TERMOTIVASI UNTUK TUJUAN HIDUP

“Motivasi Tidak Hanya Bergantung Kepada Keindahan Kata-Kata Yang Dirangkai Oleh Para Motivator, Tapi Sangat Bergantung Kepada Niat Baik Untuk Memberi Kepedulian Dan Perhatian, Agar Masing-Masing Orang Dapat Tumbuh Dan Berkembang Bersama Motivasinya, Tanpa Ada Gangguan Dari Kepentingan Lain.” – Djajendra

Motivasi setiap orang di tempat kerja selalu tidak sama. Kadang-kadang saya melihatnya sebagai hal yang sangat unik, dan tidak mungkin dapat dipahami dari persepsi umum tentang motivasi. Dan juga tidak sesederhana  seperti yang kita pikirkan tentang motivasi. Memotivasi di tempat kerja perlu memahami banyak aspek kepentingan sebelum kita mengeluarkan kata-kata motivasi, untuk mempengaruhi para karyawan dan pimpinan, agar lebih termotivasi dalam melakukan tugas dan tangggung jawab mereka.

Dari pengalaman, saya memahami bahwa masing-masing individu di tempat kerja termotivasi oleh hal-hal yang berbeda dan dalam cara yang berbeda. Sehingga, tidak ada satu konsep yang tepat untuk membuat semua orang menjadi termotivasi dalam waktu yang bersamaan, kecuali saat perusahaan ingin membangun kesadaran diri dari para karyawannya, untuk memahami diri sendiri dan motivasi diri mereka sendiri dalam melayani etos kerja perusahaan. Maka, saat itu karyawan mungkin dapat memahami apa motivasi mereka, dan apa motivasi perusahaan terhadap mereka.

Tetapi, motivasi di tempat kerja memiliki sangat banyak kepentingan. Dimana, masing-masing stakeholder memiliki motivasinya masing-masing, dan setiap kepentingan dari motivasi mereka pasti akan diperjuangkan secara total, untuk mencapai hasil maksimal terhadap motivasinya; kadang-kadang hal itu dilakukan dengan cara mematikan perkembangan motivasi stakeholder lain yang lebih lemah. Di sini, motivasi dari kekuatan dan kekuasaan yang lebih kuat selalu akan mengalahkan motivasi dari kekuatan dan kekuasaan yang lebih rendah. Dan, inilah titik awal dari ketidakharmonisan di tempat kerja.

Saat motivasi berkekuatan tinggi mengalahkan motivasi berkekuatan rendah, maka saat itu akan menciptakan lingkungan kerja dengan perasaan ketidakamanan yang menurunkan semangat kerja staf yang lebih rendah. Dan kalau sudah begini situasinya, maka jangan pernah berharap kata-kata motivasi dari para motivator terbaik dapat melakukan perubahan terhadap realitas di tempat kerja.

DJAJENDRA