KESADARAN DIRI DAN MOTIVASI

Setiap orang memiliki gaya hidup, ada yang bergaya hidup sederhana, ada juga bergaya hidup sangat tidak sederhana. Gaya hidup pasti akan menjadi identitas untuk melengkapi karakter dan penampilan diri. Setiap generasi selalu menciptakan inovasi untuk gaya hidup sesuai zamannya. Gaya hidup berawal dari mimpi untuk mengubah hidup sesuai gaya hidup yang diinginkan. Gaya hidup adalah hak pribadi yang tidak boleh bertentangan dengan etika kehidupan sosial.~ Djajendra

Memiliki hubungan yang baik dengan siapapun adalah hal baik yang akan membuat diri memiliki banyak sahabat. Persoalannya, sering sekali hubungan baik menjadi tidak sederhana, apalagi bila di dalam hubungan tersebut ada kepentingan pribadi, dan berpotensi merugikan salah satu pihak. Memetakan hubungan dan melihat kemungkinan penyebab masalah mungkin akan mengambil banyak energi. Tapi, khusus terhadap hubungan yang sangat penting, yang menentukan maju mundurnya kehidupan Anda, tidaklah salah, bila Anda mau menggunakan sedikit waktu secara periodik, untuk mengungkap penyebab dan dampak dari masalah atas berbagai konflik di dalam hubungan tersebut. Niat dan keinginan untuk merawat dan meningkatkan kualitas hubungan secara baik, akan menjadi awal untuk menyelesaikan semua penyebab yang membuat hubungan tersebut tidak harmonis. ~  Djajendra

Segala sesuatu dalam hidup adalah sebuah proses, tapi sangat banyak orang yang selalu ingin mengabaikan proses, dan langsung mengharapkan hasil. Padahal, setiap hasil terbaik selalu membutuhkan waktu untuk memprosesnya, agar dapat menciptakan hasil seperti yang diharapkan.~ Djajendra

Kendala Utama Untuk Menikmati Kebahagiaan Adalah Pikiran Negatif. Selama Pikiran Negatif Masih Bersama Anda, Anda Selamanya Sulit Menikmati Kebahagiaan, Tapi Bila Anda Sudah Membuang Pikiran Negatif, Dan Menggantinya Dengan Pikiran Positif, Anda Pasti Dapat Menikmati Hidup Yang Bahagia. ~ Djajendra

Tindakan para pemimpin yang penuh empati terhadap realitas kehidupan orang banyak akan menghadirkan pencerahan buat kemajuan. Tetapi, bila tindakan tersebut menciptakan hubungan yang saling menyalahkan, saling memanipulasi, saling menjadi reaktif, saling tersinggung, dan saling tidak terkendali untuk kebaikan semua orang. Maka, berbagai masalah baru akan menghilangkan keunggulan yang dimiliki saat ini.~ Djajendra

Ketika kegelapan batin menutup harapan, hidupkan segera cahaya batin, agar Anda dapat kembali melihat harapan. Lalu, mulailah lagi dari awal untuk memastikan harapan Anda terwujud menjadi realitas.~ Djajendra

Setiap hari adalah perubahan dan agar Anda tidak kehilangan momen penting dari perubahan, Anda harus membebaskan diri dari ikatan zona nyaman. Kemudian mencari tahu hal terbaik apa yang Anda harapkan untuk kebahagiaan hidup Anda buat hari ini.~ Djajendra

Dalam karakter pemimpin terbaik selalu ada jiwa besar untuk menunda segala sesuatu yang merugikan banyak orang, dan jiwa besarnya selalu mementingkan kebahagiaan banyak orang,
daripada keputusan yang membuat orang-orang menderita.~ Djajendra

Masa lalu sudah berlalu dan seharusnya dilepaskan dengan ikhlas dan jiwa besar, agar masa sekarang dapat dinikmati dan dihargai sesuai realitas yang dihadapi. Jika Anda belum mampu melepaskan masa lalu, Anda tidak akan pernah menikmati masa sekarang dengan rasa syukur.~ Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MEMIMPIN DALAM KOMPLEKSITAS DAN DINAMIKA

“Pekerjaan Memimpin Adalah Melibatkan Dan Menghubungkan Setiap Sumber Daya, Fungsi, Peran, Orang, Potensi; Untuk Menghasilkan Kinerja Terbaik Dari Sebuah Visi Yang Diinginkan, Dengan Menyederhanakan Kompleksitas, Dan Menjinakan Dinamika.” ~ Djajendra

Salah satu pilar terpenting dalam memimpin adalah kemampuan untuk bertanggung jawab terhadap kompleksitas dan dinamika. Seorang pemimpin bertanggung jawab untuk mengelola dan mengarahkan berbagai kepentingan dalam berbagai situasi. Setiap orang yang dipimpin kadang-kadang memiliki keahlian, karakter, kepentingan, dan kemauan yang berbeda saat melakukan sebuah tujuan. Oleh karena itu, pemimpin harus selalu menjaga semua perbedaan yang ada, lalu secara cerdas mengarahkan setiap orang untuk mencapai tujuan sesuai garis kebijakan.

Memimpin berarti siap menjadi pemimpin yang visioner, memberdayakan, memotivasi, memfasilitasi, mendorong, berkomunikasi secara efektif, membangun kepercayaan, memimpin dengan nilai-nilai terbaik, menyelesaikan konflik, dan menjadi karismatik untuk mengatasi setiap situasi dan kondisi yang penuh dinamika dalam menuju perubahan.

Pemimpin adalah orang yang menerima kekuasaan dari sebuah kekuasaan yang lebih besar dari dirinya sendiri. Lalu, menjalankan kekuasaan tersebut sesuai visi dan misi dari pemberi kekuasaan. Dan kemudian, karena pemimpin tidak mungkin seorang diri menjalankan kekuasaan yang dia miliki, maka dia pun akan memberikan kekuasaan kepada orang yang dia percaya dapat membantunya untuk memenuhi target dari visi dan misi yang dia kerjakan.

Ketika pemimpin memberikan kekuasaan kepada orang-orang yang dia percaya, saat itu pemimpin akan berperan untuk memberdayakan orang-orang tersebut, agar selalu patuh kepada apa yang dia gariskan. Ketika orang yang dipercaya pemimpin dapat mengambil lebih banyak tanggung jawab untuk menghasilkan kinerja terbaik dari setiap proses kerja untuk mencapai visi dan misi, maka pemimpin akan mendapatkan hasil akhir sesuai harapan.

Ketika kompleksitas dan dinamika menciptakan ketidakpastian, maka saat itu, pemimpin harus segera menyesuaikan diri dengan perubahan arah, keadaan, dan prioritas. Pemimpin tidak boleh kaku dan ngotot dengan segala sesuatu yang membuatnya tidak berfungsi. Tapi, mampu memimpin dengan tegas untuk memahami realitas yang muncul, lalu dengan segala sifat baik yang penuh empati, mau bersikap terbuka untuk melihat kepentingan yang lebih besar.

Dalam karakter pemimpin terbaik selalu ada jiwa besar untuk menunda segala sesuatu yang merugikan banyak orang, dan jiwa besarnya selalu mementingkan kebahagiaan banyak orang, daripada keputusan yang membuat orang-orang  menderita.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KEKUASAAN DAN PENGARUH

“Pemimpin Bukan Tercipta Untuk Memerintah, Tapi Tercipta Untuk Memegang Kepercayaan Yang Diberikan, Dan Bertanggung Jawab Atas Setiap Keputusan Dan Tindakan Dengan Jujur.” ~ Djajendra

Ketika Anda sudah menjadi pemimpin, Anda dapat mengubah hampir segala sesuatu. Sebab, Anda memiliki kekuasaan lebih, dan Anda dapat mempengaruhi siapa saja untuk menjalankan tujuan melalui kekuasaan Anda.

Terpilih menjadi pemimpin berarti terpilih untuk mempengaruhi orang-orang dibawah kendali Anda. Kemudian memotivasi dan mengarahkan semua orang, yang berada dibawah pengaruh Anda, untuk menjalankan visi dan misi dengan sempurna.

Memimpin berarti memiliki kekuasaan atas perilaku orang lain, dan menguasai infrastruktur kekuasaan, untuk kemudian dipergunakan dengan baik, buat menggerakkan orang-orang sesuai ke arah yang Anda inginkan.

Pemimpin terbaik selalu mempergunakan kekuasaan dan wewenang yang dimiliki untuk tujuan mulia, sesuai visi yang dijanjikan kepada setiap stakeholder secara adil dan terbuka.  Setiap ucapan dan kata-kata pemimpin terbaik selalu memiliki kepentingan lebih terhadap setiap stakeholder yang dipimpin. Dan tidak pernah memanfaatkan kekuasaan dan wewenang yang dimiliki untuk kepentingan diri sendiri dan kelompok.

Kekuasaan pemimpin adalah kekuasaan untuk berbuat baik dari hati nurani yang paling baik. Melalui kekuasaan yang dimiliki, pemimpin harus menemukan kekuatan baru dari setiap orang yang dipimpin buat mengoptimalkan potensi sumber daya, agar dapat berfungsi untuk meningkatkan kesejahteraan semua stakeholder.

Pemimpin tidak boleh tergoda untuk memanfaatkan kekuasaan, wewenang, dan pengaruh, untuk berbuat tidak adil kepada siapa pun. Pemimpin harus selalu memanfaatkan perilaku etis, yang menghormati keragaman dan perbedaan, buat menyatukan semua kepentingan dalam satu kolaborasi tindakan yang saling menghormati dan menghargai.

Pemimpin tidak boleh menggunakan pendekatan yang berlawanan dengan keadilan untuk setiap stakeholder. Bila keadilan dan keterbukaan diabaikan, maka kekuasaan dan wewenang yang dimiliki pemimpin akan pudar, dan kemudian akan ditentang oleh para stakeholder pemberi kekuasaan.

Saat pemimpin mampu memimpin dengan adil, terbuka, dan bertanggungjawab atas semua tindakan yang dibuat; maka pemimpin akan memiliki pengaruh untuk mematuhkan setiap stakeholder. Tetapi, bila pemimpin lebih peduli kepada kekuasaan dan wewenang daripada membangun hubungan yang jujur, adil, terbuka, dan penuh tanggung jawab kepada stakeholder; maka setiap keputusan pemimpin akan menghasilkan hal buruk untuk stakeholder, dan hal ini biasanya tak terelakkan, bahwa para stakeholder akan meninggalkan pemimpin, dan pemimpin secara perlahan-lahan akan kehilangan pengaruh dan harga diri.

Pemimpin bukan tercipta untuk memerintah, tapi tercipta untuk memegang kepercayaan yang diberikan, dan bertanggung jawab atas setiap keputusan dan tindakan dengan jujur. Jadi, pemimpin tidak boleh menjadi sewenang-wenang atas kekuasaan dan pengaruh yang diberikan kepada dirinya.

Pemimpin harus selalu mengelola semua kebaikan dan manfaat buat kesejahteraan dan kebahagiaan setiap stakeholder secara adil. Pemimpin harus menciptakan keseimbangan kepentingan dari semua pihak yang mengelilingi dirinya. Di mana, keseimbangan ini harus benar-benar seimbang untuk keadilan dalam hubungan kehidupan yang efektif dan produktif, agar dapat memberikan hasil buat kesejahteraan dan kemakmuran.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MOTIVATION & WISDOM

“Orang-Orang Positif Selalu Produktif Dan Kreatif, Mereka Tidak Pernah Mengenal Waktu Sulit, Karena Pikiran Positif Membuat Mereka Selalu Merasa Positif, Untuk Melakukan Hal Apa Pun Di Setiap Situasi Dan Kondisi.” ~ Djajendra

“Kesulitan Kalau Disikapi Dengan Optimis, Maka Kesulitan Itu Akan Menjadi Kekuatan Yang Memotivasi Diri Untuk Menemukan Solusi.” ~ Djajendra

“Bila Anda Berada Dalam Ketidakpastian, Maka Pastikan Anda Dapat Menemukan Diri Anda Sendiri. Setelah Dapat Menemukan Diri Sendiri, Anda Sudah Berada Dalam Kepastian Dan Keamanan Hidup.” ~ Djajendra

“Pribadi Unggul Selalu Cukup Kuat Untuk Hidup Dan Menikmati Hidup Tanpa Merasa Kehilangan Apa Pun. Sebab, Dia Selalu Optimis Dan Merasa Memiliki Segalanya Untuk Membuat Dirinya Unggul Dalam Prestasi. “ ~ Djajendra

“Perubahan Akan Menciptakan Situasi Baru Dan Anda Tidak Dapat Bersembunyi Di Bawah Selimut Nyaman Untuk Selamanya. Perubahan Akan Memaksa Anda Untuk Memutuskan Arah Hidup Anda Yang Baru, Dan Sekaligus Juga Membebaskan Diri Anda Dari Masa Lalu, Selanjutnya Mengantar Anda Untuk Menemukan Apa Yang Berikutnya Ingin Anda Temukan.” ~ Djajendra

“Ketika Seseorang Menggunakan Kecerdasannya Untuk Menghilangkan Kebenaran, Maka Kebenaran Akan Menjadi Kekuatan Yang Dapat Membuat Kecerdasannya Membodohi Dirinya Sendiri. Kebenaran Selalu Memiliki Kekuatan Untuk Menang Atas Ketidakbenaran.” ~ Djajendra

“Besarkan Diri Anda Untuk Selalu Bersenang-Senang Dengan Sumber Kebaikan; Besarkan Diri Anda Untuk Mensyukuri Kehidupan Yang Sekarang, Dan Untuk Memiliki Kehidupan Yang Lebih Baik Di Masa Depan; Besarkan Diri Anda Untuk Memiliki Tindakan Yang Mempedulikan Hidup Anda Yang Cemerlang; Dan Besarkan Diri Anda Untuk Tidak Terjebak Dalam Lingkungan Yang Mencoba Mengecilkan Kebesaran Perjuangan Hidup Anda.” ~ Djajendra

“Bila Anda Melakukan Semua Tindakan Sesuai Kemampuan Dan Potensi Yang Jelas, Serta Selalu Bersyukur Atas Semua Pilihan Hidup, Maka Anda Dapat Menghindari Ketidakpastian Dalam Perjalanan Hidup Anda.” ~ Djajendra

“Jiwa Sejati Selalu Berkonsentrasi Pada Apa Yang Dimiliki Untuk Dikembangkan Menjadi Maha Karya Kehidupan, Sedangkan Jiwa Tidak Sejati Selalu Berkonsentrasi Pada Apa Yang Tidak Dimiliki, Dan Hanya Mampu Melihat Apa Yang Dimiliki Orang Lain, Lalu Mencoba Meniru Dan Mengikutinya.” ~ Djajendra

“Jiwa Sejati Dari Seorang Profesional Sejati Adalah Rendah Hati, Dan Selalu Belajar Untuk Meningkatkan Kualitas Keahliannya Di Sepanjang Karir Kerjanya.” ~ Djajendra

“Profesionalisme Adalah Tentang Kualitas Diri, Yang Ditampilkan Melalui Perilaku Dan Karakter Kerja, Yang Siap Menjalankan Setiap Proses Kerja Dengan Etis Dan Integritas, Untuk Dapat Meraih Tujuan Secara Berkualitas.” ~ Djajendra

“Kemajuan Membutuhkan Pertolongan Dari Perubahaan. Sebab, Hanya Melalui Perubahaan Seseorang Dapat Mempersiapkan Diri Untuk Menerima Atau Beradaptasi Dengan Kemajuan. Tanpa Perubahan Sangat Sulit Untuk Menerima Hal-Hal Baru Yang Dihasilkan Dari Sebuah Kemajuan Peradaban Hidup.” ~ Djajendra

“Harapan Untuk Diperjuangkan, Bukan Untuk Sekedar Diharapkan Tanpa Kerja Keras Dan Perjuangan. Harapan Harus Diperkuat Dengan Pengetahuan Yang Bisa Membuat Harapan Itu Bergerak, Dan Mewujud Dalam Wujud Dan Bentuk Seperti Yang Diinginkan.” ~ Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MEMPERSIAPKAN DIRI MENJADI PROFESIONAL

“Profesionalisme Adalah Tentang Kualitas Diri, Yang Ditampilkan Melalui Perilaku Dan Karakter Kerja, Yang Siap Menjalankan Setiap Proses Kerja Dengan Etis Dan Integritas, Untuk Dapat Meraih Tujuan Secara Berkualitas.” ~ Djajendra

Anda dikatakan profesional bila Anda memiliki pengetahuan khusus yang membuat Anda menjadi seorang ahli; memiliki kompetensi yang membuat Anda terampil secara mental dan pengetahuan; memiliki kejujuran, integritas, dan rasa hormat kepada semua stakeholder; memiliki akuntabilitas di setiap aspek kehidupan; memiliki kemampuan untuk pengaturan diri buat meraih tujuan; serta memiliki gambaran yang jelas tentang visi dan misi yang sedang Anda kerjakan. Intinya, Anda sebagai seorang profesional mampu mengelola semua kemampuan dan potensi diri sendiri, lalu mengikatkan diri secara terfokus kepada upaya peningkatkan kinerja di setiap bidang yang Anda kerjakan.

Profesionalisme tidak sekedar memiliki gelar tinggi atau sertifikasi dibidang pekerjaan, tapi juga cara Anda memancarkan energi baik untuk melayani pekerjaan, dan juga mencakup karakter kerja untuk melayani peran dan fungsi sehari-hari terhadap pekerjaan.

Diperlukan komitmen pribadi yang sangat tinggi untuk mengembangkan dan meningkatkan keterampilan diri, agar diri Anda mampu memiliki kualitas untuk menjadikan Anda seorang profesional dibidang pekerjaan Anda.

Tidak semua pekerjaan mengharuskan seseorang untuk memiliki pengetahuan yang luas, tapi seorang profesional sejati selalu harus mempersiapkan diri, dan berlatih secara terus-menerus, untuk memiliki wawasan terbaik di bidang yang ditekuni.

Seorang profesional sejati tidak boleh membuat alasan untuk mengabaikan tanggung jawab, tetapi harus selalu fokus pada upaya mencari solusi; serta bertanggung jawab penuh atas komitmen, kejujuran, dan integritas yang dijanjikan kepada stakeholder. Termasuk, cerdas mengkompromikan nilai-nilai perilaku kerja dengan diri sendiri dan orang lain, agar nilai-nilai perilaku kerja dapat melakukan hal yang benar sesuai harapan perusahaan.

Jiwa sejati dari seorang profesional sejati adalah rendah hati, dan selalu belajar untuk meningkatkan kualitas keahliannya di sepanjang karir kerjanya. Oleh karena itu, seorang profesional sejati selalu bertanggung jawab atas pikiran, perasaan, dan perilakunya terhadap orang lain. Dia akan menjaga sikap dan kata-katanya, agar selalu dapat menjaga sikap rendah hati dalam hal apa pun.

Profesional sejati tidak akan pernah mau bekerja di bawah tekanan, tapi selalu mempersiapkan diri untuk unggul atas semua tindakan, sehingga dia bekerja untuk mendapatkan reputasi profesional di tempat kerja. Dan juga, selalu sadar untuk meningkatkan profesionalisme melalui peningkatan kualitas kecerdasan emosional diri sendiri, agar diri dapat merasakan kebutuhan emosional orang lain dengan baik.

Seorang profesional sejati selalu sadar diri untuk siap menghadapi situasi dan kondisi seperti apa pun. Dan oleh karenanya, dia akan selalu memiliki perencanaan yang terkalkulasi risikonya sebelum bersikap dan bertindak. Termasuk, memiliki prioritas waktu, perhatian, serta fokus terhadap semua tugas dan tanggung jawab yang dia kendalikan.

Perilaku dan karakter kerja dari seorang profesional sejati adalah selalu ikhlas dan tulus untuk menjaga komitmen, melakukan pekerjaan berkualitas tinggi, memiliki keahlian yang terus diperbaiki dan ditingkatkan kualitasnya setiap hari, dan selalu tidak tergoda untuk bekerja dan berkehidupan di zona kenyamanan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MOTIVASI

“Kekuatan hidup ada dalam cinta, dan untuk mendapatkan cinta, Anda harus memberikan cinta. Berikan cinta kepada hidup Anda, kepada pekerjaan Anda, kepada semua harapan dan kepentingan hidup Anda. Dan, cintapun akan menjadi kekuatan untuk menyatukan Anda dengan sukses yang Anda inginkan di semua aspek kehidupan Anda.” ~ Djajendra

“Harapan untuk diperjuangkan, bukan untuk sekedar diharapkan tanpa kerja keras dan perjuangan. Harapan harus diperkuat dengan pengetahuan yang bisa membuat harapan itu bergerak, dan mewujud dalam wujud dan bentuk seperti yang diinginkan.” ~ Djajendra

“Ketika Anda mau mendengarkan orang lain dengan penuh empati, dan orang lain mau mendengarkan Anda dengan penuh empati; maka Anda akan semakin menikmati hubungan yang saling menghargai untuk saling mempercayai satu sama lain. Hidup terindah adalah saling menghargai, saling mendengarkan, dan saling mempercayai dalam bahasa empati yang saling peduli.” ~ Djajendra

“Komitmen haruslah menjadi pendorong untuk bertindak mencapai tujuan. Komitmen haruslah menjadi pengendali untuk menjaga sikap dan perilaku. Komitmen haruslah menjadi pengaruh untuk meningkatkan upaya terhadap pencapaian tujuan.” ~ Djajendra

“Bila dirimu ingin kau jadikan bintang yang bersinar terang untuk menyinari perjalanan bahagiamu, maka lakukan semua kebaikan dan semua kecerdasan yang harus kau lakukan, untuk membuat dirimu selalu bersinar terang bersama kebahagiaan hidupmu.” ~ Djajendra

“Bila saja seorang pemimpin dengan tegas memelihara visi, agar setiap orang berpegang teguh pada etika, integritas, dan profesionalisme dalam perilaku sehari-hari, serta membangun dan memotivasi kesadaran sosial, yang mampu menjadi penggerak, untuk menjalankan nilai-nilai kehidupan yang etis dan profesional, maka pemimpin tersebut dapat menjadi kekuatan untuk mengubah semua hal yang terlihat tidak etis menjadi lebih etis, dan lebih profesional.” ~ Djajendra

“Menjalankan Kebenaran Selalu Akan Menjadi Tidak Mudah Dilingkungan Yang Memiliki Kebiasaan Hidup Yang Bertentangan Dengan Etika.” ~ Djajendra

“Ketika seorang pemimpin tidak mampu bertindak untuk memakmurkan banyak orang, dan hanya mampu untuk menambah beban hidup orang banyak, maka dari hari ke hari kebesaran pemimpin tersebut akan semakin tidak dipercaya oleh banyak orang. “ ~ Djajendra

“Menghargai diri sendiri dan semua pengalaman yang dialami diri akan membuat diri semakin menikmati proses hidup. Menjadi diri sendiri setiap hari dan setiap saat akan memberikan kesempatan kepada diri untuk hidup dalam bahagia. Diri yang sepenuhnya fokus untuk menikmati realitas sekarang akan membuat diri semakin nyaman dengan hidup.” ~ Djajendra

“Segala hal dalam hidup dapat diubah dan diperbaiki, apalagi bila keinginan untuk berubah berasal dari kesadaran diri yang paling tinggi. Pencarian, transformasi, dan juga mengeksplorasi berbagai bakat diri, akan membuat diri selalu menjadi pembelajar yang belajar untuk menjadi yang terbaik.” ~ Djajendra

BUDAYA PRIBADI DALAM BUDAYA PERUSAHAAN

“Setiap Karyawan Dan Pimpinan Yang Datang Ke Kantor Selalu Bersama Mindset Yang Terisi Oleh Budaya Rumah, Budaya Keluarga, Dan Budaya Komunitas; Agar Tidak Berkonflik Dengan Budaya Perusahaan, Dia Harus Berjiwa Besar Untuk Patuh Pada Budaya Perusahaan.” ~ Djajendra

Perusahaan harus berbudaya agar dapat menjalankan perilaku kehidupan kerja yang sesuai dengan visi, misi, dan tujuan. Ketika perusahaan berbudaya, maka semua karyawan dan pimpinan akan bersatupadu di dalam nilai-nilai budaya perusahaan, untuk menghasilkan proses dan hasil akhir yang berkinerja optimal.

Dalam realitas kerja orang-orang yang bekerja secara rutin bersama budaya perusahaan selalu berasal dari latar belakang budaya individu dan kelompok yang berbeda. Banyak dari karyawan bekerja secara rutin dengan orang dari budaya lain dan latar belakang yang berbeda. Perbedaan budaya ini bila dipimpin dengan nilai-nilai yang memperkaya budaya perusahaan, maka semua perbedaan akan menjadikan perusahaan semakin kuat, bersama orang-orang yang sadar bahwa perbedaan ada untuk menciptakan keunikan perusahaan.

Tugas utama seorang pemimpin dalam menjalankan budaya perusahaan adalah untuk membangun persepsi dan pemahaman; memotivasi setiap orang agar dapat memahami perbedaan antara budaya perusahaan dengan budaya individu dan kelompok, sehingga setiap orang di perusahaan dapat bekerja dengan lebih efektif, bersama nilai-nilai budaya perusahaan, serta mencegah kesalahpahaman antara budaya individu, kelompok, dan perusahaan.

Karyawan dan pimpinan yang berasal dari budaya rumah dan kelompok yang berbeda, selalu menjadi berbeda satu sama lain, selalu memiliki mindset yang berbeda saat harus menjalankan budaya perusahaan. Hal ini dikarenakan, setiap budaya memiliki cara berpikir, persepsi, nilai-nilai, dan keyakinan yang selalu bisa berbeda. Di mana, semua perbedaan ini bila tidak dikelola melalui kepemimpinan yang berkualitas akan menjadi faktor yang menghambat pertumbuhan budaya perusahaan.

Perusahaan harus selalu menggunakan alat yang tepat untuk memahami orang-orang dari latar belakang budaya yang berbeda, sehingga perusahaan dapat mencegah kesalahpahaman dan menikmati hubungan kerja, yang lebih baik dengan setiap karyawan dan pimpinan, melalui budaya perusahaan yang kuat dan unggul.

Pemimpin perusahaan harus selalu berada digaris paling depan untuk membangun persepsi bahwa satu budaya belum tentu lebih baik atau lebih buruk dari yang lain, dan orang-orang dari latar belakang budaya yang berbeda hanya membuat pilihan yang berbeda. Oleh karena itu, ketika semua orang berada dilingkungan perusahaan, maka seluruh budaya yang berbeda itu harus tunduk kepada budaya perusahaan, dan setiap orang harus ikhlas dan berjiwa besar untuk meninggalkan budaya rumah di rumah, untuk meninggalkan budaya komunitas di komunitasnya, dan untuk mematuhi budaya perusahaan saat menjalankan tugas dan tanggung jawab di perusahaan.

Perusahaan selalu akan menempatkan kepentingan pada hukum, aturan, nilai, dan kewajiban dalam wujud budaya perusahaan yang solid. Dan berharap agar setiap orang di perusahaan menjadi patuh untuk menjalankan semua aturan, nilai, dan kewajiban kerja dengan cara-cara profesional.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PEMIMPIN, SUMPAH JABATAN DAN FAKTA INTEGRITAS

“Tantangan Terbesar Untuk Kehidupan Yang Jujur Dan Berintegritas Adalah Ketika Kehidupan Sosial Tidak Mempersoalkan Cara Orang Untuk Memperkaya Diri.” ~ Djajendra

Pertanyaan

1. Langkah Apa Yang Harus Dilakukan Kepada Pemimpin Yang Kurang Jujur Dalam Melaksanakan Jabatanya ?

Djajendra Menjawab

Setiap pemimpin formal pasti diangkat melalui aturan formal dengan sumpah jabatan dan fakta integritas. Seorang pemimpin diperusahaan diangkat melalui RUPS; seorang pemimpin di sebuah organisasi diangkat melalui rapat anggota; seorang pemimpin negara, baik pusat maupun daerah, diangkat melalui pemilu; dan banyak pemimpin publik diberbagai bidang pelayanan kepada masyarakat diangkat melalui serangkaian aturan, peraturan, kebijakan, dan juga setelah lulus fit and proper test. Artinya, sudah sangat jelas bahwa semua pemimpin formal dipilih melalui proses rekrutmen yang sangat berlapis dengan tujuan, agar setelah terpilih para pemimpin tersebut dapat menjalankan kepemimpinannya secara etis dari integritas pribadi yang paling jujur.

Persoalannya, bila pemimpin bersikap kurang jujur dalam melaksanakan jabatannya, maka dia berarti telah mengingkari sumpah jabatan dan fakta integritas yang dia buat. Oleh karena itu, mekanisme pengawasan yang jujur dan adil harus dijadikan sebagai alat untuk mengingatkan semua pemimpin tentang sumpah jabatan, fakta integritas, tugas dan tanggung jawab, target, dan kinerja.

Bila pemimpin tetap bersikap tidak jujur dengan jabatannya, maka proses pemberhentian harus dilakukan. Contoh, kalau pemimpin di perusahaan harus diberhentikan melalui RUPS, pemimpin organisasi harus diberhentikan melalui rapat anggota, pemimpin negara harus diberhentikan melalui pemilu yang adil dan jujur, dan seterusnya, di mana setiap pemberhentian terhadap pemimpin yang tidak jujur dengan jabatanya harus dilakukan melalui mekanisme formal sesuai peraturan dan ketentuan yang ada. Artinya, setiap orang harus tunduk kepada aturan dan ketentuan. Kecuali untuk pemimpin informal. Sebab, pemimpin informal diangkat dari rasa percaya orang-orang yang membuatnya menjadi pemimpin, dan bila rasa percaya itu hilang, maka secara otomatis orang-orang akan tidak mempercayai dirinya untuk menjadi pemimpin mereka.

Pertanyaan

2. Apa Yang Harus Dilakukan Ketika Sumpah Jabatan Menjadi Kebiasaan Untuk Persyaratan Serimonial Dan Fakta Intergritas Menjadi Kebiasaan Untuk Pencitraan Kejujuran, Dan Bagaimana Menyikapi Persoalan Ini, Untuk Bisa Mendidik Generasi Bangsa Agar Patuh Pada Integritas Dan Kejujuran?

Djajendra Menjawab

Ketika sumpah jabatan menjadi kebiasaan untuk tidak jujur dan fakta integritas menjadi kebiasaan untuk pencitraan tanpa kejujuran. Maka, realitas ini memperlihatkan fungsi kepemimpinan dan pengawasan yang adil dan jujur telah tidak berdaya. Oleh karena itu, harus ada keseriusan dan ketegasan dari semua kekuatan atau stakeholder untuk memperbaiki kualitas integritas dari fungsi kepemimpinan dan pengawasan.

Bila kualitas integritas dari fungsi kepemimpinan dan pengawasan selalu tidak dapat dipercaya, maka secara moral dan hukum pasti akan terjadi banyak ketidakjujuran.

Ketika hukum formal sudah tidak berdaya terhadap rendahnya kualitas integritas dari fungsi kepemimpinan dan pengawasan. Saatnya, diperlukan hukum sosial yang kuat untuk membuat orang-orang yang tidak jujur  menjadi malu dan tak punya harga diri di lingkungan kehidupan sosialnya.

Bila semua orang-orang tidak jujur yang rendah integritasnya terhadap jabatan dan kekuasaan dipermalukan melalui hukum sosial sampai ke anak cucu, maka semua orang yang punya jabatan dan kekuasaan pasti berlomba-lomba untuk menjadi orang jujur, serta selalu bekerja keras untuk meningkatkan kualitas integritasnya terhadap jabatan dan kekuasaan. Sebab, pada dasarnya, semua orang ingin dihargai secara sosial, dan tidak ingin harga dirinya dihina atau dilecehkan oleh siapapun.

Tetapi, bila di dalam sebuah komunitas atau bangsa, uang menjadi ukuran dari penghargaan sosial, serta jumlah kekayaan menjadi ukuran terhadap tingginya penghormatan dan meningkatnya harga diri seseorang, maka keserakahan ekonomi akan terus berlangsung. Sebab, kehidupan sosial telah memberikan dukungan untuk kehidupan yang tidak jujur, termasuk untuk kehidupan tanpa etika dan integritas.

Oleh karena itu, selama tidak adanya hukuman sosial melalui budaya malu, melalui budaya yang menurunkan harga diri seseorang secara sosial, karena tidak jujur terhadap menjalankan jabatan dan kekuasaan, maka setiap generasi akan merasa biasa-biasa saja untuk menjadi tidak jujur, dan ketidakjujuran akan menjadi budaya yang terus-menerus akan diwariskan ke setiap generasi.

Djajendra

MOTIVASI DAN KESADARAN DIRI

“Bila Anda sering mengkritik diri sendiri, Anda harus membuat kritikan itu untuk membangkitkan semangat buat kehidupan yang lebih baik, serta menjaga agar kritikan tersebut tidak membuat diri Anda mundur oleh realitas kehidupan.” ~ Djajendra

“Perasaan syukur akan membuka hati untuk memenuhi hidup dengan bahagia; perasaan syukur akan membuat apa yang dimiliki menjadi cukup, dan terus bertambah untuk memenuhi rasa puas; perasaan syukur akan menjadikan diri lebih jujur untuk menikmati integritas diri yang etis; perasaan syukur akan mengubah semua kekurangan menjadi kelebihan untuk membawa damai setiap hari.” ~ Djajendra

“Kebaikan dalam kata-kata menciptakan percaya diri. Kebaikan dalam berpikir menciptakan kedalaman. Kebaikan dalam memberi menciptakan cinta “~ Lao Tzu.

“Setiap kali Anda tersenyum pada seseorang, itu adalah tindakan cinta, hadiah kepada orang itu, hal yang indah.” ~ Ibu Teresa

“Menjadi jujur itu sangat penting, tapi ketika kejujuran itu membuat orang lain terhina; maka sangatlah bijak untuk menyimpan kejujuran itu, agar tidak menyakiti atau merendahkan perasaan orang lain.” ~ Djajendra

“Anda dituntun oleh apa yang Anda yakini; Anda dijaga oleh apa yang Anda percayai; Anda digerakKan oleh apa yang Anda lakukan; dan Anda dibuat hebat oleh keberanian Anda untuk tampil lebih sempurna. Nilai lebih Anda akan membuat Anda unggul dalam persaingan hidup.” ~ Djajendra

“Ketika Anda pintar menjaga sopan-santun dalam pergaulan sosial Anda, Anda akan menjadi orang baik yang diakui oleh banyak orang. Sopan-santun bukan sekedar untuk memoles diri agar terlihat baik, tapi harus merupakan kesadaran diri untuk menjadi orang yang lebih baik.” ~ Djajendra

“Sikap malas akan menjadi kekuatan negatif untuk menyabotase sukses; sikap malas akan membuat diri tak berdaya untuk membangun kepercayaan diri; sikap malas akan menyempurnakan kegagalan dalam hidup secara berkelanjutan. Hindari sikap malas dengan menjadi pribadi yang selalu antusias dan bergairah bersama pekerjaan yang membawa Anda menuju impian dan sukses.” ~ Djajendra

MOTIVASI

“Setiap kebiasaan untuk hidup produktif akan menciptakan tindakan untuk sukses.” ~ Djajendra

“Hidup adalah perjalanan seumur hidup bersama visi yang terus berkembang disepanjang hidup. Setiap pencapaian sebuah visi akan muncul visi baru untuk mencapai tujuan baru. Hidup bukan sebuah perjalanan yang harus terpotong oleh sebuah kegagalan, tapi sebuah perjalanan yang diisi dengan visi yang terus membesar sesuai pengalaman dan harapan baru.” ~ Djajendra

“Bila Anda sudah bertahun-tahun mencoba sesuatu dan belum terlihat hasilnya, Anda harus segera sadar untuk mengevaluasi cara Anda mencoba. Pelajari kembali cara Anda, lalu lengkapi semangat dan perasaan mampu Anda dengan pengetahuan yang tepat dan benar.” ~ Djajendra

“Ketika Anda harus melakukan sesuatu yang menakutkan diri Anda, maka Anda harus belajar untuk menghilangkan rasa takut itu. Lalu, menempatkan penyebab rasa takut ke dalam catatan risiko yang harus Anda kelola setiap hari, agar rasa takut Anda tidak mengambil hak Anda untuk hidup bahagia. Miliki perasaan berani untuk berjalan di atas risiko, dan tetaplah jaga keseimbangan, agar Anda dapat membuat hidup Anda menang atas rasa takut Anda.” ~ Djajendra

“Selesaikan pekerjaan dengan cepat, tepat, dan benar; berikan perilaku yang tulus, ikhlas, dan berkontribusi; jangan pernah ragu mengambil inisiatif untuk semua penyelesaian tugas dan tanggung jawab dengan sempurna.” ~ Djajendra

“Pikiran yang terbiasa untuk berpikir indah terhadap semua hal yang terpikir, perasaan yang terbiasa untuk merasakan keindahan terhadap semua hal yang dirasa, akan membuat diri secara otomatis menyatu dalam kebahagiaan sejati.” ~ Djajendra

“Suka menunda, banyak alasan, takut berubah akan membiasakan Anda untuk tidak menemukan apa yang Anda cari di dalam hidup Anda.” ~ Djajendra

“Bila Anda sudah memutuskan untuk memenuhi impian Anda, segeralah bertindak, segeralah mempersiapkan diri, segeralah membuat langkah. Lalu, berjalanlah di paling depan, agar bisa sampai secepatnya ke impian Anda.” ~ Djajendra

“Bila Anda berpikir telah menyelesaikan pondasi untuk perjalanan sukses Anda, maka Anda tinggal menjaga kesadaran tertinggi untuk selalu memiliki jalan yang dihitung risikonya, agar Anda tidak jatuh dalam kegagalan.” ~ Djajendra

“Ketika Anda sudah menemukan arah yang benar untuk menuju kehidupan yang Anda inginkan, jangan berhenti, apalagi bermalas-malas, tapi segeralah berjalan dan bergerak terus, agar Anda bisa cepat sampai di tujuan yang Anda inginkan.” ~ Djajendra