JANGAN SUKA MENYALAHKAN ORANG LAIN

035“Sikap suka menyalahkan orang lain hanya akan membuat hidup jauh dari rasa damai, nyaman, dan bahagia.”~ Djajendra

Anda adalah apa yang Anda pikirkan, rasakan, lakukan, dan berikan kepada diri sendiri dan orang lain. Bila Anda terlatih untuk bersyukur, berterima kasih, dan menjalani semua sisi kehidupan dengan keyakinan dan persepsi positif, maka Anda akan memiliki kehidupan dalam damai dan nyaman. Dan, Anda juga pasti akan bertemu dengan orang-orang baik dari seluruh proses kehidupan Anda, lalu menemukan sahabat-sahabat sejati di antara mereka.

Berhentilah untuk menyalahkan siapa pun, dan tatalah kepribadian untuk selalu berpikiran baik dalam jiwa besar yang luas. Kebahagiaan dan kedamaian hidup sangat tergantung kepada kesempurnaan jiwa besar. Jadilah pribadi yang berpikir dan merasakan keindahan dari semua sisi kehidupan. Hindarkan diri dari sikap yang menyalahkan siapa pun atau apa pun, apalagi membiarkan energi benci menjadi bagian dari sistem keyakinan hidup. Sebab, energi benci di dalam hati hanya akan membuat Anda jauh dari rasa damai, nyaman, dan bahagia. Setitik terkecil noda benci di dalam hati hanya akan menjadikan hidup Anda tidak damai. Apalagi bila noda benci di dalam hati sangat besar, maka pikiran dan perasaan baik akan kalah dengan pikiran dan perasaan negatif.

Sikap suka menyalahkan orang lain akan menghasilkan emosi negatif secara berlebihan, dan dampaknya Anda akan selalu hidup dalam stres yang berlebihan. Stres yang berlebihan merupakan ancaman yang sangat serius buat kesehatan diri Anda. Jadi, pastikan Anda selalu menjadi cerdas emosi untuk menghapus sikap suka menyalahkan, dan lebih memperbesar cinta di dalam hati terhadap apa pun dan siapa pun. Sikap suka menyalahkan adalah sumber penghasil energi negatif, dan energi negatif akan mengacaukan suasana hati, lalu membuat hidup Anda secara mental dan emosi selalu dalam kondisi tidak stabil.

Pastikan Anda mampu menyelamatkan diri Anda dari kebiasaan menyalahkan. Kemudian, menjadikan diri Anda sebagai wadah untuk menyelesaikan masalah Anda terhadap apa pun dan siapa pun dengan solusi untuk kedamaian, kebahagiaan, keindahan, dan kenyamanan hidup buat diri Anda sendiri dan orang lain.

Pahami setiap situasi yang menghasilkan perasaan suka menyalahkan di dalam hati Anda. Lalu, jadilah jujur dengan diri sendiri, dan lakukan identifikasi terhadap masalah Anda. Pahami apa masalah Anda. Pahami apa yang membuat Anda kesal dan suka menyalahkan orang lain. Lalu, jawablah semua hal tersebut dari hati nurani Anda yang terhapuskan dari rasa curiga dan ketidaksukaan.

Menyalahkan orang lain tidak akan membantu dengan solusi, dan juga tidak akan mengubah situasi. Semakin sering Anda menyalahkan orang lain, semakin Anda akan dibuat tidak berdaya oleh perasaan dan pikiran negatif Anda. Jangan pernah membuang-buang waktu dan energi hanya untuk menumpukkan rasa benci dan kesal. Rasa benci dan kesal dalam hati akan menghabiskan waktu dan kehidupan pada sesuatu yang sangat tidak produktif.

Bertanggung jawablah atas kehidupan Anda sendiri. Jadilah pribadi positif dengan keunggulan pikiran dan perasaan positif terhadap siapa pun dan apa pun.

Hadapilah ketakutan terhadap siapa pun dan apa pun dengan tanpa menyalahkan. Sikap suka menyalahkan adalah masalah yang ada dalam diri Anda. Oleh karena itu, bicaralah dengan diri Anda sendiri. Jadilah manajer untuk mengelola kehidupan pikiran dan perasaan Anda sendiri. Miliki kebiasaan untuk bersikap jujur, tidak hanya dengan diri sendiri, tetapi juga dengan orang lain.

Hentikan kebiasaan untuk menyalahkan orang lain, dan jadikan orang-orang yang menurut Anda suka bikin salah itu, sebagai cermin untuk meningkatkan kualitas Anda. Jadi, daripada Anda membuang-buang waktu, energi, dan kehidupan Anda untuk mengekspresikan kebencian dan ketidaksukaan, lebih baik Anda fokuskan semua hal terhebat diri Anda buat kebahagiaan, kedamaian, kesejahteraan, dan kesehatan hidup Anda. Bila Anda cerdas mengekspresikan kepribadian dan karakter Anda yang positif, maka Anda akan menjadi magnet yang menciptakan sumber kebaikan buat kehidupan orang banyak.

Djajendra

PELATIHAN MOTIVASI KEUANGAN PRIBADI 4 JAM

PELATIHAN MOTIVASI KEUANGAN PRIBADI PROGRAM 4 JAM

FINANCIAL MOTIVATION

MENGELOLA UANG DENGAN BIJAK DAN CERDAS

“Uang Anda jangan dihambur-hamburkan untuk berbelanja hal-hal yang tidak prioritas buat kehidupan Anda, tapi investasikan ke dalam hal-hal yang Anda pahami, agar uang Anda itu dapat menjadi alat investasi yang membebaskan Anda dari kekurangan uang.” ~ Djajendra

DESKRIPSI

Ketika Anda tidak mampu mengelola keuangan pribadi, maka Anda pasti akan berhadapan dengan tekanan hidup yang bersumber dari persoalan keuangan.  Masalah keuangan akan memunculkan banyak persoalan buruk di dalam hidup, dan selalu menjadi penyebab utama dari ketidakbahagiaan dalam hubungan keluarga.

Uang adalah kekuatan yang harus dikelola dengan bijak, dan tidak boleh sedikitpun diremehkan. Uang yang pengeluarannya dikendalikan dan diatur sesuai kebutuhan haruslah menjadi gaya hidup. Pastikan Anda selalu mengelola uang dengan menyeimbangkan antara pengeluaran dan pendapatan.  Biasakan pola hidup untuk menghindari pengeluaran yang tidak perlu.

Miliki anggaran keuangan pribadi Anda sebagai alat yang berguna untuk merencanakan pengeluaran dari penghasilan Anda. Jadilah seorang manajer keuangan pribadi yang andal untuk melakukan perencanaan keuangan Anda dengan berkualitas.

Melalui program motivasi keuangan pribadi selama empat jam ini, peserta akan belajar tentang prinsip-prinsip pengelolaan keuangan pribadi yang baik. Peserta juga akan belajar untuk menjadi lebih bertanggung jawab atas uang pribadinya, dan mampu membebaskan diri dari persoalan kekurangan uang.

TUJUAN MOTIVASI

Tujuan dari motivasi ini adalah untuk membantu peserta menjalani kehidupan pribadi yang lebih baik dengan mengelola keuangan secara efektif. Sikap pribadi terhadap pengelolaan utang juga akan dibahas. Dengan manajemen keuangan pribadi yang baik, para karyawan dengan pendapatan sederhana dapat mengumpulkan sejumlah besar uang, dan melakukan investasi untuk masa depan yang lebih baik.

METODE PELATIHAN

Pelatihan Aktif, Presentasi, Interaktif, Diskusi Kelompok, Brainstorming, Bermain Peran, Berpikir Kreatif, Simulasi, Belajar Dalam Kompetisi Permainan, Studi Kasus, Latihan, Bimbingan, Diskusi, Perenungan, Experiential Learning, Icebreaker

MANFAAT MOTIVASI

·        Peserta mendapatkan gambaran tentang Asset Liability Management untuk pengelolaan keuangan pribadi.

·        Peserta mendapatkan cara membangun, mengelola, dan merawat budget keuangan untuk meningkatkan kualitas kehidupan pribadi.

·        Peserta memahami peran uang dalam kehidupan sosial.

·        Peserta memahami cara memiliki sikap dan perilaku terbaik dalam melakukan investasi terhadap uang yang dimiliki.

·        Peserta mendapatkan cara memiliki kemampuan untuk mengendalikan pengeluaran.

·        Peserta mendapatkan cara mengelola keuangan pribadi melalui kecerdasan emosional.

·        Peserta memahami pentingnya kekuatan keuangan perusahaan untuk menjamin keuangan pribadi.

·        Peserta memahami cara berkontribusi untuk menguatkan keuangan perusahaan.

·        Peserta memahami cara mempersiapkan anggaran.

·        Peserta memahami cara mengurangi biaya dan meningkatkan tabungan.

·        Peserta memahami cara  meningkatkan penghasilan dengan pola hidup hemat.

·        Peserta memahami cara untuk menetapkan tujuan keuangan.

MATERI FINANCIAL MOTIVATION

TOPIK: MENGELOLA UANG DENGAN BIJAK DAN CERDAS

Sub Bahasan

·        Uang sebagai alat peningkatan kesejahteraan hidup.

·        Kesadaran untuk memahami uang & pendapatan, pengeluaran & utang, tabungan & Investasi, manajemen risiko, arus kas, konsep keuangan dalam realitas ekonomi.

·        Kesehatan keuangan pribadi dalam meningkatkan kualitas hidup.

·        Pengaruh dan hubungan uang dengan status sosial, peluang, keamanan, pencapaian, stres, dan ketenangan pikiran.

·        Kemandirian keuangan melalui kecerdasan untuk merekam Asset Liability management dalam pikiran bawah sadar.

·        Keunggulan keuangan ditentukan oleh kemampuan kreativitas investasi yang berisiko rendah.

·        Manajemen keuangan pribadi dan hubungannya dengan asuransi, dana pensiun, inflasi.

·        Prinsip-prinsip pengelolaan keuangan pribadi yang baik.

·        Mengembangkan karakter diri yang cerdas finansial.

·        Mengendalikan uang atau dikendalikan uang.

·        Gaya hidup untuk menuju kemandirian keuangan pribadi.

·        Budget sebagai alat terpenting dalam pengelolaan keuangan pribadi.

·        Perusahaan sebagai sumber kekuatan keuangan pribadi.

·        Memimpin diri sendiri untuk berkontribusi buat kekuatan keuangan perusahaan.

UNTUK PELATIHAN HUBUNGI

PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL

Kantor: Jl.Danau Toba No.104, Jakarta Pusat, 10210

Telepon: (021) 5701505 

Hp: 0812 131 888 99

Fax: (021) 5738105

Website:http://djajendra-motivator.com

E-mail:training@djajendra-motivator.com

BERIKAN ENERGI POSITIF UNTUK ORGANISASI ANDA

“Bila perasaan sibuk dengan pekerjaan selalu menjadi alasan untuk tidak memiliki waktu buat istirahat, maka jadwalkan pekerjaan Anda dengan lebih efektif, dan siapkan waktu untuk istirahat. Sebab, istirahat adalah sesuatu yang sangat penting untuk membuat tubuh, pikiran, dan emosi selalu bugar dalam menghasilkan energi positif buat kemajuan organisasi Anda.” ~ Djajendra

Organisasi dibentuk untuk menghasilkan karya dan kinerja terbaik. Pikiran, emosi, energi, keterampilan, pengalaman, dan pengetahuan setiap individu; dalam kolaborasi yang terfokus pada tujuan organisasi, akan menjadikan organisasi bergerak sesuai arah. Dan, saat setiap karyawan dan pimpinan di dalam organisasi bertindak efektif dengan energi positif, untuk menyelesaikan tugas dan tanggung jawab masing-masing sesuai dengan arahan; maka saat itu, energi positif setiap orang akan berkolaborasi dan berkontribusi untuk menghasilkan karya dan kinerja terbaik.

Energi positif dari setiap orang di dalam organisasi harus dialirkan melalui integritas pribadi, serta diwujudkan saat mengerjakan tugas dan tanggung jawab dengan efektif, sesuai dengan prioritas. Artinya, setiap pimpinan dan karyawan memiliki kemampuan untuk fokus pada apa yang harus dilakukan. Kemudian, memiliki disiplin dan motivasi untuk mengelola pekerjaan dengan prioritas mulai dari yang paling penting hingga yang boleh ditunda. Memiliki daftar tugas dan hal-hal yang harus dikerjakan sesuai tenggang waktu, dan perilaku efektif untuk menyelesaikan setiap tugas dan tanggung jawab, akan menjadi penyelamat yang selalu membantu Anda untuk berkontribusi dengan energi positif.

Miliki manajemen pekerjaan dengan mengkategorikan item-item pekerjaan sesuai dengan prioritas yang masuk akal. Lalu, atur setiap pekerjaan untuk diselesaikan dengan cara yang paling efektif. Dan bila jumlah item pekerjaan membutuhkan waktu penyelesaian yang melebihi waktu kerja, maka Anda harus segera mendelegasikannya kepada orang lain. Bila Anda tidak mendelegasikannya, maka perasaan sibuk yang terus-menerus akan menjadi beban hidup Anda. Dan akhirnya, Anda tidak dapat mengalirkan energi positif  ke dalam jaringan kerja organisasi Anda. Sebab, perasaan sibuk dan beban kerja yang berlebihan akan membuat Anda lelah dan sering tidak fokus untuk menghasilkan kinerja seperti yang diinginkan.

Siapkan daftar kerja dengan prioritas yang jelas, lalu setiap dua kali dalam seminggu lakukan revisi, dan buat daftar baru, transfer tugas lama yang belum selesai ke dalam daftar baru. Lakukan ini dalam kebiasaan kerja Anda. Dan pastikan setiap tugas dan tanggung jawab Anda selalu terorganisir dalam urutan prioritas yang sesuai target.

Kemampuan untuk memberikan energi positif  ke dalam jaringan kerja organisasi sangat ditentukan oleh kualitas dan kompetensi individu. Semakin tinggi kualitas pikiran positif, kualitas emosional yang cerdas, kualitas daya tahan fisik tubuh, dan kualitas kompetensi pekerjaan; maka Anda dapat mempertahankan kualitas kompetensi Anda untuk berkontribusi dengan efektif dalam konsistensi pelayanan Anda kepada organisasi dan stakeholders.

Setiap interaksi Anda di dalam setiap proses kerja akan melibatkan pikiran, emosi, energi, pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan untuk berhubungan baik. Saat Anda terlatih dengan kualitas integritas diri yang berpandangan positif, maka diri Anda akan menjadi energi positif, yang dengan sendirinya mengirimkan sinyal positif di setiap titik proses kerja. Hal ini akan membuat Anda menjadi pribadi yang dipercaya oleh kolega, atasan, dan bawahan. Dan, Anda akan menjadi sumber daya yang menarik hal-hal positif untuk menciptakan karya dan kinerja buat kemajuan organisasi Anda.

Jadilah yang jelas tentang apa yang Anda inginkan dan butuhkan dari satu sama lain dalam hal rutinitas dan cara kerja sehari-hari. Sebab, di dalam organisasi ada sangat banyak orang, ada sangat banyak struktur, peran, dan fungsi yang harus Anda layani dalam kolaborasi. Diperlukan kesadaran dan disiplin terhadap waktu. Setiap orang dalam kolaborasi kerja harus memahami bahwa bila mereka ingin menjadi energi positif buat organisasinya, maka harus ada kesadaran dan disiplin untuk mengukir waktu bersama, agar setiap kegiatan dalam kolaborasi dapat menciptakan hasil akhir dari efektivitas kerja yang tinggi.

Cara kerja yang didorong oleh energi positif, akan berkontribusi pada ketenangan dan pemenuhan rasa puas diri terhadap proses dan hasil akhir. Lebih penting lagi, setiap orang yang berkolaborasi dan berkontribusi melalui energi positif, akan menghabiskan rutinitas kehidupan di kantor dengan perasaan positif, dan selalu termotivasi untuk berkontribusi secara total buat organisasi dan stakeholders.

Saat Anda memberikan energi positif  untuk organisasi Anda, maka saat itu waktu-waktu produktif Anda bersama organisasi akan diisi dengan cinta dan sukacita. Artinya, Anda akan bekerja dengan perasaan bahagia dan dengan sadar akan mencintai setiap orang di tempat kerja dari hati nurani Anda yang paling tulus.

Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PEMIMPIN BERTINDAK SEPERTI SEORANG PELATIH SEPAK BOLA

LEADERSHIP AND TEAMWORK 4 JAM

Pemimpin Bertindak Seperti Seorang Pelatih Sepak Bola

“Jika Anda bekerja di sebuah tim lintas fungsional, Anda harus selalu berkontribusi melalui sikap rendah hati untuk kesuksesan bersama, tanpa berpikir bahwa fungsi pekerjaan Anda lebih istimewa dari yang lain.” – Djajendra

Organisasi masa depan akan menuntut setiap karyawan dan pimpinan untuk dapat bekerja sama atau pun berkolaborasi secara lintas fungsional. Keunggulan masing-masing unit kerja atau individu harus menjadi satu peran dalam multi fungsi pekerjaan.

Bekerja efektif dengan fungsi lain akan menjadi sebuah kebutuhan yang harus dapat dijawab oleh setiap orang untuk membuat organisasi menjadi lebih fleksible. Hal ini, sama seperti praktik tim sepak bola yang mewajibkan semua pemain untuk siap dimainkan di posisi mana pun. Seorang pemain belakang harus mampu menjadi penyerang, seorang penyerang juga harus siap dimainkan di posisi sesuai strategi pelatih. Artinya, setiap orang di dalam tim harus bisa memainkan fungsi dan peran apa saja sesuai kebutuhan strategi tim untuk mencapai kemenangan.

Mungkin Anda sudah sering terlibat dalam sebuah tim lintas fungsional di tempat kerja Anda. Biasanya, tim lintas fungsional terdiri dari orang-orang dari berbagai fungsi atau departemen dalam suatu organisasi, yang dibentuk untuk tujuan menyelesaikan sebuah proyek atau pun untuk menyelesaikan sebuah masalah. Dalam tim lintas fungsional, setiap orang harus memiliki keahlian untuk memecahkan masalah, atau untuk mengeksplorasi solusi potensial buat berkontribusi terhadap proyek atau misi yang ditetapkan.

Di masa depan, cara kerja tim lintas fungsional akan menjadi sebuah keharusan dalam rutinitas kerja seharian. Pemimpin akan memainkan peran pelatih seperti di dalam tim sepak bola saat ini. Di mana, semua sumber daya manusia harus dapat digunakan sesuai kebutuhan strategi organisasi dan strategi bisnis. Oleh karena itu, setiap individu di dalam organisasi wajib memiliki multi keterampilan dan wawasan yang luas tentang pekerjaan di tempat kerja. Termasuk, memiliki keterampilan negosiasi yang baik, serta memiliki kecerdasan emosional yang berkualitas untuk berkomunikasi secara efektif dengan para stakeholder kunci.

Kepemimpinan dan karyawan dengan keahlian yang berbeda harus duduk bersama-sama untuk menciptakan karya besar sesuai misi organisasi. Kemampuan untuk memecahkan masalah dan menemukan solusi terbaik harus menjadi perilaku kerja bersama. Efisiensi, efektivitas, dan produktivitas harus menjadi hal yang diutamakan dalam semua perilaku kerja lintas fungsional.

Bekerja dalam tim lintas fungsional tidak hanya membutuhkan keahlian teknis dari setiap orang, tapi juga keahlian untuk membangun integritas pribadi, agar dapat mengendalikan kepribadian diri, serta mampu melebur dan menyatu dalam satu kekuatan besar untuk satu tujuan bersama yang utuh dan solid.

Setiap orang dalam cara kerja tim lintas fungsional harus dapat menjadi lebih bertoleransi terhadap fungsi kerja lain. Tidak boleh dipelihara pikiran dan perasaan yang meremahkan fungsi pekerjan orang lain. Bila sudah menjadi satu tim, maka semua jenis fungsi pekerjaan harus berada dalam satu kesatuan bersama, tidak boleh ada yang menganggap fungsi pekerjaannya lebih tinggi dari yang lain. Bila ada pihak yang menganggap fungsi pekerjaannya lebih bergengsi dan lebih penting, maka kerja sama dalam tim lintas fungsional akan menjadi tidak efektif.

Kerja sama secara lintas fungsional adalah cara kerja yang sedang berkembang saat ini. Kekuatan kolaborasi mulai dari pengetahuan, keterampilan, pelayanan, dan kepribadian, akan menjadi hal yang sangat menentukan keberhasilan dari kerja sama tersebut. Setiap individu harus menyiapkan kepribadian yang penuh integritas untuk memberikan energi positif terhadap jaringan kerja sama tersebut. Tidak boleh ada konflik ataupun persaingan untuk kemenangan ego pribadi atau kelompok, yang ada hanyalah sikap untuk saling menjaga hubungan kerja dengan antusias, serta semua orang bertindak dengan efektif terhadap tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Peran pemimpin menjadi sangat menentukan dalam merekatkan hubungan kerja antar fungsi. Di sini, pemimpin bertindak seperti seorang pelatih, yang setiap hari dengan antusias memberikan motivasi kepada setiap individu untuk menghasilkan ide-ide terbaik, sumber daya, kualitas, dan hasil akhir yang berkinerja tinggi.

Setiap individu harus mematuhi instruksi dan perintah pimpinan, dan mampu membawa diri sepenuhnya kepada setiap interaksi. Termasuk, cerdas memberikan sinyal ketertarikan dalam setiap kolaborasi untuk terlibat dan menanggapi setiap aliran ide-ide.

Pemimpin wajib melakukan apa yang dikatakan, dan menjaga integritas diri, agar sebagai panutan dalam kolaborasi tetap dihormati dan dipercaya oleh setiap individu. Sebagai pemimpin yang dipercaya, maka setiap masukan dari anggota tim, harus diterima dengan terbuka, lalu disampaikan secara terbuka kepada semua orang dalam tim. Peran pemimpin adalah membangun keyakinan dan kepercayaan diri setiap orang, untuk menghasilkan ide dan sumber daya buat membantu peningkatan kinerja organisasi.

Djajendra

ORANG-ORANG PESIMIS

DSC_0616“Kalau sudah bisa nyaman mengapa harus mencari tantangan? Walau rasa nyaman itu tidak sesuai dengan realitas yang diinginkan, tapi karena sudah terbiasa, nikmati saja, sulit untuk merubah orang-orang yang tidak mau berubah.” ~ Orang pesimis

Dalam realitas kehidupan tidak semua orang memiliki kepribadian yang optimis. Sangat banyak orang membentuk dirinya menjadi pribadi pesimis. Orang-orang pesimis menularkan kekuatan pesimis kepada orang-orang di sekitarnya. Akibatnya, orang-orang optimis yang belum terlalu kuat untuk bermental optimis, pada akhirnya menjadi terpengaruh dan  ikut-ikutan menjadi pesimis.

Pesimis adalah sebuah kekuatan yang dihasilkan dari ketidakpercayaan diri, untuk melakukan sebuah perubahan atau tindakan yang menantang risiko. Orang-orang pesimis lahir dari ketidakmampuan dirinya untuk menghadapi realitas lingkungan di sekitarnya, dan mungkin pernah mencoba beberapa kali dengan sikap optimisme untuk perubahan, tapi karena gagal, maka dia pikir hal itu tidak mungkin dapat dilakukan, sehingga secara perlahan-lahan mentalnya mulai dihinggapi kekuatan pesimis. Dan, karena setiap hari dia berpikir dan bertindak dalam sikap pesimis, lama-kelamaan sikap pesimis ini menjadikan pribadinya kehilangan rasa berani untuk melakukan perubahan.

Takut dan ragu selalu menjadi sahabat terdekat dari orang-orang pesimis. Sifat pesimis membuat mereka kebal terhadap perubahan, dan membuat mereka kehilangan kepercayaan diri untuk bertindak. Orang-orang pesimis tetap berkarya dan bekerja dalam sikap pesimis, dan senang mengeluh kadang menggerutu untuk realitas yang dihadapi, dalam seribu satu alasan, serta tidak punya keberanian untuk menjadi pemberani yang optimis.

Orang-orang optimis di sekitar orang-orang pesimis berpotensi menjadi korban dari kuatnya pengaruh pesimis. Ketika yang memimpin adalah kekuatan pesimis, maka energi pesimis mulai tumbuh dan berkembang dalam kepribadian setiap orang yang dipimpin. Panutan yang pesimis adalah pemadam energi optimis.

Orang-orang pesimis akan menghabiskan berjam-jam dari waktu produktifnya hanya untuk menegaskan bahwa lingkungan atau organisasinya sudah tidak mungkin dirubah. Mereka hanya akan mencari seribu satu pembenaran untuk mematikan energi optimisme yang muncul di sekitarnya. Semua inspirasi dan motivasi selalu ditanggapi dengan perasaan sinis, sebab kepercayaan diri mereka sudah hilang untuk menjadi optimis. Keberaniaan mereka telah dikekang oleh dirinya sendiri, dan diperkuat oleh mentalnya yang menciptakan pola pikir untuk bertahan dan berkembang bersama kekuatan pesimis.

Selama bertahun-tahun hidup dan berproses dalam kekuatan dan pengaruh pesimis, maka tidaklah mungkin dapat diharapkan dari orang-orang pesimis ini untuk bisa menghasilkan maha karya buat kehidupan. Karena, mereka sangat terlatih untuk menemukan alasan dan pembenaran buat bertahan dengan realitas yang ada. Dan, mereka juga akan melawan bila kekuatan optimis tumbuh untuk melakukan perubahan. Saat kekuatan optimisme tumbuh dan berkuasa, maka kekuatan pesimis pasti kehilangan pekerjaan atau juga mungkin kekuasaan yang selama ini dinikmati.

Kekuatan pesimis hanya dapat diatasi dengan kepemimpinan yang berani dan penuh optimisme. Kepemimpinan yang optimisme ini harus dibentuk dari budaya organisasi yang optimis; dibentuk dari tata kelola yang memotivasi dan membentuk disiplin untuk berpikir positif dan optimis. Saat sistem, budaya, tata kelola, dan kepemimpinan memaksakan energi optimisme di setiap sudut organisasi; maka semua pengaruh pesimis, secara perlahan-lahan akan kehilangan kekuatan, dan mungkin juga orang-orang pesimis akan pergi meninggalkan organisasi, karena keyakinannya bertolak belakang dengan yang optimis, atau bisa juga orang-orang pesimis menjadi sadar, bahwa sikap optimisme adalah sesuatu yang sangat indah, untuk mengembangkan diri mereka menjadi berani dalam perubahan.

Perlu diingat, pesimisme tidaklah mungkin dapat dihapus total dari realitas organisasi. Pesimisme hanya dapat dilemahkan oleh kekuatan kepemimpinan yang terkoordinasi secara solid dalam optimisme. Jadi, pesimisme harus dikendalikan dan dilemahkan secara konsisten melalui disiplin dan motivasi dari orang-orang optimis.

Energi optimisme harus terus-menerus dinyalakan untuk menerangi pikiran dan emosi setiap orang, agar semua orang yang berkomitmen untuk optimis dapat menjalani proses kerja dengan penuh optimisme.

Pesimisme adalah kekuatan yang selalu akan menantang perubahan, karena dia sangat suka zona kenyamanan. Orang-orang pesimis selalu berargumen, kalau sudah nyaman kenapa harus mencari tantangan baru, walau rasa nyaman itu terbentuk dari realitas yang tidak diinginkan, tapi karena merasa terbiasa dan sudah nyaman, ya nikmati saja.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MOTIVASI DAN INSPIRASI DJAJENDRA 23 NOVEMBER 2012

PELATIHAN MOTIVASI UNTUK SUPERVISOR

MOTIVASI DAN INSPIRASI DJAJENDRA 23 NOVEMBER 2012

Ketika dirimu menaruh begitu banyak beban kepada diri sendiri, maka beban yang berat itu akan menjadi tekanan yang membuat hidupmu semakin lelah dan jenuh. Dirimu bukan diciptakan untuk memikul beban kehidupan yang berat, tapi untuk menikmati kehidupan yang indah, yang telah Tuhan anugerahkan untuk sukacita dan kebahagiaanmu.~ Djajendra

Sangatlah rugi bila hidup digunakan hanya untuk mengkritik dan menghakimi kehidupan orang lain. Fokuskan semua kekuatan dari dalam diri untuk menghasilkan hal-hal yang mendatangkan keuntungan dan kebahagiaan buat dirimu. Jangan lagi menghabiskan potensi hebatmu hanya untuk hal-hal negatif yang mengurangi kualitas hidupmu.~ Djajendra

Hidup bukan untuk melangkah mundur dan bertanya kepada masa lalu, tapi untuk bergerak maju dan bertanya kepada masa depan tentang hal-hal yang Anda inginkan. Masa lalu sudah tertidur dan tak perlu diganggu dengan banyak pertanyaan,  masa depan selalu terang untuk menunjukkan banyak jawaban atas pencarian Anda dalam sukses. ~ Djajendra

Manusia tidak mungkin dapat dikelola untuk menghasilkan kinerja sesuai kebutuhan, tapi dapat dilatih dan dibimbing melalui kesadaran diri sendiri, untuk memberikan potensi dan energi buat pencapaian kinerja sesuai kebutuhan.~ Djajendra

Ketika Anda memutuskan untuk bekerjasama dengan teman-teman Anda, untuk mencapai sebuah tujuan bersama; maka hal pertama yang harus ditinggalkan adalah sifat dan perilaku yang ambisius untuk memainkan peran individu. Kekuatan kerja sama tim ada dalam peran kolaboratif, dan Anda harus menjadi individu yang mampu mengalir dalam energi kolaborasi bersama semua teman-teman Anda, agar tujuan bersama dihasilkan dari kontribusi bersama. Bila Anda menonjolkan peran dan kepentingan ego individu, maka konflik dan ketidakpercayaan akan menjadi energi yang merusak kerja sama tersebut.~ Djajendra

Ide yang hebat adalah ide yang mampu mempengaruhi semua kepentingan, untuk memotivasi dan berkontribusi, agar ide tersebut segera diwujudkan dalam realitas.~ Djajendra

Rasa bersalah adalah sumber penderitaan. Bila sekarang Anda merasa sedang bersalah, maka hentikan rasa bersalah dengan menjadikannya sebagai guru untuk perbuatan baik. Rasa bersalah bila tidak Anda hentikan, dia akan mengikuti hidup Anda, dan melukai perasaan Anda setiap hari. ~ Djajendra

Hidup itu langkah demi langkah menuju jiwa yang lebih tenang, lebih santai, lebih berkonsentrasi, lebih fokus, lebih sejahtera, dan lebih menerangi pikiran dan perasaan dengan hal-hal baik. ~ Djajendra

Untuk perbaikan diri dapat diawali dengan meningkatkan kesadaran diri. Kesadaran diri dapat menjadi awal yang membuat hidup sesuai harapan. Kesadaran diri seperti kunci yang dapat membuka potensi diri, untuk mendapatkan harta karun yang tak terhitung nilainya. ~ Djajendra

Tumbuhkan diri dengan akal baik. Semua yang terbaik dalam hidup dihasilkan dari cara menggunakan akal baik untuk mengundang kebaikan ke dalam hidup. Kecerdasan visi untuk bergerak ke arah yang dipahami akan membuat diri menikmati hidup. Hidup adalah perjalanan untuk memperluas kesadaran diri, agar diri dapat memahami keberadaan dirinya dalam kehidupan ini.~ Djajendra

Sukacita adalah perasaan gembira bercampur bahagia. Sukacita dihasilkan dari kemampuan diri untuk mengatasi rasa sakit oleh berbagai tantangan kehidupan. Saat Anda berani untuk menang dari berbagai tantangan kehidupan, Anda pasti mengalami sukacita. ~ Djajendra

Motivator terbaik hidup dalam dirimu, bangkitkan dia, dan jadikan dirimu seperti yang kau inginkan . – Djajendra

Saat pikiran tertutup dan jiwa terbelenggu dalam keterbatasan; saat itu hidup hilang oleh ketidakcerdasan diri, hidup terbuang sia-sia dari menit demi menit, hidup menjadi tak berharga oleh pikiran keterbatasan, hidup berakhir dalam ketidaksadaran akan kehebatan diri sendiri.~ Djajendra

Pikiran, perasaan, keyakinan, dan sikap Anda adalah pasukan elit yang harus setiap hari Anda latih, untuk siap tempur memenangkan hidup Anda. ~ Djajendra

Hidup selalu terkendali dalam keseimbangan bersama jawaban dan solusi. Kekayaan pengetahuan dan wawasan Anda akan menuntun Anda untuk menemukan jawaban sesuai kebutuhan Anda.~ Djajendra

“Diri asli Anda yang terlatih dengan integritas akan lebih kuat dari apa pun yang Anda temui dalam hidup.”~ Djajendra

Usia bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan, usia tua bukanlah batas untuk menghentikan ambisi dan obsesi. Selalulah ingat bahwa Anda tidak pernah terlalu tua untuk memiliki visi; Anda tidak pernah terlalu tua untuk menetapkan tujuan; Anda tidak pernah terlalu tua untuk berpikir seperti orang muda. Hiduplah dengan energi yang selalu siap berkontribusi dan melayani hidup di sepanjang usia.~ Djajendra

Jiwa yang merdeka adalah jiwa yang terbebaskan dari pujian dan celaan. Jiwa yang berenergi netral, dan tetap tersenyum dalam menghadapi kebaikan dan ketidakbaikan. Jiwa yang merdeka adalah jiwa yang bebas terbang bersama imajinasinya, dan setiap hari menang bersama egonya untuk menikmati kehidupan yang indah. ~ Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

JANGAN SALING MENYALAHKAN DALAM KERJA KELOMPOK

SEMI OUTBOUND MOTIVASI DAN TEAMWORK - DJAJENDRA

Jangan Saling Menyalahkan Dalam Kerja Kelompok

“Berkelompok untuk mengerjakan sebuah tujuan berarti harus meninggalkan penonjolan sifat dan perilaku individu, dan digantikan dengan sifat dan perilaku untuk memperkuat kerja kelompok dalam mencapai tujuan bersama dengan berkualitas.” ~ Djajendra

Setiap individu dalam kelompok harus berkontribusi melalui kompetensi masing-masing; dengan cara menyatukan visi, persepsi, logika berpikir, keyakinan, perilaku, niat, emosi, dan kepentingan dalam satu entitas tunggal sebagai satu kesatuan yang solid. Tidak boleh ada individu yang menjadi lebih dominan dengan perilaku individualnya dalam kerja kelompok, karena sifat dan perilaku individual yang terlalu menonjol akan melemahkan kekuatan kelompok.

Dalam kelompok, setiap individu tidak hanya harus memiliki tanggung jawab atas tindakan mereka sendiri, tapi juga harus memiliki kesadaran bahwa sebuah kesalahan kecil dari individu dapat mengakibatkan kesalahan besar dalam kelompok. Oleh karena itu, tidak boleh ada perdebatan tentang siapa yang harus disalahkan atas kegagalan kerjasama di dalam kelompok. Bila terjadi kegagalan, maka setiap individu tidak boleh saling menyalahkan, tapi harus saling interospeksi melalui kesadaran diri untuk kembali ke tujuan utama dari misi berkumpul dalam kelompok.

Setiap individu yang terhimpun dalam kelompok harus diperlakukan sebagai kelompok tunggal dengan pengalaman, persepsi, keyakinan, niat, dan logika berpikir yang kolektif. Pikiran kelompok harus menjadi lebih dominan dibandingkan pikiran individu sebagai anggota kelompok. Interaksi antara individu tidak saja melalui perilaku pribadi dan etos kerja, tapi juga melalui perasaan dan pikiran yang mampu bersatupadu untuk kepentingan tujuan bersama, atribut, nilai, kebanggaan, serta perasaan senasib dalam empati dan toleransi yang saling mengikat hati untuk menjadi lebih solid.

Ketika pikiran dan perilaku kelompok mulai menyatu ke dalam hati nurani masing-masing individu anggota kelompok, maka kerja sama yang ada akan mencerminkan realitas pikiran kelompok. Semakin bersatupadu cara berpikir kelompok, semakin pikiran dan perasaan akan menyatukan kekuatan dan potensi masing-masing individu untuk menjadi sangat kuat dalam sebuah tim yang kokoh dan solid.

Setiap individu harus bertanggung jawab penuh untuk mengalokasikan kualitas kerja dalam meningkatkan mutu kelompok dan individu. Bertanggung jawab penuh berarti bertanggung jawab secara moral, kualitas, tindakan kolektif, tindakan individu, kontribusi yang sifatnya kolaboratif, serta bertanggung jawab untuk berpikir dan bertindak secara kolektif melalui keunggulan individu dalam sifat dan perilaku rendah hati.

Setiap individu harus diberikan pencerahan secara berkelanjutan melalui deskripsi yang jelas tentang tata kelola dan tata cara kerja kelompok, baik untuk perilaku maupun mindset. Tujuannya, untuk membuat masing-masing individu anggota kelompok mampu memiliki perasaan empati dalam melancarkan misi dan tujuan tim.

Setiap individu anggota kelompok harus memiliki kualitas sebagai penyeimbang yang dapat terhubungkan dengan setiap anggota kelompok. Pikiran dan perasaan yang terpisah oleh kepentingan ego diri akan mempengaruhi tanggung jawab moral individu untuk berkontribusi dalam ketunggalan kelompok.

Kerja kelompok adalah pekerjaan yang senantiasa harus menyeimbangkan antara energi individu dan energi kelompok. Bila ke dua energi ini dapat dirawat dalam keharmonisan hubungan kerja yang konsisten, maka setiap individu anggota kelompok akan dengan ikhlas menghubungkan pikiran dan perilaku berkualitas untuk kebaikan kelompok.

Ketika pikiran dan perasaan menjadi solid dalam kerja sama tim yang penuh empati, toleransi, dan kontribusi dalam pelayanan; maka pikiran dan perasaan individu akan menghindari terjadinya konflik di dalam kelompok. Setiap individu akan selalu bekerja dalam kesadaran untuk saling membantu dalam mewujudkan komitmen tim, dan bukan saling menyabotase kepentingan tim dengan memperbesar ego kepentingan pribadi.

Menyiapkan seperangkat standar kerja yang memberikan arah dan panduan untuk kualitas kerja kelompok, akan menjadikan setiap individu selalu memegang tanggung jawab kelompok dalam menghasilkan karya dan prestasi.

Djajendra

HIDUP SEHAT DENGAN PIKIRAN POSITIF

DJ12345“Sehat itu adalah proses hidup yang dihasilkan dari banyak latihan terhadap fisik, pikiran, dan emosi; dan bukan dari proses instan tanpa latihan.” ~ Djajendra

Menciptakan dan memelihara kebiasaan sehat adalah sesuatu yang sangat penting dalam hidup. Tidak ada hal yang lebih berharga daripada kesehatan diri. Sehat berarti mampu menikmati hidup sebagai anugerah dari Tuhan dengan sukacita.

Tidak ada kesenangan yang dapat dirasakan dalam keadaan tidak sehat. Sehat memiliki apa-apa yang dibutuhkan oleh diri untuk melakukan lebih banyak hal yang menyenangkan hidup. Sehat memiliki kemampuan untuk memotivasi diri menjadi lebih produktif dalam melakukan semua yang harus dilakukan.

Kesenangan sejati dihasilkan dari tubuh dan jiwa yang sehat. Orang- orang yang memiliki motivasi dan kerja keras, untuk menciptakan dan memelihara kebiasaan sehat dalam hidupnya, akan memiliki kemampuan daya tahan diri yang kuat, serta dapat menjadikan dirinya lebih positif dalam menjalani kehidupan.

Kesadaran untuk pola hidup sehat dalam rutinitas harian harus diikuti dengan fokus pada latihan fisik, emosi, dan pikiran.  Saat diri sudah terlatih dan terbiasa dengan pola hidup sehat, maka pola hidup sehat itu akan menjadi obat kuat yang selalu menjaga stamina diri secara total. Motivasi dan disiplin yang membiasakan aktivitas harian dengan pikiran positif dan emosi cerdas akan menjadi dasar dari pola hidup sehat.

Membangun pola hidup sehat berarti dimulai dengan mengenali diri sendiri. Kenali pola tidur, kenali pola gizi, kenali pola stres, kenali pola pikiran, kenali gaya hidup, dan kenali pola suasana hati diri sendiri. Setelah memahami hal-hal terpenting itu, harus dapat menemukan solusi untuk menyadarkan diri, agar semua pola yang ada dalam rutinitas diri dapat diarahkan ke dalam pola hidup sehat yang diinginkan.

Pola hidup sehat hanya dapat ditemukan dari kecerdasan diri untuk melatih dan membiasakan pikiran dan emosi selalu positif. Selama pikiran dan emosi belum mampu dikendalikan untuk melihat semua realitas dari sikap positif, maka semua pola hidup sehat yang sedang Anda lakukan akan menjadi tidak efektif.

Pikiran positif dan emosi yang cerdas dalam nilai-nilai positif, akan menemukan sebagian besar dasar untuk menuju pola hidup sehat. Ketika pikiran sudah positif dan emosi tercerahkan dalam kecerdasan nilai-nilai positif, maka kesadaran diri akan menjadi sangat tinggi untuk menikmati suasana hati bahagia dalam rasa syukur.

Saat suasana hati bahagia dalam rasa syukur mampu dipertahankan secara konsisten, maka kondisi ini dapat menjadi awal untuk membangun etos pola hidup, yang dapat membuat hidup dalam keseimbangan dan kesehatan.

Bila Anda sudah berniat untuk hidup sehat, jangan hanya berhenti sebatas niat dengan berbagai macam alasan, yang menghambat niat tersebut. Bertindaklah! Karena hidup sehat butuh tindakan efektif terhadap semua pola yang ada dalam kebiasaan hidup. Jadi, bertindaklah untuk melatih tidur Anda, agar tercukupi buat menjaga daya tahan tubuh Anda; bertindaklah untuk berlatih dan membiasakan pikiran dan emosi selalu positif; bertindaklah untuk mencukupi tubuh Anda dengan gizi dan olahraga; bertindaklah untuk membuat jiwa dan tubuh Anda mendapatkan kesenangan dari hal-hal yang Anda lakukan.

Hidup adalah akumulasi dari hal-hal terkecil menuju perubahan besar. Jadi, Anda harus memulai pola hidup sehat dengan menetapkan konsep diri yang jelas sesuai impian Anda. Setelahnya, Anda dapat mengembangkan diri Anda secara teratur dengan menerapkan disiplin pada pola hidup sehat yang Anda inginkan. Jadilah pribadi yang suka proses, bukan suka hal-hal yang bersifat instan, dan ikuti semua proses dengan senang hati dan penuh disiplin. Lalu, lihatlah semua perubahan kecil dengan perasaan optimis untuk perubahan yang lebih besar. Pertahankan sikap optimisme secara terus-menerus, dan jaga semua proses dengan motivasi diri yang selalu lebih menguat.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PERSAINGAN ANTAR PEKERJA DI DALAM PERUSAHAAN

012“Tidak ada seorang individu yang bisa melakukannya sendiri dengan sempurna, dia harus berada dalam energi kolaborasi, agar semua yang dilakukan itu dapat menghasilkan kinerja terbaik.” ~ Djajendra

Di tempat kerja, kehadiran setiap orang dimaksudkan untuk memberikan kontribusi dengan kompetensi berkualitas dalam peningkatan kinerja. Berkontribusi dalam semangat kolaborasi adalah sebuah sarana, bukan tujuan. Tujuan akhir tetaplah untuk menghasilkan kinerja terbaik buat keuntungan perusahaan, pemilik saham, pelanggan, karyawan, dan stakeholder lainnya.

Kompetisi yang sehat di dalam perusahaan dipercaya dapat menghasilkan sesuatu yang positif buat perusahaan dan perkembangan karir pekerja. Sejatinya, kompetisi dan persaingan akan menghasilkan kualitas individu yang lebih baik. Tetapi, dibanyak kasus, setelah mulai bersaing dan berkompetisi satu sama lain, ada orang yang kadang-kadang mulai kehilangan akal untuk berkompetisi secara sehat. Pada akhirnya, hal ini menjadi sesuatu yang merugikan perusahaan dalam membangun kolaborasi kerja. Padahal, kolaborasi dalam perusahaan adalah sesuatu yang wajib untuk meningkatkan kualitas dari proses kerja, termasuk untuk meningkatkan kinerja dan prestasi.

Sebelum perusahaan membiarkan semangat kompetisi dan persaingan antar pekerja dalam perusahaan, maka setiap pekerja harus mendapatkan pencerahan untuk memiliki kesadaran dalam berkompetisi. Setiap pekerja harus sadar bahwa keberadaan mereka di perusahaan adalah, untuk berkontribusi menjadikan perusahaan paling kompetitif di semua aspek kerja dan pelayanan. Berkompetisi bukan berarti menonjolkan kehebatan masing-masing diri, dan melupakan prioritas untuk saling bekerja sama dalam budaya kolaborasi yang saling melengkapi.

Bukanlah sebuah rahasia bahwa dalam perusahaan sering muncul kelompok-kelompok yang saling bersaing dalam skala konflik. Semua ini berawal dari kompetisi dan persaingan yang tidak dikelola dengan baik oleh manajemen. Ketika para pekerja yang berkonflik ini secara terus-menerus meningkatkan intensitas konfliknya, maka  perilaku mereka menjadi sesuatu yang menghambat kemajuan perusahaan.

Prestasi sering dihargai di tempat kerja, dan orang-orang dengan tingkat ambisius yang sangat tinggi untuk mendapatkan jabatan dan kekuasaan di perusahaan, akan bersikap dan berpikir bahwa prestasi terbaik didapatkan dengan mengalahkan orang lain. Sebaiknya, prestasi terbaik didapatkan dari kemampuan untuk memotivasi diri sendiri, agar dapat mencapai pertumbuhan pribadi yang meningkatkan kualitas dan kompetensi diri di tempat kerja. Prestasi yang didapatkan dari mengalahkan orang lain melalui cara-cara yang tidak sehat, biasanya akan menjadi sesuatu yang tidak membawa manfaat positif buat perusahaan. Kepentingan kelompok adalah sesuatu yang bisa membuat seseorang yang tidak berkualitas mendapatkan prestasi dan promosi ke jenjang yang lebih tinggi.

Persaingan dan kompetisi yang memperebutkan jabatan atau pekerjaan dengan cara-cara tidak etis, merupakan awal dari kegagalan manajemen untuk menjalankan tata kelola yang sehat, tegas, efektif, produktif, dan bebas dari energi perusak organisasi. Persaingan dan kompetisi tidak sehat selalu menyebabkan tekanan, dan mengundang risiko ke dalam perusahaan. Hal ini berpotensi mengundang risiko yang tidak diinginkan untuk masuk dan melemahkan daya tahan perusahaan.

Setiap orang di dalam perusahaan haruslah disadarkan untuk tidak terjebak dalam situasi persaingan tidak sehat. Sekali persaingan tidak sehat terbentuk dan menjadi budaya kerja, maka setiap orang di dalam perusahaan sedang dibentuk untuk gagal. Persaingan tidak sehat hanya akan melukai satu sama lain, dan hampir mustahil bagi orang-orang untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Karena, setiap orang akan sibuk saling menyalahkan dan saling tidak percaya, sehingga semua sumber daya yang tersedia tidak akan mendapatkan cukup perhatian untuk dikelola dengan efektif.

Kompetisi haruslah menjadi tantangan yang tepat untuk orang yang tepat. Dalam lingkungan kerja yang profesional, kompetisi menyoroti potensi dan kemampuan para pekerja terbaik untuk membantu perusahaan, dan meningkatkan kinerja perusahaan melalui budaya kolaborasi yang efektif. Jadi, perusahaan tidak akan membiarkan konflik dan persaingan tidak sehat berkembang di dalam diri siapa pun. Setiap pekerja akan diberikan pencerahan bahwa persaingan bukanlah sesuatu yang akan memajukkan karir individu, tapi kolaborasi yang efektiflah yang akan menjadikan setiap individu terlihat berkinerja bersama kontribusinya.

Kompetisi di tempat kerja bukanlah dimaksudkan untuk menjadi pribadi yang lebih agresif, dan kurang produktif  karena adanya konflik dari kompetisi. Kompetisi di tempat kerja dimaksudkan agar setiap individu dapat berkontribusi dengan maksimal melalui kualitas dan potensi diri untuk menghasilkan kinerja terbaik. Bila persaingan dan kompetisi antar karyawan tidak menghasilkan kinerja yang baik, maka setiap karyawan pasti akan gagal untuk mewujudkan target dan visi bersama.

Tidak ada seorang individu yang bisa melakukannya sendiri dengan sempurna, dia harus berada dalam energi kolaborasi, agar semua yang dilakukan itu dapat menghasilkan kinerja terbaik. Persaingan tidak sehat pastilah reaksi negatif terhadap kesuksesan orang lain. Jadi, tidaklah berguna buat perusahaan dengan membiarkan persaingan tidak sehat menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari. Bila perusahaan sudah terlanjur diisi dengan orang-orang yang bersaing atau berkompetisi dengan cara-cara tidak sehat, maka tidak ada pilihan, kecuali melakukan perbaikan mental dan emosional secara total dan berkelanjutan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

ORANG-ORANG EFEKTIF SELALU MENDENGARKAN DENGAN PERHATIAN PENUH

DJAJENDRA 0003“Efektivitas adalah gaya dan kebiasaan untuk menghasilkan sesuatu yang langsung fokus pada target, tanpa ragu dan berputar-putar di luar zona target.” ~ Djajendra

Cara kerja yang efektif dihasilkan dari perilaku dan cara berpikir efektif. Seseorang yang terbiasa dengan pola hidup yang terkelola secara efektif, pasti akan mengetahui cara untuk melakukan pekerjaan dengan efektif. Efektivitas adalah kebiasaan atau gaya hidup yang dapat ditularkan untuk menghasilkan sesuatu dengan efektif. Efektivitas adalah keluarga terdekat dari efisiensi dan produktivitas, sehingga sesuatu yang efektif pastilah menjadi efisien dan produktif.

Efektif berarti melakukan sesuatu tepat pada targetnya, serta tidak membuang-buang waktu dan energi untuk berputar-putar di luar zona target.  Setiap pekerja yang efektif,  perhatiannya akan langsung terkonsentrasi dalam fokus yang tinggi terhadap apa yang harus dikerjakan. Jadi, dia tidak akan memperumit sebuah tujuan, tapi membuatnya menjadi sangat sederhana, agar dapat dikerjakan dengan waktu, energi, dan sumber daya yang seminimal mungkin.

Seseorang yang efektif adalah pribadi yang berpikir sederhana terhadap kompleksitas, sehingga dia bisa menguraikan sebuah tujuan melalui keterampilan teknis, manajemen, pikiran, dan emosional.

Efektif berarti cerdas mengelola sumber daya dan orang-orang untuk menghasilkan sesuatu yang berkualitas dengan biaya murah. Diperlukan kecerdaskan pikiran dan emosi positif untuk mendelegasikan, memotivasi, berkomunikasi, dan memahami dinamika kerja dari orang-orang yang dilibatkan. Diperlukan kesederhanaan pola pikir dalam menjalankan fungsi-fungsi manajemen, agar dapat menghasilkan pekerjaan yang terukur dalam kualitas dan kuantitas.  Kesabaran, ketenangan, ketegasan, perasaan mampu yang kuat dalam keseimbangan emosi dan pikiran positif, akan menjadi energi yang tepat untuk membantu menjadi pribadi yang efektif dalam tindakan.

Efektivitas adalah sesuatu yang harus dikerjakan melalui tata kelola, dengan bantuan dari berbagai keterampilan yang saling melengkapi. Kolaborasi, koordinasi, dan komunikasi adalah energi pengikat dari masing-masing keterampilan untuk melengkapi setiap proses kerja yang efektif. Karakter kerja yang menghormati semua keterampilan dan kepribadian orang lain dengan empati dan toleransi, akan mengembangkan dan memelihara semua keterampilan dan kepribadian, untuk berkontribusi dalam menghasilkan sesuatu yang efektif, efisien, dan produktif.

Efektivitas harus dimulai dari visi yang tergambar secara jelas, lalu dituangkan ke dalam perencanaan yang mudah untuk dikerjakan. Kemudian, mengelola motivasi, komunikasi, disiplin, dan mampu berurusan dengan konflik, serta memiliki solusi dan keputusan yang tepat untuk setiap konflik dan perbedaan. Perencanaan yang dibuat haruslah memiliki ruang untuk menciptakan keputusan baru, pemecahaan masalah, dan perbaikan terhadap hal-hal yang gagal berfungsi. Dan salah satu hal penting adalah menghindari kesalahan administratif dari perencanaan dan tindakan.

Orang-orang efektif selalu mendengarkan dengan perhatian penuh. Mereka sadar bahwa setiap orang hadir untuk memberikan kontribusi. Jadi, mereka selalu menjadi pendengar yang tidak suka interupsi hanya untuk hal-hal tidak penting, apalagi berdebat di luar zona target. Mereka tidak pernah mengabaikan semua orang yang ada dalam tim kerja. Mereka selalu sadar bahwa setiap potensi, keterampilan, pengetahuan, energi, dan sumber daya harus dalam kolaborasi yang kuat, untuk bisa menghasilkan sesuatu yang efektif dari tujuan yang sedang dikerjakan.

Ketika staf berbicara menyampaikan proses pekerjaannya, maka pimpinan yang mendengar dengan mudah dapat memahami dan mengevaluasi kinerja stafnya. Jadi, pemimpin yang efektif selalu senang mendengarkan laporan dari para stafnya, tanpa berdebat dan menghabiskan waktu dalam rapat yang tidak terarah. Dalam ketenangan dan kesabaran mendengar dia mendapatkan pengetahuan yang jelas dari stafnya, sehingga  dia bisa mengukur kualitas kerja stafnya berdasarkan umpan balik yang dia dapatkan dari para stafnya tersebut.

Efektivitas merupakan produk dari keputusan yang tepat terhadap tujuan dari gambaran visi. Setiap kesalahan adalah kelalaian dalam menjalankan komitmen untuk tindakan yang efektif. Setiap orang yang ingin menjadikan dirinya efektif dalam melakukan tugas dan tanggung jawab, maka dirinya harus berkomitmen total untuk menjalankan tujuan dengan pikiran, emosi, sikap, karakter, dan kompetensi yang terfokus untuk efektif.

Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com