MENCEGAH PERILAKU KORUP DI TEMPAT KERJA

DJAJENDRA 20 NOV 2013

“Korupsi adalah perilaku dari rendahnya kejujuran dan hilangnya sifat baik di dalam diri. Bukan oleh rendahnya penghasilan, atau mahalnya kebutuhan hidup. Seseorang yang jujur, walaupun sedang sangat lapar, walaupun sedang sangat membutuhkan uang, dia tidak akan melakukan korupsi.” ~ Djajendra

Perilaku korup di tempat kerja tercipta dari kebiasaan ataupun kesenangan untuk mengambil yang bukan haknya dengan cara mencurangi perusahaan. Bagi oknum-oknum bermental korup melakukan korupsi sudah seperti hobi, sehingga sebaik apapun tata kelola dan sistem yang dibangun, mereka tetap akan menjadi lebih kreatif untuk bisa korupsi.

Pada umumnya, para pengusaha jujur selalu berupaya untuk menghilangkan korupsi dari DNA perusahaannya, tetapi mental-mental korup selalu cerdas bersembunyi di balik baju integritas, sehingga menjadi tidak mudah untuk diidentifikasi oleh sistem dan tata kelola. 

Indeks Persepsi Korupsi 2009 yang diterbitkan oleh Transparency International (secara global) menunjukkan bahwa rata-rata, dua dari tiga perusahaan melaporkan kasus korupsi diinternalnya. Korupsi adalah bukti bahwa oknum-oknum bermental korup memiliki hobi untuk menyalahgunakan kepercayaan, kekuasaan, jabatan, dan tanggung jawab. Mereka yang suka korup ini biasanya tertawa dengan standar moralitas dan integritas yang dikembangkan oleh perusahaan. Karena dasarnya mereka ini adalah energi korup yang cerdas dan terlatih mindsetnya, sehingga persepsi dan logika berpikir mereka memandang korupsi sebagai sesuatu yang baik.

Perusahaan-perusahaan yang sadar akan bahaya korupsi terhadap keberlangsungan bisnisnya, pastilah secara terus-menerus melatih dan memberikan pencerahan kepada setiap insan perusahaan agar korupsi bisa diminimalkan. Salah satu upaya yang biasa dilakukan adalah dengan mengembangkan perilaku kerja yang taat etika bisnis dan kode etik kerja. Untuk itu, perusahaan akan membangun sistem pengawasan yang penuh integritas; serta melakukan proses internalisasi, indoktrinasi, ataupun motivasi secara terus-menerus, dengan harapan setiap insan perusahaan terpengaruh untuk patuh etika bisnis dan menguatkan integritas pribadi.

Ketika mencoba menemukan solusi dari berbagai studi kasus etika bisnis, akan terlihat akar persoalannya ada pada mental korup ataupun niat yang terencana untuk mengambil yang bukan haknya. Misal, sebuah perusahaan yang mengsubkontrakan sebagian pekerjaan dari mulai hulu hingga hilir; seperti pekerjaan penggalian, transportasi produk, pemeriksaan kualitas produk, dan pengiriman atau pengapalan produk. Dengan banyaknya bidang pekerjaan yang dikontrakkan, sering timbul moral hazard berupa kebiasaan untuk meminta ataupun menerima komisi tak resmi dari subkontraktor. Pihak subkontraktor biasanya akan memberikan komisi tersebut dalam berbagai bentuk, karena itu terkait dengan keberlangsungan bisnis mereka. Jelas, semua praktik ini melanggar etika bisnis. Padahal agar praktik ini tidak terjadi, perusahaan sudah memberikan gaji dan fasilitas yang sangat tinggi kepada karyawan yang bertanggung jawab atau yang melakukan pekerjaan tersebut. Jadi, persoalan korupsi di tempat kerja bukan oleh kecilnya gaji ataupun oleh lemahnya prosedur, sistem, manajemen, dan kepemimpinan. Tetapi, oleh oknum-oknum bermental korup yang tidak pernah kenyang dengan jumlah uang, dengan sedemikian rupa mampu menjadi energi yang menciptakan dampak sistemik, sehingga seolah-olah tanpa uang pelicin akan terjadi pelambatan proses bisnis. Dan pada akhirnya, membuat manajemen perusahaan kehilangan akal untuk berbisnis dengan mematuhi etika bisnis.

Para pengusaha yang berbisnis dengan etika dan integritas pastilah akan menjauhkan dirinya dari segala bentuk korupsi. Mereka selalu sadar dan belajar dari berbagai kasus korupsi, yang pada akhirnya sangat merugikan ataupun menghentikan operasional perusahaan tersebut. Pada dasarnya, orang-orang jujur di dunia bisnis sangat sadar bahwa oknum-oknum bermental korup, selalu berkembang biak diberbagai dimensi bisnis dan organisasi. Jadi, menghentikan korupsi dan kecurangan di dalam perusahaan bukanlah pekerjaan setahun, tetapi merupakan pekerjaan seumur hidup.

Dilema atau buah simalakama adalah sesuatu yang selalu akan muncul di dalam dunia bisnis. Hal ini akan menempatkan para pengusaha untuk menentukan pilihan dalam situasi sulit, walau semua pilihan itu berdampak buruk. Dalam hal ini, para pengusaha tidak akan mau kehilangan bisnis, karena tanpa bisnis perusahaan pasti ditutup, dan kelemahan ini sangat dipahami oleh oknum-oknum bermental korup, baik yang berasal dari internal maupun eksternal. Dan hal inilah akan menjadi akar dari timbulnya moral hazard. Karena merasa terdesak dan tidak punya pilihan untuk berbisnis secara etis, maka dilema ini yang akan mendorong manajemen perusahaan untuk menjalankan kegiatan bisnisnya sesuai dengan fakta di lapangan.

Realitas moral hazard ini memiliki risiko kejahatan yang sangat tinggi; berpotensi timbulnya penyalahgunaan wewenang, kekuasaan, dan jabatan; sehingga bila tertangkap tangan hukum, maka tamatlah karir dan reputasi dari orang-orang yang terlibat di dalamnya. Dengan demikian, kecerdasan emosional para pengusaha untuk tetap bekerja dan bersikap di jalur etis, adalah hal yang akan menguntungkan semua pihak dan juga perjalanan bisnis di masa depan.

Kuatkan komitmen perusahaan untuk mencerahkan integritas setiap insan korporasi dengan indoktrinasi agar mereka dapat menjauhi benih-benih korupsi. Sebab, sekali merasa nikmat dengan hasil korupsi atau hasil kecurangan, maka hal ini berpotensi menjadi kebiasaan, dan selanjutnya tidak mudah untuk dikontrol ataupun diberikan pencerahan.

Mencegah perilaku korup di tempat kerja haruslah dengan membudayakan perilaku etis di internal perusahaan. Untuk itu, perusahaan wajib merancang sistem, aturan, peraturan, kebijakan, alat kontrol, serta teknologi yang dapat membatasi perilaku tidak etis dan korup. Pengawasan dan sistem kontrol yang unggul wajib menjadi bagian dari budaya perusahaan. Termasuk, menjalankan prinsip kehati-hatian disemua dimensi aktivitas perusahaan.

Mental korup tidak akan pernah mati, karena dia itu seperti ideologi. Jadi, perusahaan harus selalu waspada akan bangkitnya energi korupsi di dalam perusahaan. Sedikit saja kontrol dilonggarkan, atau sistem dibebaskan, maka monster korupsi akan menguras kekayaan perusahaan, sehingga akhirnya skandal seperti Enron dan WorldCom berpotensi terjadi di dalam perusahaan Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

GOOD CORPORATE GOVERNANCE YANG MEMAKSIMALKAN KEKAYAAN INTANGIBLE PERUSAHAAN

DJAJENDRA 20 NOV 2013GOOD CORPORATE GOVERNANCE YANG MEMAKSIMALKAN KEKAYAAN INTANGIBLE PERUSAHAAN

“Berbagi jujur dan melibatkan diri dalam tata kelola bisnis yang profesional, akan mengurangi risiko dan meningkatkan kinerja masa depan.” ~ Djajendra

Good Corporate Governance atau biasa disebut tata kelola perusahaan yang baik merupakan dokumen yang mengatur tentang kerangka bisnis, organisasi, manajemen, sumber daya manusia, nilai-nilai, hak pemegang saham, hak pemangku kepentingan, peran dewan direksi, peran dewan komisaris, aturan, prosedur, proses dan praktik-praktik yang memastikan perusahaan dijalankan dengan kekuatan transparansi, akuntabilitas, keadilan, integritas, etika, konsistensi, dan dalam visi yang terkendali di dalam manajemen risiko agar mendapatkan hasil akhir dengan kinerja terbaik.

Kepatuhan semua pihak di internal perusahaan; mulai dari direksi, komisaris, karyawan, pemilik perusahaan, dan semua pemangku kepentingan lainnya kepada isi dokumen good corporate governance, akan menempatkan perusahaan diposisi yang kuat dan tangguh. Ketangguhan ini harus diwujudkan dalam perilaku kerja yang memiliki energi keuletan, kekukuhan, ketahanan mental, ketabahan, keandalan, disiplin dan tak terkalahkan oleh hal apapun di dalam menjalankan good corporate governance secara konsisten dan penuh integritas.

Good corporate governance sangat berfungsi untuk memaksimalkan kekayaan intangible perusahaan. Kepatuhan dan kebiasaan untuk berindak, bersikap, dan mengorganisasikan segala sesuatu dengan prinsip-prinsip good governance akan memaksimalkan nilai masa depan perusahaan, serta mencegah risiko yang memperburuk kondisi perusahaan. Jadi, kepatuhan pada GCG akan menjadikan semua potensi kekayaan perusahaan yang sifatnya tidak terlihat (intangible), akan menguat dan terekspresikan di dalam peningkatan kinerja tangible.

Mengukur aset-aset produktif yang terlihat (tangible) sangatlah mudah. Tetapi, mengukur aset-aset yang tak terlihat (intangible) tidaklah mudah. Semua kekayaan perusahaan yang terlihat (tangible) dapat dicantumkan dengan jelas dalam laporan keuangan perusahaan. Sedangkan aset-aset tak terlihat (intangible) tidaklah dapat dicantumkan dengan jelas dalam laporan keuangan perusahaan. Padahal, pengaruh dari peningkatan kualitas aset-aset dan nilai-nilai yang tak terlihat ini (intangible) sangatlah menentukan daya kuat dan daya tangguh perusahaan dalam menghadapi berbagai krisis, seperti: krisis keuangan, krisis ekonomi, krisis pemasaran, krisis kepercayaan, krisis sumber daya, dan krisis-krisis lainnya.

Sebagai salah satu contoh, kekuatan nilai-nilai intangible dapat dilihat dari harga saham perusahaan di bursa efek. Harga-harga saham di bursa efek nilainya selalu jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan harga saham yang dinilai sebatas informasi dari laporan keuangan perusahaan. Padahal, semua orang tahu bahwa laporan keuangan perusahaan menjelaskan tentang isi perut perusahaan, sehingga seharusnya para investor membeli saham dengan harga yang tidak terlalu jauh dari harga berdasarkan laporan keuangan perusahaan. Tetapi, para investor atau spekulator selalu tidak peduli dengan isi perut perusahaan, mereka lebih mudah terpengaruh dengan janji-janji manfaat ekonomi perusahaan di masa depan; dengan informasi-informasi yang disampaikan manajemen perusahaan; dengan semua informasi dan nilai-nilai intangible perusahaan; dengan ramalan atau prediksi yang sifatnya spekulasi.  Jadi, hal-hal atau nilai-nilai yang sifatnya intangible mampu mempengaruhi para pelaku pasar modal, untuk meningkatkan keterlibatan mereka dalam berinvestasi terhadap saham-saham dari perusahaan pilihan mereka.

Kalau melihat perilaku mayoritas investor di pasar modal, mereka tidak fokus pada dimensi fundamental perusahaan ataupun bisnis. Tetapi, mereka lebih terpengaruh untuk fokus pada dimensi intangible, yang wilayahnya penuh spekulasi atau prediksi yang belum tentu pasti. Melihat kondisi ini, dapatlah dipastikan bahwa karakter perusahaan yang rendah integritasnya, akan memanfaatkan kelemahan mindset investor untuk keuntungan segelintir orang di dalam pasar ataupun di dalam perusahaan. Oleh karena itu, keberadaan good corporate governance yang penuh integritas dan akuntabilitas, menjadi pelindung para investor di pasar, termasuk menjadi pelindung untuk semua pemangku kepentingan perusahaan.

Kekayaan intangible perusahaan selalu berada di dalam potensi kualitas sumber daya manusia, arsitektur organisasi, budaya organisasi, visi dan strategi bisnis perusahaan. Bila semua kekayaan intangible perusahaan tersebut terbentuk di dalam pertumbuhan berkelanjutan, maka  perusahaan akan selalu kuat dan unggul di jalur bisnisnya.

Good corporate governance haruslah dilengkapi dengan visi, strategi, misi, dan taktik yang unggul. Visi yang unggul akan menarik perusahaan menuju masa depan yang unggul; strategi yang unggul akan memuluskan rencana kerja perusahaan untuk mencapai visi terbaik; soliditas visi dan strategi perusahaan yang unggul akan memandu manajemen untuk mengalokasikan sumber daya dengan efektif, serta memiliki kekuatan dan kejelasan dalam pengambilan keputusan; taktik yang unggul akan menjadikan perusahaan memiliki kemampuan, untuk memahami cara melakukan segala sesuatu dalam upaya mencapai hasil akhir yang unggul; dan selanjutnya, kualitas sumber daya manusia yang profesional akan menjadikan perusahaan memiliki energi sukses yang cerdas memahami visi perusahaan, juga cerdas untuk bersikap konsisten terhadap nilai-nilai dan tata kelola perusahaan.

Good corporate governance haruslah dilengkapi dengan arsitektur organisasi yang efektif dan produktif.  Bila arsitektur organisasi sudah jelas dan tegas; maka perusahaan dengan mudah dapat meningkatkan kualitas, bakat, keterampilan, dan pengalaman dari sumber daya manusianya agar mereka mampu menjadi kunci sukses atas pekerjaan yang dilakukan.  Arsitektur organisasi juga harus menciptakan sistem dan struktur untuk memotivasi dan mendorong sumber daya manusia dalam mencapai kinerja yang diinginkan. Dalam hal ini, peran, tanggung jawab, hak dan kewajiban, serta semua aturan dan peraturan harus dibuat sejelas dan sesederhana mungkin agar komitmen dan kepatuhan dapat dimintai pertanggung jawabannya. Setiap individu perusahaan harus menjadi energi positif yang mendukung pelaksanaan dari strategi dan taktik perusahaan. Dan juga, struktur organisasi harus memiliki kemampuan kolaborasi yang solid, serta semua divisi membangun dan memperkuat kerja sama yang memampukan mereka dalam mencapai kinerja terbaik.

Good corporate governance haruslah menjadi energi budaya organisasi. Jadi, semua nilai-nilai, filosofi kerja, praktik, kompensasi, perilaku, fokus, lingkungan kerja, motif  kerja, tata ruang tempat kerja, emosi organisasi, kepemimpinan, dan rencana bisnis; haruslah berada dalam kekuatan unggul good corporate governance, sehingga budaya perusahaan dapat menjadi energi yang mengoptimalkan  kekayaan intangible perusahaan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENJADI PRIBADI YANG CERDAS TAKDIR DALAM MOTIVASI HIDUP

DJAJENDRA2013“Seorang pemain poker tidak bisa mengubah kartu yang sudah dibagikan kepadanya, tetapi dia bisa menemukan cara untuk memainkan kartu-kartunya agar menang. Demikian juga dalam kehidupan, setiap orang tidak bisa mengubah kartu takdir yang sudah dibagikan Tuhan kepadanya, tetapi mereka bisa menemukan cara untuk memainkan kartu-kartu takdir itu agar meraih impian.”~Djajendra

Takdir bermakna ketetapan Tuhan; ketentuan Tuhan; dan kehendak Tuhan. Jadi, kata takdir adalah bahasa spiritual yang harus dipahami agar diri bisa lebih ikhlas dan bersyukur terhadap segala sesuatu yang terjadi.

Orang-orang yang cerdas takdir biasanya selalu berjuang dan bekerja dengan sepenuh hati untuk meraih tujuan dan impian. Mereka akan menyusun rencana yang tepat dan berani mengambil risiko untuk meraih segala sesuatu yang diinginkan. Dan, mereka tidak akan pernah cemas ataupun takut untuk hasil akhirnya. Sebab, mereka sangat dekat dengan Tuhan, sehingga mereka tidak ingin mempertanyakan ketentuan Tuhan.   

Orang-orang yang cerdas takdir tidak akan pernah merasakan hal-hal buruk di dalam hidup, mereka akan menemukan rasa syukur dan terima kasih, untuk kemudian menciptakan sesuatu yang indah dari realitas buruk tersebut. Rasa syukur dan terima kasih selalu dijadikan sebagai harta yang paling abadi untuk memperkaya hidup mereka.

Mereka sangat cerdas menemukan cara untuk menciptakan sesuatu yang indah, walau realitas sedang menampilkan sesuatu yang menakutkan. Dan, mereka juga sangat cerdas menyusun strategi dan taktik untuk memanfaatkan takdir demi mewujudkan impian mereka.

Kenapa orang-orang cerdas takdir selalu termotivasi untuk meraih sukses?

Karena takdir adalah bahasa spiritual, dan spiritual itu sendiri berada dalam medan gaib, sehingga menjadi tidak kelihatan dan hanya dapat dirasakan oleh batin. Maka hal ini membuat sebagian dari proses perjuangan menjadi tidak kelihatan atau berada dalam rahasia Tuhan. Oleh karena itu, orang-orang yang cerdas takdir selalu percaya bahwa Tuhan sedang bekerja untuk membantu upaya mereka. Jadi, mereka akan fokus dan bekerja dengan totalitas untuk mencapai tujuan dan impian mereka. Keyakinan akan adanya energi alam semesta yang digerakan Tuhan untuk membantu mewujudkan impian mereka; telah menjadikan orang-orang yang cerdas takdir ini selalu hidup dalam semangat, gairah, motivasi, penuh perjuangan, dan selalu bersyukur dengan realitas hidup.

Sikap rendah hati dan kebiasaan untuk belajar segala sesuatu dari persepsi positif dan optimis akan menjadikan diri semakin cerdas takdir. Orang-orang yang cerdas takdir biasanya kaya dengan pengalaman hidup, dan sudah memiliki mental yang paling tangguh, sehingga mereka menjadi sangat ikhlas untuk menyerahkan hasil akhir dari kerja keras dan totalitas mereka kepada kehendak Tuhan.

Bila totalitas dan sepenuh hati dijadikan energi etos kerja, maka tidak ada kesulitan besar atau tidak ada beban kehidupan yang tak terangkatkan. Motivasi hidup yang cerdas takdir selalu akan belajar untuk melihat tantangan sebagai hal yang berharga. Jadi, mereka tidak akan tunduk atau menyerah pada tantangan, tetapi mereka akan mengubah tantangan menjadi peluang untuk meraih sukses.

Para pejuang sukses selalu fokus pada jalur tujuan. Mereka akan terus bergerak dengan penuh disiplin di jalur tujuan mereka. Mereka tidak akan memotong jalur atau menjadi ugal-ugalan di jalur tujuan mereka. Mereka selalu patuh dan taat pada etika, aturan, peraturan, dan kebijakan yang ada di jalur tujuan mereka. Mereka tidak pernah marah atau mengasihani diri sendiri atas berbagai hambatan dan risiko yang ditemui di jalur tujuan. Mereka hanya akan fokus untuk sampai secepatnya, termasuk rajin mencari taktik dan strategi yang paling tepat agar hal-hal yang diinginkan segera terjadi.

Orang-orang cerdas takdir adalah orang-orang yang menemukan kembali masa depannya dengan doa-doa kepada Tuhan. Mereka akan menjadi para pembelajar yang terus-menerus memperluas wawasan hidup. Mereka tidak akan membiarkan dirinya hidup dengan wawasan sempit. Mereka selalu membuka kembali apapun yang mencoba menutup mata dan visi mereka. Jadi, mereka selalu menjadi orang-orang rasional yang cerdas spiritual.

Orang-orang cerdas takdir selalu suka mentertawakan dirinya sendiri atas berbagai situasi yang menghambat perjalanan mereka menuju tujuan. Jadi, mereka tidak akan panik ataupun ketakutan dengan situasi penghambat, tetapi mereka akan tenang dan fokus untuk menemukan pemecahan masalah terbaik, sehingga situasi penghambat bisa disingkirkan dari jalur tujuan hidup mereka.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PELAYANAN PUBLIK SESUAI JANJI DAN KOMITMEN ORGANISASI

DJAJENDRA 20 NOV 2013PELAYANAN PUBLIK SESUAI JANJI DAN KOMITMEN ORGANISASI

“Saat kepemimpinan mencanangkan perubahan untuk meningkatkan pelayanan publik yang lebih berkualitas, maka orang-orang yang cinta zona nyaman akan menyampaikan kisah-kisah sukses dari perubahan tersebut, sehingga kepemimpinan menjadi senang mendengarkan berita baik ini. Dan, rasa senang inilah merupakan akar dari terjebaknya kepemimpinan di dalam permainan orang-orang yang cinta zona nyaman. Kisah selanjutnya, kepemimpinan akan berpikir bahwa organisasi sudah luar biasa dengan pelayanan publiknya, sedangkan publik merasakan sebaliknya, dan keluhan publikpun tetap akan mengalir seperti biasanya.” ~ Djajendra

Kualitas pelayanan publik haruslah menjawab semua iklan, promosi, pariwara, dan kampanye yang organisasi lakukan. Jadi, apapun yang ditampilkan di dalam program sosialisasi dan pemasaran haruslah dipertanggungjawabkan di dalam wujud pelayanan publik yang profesional dan penuh integritas.

Kepercayaan publik dimulai saat mereka terpesona atau meyakini semua isi program pariwara yang secara proaktif dikampanyekan oleh organisasi. Dan kepercayaan publik ini akan diuji kebenarannya, yaitu saat mereka langsung terhubung dengan organisasi untuk menerima pelayanan publik. Bila ternyata para petugas di bagian pelayanan publik tidak melayani seperti yang dijanjikan di dalam pariwara organisasi, maka semua kampanye hubungan masyarakat yang dilakukan oleh organisasi akan sia-sia, dan berpotensi menjadi awal yang lebih merusak reputasi organisasi.

Dalam realitas, sering sekali terlihat upaya keras organisasi untuk membangun reputasi dengan kampanye hubungan masyarakat (public relations) yang sangat proaktif.  Dan hal ini dapat kita lihat, saat organisasi memanfaatkan media, seperti: TV, majalah, radio, koran, website, dan media sosial dengan sedemikian rupa, yang menawarkan janji dan komitmen pelayanan publiknya untuk tujuan membangun reputasi positif organisasi.

Jelas, membangun reputasi dengan pariwara yang meyakinkan publik adalah sebuah upaya yang harus dibuktikan kebenarannya di lapangan. Jadi, upaya membangun reputasi tersebut baru akan efektif, bila di lapangan para petugas pelayanan memiliki integritas dan tanggung jawab sepenuh hati, untuk melestarikan reputasi organisasi seperti yang sudah dibangun melalui kampanye proaktif  hubungan masyarakat.

Pelayanan publik yang profesional adalah yang terhubung dengan masyarakat secara sepenuh hati. Dalam hal ini, hubungan masyarakat di dalam pelayanan publik bukanlah pilihan, tetapi merupakan kewajiban organisasi. Oleh karena itu, setiap orang di dalam organisasi harus memiliki kesadaran dan niat baik, untuk memiliki hubungan baik dengan publik yang sedang dilayani. Dan hal ini, wajib diwujudkan secara proaktif melalui perilaku, sikap, dan sifat yang penuh kualitas dan integritas. Jadi, setiap individu organisasi wajib menampilkan diri dengan sepenuh hati dan penuh empati di dalam memberikan pelayanan sesuai janji dan komitmen organisasi.

Mindset yang diperlukan di dalam pelayanan publik adalah mindset yang tidak menonjolkan ego pribadi, tetapi mindset yang menempatkan kerendahanhati dan integritas sebagai dasar dalam meningkatkan kualitas pelayanan.

Menciptakan atau meningkatkan reputasi dan kredibilitas organisasi membutuhkan waktu minimal dua sampai lima tahun. Dan upaya peningkatan ini wajib dirawat setiap hari, termasuk diperbarui, dan juga dimodifikasi dengan inovasi pelayanan, yang lebih memudahkan publik untuk mendapatkan pelayanan berkualitas dari organisasi.

Reputasi dan kredibilitas itu seperti kaca yang mudah pecah. Jadi, dalam hal apapun, setiap insan organisasi wajib disadarkan dan dijaga moralnya agar tidak membuat kelalaian yang berakibat pada hilangnya kepercayaan publik pada pelayanan organisasi.

Setiap insan organisasi harus bekerja dengan terencana dan juga terfokus pada upaya untuk mencapai hasil yang memuaskan. Komunikasi, kolaborasi, koordinasi, dan energi positif haruslah menjadi fondasi yang membuat setiap orang saling bertanggung jawab, untuk memberikan pelayanan publik yang penuh integritas dan berkualitas.

Kepemimpinan organisasi harus selalu mawas diri dengan cara buka mata, buka telinga, buka akal sehat, dan buka hati agar mampu menyiapkan sumber daya manusianya untuk menjawab isu-isu negatif tentang pelayanan organisasinya.  Dan juga, harus menjadi pemimpin yang cerdas agar orang-orang di sekitar tidak memainkan sisi lemah kepemimpinan, yaitu rasa senang oleh pujian.

Salah satu penyebab kegagalan dalam pelayanan publik adalah kemampuan yang luar biasa dari orang-orang yang cinta zona nyaman. Orang-orang yang cinta zona nyaman ini mampu memainkan titik-titik lemah manajemen dan kepemimpinan. Pada umumnya, kegagalan perubahan di dalam organisasi selalu disebabkan oleh orang-orang kuat yang sudah nyaman dengan rutinitas dan kebiasaan yang ada.

Jadi, saat kepemimpinan mencanangkan perubahan untuk meningkatkan pelayanan publik yang lebih berkualitas, maka orang-orang yang cinta zona nyaman ini akan berdiri dibarisan paling depan untuk membantu pariwara dan sosialisasi. Saat implementasi, mereka juga yang paling aktif akan menyampaikan kisah-kisah sukses kepada kepemimpinan, sehingga kepemimpinan menjadi senang mendengarkan berita baik ini. Dan, rasa senang inilah merupakan akar dari terjebaknya kepemimpinan di dalam permainan orang-orang yang cinta zona nyaman. Kisah selanjutnya, kepemimpinan akan berpikir bahwa organisasi sudah luar biasa dengan pelayanan publiknya, sedangkan publik merasakan sebaliknya, dan keluhan publikpun tetap akan mengalir seperti biasanya.

Para pemimpin harus memahami bahwa rasa senang oleh pujian adalah salah satu titik lemah yang akan menghilangkan sikap kritis kepemimpinan. Jadi, para pemimpin sebagai orang-orang yang bertanggung jawab penuh atas program perubahan dan program peningkatan kualitas pelayanan publik, haruslah selalu menggunakan akal sehat, dan juga bersikap rasional, termasuk memiliki empati yang kuat untuk mendengarkan keluhan publik.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KECERDASAN EMOSIONAL MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS

DJAJENDRA2013“Ketika budaya tempat kerja tidak cocok dengan kepribadian, maka pilihannya hanya dua, yaitu: meninggalkan tempat kerja atau mencerdaskan emosi agar dapat menerima budaya tempat kerja dengan ikhlas.”~Djajendra

Sudah bahagiakah Anda di tempat kerja?

Menjadi bahagia di tempat kerja adalah syarat utama untuk dapat meminimalkan stres dan juga untuk meningkatkan produktivitas kerja. Dan hal ini, dapat diwujudkan bila Anda mampu meningkatkan kualitas kecerdasan emosional di tempat kerja.

Intinya adalah bahwa setiap orang di tempat kerja harus lebih cerdas emosinya agar dirinya bisa lebih efektif dan efisien dalam memaksimalkan kinerja seperti yang diinginkan.

Pilihan untuk meninggalkan tempat kerja bukanlah tindakan yang bijak, sebab tempat kerja yang lain juga belum tentu bisa cocok dengan batin Anda. Jadi, pilihan yang paling baik adalah dengan mencerdaskan emosional Anda, sehingga apapun keadaan dan budaya di tempat kerja, Anda pasti mampu menyesuaikan diri, karena emosi Anda sudah cerdas untuk hal tersebut.

Budaya kerja yang peduli kepada keseimbangan emosi kerja dan emosi kehidupan, adalah budaya kerja yang mampu meminimalisir penurunan kinerja. Kepedulian dan perhatian kepemimpinan terhadap kemampuan adaptasi para karyawan dalam lingkungan kerja, serta kemampuan mereka untuk secara alami menjadikan diri mereka sebagai bagian dari budaya kerja, akan memicu bakat dan potensi mereka untuk memenuhi semua harapan dan keinginan perusahaan. Dengan demikian, para karyawan mampu mengelola karir mereka dan mencari cara untuk memajukan diri sendiri, serta menjadikan dirinya sebagai energi yang berkontribusi untuk memenuhi keinginan pencapaian kinerja yang lebih produktif.

Bila tim manajemen dan para pemimpin mengabaikan pentingnya kecerdasan emosional ataupun menganggap hal ini sebagai urusan pribadi karyawan, maka perusahaan tidak akan pernah memiliki sumber daya manusia yang berkualitas untuk mencapai kinerja yang lebih produktif.  

Kepemimpinan wajib mengambil tanggung jawab penuh untuk masalah kecerdasan emosional. Sebab, keberadaan setiap karyawan bertujuan untuk melayani dan berkontribusi pada visi dan tujuan yang telah direncanakan oleh kepemimpinan. Karyawan sebagai energi peningkat kinerja dan produktivitas, haruslah disiapkan untuk selalu dalam performa terbaik, sehingga keterlibatan mereka secara total dan sepenuh hati dapat memenuhi harapan dan tujuan perusahaan.

Emosi karyawan yang cerdas akan menjadi aset yang sangat membantu perusahaan dalam peningkatan kinerja, reputasi, dan kredibilitas. Karena emosi baik yang cerdas ini adalah aset, maka secara rutin, perusahaan wajib melatih dan menginternalisasikan nilai dan pengetahuan agar karyawan menjadi lebih  memahami cara untuk mengoptimalkan kecerdasan emosional mereka.

Bila perusahaan ingin mendapatkan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi; maka perusahaan haruslah merawat mereka dengan pelatihan, pencerahan, motivasi, harapan, cinta, perhatian, penghargaan, kemajuan, dan kasih sayang. Tetapi, dalam realitas, sering sekali para pemimpin menganggap sumber daya manusia yang berkualitas itu bisa dibeli, sehingga dengan gaji yang tinggi dan fasilitas yang mewah dianggap sudah dapat memiliki para profesional yang hebat.  Pemikiran seperti ini, pada akhirnya akan memberikan rasa kecewa kepada hasil akhir perusahaan.

Karyawan memiliki emosi yang selalu mudah jenuh dan bosan; karyawan juga memiliki aliran pikiran kreatif yang selalu berontak untuk keluar dari sebuah situasi yang tidak disukai; karyawan juga setiap hari tumbuh bersama kematangan jiwa spiritualnya; dan karyawan juga selalu bahagia bila dirinya dihargai dan dipercaya dengan sepenuh hati. Jadi, diperlukan budaya organisasi yang mampu menunjukkan kematangan bersama dengan semangat kebersamaan, dalam empati yang menyeimbangkan antara apa yang diperlukan oleh pekerjaan dengan apa yang diperlukan oleh jiwa manusia.

Semakin otentik perilaku positif orang-orang di dalam perusahaan, semakin cerdas emosional mereka untuk saling merangkul dan menciptakan landasan bersama agar dapat menumbuhkan inovasi dan peluang yang lebih baik.

Kecerdasan emosional karyawan akan menghargai dan mengalami pengalaman kemanusiaan untuk menjadikan dirinya lebih sadar berkontribusi dan melayani. Emosi yang cerdas akan menjadikan seseorang sadar siapa dirinya di tempat kerja; memahami apa fungsi dan perannya; mampu memanajemani diri sendiri dengan memanfaatkan waktu secara berkualitas, untuk semua aspek dan dimensi kehidupan kerja dan pribadi; mampu memotivasi diri sendiri dan menjadi mandiri di dalam semua tindakan, serta mampu bersikap proaktif; mampu menghargai perbedaan dan keanekaragaman dari pola pikir, sifat, sikap, keyakinan, kepercayaan, persepsi, dan logika berpikir; serta selalu cerdas emosi untuk mengalirkan potensi dan bakat diri ke dalam sumber daya dan budaya perusahaan.

Orang-orang yang cerdas emosi selalu menjadi lebih bertanggung jawab di tempat kerja. Dan juga, lebih berintegritas terhadap segala sesuatu tentang pekerjaannya, sehingga mereka lebih mudah menyatu ke dalam tim kerja. Dampaknya, mereka menjadi energi perusahaan yang sangat bertanggung jawab, sangat mudah menjadi solid di dalam kolaborasi dan kerja sama, dan semakin dapat dipercaya untuk menjalankan pekerjaan-pekerjaan yang penuh tantangan.

Kecerdasan emosional pastilah akan meningkatkan kinerja dan produktivitas individu; kecerdasan emosional pastilah akan meningkatkan kesadaran diri untuk memperkaya kapasitas diri dengan kompetensi dan kualitas yang tinggi; dan kecerdasan emosional pastilah akan meningkatkan sensitivitas keberadaan diri di dalam kebersamaan kerja.

Pada akhirnya, para karyawan yang cerdas emosional akan sadar untuk mencapai potensi penuh mereka, juga memiliki kemampuan untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja dan produktivitas mereka. Dan, semua itu akan terjadi oleh dorongan diri sendiri, dan juga dari umpan balik yang mereka terima dengan ikhlas dan sepenuh hati.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MEMANFAATKAN WAKTU DENGAN BIJAK DAN CERDAS

“Waktu adalah harta yang sangat menentukan kualitas hidup. Semakin baik manajemen waktu, semakin baik kualitas hidup yang bisa didapatkan.”~Djajendra

Sebagian orang mampu melakukan banyak hal untuk hidupnya dengan waktu yang mereka miliki, sebagian yang lain selalu merasakan tidak punya waktu.

Sesungguhnya kehidupan sudah sangat adil memberikan jumlah waktu yang sama untuk setiap orang, tetapi masih banyak yang menemukan dirinya kekurangan waktu.

Perasaan kekurangan waktu pasti berdampak pada penundaan dan akan menjadi alasan untuk tidak bertindak.

Bagi orang-orang yang super sibuk dengan aktivitas hariannya yang melebihi kewajaran, waktu betul-betul menjadi barang yang sangat mewah. Kadang untuk keluargapun tidak punya waktu, termasuk untuk dirinya sendiri.

Walau semua orang mengerti bahwa manajemen waktu yang baik merupakan keterampilan yang sangat membantu kehidupan kerja dan pribadi. Tetapi, Tidak semua orang terlatih dengan penuh disiplin di dalam manajemen waktu yang berkualitas.

Semua orang juga tahu bahwa manajemen waktu yang baik dapat menjaga stres seminimal mungkin, serta meningkatkan produktivitas diri. Tetapi, tidak semua orang mampu memiliki disiplin yang patuh pada prioritas tertinggi agar waktu mereka benar-benar mengalir di dalam aktivitas yang produktif.

Waktu haruslah bersahabat dengan perilaku yang penuh disiplin dan terfokus secara efektif untuk mencapai tujuan. Bila waktu tidak terkontrol dan tidak terkelola di dalam prioritas, maka waktu tidak akan pernah ada untuk mencapai apa-apa yang diimpikan.

Alat kontrol waktu yang paling efektif adalah perilaku dan kebiasaan diri di dalam disiplin prioritas. Bila perilaku dan kebiasaan diri sudah tahu kemana dan dimana, maka diri dengan mudah dapat mengalir bersama waktu untuk mendapatkan apa-apa yang dicari.  

Tujuan adalah tempat diri harus mengalir bersama waktu. Bila tujuan tidak jelas ataupun kurang tepat, maka diri akan membuang-buang waktu, dan akan mengalir di dalam kebingungan prioritas yang saling bertentangan.

Gunakan waktu dengan bijak dan jangan mengabaikan penetapan tujuan yang sederhana dan jelas. Lalu, siapkan diri untuk bisa melayani tujuan dengan sistem kerja yang meminimalkan waktu, tenaga, upaya, dan sumber daya. Dan yang terakhir, miliki etos kerja dan etos kehidupan yang mampu menciptakan keseimbangan kerja dan kehidupan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MOTIVASI DAN INSPIRASI

Kebenaran kadang-kadang bisa tertunda oleh pintarnya kebohongan, tetapi kebenaran tidak mungkin bisa dikalahkan. Kebenaran selalu bangkit dan menjadi sangat perkasa untuk mempermalukan kebohongan.~ Djajendra

Orang-orang yang paling beruntung dalam hidup adalah mereka yang suka membantu, tetapi tidak mengharapkan balasan ataupun ucapan terima kasih. Sebab, mereka sadar tentang hukum memberi dan menerima, sadar akan hukum aksi dan reaksi, sehingga tidak mau terjebak dalam kekuasaan ego yang selalu meminta dihargai, yang selalu meminta dihormati.~Djajendra

Orang-orang tidak akan gagal hanya karena nilai ujiannya rendah atau dirinya ditolak berkali-kali. Tetapi, mereka akan gagal oleh sikap pesimis, dan mindset yang tidak percaya bahwa mereka bisa sukses.~Djajendra

Aturan dan peraturan bukanlah kekuatan yang mencoba membatasi kebebasan ataupun kemerdekaan jiwa seseorang. Tetapi, merupakan kekuatan yang menegakkan kebebasan dan kemerdekaan bersama di dalam ketegasan, kepastian, dan tanggung jawab.~ Djajendra

Aturan dan peraturan dibuat untuk dipatuhi agar kehidupan kerja menjadi konsisten di dalam kepastian dan ketegasan. ~ Djajendra

Ketika seseorang sudah sangat terbiasa bekerja dalam budaya transparansi, akuntabilitas, dan integritas; dan ketika dirinya selalu berucap benar, bekerja jujur, bersikap sesuai tata kelola, serta bertindak sesuai dengan prinsip kehati-hatian; maka dia akan tersenyum bila ada yang menyadap atau tidak mempercayai dirinya. Sebab, dirinya telah berbudaya transparansi, akuntabilitas, dan integritas, sehingga tidak akan pernah ada hal-hal yang perlu disembunyikan dari siapapun.~Djajendra

Ketidakpastian menghasilkan kecemasan, lalu kecemasan melumpuhkan akal sehat dan energi optimis. Penderitaan selalu disebabkan oleh hilangnya rasa optimis, dan oleh energi putus asa. Memberikan diri kekuatan agar dapat menemukan arah menuju kepastian, akan menjadikan diri lebih optimis.~ Djajendra

Menyadap pembicaraan sahabat sendiri adalah tanda kurang percaya diri, dan juga tanda tidak sepenuh hati mempercayai si teman. Rasa curiga dan ketakutan kadang menjadikan seorang sahabat layaknya seperti musuh dalam selimut, yang dengan sengaja, sambil sembunyi-sembunyi, menguping semua pembicaraan temannya.~Djajendra

Stres bersumber dari rendahnya kecerdasan emosional seseorang. Penguatan emosi cerdas dari setiap individu insan perusahaan, akan menjadikan mereka unggul dan berdaya tahan tinggi. Dalam hal ini, mereka berpotensi menjadikan dirinya tidak kusut atau stres oleh berbagai perubahan yang tidak menentu di tempat kerja, ataupun di dalam kehidupan pribadi mereka. Emosi cerdas yang baik memungkinkan seseorang tetap tenang dan bersyukur di bawah tekanan kerja yang berat, ataupun di bawah tekanan kehidupan yang penuh tantangan berat.~ Djajendra

Menjadikan diri setengah isi untuk selamanya adalah mindset yang akan membuat seseorang selalu rendah hati dan belajar terus-menerus di dalam hidupnya. Menjadikan diri terisi penuh adalah mindset yang akan membuat seseorang selalu tinggi hati dan menganggap dirinya maha guru yang paling perkasa, lalu mulai menilai dan mengkritik orang-orang di sekitarnya. Hasilnya, dia akan sibuk dalam rutinitas konflik, dan kehilangan waktu untuk lebih meningkatkan dirinya menjadi yang terbaik.~Djajendra

Mempertahankan kondisi batin yang prima perlu kesadaran dan kemauan yang luar biasa. Batin yang tidak terawat dalam rasa syukur dan terima kasih akan kalah oleh stres. Bila stres sudah menguasai pikiran dan batin, maka hasil akhirnya adalah penurunan kinerja yang merugikan diri sendiri dan perusahaan.~Djajendra

Berjuang itu bukanlah perilaku yang harus ngotot, sibuk, nekad, dan kerja keras. Tetapi, perilaku yang mampu mendengarkan hati nurani dan suara kebijaksanaan, serta tidak membiarkan pikiran menjadi raja yang mengatur hidup. Berjuang itu proses, dan kemenangan itu ada pada keikhlasaan penerimaan dengan rasa syukur.~ Djajendra

Dalam realitas bisnis, sering sekali ditemukan bahwa pelayanan yang totalitas, hanya diberikan pada saat perusahaan sedang meluncurkan produk baru ataupun saat perusahaan sedang bekerja keras untuk meningkatkan penjualan. Biasanya, hal ini dilakukan dengan promosi-promosi yang luar biasa. Di mana, para insan pelayanan dibentuk secara khusus, secara instan dan sesuai acara, serta tidak jarang bekerja sama dengan EO untuk mendapatkan karakter pelayanan dengan sikap baik dan selalu senyum. Jelas, hal ini sangat memperlihatkan ego marketing yang terfokus pada kepentingan jangka pendek.~Djajendra

Apapun situasi dan realitas bisnis yang sedang dihadapi perusahaan di hari ini. Setiap orang didalamnya, wajib melayani pelanggan dengan sepenuh hati dalam sikap dan senyum ikhlas yang paling tulus.~Djajendra

Kepercayaan adalah jembatan menuju sukses. Bila kepercayaan hilang, hal itu sama artinya dengan runtuhnya jembatan untuk menuju sukses. Dan, tidaklah mudah ataupun murah untuk membangun kembali jembatan yang telah runtuh.~ Djajendra

Kesabaran itu harta yang sangat bernilai tinggi, jadi jangan mengeluh untuk kesabaran. Teruslah fokus pada proses; teruslah menyiapkan langkah-langkah strategik untuk menuju kemenangan; dan menanglah dengan menggunakan kekuatan sabar. ~ Djajendra

Kemampuan untuk berhubungan dengan orang lain sangat ditentukan oleh sifat rendah hati, untuk memahami posisi dan realitas orang tersebut. Bila mampu menghormati waktu orang lain; bila mampu menghormati rutinitas orang lain, maka hubungan dengan orang lain akan selalu sukses.~ Djajendra

Dalam budaya integritas, jiwa-jiwa yang penuh integritas, tidak pernah bisa dibeli dengan uang ataupun dipengaruhi untuk melunturkan sedikit integritasnya. Tetapi, dalam budaya yang miskin integritas, jiwa-jiwa yang kadar integritasnya rendah, sangatlah mudah tunduk, takluk, dan tak berdaya bila sudah dipengaruhi dengan uang. Apapun akan mereka lakukan agar uang mengalir kepada mereka.~Djajendra

Perubahan dimulai saat diri sudah terbiasa dengan hal-hal baru, dan sudah melupakan hal-hal yang lama.~ Djajendra

Waktu dan usaha adalah kinerja. Jadi, bila Anda cerdas memanfaatkan setiap detik waktu untuk pencapaian kinerja terbaik di dalam semua aspek ataupun dimensi kehidupan, maka setiap langkah kecil Anda akan menjadi aset yang mengundang keberuntungan ke dalam hidup Anda.~ Djajendra

Visi hanya dapat dilihat dari mata visual ataupun dari mata imajinasi. Perjalanan satu langkah kecil haruslah dilakukan bersama visi yang terang dan jelas. Setiap langkah – langkah kecil di dalam hidup, bila dilakukan untuk mewujudkan gambaran besar yang sudah tersimpan di dalam visi, maka waktu dan usaha tidak akan menjadi sia-sia. Pastikan setiap langkah kecil Anda sudah terhubung ke tujuan jangka panjang Anda. Jadi, setiap langkah kecil yang dilakukan setiap hari akan menjadi tabungan yang mengakumulasikan kerja keras Anda, untuk membangun dan mewujudkan impian besar Anda.~Djajendra

Hidup adalah perjalanan suci batin dari satu langkah ke langkah berikutnya, bukan perjalanan ego yang penuh ambisi dengan segala cara.~Djajendra

Fokuskan seluruh energi, waktu, dan sumber daya untuk menghasilkan sesuatu yang baik dan berguna. Jangan pernah menyia-nyiakan waktu, energi, dan sumber daya untuk hal-hal tidak baik. Dan, jangan lupa untuk selalu berjalan di jalurmu sendiri, serta tidak terobsesi di jalur orang lain yang belum kamu pahami risikonya.~Djajendra

Hidup itu energi semangat. Bila dirimu belum bersemangat, segeralah menyemangati hidupmu. Tanpa semangat, dirimu pasti selalu berada di belakang harapanmu. Bergeraklah mengikuti jalur hidupmu dengan penuh semangat, hanya semangat yang mampu mendorongmu menuju ke depan.~ Djajendra

Ketika jalan sangat macet dan lalu lintas hanya mampu bergerak seperti kura-kura, maka waktu tempuh menuju tujuan menjadi semakin lama. Demikian juga, ketika pikiran macet dan tidak terfokus pada tujuan, maka tindakan akan bergerak seperti kura-kura, sehingga waktu tempuh untuk sampai pada tujuan akan semakin lama.~Djajendra

Dalam era teknologi smartphone yang setiap hari ter-update dan terhubung ke dalam jaringan lalu lintas internet; dalam era lalu lintas internet yang menciptakan banjir informasi dari seluruh dunia dalam hitungan detik, dan juga semakin terbukanya zona privasi untuk menjadi zona publik. Membuat orang-orang yang tidak siap benar-benar kalang kabut, dan kehilangan akal untuk menanggulanginya.~Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com