerja, saya melihat si jago merah dengan bantuan angin kencang membakar ratusan rumah warga.

Ada beberapa orang yang saya kenal tinggal di lokasi kebakaran tersebut. Saya menghubungi mereka, dan ternyata semua harta benda mereka habis terbakar. Mereka sangat terpukul dan kehabisan kata-kata untuk kehilangan harta benda dan rumah tempat mereka bernaung.

Mereka yang tinggal di wilayah padat penduduk itu adalah para pedagang kecil dan para pekerja kantoran. Mereka adalah pribadi-pribadi yang melalui kesederhanaan hidup mencoba mengumpulkan kekayaan untuk masa depan yang lebih baik. Ada yang berprofesi sebagai tukang jahit, penjual kue, pecel lele, ayam penyet, dan juga satpam.

Hari ini, rumah dan harta benda mereka gagal terselamatkan. Api kecil menjadi api raksasa yang mampu menjadi sangat perkasa untuk memberikan perlawanan yang sangat kuat, walau pada akhirnya, sang api raksasa harus menerima kekalahan dari para pejuang pemadam kebakaran.

Rumah dan harta benda yang habis terbakar, tidaklah boleh menjadikan jiwa dan raga terdiam dalam ketakberdayaan.  Jangan membiarkan diri menarik keyakinan yang tidak sehat untuk mempersalahkan semua kejadian oleh akibat api raksasa.

Hari esok sudah menunggu, siapkan jiwa dan raga untuk menjadikan diri lebih ikhlas dan bersemangat kembali, untuk menuju masa depan yang lebih cemerlang.

DJAJENDRA

MENGELOLA RASA PERCAYA DIRI ANAK BUAH

 

Seorang manajer sedang marah memikirkan anak buahnya yang miskin rasa percaya diri.

“Berapa lama lagi sebelum aku kehilangan rasa sabarku, aku dapat bertahan dengan  staf-staf yang rendah diri?” Bisik manajer dalam hati.

Beberapa saat kemudian seorang staf masuk ke ruang manajer, dan melihat wajah manajernya sedang murka. Lalu, dia pun bertanya.” Pak, bapak kelihatan marah?”

“Marah? Aku tidak sedang marah, aku sedang memikirkan cara meningkatkan rasa percaya diri kalian semua, tahu!” Bentak manajer dengan suara marah kepada stafnya.

“Heran, ni bos sudah gila kali ya.” Bisik stafnya dalam hati sambil cepat-cepat meninggalkan ruang manajernya itu.

Beberapa saat kemudian, seorang direksi masuk keruang manajer.

“Kenapa kamu? Kok kelihatan wajahmu bermasalah?” Tanya direksi

“Pak, silakan duduk pak! Aku sedang merencanakan untuk memberikan motivasi kepada staf-staf  dilingkunganku, agar rasa percaya diri mereka itu bisa meningkat.” Jawab manajer dengan gaya sopan santun.

“Oh, begitu. Aku kira kamu sedang mengalami masalah besar dengan hidupmu.” Kata direksi.

“Tugasmu sebagai manajer adalah mengelola rasa percaya diri setiap staf-stafmu. Bila masih ada staf mu yang belum percaya diri, berarti kamu gagal jadi manajer.” Kata direksi.

“Oh, baik pak. Semua staf saya sangat percaya diri, pak! Saya hanya ingin meningkatkannya menjadi lebih super lagi, pak.” Kata manajer dengan suara takut-takut.

“Oke! Menjadi manajer yang luar biasa berarti cerdas mengelola rasa percaya diri para staf .” Kata direksi sambil meninggalkan ruang manajernya.

DJAJENDRA

TIDAK SUKA MENILAI DIRI SENDIRI

Mengapa tidak suka menilai diri sendiri. Tapi, lebih suka menghabiskan waktu, tenaga, dan pikiran untuk menilai perilaku dan kebiasaan hidup orang lain? Padahal, menilai diri sendiri itu sangat penting, agar diri bisa mengatur strategi dan taktik untuk mewujudkan semua harapan dan cita-cita menjadi kenyataan.

Menghabiskan waktu, pikiran, dan tenaga untuk menilai perilaku orang lain; hanyalah akan membuat diri kekurangan energi dan waktu untuk mempersiapkan diri menjadi seperti yang diinginkan.

Bila setiap hari mau lebih memperhatikan diri sendiri dengan melakukan penilaian secara jujur terhadap realitas kualitas diri, maka diri kita pasti dapat memperbaiki hal-hal yang masih kurang,  serta menyiapkan sebuah kepribadian yang  siap dengan kualitas dan kompetensi untuk mewujudkan cita-cita yang diimpikan.

DJAJENDRA

Pertanyaan

Apakah sebenarnya CINTA SEJATI itu ada ?

 

Djajendra Menjawab

Cinta sejati itu ada kalau Anda memilikinya. Tapi, kalau Anda tidak memilikinya, cinta sejati itu tidak akan pernah ada bersama Anda.

Cinta sejati diawali dengan mencintai diri sendiri, mencintai kehidupan, mencintai keindahan, dan menghargai perbedaan melalui cinta yang tulus.

Cinta sejati akan Anda miliki saat diri Anda mampu dan mau untuk memberi lebih dari yang Anda ambil; Anda ikhlas mencintai tanpa pamrih terhadap yang Anda cintai; Anda berjiwa besar dan berwawasan untuk berkomunikasi melalui empati Anda; Anda tulus menghormati ketidaksempurnaan yang dihasilkan oleh yang Anda cintai.

Cinta sejati adalah pilihan untuk mencintai ketidaksempurnaan, tanpa memaksanya untuk menjadi sempurna.

Cinta sejati  tidak akan pernah dimiliki oleh orang-orang yang mencari keberuntungan dari satu sama lain, tapi hanya dapat dimiliki oleh orang-orang yang merasa bahagia memberikan cintanya untuk kebahagiaan orang lain.

Cinta sejati tidak akan pernah dihasilkan dari sistem keyakinan yang memiliki kepentingan untuk mendapatkan kehormatan.

Cinta sejati hanyalah sang pemberi yang tak pernah berharap balasan apa pun dari siapa pun.

Cinta sejati itu sebenarnya ada, dan selalu akan tumbuh berkembang di jiwa orang-orang yang mau merawatnya.

DJAJENDRA

BILA KEDAMAIAN HATI DIKALAHKAN OLEH KEKUATAN TAKUT.

 

Semua orang pasti berharap hidup dalam kedamaian. Tapi, bila kedamaian hati selalu dikalahkan oleh kekuatan takut, maka hidup pasti tidak akan pernah bisa damai.

Kadang-kadang rasa takut diperlukan untuk mengendalikan diri. Tetapi, bila rasa takut menjadi berlebihan, rasa takut itu akan menelan semua kedamaian hati. Dan akibatnya, diri selalu akan berada bersama kekhawatiran hidup.

Damai akan dicari bila diri dalam keadaan ketakutan. Tetapi, damai jarang dipedulikan saat diri jauh dari perasaan takut.

DJAJENDRA

MAU BEBAS DARI KEKURANGAN

“Aku ingin mandiri secara finansial, aku mau bebas dari kekurangan.” Teriak seorang teman.

Setelah teriakannya diam. Lalu, aku bertanya kepadanya.” Apakah mungkin kau bisa menjadi mandiri secara finansial?”

“Lucu pertanyaan mu, pasti bisa! Kalau jumlah uang yang ku inginkan terkumpul, aku pasti bebas dari kekurangan, dan pasti mandiri secara finansial.” Katanya penuh semangat

“Emmmhh, begitukah.” Kata aku sambil tersenyum.

“Yah lah, tidak diragukan lagi. Uang yang banyak pasti akan membebaskan diriku dari kekurangan.” Kata dia dengan penuh percaya diri.

“Uang tidak pernah akan cukup untuk membebaskan seseorang dari kekurangan selama dirinya masih serakah dengan uang.” Kata aku kepadanya.

“Maksudmu apa, kau mau bilang aku serakah?”

“Oh, tidak! Aku hanya ingin bilang bahwa selama kau merasa hanya uang yang dapat membebaskan dirimu dari kekurangan, maka selama itu dirimu akan kekurangan uang.” Kata aku kepadanya.

“Aku tidak dapat memahami kata-kata mu.” Kata dia dengan wajah sedikit marah.

“Oh, begitu ya! Hanya ada satu kesalahan yang membuat orang selalu kekurangan uang; yaitu: tidak memiliki kesadaran untuk merasa tidak kekurangan dengan jumlah uang berapa pun.” Kata aku sambil tersenyum dan pamit kepadanya.

DJAJENDRA

PERLUKAH MENGABAIKAN KRITIKAN YANG MENYAKITKAN HATI?

 

Seorang teman bertanya tentang Perlukah dirinya mengabaikan kritikan pedas yang cendrung menyakitkan hatinya.

Saya katakan, coba belajar sesuatu dari kritikan yang menyakitkan itu. Bila kau mengabaikannya, maka kau kehilangan ilmu pengetahuan yang mungkin terselip melalui kritikan itu, untuk membuat dirimu menjadi lebih luar biasa.

Paling mudah, ya, tutup mata dan tutup telinga. Lalu, masa bodoh dengan apa kata orang.

Tetapi, bila kau mengabaikan tanpa belajar sesuatu dari kritikan itu, kau akan kehilangan sebuah peluang untuk melakukan perubahan di dalam perilaku dirimu.

Siapkan jiwa besar melalui emosional yang cerdas, untuk mempelajari makna dibalik kritikan yang menyakitkan hati itu.

Nah, mana tahu, ya. Mungkin saja, ada sebuah rahasia yang luar biasa untuk membuat diri mu lebih sadar setelah memahami maksud dari kritikan tersebut.

Menurut saya, lebih baik kau mendapatkan beberapa kritikan daripada jutaan pujian, yang mungkin membuat kau kehilangan kesadaran karena mabuk pujian.

Kalau kritikan itu, seperti meminum air rebusan daun sambiloto, bahasa medisnya Andrographis paniculata Ness. Mau tahu rasanya? Cobalah diminum! Nanti kau tahu rasanya seperti apa. Tapi, air rebusan daun sambiloto adalah obat dengan berbagai khasiat yang menyembuhkan banyak penyakit. Termasuk, membuat kita selalu sadar dengan rasanya.

Nah, Begitulah yang saya katakan kepada temanku untuk mau menerima kritikan dengan penuh kesadaran. Temanku senang mendengarkan saranku, bagaimana dengan Anda?

DJAJENDRA

MUDAH REZEKI

 

Seorang sahabat bertanya tentang kiat mendapatkan rezeki dengan cara yang paling mudah. Saya tersenyum dengan pertanyaannya. Sebab, saya tahu semua rezeki pasti sangat mudah untuk didapatkan. Dan, tidak pernah ada kesulitan untuk memancing rezeki. Sebab, rezeki itu seperti ikan-ikan yang mudah dipancing di lautan yang kaya dengan ikan-ikan nya.

Tapi, mengapa sahabatku ini sangat galau hatinya tentang mendapatkan rezeki. Bukankah Tuhan telah menyiapkan rezeki untuk setiap ciptaannya. Jadi, mengapa harus takut dan khawatir tentang cara mendapatkan rezeki?

Rezeki seperti ikan-ikan di lautan. Kalau kita mau mendapatkannya, kita harus menyiapkan peralatan dan pengetahuan yang tepat untuk mendapatkan ikan-ikan sesuai kebutuhan yang kita inginkan.

Bila kita tidak pernah menyiapkan diri kita dengan peralatan dan kemampuan untuk memancing ikan dengan benar, maka diri kita tidak akan pernah pantas untuk mendapatkan ikan dengan mudah.

Mudah rezeki didapatkan saat diri kita mau bekerja keras melalui kecerdasan diri yang komplit. Artinya, diri kita cerdas intelektual, cerdas emosional, cerdas spiritual, cerdas keterampilan, dan cerdas kepribadian. Bila diri kita cerdas, kita selalu akan berada dalam kesadaran bahwa semua rezeki itu sangat mudah untuk kita dapatkan.

Saya sampaikan kepada sahabat saya bahwa kiat untuk mudah mendapatkan rezeki, adalah dengan memantaskan dan mencerdaskan dirinya, agar dirinya dapat memiliki ilmu untuk menjadi mudah rezeki.

Saya juga menitipkan pesan kepada sahabatku untuk meyakinkan dirinya, bahwa Tuhan adalah Maha Pengasih dan sangat baik, untuk mempermudah rezeki setiap ciptaannya dengan cara-cara yang luar biasa.

DJAJENDRA

JANGAN MENOLEH KEBELAKANG UNTUK MENATAP KECEWAMU

 

Saat dirimu berada di tengah kekecewaan, fokuskan semua perhatianmu kepada kekuatan hidup yang bisa membuatmu menjadi lebih ikhlas untuk menerimanya.

Siapkan mental sadarmu untuk mengeluarkan dirimu dari perangkap rasa kecewa. Dan, biarkan rasa kecewamu terhapuskan oleh kekuatan keyakinan dirimu untuk menjadi ikhlas dalam perasaan syukur.

Jangan berikan  ruang dan waktu untuk perasaan kecewamu terus bermain dalam ingatanmu. Nanti, dirimu akan letih dalam krisis kebahagiaan.

Bangunlah kekuatan dalam dirimu untuk menjadi magnet penarik kelimpahan kehidupan dangan menyingkirkan dirimu dari kekurangan.

Perkuat energi keyakinan dirimu untuk menyatukan jiwa dan ragamu ke dalam perasaan syukur dan beruntung. Lalu, tinggalkan semua energi kecewa, dan jangan pernah menoleh kebelakang untuk menatap kecewamu.

DJAJENDRA

MENCARI OBAT STRES

 

Tok..Tok..Tok, terdengar suara orang mengetuk pintu kamar…..

“Siapa yang ngetuk pintu pagi-pagi gini?” Berkata dalam hati

“Masuk!”

“Pagi, pak!”

“Yah, ada apa Lin, tumben pagi-pagi mau ketemu aku?”

“Maaf pak, mau minta ijin. Aku mau cuti pak, bolehkah?”

“Cuti! Memangnya kau mau ke mana Lin?”

“Aku lagi stres berat pak, mau nyari obat stres.”

“Mau ke apotek nyari obat stres?”

“Bukan, pak! Aku mau ke pantai nyari obat stres.”

“Memang di pantai mana ada orang jual obat stres?”

“ Kalau aku stres, obatnya harus berjemuran di pantai, pak. Mendengarkan suara ombak bisa menghilangkan stres ku, pak.”

“Oh, begitu, ya! Berapa hari cutinya, Lin?”

“Dua hari saja, pak.”

“Emmhh, baiklah.”

DJAJENDRA

KECANDUAN KERJA DAN LUPA OLAH RAGA

“Bang! Ke gym, yuk. Bakar lemak.”

“Pekerjaanku menumpuk, aku sibuk, tidak punya waktu untuk ke gym.”

“Yah abang, kok selalu malas berolahraga. Sudahlah kalau gitu, aku ke gym ya, bang?”

“Oke, baik.”

Beberapa minggu kemudian…..

“Bang! Ke gym, yuk. Bakar lemak, biar sehat.”

“Aku sibuk sekali, harus rapat direksi sampai malam.”

“Oke bang, lain kali ya.”

Setahun kemudian…..

“Bang apa kabar? Yuk kita ke gym, biar sehat kita bang.”

“Aku sibuk sekali, harus ke dokter! Komplikasi aku, dan harus banyak istirahat, kata dokter.”

“OOhhh, begitu, ya bang.”

“Selamat berobat bang, aku doakan cepat sembuh.”

“Amin, terima kasih.”

DJAJENDRA

SUDAHKAH ANDA MEMILIKI KEPRIBADIAN YANG TEGAS?

 

“Dalam Diri Anda Yang Tegas Dan Bijaksana Akan Muncul Kekuatan Kepribadian Yang Tak Mudah Terpengaruh Kepada Pujian, Celaan, Atau Pun Tak Akan Gentar Kepada Kekuatan Yang Menakutkan.” – Djajendra

Tegas berarti tidak lemah. Bila diri Anda masih belum menjadi pribadi yang tegas, cobalah belajar untuk menjadi tidak lemah. Tegaskan sikap melalui karakter diri yang tenang dan berkeputusan.

Tegas berarti tidak ragu. Jika dirimu masih suka ragu dalam menghadapi ketidakpastian, cobalah belajar untuk menjadi tidak ragu. Tegaskan perilaku melalui kepastian yang membuat semua orang merasa tenang bersama Anda.

Anda yang lemah dan peragu, pasti selalu akan terombang –ambing dalam kehidupan, tanpa memiliki keberanian untuk membuat keputusan yang berani. Dan, orang-orang akan melihat kepribadian Anda ini sebagai kelemahan diri Anda dalam memahami hidup.

Anda yang lemah dan ragu untuk memiliki empati, akan kehilangan jiwa untuk mencurahkan kepedulian kepada orang lain. Akibatnya, orang-orang akan menganggap Anda sebagai pribadi yang tidak memiliki kepedulian dan jiwa pengasih dalam hidup.

Anda yang mudah diperdaya oleh emosi kasihan, tanpa memiliki ketegasan dalam kepribadian Anda yang lemah; hanya akan membuat Anda terlihat sebagai orang yang mudah untuk dimanfaatkan buat kepentingan mereka-mereka yang suka memanfaatkan orang lain untuk keuntungan pribadi mereka.

Jadilah tegas, jadilah kokoh, timbulkan wibawa dan karisma; lalu, peliharalah sifat dan karakter yang berempati melalui kecerdasan emosional, untuk tidak terperdaya kepada orang-orang yang suka memperdaya orang lain.

DJAJENDRA

KEHIDUPAN YANG SALING TERGANTUNG

Kehidupan kita bisa sukses karena kehidupan lain membutuhkan diri kita. Kita tidak akan pernah dapat hidup tanpa bantuan dari kehidupan lain.

Kesadaran diri kita untuk merasakan bantuan yang terlihat dan yang tidak terlihat, akan menjadikan batin kita menghargai kontribusi kehidupan untuk semua kenikmatan dalam hidup yang kita miliki.

Diri kita tidak akan menjadi siapa-siapa, bila  kita membiarkan kehidupan kita berlalu dalam kesombongan yang merasa diri terlalu mandiri. Sebab, kemandirian diri itu tidak pernah ada. Kita adalah satu kesatuan yang saling terhubung dengan semua kehidupan lain tanpa kita sadari.

Kita adalah bagian dari kehidupan orang lain. Kita bisa berpenghasilan karena ada orang lain yang menggunakan jasa kita untuk kebutuhan mereka. Kita bisa menjadi kaya raya karena ada orang lain yang berkontribusi untuk membuat kita menjadi kaya. Karir kita berkembang menjadi sukses karena ada orang lain yang melakukannya untuk kita.

Kita tidak mungkin membangun masa depan tanpa melalui kehidupan orang lain. Semua kehidupan besar tercipta karena adanya bantuan dari orang-orang lain. Kita membuat kehidupan dengan apa yang kita rencanakan melalui orang-orang lain, untuk mendapatkan keinginan kita.

Kecerdasan kita untuk merangkul semua potensi hebat kehidupan lain, akan dapat membantu perjalanan diri kita, menuju ke masa depan seperti yang kita impikan.

DJAJENDRA

KEPUASAN DAN LOYALITAS PELANGGAN

“Memfokuskan Sumber Daya Yang Terbatas Pada Hal-Hal Terpenting Untuk Pelayanan Sempurna, Akan Menjadikan Perusahaan Luar Biasa Dalam Memberikan Pelayanan Sempurna.” – Djajendra

Beberapa hari yang lalu, saya diundang  ke sebuah perusahaan untuk memberikan pelatihan service excellence, untuk semua karyawan di front liner dan back office, yang berjumlah sekitar lima puluh orang. Pemilik perusahaan sangat menyadari bahwa perusahaannya memiliki sumber daya manusia yang sangat terbatas untuk menangani semua harapan pelanggan. Tapi, dia sangat berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan pelanggan melalui keterbatasan sumber daya yang dia miliki. Dia mau saya mengajarkan kepada semua karyawannya tentang cara bekerja secara bergotong-royong melalui etos kerja kolaborasi yang solid untuk memenuhi kepuasan pelanggan.

Hal yang paling saya sukai dari pemilik perusahaan ini adalah tanggung jawab dia untuk bekerja total, buat melayani dan menangani, semua harapan dan kebutuhan pelanggannya secara sepenuh hati dan ikhlas. Walaupun dia hanya memiliki jumlah karyawan lima puluh orang, tapi dia sangat cerdas dan efektif menggunakan sumber daya yang terbatas tersebut untuk melakukan yang paling baik buat para pelanggan.

Ide dan pemikirannya tentang cara memberikan pelayanan sempurna melalui sumber daya terbatas, membuat saya mendapatkan banyak inspirasi dari dirinya, sehingga saat saya menulis materi untuk presentasi pelatihan, saya mendapatkan ide pemikiran awal yang sempurna dari pemilik perusahaan tersebut.

Pelayanan sempurna dengan sumber daya yang terbatas  dimulai dari menjaga dan merawat kesempurnaan standar mengoperasikan call center; kesempurnaan untuk menjalankan standar pelayanan yang ditetapkan; kesempurnaan kepribadian ke lima puluh karyawan tersebut melalui kolaborasi pelayanan yang ikhlas, etis, dan berkinerja.

Pemilik perusahaan, setiap hari, dia menjadi motivator yang memberikan semangat, gairah, contoh integritas dan keteladanannya untuk memberikan pelayanan pelanggan yang terfokus kepada kepuasan dan loyalitas pelanggan. Mungkin karena sumber daya manusia perusahaannya terbatas, sehingga dia langsung terlibat dalam operasional sehari-hari, dan memimpin pasukannya yang berjumlah lima puluh orang tersebut, agar dapat memberikan yang terbaik untuk pelanggan.

Walaupun secara formal perusahaan tersebut menjalankan struktur organisasi secara struktural dan fungsional. Tapi, khusus dalam memberikan pelayanan, perusahaan menanamkan etos kerja berdasarkan cara kerja organisasi matrix dalam sebuah kolaborasi kerja yang sempurna untuk pelayanan sempurna. Di mana, setiap karyawan yang berjumlah lima puluh orang tersebut harus bertanggung jawab dan bekerja untuk melayani pelanggannya secara sempurna melalui fungsinya masing-masing.

Pemilik perusahaan sangat sadar untuk secara periodik, membekali setiap karyawan dengan pengetahuan teknis untuk memberikan pelayanan sempurna; pengetahuan tentang kepribadian untuk menjadi pribadi yang sopan, ramah, baik hati, sabar, tegar, suka menolong, etis, dan cepat melayani; pengetahuan teknis tentang cara berkomunikasi melalui tata bahasa yang baik, serta pengetahuan untuk bertanya dan menjawab telepon.

Baru kali ini, saya menemukan seorang pemilik perusahaan yang sekaligus pemimpin, walau perusahaan dia tidak besar, tapi profesionalisme dia dalam menjalankan perusahaannya itu sangat mengagumkan. Saya benar-benar mendapatkan pengalaman tentang integritas pemimpin dan karyawan untuk memberikan kepuasan kepada kebutuhan pelanggan,  dan kesiapan untuk menerima loyalitas pelanggan dengan cara-cara yang luar biasa.

Kunci sukses perusahaan ini adalah memfokuskan sumber daya manusia yang terbatas pada hal-hal yang benar-benar penting melalui integritas dan komitmen yang kuat.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MANAJEMEN MILIK SEMUA STAKEHOLDER ?

“Kepentingan Bisnis Adalah Untuk Mendapatkan Keuntungan Maksimal Dengan Cara Meminimalkan Semua Rintangan.” – Djajendra

“CEO Terhebat Adalah Yang Mampu Memiliki Pengaruh Kuat Untuk Meyakinkan Pemilik Saham Mayoritas, Agar Menjalankan Gaya Manajemen Untuk Keuntungan Semua Stakeholder.” – Djajendra

Manajemen adalah sebuah kekuatan yang sangat menentukan perilaku kerja sebuah perusahaan. Bila manajemen menjalankan kekuatan dan kekuasaan yang dimiliki melalui tata kelola yang berkeadilan untuk setiap kepentingan stakeholder, maka manajemen pasti akan menerapkan prinsip-prinsip dan nilai-nilai good corporate governance secara sempurna.

Manajemen selalu membangun kekuatan kepemimpinan dari level supervisor sampai dengan level top manajer. Di semua level ini, manajemen akan bergerak melalui kekuatan fungsional dan struktural. Melalui posisi, jabatan, status, prestise, dan kekuasaan; seorang Chief Executive Officer (CEO) akan menjadi pemain kunci yang menentukan semua kekuatan manajemen dari semua level untuk menjadi lebih berkeadilan dihadapan semua stakeholder.

Bila CEO membawa kepemimpinannya hanya untuk mengabdi kepada satu kekuatan stakeholder, maka kepemimpinannya pasti tidak akan mampu menjalankan tata kelola manajemen sesuai dengan semangat dari good corporate governance. CEO adalah sebuah kekuatan yang sangat mempengaruhi perjalanan perusahaan. Dan biasanya, kekuatan dan kekuasaan CEO akan dikendalikan oleh kepentingan para shareholder mayoritas. Kondisi ini, biasanya, menjadikan pengaruh dan kekuatan CEO untuk menjalankan good corporate governance dengan benar berpotensi menjadi tidak efektif.

Manajemen akan memiliki kekuatan untuk berkarya buat semua stakeholder, saat setiap stakeholder mau secara ikhlas untuk tidak mempengaruhi manajemen buat membela kepentingan masing-masing pihak. Persoalannya, kepentingan bisnis adalah untuk mendapatkan keuntungan maksimal dengan cara meminimalkan semua rintangan. Dalam hal ini, semua stakeholder biasanya akan memiliki kepentingan-kepentingan yang saling bertentangan. Oleh karenanya, CEO dan tim manajemen harus memilih, kalau tidak ingin tersingkir dari kekuasaan dan kekuatan pemilik saham mayoritas.

RUPS sebagai pusat kekuatan tertinggi di dalam sebuah perusahaan. Memiliki otoritas untuk mengganti semua orang di dalam manajemen. Biasanya, bila orang-orang dalam manajemen mencoba menghalang-halangi kepentingan pemilik saham mayoritas; maka melalui RUPS, para penghalang itu pasti akan disingkirkan.

Walaupun CEO dan tim manajemen memiliki kewajiban hukum dan kewajiban etis untuk melindungi semua kepentingan stakeholder sesuai prinsip-prinsip dan nilai-nilai good corporate governance, tapi tetaplah kekuasaan tertinggi sebuah perusahaan berada ditangan RUPS. Dan, suara di dalam RUPS pastinya dikuasai oleh pemegang saham mayoritas.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENGELOLA RASA PERCAYA DIRI ANAK BUAH

Seorang manajer sedang marah memikirkan anak buahnya yang miskin rasa percaya diri.

“Berapa lama lagi sebelum aku kehilangan rasa sabarku, aku dapat bertahan dengan  staf-staf yang rendah diri?” Bisik manajer dalam hati.

Beberapa saat kemudian seorang staf masuk ke ruang manajer, dan melihat wajah manajernya sedang murka. Lalu, dia pun bertanya.” Pak, bapak kelihatan marah?”

“Marah? Aku tidak sedang marah, aku sedang memikirkan cara meningkatkan rasa percaya diri kalian semua, tahu!” Bentak manajer dengan suara marah kepada stafnya.

“Heran, ni bos sudah gila kali ya.” Bisik stafnya dalam hati sambil cepat-cepat meninggalkan ruang manajernya itu.

Beberapa saat kemudian, seorang direksi masuk keruang manajer.

“Kenapa kamu? Kok kelihatan wajahmu bermasalah?” Tanya direksi

“Pak, silakan duduk pak! Aku sedang merencanakan untuk memberikan motivasi kepada staf-staf  dilingkunganku, agar rasa percaya diri mereka itu bisa meningkat.” Jawab manajer dengan gaya sopan santun.

“Oh, begitu. Aku kira kamu sedang mengalami masalah besar dengan hidupmu.” Kata direksi.

“Tugasmu sebagai manajer adalah mengelola rasa percaya diri setiap staf-stafmu. Bila masih ada staf mu yang belum percaya diri, berarti kamu gagal jadi manajer.” Kata direksi.

“Oh, baik pak. Semua staf saya sangat percaya diri, pak! Saya hanya ingin meningkatkannya menjadi lebih super lagi, pak.” Kata manajer dengan suara takut-takut.

“Oke! Menjadi manajer yang luar biasa berarti cerdas mengelola rasa percaya diri para staf .” Kata direksi sambil meninggalkan ruang manajernya.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENGANTISIPASI ARUS MODAL KELUAR

“Investor Hanya Suka Melihat Peluang Dan Keuntungan, Investor Tidak Suka Melihat Ketidakpastian Dan Kerugian. Apalagi Bila Sebuah Negara Tidak Memiliki Kepastian Hukum, Maka Investor Hanya Akan Datang Untuk Berspekulasi Bukan Untuk Berinvestasi.” – Djajendra

Krisis ekonomi Amerika Serikat dan sebagian negara di kawasan Eropa akan memasuki babak perbaikan. Recovery ekonomi di negara-negara yang terkena dampak krisis keuangan pasti akan menyedot perhatian para investor, untuk mencari peluang keuntungan dari proses recovery yang sedang dilakukan oleh negara-negera tersebut.

Dampak terbesar dari proses recovery ekonomi negara-negara tersebut adalah akan mengalirnya modal masuk secara besar-besaran ke negara-negara tersebut. Biasanya, negara yang habis terkena krisis keuangan akan menawarkan banyak kemudahan dan keuntungan untuk para investor yang mau berinvestasi. Sebab, mereka sedang butuh dana segar dalam jumlah sangat banyak untuk pemulihan kekuatan ekonominya.

Jiwa sejati investor yang suka berpetualang untuk mencari peluang dan keuntungan, walaupun harus melalui risiko yang membahayakan, pasti akan tergoda untuk memindahkan sebagian portfolio investasinya ke negara-negara yang sedang melakukan recovery ekonomi. Sebab, mereka pasti sudah mencium wanginya keuntungan yang bakal mereka dapatkan di tempat yang sedang butuh banyak likuiditas untuk pemulihan ekonomi.

Secara fundamental, negara – negara seperti Amerika Serikat dan Eropa selalu memiliki keunggulan dalam hal kepastian hukum, kualitas sumber daya manusia, dan infrastruktur investasi yang luar biasa. Artinya, investor tidak akan terlalu khawatir  dengan berbagai risiko investasi, mereka hanya perlu mendapatkan dukungan dari pemerintahan negara-negara tersebut untuk memetik keuntungan seperti yang mereka inginkan.

Bila pemerintahan di Amerika Serikat dan Eropa mengijinkan investor menikmati keuntungan dengan risiko minimal, maka pastinya arus modal masuk ke negara-negara tersebut akan menjadi sangat besar. Pertanyaannya, dari manakah arus modal itu akan mengalir? Menurut saya, negara-negara yang selama ini mendapatkan arus modal yang sangat besar melalui pasar modal dan pasar uang harus lebih berhati-hati. Kebijakan yang kalah menguntungkan dari negara-negara yang sedang menawarkan banyak kemudahan dan keuntungan buat investor, akan membuat arus modal keluar.

Arus modal masuk di pasar modal dan pasar uang sifatnya selalu seperti jinak-jinak merpati. Oleh karena itu, para pembuat kebijakan harus memahami perilaku dari jinak-jinak merpati. Bila tidak, maka merpati-merpati itu akan terbang ke Amerika Serikat dan Eropa untuk menikmati makanan dengan risiko yang minimal. Pembuat kebijakan harus cerdik untuk menahan merpati-merpati itu agar tetap suka tinggal dan menikmati makanan yang disajikan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

SEMANGAT KERJA

“Etos Kerja, Ya Semangat Kerja Yang Dihasilkan Melalui Budaya Organisasi Yang Solid, Dalam Kolaborasi Dan Disiplin Kerja Yang Penuh Etika Dan Integritas.” – Djajendra

“Etos Kerja Berarti Semua Pemimpin Dan Karyawan Menjadi Sebuah Komunitas Kerja Yang Solid Dalam Kolaborasi Yang Unggul, Melalui Nilai-Nilai Budaya Perilaku Kerja Organisasi.” – Djajendra

Sering sekali orang-orang masih sulit membedahkan antara etos kerja, semangat kerja, etika kerja, dan integritas terhadap pekerjaan. Padahal, semua istilah tersebut bermakna sama, tapi tidak sama persis. Masing-masing memiliki perbedaan yang sangat tipis.

Suatu hari, seorang peserta pelatihan bertanya kepada saya, “pak, apa perbedaan antara etos kerja dengan semangat kerja?”

“Etos kerja sama dengan semangat kerja, yaitu: semangat kerja yang didasarkan oleh nilai-nilai, sistem, prosedur, aturan, filosopi, tata kelola, kepentingan, keyakinan, dan budaya yang disepakati melalui sebuah komitmen dan tanggung jawab. Lalu, disusun dalam bentuk perilaku kerja untuk dipatuhi oleh semua stakeholder.” Jawab saya.

Etos kerja harus merupakan komitmen yang sangat kuat dan solid diantara semua pemimpin dan karyawan di dalam sebuah organisasi. Bila ada seorang saja pemimpin di dalam organisasi yang melalaikan komitmen tersebut, maka etos kerja tidak akan menjadi pondasi perilaku kerja untuk keberhasilan semua rencana kerja organisasi.

Etos kerja selain akan meningkatkan disiplin, etika, integritas, dan tanggung jawab individu atau kelompok kerja terhadap pekerjaan; juga akan meningkatkan kualitas individu atau kelompok kerja dalam memahami semua aspek kerja di dalam organisasi. Biasanya, etos kerja akan diimplementasikan melalui sejumlah nilai-nilai perilaku kerja yang wajib untuk dijalankan oleh setiap orang di tempat kerja tanpa kompromi.

Saat perilaku kerja menjadi selaras dan satu semangat dengan nilai-nilai perilaku kerja yang ditetapkan. Saat itu, semua aktivitas kerja di tempat kerja akan berada dalam satu semangat bersama, yang berpondasikan nilai-nilai etos kerja yang disepakati.

Etos kerja berarti semua pemimpin dan karyawan menjadi sebuah komunitas kerja yang solid dalam kolaborasi yang unggul, serta ikhlas dan patuh untuk menjalankan nilai-nilai etika kerja secara loyal dalam integritas yang kuat.

Keberhasilan menjalankan nilai-nilai etos kerja yang disepakati secara bersama, sangat bergantung kepada kualitas mentalitas dari para pemimpin dan karyawan. Bila setiap pemimpin dan karyawan berpegang teguh terhadap nilai-nilai, prinsip-prinsip, etika, dan tata kelola melalui perilaku kolaborasi kerja yang kompak; maka dapat dipastikan etos kerja akan menjadi semangat kerja yang mempermudah semua orang untuk bersatupadu dalam mewujudkan tujuan organisasi melalui rencana kerja yang hebat.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com