KOMUNIKASI JUJUR, KOMUNIKASI SANDIWARA

DJAJENDRA 12 09 2014“Karakter komunikasi yang baik adalah bersikap etis, terbuka, tegas, jelas, dapat diterima oleh akal sehat, berbagi informasi, menerima umpan balik, dan memberikan solusi. Karakter komunikasi yang buruk adalah tidak jujur, tidak masuk akal, dan penuh sandiwara.”~Djajendra

Komunikasi merupakan cara untuk terhubung, mengekspresikan jati diri, menyampaikan pesan, dan menerima pesan. Orang bijak berkomunikasi dengan memahami realitas dirinya dan orang lain. Dalam hal ini, dia selalu menyiapkan perilaku yang tepat, pengetahuan yang benar, keterampilan yang andal, sikap yang tegas dan pasti, cerdas sejarah atau masa lalu, dan beretika.  

Sebuah komunikasi bisa merupakan sesuatu yang jujur, atau juga sesuatu yang penuh kebohongan, penuh sandiwara. Sangat tergantung oleh kepentingan.

Kepentingan tidak baik suka menciptakan skenario; berkomunikasi dengan penuh sandiwara; merasa menguasai permainan, untuk mencapai tujuan akhir seperti yang diinginkan. Dalam realitas seperti ini, komunikator yang penuh sandiwara selalu beradaptasi seperti bunglon, sehingga orang-orang awam tidak mampu menyadari rencana dan niat sebenarnya.

Komunikasi merupakan alat untuk mengekspresikan jati diri atau citra diri. Ketika seseorang yang sangat dipercaya sadar bahwa orang-orang sudah mengetahui sandiwaranya, sehingga jati diri asli terbongkar, dia akan berupaya untuk bersandiwara lagi agar citra diri yang dia bangun tetap terlihat benar. Dia pun akan mengumpulkan informasi untuk menguatkan sandiwaranya, melibatkan isu-isu yang membuat orang-orang kembali percaya padanya. Dia akan tunduk pada realitas dan situasi; mengekspresikan perasaan tidak mampu; tidak kompeten; tidak berharga; penolakan; atau ditinggalkan oleh orang lain. Di mana, semua ini bertujuan agar orang-orang kembali percaya pada kebenaran jati dirinya, walau dia sesungguhnya sedang bersandiwara lagi.

Seseorang yang sangat mengetahui dirinya, tetapi orang lain tidak tahu banyak tentang dirinya, adalah orang yang sedang berkomunikasi dengan menutup diri. Biasanya, orang-orang seperti ini tidak terlalu terbuka atau sedikit berbicara, sehingga dirinya tertutup dan tidak akan memberikan akses kepada orang lain untuk memahami dirinya yang sebenarnya.

Kadang-kadang, ada juga orang-orang yang tidak sadar atau tidak memahami bahwa karakter komunikasinya tidak disukai, tidak dihormati orang banyak.  Tetapi, dia tetap saja berkomunikasi dengan caranya, sehingga menjadi musuh orang banyak.

Komunikasi yang baik membutuhkan integritas diri yang tinggi. Dengan integritas yang baik, mampu terhubung secara terbuka, tertarik untuk saling memahami dan mengenal. Orang-orang yang terbuka dan saling mengenal satu sama lain, akan menjadi lebih produktif komunikasinya, lebih kooperatif, lebih melayani, lebih berempati, lebih etis, dan lebih mampu bekerja bersama-sama, untuk mewujudkan misi dan visi yang baik.

Keterbukaan dan kejujuran menghilangkan sandiwara komunikasi. Jadi, proses komunikasi untuk mengambil informasi dan memberi informasi akan terjadi di wilayah integritas, dan semua orang mampu berinteraksi dengan etis dan penuh kejujuran.

Semakin jujur dan terbuka karakter komunikasi seseorang; semakin mampu dia berada di ruang terang, di wilayah integritas, dan memberikan umpan balik dengan akuntabilitas. Dia juga semakin mampu memberi dan menerima komunikasi dengan cerdas, berbagi, serta membangun hubungan komunikasi yang terbuka dan dipercaya.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PELATIHAN TEAM BUILDING PROGRAM 2 HARI 1 MALAM

PELATIHAN TEAM BUILDING PROGRAM 2 HARI 1 MALAM

DESKRIPSI

Perilaku sebuah tim adalah berkolaborasi, bekerja sama, berkomunikasi, berkoordinasi, dan bertindak bersama-sama untuk mencapai tujuan secara bersama-sama. Setiap orang di dalam tim memiliki maksud untuk bersama-sama memenuhi target atau tujuan. Intinya, diperlukan perilaku dan karakter kerja yang selalu bersama-sama untuk menyelesaikan semua tanggung jawab dan pekerjaan.

Niat seorang anggota tim haruslah melakukan dan menyelesaikan pekerjaan secara bersama-sama dengan anggota tim yang lainnya. Ada keharusan untuk selalu bersama-sama, dan harus mampu menundukkan niat yang ingin menyelesaikan pekerjaan seorang diri, tanpa bantuan yang lain.

Kerja tim memiliki waktu dan tempat untuk secara bersama-sama mengelola sumber daya dengan efektif. Dalam hal ini, setiap anggota tim wajib berkomunikasi dan memprioritaskan apa yang harus segera dilakukan, tanpa menciptakan benih konflik, termasuk selalu memiliki niat untuk melakukan apapun dengan kerja sama, serta menyiapkan perilaku dan karakter diri yang sesuai dengan misi dan visi tim.

Memahami kepribadian dan kebiasaan rekan satu tim. Bila Anda tidak memahami gaya komunikasi, karakter, kepribadian, dan pola pikir dari anggota tim; maka hal ini berpotensi menguatkan konflik dan menciptakan kerumitan di dalam interaksi kerja tim. Mengetahui rekan satu tim dengan baik adalah modal yang sangat penting untuk menciptakan kerja sama yang hebat dan unggul. Terhubunglah dengan baik agar setiap individu mampu memperlihatkan fungsinya dengan baik, sehingga tim menjadi sangat kuat dan berfungsi sesuai tujuan.

Tim yang kuat selalu menguatkan kepercayaan di dalam kerja sama tim. Sering sekali anggota tim suka menyembunyikan kelemahan dan kesalahan dari satu sama lain. Kadang-kadang ragu untuk meminta bantuan atau memberikan umpan balik yang konstruktif. Ragu untuk menawarkan bantuan, dan suka menciptakan kesimpulan tentang perilaku kerja yang lain. Takut rekan se-tim lebih menonjol, makanya dibiarkan temannya itu bingung sendiri agar gagal menyelesaikan pekerjaan secara benar. Ada juga rekan se-tim yang dendam atau iri hati, lalu membiarkan temannya masuk ke dalam kesalahan, kemudian membesar-besarkannya agar rekan se-tim nya ini dianggap gagal. Intinya, ketika kepercayaan di dalam tim tidak ikhlas dan tidak jujur, maka hal ini sama saja dengan menyembunyikan kelemahan tim, sehingga tim pasti menjadi tidak berfungsi dengan baik.

Meningkatkan kepercayaan diantara anggota tim, sangatlah meningkatkan fungsi dan kualitas tim untuk mencapai kinerja terbaik. Secara berkelanjutan perusahaan wajib membangun keandalan timnya. Dari waktu ke waktu sangatlah diperlukan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan rasa percaya diantara anggota tim. Membangun kepribadian dan karakter individu yang ikhlas dan penuh kesadaran, untuk memfokuskan waktu dan energi pada kebersamaan di tempat kerja. Dan juga, memiliki mindset untuk selalu bersama-sama meningkatkan kredibilitas dan reputasi kerja sama diantara mereka.

Konflik tidak selalu buruk. Kadang-kadang dibutuhkan konflik kecil untuk menemukan solusi atau keputusan yang lebih kreatif. Tim yang hebat pastinya tidak takut pada konflik. Haruslah ada keberanian untuk berbeda pendapat agar pengetahuan baru dari sikap kritis dan kreativitas dapat meningkatkan kualitas tim. Jangan jadikan setiap pertemuan tim membosankan, karena takut menyakiti perasaan sesama rekan se-tim. Jangan takut untuk mengkritik atau mempertanyakan secara sangat kritis kepada rekan se-tim, yang penting semuanya terfokus pada persoalan kerja, dan bukan pada persoalan pribadi. Jadilah pribadi-pribadi yang cerdas berdebat untuk menemukan solusi-solusi yang hebat. Jangan takut dengan ide-ide kontroversial yang mungkin bisa meningkatkan keberhasilan tim berlipat kali. Jangan takut untuk berbeda pendapat dan pandangan dengan anggoto tim. Yakinlah bahwa menyembunyikan potensi konflik demi menjaga keharmonisan tim, hanya akan menciptakan bom waktu yang merusak tim secara permanen. Jadi, jangan takut untuk berkonflik demi kemajuan bersama, dan yang penting miliki nilai-nilai kehidupan, seperti: ikhlas, jujur, terbuka, bertanggung jawab, dan penuh kasih kepada rekan se-tim, sehingga konflik yang munculpun akan segera hilang di dalam kuatnya soliditas tim.

Tidak boleh ada keraguan di dalam tim. Setiap anggota tim haruslah yakin dengan arah dan prioritas kerja. Jangan ragu atau menunda pekerjaan karena hati masih belum yakin 100% dengan apa yang akan dilakukan. Jangan terjebak dalam analisis yang berlebihan, sehingga takut bertindak atau kelamaan untuk bertindaknya. Keraguan yang berlebihan hanya menciptakan penundaan yang berkepanjangan. Ingatlah selalu bahwa keraguan merupakan potensi yang merugikan kemajuan tim. Pastikan setiap anggota tim selalu mampu meningkatkan pengetahuan, wawasan, keterampilan, dan rasa percaya diri agar keraguan dapat dihindarkan dari setiap proses kerja tim.

Akuntabilitas adalah perilaku yang harus hidup di dalam tim. Bila seorang anggota tim menghindari akuntabilitas, maka dia telah menciptakan titik kelemahan tim. Tanpa akuntabilitas, sebuah tim pasti tidak mampu berfungsi. Akuntabilitas haruslah menjadi kebiasaan dan mengalir lancar di dalam karakter kerja dan proses kerja. Setiap anggota tim harus tampil penuh disiplin untuk mempertanggung jawabkan segala sesuatu dengan sikap profesional. Akuntabilitas adalah kunci sukses sebuah tim. Jadi, bila seorang saja tidak ikhlas menjalankan fungsi akuntabilitasnya di dalam tim, maka dia sudah menyembunyikan kelemahan di dalam tim, sehingga pada saatnya tim akan gagal berfungsi seperti seharusnya.

Keberadaan sebuah tim adalah untuk hasil akhir yang hebat. Jadi, setiap anggota tim wajib memfokuskan seluruh waktu, energi, sumber daya, dan etos kerjanya dalam upaya menghasilkan kinerja terbaik. Perilaku kerja yang fokus pada pertumbuhan, serta berorientasi pada prestasi akan meningkatkan gairah kerja tim. Anggota tim harus terlatih dan dibiasakan untuk tidak mudah terganggu, dan hal ini bisa saat mereka memiliki daya tahan mental yang baik.

Diperlukan mental positif dan perilaku produktif agar tidak melalaikan tanggung jawab dan memperhatikan pekerjaan dengan sepenuh hati. Taat pada komitmen dan patuh pada tujuan adalah jalan terbaik untuk menjalankan setiap fungsi dan peran masing-masing. Keberadaan setiap anggota tim adalah untuk kesuksesan tim, dan bukan untuk menggagalkan pencapaian terbaik tim. Jadi, persiapkan diri masing-masing dengan kepribadian dan karakter kerja yang hebat agar mampu menjadi aset yang andal di dalam tim.

Jadilah pribadi tim yang selalu membawa keluar yang terbaik dari dalam diri. Jangan sekali-kali membawa keluar dari dalam diri hal-hal yang bisa memperburuk kualitas tim. Jadilah energi positif yang membangun kerja sama tim dengan berkualitas, serta memampukan diri sebagai salah satu fungsi terpenting di dalam tim yang hebat.

Program pelatihan ini berfokus pada transformasi perilaku individual dalam organisasi menjadi perilaku kelompok, agar sifat dan karakter yang sangat kuat “aku nya” dapat berubah menjadi “kita”. Setiap orang akan diberikan motivasi dan inspirasi, agar selalu termotivasi untuk bekerja sama dalam mencapai tujuan

Pelatihan selama 2 hari 1 malam ini memberikan pencerahan dan motivasi ( praktek dan teori) tentang cara membangun kerja sama tim yang ideal. Pelatihan dilengkapi outdoor team building games dan role play.

METODOLOGI PELATIHAN

Pelatihan Aktif (Teori dan Praktek), Presentasi, Interaktif, Diskusi Kelompok, Brainstorming, Bermain Peran, Berpikir Kreatif, Simulasi, Belajar Dalam Kompetisi Permainan, Studi Kasus, Latihan, Bimbingan, Diskusi, Perenungan, Experiential Learning, Icebreaker.

TUJUAN PELATIHAN

Pelatihan ini bertujuan untuk membantu peserta dalam:

  • Menguatkan integritas, akuntabilitas, dan mendorong soliditas di dalam kerja sama tim
  • Meningkatkan kerjasama, kolaborasi, koordinasi, komunikasi, pemecahan masalah, kepercayaan dan keterampilan emosional
  • Menghindari konfrontasi dan fokus pada pencapaian kinerja
  • Saling menghargai, mengelola kebersamaan, membuat keputusan, saling melengkapi kelebihan, dan mengendalikan diri masing-masing

MANFAAT PELATIHAN

Dengan mengikuti pelatihan ini, peserta akan mendapatkan manfaat sebagai berikut:

  • Membangun tim kerja yang solid untuk pencapaian kinerja terbaik
  • Mencegah tim kerja membuat keputusan yang salah
  • Meningkatkan efisiensi dan produktivitas tim
  • Mencegah tim jatuh ke dalam mentalitas destruktif
  • Memetakan konflik dalam persiapan resolusi
  • Menghadirkan sukses individu, kelompok, dan organisasi
  • Kerjasama, pemecahan masalah, koordinasi, kolaborasi, pelayanan, kontribusi, komunikasi, sinergi, kepercayaan dan keterampilan emosional
  • Meningkatkan ikatan toleransi dan empati antara anggota tim melalui pengalaman bersama atau pemecahan masalah kolektif
  • Berkomunikasi satu sama lain untuk mendapatkan hasil yang lebih baik
  • Berpikir di luar rincian kecil dan memikirkan tujuan utama
  • Mendukung satu sama lain
  • Menggunakan keterampilan emosional dan keterampilan pembinaan untuk memberikan umpan balik
  • Meningkatkan kepercayaan dan kehandalan tim

MATERI PEMBAHASAN

Day 1/Hari Permata

08.30 – PK 10.00 WIB. SESI 1: SOLIDITAS DALAM KERJA SAMA TIM

Sub Bahasan

  • Peran individu dalam tim dan kerja sama
  • Perilaku individual, orientasi dan pengaruhnya terhadap tim
  • Membangun kepribadian dan karakter yang siap untuk melakukan kerja sama
  • Menjadi bagian dari sistem kerja sama yang solid
  • Keuntungan bekerja dalam tim
  • Menjaga disiplin untuk kemajuan tim dari waktu ke waktu
  • Peran setiap anggota tim dalam membangun tim yang unggul
  • Kombinasi dari peran yang dibutuhkan dalam sebuah tim yang ideal

PK.10.00 – 10.15 WIB. BREAK

10.15 – 12.00 WIB. SESI 2: MEMBERDAYAKAN DAN MENJADIKAN TIM LEBIH ANDAL

Sub Bahasan

  • Membantu anggota tim untuk mencapai hasil yang lebih baik dan merasa lebih mampu
  • Strategi untuk mencegah anggota tim jatuh ke mentalitas negatif dan destruktif
  • Prinsip kerja yang dapat diterapkan ke diri sendiri dan tim Anda, untuk meningkatkan harga diri dan produktivitas tim

PK.12.00 – 13.00 WIB. ISHOMA

PK 13.00 – 14.30 WIB. SESI 3: MAN MANAGEMENT DALAM TEAM BUILDING

Sub Bahasan

  • Mengelola orang-orang di sekitar dengan motivasi dan gairah kerja
  • Mengelola, mencegah, menyelesaikan potensi konflik
  • Kiat-kiat penanganan terhadap orang-orang yang sulit diatur
  • Mengorganisir pekerjaan dan tanggung jawab dengan efektif
  • Mengembangkan dan meningkatkan sikap, perilaku, dan mental positif
  • Mengelola stres, marah, dan emosi negatif lainnya agar tidak merusak proses kerja

PK.14.30 – 14.45 WIB. BREAK

PK.14.45 -16.30 WIB. SESI 4. MENINGKATKAN KOMUNIKASI TIM

Sub Bahasan

  • Memahami komunikasi yang ideal di dalam organisasi
  • Gaya komunikasi yang berbeda dan cara beradaptasi
  • Komunikasi positif menghasilkan kolaborasi kerja yang produktif
  • Pentingnya parabahasa dan komunikasi non verbal
  • Sikap tegas dalam komunikasi positif
  • Menjadi energi positif dalam aliran komunikasi di internal perusahaan
  • Cara memberikan umpan balik yang baik
  • Menjaga suasana hati yang baik dalam setiap interaksi dan komunikasi
  • Memahami persepsi, logika berpikir, kepercayaan, dan keyakinan lawan bicara  

16.30 – 19.00 WIB. ISHOMA

19.00-21.00 1IB. INDOOR TEAM BUILDING GAMES

Sub Bahasan

  • Kepemimpinan dalam team building
  • Energi kolaborasi, komunikasi, koordinasi, dan kerja sama
  • Perilaku tim untuk kinerja terbaik
  • Pemecahan masalah dan solusi terbaik

Day 2/Hari Kedua

08.00 – 11.00 WIB. OUTDOOR TEAM BUILDING GAMES

Untuk Pelatihan Hubungi

PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL

Kantor: Jl.Danau Toba No.104, Jakarta Pusat, 10210

Telepon: (021) 5701505

Hp: 0812 131 888 99

Fax: (021) 5738105

Website:http://djajendra-motivator.com

E-mail:training@djajendra-motivator.com

INSPIRASI DAN MOTIVASI 26 09 2014

DJAJENDRA 17 07 2014Tetaplah fokus pada misimu, jangan biarkan ada yang memecahkan fokusmu. Jangan terpengaruh pada permainan yang mencoba memusuhimu, tetaplah bermain sesuai rencanamu.~Djajendra

Lupa diri. Orang-orang suka lupa diri, dan melupakan perjuangan. Setelah memiliki apa yang dimau, mereka lupa diri tentang visi dan misi yang pernah diperjuangkan. Lupa diri berarti lupa pengalaman, lupa sejarah, lupa niat baik.~Djajendra

Mulailah dengan niat baik, hasil terbaik pasti dicapai. Memulai dengan niat tidak baik, hasil terburuklah yang akan didapatkan. Tidak ada strategi manusia yang hebat, hanya kehendak Tuhanlah yang paling pasti.~Djajendra

Miliki harapan. Percayalah bahwa Anda mampu mewujudkan harapan Anda. Bertindaklah dengan penuh optimis untuk mewujudkan harapan. Hiduplah seolah-olah harapan Anda sudah terwujud. Cintai kehidupan Anda. Syukuri setiap momen kehidupan Anda. Jadilah setiap hari bahagia, dan nikmati energi positif kehidupan dengan sukacita.~Djajendra

Hidup haruslah tumbuh dalam harapan, berkembang dalam visi, dan berkinerja dalam misi.~Djajendra

Kebiasaan mengangkat isu-isu negatif, melihat dari sisi kekurangan, akan menjadikan hidup tidak berkembang, dan sulit mewujudkan harapan.~Djajendra

“Keyakinan dan pikiran positif merupakan dua kekuatan yang dapat mewujudkan semua impian baik.”~Djajendra

Pola pikir positif adalah salah satu kualitas terpenting yang harus dimiliki, jika Anda ingin mewujudkan impian.~Djajendra

Kesederhanaan pola pikir dan kesederhanaan pola hidup adalah pintu masuk menuju sukses.~Djajendra

Menyiapkan diri dengan sungguh-sungguh dan mengharapkan sukses, adalah cara mendapatkan sukses. Menginginkan, tanpa bersungguh-sungguh, tanpa mengharapkan untuk mendapatkannya, akan menjauhkan diri untuk mendapatkannya. Percayalah bahwa Anda bisa mendapatkannya. Bertindaklah seperti Anda sudah mendapatkannya. Maka, Anda pasti didekatkan untuk mendapatkannya.~Djajendra

Rasa percaya diri yang rendah merupakan bukti bahwa diri sedang berpikir negatif. Ketidaksadaran diri akan pikiran negatif, menjadikan diri ragu atau tidak yakin, untuk melakukan sesuatu dengan baik. Energi negatif tidak mengharapkan untuk mendapatkan yang terbaik; energi negatif hanya menjadi penghambat kemajuan diri. Jadilah positif, yakin, dan percaya diri.~Djajendra

Menanam benih harapan, berpikir optimis, bekerja keras, dan melayani dengan sepenuh hati, adalah jalan termudah untuk mendapatkan sukses.~Djajendra

Optimisme menunjukkan jalan untuk menemukan solusi; keberanian dan ketenangan di dalam sikap positif, membukakan jalan untuk mendapatkan kemenangan; sikap rendah hati menjadikan diri belajar untuk menjadi lebih baik.~Djajendra

Untuk Training Hubungi www.djajendra-motivator.com

YAKIN DAN BERPIKIR POSITIF DAPAT MEWUJUDKAN IMPIAN

djajendra“Kebiasaan mengangkat isu-isu negatif, melihat dari sisi kekurangan, menjadikan hidup tidak berkembang, dan sulit mewujudkan harapan.”~Djajendra

Keyakinan dan pikiran positif merupakan dua kekuatan yang dapat mewujudkan semua impian baik. Meyakini dan berpikir positif memudahkan Anda untuk meraih impian. Meyakini dan berpikir negatif menjatuhkan dan menjauhkan Anda dari kebahagiaan.

Ketika pikiran dan persepsi selalu terfokus untuk mengangkat sisi negatif kehidupan, maka Anda sedang membawa kehidupan ke jalan pesimis, ke jalan ketidakmampuan.

Hidup haruslah tumbuh dalam harapan, berkembang dalam visi, dan berkinerja dalam misi.

Ketika Anda kehilangan harapan, Anda sesungguhnya sedang menjalani kehidupan untuk tidak berhasil. Harapan adalah cahaya yang memandu motivasi diri, untuk tetap fokus dan bersemangat mewujudkan yang diimpikan. Kehilangan harapan berarti tidak melakukan sesuatu untuk sukses, tetapi sekedar mengalir di dalam rutinitas hidup.

Miliki harapan. Percayalah bahwa Anda mampu mewujudkan harapan Anda. Bertindaklah dengan penuh optimis untuk mewujudkan harapan. Hiduplah seolah-olah harapan Anda sudah terwujud. Cintai kehidupan Anda. Syukuri setiap momen kehidupan Anda. Jadilah setiap hari bahagia, dan nikmati energi positif kehidupan dengan sukacita.

Jika Anda ingin mewujudkan impian, maka pola pikir positif adalah salah satu kualitas terpenting yang harus Anda miliki. Tanpa berpikir positif jangan bermimpi mendapatkan kehidupan yang damai, bahagia, sejahtera, sehat, produktif, dan berkinerja. Pikiran positif merupakan pusat atau sumber yang menghasilkan segala kebaikan untuk kehidupan.

Setiap hari ciptakan kehidupan dan kegiatan yang membawa Anda pada gairah dan motivasi. Setiap hari ciptakan kehidupan yang bahagia, damai, menyenangkan, produktif, kreatif, berkinerja, dan menikmati indahnya hidup.

Keyakinan dan pikiran positif untuk menguatkan suasana hati yang penuh kedamaian dan kebaikan. Dengan suasana hati yang baik, Anda dapat bergerak maju untuk mewujudkan harapan. Semakin positif batin Anda, semakin ikhlas hidup Anda, semakin rendah hati sikap Anda, semakin cerdas emosi Anda. Maka, hidup Anda akan ditarik oleh energi baik ke dalam kenyamanan dan keindahan hidup.

Untuk pelatihan hubungi www.djajendra-motivator.com

ETIKA BISNIS MEMBUTUHKAN KEBERANIAN INTEGRITAS

“Tempat kerja yang bermoral rendah dan kurang etis menjadi sumber penyakit yang menggrogoti kesehatan perusahaan.”~Djajendra

Etika bisnis bersumber dari kekuatan moral, yang berani dengan tegas memisahkan apa itu benar dan apa itu salah. Membangun tempat kerja dengan kekuatan etika, mengharuskan setiap insan perusahaan memperkuat integritasnya masing-masing. Tanpa integritas pribadi tidaklah mungkin dapat menjadikan tempat kerja lebih etis dan bermoral. Tempat kerja yang bermoral rendah dan kurang etis menjadi sumber penyakit yang menggrogoti kesehatan perusahaan.

Etika bisnis merupakan energi positif yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari di tempat kerja. Etika bisnis menghadirkan banyak kebaikan, memotivasi insan perusahaan untuk menjalankan praktik bisnis dengan prinsip kehati-hatian, dan menciptakan keharmonisan kerja di dalam kekuatan etos yang penuh kolaborasi.

Etika bisnis membentuk karakter pribadi dan karakter kerja yang positif. Hal ini menjadi sangat penting untuk menciptakan sikap, perilaku, etos, dan kebiasaan yang terfokus pada nilai-nilai kerja positif. Bila setiap insan perusahaan bekerja dan bersikap berdasarkan nilai-nilai kerja positif, maka mereka menjadi energi positif dalam pengambilan keputusan yang etis di tempat kerja; mereka menjadi energi yang cerdas mengalir di dalam proses kerja dengan perilaku etis yang kuat; mereka selalu konsisten untuk merespon tantangan dengan kekuatan etis; dan memiliki keberanian untuk bersikap secara profesional dalam memutuskan segala realitas.

Etika bisnis menjadikan insan perusahaan memiliki pedoman yang mendorong keberanian; untuk menjalankan tata kelola bisnis yang bersih, sehat, benar, baik, adil, dan profesional. Etika bisnis menyadarkan insan perusahaan untuk melakukan segala hal dengan benar, dengan memegang teguh pada prinsip-prinsip moral pribadi yang baik, profesionalisme kerja, dan patuh pada budaya organisasi.

Orang-orang dengan kecerdasan etika memiliki integritas pribadi yang hebat. Mereka bekerja terfokus pada pencapaian kinerja di jalan etis yang penuh integritas dan kebenaran. Walau situasi memaksa untuk bersikap secara berbeda, mereka tetap konsisten dan sangat taat pada nilai-nilai inti perusahaan. Dan, tidak pernah kehilangan hati nurani, untuk bersikap etis di dalam tanggung jawab moral yang tinggi.

Kekuatan integritas mendorong insan perusahaan untuk menjadi agen moral. Sebagai agen moral, mereka mempromosikan kehidupan kerja yang setia kepada nilai-nilai inti perusahaan. Mereka mencipakan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai inti perusahaan; bersikap dan bertindak etis sesuai dengan energi dari nilai-nilai perusahaan.

Kepatuhan pada etika dan keikhlasan hati untuk bertindak dengan benar, tepat, adil, baik, dan profesional; akan mewujudkan perilaku kerja yang berbudi luhur, sehingga energi baik dapat menguatkan hubungan kerja yang produktif.

Etika bisnis membutuhkan keberanian integritas untuk bertindak demi kebenaran dan kebaikan. Dibutuhkan keberanian jiwa, fisik, moral dalam menghadapi berbagai risiko, bahaya, dilema, dan karakter-karakter antagonis kehidupan. Dibutuhkan kekuatan karakter integritas yang cerdas emosi, saat berhadapan dengan isu-isu sensitif, supaya dapat membuat keputusan yang adil dan etis di segala situasi dan realitas.

Keberanian dimulai dengan mengenali semuanya secara baik; memetakan semuanya dengan memperhitungkan risiko; memimpin semuanya dengan tegas dan jelas; menguatkan sistem dan proses dengan integritas dan profesionalisme; menyatukan kekuatan dengan cara kolaboratif, untuk menghadapi berbagai hal yang merusak etika; menciptakan ruang interaksi yang adil dan merangkul kebaikan; membiasakan perilaku kerja berdasarkan nilai-nilai inti organisasi; serta membiasakan setiap orang untuk bertanggung jawab.

Keberanian integritas adalah ketegasan dan kecepatan untuk membuat keputusan yang jujur, adil, etis, dan dapat dipertanggung jawabkan. Perilaku etis tidaklah mungkin dapat dimiliki oleh kepribadian yang ragu atau takut. Kepribadian etis tidaklah mungkin dimiliki oleh orang-orang yang berniat menguntungkan diri sendiri. Perilaku etis hanyalah dapat diwujudkan oleh orang-orang yang berani, tegas, jujur, jelas, tanpa pamrih, dan berkemampuan menjaga kekuatan moralnya dengan integritas pribadi yang andal.

Keberanian integritas hanya dapat diwujudkan bila diri memiliki kualitas, pengetahuan, keterampilan, keandalan, kompetensi, wawasan, dan niat baik. Siapapun yang ingin memiliki keberanian integritas haruslah memiliki sikap rendah hati dan mau belajar, serta setiap hari mau mengasah keberanian moralnya untuk menghadapi berbagai tantangan etika.

Kualitas dan kompetensi yang lengkap akan meningkatkan rasa percaya diri, yang berpotensi mendorong diri menjadi lebih berani, untuk membuat keputusan yang etis. Orang-orang dengan kesadaran dan kecerdasan emosional yang baik, sangat mudah beradaptasi dengan berbagai realitas etika, sehingga tetap bisa konsisten, untuk menjaga kualitas moral yang tinggi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MOTIVASI DAN INSPIRASI 23 09 2014

Rasa syukur menjadikan hidup nyaman dan indah. Momen-momen terindah hanya dapat ditemukan dari rasa syukur dan terima kasih. Bila kehilangan rasa syukur, jiwa akan kehilangan kemampuan untuk menemukan indahnya hidup.~Djajendra

Menyerah untuk kebaikan. Melepaskan untuk kebaikan. Menghindari untuk kebaikan. Ikhlas untuk kebaikan. Hiduplah untuk kebaikan, walau orang-orang terkasih membuangmu dari hati nurani mereka.~ Djajendra

Gunakan senyum Anda untuk mengubah dunia; jangan biarkan dunia mengubah senyum Anda.~ Unknown

Nasihat dalam bahasa negatif sering diucapkan seseorang untuk menyadarkan orang yang salah arah, salah jalan. Bahasa dan kata-kata negatif bukanlah untuk diucapkan, tetapi untuk membangun kesadaran agar dapat memahami maknanya.~Djajendra

Karakter adalah diri sejati yang terbentuk dari nilai-nilai, keyakinan, kebiasaan; yang menciptakan sifat, sikap, perilaku, dan mind set. Karakter positif menjadikan seseorang kredibel dan sangat andal untuk meraih kinerja dan karir yang sukses.~Djajendra

Kinerja adalah nafas bagi perusahaan. Bila kinerja buruk, perusahaan akan sesak nafas dan sulit beroperasional dengan baik.~Djajendra

Kebahagiaan bukanlah sebuah keadaan yang tetap dan konsisten. Kebahagiaan merupakan hasil kejar-mengejar antara energi baik dan energi tidak baik. Jadi, siapapun yang setiap bangun pagi menyiapkan dirinya, untuk mengejar dan hidup sepenuhnya di dalam energi baik, maka pada hari itu dia akan menikmati bahagia. ~Djajendra

Emosi dan pikiran negatif diperlukan dalam kadar yang sangat rendah. Setiap orang memerlukan perasaan dan pikiran negatif, untuk memfungsikan sistem pengawasan atau sistem peringatan dini melalui kesadaran diri. Mereka harus ditempatkan secara bijak dan tidak boleh berlebihan. Dan yang pasti, orang-orang bahagia selalu berada di titik kekuatan positif, sehingga mereka menjadi lebih optimis, dan selalu termotivasi untuk sebuah keberhasilan. Sedangkan orang-orang tidak bahagia selalu berada di titik kekuatan negatif, sehingga hidupnya pesimis, dan selalu menyalahkan orang lain.~Djajendra

Kebahagiaan berada di wilayah pribadi, dihasilkan oleh kesadaran, bukan oleh aturan atau kemauan orang lain.~Djajendra

Ketika orang-orang bermasalah ingin bertarung dengan kekuasaan yang bersih, hanya dalam waku singkat, semua yang bermasalah pasti kalah oleh masalahnya sendiri. Jadi, janganlah pernah melakukan apapun karena emosi dan marah, gunakan pikiran jernih dan akal sehat. Sebab, sukses yang sifatnya jangka panjang hanya dapat diraih dengan akal sehat dan strategi yang memperhitungkan risiko.~Djajendra

Bila mau mengakui ketidaksempurnaan diri sendiri, dan mau belajar untuk menjadikan diri lebih baik, maka prestasi dan kehebatan akan menjadi milik Anda.~Djajendra

“Salah tetaplah salah, tidak peduli siapa yang melakukannya atau mengatakannya.” ~ Malcolm X (“Wrong is wrong, no mater who does it or says it.”~ Malcolm X)

Baik dan buruk hidup penuh ambisi dan gairah di dunia nyata. Baik pasti menghormati prinsip-prinsip moral dan patuh pada etika. Buruk pasti membolehkan segala cara untuk mencapai ambisinya, sehingga etika dan prinsip-prinsip moral suka diabaikan, dan dianggap tidak penting. Sebab, tujuan dan maksud telah menjadi majikan, dan etika hanya dianggap sebagai penghalang.~Djajendra

Dalam realitas, kepentingan mampu merusak prinsip-prinsip moral, sehingga etika diabaikan, dan kepentingan menjadi majikan yang sangat berkuasa. Disinilah dibutuhkan keberanian untuk menjaga integritas, supaya prinsip-prinsip moral dan etika dapat menguatkan sebuah kepemimpinan.~Djajendra

Memiliki integritas berarti telah memiliki keberanian. Pemimpin dengan integritas dan akuntabilitas berarti sudah memiliki keberanian, untuk melawan yang tidak baik dan tidak benar.~Djajendra

Pemimpin dengan integritas dan akuntabilitas diri yang andal, tidak perlu takut atau ragu untuk bertindak dengan keberanian penuh. Apalagi bagi seorang pemimpin publik, integritas dan akuntabilitas pribadinya akan menjadi energi yang dicintai publik, dia selalu mendapatkan kekuatan dari energi positif publik, sehingga sikap dan tindakan beraninya pasti mendapatkan dukungan dan perlindungan dari kekuatan publik.~Djajendra

Niat tidak baik yang diupayakan secara terus-menerus akan menghadirkan ketidakbaikan. Apa yang ditanam itulah yang pasti dipanen.~Djajendra

Bila Anda menghormati kehidupan orang lain, Anda pasti dicintai. Tetapi, bila Anda tinggi hati dan merasa kehidupan orang lain lebih rendah dari Anda, maka Anda akan kehilangan kehormatan diri.~Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PELATIHAN CHARACTER BUILDING UNTUK LEVEL KARYAWAN DAN MANAGER 1 HARI 8 JAM

PELATIHAN CHARACTER BUILDING UNTUK LEVEL KARYAWAN DAN MANAGER 1 HARI 8 JAM

 “Karakter adalah diri sejati yang terbentuk dari nilai-nilai, keyakinan, kebiasaan; yang menciptakan sifat, sikap, perilaku, dan mind set. Karakter positif menjadikan seseorang kredibel dan sangat andal untuk meraih kinerja dan karir yang sukses.”~Djajendra

DESKRIPSI

Tempat kerja adalah sebuah dunia kecil yang memiliki nilai-nilai, keyakinan, tata kelola, etika, sistem, prosedur, misi, visi, dan komitmen untuk mewujudkannya. Dunia kecil ini membutuhkan karakter kerja sesuai dengan nilai-nilai, keyakinan, dan komitmen perusahaan agar dapat melakukan pekerjaan secara profesional. Untuk itu, setiap orang di dalam perusahaan harus menjadi bagian penting dari kehidupan kerja, yang mengembangkan dan memelihara karakter pribadi menjadi selaras dengan karakter kerja perusahaan. Karakter unggul memiliki sifat-sifat, seperti: integritas, akuntabilitas, disiplin, etis, melayani, rendah hati, kemurahan hati, peduli, rasa hormat, tanggung jawab, kolaborasi, cinta, fokus, tekun, teliti, rajin, dan belajar untuk memperbaiki kualitas diri sendiri.

Karyawan dan manajer memiliki tanggung jawab profesional berdasarkan nilai-nilai inti (core values) perusahaan. Bila nilai-nilai inti tidak menjadi perilaku, sikap, kebiasaan, dan fondasi tanggung jawab. Maka, karyawan dan manajer akan terperangkap dalam konflik antara benar dan tepat.

Setiap orang di tempat kerja harus menjadikan nilai-nilai inti perusahaan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari karakter kerja, sehingga dapat menjalankan tanggung jawab profesional secara tepat dan benar, tidak menciptakan krisis kepercayaan dan krisis keandalan di tempat kerja.

Pengembangan karakter diperlukan untuk mewujudkan komitmen dari nilai-nilai inti perusahaan. Berbagai situasi dapat diciptakan oleh keadaan, dan memerlukan karakter yang kuat agar dapat bersikap dengan tepat.  Manajer dan karyawan dengan karakter kerja yang sesuai nilai-nilai budaya kerja perusahaan, akan memiliki identitas pribadi dan profesional yang sejalan dengan niat dan tujuan perusahaan.

Pelatihan ini dirancang untuk membangun karakter karyawan dan manajer sesuai dengan nilai-nilai inti perusahaan. Bila karyawan dan manajer sudah mengenali nilai-nilai inti perusahaan, lalu mendorong keberanian profesionalisme di tempat kerja dengan karakter yang kuat. Maka, mereka akan menjadi pribadi-pribadi yang andal dan unggul, yang selalu bekerja dengan tepat, membela apa yang mereka percaya, selalu bersatupadu dengan energi positif perusahaan, sehingga tidak memiliki ruang untuk bertentangan dengan nilai-nilai dan budaya kerja perusahaan. Di setiap sesi pelatihan dipaparkan cara membentuk karakter secara sistematis, untuk mewujudkan diri sejati yang sempurna dengan nilai-nilai inti dan keyakinan perusahaan. Pelatihan ini dirancang dengan contoh dan studi kasus.

METODOLOGI PELATIHAN

Pelatihan Aktif, Presentasi, Interaktif, Diskusi Kelompok, Brainstorming, Bermain Peran, Berpikir Kreatif, Simulasi, Belajar Dalam Kompetisi Permainan, Studi Kasus, Latihan, Bimbingan, Diskusi, Perenungan, Experiential Learning, Icebreaker.

TUJUAN PELATIHAN

  1. Menggali nilai-nilai inti dan keyakinan perusahaan sebagai dasar pembentukan karakter.
  2. Memfokuskan peserta untuk menyatukan jiwa dan energi dirinya pada nilai-nilai inti, prinsip-prinsip, komitmen, dan keyakinan perusahaan.
  3. Menjadikan peserta terlatih dalam paktis bersama nilai-nilai karakter positif; seni mengelola nilai-nilai menjadi kata-kata dan bahasa yang positif; serta memiliki intuisi dan kemampuan, untuk menggunakan nilai-nilai positif sebagai energi yang memperkaya karakter diri.
  4. Menjadikan peserta sadar tentang, siapa aku? Siapa kita? Siapa perusahaan?
  5. Menyesuaikan karakter pribadi dengan kepribadian perusahaan, sehingga dapat melayani perusahaan dengan etos yang unggul.

MANFAAT PELATIHAN

Dengan mengikuti pelatihan ini, peserta akan mendapatkan manfaat sebagai berikut:

  1. Peserta belajar cara mengembangkan karakter pribadi, karakter kerja, dan karakter untuk kehidupan sosial yang baik.
  2. Peserta belajar memperkuat integritas pribadi dan mendorong perilaku etis di tempat kerja dengan prinsip-prinsip moral dan etika.
  3. Peserta membangun karakter untuk menjalankan tata kelola, proses kerja, sistem, prosedur, komitmen, nilai-nilai perusahaan, dan kepemimpinan.
  4. Peserta belajar cara membentuk jati diri dari dimensi fisik, pikiran, jiwa, dan emosi.
  5. Peserta belajar cara mencapai kinerja terbaik dengan karakter kerja yang unggul.

MATERI PEMBAHASAN

08.30 – PK 10.00 WIB. SESI 1: CORE VALUES SEBAGAI KARAKTER DAN PERILAKU UTAMA INSAN PERUSAHAAN

Sub Bahasan

  1. Karakter terbentuk dari nilai-nilai, keyakinan, kebiasaan.
  2. Karakter terlihat dari sifat, sikap, perilaku, emosi, dan mindset.
  3. Core values perusahaan sebagai benih karakter.
  4. Karakter yang bekerja untuk komitmen perusahaan.
  5. Karakter yang bekerja untuk visi dan misi perusahaan.

PK.10.00 – 10.15 WIB. BREAK

10.15 – 12.00 WIB. SESI 2: PENGEMBANGAN KARAKTER PRIBADI DAN KARAKTER SOSIAL KE DALAM DIRI SEJATI

Sub Bahasan

  1. Konsep diri, harga diri, jati diri.
  2. Karakter Pribadi: jujur, baik, benar, respek, tanggung jawab, adil, melayani, rendah hati, percaya, integritas, akuntabilitas, disiplin diri, manajemen diri, keberanian, menjadi warga perusahaan yang andal.
  3. Karakter Sosial: ramah tamah, kebajikan, peduli, pengasih, sopan, terpercaya, bekerja sama, kolaborasi, komunikasi, hubungan antar pribadi.

 PK.12.00 – 13.00 WIB. ISHOMA

PK 13.00 – 14.30 WIB. SESI 3: MENGEMBANGKAN KARAKTER MORAL UNTUK MENGUATKAN PERILAKU ETIS DI TEMPAT KERJA  

Sub Bahasan

  1. Karakter moral sebagai fondasi perilaku etis.
  2. Sifat moral dan etika dalam karakter.
  3. Mengekspresikan karakter moral.
  4. Hati nurani memproses perilaku dan cara berpikir.
  5. Mengambil kontrol untuk mengelola nilai, hati nurani, dan moral.
  6. Membebaskan diri dari perangkap nilai-nilai negatif.
  7. Perilaku moral individu dalam hubungan interpersonal.
  8. Mengenali dan identifikasi perilaku tidak etis.
  9. Mencegah perilaku tidak etis.

PK.14.30 – 14.45 WIB. BREAK

PK.14.45 -16.30 WIB. SESI 4: PENGUATAN KARAKTER DARI BERBAGAI DIMENSI DIRI

Sub Bahasan

  1. Menyiapkan karakter fisik.
  2. Karakter dialog (bahasa dan kata-kata).
  3. Karakter tindakan dan perilaku.
  4. Karakter batin (hati nurani).
  5. Karakter emosi/perasaan.
  6. Karakter reaksi.
  7. Karakter pikiran.
  8. Afirmasi untuk menguatkan karakter.

UNTUK PELATIHAN HUBUNGI:

PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL

Kantor: Jl.Danau Toba No.104, Jakarta Pusat, 10210

Telepon: (021) 5701505

Hp: 0812 131 888 99

Fax: (021) 5738105

Website:http://djajendra-motivator.com

E-mail:training@djajendra-motivator.com

PELATIHAN LEADERSHIP “INTEGRITAS PEMIMPIN MENDORONG KEBERANIAN” PROGRAM 1 HARI 8 JAM

PELATIHAN LEADERSHIP “INTEGRITAS PEMIMPIN MENDORONG KEBERANIAN” PROGRAM 1 HARI 8 JAM

DESKRIPSI

Keberanian dan integritas adalah dua sifat yang sangat penting bagi seorang pemimpin. Sehebat dan sebaik apapun seorang pemimpin, bila dia tidak memiliki keberanian, dia akan menjadi bagian dari masalah, dan tidak akan pernah bergerak untuk menemukan solusi kemenangan. Pemimpin haruslah berani, tegas, jelas, serta cerdas mengelola dan menghadapi realitas melalui integritas yang hebat.

Pemimpin dengan integritas yang tinggi dapat bekerja dan bersikap searah etika dan prinsip-prinsip moral. Walau energi buruk dari kekuatan yang mengabaikan etika mencoba menghalangi gerak maju pemimpin, tetapi integritas pemimpin akan mendorong keberanian untuk bersikap sesuai dengan nilai-nilai kebaikan. Intinya, orang jujur dan baik selalu memiliki keberanian untuk menolak ketidakbaikan. Mereka ikhlas kehilangan kekuasaan, jabatan, dan penghasilan, demi menjaga kebaikan dan profesionalisme. Mereka selalu memiliki nilai integritas yang sangat hebat untuk mendorong keberanian.

Pemimpin yang andal selalu mampu bekerja dan bersikap di semua situasi dan kondisi. Dia mampu mendorong keberanian dengan kekuatan integritas; dia mampu memimpin dan memotivasi untuk pencapaian terbaik; dia mampu menyatukan semua orang di dalam kolaborasi dan kerja sama. Dia juga mampu memimpin secara visioner, memberdayakan, memotivasi, memfasilitasi, mendorong, berkomunikasi secara efektif, membangun kepercayaan, memimpin dengan nilai-nilai terbaik, menyelesaikan konflik, dan menjadi karismatik untuk mengatasi setiap situasi dan kondisi yang penuh dinamika dalam menuju pencapaian terbaik.

Pelatihan ini dirancang untuk mendorong keberanian dan integritas kepemimpinan, meningkatkan kualitas memimpin dan kemampuan untuk memotivasi bawahan, meningkatkan motivasi untuk pencapaian kinerja terbaik, dan meningkatkan kemampuan di dalam kerja sama. Di setiap sesi pelatihan akan disampaikan atau dipaparkan cara menjadi pemimpin yang sistematis untuk mewujudkan tujuan dengan sempurna. Pelatihan ini dirancang dengan contoh dan studi kasus.

Peserta dimotivasi untuk menjadi pemimpin yang memiliki keberanian dalam pemecah masalah, mendorong perubahan, memimpin berdasarkan nilai dan budaya organisasi, serta mampu mengatasi kemunduran kinerja kepemimpinan dengan cara-cara yang efektif dan sederhana. Motivator akan menunjukkan kepada peserta tentang pentingnya keteladanan, kejujuran, kedewasaan, kesetiaan, antusiasme, tekad, keyakinan, tanggung jawab, kerja keras, disiplin, kearifan, dan kebijaksanaan dalam meningkatkan kepuasan hati dan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Pelatihan selama 1 hari 8 jam ini akan mengkomunikasikan setiap sesi presentasi untuk dipahami oleh peserta, dan untuk dapat dikerjakan dalam perilaku kepemimpinan sehari-hari di tempat kerja. Dan juga memberikan pencerahan kepada peserta tentang mengapa materi leadership ini menjadi sangat penting dalam mencapai tujuan dari pekerjaan mereka. Program ini menjadi sebuah pembelajaran untuk tujuan meningkatkan kualitas kepemimpinan, yang selalu konsisten dalam memberikan pelayanan kepemimpinan terbaik kepada stakeholder dan organisasi.

METODOLOGI PELATIHAN

Pelatihan Aktif (Teori dan Praktek), Presentasi, Interaktif, Diskusi Kelompok, Brainstorming, Bermain Peran, Berpikir Kreatif, Simulasi, Belajar Dalam Kompetisi Permainan, Studi Kasus, Latihan, Bimbingan, Diskusi, Perenungan, Experiential Learning, Icebreaker.

TUJUAN PELATIHAN

Pelatihan ini bertujuan untuk membantu peserta dalam:

  1. Menguatkan integritas kepemimpinan agar dapat mendorong keberanian dalam bersikap dan bertindak
  2. Menguatkan akuntabilitas di dalam semua dimensi kepemimpinan
  3. Meningkatkan cara memimpin dan memotivasi
  4. Menguatkan motivasi untuk pencapaian kinerja terbaik
  5. Meningkatkan kualitas kerja sama, kolaborasi, koordinasi, dan komunikasi

MANFAAT PELATIHAN

Dengan mengikuti pelatihan ini, peserta akan mendapatkan manfaat sebagai berikut:

  1. Peserta belajar cara mengembangkan integritas dan mendorong keberanian yang mendukung tujuan perusahaan. Menggunakan integritas sebagai strategi dalam menjaga keberanian, untuk menjalankan tata kelola dan kepemimpinan, yang unggul dengan prinsip-prinsip moral dan etika.  
  2. Peserta belajar cara memimpin dan memotivasi dengan baik. Mampu menjalankan fungsi kepemimpinan untuk membangkitkan semangat orang lain, dan memberdayakan mereka dalam mencapai tujuan perusahaan.
  3. Peserta belajar cara memotivasi setiap orang untuk mencapai keunggulan kinerja. Cara bertindak secara konsisten terhadap visi, tujuan, dan mampu melepaskan diri dari hambatan, serta selalu berkomitmen untuk prestasi tertinggi. Cara untuk tetap berada dalam tujuan dan cerdas untuk memusatkan semua energi pada tujuan yang ingin dicapai. Termasuk, kemampuan untuk mengatasi kemungkinan paling sulit dengan kekuatan pikiran kreatif.
  4. Peserta belajar budaya kolaborasi dan kerja sama, untuk memperkuat interaksi di internal perusahaan. Peserta belajar mengelola risiko, manajemen peluang, bertindak sesuai rencana, mengelola aspirasi tim kerja, membuat perencanaan yang sistematis, berbicara dan memberikan pidato, keterampilan untuk mengelola manajemen krisis, memaafkan dan membangun orang lain dengan kepedulian dan kasih sayang.

MATERI PEMBAHASAN

08.30 – PK 10.00 WIB. SESI 1: DRIVE COURAGE & INTEGRITY

Sub Bahasan

  1. Bagaimana Integritas mendorong keberanian
  2. Kepemimpinan dan melakukan hal yang benar
  3. Kepemimpinandan nilai-nilai keberanian
  4. Kehormatan dan keunggulan yang bersumber dari nilai-nilai integritas
  5. Keberanian dan integritas adalah nilai kepemimpinan terpenting
  6. Integritas menguatkan pemimpin di dalam perilaku Etis
  7. Landasan kepribadian untuk integritas dan akuntabilitas
  8. Mindset pemimpin yang berani, tegas, jelas, etis, dan bertanggung jawab
  9. Aspek integritas yang dibahas, yaitu: kejujuran, keterusterangan, tanggung jawab, kedewasaan, kepercayaan, kesetiaan, kerja keras, anti korupsi
  10. Aspek keberanian yang dibahas, yaitu: tegas, mengelola risiko, berani, jelas, bersikap, bertindak, mengambil keputusan, benar, menegakkan aturan dan etika

PK.10.00 – 10.15 WIB. BREAK

10.15 – 12.00 WIB. SESI 2: LEADING & MOTIVATING

Sub Bahasan

  1. Memimpin, mengelola, dan mempertahankan orang-orang terbaik
  2. Meningkatkan keterampilan komunikasi dengan staf
  3. Mendapatkan kinerja terbaik melalui orang lain
  4. Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi staf/individu karyawan
  5. Kesalahan yang harus dihindari dalam memotivasi orang lain
  6. Cara meningkatkan motivasi dan kemampuan staf
  7. Memahami apa yang membuat pemimpin unik dan dipercaya
  8. Faktor terpenting dalam memotivasi karyawan
  9. Mengampuni dan memberdayakan untuk kepemimpinan yang kuat
  10. Memimpin dan menghentikan konflik dalam interaksi kerja
  11. Mendelegasikan pekerjaan dan meningkatkan kontrol untuk hasil dan kualitas
  12. Strategi mendelegasikan tugas dan memotivasi penerima delegasi
  13. Meminimalkan gangguan terhadap pekerjaan dan mengelola staf

PK.12.00 – 13.00 WIB. ISHOMA

PK 13.00 – 14.30 WIB. SESI 3: ACHIEVEMENT MOTIVATION

Sub Bahasan

  1. Kesadaran dan tanggung jawab untuk mencapai yang terbaik
  2. Mengenali dan memahami motif dan konsep diri
  3. Kekuatan rasa syukur dalam menciptakan pribadi unggul
  4. Pentingnya kekuatan tubuh, pikiran, emosi, dan aura positif untuk pencapaian terbaik
  5. Konsistensi motivasi dan kepribadian yang tangguh di dalam proses motivasi
  6. Mental pemenang untuk meraih prestasi terbaik
  7. Tujuan, tanggung jawab pribadi, umpan bali, dan memetakan risiko untuk pencapaian terbaik
  8. Mengembangkan hubungan produktif dan profesional dengan orang lain
  9. Kekuasaan dan jabatan memberikan motivasi kekuatan
  10. Termotivasi di dalam energi integritas

PK.14.30 – 14.45 WIB. BREAK

PK.14.45 -16.30 WIB. SESI 4: TEAM WORK

Sub Bahasan

  1. Kepemimpinan di dalam kekuatan team work
  2. Energi kolaborasi, komunikasi, koordinasi, dan kerja sama
  3. Membantu tim untuk menghasilkan kinerja terbaik
  4. Mengembangkan perilaku tim untuk kinerja terbaik
  5. Teknik pemecahan masalah untuk menemukan solusi terbaik
  6. Memotivasi dan mengefektifkan peran tim kerja
  7. Menguatkan harapanpadatim kerja
  8. Membantu mengatasi hambatan dalam team work
  9. Pemimpin yang cerdas bekerja sama dengan anggota tim

Untuk Pelatihan Hubungi:

PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL

Kantor: Jl.Danau Toba No.104, Jakarta Pusat, 10210

Telepon: (021) 5701505

Hp: 0812 131 888 99

Fax: (021) 5738105

Website:http://djajendra-motivator.com

E-mail:training@djajendra-motivator.com

KARYAWAN BAHAGIA MENINGKATKAN KINERJA

“Kebahagiaan berada di wilayah pribadi, dihasilkan oleh kesadaran, bukan oleh aturan atau kemauan orang lain.”~Djajendra

Kebahagiaan di tempat kerja merupakan kunci sukses untuk pencapaian terbaik. Tantangannya, menjaga perasaan bahagia setiap hari secara konsisten, bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilakukan oleh siapapun. Walaupun seseorang bermental sangat positif, dia tetap akan menghasilkan perasaan-perasaan negatif, sehingga kebahagiaan hatinya bisa terhenti sejenak. Hanya dengan kesadaran dan niat, untuk selalu berpikir positif dan beremosi baik di setiap keadaan, akan memudahkan seseorang untuk selalu memperbaiki kualitas kebahagiaan dirinya.

Emosi dan pikiran negatif merupakan musuh utama untuk pencapaian terbaik. Untungnya, setiap orang memiliki dua energi yang hidup nyata di dalam dirinya, yaitu: energi positif dan energi negatif. Kedua energi tersebut saling berkompetisi untuk menguasai hidup seseorang. Bila energi positif yang berkuasa, maka kebahagiaan akan menjadi bonus yang indah. Sebaliknya, bila energi negatif yang berkuasa, maka penderitaan akan menjadi realitas yang menjadikan diri tidak produktif. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran untuk menguatkan diri dengan energi positif.

Emosi dan pikiran negatif diperlukan dalam kadar yang sangat rendah. Setiap orang memerlukan perasaan dan pikiran negatif, untuk memfungsikan sistem pengawasan atau sistem peringatan dini melalui kesadaran diri. Mereka harus ditempatkan secara bijak dan tidak boleh berlebihan. Dan yang pasti, orang-orang bahagia selalu berada di titik kekuatan positif, sehingga mereka menjadi lebih optimis, dan selalu termotivasi untuk sebuah keberhasilan. Sedangkan orang-orang tidak bahagia selalu berada di titik kekuatan negatif, sehingga hidupnya pesimis, dan selalu menyalahkan orang lain.

Kinerja dihasilkan oleh energi bahagia, optimis, antusias, motivasi, gairah, kualitas, disiplin, ketekunan, keandalan, melayani dengan hati, dan kompetensi terbaik. Oleh karena itu, manajer di tempat kerja wajib bekerja untuk menjaga kebahagiaan karyawan. Walaupun kita ketahui bahwa kebahagiaan dihasilkan dari kesadaran pribadi. Tetapi, manajer dapat menciptakan budaya dan lingkungan kerja berenergi positif, sehingga karyawan yang sedang tidak bahagia pada hari-hari tertentu, akan tertolong suasana hatinya oleh budaya dan lingkungan kerja yang positif.

Budaya organisasi dan kepemimpinan yang positif, harus mampu menjadi energi positif, yang memudahkan semua orang di tempat kerja untuk bahagia. Kita semua tahu bahwa setiap karyawan berasal dari kehidupan pribadi masing-masing, yang mungkin sangat bertolak-belakang satu sama lain. Di sinilah diperlukan peran budaya dan kepemimpinan, untuk menurunkan kadar energi negatif setiap karyawan. Dan hal ini akan menciptakan kehidupan kerja yang rendah kadar stres, sehingga produktivitas dan kinerja terbaik dapat diharapkan dari setiap individu karyawan.

Sangat banyak alasan yang dapat dimiliki seseorang untuk menjadi tidak bahagia. Ketidakpuasan, ketakutan, gangguan, hubungan yang buruk, dan perasaan-perasaan negatif lainnya; dapat menciptakan suasana hati yang berpotensi menurunkan kualitas atau target kinerja. Kinerja adalah nafas bagi perusahaan. Bila kinerja menjadi buruk, maka perusahaan akan sesak nafas dan sulit beroperasional dengan baik.

Pemimpin yang cerdas pasti menyiapkan budaya, lingkungan, dan manajemen yang kuat dengan energi positif, untuk kebahagiaan karyawannya. Pemimpin yang cerdas pasti merencanakan dan berupaya secara profesional, untuk mendapatkan hasil terbaik. Dan semua ini, hanya bisa didapatkan saat suasana hati karyawan benar-benar optimis dan bahagia.

Budaya organisasi positif, lingkungan positif, dan manajemen berenergi positif merupakan penyaring dan pencegah energi negatif. Jadi, ketika ada karyawan membawa masalah ke dalam perusahaan, maka secara otomatis akan dicegah dan direndahkan kadar bahayanya oleh kekuatan internal perusahaan. Dan jelas, hal ini akan menyelamatkan karyawan lain dari energi negatif, yang dibawa oleh karyawan bermasalah tersebut.

Kebahagiaan di tempat kerja menciptakan pelayanan pelanggan berkualitas tinggi. Dan, pelanggan pun akan merasa dihormati dan diperhatikan dengan sepenuh hati. Dampaknya, kesetiaan dan rasa cinta pelanggan kepada pelayanan perusahaan, menjadikan perusahaan selalu kuat dan unggul bersama kinerja terbaiknya.

Bahagia memudahkan lahirnya sikap dan perilaku positif, yang menjadi energi baik; untuk menciptakan suasana kerja yang saling membantu, saling percaya, saling menghormati, saling peduli, dan saling menyayangi.

Kebahagiaan bukanlah sebuah keadaan yang tetap dan konsisten. Kebahagiaan merupakan hasil kejar-mengejar antara energi baik dan energi tidak baik. Jadi, siapapun yang setiap bangun pagi menyiapkan dirinya, untuk mengejar dan hidup sepenuhnya di dalam energi baik, maka pada hari itu dia akan menikmati bahagia.

Jiwa besar yang tercerahkan di dalam keikhlasan, serta bijak menyikapi berbagai realitas kehidupan, adalah jiwa yang mudah menciptakan bahagia untuk dirinya. Bahagia adalah hak setiap orang, jadilah pribadi yang berenergi positif agar Anda mampu menikmati hak bahagia Anda. Kebahagiaan sangat ditentukan oleh kemampuan diri, untuk menafsirkan secara positif atas berbagai kejadian dan pengalaman hidup.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

INTEGRITAS MENDORONG KEBERANIAN PEMIMPIN UNTUK BERTINDAK

“Pemimpin yang berani dan tegas adalah pemimpin yang sudah kuat integritas pribadinya, sehingga tidak mungkin bagi kekuatan tidak baik untuk menakut-nakutinya.”~Djajendra

Memiliki integritas berarti sudah memiliki keberanian. Pemimpin dengan integritas sudah memiliki keberanian, untuk menghadapi dan mengelola risiko secara baik dan profesional.

Keberanian dan integritas adalah dua sifat yang sangat penting bagi seorang pemimpin. Sehebat dan sebaik apapun seorang pemimpin, bila dia tidak memiliki keberanian, dia akan menjadi bagian dari masalah, dan tidak akan pernah bergerak untuk menemukan solusi kemenangan. Pemimpin haruslah berani, tegas, jelas, serta cerdas mengelola dan menghadapi realitas melalui integritas yang hebat.

Keberanian haruslah menjadi bagian dari gaya hidup dan pola kerja seorang pemimpin. Pemimpin yang berani tidak akan membiarkan kesulitan apapun menahan atau menghalangi niat, untuk bertindak dan melakukan sesuai misi dan keyakinan. Mereka akan memperkuat kualitas integritasnya, sehingga semua yang dilakukan sudah terkoordinasi di dalam bingkai moral dan etika, yang dapat dipertanggung jawabkan secara profesional.

Keberanian adalah sikap yang sangat diperlukan, untuk dapat menjalani kepemimpinan dengan bijak dan cerdas, di dalam semua situasi dan keadaan. Integritas adalah sikap yang sangat diperlukan, untuk dapat menjalani kepemimpinan dengan jujur, terbuka, adil, terkalkulasi risikonya, dan mudah mempertanggung jawabkan segala sesuatu secara profesional. Pemimpin dengan integritas dan akuntabilitas diri yang andal, tidak perlu takut atau ragu untuk bertindak dengan keberanian penuh. Apalagi bagi seorang pemimpin publik, integritas dan akuntabilitas pribadinya akan menjadi energi yang dicintai publik. Dia selalu mendapatkan kekuatan dari energi positif publik, termasuk sikap dan tindakan beraninya pasti mendapatkan dukungan dan perlindungan dari kekuatan publik.

Pemimpin yang andal selalu memiliki keberanian melalui integritas pribadinya, untuk mengeksekusi apa yang telah direncanakan atau dipercaya membawa manfaat; bahkan, ketika dirinya tahu bahwa hasil akhirnya berpotensi dikritik oleh banyak orang, ataupun ada kemungkinan gagal. Dia selalu menyiapkan kemampuan dan keberanian untuk menerima kegagalan. Dia selalu menyiapkan berbagai skenario yang lebih baik agar kegagalan dapat dirubah menjadi peluang. Dia selalu menguatkan integritas dan akuntabilitasnya sebagai sumber utama keberaniannya.

Keberanian bila melebur di dalam integritas dan akuntabilitas pemimpin, muncullah energi positif yang menyatu di dalam empati publik. Integritas adalah semua tentang siapa Anda sebenarnya sebagai pribadi. Integritas adalah kemampuan untuk mempertahankan moral dan etika secara konsisten di dalam semua situasi dan realitas.

Memiliki integritas berarti telah memiliki keberanian. Pemimpin dengan integritas dan akuntabilitas berarti sudah memiliki keberanian, untuk melawan yang tidak baik dan tidak benar. Jadi, bila pemimpin ingin menjadi tegas, berani, karismatik, dan berwibawa; dia harus menguatkan integritas pribadi dan integritas kepemimpinannya. Intinya, dibutuhkan keberanian untuk memiliki integritas. Jika Anda memiliki integritas, keberanian sudah menjadi bagian dari Anda.

Dalam realitas, kepentingan mampu merusak prinsip-prinsip moral, sehingga etika diabaikan, dan kepentingan menjadi majikan yang sangat berkuasa. Disinilah dibutuhkan keberanian untuk menjaga integritas, supaya prinsip-prinsip moral dan etika dapat menguatkan sebuah kepemimpinan.

Baik dan buruk hidup penuh ambisi dan gairah di dunia nyata. Baik pasti menghormati prinsip-prinsip moral dan patuh pada etika.  Buruk pasti membolehkan segala cara untuk mencapai ambisinya, sehingga etika dan prinsip-prinsip moral suka diabaikan, dan dianggap tidak penting. Sebab, tujuan dan maksud telah menjadi majikan, dan etika hanya dianggap sebagai penghalang.

Pemimpin dengan integritas yang tinggi dapat bekerja dan bersikap searah etika dan prinsip-prinsip moral. Walau energi buruk dari kekuatan yang mengabaikan etika mencoba menghalangi gerak maju pemimpin, tetapi integritas pemimpin akan mendorong keberanian untuk bersikap sesuai dengan nilai-nilai kebaikan. Intinya, orang jujur dan baik selalu memiliki keberanian untuk menolak ketidakbaikan. Mereka ikhlas kehilangan kekuasaan, jabatan, dan penghasilan, demi menjaga kebaikan dan profesionalisme. Mereka selalu memiliki nilai integritas yang sangat hebat untuk mendorong keberanian. Jadi, bagi orang-orang yang hebat dengan integritasnya, tidak pernah takut atau ragu, untuk menjalankan kebaikan dan kebenaran secara konsisten.

Integritas adalah kekuatan baik yang bersumber dari etika dan moral. Sifat integritas adalah jangkan panjang, dan kekuatan yang berfungsi untuk melemahkan semua yang tidak baik. Integritas diperlukan untuk menjaga, menguatkan, dan memanfaatkan prinsip-prinsip moral dan etika di dalam setiap proses. Integritas memiliki kemampuan untuk mendorong dan membangun nilai-nilai, yang menjadikan seseorang berani bersikap dan bertindak di jalan jujur dan beretika.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com