PELATIHAN LIVING GREATNESS AND HAPPINESS AT HOME AND AT WORK

PELATIHAN MOTIVASI DIRI, KEHIDUPAN KELUARGA, DAN PEKERJAAN

GREATNESS AND HAPPINESS  

DESKRIPSI

Program motivasi selama 8 jam ini akan membahas tentang motivasi kerja, motivasi diri, dan motivasi kehidupan keluarga. Melalui pemaparan ketiga jenis motivasi ini, diharapkan peserta dapat berperilaku kerja terbaik, dalam keharmonisan hubungan keluarga, serta menciptakan prestasi dan kinerja yang lebih baik. Selanjutnya, pelatihan ini akan memotivasi peserta untuk membangun tujuan hidup berdasarkan visi, misi, dan nilai-nilai untuk pertumbuhan pribadi dan perkembangan profesional diri; memotivasi peserta untuk membangun hubungan kehidupan keluarga yang efektif melalui nilai-nilai kehidupan pribadi terbaik, agar keluarga dapat menjadi kekuatan yang mendongkrak keharmonisan hidup; serta memotivasi peserta untuk berkontribusi dan memberikan pelayanan yang penuh tanggung jawab dalam integritas dan etika kepada perusahaan dan stakeholder.

Pelatihan ini bertujuan untuk mengembangkan nilai-nilai profesionalisme dalam kedewasaan perilaku kerja individu untuk bisa memahami peran dan fungsinya sebagai pekerja yang memiliki tanggung jawab terhadap nilai, misi, visi, dan tujuan organisasi tempat dia bekerja ; sebagai keluarga yang harus memenuhi komitmen terhadap kebahagian, kesehatan, dan kesejahteraan keluarganya; sebagai pribadi yang harus selalu merawat potensi, kualitas, kemampuan, dan pengetahuan untuk membuat dirinya cemerlang di tempat kerja; sebagai pribadi sosial yang harus memiliki keterlibatan dalam kehidupan di masyarakat luas; sebagai pribadi spiritual yang wajib menjalankan kehidupan yang lebih holistik dalam keseimbangan untuk kedamaian batin dan pikiran. Pelatihan ini akan memberikan pengetahuan, keterampilan, wawasan, dan motivasi kepada karyawan dan pimpinan di tempat kerja, untuk berbagi waktu dan energi secara adil dan wajar, antara pekerjaan dengan seluruh aspek kehidupan.

Melalui pelatihan motivasi ini, peserta akan semakin memahami tanggung jawabnya kepada kehidupan dan pekerjaan. Kehidupan yang seimbang antara pekerjaan, keluarga, dan semua aspek kehidupan lainnya akan membuat peserta mampu membagi fokus perhatian pada semua bidang kehidupan secara adil dan wajar. Pelatihan ini juga akan menghindarkan peserta dari penyebab ketegangan dan tekanan di tempat kerja, serta selalu mampu berdamai dengan segala situasi dan kondisi. Peserta akan diberikan filosofi, nilai-nilai, cara, sistem, alat, kiat, dan motivasi untuk membangun kehidupan pribadi dan pekerjaan yang seimbang.

Pelatihan motivasi ini akan mendorong peserta untuk meningkatkan kualitas fisik, intelektual, dan emosional; agar bisa hadir secara berkualitas dalam perannya di dalam organisasi. Termasuk, mendewasakan cara berpikir dan bersikap melalui nilai-nilai keseimbangan hidup dan kerja yang profesional.

TUJUAN PELATIHAN

·        Membangun kesadaran untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga melalui aspek keuangan, kesehatan, keharmonisan, hubungan, spiritual, emosional, intelektual, pekerjaan, dan sosial.

·        Membangun hubungan kepercayaan dan saling mendukung dalam keluarga.

·        Membangun kekuatan perilaku kerja dalam menghadirkan sukses individu, kelompok, dan organisasi.

·        Membangun kesadaran atas potensi reaksi perilaku dan reaksi emosional dalam meningkatkan motivasi diri, kepercayaan diri, hubungan yang efektif, dan menjadi pribadi yang dipercaya oleh stakeholder.

·        Membangun kesadaran untuk menerjemahkan diri sendiri melalui visi, misi, dan nilai-nilai kehidupan yang dipercaya.

·        Menjadi pribadi yang efektif dan selalu mempertajam keterampilan interpersonal.

·        Cerdas menghadapi masalah dan meningkatkan kemampuan untuk menemukan solusi terbaik.

·        Memiliki sikap positif untuk mengatasi kelelahan mental, jiwa, dan tubuh.

·        Bertujuan memotivasi untuk pemeliharaan hubungan yang konstruktif diantara individu; membuat individu menjadi visioner, inovatif, saling menghargai, terbuka dan jujur;  membuat individu mampu memelihara perasaan bangga kepada perusahaan; membuat individu bekerja atas dasar etika, loyalitas, integritas, dan selalu cerdas menjawab tantangan baru dengan sikap positif.

METODOLOGI PELATIHAN

Pelatihan Aktif, Presentasi, Interaktif, Diskusi Kelompok, Brainstorming, Bermain Peran, Berpikir Kreatif, Simulasi, Belajar Dalam Kompetisi Permainan, Studi Kasus, Latihan, Bimbingan, Diskusi, Perenungan, Experiential Learning, Icebreaker.

MANFAAT PELATIHAN

·        Peserta belajar cara menetapkan tujuan pribadi sesuai visi, misi, dan nilai-nilai kehidupan; lalu bergerak dengan sekuat tenaga untuk mencapainya.

·        Peserta belajar tentang pengembangan kualitas kehidupan pribadi, kehidupan keluarga, kehidupan kerja, dan kehidupan sosial dari berbagai sudut pandang dan keyakinan hidup.

·        Peserta belajar teknik manajemen diri, kesadaran diri, motivasi diri, dan pengembangan karakter diri untuk meraih sukses.

·        Peserta belajar memiliki perilaku kerja untuk selalu dapat memberikan kontribusi dan pengabdian tertinggi kepada perusahaan.

·        Peserta belajar untuk lebih terlibat dan memberikan kontribusi positif melalui etos kerja terbaik.

GREATNESS AND HAPPINES

MATERI PELATIHAN

BAGIAN 1: MOTIVASI DIRI (3 JAM)

Sub Bahasan

·        Melakukan yang terbaik dalam setiap bidang kehidupan.

·        Memotivasi diri untuk meraih sukses.

·        Menyadari keinginan dan hidup dalam mimpi besar.

·        Mewujudkan impian menjadi nyata.

·        Konsep diri dan pengembangan nilai-nilai inti pribadi.

·        Memahami diri dan menciptakan kebiasaan hidup positif.

·        Bersyukur dan menikmati rutinitas.

·        Menyederhanakan pola hidup dengan kesadaran, manajemen, dan motivasi.

·        Mengelola fisik, mental, emosional, sosial, spiritual.

·        Menjadi pribadi autentik dan optimis.

·        Percaya diri, fokus, dan terarah pada tujuan.

·        Berani keluar dari zona nyaman.

·        Gunakan waktu anda untuk produktivitas maksimum.

·        Memperkuat daya tahan diri untuk menghadapi tantangan.

·        Membangun keseimbangan hidup antara diri, pekerjaan, dan keluarga.

BAGIAN 2: MOTIVASI KEHIDUPAN KELUARGA ( 2 JAM)

Sub Bahasan

·        Anda 100% untuk keluarga anda.

·        Membangun kehidupan yang ideal, efektif  dan bahagia.

·        Memiliki kendali atas waktu dan pola hidup.

·        Menemukan bahwa motivator terbesar anda adalah keluarga.

·        Menjalani kehidupan kantor yang sibuk dan menyiapkan diri untuk orang-orang yang anda cintai.

·        Rahasia menuju kebahagiaan.

·        Menjadi bahagia dengan menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan pribadi.

·        Mencapai keseimbangan dan harmoni dalam hubungan keluarga.

·        Mengklarifikasi gaya hidup yang ideal dengan keluarga anda.

·        Menghilangkan gangguan, stres dan ketegangan di rumah.

·        Berkomunikasi jujur dan membangun kualitas hubungan yang penuh kasih.

BAGIAN 3:MOTIVASI KERJA (3 JAM)

Sub Bahasan

·        Mencintai pekerjaan dan perusahaan.

·        Memberikan kinerja melalui kontribusi yang produktif.

·        Memberikan loyalitas pada nilai-nilai perusahaan.

·        Melayani perusahaan dengan integritas pribadi.

·        Kerja sama, kolaborasi, sinergi, komunikasi dan koordinasi.

·        Mengembangkan hubungan kerja yang harmonis.

·        Bekerja berorientasi pelayanan.

·        Berani menghadapi situasi yang penuh tantangan.

·        Bekerja proaktif, kreatif, efektif, kooperatif  dan inovatif.

·        Penampilan diri yang tegas untuk meraih prestasi.

·        Pemecahan masalah, pengambilan keputusan dan berpikir kritis.

·        Memiliki solusi, negosiasi, dan respek terhadap konflik.

UNTUK PELATIHAN HUBUNGI

PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL

Kantor: Jl.Danau Toba No.104, Jakarta Pusat, 10210

Telepon: (021) 5701505

Hp: 0812 131 888 99

Fax: (021) 5738105

Website:http://djajendra-motivator.com

E-mail:training@djajendra-motivator.com

KEPEMIMPINAN DI MASA DEPAN DALAM TANTANGAN PENCITRAAN

“Dunia Demokrasi Membutuhkan Kepemimpinan Autentik, Yang Cerdas Mengidentifikasi Dan Mengklarifikasi Nilai-Nilai Pribadi, Untuk Membangun Masyarakat Demokrasi Yang Kuat Dan Unggul.” ~ Djajendra

Kemajuan teknologi multimedia telah membuat siapa saja dapat melakukan pencitraan atas dirinya atau kelompoknya untuk meraih simpati, empati, pengaruh, dan kekuasaan. Sangat banyak cara dan strategi kreatif yang dapat digunakan untuk melakukan pencitraan terhadap pribadi seseorang. Bermodalkan uang dan sedikit dukungan, seseorang bisa menciptakan dirinya menjadi pemimpin seperti yang didambakan oleh publik. Tim survei dan tim sukses adalah senjata strategis untuk mengekspresikan sosok hasil pencitraan kepada publik.

Pemimpin sejati bukanlah sebuah produk yang dihasilkan dari proses kreatif atau pencitraan. Dalam dunia animasi, boleh saja menciptakan pencitraan atas diri seorang pemimpin, yang mungkin nantinya hanya sebagai harapan dan impian. Dalam dunia nyata, setiap orang harus memiliki hati dan empati terhadap harapan dan kebutuhan masyarakat. Jadi, walaupun cerdas menciptakan citra pemimpin sesuai selera masyarakat, tapi jiwa pemimpin itu haruslah dilengkapi dengan nilai-nilai autentik, agar semua pencitraan yang disampaikan kepada publik, nantinya dapat dirasakan manfaatnya oleh publik.

Setiap proses pencitraan harus memiliki tanggung jawab moral dan sosial. Apalagi, dalam masyarakat demokrasi modern dengan keunggulan teknologi multimedia, yang telah membuat pengetahuan dan arus informasi membanjiri setiap masyarakat di mana pun. Bermodalkan sebuah laptop dengan jaringan internet, maka setiap individu dapat mengakses informasi apa pun, dan dapat belajar pengetahuan apa pun dari seluruh penjuru dunia. Dan mereka semua inilah yang nantinya akan menjadi awal dari masyarakat demokrasi modern, serta akan memiliki kecerdasan wawasan global yang sangat luas.

Kecerdasan masyarakat demokrasi modern haruslah dijawab dengan kepemimpinan yang tegas, kuat, dan memiliki autentik integritas kepemimpinan dari diri sendiri. Dengan semakin cerdasnya masyarakat demokrasi modern, maka gaya kepemimpinan top down sudah tidak mungkin lagi bisa berhasil. Para pemimpin di masa depan harus sadar bahwa kekuatan uang dan pencitraan saja tidaklah cukup. Diperlukan nilai-nilai inti pribadi yang kuat dan unggul, untuk dapat melayani masyarakat demokrasi modern. Pemimpin harus terlibat dengan pekerjaan kepemimpinannya, dan berkomitmen total untuk apa yang dia lakukan sesuai janji.

Masyarakat demokrasi modern adalah masyarakat yang berperilaku terbuka, kreatif, bebas, menjunjung etika umum, serta bersudutpandang antara idealisme dan pragmatisme. Mereka adalah hasil evolusi dari masyarakat perkotaan, yang gaya hidupnya sangat individualis, dengan pola hidup sehari-hari yang terfokus pada pekerjaan dan tanggung jawab. Di masa depan masyarakat perkotaan dengan pemahaman demokrasi modern akan menjadi mayoritas di negara mana pun.

Dalam masyarakat yang cerdas dan tercerahkan oleh informasi dan pengetahuan, pemimpin akan sangat sulit berharap loyalitas dari masyarakat, apalagi bila dirinya menjadi sesuatu yang tidak bermanfaat, untuk menginspirasi dan membangun masyarakat tersebut. Oleh karena itu, pemimpin tidak hanya mengandalkan pencitraan diri, tapi juga mengembangkan autentik nilai-nilai kepemimpinan dari dalam diri, dan kemudian menjadikannya sebagai integritas pribadi dalam melayani kepemimpinan dan masyarakat.

Komitmen dan pencitraan kepemimpinan untuk melayani kepentingan publik, haruslah dibuktikan dengan kode etik dan implementasi budaya integritas. Pemimpin harus menjadi energi yang mendisiplinkan profesionalisme atas timnya, lalu meminta setiap anggotanya untuk menerima dan menjalankan kode etik dengan integritas pribadi, serta membuat pelayanan yang menguntungkan kehidupan publik, tidak membahayakan, apalagi merugikan publik.

Bila pemimpin tidak memiliki nilai-nilai autentik dalam jati diri dan semangat kepemimpinannya, maka dia pasti tidak mampu berbuat banyak untuk publik. Dan selalu akan terjebak dalam persepsi dan keyakinan dirinya sendiri akan kebenaran pencitraannya. Dampaknya, publik akan merasa bosan dan dibohongi oleh kepribadiannya. Dia juga akan selalu berpersepsi bahwa apa yang dia lakukan sudah benar dan sesuai janjinya. Sebab, dia memimpin dari kotak kecil pencitraan yang diciptakan oleh orang-orang terdekatnya melalui tim survei dan tim sukses. Jadi, setiap hari, saat ada publik yang menggunakan akal sehat dan mencoba mempertanyakan kebijakan pemimpin, maka dia akan segera dibantu habis-habisan oleh orang-orang terdekatnya, yang biasanya berperan sebagai tim penyelamat dan tim peningkat pencitraan.

Kepemimpinan di masa depan tidaklah mungkin lagi terlindungi dalam kekuatan pencitraan. Sebab, kecerdasan masyarakat demokrasi modern akan membuat pemimpin harus memimpin secara autentik sesuai janji dan komitmen. Bila pemimpin membohongi publik dengan pencitraan, dan tidak berniat melayani kepemimpinannya dengan nilai-nilai autentik, maka dia akan dengan mudah kehilangan kepercayaan dari masyarakat, dan selanjutnya dia sulit untuk mendapatkan kehormatan dan kepercayaan dari publik.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KEPEMIMPINAN PRAGMATIS DALAM INTEGRITAS TINDAKAN

028“Pengalaman Dan Prinsip Adalah Dua Komponen Yang Harus Melebur Menjadi Solid Dalam Kepemimpinan Pragmatis. Sebab, Sikap Berpikir Yang Sangat Praktis Dan Cendrung Mencari Yang Mudahnya Saja, Akan Menjadi Negatif, Bila Tidak Dilengkapi Dengan Nilai-Nilai Etika Dan Moral. Oleh Karena Itu, Prinsip-Prinsip Moral Dan Etika Haruslah Menjadi Kebijaksanaan Yang Mengalir Dalam Pengalaman Dan Intuisi Kepemimpinan Pragmatis.” ~ Djajendra

Perilaku pragmatik dalam kepemimpinan bisnis adalah hal yang sangat biasa. Mungkin awalnya seorang pemimpin bisnis lahir dari cita-cita yang sangat idealis, tapi dalam perjalanan dia berpotensi berubah pola pikirnya menjadi pragmatis, agar bisa melayani strategi dan taktik yang menguntungkan bisnisnya.

Dalam realitas,  seorang pemimpin pragmatis sangat sulit untuk terdoktrin oleh sebuah keyakinan, ideologi, model manajemen, atau gaya kepemimpinan tertentu. Pemimpin pragmatis selalu bekerja dan bertindak dengan memilih cara yang paling efektif, serta yang paling mudah untuk memenuhi tujuan dan target akhir. Pemimpin pragmatis tidak suka ambisi dan obsesinya terganjal oleh sikap idealis. Karakter kepemimpinan pragmatis benar-benar tergantung kepada situasi, kondisi, peluang, risiko, dan intuisi; kemudian semuanya itu, diperkuat oleh nilai-nilai atau prinsip-prinsip universal atau nilai-nilai etika yang sifatnya umum.

Pemimpin pragmatis selalu berperilaku sangat praktis untuk mendapatkan sebuah tujuan. Dia akan mengesampingkan semua hierarki, diagnosis, analisa, metode, sistem, dan keyakinan; demi mendapatkan cara yang paling gampang dalam menyelesaikan tugas atau tujuan. Pemimpin pragmatis bertindak dengan melihat gambaran total dari sebuah realitas, dan memahami risiko yang ada dalam realitas tersebut, lalu dengan pengalaman kepemimpinannya, dia  akan mengambil sikap melalui cara berpikir yang praktis, untuk mengatasi risiko dan mengambil keuntungan dari realitas yang ada.

Kepemimpinan pragmatis biasanya muncul dari karakter pemimpin, yang kaya dengan pengalaman kepemimpinan, dengan prinsip-prinsip kepemimpinan yang telah mereka praktikkan sehari-hari. Dari pengalaman dan kebiasaan menggunakan prinsip-prinsip, mereka akan menjadikannya sebagai kompetensi kepemimpinan, dan hal itu telah membuat mereka merasa efektif dan efisien atas semua tindakan yang mereka ambil. Pengalaman dan prinsip yang telah tertanam dalam batin mereka, akan menjadi modal dalam semua aktivitas kepemimpinan pragmatis.

Kepemimpinan pragmatis dalam integritas tindakan adalah kepemimpinan yang mampu berpraktik bersama nilai-nilai kejujuran, keadilan, tanggung jawab, integritas, etika umum, transparansi, dan pelayanan. Nilai-nilai tersebut harus selaras dan melebur dengan pengalaman kepemimpinan. Pemimpin pragmatis wajib memilih dan memahami nilai-nilai tersebut sebagai kebenaran, lalu terus dipertahankan secara berkelanjutan dalam semua tindakan.

Pengalaman dan prinsip adalah dua komponen yang harus melebur menjadi solid dalam kepemimpinan pragmatis. Sebab, sikap berpikir yang sangat praktis dan cendrung mencari yang mudahnya saja, akan menjadi negatif, bila tidak dilengkapi dengan nilai-nilai etika dan moral. Oleh karena itu, prinsip-prinsip moral dan etika haruslah menjadi kebijaksanaan yang mengalir dalam pengalaman dan intuisi kepemimpinan pragmatis.

Pemimpin pragmatis tidak akan pernah mau menghabiskan waktu dan energinya dengan birokrasi berbeli-belit. Dia hanya akan menerima jalan keluar yang paling mudah, yang paling sedikit birokrasinya. Sifat dan perilaku praktisnya kadang mengesankan instan dan mudah, padahal semua itu dihasilkan dari pengalaman yang sangat lama dari kesadaran pribadinya.

Kepemimpinan pragmatis adalah konsep kepemimpinan yang dibutuhkan untuk membuat keputusan yang tepat waktu, cepat, efektif, tapi tidak melanggar prinsip. Pragmatisme berarti konsentrasi pada fakta bukan emosi atau cita-cita. Hal ini berarti, pemimpin harus bersikap realistis dengan rencana, dan mau bertindak langkah demi langkah, untuk melakukan tindakan produktif dari situasi yang nyata.

Dalam situasi yang mendesak, pemimpin pragmatis akan berani bertindak dengan mengabaikan semua prosedur normal, dan semua itu bertujuan untuk membantu perusahaan, agar perusahaan tetap unggul. Tetapi, dalam realitas akan ada banyak pihak yang mengkritisi sikap kepemimpinan pragmatis, terutama oleh karakter kepemimpinan idealis. Jadi, kepemimpinan pragmatis haruslah dijalankan dengan memperhatikan hukum, etika, dan kepentingan.

Kepemimpinan pragmatis adalah kepemimpinan praktis yang sangat dibutuhkan di saat krisis. Orang-orang pragmatis bertindak dari pengalaman dan prinsip. Kekayaan pengalaman akan menjadikan para pemimpin pragmatis sangat cepat memecahkan krisis dengan keputusan yang tegas dan tepat waktu.

Para pemimpin pragmatis adalah orang-orang yang berbuat dan bertindak sehari-hari, dan mereka adalah para pemberani yang mampu mencegah, memecahkan, ataupun menghentikan berbagai risiko dan tantangan dari intuisi yang mereka miliki melalui pengalaman yang panjang.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

INSPIRATION AND MOTIVATION

“The purpose of an organization is to enable common people to do uncommon things. It is the test of an organization to make ordinary human beings perform better than they seem capable of, to bring out whatever strengths are in its members, and to use each person’s strength to help all the other members perform. It is the task of organization at the same time to neutralize the individual weaknesses of its members. The spirit of performance requires that there be full scope for individual excellence. The focus must be on the strengths of a person . . . on what they can do rather than on what they can’t do.” ~ (Peter Drucker, in Management, Tasks, Responsibilities and Practices)

“People with a strong ability to manage emotions can be passionate, but they also have good emotional self-control, tend to be even-tempered, think clearly when they are experiencing strong feelings, make decisions based on their hearts and their heads, and generally reflect on their emotions often.” ~ Caruso & Salovey, The Emotionally Intelligent Manager

“A leader’s intelligence has to have a strong emotional component. He has to have high levels of self-awareness, maturity and self-control. She must be able to withstand the heat, handle setbacks and when those lucky moments arise, enjoy success with equal parts of joy and humility. No doubt emotional intelligence is more rare than book smarts, but my experience says it is actually more important in the making of a leader. You just can’t ignore it.” ~ Jack Welch, Former Chairman of General Electric, Speaking to the Wall Street Journal

“It is not the behavior of our clients that makes us angry, depressed, anxious, but our thoughts about it. And we have the power to change that through our thoughts.” ~ Albert Ells

“The formulation of great strategies is an art, and it will always remain so. But the description of strategy should not be an art. If people can describe strategy in a more disciplined way, they will increase the likelihood of its successful implementation.” ~ Kaplan & Norton

“Cultural and linguistic competence is a life’s journey not a destination” ~ Unknown

“I am convinced that life is 10% what happens to me and 90% how I react to it. And so it is with you… we are in charge of our attitudes.” ~ Charles Swindoll

“Destiny is not a matter of chance, it is a matter of choice; it is not a thing to be waited for, it is a thing to be achieved.” – William Jennings Bryan

“No duty the Executive had to perform was so trying as to put the right man in the right place.”-Thomas Jefferson

“Productivity makes you wealthy, it allows you to support high wages, it allows you to support high returns on capital” ~ Michael Porter

“We are the beginning of another great journey” ~ Bill Gates

“To be able to innovate, the enterprise needs to put – every three years or so – every single product, process, technology, market, distributive channel, and internal staff activity on trial for life.” – Peter F. Drucker

“Make the other person feel important, and do it sincerely.” ~Dale Carnegie

“A bend in the road is not the end of the road…unless you fail to make the turn.” ~Unknown

“Honor your integrity and you will be repaid many times over with increased prosperity.”– Sanaya Roman and Duane Packer

“In order to live a rich life, everything about who you are must be one, in alignment, and in pure harmony.”– Suze Orman

“If your outgo exceeds your income, then your upkeep will be your downfall.”– Bill Earle

“Debt is a form of poverty – and one of the cruelest. It gives you the illusion of having more money than you do.”– Jerrold Mundis

“My life is like a stroll on the beach…as near to the edge as I can go.” ~Thoreau

“Thought is free.” ~William Shakespeare

“Laughter is an instant vacation.” ~Unknown

“The time to relax is when you don’t have time for it.” ~Sydney J. Harris

“An unhurried sense of time is in itself a sort of wealth.” ~Bonnie Friedman

Ketika Anda menghadapi yang tidak Anda ketahui, maka jangan ambil sikap dan tindakan, pahami dulu dengan benar, lalu barulah bersikap untuk bertindak dengan keputusan yang tegas. ~ Djajendra

Ketika Anda menjadi sangat jujur dengan kualitas kompetensi Anda, serta memiliki integritas yang sangat tinggi terhadap kompetensi dan pengetahuan Anda, maka kehidupan melalui tangan-tangan orang akan meningkatkan kesejahteraan hidup Anda. Pastikan Anda menjadi terbiasa untuk mengekspresikan dengan jelas dan jujur; atas pikiran, ucapan dan tindakan Anda dalam kekuatan integritas pribadi yang tinggi. ~ Djajendra

Empati adalah memilih untuk berjalan satu mil dengan sepatu orang lain, mendengar melalui telinga mereka, melihat melalui mata mereka dan merasa dengan hati mereka.

Kekayaan yang berkualitas dihasilkan dari kemampuan untuk mengeksplorasi potensi diri, bukan dari kecerdasan untuk mengeksplorasi alam dan isinya. Sebab, alam dan isi bumi adalah satu-satunya warisan yang akan membuat generasi mendatang hidup dalam kelimpahan. Bila semuanya dikuras hari ini, maka hari esok hanya akan terlihat bekas-bekas kurasan, tanpa sisa untuk masa depan. ~ Djajendra

Gunakan bahasa yang positif.
Gunakan pola bicara positif.
Gunakan kata-kata positif untuk afirmasi.
Gunakan waktu untuk kebaikan.
Gunakan fokus diri untuk hal-hal positif.
Gunakan energi optimis untuk masa depan.
Gunakan ruang kehidupan untuk melindungi dan menghormati kehidupan.
Hasilnya, Anda akan menghuni ruang kehidupan yang damai, nyaman, tenang, dan bahagia untuk selamanya. ~ Djajendra

“Budaya Itu Hidup Dan Berkembang Sesuai Realitas Kreatif Yang Muncul Dari Cara Berpikir Dan Bertindak.” ~ Djajendra

“Budaya Organisasi Yang Kuat Akan Menciptakan Lingkungan Kerja, Yang Membuat Semua Orang Di Dalamnya Berinteraksi Dengan Efektif Dan Produktif, Untuk Menciptakan Kemajuan Dan Kinerja Tertinggi.” ~ Djajendra

“Membangun Budaya Perusahaan Yang Kuat Sifatnya Evolusi, Dan Perlu Menemukan Hati Nurani Setiap Orang Di Dalam Perusahaan, Agar Semuanya Dapat Memahami Dan Menjalankan Nilai-Nilai Perusahaan Dari Hati Nurani Yang Paling Tulus Dan Paling Setia Kepada Perusahaan.” ~ Djajendra

POLA HIDUP BERBASIS UTANG PASTINYA TIDAK BAIK

Pertanyaan

Saya seorang karyawan yang sedang mencicil rumah, mobil, dan memiliki 2 kartu kredit. Penghasilan saya 70% habis untuk membayar cicilan pinjaman dan bunga. Sisa 30% saya gunakan untuk biaya hidup sehari-hari dengan cara gali lubang tutup lubang, karena biaya hidup bulanan selalu tidak cukup, saya terpaksa suka meminjam kepada keluarga atau

teman. Sebenarnya saya malu dengan pola hidup saya yang suka berutang. Mohon pencerahannya, agar saya bisa keluar dari persoalan utang?

Djajendra Menjawab

Pola hidup berbasis utang pastinya tidak baik. Apalagi Anda menghabiskan 70% dari penghasilan bulanan hanya untuk bayar cicilan utang dan bunga. Menurut saya, utang Anda terlalu besar, coba selesaikan sebagian dari pinjaman dan kurangi utang Anda. Pola hidup dengan mengandalkan utang sama seperti menunggangi singa liar. Bila Anda tidak kuat menunggangi utang dan jatuh dalam kesulitan, maka utang Anda akan menerkam semua kekayaan Anda. Jadi, cobalah hidup sesuai penghasilan, dan jangan membiasakan hidup melebihi penghasilan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

BUDAYA ORGANISASI YANG KUAT

DMU 2013

“Membangun Budaya Perusahaan Yang Kuat Sifatnya Evolusi, Dan Perlu Menemukan Hati Nurani Setiap Orang Di Dalam Perusahaan, Agar Semuanya Dapat Memahami Dan Menjalankan Nilai-Nilai Perusahaan Dari Hati Nurani Yang Paling Tulus Dan Paling Setia Kepada Perusahaan.” ~ Djajendra

“Budaya Organisasi Yang Kuat Akan Menciptakan Lingkungan Kerja, Yang Membuat Semua Orang Di Dalamnya Berinteraksi Dengan Efektif Dan Produktif, Untuk Menciptakan Kemajuan Dan Kinerja Tertinggi.” ~ Djajendra

“Budaya Itu Hidup Dan Berkembang Sesuai Realitas Kreatif Yang Muncul Dari Cara Berpikir Dan Bertindak.” ~ Djajendra

Video pelatihan djajendra: http://www.youtube.com/user/MrDjajendra

Budaya organisasi yang kuat akan menjadi kunci keberhasilan perusahaan. Budaya kuat berarti nilai-nilai inti perusahaan betul-betul menjadi ideologi, yang dipatuhi dan dijalankan dalam kehidupan sehari-hari di tempat kerja. Ini adalah tentang apa yang setiap orang berjuang bersama kesetiaannya pada misi dan visi perusahaan.

Budaya organisasi yang kuat muncul dari sikap dan perilaku yang sangat sederhana terhadap nilai-nilai inti perusahaan. Ini adalah sesuatu yang sangat organik, dan sikap yang paling murni atas nilai-nilai budaya perusahaan, yang telah diklarifikasi dengan baik oleh perusahaan.

Budaya perusahaan tidak dapat sekedar dislogankan dan diucapkan untuk dijadikan kebiasaan dan perilaku hidup sehari-hari, tapi budaya harus diinternalisasikan, disosialisasikan, diterapkan, diimplementasikan, dan disadarkan ke dalam nurani setiap orang di dalam perusahaan melalui proses yang sangat detail melalui langkah demi langkah ke dalam karakter, mental, perilaku, emosi, dan kebiasaan.

Pengembangan budaya organisasi yang kuat harus dimulai sejak dini, saat perusahaan masih kecil dan belum terlalu kompleks dengan bisnis dan operasionalnya. Bila sejak dini, maka penanaman pondasi budaya yang kuat akan menjadi sangat mudah. Sebab, jumlah karyawan, kompleksitas bisnis dan organisasi mungkin belum terlalu besar, sehingga menjadi mudah untuk membangun praktik internal yang terbiasa berperilaku secara kolektif dalam kolaborasi.

Budaya organisasi yang kuat akan menciptakan kebiasaan, bahasa, gaya, komunikasi dan praktek organisasi yang bertata kelola sehat. Budaya yang sehat dan kuat akan membuat orang-orang di dalamnya menjadi sangat berkomitmen untuk melayani organisasi, bisnis, proses, serta selalu menjadi magnet yang menarik dan menjaga pelanggan agar setia dengan perusahaan dan bisnisnya.

Budaya perusahaan yang kuat adalah budaya bersama untuk semua tingkatan dalam organisasi. Bila ada diskriminasi atas implementasi nilai-nilai inti budaya dalam perusahaan, maka keyakinan orang-orang terhadap nilai-nilai budaya akan berkurang, dan akibatnya, perusahaan akan beroperasi dengan budaya yang tidak sehat, dan lama kelamaan akan menjadi budaya yang lemah dan tak mampu lagi berbagi cerita, keyakinan, tujuan, rencana, bahasa, hasil dan rasa kepemilikan.

Membangun budaya perusahaan yang kuat bukanlah proses dalam hitungan periode, tapi merupakan proses setiap hari dan berkelanjutan secara terus-menerus, melalui sosialisasi dari waktu ke waktu, dengan kepercayaan dan semangat, yang peduli terhadap adanya budaya yang kuat.

Membangun budaya perusahaan yang kuat sifatnya evolusi, dan perlu menemukan hati nurani setiap orang di dalam perusahaan, agar semuanya dapat memahami dan menjalankan nilai-nilai perusahaan dari hati nurani yang paling tulus dan paling setia kepada perusahaan.

Budaya itu hidup dan berkembang sesuai realitas kreatif yang muncul dari cara berpikir dan bertindak. Oleh karena itu, budaya perusahaan harus dipimpin, dipelihara, terus-menerus dipantau dan disesuaikan. Perubahan haruslah menjadi sahabat yang tak terlupakan saat merawat budaya. Setiap orang di dalam perusahaan harus dapat memastikan bahwa budaya perusahaan mampu menjadikan lingkungan kerja tumbuh dan terus berkembang. Bila budaya perusahaan sudah tidak mampu lagi menjawab tantangan, maka perubahan adalah satu-satunya cara, agar budaya yang ada bisa dimodifikasi kembali dan disesuaikan dengan kebutuhan.

Budaya yang kuat akan menjadi tempat di mana setiap orang punya ide yang sangat jelas, tentang apa yang ingin mereka berikan dan kontribusikan untuk masa depan mereka dan perusahaan. Budaya perusahaan yang kuat akan menciptakan kemandirian kerja di dalam lingkungan yang aman dan nyaman, serta memungkinkan setiap orang untuk belajar, tumbuh, dan fokus pada pekerjaan sehari-hari mereka.

Budaya organisasi yang kuat akan menciptakan lingkungan kerja yang tumbuh untuk sukses. Menciptakan lingkungan di mana setiap orang dapat berinteraksi satu sama lain, saling mendukung dan mengakui upaya masing-masing, dan berprestasi. Saling memberikan penghargaan positif untuk perilaku yang positif. Saling berbagi informasi, dan saling menyadari cara membawa perusahaan sesuai arah visi yang jelas.

Budaya organisasi yang kuat akan memiliki program insentif untuk menghargai usaha dan meningkatkan kualitas hidup setiap orang di dalam perusahaan. Termasuk, memiliki keyakinan bahwa setiap karyawan yang sehat jiwa dan raga, akan menjadi aset yang membuat perusahaan tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan di sepanjang jaman.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MOTIVASI DAN INSPIRASI

017Keinginan kepribadian belum tentu menjadi kebutuhan jiwa. Tidaklah sulit untuk berusaha memenuhi keinginan pribadi. Ingin kaya, Anda tinggal mengatur strategi dan berupaya cerdas untuk mengumpulkan kekayaan. Ingin pintar, Anda tinggal mengatur diri untuk menjadi pembelajar dan menyempurnakan kualitas intelektual Anda. Ingin bahagia, Anda tinggal memanjakan diri dengan hal-hal dan nilai-nilai kehidupan yang membuat Anda bahagia. Ketika pola hidup Anda hanya melayani keinginan mental, emosi, dan perilaku, maka secara tidak sadar Anda sedang menciptakan ruang hampa di dalam batin. Akibatnya, setelah Anda memiliki semua yang Anda inginkan, akan ada perasaan kurang atau kosong dari batin Anda. Hidup yang utuh itu adalah kemampuan untuk memenuhi keinginan kepribadian dan melengkapinya dengan kebutuhan jiwa terdalam. Kebutuhan jiwa terdalam sifatnya sangat pribadi, dan sangat tidak mungkin untuk diajarkan oleh orang lain, karena dia diciptakan dari kesadaran spiritual diri sendiri oleh berbagai situasi dan pengalaman hidup yang unik. Jadi, kebutuhan jiwa tidak bisa sekedar diinginkan, karena dia hanya bisa didapatkan dari proses perjalanan jati diri dengan berbagai pengalaman atas kesadaran spiritual diri sendiri. ~ Djajendra

Menghargai apa yang Anda miliki sekarang adalah sikap yang paling cerdas. Anda tidak akan pernah tahu bahwa apa yang Anda miliki saat ini akan selamanya bersama Anda. Hidup akan terus berputar bersama perubahan dalam ketidakpastian, jadi apapun yang dimiliki sekarang bisa drastis berubah dalam sekejap. Demikian juga, apa pun yang tidak Anda miliki sekarang ini, bisa tiba-tiba muncul dan mengisi kehidupan Anda. Hidup tidak pernah menjamin apa pun untuk seseorang, sebab hidup itu sendiri sebuah perjalanan dan petualangan yang penuh risiko dalam ketidakpastian. ~ Djajendra

Pikiran baik akan memberikan penerangan kepada jiwa saat menjalani hidup sepenuhnya. Bila jiwa terus diterangi dengan pikiran baik, maka jiwa tidak akan merasakan kegelapan. ~ Djajendra

Masa depan bukan untuk dikhawatirkan, tapi untuk dipersiapkan. Masa depan adalah hasil akumulasi dari kerja keras sehari-hari dalam rencana sesuai visi. Bila rasa khawatir dan cemas tentang masa depan masih ada, maka segeralah lakukan pemulihan atas mental pesimis Anda. Masa depan tidak perlu diprediksi atau diramal, tapi cukup disiapkan dengan penuh percaya diri. Masa depan adalah kebenaran dari integritas diri untuk dengan sepenuh hati bertanggung jawab terhadap hidup sendiri. Anda tidak perlu membuang-buang pikiran dan energi Anda hanya untuk mencoba mengetahui hasil akhir dari masa depan Anda, sebab semua itu sangat tergantung dari setiap peristiwa yang datang sehari-hari ke dalam hidup Anda, dan cara Anda menyikapinya dengan pikiran positif yang optimis. ~ Djajendra

Orang-orang optimis selalu akan mengatasi setiap situasi, dan benar-benar dapat bertahan hidup dalam hal apapun. Orang-orang optimis selalu menjadi lebih kuat daripada realitas yang harus dihadapi. Orang-orang optimis memiliki naluri untuk menemukan cara dan akal buat kehidupan yang lebih baik. Orang-orang optimis selalu mampu melakukan hal-hal yang dianggap tidak mungkin oleh orang-orang pesimis. Orang-orang optimis memiliki banyak pilihan untuk mengubah sesuatu sesuai kebutuhan, dan selalu dapat menemukan dukungan yang tepat untuk kemajuan dirinya. ~ Djajendra

Mengambil tanggung jawab atas tindakan diri sendiri adalah sikap terpuji; membuat alasan atas kurang bertanggungjawabnya diri adalah sikap kurang terpuji; melemparkan kesalahan kepada orang lain atas kegagalan diri memenuhi tanggung jawab adalah sikap sangat tidak terpuji. ~ Djajendra

Kearifan diri dalam memahami realitas hidup, akan menghasilkan kemampuan untuk menikmati kehidupan yang optimis dan penuh syukur.~ Djajendra

Hidup adalah mencairkan hal-hal yang tidak penting dari ego diri, lalu melarutkannya ke dalam kejernihan batin, dan menciptakan sesuatu yang baru sesuai kebutuhan jati diri. Kesadaran untuk melakukan transformasi diri akan mengubah hidup, dan mendatangkan mukjizat untuk sesuatu yang diimpikan. Semakin Anda terbuka untuk menerima dan belajar dari setiap pengalaman hidup, maka semakin Anda akan mampu mengubah hidup Anda sesuai harapan. Hidup bukanlah sihir yang bisa menghilangkan segala sesuatu seketika dengan membohongi realitas, tapi hidup merupakan sebuah proses belajar yang panjang dari pencerahan atas setiap peristiwa. Siapkan jati diri yang unggul dan secara bertahap lakukan peralihan menuju kehidupan baru sesuai impian.~ Djajendra

Seseorang menjadi pintar karena dia bisa meyakinkan diri, untuk menemukan jawaban atas berbagai ketidaknyamanan dalam hidup. Seseorang menjadi tidak pintar karena dia hanya mampu menemukan berbagai alasan pembenaran, untuk tidak melakukan apa-apa, atau untuk tidak menemukan jawaban atas ketidaknyamanan dalam hidup. Ketika seseorang membenarkan status quo sebagai cara aman dalam mempertahankan hidup, maka orang tersebut selalu hidup dalam ketidakpuasan. Padahal, hidup adalah kreatif dan manusia adalah kreatif. Bila seseorang tidak mendorong dirinya menjadi lebih kreatif, maka dia akan menunggu sangat lama dalam ketidaknyamanaan realitas. Orang pintar selalu belajar dan berupaya terus, agar dapat bergerak di luar zona kenyamanan; sedangkan orang tidak pintar, selalu ngotot dan memiliki banyak alasan, agar dia tetap bersembunyi di dalam tembok zona kenyamanan. ~ Djajendra

Kebenaran tidak mungkin bisa dikalahkan oleh kecerdasan apa pun. Kebenaran tidak dapat disembunyikan dengan alasan apa pun. Kebenaran bisa saja dibohongi dengan berbagai argumen yang tampak masuk akal, tapi suatu ketika kebenaran akan muncul dengan sendirinya, dan menyentuh lubuk hati, lalu membisikan kepada kesadaran diri akan kebenaran itu. ~ Djajendra

Ketinggalan peradaban berarti ketinggalan untuk menyesuaikan diri dengan budaya, pengetahuan, teknologi, dan wawasan baru. Peradaban menceritakan posisi sebuah zaman kehidupan. Diperlukan kearifan batin dan kejujuran mental untuk melihat realitas dari peradaban. Bila pikiran tertutup oleh kejayaan masa lalu, maka diri akan sulit menjadi jujur untuk melakukan perubahan dan menyesuaikan kehidupan dengan peradaban baru. Peradaban akan terus berubah melalui evolusi, yang kadang-kadang sulit bisa diterima akal, tapi peradaban seperti waktu yang akan terus berganti, untuk memperbarui dirinya dengan zaman baru dan masyarakat baru. ~ Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

INTRAPRENEURSHIP

PELATIHAN CORPORATE ENTREPRENEURSHIP 2HARI 16 JAM - DJAJENDRA MOTIVATION

INTRAPRENEURSHIP HARUS DIDUKUNG DENGAN STRUKTUR ORGANISASI DAN PRAKTIK MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA YANG MENDORONG INOVASI DAN SEMANGAT KEWIRAUSAHAAN KARYAWAN DI DALAM PERUSAHAAN

Video pelatihan djajendra: http://www.youtube.com/user/MrDjajendra

“Intrapreneur Adalah Aset Perusahaan Yang Akan Memiliki Produktivitas, Kreativitas, Daya Saing, Dan Kinerja Pasar Yang Tinggi. Bila Mereka Hidup Dalam Praktik Manajemen Sumber Daya Manusia Dengan Fleksibilitas Kebijakan Dan Prosedur, Yang Dibutuhkan Dalam Mendorong Inovasi Dan Kewirausahaan Perusahaan.” ~ Djajendra

“Praktik Sumber Daya Manusia Yang Jelas Dan Rinci Akan Membuat Semua Potensi Karyawan Dapat Terkelola Untuk Meningkatkan Kinerja Dan Daya Saing Perusahaan.” ~ Djajendra

Kewirausahaan perusahaan atau biasa disebut dengan corporate entrepreneurship melibatkan struktur organisasi dan praktik manajemen sumber daya manusia  yang mendorong kolaborasi, kreativitas, dan komitmen individu untuk memfasilitasi inovasi dan kewirausahaan dalam perusahaan. Di sini, perusahaan harus mendesain struktur organisasi untuk bisa memiliki tingkat toleransi yang tinggi terhadap fleksibilitas dari kebijakan dan prosedur, khususnya untuk tujuan mendorong inovasi dan semangat kewirausahaan dalam praktik kerja sehari-hari di perusahaan.

Setiap karyawan perusahaan yang mampu memainkan peran intrapreneur adalah aset perusahaan yang wajib dilindungi dan dikembangkan. Sebab, seorang intrapreneur di dalam perusahaan berpotensi menciptakan bisnis baru dan juga berpotensi menciptakan pasar baru dari hasil pemikirannya. Dengan mengembangkan potensi intrapreneur di dalam perusahaan melalui struktur dan praktik manajemen sumber daya manusia, maka perusahaan akan meyiapkan lingkungan kerja yang ramah dan yang memotivasi semangat kewirausahaan karyawan dalam perusahaan.

Perusahaan harus menyiapkan desain pekerjaan yang fleksibel dalam merangsang semangat kewirausahaan karyawan di dalam perusahaan; perusahaan harus secara terus-menerus mendorong karyawan menjadi pembelajar, serta menyiapkan pelatihan-pelatihan untuk tujuan peningkatan kompetensi teknis dan wawasan kewirausahaan karyawan dalam perusahaan; perusahaan harus menyiapkan nilai-nilai perusahaan yang membuat karyawan terbiasa dengan kewirausahaan perusahaan; perusahaan harus menyiapkan tata kelola yang membuat karyawan menjadi mudah berkomunikasi secara terbuka di lintas fungsional dalam struktur organisasi; perusahaan harus menyiapkan penghargaan dan gaji yang tinggi untuk menghormati kinerja karyawan sebagai intrapreneur yang andal; perusahaan harus melakukan penilaian secara terbuka dan adil terhadap umpan balik karyawan, serta menyiapkan kondisi kerja yang fleksible agar potensi kreatif karyawan intrapreneur tetap unggul.

Praktik manajemen sumber daya manusia untuk intrapreneurship haruslah menciptakan tata kelola yang membuat setiap karyawan memiliki inisiatif tinggi dalam kewirausahaan perusahaan; memiliki kemampuan untuk penerimaan tanggung jawab dengan profesional; memiliki mental kolaborasi spontan; memiliki kemampuan untuk berinovasi tanpa batas; memiliki kemampuan untuk cepat belajar; memiliki orientasi target yang terfokus; memiliki perasaan nyaman dengan pekerjaan; dan memiliki empati dengan nilai-nilai bisnis perusahaan. Di mana, semua kemampuan tersebut harus dapat menciptakan karyawan intrapreneur yang produktif, berdaya saing tinggi, kreatif, dan memiliki kinerja pasar yang lebih kuat dari para pesaing mereka. Artinya, para karyawan intrapreneur ini harus mampu menjadi aset produktif perusahaan, yang benar-benar menghasilkan nilai tambah dengan inovasi dan kecerdasan naluri bisnis mereka.

Sumber daya manusia merupakan unsur paling penting untuk menciptakan corporate entrepreneurship. Sebab, setiap individu memiliki kekayaan potensi kreatif unik yang mungkin selaras dengan misi organisasi. Oleh karena itu, manajemen perusahaan yang ingin menjalankan kewirausahaan korporasi haruslah memiliki kebijakan tata kelola sumber daya manusia, yang terfokus pada pemberdayaan keunggulan daya kreatif dan inovatif karyawan. Dan untuk itu, diperlukan penetapan prosedur yang jelas, untuk mengatur tempat kerja dan waktu buat pengembangan kreatifitas karyawan.

Lingkungan kerja dalam kewirausahaan perusahaan tidaklah boleh menjadi terlalu kompleks, tapi harus menjadi lebih dinamis dalam tata kelola yang mengurangi birokrasi yang berbelit-belit. Termasuk, gaya manajemen perusahaan harus menjadi lebih berorientasi kepada kewirausahaan perusahaan, serta meminta atau menargetkan kepada para intrapreneur untuk mengidentifikasi peluang-peluang baru, dan menghasilkan kinerja unggul secara berkelanjutan.

Sifat dan perilaku inovatif tidak selalu akan memberikan kontribusi untuk kinerja. Oleh karena itu, perusahaan harus memiliki kemampuan untuk menerima risiko dari hasil inovatif dan proaktif yang tidak produktif. Dan tetap secara sistematis memfasilitasi inovasi dan kewirausahaan dalam perusahaan dengan konsisten. Semakin konsisten manajemen perusahaan mendorong kegiatan kewirausahaan perusahaan, maka semakin kuat praktik struktural organisasi dalam menjalankan kewirausahaan perusahaan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

BEKERJA DALAM TIM HARUS DENGAN VISI YANG SAMA

SEMI OUTBOUND MOTIVASI DAN TEAMWORK - DJAJENDRA

BEKERJA DALAM TIM HARUS DENGAN VISI YANG SAMA

Video pelatihan djajendra: http://www.youtube.com/user/MrDjajendra

“Seseorang Menjadi Pintar Karena Dia Bisa Meyakinkan Diri, Untuk Menemukan Jawaban Atas Berbagai Ketidaknyamanan Dalam Hidup. Seseorang Menjadi Tidak Pintar Karena Dia Hanya Mampu Menemukan Berbagai Alasan Pembenaran, Untuk Tidak Melakukan Apa-Apa, Atau Untuk Tidak Menemukan Jawaban Atas Ketidaknyamanan Dalam Hidup. Ketika Seseorang Membenarkan Status Quo Sebagai Cara Aman Dalam Mempertahankan Hidup, Maka Orang Tersebut Selalu Hidup Dalam Ketidakpuasan. Padahal, Hidup Adalah Kreatif Dan Manusia Adalah Kreatif. Bila Seseorang Tidak Mendorong Dirinya Menjadi Lebih Kreatif, Maka Dia Akan Menunggu Sangat Lama Dalam Ketidaknyamanaan Realitas. Orang Pintar Selalu Belajar Dan Berupaya Terus, Agar Dapat Bergerak Di Luar Zona Kenyamanan; Sedangkan Orang Tidak Pintar, Selalu Ngotot Dan Memiliki Banyak Alasan, Agar Dia Tetap Bersembunyi Di Dalam Tembok Zona Kenyamanan.” ~ Djajendra

Bekerja dalam tim berarti bekerja dalam visi yang sama. Setiap orang di dalam tim harus dapat memimpin diri sendiri dengan efektif, lalu mampu memotivasi diri sendiri dan orang-orang lain di dalam tim, untuk tetap berada dengan visi yang sama.

Visi yang sama harus menjadi dasar untuk setiap tindakan pencapaian kegiatan tim. Visi yang sama harus dibuat jelas aturan mainnya, agar orang-orang di dalam tim sadar untuk tetap berada pada jalur kelompok yang harus mereka ambil. Termasuk, selalu berada dalam arah yang sama, untuk saling membantu dan berkontribusi dalam ikatan saling percaya satu sama lain.

Setiap orang dalam tim harus mengedepankan kompromi sesuai visi, dan melaksanakan visi dengan sepenuh hati dalam tanggung jawab yang tidak mudah goyah oleh tantangan apa pun. Sekali visi diputuskan, maka setiap orang harus merasa tahu tentang tujuan masa depan yang harus mereka capai.

Setiap individu mampu menjadi mandiri dalam kekuatan kelompok. Artinya, setelah visi dijadikan dasar dalam kerja sama kelompok, maka setiap individu secara mandiri harus bisa mengartikulasikan visi dengan baik, melalui tugas, tanggung jawab, peran, dan fungsi masing-masing di dalam tim. Tidak ada lagi individu yang membuang-buang waktu dengan mencari dukungan ataupun bimbingan, tapi semuanya mampu bergerak harmonis, dalam tim yang solid dan unggul.

Ketika visi sudah terserap dan tersosialisasi dengan baik di dalam tim, maka tim secara otomatis akan mampu mengelola berbagai keragaman yang tersebar di dalam tim. Tim yang datang bersama-sama di seluruh unit yang berbeda akan melakukan pekerjaan sesuai visi, dan visi yang dipahami akan menjadi basis untuk membangun kepercayaan sebagai dasar kerja sama tim yang baik.

Anggota tim yang menguasai visi pastilah cerdas berbicara dan mendengarkan, karena visinya sudah sama, dan buatnya Komunikasi adalah kunci. Dia pasti cerdas mengajukan pertanyaan, mengakui kesalahan, mengangkat isu-isu, dan menawarkan ide-ide. Dia pasti memahami pengetahuan rekan kerjanya. Dia pasti memiliki keahlian, ide, dan keprihatinan.

Setelah visi menjadi sama, maka tidaklah akan sulit untuk mengintegrasikan sudut pandang yang berbeda. Tidaklah akan sulit untuk mensintesis informasi dan ide-ide secara kelompok. Dan tidaklah akan sulit untuk mengidentifikasi dan menggabungkan tantangan, peluang, dan solusi sehingga semuanya menjadi masuk akal untuk tim.

Visi yang sama akan membangun tim dalam lingkungan yang pasti, setiap orang dalam tim akan memahami langkah demi langkah yang harus mereka lakukan dalam waktu dan budget yang disepakati. Mereka akan saling mendiskusikan setiap kemajuan dalam satu visi yang sama, dan terfokus kepada upaya untuk mencapai tujuan tim.

Visi yang sama akan menyatukan ide-ide besar untuk diarahkan ke dalam proses inovasi. Visi yang sama akan membuat tim solid dalam mengeksekusi inovasi yang berdaya jual tinggi.

Visi yang sama akan menempatkan para spesialis untuk berkontribusi buat keberhasilan tim. Dan para spesialis akan berkolaborasi dalam tim bersama nilai-nilai tim untuk menghasilkan karya terbaik.

Visi yang sama akan menjaga integritas antara apa yang dikatakan dan apa yang dilakukan oleh para anggota tim. Ini akan membuktikan keaslian dari potensi spesialisasi masing-masing anggota tim. Selanjutnya, para anggota tim akan selalu menjadi konsisten dengan visi tim. Dan dari hari ke hari, dari anggota tim ke anggota tim, dari situasi ke situasi, dari perbedaan ke perbedaan, dan dari kerja keras ke kerja keras; setiap anggota tim selalu solid dalam satu visi yang tidak akan meragukan nurani mereka masing-masing.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

ORANG-ORANG OPTIMIS

033Orang-orang optimis selalu akan mengatasi setiap situasi, dan benar-benar dapat bertahan hidup dalam hal apapun. Orang-orang optimis selalu menjadi lebih kuat daripada realitas yang harus dihadapi. Orang-orang optimis memiliki naluri untuk menemukan cara dan akal buat kehidupan yang lebih baik. Orang-orang optimis selalu mampu melakukan hal-hal yang dianggap tidak mungkin oleh orang-orang pesimis. Orang-orang optimis memiliki banyak pilihan untuk mengubah sesuatu sesuai kebutuhan, dan selalu dapat menemukan dukungan yang tepat untuk kemajuan dirinya. ~ Djajendra

Cinta dimulai dengan mencintai diri sendiri. Saat Anda mencintai diri sendiri, Anda pasti akan melakukan yang terbaik untuk membuat diri Anda bahagia. Syarat untuk bahagia adalah berpikir positif dan menemukan diri sejati dalam kehangatan cinta. Bila Anda tidak memiliki cinta, maka bagaimana mungkin Anda bisa memberikan cinta kepada orang lain, sebab sesuatu yang tidak dimiliki tidaklah mungkin bisa diberikan. Miliki cinta dan berikan kepada kehidupan yang indah ini.~ Djajendra

Brainwashing adalah sebuah cara persuasi yang mengindoktrinisasi pikiran bawah sadar dengan sugesti yang meyakinkan. Proses brainwashing bertujuan untuk mendapatkan pribadi baru berdasarkan keyakinan atas nilai-nilai, yang dengan sengaja diinternalisasikan secara paksa ke dalam kepribadiannya. Di sini terjadi proses resosialisasi dengan intensitas yang sangat tinggi, agar dapat diciptakan pribadi baru sesuai keinginan dari orang yang melakukan brainwashing. Orang yang akan di brainwashing harus bersedia dengan ikhlas, untuk menerima nilai-nilai baru, dan mau melakukan proses perubahan jati diri secara sadar. Orang-orang yang dengan sadar menerima brainwashing ini akan siap untuk terisolasi dari lingkungan mereka yang sebelumnya. Mereka dengan sadar akan siap menerima lingkungan kehidupan yang baru sesuai dengan jati diri mereka yang baru. Mereka akan selalu mematuhi kekuasaan dari nilai-nilai keyakinan hidup mereka yang baru. Mereka akan berpikir dan berperilaku sesuai nilai-nilai dan keyakinan baru mereka. Brainwashing bila digunakan untuk pengembangan kepribadian yang positif, maka akan menjadi sebuah cara yang mengantarkan seseorang kepada kehidupan baru yang lebih berkualitas. Tapi, bila menjadi cara yang digunakan untuk mengembangkan seseorang buat hal-hal negatif, maka akan menjadi hal yang berbahaya buat kehidupan. ~ Djajendra

Emas adalah logam mulia yang sangat dimuliakan dalam ekonomi dunia. Emas selalu menjadi indikator dari kekuatan ekonomi sebuah negara, semakin banyak simpanan emas oleh sebuah negara semakin kaya negara tersebut secara ekonomi. Cadangan emas di kas negara adalah harta yang tidak luntur oleh inflasi. Emas yang dimuliakan tidak dapat dihasilkan dari proses kreatifitas ataupun inovasi, tapi dihasilkan dari pencarian yang sangat berliku-liku dari dalam perut bumi. Emas yang ditemukan itupun tidak selalu murni, diperlukan berbagai proses kimia untuk memisahkan logam-logam lainnya, agar logam mulia emas dapat mencapai kadar yang sangat mulia. Proses pemurnian emas memerlukan panas api yang sangat tinggi, agar logam – logam yang menyatu dengan emas mampu terurai dan menjadi dirinya masing-masing. Demikian juga dengan proses pemurnian jati diri sesuai dengan nilai-nilai positif. Anda harus selalu siap memisahkan hal-hal yang tidak baik buat kebahagiaan dan kedamaian hidup Anda. Karena, kalau Anda biarkan jati diri Anda bercampur antara nilai-nilai positif dan negatif, maka kemurnian jati diri Anda akan berkadar rendah. Lakukan pemurnian jati diri seperti pemurnian logam mulia, agar jati diri Anda memiliki kadar kemuliaan setara dengan logam mulia. Dan, saat jati diri Anda mencapai kemuliaan tertinggi, saat itu Anda akan mencapai apa pun yang Anda impikan.~ Djajendra

Kehidupan manusia sedang dalam perubahan, perubahan yang mendesak semua manusia, apa pun golongan dan keyakinan hidupnya, untuk menghormati dan menjalankan nilai-nilai universal untuk kehidupan kemanusiaan. Nilai-nilai universal di masa depan adalah cinta, kejujuran, kewajaran, kebebasan, kesatuan, toleransi, tanggung jawab, tidak korupsi, menghormati kehidupan satu sama lain, menjaga bumi dan lingkungan, serta menjalankan kehidupan yang damai dan harmonis dengan semua perbedaan. ~ Djajendra

Ketika Anda berpikir bahwa Anda tidak layak mendapatkan kebahagiaan, maka ketika itu Anda akan kehilangan keyakinan untuk menikmati kebahagiaan. Padahal, bahagia itu adalah sesuatu yang selalu berada tepat di dekat Anda. Hidupkan keyakinan Anda, dan dapatkan ide-ide hebat, untuk membuat kebahagiaan selalu menjadi sahabat di sepanjang hidup Anda. ~ Djajendra

Sosialisasi Nilai Adalah Proses Seumur Hidup Dan Sifatnya Berkelanjutan, Sekali Proses Sosialisasi Dihentikan Atau Dianggap Remeh Oleh Pihak Manajemen, Maka Orang-Orang Di Dalam Perusahaan Akan Melupakan Nilai-Nilai Perusahaan, Dan Mulai Bekerja Dengan Nilai Pribadi Masing-Masing. Dampaknya, Nilai-Nilai Dan Norma-Norma Budaya Perusahaan Akan Terus Melemah, Sehingga Budaya Yang Dimiliki Perusahaan Adalah Budaya Lemah Yang Mudah Terombang-Ambing Oleh Tantangan Kecil. ~ Djajendra

Sosialisasi Nilai-Nilai Perusahaan Harus Memiliki Instruksi Moral, Instruksi Peran, Instruksi Kinerja, Dan Instruksi Untuk Berkehidupan Dalam Budaya Yang Kuat Dan Unggul. ~ Djajendra

Kemenangan dalam hidup muncul ketika Anda ikhlas menjalani semua sebab-akibat dari kehidupan. Lalu, belajar dan mencoba memahami semua pengalaman hidup sebagai guru yang membuat Anda lebih cerdas. ~ Djajendra

Hidup merupakan sebuah kompleksitas sosial dan pikiran. Bila Anda cerdas emosi untuk menyederhanakan semua kompleksitas tersebut, maka Anda akan memiliki waktu, arah dan ruang kehidupan yang tak terbatas, untuk menciptakan kedamaian dan kebahagian hidup. ~ Djajendra

“Turn your face toward the sun and the shadows will fall behind you.” ~Maori Prover

“Let us not look back in anger, nor forward in fear, but around in awareness.” ~James Thurber

“Memory is the cabinet of the imagination, the treasury of reason, the registry of conscience, and the council chamber of thought.”—Basile

“Never forget what you need to remember.”– Garrett Bartley

“When you have a workforce that’s highly engaged as a result of a workplace environment that has been created by Senior Leaders through a focus on Culture and Core Values, then you have something that rises to the level of a Core Competency.”–Jack Priggen & Michael Garner

“As we let our own light shine, we unconsciously give other people permission to do the same.” ~Marianne Williamson

“You are a holistic being with both nondualistic energy and the energy of the physical plane as a part of your being at your disposal.”– Wayne Dyer

“Give your difference, welcome my difference, unify all difference in the larger whole — such is the law of growth. The unifying of difference is the eternal process of life — the creative synthesis, the highest act of creation.”– M. P. Follett

“Right now, at this very moment, we have a mind, which is all the basic equipment we need to achieve complete happiness.” – Dalai Lama

“Intelligence is a little bit like four wheel drive; it just enables you to get lost in more remote places.” ~ Garrison Keillor

“The only person without stress is a dead person.”-Hans Selye

“Men are disturbed not by things, but the views which they take of them.”- Epictetus

“Do what you can, with what you have, where you are.”- Theodore Roosevelt

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

SOSIALISASI CORPORATE VALUES

PROFILE DJAJENDRA CORPORATE TRAINING 01

“Sosialisasi Nilai-Nilai Perusahaan Harus Memiliki Instruksi Moral, Instruksi Peran, Instruksi Kinerja, Dan Instruksi Untuk Berkehidupan Dalam Budaya Yang Kuat Dan Unggul.” ~ Djajendra

“Sosialisasi Nilai Adalah Proses Seumur Hidup Dan Sifatnya Berkelanjutan, Sekali Proses Sosialisasi Dihentikan Atau Dianggap Remeh Oleh Pihak Manajemen, Maka Orang-Orang Di Dalam Perusahaan Akan Melupakan Nilai-Nilai Perusahaan, Dan Mulai Bekerja Dengan Nilai Pribadi Masing-Masing. Dampaknya, Nilai-Nilai Dan Norma-Norma Budaya Perusahaan Akan Terus Melemah, Sehingga Budaya Yang Dimiliki Perusahaan Adalah Budaya Lemah Yang Mudah Terombang-Ambing Oleh Tantangan Kecil.” ~ Djajendra

Sosialisasi corporate values adalah proses dimana karyawan belajar menjadi warga perusahaan yang siap menjalankan nilai-nilai perusahaan di mana mereka bekerja. Nilai-nilai perusahaan harus dapat dipatuhi dalam wujud aturan, peraturan, prosedur, adat istiadat perusahaan, tata kelola, kebiasaan perilaku kerja, kode etik, dan kecerdasan untuk berperilaku atas dasar budaya perusahaan.

Sosialisasi berarti mengembangkan cara karyawan memanfaatkan nilai-nilai perusahaan; cara karyawan memahami satu persepsi dan satu bahasa dari cara mengucapkan dan menjalankan nilai-nilai perusahaan; mengembangkan cara karyawan berpikir, bertindak, bekerja, dan menghasilkan kinerja sesuai dengan semangat dari nilai-nilai perusahaan.

Corporate values atau nilai-nilai perusahaan adalah inti dari budaya perusahaan, yang akan mengelilingi setiap orang setiap saat, untuk semua atas apa yang harus dilakukan. Budaya perusahaan yang kuat akan membantu setiap orang di dalam perusahaan untuk memahami bagaimana nilai-nilai perusahaan itu dibuat, tertanam, dikembangkan, dimanfaatkan, dikelola dan diubah sesuai kemajuan jaman oleh perubahan. Nilai-nilai perusahaan adalah jantung dari budaya perusahaan, yang mendefinisikan semua perilaku karyawan dan kepemimpinan, dalam menjalankan fungsi dan peran sebagai warga korporasi yang berkualitas unggul.

Sosialisasi di tempat kerja adalah penting untuk membangun rasa percaya diri dan kebiasaan pola kerja dalam budaya kerja yang diharapkan. Sosialisasi juga akan mendorong setiap orang untuk selalu termotivasi dan memiliki tanggung jawab pribadi yang konsisten, untuk melakukan pekerjaan dengan berkualitas dan sepenuh hati.

Sosialisasi terhadap nilai-nilai perusahaan akan menciptakan proses asimilasi antara nilai-nilai pribadi dengan nilai-nilai perusahaan. Ketika proses asimilasi nilai pribadi dan perusahaan melebur dengan solid, maka hal itu merupakan awal untuk terjadinya proses pembentukan budaya kerja yang kuat, sehingga akan berkembang budaya organisasi yang kuat dari waktu ke waktu dengan efek sosialisasi berkelanjutan. Sosialisasi nilai-nilai yang detail akan membuat pekerjaan dan karyawan menjadi lebih efektif dalam perusahaan.

Sifat dari sosialisasi haruslah untuk memelihara nilai-nilai perusahaan di dalam fungsi dan peran masing-masing kepentingan dalam manajemen. Nilai-nilai yang tersosialisasi dengan baik akan menentukan perilaku individu, dan sifat kolaborasi dalam setiap kepentingan untuk menciptakan prestasi dan kinerja perusahaan.

Sosialisasi nilai adalah proses seumur hidup dan sifatnya berkelanjutan, sekali proses sosialisasi dihentikan atau dianggap remeh oleh pihak manajemen, maka orang-orang di dalam perusahaan akan melupakan nilai-nilai perusahaan, dan mulai bekerja dengan nilai pribadi masing-masing. Dampaknya, nilai-nilai dan norma-norma budaya perusahaan akan terus melemah, sehingga budaya yang dimiliki perusahaan adalah budaya lemah yang mudah terombang-ambing oleh tantangan kecil.

Karyawan dan pimpinan menghabiskan sebagian besar hidup mereka di perusahaan dengan berbagai nilai-nilai kehidupan kelompok dan individu, yang mempengaruhi mereka dengan berbagai cara. Oleh karena itu, sosialisasi nilai-nilai perusahaan haruslah menjadi pengalaman semua orang di dalam perusahaan, untuk membentuk identitas diri yang tidak terpisahkan dari nilai-nilai inti perusahaan.

Setiap orang dalam perusahaan melalui sosialisasi nilai harus dapat melihat dan merasakan kenyamanan untuk berkarya bersama perusahaan. Bila setiap orang merasa percaya diri bersama nilai-nilai perusahaan, maka secara sukarela mereka akan memodifikasi nilai-nilai hidupnya, melalui interaksi dengan nilai-nilai perusahaan selama seumur hidup.

Sosialisasi corporate values haruslah merupakan bagian dari pengembangan kepribadian karyawan dan pimpinan, untuk mengembangkan rasa diri pada budaya perusahaan. Setiap orang harus sadar bahwa mereka belajar nilai-nilai perusahaan dengan tujuan memiliki satu bahasa dan satu persepsi tentang budaya perusahaan mereka.

Akuisisi nilai-nilai perusahaan ke dalam karakter diri sendiri, akan meningkatkan kemampuan diri, untuk menjalani hubungan kerja dengan orang lain di dalam dan di luar perusahaan. Artinya, karyawan yang mampu mengakuisisi nilai-nilai perusahaan ke dalam kepribadiannya, maka dia akan cerdas bekerja melayani stakeholder sesuai impian dan harapan perusahaan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com