MANAJEMEN KRISIS

“Alat Yang Paling Penting Untuk Mengatasi Krisis Adalah Kepercayaan Diri Dan Keyakinan Diri Untuk Memulihkan Krisis Dari Kuantitas Krisis Yang Ada.” – Djajendra

Pasti tidak ada perusahaan yang pernah mengharapkan harus berhadapan dengan krisis. Tetapi, krisis adalah peristiwa yang dapat hadir kapan saja untuk membuat kacau semua perencanaan yang ada.

Krisis adalah situasi yang telah mencapai titik yang sangat sulit atau berbahaya. Sehingga, harus ditangani dan dikelola melalui rencana yang tepat, agar krisis tersebut dapat dipulihkan kembali ke situasi normal.

Beberapa waktu yang lalu saya diundang oleh sebuah perusahaan yang sedang mengalami krisis sumber daya manusia. Sebagian besar karyawannya berhenti serentak dan pindah kerja ke tempat pesaing.

Kondisi ini menciptakan kepanikan yang luar biasa di internal perusahaan. Karena, para karyawan yang telah terlatih dan sangat berpengalaman selama puluhan tahun bersama perusahaan, telah membelot untuk bergabung dengan pesaing. Semua upaya dan usaha perusahaan untuk menangani krisis sumber daya manusia ini gagal. Dan hal ini, menyebabkan krisis pelayanan perusahaan kepada pelanggan.

Pimpinan perusahaan berteriak-teriak tentang etika dan loyalitas yang rendah dari para karyawan. Dan dalam hati, saya berpikir, bukankah seharusnya sejak dini perusahaan harus secara terus-menerus melatih loyalitas dan perilaku etis karyawan dalam pengabdiannya kepada perusahaan. Bila perusahaan terlalu berhitung untuk mengembangkan kualitas loyalitas, integritas, etika, dan kecerdasan emosional untuk mencintai perusahaan; maka janganlah heran bila perilaku membelot secara tiba-tiba akan dianggap biasa saja oleh para karyawan.

Akibat keluarnya sebagian besar karyawan dari perusahaan tersebut, maka perusahaan harus mengeluarkan biaya tak terduga yang sangat besar untuk menangani krisis sumber daya manusia. Apalagi, mencetak karyawan berkualitas tidaklah mudah dan tidaklah bisa dilakukan dalam satu atau dua tahun. Selain mahal biaya pelatihannya, dan juga perlu waktu untuk membiasakan karyawan baru beradaptasi dengan budaya perusahaan dan perilaku kerja di perusahaan.

Dalam jangka pendek perusahaan harus mengembangkan rencana manajemen krisis yang tepat sasaran, agar dapat mengatasi keadaan darurat di perusahaan. Paling tidak hal-hal seperti menjaga kualitas pelayanan, menjaga minimal kesalahan karyawan dalam operasional, menjaga kewajiban atas kualitas produk, serta menjaga agar tidak muncul kesalahpahaman dalam komunikasi  dengan stakeholder; merupakan hal-hal yang harus diprioritaskan dalam keadaan darurat bersama manajemen krisis yang baik.

Bila krisis telah terjadi, maka seharusnya pimpinan perusahaan tidak perlu panik dan mencari kambing hitam atas keadaan. Tapi, mulai bekerja dengan penuh ketenangan dalam kecerdasan emosional, untuk menemukan fakta-fakta kunci penyebab krisis yang sedang dihadapi. Lalu, membuat perencanaan recovery yang cerdas, serta bereaksi dengan urgensi untuk secepatnya keluar dari badai krisis.

Hal terpenting dalam menyelesaikan krisis adalah tidak membohongi diri sendiri, dengan membenarkan perilaku dan keputusan diri yang keliru. Saat krisis sudah menguras energi perusahaan, maka secepatnya buatlah keputusan cerdas, lalu investasikan waktu dan sumber daya untuk mengembangkan rencana manajemen krisis.

Pimpinan perusahaan bersama manajemen perusahaan harus memiliki keputusan dan jawaban yang tepat untuk mengatasi krisis. Lalu, bersikap jujur, berpegang pada fakta, dan tidak menambah persoalan krisis dengan menebak atau berspekulasi.

DJAJENDRA

FINANCIAL FREEDOM

“Uang Anda Jangan Dihambur-Hamburkan Untuk Berbelanja Hal-Hal Yang Tidak Prioritas Buat Kehidupan Anda, Tapi Investasikan Ke Dalam Hal-Hal Yang Anda Pahami, Agar Uang Anda Itu Dapat Menjadi Alat Investasi Yang Membebaskan Anda Dari Kekurangan Uang.” – Djajendra

Hidup setiap orang itu berbiaya rutin, sedangkan mayoritas penghasilan orang sering sekali bersifat tidak pasti dan tidak rutin. Oleh karenanya, kemandirian keuangan sangat menentukan kualitas kehidupan seseorang.

Kemandirian keuangan atau biasa yang disebut dengan istilah financial freedom, adalah sebuah keadaan dimana seseorang telah mampu menciptakan kepastiaan sumber penghasilan secara rutin, untuk mengatasi biaya hidup rutin yang wajib dia keluarkan.

Salah satu cara untuk membuat diri mandiri secara finansial adalah dengan memiliki motivasi yang kuat, untuk menjadikan uang sebagai alat investasi dalam menambah kekuatan ekonomi pribadi.

Bila seseorang sudah mampu membuat uangnya aktif sebagai alat investasi yang menambah nilai ekonomi kehidupannya, maka dia tidak perlu lagi bekerja keras memikirkan biaya rutin bulanan, karena uangnya akan menjadi investasi yang bekerja keras untuk memenuhi semua kebutuhan rutin hidupnya.

Cerdaskan pola pikir keuangan Anda, dan yakinkan diri Anda bahwa Anda sedang hidup dalam realitas ekonomi uang. Lalu, pastikan Anda memiliki budget yang cerdas untuk mengatur, mengelola, mengendalikan, dan meningkatkan kualitas keuangan pribadi Anda.

DJAJENDRA

PERUBAHAN MEMBUTUHKAN KEBIASAAN BARU

“Perubahan Itu Tidak Sulit, Yang Sulit Itu Adalah Mendisiplinkan Diri Untuk Membentuk Perilaku Baru, Sesuai Nilai-Nilai Dari Perubahan Yang Diinginkan.” – Djajendra

Saat seseorang mulai belajar hal-hal baru untuk kebaikan dirinya, saat itu juga dia harus melakukan perubahan untuk mengembangkan kebiasaan baru buat kebaikan dirinya.

Kecepatan perubahan selalu tergantung kepada motivasi dan kemampuan untuk menyerap nilai-nilai baru, lalu dijadilan sebagai pola kebiasaan baru, serta memotivasi intensitas kecerdasan emosional untuk mulai bertindak dengan keputusan terbaik dari dalam diri.

Setiap proses perubahan tidaklah semudah seperti membicarakannya, diperlukan kepribadian diri yang sangat kuat, yang mampu menjadikan semua pengalaman emosional yang kurang nyaman menjadi nyaman.

Bila perubahan dilakukan dengan fokus kepada penciptaan perilaku baru, yang sesuai dengan keinginan dan harapan diri, maka seseorang pasti dapat menciptakan pola perilaku kebiasaan yang diinginkan yang dapat bertahan selama sisa hidupnya.

Waktu yang dibutuhkan untuk membentuk pola kebiasaan baru yang sederhana adalah dua bulan. Bila selama dua bulan seseorang ikhlas dan tulus mencintai nilai-nilai baru tersebut secara terus-menerus, maka nilai-nilai baru tersebut akan terekam di dalam pikiran bawah sadar. Lalu, membiasakan diri untuk menjadi lebih berdisiplin dalam menjalankan kebiasaan-kebiasaan baru tersebut. Misalnya, kebiasaan untuk berolahraga, bangun pagi, membaca buku, berpikir positif, tepat waktu, tidur tidak larut malam, pengeluaran keuangan yang terkendali, tidak marah, selalu tersenyum saat bertemu dengan orang lain, dan lain sebagainya. Semua ini bila dilakukan secara berulang-ulang, setiap hari dan setiap saat, maka semua kejadian yang berulang-ulang tersebut akan menjadikan diri terbiasa dan tidak asing lagi terhadap perilaku baru tersebut.

Pengembangan kebiasaan baru harus dilakukan bersamaan dengan peningkatan disiplin diri dan antusiasme diri untuk memiliki perilaku baru sesuai nilai-nilai yang dipelajari. Disini, setiap hari Anda harus mempersiapkan nilai-nilai baru kehidupan Anda, dan mengembangkannya dengan sengaja melalui rencana yang baik.  Anda harus memaksa diri Anda dengan sangat keras dan sangat berdisiplin untuk merasa terbiasa dengan perilaku baru sesuai nilai-nilai baru.

Seiring waktu dan perkembangan mindset Anda, Anda akan menemukan bahwa diri Anda telah hidup bersama nilai-nilai baru, dan nilai-nilai baru tersebut telah menjadi karakter yang menghasilkan sifat, sikap, perilaku, dan kebiasaan hidup Anda.

DJAJENDRA

MOTIVASI

SIAPAPUN BISA BERBUAT SALAH

Siapapun bisa jatuh dalam kesalahan hidup yang tak diniatkan. Karena, kesalahan hidup biasanya datang dari kurangnya pengalaman terhadap sebuah tantangan kehidupan. Walaupun begitu, kesalahan tersebut bila disikapi dengan positif, akan memberikan pengalaman hidup yang sangat berharga. Oleh karena itu, bila Anda terjatuh dalam kesalahan yang tak Anda niatkan, berpikirlah positif  untuk menarik nilai-nilai kebaikan dari kesalahan tersebut, lalu perbaiki kesalahan Anda untuk kehidupan yang lebih baik.

DJAJENDRA

KEKAYAAN

Bila seseorang sudah memiliki sumber pendapatan yang cukup banyak, dan dia sudah dapat menginvestasikan uangnya dengan baik, maka dia telah mempersiapkan dirinya untuk menjadi orang kaya.

Bila seseorang yang sudah sangat kaya raya, tapi masih juga hidup di bawah tekanan kekurangan uang, maka dia masih belum cerdas finansial, dan berpotensi hidup tidak bahagia bersama uangnya.

Bila seseorang yang sudah memiliki penghasilan bulanan yang sangat besar, tapi pengeluaran untuk konsumsi bulanan lebih tinggi daripada tabungannya, maka dia sedang mempersiapkan dirinya untuk menjadi orang miskin.

Ketidakamanan keuangan adalah hasil dari pilihan yang dibuat oleh diri sendiri, bukan oleh pendapatan yang diperoleh.

DJAJENDRA

PENJUAL TERBAIK

Seorang penjual terbaik akan berjualan sambil menunjukkan kejujuran dirinya kepada pembeli. Dalam setiap perdagangan, dia tidak hanya berpikir untuk mendapatkan keuntungan dari pembeli, tapi dia juga selalu memiliki kesabaran tak terbatas untuk melayani para pembeli dengan sepenuh hati.

Seorang penjual terbaik selalu tenang saat pembeli meragukan integritas dirinya, dan menunggu saat yang tepat dengan penuh kesabaran dalam pikiran positif; lalu mengambil tindakan cerdas untuk meyakinkan kejujuran dan integritas dirinya kepada pembeli.

Seorang penjual terbaik selalu cerdas bergerak bersama tren pembeli, dia akan  bergerak bersama tarian pasar yang sesuai dengan harapan dan selera pembeli.

Seorang penjual terbaik selalu membuat keputusan dan mengambil tanggung jawab terhadap perasaan tidak puas pembeli. Dan, dia selalu memiliki rasa hormat kepada semua harapan dan kebutuhan pembeli.

DJAJENDRA

HIDUP SEHAT

Dirimu yang tersadarkan untuk hidup sehat dan bugar pasti akan memaksa dirimu untuk berjalan, bergerak, berlari, dan menikmati semua aktifitas fisikmu dengan sepenuh hati.

Dirimu yang tersadarkan ingin tampil sehat dan bugar pasti bersemangat tinggi untuk berolahraga dan menjaga makanan yang seimbang.

Dirimu yang tersadarkan untuk hidup sehat dan bugar pasti memotivasi pikiran dan perasaanmu untuk selalu dalam keadaan positif.

Dirimu yang tersadarkan untuk hidup sehat dan bugar pasti akan memiliki keajaiban pikiran untuk menikmati kesehatan dan kebugaran dirimu.

Dirimu yang tersadarkan untuk hidup sehat dan bugar pasti memiliki standar fisik yang realistis untuk menampilkan dirimu seperti yang kau inginkan.

DJAJENDRA

HUKUM SEBAB-AKIBAT

Bila dirimu butuh dorongan dari orang lain untuk membangun kepercayaan dirimu menjadi lebih kuat, maka bersikaplah untuk selalu menolong orang-orang di sekitarmu. Bila dirimu ingin kata-katamu dipercayai oleh orang lain, maka bersikaplah untuk mempercayai kata-kata dari orang-orang di sekitarmu. Bila dirimu ingin diterima oleh orang lain dengan sepenuh hati, maka bersikaplah untuk selalu menerima orang lain apa adanya mereka. Bila dirimu ingin dihargai dan dianggap penting di dalam kehidupanmu, maka bersikaplah untuk menganggap setiap orang itu penting di dalam hidupmu. Apa pun yang dirimu lakukan untuk kebaikan, maka energi kebaikanmu itu akan kembali untuk membantumu menjadi seperti yang kau inginkan.

DJAJENDRA

SUMBER DAYA

Memanfaatkan sumber daya perusahaan dengan kecerdasan keuangan yang baik akan membuat perusahaan terbebaskan dari masalah keuangan.

Memanfaatkan sumber daya perusahaan untuk mengoptimalkan kinerja sumber daya keuangan perusahaan akan membuat perusahaan semakin kaya raya.

Memanfaatkan sumber daya pembawa kekayaan dan kemakmuran perusahaan dengan tepat akan membuat perusahaan selalu berkelimpahan dengan keuntungan.

Memanfaatkan kinerja keuangan perusahaan untuk meningkatkan moral sukses dan rasa percaya diri yang lebih tinggi akan membuat perusahaan selalu kuat dan dicintai oleh sumber daya manusianya.

DJAJENDRA

PENJUAL TERBAIK

Seorang penjual terbaik akan berjualan sambil menunjukkan kejujuran dirinya kepada pembeli. Dalam setiap perdagangan, dia tidak hanya berpikir untuk mendapatkan keuntungan dari pembeli, tapi dia juga selalu memiliki kesabaran tak terbatas untuk melayani para pembeli dengan sepenuh hati.

Seorang penjual terbaik selalu tenang saat pembeli meragukan integritas dirinya, dan menunggu saat yang tepat dengan penuh kesabaran dalam pikiran positif; lalu mengambil tindakan cerdas untuk meyakinkan kejujuran dan integritas dirinya kepada pembeli.

Seorang penjual terbaik selalu cerdas bergerak bersama tren pembeli, dia akan  bergerak bersama tarian pasar yang sesuai dengan harapan dan selera pembeli.

Seorang penjual terbaik selalu membuat keputusan dan mengambil tanggung jawab terhadap perasaan tidak puas pembeli. Dan, dia selalu memiliki rasa hormat kepada semua harapan dan kebutuhan pembeli.

DJAJENDRA

MOTIVASI

KESADARAN

Bila perusahaan sadar, manajemen sadar, karyawan sadar, dan kepemimpinan sadar; bahwa keunggulan kompetitif sejati itu sesungguhnya muncul dari kesadaran emosional setiap orang di dalam perusahaan; untuk bekerja saling tolong menolong dalam kolaborasi yang efektif, efisien, kreatif, dan produktif; agar dapat memenangkan bisnis mereka dari para pesaing global dan lokal. Maka, setiap orang di dalam perusahaan harus dapat merapatkan pikiran dan perasaan dalam satu visi bersama, untuk membangun energi empati buat menyadarkan setiap fungsi dan peran di dalam perusahaan, agar tetap terjaga dan berada dibawah pengaruh energi sadar untuk meraih kinerja terbaik.

DJAJENDRA

MEMBUAT ORANG LAIN MERASA PENTING

Membuat orang lain merasa penting sangatlah tidak sulit, tapi yang sulit adalah keikhlasan hati untuk membuat orang lain merasa penting. Karena, diri sendiri selalu ingin merasa lebih penting dari orang lain. Bila diri sendiri selalu ingin menjadi yang terpenting diantara yang lain, maka empati di dalam diri akan membeku untuk selamanya.

DJAJENDRA

WAKTU BERGERAK SANGAT CEPAT

Waktu bergerak dengan sangat cepat, dan waktu tidak pernah mau ambil pusing dengan alasan-alasan dirimu untuk menunda perjalananmu menuju tujuan. Bila dirimu menghargai ketepatan waktu di setiap titik perjalananmu menuju tujuan, maka waktumu juga akan menghargai dirimu dengan ketepatannya untuk mengantarmu pada tujuanmu. Bila dirimu selalu percaya pada ketepatan waktumu, maka waktumu juga akan semakin percaya kepada dirimu, dan selalu akan berpacu dengan berdisiplin untuk mendampingimu dalam kemenangan dan kesuksesanmu. Waktumu tidak akan pernah tersenyum kepadamu saat dirimu menunda dirinya untuk bekerja keras buat dirimu. Waktumu adalah sahabat terdekatmu yang sangat memahami kecepatan dirimu untuk bisa sampai pada tujuan hidupmu. Hargai waktumu dan bersahabatlah dengan kecepatan waktumu dalam menuju tujuanmu.

DJAJENDRA

PINTAR BERTERIMA KASIH

Bila dirimu pintar berterima kasih, maka dirimu akan hidup dalam perasaan syukur. Bila dirimu pintar bersikap optimis, maka dirimu akan selalu sukses. Bila dirimu pintar memperbaiki kekurangan, maka dirimu akan tumbuh menjadi sangat kokoh. Bila dirimu pintar melakukan penyesuaian terhadap realitas, maka dirimu selalu akan memenangkan hidupmu. Sikapmu adalah ukuran utama dari keberhasilan hidupmu. Tuntunlah dirimu memasuki kekuatan, agar dirimu pintar memberdayakan diri, dan pintar mengalahkan yang tak kau inginkan.

DJAJENDRA

TURUNKAN NADA SUARA MARAHMU

Turunkan nada suara marahmu, tinggikan nada suara sayangmu, dan perlihatkan kepada orang-orang disekitarmu bahwa dirimu itu penuh pengertian. Hilangkan perasaan marahmu, munculkan perasaan pedulimu, dan perlihatkan kepada orang-orang disekitarmu bahwa dirimu itu sangat hangat dengan kasih sayang. Hapuskan perasaan jengkelmu, hapuskan perasaan bencimu, hapuskan perasaan konflikmu.Lalu, dinginkan emosi dirimu yang mungkin sudah sangat panas oleh perilaku emosional tidak cerdasmu.

DJAJENDRA

JANGAN MERASA DIRIMU SEPERTI KORBAN

Jangan merasa dirimu seperti korban kehidupan, tapi rasakan dirimu seperti sumber sukacita kehidupan. Jangan biarkan dirimu mengejar jejak penderitaan, tapi arahkan dirimu untuk mengejar jejak kebahagiaan. Jangan biarkan dirimu menerima rasa sakit, tapi izinkan dirimu menerima cinta dan kepedulian. Jangan biarkan dirimu tenggelam dalam sumber penderitaan, tapi biarkan dirimu menyelam dalam keindahan kebahagiaan. Biasakan dirimu hanya untuk menerima emosi-emosi positif, dan jangan biarkan dirimu menerima emosi-emosi negatif.

DJAJENDRA

KETIKA TIDAK PATUH

Ketika seorang bawahan tidak patuh untuk menerima arahan dari atasannya, maka dia berpotensi untuk merusak tujuan yang sedang diupayakan. Ketika seorang atasan tidak patuh pada arahan aturan dan etika, maka dia berpotensi merusak tujuan yang sedang diupayakan. Ketika atasan dan bawahan sama-sama tidak patuh pada arahan dari tujuan yang terencana dengan baik, maka mereka berdua berpotensi merusak tujuan yang sedang diupayakan. Siapa pun yang lalai menerima dan menjalankan arahan dari rencana terbaik, maka mereka semua berpotensi merusak tujuan yang sedang diperjuangkan.

DJAJENDRA

KATA-KATA POSITIF

Setiap hari sumbangkan kata-kata positif untuk generasi berikutmu; setiap hari ucapkan nada-nada suara yang penuh cinta untuk generasi berikutmu; setiap hari perkenalkan tata cara berkehidupan etis untuk generasi berikutmu; setiap hari tularkan sikap dan perilaku terpuji untuk generasi berikutmu. Karena, suatu hari semua yang kau miliki saat ini harus kau wariskan kepada generasi berikutmu, dan tinggalkanlah warisan kehidupan terbaikmu untuk generasi berikutmu.

DJAJENDRA

DI TEMPAT KERJA

Di tempat kerjamu, dirimu harus cerdas memerankan kolaborasi melalui informasi yang tepat, agar dirimu dapat menghasilkan kinerja terbaikmu atas dasar perilaku kerja terbaikmu.

Di tempat kerjamu, dirimu harus cerdas memerankan sikap yang efektif, efisien, kreatif, produktif, unik, berbeda, spontan, dan penuh gairah; agar dirimu memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh orang lain.

Di tempat kerjamu, dirimu harus cerdas memerankan penampilanmu, untuk mempermudah dirimu terhubung dengan setiap orang dalam menjalankan setiap tanggung jawabmu.

Di tempat kerjamu, dirimu harus cerdas memerankan fungsimu melalui kesadaran dirimu, untuk mengembangkan kebiasaan-kebiasaan berkualitas, agar dirimu dapat menghasilkan pekerjaanmu dengan sangat berkualitas.

DJAJENDRA

SAAT JIWA LELAH

Saat jiwa sudah lelah, maka visualisasikan seolah-olah jiwa sedang hidup dalam gairah dan kebahagiaan tertinggi. Ciptakan reaksi emosional yang membahagiakan jiwa melalui rasa syukur dan rasa kemenangan. Lalu, ciptakan reaksi perilaku untuk bertindak sambil memanjakan jiwa yang lelah agar dia dapat pulih kembali dengan segar dan bugar.

DJAJENDRA

LELAH OLEH KEHIDUPAN

Bila tubuhmu sudah sangat lelah oleh kehidupan dan pekerjaan, beristirahatlah untuk memulihkannya dan menyegarkannya kembali; bila mentalmu sudah sangat lelah oleh berbagai beban kehidupan sehari-hari, pulihkan mentalmu dengan menghibur jiwa lelahmu; bila pekerjaanmu mulai membosankan dan kehilangan tantangan, pulihkan energi kreatifitasmu untuk menciptakan tantangan baru; bila dirimu terjebak dalam rutinitas stres di kantor atau pun rutinitas stres di rumah, pulihkan segera kepribadianmu dengan nilai-nilai terbaik kehidupan. Apa pun yang dirimu rasakan telah mengurangi kualitas hidupmu, harus kau pulihkan dan mengatasinya dengan tenang dan penuh percaya diri. Bila dirimu cerdas memilih sikap untuk memulihkan dirimu dari berbagai kekurangan dan tantangan, maka dirimu akan menjadi bintang untuk menghasilkan kehidupan terbaikmu.

DJAJENDRA

ORANG BAIK ORANG TIDAK BAIK

Dalam hidup ini ada dua jenis orang yaitu orang baik dan orang tidak baik. Orang baik selalu menjadi sahabat buat kebahagiaan dan kedamaian hidup;  orang tidak baik selalu menyediakan energi tidak baiknya untuk mengacaukan kebahagiaan dan kedamaian hidup. Bila saja orang-orang ikhlas untuk menyingkirkan orang tidak baik dari dalam dirinya; mungkin saja kehidupan damai, aman, tenang, tentram, bersahabat dapat mengharmoniskan kehidupan sosial dan kehidupan pribadi.

DJAJENDRA

SENANG BELAJAR

Sebagian terbesar dari kita sangat senang belajar; sangat senang mendapatkan motivasi; sangat senang mendapatkan inspirasi; dan sangat senang bertumbuh menuju kehidupan yang lebih baik. Semua motivasi, inspirasi, dan pembelajaran yang kita lakukan membutuhkan perubahan agar dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Persoalannya, sebagian terbesar dari kita selalu takut dan malas melakukan perubahan, dan juga sangat tidak mau membentuk kebiasaan baru sesuai dari perubahaan yang dilakukan.

Akibatnya, sebagian terbesar dari kita tetap saja senang belajar, senang motivasi, senang inspirasi, dan senang pertumbuhan diri, tapi semua itu tetap dalam batas senang, dan tidak untuk diwujudkan dalam kehidupan nyatanya.

DJAJENDRA

STAKEHOLDER HARUS BEREMPATI KEPADA PERUSAHAAN

“Bila Kualitas Empati Stakeholder Turun Terhadap Keberlanjutan Perusahaan Sebagai Modal Bisnis Dan Modal Ekonomi, Maka Secara Perlahan-Lahan Kemiskinan Empati Tersebut Akan Menghancurkan Kekuatan Sumber Daya Perusahaan.” – Djajendra

Di mana ada gula disana semut pasti suka mencari makan. Demikian juga, dimana ada sumber daya bisnis, disana stakeholder pasti suka berkumpul untuk mencari kehidupan.

Kebanyakan stakeholder terlibat dengan sebuah perusahaan karena keinginan untuk berbagi sumber daya bisnis. Nilai tambah dari semua proses bisnis biasanya dianggap sebagai modal yang dapat menciptakan penghasilan buat semua pihak yang terlibat.

Perusahaan melalui keunggulan kepemimpinan dan tim manajemennya harus memberikan reputasi dan kredibilitas, agar dapat memperoleh sumber daya dari para stakeholder untuk memperkuat eksistensi perusahaan dalam kompetisi bisnis.

Dalam realitas, setiap stakeholder atau pemangku kepentingan selalu memiliki kepentingannya masing-masing, dan masing-masing stakeholder pasti akan lebih memperjuangkan keuntungan dan kepentingannya sendiri, daripada menjaga dan menyelamatkan perusahaan sebagai sumber daya bisnis, yang memungkinkan para stakeholder untuk mendapatkan nilai tambah bisnis atau pun nilai tambah ekonomi secara berkelanjutan.

Dari pengalaman saya sebagai konsultan, saya menemukan bahwa para stakeholder lebih suka menyederhanakan tantangan perusahaan dengan melokalisasikan persoalan perusahaan sebatas kepentingan diri mereka. Dan, semangat untuk berempati terhadap keberlanjutan perusahaan selalu sangat minim. Padahal, begitu sebuah perusahaan berdiri, maka perusahaan itu sudah seharusnya menjadi sumber daya yang harus dirawat bersama secara penuh perhatian, agar perusahaan bisa terus berkinerja tinggi untuk memperkaya para stakeholder.

Pada umumnya, pola pikir para stakeholder lebih suka melemparkan semua risiko dan tantangan perusahaan kepada pemegang saham dan manajemen. Karena, semua orang selalu berasumsi bahwa hanya pemegang saham yang telah menginvestasikan uang dalam perusahaan. Dan, pihak manajemen yang mengelola investasi tersebut. Oleh karena itu, semua stakeholder lain selain pemegang saham dan manajemen boleh merasa bebas untuk tidak memperhatikan keberlanjutan perusahaan sebagai sumber daya ekonomi dan bisnis, yang seharusnya dirawat dan dijaga secara bersama-sama oleh setiap stakeholder.

Stakeholder harus berempati kepada perusahaan, karena stakeholder hidup dan dihidupi oleh kinerja sumber daya perusahaan. Keikhlasan dan ketulusan para stakeholder untuk merasa sebagai bagian dari tubuh perusahaan, serta perilaku untuk bertanggung jawab atas tata kelola perusahaan yang sehat, akan membuat para stakeholder dapat menggantungkan kehidupannya secara berkelanjutan kepada semua kekuatan sumber daya perusahaan.

DJAJENDRA